You are on page 1of 41

KUMPULAN ASKEP JIWA

1. WAHAM
A. Masalah Utama : Perubahan proses pikir : waham B. Proses terjadinya masalah 1. Pengertian Waham Waham adalah keyakinan seseorang yang berdasarkan penilaian realitas yang salah. eyakinan klien tidak konsisten dengan tingkat intelektual dan latar belakang budaya klien. Waham dipengaruhi oleh !aktor pertumbuhan dan perkembangan seperti adanya penolakan" kekerasan" tidak ada kasih sayang" pertengkaran orang tua dan aniaya. #Budi Anna eliat"1$$$%. &anda dan 'ejala : ( lien mengungkapkan sesuatu yang diyakininya #tentang agama" kebesaran" ke)urigaan" keadaan dirinya berulang kali se)ara berlebihan tetapi tidak sesuai kenyataan ( lien tampak tidak mempunyai orang lain ( *uriga ( Bermusuhan ( Merusak #diri" orang lain" lingkungan% ( &akut" sangat waspada ( &idak tepat menilai lingkungan+ realitas ( ,kspresi wajah tegang ( Mudah tersinggung #A-is . dkk" /001% /. Penyebab dari Waham 2alah satu penyebab dari perubahan proses pikir : waham yaitu 'angguan konsep diri : harga diri rendah. Harga diri adalah penilaian indi3idu tentang pen)apaian diri dengan menganalisa seberapa jauh perilaku sesuai dengan ideal diri. 'angguan harga diri dapat digambarkan sebagai perasaan negati! terhadap diri sendiri" hilang keper)ayaan diri" dan merasa gagal men)apai keinginan. &anda dan 'ejala : ( Perasaan malu terhadap diri sendiri akibat penyakit dan tindakan terhadap penyakit #rambut botak karena terapi% ( .asa bersalah terhadap diri sendiri #mengkritik+menyalahkan diri sendiri% ( 'angguan hubungan sosial #menarik diri% ( Per)aya diri kurang #sukar mengambil keputusan% ( Men)ederai diri #akibat dari harga diri yang rendah disertai harapan yang suram" mungkin klien akan mengakiri kehidupannya. # Budi Anna eliat" 1$$$% 1. Akibat dari Waham lien dengan waham dapat berakibat terjadinya resiko men)ederai diri" orang lain dan lingkungan. .esiko men)ederai merupakan suatu tindakan yang kemungkinan dapat melukai+ membahayakan diri" orang lain dan lingkungan. &anda dan 'ejala : ( Memperlihatkan permusuhan ( Mendekati orang lain dengan an)aman ( Memberikan kata4kata an)aman dengan ren)ana melukai ( Menyentuh orang lain dengan )ara yang menakutkan ( Mempunyai ren)ana untuk melukai *. Pohon Masalah

Perubahan proses pikir: Waham 'angguan konsep diri : harga diri rendah # eliat" BA" 1$$$% 5. Masalah keperawatan dan data yang perlu dikaji 1% Masalah keperawatan: 1. .esiko men)iderai diri" orang lain" dan lingkungan /. Perubahan proses pikir : waham 1. 'angguan konsep diri : harga diri rendah. /. 5ata yang perlu dikaji: 1. .esiko men)iderai diri" orang lain" dan lingkungan 5ata subjekti!♣ lien mengatakan marah dan jengkel kepada orang lain" ingin membunuh" dan ingin membakar atau menga)ak4a)ak lingkungannya. ( 5ata objekti! lien mengamuk" merusak dan melempar barang4barang" melakukan tindakan kekerasan pada orang4orang disekitarnya. /. Perubahan proses pikir : waham 5ata subjekti! :♣ lien mengungkapkan sesuatu yang diyakininya #tentang agama" kebesaran" ke)urigaan" keadaan dirinya% berulang kali se)ara berlebihan tetapi tidak sesuai kenyataan. ( 5ata objekti! : lien tampak tidak mempunyai orang lain" )uriga" bermusuhan" merusak #diri" orang lain" lingkungan%" takut" kadang panik" sangat waspada" tidak tepat menilai lingkungan+ realitas" ekspresi wajah klien tegang" mudah tersinggung. 1. 'angguan konsep diri : harga diri rendah. 5ata subjekti!♣ lien mengatakan saya tidak mampu" tidak bisa" tidak tahu apa4 apa" bodoh" mengkritik diri sendiri" mengungkapkan perasaan malu terhadap diri sendiri ( 5ata objekti! lien terlihat lebih suka sendiri" bingung bila disuruh memilih alternati3e tindakan" ingin men)edaerai diri+ ingin mengakhiri hidup ,. 5iagnosa eperawatan 1. .esiko men)ederai diri" orang lain dan lingkungan berhubungan dengan waham. /. Perubahan proses pikir : waham berhubungan dengan harga diri rendah. 6. .en)ana eperawatan 5iagnosa 1: .esiko men)ederai diri" orang lain dan lingkungan berubungan dengan waham.... 1. &ujuan umum : lien tidak men)iderai diri" orang lain" dan lingkungan. 1. &ujuan khusus 1. lien dapat membina hubungan saling per)aya dengan perawat. .asional : Hubungan saling per)aya merupakan dasar untuk kelan)aran hubungan interaksinya &indakan: 1. Bina hubungan saling per)aya : salam terapeutik" perkenalkan diri" jelaskan tujuan interaksi" )iptakan lingkungan yang tenang" buat kontrak yang jelas #topik" waktu" tempat%. /. 7angan membantah dan mendukung waham klien : katakan perawat menerima keyakinan klien 8saya menerima keyakinan anda8 disertai ekspresi menerima" katakan perawat tidak mendukung disertai ekspresi ragu dan empati" tidak membi)arakan isi waham klien. 1. 9akinkan klien berada dalam keadaan aman dan terlindungi : katakan perawat akan menemani klien dan klien berada di tempat yang aman" gunakan keterbukaan dan kejujuran jangan tinggalkan klien sendirian.

:. ;bser3asi apakah wahamnya mengganggu akti3itas harian dan perawatan diri. /. lien dapat mengidenti!ikasi kemampuan yang dimiliki. .asional : dengan mengetahui kemampuan yang dimiliki klien" maka akan memudahkan perawat untuk mengarahkan kegiatan yang berman!aat bagi klien dari pada hanya memikirkannya &indakan: 1. Beri pujian pada penampilan dan kemampuan klien yang realistis. /. 5iskusikan bersama klien kemampuan yang dimiliki pada waktu lalu dan saat ini yang realistis. 1. &anyakan apa yang biasa dilakukan kemudian anjurkan untuk melakukannya saat ini #kaitkan dengan akti3itas sehari hari dan perawatan diri%. :. 7ika klien selalu bi)ara tentang wahamnya" dengarkan sampai kebutuhan waham tidak ada. Perlihatkan kepada klien bahwa klien sangat penting. 1. lien dapat mengidenti!ikasikan kebutuhan yang tidak terpenuhi .asional : 5engan mengetahui kebutuhan klien yang belum terpenuhi perawat dapat meren)anakan untuk memenuhinya dan lebih memperhatikan kebutuhan klien tersebut sehingga klien merasa nyaman dan aman &indakan: 1. ;bser3asi kebutuhan klien sehari4hari. /. 5iskusikan kebutuhan klien yang tidak terpenuhi baik selama di rumah maupun di rumah sakit #rasa sakit" )emas" marah%. 1. Hubungkan kebutuhan yang tidak terpenuhi dan timbulnya waham. :. &ingkatkan akti3itas yang dapat memenuhi kebutuhan klien dan memerlukan waktu dan tenaga #buat jadwal jika mungkin%. <. Atur situasi agar klien tidak mempunyai waktu untuk menggunakan wahamnya. :. lien dapat berhubungan dengan realitas. .asional : menghadirkan realitas dapat membuka pikiran bahwa realita itu lebih benar dari pada apa yang dipikirkan klien sehingga klien dapat menghilangkan waham yang ada &indakan: 1. Berbi)ara dengan klien dalam konteks realitas #diri" orang lain" tempat dan waktu%. /. 2ertakan klien dalam terapi akti3itas kelompok : orientasi realitas. 1. Berikan pujian pada tiap kegiatan positi! yang dilakukan klien. <. lien dapat menggunakan obat dengan benar .asional : Penggunaan obat yang se)ara teratur dan benar akan mempengaruhi proses penyembuhan dan memberikan e!ek dan e!ek samping obat &indakan: 1. 5iskusikan dengan klien tentang nama obat" dosis" !rekuensi" e!ek dan e!ek samping minum obat. /. Bantu klien menggunakan obat dengan prinsip < benar #nama pasien" obat" dosis" )ara dan waktu%. 1. Anjurkan klien membi)arakan e!ek dan e!ek samping obat yang dirasakan. :. Beri rein!or)ement bila klien minum obat yang benar. =. lien dapat dukungan dari keluarga. .asional : dukungan dan perhatian keluarga dalam merawat klien akan mambentu proses penyembuhan klien &indakan: 1. 5iskusikan dengan keluarga melalui pertemuan keluarga tentang : gejala waham" )ara merawat klien" lingkungan keluarga dan !ollow up obat. /. Beri rein!or)ement atas keterlibatan keluarga 5iagnosa /: Perubahan proses pikir: waham berhubungan dengan harga diri rendah 1. &ujuan umum : lien tidak terjadi perubahan proses pikir: waham dan klien akan meningkat harga dirinya.

/. &ujuan khusus : 1. lien dapat membina hubungan saling per)aya &indakan : 1. Bina hubungan saling per)aya : salam terapeutik" perkenalan diri" jelaskan tujuan interaksi" )iptakan lingkungan yang tenang" buat kontrak yang jelas #waktu" tempat dan topik pembi)araan% /. Beri kesempatan pada klien untuk mengungkapkan perasaannya 1. 2ediakan waktu untuk mendengarkan klien :. atakan kepada klien bahwa dirinya adalah seseorang yang berharga dan bertanggung jawab serta mampu menolong dirinya sendiri /. lien dapat mengidenti!ikasi kemampuan dan aspek positi! yang dimiliki &indakan : 1. lien dapat menilai kemampuan yang dapat 5iskusikan kemampuan dan aspek positi! yang dimiliki /. Hindarkan memberi penilaian negati! setiap bertemu klien" utamakan memberi pujian yang realistis 1. lien dapat menilai kemampuan dan aspek positi! yang dimiliki 1. lien dapat menilai kemampuan yang dapat digunakan. &indakan : 1. 5iskusikan kemampuan dan aspek positi! yang dimiliki /. 5iskusikan pula kemampuan yang dapat dilanjutkan setelah pulang ke rumah :. lien dapat menetapkan + meren)anakan kegiatan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki &indakan : :.1. .en)anakan bersama klien akti3itas yang dapat dilakukan setiap hari sesuai kemampuan :./. &ingkatkan kegiatan sesuai dengan toleransi kondisi klien :.1. Beri )ontoh )ara pelaksanaan kegiatan yang boleh klien lakukan <. lien dapat melakukan kegiatan sesuai kondisi dan kemampuan &indakan : <.1. Beri kesempatan men)oba kegiatan yang telah diren)anakan <./. Beri pujian atas keberhasilan klien <.1. 5iskusikan kemungkinan pelaksanaan di rumah <. lien dapat meman!aatkan sistem pendukung yang ada &indakan : 1. Beri pendidikan kesehatan pada keluarga tentang )ara merawat klien. /. Bantu keluarga memberi dukungan selama klien dirawat. 1. Bantu keluarga menyiapkan lingkungan di rumah. :. Beri rein!or)ement positi! atas keterlibatan keluarga. 5A6&A. PU2&A A 1. 2tuart 'W" 2undeen" Prin)iples and Pra)ti)e o! Psykiatri) >ursing #< th ed.%. 2t.?ouis Mosby 9ear Book" 1$$< /. eliat Budi Ana" Proses eperawatan esehatan 7iwa" ,disi @" 7akarta : ,'*" 1$$$ 1. eliat Budi Ana" 'angguan onsep 5iri" ,disi @" 7akarta : ,'*" 1$$$ :. A-i- ." dkk" Pedoman Asuhan eperawatan 7iwa 2emarang : .275 5r. Amino 'onohutomo" /001 <. &im 5irektorat eswa" 2tandar Asuhan eperawatan 7iwa" ,disi 1" Bandung" .27P Bandung" /000 5iposting oleh Pro!essional >ers 2emarang di 0=:<= 0 komentar ?ink ke posting ini ?abel: 7@WA

/. Harga 5iri .endah
?AP;.A> P,>5AHU?UA> @. asus #Masalah Utama% 'angguan konsep diri : harga diri rendah @@. Proses terjadinya masalah 1. Pengertian harga diri rendah

# Budi Anna eliat" 1$$$% /.awlins"1$$1%.asa bersalah terhadap diri sendiri #mengkritik+menyalahkan diri sendiri% ( 'angguan hubungan sosial #menarik diri% ( Per)aya diri kurang #sukar mengambil keputusan% ( Men)ederai diri #akibat dari harga diri yang rendah disertai harapan yang suram" mungkin klien akan mengakiri kehidupannya. &anda dan gejala : ( Perasaan malu terhadap diri sendiri akibat penyakit dan tindakan terhadap penyakit #rambut botak karena terapi% ( . Berduka dis!ungsional merupakan pemanjangan atau tidak sukses dalam menggunakan respon intelektual dan emosional oleh indi3idu dalam melalui proses modi!ikasi konsep diri berdasarkan persepsi kehilangan. &anda dan gejala : Apatis" ekspresi sedih" a!ek tumpul♣ Menghindar dari orang lain #menyendiri%♣ omunikasi kurang+tidak ada. &anda dan gejala : o . Pohon masalah @solasi sosial : menarik diri 'angguan konsep diri : Harga diri rendah *ore Problem .asa bersalah o Adanya penolakan o Marah" sedih dan menangis o Perubahan pola makan" tidur" mimpi" konsentrasi dan akti3itas o Mengungkapkan tidak berdaya /. Menarik diri merupakan per)obaan untuk menghindari interaksi dengan orang lain" menghindari hubungan dengan orang lain #. a. lien tidak tampak ber)akap4)akap dengan klien lain+perawat♣ &idak ada kontak mata" klien sering menunduk♣ Berdiam diri di kamar+klien kurang mobilitas♣ Menolak berhubungan dengan orang lain" klien memutuskan per)akapan atau pergi jika diajak ber)akap4)akap♣ &idak+ jarang melakukan kegiatan sehari4hari. Penyebab dari harga diri rendah 2alah satu penyebab dari harga diri rendah yaitu berduka dis!ungsional. Menurut 2)hult B Cidebe)k # 1$$A %" gangguan harga diri rendah adalah penilaian negati! seseorang terhadap diiri dan kemampuan" yang diekspresikan se)ara langsung maupun tidak langsung 'angguan harga diri rendah digambarkan sebagai perasaan yang negati! terhadap diri sendiri" termasuk hilangnya per)aya diri dan harga diri" merasa gagal men)apai keinginan. Akibat dari harga diri rendah Harga diri rendah dapat beresiko terjadinya isolasi sosial : menarik diri.♣ #Budi Anna eliat" 1$$A% @@@. #Budi Ana eliat" 1$$$%. 7adi dapat disimpulkan bahwa perasaan negati! terhadap diri sendiri yang dapat diekspresikan se)ara langsung dan tak langsung.'angguan harga diri rendah adalah e3aluasi diri dan perasaan tentang diri atau kemampuan diri yang negati! yang dapat se)ara langsung atau tidak langsung diekspresikan # &ownsend" 1$$A %.

