BAB I PENDAHULUAN

Celah bibir dan langit-langit (Cleft Lip and Palate / CLP) adalah suatu kelainan/ cacat bawaan berupa celah pada bibir, gusi, dan langit-langit. Kelainan ini terjadi karena adanya gangguan pada kehamilan trimester pertama yang menyebabkan terganggunya proses tumbuh kembang janin. Faktor yang diduga dapat menyebabkan terjadinya kelainan ini adalah akibat kekurangan nutrisi, obatobatan, infeksi virus, radiasi, stress pada masa kehamilan, trauma, dan faktor genetik.8 Sejak ratusan tahun yang silam, usaha manusia untuk menyembuhkan cacat sumbing bibir-langitan telah dirintis, kemudian dikembangkan. Apa yang dicapai sekarang tetap menjadi tantangan untuk menyempurnakannya. 3, 9, 13 Hingga kini belum diketahui pasti siapa yang melakukan pembedahan bibir sumbing untuk pertama kalinya. Konon diceritakan bahwa Aurelius Cornelius, seorang dokter Romawi dalam abad pertama adalah orang pertama yang melakukannya, tetapi hal ini belum pernah dapat dibuktikan dengan nyata. 3,
9, 13

Penterjemahan dokter Khoo Boo Chai dari Singapura, menunjukkan bahwa di Tiongkok zaman dinasti Tang (390 AD), telah ada dokter yang mengoperasi sumbing bibir dengan cara memotong tepian sisi sumbing yang berhadapan dan menjahitnya rapat. Fang Kan (618-907 AD), menjadi seorang dokter ternama dalam mengoperasi sumbing bibir. Masa berikutnya terjadi di benua Eropa, ahli-ahli bedah Saxon zaman “pre Norman Britain” terkenal dengan sebutan “Leeches”, melakukan hal yang sama, membuat sayatan pada kedua sisi sumbing yang berhadapan dan mendekatkannya sampai erat. 3, 9, 13 Dalam tulisan Sansekerta yang berjudul : “Susruta Samhita” disebutkan bahwa untuk menyatukan sumbing dilakukan tindakan “cauter”, di mana kedua sisi sumbing di “bakar” dengan alat-alat yang telah dipanaskan (abad ke 6-7 sebelum masehi). Seorang ahli bedah bangsa Arab, Albucasis (1000 AD), ternama pada zamannya karena melakukan cara yang sama tersebut di atas. 3, 9,13

1

Dalam abad ke 16, Pierre Franco (1556) menulis tentang tindakan operasi sumbing bibir secara terperinci yang kemudian disusul oleh Ambroise Pare (1568) dengan penjelasan gambar-gambar. Cara mereka ialah memotong kedua tepi sumbing untuk kemudian dibalut untuk mengurangi rasa sakit, luka dibiarkan dua hari. Bila sebelum dibalut di “cauter”, escharnya dihilangkan dulu. Setelah itu kedua sisi luka yang berhadapan didekatkan dengan bantuan dua helai potongan kain yang ujung berhadapannya dibuat potongan-potongan meruncing, sedangkan sisi yang utuh ditempelkan kepada seluruh bibir atas dengan perekat putih telur. Kedua baris ujung kain yang meruncing dan saling berhadapan dijahit dengan benang. Demikian kedua sisi luka saling bereposisi dengan baik. 3, 9,13 Pierre Franco juga menemukan asal terjadinya sumbing langitan. Dalam tahun 1556, ia menulis tentang anomaly ini. “Levre fendu de native” (sumbing bibir bawaan), dan “Dents de Lievre” (sumbing gigi). 3, 9,13 “Uranoplasty” atau “Penutupan” sumbing palatum durum dikerjakan pertama kali oleh seorang Jerman Johan Dieffenbach (1826). Di Inggris staphylorraphy dilakukan pertama kali pada tahun 1821 oleh Thomas Alock dan di New York USA pertama kali oleh Alexander Stevens (1827). 3, 9,13 Passavant (1862) menemukan bahwa setelah operasi penutupan sumbing langitan yang berhasil baik, sering ditemukan bahwa penderita berbicara sengan “suara hidung”. Oleh sebab itu panjang dan fungsi langitan pada sumbing langitan yang telah dioperasi mendapat perhatian cermat. Whitehead (1871) dan Schoenborn (1875) menambahkan jaringan pada “velum” (palatum molle), sedangkan Forbes (1846) hanya memperpanjang palatum tanpa menambah jaringan. 3, 9,13 Sementara itu kemungkinan cara pembedahan baru telah terbuka dengan ditemukannya anesthesia (1846) dan penggantian cara-cara antiseptik Lister dengan metoda aseptik von Bergmann (1886). 3, 9,13 Ganner untuk pertama kalinya melakukan teknik operasi “push-back” dalam tahun 1920; modifikasi menyusul kemudian atas nama: Ljovac, Vean, Wardill, Limberg, dan Dorrance. 3, 9,13

2

Di Indonesia, Anthony Felly dari Sydney, Australia, dalam kunjungannya ke RSCM, Jakarta tahun 1973, memperoleh data statistic bahwa setiap jam dilahirkan 6 bayi dengan cacat sumbing di Indonesia, atau 360 kasus sumbing dalam dua setengah hari. Di RSCM Jakarta (1973), dari 100% kasus sumbing, 85% di antaranya sumbing bibir, 2% sumbing bibir dengan sumbing langitan, dan 13% adalah sumbing langitan. 3, 9, 13 Masalah pada penderita celah bibir dan langit-langit (CLP) sudah muncul sejak penderita lahir. Derita psikis yang dialami keluarga dan kelak dialami pula oleh penderita setelah menyadari dirinya berbeda dengan yang lain. Secara fisik adanya celah akan membuat kesukaran minum karena daya hisap yang kurang dan banyak yang tumpah atau bocor ke hidung, gangguan pada penampilan dan gangguan bicara berupa suara yang sengau. Penyulit yang juga mungkin terjadi pada penderita CLP adalah infeksi telinga tengah, gangguan pendengaran, serta gangguan pertumbuhan gigi dan rahang.8 Penanganan kecacatan pada celah bibir dan langit-langit tidaklah sederhana, melibatkan berbagai unsure antara lain, ahli Bedah Plastik, ahli Ortodonti, ahli THT untuk mencegah dan menangani timbulnya otitis media dan control pendengaran, Speech therapist untuk fungsi bicara. Setiap spesialisasi punya peran yang tidak tumpang tindih, tapi saling melengkapi dalam menangani penderita CLP secara paripurna.8

