Definisi makroekonomi

Makroekonomi adalah cabang yang mempelajari "jumlah total kegiatan ekonomi, berhubungan dengan masalah pertumbuhan, inflasi, pengangguran, kebijakan nasional ekonomi yang berasal dari inisiatif pemerintah (misalnya perubahan tingkat pajak, dll). Sebagai contoh, makroekonomi akan melihat bagaimana peningkatan / penurunan ekspor bersih akan mempengaruhi jumlah devisa suatu bangsa atau bagaimana GDP akan dipengaruhi oleh tingkat pengangguran.

Variabel Utama Makro Ekonomi

Tingkat harga, kesempatan kerja, dan total output merupakan variabel-variabel utama makro ekonomi. Banyak variabel utama makro ekonomi yang diungkapkan sebagai angka indeks. Angka indek merupakan ukuran statistik yang digunakan untuk menjawab secara ringkas berbagai pertanyaan kompleks tentang kenaikan harga dan output negara. Angka indeks mengukur perubahan persentase yang terjadi didalam angka rata-rata selama jangka waktu tertentu. Angka ini menunjukan kecenderungan menyeluruh atau gejala umum dan bukannya fakta terinci. Untuk setiap angka indek, kita harus mempunyai satu prosedur guna menjumlahkan setiap komponen yangtermasuk didalamnya. Angka indek disusun dengan menetapkan bobot untuk mengungkapkan pentingnya sesuatu hal yang akan digabungkan. Nilai indek dalam periode dasar ditentukan sama dengan 100.

Definisi dan pengukuran aktivitas ekonomi
MENGUKUR KEGIATAN MAKRO EKONOMI 2.1.Pendapatan Nasional Pendapatan Nasional ada dua konsep yaitu : 1. GNP (Gross Nasional Product) / Produksi nasional Bruto (PNB) 2. GDP (Gross Domestic Product) / Produksi Domestik Bruto (PDB)

GNP adalah produksi barang dan jasa yang dihasilkan suatu masyarakat negara baik yang berada diwilayah negara tersebut maupun yang berada di wilayah luar negeri. (WNI didalam negeri dan di Luar negeri)

GDP adalah produksi barang dan jasa yang dihasilkan suatu masyarakat negara yang berada di wilayah negeri tersebut ditambah negra asing. (WNI dan WNA yang berada di dalam negeri).

Pendapatan Nasional : NET Nasional Product (NNP) (GNP/GDP)

NET Nasional Product (NNP) Pajak tidak langsung = NET Nasional Income (NNI) (GNP/GDP)

Pendapatan pengeluaran adalah pendapatan nasional yang dihitung dengan cara menjumlahkan pengeluaran dari rumah tangga konsumsi. Faktor-faktor produksi diantaranya : Land. Constant Price / Rill Price Yaitu pendapatan nasional yang dihitung berdasarkan tahun dasar. Rumus Constan Price 100 1 x HK price Current PN t Laju Inflasi 100 )( x IHK IHK tD . Harga yang berlaku (Current Price) Yaitu pendapatan nasional yang dihitung berdasarkan harga-harga yang berlaku pada tahun dimana pendapatan nasional tersebut dihitung. Pendekatan pendapatan 3. Pendekatan pengeluaran Pendekatan produksi adalah pendekatan nasional ynag dihitung dengan cara menjumlahkan nilai tambah dari barang dan jasa. 2. 1. Rumah tangga produksi rumah tangga pemerintah dan sektor luar negeri. Pendapatan Nasional dapat dihitung dengan dua macam harga.2. Pendekatan produksi 2.NNI (-) / Tranfer pada yang berjasa (Pensiun) = Personal Income (PI) (+) / Laba yang ditahan perusahaan (Retained Erning) PI – Pajak langsung : Disposible Income (DI:y) (Pendapatan yang benar dinikmati) 2. Capital dan Skill. yaitu tahun tertentu yang dianggap kondisi ekonomi stabil / tidak terlalu fluktuatif yang ditujukan dengan indeks harga konsumen 100.Perhitungan Pendapatan Nasional Dapat dilakukan melalui : 1. Pendekatan pendapatan adalah pendapatan nasional yang dihitung dengan cara menjumlahkan pendapatan dari faktor-faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi. Labor.

