GAMBARAN RADIOLOGIS CARCINOMA THYROID

Pembimbing : dr. Nurhayati, SpRad

PENDAHULUAN
CARCINOMA THYROID
90% keganasan pada sistem endokrin (Cobin et al, 2001)

Sebagian besar carcinoma thyroid bisa disembuhkan
(Lukitto dkk, 2004)

Tidak ada gambaran klinis yang khas untuk menyatakan suatu nodul thyroid ganas
(Lukitto dkk, 2004)

17.000 kasus baru 1.300 diantaranya mengakibatkan kematian (American Cancer Society, 2001)

Perlu multi modalitas pemeriksaan agar tidak terjadi keterlambatan terapi

Anatomi thyroid
• Letak  leher bagian anterior (V.C5 – V.T1) • 2 lobus (+lobus piramidalis)  dihubungkan isthmus tiroid • Panjang ± 5 cm, lebar 3 cm, berat 10-20 gram, volume ± 18 ml (wanita) dan 25 ml (pria) • Aliran darah ± 5 ml / menit / gram tiroid • Vaskularisasi  a. dan v. thyroidea superior, a. dan v. thyroidea inferior, a. thyroidea ima, v. thyroidea medialis • Aliran limfe  kel. limfe intraglandularis & ekstraglandularis  limfonoduli pretracheal  limfe sekitar V. jugularis • Inervasi  ganglion simpatis cervicalis media dan inferior, serta parasimpatis (N. laryngea superior dan N. laryngea recurrens)

CARCINOMA THYROID
Definisi & Klasifikasi Prognosa Epidemiologi

Terapi Penegakan Diagnosa

Patofisiologi

Definisi & Klasifikasi
Carcinoma tiroid adalah suatu penyakit dimana sel maligna (kanker) terbentuk di jaringan kelenjar tiroid
Carcinoma Papilare

Carcinoma Folikuler
Carcinoma Medulare Carcinoma Anaplastik Limfoma Tiroid Primer Sarkoma Tiroid Primer

Limfoma tiroid primer sekitar 2-5% dari semua malignansi tiroid Sarkoma pada kelenjar tiroid sangat jarang . Carcinoma medulare sekitar 5-10% dari neoplasma. Carcinoma anaplastik sekitar 1-2%.Epidemologi • Setiap tahunnya 1% kasus baru terdiagnosa • Insidensi 0. Carcinoma folikuler  tersering ke dua.6 pada pria dan 2.0-5.9-2.9 pada wanita setiap 100.000 individu Carcinoma papilare  80% dari semua neoplasma tiroid. 10% dari semua kasus.

PATOFISIOLOGI Mutasi RAS onkogen Aktivasi TRK dan RET proto-onkogen Pertumbuhan Tumor Mutasi pada protoonkogen RET Defisiensi iodium dan pada patologi tiroid sebelumnya .

Penegakan Diagnosa Anamnesa Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan Penunjang .

Anamnesa Faktor Resiko Usia < 20 tahun. atau > 70 tahun Riwayat radiasi eksternal pada leher selama masa anak-anak dan remaja Riwayat keluarga dengan ca thyroid. Keluhan Suara serak Disfagia Nyeri leher Pikirkan diagnosa lain Riw keluarga thyroiditis hashimoto atau penyakit thyroid autoimun Riw keluarga nodul thyroid jinak atau goiter Gejala hipothyroidism atau hiperthyroidism. Pembesaran nodul yang cepat Stridor dan dispnea Pembesaran KGB Daerah dengan defisiensi iodin .

dan pemeriksa memperhatikan pergerakan tiroid Palpasi • Pasien dapat berdiri atau duduk • Pemeriksa berdiri di belakang pasien dan mencari lokasi dari kelenjar tiroid dengan teknik palpasi • Meminta pasien menelan ludah atau air untuk merasakan pergerakan dari kelenjar tiroid . dengan leher sedikit ektensi • Pasien menelan segelas air.Pemeriksaan Fisik Inspeksi • Pasien duduk atau berdiri.

Pemeriksaan Penunjang Radiologis USG Thyroid CT Scan Thyroid MRI Scintigrafi Non Radiologis Histopatologi Tumor Marker .

. Histopatologi • Massa thyroid (American Papanicolaou Society for Cytopathology): – Benigna (lesi non-neoplastik) – Suspicious (lesi folikular selularitas tinggi atau onkositik) – Malignansi • Penegakan diagnosa  FNAB dengan panduan USG • Histopatologi Ca thyroid papiler  psamomma bodies. 2005). “ground-glass”.A. nuclear grooves dan cytoplasmic inclusions (Reiners.

