You are on page 1of 19

TERMINASI KEHAMILAN MENURUT PANDANGAN ISLAM

Oleh: Rosy Azizah Rizki NIM: P07120111032

POLTEKKES KEMENKES YOGYAKARTA JURUSAN KEPERAWATAN 2011

Tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terselesaikannya makalah ini yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu. Sleman. Desember 2011 Penyusun . Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna oleh karena itu kritik dan saran yang membangun dari pembaca sekalian sangat saya harapkan. Makalah ini saya buat dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah agama islam.KATA PENGANTAR Pertama–tama marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua sehingga saya dapat menyelesaikan makalah mengenai terminasi kehamilan menurut pandangan islam ini.

...................................................... i Kata pengantar ............... ii Daftar isi ................ Daftar pustaka ................................................................................................. Bab II........................................................................................... .........................................................................................................................................................................................................................................................................................................DAFTAR ISI Halaman judul .........1 Bab I ................................................................................................................................................. Bab III .........................................................................

antaranews. janin dideteksi punya cacat genetik.aborsi. Klien aborsi terbanyak berada pada kisaran usia 20-29 tahun. alasan sosial ekonomi. Apakah pelaku terminasi kehamilan atau aborsi melakukannya atas dasar pertimbangan kesehatan (abortus provokatus medicialis) atau memang melakukannya atas . Kelahiran anak yang seharusnya dianggap sebagai suatu anugerah yang tidak terhingga dari Allah SWT sebagai Sang Pencipta justru dianggap sebagai suatu beban yang kehadirannya tidak diinginkan. Perempuan yang tidak menginginkan kehamilannya tersebut. Kasus aborsi di perkotaan dilakukan secara diam-diam oleh tenaga kesehatan (70%). Dari penelitian WHO diperkirakan 20-60 persen aborsi di Indonesia adalah aborsi disengaja (induced abortion). kata Jurnalis Uddin. Dalam memandang bagaimana kedudukan hukum terminasi kehamilan atau aborsi di Indonesia sangat perlu dilihat kembali apa yang menjadi tujuan dari perbuatan terminasi kehamilan atau aborsi tersebut. Jumlah kasus aborsi yang mencapai 2 juta kasus itu telah melebihi jumlah kematian akibat perang. Penelitian di 10 kota besar dan enam kabupaten di Indonesia memperkirakan sekitar 2 juta kasus aborsi. Ironis sekali.com).BAB I PENDAHULUAN A. KB gagal dan lainnya.org). melebihi jumlah kematian karena kecelakaan dan melebihi jumlah kematian karena penyakit. dikarenakan beberapa faktor di antaranya hamil karena perkosaan. gangguan kesehatan. (www. namun di sisi lain ada pasangan yang membuang anaknya bahkan janin yang masih dalam kandungan tanpa pertimbangan nurani kemanusiaan. sedangkan di pedesaan dilakukan oleh dukun (84%). Latar belakang masalah Terminasi kehamilan di Indonesia merupakan hal yang tidak asing lagi. 50 persennya terjadi di perkotaan. karena di satu sisi sekian banyak pasangan suami isteri yang mendambakan kehadiran seorang anak selama bertahun-tahun masa perkawinan. (www.

C. Metode Metode yang digunakan dalam pembuatan makalahh ini adalah studi pustaka .dasar alasan lain yang kadang kala tidak dapat diterima oleh akal sehat. seperti kehamilan yang tidak dikehendaki (hamil diluar nikah) atau takut melahirkan ataupun karena takut tidak mampu membesarkan anak karena minimnya kondisi perekonomian keluarga. Untuk membahas permasalahan tersebut. Dunia hukum seakan menutup mata atas persoalan ini sekaligus diperparah lagi oleh dunia kedokteran yang seolah-olah menyelubungi praktek-praktek terminasi kehamilan atau aborsi yang nyata-nyata bertentangan dengan sumpah jabatan. B. persoalan terminasi kehamilan atau aborsi pada umumnya dianggap oleh sebagian besar masyarakat sebagai tindakan yang tidak berprikemanusiaan. Untuk memenuhi tugas mata kuliah agama islam 2. Agar mengetahui hukum terminasi kehamilan dalam islam dengan berbagai alasan. Tujuan Tujuan pembuatan makalah ini adalah: 1. ada baiknya kita menelusuri kembali bagaimana sebenarnya kedudukan terminasi kehamilan atau aborsi dalam pandangan Islam. Membahas persoalan terminasi kehamilan atau aborsi di Indonesia dikaitkan dengan profesi medis atau dunia kedokteran serta dunia hukum. sepertinya belum ada titik terang dalam sistem penegakan hukum. Sejauh ini.