/.en)ana &indakan eperawatan 5iagnosa 1: @solasi sosial: menarik diri berhubungan dengan harga diri rendah 1. lien dapat menilai kemampuan dan aspek positi! yang dimiliki . Masalah dan 5ata yang Perlu 5ikaji >o Masalah eperawatan 5ata 2ubyekti! 5ata .kspresi wajah kosong ( &idak ada kontak mata ketika diajak bi)ara ( 2uara pelan dan tidak jelas / 'angguan konsep diri : harga diri rendah ( Mengungkapkan ingin diakui jati dirinya ( Mengungkapkan tidak ada lagi yang peduli ( Mengungkapkan tidak bisa apa4apa ( Mengungkapkan dirinya tidak berguna ( Mengkritik diri sendiri ( Merusak diri sendiri ( Merusak orang lain ( Menarik diri dari hubungan sosial ( &ampak mudah tersinggung ( &idak mau makan dan tidak tidur ( Perasaan malu ( &idak nyaman jika jadi pusat perhatian 1 Berduka dis!ungsional ( Mengungkapkan tidak berdaya dan tidak ingin hidup lagi ( Mengungkapkan sedih karena tidak naik kelas ( lien malu bertemu dan berhadapan dengan orang lain karena di)eraikan suaminya ( 5an lain D lainE ( . C. 5iagnosa eperawatan 1.byekti! 1 @solasi sosial : menarik diri ( Mengungkapkan tidak berdaya dan tidak ingin hidup lagi ( Mengungkapkan enggan berbi)ara dengan orang lain ( lien malu bertemu dan berhadapan dengan orang lain ( . Bina hubungan saling per)aya : salam terapeutik" perkenalan diri" jelaskan tujuan interaksi" )iptakan lingkungan yang tenang" buat kontrak yang jelas #waktu" tempat dan topik pembi)araan% /. lien dapat mengidenti!ikasi kemampuan dan aspek positi! yang dimiliki &indakan : 1. lien dapat membina hubungan saling per)aya &indakan : 1. &ujuan khusus : 1. 'angguan konsep diri : harga diri rendah berhubungan dengan berduka dis!ungsional. . lien dapat menilai kemampuan yang dapat 5iskusikan kemampuan dan aspek positi! yang dimiliki /.kspresi wajah sedih ( &idak ada kontak mata ketika diajak bi)ara ( 2uara pelan dan tidak jelas ( &ampak menangis @C.Berduka dis!ungsional /. atakan kepada klien bahwa dirinya adalah seseorang yang berharga dan bertanggung jawab serta mampu menolong dirinya sendiri /. Hindarkan memberi penilaian negati! setiap bertemu klien" utamakan memberi pujian yang realistis 1. @solasi sosial : menarik diri berhubungan dengan harga diri rendah /. &ujuan umum : lien tidak terjadi gangguan konsep diri : harga diri rendah+klien akan meningkat harga dirinya. 2ediakan waktu untuk mendengarkan klien :. Beri kesempatan pada klien untuk mengungkapkan perasaannya 1.

Menarik 5iri. /. lien dapat menilai kemampuan yang dapat digunakan. . 2emarang : . 1$$A <. lien dapat meman!aatkan sistem pendukung yang ada &indakan : 1. Psy)hiatri) nursing : )ontemporary pra)ti)e.27P Bandung.disi 1.'*. 2tuart 'W" 2undeen 27.. Philadelphia : ?ipin)ott4. Bantu keluarga menyiapkan lingkungan di rumah. Pengertian Menarik diri merupakan per)obaan untuk menghindari interaksi dengan orang lain" menghindari hubungan dengan orang lain #. Beri kesempatan men)oba kegiatan yang telah diren)anakan <. A-is . Amino 'ondoutomo. eliat BA. 1$$$ :. 7akarta : .>5AHU?UA> @. PU2&A A 1. @@." dkk. Beri )ontoh )ara pelaksanaan kegiatan yang boleh klien lakukan <. . Bandung : ./.'*. lien dapat menetapkan + meren)anakan kegiatan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki &indakan : :. &im 5irektorat eswa.disi 1. lien dapat melakukan kegiatan sesuai kondisi dan kemampuan &indakan : <.1. Beri rein!or)ement positi! atas keterlibatan keluarga. . &indakan : 1. 1$$A 1.275 5r.disi 1. &erjadinya perilaku menarik diri dipengaruhi oleh !aktor predisposisi dan stressor presipitasi. Bantu keluarga memberi dukungan selama klien dirawat. 1. Buku saku keperawatan jiwa. Masalah Utama : 1. Proses &erjadinya Masalah 1. .awlins"1$$1%. Beri pendidikan kesehatan pada keluarga tentang )ara merawat klien. 5iagnosa /: 'angguan konsep diri: harga diri rendah berhubungan dengan berduka dis!ungsional 5A6&A.en)anakan bersama klien akti3itas yang dapat dilakukan setiap hari sesuai kemampuan :. eadaan menimbulkan .a3en Publisher. :.1.A> P. 7akarta : .1. 2tandar asuhan keperawatan kesehatan jiwa. 5iskusikan kemampuan dan aspek positi! yang dimiliki /. Boyd MA" Hihart MA. egagalan perkembangan dapat mengakibatkan indi3idu tidak per)aya diri" tidak per)aya orang lain" ragu" takut salah" pesimis" putus asa terhadap hubungan dengan orang lain" menghindar dari orang lain" tidak mampu merumuskan keinginan" dan merasa tertekan. Proses kesehatan jiwa. 5iskusikan pula kemampuan yang dapat dilanjutkan setelah pulang ke rumah :. 5iskusikan kemungkinan pelaksanaan di rumah <. &ingkatkan kegiatan sesuai dengan toleransi kondisi klien :. /000 5iposting oleh Pro!essional >ers 2emarang di 0=:<: 0 komentar ?ink ke posting ini ?abel: 7@WA askep menarik diri ?AP. Beri pujian atas keberhasilan klien <.1.1./. /001 /. 6aktor perkembangan dan sosial budaya merupakan !aktor predispoisi terjadinya perilaku menarik diri. Pedoman asuhan keperawatan jiwa.

Masalah eperawatan . Harga diri adalah penilaian indi3idu tentang pen)apaian diri dengan menganalisa seberapa jauh perilaku sesuai dengan ideal diri. lien tidak tampak ber)akap4)akap dengan klien lain+perawat♣ &idak ada kontak mata" klien sering menunduk♣ Berdiam diri di kamar+klien kurang mobilitas♣ Menolak berhubungan dengan orang lain" klien memutuskan per)akapan atau pergi jika diajak ber)akap4)akap♣ &idak melakukan kegiatan sehari4hari.. Pohon Masalah .asa bersalah terhadap diri sendiri #mengkritik+menyalahkan diri sendiri% ( 'angguan hubungan sosial #menarik diri% ( Per)aya diri kurang #sukar mengambil keputusan% ( Men)ederai diri #akibat dari harga diri yang rendah disertai harapan yang suram" mungkin klien akan mengakiri kehidupannya. Akibat dari Menarik 5iri lien dengan perilaku menarik diri dapat berakita adanya terjadinya resiko perubahan sensori persepsi #halusinasi%. Masalah eperawatan dan 5ata yang perlu dikaji a. 'ejala linis : Apatis" ekspresi sedih" a!ek tumpul♣ Menghindar dari orang lain #menyendiri%♣ omunikasi kurang+tidak ada. @solasi sosial : menarik diri *ore Problem 'angguan onsep 5iri : Harga 5iri . 'ejala linis : ( bi)ara" senyum dan tertawa sendiri ( menarik diri dan menghindar dari orang lain ( tidak dapat membedakan tidak nyata dan nyata ( tidak dapat memusatkan perhatian ( )uriga" bermusuhan" merusak #diri sendiri" orang lain dan lingkungannya%" takut ( ekspresi muka tegang" mudah tersinggung #Budi Anna eliat" 1$$$% @@@.♣ #Budi Anna eliat" 1$$A% /.perilaku tidak ingin berkomunikasi dengan orang lain" menghindar dari orang lain" lebih menyukai berdiam diri sendiri" kegiatan sehari4hari hampir terabaikan. Penyebab dari Menarik 5iri 2alah satu penyebab dari menarik diri adalah harga diri rendah. 'ejala linis ( Perasaan malu terhadap diri sendiri akibat penyakit dan tindakan terhadap penyakit #rambut botak karena terapi% ( .endah # Budi Anna eliat" 1$$$% @C.esiko Perubahan 2ensori4persepsi : Halusinasi EE. 5imana gangguan harga diri dapat digambarkan sebagai perasaan negati! terhadap diri sendiri" hilang keper)ayaan diri" merasa gagal men)apai keinginan. Halusinasi ini merupakan salah satu orientasi realitas yang maladapti3e" dimana halusinasi adalah persepsi klien terhadap lingkungan tanpa stimulus yang nyata" artinya klien menginterprestasikan sesuatu yang nyata tanpa stimulus+ rangsangan eksternal. # Budi Anna eliat" 1$$$% 1.

&erkadang hanya berupa jawaban singkat ya atau tidak. sapa klien dengan ramah baik 3erbal maupun non 3erbal /. 5ata yang perlu dikaji 1.asional : Memberi kesempatan untuk mengungkapkan perasaannya dapat membantu . 'angguan konsep diri : harga diri rendah 1%.esiko perubahan persepsi sensori: halusinasi E. 5ata obyekti!: lien tampak lebih suka sendiri" bingung bila disuruh memilih alternati! tindakan" ingin men)ederai diri+ ingin mengakhiri hidup. 1. 5ata .1. . . 'angguan konsep diri : harga diri rendah b.esiko perubahan persepsi 4 sensori : halusinasi /. . 5iagnosis eperawatan 1%. berhubungan dengan menarik diri.en)ana &indakan eperawatan 5iagnosa 1 : . lien mengatakan men)ium bau tanpa stimulus :. lien berhenti bi)ara ditengah kalimat untuk mendengarkan sesuatu :. C. jujur dan menepati janji =. 5isorientasi /. lien merasa ada sesuatu pada kulitnya =. C@.byekti! lien terlihat apatis" ekspresi sedih" a!ek tumpul" menyendiri" berdiam diri di kamar dan banyak diam.asional : Hubungan saling per)aya merupakan landasan utama untuk hubungan selanjutnya &indakan: 1. lien dapat membina hubungan saling per)aya . berhubungan dengan menarik diri.bjekti! 1. 5ata 2ubyekti! 2ukar didapat jika klien menolak komunikasi. /%.1 Bina hubungan saling per)aya dengan menggunakan prinsip komunikasi terapeutik dengan )ara : 1. 5ata . lien merasa makan sesuatu <. perkenalkan diri dengan sopan 1. berikan perhatian kepada klien dan perhatian kebutuhan dasar klien /. &ujuan Umum : lien dapat berinteraksi dengan orang lain sehingga tidak terjadi halusinasi &ujuan husus : 1. lien bersikap seperti mendengar+ melihat sesuatu 1. lien berbi)ara dan tertawa sendiri /. 5ata subyekti!: lien mengatakan: saya tidak mampu" tidak bisa" tidak tahu apa4apa" bodoh" mengkritik diri sendiri" mengungkapkan perasaan malu terhadap diri sendiri. /%. . @solasi 2osial : menarik diri 1. lien ingin memukul+ melempar barang4barang /%. 5ata 2ubjekti! 1. lien mengatakan mendengar bunyi yang tidak berhubungan dengan stimulus nyata /. lien mengatakan melihat gambaran tanpa ada stimulus yang nyata 1. @solasi 2osial : menarik diri 1%.esiko perubahan persepsi 4 sensori : halusinasi 1%. jelaskan tujuan pertemuan <. lien dapat menyebutkan penyebab menarik diri . tunjukkan sikap empati dan menerima klien apa adanya F. tanyakan nama lengkap klien dan nama panggilan yang disukai :.esiko perubahan persepsi sensori: halusinasi E. lien takut pada suara+ bunyi+ gambar yang dilihat dan didengar F. @solasi sosial: menarik diri berhubungan dengan harga diri rendah. /%.

Beri rein!or)ement positi! atas kemampuan klien mengungkapkan perasaan man!aat berhubungan dengan oranglain =. &indakan 1. aji pengetahuan klien tentang man!aat dan keuntungan berhubungan dengan orang lain 1. aji pengetahuan klien tentang kerugian bila tidak berhubungan dengan orang lain 1. aji kemampuan klien membina hubungan dengan orang lain /. 5iskusikan jadwal harian yang dilakukan bersama klien dalam mengisi waktu :. 5iskusikan bersama klien tentang kerugian tidak berhubungan dengan orang lain 1.asional : 5apat membantu klien dalam menemukan )ara yang dapat menyelesaikan masalah &indakan 1.mengurangi stres dan penyebab perasaaan menarik diri &indakan /.asional : ( Untuk mengetahui keuntungan dari bergaul dengan orang lain. Bina hubungan saling per)aya dengan keluarga : ( salam" perkenalan diri ( jelaskan tujuan ( buat kontrak .1 aji pengetahuan klien tentang perilaku menarik diri dan tanda4tandanya /. Beri kesempatan kepada klien untuk mengungkapkan perasaan penyebab menarik diri atau mau bergaul /. &indakan : 1.asional : memberikan penanganan bantuan terapi melalui pengumpulan data yang lengkap dan akurat kondisi !isik dan non !isik pasien serta keadaan perilaku dan sikap keluarganya &indakan 1. Berikan pujian terhadap kemampuan klien mengungkapkan perasaannya 1. Beri kesempatan kepada klien untuk mengungkapkan perasaan tentang keuntungan berhubungan dengan prang lain /. Beri rein!or)ement positi! atas kegiatan klien dalam kegiatan ruangan :. lien dapat memberdayakan sistem pendukung atau keluarga . ( Untuk mengetahui perilaku menarik diria dilakukan dan dengan bantuan perawat bisa membedakan perilaku konstrukti! dan destrukti!. Beri rein!or)ement positi! terhadap keberhasilan yang telah di)apai /. Beri rein!or)ement positi! terhadap kemampuan mengungkapkan perasaan tentang kerugian tidak berhubungan dengan orang lain :. Beri kesempatan kepada klien untuk mengungkapkan perasaan dengan orang lain /. 5iskusikan bersama klien tentang perilaku menarik diri" tanda4tanda serta penyebab yang mun)ul /.asional : ( Mengeksplorasi perasaan klien terhadap perilaku menarik diri yang biasa dilakukan. 5orong dan bantu kien untuk berhubungan dengan orang lain melalui tahap : ( DP ( D P D P lain ( D P D P lain D lain ( D el+ lp+ Masy 1. 5iskusikan dengan klien tentang perasaan man!aat berhubungan dengan orang lain 1. Beri rein!or)ement positi! terhadap kemampuan mengungkapkan perasaan tentang keuntungan berhubungan dengan orang lain /. lien dapat mengungkapkan perasaannya setelah berhubungan dengan orang lain .1. 5orong klien untuk mengungkapkan perasaannya bila berhubungan dengan orang lain /. 5iskusikan bersama klien tentang man!aat berhubungan dengan orang lain 1. lien dapat menyebutkan keuntungan berhubungan dengan orang lain dan kerugian tidak berhubungan dengan orang lain. .1. Bantu klien untuk menge3aluasi man!aat berhubungan 1. lien dapat melaksanakan hubungan sosial .1. Moti3asi klien untuk mengikuti kegiatan ruangan <. ( Untuk mengetahui akibat yang dirasakan setelah menarik diri.

en)anakan bersama klien akti3itas yang dapat dilakukan setiap hari sesuai kemampuan ( egiatan mandiri ( egiatan dengan bantuan sebagian ( egiatan yang membutuhkan bantuan total .1. Beri perhatian kepada klien dan perhatikan kebutuhan dasar klien. Bina hubungan saling per)aya dengan menggunakan prinsip komunikasi terapetutik 1.asional : ( 5iskusikan tingkat kemampuan klien seperti menilai realitas" kontrol diri atau integritas ego diperlakukan sebagai dasar asuhan keperawatannya. lien dapat membina hubungan saling per)aya . ( Pengertian tentang kemampuan yang dimiliki diri memoti3asi untuk tetap mempertahankan penggunaannya &indakan: 1. 5iskusikan kemampuan dan aspek positi! yang dimiliki klien /. &anyakan nama lengkap klien dan nama panggilan yang disukai klien :. 2etiap bertemu klien hindarkan dari memberi penilaian negati! /. 7ujur dan menepati janji =. Utamakan memberikan pujian yang realistik 1. sapa klien dengan ramah baik 3erbal maupun non 3erbal /. /. lien dapat mengidenti!ikasi kemampuan dan aspek positi! yang dimiliki . 5orong anggota keluarga untukmemberikan dukungan kepada klien untuk berkomunikasi dengan orang lain :.( eksplorasi perasaan klien 1. :. Anjurkan anggota keluarga se)ara rutin dan bergantian menjenguk klien minimal satu kali seminggu <.1. 5iskusikan kemampuan yang dapat dilanjutkan penggunaannya.1. . ( . 7elaskan tujuan pertemuan <. &ujuan umum : lien dapat berhubungan dengan orang lain se)ara optimal &ujuan khusus : 1. Perkenalkan diri dengan sopan 1. ( *ontoh peran yang dilihat klien akan memoti3asi klien untuk melaksanakan kegiatan &indakan: 1. Beri rein!or)ement positi! positi! atas hal4hal yang telah di)apai oleh keluarga 5iagnosa / : @solasi sosial: menarik diri berhubungan dengan harga diri rendah. 5iskusikan dengan anggota keluarga tentang : ( perilaku menarik diri ( penyebab perilaku menarik diri ( akibat yang terjadi jika perilaku menarik diri tidak ditanggapi ( )ara keluarga menghadapi klien menarik diri 1. lien dapat menilai kemampuan yang digunakan .asional : ( Membentuk indi3idu yang bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri ( lien perlu bertindak se)ara realistis dalam kehidupannya. lien dapat #menetapkan% meren)anakan kegiatan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki .asional : Hubungan saling per)aya merupakan dasar untuk kelan)aran hubungan interaksi selanjutnya &indakan : 1. 5iskusikan dengan klien kemampuan yang masih dapat digunakan selama sakit /.asional : ( eterbukaan dan pengertian tentang kemampuan yang dimiliki adalah prasyarat untuk berubah.ein!or)ement positi! akan meningkatkan harga diri klien ( Pujian yang realistik tidak menyebabkan klien melakukan kegiatan hanya karena ingin mendapatkan pujian &indakan: /. &unjukan sikap empati dan menerima klien apa adanya F.

Penyebab perilaku kekerasan . /001 /. lien dapat meman!aatkan sistem pendukung yang ada . Masalah Utama: Perilaku kekerasan+ amuk. 2emarang : . #2tuart dan 2undeen" 1$$<%." dkk.1. Proses &erjadinya Masalah 1. 5iskusikan kemungkinan pelaksanaan di rumah :.a3en Publisher. &anda dan 'ejala : ( Muka merah ( Pandangan tajam ( . Pengertian perilaku kekerasan Perilaku kekerasan adalah suatu keadaan dimana seseorang melakukan tindakan yang dapat membahayakan se)ara !isik baik terhadap diri sendiri" orang lain maupun lingkungan./. Bantu keluarga menyiapkan lingkungan di ruma 5A6&A. 2tandar asuhan keperawatan kesehatan jiwa. . &indakan: 1. Amino 'ondoutomo. A-is .tot tegang ( >ada suara tinggi ( Berdebat dan sering pula tampak klien memaksakan kehendak ( Memukul jika tidak senang /. 1$$$ :. Asuhan lien 'angguan Hubungan 2osial: Menarik 5iri. Bantu keluarga memberikan dukungan selama klien dirawat 1.'*. Buku saku keperawatan jiwa. Philadelphia : ?ipin)ott4. &im 5irektorat eswa. 2tuart 'W" 2undeen 27. 7akarta : 6@ U@. &ingkatkan kegiatan sesuai dengan toleransi kondisi klien /. Beri pujian atas keberhasilan klien <. .asional: ( Mendorong keluarga untuk mampu merawat klien mandiri di rumah ( 2upport sistem keluarga akan sangat berpengaruh dalam memper)epat proses penyembuhan klien.A> P. /.asional : Memberikan kesempatan kepada klien mandiri dapat meningkatkan moti3asi dan harga diri klien♣ . Proses kesehatan jiwa. eliat BA.disi 1. Bandung : . Beri pendidikan kesehatan pada keluarga tentang )ara merawat klien dengan harga diri rendah /. Hal tersebut dilakukan untuk mengungkapkan perasaan kesal atau marah yang tidak konstrukti!. Beri )ontoh )ara pelaksanaan kegiatan yang boleh klien lakukan <. 1$$A =. ( Meningkatkan peran serta keluarga dalam merawat klien di rumah. 7akarta : . 7akarta : .27P Bandung.disi 1. 1$$A 1.ein!or)ement positi! dapat meningkatkan harga diri klien♣ Memberikan kesempatan kepada klien ntk tetap melakukan kegiatan yang bisa dilakukan♣ &indakan: 1. Beri kesempatan pada klien untuk men)oba kegiatan yang telah diren)anakan <.1. Budi Anna eliat. Pedoman asuhan keperawatan jiwa.'*. /000 5iposting oleh Pro!essional >ers 2emarang di 0=:<1 0 komentar ?ink ke posting ini ?abel: 7@WA askep perilaku kekerasan ?AP.disi 1. Boyd MA" Hihart MA.275 5r. PU2&A A 1.>5AHU?UA> 1.. . Psy)hiatri) nursing : )ontemporary pra)ti)e. lien dapat melakukan kegiatan sesuai kondisi sakit dan kemampuannya . 1$$$ <.

/.iwayat perilaku kekerasan atau gangguan jiwa lainnya. 5ata yang perlu dikaji: 1. #Budiana eliat" 1$$$% 1. &anda dan 'ejala : ( Memperlihatkan permusuhan ( Mendekati orang lain dengan an)aman ( Memberikan kata4kata an)aman dengan ren)ana melukai ( Menyentuh orang lain dengan )ara yang menakutkan ( Mempunyai ren)ana untuk melukai *.♣ lien suka membentak dan menyerang orang yang mengusiknya jika sedang kesal atau marah. 5ata 2ubjekti! : lien mengatakan ben)i atau kesal pada seseorang. 5ata objekti! lien mengamuk" merusak dan melempar barang4barang" melakukan tindakan kekerasan pada orang4orang disekitarnya. 5ata .♣ .♣ . Perilaku kekerasan + amuk 1. /.esiko men)ederai diri" orang lain dan lingkungan /.Perilaku kekerasan bisa disebabkan adanya gangguan harga diri: harga diri rendah. 5ata subjekti! lien mengatakan marah dan jengkel kepada orang lain" ingin membunuh" ingin membakar atau menga)ak4a)ak lingkungannya.endah #Budiana eliat" 1$$$% 5. Harga diri adalah penilaian indi3idu tentang pen)apaian diri dengan menganalisa seberapa jauh perilaku sesuai dengan ideal diri. Masalah keperawatan dan 5ata yang Perlu 5ikaji 1. Perilaku kekerasan + amuk 1. 5imana gangguan harga diri dapat digambarkan sebagai perasaan negati! terhadap diri sendiri" hilang keper)ayaan diri" merasa gagal men)apai keinginan. .esiko men)ederai merupakan suatu tindakan yang kemungkinan dapat melukai+ membahayakan diri" orang lain dan lingkungan.esiko men)ederai diri" orang lain dan lingkungan :. Akibat dari Perilaku kekerasan lien dengan perilaku kekerasan dapat menyebabkan resiko tinggi men)ederai diri" orang lain dan lingkungan.esiko men)ederai diri" orang lain dan lingkungan 1. ♣ /. 'angguan harga diri : harga diri rendah 1.bjekti! Mata merah" wajah agak merah. .asa bersalah terhadap diri sendiri #mengkritik+menyalahkan diri sendiri% ( 'angguan hubungan sosial #menarik diri% ( Per)aya diri kurang #sukar mengambil keputusan% ( Men)ederai diri #akibat dari harga diri yang rendah disertai harapan yang suram" mungkin klien akan mengakiri kehidupannya. &anda dan gejala : ( Perasaan malu terhadap diri sendiri akibat penyakit dan tindakan terhadap penyakit #rambut botak karena terapi% ( . Perilaku ekerasan+amuk *ore Problem 'angguan Harga 5iri : Harga 5iri . Pohon Masalah . . Masalah keperawatan: 1.

<. lien dapat mengidenti!ikasi penyebab perilaku kekerasan.>ada suara tinggi dan keras" bi)ara menguasai. &indakan: 1. <.esiko men)ederai diri" orang lain dan lingkungan berhubungan dengan perilaku kekerasan+ amuk. lien dapat mengidenti!ikasi akibat perilaku kekerasan. 1. lien dapat membina hubungan saling per)aya.bser3asi tanda perilaku kekerasan. Bantu klien mengungkapkan perasaan jengkel + kesal. /. ?akukan kontak singkat tapi sering. Bi)ara dengan sikap tenang" rileks dan tidak menantang. &anyakan 8apakah dengan )ara yang dilakukan masalahnya selesai G8 <.en)ana &indakan 5iagnosa 1: . =. 1. Bi)arakan akibat+kerugian dari )ara yang dilakukan. /. /. <. 2impulkan bersama klien tanda tanda jengkel + kesal yang dialami klien. &anyakan apakah ingin mempelajari )ara baru yang sehat.esiko men)ederai diri" orang lain dan lingkungan berhubungan dengan perilaku kekerasan+ amuk 1. /. 'angguan harga diri : harga diri rendah 1.♣ . Bina hubungan saling per)aya : salam terapeutik" empati" sebut nama perawat dan jelaskan tujuan interaksi. /. /. lien dapat mengidenti!ikasi perilaku kekerasan yang biasa dilakukan. &indakan: 1. /. 5ata subyekti!: lien mengatakan: saya tidak mampu" tidak bisa" tidak tahu apa4apa" bodoh" mengkritik diri sendiri" mengungkapkan perasaan malu terhadap diri sendiri. Panggil klien dengan nama panggilan yang disukai. Bantu bermain peran sesuai dengan perilaku kekerasan yang biasa dilakukan. &indakan: 1. /. <. lien dapat mengidenti!ikasi )ara konstrukti! dalam berespon terhadap kemarahan. 7elaskan tentang kontrak yang akan dibuat. /.♣ 1. Bersama klien menyimpulkan akibat dari )ara yang digunakan. &ujuan husus: 1. Beri rasa aman dan sikap empati. Beri kesempatan mengungkapkan perasaan.♣ Merusak dan melempar barang barang. 5ata objekti!: lien tampak lebih suka sendiri" bingung bila disuruh memilih alternati! tindakan" ingin men)ederai diri + ingin mengakhiri hidup. &indakan: 1. 1. 5iagnosa eperawatan 1. 1. . Anjurkan klien mengungkapkan yang dialami dan dirasakan saat jengkel+kesal. 5engarkan ungkapan rasa marah dan perasaan bermusuhan klien dengan sikap tenang. &indakan : 1. 1. &anyakan kepada klien apakah ia ingin mempelajari )ara baru yang sehat . /. Perilaku kekerasan berhubungan dengan gangguan harga diri: harga diri rendah. . &indakan : 1.kspresi marah saat membi)arakan orang" pandangan tajam. . Anjurkan mengungkapkan perilaku kekerasan yang biasa dilakukan. lien dapat mengidenti!ikasi tanda tanda perilaku kekerasan. :. &ujuan Umum: lien tidak men)ederai diri sendiri" orang lain dan lingkungannya /.

1. 5iskusikan man!aat minum obat dan kerugian berhenti minum obat tanpa sei-in dokter. Bantu mengidenti!ikasi man!aat )ara yang telah dipilih. F. A. /. lien dapat mengidenti!ikasi )ara mengontrol perilaku kekerasan. 1.Bantu keluarga mengungkapkan perasaannya setelah melakukan demonstrasi $. <. Beri pujian jika klien minum obat dengan benar. :. Beri rein!or)ement positi! atas keberhasilan yang di)apai dalam simulasi. 7elaskan jenis D jenis obat yang diminum klien pada klien dan keluarga./. :. 1. &indakan: 1. F.<.:. ( 2e)ara 3erbal : katakan bahwa anda sedang marah atau kesal+ tersinggung. 2ediakan waktu untuk mendengarkan klien. @denti!ikasi kemampuan keluarga merawat klien dari sikap apa yang telah dilakukan keluarga selama ini. 7elaskan tujuan pertemuan *iptakan lingkungan yang tenang Buat kontrak yang jelas # waktu" tempat dan topik pembi)araan %. . ( 2e)ara spiritual : berdoHa" sembahyang" memohon kepada &uhan untuk diberi kesabaran. ( 2ikap tenang" bi)ara tenang dan jelas. 1.Bantu keluarga mendemonstrasikan )ara merawat klien. /. lien dapat membina hubungan saling per)aya dengan perawat &indakan : 1. &ujuan khusus : 1. Anjurkan untuk membi)arakan e!ek dan e!ek samping obat yang dirasakan. Anjurkan klien melaporkan pada perawat + dokter jika merasakan e!ek yang tidak menyenangkan. <. 7elaskan prinsip < benar minum obat #nama klien" obat" dosis" )ara dan waktu%. ( 2e)ara !isik : tarik na!as dalam jika sedang kesal" berolah raga" memukul bantal + kasur atau pekerjaan yang memerlukan tenaga. 5iskusikan dengan klien )ara lain yang sehat. lien mendapat dukungan dari keluarga dalam mengontrol perilaku kekerasan &indakan : 1. Bina hubungan saling per)aya 2alam terapeutik Perkenalan diri 4 &anyakan nama lengkap klien dan panggilan yang disukai. ( Membantu klien mengenal penyebab ia marah. /. =. Beri kesempatan pada klien mengungkapkan perasaannya. &indakan: 1. /. Anjurkan menggunakan )ara yang telah dipilih saat jengkel + marah. Bantu mensimulasikan )ara yang telah dipilih. 7elaskan )ara D )ara merawat klien : ( *ara mengontrol perilaku marah se)ara konstrukti!. Beri pujian jika mengetahui )ara lain yang sehat. A. Bantu memilih )ara yang paling tepat. 1. lien dapat menggunakan obat dengan benar #sesuai program%. :. ( 2e)ara sosial : lakukan dalam kelompok )ara D )ara marah yang sehat" latihan aserti!" latihan manajemen perilaku kekerasan. 5iagnosa /: Perilaku kekerasan berhubungan dengan gangguan konsep diri : harga diri rendah 1. &ujuan Umum : lien dapat berhubungan dengan orang lain se)ara optimal 1. atakan kepada klien bahwa ia adalah seseorang yang berharga dan bertanggung jawab serta mampu menolong dirinya sendiri. 7elaskan peran serta keluarga dalam merawat klien.

