REFERAT

PENAGANAN CEDERA KEPALA
Pembimbing : dr. Gumar Jaya Saleh Sp. S

ERS!"NE #"LLAN$ %&%.%'.%()

KEPAN"TERAAN KL"N"K "L*+ KESE!ATAN EDA! PER",DE --*Are./ -0 *ei -%1% R+*A! SAK"T ,T,R"TA ATA* +N"#ERS"TAS TR"SAKT" JAKARTA -%1%

1

LE* AR PENGESA!AN
Referat dengan judul : “Penanganan Cedera Kepala” Telah diterima dan disetujui pada tanggal Mei 2010 oleh pembimbing sebagai salah satu s arat men elesai!an !epaniteraan !lini! ilmu !esehatan ana! di R" #torita $atam

%a!arta& Mei 2010

'dr( )umar %a a "aleh "p($"*

KATA PENGANTAR

2

Puji dan s u!ur sa a panjat!an !epada T+,-. /ang Maha 0sa atas rahmat1 . a sehingga referat terselesai!an( Referat ini ditulis sebagai salah satu tugas dalam !epaniteraan !lini! 3lmu Kesehatan -na! di Rumah "a!it #torita $atam pada periode 22 Maret 2010 4 25 Mei 2010( Penulis mengu6ap!an ban a! terima !asih !epada dr( )umar %a a "aleh r7& "p($" sela!u pembimbing dalam pen usunan referat ini( Penulis juga men adari bah8a masih ban a! terdapat !e!urangan dalam pen usunan referat ini& oleh sebab itu saran dan !riti! diharap!an( -!hir !ata penulis mengu6ap!an terima !asih dan semoga referat ini dapat berguna bagi para pemba6an a( ang membangun sangat ang berjudul 2Penanganan Cedera Kepala” ini dapat

$atam&Mei 2010

Penulis

DAFTAR ISI 9

:0M$-RP0.)0"-,-.;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;(((((((i K-T- P0.)-.T-R;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;((( (((((ii <-=T-R 3"3;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;((((((iii $-$ 3 : P0.<-,+:+-.;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;( (1 $-$ 33 : ;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;(((( (2 -.-T#M3 K0P-:-(((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((2 P-T#=3"3#:#)3(((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((> K:-"3=3K-"3 C0<0R- K0P-:-((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((10 P0.)0:#:--. C0<0R-K0P-:- <3 +)<(((((((((((((((((((((((((((((((1> PR3."3P P0.-.)-.-. C0<0R- K0P-:-(((((((((((((((((((((((((((((((20 K#MP:3K-"3 C0<0R- K0P-:-((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((90 PR#).#"3" C0<0R- K0P-:-(((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((92 $-$ 333 : K0"3MP+:-.;;;;;;;;;;;;;;;;((((((((((((((((((((((((((((9? <-=T-R P+"T-K-;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;(((

BAB I PENDAHULUAN
?

"tatisti! dari negara1negara ang sudah maju menunju!!an bah8a 6edera !epala men6a!up 2@A dan jumlah segala ma6am !e6ela!aan ang menga!ibat!an seorang tida! bisa be!erja lebih dari satu hari sampai selama jang!a panjang !urang lebih 99A !e6ela!aan ang bera!hir pada !ematian men ang!ut 6edera !apitis( <i luar medan peperangan lebih dari >0A dari 6edera !apitis terjadi !arena !e6ela!aan lalu lintas& selebihn a di!arena!an pu!ulan atau jatuh( #rang1orang ang mati !arena !e6ela!aan antara ?0A sampai >0A meninggal sebelum mere!a tiba di rumah sa!it( <an mere!a ang dimasu!!an dalam !eadaan masih hidup ?0A meninggal dalam satu hari dan 9> A meninggal dalam satu minggu dalam pera8atan %i!a !ita meneliti sebab dari !ematian dan 6a6at ang menetap a!ibat 6edera !apitis& ma!a >0A tern ata disebab!an oleh 6edera se6ara langsung dan >0A ang tersisa disebab!an oleh gangguan peredaran darah sebagai !ompli!asi ang ter!ait se6ara tida! langsung pada 6edera( Cedera !epala bai! terbu!a maupun tertutup dapat mengganggu fungsi ota!& ang pada a!hirn a mung!in dapat men ebab!an !ematian atau meninggal!an !e6a6atan( $erbagai ma6am a!ibat dari 6edera !epala telah di!enal& misaln a !omosio serebri& !ontusio serebri& perdarahan epidura& perdarahan subdura& perdarahan intraserebral dan laserasi serebri( <engan istilah !omosio dan !ontusio masalah gangguan !esadaran& sedang!an bentu!1bentu! perdarahan men ang!ut!an masalah massa ang pada penanganann a nanti bila memang diperlu!an a!an melibat!an ahli bedah saraf( <alam !aitann a dengan gangguan !esadaran ini& telah di!enal istilah1istilah somnolen& sopor& !oma dan sebagain a ang !esemuan a tadi adalah merupa!an penilaian ang bersifat !ualitatif& sehingga masih memung!in!an terjadin a perbedaan penilaian antara pemeri!sa ang satu dengan ang lain( <engan adan a )lasgo8 Coma "6ale sebagai pengu!ur derajat gangguan !esadaran ang telah dipa!ai seja! 20 tahun ang lalu dan bersifat !uantitatif& ma!a penilaian gangguan !esadaran menjadi lebih ob e!tif( <alam manajemen 6edera !epala& penilaian gangguan !esadaran dengan )lasgo8 Coma "6ale ini memegang peran utama( > .

+ntu! !eperluan !linis& berdasar!an s!ala ini 6edera !epala dibeda!an menjadi 6edera !epala ringan& sedang dan berat ang penanganann a a!an diurai!an se6ara sing!at dalam ma!alah ini( BAB II @ .

9&? B. Meningen "elaput meningen menutupi seluruh permu!aan ota! dan terdiri dari 9 lapisan aitu : 1( <uramater <uramater se6ara !onCensional terdiri atas dua lapisan aitu lapisan endosteal dan lapisan meningeal( <uramater merupa!an selaput ang !eras& terdiri atas jaringan i!at fibrisa ang mele!at erat pada permu!aan dalam dari !ranium( Karena tida! mele!at pada selaput ara6hnoid di ba8ahn a& ma!a terdapat suatu ruang potensial 'ruang subdura* ang terleta! antara duramater dan ara6hnoid& dimana sering dijumpai perdarahan subdural( Pada 6edera ota!& pembuluh1pembuluh Cena ang berjalan pada permu!aan ota! menuju sinus sagitalis superior di garis tengah atau disebut Bridging Veins& dapat mengalami robe!an dan men ebab!an perdarahan subdural( "inus sagitalis superior mengalir!an darah Cena !e sinus transCersus dan sinus sigmoideus( :aserasi dari sinus1sinus ini dapat menga!ibat!an perdarahan hebat( -rteri meningea terleta! antara duramater dan permu!aan dalam dari !ranium 'ruang epidural*( D . Kulit Kepala Kulit !epala terdiri dari > lapisan ang disebut "C-:P aituB skin atau !ulit& connective tissue atau jaringan pen ambung& aponeurosis atau galea aponeurotika& loose conective tissue atau jaringan penunjang longgar dan pericranium.ANATOMI KEPALA A. Tulang Tengko ak Tulang teng!ora! terdiri dari !ubah '!alCaria* dan basis !ranii >&@( Tulang teng!ora! terdiri dari beberapa tulang aitu frontal& parietal& temporal dan o!sipital( KalCaria !hususn a di regio temporal adalah tipis& namun di sini dilapisi oleh otot temporalis( $asis !ranii berbentu! tida! rata sehingga dapat melu!ai bagian dasar ota! saat bergera! a!ibat proses a!selerasi dan deselerasi( Rongga teng!ora! dasar dibagi atas 9 fosa aitu : fosa anterior tempat lobus frontalis& fosa media tempat temporalis dan fosa posterior ruang bagi bagian ba8ah batang ota! dan serebelum( !.

