HIV/AIDS

Kelompok Perawat Semester II
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Mega Buana Palopo Tahun Ajaran 2012/2013
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum wr, wb Puji syukur kehadirat ALLAH SWT, yang telah memberi kekuatan dan kesempatan kepada kami, sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan waktu yang di harapkan walaupun dalam bentuk yang sangat sederhana, dimana makalah ini membahas tentang “HIV/AIDS” dan kiranya makalah ini dapat meningkatkan pengetahuan kita khususnya tentang bagaimana dan apa bahaya dari penyakit HIV/AIDS. Dengan adanya makalah ini,mudah-mudahan dapat membantu meningkatkan minat baca dan belajar teman-teman.selain itu kami juga berharap semua dapat mengetahui dan memahami tentang materi ini, karena akan meningkatkan mutu individu kita Kami sangat menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih sangat minim,sehingsaran dari dosen pengajar serta kritikan dari semua pihak masih kami harapkan demi perbaikan laporan ini. Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam menyelesaikan makalah ini.

Disusun Oleh :

Palopo,20 september 2012 Penyusun

Daftar Isi
Kata Pengantar …………………………………………………………….2 Daftar Isi ………………………………………………………….………..3 BAB I : PENDAHULUAN A. Latar Belakang ……………………………………….…..…………4 B. Rumusan Masalah …………………………………………………..6 C. Tujuan ……………………………………………………...……….6 BAB II: PEMBAHASAN

15 Komplikasi ………………………………………….000 dengan 179. berdasarkan data Departemen kesehatan (Depkes) pada periode JuliSeptember 2006 secara kumulatif tercatat pengidap HIV positif di tanah air telah mencapai 4. Juga telah diperkirakan. D. B. Menderita HIV/AIDS di Indonesia dianggap aib. penyakit ini merupakan persoalan kesehatan masyarakat yang sangat penting di beberapa negara dan bahkan mempunyai implikasi yang bersifat internasional dengan angka moralitas yang peresentasenya di atas 80 pada penderita 3 tahun setelah timbulnya manifestasi klinik AIDS. Modulasi respon imun penderita HIV/AIDS akan menurun secara . 400 kasus di Francis dan sisanya di negara Eropa lainnya. jika stress mencapai tahap kelelahan (exhausted stage).10 Manifestasi Klinis ………………………………………. kematian pasukan Amerika selama masa perang di Vietnam berjumlah 47.20 DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………23 BAB I PENDAHULUAN A.000 kasus di Amerika Serikat.987 orang. Jika ditambah dengan stress psikososial-spiritual yang berkepanjangan pada pasien terinfeksi HIV..000 orang dengan perincian. Pada pertengahan tahun 1988. C. E..000 korban. lebih dari 10. Secara fisiologis HIV menyerang sisitem kekebalan tubuh penderitanya. bahkan meningkatkan angka kematian. bukan penyakit bawaan tetapi diddapat dari hasil penularan. Sebagai perbandingan dapat dikemukakan. Menurut Ross (1997).………. bahwa pada akhir tahun 1991. banyaknya kasus AIDS secara keseluruhan di Amerika Serikat doperkirakan akan meningkat paling sedikit menjadi 270. sebanyak lebih dari 60. Pengertian HIV/AIDS ………………………………….000 kematian. Ramalan baru-baru ini dari United States Public Health Service menyatakan.617 orang dan AIDS 6.000 kasus yang ditegakkan diagnosisnya sebagai AIDS di Amerika Serikat telah dilaporkan pada Communicable Disease Centre (CDC) dan lebih dari setengahnya meninggal.. F. bahwa 74... G.9 Patofisiologi ………………………………………………………..16 Pemeriksaan Penunjang …………………………………….000 kematian yang berhubungan dengan AIDS dapat terjadi selama tahun 1991 saja.. Pada tahun 1985 Cherman dan Barre-Sinoussi melaporkan bahwa penderita AIDS di seluruh dunia mencapai angka lebih dari 12.…………….A.……18 Tata Laksana HIV………………………………………………….……………………….000 kasus baru dapat di diagnosis dan 54. maka akan mempercepat terjadinya AIDS.. Kasus-kasus AIDS baru terus-menerus di monitor untuk ditetapkan secara pasti diagnosisnya. sehingga dapat menyebabkan tekanan psikologis terutama pada penderitanya maupun pada keluarga dan lingkungan disekeliling penderita. maka dapat menimbulkan kegagalan fungsi system imun yang memperparah keadaan pasien serta mempercepat terjadinya AIDS.7 Etiologi ……………………………………. Amerika Latin dan Afrika. AIDS adalah suatu kumpulan gejala penyakit kerusakan system kekebalan tubuh.…………. Latar Belakang Acquired immunodeficiency syndrome (AIDS) pertama kali dikenal pada tahun 1981 di Amerika Serikat dan disebabkan oleh human immunodeficiency virus (HIV-1). Selain itu.