Beri rein!or)ement positi! atas keterlibatan keluarga 5A6&A.. . &indakan : 1. /. 5iskusikan kemungkinan pelaksanaan di rumah.275 5r. PU2&A A 1. eliat Budi Ana" Proses eperawatan esehatan 7iwa" . lien dapat menilai kemampuan yang dapat digunakan. Proses &erjadinya Masalah 1. 2tuart 'W" 2undeen" Prin)iples and Pra)ti)e o! Psykiatri) >ursing #< th ed.A> P. 1. eliat Budi Ana" 'angguan onsep 5iri" . Beri )ontoh )ara pelaksanaan kegiatan yang boleh klien lakukan. lien dapat melakukan kegiatan sesuai kondisi dan kemampuannya &indakan : 1. :. &im 5irektorat eswa" 2tandar Asuhan eperawatan 7iwa" .disi 1" Bandung" . :. /. 1.. lien dapat menetapkan+ meren)anakan kegiatan sesuai kemampuan yang dimiliki. Perubahan 2ensori Perseptual : HA?U2@>A2@. Utamakan memberi pujian yang realistis. Beri kesempatan klien untuk men)oba kegiatan yang telah diren)anakan. Bantu keluarga menyiapkan lingkungan di rumah. 2etiap bertemu klien hindarkan dari memberi penilaian negati! 1. Bantu keluarga memberi dukungan selama klien dirawat. Beri pendidikan kesehatan pada keluarga tentang )ara merawat klien dengan harga diri rendah. &indakan : 1.en)anakan bersama klien akti3itas yang dapat dilakukan setiap hari sesuai kemampuan # mandiri" bantuan sebagian" bantuan total %.'*" 1$$$ 1. asus #Masalah Utama% <." dkk" Pedoman Asuhan eperawatan 7iwa 2emarang : .>5AHU?UA> @.AWA&A> 7@WA ?AP. lien dapat meman!aatkan sistem pendukung yang ada.P. &indakan : 1.disi @" 7akarta : . /. Halusinasi adalah persepsi tanpa adanya rangsangan apapun pada pan)a indera seorang pasien . Beri pujian atas keberhasilan klien. 5iskusikan kemampuan dan aspek positi! yang dimiliki klien. A-i./.%. &indakan : 1. 2t. @@.. /. :. Amino 'onohutomo" /001 <. =. &ingkatkan kegiatan sesuai dengan toleransi kondisi klien.?ouis Mosby 9ear Book" 1$$< /. /. 1. 5iskusikan bersama klien kemampuan yang masih dapat digunakan selama sakit /. Pengertian Halusinasi Halusinasi adalah gangguan pen)erapan #persepsi% pan)a indera tanpa adanya rangsangan dari luar yang dapat meliputi semua sistem penginderaan dimana terjadi pada saat kesadaran indi3idu itu penuh + baik #2tuart B 2undenn" 1$$A%.'*" 1$$$ :. lien dapat mengidenti!ikasi kemampuan dan aspek positi! yang dimiliki. 5iskusikan pula kemampuan yang dapat dilanjutkan setelah pulang ke rumah.27P Bandung" /000 5iposting oleh Pro!essional >ers 2emarang di 0=:<1 0 komentar ?ink ke posting ini ?abel: 7@WA askep dengan halusinasi .disi @" 7akarta : .

♣ #Budi Anna eliat" 1$$A% 1. Penyebab dari Halusinasi 2alah satu penyebab dari Perubahan sensori perseptual : halusinasi yaitu isolasi so)ial : menarik diri.kspresi muka tegang" mudah tersinggung #Budi Anna eliat" 1$$$% /.isiko men)ederai diri " orang lain dan lingkungan Perubahan sensori perseptual: halusinasi @solasi sosial : menarik diri @C. Pohon Masalah . lien tidak tampak ber)akap4)akap dengan klien lain+ perawat♣ &idak ada kontak mata" klien sering menunduk♣ Berdiam diri di kamar+ klien kurang mobilitas♣ Menolak berhubungan dengan orang lain" klien memutuskan per)akapan atau pergi jika diajak ber)akap4)akap♣ &idak+ jarang melakukan kegiatan sehari4hari. &anda dan 'ejala : ( Memperlihatkan permusuhan ( Mendekati orang lain dengan an)aman ( Memberikan kata4kata an)aman dengan ren)ana melukai ( Menyentuh orang lain dengan )ara yang menakutkan ( Mempunyai ren)ana untuk melukai @@@. Perubahan sensori perseptual : halusinasi 1. Masalah keperawatan 1.isiko men)ederai diri" orang lain dan lingkungan /. . &anda dan gejala : ( Bi)ara" senyum dan tertawa sendiri ( Menarik diri dan menghindar dari orang lain ( &idak dapat membedakan antara keadaan nyata dan tidak nyata ( &idak dapat memusatkan perhatian ( *uriga" bermusuhan" merusak #diri sendiri" orang lain dan lingkungannya%" takut ( .esiko men)ederai merupakan suatu tindakan yang kemungkinan dapat melukai+ membahayakan diri" orang lain dan lingkungan. #Maramis" hal 11$% Halusinasi yaitu gangguan persepsi #proses penyerapan% pada pan)a indera tanpa adanya rangsangan dari luar pada pasien dalam keadaan sadar. . @solasi sosial : menarik diri /. &anda dan 'ejala : Apatis" ekspresi sedih" a!ek tumpul♣ Menghindar dari orang lain #menyendiri%♣ omunikasi kurang+ tidak ada. Masalah eperawatan dan 5ata yang Perlu 5ikaji 1.yang terjadi dalam keadaan sadar+terbangun. Akibat dari Halusinasi Pasien yang mengalami perubahan persepsi sensori: halusinasi dapat beresiko men)ederai diri sendiri" orang lain dan lingkungannya.awlins"1$$1%. 5ata yang perlu dikaji . Menarik diri merupakan per)obaan untuk menghindari interaksi dengan orang lain" menghindari hubungan dengan orang lain #.

( 5isorientasi. . 5iskusi tentang situasi yang menimbulkan halusinasi" waktu" !rekuensi terjadinya halusinasi serta apa yang dirasakan saat terjadi halusinasi. /. C@. 5ata objekti! lien mengamuk" merusak dan melempar barang4barang" melakukan tindakan kekerasan pada orang4orang disekitarnya.1. Bantu mengenal halusinasinya dengan menanyakan apakah ada suara yang didengar dan apa yang dikatakan oleh suara itu. /. 5ata . ( lien mengatakan melihat gambaran tanpa ada stimulus yang nyata. lien dapat membina hubungan saling per)aya. 5ata 2ubjekti! ( lien mengungkapkan tidak berdaya dan tidak ingin hidup lagi ( lien mengungkapkan enggan berbi)ara dengan orang lain ( lien malu bertemu dan berhadapan dengan orang lain. &indakan : 1. 1.bser3asi tingkah laku yang terkait dengan halusinasi #3erbal dan non 3erbal%. lien dapat mengenal halusinasinya. ( lien merasa ada sesuatu pada kulitnya. /. 5ata 2ubjekti! ( lien mengatakan mendengar bunyi yang tidak berhubungan dengan stimulus nyata. atakan bahwa perawat per)aya klien mendengar suara itu" tetapi perawat tidak. ( lien berhenti bi)ara ditengah kalimat untuk mendengarkan sesuatu. /.isiko men)ederai diri" orang lain dan lingkungan berhubungan dengan perubahan sensori perseptual : halusinasi. 1. ( lien mengatakan men)ium bau tanpa stimulus. ( lien takut pada suara+ bunyi+ gambar yang dilihat dan didengar. . atakan perawat akan membantu. . &ujuan khusus : 1. Perubahan sensori perseptual : halusinasi 1. ontak sering dan singkat. . Beri kesempatan mengungkapkan perasaan. /. :. 1. ( lien ingin memukul+ melempar barang4barang. :.bjekti! ( lien terlihat lebih suka sendiri ( Bingung bila disuruh memilih alternati! tindakan ( @ngin men)ederai diri+ingin mengakhiri hidup C.isiko men)ederai diri" orang lain dan lingkungan 1. 5ata . @solasi sosial : menarik diri 1. Ajak membi)arakan hal4hal yang ada di lingkungan. 1. /. . ( lien merasa makan sesuatu.bjekti! ( lien berbi)ar dan tertawa sendiri. 2alam terapeutik D perkenalan diri D jelaskan tujuan D )iptakan lingkungan yang tenang D buat kontrak yang jelas #waktu" tempat" topik%. 5ata subjekti! lien mengatakan marah dan jengkel kepada orang lain" ingin membunuh" ingin membakar atau menga)ak4a)ak lingkungannya. ( lien bersikap seperti mendengar+melihat sesuatu. 1. 5iagnosa eperawatan 1.isiko men)ederai diri" orang lain dan lingkungan berhubungan dengan perubahan sensori perseptual : halusinasi.en)ana &indakan eperawatan 5iagnosa 1: . &ujuan umum : klien tidak men)ederai diri sendiri" orang lain dan lingkungan. &indakan : 1. /.mpati. 1. Perubahan sensori perseptual : halusinasi berhubungan dengan menarik diri. .

lien dapat dukungan dari keluarga.ein!or)ement positi! akan meningkatkan harga diri klien ( Pujian yang realistik tidak menyebabkan klien melakukan kegiatan hanya karena ingin mendapatkan pujian &indakan: /. lien dapat menggunakan obat dengan benar. 7elaskan tujuan pertemuan <. <. 5iskusikan kemampuan dan aspek positi! yang dimiliki klien /. &indakan : 1.J :. Beri pendidikan kesehatan pada pertemuan keluarga tentang gejala" )ara" memutus halusinasi" )ara merawat" in!ormasi waktu !ollow up atau kapan perlu mendapat bantuan. Perkenalkan diri dengan sopan 1. lien dapat mengontrol halusinasinya. &indakan : 1. &indakan : 1. ( .asional : Hubungan saling per)aya merupakan dasar untuk kelan)aran hubungan interaksi selanjutnya &indakan : 1. sapa klien dengan ramah baik 3erbal maupun non 3erbal /. lien dapat menilai kemampuan yang digunakan . /. 5orong untuk mengungkapkan perasaan saat terjadi halusinasi. &unjukan sikap empati dan menerima klien apa adanya F. 2etiap bertemu klien hindarkan dari memberi penilaian negati! /. lien dapat mengidenti!ikasi kemampuan dan aspek positi! yang dimiliki . Beri rein!or)ement positi! klien minum obat yang benar.<. &ujuan husus: 1. @denti!ikasi bersama tentang )ara tindakan jika terjadi halusinasi. Beri perhatian kepada klien dan perhatikan kebutuhan dasar klien. 5iskusikan tentang dosis" nama" !rekuensi" e!ek dan e!ek samping minum obat. /. Bina hubungan saling per)aya dengan menggunakan prinsip komunikasi terapetutik 1. =. 5iagnosa /: Perubahan sensori perseptual : halusinasi berhubungan dengan menarik diri. Beri kesempatan melakukan )ara yang telah dipilih dan beri pujian jika berhasil. Utamakan memberikan pujian yang realistik 1. :. Bantu memilih dan melatih )ara memutus halusinasi : bi)ara dengan orang lain bila mun)ul halusinasi" melakukan kegiatan" mengatakan pada suara tersebut Isaya tidak mau dengar. /. 1.asional : ( 5iskusikan tingkat kemampuan klien seperti menilai realitas" kontrol diri atau integritas ego diperlakukan sebagai dasar asuhan keperawatannya.asional : ( eterbukaan dan pengertian tentang kemampuan yang dimiliki adalah prasyarat untuk berubah. Bantu menggunakan obat dengan prinsip < benar #nama pasien" obat" dosis" )ara" waktu%. 1. /. Anjurkan membi)arakan e!ek dan e!ek samping obat yang dirasakan.1. lien dapat membina hubungan saling per)aya . 5iskusikan man!aat )ara yang digunakan klien dan )ara baru untuk mengontrol halusinasinya. &anyakan nama lengkap klien dan nama panggilan yang disukai klien :. /.1. 1. &ujuan Umum: lien dapat berhubungan dengan orang lain se)ara optimal /. &anyakan hasil upaya yang telah dipilih+dilakukan. ( Pengertian tentang kemampuan yang dimiliki diri memoti3asi untuk tetap mempertahankan . /. Beri rein!or)ement positi! atas keterlibatan keluarga.1. /. ?ibatkan klien dalam &A : stimulasi persepsi. 7ujur dan menepati janji =.

