You are on page 1of 11

Laporan Riset Analisis dan Implementasi QoS (Delay dan Packet Loss) Video Streaming pada Jaringan MPLS-TE

Oleh:
Wisnu Dharma Eko Saputro (113090061) Aulia Putra (113090102) Muhammad Fuad (113090129) I Nyoman Adi Purbawangsa (113090236) Dharma Wipraja (113100110) Ilham Fauzi (113104196)

Program Studi Sarjana Teknik Informatika Fakultas Teknik Telkom University Bandung 2013

1 Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Qos adalah teknik manajemen jaringan yang memungkinkan aplikasi-aplikasi atau layanan dapat beroperasi sesuai dengan yang diharapkan dengan tujuan untuk menyediakan kualitas layanan yang berbeda-beda untuk beragam kebutuhan akan layanan di dalan jaringan IP (Internet Protocol). QoS sebagai suatu kumpulan dari pengaruh performansi layanan yang menentukan tingkat kepuasan dari user terhadap suatu layanan. Multiprotocol Label Switching Traffic Engineering (MPLS TE) merupakan sebuah teknik yang menggabungkan kemampuan manajemen switching yang ada dalam teknologi ATM dengan fleksibilitas network layer yang dimiliki teknologi IP. Fungsi label pada MPLS TE adalah sebagai proses penyambungan dan pencarian jalur dalam jaringan komputer. Layanan yang di bahas pada penelitian ini adalah video streaming. Video Streaming merupakan suatu layanan yang memungkinkan suatu server untuk broadcasting suatu video yang bisa diakses oleh clientnya. Layanan video streaming memungkinkan penggunanya untuk mengakses videonya secara real time ataupun sudah direkam sebelumnya. Ide dasar teknik MPLS TE ini ialah mengurangi teknik pencarian rute dalam setiap router yang dilewati setiap paket, sehingga sebuah jaringan dapat dioperasikan dengan efisien dan jalannya pengiriman paket menjadi lebih cepat. Jadi MPLS TE akan mengahasilkan high-speed routing dari data yang melewati suatu jaringan yang berbasis parameter QoS [1].

1.2 Perumusan Masalah


Dari penjelasan latar belakang sebelumnya, permasalahan di dalam penelitian ini adalah: 1. Bagaimana membuat topologi MPLS TE pada GNS3? 2. Bagaimana menghitung delay dan packet loss pada video streaming di dalam jaringan MPLS TE?

1.3 Batasan Masalah


Dari perumusan masalah yang dijelaskan, batasan masalah dalam penelitian ini adalah: 1. Topologi jaringan MPLS TE menggunakan GNS3. 2. QoS yang diuji adalah delay dan packet loss pada video streaming.

1.4 Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah diatas, tujuan dari penelitian ini adalah: 1. Membuat topologi MPLS TE menggunakan GNS3. 2. Melakukan pengujian QoS khususnya delay dan packet loss pada video streaming di dalam jaringan MPLS TE.
1

1.5 Metodologi Penelitian


Metodologi penelitian yang digunakan pada penelitian sebagai berikut: 1. Studi Literatur Pada tahap studi literatur dilakukan pemahaman terkait materi yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan , yaitu pengujian QoS khususnya delay dan packet loss pada video streaming melalui rangkaian MPLS TE pada GNS3. 2. Perancangan Sistem Pada tahap ini akan dilakukan perancangan topologi MPLS TE dan perancangan server untuk Video Streaming menggunakan aplikasi VLC. 3. Implementasi Melakukan implementasi topologi MPLS TE dengan emulator GNS3. 4. Pengujian dan Analisis Hasil Dalam tahap ini pengujian performansi jaringan dilakukan dengan pengukuran parameter QoS yaitu delay dan packet loss dengan menggunakan aplikasi VLC sebagai server Video Streaming. 5. Pengambilan Kesimpulan dan Penyusunan Laporan Akhir Tahap ini adalah tahap terakhir dari penelitian yang dilakukan, yaitu pengambilan keputusan dari beberapa proses yang dilalui dan menyusun laporan dari penilitian yang dilakukan.