pendapatan nasional dan perhitungan produk berisi ukuran-ukuran pokok pendapatan dan produk untuk suatu negara. fluktuasi ekonomi 1. 6 % 100 105 7 = x % 4 . GNP. Inflasi. . 15 % 100 2083 317 = x 2005 3000 125 2400 100 120 3000 = x – - Pendapatan Nasional (GDP. dan export netto ( X ) yang dihasilkan suatu negara dalam satu tahun tertentu. 0 % 100 2000 8=x 2003 2250 112 2008 100 112 2250 = x % 14 .Growth % 100 x Rill PN Rill PN D Contoh : Tahun PN CP IHK PN Real Laju Inflasi Growth 2001 2000 100 2000 100 100 2000 = x % 5 % 100 100 5=x2002 2100 105 2000 100 105 2100 = x % 6 . 4 % 100 120 5 = x % 2 .pengangguran Neraca pembayaran pertumbuhan ekonomi . GDP meliputi nilai dollar konsumsi ( C ). 3 % 100 2008 75 = x 2004 2500 120 2083 100 120 2500 = x % 17 . GNI). 7 % 100 112 8 = x % 7 . pembelian pemerintah ( G ). investasi domestik swasta bruto ( I ). Gross domestic product (GDP=produk domestik bruto) merupakan ukuran yang paling luas dari produksi barang dan jasa suatu negara.

Secara normal mencapai 65% dari GNP.1. Dan setelah menjumlahkan semua upah. Fungsi Konsumsi Konsumsi adalah komponenterbesar pengeluaran agragat. depresiasi dan pendapatan laba (sebelum pajak).Konsumsi dan Penentuan Pendapatan 3. Penggunaan indeks harga seperti ini memperbaiki alat ukur karet yang diimplikasikan dengan mengubah tingkat-tingkat harga. karena cara kita mendefinisikan laba sisi. akan diperoleh : C + Ir = C + S Karena C dapat dicoret dari kedua sisi maka : Ir = S Tabungan adalah selisih antara C dan garis 45 derajat / bisa ditarik langsung sebagai fungsi S. koefisien arah fungsi tabungan adalah kecenderungan marginal menabung (Marginal Prospencity to sale) / (MPS). Konsumsi bergantung pada beberapa faktor. faktor yang terpenting adalah [enghasilan rumah tangga setelah pajak (Disposabel). akan terlihat seperti berikut : Sektor Pengeluaran Pendapatan Rumah Tangga Bisnis Konsumsi (C) Investasi Netto (Ir) Pendapatan Disposabel (Yd) = C+ S (Tabungan) Sama dengan Pengeluaran nasional (Er) Pendapatan rill nasional (Y) Sehingga dengan menyamakan sisi kiri dan kanan. pendekatan ini menambahkan pada jumlah total ini semua biaya pajak tak langsung dari bisnis. maka produksi dan penerimaan penghasilan naik secara bersamaan. uang sewa. Perkiraan nasional (Nasional Accounts) dengan semua variabel dalam arti rill. Nilainya selalu satu dikurangi kecenderungan marjinal menabung adalah 0.Rumus : GDP = C + I + G + X 2. Jika konsumsi naik.1. kita dapat mendeflasi GDP nominal (GDP dalam dollar saat ini) untuk mencapai ukuran GDP riil yang lebih akurat (GDP dinyatakan dalam dollar dari beberapa kekuatan pembelian tahun dasar). dengan menggunakan indeks harga. PENGELUARAN AGREGAT DAN PERMINTAAN AGREGAT 3.25. bunga.1. penting untuk diingat. 3. kita dapat mencocokan pengukuran putaran-bagian-atas. Pendekatan aliran-biaya menggunakan perolehan faktor dan dengan teliti meghitung nilai tambah untuk menghapuskan perhitungan ganda dari produk-produk antara. GDP tidak memasukkan soal-soal transfer seperti bungan atas obligasi pemerintah atau pembayaran kekayaan. Bahwasetiap kenaikan penghasilan berubah menjadi tambahan konsumsi / . alur-produk GDP dengan pengukuran putaran-bagian-bawah.

