MAKALAH BIOKIMIA “METABOLISME ENERGI”

Disusun oleh: KELOMPOK 3 Melawati Rizki Hawa 115040200111106 Riko Aditya Pratama Achmad Eka S. Asri Ismahmudi Mohammad Wildan Rudolfo Garcia 115040200111107 115040200111108 115040201111087 115040201111088 115040201111089

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2011

Dari total sel yang ada tersebut. Tujuan 1. Setiap sel digabung oleh struktur penyokong intrasel. Metabolisme biasanya dibagi menjadi dua kategori. Anabolisme. Metabolisme adalah serangkaian reaksi kimia yang terjadi dalam organisme hidup untuk mempertahankan hidup.3. tubuh manusia disusun dari 100 triliun sel dan mempunyai sifat dasar tertentu yang sama. 25 triliun sel merupakan sel darah merah yang mempunyai fungsi sebagai alat transportasi bahan makanan dan oksigen di dalam tubuh dan membawa karbon dioksida menuju paru-paru untuk dikeluarkan. menggunakan energi untuk membangun komponen sel seperti protein dan asam nukleat. Semua sel menggunakan oksigen sebagai salah satu zat utama untuk membentuk energi.2.2.2. Untuk memahami proses fosforilasi oksidatif BAB II .BAB I PENDAHULUAN 1. Katabolisme memecah bahan organik.1. Proses ini memungkinkan organisme untuk tumbuh dan berkembang biak. dimana mekanisme umum perubahan zat gizi menjadi energi di semua sel pada dasarnya sama.1. Untuk memahami mengenai apa itu ATP beserta perannya 1. dimana energi tersebut digunakan untuk membentuk sejumlah besar Adenosine TriPosphate (ATP). Untuk mengetahui ATP yang dihasilkan dari proses fotosintesis 1.2. dan protein yang dioksidasi akan menghasilkan energi. Latar Belakang Bila ditinjau pada tingkat sel. menjaga struktur mereka.2. dan semua mekanisme fisiologis yang memerlukan energi untuk kerjanya mendapatkan energi langsung dari ATP. dan selanjutnya ATP tersebut digunakan sebagai sumber energi bagi banyak fungsi sel. lemak.4. dan merespon lingkungan mereka. misalnya untuk energi panen dalam respirasi selular. Sehingga ATP merupakan senyawa kimia labil yang terdapat di semua sel. 1.2. dan secara khusus beradaptasi untuk melakukan fungsi tertentu. Bahan makanan yang berupa karbohidrat. Untuk memahami mengenai metabolisme energi 1.

sintesis protein. fotosintesis. Jika seluruh reaksi kimia terjadi dalam sel makhluk hidup. 2. misalnya energi kimia dalam bentuk senyawa Adenosin Trifosfat (ATP) diubah menjadi energi gerak untuk melakukan suatu aktivitas seperti bekerja. enzim bekerja secara spesifik. berlari. Transformasi energi tersebut dalam biologi dapat dijelaskan sebagai berikut. Selama proses fotosintesis. Metabolisme merupakan rangkaian reaksi kimia yang diawali oleh substrat awal dan diakhiri dengan produk akhir. yang berkaitan dengan energi dan frekuensi.1. Seluruh proses atau reaksi biokimia yang terjadi dalam sel disebut metabolisme. Enzim mempercepat reaksi kimia yang menghasilkan senyawa ATP dan senyawa-senyawa lain yang berenergi tinggi seperti pada proses respirasi. energi kimia dalam senyawa kimia berubah menjadi persenyawaan yang berupa ATP. energi matahari yaitu dalam bentuk radiasi atau pancaran cahaya matahari matahari berubah menjadi energi kimia dalam ikatan senyawa organik. maka reaksinya disebut reaksi biokima. Dalam reaksi biokimia terjadi perubahan energi dari satu bentuk ke bentuk yang lain. baik pada tumbuhan maupun manusia. kemosintesis. Senyawa Adenosin Trifosfat (ATP) merupakan molekul kimia berenergi tinggi. Pengertian Metabolisme Energi Seperti yang kita ketahui dalam proses penyediaan energi. Proses metabolisme yang terjadi di dalam sel makhluk hidup seperti pada tumbuhan dan manusia. Energi yang terkandung dalam glukosa tersebut berupa energi ikatan kimia yang berasal dari proses transformasi energi sinar matahari. dan lain-lain. dan lemak. Berasal dari manakah energi itu? Molekul Adenosin Trifosfat (ATP) berasal dari perubahan glukosa melalui serangkaian reaksi kimia yang panjang dan kompleks. . melibatkan sebagian besar enzim (katalisator) baik berlangsung secara sintesis (anabolisme) dan respirasi (katabolisme). yang terjadi dalam sel. Apa peran enzim di dalam reaksi kimia yang terjadi di dalam sel? Pada saat berlangsungnya peristiwa reaksi biokimia di dalam sel. Pada waktu dalam respirasi sel. 1. Perlu Anda ketahui reaksi tersebut meliputi reaksi penyusunan energi (anabolisme) dan reaksi penggunaan energi (katabolisme). jalan. melalui rentetan reaksi kimia. Lambang f merupakan frekuensi cahaya dan lambang h merupakan konstanta Planch.ISI 2.

