Pengantar Sebelum masuknya pengusaha Belanda di Sumatra (Timur), SumatraEast Coast, tercatat telah ada peneliti asing yang

melakukan penelitian(research) ataupun orang asing yang melakukan misi perjalanan untuk kepentingan politik maupun ekonomi serta perniagaan. Orang yang patut dicatat tersebut adalah William Marsden (1770), anak John Marsden dokter pribadi Thomas Raffles penguasa Inggris di Bengkulu dengan judul bukunya ”The History of Sumatra” (Sejarah Sumatra). Dipublikasikan kepada khalayak umum pada tahun 1772 diBatavia dan Raffles dalam pidatonya menyebut bahwa buku tersebut sebagai ”Cahaya Penerang Sumatra” yakni terkuaknya misteri yang menyelimuti Sumatra. Buku tersebut, tidak saja menjelaskan keadaan masyarakat, topografi dan geografi, tetapi juga aspek perdagangan masyarakatnya serta menyebutkan kawasan-kawasan yang kaya dengan sumber daya alam. Dalam buku itu, telah dicatat bahwa Brandan memiliki sumber daya minyak, Mandailing memiliki sumber daya Emas, Bangka dan Belitung memiliki sumber daya Timah, Buton dengan Batubaranya. Buku itu pula, telah mengispirasi Raffles untuk menulis buku yang relatif sama yakni ”The History of Java” (Sejarah Jawa). Kemudian yang patut dicatat adalah John Anderson yang melakukan perjalanan ke Pantai Timur Sumatra pada tahun 1822 dengan bukunya yang sangat terkenal yakni ”Mission To The East Coast of Sumatra” (Misi Perjalanan ke Pantai Timur Sumatra). Di utus oleh Gubernur Jenderal Inggris W.

Didalam buku tersebut.Philips yang berkedudukan di Penang untuk survei sosial ekonomi dan politik dalam rangka rencana pengintensifan penguasaan Pulau Sumatra. juru tulis. tukang masak. Selama dalam perjalanan. berikut prasasti yang tidak bisa dibaca masyarakat pada saat itu. Its History and the People” (Sejarah Sumatra dan Masyarakatnya). Anderson disertai 62 orang personel yang terdiri dari pengawal pribadi. dokter pribadi. juru kapal. juru bicara. Buku ini lebih unggul dari segi metodologi dan penguraian datadata jika dibanding dengan kedua buku sebelumnya karena ditulis dalam kerangka keperluan akademis. pakar cuaca dan pelayan lainnya. hanya saja penekanannya cenderung pada kondisi sejarah dan masyarakatnya. ada juga yang menuliskan tentang keadaan Sumatra (Timur) yakni Tomme Pires dalam bukunya “Summa Oriental” yakni laporan yang dibuat pada tahun 1512-1515 pada saat Portugis menguasai Malaka. orang ketiga yang patut dicatat adalah Edwin M. dimana kerajaan ARU Delitua ataupun Barus banyak dicatat. Disamping buku tersebut. Sementara itu. situs Kota Cina Medan Marelan telah dicatat sedemikian rupa. Loeb yang pada tahun 1935 menulis buku “Sumatra. penerjemah. Buku-buku tersebut kiranya telah menjadi inspirasi bahwa Sumatra (Timur) adalah suatu kawasan yang memiliki sumber daya alam yang kaya sehingga potensial untuk dijadikan sebagai sumber . Buku tersebut tidak jauh berbeda dengan dua buku pendahulunya. prasasti atau batu bertulis tersebut belum diketahui kemana rimbanya. Hingga kini.