&im 5irektorat eswa" 2tandar Asuhan eperawatan 7iwa" . A-i.6.A> @.P HA?U2@>A2@ 5A> WAHAM BAB @ &@>7AUA> &.275 5r.1.>'A. lien dapat meman!aatkan sistem pendukung yang ada . Beri kesempatan pada klien untuk men)oba kegiatan yang telah diren)anakan <.>5.ein!or)ement positi! dapat meningkatkan harga diri klien♣ Memberikan kesempatan kepada klien ntk tetap melakukan kegiatan yang bisa dilakukan♣ &indakan: 1.penggunaannya &indakan: 1.27P Bandung" /000 A2 .asional: ( Mendorong keluarga untuk mampu merawat klien mandiri di rumah ( 2upport sistem keluarga akan sangat berpengaruh dalam memper)epat proses penyembuhan klien.en)anakan bersama klien akti3itas yang dapat dilakukan setiap hari sesuai kemampuan ( egiatan mandiri ( egiatan dengan bantuan sebagian ( egiatan yang membutuhkan bantuan total 1. lien dapat #menetapkan% meren)anakan kegiatan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki . &indakan: =. 5.2. PU2&A A 1.>@2@ HA?U2@>A2@ . Beri )ontoh )ara pelaksanaan kegiatan yang boleh klien lakukan <. 5iskusikan kemampuan yang dapat dilanjutkan penggunaannya. &ingkatkan kegiatan sesuai dengan toleransi kondisi klien /.asional : ( Membentuk indi3idu yang bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri ( lien perlu bertindak se)ara realistis dalam kehidupannya. . ( Meningkatkan peran serta keluarga dalam merawat klien di rumah./. 5iskusikan kemungkinan pelaksanaan di rumah :.disi 1" Bandung" .asional : Memberikan kesempatan kepada klien mandiri dapat meningkatkan moti3asi dan harga diri klien♣ . eliat Budi Ana" Proses eperawatan esehatan 7iwa" .'*" 1$$$ 1. Amino 'onohutomo" /001 :.P2@ 2.." dkk" Pedoman Asuhan eperawatan 7iwa 2emarang : .. 2tuart 'W" 2undeen" Buku 2aku eperawatan 7iwa" 7akarta : . Bantu keluarga memberikan dukungan selama klien dirawat 1.. Beri pujian atas keberhasilan klien <.1 Beri pendidikan kesehatan pada keluarga tentang )ara merawat klien dengan harga diri rendah /. ( *ontoh peran yang dilihat klien akan memoti3asi klien untuk melaksanakan kegiatan &indakan: 1. Bantu keluarga menyiapkan lingkungan di rumah 5A6&A.@&@2 'A>''UA> P...'*" 1$$< /.>2.@ HA?U2@>A2@ P. :.disi @" 7akarta : . lien dapat melakukan kegiatan sesuai kondisi sakit dan kemampuannya . 5iskusikan dengan klien kemampuan yang masih dapat digunakan selama sakit /.

*ontoh : merasakan sensasi listrik datang dari tanah" benda mati atau orang lain. Biasanya berhubungan dengan stroke" tumor" kejang dan dementia. Penglihatan bisa menyenangkan atau menakutkan. Bisa juga klien bersikap mendengarkan suara halusinasi tersebut dengan mendengarkan penuh perhatian pada orang lain yang tidak bi)ara atau pada benda mati.. Halusinasi pendengaran : karakteristik ditandai dengan mendengar suara" teruatama suara D suara orang" biasanya klien mendengar suara orang yang sedang membi)arakan apa yang sedang dipikirkannya dan memerintahkan untuk melakukan sesuatu. 6aktor Perkembangan 7ika tugas perkembangan mengalami hambatan dan hubungan interpersonal terganggu maka indi3idu akan mengalami stress dan ke)emasan 6aktor 2osiokultural!  Berbagai !aktor dimasyarakat dapat menyebabkan seorang merasa disingkirkan oleh kesepian terhadap lingkungan tempat klien di besarkan. !.. Halusinasi penge)ap : arakteristik ditandai dengan merasakan sesuatu yang busuk" amis dan menjijikkan. P.7A5@>9A HA?U2@>A2@ Halusinasi pendengaran merupakan bentuk yang paling sering dari gangguan persepsi pada klien dengan gangguan jiwa #s)hi-oprenia%.. @@@. &etapi paling sering berupa kata D kata yang tersusun dalam bentuk kalimat yang mempengaruhi tingkah laku klien" sehingga klien menghasilkan respons tertentu seperti : bi)ara sendiri" bertengkar atau respons lain yang membahayakan.Halusinasi adalah satu persepsi yang salah oleh pan)a indera tanpa adanya rangsang #stimulus% eksternal #*ook B 6ontain" . Adalah !aktor resiko yang mempengaruhi jenis dan jumlah sumber yang dapat dibangkitkan oleh indi3idu untuk mengatasi stress. Halusinasi penghidu : karakteristik ditandai dengan adanya bau busuk" amis dan bau yang menjijikkan seperti : darah" urine atau !eses. ?A2@6@ A2@ HA?U2@>A2@ Pada klien dengan gangguan jiwa ada beberapa jenis halusinasi dengan karakteristik tertentu" diantaranya : a. Halusinasi sinestetik : karakteristik ditandai dengan merasakan !ungsi tubuh seperti darah mengalir melalui 3ena atau arteri" makanan di)erna atau pembentukan urine.2 &. b. 6aktor Biokimia!  Mempunyai pengaruh terhadap terjadinya gangguan jiwa.BAB HA?U2@>A2@ 1. e. 6A &. 5iperoleh baik dari klien maupun keluarganya" mengenai !aktor perkembangan sosial kultural" biokimia" psikologis dan genetik yaitu !aktor resiko yang mempengaruhi jenis dan jumlah sumber yang dapat dibangkitkan oleh indi3idu untuk mengatasi stress. Halusinasi penglihatan : karakteristik dengan adanya stimulus penglihatan dalam bentuk pan)aran )ahaya" gambaran geometrik" gambar kartun dan + atau panorama yang luas dan kompleks.2. Halusinasi peraba : karakteristik ditandai dengan adanya rasa sakit atau tidak enak tanpa stimulus yang terlihat.>9. Halusinasi pendengaran merupakan suatu tanda mayor dari gangguan s)hi-oprenia dan satu syarat diagnostik minor untuk metankolia in3olusi" psikosa mania depresi! dan syndroma otak organik. P. D 6A &. @@. @C.. 6aktor predisposisi. ).ssentials o! Mental Health >ursing" 1$AF%. Bentuk halusinasi ini bisa berupa suara D suara bising atau mendengung. 5engan adanya stress yang berlebihan dialami seseorang maka didalam tubuh akan dihasilkan suatu -at yang dapat . d. adang D kadang terhidu bau harum.

.bersi!at halusinogenik neurokimia seperti Bu!!o!enon dan 5imetytran!erase #5MP% 6aktor Psikologis!  Hubungan interpersonal yang tidak harmonis serta adanya peran ganda yang bertentangan dan sering diterima oleh anak akan mengakibatkan stress dan ke)emasan yang tinggi dan berakhir dengan gangguan orientasi realitas. @si halusinasi dijadikan sistem kontrol oleh indi3idu tersebut" sehingga jika perintah halusinasi berupa an)aman" dirinya atau orang lain indi3idu )enderung untuk itu. 6aktor genetik!  'en apa yang berpengaruh dalam ski-oprenia belum diketahui" tetapi hasil studi menunjukkan bahwa !aktor keluarga menunjukkan hubungan yang sangat berpengaruh pada penyakit ini. 1. /.espon klien terhadap halusinasi dapat berupa )uriga" ketakutan" perasaan tidak aman" gelisah dan bingung" prilaku merusak diri" kurang perhatian" tidak mampu mengambil keputusan serta tidak dapat membedakan keadaan nyata dan tidak nyata. :% 5imensi 2osial 5imensi sosial pada indi3idu dengan halusinasi menunjukkan adanya ke)enderungan untuk menyendiri. 1% 5imensi @ntelektual 5alam dimensi intelektual ini menerangkan bahwa indi3idu dengan halusinasi akan memperlihatkan adanya penurunan !ungsi ego. lien tidak sanggup lagi menentang perintah tersebut hingga dengan kondisi tersebut klien berbuat sesuatu terhadap ketakutan tersebut. .leh karena itu" aspek penting dalam melaksanakan inter3ensi keperawatan klien dengan mengupayakan suatu proses interaksi yang menimbulkan pengalaman interpersonal yang memuaskan" serta mengusakan klien tidak menyendiri sehingga klien selalu berinteraksi dengan lingkungannya dan halusinasi tidak berlangsung. 2aat halusinasi menguasai dirinya indi3idu kehilangan kontrol kehidupan dirinya.mosional Perasaan )emas yang berlebihan atas dasar problem yang tidak dapat diatasi merupakan penyebab halusinasi itu terjadi. 6aktor Presipitasi 9aitu stimulus yang dipersepsikan oleh indi3idu sebagai tantangan" an)aman+tuntutan yang memerlukan energi ekstra untuk koping. Prilaku . Menurut . /% 5imensi . Halusinasi dapat ditimbulkan oleh beberapa kondisi !isik seperti kelelahan yang luar biasa" penggunaan obat4obatan" demam hingga delirium" intoksikasi alkohol dan kesulitan untuk tidur dalam waktu yang lama. Pada awalnya halusinasi merupakan usaha dari ego sendiri untuk melawan impuls yang menekan" namun merupakan suatu hal yang menimbulkan kewaspadaan yang dapat mengambil seluruh perhatian klien dan tak jarang akan mengontrol semua prilaku klien. Pada indi3idu tersebut )enderung menyendiri hingga proses diatas tidak terjadi" indi3idu tidak sadar dengan keberadaannya dan halusinasi menjadi sistem kontrol dalam indi3idu tersebut.awlins dan Hea)o)k" 1$$1 men)oba meme)ahkan masalah halusinasi berlandaskan atas hakekat keberadaan seorang indi3idu sebagai mahkluk yang dibangun atas dasar unsur4unsur bio4psiko4sosio4spiritual sehingga halusinasi dapat dilihat dari lima dimensi yaitu : 1% 5imensi 6isik Manusia dibangun oleh sistem indera untuk menanggapi rangsang eksternal yang diberikan oleh lingkungannya. Adanya rangsang lingkungan yang sering yaitu seperti partisipasi klien dalam kelompok" terlalu lama diajak komunikasi" objek yang ada dilingkungan juga suasana sepi+isolasi adalah sering sebagai pen)etus terjadinya halusinasi karena hal tersebut dapat meningkatkan stress dan ke)emasan yang merangsang tubuh mengeluarkan -at halusinogenik. @si dari halusinasi dapat berupa perintah memaksa dan menakutkan. @ndi3idu asyik dengan halusinasinya" seolah4olah ia merupakan tempat untuk memenuhi kebutuhan akan interaksi sosial" kontrol diri dan harga diri yang tidak didapatkan dalam dunia nyata. <% 5imensi 2piritual Manusia di)iptakan &uhan sebagai makhluk sosial" sehingga interaksi dengan manusia lainnya merupakan kebutuhan yang mendasar.

. <. Men)oba ber!okus pada pikiran yang dapat menghilangkan ansietas 6ikiran dan pengalaman sensori masih ada dalam kontol kesadaran" nonpsikotik.. Mekanisme oping &iap upaya yang diarahkan pada pelaksanaan stress" termasuk upaya penyelesaian masalah langsung dan mekanisme pertahanan yang digunakan untuk melindungi diri C.@2&@ P. 2umber koping tersebut sebagai modal untuk menyelesaikan masalah" dukungan sosial dan keyakinan budaya" dapat membantu seseorang mengintegrasikan pengalaman yang menimbulkan stress dan mengadopsi strategi koping yang berhasil.@?A U ?@. &ersenyum" tertawa sendiri Menggerakkan bibir tanpa suara Pergerakkan mata yang )epat .> &ahap @ Memberi rasa nyaman tingkat ansietas sedang se)ara umum" halusinasi merupakan suatu kesenangan.espon 3erbal yang lambat 5iam dan berkonsentrasi &ahap @@ Menyalahkan &ingkat ke)emasan berat se)ara umum halusinasi menyebabkan perasaan antipati Pengalaman sensori menakutkan Merasa dile)ehkan oleh pengalaman sensori tersebut Mulai merasa kehilangan kontrol Menarik diri dari orang lain non psikotik &erjadi peningkatan denyut jantung" perna!asan dan tekanan darah Perhatian dengan lingkungan berkurang onsentrasi terhadap pengalaman sensori kerja ehilangan kemampuan membedakan halusinasi dengan realitas &ahap @@@ Mengontrol &ingkat ke)emasan berat Pengalaman halusinasi tidak dapat ditolak lagi lien menyerah dan menerima pengalaman sensori #halusinasi% @si halusinasi menjadi atrakti! esepian bila pengalaman sensori berakhir psikotik Perintah halusinasi ditaati . : # empat% tahapan halusinasi" karakteristik dan perilaku yang ditampilkan &AHAP A.A &. @ndi3idu dapat mengatasi stress dan anKietas dengan menggunakan sumber koping dilingkungan. 2umber oping 2uatu e3aluasi terhadap pilihan koping dan strategi seseorang.:. Mengalami ansietas" kesepian" rasa bersalah dan ketakutan.

HUBU>'A> 2 H@L. Psiko!armakologis .2@2 HA.esiko tinggi men)ederai Agitasi atau kataton &idak mampu berespon terhadap lingkungan C@..>A&A?A 2A>AA> M.A> Penatalaksanaan klien ski-oprenia adalah dengan pemberian obat D obatan dan tindakan lain" yaitu : 1. Biasanya dirangsang oleh ke)emasan" halusinasi menghasilkan tingkah laku yang tertentu" gangguan harga diri" kritis diri" atau mengingkari rangsangan terhadap kenyataan. Halusinasi pendengaran adalah paling utama pada ski-oprenia" suara D suara biasanya berasal dari &uhan" setan" tiruan atau relati!. Adapun kelompok yang umum digunakan adalah : . Halusinasi ini menghasilkan tindakan+perilaku pada klien seperti yang telah diuraikan tersebut di atas #tingkat halusinasi" karakteristik dan perilaku yang dapat diamati%.?A2 @M@A >AMA '. P.@ #5A'A>'% 5.>@A 5.>.. Perilaku panik .2ulit berhubungan dengan orang lain Perhatian terhadap lingkungan berkurang hanya beberapa detik &idak mampu mengikuti perintah dari perawat" tremor dan berkeringat &ahap @C lien sudah dikuasai oleh halusinasi lien panik Pengalaman sensori mungkin menakutkan jika indi3idu tidak mengikuti perintah halusinasi" bisa berlangsung dalam beberapa jam atau hari apabila tidak ada inter3ensi terapeutik. C@@.>'A.>'A> HA?U2@>A2@ 'angguan persepsi yang utama pada ski-oprenia adalah halusinasi" sehingga halusinasi menjadi bagian hidup klien.P.5@2 PA5A HA?U2@>A2@ P.bat D obatan yang la-im digunakan pada gejala halusinasi pendengaran yang merupakan gejala psikosis pada klien ski-oprenia adalah obat D obatan anti psikosis.@A> 6enotia-in Aseto!ena-in #&indal% lorproma-in #&hora-ine% 6lu!ena-ine #ProliKine" Permitil% Mesorida-in #2erentil% Per!ena-in #&rila!on% Proklorpera-in #*ompa-ine% Proma-in #2parine% &iorida-in #Mellaril% &ri!luopera-in #2tela-ine% &ri!luoproma-in #Cesprin% =041/0 mg 104A00 mg 14:0 mg 104:00 mg 1/4=: mg 1<41<0 mg :041/00 mg 1<04A00mg /4:0 mg =041<0 mg &ioksanten lorprotiksen #&ara)tan% .>5.