akan sangat memainkan peran. Dalam contoh. jika pendapatan naik 100 menjadi 200. Gambar 3. tetapi tidak sebanyak pendapatan mereka”. kenaikan konsumsi yang ditimbulkan adalah 75 menjadi 175.2 Fungsi-fungsi komsimsi jangka panjang dan jangka pendek. Mengikuti Keynes. nilai kecenderungan marginal mengkonsumsi (MPC)ini ¾. Faktor-faktor demografik seperti umur. rasio antara kenaikan penghasilan dan kenaikan konsumsi ini adalah “ koefisien arah fungsi konsumsi ” atau disebut “kecenderungan marjinal Konsumsi (marginal posperity to consume)”. Dengan demikian. kelamin. titik ini disebut “titik tabungan nol”.Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konsumsi Agregart Proporsi yang menyatakan bahwa konsumsi riil agregat adalah fungsi dari tingkat pendapatandisposabel agrerat berasal dari karya revolusioner Keynes. konsumsi agregat untuk waktu yang lama dianggap sebagai komponen pasif dari pengeluaran agregat. menaikan konsumsi mereka begitu pendapatanya naik. yang bertujuan meramalkan kegiatan perekonomian dan mengembangkan tanggapan-tanggapan kebijakan yang dapat dipercayauntuk meminimalisasi dampak dari gangguan dan menjaga perekonomian berada dalam lintasan yang tepat. Ukuran konsumsi agregat/ keluarga 450 O Y2 Y0 Y1 a . Jika penghasilan 100. konsumsinya pun 100. Interest. Memahami fungsi konsumsi sangatlah penting. dengan MPC dan MPS menunjukan proporsinya. besarnya keluarga. setiap kali penghasilan naik $1. yang menyatakan dalam The General Theory of Employment. konsumsi naik 75 sen dan 25 sen lainnya menjadi tambahan tabungan.1 Fungsi-fungsi konsumsi dan tabungan (semua nilai dalam nilai riil) 3. sebagai suatu kaidah dan umumnya. akan tetapi.2. and Money: 300 250 200 150 100 50 0 50 100 200 250 300 Y=C+S C=C(Y) S=Y-C(Y) C1S Y DY=100 DC=75 D S=25 “Hukum psikologis fundamental adalah bahwa orang Inggris. ditentukan dalam cara yang kurang lebih mekanis. Gambar 3.1.tabungan.

R Hicks.b ec d f Cs1 Cs0 C2 BAB IV GABUNGAN KESEIMBANGAN PENDAPATAN-PENGELUARAN 4.1 Model Ls – Lm Investasi bergantung pada suku bunga. 5 100 75 50 25 Kuadran 3 fungsi tabungan S = y – c (y) Kuadran 2 Keseimbangan Investasi tabungan Kuadran 1 Investasi I = f (i) 100 150 200 250 300 350 400 y S 100 75 50 25 12. sedangkan suku bunga ditentukan oleh faktor-faktor moneter.5 25 S 50 100 . Gambar 4.5 0 25 450 1=5 4 3 2 1 100 150 200 250 300 350 400 4 15 LM 3 2 1 0 12. Perkkas ini adalah model LS – LM yang pertama kali disajikan oleh J.1 “keseimbangan pasar barang”. Karena itu kita memerlukan perkakas analis yang lebih ampuh.