Perdarahan sub ara!hnoid umumn a disebab!an a!ibat 6edera !epala( 9( Pia mater Pia mater mele!at erat pada permu!aan !orte!s serebri(( Pia mater adarah membrana Cas!ular ang dengan erat membung!us ota!& meliputi g ri dan masu! !edalam sul6i ang paling dalam( Membrana ini membung!us saraf ota! dan men atu dengan epineuriumn a( -rteri1arteri ang masu! !edalam substansi ota! juga diliputi oleh pia mater(> D.-dan a fra!tur dari tulang !epala dapat men ebab!an laserasi pada arteri1arteri ini dan men ebab!an perdarahan epidural( /ang paling sering mengalami 6edera adalah arteri meningea media ang terleta! pada fosa temporalis 'fosa media*( 2( "elaput -ra!hnoid "elaput ara!hnoid merupa!an lapisan ang tipis dan tembus pandang("elaput ara!hnoid terleta! antara pia mater sebelah dalam dan dura mater sebelah luar ang meliputi ota!( "elaput ini dipisah!an dari dura mater oleh ruang potensial& disebut spatium subdural dan dari pia mater oleh spatium subarakhnoid ang terisi oleh liquor serebrospinalis. Otak #ta! merupa!an suatu stru!tur gelatin ang mana berat pada orang de8asa se!itar 1? !g( #ta! terdiri dari beberapa bagian aituB proensefalon 'ota! depan* terdiri dari serebrum dan diensefalon& mesensefalon 'ota! tengah* dan rhombensefalon 'ota! bela!ang* terdiri dari pons& medula oblongata dan serebellum( =isura membagi ota! menjadi beberapa lobus(D :obus frontal ber!aitan dengan fungsi emosi& fungsi motori! dan pusat e!spresi bi6ara( :obus parietal berhubungan dengan fungsi sensori! dan orientasi ruang( :obus temporal mengatur fungsi memori tertentu( :obus o!sipital bertanggung ja8ab dalam proses penglihatan( Mesensefalon dan pons bagian atas berisi sistem a!tiCasi reti!ular ang berfungsi dalam !esadaran dan !e8apadaan( Pada medula oblongata terdapat pusat !ardiorespiratori!( "erebellum bertanggung ja8ab dalam fungsi !oordinasi dan !eseimbangan( E .

/- 5 . !ai an "e e# o"pinali" Cairan serebrospinal 'C""* dihasil!an oleh pleFus !horoideus dengan !e6epatan produ!si seban a! 20 mlGjam( C"" mengalir dari dari Centri!el lateral melalui foramen monro menuju Centri!el 333& dari a!uadu!tus sylvius menuju Centri!el 3H( C"" a!an direabsorbsi !e dalam sir!ulasi Cena melalui granulasio ara!hnoid ang terdapat pada sinus sagitalis superior( -dan a darah dalam C"" dapat men umbat granulasio ara!hnoid sehingga mengganggu pen erapan C"" dan men ebab!an !enai!an ta!anan intra6ranial(9 -ng!a rata1rata pada !elompo! populasi de8asa Colume C"" se!itar 1>0 ml dan dihasil!an se!itar >00 ml C"" per hari(5 PATOFISIOLOGI Cedera !epala dapat terjadi a!ibat benturan langsung atau tanpa benturan langsung pada !epala( Kelainan dapat berupa 6edera ota! fo!al atau difus dengan atau tanpa fra!tur tulang teng!ora!( Cedera fo!al dapat men ebab!an memar ota!& hematom epidural& subdural dan intraserebral( Cedera difus dapat menga!ibat!an gangguan fungsi saja& aitu gegar ota! atau 6edera stru!tural ang difus( <ari tempat benturan& gelombang !ejut disebar !e seluruh arah( )elombang ini mengubah te!anan jaringan dan bila te!anan 6u!up besar& a!an terjadi !erusa!an jaringan %i!a terjadi trauma !epala dengan !e!uatanGga a a!eselereasi& deselerasi dan rotatori! a!an menimbul!an lesi atau perdarahan di berbagai tempat sehingga timbul gejala defi6it neurologist berupa babins!i ang positif dan )C" !urang dari 1> '"indrom #ta! #rgani!*( <ari trauma !epala tersebut juga bisa terjadi pergera!an& pene!anan dan pengembangan ga a !ompresi ang destru!tif sehingga ota! a!an membentang batang ota! dengan sangat !uat dan terjadi blo!ade reCersible terhadap lintasan assendens reti!ularis difus serta bera!ibat ota! tida! mendapat!an input afferent ang a!hirn a !esadaran hilang selama blo6!ade tersebut berlangsung( <ari trauma !epala tersebut juga bisa berdampa! pada sistem tubuh ang lainn a( <-MP-K P-<.E."3"T0M T+$+.. :-3.

al ini bisa men ebab!an terjadin a penurunan 6urah jantung dan mening!at!an atrium !iri& sehingga tubuh a!an ber!ompensasi dengan mening!at!an te!anan sistoli!( Pengaruh dari adan a pening!atan te!anan atrium !iri adalah edema paru( (.al tersebut men ebab!an penambahan C$= ang !emudian terjadi pening!atan tinggin a T3K( 0dema ota! a!ibat trauma adalah bentu! Casogeni!( Pada !ontusio ota! terjadi robe!an pada pembuluh !apiler atau 6airan traumati6 ang mengandung protein ang berisi albumin( -lbumin pada 6airan interstisial ota! normal tida! didapat!an( 0dema ota! terjadi !arena pene!anan pembuluh darah dan jaringan se!itarn a( 0dema ota! ini dapat men ebab!an !ematian ota! 'is!emia* dan tinggin a T3K ang dapat men ebab!an terjadin a herniasi dan pene!anan batang ota! atau medula oblongata( -!ibat pene!anan pada medulla oblongata men ebab!an pernafasan ata!sia dimana 10 .Si"te% Re"pi a"i -dan a edema paru pada trauma !epala dan Caso!onstri!si paru atau hipertensi paru men ebab!an hiperapneu dan bron!ho !ontri!si( Terjadin a pernafasan 6h nesto!e dihubung!an dengan adan a sensitiCitas ang menig!at pada me!anisme terhadap !arbondio!sida dan episode pas6a hiperCentilasi apneu( Konsenterasi o!sigen dan !arbondio!sida dalam darah arteri mempengaruhi aliran darah( $ila te!anan o!sigen rendah& aliran darah bertambah !arena terjadi Casodilatasi& ji!a terjadi penurunan te!anan !arbondio!sida a!an menimbul!an al!alosis sehingga terjadi Caso!ontri!si dan penurunan C$= 'Cerebral $lood =luid*( $ila te!anan !arbondio!sida bertambah a!ibat gangguan sistem pernafasan a!an men ebab!an asidosis dan Casodilatasi( .$.Si"te% Ka &io'a"kule Trauma !epala bisa men ebab!an perubahan fungsi jantung men6a!up a!tiCitas atipi!al mio!ardial& perubahan te!anan Cas!uler dan edema paru( Perubahan otonom pada fungsi Centri!el adalah perubahan gelombang T& P dan disritmia& Cibrilisi atrium serta Centri!el ta!hi!ardia( -!iba t adan a perdarahan ota! a!an mempengaruhi te!anan Cas!uler& dimana penurunan te!anan Cas!uler pembuluh darah arteriol ber!ontra!si( -!tiCitas m o!ard berubah termasu! pening!atan fre!uensi jantung dan menurunn a stro!e 8or! dimana pemba6aan pemba6aan CHP abnormal( Tida! adan a stimulus endogen saraf simpatis mempengaruhi penurunan !ontra!tilitas Centri!el( .

