Jurnal Penelitian

UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN BINAHONG ( Anredera cordifolia) SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP Escherichia coli SECARA IN VITRO Prof. Dr. dr. Sanarto S, DTM&H,spMK (K)*, dr. Bambang Prijadi, MS**, Stanley Ariestia Tanjaya*** *Laboratorium Mikrobiologi FKUB, **Laboratorium Biokimia FKUB, **Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter FKUB ABSTRACT

Eschericia coli is the one of the most responsible bacteria causing nosocomial infection, furthermost it is the most responsible bacteria in diarrhea cases. The general use of antibiotics to kill this bacteria are playing a significant role in the emergence of abntibiotics resistancy. Therefore, it is necessarily needed for the research of natural substance that has antimicrobial effect to reduce the number of resistance of antibiotics. Madeiravine leaf ( Anredera cordifolia (Ten.) Steensis ) contains numerous of antimicrobial substance, such as Alkaloid, Saponin, and Tannin. Madeiravine leaves is also easy to find. This study was carried out to know how the effect of madeiravine leaf (Anredera cordifolia (Ten.) Steensis ) extract towards Escherichia coli by In-Vitro. Tube dilution is used as study method, using extract concentration of 10%, 11,25%, 12,5%, 13,75%, and 15%. Density of bacteria cell used is 1x10 6 CFU/ml. Study was carried out on only one isolate with four times repetition for every concentration. The Minimum Inhibitory Concentration at 15%. The study data was analyzed using SPSS for Windows ver 15.0. The result of statistics study found there are significant (p<0,05) for antimicrobial effect of madeiravine leaf (Anredera cordifolia (Ten.) Steensis ) towards Escherichia coli. The conclusion of this study show that madeiravine leaf ( Anredera cordifolia (Ten.) Steensis ) extract had antimicrobial effect towards Escherichia coli by in-vitro.

Keyword : Avocado leaf (Persea Americana Mill), Escherichia coli, antimicrobial.

ABSTRAK Eschericia coli adalah bakteri penyebab infeksi nosokomial terbanyak kedua, selain itu Eschericia coli merupakan bakteri penyebab diare terbanyak pada masyarakat., Penggunan antibiotik secara luas sebagai terapi untuk membunuh bakteri ini, seringkali memicu terjadinya resistensi. Oleh sebab itu, dibutuhkan penelitian lebih lanjut dari bahan alam yang memiliki kemampuan antibakteri yang dapat mengurangi jumlah resistensi terhadap antibiotik. Daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steensis ) memiliki bahan-bahan antibakteri seperti 1

penggunaan antibakteri telah dibatasi karena efek samping dan masalah resistensinya. Yersinia. Maka. 2003).05 pada ANOVA). Sekarang banyak masyarakat Indonesia yang mengutamakan pengobatan secara alami. Selain itu daun binahong mudah sekali didapatkan di lingkungan sekitar kita. Hasil data statistik menunjukan bahwa bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara dosis ekstrak daun binahong dengan pertumbuhan koloni Eschericia coli (signifikansi < 0. Penelitian dilakukan dengan satu isolate dan dilakukan pengulangan sebanyak empat kali.Hal ini sangat sulit diatasi oleh berbagai rumah sakit di dunia bahkan di negara dengan penanganan yang baik sekali pun seperti Singapura (Arnita. Kadar Bunuh Minimum yang diperoleh adalah 15%. bakteri ini dapat berubah fungsi menjadi merugikan. 