Belawan telah menjadi bandar perniagaan internasional pada saat kejayaan Kota Cina Medan Marelan dengan komoditas utama yang diperdagangkan seperti Kemenyan. Selanjutnya. Kopra. Lada Hitam ataupun Pala. pada abad ke 12-13 M. dengan meminjam istilah Karl J. Jacobus Nienhuys: Peletak Dasar Budaya Perkebunan di Medan Belanda tercatat pertama kali masuk di Deli tahun 1841. Arent Patter. Oleh Sultan Deli. menunjukkan kemajuan dan perkembangan yang sangat pesat dimana pada tahun 1864 produksi tembakau telah meledak di pasaran Eropa. Kapur Barus. dari Firma Van Den ArendSurabaya mendarat di Kesultanan Deli yang selanjutnya dikenal sebagai peletak dasar budaya perkebunan di Sumatra Utara. Sejarah perkebunan Deli dimulai ketika langkah kerja Jacobus Nienhuys dan para pionir pengusaha perkebunan pertama kali menggarap atau membuka wilayah perkebunan di Sumatera Utara. Sejak awal dimulainya perkebunan. Pada saat itu. ia diberi tanah untuk Perkebunan Tembakau (Tabaks Plantations) dan mendapat konsesi tanah selama 20 tahun. Deli dikenal sebagai ‟Dollar Land‟ dengan predikat sebagai penghasil daun pembungkus . Khususnya di kawasan Medan. ketika sebuah kapal. 2. salah satunya adalah Jacobus Nienhuijs. Pelzer (1976). merapat untuk mengambil budak. hubungan Deli dengan Belanda semakin mulus.komoditas dagang internasional. Tahun 1863 KapalJosephine yang membawa orang perkebunan tembakau dari Jawa Timur.

Chong Fung Nam atau lebih dikenal Tjong A Fie-kelak menjadi milyalder Kota Medan-tiba di Deli. Usaha Jacobus Nienhuys terus berkembang dan pada tahun 1869. Empat tahun setelah kepulangan Nienhuys itu. Selanjutnya. Helvetica (Helvetia). Pada saat itu. Inggris. Lada. Kelapa Sawit dan Teh. Pala. Lain dari pada itu. Serdang.cerutu terbaik dunia mengalahkan tembakau dari Brazil dan Cuba. Padang (Tebing Tinggi). Mariendal dan lain-lain serta terdapat 15 proposal yang telah menyatakan ikut bergabung. Swiss. Jacobus Nienhuys meninggalkan Medan. telah terdapat sebanyak 40 saham kesertaan orang Eropa di perkebunan Deli seperti perkebunanMaryland (Marelan). Komoditas yang mereka tanam tidak hanya Tembakau tetapi telah merembes ke sektor lain seperti Karet. . Binjai. Belgia dan Amerika. Siantar dan Simalungun. kemajuan imperium bisnisnya menjadi latar belakang pemindahan pusat kerajaan bisnis Tjong A Fie ke Medan. Prasyarat Menuju Kota Medan Pada tahun 1875 pendatang China Daratan. Arhemia. wilayah perkebunan tidak lagi terkonsentrasi di Deli tetapi telah pula menjalar ke kawasan lain seperti Langkat. Nienhuys mendirikan Deli Matschapaij. Pada tahun 1870 Deli Matschapaij memindahkan kantornya dari Labuhan ke Medan tepatnya di Jalan Tembakau Deli Sekarang. Kopi. suatu badan usaha yang membawahi sekitar 75 daerah perkebunan di Sumatra Timur yang berasal dari usahawan mancanegara seperti Jerman. Tahun 1871. Poland (Polonia). 3. Pada tahun 1886.

pertokoan. milyarder sekaligus dermawan dan pelopor Kota Medan itu memiliki 21 perkebunan serta sejumlah kontribusi lainnya di Medan. terkecuali beberapa yang sudah dimusnahkan seperti eks bangunan Megaeltra dan Sipef ataupun bangunan yang disengaja dibiarkan terlantar. Hingga pada akhir hayatnya 4 Februari 1921. seperti perhotelan. rumah sakit hingga tempat peristirahatan seperti hotel yang terdapat di Brastagi dan Parapat.Medan masih merupakan kampung kecil yang terkonsentrasi di Kesawan. Sejalan dengan itu. perumahan. Rumah sakit. Laju perkembangan Perkebunan Deli (Deli Plantations) yang mengesankan sekaligus menjadi prasyarat awal pengembangan kampung Medan menjadi Kota sesuai dengan peta pemerintah kolonial. Disamping itu. jalan dan jembatan. transportasi. pendidikan. kantor pos. pertokoan. perumahan. perkantoran. pendidikan. perdagangan. dikenal pula sebagai dermawan karena sifat kedermawanannya dan pendiri kota Medan yang turut serta dalam pembangunan beragam fasilitas serta keikutsertaanya dalam Dewan Kota. berbagai sarana dan prasarana dibangun untuk mewujudkan Medan menuju Kota Praja (gemeente). seperti perkebunan. pertambangan. Bangunan tersebut banyak yang masih berdiri kokoh. perbangkan. transportasi. Dikenal sebagai wirausahwan disebabkan kelihaiannya mengembangkan imperium bisnis dalam berbagai sektor. perbankan. Beberapa bangunan yang masih berdiri kokoh tersebut adalah seperti Istana Maimoon .