3. Terminasi kehamilan memiliki arti hampir sama dengan aborsi maupun pengguguran kandungan. yang setara dengan usia kehamilan sekitar 22 minggu. Dalam praktik. Terminasi kehamilan juga dapat diartikan mengakhiri kehamilan dengan sengaja sehingga tidak sampai ke kelahiran baik janin dalam keadaan hidup atau mati. 4. Alasan bahwa kehamilan akan dapat mempengaruhi kesehatan baik bagi si ibu maupun bayinya. . aborsi lebih sering dideskripsikan sebagai keguguran (abortus) untuk menghindari terjadinya distress. 2. Definisi aborsi menurut WHO adalah pengeluaran embrio atau janin yang berat badannya 500g atau kurang. Pengertian Terminasi kehamilan adalah pengakhiran kehamilan dengan upaya pengeluaran buah kehamilan. aborsi didefinisikan sebagai pengeluaran janin atau produk konsepsi secara spontan sebelum usia kehamilan 24 minggu. Di Inggris.BAB II PEMBAHASAN A. Adanya alasan bahwa seorang wanita tersebut ingin membatasi atau menangguhkan perawatan anak karena ingin melanjutkan pendidikan atau ingin mencapai suatu karir tertentu. Akibat adanya hubungan yang bermasalah (hamil diluar nikah) atau kehamilan karena perkosaan dan incest sehingga seorang wanita melakukan aborsi karena menganggap kehamilan tersebut merupakan aib yang harus ditutupi. 5. Alasan usia terlalu muda atau terlalu tua untuk mempunyai bayi. B. Beberapa alasan dilakukannya terminasi kehamilan Alasan-alasan untuk melakukan terminasi kehamilan diantaranya: 1. Alasan sosial ekonomi untuk mengakhiri kehamilan dikarenakan tidak mampu membiayai atau membesarkan anak. karena beberapa wanita menghubungkan istilah aborsi dengan terminasi kehamilan yang disengaja.

kemudian dalam bentuk ‘alaqah’ selama itu pula. Ibnu Mas‟ud juga berpendapat bahwa ditiupkannya ruh kepada janin adalah saat berusia 120 hari. Ahmad. kulitnya. Abu Dawud. Terdapat perbedaan pandangan di kalangan fuqaha tentang status hukum aborsi atau terminasi kehamilan dalam pengertian ini. Terminasi kehamilan menurut islam 1. dagingnya dan tulangnya. lalu dibuatkan bentuknya. maka Allah mengutus malaikat. penglihatannya. Muslim. Bukhari. kemudian ditiupkan ruh kepadanya.C. 1995) Abdullah bin Mas‟ud berkata bahwa Rasulullah SAW telah bersabda yang artinya : “Sesungguhnya setiap kamu terkumpul kejadiannya dalam perut ibumu selama 40 hari dalam bentuk ‘nuthfah’.” (HR. Namun. dan Tirmidzi) Imam muslim meriwayatkan dalam shahihnya dari hadits Hudzaifah bin Usaid ia berkata bahwa ia telah mendengar Rasullullah bersabda yang artinya: Apabila nutfah telah berusia empat puluh dua malam. Perbedaan ini bisa digambarkan sebagai berikut: Pertama. . (Qardhawi. Ibnu Hazam mengatakan dalam al Muhalla bahwa diharamkan membunuh janin yang telah ditiupkan ruh kepadanya yaitu setelah berusia seratus dua puluh hari. Terminasi kehamilan secara umum Terminasi kehamilan disini didefinisikan sebagai terminasi kehamilan dari hubungan suami istri yang sah. Banyak ulama sepakat bahwa soal aborsi atau terminasi kehamilan setelah setelah ditiupkannya ruh pada janin adalah haram. kemudian dalam bentuk ‘mudghah’ selama itu pula. diciptakan pendengarannya. terdapat juga perbedaan pendapat mengenai kapan ditiupkannya ruh kepada janin tersebut. haram mutlaq (al ittifaq) kecuali ada uzur yang bersifat dharuri.

Maka dari itu. Yang memperbolehkan terminasi kehamilan atau aborsi sebelum peniupan ruh. antara lain Muhammad Ramli . Kedua.” (QS Al Isra` : 33) “Dan apabila bayi-bayi yang dikubur hidup-hidup itu ditanya karena dosa apakah ia dibunuh. ikhtilaf. Dan ini termasuk dalam kategori pembunuhan yang keharamannya antara lain didasarkan pada dalil-dalil syar‟i berikut. karena berarti membunuh makhluk yang sudah bernyawa.” (QS Al An’aam : 151) “Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan (alasan) yang benar (menurut syara’). Firman Allah SWT : “Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena kemiskinan. Kami akan memberikan rizki kepada mereka dan kepadamu.” (TQS At Takwir : 8-9) Berdasarkan dalil-dalil ini maka aborsi atau terminasi kehamilan adalah haram pada kandungan yang bernyawa sebab dalam keadaan demikian berarti aborsi atau terminasi kehamilan itu adalah suatu tindak kejahatan pembunuhan yang diharamkan Islam. aborsi atau terminasi kehamilan setelah ditiupkan ruh kepada janin adalah haram. Ikhtilaf hukum terjadi untuk aborsi atau terminasi kehamilan sebelum ditiupkannya ruh.

Bahkan Mahmud Syaltut. 1567 M) dalam kitabnya At Tuhfah dan Al Ghazali dalam kitabnya Ihya` Ulumiddin. maka hukumnya boleh (ja‟iz) dan tidak apa-apa. Penggunaan Organ Tubuh Buatan. Abdurrahman Al Baghdadi. Yang mengharamkan terminasi kehamilan atau aborsi sebelum peniupan ruh yaitu Ibnu Hajar (w. dan akan lebih besar lagi dosanya kalau bayi yang baru lahir dari kandungan sampai dibuang atau dibunuh . sebab sudah ada kehidupan pada kandungan yang sedang mengalami pertumbuhan dan persiapan untuk menjadi makhluk baru yang bernyawa yang bernama manusia yang harus dihormati dan dilindungi eksistensinya.(w. Nawawi Haram Fase mudghah Janin sudah sempurna . Definisi Hidup dan Mati. jika terminasi kehamilan atau aborsi dilakukan setelah janin bernyawa. kifarat 2. Pendapat-pendapat ulama yang lain diuraikan dalam tabel berikut: No 1. Nama ulama Al Ghazali Al Imad Pandangan hukum Haram Batas persyaratan Sejak konsepsi Alasan hukum Kehidupan sudah dimulai Sanksi Ta‟zir nutfah 1/3 ghurrahalaqah 2/3 ghurrah mudgah Ghurrah. Menurut pendapat Abdul Qadim Zallum (1998) dan Abdurrahman Al Baghdadi (1998). halaman 129 ). Beberapa Problem Kontemporer Dalam Pandangan Islam : Kloning. Transplantasi Organ. mantan Rektor Universitas Al Azhar Mesir berpendapat bahwa sejak bertemunya sel sperma dengan ovum (sel telur) maka terminasi kehamilan atau aborsi adalah haram. Abortus. 1998. 1596 M) dalam kitabnya An Nihayah dengan alasan karena belum ada makhluk yang bernyawa. Emansipasi Adakah Dalam Islam. (Abdul Qadim Zallum. 1998. hukum syara‟ yang lebih rajih (kuat) adalah pengguguran kandungan yang usianya belum mencapai 40 hari. Akan makin jahat dan besar dosanya. halaman 45-56. Bayi Tabung.