2007). Penelitian ini bertujuan menggali informasi mengenai bagaimana efek dari ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia (Ten. Namun 2 . PENDAHULUAN Menurut data dari salah satu rumah sakit di Jakarta penyebab terbanyak dari infeksi di rumah sakit dipicu oleh Enteobacteriaceae dimana paling banyak disebabkan oleh Klebsiella pneumonia (45%) di ikuti oleh Escherichia coli (19%).0. kita dapat menggunakan obat-obatan antibakteri dengan tujuan menghambat pertumbuhan dan membunuh bakteri tersebut. dari penelitian ini bisa disimpulkan bahwa ekstrak daun binahong memiliki efek antibakteri terhadap Eschericia coli. seiring dengan berjalannya waktu. in vitro. Saponin. Namun. contohnya saja pemanfaatan pengobatan herbal yang sekarang ramai dibicarakan.25%. Di antara banyak spesies yang termasuk dalam Enterobactericeae mungkin Escherichia coli adalah salah satu bakteri yang paling populer di masyarakat. menggunakan ekstrak daun binahong dengan konsentrasi 10%. tetapi bila ada suatu perubahan pada saluran pencernaan kita. Metode yang digunakan adalah delusi tabung. Medicinal herbs /tanaman obat adalah sumber yang dianggap mewakili adanya kandungan yang kaya dari agen kemoterapeutik untuk antibakterial dan antifungi (Agnol et. Infeksi dari Escherichia coli dapat mengakibatkan diare dan infeksi saluran kemih. Kepadatan dari bakteri yang digunakan 1x106 CFU/ml. dari uji regresi korelasi didapatkan bahwa ada hubungan yang sangat erat dan berkebalikan antara dosis ekstrak dengan jumlah koloni yang tumbuh (nilai korelasi(r) = -0.. Enterobactericeae adalah golongan bakteri gram negatif. Untuk mengatasi permasalahan infeksi dalam tubuh. yang tentunya menjadi salah satu masalah kesehatan. Selanjutnya. 11. Escherichia coli sebenarnya merupakan flora normal atau lebih biasa dikenal dengan istilah bakteri baik pada saluran pencernaan kita. 12.Jurnal Penelitian Alkaloid. Namun. Kata kunci : Esherichia coli.al. yang biasanya hidup sebagai normal flora di saluran pencernaan. 13.5%. Klebsiella. Salmonella. dan Tannin. atau menimbulkan infeksi di saluran pencernaan. ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia). dan 15%.75%. Analisis data penelitian menggunakan SPSS for Windows ver 15. penelitian lanjutan masih sangat dibutuhkan untuk mengembangkan potensi ekstrak daun binahong ini. Oleh karena itu dibutuhkan suatu obat antibakteri alternatif dalam hal perawatan terhadap penyakit menular tersebut. 2003).929).) Steensis ) terhadap bakteri Escherichia coli secara In vitro. dan masih banyak lagi lainnya (Dzen dkk. Beberapa spesies yang termasuk dalam golongan Enterobactericeae adalah Escherichia.

Pengukuran KHM dilakukan dengan melihat tingkat perubahan kekeruhan tabung melalui metode tube dilution (dilusi tabung). flavonoid dan minyak atsiri (Yin et al. Sementara daun binahong dapat dimanfaatkan untuk reumatik dan penyembuhan luka (Ferry. 3 . pembengkakan liver dan radang usus. Di Cina tanaman binahong lebih dikenal dengan nama Deng San Chi.) Steenis ) contohnya..Jurnal Penelitian kebanyakan informasi pengobatan herbal yang ada hanya sebatas bukti empiris dan belum ada bukti ilmiah. Penelitian dilakukan dalam dua tahap. Tanaman binahong (Anredera cordifolia (Ten. Asam oleanolik merupakan golongan triterpenoid. sedangkan variabel respon adalah jumlah koloni bakteri Escherichia coli. Binahong adalah tanaman yang berasal dari Amerika Selatan dan dataran Cina. 11. yaitu tahap pengujian bahan pada medium nutrient broth untuk menentukan KHM dan tahap streaking pada media NAP untuk mengetahui KBM. Variabel Penelitian : Variabel penjelas dalam peneliltian