bangunan eks gudang di Jalan A. Hotel Dharma Deli(Hotel De Boer). eks kompleks perusahaan kereta api Deli (Deli Spoorweg Maatschapij atau DSM) dengan villa-villa bergaya Eropa. Disekitar lapangan Merdeka. ada bangunan Harrisons & Crosfield(London Sumatra). Di depan gedung Avros adalah Bank Mandiri. Bank Indonesia.dan Mesjid Raya. Bangunan yang terkenal lainnya adalah dua rumah sakit di Jalan Puteri Hijau. gedung Warenhuis di Ahmad Yani VII. Tip Top dari tahun 1934. diantara Jalan Sutomo dan Jalan M. Balai Kota. Bank Mandiri (eks Nederlandsche Handel Maatschappij). beberapa bangunan-bangunan dari tahun 1920 dan 1930-an. Di sebelah kirinya terdapat „Landschapsgebouw‟ dibangun oleh sultan-sultan untuk rapat-rapat dengan pemerintahan kolonial di Medan sampai tahun 1942. Kantor Pos dan titi kereta api. Gedung beratap hijau „Avros‟ disudut jalan Pemuda dan Jalan Palang Merah. eks Bank Modern. dibangun tahun 1920-an oleh Nillmij (Nederlandsch Indische Levensverzekering Maatschappij) perusahaan asuransi jiwa. Yamin (Jalan Serdang) di dekat Universitas Nommensen. disampingnya terdapat gedung kantor pariwisata. Jakarta Lloyd. eks toko Buku Deli. dibangun dahulu oleh Stork Company. Kompleks villa tua lainnya yang sangat bernilai . Deli Matscahapaij di jalan Tembakau Deli Sekarang. dibangun tahun 1924 untuk Escompto Maatschappij. yang dahulu percetakan Varekamp. Rumah Tjong A Fie dari tahun 1900. setelah kantor Depnaker.dimana Sumatra Post dicetak. Yani VI. fasade masih ada. Di Jalan Palang Merah ke kiri ada gedung Jiwasraya.

Sekolah dasar anak Eropa(lafarge school) di kompleks Hotel Danau Toba. rumah sakit Pirngadi Medan. lokasi dimana selama masa pendudukan Jepang orang-orang Eropa ditaruh di kamp konsentrasi. Sedangkan pada tahun 1904 yang tersisa hanyalah 114 perusahaan. Disamping bangunan-bangunan yang ada. Di kompleks kantor gubernur Sumatra Utara jalan Diponegro terdapat bangunan Deli Proef Station. juga telah dibangun kanalisasi bawah tanah untuk menghindari banjir yang sering sekali melanda Medan sejak jaman kolonial. Demikian pula eks HVA di jalan Suprapto. yakni: Pasang Surut Jumlah Perkebunan di Sumatra Timur (1864-1904) . Jembatan kebajikan di jalan Zainul Arifin. menjadi daya tarik tersendiri bagi pihak lain yang berkeinginan menanamkan modalnya di Deli. Elisabeth di jalan Haji Misbah. yang berhadapan dengan Gereja Protestan. rumah dinas yang digunakan pejabat teras di jalan Sudirman. Jumlah pengusaha perkebunan di Deli tercatat pada tahun 1891 yakni sebanyak 169 perusahaan. maupun lapangan bola Kebun Bunga dan lain sebaginya. 4. Korporasi dan Tenaga Kerja Perkembangan Tembakau Deli yang sangat pesat. Adapun jumlah pengusaha perkebunan di Sumatra Timur hingga tahun 1904 adalah sebagaimana yang dicatat oleh Breman (1997:1). Gereja Protestan di jalan Sudirman. Princes Beatrixs School (sekolah Imanuel) dijalan Slamet Riyadi.adalah eks kompleks DSM di Pulau Brayan. Rumah sakit St.