8. 4.gaulislam. adalah boleh (ja‟iz) dikuatkan dengan bahwa apa yang ada dalam rahim belum menjadi janin karena dia masih berada dalam tahapan sebagai nutfah (gumpalan darah). 10. kifarat Sumber: (Hasan. 2008) Pendapat yang menyatakan bahwa terminasi kehamilan atau aborsi pada janin yang usianya belum mencapai 40 hari. 11. belum sampai pada fase penciptaan yang menunjukkan ciri-ciri minimal sebagai manusia. 5. „Azl dilakukan oleh seorang laki-laki yang tidak menghendaki kehamilan perempuan yang digaulinya. 6. sebagaimana akan mengakibatkan matinya sel telur. Mubah Makruh Haram Mubah Mubah Mubah Al Qami Al Malik Al Lakhim Hambali Ibnu Aqil Yusuf Abd Hadi Ibnu qudamah 13 Haram Ghurrah. pengguguran nutfah sebelum menjadi janin.com) . Tindakan ini akan mengakibatkan kematian sel sperma. dari segi hukum dapat disamakan dengan „azl (coitus interruptus) yang dimaksudkan untuk mencegah terjadinya kehamilan.3. 12.(www. sehingga akan mengakibatkan tiadanya pertemuan sel sperma dengan sel telur yang tentu tidak akan menimbulkan kehamilan. Di samping itu. Muh Abi Sad Al Ramli Mubah Mubah Makruh Sebelum 80 hari Sebelum 40 hari Setelah 40 hari Sebelum 120 hari Sebelum fase mudgah Memasuki 80 hari Sejak konsepsi Sebelum 40 hari Sebelum 40 hari Sebelum peniupan ruh Fase mudghah Al Asyrusani Al Haskafi Al Buti Ibnu Abidin Mubah Janin belum sempurna Belum terjadi penyawaan Mendekati penyawaan Belum terjadi penciptaan Janin belum sempurna Mendekati penyawaan Kehidupan sudah dimulai Belum ada nyawa Ada alasan yang dibenarkan syara‟ Belum terjadi penciptaan Sudah berbentuk sempurna 1/3 ghurrah Ta‟zir Ta‟zir Ta‟zir Ghurrah Ta‟zir 7. sebab „azl merupakan tindakan mengeluarkan sperma di luar vagina perempuan. 9.

Rasulullah SAW bersabda kepadanya : “Lakukanlah ‘azl padanya jika kamu suka ! ” (HR. Sedangkan pengguguran kandungan hukumnya pada dasarnya haram. azl adalah menghalangi kehamilan. Mereka beralasan bahwa azl menghalangi sebab-sebab kehidupan. 2. Pada usia 40 hari pertama keharamannya paling ringan. Oleh sebab itu. Jadi. Ahmad. bukan pembunuhan terselubung karena wujudnya belum ada. bahkan. Muslim.1995). mereka mengharamkan menggugurkan kandungan walaupun belum ditiupkan ruh karena azl saja haram. segala usaha untuk menyelamatkan kehidupan keduanya harus diutamakan. sementara dia tidak menginginkan budak perempuannya hamil. Menurut beliau.1995). setelah berusia 40 hari keharamannya makin kuat dan seterusnya.Rasulullah SAW telah membolehkan „azl kepada seorang laki-laki yang bertanya kepada beliau mengenai tindakannya menggauli budak perempuannya. Pada keadaan . berdasarkan penjelasan-penjelasan diatas sulit untuk disimpulkan boleh dan tidaknya terminasi kehamilan setelah janin ditiupkan ruh karena sangat banyaknya perbedaan pendapat diantara para ulama. (Qardhawi. Dalam situasi seperti ini. Imam Al-Ghazali membedakan secara jelas antara azl dengan menggugurkan kandungan. (Qardhawi. namun keharamannya bertingkat-tingkat sesuai perkembangan janin. Terminasi kehamilan untuk keselamatan ibu Dalam perspektif islam terminasi kehamilan dari janin yang telah hidup merupakan pembunuhan bayi yang tidak boleh dilakukan kecuali jika keselamatan ibu terancam. Sehingga beliau memperbolehkan azl. dan Abu Dawud) Ada pula ulama yang melarang azl karena mereka menganggapnya sebagai pembunuhan terselubung.