dimulai dengan kelompok paling dekat dengan ribosa..2. ATP ini ditemukan pada tahun 1929 oleh Karl Lohmann. Dalam sel. Bahan bakar utama sintesis ATP adalah glukosa dan asam lemak. Pada tumbuhan. setiap molekul ATP didaur ulang sebanyak 2000 hingga 3000 kali setiap hari. glukosa dipecah menjadi asam piruvat di dalam sitosol dalam reaksi glikolisis.184 u. dan rumus kimianya adalah C10H8N4O2NH2(OH)2(PO3H)3H. proses ini lebih sering dijumpai di dalam kloroplas melalui proses fotosintesis. ATP sangat larut dalam air dan sangat stabil dalam larutan pH antara 6. artinya. Molekul ATP juga digunakan untuk menyimpan energi yang dihasilkan tumbuhan dalam respirasi selular. Mula-mula. ATP dapat dihasilkan melalui berbagai proses selular. dan kimia. beta. 2. Adenosina Trifosfat (ATP) Adenosina trifosfat (ATP) adalah suatu nukleotida yang dalam biokimia dikenal sebagai "satuan molekular" pertukaran energi intraselular. tetapi cepat dihidrolisis . Pada akhirnya energi mengalir ke sekeliling sel dan hilang sebagai energi panas dalam bentuk “entropi”. Tahap akhir dari sintesis ATP terjadi dalam mitokondria dan menghasilkan total 36 ATP. Jumlah total ATP dalam tubuh manusia berkisar pada 0. namun seringnya dijumpai di mitokondria melalui proses fosforilasi oksidatif dengan bantuan enzim pengkatalisis ATP sintetase. dengan bobot molekul 507.1 mol. ATP tidak dapat disimpan. ATP yang berada di luar sitoplasma atau di luar sel dapat berfungsi sebagai agen signaling yang memengaruhi pertumbuhan dan respon terhadap perubahan lingkungan. karenanya sintesis harus segera diikuti dengan penggunaan.4. Energi yang digunakan oleh sel manusia untuk melakukan hidrolisis dapat berjumlah 200 hingga 300 mol ATP per hari. ATP dapat digunakan untuk menyimpan dan mentranspor energi kimia dalam sel. yang disebut sebagai alpha (α). Kelompok yang phosphoryl. energi kimia ikatan fosfat yang kaya akan energi (ATP) dapat difungsikan untuk kerja mekanis. Artinya. Rumus empirisnya adalah C10H16N5O13P3. Ini buatan pertama kali disintesis oleh Alexander Todd pada tahun 1948. dan gamma (γ) fosfat.8-7. beta (β).3. 4. and gamma fosfat. ATP terdiri dari adenosina dan tiga gugus fosfat. Saat itu diusulkan untuk menjadi energi utama. namun struktur yang benar tidak ditentukan sampai beberapa tahun kemudian. ATP terdiri dari adenosin – terdiri dari adenin cincin dan ribosa gula – dan tiga fosfat kelompok (trifosfat). Dari satu molekul glukosa akan dihasilkan dua molekul ATP. Gugus fosforil pada AMP disebut gugus alfa. listrik. ATP juga berperan penting dalam sintesis asam nukleat.

seperti fisika. semua sel yang memiliki kloroplast berpotensi untuk melangsungkan reaksi ini.3. Mekanisme ini belum banyak dipelajari dan diketahui terjadi pada hewan dan. Proses fotosintesis sangat kompleks karena melibatkan semua cabang ilmu pengetahuan alam utama. Di organel inilah tempat berlangsungnya fotosintesis.. Pada dasarnya. ATP paling baik disimpan sebagai garam anhidrat. ATP dan nukleosida trifosfat lainnya dapat berada di luar sel.pada pH yang ekstrim. ternyata. dan mampu melakukan pekerjaan. dalam bentuk yang tertukar sebagai ATP dan ADP. dengan konsentrasi ATP ribuan kali lipat lebih tinggi daripada konsentrasi ADP.. [ 9 ] Perpindahan dari kesetimbangan berarti bahwa hidrolisis ATP dalam sel melepaskan energi dalam jumlah besar. Hasil fotosintesis (disebut fotosintat) biasanya dikirim ke jaringan-jaringan terdekat terlebih dahulu. Jadi. yang hydrolyses untuk ADP dan fosfat. organ utama tempat berlangsungnya fotosintesis adalah daun. tetapi kebanyakan terjadi pada sitosol (ruang di dalam sitoplasma yang berisi cairan kental). hampir semua ATP pada akhirnya akan dikonversi ke ADP. Fungsi ini berlangsung di berbagai kompartemen sel. Di sini mereka berperan sebagai agen signaling yang merespon perubahan lingkungan atau gangguan dari organisme lain untuk kemudian ditangkap oleh reseptor pada membran sel. Sel hidup menjaga rasio ATP menjadi ADP pada suatu titik sepuluh lipat dari kesetimbangan. maupun biologi sendiri. juga pada tumbuhan. rangkaian reaksi fotosintesis dapat dibagi menjadi dua bagian utama: reaksi terang (karena memerlukan cahaya) dan reaksi gelap (tidak memerlukan cahaya tetapi memerlukan karbon dioksida). [8] ATP adalah molekul yang tidak stabil di unbuffered air. kimia. Proses Fotosintesis Proses fotosintesis masih terus diselidiki karena masih ada sejumlah tahap yang belum bisa dijelaskan. Sebuah sistem yang jauh dari kesetimbangan mengandung energi bebas Gibbs. jika ATP dan ADP berada dalam kesetimbangan kimia dalam air. Pada tumbuhan. Sebagai pembawa energi. Akibatnya. tepatnya pada bagian stroma. meskipun sudah sangat banyak yang diketahui tentang proses vital ini. .. Reaksi terang . Hal ini karena kekuatan ikatan antara residu fosfat dalam ATP kurang dari kekuatan dari “hidrasi” ikatan antara produk-produknya (ADP + fosfat). menempati matriks ekstraselular. Peran ATP yang paling banyak dikenali orang adalah sebagai pembawa energi. dan air. ATP juga banyak dijumpai pada mitokondria. Namun secara umum. 2.