934 . Diawal perintisannya. teh. Sementara dari dalam negeri.516 43. bergantung sepenuhnya pada pekerja-pekerja Jawa. kelapa sawit yang berkembang cepat sesudah tahun 1900. Dibawah ini diperlihatkan jumlah pekerja (kuli kontrak di Sumatra Timur hingga kurun waktu 1929 yang diambil dari Anthony Reid (1987).689 23. Semarang dan Surabaya. yaitu: Kuli Kontrak di Sumatra Timur 1884 Cina 1900 1916 1920 1925 1929 21.136 58.800 25.900 26. Swatow maupun India Selatan. diutamakan dari Bagelans.Tahun 1864 1873 1874 1876 1881 1883 1884 1885 1886 Jumlah Perkebunan 1 13 23 40 67 74 76 88 104 Tahun 1887 1888 1889 1891 1892 1893 1894 1900 1904 Jumlah Perkebunan 114 141 153 169 135 124 111 139 114 Dampak dari pada pembukaan perkebunan tersebut adalah meningkatnya dan dibutuhkannya tenaga kerja yang luar biasa banyak. Anthony Reid (1987:81) mencatat bahwa perkebunan-perkebunan kopi yang dibuka pada tahun-tahun 1890-an. dan perkebunan-perkebunan karet. Nienhuys mencoba menarik kuli dari Singapura.

yaitu: Keadaan Tenaga Kerja Perkebunan di Sumatra Timur Pada Akhir Tahun 1928 1929 Kuli Kontrak dengan Poenale Sanctie 247.400 239.500 1.234 Buruh Bebas dibawah kontrak 1911 30. Liberalisme ekonomi dan sistem kapitalisme.Jawa India dan lainlain 1. Apa yang membuat kuli kontrak tetap menjalankan tugas kerjanya adalah dengan keluarnya Poenale Sangtie.224 150.790 296.528 25. telah pula turut dipraktekkan (Ann Laura Stoler.771 1. yakni suatu ketentuan yang menjadi bagian dari kuli ordonansi tahun 1880 yang mengikat kuli dalam kontrak. Dibawah ini adalah keadaan Kuli di Sumatra Timur sebagaimana yang disalin kembali oleh Reid (1987:83). Dengan demikian.769 266.392 212.281 2.478 17.019 Syarat-sysrat kerja sebagaimana yang telah dituangkan dalam Koeli Ordonansi 1880.400 168.460 2.781 18. Ketiadaan jaminan yang cukup dalam pelaksanaan prakteknya telah ditunjukkan secara dramatis sekali oleh Van den Brand dalam brosurnya de Millionen uit van Deli (Harta Jutaan dari Deli) pada tahun 1902. 2006). penggajian dan yang percis sama dengan keadaan sekarang. menetapkan masa kontrak selama tiga tahun dan setelah masa kontrak tersebut si kuli harus dikembalikan ke tempat asalnya.502 Buruh Lepas Jumlah .000 1. perkebunan di Medan telah memperkenalkan sistem kerja.909 35.456 320.

546 6. Salah satu dampak posistif perkebunan Deli adalah ditetapkannya Medan sebagai Kota Praja (gemeente).699 6.766 181.670 40.029 6.360 13. ketika “Cultuuraad” (Cultivation Council) dibentuk untuk daerah di luar kota.010 238. Namun. sejak 26 Maret 1975.080 159.338 11.304 84. lewat Keputusan DPRD No 4/ .747 137. yang dikenal dengan sebutan Negorijraad. Sebelumnya. Pimpinan Medan Municipal Board saat didirikan tanggal 1 April 1909 (Stblt 1909 No 180) adalah EP Th Maier. yang menjabat sebagai pembantu Residen Deli Serdang.136 18.959 17.479 208.Berdasarkan “Decentralisatie Wet Stbl 1903 No 329″. Tanggal tersebut merupakan hari jadi Kota Medan yang diperingati hingga tahun 1975.677 15. lembaga lain dibentuk yaitu “Afdeelingsraad Van Deli” (Deli Division Council) yang berjalan bersama Negorijraad sampai dihapuskan tanggal 1 April 1909. Medan Menjadi Gemeente.949 185.376 294.125 8. pada tahun 1907.083 37.598 166.474 176.774 152.005 8.143 170.386 140.1930 1931 1932 1933 1934 1936 1938 236. Medan telah ditetapkan sebagai Ibukota Sumatera setelah dipindahkan dari Bengkalis-Riau.259 152.396 4. Kota Administratif Medan dibentuk melalui lembaga bernama “Komisi Pengelola Dana Kotamadya”.406 5.