al ini adalah !ompensasi tubuh untu! menangani edema serebral& namun pengaruhn a terhadap lambung adalah terjadin a pening!atan e!s!resi asam lambung ang men ebab!an hiperasiditas( "elain itu juga hiperasiditas terjadi !arena adan a pening!atan pengeluaran !ate!olamin dalam menangani stress ang 11 .ipotalamus merangsang anterior hipofise untu! mengeluar!an steroid adrenal( .al ini untu! mengantisipasi agar tiad! terjadi !elainan pada !ardioCas!uler( Pening!atan hilangn a nitrogen adalah signifi!an dengan respon metaboli6 terhadap trauma& !arena dengan adan a trauma tubuh memerlu!an energi untu! menangani perubahan 4 perubahan seluruh sistem tubuh( .amun masu!an ma!anan !urang& ma!a a!an terjadi pengahn6uran protein otot sebagai sumber nitrogen utama( .Si"te% Genito*U ina ia Pada trauma !epala terjadi perubahan metabolisme aitu !e6enderungan retensi natrium dan air serta hilangn a sejumlah nitrogen( →Trauma .ditandai dengan irama nafas tida! teratur atau pola nafas tida! efe!tif( ). !onsentrasi ele!trolit( Retensi natrium juga disebab!an !arena adan a stimulus terhadap hipotalamus& ang men ebab!an pelepasan -CT. Si"te% Pen.al ini menambah terjadin a asidosis metaboli! !arena adan a metabolisme anaerob glu!osa( <alam hal ini diperlu!an masu!an ma!anan ang disesuai!an dengan perubahan metabolisme ang terjadi pada trauma( Pemasu!an ma!anan pada trauma !epala harus mempertimbang!an ting!at !esadaran pasien atau !emampuan mela!u!an refle! menelan( +.al tersebut dapat dilihat dari haluaran urin( Pemeberian 6airan harus hati 4 hati untu! men6egah TT3K( <emi!ian pula sangatlah penting mela!u!an pemeri!saan serum ele!trolit( .e naan "etelah trauma !epala ' 9 hari* terdapat respon tubuh ang merangsang a!tiCitas hipotalamus dan stimulus Cagal( .aluaran +rin sedi!it dan Mening!atn a→ Retensi Cairan →Pelepasan -<.al ini a!an merangsang lambung untu! terjadi hiperasiditas( . dan se!resi aldosteron( )injal mengambil peran dalam proses hemodinami! ginjal untu! mengatasi retensi 6airan dan natrium( "etelah tiga sampai ? hari retensi 6airan dan natrium mulai ber!urang dan pas6a trauma dapat timbul hiponatremia( +ntu! itu& selama 91? hari tida! perlu dila!u!an pemberian hidrasi( .

emisfer atau hemiplegia dapat terjadi sebagai a!ibat dari !erusa!an pada area motori! ota!( "elain itu& pasien dapat mempun ai 6ontrol Caolunter terhadap gera!an dalam menghadapi !esulitan pera8atan diri dan !ehidupan sehari 4 hari berhubungan dengan postur& spastisitas atau !ontra!tur( )era!an Colunter terjadi sebagai a!ibat dari hubungan sinapsis dari 2 !elompo! neuron ang besar( "el saraf pada !elompo! pertama mun6ul pada bagian posterior lobus frontalis ang disebut girus presentral atau “strip motori! “( <i sini !edua bagian saraf itu bersinaps dengann!elompo! neuron 4 neuron motori! ba8ah ang berjalan dari batang ota! atau medulla spinalis atau otot 4 otot tertentu( Masing 4 masing dari !elompo! neuron ini mentransmisi!an informasi tertentu pada gera!an( "ehingga &pasien a!an menunju!an gejala !husus ji!a ada salah satu dari jaras neuron ini 6idera( Pada disfungsi hemisfer bilateral atau disfungsi pada ting!at batang ota!& terdapat !ehilangan penghambatan serebral dari gera!an inColunter( Terdapat gangguan tonus otot dan penamilan postur abnormal& ang pada saatn dapat membuat !ompli!asi seperti pening!atan saptisitas dan !ontra!tur( ang 12 .mempengaruhi produ!si asam lambung( %i!a hiperasiditas ini tida! segera ditangani& a!an men ebab!an perdarah lambung( -. Si"te% Mu"kulo"keletal -!ibat utama dari 6ederaota! berat dapat mempengaruhi gera!an tubuh( .

!e&e a kepala T3K Respon biologi #dema hematoma .ipo!semia Kelainan metabolisme Cedera ota! primer Kontusio 6erebri )angguan autoregulasi -liran darah !e ota! 6edera ota! se!under Kerusa!an 6ed ota! rangsangan simpatis tahanan Cas!uler "istemi! IT< te! pemb( <arah te!anan hidrostati! !ebo6oran 6airan !apiler #dema paru <ifusi #2 terhambat  ggn( Perfusi jaringan )gn( Pola napas  hipo!semia& hiper!apnea stress !ate!olamin se!resi asam lambung mual& muntah asupan nutrisi #2  gg( Metabolisme -sam la!tat #dema ota! )angguan perfusi jaringan Cerebral KLASIFIKASI !EDERA KEPALA 19 .

1. Simple Head Injury <iagnosa simple head injury dapat ditega!!an berdasar!an: • • • -da ri8a at trauma !apitis Tida! pingsan )ejala sa!it !epala dan pusing +mumn a tida! memerlu!an pera8atan !husus& 6u!up diberi obat simptomati! dan 6u!up istirahat( 2. ontusio erebri Pada contusio cerebri 'memar ota!* terjadi perdarahan1perdarahan di dalam jaringan ota! tanpa adan a robe!an jaringan ang !asat mata& mes!ipun neuron1neuron mengalami !erusa!an atau terputus( /ang penting untu! ang terjadin a lesi 6ontusion ialah adan a a!selerasi !epala ang se!eti!a itu juga menimbul!an pergeseran ota! serta pengembangan ga a !ompresi destru!tif( -!selerasi ang !uat berarti pula hipere!stensi !epala( #leh -!ibat ang ang tida! disertai !erusa!an jaringan ota!( Pasien mung!in mengeluh n eri !epala& !arena itu& ota! membentang batang ota! terlalu !uat& sehingga menimbul!an blo6!ade reCersible terhadap lintasan asendens reti!ularis difus( hilang selama blo6!ade reCersible berlangsung( Timbuln a lesi 6ontusio di daerah “coup” & “contrecoup”& dan “intermediate”menimbul!an gejala defi6it neurologi! ang bisa berupa 1? blo6!ade itu& ota! tida! mendapat input aferen dan !arena itu& !esadaran . ommotio erebri ommotio cerebri 'geger ota!* adalah !eadaan pingsan berlangsung tida! lebih dari 10 menit a!ibat trauma !epala& Certigo& mung!in muntah dan tampa! pu6at( Hertigo dan muntah mung!in disebab!an gegar pada labirin atau terangsangn a pusat1pusat dalam batang ota!( Pada 6ommotio 6erebri mung!in pula terdapat amnesia retrograde& aitu hilangn a ingatan sepanjang masa ang terbatas sebelum terjadin a !e6ela!aan( -mnesia ini timbul a!ibat terhapusn a re!aman !ejadian di lobus temporalis( Pemeri!saan tambahan ang selalu dibuat adalah foto teng!ora!& 00)& pemeri!saan memori( Terapi simptomatis& pera8atan selama 91> hari untu! obserCasi !emung!inan terjadin a !ompli!asi dan mobilisasi bertahap( !.

ematom retroauri!uler& #ttorhoe Perdarahan dari telinga 1> . %racture Basis ranii %ractur basis cranii bisa mengenai fossa anterior& fossa media dan fossa posterior( )ejala ang timbul tergantung pada leta! atau fossa mana ang ter!ena( =ra!tur pada fossa anterior menimbul!an gejala: • • • • • . #aceratio erebri <i!ata!an laceratio cerebri ji!a !erusa!an tersebut disertai dengan robe!an piamater( :a6eratio biasan a ber!aitan dengan adan a perdarahan subara!noid traumati!a& subdural a!ut dan inter6erebral( dibeda!an atas la6eratio langsung dan tida! langsung( :a6eratio langsung disebab!an oleh lu!a tembus !epala ang disebab!an oleh benda asing atau penetrasi fragmen fra!tur terutama pada fra!tur depressed terbu!a( "edang!an la6eratio tida! langsung disebab!an oleh deformitas jaringan ang hebat a!ibat !e!uatan me!anis( $.( "etelah !esadaran puli ang di!embang!an oleh me!anisme1me!anisme ang !embali& si penderita biasan a menunju!!an “organi6 brain s ndrome”( -!ibat ga a beroperasi pada trauma !apitis tersebut di atas& autoregulasi pembuluh darah 6erebral terganggu& sehingga terjadi Casoparalitis( Te!anan darah menjadi rendah dan nadi menjadi lambat& atau menjadi 6epat dan lemah( %uga !arena pusat Cegetatif terlibat& ma!a rasa mual& muntah dan gangguan pernafasan bisa timbul( Pemeri!saan penunjang seperti CT1"6an berguna untu! melihat leta! lesi dan adan a !emung!inan !ompli!asi jang!a pende!( D110 hari( ".ematom !a6amata tanpa disertai sub!onjungtiCal bleeding 0pista!sis Rhinorrhoe :a6eratio dapat Terapi dengan antiserebral edem& anti perdarahan& simptomati!& neurotropi! dan pera8atan =ra!tur pada fossa media menimbul!an gejala: .refle!s babins! ang positif dan !elumpuhan +M.