2
2.1 Internet Protocol (IP)

Landasan Teori

Internet Protocol (IP) merupakan protokol lapisan network layer pada OSI Reference Model yang digunakan TCP/IP untuk melakukan pengalamatan dan routing paket data antar host-host di jaringan komputer berbasis TCP/IP. IP pertama kali dirancang pada awal tahun 1980-an dengan Internet Protoko version 4 (IPv4) sebagai versi IP yang banyak digunakan. Pada tahun 1990-an para peneliti mulai menyadari akan perkembangan internet yang begitu cepat, sehingga penggunaan IPv4 semakin bertambah yang menyebabkan alokasi IPv4 semakin sedikit. Untuk mengatasi hal tersebut, dikembangkanlah protokol IP versi baru yaitu Internet Protokol version 6 (IPv6) untuk mengatasi permasalahan yang terjadi pada IPv4 yang semakin sedikit. [2]

2.2 MPLS
2.2.1 TE (Traffic Engineering) Network enginerring akan memanipulasi jaringan agar sesuai dengan trafik. Kita membuat prediksi terbaik tentang bagaimana sebuah trafik dapat berjalan (mengalir) melewati jaringan sehingga kita dapat memilih sirkuit yang tepat dan peralatan jaringan (routers, saklar, dll) yang sesuai. Network enginerring biasanya dilakukan dalam jangka waktu panjang karena waktu yang dibutuhkan untuk menginstal sirkuit atau peralatan baru bisa sangat lama. Traffic engineering memanipulasi trafik agar sesuai dengan jaringan. Tidak peduli betapa gigihnya dicoba jaringan trafik tidak akan sesuai 100% dengan prediksi yang telah dibuat. Traffic Engineering pada intinya adalah memindahkan traffic sehingga traffic dari link yang memilki congestion dipindahkan ke link yang sedang tidak digunakan.

2.3 QoS (Quality of Service)


Quality of Service (QoS) didefinisikan sebagai suatu pengukuran tentang seberapa baik jaringan dan merupakan suatu usaha untuk mendefinisikan karakteristik dan sifat dari suatu layanan[9]. QoS tidak diperoleh langsung dari infrastruktur jaringan yang ada, melainkan diperoleh dengan mengimplementasikannya pada jaringan bersangkutan. Tujuan akhir dari QoS adalah untuk memberikan network service yang lebih baik dan terencana dengan dedicated bandwidth, jitter, dan latency yang terkontrol. Beberapa parameter yang menyatakan QoS antara lain [3]: 1. Banwidth didefinisikan sebagai ukuran dari banyaknya informasi yang dapat mengalir dari suatu tempat ke tempat lain dalam waktu tertentu. (2.1) Ukuran data : total data yang berjalan pada suatu jaringan, dengan satuan bit. Waktu unduh terbaik : jumlah waktu pada saat mengunduh suatu data, dengan satuan second.

2. Jitter didefinisikan sebagai variasi dari delay atau waktu kedatangan paket. Banyak hal yang dapat menyebabkan jitter antara lain adalah peningkatan traffic secara tiba-tiba sehingga menyebabkan penyempitan bandwidth dan menimbulkan antrian. (2.2) Total variasi Delay : jumlah total rata-rata dari nilai delay yang di dapat, dengan satuan second. Total paket yang diterima : jumlah total paket keseluruhan yang di terima.

3. Delay (latency) adalah waktu yang dibutuhkan data untuk menempuh jarak dari asal ke tujuan. Delay dapat dipengaruhi oleh jarak, media fisik, kongesti atau juga waktu proses yang lama. Ada beberapa jenis delay, seperti Algorithmic delay, Packetization delay, Serialization delay, Propagation delay. 4. Throughput adalah jumlah total kedatangan paket IP sukses yang diamati di tempat pengukuran pada destination selama intercal waktu tertentu dibagi oleh durasi interval waktu tersebut. (2.3) Ukuran data : total jumlah data yang berjalan pada suatu jaringan, dengan satuan bit. Waktu unduh typical : jumlah waktu saat mengunduh suatu data pada kondisi tertentu, dengan satuan second.

5. Packet Loss merupakan banyaknya paket yang gagal mencapai tempat tujuan paket tersebut dikirim. Ketika packet loss besar maka dapat diketahui bahwa jaringan sedang sibuk atau terjadi overload. Packet loss mempengaruhi kinerja jaringan secara langsung, ketika packet loss suatu jaringan besar, dapat dikatakan kinerja jaringan tersebut jelek. Pada tugas besar kali ini kita hanya akan menghitung delay dan packet loss yang terjadi pada suatu jaringan MPLS TE.

