KASUS TUTORIAL 1 Part 1

Seorang perempuan berusia 28 tahun dating ke poliklinik penyakit dalam dengan keluhan benjolan di leher bagian depan bawah sejak 5 tahun lalu. Dua tahun terakhir benjolan tersebut makin membesar, merata, tidak nyeri jika diraba, kemudian disertai gejala banyak keringat, suka hawa dingin, sering berdebar-debar, kedua tangan gemetar bila memegang sesuatu, mata agak melotot dan berat badan cenderung bertambah kurus meskipun nafsu makan yang meningkat. Tidak ditemukan kesulitan menelan, suara serak dan sesak napas. Menurut pasien, riwayat mendapat radiasi leher,disangkal. Tetangga pasien tidak mempunyai keluhan yang sama dengannya. Riwayat keluarga ada yang menderita serupa dengan pasien.

005 mIU/L (N:0. dan ikut bergerak saat menelan serta vascular bruit (+). TB 155 cm. Pemeriksaan thorax pada jantung terdapat palpitasi dan takikardia. mata exopthalmus. BB 40 kg. . Pemeriksaan leher didapatkan massa difus. simetris.Part 2 Pada pemeriksaan fisik ditemukan keadaan umum tampak sakit ringan. permukaan rata. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan TSHs 0. tidak nyeri. FT4 20 mikrogram/dL(meningkat) dan FT3 15mikrogram/dL(meningkat). dan ekstremitas teraba kulit lembab dan dingin serta tremor halus jari-jari(+). TD 135/80 mmHg. nadi 110/mnt. abdomen bising usus positif meningkat.3-4 mIU/L). konsistensi lunak. RR 24x/mnt.

dan diberi obat anti-thiroid dengan propil tiourasil 3x200 mg dan propranolol 3x10mg. . Setelah berobat selama satu tahun. penderita ingin dioperasi. Disarankan control rutin setiap bulan dan control kadar FT4. Karena ada kemungkinan setelah operasi terjadi komplikasi maka penderita takut dan memutuskan untuk membatalkan operasi. Perhitungan indeks Wayne dan indeks New Castle diatas normal.Part 3 Oleh dokter didagnosis Grave’s disease.