You are on page 1of 5

GAWAT JANIN

Gulardi H. Wiknjosastro
Gawat Janin atau secara umum disebut fetal distress perlu dibahas dan dirumuskan dengan kompromi, karena sampai saat ini belum ada kesepakatan. Ada yang berpendapat bahwa gawat janin memang benar terjadi berkaitan dengan asfiksia. Asfiksia baru dapat ditentukan bila terdapat gejala nerologik atau skor Apgar kurang dari 3.1 Kondisi ini tentu tidak menguntungkan bayi karena sudah dalam kondisi yang buruk mengingat adanya gejala kejang atau koma. Kesalahan terjadi pada anggapan bahwa mesin kardiotokografi dapat mendeteksi semua kelainan pada kondisi janin, yang benar ialah ada beberapa janin yang telah mengalami kerusakan sebelum datang ke rumah sakit. arer dan King !"###$ telah membuat tinjauan dan menemukan bahwa mesin kardiotokografi tak mampu memenuhi harapan, sedangkan %ymonds !1&&'$ mendapatkan bahwa (#) dari tuntutan yang berkaitan dengan kelumpuhan otak berkaitan dengan hasil kardiotokografi." %aya berpendapat bahwa gawat janin dapat ditentukan dengan adanya hipoksia yang mengancam fungsi normal syaraf yang dapat dilihat secara klinik dalam bentuk ensefalopati. Definisi Gawat janin ialah kondisi hipoksia yang bila tidak dilakukan penyelamatan akan berakibat buruk. *ipoksia ialah keadaan jaringan yang kurang oksigen, sedangkan hipoksemia ialah kadar oksigen darah yang kurang. Asidemia ialah keadaan lanjut dari hipoksemia yang dapat disebabkan menurunnya fungsi respirasi atau akumulasi asam. Asfiksia atau *ipoksia dapat ditentukan dengan beberapa indicator yaitu + a. p* darah tali pusat , (.1' intrapartum atau , (."# dalam kehamilan b. -. / 1" mmol c. %kor Apgar , 3 d. Kegagalan multiorgan Keasaman darah ditentukan oleh keseimbangan kadar hidrogen dan bikarbonat. %kor Apgar memang agak sukar dikaitkan dengan hipoksia karena yang tumpang tindih dan telah dibuktikan tidak berhubungan dengan kelangsungan hidup perinatal. 0leh karena itu pada setiap diagnosis gawat janin atau asfiksia, sebaiknya dibuktikan dengan hasil p* darah tali pusat. 1nternational cerebral palsy 2ask 3orce menentukan kelumpuhan otak !cerebral palsy$ berkaitan dengan kejadian akut intrapartum, harus memenuhi criteria + 1. asidosis metabolic 4 p* arteri umbilical , (.# dan defisit basa /1" mmol56 ". ensefalopati sedang5berat , pada bayi usia 73' minggu 3. kelumpuhan otak !cerebral palsy$ jenis 8audriplegik spastik '. tak ditemukan penyebab+ trauma, kelainan pembekuan darah, infeksi dan genetic. Gejala -anyak sekali memang gambaran K2G yang menunjukkan gawat janin namun ternyata setelah lahir bayi tidak mengalami depresi berat. 1stilah gawat janin atas dasar gambaran K2G saja sebenarnya sering menyesatkan oleh karena itu diambil kesepakatan dalam

yang bila . 1&&&$. emeriksaan dengan K2G dilakukan sebelum partus atau disebut @%2 !non stress test$ 4tes tanpa tekanan =222. erdarahan kronik !>asa pre>ia$ dsb. .eselerasi yaitu penurunan dari 3. >asa pre>ia. !Ayres de <ampos dkk.19# dpm$ menentukan kondisi janin rata rata.JJ$. tak mengikuti his namun bradikardia dapat terjadi akibat kompresi tali pusat c. -radikardia berat terjadi bila denyut jantung kurang dari 1## dpm %ecara intermiten dengan fetoskop dapatlah dihitung denyut jantung diluar his selama 1 menit. preeklampsia$ Gejala pada yang akut mungkin mudah diketahui. yaitu bradikardia akibat insufiensi plasenta. atau dilakukan setelah ada his disebut sebagai stress test. Pemeriksaan jantung secara elektronik emeriksaan jantung secara elektronik dimungkinkan dengan adanya perekaman dari impuls jantung yang kini digunakan yaitu . postterm. misalnya dengan pemeriksaan tinggi fundus atau pengukuran biometri serta jumlah cairan amnion.interpretasi gambaran yang normal sebagai + baik !reassuring$ atau sebaliknya tak pasti !non reassuring$ artinya ketidak pastian akan kondisi bayi. frekuensi dasar jantung janin !3. 