Tumor Marker • Paling efektif digunakan setelah operasi pengambilan thyroid dan terapi radioiodine. Thyroglobulin Serum calcitonin • screening Ca medular sporadik pada pasien dengan nodul thyroid • Pada pasien dengan penemuan yang mencurigakan. . • >>  mengindikasikan keganasan thyroid walaupun tidak ada gambaran abnormalitas yang besar pada pencitraan thyroid. 2005).B. pengukuran serum calsitonin dapat dilakukan sebagai pemeriksaan penunjang bersama FNAB (Reiners.

health.Diagram Alur Pemeriksaan Penunjang (Diagnostic Imaging Pathways.gov.imagingpathways. wa.au. 2011 . www.

1. Foto polos leher NORMAL thyroid memberikan gambaran sebagaimana jaringan lunak sekitarnya. massa (-) kalsifikasi (-) Foto polos thorax  memberikan gambaran bayangan di belakang sternum yang dapat merupakan pemanjangan dari jaringan tiroid . FOTO POLOS REGIO COLI & THORAKS Foto polos leher  memberikan gambaran bayangan ukuran dan posisi tiroid.

Foto polos leher AP/lat untuk melihat adanya mikrokalsifikasi Foto polos thorax PA untuk melihat metastase ke paru atau tulang Esofagogram  dilakukan bila secara klinis terdapat tanda-tanda adanya infiltrasi ke esofagus foto tulang dilakukan bila ada tanda-tanda metastasis ke tulang yang bersangkutan Penemuan pada foto polos bersifat kurang sensitif dan kurang spesifik .pada Ca Thyroid: Foto polos dapat menunjukkan gambaran massa jaringan lunak dan deviasi trakea.

Gb. juga pada bagian sinistra. .11 Foto Polos Leher Antero-Posterior Tampak kalsifikasi punctat pada bagian dekstra dari tulang cervical dan konglomerasi kalsifikasi multipel pada dasar leher (ditunjukkan tanda panah pada gambar). 2.

Foto Polos Dada PA pada Ca Thyroid (A) Perubahan letak trakea ke kiri disebabkan dorongan massa yang ada di dasar leher (B) Tampak massa di daerah mediastinum superior kanan. dengan kalsifikasi pada tiroid .

Aman.2. Mudah .Murah . USG THYROID Peran USG pada pemeriksaan kelenjar thyroid: 1 • menentukan tumor intra/ekstra thyroid • membedakan lesi kistik atau lesi solid • menentukan tumor single/multiple • menilai respon pengobatan pada terapi supresif • mencari keganasan thyroid pada metastasis • screening untuk menemukan keganasan thyroid • pengarah pada biopsi aspirasi thyroid 2 3 4 5 6 7 Non Invasif.

• Echogenisitasnya lebih rendah daripada jaringan tiroid. kecuali diperbesar • Berisi udara  tidak mengirimkan sinyal USG • Gambaran cerah  bag. Kelenjar tiroid Trakea Kelenjar getah bening Kelenjar paratiroid Otot-otot • >> iodiumlebih padat. • Dapat diamati dan saraf umumnya tidak terlihat.a. . • Setiap lobus kontur bulat halus. seperti kaca mengkilap. Anterior cincin tulang rawan. Lobus piramidal tidak terlihat. Istmus terletak di anterior trakea. homogen. • Diamati hanya ketika organ tersebut diperbesar dan kurang padat daripada jaringan tiroid karena tidak adanya yodium. USG GRAY SCALE THYROID NORMAL Leher anterior digambarkan cukup baik dengan sonografi grayscale.

.

.Besar tiroid dapat diukur menggunakan sonografi.

USG GRAYSCALE THYROID ABNORMAL Tanda Batas Internal Lesi Ganas Tidak tegas. hiperekoik. mikrokalsifikasi Negatif Sentral Kistik campur solid Komplit Perifer . reguler (teratur) Homogen. tunggal Lesi Jinak Tegas. dominan hipoekoik. multiple Penampakan lesi Halo Vaskularisasi Solid. ireguler Inhomogen.

Nodul ini merupakan nodul thyroid jinak. a=arteri carotis. (Brant. 2009) Gb.  (Bonavita et al. menunjukkan suatu lesi jinak.USG GRAYSCALE THYROID ABNORMAL Gb.2mm. 2001) .2 Gambaran USG Cystic Thyroid Nodule Nodul kistik pada lobus kanan thyroid dengan ukuran 22. 1 Gambaran USG Nodular Goiter Tampak nodul isoekhoik dengan halo yang mengelilingi lesi secara komplit.9mm x 22.