Terminasi kehamilan diperbolehkan untuk keselamatan ibu. Menyelamatkan kehidupan adalah sesuatu yang diserukan oleh ajaran Islam. Maka berobatlah kalian !” (HR. maka seolaholah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla setiap kali menciptakan penyakit.ini dibolehkan melakukan terminasi kehamilan baik pada tahap penciptaan janin. Maka tidak boleh mengorbankan yang asal (pokok) demi . Dia ciptakan pula obatnya. jika dokter yang terpercaya menetapkan bahwa keberadaan janin dalam perut ibu akan mengakibatkan kematian ibu dan janinnya sekaligus. Mabadi` Awaliyah fi Ushul Al Fiqh wa Al Qawa‟id Al Fiqhiyah.” (QS Al Maidah : 32) Di samping itu terminasi kehamilan dalam kondisi seperti ini termasuk pula upaya pengobatan. halaman 35). ataupun setelah peniupan ruh padanya. Sedangkan Rasulullah SAW telah memerintahkan umatnya untuk berobat. Ibu adalah pangkal atau asal kehidupan janin. 1927. Ahmad) Kaidah fiqih dalam masalah ini menyebutkan : “Idza ta’aradha mafsadatani ru’iya a’zhamuha dhararan birtikabi akhaffihima” “Jika berkumpul dua madharat (bahaya) dalam satu hukum. maka dipilih yang lebih ringan madharatnya. sedangkan janin sebagai cabang.” (Abdul Hamid Hakim. sesuai firman Allah SWT : “Barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia.

seperti firman-Nya: . Begitu pula hilangnya nyawa sang ibu jika tetap mempertahankan kandungannya juga suatu mafsadat. Terminasi kehamilan berdasarkan diagnosis penyakit janin Kemajuan ilmu kedokteran sekarang telah mampu mendeteksi kerusakan (cacat) janin sebelum berusia empat bulan sebelum mencapai tahap ditiupkannya ruh. cacat-cacat seperti itu merupakan penyakit yang sudah dikenal masyarakat luas sepanjang kehidupan manusia dan telah disandang oleh banyak orang. Selain itu. Memang mengggugurkan kandungan adalah suatu mafsadat. (Al Baghdadi. tidaklah dipandang akurat jika dokter membuat dugaan bahwa setelah lahir nanti si janin akan mengalami cacat (seperti buta. etika kedokterandan undang-undang. atau membiarkan kehidupan ibunya terancam dengan keberadaan janin tersebut. 1998). 1995) Berdasarkan kaidah ini. seorang wanita dibolehkan menggugurkan kandungannya jika keberadaan kandungan itu akan mengancam hidupnya. Allah telah menunjukkan kasih sayangnya.kepentingan cabang. tuli) dianggap sebagai sebab diperbolehkannya melakukan pengguguran kandungan. Bahkan. kita tidak boleh mempunyai keyakinan bahwa ilmu pengetahuan manusia dan segala kemampuan serta peralatannya akan dapat mengubah tabiat kehidupan manusia yang diberlakukan Allah sebagai cobaan dan ujian. Namun demikian. Adapun untuk penyakit yang lebih parah lagi. 3. Sebab. bisu. Namun tak syak lagi bahwa menggugurkan kandungan janin itu lebih ringan madharatnya daripada menghilangkan nyawa ibunya. lagipula tidak menghalangi mereka untuk bersama-sama orang lain memikul beban kehidupan ini. Janin yang mengalami kondisi sangat buruk dan membahayakan biasanya tidak bertahan hidup setelah dilahirkan.(Qardhawi. meskipun ini berarti membunuh janinnya. manusia banyak yang melihat kelebihan para penyandang cacat yang nama-nama mereka telah terukir dalam sejarah. Logika ini disamping sesuai dengan syara‟ juga cocok dengan akhlaq.