3rekuensi dasar !ditentukan dalam denyut per menit = normal 1"#.JJ atau bradikardia sesaat pada waktu his b. Khusus mengenai pertumbuhan janin terhambat pengamatan serial hendaknya dapat dilakukan secara rutin. yaitu rata rata denyut jantung b. . anemia !misalnya +2halassemia$. solusio plasenta. Kelainan jantung. . dan plasenta pre>ia.3 Gawat janin dapat terjadi + mendadak !akut$ atau kronik Kejadian akut berkaitan dengan = kompresi tali pusat.= sementara dengan kardiotokograf gambaran deselerasi atau bradikardia dapat dianalisa lebih cermat.eselerasi lambat .oppler. namun pada kondisi kronik maka penolong harus cermat. Keduanya mempunyai kepentingan dalam deteksi adanya kegawatan. Aariabilitas yaitu lebar amplitudo dari denyut tertinggi sampai denyut terendah dari 3.JJ c. yaitu peningkatan temporer dari 3.eselerasi >ariable.ari hasil perekaman tersebut dapat dilihat pola + a. ertumbuhan janin terhambat. ostterm. Gawat janin kronik dapat terjadi pada reeklampsia. yaitu penurunan . ?mumnya deteksi gawat janin dilakukan dengan pengukuran denyut jantung baik secara fetoskop atau kardiotokografi.eselerasi dini. ara akhli dapat sepakat pada 9") dari hasil K2G dengan gambaran baik namun hanya ":) sepakat pada gambaran yang tidak meyakinkan 4non assuring. . %edangkan kondisi kronik berkaitan dengan fungsi plasenta yang menurun atau janin sendiri yang sakit !infeksi. akselerasi.JJ.JJ d. Ketidak pastian terjadi karena pola perubahan denyut terjadi karena proses fisiologik !akibat reaksi reseptor kimia atau tekanan$. ola deselerasi + a. . dan dianggap gawat bila terjadi bradikardia cukup lama !7 9# detik$. kelainan kromosom. @amun terbukti bahwa pengawasan kontinu hampir tak berbeda dengan pengawasan itermiten.

kontraksi hipertonik. Kelainan pasokan plasenta + solutio plasenta.i bagian grey matter mungkin timbul parut yang dapat fikal atau difus !Barin. tubular necrosis. maka janin akan mengalami retardasi organ bahkan risiko asidosis dan kematian. mengatasi hipotensi pada ibu c. ialah + a. isufisiensi plasenta ". prolapsus tali pusat. Patofisiologi Bengapa terjadi gawat janin. bradikardia. menghentikan takisistolik atau akibat infus oksitosin d. -ila pasokan oksigen dan nutrisi berkurang . -ila asfiksia berlangsung lanjut dan mekanisme kompensasi untuk mempertahankan oksigenisasi organ >ital menjadi gagal. -ermula dari upaya redistribusi aliran darah yang akan ditujukan pada organpenting seperti otak dan jantung deng8an mengorbankan >isera !hepar dan ginjal$ *al ini tampak dari >olume cairan amnion yang berkurang !oligohidramnion$.assuring$ yaitu + >ariabilitas menurun. pertumbuhan janin terhambat.AK BCDAK1@KA@ !non. *al ini bila ditemukan dengan adanya akselerasi !artinya reaktif$ . maka pada gilirannya otak akan terkena berupa edema otak dan iskemia multifokal. Kelainan arus darah plasenta + hipotensi ibu.E Penanganan enanganan gawat janin atau pola K2G yang tak meyakinkan. lilitan tali pusat. mungkin karena tekanan pada tali pusat. atut diwaspadai dalam