6A &.♣ Usia balita" tidak terpenuhi kebutuhan otonomi♣ Usia sekolah mengalami peristiwa yang tidak terselesaikan♣ b. 6aktor genetik Adanya pengaruh herediter #keturunan% berupa anggota keluarga terdahulu yang mengalami s)hi-oprenia dan kembar mono-igot.le)tro *ompulsi3e &herapy #. P. /. &erapi akti3itas kelompok #&A % BAB @@ A2UHA> ..*&% 1. P.&iotiksen #>a3ane% F<4=00 mg A410 mg Butiro!enon Haloperidol #Haldol% 14100 mg 5iben-odia-epin lo-apin #*lora-il% 1004$00 mg 5iben-okasa-epin ?oksapin #?oKitane% /041<0 mg 5ihidroindolon Molindone #Moban% 1<4//< mg /. 6aktor biologis Adanya kejadian terhadap !isik" berupa : atro!i otak" pembesaran 3ertikel" perubahan besar dan bentuk sel korteks dan limbi). ebiasaan . &erapi kejang listrik+. 1. A5? >utrisi tidak adekuat bila halusinasi memerintahkan untuk tidak makan" tidur terganggu karena ketakutan" kurang kebersihan diri atau tidak mandi" tidak mampu berpartisipasi dalam kegiatan akti3itas !isik yang berlebihan" agitasi gerakan atau kegiatan ganjil. 6aktor komunikasi dalam keluarga omunikasi peran ganda♣ &idak ada komunikasi♣ &idak ada kehangatan♣ omunikasi dengan emosi berlebihan♣ omunikasi tertutup♣ .>' A7@A> 1. 6aktor perkembangan terlambat Usia bayi" tidak terpenuhi kebutuhan makanan" minum dan rasa aman..>'A> HA?U2@>A2@ @. e.2@2@ a.> 5. 6@2@ a. !.rang tua yang membandingkan anak D anaknya" orang tua yang otoritas dan komplik orang tua♣ )..5@2P. 6aktor psikologis Mudah ke)ewa" mudah putus asa" ke)emasan tinggi" menutup diri" ideal diri tinggi" harga diri rendah" identitas diri tidak jelas" krisis peran" gambaran diri negati! dan koping destrukti!. d. b.P.. P.AWA&A> PA5A ?@. 6aktor sosial budaya @solasi sosial pada yang usia lanjut" )a)at" sakit kronis" tuntutan lingkungan yang terlalu tinggi.@?A U Bibir komat kamit" tertawa sendiri" bi)ara sendiri" kepala mengangguk D angguk" seperti mendengar sesuatu" tiba D tiba menutup telinga" gelisah" bergerak seperti mengambil atau membuang sesuatu" tiba D tiba marah dan menyerang" duduk terpaku" memandang satu arah" menarik diri.

2&A&U2 .M..esiko tinggi perilak u kekerasan berhubungan dengan halusinasi pendengaran &ujuan umum : lien dapat mengendalikan halusinasinya. Bina hubungan saling per)aya 2alam terapeutik♣ Perkenalkan diri♣ 7elaskan tujuan interaksi♣ Buat kontrak yang jelas♣ Menerima klien apa adanya♣ ontak mata positi!♣ *iptakan lingkungan yang terapeutik♣ /. 5e!isit perawatan diri berhubungan dengan kurangnya minat. d. 6ungsi sistim tubuh ( Perubahan berat badan" hipertermia #demam% ( >eurologikal perubahan mood" disorientasi ( etidak e!ekti!an endokrin oleh peningkatan temperatur :.3aluasi .>*A>A @>&.Berhenti dari minuman keras" penggunaan obat D obatan dan -at halusinogen dan tingkah laku merusak diri. erusakan interaksi so)ial : menarik diri berhubungan dengan harga diri rendah. 5orong klien dan beri kesempatan untuk mengungkapkan perasaannya 1.C. . Hubungan saling per)aya sebagai dasar interaksi yang terapeutik antara perawat dan klien /. 2&A&U2 @>&. . erusakan komunikasi 3erbal berhubungan dengan perubahan proses !ikir. @@.?. =. 2&A&U2 2.2@A? Putus asa" menurunnya kualitas kehidupan" ketidakmampuan mengatasi stress dan ke)emasan.AWA&A> 1.esiko tinggi perilaku kekerasan berhubungan dengan halusinasi pendengaran. &UA? 'angguan persepsi" penglihatan" pendengaran" pen)iuman dan ke)ap" isi pikir tidak realistis" tidak logis dan sukar diikuti atau kaku" kurang moti3asi" koping regresi dan denial serta sedikit bi)ara. 'angguan persepsi sensori : halusinasi berhubungan dengan isolasi so)ial : menarik diri.asional 1. 5@A'>.2A .AWA&A> 5iagnosa eperawatan @ : . &U 1 : lien dapat membina hubungan saling per)aya dengan perawat @nter3ensi 1. .iwayat s)hi-o!renia dalam keluarga e. /.mpati perawat akan meningkatkan hubungan terapeutik perawat4klien .2@ A!ek tidak sesuai" perasaan bersalah atau malu" sikap negati! dan bermusuhan" ke)emasan berat atau panik" suka berkelahi. .. 5engarkan ungkapan klien dengan rasa empati.P. . @@@. . =. ). Perubahan proses !ikir berhubungan dengan harga diri rendah.>2@ P. :. 1. <. <.iwayat kesehatan 2)hi-o!renia" delirium berhubungan dengan riwayat demam dan penyalahgunaan obat... Ungkapan perasaan oleh klien sebagai bukti bahwa klien memper)ayai perawat 1.

&U 1 : lien dapat mengendalikan halusinasinya @nter3ensi : 1. lien dapat menyebutkan tindakan yang dapat dilakukan dan saat halusinasi terjadi setelah dua kali pertemuan. <. Melibatkan klien dalam memperkenalkan halusinasinya. lien dapat mengungkapkan respon perilakunya saat halusinasi terjadi setelah / kali pertemuan. <. 1. . Menghargai respon atau upaya klien.bser3asi tingkah laku 3erbal dan non 3erbal klien yang terkait dengan halusinasi #sikap seperti mendengarkan sesuatu" bi)ara atau tertawa sendiri" terdiam di tengah D tengah pembi)araan%. F. 5orong klien untuk mengungkapkan perasaannya ketika halusinasi mun)ul. @denti!ikasi bersama klien tentang waktu mun)ulnya halusinasi" isi halusinasi dan !rekuensi timbulnya halusinasi. Beri pujian atas pilihan klien yang tepat. Beri pujian atas tindakan klien yang positi!.lien dapat mengungkapkan perasaannya dan kondisinya se)ara 3erbalϖ &U / : lien dapat mengenali halusinasinya @nter3ensi : 1. Melibatkan klien dalam menghadapi masalah halusinasi lanjutan . 1. A. /. lien dapat menyebutkan / dari 1 )ara mengatasi halusinasi. <. 1. :. :. Mengurangi waktu kosong bagi klien untuk menyendiri. lien dapat menyebutkan situasi" isi dan waktu timbulnya halusinasi setelah 1 kali pertemuan. F. Memberikan in!ormasi dan alternati! )ara mengatasi halusinasi pada klien. /. Mengumpulkan data inter3ensi terkait dengan halusinasi. 5iskusikan ajarkan )ara mengatasi halusinasi. . :. &erima halusinasi sebagai hal yang nyata bagi klien dan tidak nyata bagi perawat. 5iskusikan dengan klien hasil atau upaya yang telah dilakukan.3aluasi : 1. 5iskusikan dengan klien mengenai perasaannya saat terjadi halusinasi. lien dapat membedakan hal yang nyata dan yang tidak setelah 14: kali pertemuan dengan men)eritakan hal D hal yang nyata. 1. A. /. . . @denti!ikasi tindakan klien yang positi!. Melibatkan klien dalam menentukan ren)ana inter3ensi. Moti3asi respon klien atas upaya yang telah dilakukan. =.3aluasi : 1. =. . $. Adakan kontak se)ara sering dan singkat /. /. 5orong klien untuk memilih )ara yang disukai untuk mengontrol halusinasi. /. Bersama klien ren)anakan kegiatan untuk men)egah terjadinya halusinasi. =.asional : 1. 5orong klien untuk melakukan tindakan yang telah dipilih. Beri penguatan atas upaya yang telah berhasil dilakukan dan beri solusi jika ada keluhan klien tentang )ara yang dipilih. Memberi kesempatan pada klien untuk memilihkan )ara sesuai kehendak dan kemampuannya. Mengetahui koping klien sebagai data inter3ensi keperawatan selanjutnya. <. =. :. Mengetahui )ara D )ara klien mengatasi halusinasi baik yang positi! maupun yang negati!. Meningkatkan rasa per)aya diri klien. Membantu klien mengenali tingkah lakunya saat halusinasi. 1. Memperkenalkan hal yang merupakan realita pada klien.asional : 1.

. 1. Beri penguatan positi! atas upaya yang baik dalam merawat klien.asional : 1. 1. aji pengetahuan keluarga tentang halusinasi dan tindakan yang dilakukan keluarga dalam merawat klien.ϖ &U 1 : lien dapat membina hubungan saling per)aya dengan perawat. Memastikan e!ek obat D obatan yang tidak diharapkan terhadap klien. &ujuan umum : lien dapat berhubungan dengan orang lain dan lingkungan sehingga halusinasi dapat di)egah. <. .asional : 1.&U : : lien dapat menggunakan obat untuk mengontrol halusinasinya. @nter3ensi : Bina hubungan saling per)ayaϖ Menyapa klien dengan ramah♣ Mengingatkan kontrak♣ &erima klien apa adanya♣ 7elaskan tujuan pertemuan♣ 2ikap terbuka dan empati♣ . Memberikan in!ormasi dan mengajarkan keluarga tentang halusinasi dan )ara merawat klien. Mengobser3asi e!ekti3itas program pengobatan. @nter3ensi : 1.ϖ . /. . Bina hubungan saling per)aya dengan klien.ϖ &U < : lien mendapat dukungan keluarga dalam mengendalikan halusinasi. Men)ari data awal untuk menentukan inter3ensi selanjutnya.bser3asi tanda dan gejala terkait e!ek dan e!ek samping. Pujian untuk menghargai keluarga. 1. /. /. :. @nter3ensi : 1.3aluasi : lien meminum obat se)ara teratur sesuai instruksi dokter. Beri pujian atas upaya keluarga yang positi!.ϖ 5iagnosa eperawatan / : Perubahan sensori persepsi halusinasi pendengaran berhubungan dengan isolasi so)ial : menarik diri. <. 5iskusikan dengan klien tentang obat untuk mengontrol halusinasinya. :. 1.3aluasi : eluarga dapat menyebutkan )ara D )ara merawat klien halusinasi. . Penguatan untuk menghargai upaya keluarga.3aluasi : 2etelah / kali pertemuan klien dapat menerima kehadiran perawat. :.ϖ . /. 5iskusikan dengan dokter tentang e!ek dan e!ek samping obat .asional : ejujuran" kesediaan dan penerimaan meningkatkan keper)ayaan hubungan antara klien dengan perawat. Bantu klien untuk memutuskan bahwa klien minum obat sesuai program dokter. :. Memastikan klien meminum obat se)ara teratur. 2ebagai upaya membina hubungan terapeutik dengan keluarga. Memberikan in!ormasi dan meningkatkan pengetahuan klien tentang e!ek obat terhadap halusinasinya. 5iskusikan dan ajarkan dengan keluarga tentang : halusinasi" tanda D tanda dan )ara merawat halusinasi.

1. /. 5orong klien untuk menyebutkan )ara berhubungan dengan orang lain. . Meningkatkan pengetahuan klien tentang perlunya berhubungan dengan orang lain.&U / : lien dapat mengenal perasaan yang menyebabkan perilaku menarik diri. 1. Meningkatkan harga diri klien sehingga berani bergaul dengan lingkungan sosialnya. .3aluasi : lien dapat menyebutkan / dari 1 man!aat berhubungan dengan orang lainϖ Mendapat teman♣ 5apat mengungkapkan perasaan♣ Membantu meme)ahkan masalah♣ &U : : lien dapat berhubungan dengan orang lain se)ara bertahap.ein!or)ement positi! dapat meningkatkan harga diri klien.3aluasi : lien dapat menyebutkan )ara berhubungan dengan orang lain" misalnya :ϖ Membalas sapaan perawat♣ ontak mata positi!♣ Mau berinteraksi♣ &U < : lien mendapat dukungan dari keluarga dalam berhubungan dengan orang lain. ?ibatkan klien dalam kegiatan &A dan A5? ruangan :. 5orong klien untuk menyebutkan kembali man!aat berhubungan dengan orang lain. /. /. /. Mengetahui sejauh mana pengetahuan klien tentang menarik diri sehingga perawat dapat meren)anakan tindakan yang selanjutnya. Beri kesempatan pada klien untuk mengungkapkan perasaan penyebab menarik diri. 1. . :.ϖ &U 1 : lien dapat mengetahui keuntungan berhubungan dengan orang lain. . . . . . 1. Membantu klien dalam mempertahankan hubungan inter personal.3aluasi : 2etelah 1 kali pertemuan klien dapat menyebutkan penyebab atau alasan menarik diri. /. Untuk mengetahui tingkat pemahaman klien terhadap in!ormasi yang telah diberikan. @nter3ensi : 1. /. aji pengetahuan klien tentang perilaku menarik diri. Untuk mengetahui alasan klien menarik diri. 5iskusikan bersama klien tentang menarik dirinya. Beri pujian terhadap kemampuan klien dalam menyebutkan man!aat berhubungan dengan orang lain. lien mungkin mengalami perasaan tidak nyaman" malu dalam berhubungan sehingga perlu dilatih se)ara bertahap dalam berhubungan dengan orang lain.asional : 1.ein!or)ement positi! atas keberhasilan yang telah di)apai klien.ein!or)ement positi! dapat meningkatkan harga diri klien. 1.asional : 1. 5orong dan bantu klien berhubungan dengan orang lain se)ara bertahap antara lain : lien4perawat♣ lien4perawat4perawat lain♣ lien4perawat4perawat lain4klien lain♣ lien4kelompok ke)il #&A %♣ lien4keluarga♣ 1. @nter3ensi : 1. . Beri pujian terhadap kemampuan klien mengungkapkan perasaannya. @nter3ensi : . 5iskusikan tentang man!aat berhubungan dengan orang lain. Untuk mengetahui pemahaman klien terhadap in!ormasi yang telah diberikan. :. @nter3ensi : 1.asional : 1.