selama mereka sudah berusaha menolak dan memeranginya. Rasullullah bersabda . kemudian mereka dipaksa dibawah acungan senjata dan dibawah tekanan kekuatan yang besar.Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya. 1995) 4. Lebih.(QS Al-Balad: 4) Sesungguhnya ilmu pengetahuan dan teknologi pada zaman kita telah turut andil dalam memberikan pelajaran kepada orang-orang cacat untuk meraih keberuntungan. (QS Al-Insan:2) Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.orang normal. Banyak diantara mereka yang dapat memikul kerasnya kehidupan seperti orang.lebih dengan sunnah-Nya Allah mengganti mereka dengan beberapa karunia dan kemampuan lain yang luar biasa. (Qardhawi. Terminasi kehamilan karena perkosaan Perempuan muslimah yang diperkosa tidak menanggung dosa terhadap apa yang terjadi pada diri mereka. sebagaimana keduanya telah turut andil memudahkan kehidupan mereka.

tetapi harus menyertakan bukti. Pemerintah Sudan mentolerir terminasi kehamilan atau aborsi bagi korban perkosaan. Karena kasus perkosaan merupakan tindak kriminal. Namun. b. Maka ini merupakan rukshah yang difatwakan karena darurat. Tindakan terminasi kehamilan akibat perkosaan ini diperbolehkan sebelum janin berusia 120 hari. diperbolehkan melakukan pengguguran kandungan apabila dipastikan anak tersebut nantinya akan membawa dampak buruk bagi jiwa dan raga ibunya di kemudian hari.Sesungguhnya Allah menggugurkan dosa dari umatku atas suatu perbuatan yang dilakukannya karena khilaf (tidak sengaja). Dengan demikian apabila janin itu tetap dipertahankan hingga dilahirkan. Mufti Bosnia membolehkan terminasi kehamilan atau aborsi bagi wanita yang hamil karena perkosaan saat perang. jika ia memelihara janin tersebut juga tidak mengapa sebab menurut syara‟ janin itu tidak menanggung dosa dan tidak dipaksa untuk menggugurkannya. maka dalam hal ini pembuktian harus melibatkan pihak yang berwajib dan keluarga korban. karena lupa dan karena dipaksa melakukannya. (HR Ibnu Majah) Pemerkosaan yang melampaui batas dari pemerkosa terhadap wanita muslimah merupakan udzur yang kuat bagi muslimah dan keluarganya karena ia sangat benci terhadap janin hasil pemerkosaan tersebut serta ingin terbebas daripadanya. Tindakan penghentian kehamilan terutama pada usia kehamilan di bawah 40 hari pasca perkosaan bisa merujuk kepada fatwa: a. Tentu saja kebolehan itu bukan tanpa syarat. Menurut kacamata fiqh kontemporer.bukti yang jelas bahwa ia korban perkosaan dan melalui prosedur yang tepat. dan darurat itu diukur dari kadar ukurannya. Sayid Thanthawi pada Konferensi Kairo 1977 membolehkan terminasi kehamilan atau aborsi akibat perkosaan pada usia kehamilan empat bulan pertama. c. maka dia adalah anak muslim sebagaimana sabda Rasullullah SAW: .

Hadits mengenai perempuan Ghamidiyyah yang diriwayatkan Muslim dari Buraidah RA. yaitu: a. Oleh karena itu. Surat Al-Isra ayat 16 yang menyatakan bahwa seorang janin tidak menanggung dosa ibunya. Terminasi kehamilan atau aborsi terhadap janin hasil hubungan di luar nikah juga bertentangan dengan kaedah ushuliyyah karena menutupi kemudharatan. barulah ia dirajam. Terminasi kehamilan karena perzinaan Sa‟id Ramadhan Al-Buthi dengan tegas mengatakan bahwa terminasi kehamilan akibat perzinaan ini hukumnya haram. b. Ia mengemukakan tiga dalil. Setelah si anak disapih dan diserahkan kepada orang lain. Ia tidak bersalah.(HR Bukhari) Dalam kasus perkosaan yang lebih diutamakan adalah hak ibu atau perempuan yang diperkosa. c. Ma‟iz kemudian dirajam terlebih dahulu setelah empat kali melakukan zina dan meminta nabi mensucikannya.Tiap-tiap anak itu dilahirkan dalam keadaan fitrah. Membela dan memelihara kehidupan dan masa depan si perempuan yang sudah pasti lebih diutamakan daripada kehidupan janin dalam kandungan yang belum tentu kongkrit. kehamilan itu sendiri disebabkan oleh perbuatan haram maka terminasi kehamilan dengan sendirinya juga haram. karena itu tidak boleh digugurkan baik sebelum maupun sesudah ditiupkan ruh terhadapnya. Namun terhadap perempuan tersebut. Padahal ada kaedah ushuliyyah yang mengatakan bahwa rukshah itu tidak berlaku untuk perbuatan maksiat. Yang datang kepada nabi dengan membawa pengakuan ia telah berzina dengan Ma‟iz bin Malik dan sedang hamil karenanya. nabi menangguhkan hukuman rajam sampai ia melahirkan anaknya dan menyapihnya. 5. Kebolehan terminasi kehamilan untuk usia janin dibawah 40 hari dibolehkan untuk nikah yang sah dan kebolehan itu bersifat rukshah. .