Reaksi terang adalah proses untuk menghasilkan ATP dan reduksi NADPH2. Fotosintesis dimulai ketika cahaya mengionisasi molekul klorofil pada fotosistem II. Fotosistem II terdiri dari molekul klorofil yang menyerap cahaya dengan panjang gelombang 680 nanometer. Pada tumbuhan dan alga. selain sianobakteri. membuatnya melepaskan elektron yang akan ditransfer sepanjang rantai transpor elektron. Di dalam daun. Pada reaksi gelap di diperlukan karbon dioksida (CO2). menggunakan tidak menghasilkan oksigen karena menggunakan ionisasi sulfida atau hidrogen. Fotosintesis akan menghasilkan lebih banyak energi pada gelombang cahaya dengan panjang tertentu. Reaksi ini menyebabkan fotosistem II mengalami defisit atau kekurangan elektron yang harus segera diganti. cahaya akan diserap oleh molekul klorofil untuk dikumpulkan pada pusat-pusat reaksi. van Neil yang mempelajari bakteri fotosintetik pada tahun 1930-an. sedangkan fotosistem I 700 nanometer. seperti dua baterai dalam senter yang bekerja saling memperkuat. bukan dari karbon dioksida. Pigmen klorofil menyerap lebih banyak cahaya terlihat pada warna biru (400-450 nanometer) dan merah (650-700 nanometer) dibandingkan hijau (500-600 nanometer).B. kekurangan elektron ini dipenuhi oleh elektron dari hasil ionisasi air yang terjadi bersamaan dengan ionisasi klorofil. Kedua fotosistem ini akan bekerja secara simultan dalam fotosintesis. Oksigen dari proses fotosintesis hanya dihasilkan dari air. Pada saat yang sama dengan ionisasi fotosistem II. satuan pertukaran energi dalam sel. Hal ini karena panjang gelombang yang pendek menyimpan lebih banyak energi. Reaksi ini memerlukan molekul air. cahaya juga mengionisasi fotosistem I. Reaksi Gelap Reaksi gelap berlangsung di stroma. melepaskan elektron yang ditransfer sepanjang rantai transpor elektron yang akhirnya mereduksi NADP menjadi NADPH. Cahaya hijau ini akan dipantulkan dan ditangkap oleh mata kita sehingga menimbulkan sensasi bahwa daun berwarna hijau. Energi dari elektron ini digunakan untuk fotofosforilasi yang menghasilkan ATP. Proses diawali dengan penangkapan foton oleh pigmen sebagai antena. Hasil ionisasi air ini adalah elektron dan oksigen. Pendapat ini pertama kali diungkapkan oleh C. Pada proses ini terjadi pengikatan karbon dioksida di dalam daun. . Tumbuhan memiliki dua jenis pigmen yang berfungsi aktif sebagai pusat reaksi atau fotosistem yaitu fotosistem II dan fotosistem I. ATP dan NADPH yang dihasilkan dalam proses fotosintesis memicu terjadinya reaksi gelap (siklus calvin). Bakteri fotosintetik.