ini adalah konsentrasi larutan ekstrak daun binahong (10%. Dalam penelitian yang lain. Sampel Penelitian Pada penelitian ini digunakan sampel berupa isolat Escherichia coli dengan kepadatan 106 CFU/ml yang didapatkan dari Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya.25%. METODE PENELITIAN Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental invitro menggunakan uji dilusi tabung untuk mengetahui aktivitas ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia) sebagai antibakteri terhadap Escherichia coli. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi dan Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang pada bulan Mei-November 2010. Misalnya biji binahong dapat dipergunakkan untuk penyembuhan diabetes. dengan empat kali pengulangan. asam askorbat dan total fenol yang cukup tinggi. Pada penelitian yang meneliti tentang kandungan daun-daun tanaman menjelaskan bahwa dalam daun binahong terdapat aktivitas antioksidan. Tumbuhan ini telah dikenal memiliki khasiat penyembuhan yang luar biasa dan telah ribuan tahun lamanya dikonsumsi oleh bangsa Tiongkok . Berdasarkan beberapa informasi diatas. alternatif lain untuk mengukur KHM yaitu menggunakan teknik spektrofotometri juga tidak dapat digunakan karena terbatasnya fasilitas penelitian. maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian lanjutan dan lebih terfokus untuk mengetahui apakah ekstrak daun binahong yang tumbuh di Indonesia memiliki efek antibakteri terhadap Escherichia coli.2008). daun binahong diketahui mempunyai kandungan asam oleanolik. Secara umum. hampir semua bagian dari tumbuhan binahong dapat dimanfaatkan untuk tujuan pengobatan. 13. selain itu terdapat pula saponin triterpenoid. 2007). 0%) berdasarkan penelitian pendahuluan. 15%. HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS DATA Hasil Penelitian Efek anti mikroba daun binahong terhadap Escherichia coli dapat diketahui dari variabel Kadar Hambat Minimum (KHM) dan Kadar Bunuh Maksimum (KBM).75%. Pada penelitian ini KHM tidak dapat ditentukan karena kekeruhan yang terjadi pada dilusi tabung.

25% % 12.Jurnal Penelitian Gambar 1 Hasil Dilusi Tabung untuk Uji KHM Ekstrak Daun Binahong terhadap Escherichia coli Tampak pada gambar bahw a kekeruhan terjadi pada semua dosis larutan ekstrak daun binahong. hasil dilusi tabung tersebut ditanam pada medium NAP agar plate.75% 15% Gambar 2 Hasil streaking Escherichia coli pada medium NAP agar plate untuk uji KBM Tampak bahw a pada konsentrasi 10%. r = jari – jari plate (4.25%. Pada penelitian ini didapatkan KBM pada dosis ekstrak 4 %. sedangkan pada konsentrasi 15% tidak terdapat pertumbuhan koloni. dihitung jumlah koloni kuman yang tersisa.5% 13.5%.75% masih ada koloni bakteri yang tumbuh.14.12. untuk mengetahui apakah peningkatan konsentrasi ekstrak berpengaruh secara signifikan secara statistik terhadap penurunan jumlah koloni. Berikut gambar hasil streaking pada medium NAP agar plate : 0% 10% 11. sehingga KHM tidak dapat ditentukan. Jumlah koloni dihitung dengan rumus: (n/9) x πr2 x jumlah pengenceran x 1000 Keterangan : n = banyaknya koloni terhitung. 3% Selanjutnya. untuk menentukan KBM.11. Nilai KBM diperoleh dengan menghitung jumlah koloni dalam plate dengan menggunakan colony counter ”LAB-LINE”. Langkah berikutnya pada setiap dosis ekstrak.5 cm) 4 . Artinya dosis 15% merupakan KBM ekstrak daun binahong. Pada plate dosis ini. 13. tidak ditemukan adanya pertumbuhan koloni pada keempat. π = konstanta bernilai 3.

