Rabu, 06 Maret 2013

Biaya Jabatan merupakan salah satu pengurang dari penghasilan bruto selain Iuran Pensiun karyawan yang di bayar sendiri, sehingga nantinya dapat di ketahui berapa besar penghasilan Netto sesesorang atas Gaji yang diterima.

Besar maksimal biaya jabatan adalah Rp.6,000,000-/tahun atau Rp.500,000-/bulan. Apa maksudnya? Ini berarti bahwa semua biaya jabatan tidak akan bisa melebihi tarif maksimal yang telah di tentukan. Jika Anda melakukan perhitungan untuk mencari biaya jabatan dari penghasilan bruto setahun seseorang dan hasilnya menunjukan angka di atas 6 Jt rupiah(Misal Rp.6,582,000), maka yang angka maksimal yang di anggap sebagai biaya jabatan hanyalah Rp. 6,000,000 saja. Jika hasil perhitungan tidak melebihi 6 Jt(Misal Rp.4,702,000) maka otomatis hasil perhitungan itu sendirilah yang di gunakan. Tentu saja untuk melengkapi artikel ini saya akan memberikan beberapa contoh yang menggambarkan setiap kondisi yang telah Saya jelaskan sebelumnya, Plus penggunaan rumus 'IF' pada excel yang akan mengotomatiskan perhitungan biaya jabatan. Contoh 1 Miss. Rani Total Gaji Pokok Setahun : Rp.42,000,000 Tunjangan Makan : Rp. 7,200,000 Gaji Bruto Setahun Biaya Jabatan : Rp.49,200,000 : (Rp.49,200,000 x 0,05) Rp.2,460,000

Kesimpulan Contoh 1: Biaya Jabatan yang di hitung tidak melebihi tarif maksimal yang telah di tentukan yaitu Rp.6,000,000.

Contoh 2 Miss. Rani Total Gaji Pokok Setahun : Rp.104,000,000 Tunjangan Makan : Rp. 8,400,000 Tunjangan PPh 21 : Rp. 7,700,000 Gaji Bruto Setahun Biaya Jabatan Biaya Jabatan : Rp.120,100,000 : (Rp.120,100,000 x 0,05) Rp.6,005,000 -> Lebih dari tarif maksimal yang di tentukan : Rp.6,000,000