LAPORAN PENDAHULUAN PERTEMUAN I (ORAL HYGINE

)

I.

LATAR BELAKANG Perawatan gigi dan mulut merupakan salah satu perawatan diri yang harus dilakukan oleh lansia. Jika perawatan ini tidak dilakukan dapat menyebabkan hilangnya nafsu makan dan penurunan berat badan pada lansia serta dapat menjadi penyebab infeksi (Hegner, 2003). Kebersihan gigi dan mulut pada lansia harus dijaga, mengingat berbagai perubahan yang terjadi pada lansia, dimana pada mukosa mulut mengalami penipisan, penurunan saliva, dan tanggalnya gigi. Semua ini dapat menyebabkan iritasi sehingga bisa menjadi gerbang masuknya bibit penyakit dalam tubuh manusia (Stanley, 2006). Berdasarkan hasil pengkajian dan wawancara di ruang garuda, didapatkan data 66,67 % lansia bergigi ompong, 58,33% lansia mengalami halitosis, dan 100 % lansia mengalami karies. Untuk mengatasi masalah tersebut perlu adanya penjelasan dan demonstrasi mengenai cara oral hygine yang tepat.

II. DIAGNOSA KEPERAWATAN Resiko peningkatan kerusakan gigi pada kelompok lansia di wisma Garuda PSTW Budi Mulia III Ciracas b.d kurangnya pengetahuan dan dan motivasi untuk melakukan untuk melakukan oral hygiene, ditandai dengan:     66,67% lansia mengalami gigi ompong 58,33% lansia mengalami halitosis 100% lansia mengalami karies 70,83% lansia memiliki gigi tidak sejajar

III. TUJUAN 1. Tujuan Umum   Pengetahuan lansia tentang oral hygine meningkat Keterampilan terkait oral hygine meningkat

2. Tujuan Khusus Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1 x 60 menit, lansia mampu:  Menyebutkan kembali pengertian, prosedur, dan waktu melakukan oral hygiene (gosok gigi)

: Kamis. Tempat : pendidikan kesehatan tentang oral hygine (gosok gigi) : Lansia di PSTW Budi Mulia 3 Ciracas : pasta gigi. 17 Oktober 2013 : Aula Belakang PSTW Budi Mulia 3 Ciracas 6. botol aqua. Kriteria Struktur    2. tempat. dan peraturan  Melakukan tindakan oral hygine dalam bentuk penyuluhan dan demonstrasi □ Penyuluhan mengenai oral hygiene (manfaat. Waktu 5. Media 4. mouth wash. sikat gigi. RENCANA KEGIATAN 1. Sasaran 3. Strategi pelaksanaan : a. kerugian. Topik 2. LP telah dikonsulkan kepada pembimbing Mahasiswa membuat kontrak waktu dengan lansia Koordinasi dengan petugas panti Kriteria Proses  Lansia berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan kegiatan  Lansia dapat mengikuti kegiatan oral hygine . Manfaat oral hygiene (gosok gigi)  Akibat tidak menjaga kebersihan mulut  Melakukan tindakan oral hygine (gosok gigi) IV. KRITERIA EVALUASI 1. waktu. Pelaksanaan  Kontrak topik. Persiapan  Menghubungi petugas panti untuk minta ijin penggunaan Aula Panti  Menyipkan alat yang akan digunakan  Menginformasikan kegiatan pada lansia penghuni panti b. dan teknik yang tepat) □ Demonstrasi dengan alat peraga tentang oral hygine □ Evaluasi dari lansia tentang manfaat kegiatan □ Do`a penutup  Memotivasi lansia untuk aktif selama pelaksanaan V.

PENGORGANISASIAN       Penanggung jawab Pemandu acara Seksi Konsumsi Seksi Perlengkapan Evaluator Fasilitator : Retno Indah P : Juwita Agustina & Meka Yusselda : Fatmasari : Fatmasari : Arie Puji L. : Anindini Winda Amalia Setting Ruangan : Keterangan: : Peserta . Kriteria Hasil    60 % lansia penghuni panti mengikuti oral hygine 60 % dari lansia yang hadir mengikuti oral hygine sampai akhir 10% lansia dapat menyebutkan kembali hal-hal yang telah didiskusikan dan memperagakan kembali hal-hal yang telah didemonstrasikan VI. Mahasiswa mampu menjalankan oral hygine sesuai peran  Petugas panti proaktif dalam pelaksanaan kegiatan 3.