3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 EMBRIOLOGI SUMBING 5. dikelilingi oleh sepasang lengkung insang pertama. hidung. dan langitan mulut. Tonjolantonjol maxilla terus tumbuh kearah medial dan mendesak tonjol-tonjol hidung medial kea rah garis tengah. yang dikenal sebagai stomodeum. Pada akhir minggu keempat mudigah. lubang hidung. pusat perkembangan yang membentuk wajah dibentuk oleh suatu ektoderm. tumbuh cepat dan mengelilingi lempeng hidung yang kemudian membentuk dasar suatu lekuk. Kemudian mudigah beumur empat setengah dapat dikenal lima tonjolan disekitar stomodeum yang dibentuk oleh pertumbuhan mesenkim. tonjol-tonjol ini bersatu dengan yang lain termasuk juga tonjol maxilla di sebelah lateralnya. Selanjutnya. perlu kiranya untuk mengetahui perkembangan normal di daerah tersebut.6. Selama minggu kelima dua buah rigi. Selama dua minggu berikutnya bentuk wajah berubah banyak.13 Untuk menjelaskan terjadinya cacat bawaan di daerah wajah. bibir atas dibentuk oleh dua tonjol hidung medial dan dua tonjol maxilla. 4 . Oleh karena itu.9. tonjol hidung lateral dan medial.

Stark. dan terdiri dari: prolabium. disusul terjadinya bibir dan akhirnya “merah bibir”. Migrasi melalui samping kepala kiri dan kanan.Stark juga menjelaskan hyphotesis migrasi mesodermal. dan bibir tengah. Streeter dalam tahun 1948. dan palatum molle. pre maxilla. Richard B. Sedangkan langitan sekunder. lebih suka mengganti kata-kata “processus” (tonjolan) dengan “swellings” (pembengkakan) atau “ridges” yang kurang lebih mendekati theory migrasi mesodrmal. di daerah kepala dan leher. Kemudian setelah lebih banyak mesoderm bermigrasi kea rah medial. columella. terjadi antara minggu ketujuh dan minggu ke dua belas. mesoderm bermigrasi melalui atas maupun samping kepala. dan septum nasal anterior. Migrasi melalui atas kepala perlu untuk jaringan otak depan. Di dalam kongres di Melbourne tahun 1971.Menurut Richard B. Pada embrio. dorsum nasalis. langitan primer terbentuk diantara minggu keempat sampai minggu ketujuh. memperkuat dinding epithelial. akan terbentuklan dasar hidung sampai “nostril sill”. terdiri atas: palatum durum. 5 . membrane brachial bibir.

Mesoderm bermigrasi ke dalam “membrane bilamellar” bibir atas di tiga tempat: Satu.9. Bila terdapat massa mesoderm yang kosong atau kurang.2. Jalur yang semakin menipis ini mendapat tarikan akibat cepatnya pertumbuhan dan akhirnya robek menjadi celah atau “sumbing” Bila sumbing tidak lengkap.2. maka dinding epithelial (membrane brachial) akan terobek dan terjadilah 6 . migrasi mesoderm yang kurang ke dalam bibir dan dasar hidung menjadi penyebab dasar terjadinya sumbing dan tidak terjadinya “Lamina dental” serta philtrum di daerah sumbing. PATOGENESIS SUMBING BIBIR DAN SUMBING LANGITAN 6.2.13 2. jaringan epithel yang tersisa menjadi “Simonart’s band”. massa mesoderm yang terletak di tengah dan dua massa mesoderm yang terletak di samping.1 Sumbing Bibir Menurut Richard Stark dan Joshua Kaplan dalam tahun 1973. Kurangnya atau terlambatnya migrasi mesoderm menyebabkan lapisan ectoderm berproliferasi dan “menggali” jalur lekukan.

Bila terjadi hambatan terhadap salah satu atau lebih tahap tersebut di atas. 22. Berkurangnya pertumbuhan Vitamin A dapat mengganggu migrasi sel pada tahap pertumbuhan langitan sewaktu pertumbuhan maxilla atau dan lempeng-lempeng langitan. Pada proses pembentukan langitan yang normal. naiknya lempeng calon langitan. dan bila terdapat sedikit mesoderm. Mesoderm dapat tidak ada sama sekali atau dalam jumlah yang sedikit. Langitan sekunder adalah struktur embrionik yang kemudian menjadi palatum molle dan palatum durum. maka terjadilah sumbing langitan: 1. “sumbing bibir bilateral” (rangkap). terjadilah sumbing tak lengkap atau sebagian. Bila sama sekali tidak ada. terjadi tida tahap. dan disebut juga “sumbing langitan sekunder”. terjadilah sumbing lengkap. Menurut lokasi absennya mesoderm.2 Sumbing Langitan Terjadi antara minggu ketujuh dan kedua belas.“sumbing”. peleburan menjadi satu. “sumbing bibir tengah”. yaitu : pertumbuhan. terjadilah “sumbing bibir unilateral” (tunggal). 7 .

Kegagalan karena kurangnya adhesi epithelial Belum jelas apakah ini juga akibat kurangnya kontak kedua lempeng langitan atau sewaktu terjadi kontak kemampuan “fusi” (peleburan) jaringan telah lewat. Penyebab predisposisi genetic pada sumbing bibir dan sumbing langitan sampai kini belum jelas. A.  Faktor Lingkungan Kekurangan Metabolik Kekurangan dalam diet dapat menimbulkan cacat fenotipik pada binatang. Terjadinya sumbing setelah tahap peleburab (penyatuan) lempeng langitan Pada embrio manusia dengan sumbing langitan. Hale berpendapat karena terlalu sedikit Vit.3 FAKTOR-FAKTOR YANG 13 MUNGKIN MEMPENGARUHI TERJADINYA SUMBING Sejak dahulu orang telah mencari sebab terjadinya cacat bawaan. 2. Kegagalan meleburnya jadi satu kedua lempeng langitan yang berhadapan disebabkan karena kegagalan kontak. sebaliknya Cohlan berpendapat bahwa penyebabnya ialah karena terlalu banyak vit. terkadang ditemukan sisa epithel di bagian mesenchym tepi sumbing. 3. “Genes” dominan terwujud pada keturunan F1 dalam perbandingan 3 : 1. A. Kegagalan kontak adalah akibat meleburnya ukuran kepala atau berkurangnya pertumbuhan lempeng langitan. Ini terjadi karena terdapatnya sisa epithel pada proses peleburan garis tengah dan robekan yang mungkin terjadi kemudian terletak tidak pada garis tengah peleburan semula. 10 persen anomaly disebebkan adanya faktor keturunan. sampai kini telah mendapat beberapa hal yang dianggap dapat menyebabkan cacat bawaan pada umumnya dan juga cacat sumbing pada khususnya. 4. Kegagalan atau terlambatnya pengangkatan lempeng-lempeng langitan.2. Warkany membuktikan bahwa riboflavin perlu untuk 8 . sehingga terjadilah sumbing langitan.  Faktor Keturunan Menurut Fraser.