Untuk mengetahui sejauh mana hubungan klien dengan keluarga. /.asional : 1. . Membantu klien dalam meningkatkan hubungan interpersonal dengan keluarga. =. 5iskusikan dengan klien ideal dirinya" apa harapan selama di . Beri klien penguatan misalnya : membawa makanan kesukaan klien. Beri kesempatan klien untuk berhasil. /. 7elaskan kepada keluarga tentang kebutuhan klien. /. <. 5iskusikan kelemahan yang dimiliki klien. . Memberikan kesempatan berhasil lebih tinggi. =. @nter3ensi : 1. Beri rein!or)ement positi! terhadap keberhasilan yang telah di)apai. &ujuan umum : lien mampu berhubungan dengan orang lain tanpa merasa rendah diri. 5iskusikan tentang man!aat berhubungan dengan orang lain. <. 5orong klien untuk mengikuti kegiatan bersama keluarga seperti : makan" ibadah dan rekreasi. . Untuk mengetahui sampai dimana realistis dari harapan klien. /. 1. lien dapat menyebutkan kelemahan yang dimiliki dan tidak menjadi halangan untuk men)apai keberhasilan. 5iskusikan dengan klien kelebihan yang dimilikinya. Beritahukan bahwa ada hikmah di balik kekurangan yang dimiliki. 1. eterlibatan keluarga sangat membantu dalam mengembangkan interaksi dengan lingkungannya. &U / : lien dapat menyelidiki dirinya.asional : 1. <. :. 5iagnosa keperawatan 1 @solasi sosial : menarik diri berhubungan dengan gangguan konsep diri : harga diri rendah. lien menarik diri membutuhkan perhatian yang khusus.ϖ &U 1 : lien dapat memperluas kesadaran diri. lien dapat menyebutkan kemampuan yang ada pada dirinya setelah 1 kali pertemuan. Bantu keluarga untuk tetap mempertahankan hubungan dengan klien yaitu memperlihatkan perhatian dengan kunjungan rumah sakit.2" ren)ana klien setelah pulang dan apa )ita D )ita yang ingin di)apai. Mengingatkan klien bahwa ia manusia biasa yang mempunyai kekurangan. Membantu klien membentuk harapan yang realistis. Anjurkan klien untuk lebih meningkatkan kelebihan yang dimiliki klien.3aluasi : 1. /. /.1.3aluasi : 1. Beritahu klien bahwa manusia tidak ada yang sempurna" semua memiliki kelebihan dan kekurangan. 1. /. :. eluarga mengunjungi klien ke rumah sakit setiap minggu se)ara bergantian. Agar klien tidak merasa putus asa. 2etelah / kali pertemuan klien dapat membina hubungan dengan keluarga. @nter3ensi : 1. 1. =. /. Memberikan harapan pada klien. . :. Mengidenti!ikasi hambatan yang dirasakan klien. Bantu klien mengembangkan antara keinginan dan kemampuan yang dimilikinya. . =. :. . 5orong klien untuk mengemukakan perasaan keluarga 1. Menghadirkan realita pada klien.asional : 1. <. Mengidenti!ikasikan hal D hal positi! yang masih dimiliki klien. :. Meningkatkan rasa per)aya diri klien kepada keluarga dan merasa diperhatikan. Beritahu klien bahwa kekurangan bisa ditutupi dengan kelebihan yang dimiliki klien.

Mengantisipasi masalah yang timbul.asional : 1. <. . <.3aluasi : 1. F. /. Mengetahui apakah kegagalan tersebut mempengaruhi klien. <. Anjurkan pada keluarga untuk menerima klien apa adanya. :. &U : : lien dapat membuat ren)ana yang realistis.asional : 1. Meningkatkan penghargaan terhadap perilaku yang positi!. 1. Agar prioritas yang dipilih sesuai dengan kemampuan. Bi)arakan kegagalan yang pernah dialami klien dan sebab D sebab kegagalan. . /. :. =.ϖ &U 1 : lien dapat menge3aluasi dirinya. F. :. Agar klien tetap realistis dengan kemampuan yang dimiliki. @nter3ensi : 1. Anjurkan setiap anggota keluarga untuk mengenal dan menghargai klien tidak mengejek" tidak menjauhi. Memberikan penghargaan atas keberhasilan yang telah di)apai.1. /. <. Anjurkan keluarga untuk melibatkan klien dalam setiap pertemuan keluarga. /. Menyiapkan support sistem yang akurat. @kut sertakan klien dalam kegiatan akti3itas kelompok. &unjukkan keterampilan dan keberhasilan yang telah di)apai klien. =. Bantu klien mengidenti!ikasi kegiatan atau yang berhasil di)apainya. /. Bantu klien memilih priotitas tujuan yang mungkin dapat di)apainya. Beri kesempatan klien untuk melakukan kegiatan yang telah dipilih. @nter3ensi : 1. . Memberikan kekuatan pada klien bahwa kegagalan itu bukan merupakan akhir dari suatu usaha. lien dapat menyebutkan tujuan yang ingin di)apai setelah 1 kali pertemuan. Menghargai keputusan yang telah dipilih klien. 1.asional : 1. Meningkatkan harga diri klien. lien dapat menyebutkan keberhasilan yang pernah dialami setelah 1 kali pertemuan. @nter3ensi : 1. . 1. Mengingatkan klien bahwa ia tidak selalu gagal. /. :. aji bagaimana respon klien terhadap kegagalan tersebut dan )ara mengatasinya. . Beri rein!or)ement positi! bila klien mau mengikuti kegiatan kelompok. lien dapat menyebutkan kegagalan yang pernah dialami setelah : kali pertemuan.3aluasi : lien dapat menyebutkan )ita4)ita dan harapan yang sesuai dengan kemampuannya setelah 1 kali pertemuan. 1. 1. 7elaskan pada klien bahwa kegagalan yang dialami dapat menjadi pelajaran untuk mengatasi kesulitan yang mungkin terjadi di masa yang akan datang. Memberikan kesempatan klien di dalam kelompok mengembangkan kemampuannya.3aluasi : 1. /. /. . Bantu klien merumuskan tujuan yang ingin di)apainya. :. . Mengetahui koping yang selama ini digunakan oleh klien. 5iskusikan dengan klien tujuan yang ingin di)apai dengan kemampuan klien. aji bagaimana perasaan klien dengan keberhasilan tersebut. 5iskusikan dengan keluarga tanda D tanda harga diri rendah. <. Meningkatkan per)aya diri klien. Mempertahankan klien untuk tetap realistis. &U < : lien dapat dukungan keluarga yang meningkatkan harga dirinya. lien dapat membuat keputusan dan men)apai tujuan setelah 1 kali pertemuan. Anjurkan pada keluarga untuk memberikan kesempatan berhasil pada klien. Memberi kesempatan klien untuk menilai dirinya sendiri. :.

5iskusikan )ara untuk men)egah waham" )ontoh per)aya pada orang lain" belajar akan kenyataan" bi)ara dengan orang lain" yakin akan dirinya bahwa tidak ada yang akan mengerti perasaannya bila tidak )erita dengan orang lain. aji bagaimana perasaan klien dengan keberhasilan. 'unakan teknik komunikasi terapeutik.1. @nter3ensi : 1. Bantu klien untuk mengungkapkan anansietas" takut atau tidak aman.ϖ &U 1 : lien dapat menge3aluasi dirinya. Meningkatkan interaksi klien dengan anggota keluarga. ϖ &U 1 : lien dapat mengenal akan wahamnya. eluarga dapat menyebutkan tanda D tanda harga diri rendah. eluarga dapat berespon dan memperlakukan klien se)ara tepat setelah / kali pertemuan. 1. <. . @nter3ensi : 1. 1.3aluasi : 1. Bantu klien mengidenti!ikasi kegiatan atau keinginan yang berhasil di)apainya. @nter3ensi : 1. /.asional : ϖ Hal ini mendorong untuk menyampaikan rasa empati" mengembangkan rasa per)aya dan akhirnya mendorong klien untuk mendiskusikannya. .ϖ &U / : lien dapat mengendalikan wahamnya. ( Mengatakan diri tidak berharga ( &idak berguna dan tidak mampu ( Pesimis dan menarik diri dari realita /. Adakan kontrak sering dan singkat.♣ /.asional : 1. /. :. aji bagaimana respon klien terhadap kegagalan tersebut dan )ara mengatasi <. Ungkapkan perasaan se)ara 3erbal dalam lingkungan yang tidak teran)am akan mendorong klien untuk mengungkapkan perasaannya yang mungkin sudah terpendam. /. 6o)us dan kuatkan pada orang D orang yang nyata" ingatan tentang pikiran irasional. Memberikan kesempatan pada klien untuk sukses. Membantu meningkatkan harga diri klien. Bi)arakan kegagalan yang pernah dialami klien dan sebab D sebab kegagalan :.3aluasi : lien dapat mengendalikan wahamnya dengan bantuan perawat dengan menggunakan )ara yang e!ekti! dalam : K pertemuan. 5iagnosa eperawatan : : 'angguan komunikasi 3erbal berhubungan dengan perubahan proses pikir.3aluasi : lien dapat mengenal akan wahamnya setelah mendapat penjelasan dari perawat dalam : K pertemuan. 7elaskan pada klien bahwa kegagalan yang dialami dapat menjadi pelajaran untuk mengatasi kesulitan yang mungkin terjadi di masa yang akan datang.♣ Pertahankan konsistensi perawat yang bertugas. . . . Bi)arakan kejadian D kejadian dan orang D orang yang nyata. &ujuan umum : lien dapat mengontrol halusinasinya. . 5iskusikan yang ber!okus pada ide D ide yang salah tidak akan men)apai tujuan dan mungkin buat psikosisnya lebih buruk jika pasien dapat belajar untuk menghentikan ansietas yang meningkat" pikiran waham dapat di)egah. 7angan membantah atau menyangkal keyakinan pasien. Untuk memudahkan rasa per)aya dan kemampuan untuk mengerti akan tindakan dan komunikasi pasien membantah atau menyangkal tidak akan berman!aat apa D apa.

<. :. 1. &unjukkan keterampilan yang telah di)apai klien. 5iagnosa eperawatan < : Perubahan proses pikir berhubungan dengan harga diri rendah kronis. /. 5iskusikan dengan klien ideal dirinya" apa ren)ana selama di . Memberikan kekuatan pada klien bahwa kegagalan itu bukan merupakan akhir dari suatu usaha.asional : 1.asional : 1. @kutsertakan klien dalam kegiatan akti3itas kelompok. Mempertahankan klien agar tetap realistis. Mengingatkan klien bahwa klien manusia biasa yang mempunyai kekurangan 1. &U : : lien dapat membuat ren)ana yang realistis.3aluasi : 1. :.2" ren)ana klien setelah pulang dan apa )ita D )ita yang ingin di)apai /. @nter3ensi : 1. Agar klien tidak merasa putus asa . lien dapat menyebutkan keberhasilan yang pernah dialami setelah 1 K pertemuan. Mengingatkan klien bahwa ia tidak selalu gagal. :. Menghadirkan harapan pada klien :. <.asional : 1. <. Memberi penghargaan atas keberhasilan yang telah di)apai. Mengetahui koping yang selama ini digunakan oleh klien :. 5iskusikan dengan klien kelebihan yang dimilikinya /.ϖ &U 1 : lien dapat memperluas kesadaran diri @nter3ensi : 1. . =. Mengidenti!ikasi hal D hal positi! yang masih dimiliki klien /. Beritahu klien bahwa kekurangan bisa ditutup dengan kelebihan yang dimiliki. /. Beritahu klien bahwa manusia tidak ada yang sempurna" semua memiliki kelebihan dan kekurangan. Bantu klien memuaskan tujuan yang ingin di)apainya. 5iskusikan dengan klien tujuan yang ingin di)apai dengan kemampuan klien. lien dapat menyebutkan kemampuan yang ada pada dirinya setelah 1 K pertemuan /. 5iskusikan kelemahan yang dimiliki klien 1. Memberikan kesempatan klien di dalam kelompok mengembangkan kemampuannya. Menghargai keputusan yang telah dipilih klien. 1. lien dapat menyebutkan kegagalan yang pernah dialami setelah : K pertemuan. Agar klien dapat tetap realistis dengan kemampuan yang dimiliki. Agar prioritas yang dipilih sesuai dengan kemampuan. . =.3aluasi : 1. &ujuan umum : lien mampu berhubungan dengan orang lain tanpa merasa rendah diri. Memberi kesempatan klien untuk menilai dirinya sendiri 1. Beri kesempatan klien untuk melakukan kegiatan yang telah dipilih. Bantu klien mengembangkan antara keinginan dan kemampuan yang dimilikinya .. Beritahukan klien bahwa ada hikmah di balik kekurangan yang dimiliki . /. Bantu klien untuk memilih prioritas tujuan yang mungkin dapat di)apainya. /. lien dapat menyebutkan kelemahan yang dimiliki dan tidak menjadi halangan untuk men)apai keberhasilan &U / : lien dapat menyelidiki dirinya @nter3ensi : 1.

ein!or)ement positi! dapat menyenangkan hati klien dan meningkatkan minat klien untuk melakukan perawatan diri.3aluasi : ϖ lien dapat menyebutkan keuntungan dari melakukan perawatan diri seperti memelihara kesehatan dan memberi rasa nyaman dan segar.asional : 1. Meningkatkan rasa per)aya diri klien :. Beri pujian terhadap kemampuan klien dalam menyebutkan keuntungan melakukan perawatan diri . /. . .3aluasi : lien melakukan perawatan diri seperti : mandi memakai sabun / K sehari" menggosok gigi dan men)u)i rambut" memotong kuku. 5iskusikan tentang keuntungan melakukan perawatan diri /. 5orong dan bantu klien dalam melakukan perawatan diri /. .ϖ &U 1 : lien berminat melakukan perawatan diri @nter3ensi : 1. Memberi penghargaan terhadap perilaku yang positi! .asional : 1. Untuk mengetahui tingkat pemahaman klien tentang in!ormasi yang telah diberikan 1. &ujuan umum : lien dapat melakukan perawatan diriϖ &U 1 : lien mengetahui keuntungan melakukan perawatan diri @nter3ensi : 1.1.ein!or)ement positi! untuk menyenangkan hati klien.ein!or)ement posisit! dapat menyenangkan hati pasien . Beri rein!or)ement positi! terhadap keberhasilan yang telah di)apai . Untuk meningkatkan kemampuan pengetahuan klien tentang perlunya perawatan diri. . &U / : lien mengetahui kerugian jika tidak melakukan perawatan diri @nter3ensi : 1. . Beri pujian atas keberhasilan klien melakukan perawatan diri .asional : 1. Untuk meningkatkan minat klien dalam melakukan perawatan diri /.ϖ 5iagnosa eperawatan = : 5e!isit perawatan diri berhubungan dengan intoleransi akti3itas. Beri pujian terhadap kemampuan klien dalam menyebutkan kerugian tidak melakukan perawatan diri. Beri kesempatan pada klien untuk berhasil :. .3aluasi : lien dapat menyebutkan kerugian dari tidak melakukan perawatan diri seperti terkena penyakit" sulit mendapat teman. Untuk meningkatkan pengetahuan klien tentang perlunya perawatan diri /. /.asional : 1.3aluasi : lien dapat menyebutkan )ita D )ita dan harapan yang sesuai dengan kemampuannya setelah 1 K pertemuan. 5orong klien untuk menyebutkan kembali keuntungan dalam melakukan perawatan diri 1. Membantu klien untuk membentuk harapan yang realistis 1.ϖ . Untuk mengetahui sampai dimana realistis dan harapan pasien. 5iskusikan tentang kerugian tidak melakukan perawatan diri /.