Imunoglobulin A. dan social. sel plasma.IgM-IgG. Apakah pengertian dari HIV/AIDS ? 2. B. sedangkan hipofisis akan menghasilkan CRF (Corticotropin Releasing Factor). meliputi modulasi respon imun (Ader. Pendekatan yang digunakan adalah strategi koping dan dukungan social yang bertujuan untuk mempercepat respon adaptif pada pasien terinfeksi HIV. Bear. Selain itu perawat juga berperan dalam pemberian dukungan social berupa dukungan emosional. 1988). Putra.1999). Thl (CD4). Bagaimana manifestasi klinik dan pemeriksaan penunjang dalam penanganan penularan virus HIV/AIDS ? C. Rumusan Masalah 1. Folkman Dan Lazarus. 1996. fisik. Mengetahui dan mendeskripsikan manifestasi klinik dan pemeriksaan penunjang dalam menangani penularan virus HIV/AIDS. 1991 . 1996. maka kelenjar adrenal akan menghasilkan kortisol dalam jumlah besar sehingga dapat menekan system imun (Apasou dan Sitkorsky. dan factor yang diduga sangat berpengaruh adalah stress. Setyawan. 3. dan Antibodi-HIV (Ader. IL-2. Mengetahui pengertian HIV/AIDS serta memahami bahayanya. . penanganan pasien HIV memerlukan tindakan yang hampir sama. 1997). Perawat merupakan factor yang berperan penting dalam pengelolaan stress. Hal tersebut menunjukkan terdapat factor lain yang berpengaruh. 1990). G. khususnya dalam memfasilitasi dan mengarahkan koping pasien yang konstruktif agar pasien dapat beradaptasi dengan sakitnya.signifikan. respon psikologis. Apabila stress yang dialami pasien sangat tinggi.2001). psikis. IFN . 1990. IFN . Stress yang dialami pasien HIV menurut konsep psikoneuroimunologis. dapat membuka nuansa baru untuk bidang ilmu keperawatan dalam mengembangkan model pendekatan asuhan keperawatan yang berdasarkan pada paradigm psikoneuroimunologi terhadap pasien HIV (Nursalam. yamg meliputi aktivitas APC (makrofag). Bagaimana patofisiologi virus HIV ? 3. E dan anti-HIV. Mengetahui dan memahami patofisiologi virus HIV. kimia. stimulusnya akan melalui sel astrosit pada cortical dan amigdala pada system limbic berefek pada hipotalamus. Salah satu metode yang digunakan dalam penerapan teknologi ini adalah model asuhan keperawatan. IL-2. Tujuan 1. Penurunan tersebut akan berdampak terhadap penurunan jumlah CD4 hingga mencapai 180 sel/ l per tahun. informasi. dan respon social (Steward. CRF memacu pengeluaran ACTH (Adrenal corticotropic hormone) untuk memengaruhi kelenjar korteks adrenal agar menghasilkan kortisol. seperti aktivitas APC (makrofag). 2. Namun berdasarkan fakta klinis saat pasien control ke rumah sakit menunjukkan adanya perbedaan respon imunitas (CD4). Dengan demikian. Kortisol ini bersifat immunosuppressive terutama pada sel zona fasikulata. dan material (Batuman. Pada umumnya. 2005). Th-1 (CD4). penelitian bidang imunologi memilki empat variable yakni.