dapat juga digunakan untuk meramalkan nilai Y. juga digunakan uji regresi korelasi dan Post Hoc test untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan pengaruh yang nyata. Karena nilai p < 0. Karena nilai signifikansi < 5% maka disimpulkan bahwa model tersebut sangat sesuai digunakan untuk menggambarkan bentuk hubungan antara dosis ekstrak dan banyaknya koloni Escherichia coli.05.1% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak dapat dikontrol oleh peneliti. Uji yang terbukti signifikan secara statistik. berarti stiap peningkatan1.25% 12.5% 13. sedangkan asumsi kesamaan ragam dilakukan dengan menghitung Statistik Bartlett . Selanjutnya.000.75% 15% Analisis Data I 452 201 124 48 39 0 II 456 215 136 60 30 0 III 421 209 132 53 35 0 IV 521 220 130 49 37 0 Berdasarkan data jumlah koloni. Selain uji statistik one way ANOVA.065. sedangkan sisanya sebesar 7.240. maka dapat disimpulkan bahwa bahwa terdapat perbedaan pengaruh konsentrasi ekstrak yang signifikan terhadap jumlah koloni Eschericia coli. diperoleh koefisien determinasi (r square) sebesar 0.25% dosis ekstrak akan diiringi secara signifikan penurunan jumlah koloni sebanyak 20. Analisis regresi merupakan analisis yang digunakan untuk mengetahui bentuk hubungan antara dosis ekstrak dan jumlah koloni serta besarnya pengaruh antara dosis ekstrak terhadap jumlah koloni.710 cfu/plate. Melalui ANOVA. dalam hal ini jumlah koloni.000. Pada penelitian ini didapatkan nilai signifikansi yang sangat kecil yaitu 0. Karena p > 0. Hal ini menunjukkan bahwa 92. dapat diketahui apakan ada pengaruh pemberian perlakuan yang berbeda ( berbagai dosis ekstrak ) terhadap hasil pertumbuhan jumlah koloni. Untuk mempermudah perhitungan.650-20. Pada tes Kolmogorov-Smirnov. didapatkan signifikansi (p) = 0. selanjutnya dilakukan analisis data menggunakan uji statistik. Berdasarkan tabel analisis pada SPSS. berdasarkan nilai Statistik Bartlet yaitu 2.9% jumlah koloni Eschericia coli benar-benar disebabkan oleh variasi dosis ekstrak.710x . Asumsi yang mendasari analisis adalah bahwa data mengikuti distribusi normal dengan ragam konstan.05). berdasarkan nilai X yaitu konsentrasi ekstrak. antara pemberian dosis ekstrak satu dengan lainnya terhadap penurunan jumlah koloni. Untuk mengetahui perbedaan jumlah koloni pada setiap dosis ekstrak dilakukan analisis statistika parametrik yaitu analisis klasifikasi satu arah (one way classification) dengan asumsi bahwa jumlah koloni hanya dipengaruhi oleh dosis ekstrak.808 dengan signifikansi 0. 5 .Jurnal Penelitian Tabel 1 Jumlah Koloni Escherichia coli pada Pemberian Berbagai Konsentrasi Ekstrak Daun Binahong Konsentrasi 0% 10 % 11. Semua uji dilakukan dengan menggunakan tingkat kepercayaan 95% ( = 0. Model regresi yang didapat adalah Y=603.05 maka dapat diambil kesimpulan bahwa distribusi data jumlah koloni tersebut normal.929. digunakanlah software SPSS 15 for Windows ®. dapat pula diambil kesimpulan bahwa ragam dari setiap variabel adalah normal. Berdasarkan hasil uji one way ANOVA didapatkan nilai signifikansi (p) yang kecil sekali yaitu 0. Pengujian asumsi kenormalan dilakukan dengan uji Kolmogorov-Smirnov.