9 . yang diberi obat-obatan asam borat. Hypoxia Percobaan pada binatang menunjukkan bahwa dengan kekurangan tekanan oksigen dapat terjadi anomaly. asam salisilat. sebagian besar anaknya mendapat cataract bawaan. karena terlalu kekurangan atau tak ada riboflavin akan menghasilkan keturunan dengan anomaly. dan selenium memberikan keturunan dalam anomaly. Radiasi memang menyia-nyiakan pertumbuhan sebab menyebabkan chromosomal sewaktu organogenesis.  Faktor Toxic Inhibitor pertumbuhan Banyak obat-obatan yang menyebabkan anomaly. colchinine. Ischemia juga dapat menimbulkan anomaly pada janin. Percobaan pada binatang yang hamil. Wanita yang pernah sakit Rubeola sebelum hamil atau setelah hamil tiga bulan pertama. Injeksi jaringan homolog Percobaan pada tikus dengan cara menginjeksi jaringan otak homolog menghasilkan anomaly pada keturunannya. Lain-lain unsure yang perlu bagi organogenesis normal adalah: magnesium. dan vit. Infeksi virus Penyebab utama cacat bawaan pada manusia ialah virus Rubella (rubeola). asam pantothen.organogenesis (pembentukan organ). Terdapatnya antimetabolit Senyawa ini menghalangi aksi enzymatic dengan substrat inhibisi atau dengan segala sesuatu yang mengganggu sintesis DNA. Radiasi Radiasi yang langsung mengenai embrio menyebabkan anomali. Hal yang sama terjadi pada wanita hamil yang diberi thalidomide (alpha glutarimide) anomaly keturunannya ialah cacat pada ekstremitas dan pada beberapa kasus juga sumbing langitan. E. dan beberapa mendapat cacat jantung bawaan.

Steroid Bila binatang percobaan yang hamil disuntik dengan cortisone dosis tinggi. Hormon adrenal Wanita yang menjalani operasi adrenalectomi. yang menghalangi menutupnya kedua lempeng langitan. Hormon pancreatic Wanita hamil penderita diabetes. 10 . maka terjadilah anomaly pada keturunannya. progesterone. anak keturunannya sering mendapat kelainan pada susunan saraf pusat. maka akan memberikan keturunan dengan sumbing langitan.  Faktor mekanis Tekanan akibat hydramnion dan oligohydramnion menyebabkan terjadinya sumbing bibir. ini menghasilkan micrognathia. kemungkinan mendapatkan anak dengan cacat bawaan lebih besar daripada wanita hamil lainnya.  Faktor Hormonal Hormon sex Testosterone. Stark pernah menemukan satu kasus wanita hamil dengan toxoplasmosis. terjadilah tonjolan di permukaan placenta (amnion nodosum). akibatnya kepala hyperflexi. bila sebelum kehamilan dilakukan thyroidectomi. dan juga cacat jantung bawaan sekaligus. Migrognathia mendesak lidah ke atas. sumbing langitan. menghasilkan maskulinisasi embryo yang genetic perempuan dan sebaliknya menghasilkan feminisasi embrio yang genetic laki-laki. Hormon thyroid Pada percobaan binatang.- Infeksi parasit Richard B. sumbing langitan. dan diethylstilbestrol menembus “barier” placenta sehingga memperngaruhi “eminence” (tonjolan) genital embryo yang pada awal kehidupan embrio berpotensi sexual ganda. pada keturunannya ternyata terdapat sumbing bibir. Dalam kasus oligohydramnion.

juga beberapa serabut labial dan platysma semuanya berinsersi di jaringan fibrosa di bawah membrane mucosa. Otot ini terletak di tengah bibir dan serabut ototnya ditembus dan dijalin oleh serabut otot-otot quadrates labii superioris dan inferioris.6. Kebanyakan otot traksi ini mempunyai serabut yang menempel pada modiolus di serabut yang menempel pada modiolus di sudut mulut. Kedua-duanya dipengaruhi oleh nervus fasialis. terdapat musculus zygomaticus mayor dan minor di permukaan.12. Pars marginalis musculus orbicularis oris berhubungan erat dengan pars peripheralis dan terdiri dari masing-masing 2 komponen sebelah kiri dan kanan. Di daerah bibir atas. Otot ini letaknya di permukaan dalam satu bidang dengan pars periperahlis. dan pars profundalis.4.4 ANATOMI DAERAH BIBIR DAN LANGITAN 3.1 Anatomi Daerah Bibir Otot-otot oral yang ikut dalam gerakan bibir dan hidung dapat dibagi dalam dua kelompok. - Otot-otot traksi Otot-otot ini tersusun radial terdiri dari: pars superfisialis. Otot-otot ini menggerakkan 11 .13 2.5.9. dan 4 komponen otot pars marginalis.2. musculus quadrates labii superior dan musculus levator anguli oris yang terletak lebih dalam. - Musculus orbicularis oris Musculus orbicularis terdiri dari : 4 komponen otot pars peripherals. Pars peripherals mulai dari rima oris kea rah luar di daerah bibir atas sampai septum nasi dan di daerah bibir bawah sampai lekuk labiomental.

Di bibir bawah terdapat musculus depressor anguli oris yang terletak di permukaan dan musculus depressor labii inferior yang letaknya di lapisan dalam serta musculus mentalis yang kesemuanya berfungsi menarik bibir ke bawah dan menarik susut bibir ke arah luar. jadi tidak melintasi garis tengah maxilla. 12 .bibir dan sudut mulut. Bila terdapat sumbing bibir. dan melebarkan lunag hidung. serabut muscularis orbicularis oris tidak bertemu atau tidak terjalin dengan serabut-serabut otot diseberangnya. tetapi condong untuk menempatkan diri sejajar dengan tepi sisi sumbing dan serabutnya mengarah ke dasar hidung.