.

vpu.BAB II PEMBAHASAN A. dan utamanya menyebabkan munculnya tanda dan gejala AIDS. Gen env mengode komponen structural HIV yang dikenal dengan glikoprotein. . Gag berarti group antigen. integrase. Kamps. dan env adalah kepanjangan dari envelope (Hoffmann. yaitu :  Masuk dan mengikat  Reverse transkripstase  Replikasi  Budding  Maturasi Tipe HIV Ada 2 tipe HIV yang menyebabkan AIDS: HIV-1 dan HIV-2. virus tersebut menghancurkan CD4+ dan limfosit. Gen gag mengode protein inti. dan virus tertentu yang bersifat oportunistik. HIV menginfeksi tubuh dengan periode imkubasi yang panjang (klinik-laten). protease. Selain itu penderita AIDS sering kali menderita keganasan. HIV menyebabkan beberapa kerusakan system imun dan menghancurkannya. Dalam prose itu. yaitu : rev. hal ini berarti HIV secara terus-menerus menggunakan sel pejamu baru untuk mereplikasi diri. HIV mempunyai 3 gen yang merupakan komponen funsional dan structural. Secara structural morfologinya. Gen polmengode enzim reverse transcriptase. Seperti retrovirus yang lain. Hal tersebut terjadi dengan menggunakan DNA dari CD4+ dan limfosit untuk mereplikasi diri. Sebanyak 10 milyar virus dihasilkan setiap harinya. Pengertian HIV/AIDS AIDS atau Sindrom Kehilangan Kekebalan tubuh adalah sekumpulan gejala penyakit yang menyerang tubuh manusia seesudah system kekebalannya dirusak oleh virus HIV. Virus HIV adalah retrovirus yang termasuk dalam family lentivirus. dimana replikasi virus menjadi semakin cepat. Serangan pertama HIV akan tertangkap oleh sel dendrite pada membrane mukosa dan kulit pada 24 jam pertama setelah paparan. parasit.pol.2006). Sel yang terinfeksi tersebut akan membuat jalur ke nodus limfa dan kadang-kadang ke pembuluh darah perifer selama 5 hari setelah papran. Siklus hidup HIV dapat dibagi menjadi 5 fase. vif. Retrovirus mempunyai kemampuan menggunakan RNA-nya dan DNA pejamu untuk membentuk virus DNA dan dikenali selam periode inkubasi yang panjang. Akibat kehilangan kekebalan tubuh. penderita AIDS mudah terkena bebrbagai jenis infeksi bakteri. Rockhstroh. Siklus Hidup HIV Sel pejamu yang terinfeksi oleh HIV memiliki waktu hidup sangat pendek. jamur. Tiga gen tersebut yaitu gag. pol mewakili polymerase. bentuk HIV terdiri atas sebuah silinder yang dikelilingi pembungkus lemak yang melingkar-melebar. Pada pusat lingkaran terdapat untaian RNA. dan vpr.khususnya sarcoma Kaposi dan imfoma yang hanya menyerang otak. Gen lain yang ada dan juga penting dalam replikasi virus. dan env. nef.

yaitu antibodi HIV. Berikut adalah subtipe HIV-1 dan distribusi geografisnya: Sub tipe A: Afrika tengah Sub tipe B: Amerika selatan. Badan penderita akan mengadakan reaksi terhapat invasi virus AIDS dengan jalan membentuk antibodi spesifik. C.rusia. maka virus tersebut akan berada dalam tubuh korban untuk seumur hidup.afrika tengah Sub tipe F: Brasil. Virus ini dapat mengakibatkan penurunan jumlah limposit T-helper secara progresif dan menimbulkan imunodefisiensi serta untuk selanjut terjadi infeksi sekunder atau oportunistik oleh kuman. Virus AIDS bersifat limpotropik khas dan mempunyai kemampuan untuk merusak sel darah putih spesifik yang di sebut limposit T-helper atau limposit pembawa factor T4 (CD4).Thailand Sub tipe H: Zaire. akan tetapi pada beberapa orang perjalanan sakit dapat berlangsung dan berkembang menjadi AIDS yang full-blown.Thailand Sub tipe C: Brasil.india. Kebanyakan orang yang terinfeksi oleh virus AIDS hanya sedikit yang menderita sakit atau sama sekali tidak sakit.70% dalam darahnya mengandung virus tersebut tampa menimbulkan penyakit.gabon Sub tipe O: Kamerun. Sebuah penelitian pada 200 monyet hijau afrika. sedangkan HTLV-111 di temukan oleh Gallo di amerika serikat pada tahun berikutnya. Mekanisme system imun yang normal Sistem imun melindungi tubuh dengan cara mengenali bakteri atau virus yang masuk ke dalam tubuh. Berbagai macam subtype dari HIV-1 telah d temukan dalam daerah geografis yang spesifik dan kelompok spesifik resiko tinggi Individu dapat terinfeksi oleh subtipe yang berbeda.gabon.HIV-1 bermutasi lebih cepat karena reflikasi lebih cepat.Zaire Sub tipe G: Zaire. Nama lain virus tersebut ialah HIV.Rumania. yang agaknya tidak dapat menetralisasi virus tersebut dengan cara-cara yang biasa sehingga penderita tetap akan merupakan individu yang infektif dan merupakan bahaya yang dapat menularkan virusnya pada orang lain di sekelilingnya. Patofisiologi Virus HIV/AIDS 1.gabon Sub tipe C sekarang ini terhitung lebih dari separuh dari semua infeksi HIV baru d seluruh dunia B. Hiv TERDIRI ATAS hiv-1 DAN hiv-2 terbanyak karena HIV-1 terdiri atas dua untaian RNA dalam inti protein yang di lindungi envelop lipid asal sel hospes. dan bereaksi terhadapnya. Sekali virus AIDS menginfeksi seseorang. Virus yang sama ini ternyata banyak di temukan di afrika tengah. Ketika system imun melemah atau rusak oleh virus seperti virus HIV. Pada tahun 1983 di prancis. Etiologi HIV ialah retrovirus yang di sebut lymphadenopathy Associated virus (LAV) atau human T-cell leukemia virus 111 (HTLV-111) yang juga di sebut human T-cell lymphotrophic virus (retrovirus) LAV di temukan oleh montagnier dkk. virus dan parasit serta neoplasma.brasil. System imun terdiri . tubuh akan lebih mudah terkena infeksi oportunistik.jamur.afrika selatan Sub tipe D: Afrika tengah Sub tipe E:Thailand.

yaitu : rev. tonsil. HIV mempunyai 3 gen yang merupakan komponen funsional dan structural. Berbagai macam subtype dari HIV-1 telah d temukan dalam daerah geografis yang spesifik dan kelompok spesifik resiko tinggi . hal ini berarti HIV secara terus-menerus menggunakan sel pejamu beru untuk mereplikasi diri. termasuk di dalamnya sumsum tulang. limfa. yaitu :  Masuk dan mengikat  Reverse transkripstase  Replikasi  Budding  Maturasi 3. CD8+. Antibody bekerja dengan cara membungkus antigen. Siklus Hidup HIV Sel pejamu yang terinfeksi oleh HIV memiliki waktu hidup sangat pendek. yang membedakannya dengan sel lain. Gen gag mengode protein inti. Pada pusat lingkaran terdapat untaian RNA. Tipe dan sub-tipe dari virus HIV. Gag berarti group antigen. Serangan pertama HIV akan tertangkap oleh sel dendrite pada membrane mukosa dan kulit pada 24 jam pertama setelah paparan. adenoid. darah. Gen lain yang ada dan juga penting dalam replikasi virus. protease. dan env. Tiga gen tersebut yaitu gag. Penjelasan dan komponen utama dari siklus hidup virus HIV Secara structural morfologinya.atas organ dan jaringan limfoid. dimana replikasi virus menjadi semakin cepat. Masing-masing sel T mempunyai marker permukaan seperti CD4+. o Fagosit o Komplemen 2. Kamps.pol. Siklus hidup HIV dapat dibagi menjadi 5 fase. vpu. vif. killer sel dan makrofag saat terdapat antigen target khusus. Ada 2 tipe HIV yang menyebabk an AIDS: HIV-1 yang HIV-2. Membunuh sel yang menghasilkan antigen target khusus. dan CD3+. o Sel B Fungsi utama sel B adalah sebagai imunitas antobodi humoral. Gen env mengode komponen structural HIV yang dikenal dengan glikoprotein. Sebanyak 10 milyar virus dihasilkan setiap harinya. appendix. Regulasi sitem imun b. nodus limfa. Masing-masing sel B mampu mengenali antigen spesifik dan mempunyai kemampuan untuk mensekresi antibodi spesifik. dan env adalah kepanjangan dari envelope (Hoffmann. Atau dengan membungkus antigen dan memicu system komplemen (yang berhubungan dengan respon inflamasi). bentuk HIV terdiri atas sebuah silinder yang dikelilingi pembungkus lemak yang melingkar-melebar. Sel CD4+ adalah sel yang membantu mengaktivasi sel B. pol mewakili polymerase. nef. HIV-1 bermutasi lebih cepat karena reflikasi lebih cepat. thymus. dan vpr. Sel CD8+membunuh sel yang terinfeksi oleh virus atau bakteri seperti sel kanker. dan limfa. membuat antigen lebih mudah untuk difagositosis (proses penelanan dan pencernaan antigen oleh leukosit dan makrofag. integrase.2006). Rockhstroh. Sel yang terinfeksi tersebut akan membuat jalur ke nodus limfa dan kadang-kadang ke pembuluh darah perifer selama 5 hari setelah papran. o Limfosit T Limfosit T atau sel T mempunyai 2 fungsi utama yaitu : a. Gen polmengode enzim reverse transcriptase.