Jika perawatan ini tidak dilakukan dapat menyebabkan hilangnya nafsu makan dan penurunan berat badan pada lansia serta dapat menjadi penyebab infeksi (Hegner. DIAGNOSA KEPERAWATAN . penurunan saliva. Kebersihan gigi dan mulut pada lansia harus dijaga. mengingat berbagai perubahan yang terjadi pada lansia. LATAR BELAKANG Perawatan gigi dan mulut merupakan salah satu perawatan diri yang harus dilakukan oleh lansia.: Fasilitator : Petugas Utama LAPORAN PENDAHULUAN PERTEMUAN II (ORAL HYGINE) I. Untuk mengatasi masalah tersebut perlu adanya penjelasan dan demonstrasi mengenai cara oral hygine yang tepat. didapatkan data 66.67 % lansia bergigi ompong. dan tanggalnya gigi. 2006). II. 2003). dimana pada mukosa mulut mengalami penipisan. 58. dan 100 % lansia mengalami karies. Semua ini dapat menyebabkan iritasi sehingga bisa menjadi gerbang masuknya bibit penyakit dalam tubuh manusia (Stanley.33% lansia mengalami halitosis. Berdasarkan hasil pengkajian dan wawancara di ruang garuda.

21 Oktober 2013 : Aula Belakang PSTW Budi Mulia 3 Ciracas 6.d kurangnya pengetahuan dan dan motivasi untuk melakukan untuk melakukan oral hygiene. dan waktu melakukan oral hygiene dan berkumur  Manfaat oral hygiene dan berkumur  Akibat tidak menjaga kebersihan mulut  Melakukan tindakan oral hygine IV.67% lansia mengalami gigi ompong 58. lansia mampu:  Menyebutkan kembali pengertian. Sasaran 3. Tujuan Khusus Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1 x 60 menit. ditandai dengan:     66.Resiko peningkatan kerusakan gigi pada kelompok lansia di wisma Garuda PSTW Budi Mulia III Ciracas b. Waktu 5.83% lansia memiliki gigi tidak sejajar III. Strategi pelaksanaan : a.33% lansia mengalami halitosis 100% lansia mengalami karies 70. dan peraturan . Tujuan Umum   Pengetahuan lansia tentang oral hygine meningkat Keterampilan terkait oral hygine meningkat b. waktu. Media 4. Pelaksanaan  Kontrak topik. Topik 2. tempat. prosedur. Persiapan    Menghubungi petugas panti untuk minta ijin penggunaan Aula Panti Menyipkan alat yang akan digunakan Menginformasikan kegiatan pada lansia penghuni panti b. TUJUAN a. RENCANA KEGIATAN 1. Tempat : pendidikan kesehatan tentang berkumur : Lansia ruang Garuda di PSTW Budi Mulia 3 Ciracas : botol aqua dan mouth wash : Senin.

Kriteria Struktur    b.    LP telah dikonsulkan kepada pembimbing Mahasiswa membuat kontrak waktu dengan lansia Koordinasi dengan petugas panti Kriteria Proses Lansia berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan kegiatan Lansia dapat mengikuti kegiatan oral hygine Mahasiswa mampu menjalankan oral hygine sesuai peran Petugas panti proaktif dalam pelaksanaan kegiatan Kriteria Hasil 60 % lansia penghuni panti mengikuti oral hygine (berkumur) 60 % dari lansia yang hadir mengikuti oral hygine (berkumur) sampai akhir 10% lansia dapat menyebutkan kembali hal-hal yang telah didiskusikan dan memperagakan kembali hal-hal yang telah didemonstrasikan VI. dan teknik yang tepat) □ Demonstrasi dengan alat peraga tentang oral hygine (berkumur) □ Evaluasi dari lansia tentang manfaat kegiatan □ Do`a penutup  Memotivasi lansia untuk aktif selama pelaksanaan V. PENGORGANISASIAN       Penanggung jawab Pemandu acara Seksi Konsumsi Seksi Perlengkapan Evaluator Fasilitator : Juwita Agustina : Retno Indah P & Meka Yusselda : Fatmasari : Fatmasari : Arie Puji L.     c. kerugian. : Anindini Winda Amalia . KRITERIA EVALUASI a. Melakukan tindakan oral hygine (berkumur) dalam bentuk penyuluhan dan demonstrasi □ Penyuluhan mengenai oral hygiene (manfaat.

Setting Ruangan Keterangan: : Peserta : Fasilitator : Petugas Utama .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful