You are on page 1of 6

TUGAS PAPER CLIP FLAME HARDENING

Disusun oleh : Kun Mukhammad Wafda Lalu Deni Arman Dodi Tri Handriyanto Noor Waskhito Adi P Nurhadi Ginanjar K (2111106016) (2111106024) (2111106028) (2111106032) (2111106036)

Jurusan Teknis Mesin Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya 2012

Flame Hardening
Flame hardening atau pengerasan dengan nyala api adalah pengerasan yang dilakukan dengan memanaskan benda kerja pada nyala api. Nyala api tersebut dapat menggunakan Elpiji + Udara atau Acetylin + O2. Prinsip kerja dari flame hardening adalah permukaan benda kerja dipanaskan hingga suhu austenit, dengan cara menyalakan api oxy-acetylene dan diquenching dengan air. Cara ini sangat efektif untuk baja dengan kandungan karbon cukup tinggi (0,3% - 0,6 % C). Pada dasarnya ada empat metode / jenis sistem yang digunakan pada flame hardening ini, yaitu: 1. Stationary flame hardening 2. Progressive flame hardening 3. Spin flame hardening 4. Combination flame hardening

Stationary Flame Hardening

Ditentukan dengan pemanas (flame head) yang sesuai dan dilanjutkan dengan pendinginan cepat (quenching). Kepala pemanas (heating head) dapat digunakan dalam bentuk desain lubang tunggal (single orifice) ataupun lubang majemuk (multiple orifice ), tergantung pada luas daerah yang akan dikeraskan. Masukan panas yang diterima harus seimbang untuk memperoleh keseragaman temperature pada keseluruhan daerah tersebut. Setelah proses pemanasan, benda kerja biasanya didinginkan dengan metode immersion quenching ataupun spray quenching.

Pada dasarnya, metode titik tidak membutuhkan peralatan yang sangat kompleks ( kecuali penahan benda kerja dan pencatat waktu yang digunakan untuk menyamakan lamanya proses dari masing masing benda kerja). Walaupun demikian, pengoperasian dapat dilakukan dengan otomasi antara lain dengan menerapkan spray quenching atau spray bath yang sesuai Metode ini umumnya cocok untuk shaft end, special steel casting configurations dan part yang besar.

Progressive Flame Hardening

Metode progressive digunakan untuk mengeraskan benda kerja yang memiliki luas daerah pengerasan yang besar, yang diluar kemampuan metode titik. Ukuran dan bentuk benda kerja, sama halnya dengan kenutuhan jumlah oksigen dan bahan bakar gas untuk memanaskan suatu daerah, merupakan faktor yang menentukan penggunaan metode ini. Pada metode ini biasanya digunakan jenis flame head berlubang majemuk (multi-orifice) dan sistem quenching yang terintegrasi atau terpisah. Perlengkapan yang dibutuhkan untuk proses flame hardening dengan metode progressif terdiri atas satu atau beberapa pemanas (flame head ) dan sebuah media pendingin (quench) yang ditempatkan pada pemegang yang dapat bergerak pada satu jalur dengan kecepatan yang teratur. Benda kerja ditempatkan seacara statis sehingga dapat langsung diproses. Secara praktis cara yang digunakan dapat menentukan bagian mana yang dapat bergerak, baik pemanas ataupun benda kerja. Dengan cara ini tidak ada batas ukuran panjang benda kerja, karena jalur dapat dengan mudah diperpanjang.

Laju gerak translasi dari flame head pada proses pengerasan progresif akan sangat ditentukan oleh kapasitaspanas yang mampu dihasilkan, kedalaman pengerasan yang diinginkan, komposisi dan bentuk benda kerja, dan jenis media pendinginan yang digunakan. Kelajuan translasi dalam batas 2- 12 inch/menit (0.85-5.089 mm/detik) umum digunakan untuk pemanasan berbahan bakar oksi-asetilen. Umumnya, air pada temperatur ambien sebagai media pendingin. Dalam keadaan terttentu, air hangat atau air panas, atau laruitan minyak (soluble oil) juga dapat digunakan. Metode ini cocok diterapkan untuk ways, knives dan flats.

Spinning Flame Hardening

Metode putar diterapkan untuk benda-benda bundar atau semi bundar seperti roda gigi, secara sederhana, metode ini mnggunakan mekanisme rotasi atau memutar benda kerja, baik secara horizontal maupun vertical, selama pemanasan permukaan benda kerja. Laju rotasi relative tidak penting, sementara itu keseragaman pemanasan dapat dicapai. Setelah permukaan benda kerja dipanaskan hingga temperatur yang diinginkan, benda kerja didinginkan secara immersion atau spray atau kombinasi antara keduanya. Berbeda dengan metode progresif, dimana asetilen selalu digunakan (karena nyala api dan laju pemanasan tinggi), hasil yang memuaskan dapat dicapai dalam spin hardening dengan gas alam maupun propane. Pemilihan gas tergantung bentuk, ukuran dan komposisi benda kerja, dan pada kedalaman pengerasan yang dibutuhkan, sama halnya dengan harga

relatif dan ketersediaan masing-masing gas. Media quench yang digunakan bias sangat beragam. Dalam spray quenching, biasanya digunakan air atau larutan minyak berbasis air (saluble oil). Metode ini cocok diterapkan untuk gears, wheels dan sprockets.

Combination flame hardening

Sesuai dengan namanya maka metode Ini merupakan kombinasi antara progressive dan spinning, digunakan untuk benda kerja yang panjang seperti shaft dan roll. Benda kerja diputar seperti pada metode putar, namun juga kepala pemanas (heating head) menyusuri shaft atau roll dari ujung yang satu ke ujung yang lainnya. Hanya sebatas bagaian tertentu yang dipanaskan secara progressif, sehingga harus segera diikuti dengan quenching yang berada setelah pemanasan (terintegrasi atau terpisah). Metode ini mampu menghasilkan pengerasan untuk permukaan yang sangat luas, menjadi sangat berarti bila dibandingkan dengan aliran gas yang relatif rendah. Metode ini cocok diterapkan untuk hardening shafts.

Daftar Pustaka

Avner, H.Sydney. 1974. Inroduction To Physical Metallurgy Second Edition. New York : McGraw-Hill Company http://www.flametreatingsystems.com/station.htm http://www.flametreatingsystems.com/progress.htm http://www.flametreatingsystems.com/progress.htm http://www.flametreatingsystems.com/combina.htm http://www.lontar.ui.ac.id/file?file=digital/124887-R040830-Pengaruh%20silikonLiteratur.pdf