Veau menyebutkan sebagai hypoplasia arah tranversal maupun longitudinal.4.Karena kesatuan strukturnya. maka kita dapati lobang. maka terjadilah tarikan yang tidak wajar. Foramen palatine major letaknya lebih anterior dari keadaan normal. dan palatum durum. 2. sumbing sebagian. Kedua lempeng palatine yang tidak bertemu. Kesemuanya ini menjadi satu membentuk arcus. Ditambah tarikan dari otototot antagonisnya ialah kelompok otot-otot traksi. Dalam bukunya. tidak membentuk arcus yang 13 . Pada patologi tulang langitan. tergantung pada besarnya cacat sumbing langitan.2 Anatomi Daerah Langitan Tulang-tulang palatum terdiri dari pre-maxilla. sering menyebabkan sisi sumbing menjadi seberkas otot yang tidak berfungsi. Kedua lempeng palatum yang berhadapan terlalu pendek atau terlalu sempit. Kesemuanya ini terdapat pada sumbing bibir lengkap maupaun tak lengkap. Sumbing lengkap palatum menyebabkan canalis nasoplastina terbuka. atau sumbing lengkap pada palatum durum. baik arah tranversal maupun sagital. kedua maxilla. baik terangkatnya ke sisi lateral maupun distorsi elemenelemen bibir.

Fogh Anderson membagi menjadi tiga kelompok. Pada tahun 1972 Nabil Elsahy. baru pada tahun 1971. Kernahan dan Stark dalam tahun 1958 membaginya menjadi dua kelompok. dengan dua segitiga yang saling bertumpuk. 14 . Tetapi klasifikasi ini berupa tulisan.5 KLASIFIKASI SUMBING DAN SIMBOL VISUAL 9 Klasifikasi sumbing dapat dipandang dari: kelainan embriologik atau kelainan anatomic. tetapi terputus. Staige Davis dan Harry Ritchie dari Amerika Serikat telah mencoba mengajukan suatu klasifikasi tetapi belum dapat diterima. Veau membaginya ke dalam empat kelompok. Sejak 1922. Modifikasi ini dibuat untuk mencatat kelainan cuping hidung dan “Nasal Floor”.melebar horizontal. Di dalam Kongres Roma tahun 1967 untuk penentuan klasifikasi telah diterima klasifikasi tiga kelompok. di mana masing-masing lempeng palatum membentuk sudut yang lebih tajam dengan dinding dalam maxilla. Evaluasi Cephalometrik mendapatkan bahwa bibir sumbing langitan: Maxilla lebih pendek Demensi vertical lebih pendek terutama bagian posterior Maxilla retrusif terhadap anterior basis cranii 2. Deamond Kernahan membuat symbol berupa “Y” sedemikian rupa untuk memudahkan pencatatan dalam kartu klinik penderita. Mereka membagi bibir sumbing menjadi tiga kelompok. seorang ahli bedah Mesir menambah symbol “Y” Kernahan.

15 .

celah komplit (lengkap) dengan huruf besar. Kelainan komplit. 16 . yaitu H (hard palate) dan S (soft palate).2.5. hard palate. CLP / I----Cleft Lip and Palate celah bibir sebelah kanan inkomplit. langit-langit dibagi menjadi dua bagian. gusi disingkat A (alveolus). dan soft palate. inkomplit. alveolus dan bibir bagian kiri. dengan demikian sangat memudahkan pemakaian sistem LAHSHAL untuk lokasi celah.8 Di sentrum pendidikan di Surabaya. hard palate. microform. 3. 2. memakai istilah CLP (Cleft Lip and Palate) bukan celah bibir dan langit-langit atau cheilognatopalatoschizis. CLP / ---SHAL Cleft Lip and Palate dengan lokasi celah komplit pada soft palate. maka urutannya dicoret. unilateral. celah inkomplit (tidak lengkap) dengan huruf kecil dan huruf kecil dalam kurung untuk kelainan microform. CLP / L-----L Cleft Lip and Palate Lokasi celah berada di bibir kanan dan kiri. atau bilateral.1 Sistem Kode Lokasi Celah Cara menuliskan lokasi celah bibir dan langit-langit yang diperkenalkan oleh Otto Kriens adalah sistem LAHSHAL yang sangat sederhana dan dapat menjelaskan setiap lokasi celah pada bibir. Bila normal (tidak ada celah).8 Bibir disingkat sebagai L (lips). alveolar. celah komplit. Istilah CLP juga sesuai dengan ICD (International Code of Diagnosis).8 Contoh:8 1.

Cara lain yang bisa menggambarkan hubungan tersebut ialah dengan menyebutkan hubungan tersebut menggunakan rangkaian kalimat untuk menjelaskannya. hubungan penderita dengan keluarganya atau nenek moyangnya yang juga mempunyai kelainan yang serupa dengan penderita.Gambar Sistem LAHSHAL dari Otto Kriens 8 2.5. Saya mempunyai ide yang sederhana untuk dapat menjelaskan hubungan pasien dengan keluarganya yang mempunyai kelainan serupa dengan menggunakan sistem kode huruf.2 Sistem DJO untuk Menulis Riwayat Keluarga Kelainan Bawaan 8 Timbulnya suatu kelainan yang diturunkan dapat digambarkan pada suatu diagram sisilah keluarga. Sistem ini memakai istilah singkatan huruf PSFMC untuk menggambarkan hubungan penderita dengan keluargannya yang menderita kelainan serupa. dengan mengurut. P : Patient (pasien) adalah orang yang dating ke kita dan menderita kelainan bawaan S F : Sibling (saudara) : Father (ayah) M : Mother (ibu) C : Child (anak) 17 . Sistem tersebut disebut sistem Djo.

