Maria Yuliva ndua 102012230

Golongan Darah
N Golonga o n Darah Aglutinogen dalam Sel Darah Merah
A B

Aglutinin dalam Plasma Darah
B A

1 2

A B

3 4

AB O

A dan B -

A dan B

Tabel Kecocokan Rhesus
AB- AB+ OSemua golongan

BO-

B+ O-

AO-

A+ O-

OO-

O+ O-

ABAB-

Semua golongan Semua golongan Semua golongan

B-

O+ BB+

A-

O+ AA+

O+

Struktur DNA
 DNA: dua

utas benang polinukleotida yang saling berpilin membentuk heliks ganda (double helix).  Tempat penyimpanan informasi genetik  Terdiri atas 3 : - Gula 5 karbon - Basa nitrogen (purin dan pirimidin) - Gugus fosfat

Proses Replikasi
Pada saat replikasi berjalan, rantai DNA terpisah membentuk garpu replikasi (replication fork). Garpu replikasi terdiri: 1.DNA helikase yang disertai oleh hidrolisis 2 ATP menguraikan sebuah segmen pendek DNA dupleks induk. 2.Primase memulai sintesis molekul RNA yang esensial untuk mempersiapkan sinstesis DNA. 3.DNA polymerase memulai sintesis untuk untai anak. 4. Protein pengikat mengikat ssDNA dan mencegah penyatuan kembali menjadi dsDNA.

 Leading strand: DNA disintesis secara kontinu.
 Lagging strand: DNA disintesis dalam potongan-potongan

pendek, yang disebut fragmen Okazaki.  Fragmen Okazaki akan disambung kembali oleh DNA ligase.  Primer RNA terbentuk, lalu polimerase akan memulai replikasi DNA. Pada lagging strand, rantai lama 5’  3’ membentuk rantai 3’  5’ baru

Replikasi DNA, terdapat sejumlah molekul DNA polimerase yang berbeda. Memiliki tiga sifat penting:  Pemanjangan rantai: menentukan laju (dalam nukleotida per detik) polimerisasi yang terjadi.  Prosesivitas: ekspresi jumlah nukleotida yang ditambahkan ke rantai nasen sebelum polimerase terlepas dari cetakan.  Proofreading: mengidentifikasi kesalahan penyalinan dan memperbaikinya.

Proses Translasi

Inisiasi: menempelnya ribosom sub unit kecil ke mRNA.
 Penempelan terjadi pada tempat tertentu yaitu pada 5”-AGGAGGU-3”.  Ribosom bergeser ke arah 3” sampai bertemu dengan kodon AUG. Asam

amino yang dibawa oleh tRNA awal adalah metionin.  Struktur gabungan antara mRNA, ribosom sub unit kecil dan tRNANformil metionin disebut kompleks inisiasi.  Pada eukariot, kompleks inisiasi terbentuk dengan cara yang lebih rumit yang melibatkan banyak protein initiation factor.


 

Inisiasi: menempelnya ribosom sub unit kecil ke mRNA. Penempelan terjadi pada tempat tertentu yaitu pada 5”-AGGAGGU3”. Ribosom bergeser ke arah 3” sampai bertemu dengan kodon AUG. Asam amino yang dibawa oleh tRNA awal adalah metionin. Struktur gabungan antara mRNA, ribosom sub unit kecil dan tRNANformil metionin disebut kompleks inisiasi. Pada eukariot, kompleks inisiasi terbentuk dengan cara yang lebih rumit yang melibatkan banyak protein initiation factor.

 Elongasi adalah proses penempelan sub unit besar pada sub unit  


 

kecil menghasilkan dua tempat yang terpisah. Pertama: tempat P (peptidil) yang ditempati oleh tRNA-Nformil metionin. Kedua: tempat A (aminoasil) yang terletak pada kodon ke dua dan kosong. Terjadi saat tRNA dengan antikodon dan asam amino yang tepat masuk ke tempat A. Kedua tempat di ribosom terisi, terjadi ikatan peptide antara kedua asam amino. Ikatan tRNA dengan Nformil metionin lepas, sehingga kedua asam amino yang berangkai berada pada tempat A. Ribosom kemudian bergeser sehingga asam amino- asam amino-tRNA berada pada tempat P dan tempat A menjadi kosong. tRNA dengan antikodon yang tepat dengan kodon ketiga akan masuk ke tempat A.

Tes DNA
 Untuk melakukan tes DNA, sedikit bagian dari tubuh akan

diambil sebagai sampel untuk dibandingkan dengan sampel orang lain.  Bagian yang diambil : rambut, air liur, urine, cairan vagina, sperma, darah, dan jaringan tubuh lainnya.  DNA terdiri dari empat pasang basa nitrogen, yaitu adenin, guanin, sitosin, dan timin. Urutan-urutan basa pada DNA merupakan penentu informasi genetika yang terdapat di dalamnya.

Tes Paternitas dan Maternitas
Pengelompokan sistem: Sistem sel darah merah terdiri dari: sistem ABO, Rhesus (Rh). Sistem biokimia meliputi pemeriksaan plasma protein dan enzim sel darah merah terdiri dari: haptoglobin (Hp), phosphoglucomutase (PGM), esterase D (EsD), erythrocyte acid phosphatase (EAP), glyoxalase (GLO), adenosine deaminase (ADA), adenylate kinase (AK), group specific component (GC). Human Leucocyte Antigen (HLA) yang mengidentifikasi antigen pada leukosit. DNA profiling.

Hukum Mendel I
P1 F1 P2 F2
BB (biru) x bb (coklat) Bb (biru) Bb (biru) x Bb (biru) 1 BB (biru); 2 Bb (biru); 1 bb (coklat) Perbandingan : 3 (biru) : 1 (coklat)

Hukum Mendel II
Gamet LP Lp lP Lp

LP Lp
Lp Lp

LLPP LLpP
Llpp lLpP

LLPp LLpp
lLPp lLpp

LlPP LlpP
llPP llpP

LlPp Llpp
llPp Llpp

Kesimpulan
 Kesamaan fisik maupun sifat dari. Metode yang dapat

dilakukan untuk membuktikan kebenaran hubungan orangtua dengan anak adalah melalui metode golongan darah dan tes DNA.