Ibu pada bayinya Penularan HIV dari ibu pada saat kehamilan (in utero).gabon. atau mulut sehingga HIV yang terdapat dalam cairan tersebut masuk ke aliran darah (PELKESI. ini berarti banyak virus lain di dalam darah. dan oral dengan penderita HIV tanpa perlindungan bisa menularkan HIV. Pada waktu terjadi infeksi primer. Tes antibody HIV dengan menggunakanenzyme linked imunoabsorbent assay (EIA) akan menunjukkan hasil positif. dubur. cairan vagina. 3. muntah.india. penis. berkeringat di malam hari. Orang dewasa yang baru terinfeksi sering menunjukkan sindrom retroviral akut. yaitu : 1.01% sampai 0.Rumania. Tanda dan gejala tersebut biasanya muncul dan terjadi 2-4 minggu setelah infeksi. Target virus ini adalah limfosit CD4+ yang ada di nodus limfa dan thymus. 4. Berikut adalah subtipe HIV-1 dan distribusi geografisnya: Sub tipe A: Afrika tengah Sub tipe B: Amerika selatan. Sejumlah virus dalam darah atau plasma per millimeter mencapai 1 juta. dan darah dapat mengenai selaput lender vagina. mual. 2004). 1995). dan mulut yang bisa menjadi jalan HIV untuk masuk ke aliran darah pasangan seksual (Syaiful. dan timbul ruam.Individu dapat terinfeksi oleh subtipe yang berbeda. Bila ibu baru terinfeksi HIV dan belum ada gejala AIDS.Thailand Sub tipe H: Zaire. Selama hubungan seksual berlangsung. Selama berhubungan juga bisa terjadi lesi mikro pada dinding vagina. Efek dari virus HIV terhadap system imun  Infeksi Primer atau Sindrom Retroviral Akut (Kategori Klinis A) Infeksi primer berkaitan dengan periode waktu di mana HIV pertama kali masuk ke dalam tubuh. darah pasien menunjukkan jumlah virus yang sangat tinggi. air mani.rusia. Keadaan tersebut membuat individu yang terinfeksi HIV rentan terkena infeksi oportunistik dan membatasi kemampuan thymusuntuk memproduksi limfosit T. dubur.gabon Sub tipe O: Kamerun. diare.Thailand Sub tipe C: Brasil. 1995). Berdasarkan laporan CDC Amerika.afrika selatan Sub tipe D: Afrika tengah Sub tipe E:Thailand. Tanda dan gejala dari sindrom retrovirol akut ini meliputi : panas. kehilangan berat badan. 2. Cara penularan HIV/AIDS Virus HIV menular melalui enam cara penularan.afrika tengah Sub tipe F: Brasil.brasil. kemudian hilang atau menurun setelah beberapa hari dan sering salah terdeteksi sebagai influenza atau infeksi mononucleosis. sedangkan kalau gejala AIDS sudah jelas pada ibu kemungkinannya mencapai 50% (PELKESI.7%. 5. anal. 2000). nyeri otot.Zaire Sub tipe G: Zaire. kemungkinan bayi terinfeksi sebanyak 20% sampai 35%.gabon Sub tipe C sekarang ini terhitung lebih dari separuh dari semua infeksi HIV baru d seluruh dunia. sakit kepala. Penularan juga terjadi selama proses persalinan melalui transfuse fetomaternal atau kontak antara kulit atau membrane mukosa bayi dengan darah atau sekresi maternal saat melahirkan (Lily V. Hubungan seksual dengan pengidap HIV/AIDS Hubungan seksual secara vaginal. Darah dan produk darah yang tercemar HIV/AIDS . prevalensi HIV dari ibu ke bayi adalah 0. Selama imfeksi primer jumlah limfosit CD4+ dalam darah menurun dengan cepat.