Psikososial 1. . @dentitas lien >ama : &n. &ilatang amang ab.ks. <. & Umur : /A tahun 7enis elamin : ?aki4laki Alamat : 'adut e).BAB @@@ &@>7AUA> A2U2 HA?U2@>A2@ P. 6aktor Predisposisi Berdasarkan pengkajian yang dilakukan tanggal 1= 7anuari /00A" didapat bahwa: 1. Pemeriksaan 6isik &5 : 1/0+$0 >adi : A:K+i 2uhu : 1="/o* BB : =< g &B : 1F0 )m Perna!asan : //K+i eluhan 6isik : 2etelah dilakukan obser3asi pada klien" didapat bahwa tidak terdapat keluhan !isik.A> 7enis : Perawatan omunitas &gl Pengkajian : 1= 7anuari /00A D 1$ 7anuari /00A @. 2MP @n!orman : lien dan eluarga lien &gl. lien mengatakan pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan yaitu ketika klien kelas / 2MA" orang tua klien ber)erai dan klien tidak menerima. Agam 2uku : Minang 2tatus : Belum awin Pendidikan : . lien mengatakan anggota keluarganya tidak ada yang menderita penyakit yang sama dengan klien. 1. P Hubungan : Ayah andung Pekerjaan : 2wasta @@. M M .>'A.27 Puti Bungsu pada tahun /001 /. lien mengatakan tidak pernah mengalami trauma. Pengobatan klien sebelumnya tidak berhasil karena klien putus obat. 'enogram et: : lien : ?aki4laki . M M Berduka dis!ungsional @@@. :.egiment &herapeutik tidak e!ekti!.>5. Pengkajian : 1= 7anuari /00A D 1$ 7anuari /00A Penanggung 7awab : &n.rang tua klien mengatakan bahwa klien pernah berobat dan sempat dirawat di . @C.

M M erusakan komunikasi 3erbal 1. /. @nteraksi selama wawan)ara @nteraksi klien selama wawan)ara tidak kooperatir jika sudah lebih dari 1 menit" kontak mata terlihat bahagia berlebihan tanpa sebab. Akti!itas motorik lien dapat melakukan akti3itas seperti makan" mandi" membersihkan ruangan dan pada saat berinteraksi dengan perawat" klien tampak tenang.: Perempuan : 2uami istri : *erai : &inggal serumah lien merupakan anak pertama dari 1 bersaudara. 2tatus Mental 1. C. Penampilan Penampilan klien kurang rapi tetapi pemilihan pakaian klien sesuai.sa itu ada. M M 'angguan harga diri rendah+ 1.rang yang berarti bagi klien adalah pa)ar klien b. onsep diri a. Alam perasaan lien tampak gembira berlebihan dan klien merasa ada suara yang mengajaknya ber)anda yang membuatnya tertawa sendiri. /. Harga diri lien mengatakan kalau pa)arnya selalu menghinanya jelek dan bau dan klien merasa terhina karena pa)ar klien meninggalkannya. Persepsi lien mengatakan bahwa ia sering mendengar suara4suara wanita yang mengejeknya bau dan . :. lien paling dekat dengan ayah klien dan yang membuat keputusan di rumah adalah ayah klien. d. @deal diri lien ingin ingin punya pa)ar. arena alasan klien jelek dan buruk. 2pritual lien adalah penganut agama @slam dan mengakui bahwa &uhan Maha . =. . F. ). Peran 5i rumah klien berperan sebagai anak. A!ek lien tampak senang jika membi)arakan pa)ar4pa)arnya tapi klien tampak marah mengingat ayah dan ibunya yang ber)erai. lien mengatakan tidak mau bergaul dengan orang lain dan tidak pernah mengikuti kegiatan masyarakat. b. Hubungan sosial a. Hambatan dalam berhubungan orang lain klien tidak suka berbi)ara dengan orang lain M : erusakan integrisa sosial : menarik diri :. ). *itra tubuh lien mengatakan tubuhnya biasa4biasa saja dan klien menyukai semua bagian tubuhnya. Pembi)araan Awal pengkajian klien bisa menjawab pertanyaan dengan baik tetapi lebih dari < menit jawaban klien mulai inkoheren yaitu jawaban tidak sesuai dengan pertanyaan. M M 'angguan isi !ikir <. lien tinggal bersama ayah dan kedua saudaranya sejak kelas / 2MA karena ayah dan ibu klien ber)erai.

: 4 5ari data klien dirawat untuk kedua kalinya 52: 4 lien mengatakan kalau klien ke)ewa sekali waktu orang tuanya ber)erai . : 4 5i rumah klien suka mengamuk dan marah4marah 52: 4 lien mengatakan sudah / kali masuk . A.jelek. 2etiap bertemu dengan perawat klien mengatakan kalau dia artis internasional yang dikatakan berulang4ulang walaupun sudah diberi bantahan. 11. Mekanisme oping lien mengatakan kalau ada masalah klien tidak mau mengatakan kepada orang lain. C@. &ingkat kesadaran lien tampak bingung dan sering lupa terhadap waktu" tempat" orang" 10. Analisa 5ata >o Analisa 5ata Masalah eperawatan 52: 4 eluarga mengatakan sebelum masuk . C@@@. 2uara ini lebih sering datang dari suara yang mengejek klien dan jika klien mendengar suara ini klien tertawa4tertawa sendiri. 2uara itu mun)ul ketika klien sedang sendiri dan bermenung" kadang dalam sehari suara4suara itu datang / kali yang membuat klien bi)ara4bi)ara sendiri melawan suara itu dan membuat klien menarik diri karena klien merasa malu karena ejekan suara itu. 5.27. 1/. $. Aspek Medik lien dapat therapy 4 Haloperidol 1 K 1. &ingkat konsentrasi dan berhitung lien dapat berhitung tapi agak susah untuk berkonsentrasi karena ada suara wanita yang mengganggunya. M M oping indi3idu tidak e!ekti!. Pengetahuan lien menyatakan ia tidak tahu tentang penyakitnya" !aktor prisipitasi" predisposisi" pengobatan serta )ara mengatasinya. 11. lien lebih memilih diam. @si !ikir lien mengangu ia adalah artis terkenal yang selalu di kelilingi wanita4wanita )antik yang memujanya. Masalah Psikososial lien mengatakan di rumah tidak suka berinteraksi dengan keluarga karena merasa ke)ewa sejak orang tua ber)erai. 5. 5an dilain kesempatan mun)ul juga suara4suara wanita yang merayu dan memuji4muji klien.< mg 4 *hiorproma-ine 1 K 100 mg 4 BL 1 K 100 mg N. M M urang pengetahuan @N. Memori lien susah untuk mengingat memori jangka panjang.2 klien gelisah" marah4marah" mengamuk" melempar ka)a rumah. emampuan penilaian lien tidak bisa mengambil kemampuan sederhana tanpa bantuan dan instruksi dari orang lain. 5aya titik diri lien mengikari penyakit yang dideritanya. C@@.

. : 4 adang tampak klien menyendiri putus asa 52: 4 lien mengatakan tidak mau bergaul dengan orang lain dan tidak suka berbi)ara dengan orang lain 5. : 4 lien sering mengakukalau dia artis luar negeri .esiko men)ederai diri sendiri" orang lain dan lingkungan b+d perubahan sensori persepsi : . 52: 4 lien mengatakan waktu ada masalah tidak mau bilang ke orang lain 5. : 4 lien tampak sering sendiri dan kurang mau bi)ara dengan temannya 52: 4 lien sering mendengar suara wanita yang mengejeknya bau dan kadang4kadang suara bidadari yang memanggil dan merayunya. • Berduka dis!ungsional • 'angguan konsep diri M Harga diri rendah • erusakan interaksi sosial dan menarik diri • 'angguan sensoris persepsi M Halusinasi pendengaran • oping indi3idu in e!ekti! • 'angguan pola tidur • Waham kebesaran N@.esiko men)edarai orang lain" diri sendiri dan lingkungan /. 5iagnosa eperawatan 1. : 4 lien sering tampak tertawa sendiri. 5.esiko men)ederai orang lain" diri sendiri dan lingkunga • .5. . Berduka dis!ungsional :. erusakan interaksi sosial M menarik diri =. : 4 lien tampak sedih jika dibahas tentang ayah dan ibunya 52: 4 lien mengatakan kalau ada suara4suara mengejeknya bau.egimen therapeutik in e!ekti! 1. . : 4 lien suka diam 52: 4 lien mengatakan sering terbangun malam karena suara4suara yang memanggilnya 5. Pohon Masalah N@@@. <. 5. 'angguan konsep diri M H5. Perubahan sensori persepsi M halusinasi pandangan F. 'angguan pola tidur N@@. 5a!tar Masalah eperawatan 1. oping indi3idu in e!ekti! A.egimen terapeutik tidak e!ekti!. : 4 lien tampak mengantuk pada pagi hari 52: 4 lien mengatakan ingin jadi artis terkenal dan selalu dikelilingi wanita )antik 5.

'angguan interaksi sosial : menarik diri b+d H5. 'angguan pola tidur b+d halusinasi pendengaran :..halusinasi pendengaran. <. 1. 5iskusikan dengan klien hal4hal apa yang bisa untuk mengatasi halusinasi =. @dentitas bersama klien tentang waktu mun)ulnya halusinasi :.P. 5orongan klien untuk melakukan hal4hal untuk men)egah timbulnya halusinasi 1. Bina hubungan saling per)aya dengan keluarga /. 1. lien dapat mengontrol halusinasinya H: lien dapat menyebabkan )ara mengontrol halusinasi dan tindakan yang digunakan bila sedang datang halusinasi :. Bina hubungan saling per)aya /. b+d koping indi3idu in e!ekti! A. 1. =. A2UHA> . b+d berduka dis!ungsional F. lien dapat mengadakan hubungan saling per)aya dengan perawat.3aluasi pujian atas tindakan klien dengan positi!. Perubahan sensori persepsi : halusinasi pendengaran b+d kerusakan @nteraksi sosial : menarik diri 1. &ujuan umum: lien tidak men)ederai diri sendiri" orang lain dan lingkungan &U : 1. 5iharapkan keluarga dapat mengontrol halusinasi klien" dapat merawat klien di rumah <. Beri kesempatan pada klien untuk mengungkap kan perasaannya :. 'angguan konsep diri H5. /. <. Bersama klien ren)anakan kegiatan men)egah terjadinya halusinasi <.bser3asi perilaku 3erbal dan non 3erbal yang b+d halusinasi 1. . Waham kebesaran b+d gangguan konsep diri: H5. F. lien dapat mengontrol halusinasinya H: lien dapat menyebutkan tentan g persepsi" penyebab akibat dari halusinasi dan situasi halusinai" waktu !rekuensi" perasaan jika mun)ul halusinasi dan mengatasinya. lien mampu menyebutkan tentang jenis obat" man!aat" e!ek samping" dan )ara menggunakan obat untuk mengendalikan halusinasinya. /. ?akukan kontak sesering mungkin.asional 1 /1+14/00A . 5iskusikan dengan klien )ara mengontrol halusinasi :. . &ujuan dan H @nter3ensi . aji perubahan keluarga tentang halusinasi dan tindakan yang dilakukan dalam merawat klien .AWA&A> >o Hari+&gl 5K ep. Beri pujian atas keberhasilan klien membina hubungan saling per)aya 1. /. Beri pujian terhadap tindakan yang positi! 1.3aluasi kemampuan klien untuk mengenal halusinasinya. @denti!ikasi bersama klien tindakan yang dilakukan jika halusinasi datang. 'angguan konsep diri H5. *iptakanlah lingkungan yang hangat dan bersahabat 1. Perubahan sensori persepsi : halusinasi pendengaran b+d regiment therapeutik in e!ekti!. 5orongan klien untuk mengungkapkan perasannya ketika halusinasi mun)ul. . /. H: lien dapat mengungkap kan perasaanya dan keadaannya sekarang se)ara 3erbal.esiko men)ederai diri sendiri dan orang lain b+d halusinasi pendengaran.

1. :. Mengetahui pemahaman klien terhadap halusinasinya F. /. Memudahkan klien untuk memilih )ara mengontrol halusinasi :. 5apat meren)anakan tindakan yang e!ekti! untuk men)egah halusinasinya 1. 5engan in!ormasi yang diberikan diharapkan klien mampu melakukan perawatan klien halusinasi di rumah :. /. . 5apat mengetahui suasana perasaan klien saat halusinasi datang <. 2etiap anak mempunyai e!ek samping mengendalikan pola yang berbeda. Meningkatkan harga diri klien. PU2&A A . Mengetahui sejauh mana pengetahuan klien terhadap halusinasi 1. Pujian yang diberikan dapat meningkatkan semangat keluarga untuk melakukan hal4hal yang #O% 1. 5A6&A. Membantu mengurangi halusinasi yang dialami klien <. 5iskusikan dengan klien tentang jenis obat" man!aat" e!ek samping" )ara menggunakan obat untuk mengendalikan halusinasi. 1. Untuk meningkatkan harga diri klien 1. Merupakan )ara untuk mengendalikan halusinasi 1. 1. Untuk mengurangi kontak klien dengan halusinasinya.bser3asi tanda dan gejala yang b+d e!ek samping anak :.bat yang digunakan sesuai dengan program yang dianjurkan dapat memberikan e!ek yang lebih sempurna. Berikan pujian kepada klien terhadap tindakan yang tepat 1. Untuk mengatasi halusinasi /. lien dapat mengenal halusinasi pada dirinya =. . lien mengetahui obat yang digunakan untuk mengendalikan halusinasi /. Hubungan saling per)aya dan prinsip therapeutik antara perawat dan klien /. Menguatkan harga diri klien. 5engan memberi pujian membuat klien merasa dihargai 1. Berikan pujian atas tindakan yang #O% yang dilakukan klien b+d obat. 1. Hubungan saling per)aya antara perawat dan keluarga sebagai dasar interaksi therapeutik /. lien merasa dihargai dan timbul keyakinan untuk berkomunikasi 1. Ungkapan yang diterima sebagai bukti bahwa klien mulai per)aya kepada perawat :. 5iskusikan bersama klien saat berkunjung ke rumah sakit tentang halusinasi dan merawat klien di rumah :. Bantu klien untuk memastikan bahwa obat sudah diminum sesuai program 1. 5apat diketahui bahwa halusinasi dapat mempengaruhi perasaan klien untuk melakukan tindakan mal adapti! :.

ssentials mental health nursing. Addison4wesley publishing *ompany. eperawatan kesehatan mental psikiatri terintegrasi dengan keluarga. 7akarta : Widya Medika . 7akarta" .'*ϖ *ookϖ B 6ountaine #1$AF%. . 7akarta : 6ajar @nterpratamaϖ 2tuartϖ B 2udden #1$AA%. Buku saku keperawatan jiwa &owsend"ϖ Mary * #1$$A%. Proses keperawatan kesehatan jiwa.Budiana keliat #1$$$%. . @lmu kedokteran jiwa darurat. 5iagnosa keperawatan pada keperawatan psikiatri aplanϖ B 2ado)k #1$$A%.asmun #/001%.