interpretasi gambaran deselerasi >ariabel. %aturasi oksigen ibu berkurang +hipo>entilasi. postterm.:. merubah posisi tidur ibu menjadi miring b. memeriksa dalam untuk memeriksa kemungkinan prolaps tali pusat e. -radikardia yang terjadi merupakan mekanisme dari jantung dalam bereaksi dari baroreseptor akibat tekanan !misalnya hipertensi pada kompresi tali pusat$ atau reaksi kemoreseptor akibat asidemia. Kondisi klinik yang berkaitan dengan hipoksia ialah + 1. persiapan untuk resusitasi . dan pola sinusoidal. tidaklah merupakan gejala serius !2imor 2ritsch dkk . penyakit jantung. hipertensi.( Kini terbukti bahwa pemeriksaan K2G pada saat pasien masuk rumah sakit tak banyak manfaatnya pada pasien risiko rendah.9. Kondisi klinik akan dikenal sebagai Cnsefalopati hipoksik iskemik !C*1$. pada gilirannya bagian nekrosis akan menjadi daerah ulegyria !kerusakan pada white matter$ atau timbul porensefali !kistik$. karena dapat timbul akibat gerakan janin. 1&(E= helan dan 6ewis. ada daerah >isera awalnya akan terjadi kekurangan darah .ditemukan dengan K2G dirumuskan sebagai + 21. Apabila iskemia menjadi parah maka akan timbul nekrosis dan tekanan intrakranial meninggi. untuk kemudian membuat pemeriksan khusus dalam membuktikan kebenaran analisa tersebut. 1&E9$. . adilla. deselerasi berulang. hipoksia. hendaknya kita dapat menganalisa kondisi janin dan ibu. 3. plasenta pre>ia. terjadi disfungsi berupa kegagalan paru.1&&9$. menyiapkan petugas kamar operasi untuk seksio g. 1&E1=Beis dkk. necrotiFing enterocilitis. pemberian oksigen pada ibu f.

tonus janin dan >olume cairan amnion !kualitatif$. Arus darah yang hilang !absent of end diastolic flow$ bahkan bisa negatif5berbalik merupakan tanda yang parah Banning. .isamping itu pemeriksaan gas darah serial dilakukan untuk kemungkinan koreksi asidosis. bahkan dapat sampai negatif. c. Juga pemeriksaan lain seperti + suhu. -ila ditemukan skor 7 9 maka risiko kecil sekali untuk kematian perinatal. Fungsi Dinamik Janin Plasenta 3ungsi plasenta sering kali sukar ditentukan. namun sebaiknya janin dibangunkan dengan akustik. dan lebih parah bila lingkar kepala tak bertambah. '. engukuran arus darah arteri umbilikal dengan . Gerakan janin dapat dilihat dari gerakan badan !dirasakan subyektif atau dilihat dengan ?%G$ atau gerakan nafas !dilihat dengan ?%G$ d. atau . gerakan badan. Gesusitasi harus dilakukan menurut standar. ureum.engan K2G dapat dipantau adanya lonjakan seperti paku pada tokogram. -ila ditemukan >ariabilitas yang rendah !. biometri janin + hasil biometri yang menunjukkan pertumbuhan terhambat berarti pasokan nutrisi dan oksigen berkurang b. . dkk !1&E9$ adalah yang pertama menggunakan multimodal e>aluasi terhadap + : parameter yaitu= rekatifitas . gerakan nafas. gula darah. Gerakan janin yang mulai berkurang !.& Janin reaktif bila ditemukan " kali akselerasi !7 1: dpm$. upaya yang dapat dilakukan ialah dengan pemeriksaan berikut + a. Jadi dapat dipastikan bahwa hipoksia intrauterine mungkin berlanjut pada neonatus menjadi ensefalopati dan mungkin berupa 8uadriplegia spastik. %etiap parameter diberi skor " bila baik dan # bila dianggap abnormal. kreatinin. akan terjadi Hinsufisiensi plasentaI.2ujuan penanganan ialah menghilangkan penyebab hipoksia= kemudian melahirkan bayi dengan segera. -ila terjadi C*1 maka diagnosis kelainan otak harus dilakukan dengan <2 scan atau ultrasonografi. ketiga . dan pemantauan cairan masuk5keluar. -ersama dengan deselerasi lambat. 