Kita asumsikan bahwa tabungan nol pada tingkatpendapatan $ 100 milyar.1. tingkat pendapatan yan menyebabkan pendapatan sama dengan pengeluaran. Y* y 0 Y LM2 LM1 i I1 I2 Is2 Is1 BAB V PENAWARAN AGREGAT: INFLASI. Jadi. namun perpotongan antara LS1 dan LM2 berada disebelah kanan Y* sehingga kebijakan ini dengan sendirinya inflasioner. Pindah ke kuadran 2.tabungan ( intended – investment – saving) .I 37. agar investasi direncanakan sama dengan tabungan. sehingga memelihara pemanfaatan penuh tenaga kerja tanpa inflasi. jika suku bunga adalah 2%. dengan sudut 450 . STAGFLASI DAN PERTUMBUHAN 5.1 Inflasi Dorongan-Biaya (Cost-Push Inflation) Dan Peraturan Upah Minimum . berhadapan dengan tingkat pendapatan. ini adalah salah satu titik keseimbangan antara penghasilan dan pemgeluaran (keseimbangan pasar barang). kurva-kurva Ls dan LM berpotongan di Y*. adalah $ 200 milyar. Dan bahwa kecenderungan marginal untuk menabung (marginal prospensity to save) adalah 0. kita lihat bahwa tabungan haruslah $ 25 milyar pula. Ini berarti jika kita turunkan ke kuadran 4 tingkat pendapatan $ 200 milyar berhubungan dengan suku bunga 2% . kita harus menurunkan suku bunga. kurva ini haruslah garis lurus menanjak dari titik awal. Gambar 4.2 “pergeseran ramuan kebijakan yang berorientasi kepada pertumbuhan”. perubahan ramuan kebijakan diperlukan. kebijakan moneter ekspansioner harus dicampur dengan kebijakan fiscal restriktif yang menggeser kurva Ls ke Ls2. dengan demikian penawaran uang harus dinaikan. namun perubahan ramuan tersebut berhasil menurunkan suku bunga.5 50 100 Kuadran 4 Keseimbangan pasar barang F (i) = y – c (y) Pada kuadaran 1 : suku bunga diukur dengan suku pertikal dan tingkat invertasi diukur dengan sumbu horizontal. Skedul tabungan ditempatkan dalam kuadran 3. dimana tampak bahwa investasi direncanakan sebanyak $ 25 milyar akan dilakukan. karena investasi diinginkan harus sama dengan tabungan pada keseimbangan. dan investasi samadengan tabungan. karena iti. Mulai dengan suku bunga 2% dan berangkat dari kuadran 1. Untuk mengubah sumber-sumber kedalam investasi.25. Dalam kuadran 2: disajikan kondisi keseimbangan invertasi yang diinginkan.1 Gejolak Penawaran Dan Stagflasi 5. Kuadran 3 menunjukan bahwa tabungan sebanyak itu akan terjadi pada tingkat pendapatan $ 200 milyar.2 Ramuan Moneter Fiskal Dan Berbagai Isyu Kebijakan Lainya. menggeser kurva LM ke LM2 . Dengan demikian. 4. catat bahwa tingkat pendapatan dari nol sampai $ 100 milyar dihilangkan dari diagram untuk menghemat ruang.