(B) Sonogram tranversal lobus kanan tampak focus echogenic punctat tanpa bayangan akustik posterior. temuan mengarah pada kalsifikasi (panah) (C) Sonogram transversal isthmus thyroid menunjukkan tumor dengan hipoechogenisitas yang jelas dan batas irreguler (panah) dan tanpa halo hipoechoic .USG GRAYSCALE THYROID ABNORMAL A B C Gambaran USG Ca Thyroid Papiler (A) Gambaran kontur yang ireguler dan deformasi kapsul thyroid.

USG COLOR DOPLER Untuk menentukan vaskularisasi jaringan  A. .b. karotis dan pembuluh darah lain memiliki gambaran zona echo-free (kecuali jika ada kalsifikasi) Sifat vaskular dari semua daerah dapat ditunjukkan oleh pencitraan Doppler berwarna untuk membedakan dari struktur kistik Belum ada penelitian lebih lanjut mengenai tanda spesifik pada keganasan thyroid Penelitian oleh Rago et al. vaskularisasi intra nodular meningkat 67% pada kasus keganasan dan meningkat 50% pada kasus tumor thyroid yang jinak.

USG COLOR DOPLER THYROID NORMAL .

. 2010). heterogen. padat iso-hypoechoic berbentuk nodul tiroid oval. menunjukkan lesi folikular. (B) Gambaran doppler tranversal menunjukkan vaskularisasi intranodular (sentral) dan perifer (Gonzalo et al.USG COLOR DOPPLER THYROID ABNORMAL Gambar USG dan USG Doppler Ca Folikuler (A) gambaran USG Transversal menunjukkan lesi dengan batas jelas.

(Bonavita et al. 4 Gambaran USG Doppler Ca Papilare Ultrasonografi Doppler menunjukkan adanya nodul hipervaskuler.USG COLOR DOPPLER THYROID ABNORMAL Gb. 2009) .

maupun pendesakan trakea. perkembangan penyakit yang diobati dan staging tumor Posisi supine dengan posisi leher sedikit hiperekstensi Densitas tiroid pada CT-scan  terkait fungsi tiroid. massa. CT-SCAN THYROID Fungsinya penilaian pra operasi. tidak ada nodul. Kelenjar tiroid normal  densitas homogen. . CT-scan  tidak bisa menentukan jenis keganasan thyroid membantu membuat diagnosa banding pada beberapa tumor yang memberi gambaran spesifik. Normal  densitas 80-100 HU (kelenjar tiroid mengandung iodine ±100x iodine serum). kalsifikasi.3. pembesaran.

CT-SCAN THYROID NORMAL .

CT-SCAN THYROID ABNORMAL .

CT-SCAN THYROID ABNORMAL Ca Thyroid Papiler pada CT Scan dengan Kontras gambaran carcinoma thyroid bilateral berukuran kecil. perubahan substansi kistik di bagian sentral. fokus berukuran kecil yang terkalsifikasi (gambar anak panah) .

CT-SCAN THYROID ABNORMAL . 2007) . Ca Medullar Thyroid Gambaran CT potongan axial dengan gambaran kalsifikasi (panah) (Jenny.

T2-weighted. kelenjar adalah isointens sampai sedikit hiperintens dibandingkan otot sekitar. Kelenjar parathyroid normal terletak dibelakangnya.4. Pada gambaran T1-weighted. Gd-DTPA (gadolinium diethylene triamine pentaacetic acid) Thyroid normal dapat dibedakan dari otot sternothyroid dan sternocleidomastoideus oleh intensitas sinyalnya yang lebih hebat pada gambaran T2-weighted. STIR. MRI THYROID T1-weighted. tetapi tidak dapat dibedakan dari thyroid Pada karsinoma tiroid  MRI berfungsi dalam staging & Follow-up .

MRI THYROID NORMAL Gambaran T1 Gambaran T2 .

tidak menyangat pada pemberian Gd-DTPA . terutama pada STIR.Abnormalitas Tiroid • Hiperintens pada T1-T2 weighted • Remnant Thyroid  Jaringan parut dapat dibedakan dengan jelas dari ca tiroid remnant maupun rekuren pada gambar T2-weighted karena jaringan fibrous adalah hipointens terhadap otot .

T1 tanpa kontras .

STIR T1 .