dibandingkan dengan proses fermentasi alternatif lainnya seperti glikolisis anaerobik. reaksi redoks ini dijalankan oleh serangkaian kompleks . hampir semuanya menjalankan fosforilasi oksidatif untuk menghasilkan ATP.4. Selama fosforilasi oksidatif. Lintasan ini sangat umum digunakan karena ia merupakan cara yang sangat efisien untuk melepaskan energi. Pada tumbuhan proses biokimia yang terpicu adalah siklus Calvin yang mengikat karbon dioksida untuk membentuk ribulosa (dan kemudian menjadi gula seperti glukosa). ATP dan NADPH yang dihasilkan dalam proses fotosintesis memicu berbagai proses biokimia. 2. membentuk gula (glukosa). Walaupun banyak bentuk kehidupan di bumi menggunakan berbagai jenis nutrien. Reaksi redoks ini melepaskan energi yang digunakan untuk membentuk ATP. Pada eukariota.Karbon dioksida ini akan bergabung dengan ion hidrogen yang dihasilkan dari reaksi terang. Reaksi ini disebut reaksi gelap karena tidak bergantung pada ada tidaknya cahaya sehingga dapat terjadi meskipun dalam keadaan gelap (tanpa cahaya). Fosforilasi Oksidatif Fosforilasi oksidatif adalah suatu lintasan metabolisme yang menggunakan energi yang dilepaskan oleh oksidasi nutrien untuk menghasilkan adenosina trifosfat (ATP). elektron ditransfer dari pendonor elektron ke penerima elektron melalui reaksi redoks.

Enzim ini menggunakan energi seperti ini untuk menghasilkan ATP dari adenosina difosfat (ADP) melalui reaksi fosforilasi. yang mendorong rotasi salah satu bagian enzim. pada proses ini terjadi sintesis ATP dari ADP + Pi. Karbohidrat adalah komponen dalam makanan yang merupakan sumber energi yang utama bagi organisme hidup. Proses Glikolisis Pada dasarnya metabolisme glukosa dapat dibagi dalam dua bagian yaitu yang tidak menggunakan oksigen atau anaerob dan yang menggunakan oksigen atau aerob. Energi yang dihasilkan berupa Adenosin trifosfat (ATP). lima kompleks protein utama terlibat dalam proses ini. manakala pada prokariota. merusak sel tubuh. Karbohidrat siap dikatabolisir menjadi energi jika berbentuk monosakarida. glikolisis berlangsung menghasilkan piruvat. yaitu glikogen. karbohidrat terdapat sebagai polisakarida yang dibuat dalam tumbuhan dengan cara fotosintesis. Tumbuhan merupakan gudang yang menyimpan karbohidrat dalam bentuk amilum dan selulosa. Dengan adanya oksigen (dalam suasana aerob). Glikolisis menghasilkan dua senyawa karbohidrat beratom tiga dari satu senyawa beratom enam . manakala pada prokariota. Dalam keadaan tanpa oksigen respirasi . Pada eukariota. terdapat banyak enzim-enzim berbeda yang terlibat. Walaupun fosforilasi oksidatif adalah bagian vital metabolisme. atau tanpa oksigen (glikolisis anaerob) menghasilkan laktat. Transpor ini menghasilkan energi potensial dalam bentuk gradien pH dan potensial listrik di seluruh permukaan membran ini. Energi yang dilepaskan oleh perpindahan elektron melalui rantai transpor elektron ini digunakan untuk mentranspor proton melewati membran dalam mitokondria. Amilum digunakan oleh hewan dan manusia apabila ada kebutuhan untuk memproduksi energi. Proses ini disebut kemiosmosis. Reaksi ini didorong oleh aliran proton. protein-protein ini berada di membran dalam sel. Hal ini dapat mengakibatkan pembentukan radikal bebas. ia menghasilkan spesi oksigen reaktif seperti superoksida dan hidrogen peroksida. dan kemungkinan juga menyebabkan penuaan. Di samping dalam tumbuhan. Reaksi anaerob terdiri atas serangkaian reaksi yang mengubah glukosa menjadi asam laktat. Dalam makanan kita. Enzim-enzim yang saling berhubungan ini disebut sebagai rantai transpor elektron.protein di dalam mitokondria. dalam tubuh hewan dan manusia juga terdapat karbohidrat yang merupakan sumber energi. Proses ini disebut glikolisis. Enzim-enzim yang terlibat dalam lintasan metabolisme ini juga merupakan target dari banyak obat dan racun yang dapat menghambat aktivitas enzim. Energi yang tersimpan dalam bentuk ini dimanfaatkan dengan cara mengijinkan proton mengalir balik melewati membran melalui enzim yang disebut ATP sintase.

yaitu 8 ATP. manosa. Enzim heksokinase merupakan katalis dalam reaksi tersebut dibantu oleh ion Mg+ sebagai kofaktor. mempunyai berat molekul 111.fosfat terbentuk dalam jumlah banyak. 1. Jadi pada glikolisis anaerob ini energi yang dihasilkan hanya dua molekul ATP saja. dan glukosamina. Enzim fosfoheksoisomerase terdapat pada jaringan otot dan mempunyai berat molekul 130. maka senyawa ini akan menjadi inhibitor bagi enzim heksokinase tadi.terhenti karena proses pengangkutan electron yang dirangkaikan dengan fosforilasi bersifat oksidasi melalui rantai pernafasan yang menggunakan molekul oksigen sebagai penerima electron terakhir. dan glukosamina. manosa. Fosafoheksoisomerase Reaksi berikutnya ialah isomerisasi. 3. dan akan dibahas satu demi satu. Enzim ini ditemukan oleh Meyerhof pada tahun 1927 dan telah dikristalkan dari ragi. Jumlah ini jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan energi yang dihasilkan oleh glikolisis aerob. Enzim heksokinase dari hati dapat dihambat oleh hasil reaksi sendiri. Dalam hal ini dua molekul NADH yang dihasilkan oleh reaksi tahap kelima dalam glikolisis (reaksi dengan gliseraldehida 3fosfat dehidrogenase) tidak dipakai untuk membentuk ATP melainkan digunakan untuk reaksi reduksi dua molekul asam piruvat menjadi asam laktat. Heksokinase yang berasal dari ragi dapat merupakan katalis pada reaksi pemindahan gugus fosfat dari ATP tidak hanya kepada glukosa tetapi juga kepada fruktosa.000.000. Dalam otak. Tiap reaksi dalam proses glikolisis ini menggunakan enzim tertentu. dengan enzim fosfoglukoisomerase. Fosfofruktokinase . Akibatnya jalan metabolisme lingkar asam trikarboksilat (daur Krebs) akan terhenti pula sehingga piruvat tidak lagi masuk ke dalam daur Krebs melainkan dialihkan pemakaiannya yaitu diubah menjadi asam laktat oleh lakatat dehidrogenase dengan NADH sebagai sumber energinya. otot dan hati terdapat enzim heksokinase yang multi substrat ini. Dalam kinase hati juga memproduksi fruktokinase yang menghasilkan fruktosa -1. Selanjutnya enzim akan aktif kembali apabila konsentrasi glukosa -6.fosfat menjadi fruktosa -6. Enzim ini tidak memerlukan kofaktor dan telah diperoleh dari ragi dengan cara kristalisasi.fosfat. yaitu pengubahan glukosa -6. Disamping itu adapula enzim-enzim yang khas tetapi juga kepada fruktosa.fosfat. Heksokinase Tahap pertama proses glikolisis adalah pengubahan glukosa menjadi glukosa -6fosfat dengan reaksi fosforilasi.fosfat menurun pada tingkat tertentu. Jadi apabila glukosa -6. tidak berjalan. 2.

yaitu dihidroksi acetone fosfat dan D-gliseraldehida-3-fosfat. Fosfofruktokinase dapat dihambat atau dirangsang oleh beberapa metabolit. Eritrulosa -1.Fruktosa -6- fosfat diubah menjadi fruktosa -1. 5.difosfat membentuk dua molekul triosa fosfat. yaitu Dgliseraldehida-3-fosfat dan dihidroksi aseton fosfat. Gliseraldehida-3-fosfat dehidrogenase telah dapat diperoleh dalam bentuk kristal dari ragi dan mempunyai berat molekul 145.difosfat. sedangkan gugus fosfat diperoleh dari asam fosfat. Enzim ini bekerja sebagai katalis pada reaksi oksidasi gliseraldehida -3-fosfat menjadi asam 1. dilain pihak adanya AMP.difosfat.6- difosfat oleh enzim fosfofruktokinase dibantu oleh ion Mg+ sebagai kofaktor. Triosafosfat Isomerase Dalam reaksi penguraian oleh enzim aldolase terbentuk dua macam senyawa. Andaikata sel tidak mampu mengubah dihidroksi aseton fosfat menjadi D-gliseraldehida-3-fosfat.fosfat. Hal ini tidak berlangsung karena dalam sel terdapat enzim triosafosfat isomerase yang dapat mengubah dihidroksi aseton fosfat menjadi D-gliseraldehida-3-fosfat. Yang mengalami reaksi lebih lanjut dam proses glikolisis ialah D-gliseraldehid-3-fosfat. Aldolase Reaksi tahap keempat dalam rangkaian glikolisis adalah penguraian molekul fruktosa -1.fosfat. Reaksi oksidasi ini mengubah aldehida menjadi asam karboksilat. . Sebagai contoh. jadi pada tiap molekul enzim terikat empat molekul NAD+.000. 4.6. telah ditemukan dan dimurnikan oleh Warburg. segoheptulosa -1. Enzim ini adalah suatu tetramer yang terdiri atas empat subunit yang masingmasing mengikat satu molekul NAD+.fosfat dan ATP sendiri akan berubah menjadi ADP. yaitu senyawa yang terlibat dalam proses metabolisme ini. Dalam reaksi ini gugus fosfat dipindahkan dari ATP kepada fruktosa -6.7.6.3 difosfogliserat. Dalam tahap ini enzim aldolase yang menjadi katalis. Hasil reaksi penguraian tiap senyawa tersebut yang sama adalah dihidroksi acetone fosfat. Adanya keseimbangan antara kedua senyawa tersebut dikemukakan oleh Meyerhof dan dalam keadaan keseimbangan dihidroksi aseton fosfat terdapat dalam jumlah dari 90%. fruktosa -1. Enzim ini terdapat dalam jaringan tertentu dan dapat bekerja sebagai katalis dalam reaksi penguraian beberapa ketosa dan monofosfat.000. misalnya fruktosa -1. Enzim ini adalah suatu enzim alosterik dan mempunyai berat molekul kira-kira 360. tentulah dihidroksi aseton fosfat akan tertimbun dalam sel. ATP yang berlebih dan asam sitrat dapat menghambat. ADP. Dalam reaksi ini digunakan koenzim NAD+. dan fruktosa-6fosfat dapat menjadi efektor positif yang merangsang enzim fosfofruktokinase.