kalau mereka bereaksi penganggapan tersebut dengan cara memekarkan permintaan agregat. akan mencari kesempatan pemanfaatan di sector lainya. baik akibat menyusutnya pendapatan yang dapat dibelanjakan / secara tidak . Bagi para ahli makro ekonomi. dorongan harga sektoral demikian berarti adanya pergeseran seketika kurva penawaran agregat ke kiri karena keluaran agregat yang samaseperti sebelumnya hanya mumgkin ditawarkan ke pasar kalo rata-rata tingkat harga sekarang lebih tinggi. dan hal ini akan membantu mengangkat perekonomian dari jurang resesi. dibanding dengan masalah pemanfaatan tenaga kerja. Kenaikan tingkat harga kemudian akan menurunkan kuantitas riil uamg. perundangundangan akan meninjau kembali besarnya tingkat upah nominal minimum yang berlakudi dalam negeri. Keadaan ini menggerakan mekanisme investasi bunga dan efek saldo riil. dengan akibat lanjutan berupa pendapatan yang lebih rendah karena kecendeungan marginal mengkonsumsi (marginal prospensity to consume) lebih kecil dari satu. Bias karena sejumlah kecil perusahaan memperoleh porsi pasar yang lebih baik atau karena pengetatan cara perusahaan mengatur harga dan mengalokasikan keluaran sebagai respon terhadap lemahnya pelaksanaan ketentuan anti truts. Lain lagi masalahnya jika dilihat dari sudut teori makro ekonomi. meningkatkan suku bunga.2 Pajak Dan Stagflasi Kenaikan pajak akan menciutkan permintaan agregat karena terbatasnya daya beli. hal ini akan menimbulkan tambahan inflasi. Hasilnya adalah munculnya kelebihan permintaan umum yang akan menaikan harga-harga bahkan di pasar yang kompetitif dimana perusahaan-perusahaan tidak mempunyai control atas harga. Pembuatan kebijakan sekarang menghadapi dilema. 5. Hasila yang sama juga dapat diharapkan dari ketentuan hukum yang mengharuskan peningkatan tingkat upah minimum. Secara periodic. Setiap perubahan itu dapat menghasilkan dorongan eksogen pada upah dan harga akibat adanya perkembangan tersebut disalah satu sector perekonomian. Lebih tingginya upah nominal akan memperkecil pemanfaatan tenaga kerja dan tingkat produksi. Tekanan untuk nelakukan peninjauan kembali semacam ini umumnya sangat terasa selama masa resesi. Mungkin pula karena adanya kenaikan dalam proporsi angkatan kerja yang menjadi anggota serikat buruh/ barangkali karena serikat buruhnya sekarang lebih memperhatikan upah. yang menghasilkan tingkat produksi keseimbangan dan pemanfaatan tenaga kerja yang lebih rendah serta tingkat harga yang lebih tinggi. tetapi tidak sebanyak penurunan dalam pendapatan. Hal ini selalu mendapat sokongan dari mereka yang beraliran liberal dan serikat buruh. Model inflasi dorongan biaya kadang-kadang disebut sebagai “model dilema” . Akibatnya adalah pendapatan yang lebih rendah. dan membatasi pengeluaran yang peka terhadap bunga (interst-sensitive expenditures). teori keseimbangan umum makro ekonomi meramalkan bahwa sumber-sumber daya yang terbebaskan. konsumsi akan menurun . Mereka berpendapat bahwa peningkatan pendapatan buruh yang berpenghasilan rendah akan meningkatkan pula konsumsi mereka. dan penurunan kekayaan ini akan membatasi pula pengeluaran agregat. tetapi tidak akan meyebabkan pengangguran (kecuali yan sifatnya friksional berjangka pendek). Monopolisasi menimbulkan misalokasi sumber daya. tetapi ditentang oleh para ahli ekonomi. lebih sempitnya pendapatan tenaga kerja dan lebih tingginya tingkat harga. Bila kita kemudian mengikuti analisis Keynes-pigeo mengenai perkembangan berikutnya. Sementara itu kenaikan tingkat harga menciutkan saldo riil.Inflasi dorongan biaya mungkin timbul karena peningkatan kekuatan pasar perusahaan-perusahaan. kita akan segera melihat bahwa peraturan perundangan tentang upah minimum merupakan salah satu unsur stagflasi. karena tekanan sisi penawaran menimbulkan kesulitan bagi kebijakan stabilisasi.