Apabila akan menyertakan informasi gender ditulis (m) untuk laki-laki. sebagai berikut: - Berat badan = 10 pon Kadar hemoglobin = 10 gram Jumlah butir darah putih = 10. M adalah ibu dari F kedua dan S adalah saudara dari M. dan kemampuan melawan infeksi. Dengan kata lain. maka sebaiknya operasi pertama dilakukan setelah bayi berumur ± 3 bulan. ialah menunggu sampai paling sedikit umur 3 bulan. setelah berumur satu bulan. dari saat lahir sampai umur tua. bahkan dapat ditunda sampai berumur 4 atau 5 bulan bagi 18 . F pertama adalah ayah dari pasien. Bisa pula ditambahkan nomor urut anak dari suatu keluarga. Millard dalam tahun 1965 menulis bahwa sumbing bibir dapat dioperasi pada umur brapa saja. Kemudian sejak tahun 1967. bayi mempunyai penyesuaian kardio-vaskuler yang lebih baik.6 SAAT OPTIMAL UNTUK PEMBEDAHAN SUMBING 9 Dalam tahun 1966. F kedua adalah ayah dari F pertama atau kakek dari pihak ayah dari pasien. ditentukan syarat “rule over 10”: - Berat badan lebih dari 10 pon Kadar hemoglobin lebih dari 10 gram Umur lebih dari 10 minggu Yang dilakukan Millard pada waktu ini. riwayat keluarga kelainan seperti yang diderita pasien adalah saudara dari ibu kakek (buyut) dari pihak ayah. transisi gizi. agar komponen hidung dan bibir diberi kesempatan tumbuh dan berat bayi ± 10 – 12 pon. dan (f) untuk wanita. tetapi bila yang dipentingkan adalah hasil akhir operasi.000/ ml Ia berpendapat. Contoh sistem djo : Didapatkan data dari keluarga pasien dengan kode PFFMS : P adalah pasien.Dalam suatu rangkaian kode maka huruf terakhir adalah orang yang menderita kelainan serupa dengan pasien yang dating. 2. S inilah orang dalam keluarganya yang menderita kelainan bawaan seperti pasien yang dating. Wilhelmsen dan Musgrave memberikan syarat-syarat pra-bedah dan menyebutnya “rule of 10”.

Pasien Baru Lahir Bertemu pekerja social untuk diberi penerangan agar keluarga penderita tidak stress dan menerangkan harapan rill yang bisa didapat dengan perawatan menyeluruh bagi anaknya. Menerangkan bagaimana member minum bayi agar tidak banyak yang tumpah. Di samping jasa seorang spesialis Bedah Plastik. dari sini diambil sebagai bagian record CLP pada umumnya. Dibuat record psikososial pasien. perlu pembedahan yang secara estetik bagus. perlu jasa seorang spesialis THT. hidung.sumbing bibir – tunggal yang tak lengkap. derita batin dialami keluarganya dan kelak oleh anaknya sendiri setelah menyadari keadaan dirinya. Jadi penanganan pasien CLP perlu kerjasama para spesialis tersebut di atas dalam teamwork yang harmonis dengan diatur dalam suatu protocol. Perlu seorang pekerja social di bawah psikologist. dan rahangnya. Baru kemudian pada umur 6 bulan penutupan “nasal floor” bibir dan koreksi hidung dilakukan. Untuk penyulit telinga dan fungsi pendengaran. Kesukaran minum karena daya hisap yang kurang banyak yang tumpah. dan bebas dari peradangan. Untuk penampakannya serta fungsi velum yang baik. Dengan syarat kadar Hb 10 gram. juga perlu didukung oleh dokter gigi spesialis Orthodontist. tanpa peradangan. 2. 19 . Diterangkan juga protocol yang harus dijalani penderita kelak. Untuk sumbing bibir lengkap dengan distorsi alveolar – disertai adanya sumbing langitan. Jadwal tersebut di atas berlaku juga bagi sumbing bibir tunggal lengkap tanpa disertai alveolar dan juga bagi sumbing langitan. perlu dilakukan : “lip adhesion procedure” dan penutupan palatum molle pada umur dua sampai tiga minggu dengan syarat Hb 10 gr. baik untuk bibir. 1.6.1 Protokol Penanganan Celah Bibir dan Langit-langit 8 Penderita CLP mengalami berbagai penyulit mulai lahir.

9.Evaluasi pendengaran 7. Pasien Umur 17 tahun . maka tugas ini dilakukan oleh dokter operator nantinya.Pencetakan model gigi . Pasien Umur 9 – 10 tahun .Pekerja social akan mengikuti perkembangan psikososial anak serta keadaan keluarga dan lingkungannya. 2. Pasien Umur 3 bulan (the over tens) . dimulai 3 bulan pasca operasi. pembuatan model . Pasien Umur 6 tahun .Evaluasi telinga . follow up dilakukan oleh speech pathologist .Operasi advancement osteotomy Le Fort I 20 .Operasi Palatum .Evaluasi tulang-tulang muka . 6. Pasien Umur 4 tahun Kalau bicara tetap jelek.Evaluasi gigi dan rahang. Kalau tidak ada pekerja social.Alveolar bone graft 8.Evaluasi bicara.Pemasangan grommets bila perlu 3. bila masih ada kekurangannya.Evaluasi pendengaran dan telinga 5. Pasien Umur 12 -13 tahun Final touch untuk operasi-operasi yang dulu pernah dilakukan.Operasi bibir dan hidung . atau siapa yang bertemu pasien lebih dulu.Melakukan nasendoscopy bagi yang memerlukannya . dipertimbangkan repalatorafi atau/ dan pharyngoplasty.Evaluasi pendengaran dan telinga 4. Pasien Umur 1 – 4 tahun . serta melaporkannya pada permulaan meeting setiap tahap protocol ini. Pada Umur 10 – 12 bulan .