(H33 perifer Meningitis purulenta a!ibat robe!n a duramater =ra!tur basis !ranii bisa disertai 6ommotio ataupun 6ontusio& jadi terapin a harus disesuai!an( Pemberian antibioti! dosis tinggi untu! men6egah infe!si( Tinda!an operatif bila adan a liKuorrhoe ang berlangsung lebih dari @ hari( &.( 33 ang homolateral slight oedema( :P : jernih dengan T3K ang tinggi 'hati1hati !arena baha a herniasi (. 'pidural Hematoma Timbuln a perdarahan G hematoma diruangan antara teng!ora! dan duramater ang disebab!an oleh rupturn a arteri meningea media sehingga terjadi !ompresi ota!( "ering terjadi pada daerah temporal( <itemu!an adan a lusid interCal pada >0A !asus aitu pada saat !ejadian pasien tida! pingsanG pingsan sebentarG han a n eri !epala sebentar lalu membai! dengan sendirin a& tetapi beberapa jam !emudian gejala menjadi progresif& n eri !epala & pusing& !esadaran menurun hingga !oma( )ejala !linis : • )ejala fo!al& a!ibat herniasi tentorial 4 4 • • • timbul hemiparese& monoparese& tonus meninggi& refle!s patologi 'L* pada daerah !ontralateral midriasis ang homolateral a!ibat pene!anan .adi bisa bradi!ardi !arena adan a pening!atan T3K Pemeri!saan fundus : pupil .( 333& refle!s 6aha a dire6t G indire6t '1*( . Subdural hematoma /aitu perdarahan ang terjadi antara ruang duramater dengan ara!noid a!ibat trauma !apitis( Merupa!an perdarahan Cenous dari permu!aan ota! ang berjalan menuju sinus Cenosus didalam duramater( )ejala1gejala& a!ut 1@ .<iagnosa ditega!!an berdasar!an gejala !lini! dan J1foto basis !ranii( Kompli!asi : • • • )angguan pendengaran Parese .

seperti epidural bleeding& bila mengenai Cena ang besar atau merupa!an perdarahan dari sinus( $ila perdarahan tida! terlalu besar gejala permulaan ringan( <arah a!an membe!u dan mengalami organisasi& !emudian a!an dilapisi oleh !apsel( )umpalan darah lama a!an men6air dan menari! 6airan dari se!itarn a sehingga menjadi lebih gembung( 3nilah ang menimbul!an gejala1gejala men erupai tumor serebriG proses intra!ranial ang meninggi( )ejala !linis :  men erupai tumor serebri dimana ditemu!an peninggian te!anan intra!ranial(   Timbul pelan1pelan beberapa minggu sesudah trauma . Subarachnoid hematoma /aitu perdarahan ang terjadi didalam ruang subara6hnoid a!ibat trauma !apitis ang sering disebab!an oleh !ontusio serebri( )ejala !linis : o timbuln a n eri !epala di daerah subo!sipital se6ara tiba1tiba o Pusing& mual& muntah o Kesadaran menurun hingga !oma o Ka!u !udu! 'L* o "uhu tubuh meninggi o Refle!s patologi 'L* o +mumn a terjadi gejala diffus& se!ali1se!ali bisa o timbul !ejang atau gejala fo!al 1D . eri !epala timbul mual muntah      Midriasis homolateral&gangguan Cisus( $isa ditemu!an adan a tanda1tanda hiperefle!si& hemiparese( Refle!s patologi 'L* -dan a gangguan psi!is seperti mudah tersinggung( .ati1hati mela!u!an :P !arena T3K meninggi( ang ma!in lama ma!in hebat disertai ).

Intraserebral hematoma .*.ematoma intraserebral adalah perdarahan ang terjadi di !orte!s ang menimbul!an lesi desa! ruang dan menimbul!an edema !olateral( Terban a! pada lobus temporalis& selain itu bisa pula pada lobus frontalis dan parietalis& !adang1 !adang pada serebellum( -sal perdarahan dari arteri( +mumn a penderita tida! tertolong& perdarahan arteri 6epat masu! !e Centri!el dan mene!an batang ota!& bila hematoma berasal dari Cena biasan a dapat tertolong( -dapun pembagian 6edera !epala lainn a: • Cedera Kepala Ringan 'CKR* M termasu! didalamn a :aseratio dan Commotio Cerebri o "!or )C" 1911> o Tida! ada !ehilangan !esadaran& atau ji!a ada tida! lebih dari 10 menit o Pasien mengeluh pusing& sa!it !epala o -da muntah& ada amnesia retrogad dan tida! ditemu!an !elainan pada pemeri!saan neurologist( • Cedera Kepala "edang 'CK"* o "!or )C" 5112 o -da pingsan lebih dari 10 menit o -da sa!it !epala& muntah& !ejang dan amnesia retrogad o Pemeri!saan neurologis terdapat lelumpuhan saraf dan anggota gera!( • Cedera Kepala $erat 'CK$* o "!or )C" NE o )ejaln a serupa dengan CK"& han a dalam ting!at ang lebih berat o Terjadin a penurunan !esadaran se6ara progesif o -dan a fra!tur tulang teng!ora! dan jaringan ota! terlepas( ang 1E .

eri !epala sedang hingga berat >( 3nto!si!asi al!ohol atau obat @( =ra!tura teng!ora! 15 .a-at.PENGELOLAAN !EDERA KEPALA DI UNIT GA. !e&e a Kepala Ringan / G!S $)*$-0 a( Pasien dalam !eadaan sadar O Tanpa defi6it neurolog  pera8atan lu!a O Pemeri!saan radiolog  han a atas indi!asi O Pasien dipulang!an I !eluarga diminta obserCasi !esadaran bila 6uriga !esadaran menurun & segera !embali !e R" b( Kesadaran terganggu sesaat O Pasien mengalami penurunan !esadaran sesaat setelah  sadar !embali saat diperi!sa( O <ibuat foto !epala( O Ra8at lu!a O Pasien pulang  obserCasi  bila 6uriga !esadaran menurun  segera !embali !e R" 6( Keasadaran menurun O Perubahan orientasi  tanpa defi6it fo!al O <ila!u!an pemeri!saan fisi!& ra8at lu!a& foto !epala O 3strahat baring  mobilisasi bertahap  terapi simptomati! O #bserCasi minimal 2? jam di R"  bila 6uriga hematoma  s!ennig #ta! +riteria .AT DARURAT $. 1( -mnesia posttraumati!a jelas 'lebih dari 1 jam* 2( Ri8a at !ehilangan !esadaran 'lebih dari 1> menit* 9( Penurunan ting!at !esadaran ?( .

2. 9( ?( >( @( D( E( 5( 10( Peri!sa I atasi gangguan -ir8a & $reathing& Cir6ulation( Ri8a at: jenis dan saat !e6ela!aan& !ehilangan !e1 sadaran& amnesia& n eri !epala Pemeri!saan umum guna men ing!ir!an 6edera sistemi! Pemeri!saan neurologis Radiograf teng!ora! Radiograf tulang bela!ang leher dan lain1lain bila ada indi!asi Contoh darah untu! penentuan golongan darah Tes darah dasar dan 0K) / scan !epala Ra8at untu! pengamatan bah!an bila / scan normal Setela1 &i a2at3 1( 2( 9( ?( Pemeri!saan neurologis setiap jam / scan ulangan hari !etiga atau lebih a8al bila ada perburu!an neurologis( Pengamatan T3K dan pengu!uran lain seperti untu! 6edera !epala berat a!an memperburu! pasien Kontrol setelah pulang biasan a pada 2 minggu& 9 bulan& @ bulan dan bila perlu 1 tahun setelah 6edera 20 .D( Kebo6oran C""& otorrhea atau rhinorrhea E( Cedera pen erta ang jelas 5( Tida! pun a orang serumah ang dapat dipertanggung1 ja8ab!an 10( / scan abnormal (. Pasien mung!in !onfusi atau somnolen namun tetap mampu untu mengi!uti perintah sederhana '"K) 5112*( 1. !e&e a Kepala Se&ang 0e1inisi.

Pasien tida! mampu mengi!uti bah!an perintah sederhana !arena gangguan !esadaran( <i +nit )a8at <arurat 1( Ri8a at: • • • • • • +sia& jenis dan saat !e6ela!aan Penggunaan al!ohol atau obat1obatan Perjalanan neurologis Perjalanan tanda1tanda Cital Muntah& aspirasi& ano!sia atau !ejang Ri8a at pen a!it sebelumn a& termasu! obat1obatan ang dipa!ai serta alergi 2( "tabilisasi Kardiopulmoner: • • • • • %alan nafas& intubasi dini Te!anan darah& normal!an segera dengan "alin normal atau darah =ole & tube nasogastri! !ateter =ilm diagnosti!: tulang bela!ang leher& abdomen& pelCis& teng!ora!& dada& e!stremiras 9( Pemeri!saan +mum ?( Tinda!an 0mergensi +ntu! Cedera /ang Men ertai: • • • • • • • Tra!heostomi Tube dada "tabilisasi leher: !olar !a!u& tong )ardner1Pells dan tra!si Parasentesis abdominal >( Pemeri!saan .eurologis: Kemampuan membu!a mata Respons motor 21 . !e&e a Kepala Be at 0e1inisi.).

• • Respons Cerbal Rea!si 6aha a pupil @( #bat1obat Terapeuti!: • • • • • $i!arbonat sodium =enitoin "teroid Mannitol .iperCentilasi D( Tes <iagnosti! / scan 22 .

o 3CP es "edation I analgesia /es .)C" Q E es surger as indi6ated 3nsert 3CP monitor Maintain CPP '-ge appropriate* /es .o 3CP .eoromus6ular blo6!ade /es . perosmolar therap 3CP es Mild h perCentilation ' Pa C#2 9019> mm.o 6arefful 8ithdra8 3CP treatment 3CP es Mannitol es .o 3CP <rain C"= if Hentri6ulotom present Consider sepeating CT s6an /es .o 3CP /es "e6ond tier theraph 29 .g* es .o .

Anamnesis <iagnosis 6edera !epala biasan a tida! sulit ditega!!an ri8a at !e6ela!aan lalu lintas& !e6ela!aan !erja atau per!elahian hampir selalu ditemu!an( Pada orang tua dengan !e6ela!aan tangga& jatuh di !amar mandi atau sehabis bangun tidur& harus dipi!ir!an !emung!inan gangguan pembuluh darah ota! 2stroke3 !arena !eluarga !adang1!adang ta! mengetahui pasti urutan !ejadiann a : jatuh !emudian tida! sadar atau !ehilangan !esadaran lebih dahulu sebelum jatuh( ang terjadi di rumah& misaln a jatuh dari -namnesis ang lebih terperin6i meliputi : 1( 2( 9( "ifat !e6ela!aan( "aat terjadin a& beberapa jamGhari sebelum diba8a !e rumah sa!it( -da tida!n a benturan !epala langsung( diperi!sa( $ila si pasien dapat diaja! berbi6ara& tan a!an urutan peris ti8an a seja! sebelum terjadin a !e6ela!aan& sampai saat tiba di rumah sa!it untu! mengetahui !emung!inan adan a amnesia retrograd( Muntah dapat disebab!an oleh tinggin a te!anan intra!ranial( Pasien tida! selalu dalam !eadaan pingsan 'hilangG turun !esadarann a*& tapi dapat !elihatan bingungGdisorientasi '!esadaran berubah* Pemeriksaan fisik ?( Keadaan penderita saat !e6ela!aan dan perubahan !esadaran sampai saat 2. 2? .PRINSIP PENANGANAN !EDERA KEPALA 1 .

Pemeriksaan Umum "elama proses penstabilan !ardiopulmoner& dila!u!an pemeri!saan umum se6ara 6epat untu! men6ari 6edera lain( Perhatian !husus diberi!an pada: 1( Cedera !epala dan leher: laserasi& tempat perdarahan& otorrhea& rhinorrhea& mata racoon 'e!!himosis periorbital*( 2> ang disertai dengan melambatn a fre!uensi nadi dapat merupa!an gejala a8al peninggian te!anan ang biasan a dalam fase a!ut disebab!an oleh hematoma ang . Status 1ungsi vital "eperti haln a dengan !asus !edaruratan lainn a& hal terpenting dinilai ialah : a(%alan nafas air-ay b(Pernafasan breathing 6(.adi 6lan te!anan darah cireulation %alan nafas harus segera dibersih!an dari benda asing& lendir atau darah& bila perlu segera dipasang pipa nasoGorofaringB dii!uti dengan pemberian o!sigen( Manipulasi leher hams berhati1hati bila ada ri8a atGdugaan trauma serCi!al 2-hiplash injury34 jamb dengan !epala di ba8ah atau trauma teng!u!( )angguan ang mung!in ditemu!an dapat berupa : a(Pernafasan Che ne "to!es( b(Pernafasan $iotGhiperCentilasi( 6(Pernafasan ata!si!( ang menggambar!an ma!in memburu!n a ting!at !esadaran( Pemantauan fungsi sir!ulasi dila!u!an untu! menduga adan a shock4 terutama bila terdapat juga trauma di tempat lain& misaln a trauma thoraF& trauma abdomen& fra!tur e!stremitas( "elain itu peninggian te!anan darah intra!ranial& epidural( )..al terpenting ang pertama !ali dinilai ialah status fungsi Cital dan status !esadaran pasien( 3ni tiaras dila!u!an sesegera mung!in bah!an mendahului anamnesis ang teliti( 1.

amun tanda1tanda ini mung!in tida! mun6ul dini dan mung!in tersembun i pada pasien !oma( -dan a bising usus biasan a pertanda tenang( ?( Cedera pelCi!: Cedera pada pasien ang tida! !oma bisa ditetap!an se6ara !linis( Konfirmasi radiologis biasan a diperlu!an( Pemeri!saan re!tal mung!in berguna( Cedera pelCi! sering bersamaan dengan !ehilangan darah tersembun i dalam jumlah besar( >( Cedera tulang bela!ang: Trauma !epala dan tulang bela!ang mung!in bersamaan& dan !ombinasi tersebut harus selalu di6ari 8alau !ejadiann a han a 2 hingga >A dari pasien 6edera !epala berat( Tulang bela!ang leher paling sering di!enai( @( Cedera e!stremitas: Mung!in terjadi !erusa!an tulang atau jaringan luna! 'otot& saraf& pembuluh darah*( =ra!tura pada pasien gelisah harus dibidai segera untu! men6egah !erusa!an saraf dan pembuluh bersang!utan( Tinda!an definitif pada !eban a!an pasien 6edera e!stremitas dapat ditunda hingga setelah tinda!an terhadap masalah ang mengan6am n a8a( ?.2( Cedera tora!s: fra!tura iga& pneumotora!s atau hemotora!s& tamponad !ardia!& 'dengan bun i jantung lemah& distensi Cena jugular& dan hipotensi*& aspirasi& atau 5.0S( 9( Cedera abdominal: terutama laserasi hati& limpa atau ginjal( Perdarahan biasan a bera!ibat tenderness4guarding atau distensi abdominal( . Pemeriksaan Neurologis Tabel ?( Pemeri!saan neurologis a8al pada 6edera !epala 1111111111111111111111111111111111111111111111111111111 1( "!ala Koma )lasgo8 2( Respons pupil terhadap 6aha a 9( )era!an mata ?( Ke!uatan motor >( Pemeri!saan sensori sederhana 1111111111111111111111111111111111111111111111111111111 1( )lasgo8 Coma "eale ')C"* 2@ .

Memberi!an 9 bidang fungsi neurologi!& memberi!an gambaran pada ting!at responsif pasien dan dapat diguna!an dalam pen6arian ang luas pada saat mengeCaluasi status neurologi! pasien ang mengalami 6edera !epala( 0Caluasi ini han a terbatas pada mengeCaluasi motori! pasien& Cerbal dan respon membu!a mata( "!ala )C" : Membu!a mata : "pontan <engan perintah <engan . eri Tida! berespon Motori! : <engan Perintah Melo!alisasi n eri Menari! area ang n eri =le!si abnormal 0!stensi Tida! berespon Herbal : $erorientasi $i6ara membingung!an Kata1!ata tida! tepat Tida! ada respons ? 9 2 1 @ > ? 9 2 1 > ? 9 1 "uara tida! dapat dimengerti 2 2( Pupil Pemeri!saan teliti u!uran pupil serta rea!sin a terhadap 6aha a adalah paling penting pada pemeri!saan pertama( Tanda dini herniasi lobus temporal ang di!etahui dengan bai! adalah dilatasi ringan pupil serta respons 6aha a pupil ang lambat( $ai! !ompresi maupun distorsi saraf o!ulomotor saat ang herniasi tentorial1un!al mengganggu fungsi a!son parasimpateti! ringan( Men6ari !elainan pupil lain ang dapat terjadi pada pasien tida! sadar sangat perlu pada pasien 6edera !epala( 6upil kecil bilateral menunju!!an 2D menghantar!an sin al eferen untu! !onstri!si pupil& bera!ibat dilatasi pupil .

pasien mengguna!an obat tertentu& terutama opiat& atau mengalami satu atau beberapa ensefalopati metaboli! atau lesi destru!tif dari pons( <alam hal ini refle!s 6aha a pupil( -!hirn a& pupil yang berdilatasi dan 1i7ed bilateral pada pasien dengan 6edera !epala mung!in a!ibat perfusi Cas!ular serebral ang inade!uat( Keadaan ini mung!in a!ibat hipotensi se!under terhadap !ehilangan darah atau oleh peninggian te!anan intra!ranial pada ting!at ang mengganggu aliran darah serebral( Kembalin a respons pupil mung!in terjadi segera setelah perbai!an aliran darah bila masa perfusi ang inade!uat tida! terlalu lama( 9( )era!an Mata )era!an bola mata merupa!an inde!s ang paling penting untu! penilaian a!tiCitas fungsional batang ota! 'formatio reti!ularis*( Penderita ang sadar penuh& dan mempun ai gera!an bola mata ang bai! menanda!an inta!n a sistem motori! o!uler di batang ota!( ?( =ungsi Motor Pemeri!saan dasar dileng!api dengan pemeri!saan motor sederhana !arena pasien dengan 6edera !epala berat tida! 6u!up responsif terhadap setiap nilai internasional: Ke!uatan normal Kelemahan sedang Kelemahan berat 'antigravity* Kelemahan berat 'not antigravity* )era!an trace Ta! ada gera!an >( =ungsi sensori! Tujuan pemeri!saan sensori! 2E > ? 9 2 1 0 pemeri!saan hingga dapat diper6a a( "etiap e!stremitas diperi!sa dan dinilai dengan s!ala beri!ut ang diguna!an se6ara .

Peranan foto rontgen teng!ora! ban a! diperdebat!an manfaatn a& mes!ipun beberapa rumah sa!it mela!u!ann a se6ara rutin( "elain indi!asi medi!& foto Rontgen teng!ora! dapat dila!u!an atas dasar indi!asi legalGhu!um( =oto RR teng!ora! biasa '-P dan :ateral* umumn a dila!u!an pada !eadaan : <efisit neurologi! fo!al( :iKuorrhoe( <ugaan trauma tembusGfra!tur impresi( .T)0. jelas outcome pasien / scanning jelas merupa!an prosedur pilihan dalam dengan 6edera !epala( "etiap !ali mun6ul scanner ang diberi!an( / scan emergensi harus dila!u!an sesegera ang mendasari gangguan mengeCaluasi pasien 6edera !epala dan !emung!inan memperbai!i se6ara generasi baru& selalu disertai dengan perbai!an informasi <ianjur!an se!ali bah8a mung!in 'dalam setengah jam* setelah pasien dengan 6edera !epala berat datang( :esi densitas tinggi 'hematoma epidural& subdural& intraserebral* dianggap memerlu!an tinda!an operasi de!ompresi bila men ebab!an pergeseran garis tengah > mm atau lebih( <engan !ata lain& dasar pemi!iran 25 .ematoma luas di daerah !epala( Pada !eadaan tertentu diperlu!an pro e!si !husus& seperti pro e!si tangensial pada dugaan fra!tur impresi& pro e!si basis path dugaan fra!tur basis dan pro e!si !husus lain pada dugaan fra!tur tulang 8ajah( $( / S 58 Indikasi.4 Menetap!an adan a gangguan sensori!( 4 Mengetahui modalitasn a( 4 Menetap!an polan a( 4 Men impul!an jenis dan lo!asi lesi sensori! ang a!hirn a dinilai bersama sama dengan pemeri!saan motori! Pemeriksaan Tambahan -( R#.

dite!an!an pada derajat pergeseran garis tengah dalam menentu!an pasien mana ang harus dioperasi( Pergeseran garis tengah ang berma!na pada pasien 6edera !epala sudah dibu!ti!an ada !aitann a dengan ting!at !esadaran( Pada mung!in / scan& edema tampa! sebagai Sona densitas rendah( 0dema fo!al& multi fo!al atau diffusa( <engan edema serebral difusa& mung!in sulit untu! memasti!an densitas ang lebih rendah !arena tida! ada area ota! normal sebagai pembandingn a( +ontusi serebral tampa! sebagai area densitas tinggi mung!in membeda!an antara hematoma subdural dan epidural pada ang perle!atan ang erat antara dura dengan ang ta! / scan& homogen ang tersebar diantara area densitas rendah( Palau tida! selalu tera!hir ini !has dengan bentu! bi!onCe!s atau lenti!ular& !arena tabula interna men6egah lebih difus hematoma mengalami pen ebaran( Hematoma subdural ang !has 6enderung menjadi dibanding hematoma epidural dan memili!i tepi dalam ang !on!af ang mengi!uti permu!aan ota!( Perbedaan antara lesi a!uta& suba!uta dan !roni! aga! tida! pasti( Hematoma intraserebral traumati!a biasan a berlo!asi dilobus frontal dan temporal anterior& 8alau bisa terjadi dimana saja( In1arksi iskemik a!uta mung!in tampa! sebagai area densitas rendah dibanding ota! se!itarn a( 3nfar!si dapat didete!si / scan dalam 2? jam dari onsetn a& dan lebih dari @0A jelas tampa! pada hari !etujuh( 6. Pembedahan (8) /ang ingin di6apai dari operasi adalah !embalin a pergeseran garis tengah& !embalin a te!anan intra!anial !e dalam batas normal& !ontrol pendarahan dan men6egah pendarahan ulang( 3ndi!asi operasi pada 6edera !epala harus mempertimbang!an hal diba8ah ini : O "tatus neurologis O "tatus radiologis 90 .

emiparese !ontralateral O :u6id interCalGpenurunan )C" tiba1tiba( O 3ndi!asi operasi pada fa!tur depres : O :ebih dari satu tabula O -dan a defisit ang berhubungan dengan bagian ota! diba8ahn a O :C" lea!age O =ra!tur depres terbu!a O PreCentif gro8ing fra6ture pada ana!( ang menurun !esadarann a di!emudian 8a!tu disertai ber!embangn a tanda1tanda lo!al dan pening!atan te!anan intra!nial lebih .O Pengu!uran te!anan intra!ranial "e6ara umum indi!asi operasi pada hematoma intra!ranial : O Massa hematoma !ira1!ira ?0 66 O Massa dengan pergeseran garis tengah lebih dari > mm O 0<. !etebalan lebih dari > mm dan pergeseran $aris tengah dengan )C" E atau !urang( O Konstusio 6erebri dengan diameter 2 6m dengan efe! massa ang jelas atau pergeseran garis tengah lebih dari > mm( O Pasien1pasien dari 2> mm .asil 1( 0<.: bila 6epat dioperasi mortalit !urang dari 10A 2( "<.: "erlig et al : operasi dalam ? jam pertama mortalit 90A • .asselberger et al : O pasien !oma !urang dari 2 jam mortalit ?DA O pasien !oma lebih dari 2 jasm mortalit E0A 91 operasi setelah ? jam mortalit 50A .g( 3ndi!asi $PT hole e!splorasi dila!u!an bila pemeri!saan CT "6an tida! memung!in!an dan didapat : O <ilatasi pupil ipsilateral O . dan "<.

Terapi konserva if Cairan intraCena : pertahan!an status 6airan euColemi!& hindari dehidrasi& jangan mengguna!an 6airan hipotonis G glu!osa( Cairan garam hipertonis : 6airan .: mortalit 2DA 1>0A 7.aCl 0&5 A& 9A12DA( Kureshi dan "uareS menunju!!an penggunaan saline hipertonis efe!tif pada neuro trauma dengan hasil peng!erutan ota! sehingga menurun!an te!anan intra!ranial& mempertahan!an Colume intraCas!ular euColume(<engan a!ses Cena sentral diberi!an .iperCentilasi mung!in perlu untu! masa ang sing!at bila terjadi perburu!an neurologis a!ut& atau untu! jang!a ang lebih lama pada hipertensi intra!ranial ang !ebal terhadap sedatif& paralisis& drainase 6airan serebrospinal dan diureti! osmoti!( Te api 1ipe o"%ole *%anitol Merupa!an osmosis diuretis( 0fe! e!spansi plasma& menghasil!an gradient osmoti! dalam 8a!tu ang 6epat dalam beberapa menit( Memberi!an efe! optimalisasi reologi dengan menurun!an hemato!rit& menurun!an Cis!ositas darah& mening!at!an aliran darah serebral& mening!at!an mi!rosir!ulasi dan te!anan perfusi serebral ang a!an mening!at!an penghantaran o!sigen dengan efe! samping reboun pening!atan te!anan intra!ranial pada disfungsi sa8ar darah ota! terjadi s!uestrasi serebral& oCerload 6airan& hiponatremi dilusi& ta!ipila!sis dan gagal ginjal 'bila osmolalitas 92 .aCl 9A D> 66Gjam dengan Cl >0A& asetat >0A target natrium 1?>1 1>0 dengan monitor pemeri!saan natrium setiap ?1@ jam( "etelah target ter6apai dilanjut!an dengan .g* 2? jam pertama setelah 6edera ota! traumati!a harus di6egah !arena memperburu! perfusi saat aliran darah serebral ber!urang( .iperCentilasi profila!ti! 'PaC#2 Q 9> mm .aCl fisiologis sampai ?1> hari .iperCentilasi fase a!ut $ila tida! ada tanda1tanda peninggian te!anan intra!ranial& hiperCentilasi jang!a panjang 'PaC#2 Q 2> mm .g* setelah 6edera ota! traumati!a harus di6egah( .9( 3C.

amun risi!o dan !ompli!asi membatasi penggunaann a bagi !eadaan ang e!strim dan dila!u!an dengan memonitor hemodinami! se6ara !etat untu! men6egah atau meninda! !etida!stabilan hemodinami!( Pentobarbital diberi!an dengan dosis a8al 'loading* 10 mgG!g dalam 90 menit atau > mgG!g setiap jam untu! 9 pemberian& dii!uti dosis pemeliharaan 1 mgG!gGjam( Tida! diberi!an untu! profila!si( mene!an metabolism serebral& menurun!an aliran darah !e ota! dan Colume darah serebral& merubah tonus Cas!uler& menahan radi!al bebas dari pero!sidasi lipid menga!ibat!an supresi burst( Ko tiko"te oi& Tida! dire!omendasi!an penggunaan glu!o!orti!oid untu! menurun!an te!anan intra!ranial bai! dengan meth l prednisolon maupun deFamethason( <earden dan :amb meneliti dengan dosis T 100 mgGhari tida! memberi!an perbedaan signifi!an pada te!anan intra6ranial dan setelah 11@ bulan tida! ada perbedaan out6ome ang signifi!an( 0fe! samping ang dapat terjadi hipergli!emia '>0A*& perdarahan tra!tus gastrointestinal 'E>A*( Nut i"i <alam 2 minggu pertama pasien mengalami hipermetaboli!& !ehilangan !urang lebih 1>A berat badan tubuh per minggu( Penurunan berat badan melebihi 90A a!an mening!at!an mortalitas( diberi!an !ebutuhan metabolism istirahat dengan 1?0A !aloriG hari dengan formula berisi protein T 1>A diberi!an selama D hari( Pilihan enteral feeding dapat men6egah !ejadian hipergli!emi& infe!si( Kebutuhan .utrisi: 99 .T920 ml osmolG:( Manitol diberi!an pada pasien !oma& pupil rea!tif !emudian menjadi dilatasi dengan atau tanpa gangguan motori!& pasien dengan pupil dilatasi bilateral non rea!tif dengan hemodinami! normal dosis bolus 1 gG!g$$ dilanjut!an dengan rumatan 0&2>1 1 gG!g$$ +saha!an pertahan!an Colume intraCas!uler dengan mempertahan!an osmolalitas serum N 920 ml osmolG:( #a #itu at <osis tinggi dipertimbang!an bagi pasien 6edera !epala berat dengan hipertensi intra!ranial dan hemodinami! stabil& ang refra!ter terhadap tinda!an medis atau bedah untu! menurun!an te!anan intra!ranial( .

arus dieCaluasi adan a fa!tor1fa!tor ang lain misaln a: hipogli!emi& gangguan ele!trolit& infe!si( Ko%plika"i !e&e a Kepala $.r* O :ipid 10 4 ?0 A !ebutuhan !alori G hari Kebutuhan energi rata1rata pada 6edera !ranio serebral berat mening!at rata1 rata ?0A( Te api p e'en"i ke4ang Pada !ejang a8al dapat men6egah 6edera lebih lanjut& pening!atan T3K& penghantaran dan !onsumsi o!sigen& pelepasan neuro transmiter ang dapat men6egah ber!embangn a !ejang onset lambat 'men6egah efe! !indling*( Pemberian terapi profila!sis dengan fenitoin& !arbamaSepin efe!tif pada minggu pertama( .a t au%a.idrosefalus !omuni!an lebih sering terjadi pada 6edera !epala dengan obstru!si& .idrosefalus non !omuni!an terjadi se!under a!ibat pen umbatan di sistem Centri!el( 9? .Hi& o"e5alu"3 $erdasar lo!asi pen ebab obstru!si dibagi menjadi !omuni!an dan non !omuni!an( . Merupa!an salah satu !ompli!asi serius( 3nsidensin a 10 A& terjadi di a8al 6edera ?1 2>A 'dalam D hari 6edera*& terjadi terlambat 51?2A 'setelah D hari trauma*( =a!tor risi!on a adalah trauma penetrasi& hematom 'subdural& epidural& paren!im*& fra!tur depresi !ranium& !ontusio serebri& )C" N10( (.r O Protein 1&> 4 2 grGKg$$G.r 'D&2 grGKg$$G.r O Karbohidrat D> 4 100 grG.De%a% &an %engigil 3 <emam dan mengigil a!an mening!at!an !ebutuhan metabolism dan memperburu! “out6ome”( "ering terjadi a!ibat !e!urangan 6airan& infe!si& efe! sentral( Penatala!sanaan dengan asetaminofen& neuro mus6ular paralisis( Penanganan lain dengan 6airan hipertoni!& !oma barbiturat& asetaSolamid( ).Ke4ang pa".O Kalori 2> 4 90 K6alGKg$$G.

Spa"ti"ita" 3 "pastisitas adalah fungsi tonus ang mening!at tergantung pada !e6epatan gera!an( Merupa!an gambaran lesi pada +M.)ejala !linis hidrosefalus ditandai dengan muntah& n eri !epala& papil udema& dimensia& ata!sia& gangguan mi!si( +. Agita"i -gitasi pas6a 6edera !epala terjadi T 1G9 pasien pada stadium a8al dalam bentu! delirium& agresi& a!atisia& disinhibisi& dan emosi labil( -gitasi juga sering terjadi a!ibat n eri dan penggunaan obat1obat ang berpotensi sentral( Penanganan farma!ologi antara lain dengan mengguna!an anti!onCulsan& antihipertensi& antipsi!oti!& buspiron& stimulant& benSodisepin dan terapi modifi!asi ling!ungan( 6. eri& Pen6egahan !ontra!tur& $antuan dalam posisioning( Terapi primer dengan !ore!si posisi dan latihan R#M& terapi se!under dengan splinting& 6asting& farma!ologi: dantrolen& ba!lofen& tiSanidin& botulinum& benSodiasepin -. Moo&7 tingka1 laku &an kogniti5 )angguan !ognitif dan ting!ah la!u lebih menonjol dibanding gangguan fisi! setelah 6edera !epala dalam jang!a lama( Penelitian Pons =ord&menunju!!an 2 tahun setelah 6edera !epala masih terdapat gangguan !ognitif& ting!ah la!u atau emosi termasu! problem da a ingat pada D? A& gangguan mudah lelah 'fatigue* D2A& gangguan !e6epatan berpi!ir @DA( "ensitif dan 3ritabel @?A& gangguan !onsentrasi @2A( Ci6erone '2002* meneliti rehabilitasi !ognitif berperan penting untu! perbai!an gangguan !ognitif( Meth l phenidate sering diguna!an pada pasien dengan problem gangguan perhatian& inisiasi dan hipoarousal 'Ph te*( <opamine& amantadinae dilapor!an dapat memperbai!i fungsi perhatian dan fungsi luhur( <onepeSil dapat memperbai!i da a ingat dan ting!ah la!u dalam 12 minggu( <epresi ma or dan minor ditemu!an ?01>0A( =a!tor resi!o depresi pas6a 6edera !epala adalah 8anita& beratn a 9> .( Membentu! e!strimitas pada posisi e!stensi( $eberapa penanganan dituju!an pada : Pembatasan fungsi gera!& .