1995). Disini penderita menunjukkan gejala lemah. inguinal. pada para pemakai IDU secara bersama-sama juga mengguna tempat penyampur.memotong rambut.menyunat seseorang. dan alat-alat lain yang darah. diare kronik.AIDS Relative Complex (ARC) Virus sudah menimbulkan kemunduran pada sistem kekebalan sehingga mulai terjadi berbagai jenis infeksi yang seharusnya dapat dicegah oleh kekebalan tubuh.silet.berpelukan di pipi. diare.Sangat cepat menularkan HIV karena virus langsung masuk ke pembuluh darah dan menyebar ke seluruh tubuh. yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya dan berlangsung lama. malaise. Gejala dini lainnya berupa penurunan berat badan lebih dari 10% dari berat badan semula. 6. limfadenopati. demam yang menyerupai flu biasa sebelum tes serologi positif. kelelahan. Alat-alat untuk menoleh kulit Alat tajam dan runcing seperti jarum.dan hubungan social yang lain.handuk.Full Blown AIDS. ditambah dengan gejala yang sudah timbul pada fase kedua. 5. lesu. Selain jarum suntik. 2. 4. sarcoma kaposi. 3.cairan vagina atau air mani yang terinfeksi HIV. gigitan nyamuk.berjabat tangan. keringat pada waktu malam atau kehilangan berat badan tanpa penyebab yang jelas dan sariawan oleh jamur kandida di mulut.dan gelas pengoplos obat. kadang-kadang lebih dari satu tahun. membuat tato.dan sebagainya bisa menularkan HIV sebab alat tersebut mungkin di pakai tampa disterilkan terlebih dahulu.dan langsung di gunakan untuk orang lain yang tidak terinfeksi bisa menularkan HIV.tenakulum. berkeringat malam. ketiak.maupun yang di gunakan oleh parah pengguna narkoba (injecting drug user-IDU) sangat berpotensi menularkan HIV.pakaian.(PELKESI. pengaduk. penderita sangat rentan terhadap infeksi sehingga dapat meninggal sewaktu-waktu.sehingga berpotensi tinggi untuk menularkan HIV tidak menular melalui peralatan makan. Sering terjadi radang paru pneumocytik. Pada fase ini sistem kekebalan tubuh sudah rusak. Menggunakan jarum suntik secara bergantian Jarum suntik yang di gunakan di fasilitas kesehatan. Pemakaian alat kesehatan yang tidak steril Alat pemeriksaan kandungan seperti speculum.Infeksi HIV Stadium Pertama Pada fase pertama terjadi pembentukan antibodi dan memungkinkan juga terjadi gejala-gejala yang mirip influenza atau terjadi pembengkakan kelenjar getah bening. . 4. Manifestasi Klinis Gejala dini yang sering dijumpai berupa eksantem.hidup serumah dengan penderita HIV/AIDS. D.sapu tangan.toilet yang di pakai secara bersama-sama.pisau. Beberapa ahli klinik telah membagi beberapa fase infeksi HIV yaitu : 1.Persisten Generalized Limfadenopati Terjadi pembengkakan kelenjar limfe di leher. demam.