pendekatan hukum dalam fiqh dilakukan dengan mengedepankan hak janin dan hak masyarakat. .Dalam kasus perzinaan. karena ia dianggap pelaku dosa. Hak si Ibu yang mengandung justru tidak mendapatkan tempat sama sekali.

Umat islam yang telah berkeluarga sebaiknya selalu bersyukur kepada Allah apabila diberi kehamilan. Aborsi atau terminasi kehamilan adalah haram pada kandungan yang bernyawa sebab dalam keadaan demikian berarti aborsi atau terminasi kehamilan itu adalah suatu tindak kejahatan pembunuhan yang diharamkan Islam. Saran 1. B. Terminasi kehamilan karena diagnosis penyakit janin itu tidak diperbolehkan. Terminasi kehamilan karena perzinaan itu diharamkan. Seorang wanita dibolehkan menggugurkan kandungannya jika keberadaan kandungan itu akan mengancam hidupnya. 5. 3. 2. 4. 2. 6. . Umat islam terutama muslimah harus lebih menjaga dirinya dengan lebih meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah agar tidak melakukan sesuatu sehingga terjadi kehamilan yang tidak diinginkan sehingga tidak terjadi terminasi kehamilan. Karena dengan demikian tidak akan terjadi terminasi kehamilan. Kesimpulan 1. meskipun ini berarti membunuh janinnya. Terminasi kehamilan karena perkosaan diperbolehkan jika dikhawatirkan mengancam ketentraman jiwa ibu. Sulit untuk disimpulkan boleh dan tidaknya terminasi kehamilan setelah janin ditiupkan ruh karena sangat banyaknya perbedaan pendapat diantara para ulama.BAB III PENUTUP A.

net/quran http://www.healthandbisnis. http://idmgarut. www. Jakarta: Proyek Pengadaan Kitab Suci Al-Qur‟an Departemen Agama Republik Indonesia Hasan.aborsi.html http://www. 1995.htm http://www. Fatwa-fatwa Kontemporer.com/2010/04/penghentian-kehamilan-dalamkonteks. B.org/statistik.pdf Departemen Agama Republik Indonesia. Jakarta: Rajawali Press.antaranews. 2008.blogspot.com/2009/01/26/terminasi-kehamilan/ http://kharistyhasanah.pdf .lib. Al-Qur’an dan Terjemahannya.html http://mediaaula.DAFTAR PUSTAKA adln.pdf Qardhawi.com/2009/12/prosedur-tindakan-terminasikehamilan. 1978. P.uinsuka.blogspot.com/aborsi-dalam-pandangan-hukum-islam http://www. Pengantar Psikologi Kesehatan Islami.wordpress. Jakarta: Gema Insan Press.com/2011/03/kasus-aborsi-di-indonesia. A.dudung.com/view/?i=1203765104&c=NAS&s= http://www.html isjd.lipi.info/syariah/attachments/143_Lysa Anggrayni Ok1.id/files/disk1/204/gdlhub-gdl-s1-2009-mustofa-10179-fh3409.ac.go.pdii.gaulislam.id/admin/jurnal/9207163173. Y.unair.