1#51" jam. namun dengan nilai dibawah itu tes dilakukan berulang dan risiko sangat besar bila skor . Gerakan janin berkurang karena konser>asi energi yang sangat terbatas. Gerakan nafas merupakan petanda yang lebih sensiti>e !perhatikan gerakan diafragma atau perut janin dalam 1# menit$. merupakan petanda yang serius.JJ..oppler ?%G yang mengukur adanya arus diastolic yang cukup= semakin parah semakin kecil arus diastolic. jumlah cairan amnion ! ukur dengan indeks cairan amnion$ maka kita akan menduga adanya redistribusi darah sehingga >isera dan ginjal mengalami kekurangan pasokan dan jumlah urin berkurang 4 cairan amnion berkurang. elektrolit. Janin yang mengalami pertumbuhan terhambat sudah dapat diduga bila lingkar abdomen tak bertambah . Jumlah cairan amnion yang kurang dari indeks : cm. engukuran arus darah kini dapat menduga lebih awal adanya insufisiensi plasenta. " kali5' jam$ perlu dipertegas dengan ?%G atau K2G. : dpm$ ini berarti ada hipoksia otak yang berat sehingga tak ada rangsang simpatik. misalnya pada kasus dengan preeklampsia.

bahkan lebih dari &#) membutuhkan perawatan intensif neonatal !Karsdorp dkk. umbilical.13 . emeriksaan K2G dilakukan saat janin dibangunkan !akustik 1## d-$ sehingga dapt dilihat adanya akselerasi saat itu -ila didapatkan skor . >ariabilitas . 1&&&$. dan untuk menghindari cacat pada syaraf !ensefalopati hipoksik$ kita wajib melahirkan janin pada waktu optimal sekalipun masih preterm. 9 dpm. : dpm.onner dkk.GC.1#. : merupakan gejala yang penting mengingat risiko asidosis dan ensefalopati hipoksis iskemik !Jibowo dan %amad. Gochard dkk !1&(9$ menemukan kasus kasus yang non reaktif disertai gambaran yang HsilentI.13 ?paya non in>asi>e berupa tes 3ungsi . 1&E#$. 1<A .11 . ?ntuk membedakan apakah gambaran HsilentI adalah kondisi tidur sebaiknya kita berikan rangsangan akustik dengan getaran bunyi 1## d-.ari "': janin seperti tersebut terjadi "E) kematian perinatal. emeriksaan ini hanya membutuhkan "# menit atau kurang= karena pemeriksaan K2G hanya 1# menit setelah rangsang akustik dan pemeriksaan ?%G menilai + indeks cairan amnion. namun pada kasus risiko tinggi akan memberi informasi penting.. Gambaran silent ini diajukan oleh *ammacher dkk !1&9E$&+ yaitu tidak adanya akselerasi dan >ariabilitas . 1&&1. Velosimetri Doppler arteri umbikal Beskipun diketahui bahwa studi arus darah arteri umbilical pada kelompok risiko rendah tidak berguna.1" 3ungsi dinamik janin plasenta !3. -eberapa laporan penelitian obser>asi telah mengungkapkan hubungan antara penurunan >elositas diastolic arteri umbilical dengan peningkatan resistensi plasenta= janin dengan arus yang hilang atau terbalik !re>ersed end diastolic flow.J $ yaitu penilaian biofisik komprehensif menggunakan K2G.inamik Janin lasenta mampu untuk menilai kondisi janin dan plasenta .1&&:$. 9 maka risiko untuk asidosis menjadi besar !GG/ $ sedangkan hasil 7 9 menunjukkan hasil relatif baik.gejala diatas disebut sebagai janin kardiotokografi terminal= karena biasanya bila kita lahirkan janin tersebut mungkin sudah terjadi kelumpuhan otak ! Aisser dkk. Gerakan akibat janin bangun yang disertai dengan akselerasi akan memberikan keyakinan hasil + reaktif= atau sebaliknya. ?%G dalam menilai kondisi kehamilan risiko tinggi. dapat mengalami risiko kematian perinatal '#). gerak nafas dan arus darah a.A$ mempunyai risiko kematian perinatal !2rudinger dkk. 1&&'$.