You are on page 1of 4

No Penyakit 1 Diabetes Militus.

Terapi DM tipe I : dengan terapi insulin.

Fungsi Untuk membantu pankreas memproduksi insulin karena pankreas tidak bisa menghasilkan insulin dengan baik. Oleh sebab itu tubuh memerlukan insulin dari luar dengan injeksi ( SC,IC,IM ) dengan waktu 15-30 menit sebelum makan, diberikan injeksi insulin sebelum makan karena ketika makan OAD dan insulin mempertahankan keadaan insulin ketika makan. Diperlukan obat OAD (obat anti diabetik) keadaan pankreas masih baik dan dapat memproduksi insulin tetapi reseptor dalam tubuh tidak bisa menggunakan insulin dengan baik untuk merangsang sensitifitas, maka dari itu diperlukan OAD diabetes untuk mengsekresi insulin.

Efek Samping Reaksi imunologi berupa alergi onsulin atau resisten insulin.

DM tipe II : Awali dengan memodifikasi gaya hidup yang meliputi diet, olahraga, hindari merokok, alkohol dan kurangi konsumsi lemak. Single oral therapy (obat OAD tunggal tanpa kombinasi). Combinasi oral therapy (1/3 OAD dengan golongan berbeda). Oral therapy + insulin (pemberian 1 obat OAD ditambah dengan Insulin). Insulin + combination oral therapy (dikombinasi dengan 2/3 obat OAD).

Sulfonilurea untuk pasin DM dengan BB normal ada 2 macam generasi : Generasi 1 : tolbutamid,chlirpro pamid. Generasi 2 : gliburide, glipizide, glimepirid, glibenclamid.

Memicu sekresi insulin

Hipoglikemi

Glinid terdiri dari 2 Memicu sekresi insulin macam yaitu : repaglinid diberikan 1,5-6 mg ac (perhari sebelum makan) dan Nateglinid 360 mg ac ( 3x1 sebelum makan ). Tiazolididindion (Rosiglitazon, pioglitazon) Penambah sensivitas terhadap insulin

Barat badan naik, hipoglikemi tetapi lebih rendah dibandingkan sulfonilurea

Edema dan tidak boleh diberikan pada gagal jantung kelas 1 dan kelas 4. Mual, diare, dispepsia, asidosis laktat.

Biguanid (metforamin)

Sebagai penambah sensitivitas terhadap insulin dan sebagai penghambat glukoneogenesis Penghambat glukosidase alfa Mengembalikan kadar hormon tiroksin yang cukup di dalam tubuh.

Hipotiroid.

Acarbose 2 jam PP (2 jam post palgial)(glucobay). Levothyroxine sistetik (T4) atau thyrax dalam bentuk tablet.

Kembung, flatulens, tinja lembek. Takikardi, aritmia, palpitasi, nyeri angina, keram otot, kelemahan otot, berkeringat, sakit kepala, gugup, eksitabilitas, insomnia, sensasi panas, dan kemerahan pada wajah, diare, penurunan berat badan secara berlebih.

Hipertirod.

Thioamide (PTU, metrimazole)

- Mencegah sintesis hormone dengan cara mengahambat reaksi yang dikatalisasi oleh peroksida tiroid. - Menghambat gabungan iodotyrosine. - PTU dosis tinggi menghambat konversi T4 menjadi T3. - Menghambat organification (iodinisasi tyrosine) dan rilis hirmine tiroid - Menurunkan ukuran dan vaskularisasi kelenjar tiroid hyperplastic Untuk menggantikan kekurangan hormone target, bukan hormone hipofisa. Bisa dengan menggunakan hidrokortison, tiroksin, testoteron, estrogen. Setelah dilakukan pembedahan penyinaran harus dilakukan penyinaran tinggi untuk membunuh sisa sel-sel tumor. Untuk menggantikan fungsi tiroid dan berperan juga untuk mencegah rekurensi kanker dan metatasis. Meningkatkan survival pada pasien yang tumornya tidak bersih diangkat, mengecilkan tumor, menghancurkan sisa tiroid biasanya dilakukan 1-3 bulan operasi. Ruam, pembengkakan kelenjar ludah, ulcerasi mukosa membrane, konjungtivitis, rhinorea, pendarahan dan rasa logam. Bisa menimbulkan gejala virilisasi growth hormone bila terdapat dwarfisme. Pada laki-laki bila diberikan androgen setengah dosis. Cenderung menyebabkan hilangnya fungsi hipofisa secara bertahan baik sebagian maupun keseluruhan. Dapat memicu terjadinya osteoporosis pada wanita pasca menopause. Rasa lemas tidak bertenaga, rambut rontok, menimbulkan rasa nyeri, menyebabkan nekrosis jaringan.

Garam iodine dan iodine

Hipopituitarisme. 1. Terapi substitusi

2. Terapi penyinaran

Tumor tiroid dan tiroidektomi.

1. Terapi supresi TSH untuk tumor tiroid.

2. Radioterapi untuk tiroidektomi

Tumor hipofise dan hipofisektomi.

1. Terapi operasi (operasi secara mikroskopik transphenoidal. Dengan indikasi adanya visual dan hipopituatarisme yang progresif. 2. Radiasi.

Mengangkat adenoma, tetapi adanya invasi kedura dan sinus karvenosusu mengulitkan hal tersebut.

Menghancurkan sisa tumor pasca operasi atau tumor yang tumbuh kembali, mematikan selsel tumor sebanyak mungkin dan memelihara jaringan sehat disekitar tumor agar penderita tidak mengalami kerusakan terlalu berat.