Oleh karena ATP adalah senyawa fosfat berenergi tinggi. Dengan terbentuknya kompleks ini akan mengurangi jumlah ion Mg++ dalam campuran reaksi dan akibat berkurangnya ion Mg++ maka efektivitas reaksi berkurang. 9. 7. Serangkaian reaksi-reaksi dalam proses glikolisis tersebut dinamakan juga jalur Embden-Meyerhof. Enolase Reaksi berikutnya ialah reaksi pembentukan asam fosfoenol piruvat dari asam 2fosfogliserat dengan katalis enzim enolase dan ion Mg++ sebagai kofaktor.dengan ion Mg++ dan fosfat dapat membentuk kompleks magnesium fluoro fosfat. Dalam reaksi tersebut diatas. Adanya ion F. Reaksi pembentukan asam fosfoenol piruvat ini ialah reaksi dehidrasi.000. Laktat Dehidrogenase Reaksi yang menggunakan enzim laktat dehidrogenase ini ialah reaksi tahap akhir glikolisis. . Tinjauan Energi Proses Glikolisis Proses glikolisis dimulai dengan molekul glukosa dan diakhiri dengan terbentuknya asam laktat. Dalam reaksi ini digunakan NADH sebagai koenzim. Fosfogliseril Kinase Reaksi yang menggunakan enzim ini ialah reaksi pengubahan asam 1. Dalam reaksi ini terbentuk satu molekul ATP dari ADP dan ion Mg++ diperlukan sebagai kofaktor. maka reaksi ini mempunyai fungsi untuk menyimpan energi yang dihasilkan oleh proses glikolisis dalam bentuk ATP. Piruvat kinase telah dapat diperoleh dari ragi dalam bentuk kristal. Fosfogliseril Mutase Fosfogliseril mutase bekerja sebagai katalis pada reaksi pengubahan asam 3fosfogliserat menjadi asam 2-fosfogliserat.3-difosfogliserat menjadi asam 3-fosfogliserat. Berat molekul enzim fosfogliseril mutase yang diperoleh dari ragi ialah 112. 8. diperlukan ion Mg++ dan K+ sebagai activator. Enzim ini adalah suatu tetramerdengan berat molekul 165. sebab ion F.6. Piruvat Kinase Enzim ini merupakan katalis pada reaksi pemindahan gugus fosfat dari asam fosfoenolpiruvat kepada ADP sehingga terbentuk molekul ATP dan molekul asam piruvat. yaitu pembentukan asam laktat dengan cara reduksi asam piruvat. 10. Enzim ini berfungsi memindahkan gugus fosfat dari satu atom C kepada atom C lain dalam satu molekul.000.dapat menghambat kerjanya enzim enolase.

Apabila ditinjau secara keseluruhan proses glikolisis ini menggunakan 2 mol ATP dan menghasilkan 4 mol ATP sehingga masih ada sisa 2 mol ATP yang ekuivalen dengan energi sebesar 14. maka dapat dihitung bahwa efisiensi proses glikolisis ialah 14. misalnya fruktosa. Kemudian galaktosa-1-fosfat diubah menjadi uridin difosfat galaktosa (UDP-galaktosa) oleh enzim UDP galaktosapirofosforilase yang terdapat dalam hati orang dewasa. Pada fase pertama. Di sini beberapa monosakarida dan juga glikogen mengalami beberapa reaksi pengubahan menjadi glukosa -6-fosfat dan selanjutnya masuk ke dalam proses glikolisis. Reaksi ini berlangsung dengan adanya enzim UDP glikosapirofosforilasesebagai katalis. terdapat enzim fosfogalaktosa uridiltransferase. Fase kedua dimulai dari reaksi oksidasi triosafosfat hingga terbentuk asam laktat. Akhirnya UDP glukosa bereaksi dengan pirofosfat dan membentuk UTP dan glukosa-1-fosfat. Dihidroksiaseton fosfat terdapat dalam keadaan keseimbangan dengan gliseraldehida-3-fosfatyang merupakan salah satu hasil antara dalam proses glikolisis. seperti halnya dengan glukosa.Reaksi-reaksi yang berlangsung pada proses glikolisis dapat dibagi dalam dua fase. Selanjutnya UDP galaktosa diubah menjadi UDP glukosa oleh enzim UDP glukosa epimerase. Monosakarida tersebut diserap melalui dinding usus dibawa ke hati. Oleh karena energi yang dibebaskan untuk reaksi glukosa menjadi asam laktat adalah 56. Enzim ini dapat mengubah galaktosa-1-fosfat menjadi glukosa-1-fosfat.000/56. Jadi fase pertama ini menggunakan energi yang tersimpan dalam molekul ATP.000 kalori. Pada hati bayi atau anak-anak. Fase pertama dalam proses glikolisis melibatkan dua mol ATP yang diubah menjadi ADP. Gliserol-3-fosfat yang terbentuk kemudian diubah menjadi dihidroksiasetonfosfat oleh enzim gliserilfosfatdehidrogenase. Proses glikolisis tidak hanya melibatkan glukosa saja. gliserol juga ikut serta dalam proses glikolisis. Gliserol sebagai hasil hidrolisis lemak dapat diubah menjadi gliserol-3-fosfat oleh enzim gliserolkinase. Perbedaan antara kedua fase ini terletak pada aspek energi yang berkaitan dengan reaksi-reaksi dalam kedua fase tersebut. Di samping monosakarida. galaktosa dan manosa. glukosa diubah menjadi triosafosfat dengan proses fosforilasi. Enzim galaktokinase merupakan katalis pada reaksi pembentukan galaktosa-1-fosfat dari galaktosa. Suatu tingkat efisiensi yang cukup tinggi. Energi tersebut tersimpan dan dapat digunakan oleh otot dalam energi mekanik. dan dapat menghasilkan 4 mol ATP. Jadi fase kedua ini menghasilkan energi. .000 kalori.000 x 100% = 25%. Fase kedua mengubah dua mol triosa yang terbentuk pada fase pertama menjadi dua mol asam laktat. tetapi juga monosakarida lain. Dalam proses glikolisis satu mol glukosa diubah menjadi dua mol asam laktat.

dioksidasi kembali oleh NAD+ (nikotinamid adenine dinukleotida) menjadi FAD.0 kkal per mol. asam lipoat. lima macam koenzim (tiamin pirofosfat. flavin adenine dinukleotida. ke gugus tiol (sulfhidril pada koenzim-A). dan berlangsung dalam lima tahap reaksi. Pada tahap reaksi keempat. gugus sulfhidril. yaitu asam lipoat. piruvat dehidrogenase kinase dan piruvat dehidrogenase fosfatase. sedangkan NAD+ berubah menjadi NADH (bentuk reduksi dari NAD+). Keseluruhan reaksi dekarboksilasi ini irreversible. Bila jumlah ATP yang dihasilkan oleh daur Krebs dan fosforilasi bersifat oksidasi terlalu banyak. dan nikotinamid adenine dinukleotida). Piruvat + NAD+ + koenzim-A + NADH + CO2 Reaksi ini merupakan jalan masuk utama karbohidrat kedalam daur Krebs. koenzim-A. dengan ∆G° = -8. Akhirnya (tahap reaksi kelima) FADH2 (bentuk reduksi dari FAD) yang tetap terikat pada enzim. Pengaturan dekarboksilasi piruvat Telah diketahui bahwa disamping mengandung tiga macam enzim tersebut diatas. Pada tahap reaksi ketiga. Kedua enzim ini berperan dalam mengatur laju reaksi dekarboksilasi piruvat dengan cara mengendalikan kegiatan sub unit katalitiknya pada kompleks enzim piruvat dehidrogenase itu sendiri. dan dihidrolipoil dehidrogenase). Dalam hal ini gugus disulfide dari asam lipoat diubah menjadi bentuk reduksinya. gugus asetil dipindahkan dengan perantara enzim dari gugus lipoil pada asam dihidrolipoat. Dekarboksilasi piruvat menghasilkan senyawa α-hidroksietil didehidrogenase menjadi asetil yang kemudian dipindahkan dari tiamin pirofosfat ke atom S dari koenzim yang berikutnya. Kemudian asetilkoenzim-A dibebaskan dari system enzim kompleks piruvat dehidrogenase. kompleks enzim piruvat dehidrogenase juga mempunyai dua macam enzim yang terdapat dalam sub unit pengaturnya yaitu . Reaksi yang dikatalisis oleh kompleks piruvat dihidrogenase dalam matriks mitokondrion menghasilkan tiga macam enzim (piruvat dehidrogenase. dihidrolipoil transasetilase. keseimbangan reaksi berjalan ke bawah (laju reaksi . merupakan tahap reaksi penghubung yang penting antara glikolisis dengan jalur metabolisme lingkar asam trikarboksilat (daur Krebs).Perubahan piruvat menjadi asetilkoenzim-A Reaksi oksidasi piruvat hasil glikolisis menjadi asetilkoenzim-A. gugus ditiol pada gugus lipoil yang terikat pada dihidrolipoil transasetilase dioksidasi kembali menjadi bentuk disulfidanya dengan enzim dihidrolipoil dehidrogenase yang berikatan dengan FAD (flafin adenine dinulkeotida). yang terikat pada enzim dihidrolipoil transasetilase. Tahap reaksi pertama dikatalisis oleh piruvat dehidrogenase yang menggunakan tiamin pirofosfat sebagai koenzimnya.