limpoma. obat illegal. 3. Dermatologik Lesi kulit stafilokokus : virus herpes simpleks dan zoster. dan dehidrasi. dan dekobitus dengan efek nyeri. leukoplakia oral. sarcoma Kaposi. f. hipoksia. 3. Neurologik 1. Dengan efek : sakit kepala. nyeri rectal.sarcoma Kaposi. paralise. karena reaksi terapeutik. kehilangan pendengaran dengan efek nyeri. 2. dan strongyloides dengan efek nafas pendek . gatal-gatal dan siare. Enselophaty akut. Diare karena bakteri dan virus. kompleks dimensia AIDS karena serangan langsung Human Immunodeficiency Virus (HIV) pada sel saraf. demam.herpes yang meluas. HPV oral. berefek perubahan kepribadian.anoreksia.gatal. Penyakit Anorektal karena abses dan fistula. total / parsial. dan isolasi social.hipoksia. kelemahan. d. Infark serebral kornea sifilis meningovaskuler. limpoma. nyeri. peridonitis Human Immunodeficiency Virus (HIV).infeksi skunder dan sepsis. dan gagal nafas.demam atritis. Hepatitis karena bakteri dan virus. pertumbuhan cepat flora normal. keletihan dan cacat.demam. . Komplikasi a. tuberculosis oleh kuman opportunistik. gingivitis. alkoholik.dehidrasi. nyeri abdomen. E. Neuropati karena imflamasi demielinasi oleh serangan Human Immunodeficienci Virus (HIV) c.batuk. Oral Lesi Karena kandidia. Respirasi Infeksi karena Pneumocystic Carinii. penurunan berat badan. mual muntah. keletihan. ikterik. Dengan anoreksia. e. cytomegalovirus. Sensorik   Pandangan : Sarkoma Kaposi pada konjungtiva berefek kebutaan Pendengaran : otitis eksternal akut dan otitis media.rasa terbakar. herpes simplek. ketidakseimbangan elektrolit. Gastrointestinal 1. ulkus dan inflamasi perianal yang sebagai akibat infeksi. penurunan berat badan. Dengan efek. dan maranik endokarditis. hipoglikemia.malabsorbsi.hipotensi sistemik. pneumococcus. gangguan pada sistem saraf pusat. dan sarcoma Kaposi. lesi scabies/tuma. biasanya meninggal sebelum waktunya. Jarang penderita bertahan lebih dari 3-4 tahun. dermatitis karena xerosis. dengan efek inflamasi sulit dan sakit. 2. disfasia. 4. b. sehingga penderita pikun sebelum saatnya. kerusakan kemampuan motorik. virus influenza. reaksi otot. nutrisi. meningitis / ensefalitis. malaise.

b. c.F. Untuk transmisi vertical (antibody HIV positif) dan serokonversi (antibody HIV negative). sebab ELISA mempunyai sensitivitas rendah untuk HIV-2. Pemeriksaanya cukup sulit. Pemeriksaan Penunjang 1. ELISA (Enzyme-Linked ImmunoSorbent Assay) adalah metode yang digunakan menegakkan diagnosis HIV dengan sensitivitasnya yang tinggi yaitu sebesar 98.  + Antibodi permukaan HBV bila negative dan riwayat imunisasi  Bila terdapat kontak/riwayat tuberculosis sebelumnya. Diagnosis berdasarkan pada amflikasi asam nukleat. Hasil positif palsu dan negative palsu jarang terjadi. Serosurvei. Adapun pemeriksaan penunjang dasar yang diindikasikan adalah sebagai berikut : Semua pasien CD4 <200 sel/mm3 Antigen permukaan HBV* Rontgen toraks + Antibody inti HBV RNA HCV Antibody HCV Antigen kriptokukus Antibody IgG HAV OCP tinja Antibody Toxoplasma Antibody IgG sitomegalovirus CD4 <100 sel/mm3 Serologi Treponema PCR sitomegalovirus Rontgen toraks Funduskopi dilatasi Skrining GUM EKG Sitologi serviks (wanita) Kultur darah mikrobakterium  HAV. hepatitis B. menghitung CD4 menetukan kemungkinan komplikasi. 7.1-100%. 4. Menetapakan status infeksi individu yang seronegatif pada kelompok berisiko tinggi. 2. Biasanya tes ini memberikan hasil positif 2-3 bulan setelah infeksi. serologi tidak berguna dan RNA HIV harus diperiksa. Konfirmasi diagnosis dilakukan dengan uji antibody terhadap antigen virus structural. HBV. Pemeriksaan VL sebelum pengobatan menentukan kecepatan penurunan CD4. (catatan : HIV sering merupakan deteksi dari zat anti-HIV bukan HIV-nya sendiri). hepatitis C  *Antigen/antibody e HBV dan DNA HBV bila positif. Tes HIV pada bayi. Zat kekbalan itulah yang diturunkan pada bayi melalui plasenta yang akan mengaburkan hasil pemeriksaan. digunakan untuk : a. G. hepatitis A. 8. pengguna obat suntik dan pasien dari daerah endemic tuberculosis. viral load (VL) dan hitung DC4 diperiksa secara teratur (setiap8=12 minggu). Tes pada kelompok berisiko tinggi sebelum terjadi serokonversi.6-100%. Tata Laksana HIV . dan membutuhkan waktu sekitar 24 jam. dan pemeriksaan pascapengobatan (didefinisikan sebagai VL <50 kopi/mL). HCV. PCR (polymerase Chain Reaction). 3. WESTERN blot adalah metode yang digunakan menegakkan diagnosis HIV dengan sensitivitasnya yang tinggi yaitu sebesar 99. dan menghitung CD4 >200 sel/mm3 menggambarkan resiko yang terbatas. seolah-olah sudah ada infeksi pada bayi tersebut. Seorang ibu yan menderita HIV akan membentuk zat kekebalan untuk melawan penyakit tersebut. untuk mengetahui prevalensi pada kelompok berisiko. Pemeriksaan dengan rapid test (dipstick). 5. 6. mahal. karena zat antimaternal masih ada pada bayi yang dapat menghambat pemeriksaan secara serologis. Untuk memantau progresi penyakit. Tes konfirmasi untuk HIV-2. d. dilaksanakan 2 kali pengujian dengan reagen yang berbeda.