17..5% yaitu. dan 6.9 menunjukkan bahwa hubungan dosis ekstrak daun binahong dan Eschericia coli sangat erat. maka hubungan kedua variabel tersebut sangat kuat.75%. 11.05. Pada tiap pengulangan. Sebab nilainya mendekati 1. 22. Sedangkan pada konsentrasi 12. Tanda negatif berarti hubungan kedua variabel tersebut berkebalikan. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu daun binahong.1% lainnya dipengaruhi faktor lain yang tidak dapat dikontrol oleh peneliti. Data jumlah koloni yang diperoleh. Berdasarkan ANOVA. Rentang dosis yang sempit ini mungkin dapat digunakan sebagai acuan bahwa bahan antibakteri tersebut memiliki indeks terapi yang sempit. Maka diduga bahwa dosis efektif ekstrak daun binahong terhadap Eschericia coli berkisar antara 10% hingga 15%. PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemungkinan adanya efek antibakteri daun binahong terhadap Eschericia coli.5%. diketahui bahwa pada konsentrasi 25% sudah tidak didapatkan pertumbuhan koloni. Oleh karena itu. Berdasarkan hasil uji pendahuluan dengan konsentrasi serial mulai dari 100%. didapatkan jumlah koloni yang berbeda – beda. 25%. 50%. Hal ini bisa disebabkan salah satunya karena sensitivitas tiap isolat yang diteliti terhadap pemberian ekstrak.5%. Penelitian 6 . 15%. dilakukan perapatan dosis dengan selisih 2. 20%.964. sebab nilai signifikansi < 0. Hasilnya. Bakteri yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari stok kultur yang disimpan di laboratorium Mikrobiologi FKUB. Bahkan sebelum diinkubasikan. dalam penelitian ini digunakan 5 dosis yaitu 10%. masing-masing tabung sudah mengalami kekeruhan sehingga dalam penelitian ini nilai KHM tidak dapat ditentukan. jumlah koloni yang tersisa juga sudah tidak terlalu banyak.5%. sehingga tingkat kekeruhan dari masing-masing konsentrasi perlakuan tidak dapat diamati secara kualitatif untuk menemukan KHM-nya.05. regresi korelasi. Dalam uji korelasi penelitian ini. Lalu. didapatkan nilai signifikansi yaitu nilai p yang kurang dari 0. Berdasarkan tabel analisis Post Hoc (tukey) test (dilihat dalam lampiran). makin sedikit jumlah koloni Eschericia coli yang tersisa. 13. Methanol dipilih sebab bahan aktif yang diduga terdapat pada daun binahong yaitu golongan fenol. serta analisis post hoc. Nilai ini menunjukkan bahwa hubungan dosis ekstrak daun binahong dan jumlah koloni Eschericia coli sangat erat. mungkin berbeda. itu berarti semakin tinggi dosis ekstrak semakin sedikit jumlah koloni yang tumbuh. terjadi resistensi oleh Eschericia coli itu sendiri.Jurnal Penelitian Analisis korelasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar derajat keeratan hubungan antara dosis ekstrak dengan jumlah koloni yang terbentuk. Hal ini menunjukkan bahwa dosis ekstrak mempunyai pengaruh yang nyata terhadap jumlah koloni Eschericia coli. Sedangkan 7. atau adanya human error saat dilakukan penelitian tersebut. Artinya.25%. kemungkinan kesalahan hasil penelitian berkisar 5%.9% variasi jumlah koloni Eschericia coli dipengaruhi oleh dosis ekstrak daun binahong.5%. dan 25%. berdasarkan 4 kali pengulangan kemudian dianalisis dengan uji statistik menggunakan software SPSS 15 for Windows ® dengan batas kepercayaan 95%. seperti waktu penyimpanan ekstrak yang lama sehingga menurunkan daya kerjanya. didapatkan nilai korelasi (r) yang besar yaitu -0.25%. cenderung larut terhadap methanol.5%. Berdasarkan nilai koefisien determinasi didapatkan bahwa 92. 15%.5%. 12. Hasil analisis regresi menunjukkan adanya hubungan linier antara dosis dengan jumlah koloni. konsentrasi 12. sudah tidak didapatkan pertumbuhan koloni pada konsentrasi 15%. Makin tinggi dosis ekstrak daun binahong. Namun nilainya adalah negatif. didapatkan bahwa pada semua dosis memberikan perubahan jumlah koloni yang berbeda secara nyata. Uji statistik yang dipakai yaitu ANOVA. Penggunaan pelarut methanol 96% untuk melarutkan bahan aktif yang didapat pada daun binahong didasari oleh penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Bila nilainya mendekati 1. yang diekstrak dengan ekstraksi maserasi dengan methanol 96%. 12. Warna ekstrak daun binahong adalah hijau kehitaman. Nilai korelasi yang lebih dari 0.

Serupa dengan tanin. Intinya. dan Cassia occidentalis (Co) yang hanya mempunyai 1 bahan aktif yaitu tanin atau saponin saja. Selain itu. Salmonella Typhii. Aktivitas flavonoid ini disebabkan oleh kemampuannya untuk membentuk kompleks dengan protein ekstraseluler dan terlarut.2009). Berdasarkan penelitian oleh Mandal P et. yaitu sekitar 15 mg/ml sehingga dapat disimpulkan bahwa bahan aktif yang terdapat pada daun binahong lebih baik bila dilarutkan menggunakan methanol 96% dibandingkan bila dilarutkan dengan air. coli dengan konsentrasi hambat minimumnya sebesar 60 mg/ml (Rochani.al. daun binahong telah terbukti memiliki kandungan antibakteri pada Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. cordifolia (Ten) Steenis ) dapat menghambat pertumbuhan bakteri S. flavonoid merupakan senyawa fenol yang berfungsi sebagai antibakteri dengan cara membentuk senyawa kompleks terhadap protein extraseluler yang mengganggu integritas membran dan dinding sel. menyebutkan bahwa ekstrak methanol dari daun Bauhinia racemosa L diduga 7 . atau adanya efek sinergisme antara tannin dengan saponin pada ekstrak daun binahong menyebabkan daya bahan antibakteri bahan tersebut meningkat.al. Pada 2005. Penelitian pada tahun 2010 yang dilakukan mahasiswa di salah satu universitas di Indonesia menyebutkan bahwa.l. Hal ini semakin menguatkan dugaan adanya efek sinergisme antara kedua bahan aktif tanin dan saponin. sebuah penelitian di India oleh Kumar et. Saponin memiliki efek sebagai antibakteri. Citrus aurantifolia (Ca). sedangkan pada bakteri Pseudomonas aeruginosa konsentrasi 50%. dan Pseudomonas aeruginosa pada dosis kurang lebih 700 μg/ml. Pada uji KBM ekstrak daun binahong terhadap bakteri Staphylococcus aureus pada konsentrasi 50%. Diduga bahwa perbedaan KHM dan KBM pada penelitian tersebut disebabkan oleh perbedaan struktur dan sifat biologis dari kedua bakteri tersebut (Mufid. dan dengan dinding sel. (2005) dikatakan bahwa saponin yang diisolasi dari tumbuhan Acacia auriculiformis mempunyai aktivitas dalam menghambat germinasi Aspergillus ochraceous dan Curvularia lunata pada dosis sekitar 300 μg/ml dan mampu menghambat pertumbuhan Eschericia coli. hampir semua zat antimikroba bekerja dengan mempengaruhi sintesa protein dan sintesa DNA. Sedangkan pada penelitian ekstrak daun binahong yang sekarang dilakukan didapatkan kadar bunuh minimal pada dosis kurang lebih 15 μg/ml. akibatnya terjadi kematian sel. aureus dan E. serta merusak integritas membran dan dinding sel bakteri yang akan mengganggu permeabilitas sel. Efek antibakteri daun binahong terhadap bakteri Escherichia coli diperkirakan diperankan oleh zat-zat aktif yang larut dalam methanol 96%. Diperkirakan zat-zat yang larut dalam methanol 96% adalah flavonoid. Kedua bahan aktif ini juga kemungkinan mempunyai efek adiktif ataupun sinergis. senyawa flavonoid mempunyai kerja menghambat enzim topoisomerase II pada bakteri yang dapat merusak struktur DNA bakteri dan menyebabkan kematian. Pada penelitian ini didapatkan konsentrasi hambat minimum yang lebih kecil. dikemukakan bahwa Cassia eucalyptus (Ce) yang mempunyai bahan aktif saponin dan tanin. sedangkan pada bakteri Pseudomonas aeruginosa pada konsentrasi 100%. dibandingkan bahan lain yaitu Euphobia hirta (Eh). Pada studi sebelumnya yang telah dilakukan didapatkan kesimpulan bahwa ekstrak daun binahong memiliki kandungan yang dapat menghambat pertumbuhan beberapa spesies bakteri. sebab metode ekstraksi pada penelitian ini menggunakan pelarut methanol 96%.2010). Saponin akan merusak membran sitoplasma yang kemungkinan mempunyai efek yang sinergis maupun adiktif dengan tanin dalam merusak permeabilitas sel bakteri itu sendiri. pada penelitian sebelumnya yaitu tahun 2001 oleh Egwim C et. jauh lebih efektif sebagai antimikroba. Rusaknya membran dan dinding sel akan menyebabkan metabolit penting di dalam sel akan keluar. Flavonoid yang bersifat lipofollik mungkin juga akan merusak membrane sel mikroba. hal ini kemungkinan disebabkan karena kandungan saponin pada daun binahong lebih besar daripada yang terdapat pada Acacia auriculiformis . Selain itu.Jurnal Penelitian Tshikalange (2004) menunjukkan bahwa ekstrak air dan kloroform akar (A. Lebih lanjut dikatakan bahwa KHM ekstrak daun binahong terhadap bakteri Staphylococcus aureus pada konsentrasi 25%. sebab KHM hanya sekitar 2 mg/ml.a. saponin dan tannin.

Kandungan peptidoglikannya lebih tipis. Selain itu. baik dari pemilihan bahan yang digunakan (daun binahong). Selain itu. 1995). alat ekstraksi serta lamanya masa simpan (jangka waktu ekstrak masih dapat digunakan sebagai antimikroba) sehingga diharapkan apabila dilakukan penelitian yang sama di tempat yang berbeda akan didapatkan hasil yang sama. Sasaran utama zat antimikroba adalah dinding sel. untuk penerapan langsung di masyarakat. Namun. saponin. dan tidak adanya alat spektrofotometri yang dapat digunakan untuk mengukur KHM bila KHM tidak dapat diukur secara subyektif dengan pengamatan pada hasil kekeruhan tabung. Oleh karena itu. dinding selnya tidak selektif permeabel. Semakin lama disimpan. Eschericia coli yang merupakan bakteri Gram negatif memiliki dinding sel yang lebih rapuh daripada Gram positif. Faktor lain yang juga akan memengaruhi adalah lamanya penyimpanan. Daun binahong yang ditanam di daerah X mungkin efeknya tidak sama dengan yang ditanam didaerah Y. hanya 1 sampai 2 persen dari berat keringnya. Oleh sebab itu. pada membran luar bakteri sehingga merusak integritas dinding sel bakteri. Staphylococcus aureus. penelitian ini mempunyai beberapa kelemahan antara lain KHM dalam penelitian ini tidak dapat ditentukan karena dua sebab.Jurnal Penelitian mempunyai efek antimikroba yang kuat karena kandungan senyawa fenolnya yaitu flavonoid yang tinggi. mempunyai potensi yang tidak kalah hebatnya dibanding daun lain sebagai antibakteri Eschericia coli. untuk penelitian-penelitian selanjutnya perlu adanya standarisasi. 8 . dan Salmonella Typhii. sensitivitas ekstrak biasanya akan menurun. KESIMPULAN dan SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat diambil kesimpulan bahwa :  Ekstrak daun binahong memiliki efek menurunkan jumlah koloni bakteri Escherichia coli secara in vitro. Kemungkinan yang lain adalah adanya variasi biologis dari masing-masing daun binahong. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis. Hal ini makin diperkuat dengan adanya bukti – bukti tentang penelitian terkait yang telah dilakukan sebelumya.tidak salah bila diduga bahwa kandungan flavonoid dari ekstrak methanol daun binahong pada penelitian ini pun.  Kadar Hambat Minimal (KHM) dari penelitian ini tidak dapat ditentukan karena sebelum maupun sesudah diinkubasi pertumbuhan bakterinya tetap keruh sehingga tidak dapat diinterpretasikan KHM-nya. Escherichia coli. juga tidak ada standarisasi pembuatan ekstrak bahan alam. yaitu kekeruhan yang terjadi pada dilusi tabung. Hal ini diduga dapat memudahkan penetrasi zat – zat dari luar ke dalam dinding sel (University of Texas. penelitian ini dapat dikatakan masih terlalu dini dan masih membutuhkan banyak penelitian-penelitian lanjutan agar nantinya kandungan antibakteri yang didapatkan pada ekstrak daun binahong ini dapat diaplikasikan secara klinis. disimpulkan bahwa ekstrak daun binahong mempunyai efek antimikroba terhadap Eschericia coli secara in vitro. Shigella dysentriae. maka ekstrak yang dihasilkan kemungkinan memiliki efek yang berbeda. saat dilakukan uji statistik. Vibriae cholerae. Ikatan antar asam amino dalam peptidoglikan bakteri Gram negatif lebih renggang dibandingkan dengan bakteri Gram positif (McKane and Kandel. Pada permukaan membran terluar bakteri terdapat lapisan lipopolisakarida. lipopolisakarida. yang dikhususkan pada daun binahong. Bakteri yang diuji cobakan antara lain. Hasil validitas internal penelitian tinggi menunjukkan hubungan yang kuat antar variabel. Oleh karena itu. Senyawa – senyawa lipofilik seperti tanin. Hal ini dibuktikan dengan adanya hambatan pertumbuhan bakteri dengan menggunakan metode difusi cakram pada konsentrasi 25-200 µg/disc. Pseudomonas aeruginosa. sehingga ada kemungkinan apabila dilakukan di laboratorium yang berbeda. Semakin tinggi ekstrak daun binahong maka semakin rendah tingkat pertumbuhan koloni bakteri Escherichia coli. dan flavonoid kemungkinan bisa berinteraksi dengan lapisan lipid. Akan tetapi ada juga yang efeknya malah meningkat. 1986).