ditetapkan bahwa hari lahir Kota Medan adalah 1 Juli 1590.DPRD/1975 yang didasari banyak pertimbangan. Dengan demikian. Langkah ini. perhotelan dan perumahan. pertokoan. Lahir sebagai kota yang berkharakter khas yang dibangun dengan berbasis perkebunan. Sejak saat itu. Sistem perkebunan itu. kepemilikan Deli Matschappij dikelola oleh pemerintah Indonesia yang hingga kini dikenal dengan PT. Memasuki awal tahun 1950-an. perbangkan. 6. perkantoran rumah sakit. telah . sistem perkebunan dikenal di Sumatra Utara. aspek-aspek pendukung telah dibangun seperti sarana transportasi (Kereta Api). sekolah. aspek sosial. Perkebunan Nusantara (PTPN) yang menjadi badan usaha sektor perkebunan di seluruh Indonesia yang bermarkas di Medan-Sumatra Utara. Dampak akhir dari perkembangan perkebunan tersebut adalah dipindahkannya ibukota Sumatra dari Bengkalis ke Medan serta ditetapkannya Medan sebagai Kota Praja (Gemeente). pemerintah Indonesia dengan berencana melakukan nasionalisasi aset pemerintah kolonial Belanda. telah pula mendorong system kerja dengan kontrak.Untuk mendukung perkembangan kota Medan. dampak pembukaan Tembakau Deli telah menginspirasi dan menjadi tonggak perkembangan kota Medan yang sangat signifikan. politik dan tata pemerintahan turut pula diperbaharui. Secara langsung. percetakan. jalan dan jembatan. pertambangan. Selain itu. penggajian berdasarkan prestasi kerja ataupun liberalisme ekonomi. Penutup.

sebuah perusahaan Belanda (Handle Veronigging Amsterdam / HVA) memiliki Balai Penelitian Sisal sendiri di . fokus utama penelitian APA adalah komoditi karet. Latar belakang pendirian APA adalah krisis yang melanda industri tembakau pada tahun-tahun sebelumnya.mendukung perkembangan Kota Medan yang sangat pesat dan hingga kini Medan dikenal sebagai kota terbesar ketiga di Indonesia. Semoga! Oleh: Erond L. Krisis industri tembakau telah memberikan pelajaran berharga yaitu dibutuhkan suatu dukungan kuat dari penelitian dan pengembangan ( research and development ) untuk keberlanjutan dan kemajuan suatu komoditas pertanian. Kiranya. Pada saat itu. setelah semakin berkembang APA juga menangani penelitian teh dan kelapa sawit. identitas itu tidak bisa dipungkiri hingga saat ini. maju dan heterogen. Damanik. kontribusi perkebunan Deli terhadap Kota Medan dan Sumatra Utara adalah akselerasi pembangunan yang sangat pesat hingga tampilnya Medan sebagai kota warisan kolonial yang maju yang dibangun dengan berbasis perkebunan.Si Pusat Studi Sejarah dan Ilmu-ilmu Sosial Lembaga Penelitian Universitas Negeri Medan Cikal bakal PPKS bernama APA (Algemeene Proefstation der AVROS/Algemene Vereniging voorRubber Ondernemingen ter Oostkust van Sumatra) yang didirikan pada tanggal 26 September 1916. Sejalan dengan berkembangnya perkebunan kelapa sawit di Sumatra. M. APA merupakan sebuah lembaga penelitian perkebunan pertama di Sumatera. Jadi.

dan Medan pada 24 Desember 1992.Dolok Ilir yang secara diam-diam banyak melakukan penelitian kelapa sawit yang menghasilkan beberapa jenis unggul Psifera. Lembaga penelitian APA berganti nama menjadi Balai Penyelidikan GAPPERSU atau Research Institute of The Sumatra Planters Association (RISPA) pada 1957.org/tentang-ppks/sejarah. Gabungan Puslitbun inilah akhirnya yang menjadi Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS). Perkebunan Negara pada tahun 1963 membentuk Lembaga Penelitian Marihat untuk keperluan penelitian kelapa sawit dan pada beberapa tahun berikutnya berganti nama menjadi Puslitbun Marihat.Tidak mau kalah.html Indonesian Oil Palm Research Institute . Status dan nama RISPA terus menerus berganti hingga pada 1987.iopri. http://www. kemudian berganti nama menjadi Pusat Penelitian Perkebunan (Puslitbun) Medan dan bertahan sampai terlaksananya penggabungan antara Puslitbun Marihat. Bandar Kuala.