3 Analisis dan Perancangan Aplikasi


3.1 Deskripsi Proses
Pada tahap ini akan dibahas mengenai proses perancangan untuk impelentasi y yang akan mendukung penelitian. Berikut adalah sistematika penelitian yang akan dilakukan pada penelitian ini.
Mulai

Tujuan dan Masalah

Penentuan dan Perancangan Jaringan

Perancangan Server

Penentuan Skenario Pengukuran

Pengambilan Data

Delay

Packet Loss

Gagal

Status Pengukuran

Berhasil Penyusunan Laporan dan Kesimpulan

Selesai

Gambar 3.1 Rancangan Sistem

3.1.1

Rancangan Topologi

Pertama tama adalah perancangan topologi MPLS TE yang akan digunakan pada penelitian ini. Topologi yang kita bangun menggunakan GNS3

Host A merupakan streaming server sedangkan host B adalah client yang telah kita bangun di dalam virtual machine VBox. 3.1.2 Server Aplikasi Setelah topologi selesai dibangun, selanjutnya adalah penggunaan VLC Player sebagai server video streaming. Server yang kita bangun nantinya berada di dalam VBox yang sudah kita install dan jalankan terlebih dahulu. Setelah VLC Player bisa dijalankan, selanjutnya menghitung delay dan packet loss yang terjadi pada server yang kita jalankan yaitu video streaming pada VLC Player. 3.1.3 Capture Menggunakan Wireshark Hasil penghitungan delay dan packet loss yang terjadi akan di capture menggunakan wireshark sehingga akan terlihat delay dan packet loss yang terjadi terhadap implementasi yang telah dibangun.

3.2 Analisis Kebutuhan Aplikasi


3.2.1 Komponen Perangkat Lunak Perangkat lunak pendukung dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. 1. Sistem Operasi Sistem Operasi yang digunakan server dan client adalah Windows xp 32-bit.
6

2. GNS3 Perangkat lunak emulator pada penelitian ini adalah GNS3 dengan CISCO IOS c3600.

3. VBox Untuk menjalankan beberapa sistem operasi dijalankan pada satu mesin PC tunggal secara bersamaan. Hal ini dilakukan tanpa partisi ulang dan boot ulang. Perangkat keras yang terdapat pada VBox sama seperti perangkat di dalam PC seperti CPU, RAM, HDD, dll. 4. Wireshark Wireshark merupakan perangkat lunak yang berfungsi untuk meng-capture paket data yang lewat melalui jaringan pada suatu komputer. Pada penelitian ini Wireshark digunakan untuk mengukur parameter QoS yaitu delay dan packet loss. 5. VLC Player Diguakan sebagai server untuk menghitung delay dan packet loss yang terjadi. 3.2.2 Komponen Perangkat Keras Pada penelitian ini menggunakan sebuah komputer dengan Ethernet untuk menjalankan GNS3 dengan spesifikasi sebagai berikut.

Processor Intel Core i3-3370 CPU @ 3.40 GHz 3.40 GHz RAM 4.00 GB System-type 32-bit operating system

4 Analisis dan Impelementasi


4.1 Pengujian Aplikasi
4.1.1 Skenario Pengujian Skenario pengujian dalam tugas akhir ini adalah dengan pembangunan topologi jaringan pada GNS3 dan menganalisis delay dan packet loss yang terjadi pada video streaming.

4.2 Hasil Analisis Delay dan Packet loss


Pengujian dilakukan untuk melihat seberapa efektifnya kinerja dari MPLS TE yang telah kita bangun dengan cara menghitung delay dan packet loss yang terjadi. Berikut adalah hasil analisis terhadap aplikasi yang telah dibangun :

Pengukuran yang dilakukan adalah pengukuran QoS berupa packet loss dan delay, dimana server video streaming menggunakan VLC Media Player yang berada pada host A (192.168.1.2/24) dan client adalah host B (192.168.9.2/24). Video yang digunakan memiliki format .mkv. Dari hasil capture wireshark pada client host B didapat hasil 1. Packet Loss = Packets Captured Packet Displayed = 1036 1014 = 22 packets (2.124 %) 2. Delayed = Between first packet and last packet = 75.123 sec Semakin kecil delay dan packet loss yang didapatkan maka semakin optimal kinerja dari implementasi yang kita bangun.
8

5 Kesimpulan dan Saran


5.1 Kesimpulan Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan pada tugas besar kali ini, terdapat beberapa kesimpulan. 1. Analisis dan impelementasi penghitungan delay dan packet loss bisa dilakukan 2. Semakin kecil delay dan packet loss maka semakin optimal kinerja dari implementasi yang dibangun 5.2 Saran Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan pada tugas besar kali ini, terdapat ebebrapa saran. 1. Menganalisis pengujian QoS yang lainnya selain delay dan packet loss 2. Menggunakan server selain dari video streaming

6 Daftar Pustaka
[1] [2] [3] Website CISCO. 25 Nopember 2013.
http://www.cisco.com/en/US/products/ps6608/products_ios_protocol_group_home.html

Clark, Martin P. 2003. Data network, IP and Internet: Protocols, design and operation. England: John Wiley & Sons. Wang, Zheng. Internet QoS: Architectures and Mechanisms. United State America: Morgan Kaufmann Publishers. 2001

10