Akibatnya. Adanya CO2 yang berlebih mendorong terjadinya oksalasetat dari piruvat. Akibatnya reaksi dekarboksilasi piruvat menjadi koenzim-A naik. piruvat dapat diubah menjadi glukosa atau glikogen. Cara dekarboksilasi lainnya adalah perubahan piruvat menjadi asetilkoenzim-A melalui beberapa tahap reaksi enzim yang lebih kompleks. Penambahan gugus amino akan mendorong pembentukan alanina dari piruvat. . Reaksi ini merupakan dasar fermentasi alcohol. Sebaliknya. Dalam keadaan normal. bila jumlah ADP banyak (ATP sedikit) keseimbangan reaksi didorong keatas (laju reaksi defosforilasi kompleks piruvat dehidrogenase bertambah besar) sehingga kegiatan kompleks piruvat dehidrogenase bertambah. Melalui jalur metabolisme glukoneogenesis. Reaksi bolak-balik piruvat-laktat. Di dalam sel ragi. Metabolisme laktat berlangsung dengan terlebih dulu mengubahnya kembali menjadi piruvat. piruvat didekarboksilasi dengan mekanisme yang sederhana. seperti telah dibahas sebelumnya. bila jumlah persediaan oksigen dalam jaringan otot cukup banyak. Sebagian dari jalur tersebut berlangsung dengan beberapa tahap reaksi. bergantung pada jasadnya. Sebaliknya. reaksi perubahan alanina menjadi piruvat merupakan salah satu jalan masuknya asam amino kedalam jalur metabolisme karbohidrat. Hal ini menyebabakan terhentinya reaksi pembentukan asetilkoenzim-A dari piruvat. sehingga laju reaksi daur Krebs bertambah besar dan produksi ATP bertambah banyak. menjadi asetaldehida yang kemudian diubah menjadi etanol.fosforilasi sub unit katalitik kompleks piruvat dehidrogenase bertambah besar) sehingga kegiatan kompleks piruvat dehidrogenase terhambat dan menjadi tidak aktif. merupakan jalur titik akhir sitesis laktat. Jalur metabolisme piruvat Piruvat dapat mengalami berbagai jalur reaksi yang berbeda sehingga merupakan titik cabang metabolisme karbohidrat. jumlah asetil koenzim-A yang diperlukan untuk daur Krebs akan berkurang sehingga laju reaksi daur Krebs terhsambat dan produksi ATP terhenti. piruvat tidak diubah menjadi laktat melainkan didekarboksilasi menjadi asetilkoenzim-A. Proses dekarboksilasi piruvat dapat berlangsung dengan dua cara.

hampir semuanya menjalankan fosforilasi oksidatif untuk menghasilkan ATP.1. Reaksi redoks ini melepaskan energi yang digunakan untuk membentuk ATP. melibatkan sebagian besar enzim (katalisator) baik berlangsung secara sintesis (anabolisme) dan respirasi (katabolisme). Fosforilasi oksidatif adalah suatu lintasan metabolisme yang menggunakan energi yang dilepaskan oleh oksidasi nutrien untuk menghasilkan adenosina trifosfat (ATP). artinya. Proses metabolisme yang terjadi di dalam sel makhluk hidup seperti pada tumbuhan dan manusia. Molekul ATP juga digunakan untuk menyimpan energi yang dihasilkan tumbuhan dalam respirasi selular. Perlu Anda ketahui reaksi tersebut meliputi reaksi penyusunan energi (anabolisme) dan reaksi penggunaan energi (katabolisme). ATP dapat digunakan untuk menyimpan dan mentranspor energi kimia dalam sel. ATP yang berada di luar sitoplasma atau di luar sel dapat berfungsi sebagai agen signaling yang memengaruhi pertumbuhan dan respon terhadap perubahan lingkungan. Kesimpulan Metabolisme merupakan rangkaian reaksi kimia yang diawali oleh substrat awal dan diakhiri dengan produk akhir. Hal ini dapat mengakibatkan . Walaupun banyak bentuk kehidupan di bumi menggunakan berbagai jenis nutrien. elektron ditransfer dari pendonor elektron ke penerima elektron melalui reaksi redoks. yang terjadi dalam sel. Selama fosforilasi oksidatif.BAB III PENUTUP 3. Walaupun fosforilasi oksidatif adalah bagian vital metabolisme. ia menghasilkan spesi oksigen reaktif seperti superoksida dan hidrogen peroksida. Adenosina trifosfat (ATP) adalah suatu nukleotida yang dalam biokimia dikenal sebagai "satuan molekular" pertukaran energi intraselular. ATP juga berperan penting dalam sintesis asam nukleat.

html http://id.com/2010/01/21/bioenergi-sel-dan-fosforilasi-oksidatifperolehan-atp-dari-karbohidrat-glikolisis-dan-oksidasi-piruvat/ .blogspot. merusak sel tubuh.org/wiki/Adenosina_trifosfat http://berthae. Enzim-enzim yang terlibat dalam lintasan metabolisme ini juga merupakan target dari banyak obat dan racun yang dapat menghambat aktivitas enzim.wikipedia. dan kemungkinan juga menyebabkan penuaan.com/2012/01/proses-metabolisme-pada-tumbuhan.html http://hendrapagala.wordpress.wordpress. DAFTAR PUSTAKA http://texbuk.net/fotosintesis.pembentukan radikal bebas.com/2010/06/03/pengertian-dari-atp/ http://irwantoshut.