sumbing bibir tunggal. terdapat beberapa yang sangat menonjol dan popular. Duarte Cordosa. - Golongan yang mengoperasi seluruh tebal bibir dalam usaha memperpanjang jarak vertical bibir.7 EVOLUSI TEKNIK OPERASI 4. James E. dan Victor Veau. Melestarikan Cupid’s bow. B. sehingga masa kini dipakai sebagai pegangan pokok pendidikan Ilmu Bedah Plastik dan rekonstruksi di banyak Negara. Adalah : Charles Tennison. A. dan J.8 MACAM OPERASI SUMBING BIBIR 7 Macam operasi yang dilakukan terhadap sumbing bibir. Oleh David. - Pada waktu itu para ahli bedah hanya memikirkan bagaimana memperpanjang jarak vertical sumbing bibir dan menyempurnakan ujungujung sumbing bibir. Brown. yaitu: sumbing bibir tak lengkap.7. Jr. Le Mesurier. William Rose. Kerwin Marcks. Mayo. menyusullah periode abad ke 19 – 20. Pembuatan Cupid’s bow.lodd. V. dan Pierre Petit. Nelaton. Trauner. Ralph Millard. Mirault. Setelah melalui periode awal di mana pada waktu itu dipergunakan alatalat sederhana seperti cara Ambroise Pare atau “figure of eight” nya. Brown. I. Charles H. dan Wunderer. Pelopornya : Franz konig. Thompson. Husson. Macam kelainan sumbing bibir. sumbing bibir lengkap. “Family Tree” sumbing bibir tunggal. Jean Lucian Grignon. B. G. dan G. William E. Adalah : Joseph Francois Malgaigne. 2. Pelopornya adalah : V. - Flap segitiga. Peter Randall. sumbing bibir rangkap. Para pelopornya antara lain ialah : Von Graefe. P Blair.9 Di antara sekian banyak teknik dan jenis operasi sumbing bibir maupun sumbing langitan.2. perlu kiranya menyebutkan macam sumbing bibir apa saja yang dapat terjadi. - - Konsep “Rotation-Advancement”. Dari D. Lidiya Maksimouna Obukhova. Warner Hagedorn. dan sumbing bibir 21 . Trauner.

- Cupid’s bow sebagian besar masih ada tetapi ada distorsi kea rah medial sumbing. dan columella dengan cara “undermining” dan mobilisasi jaringan. yaitu. Adapun kelainan dasar sumbing. dan mengusahakan tetap utuhnya patokan-patokan wajah normal sebanyak mungkin. tanpa menginsisi cartilage ala nasi. Terutama memperhatikan koreksi sumbing bibirnya. atau menyempitnya bibir pada sisi sumbing. dan deviasi septum nasi dalam bidang vertical atau horizontal. Kelainan-kelainan hidung : distorsi ala nasi. mengusahakan agar philtrum. Deformitas maxilla dan distorsi. ialah : mengenal. 22 .tengah (sangat jarang). Pada umumnya operasi sumbing bibir tidak dilakukan bersamaan operasi sumbing langitan. - Adanya sumbing alveolus (lengkap atau tak lengkap). dapat pula terjadi bersamaan dengan sumbing langitan. dan angka kematian naik karena kemungkinan gangguan pernafasan dan kehilangan darah bertambah.Kombinasi antara kemungkinan-kemungkinan tersebut di atas dapat terjadi. deformitas columella. karena mengingat beberapa hal. dinilai dari sisi anterior maupun sisi lateral. tuberculum labii superioris dan batas mucocutan tetap utuh. cupid’s bow. mempelajari. yaitu : saat optimal operasi berbeda. - Jarak vertical bibir memendek. melakukan koreksi pada basis ala nasi. Dan bila perlu lakukan koresi orthodontic terhadap alveolus. Serta membenahi dan meletakkan patokan-patokan wajah tersebut ke dalam posisi normal. ataupun keduanya. memipihnya cartilage nasal sebelah caudal. Adapun dasar tujuan operasi sumbing.

Garis Patah a.Hanya untuk sumbing bibir tak lengkap.Lenyapnya cupid’s mudah bow .Distorsi philtrum. tingkat berat 3) Mirault (BlairBrown-Mc Dowell . tegaangan pada tepi bawah bibir . Randall.Pelaksanaannya relatif . kelainan minim . “Garis Lurus” RoseThompson (disertai Z-plasti di sebelah dalam bibir 2.Terjadi kesulitan untuk sumbing bibir tak lengkap dan lengkap.Untuk sumbing bibir yang tak lengkap ukuran minim sampai sedang (modifikasi yang mutahir termasuk untuk ukuran besar . Flap segitiga (Jenis Z-plasti) 1) Tennison (Marcks.1 Beberapa macam operasi sumbing bibir7 Jenis Operasi 1.Banyak kehilangan jaringan bibir .Bibir menjadi pipih dan tegang 23 .Pengukuran garis insisi yang rumit Indikasi atau Keuntungannya . Hagerty) .Untuk sumbing bibir lengkap tingkat sedang dan sumbing bibir tak lengkap tingkat berat .Terjadinya kontraktur pada parut insisi lurus .Cupid’s bow tidak lengkap Kerugiannya 2) Millard (“Rotation advancement”) .Tabel 2.

Flap ini kami sebut flap Djo. Flap empat persegi panjang.Dapat terjadi distorsi philtrum 4) Jayapathy (Huffman-Lierle) - Z-plasti yang asli . dilakukan pada kelainan CLP/ L----..Sumbing bibir tak lengkap dan lengkap tingkat berat dan ukuran lebar .Adanya distorsi nasal .atau CLP/ La----. Djohansjah Marzoeki memodifikasi teknik Millard dengan cara pada vermillion bibir dibuat flap dari segmen lateral dan menyisipkannya ke subkutan vermillion yang tipis untuk membuat sentral vermillion sedikit menonjol dan dapat menghilangkan koloboma. dan hasilnya cukup memuaskan.Jarak vertical bibir berlebihan i. Operasi Celah Bibir Satu Sisi (Cheiloraphy Unilateral) Operasi celah bibir satu sisi (cheiloraphy unilateral).atau CLP/ SHAL.8 24 . atau Flap segi empat 1) Hagedorn – Le Mesurier – Steffenson (Modifikasi Axhausen oleh May) . Teknik operasi yang umum dipakai adalah teknik Millard. Cara ini menggunakan rotation advancement flap. Cara ini telah dilakukan pada banyak penderita celah bibir di Surabaya.Dapat terjadi distorsi cupid’sbow b.atau CLP/ LAHS--.