Sin& o%a po"t kontu"io Merupa!an !omple! gejala ang berhubungan dengan 6edera !epala E0A pada 1 bulan pertama& 90A pada 9 bulan pertama dan 1>A pada tahun pertama: "omati! : n eri !epala& gangguan tidur& CertigoGdiSSines& mual& mudah lelah& sensitif terhadap suara dan 6aha a& !ognitif: perhatian& !onsentrasi& memori& -fe!tif: iritabel& 6emas& depresi& emosi labil( P ogno"i" .g selama pera8atan men6apai ?DA& sedang!an T3K di ba8ah 20 mmhg !ematiann a 95A( Tujuh belas persen pasien sa!it 6edera !epala berat mengalami gangguan !ejang1 !ejang dalam dua tahun pertama post trauma( :aman a !oma berhubungan signifi!an dengan pemulihan amnesia( Pemeri!saan penunjang preditor prognosis 6edera !epala: "!or )C": Penurunan !esadaran pada saat !ejadian& penurunan !esadaran N 90 menit& penurunan !esadaran setelah 90 menit& amnesia N 2? jam( Pilliam& 2001 meneliti 21> 6edera !epala : pasien1pasien 6edera !epala sedang dengan !ompli!asi 'CT "6an L* terdapat gangguan fungsi neuropsi!iatri setelah @ bulan( Rontgen tulang tida! dire!omendasi!an untu! eCaluasi 6edera !epala ringan dan sedang dan sensitifitasn a rendah terhadap adan a lesi intra!ranial( =a!tor1fa!tor ang dapat menjadi!an ”6redictor outcome” 6edera !epala adalah: laman a !oma& durasi amnesia post trauma& area !erusa!an 6edera pada ota! me!anisme 6edera dan umur( 9@ .e&e a kepala Mortalitas pasien dengan pening!atan te!anan 3ntra!ranial T 20 mm.6edera !epala& pre morbid dan gangguan ting!ah la!u dapat membai! dengan antidepresan( 8.

Pengu!uran out6ome: $eberapa pengu!uran out6ome setelah 6edera !epala ang sering diguna!an antara lain: )lasgo8 #ut6ome "6ale ')#"* : Terdiri > !ategori& meninggal& status CegetatiCe& !e6a6atan ang berat& !e6a6aatan sedang 'dapat hidup mandiri tetapi tida! dapat !embali !e se!olah dan pe!erjaann a*& i!embali pulih sempurna 'dapat !embali be!erjaGse!olah*( <issabil Rating "6ale '<R"* Merupa!an s!ala tunggal untu! melihat progress perbai!an dari !oma sampai !e !embali !e ling!ungann a( Terdiri dari E !ategori termasu! !omponen !esadaran ')C"*& !e6a6atan 'a6tiCit of dail liCing& handi6ap dalam be!erja*( =ungsional 3ndependent Measure '=3M* $an a! diguna!an untu! rehabilitasi terdiri dari 1E items s!ala ang diguna!an untu! mengeCalusi ting!at !emandirian mobilitas& pera8atan diri& !ognitif( $eberapa pende!atan farma!ologi ang diguna!an ban a! ang tida! efe!tif( "trategi terapi masa ang a!an datang lebih dituju!an pada fase hipoperfusi a8al antara lain: indu!si hipertensi arterial& terapi farma!ologi ang dapat memperbai!i pening!atan resistensi mi!rosir!ulasi dan terapi hipotermi ang dapat memprote!si neuron a!ibat is!emi!( 9D .

BAB III KESIMPULAN Cedera !epala adalah trauma me!ani! pada !epala ang terjadi bai! se6ara langsung atau tida! langsung ang !emudian dapat bera!ibat !epada gangguan fungsi neurologis& fungsi fisi!& !ognitif& psi!ososial& bersifat temporer atau permanent( Pada 6edera !epala& !erusa!an ota! dapat terjadi dalam dua tahap aitu 6edera primer dan 6edera se!under( Cedera primer merupa!an 6edera pada !epala sebagai a!ibat langsung dari suatu ruda pa!sa& dapat disebab!an benturan langsung !epala dengan suatu benda !eras maupun oleh proses a!selarasideselarasi gera!an !epala( Cedera se!under merupa!an 6edera ang terjadi a!ibat berbagai proses patologis ang timbul sebagai tahap lanjutan dari !erusa!an ota! primer& berupa perdarahan& edema ota!& !erusa!an neuron ber!elanjutan& is!emia& pening!atan te!anan intra!ranial dan perubahan neuro!imia8i Penatala!sanaan a8al penderita 6edara !epala pada dasarn a memi!ili tujuan untu! memantau sedini mung!in dan men6egah 6edera !epala se!under serta memperbai!i !eadaan umum seoptimal mung!in sehingga dapat membantu pen embuhan sel1sel ota! ang sa!it( Penatala!sanaan 6edera !epala tergantung pada ting!at !eparahann a& berupa 6edera !epala ringan& sedang& atau berat( Prinsip penanganan a8al meliputi surCei primer dan surCei se!under( <alam penatala!sanaan surCei primer hal1hal ang diprioritas!an antara lain air8a & breathing& 6ir6ulation& disabilit & dan eFposure& ang !emudian dilanjut!an dengan resusitasi( Pada penderita 6edera !epala !hususn a dengan 6edera !epala berat surCei primer sangatlah penting untu! men6egah 6edera ota! se!under dan men6egah homeostasis ota!( Tida! semua pasien 6edera !epala perlu di ra8at inap di rumah sa!it( 3ndi!asi ra8at antara lain 9E .

& :istia8ati 0& "usila8ati& "u ono %& Mahatmi T& d!!& penerjemah( -natomi Klini! +ntu! Mahasis8a Kedo!teran( 0disi @( %a!arta: 0)C: 200@( D?01>5 >( <aCid #lson -& M< http:GGemedi6ine(meds6ape(6omGarti6leG11@9@>91oCerCie8 @( 'van %usco490 888(e%e&i.$-$ 333 <-=T-R P+"T-K1( "mith M:& )rad M"( .inehealth(6omGheadVinjur Garti6leVem(htm D( "aanin "( Cedera Kepala( <isitasi dari : http:GG888(angelfire(6omGn6Gneurosurger (htm pada tanggal 15 %uni 200E( Perbaharuan tera!hir : %anuari 200E( E( 3s!andar %apardi& Penatala!sanaan 6edera !epala se6ara operatif( -Celaible online at http:GGlibrar (usu(a6(idGdo8nloadGf!Gbedah1is!andar japardi@1 95 .illB200>( 1@1>120( 2( ( <unn :T& Teasdale )M( .artanto .ead 3njur ( #Fford TeFtboo! of "urger ( 2nd ed( Holume 9( #Fford PressB2000 9( $rain 3njur -sso6iation of -meri6a( T pes of $rain 3njur ( <isitasi dari http:GG888(biausa(org pada tanggal 19 %uli 2005( Perbaharuan tera!hir : %anuari 2005( ?( "nell R"( Clini6al -natom for Medi6al "tudent( @th ed( "ugiharto :& .eurosurger ( "6h8arrtUS Prin6iples of "urger ( Eth ed( M6)ra81.

?0 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful