P. 1
Laporan Spektro- Kolorimetri Visual (07okt'13)

Laporan Spektro- Kolorimetri Visual (07okt'13)

|Views: 55|Likes:
Published by Laras Murni Rahayu
hmm
hmm

More info:

Published by: Laras Murni Rahayu on Mar 26, 2014
Copyright:Traditional Copyright: All rights reserved

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/14/2014

pdf

text

original

M. 121431013 NIM. 121431015 NIM.PENENTUAN KADAR BESI (Fe) DENGAN METODA KOLORIMETRI VISUAL LAPORAN PRAKTIKUM SPEKTROFOTOMETRI Disusun oleh : Kelompok 3 Inda Restyani Laras Murni Rahayu Muhammad Yusuf S NIM. 121431016 2A .Analis Kimia Dosen Pembimbing : Ari Marlina.si Tanggal Penyerahan Laporan : 07 Oktober 2013 PROGRAM STUDI ANALIS KIMIA POLITEKNIK NEGERI BANDUNG 2013 .

Bila cahaya jatuh pada suatu medium homogen. Hal diatas merupakan dasar dari analisis kolorimetri. Hukum dasar dari spektofotometri dan kolorimetri. diterangkan oleh Lambert dan Beer sehingga hukum atau persamaan yang digunakan dikenal dengan “Hukum Lambert Beer”.Tujuan : Menetukan konsentrasi logam besi (Fe) total dalam air A. intensitas cahaya yang dipantulkan Ir . Kolorimetri merupakan suatu cara penentuan konsentrasi suatu zat (senyawa) dengan mengukur absorbansi relatif cahaya yang berhubungan dengan konsentrasi zat (senyawa) tersebut. Kemudian intensitas warna dari senyawa yang bersangkutan dibandingkan dengan warna dari larutan yang sudah diketahui jumlah atau konsentrasinya. Warna tersebuat biasanya disebabkan oleh pembentukkan suatu senyawa berwarna dengan ditambahkannya pereaksi yang tepat atau warna dapa melekat dalam senyawa penyusunya. jika konsentrasi larutan dalam satuan mol/liter. sebagian diserap dalam medium sisanya diteruskan. K dinyatakan sebagai absorptivitas serapan (=a) jika konsentrasi larutan dalam satuan gram/liter dan k dinyatakan sebagai absorptivitas molar atau ekstingsi molar (=E). Jika intensitas cahaya yang masuk dinyatakan dengan Io. intensitas cahaya yang diserap Ia dan intensitas yang diteruskan It . cahaya putih alamiah maupun buatan. dan k adalah tetapan atau koefisien yang tergantung pada satuan konsentrasi yang digunakan. b adalah ketebalan medium. sedangkan Beer menjelaskan bahwa serapan cahaya sebagai fungsi konsentrasi larutan yang bersangkutan. Dasar Teori Kolorimetri Suatu sistem mempunyai variasi warna yang berubah dengan berubahnya konsentrasi atau komponen. c adalah konsentrasi larutan. A=kbc Dengan A adalah absorbansi. . dan penetapannya dilakukan dengan alat sederhana yang disebut kolorimeter atau pembanding warna. Dalam kolorimetri visual. maka sebagian cahaya tersebut akan dipantulkan. maka : Io = Ia + Ir+It Lambert menjelaskan bahwa serapan cahaya merupakan fungsi ketebalan medium. biasanya digunakan sebagai sumber cahaya.

10 mg) 2. Warna merah yang terjadi dibandingkan dengan warna larutan standar.→ Fe(CNS)3 B. Aquades 1. Larutan KCNS 10% 4. Larutan standar HNO3 4 N 3. Dengan penambahan larutan KCNS akan membentuk senyawa Fe(CNS)3 yang berwarna merah. Reaksi. 4. jadi A = log Dari persamaan Lambert di atas menunjukan bahwa absorbansi (A) berbanding lurus dengan konsentrasi larutan (c). jika dibuat kurva antara absorbansi (A) lawan konsentrasi (c). Kurva linier tersebut biasa dikenal dengan kurva kalibrasi atau kurva standar yang dapat digunakan untuk menentukan konsentrasi larutan uji (sampel) setelah absorbansi dari larutan uji tersebut diukur. 2.A= a b c (gram/liter) A = E b c (mol/liter) log = A dan T = dengan T adalah cahaya yang diteruskan atau transmitansi. Larutan standar Fe3+ (1 mL = 0. 5. membentuk Fe3+. 6. 3. Fe3+ + 3 CNS. 5 mL. 1 mL Botol semprot Botol hisapL Batang pengaduk Bahan yang Digunakan 1. . Alat dan Bahan Alat yang Digunakan 6 buah tabung nessler dan rak Pipet tetes Pipet ukur 50 m. Penentuan Besi Fe2+ dioksidasi dalam suasana asam dan panas. maka akan diperoleh kurva garis lurus (linier).

0.15mL =5 ppm .0 ppm  0.05 mL  0.15 mL = 3 ppm =1. Konsentrasi Larutan Standar 1 [Fe] = x 0.5 mL larutan H2SO4 4 N. Mengisi masing-masing tabung 2-6 dengan 45 mL aquadest Mengisi tabung 1 dengan contoh air sampai tanda batas 50 mL Menambahkan 2.25 mL. 0. 0. 0.10 mL  = x 0.20 mL : 50mL : 2.20 mL.05 mL.C.5mL : 2.15 mL.25 mL = 2 ppm  0.10 mL.10mL [Fe] = 4 ppm 0.20mL [Fe] = x 0.25mL [Fe] = x 0. Prosedur Kerja Menambahkan 2.5mL b.50 mL larutan H2SO4 4 N dan 2. Data Volume nessler Volume KSCN 10 % Volume H2SO4 4N  0.5 mL larutan KCNS 10%.5 mL larutan KCNS 10% dan 2. Diaduk hingga homogen Membandingkan warna contoh air dengan warna larutan standar dan menentukan konsentrasinya D.05mL [Fe] = x 0. Diaduk hingga larutan homogen Memasukkan sebanyak 50 mL contoh air ke dalam labu erlenmeyer Menyiapkan 6 buah tabung nessler Menambahkan larutan standar Fe3+ 1000ppm ke dalam masing-masing tabung sebanyak 0. Perhitungan a.

2 mL [Fe] = x 1.2 mL  = 26 ppm 1. .1 mL  1.4 mL = 24 ppm e.5 mL  2 mL [Fe] = x 1 mL  = x 2 mL [Fe] = x 1.c. Pada praktikum yang dilakukan kali ini kita menentukan kadar Fe dalam suatu sampel yang telah disiapkan oleh teknisi sebanyak 50ml. Konsentrasi Larutan Standar 2  0.3 mL [Fe] = x 1.5 mL = 20 ppm  1. Pembahasan Kolorimetri merupakan suatu metoda analisis yang berdasarkan pada persamaan warna sampel dengan warna larutan standar yang digunakan untuk mencari kadar suatu unsur dalam sampel.4 mL [Fe] = x 1.5 mL [Fe] = x 0.4 mL = 28 ppm = 28 ppm Kadar Fe dalam Larutan Sampel Induk [Fe] = x 50 mL = 140 ppm E.30 mL = 22 ppm  1.5 mL = 30 ppm = 10 ppm  1 mL [Fe] = 40 ppm 2.5 mL [Fe] = x 2. Kadar Fe dalam sampel [Fe] = x 1.1 mL [Fe] = x 1. Konsentrasi Larutan Standar 3  1.5 mL = 50 ppm d.

5 mL. 1 mL. Setelah dibandingkan kembali larutan sampel dengan larutan standar.5 mL. Ternyata. dan 2.5 ml H2SO4 4N yang bertindak sebagai oksidator kuat dan mengubah Fe2+ yang terkandung dalam sampel air yang teroksidasi menjadi Fe3+ dimana keadaan ini hanya akan terjadi pada suasana asam dan panas. Oleh karena itu. Larutan dengan warna yang serupa secara eksak dengan standar memiliki konsentrasi sama dengan konsentrasi standar. warna larutan sampel sama dengan warna larutan standar pada volume 1.10 mL dan 0. kamipun membandingkan kembali kelima warna larutan standar yang kami buat.25 mL. Kemudian larutan sampel dibandingkan dengan deret yang ada.05 mL.15 mL. Kemudian ditambahkan 2. Reaksi yang terjadi : Fe3+ + 3CNS→ Fe(CNS)3 merah Larutan standar dibuat dengan variasi konsentrasi pada volume 0. dan 1.5 ml KCNS 10% dimana reaksi redoks yang terjadi antara KCNS dengan Fe3+ inilah yang akan membentuk senyawa kompleks Fe(CNS)3 dan memberikan warna pada larutan yaitu warna merah. 0. yaitu dengan membuat suatu deret larutan standar zat yang akan diketahui konsentrasinya dengan berbagai macam variasi konsentrasi.1 mL.20 mL. Ditambahkan 2. 1. Penambahan H2SO4 juga berfungsi untuk menjaga larutan standar agar tidak mudah terhidrolisis. 1.6H2O) yang merupakan larutan yang cukup stabil terhadap udara dan terhadap hilangnya air. Kemudian.2 mL. kamipun membuat kembali untuk ketiga kalinya yakni dengan konsentrasi 1. ketika kami membandingkan warna larutan sampel tidak sama dengan semua warna larutan standar yang kami buat. 0. dan umumnya dipakai untuk membuat larutan baku Fe 2+.3 mL. kamipun membuat kembali larutan standar sesi dua yakni dengan konsentrasi 0.4 mL. 0. . Setelah itu. Untuk itu. 1. Setelah itu.5 mL.4 mL dengan konsentrasi 28 ppm. 2 mL. kelima warna larutan standar yang kami buat tidak sesuai dengan warna larutan sampel. Larutan standar yang digunakan adalah larutan garam mohr ((NH4)2Fe(SO4).Metoda kolorimetri yang digunakan adalah metoda deret standar. larutan sampel kami bandingkan kembali dengan larutan standar Fe yang kami buat.

F. http://hafiyahaziz.scribd. http://www. Daftar Pustaka Aziz. Hafiyah. 2013] [6 Oktober .com/GARAM MOHR. [6 Oktober 2013] Kolorimetri.blogspot.com/doc/31356675/I-KOLORIMETRI. Gram Mohr. Kesimpulan Dari hasil praktikum diperoleh data sebagai berikut : Konsentrasi Fe dalam sampel adalah 140 ppm G.Setelah diketahui kadar Fe dari sampel pengenceran maka diketahui bahwa kadar Fe dalam sampel induk sebesar 140 ppm berdasarkan hasil Uji nessler.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->