4. Diedoxycytidine 4.hindari stress. 3. Apabila terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV). bisa dilakukan dengan : 1. 1. Tidak bertukar jarum suntik. Memeriksa adanya virus paling lambat 6 bulan setelah hubungan seks terakhir yang tidak terlindungi. mengendalikan.Belum ada penyembuhan untuk AIDS. maka perawat unit khusus perawatan kritis dapat menggunakan keahlian dibidang proses keperawatan dan penelitian untuk menunjang pemahaman dan keberhasilan terapi AIDS. Vaksin dan Rekonstruksi Virus Upaya rekonstruksi imun dan vaksin dengan agen tersebut seperti interferon. Recombinant CD 4 dapat larut 1. nasokomial. obat ini menghambat replikasi antiviral Human Immunodeficiency Virus (HIV) dengan menghambat enzim pembalik traskriptase. 2. 5.jarum tato. Pendidikan untuk menghindari alcohol dan obat terlarang. Terapi Antiviral Baru Beberapa antiviral baru yang meningkatkan aktivitas system imun dengan menghambat replikasi virus / memutuskan rantai reproduksi virus pada prosesnya.gizi yang kurang. 1. Menggunakan pelindung jika berhubungan dengan orang yang tidak jelas status Human Immunodeficiency Virus (HIV) nya. Menghindari infeksi lain. jadi perlu dilakukan pencegahan Human Immunodeficiency Virus (HIV) untuk mencegah terpajannya Human Immunodeficiency Virus (HIV). Didanosine 2. AZT tersedia untuk pasien AIDS yang jumlah sel T4 nya <>3 . Tidakan pengendalian infeksi yang aman untuk mencegah kontaminasi bakteri dan komplikasi penyebab sepsis harus dipertahankan bagi pasien dilingkungan perawatan kritis. . dan sebagainya. AZT tersedia untuk pasien dengan Human Immunodeficiency Virus (HIV) positif asimptomatik dan sel T4 > 500 mm3 1. Terapi AZT (Azidotimidin) Disetujui FDA (1987) untuk penggunaan obat antiviral AZT yang efektif terhadap AIDS. Pengendalian Infeksi Opurtunistik Bertujuan menghilangkan. 2. dan pemulihan infeksi opurtunistik. makan-makanan sehat. Sekarang. Melakukan abstinensi seks / melakukan hubungan kelamin dengan pasangan yang tidak terinfeksi. atau sepsis. Mencegah infeksi kejanin / bayi baru lahir. Obat-obat ini adalah : 1.alcohol dan obat-obatan yang mengganggu fungsi imun. karena infeksi itu dapat mengaktifkan sel T dan mempercepat reflikasi Human Immunodeficiency Virus (HIV). maka pengendaliannya yaitu : 1. Ribavirin 3.

dan pemberantasannya. penularan. Jakarta Barat: Binarupa Aksara Djuanda. 2007. 2005. 1993. Jakarta: Erlangga Medical Series .DAFTAR PUSTAKA Widoyono. Jakarta: Erlangga Medical Series Muhajir. Penyakit Infeksi. Jakarta: Balai Penerbit FKUI Mandal. Penyakit Tropis: Epidomologi. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. pencegahan. Mikrobiolog Kedokteran. 2007. adhi..dkk. Pendidkan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Bandung: Erlangga Staf Pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2008.