Sering pada cheiloraphy bilateral ditemukan keadaan premaksilanya yang sangat menonjol. maka cheiloraphy dilakukan sama seperti penanganan celah komplit. cukup kulit dan subkutan yang dijahitkan.8 Pada celah bibir bilateral dewasa yang prolabiumnya relative kecil. menempelkan saja pada tepi prolabium. Otot tersebut dapat dijahit sekunder kelak bila keadaan luka sudah tenang dan stabil. Ini menyulitkan para ahli bedah karena otot-otot bibir tidak bisa secara langsung dipertemukan atau bila dipaksakan akan terjadi ketegangan dan berakibat jahitan lepas beberapa hari kemudian. dasar vestibulum nasi juga harus dibuat pada waktu yang sama. Operasi Celah Bibir Dua Sisi (Cheiloraphy Bilateral) Teknik cheiloraphy bilateral dapat untuk celah yang ditulis lokasinya dengan cara Otto Kriens sebagai CLP / LAHSHAL atau CLP/ la---al. Bila didapatkan celah bibir bilateral inkomplit.8 Gambar Desain Cheiloraphy Unilateral ii.8 25 . maka cheiloraphy dilakukan sebagai komplit. Di samping itu. Djohansjah menganjurkan pada keadaan tersebut otot tidak perlu dipaksakan dipertemukan di tengah. maka perlu tambahan segmen kulit untuk memperpanjang prolabiumnya.Bila celah bibir inkomplit. atau kombinasi lain. diperkirakan satu tahun (setelah fase 3 penyembuhan luka selesai).

liur dan sekresi nasal. Menghasilkan suara normal Untuk mencapai taraf suara normal memang sulit. Penutupan secara mekanik Dengan penutupan celah.Gambar Desain Cheiloraphy Bilateral 8 2. lateral dan vertical. ialah : 1. cara imobilisasi dan 26 . Mengurangi sebanyak mungkin lambatnya pertumbuhan maxilla dan deformitas alveolar serta gigi Efek akhir dari operasi dini sumbing langitan terhadap pertumbuhan maxilla kea rah antero-posterior. ada kalanya terdapat lubang sisa di alveolus atau maxilla. dan variasi teknik operasinya. Hasil inin tidak selalu dapat dicapai dengan sempurna. lebih tepat suara yang layak dapat diterima dan pembicaraan yang dapat dimengerti oleh masyarakat.9 OPERASI SUMBING LANGITAN 5. akhirakhir ini menjadi perhatian para ahli bedah. Perlu dipertimbangkan. saat operasi. 3. baik langitan primer maupun sekunder.13 Tiga tujuan utama dalam mengkoreksi sumbing langitan. dicapailah suatu penutupan anatomic yang lengkap sehingga mencegah keluarnya cairan. cara operasi. makanan. dalam hal ini suatu obturator atau prosthesis dapat menolong. 2.

sering menimbulkan perasaan putus asa. Pada beberapa kasus di mana tingkat sumbing pada bayi sangat berat. 27 . Umur waktu operasi. “Push back palatoplasty” 3. bahkan akan menyempit mengikuti perkembangan usia. dinasehatkan untuk menunggu sekitar 6 sampai 12 bulan lagi. hasil kemampuan bicara dan pertumbuhan. Operasi dini sewaktu umur 12 bulan. maka usia 5 tahun merupakan umur terbaik untuk melakukan operasi sumbing langitan. semakin banyak kemungkinan pertumbuhan fasial yang baik.kemungkinan timbul infeksi harus difikirkan. karena lidak tidak lagi mengganggu di tengah celah dan penekanan lidah terhadap obturator mengakibatkan rangsangan tepi celah untuk tumbuh mendekat. Macam operasi lebih dipentingkan dari pada mempersoalkan umur sewaktu menjalani operasi. mortalitas. Adapun macam operasi langitan primer terdiri dari 3 macam operasi. Tetapi kenyataannya sumbing langitan tak akan bertambah lebar. Pemakaian obturator sebelum dan sesuadah operasi banyak menolong menyempitnya celah. morbiditas penderita. Palatoplasty yang sederhana 2. Secara teori. Klasifikasi ini berdasarkan pada derajat diseksi yang diperlukan untuk memperoleh penutupan yang cukup. Sedangkan dari segi ilmu bedah. tidak member hasil yang lebih baik pada suara. lebih lama kita menunda operasi sumbing langitan. Beberapa tindakan tambahan untuk menyokong “push back” dan penutupan oropharyngeal termasuk penanganan khusus terhadap otot. Dilihat dari pertumbuhan tulang muka dan pertumbuhan anak. Bila pada umur 10 bulan tampaknya celah tidak juga menyempit. dikaitkan dengan pertimbangan. yaitu: 1. Kini lebih dipikirkan keseimbangan yang sesuai antara operasi yang menjamin perbaikan suara dengan operasi yang menjamin pertumbuhan fasial dan dental yang kuat. dapat diambil umur antara 12 sampai 18 bulan untuk operasi sumbing langitan.

Perdarahan Perdarahan atau kehilangan darah. diupayakan soft palate dapat terdorong ke belakang di samping prosedur pengelolaan terhadap otot seperti yang sudah diutarakan sebelumnya. Sedativa akan mengurangi menangis. jarang timbul perdarahan dan mudah diatasi dengan koagulasi listrik atau tampon tekan. Jika tidak menutup spontan. bicara keras atau makan makanan padat. Bicaranya tidak sempurna Suara hidung dapat juga disebut Rhinolalia sperta.000 dalam larutan garam faal. Terobeknya luka disebabkan karena tegangnya jaringan yang dijahit. Ketegangan jaringan dapat dikurangi dengan pematahan hamulus. 2. terdapat khas pada penderita dengan sumbing langitan. Terbukanya luka yang dijahit atau robeknya jaringan yang dijahit.1 Palatoraphy Celah Langit-Langit Inkomplit Operasi dilakukan dengan teknik V-Y Plasty. antara lain adalah: Sumbatan jalan pernafasan Gangguan pernafasan lazim terjadi pasca bedah akibat tertutup gumpalan darah atau lendir. Jarang sampa diperlukan transfuse darah. Terjadinya fistula Fistula dapat terjadi akibat hal-hal tersebut di atas dan juga karena jaringan epithel yang seharusnya dieksisi masih tertinggal.Beberapa komplikasi operasi sumbing langitan.8 28 . ditambah karena akibat anak menangis. Fistula dapat menutup secara spontan. Bia pada waktu operasi dipergunakan larutan adrenalin 1 : 200. Hal ini dapat diatasi dengan penyedotan. Terbukanya luka dapat menyebabkan karena sebab-sebab penyakit sistemik atau akibat memakai corticosteroid dosis tinggi dalam waktu yang lama.9. Ini terjadi bila palatoplasty dilakukan setelah anak dapat bicara atau bila hasil operasi tidak memenuhi jarak anterior-posterior yang cukup untuk menghasil suara yang “normal”. dapat diolesi secara teratur dengan larutan Nitras Argenti sebagai cauterisasi.

Gambar Desain dan Hasil Palatoraphy Celah Inkomplit 2.9. Mukosa nasal di bawah tulang palatum kiri dan kanan dipertemukan dengan mukosa septum.8 Gambar Desain Palatoraphy Bilateral 8 29 . perbedaannya pada upaya penutupan mukosa nasi.2 Palatoraphy Bilateral Secara umum baik desain maupun teknik pengerjaan untuk menangani celah langit-langit bilateral hamper sama dengan celah langit-langit unilateral komplit.

Perawatan dini sebaiknya berupa penjagaan terhadap semua gigi susu agar beradadalam kondisi baik. tercapainya hubungan yang lebih baik antara kedua rahang dan membaiknya bentuk wajah. Tujuan tindakan orthodontic adalah: - Mencegah adanya deformitas arcus dentalis yang menyeluruh Merangsang pertumbuhan tulang dan perkembangannya bila hal tersebut memungkinkan - Memulihkan bentuk keseluruhan yang normal bagi arcus superior Menyesuaikan arcus dentalis superior dan inferior dengan cara menambah demensi keseluruhan bagi arcus superior. sedangkan bagi arcus inferior dikurangi dengan cara mencabut gigi tertentu bila itu diperlukan - Menyokong pertumbuhan fungsi yang wajar antara kedua arcus sehingga mandibulla dapat memberikan pengaruh terhadap perkembangan arcus superior - Membentuk ruangan yang lebih lebar bagi lidah sehingga dapat mempermudah penggunaan suara untuk berbicara - Menambah penampilan bentuk muka dan profil Penderita dengan sumbing langitan di daerah palatum molle dan durum atau palatum molle saja. Hilangnya gigi arcus superior. Ini memberikan hasil. 10 TINDAKAN ORTHODONTIK 6 Telah terkenal bahwa operasi sumbing bibir dan langitan dapat lebih bermutu jikalau disertai tindakan orthodontic pada tingkat pertumbuhan tertentu dari perkembangan rahang serta arcus dentalis. biasanya umur 5 sampai 6 tahun menunjukkan arcus dentalis yang normal. terutama gigi yang terletak di dekat garis sumbing. menyebabkan terjadinya perubahan retrogresif. Adapun prinsip dasar tindakan orthodontic terhadap penderita sumbing bibir dan langitan menurut Harrold (1949) adalah dengan sarana orthodontic mengembalikan kepada posisi normal segmen arcus superior yang kedudukannya kolaps/ menyimpang.2. Jarang sekali diperlukan tindakan orthodontic. 30 .

Dari ketiga cara ini. Tennison. usaha manusia untuk menyembuhkan cacat sumbing bibir-langitan telah dirintis. Dari berbagai macam teknik operasi. terdapat tiga cara yang lebih popular. 31 . kemudian dikembangkan. Komplikasi yang serius ialah perdarahan.BAB III KESIMPULAN Sejak ratusan tahun yang silam. Dalam hal ini teknik Millard-lah yang membuktikan hasil yang terbaik. Apa yang dicapai sekarang tetap menjadi tantangan untuk menyempurnakannya. Evolusi teknik operasi memperlihatkan betapa lama dan tekun para ahli bedah perintis telah mengawalinya. dengan melalui kritik dan usaha kemudian oleh generasi-generasi berikutnya dihasilkan banyak cara teknik operasi baru yang sering disusul dengan modifikasinya. Operasi sumbing langitan yang popular adalah cara von Lengenbeck. dan Millard. disusul oleh beberapa modifikasinya. bahwa arah serabut musculus orbicularis oris pulih mendekati susunan anatomi normal. Teknik operasi Millard untuk sumbing bibir menunjukkan. jikalau dibandingkan dengan cara-cara lainnya. ialah : cara Le Mesurier. teknik Millard ternyata yang paling sering digunakan.

: Surgical repair of the cleft lip.. Dr. A. Dent. Jr. Inc. Ralph. S. 9. 1975. Harry W. D. Plastic Surgery in Infancy and Childhood. Alveolus and palate. S. Bloom. D.. Saunders Company. 53: 167. Sauders Company. D. R. S. M. C.. 2. : Chirurgie Plastique et Reconstructive de la Face.. Michael. Jailani M. A.) Cleft Lip andPalate Grune & Stratton. D. D. Michael. . : treatment of Patient with Clefts of Lips. : A variation of the rotation –advancement operation for repair of wide unilateral cleft lips. Karl. A. Archer. Little. Chapitre VI Les Becs – de Levre et Leurs sequelles. Millard. D... John Marquis. Churchill Livingstone. B.B. Herbert J. V.A. D. M. C. D. April 1975 Clinics in Plastic Surgery an International Quaterly W. R. second Editions. Mustarde. Asensio. Prof. M. Hogan. S. 5. M. 3. : Symposium on cleft lip and palate Volume 2. vol 2. 8. 1957. Joseph G. F. Sagung Seto: Jakarta. Holdsworth. Carthy. : Cleft graft.. Hogan. (Eng. The Unilateral Deformity. 1977. 4. J. July 6-8. and Pons. H. J. John M. D. Brown & company. 2002. Scond hamburg International Symposium. Dr. Surg. Second Edition. Saunders Company. F. Oscar. Oral & Maxillofacial Surgery. S. M. Frezieres. B. 1967. S. 10. M. 32 . vol 4 W. Editions Medicales Flammarion. B. & Reconstr. Volume I. C.. Lore. Cleft lip and Palate... 1979. 1976.DAFTAR PUSTAKA 1. D. 6.. Ginestet.B. The Evolution of its Surgery. 1964 Grune & Stratt0n. 11.. G. S.. 1974. F. 1966. number 2. volume I W. Tehnik Pembedahan Celah Bibir dan Langit-Langit. D. Plast.. C. M. V. Converse. G. C. Schuchardft. S. 7. W. Dupuis. (Edin). chapter 30 W.. med. D. and Mc.. Marzoeki D. Saunders company. F. D.. : An Atlas of Head and Neck Surgery Second Edition. med. Jr.

C. 1953. S. 1968. M. F. 33 . : Cleft Palate a Multidiscipline approach. Werner: Handatlas und Lehrbuch der Anatomie des menschen. Spalteholz.12. D. Erster Teil. Hoeber Medical Division. Stark. Richard B. 2. 13.. A.. Band 1.