Mengingat dalam keadaan demikian kita hanya memiliki satu kebijakan. Gagasanya adalah memilih kuantitas-kuantitas ekonomi utama dalam dua kelompok. mulai dengan penetapan suatu sasaran tingkat pemanfaatan tenaga kerja. Bila instrumenya saling dipertukarkan. Setelah itu.langsung karena meningkatnya harga barang konsumsi. tentunya salah satu sasatan kita tidak akan tercapai kecuali secara kebetulan kedua sasaran itu dapat dicapai bersamaan. pada variabel sasaran tadi dibubuhi nilai-nilai yang diinginkan. dan mungkin akan merupakan sumber stagflasi. Kelompok pertama terdiri dari variabelvariabel sasaran seperti misalnya kecepatan laju inflasi.1 Teori Kebijakan Ekonomi Dibawah ini tuntunan intelektual dari ahli ekonomi Belanda yaitu: Jan Tinbergen. 5. kenaikan itupun mempengaruhi kurva penawaran agregat. sehingga: a11 m = g a22 m = l Penecahan tunggal mungkin saja dicapai sepanjang instrumen-instrumen tersebut memiliki dampak yang berbeda pada beberapa sasaran. Gambar 5.3. maka: a11 WD + a12 m = g a21 WD + a22 m = l Jika diperkirakan kebijakan fiscal tidak akan mempengaruhi salah satu sasaran itu. Teori ekonomi normatif meninjau masalahnya dari sudut yang berlawanan. para ahli ekonomi telah mengembangkan suatu pendekatan pemikiran mengenai masalah kebijakan yang disebut sebagai “teori kebijakan ekonomi” (theory of economic policy).3 Masalah Kebijakan Makro Ekonomi Pengorganisasian Kebijakan Ekonomi Menghadapi Stagflasi) 5. Kesimpulan penting yang bias ditarik adalah bahwa kenaikan pajak merupakan cara pengendalian inflasi yang tidak efsien dan bertambah parahnya stagflasi. berbagai jenis pajak dan lainya. sedangkan kebijakan moneter mempengaruhi pemanfaatan tenaga kerjamaupun inflasi. maka a11 dan a12 keduanya akan nol.3. Misalkan kita mempunyai dua sasaran : tingkat pendapatan y dan laju inflasi x. belanja pemerintah. maka tidaklah ada bedanya apakah akan menggunakan kebijakan fiscal/ moneter. lalu kita hitung nilai dan variabel instrument sedemikian rupa sehingga beberapa sasaran bisa dicapai secara simultan. Salah satu masalah dalam teori ekonomi posittif adalah lapangan kerja. Dua metodologi utama dari analisis ekonomi adalah apa yang disebut sebagaiteori ekonomipositif dan teori ekonomi normatif. Teori ini misalnya. Keketatan moneter Tingkat pajak (T) Resesi Inflasi Y ED C . lalu mempersoalkan berapa seharusnya dilakukan pemotongan pajak untuk mencapai sasaran tadi. andaikan juga kita memiliki dua instrumen kebijakan : penawaran uang riil (m) dan defisit terhitung pada pemanfaatan penuh tenaga kerja WD (Weighted full emploiment Deficit). Kelompok kedua terdiri dari “instrument” atau kebijakan variabel-variabel seperti: penawaran uang.1 “kombinasi keketatan moneter dan tingkat pajak yang akan mencegah timbulnya pengangguran dan inflasi jika kebijakan-kebijakan itu dapat saling dipertukarkan”. padahal yang dibutuhkan dua. Bila hubunganya bersifat linear. pertumbuhan produktifitas dan tingkat penghasilan riil. Mengingat kenaikan beberapa jenis pajak berpengaruh menaikan harga dan biaya.

Tingkat pajak Keketatan moneter Resesi Inflasi ·B ·A .2 “kombinasi keketatan moneter dan tingkat pajak yang dapat mencegah pengangguran inflasi jika kebijakan-kebijakan mempunyai dampak yang berbedabeda”.3.P Y1 P1 ·A Gambar 5.