fungi maupun virus.) Steenis) yang dapat membunuh bakteri Escherichia coli adalah pada konsentrasi 15%. maupun dalam pemilihan bahan serta lama masa simpan ektrak yang masih dapat digunakan sebagai antibakteri sehingga hasil ekstrak yang didapatkan efektivitasnya akan sama meskipun dilakukan di tempat yang berbeda.  Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan metode lain. 9 .  Diharapkan dapat dilakukan penelitian lebih lanjut tentang efek antibakteri daun binahong pada bakteri lain. misalnya dengan cara dekok ataupun ekstraksi dengan pelarut lain untuk mengetahui kemampuan daun binahong sebagai antibakteri terhadap Escherichia coli.  Perlu ada standarisasi metode maupun alat dalam pembuatan ekstrak daun binahong. Saran Adapun saran yang dapat peneliti berikan dari penelitian ini adalah :  Perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui prosentase masing-masing bahan aktif yang terkandung di dalam ekstrak daun binahong sehingga dapat diketahui bahan aktif apa yang paling berperan sebagai antibakteri pada ekstrak daun binahong tersebut.  Perlu penelitian lebih lanjut untuk melihat efektifitas ekstrak daun binahong secara in vivo (hewan coba dan uji klinik) sebelum digunakan sebagai alternatif pengobatan di masyarakat.Jurnal Penelitian  Kadar Bunuh Minimal (KBM) ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia (Ten.

(http://DPALM Medic/00001438. N.pdfchaser. spMK (K) 10 . Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Binahong (Anredera cordifolia (Ten) Steenis Terhadap BakteriStaphylococcus aureus Dan Pseudomonas aeruginosa. K. Uji Aktivitas Antiradikal Isolat Fraksi Non Polar Ekstrak Metanol Kulit Batang Meranti Kuning ( Shorea accuminatissima ) Dengan Metode DPPH ( 2. diakses tanggal 1 September 2010). Brazil: TANAC SA. A.Banso A. 2008. R. Winarsih S. Santoso S. Antimicrobial Activity of Some Hypericum species . The Bacterial Cell Wall. DTM&H.P. 1986. Hlm 50 Menyetujui. 2003. C. Hal: 511-516 Rochani.. Larry. Kandel. diakses 10 Agustus 2010). Mufid. 2010.sciencedirect. Ferraz. Roekistiningsih. p. Lamb. J.com/science. Microbiology: Essentials And Applications .Houston Medical School.htm.2-difenil-1pikrilhidrazil ). 2003.. N. (Online) (http://www. Pembimbing I Prof. D.Jurnal Penelitian Daftar Pustaka University of Texas ..Dall.Binahong Sebagai Obat. ( online) (http://www.. Surakarta Arnita. Sarmento. 2009.Man. Albring. diakses tanggal 1 September 2010) Mandal P. 2005.com/UJI-AKTIVITAS-ANTIJAMUR-EKSTRAK-DAUNBINAHONG-28-Anredera.. Singapore: McGraw-Hill. Uji Aktivitas Antijamur Ekstrak Daun Binahong. Nor. Egwim C.com/science. Majalah Farmacia Edisi Agustus 2007. McKane.. (online) (http://www.. L. SM.sciencedirect. A. (Online). 61-88. DR. Bakteriologi Medik . A. 2001. Bayumedia Publishing: Malang. Digilib UIN Malang Agnol.html diakses pada tanggal 9 September 2010) Ferry. Halaman: 64 Dzen.. 1995. Adeyemo O.C. 2007. Efficacy of some nupe medicinal plants against Salmonella typhi: an in vitro study . dr. Antimicrobial activity of saponins from Acacia auriculiformis.Sinha S. L. Bernardi. Sanarto S.

194812201980021002 11 .Jurnal Penelitian NIP.