SCINTIGRAFI CARCINOMA THYROID Instrumen: gamma camera dan rectilinear scanning thyroid Posisi pasien supine dengan leher ekstensi disangga bantal di bawah bahu ATAU duduk (jika tidak bisa supine) Pengambilan gambar dengan • Tc-99m pertechnetated (15-30 min post penyuntikan) • I-123 (paling cepat 3-4 jam post minum radioiodin) • I-131 (16-24 jam post minum radioiodin) .5.

Pada kasus-kasus tertentu lobus piramidalis yang kecil dapat terlihat dan berlokasi dekat dengan garis tengah . meskipun sedikit ketidaksimetrisan dapat diterima.SCINTIGRAFI THYROID NORMAL Lobus kiri dan kanan kurang lebih memiliki ukuran yang sama.

Nodul dingin (cold nodule) • Nodul menangkap iodium < jaringan tiroid yang normal • Semua ca tiroid cenderung sebagai cold nodule • 80% cold nodule bersifat jinak Nodul hangat (warm nodule) Nodul panas (hot nodule) • Nodul menangkap iodium = thyroid normal • Nodul menangkap iodium > jaringan tiroid normal • Biasanya merupakan lesi jinak scintigraphy tidak dapat digunakan mengeksklusi ataupun mengkonfirmasi adanya ca tiroid kanker metastase digambarkan dengan baik oleh radioiodine Curiga ca  cold nodule thyroid soliter. keras pada palpasi. melibatkan laring. bertumbuh secara cepat. yang menimbulkan suara serak dan berhubungan dengan pembesaran kelenjar limfe daerah leher .

2009) .Cold nodule Gambaran Cold Nodule pada Scintigrafi Thyroid Menggunakan I-123 Gambaran Cold Nodule pada Scintigrafi Thyroid Menggunakan Tc-99m (Lee. 2009) (Heron.

atau cisplatin Hormon • Levothyroxine (L-T4) .T E R A P I D A S A R • Lobectomy • Subtotal thyroidectomy • Total thyroidectom • Diseksi Limfonodi • External radiation therapy • Radioactive iodine Bedah Radiasi Kemotx • Monoterapi • Kombinasi • Doxorubicin. bleomycin.

Prognosis Karakteristik tumor Ukuran tumor Invasi tumor lokal Metastase regional Metastase jauh Karakteristik pasien Usia Jenis kelamin Jumlah tumor Penyakit Grave .

Ca folikuler. limfoma thyroid primer. Ca medulare. Diagnosis  anamnesa. radiologi. pemeriksaan fisik. kesimpulan Terdiri dari Ca papilare. ca anaplastik.Ca thyroid  suatu penyakit dimana sel maligna terbentuk di jaringan kelenjar thyroid.  Ca papilare merupakan keganasan tersering. sarkoma thyroid primer. . Setiap tahunnya kasus baru Ca thyroid sekitar 1%. neoplasma thyroid (80%) Penyebab Ca thyroid belum diketahui pasti  diduga disebabkan mutasi pada gen jaringan thyroid. tumor marker). pemeriksaan penunjang (histopatologi.

jumlah. invasi lokal. kemoterapi  pemilihan berdasar jenis dan stadium klinis Prognosa dipengaruhi  karakteristik tumor (ukuran. mudah digunakan. dan scintigrafi thyroid. USG  paling sering digunakan  murah. Terapi pembedahan. dan tidak memiliki efek radiasi CT dan MRI tidak dapat membedakan lesi thyroid ganas ataupun jinak. metastase regional dan jauh) dan karakteristik pasien (usia. radiasi. USG. CT scan. MRI. hormonal. Pemeriksaan radiologi tidak bisa menentukan jenis keganasan thyroid  dx pasti ditegakkan melalui histopatologi  imaging membantu membuat diagnosa banding pada beberapa tumor thyroid yang memberi gambaran spesifik. dan penyakit Grave) . jenis kelamin.Pemeriksaan radiologi  foto polos leher dan thoraks.

. .TERIMA KASIH. .

PET (Positron Emission Tomography) • PET scanner • radiotracer – yang sering digunakan adalah 18Ffluorodeoxygluco se (FDG) • Sebagai alternatif terhadap radioiodine scan bagi pasien yang tidak menangkap atau mengabsorbsi iodine radioaktif • Whole-body scan  mengevaluasi pasien yang diketahui dengan adanya malignansi untuk mencari metastase .

Gambaran PET pada Carcinoma Thyroid Papiler Tampak metastase limfonodi kecil di belakang artikulasi sternoklavikular kanan .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful