MAKALAH “ BERIMAN KEPADA MAKHLUK GAIB “

Diajukan sebagai tugas mata pelajaran Aqidah Akhlak di bawah bimbingan guru : Lala Hikmatilah S. Pd. I

Disusun oleh : 1. Siti Choerunisa 2. Siti Hilwayah 3. Siti Jubaedah 4. Siti Nurarisma 5. Siti Nurhalimah 6. Siti Nurranti

Madrasah Tsanawiyah Al Husna
Jl. Veteran IIITapos Kp. Loji Rt 02/02 Ciawi – Bogor

Bogor. oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan Makalah ini.Kata Pengantar Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah swt. karena atas rahmat dan karunia-Nyalah sehingga kami dapat menyelsaikan Makalah “Beriman Kepada Makhluk Gaib” dengan baik dan tepat pada waktunya. Akhir kata semoga Makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca. Maret 2014 (Penulis) 2 . Kami menyadari bahwa Makalah ini masih jauh dari sempurna.

........................ 5 A.................. 2 Bab I Pendahuluan ................. Manfaat ........................................................................................................... 16 B................................. Tujuan ......................................................... 5 B............................................ 16 A........................................................................................................................................ Saran .......................................... 15 Bab III Penutup .... 16 Daftar Pustaka ............................................................................................................................................................................................. 4 Bab II Pembahasan ..................................... 4 B................ 17 3 ............................................................... Hikmah diciptakannya makhluk gaib .................................................................. Latar Belakang ............. 4 C................................ Kesimpulan ............................... Macam-macam makhluk gaib ................................................. 4 A.................................................................................DAFTAR ISI Kata Pengantar ......................................................................................... 6 C......................................................... Pengertian makhluk gaib ............................

salah satu cara menghindari godaan kesesatan mereka adalah mengenal sifat-sifat mereka. Bagaimana ciri-ciri makhluk gaib? 4. yang nyata (as-syahadah). Oleh karena itulah. Ada juga sebagian makhluk ghaib yang pekerjaannya menyesatkan manusia agar tersesat dan meninggalkan jalan Allah yang lurus. Latar Belakang Semua makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT dibagi menjadi 2 macam yaitu pertama yang gaib (al-ghaibi) yang kedua. Apa hikmah di ciptakannya makhluk gaib? C. Rumusan Masalah 1. Mengetahui tentang makhluk ghaib pun menjadi begitu penting. 4 . 2. agar manusia dapat betul-betul merasakan kebesaran Allah dan merasa dirinya sangat kecil diantara makhluk Allah yang lainnya. Namun tidak semua makhluk ghaib diciptakan untuk menyesatkan manusia. Sebagian kehidupan makhluk ghaib juga berdampingan dengan kehidupan manusia.BAB I PENDAHULUAN A. Memenuhi tugas makalah tentang makhluk gaib. dan manusia pun diperintahkan agar menghindari rayuan mereka. dan hikmah diciptakannya mereka. Apa pengetian makhluk gaib? 2. Kehidupan manusia tidak terpisahkan dari kehidupan makhluk-makhluk ghaib yang tak kasat mata. Allah juga menciptakan makhluk ghaib yang berbuat baik dan selalu taat kepada-Nya. sehingga diperlukan pengetahuan agar manusia tidak menggangu mereka dan sebaliknya. asal-usul. Maka. Apa macam-macam makhluk gaib? 3. sudah sepatutnya kita mempelajari sebagian tentang mereka. Tujuan 1. B. Mengetahui hikmah di ciptakannya makhluk gaib.

Namun percaya atau beriman kepada hal yang gaib bukan berarti meyakini bahwa makhluk gaib itu memiliki kekuatan penuh. yang tidak terlihat dan tidak jelas. Manfaat 1. Dan meyakini secara penuh tentang kekuasaan-Nya. Ghaib secara bahasa berarti sesuatu yang disamarkan. Pengertian makhluk gaib Semua makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT dapat dibagi kepada dua macam yaitu. Alquran sendiri mengisyaratkan bahwa salah satu ciri orang yang beriman salah satunya adalah mempercayai kepada hal yang ghaib. Dapat meningkatkan keimanan terhadap makhluk gaib. Dan iman kepada yang ghaib merupakan sesuatu yang wajib diyakini oleh setiap pemeluk Islam. syetan. Bab II Pembahasan A.D. malaikat. seperti jin. Dapat mengimani makhluk gaib. Makhluk gaib harus kita percayai keberadaannya karena dengan kita meyakini atau mengimani keberadaan makhluk gaib berarti kita iman kepada hal yang gaib. 3. hantu. karena jika hal ini sampai terjadi maka akan mengakibatkan kemusyrikan atau menganggap ada sesuatu kekuatan selain kekuatan Allah SWT. Iman kepada hal yang gaib berarti meyakini ciptaan Allah SWT yang berada diluar dunia nyata. dan yang tidak nampak lainnya. oleh karena itu iman kepada yang ghaib menjadi salah satu yang harus diyakini dan dipedomani. 5 . 2. yang ghaib (al-ghaib) dan yang nyata (as-syahadah). Yang membedakan keduanya adalah bisa dan tidak bisanya dipantau oleh pancaindera manusia. Hal ini mengisyaratkan bahwa yang ghaib adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan hal-hal yang tidak nampak. Percaya kepada hal yang ghaib merupakan rukun iman yang enam. Untuk menambah pengetahuan mengenai makhluk gaib.

B.” Ibrahim menjawab: “Selamatlah.jin diciptakan dari nyala api dan adam diciptakan dari apa yang diterangkan kepadamu semua. berasal dari mashdar al-alukah yang berarti ar-risalah (misi atau pesan). makaikat adalah makhluk gaib yang diciptakan oleh Allah SWT dari cahaya (nur) dengan wujud dan sifat-sifat tertentu. malaikat juga disebut dengan rusul (utusan-utusan). kata malaikat bermakna tunggal (satu malaikat). Yang membawa misi disebut ar-rasul (utusan). Dalam beberapa ayat Al-Qur`an.”apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah disana.sedangkan kami bertsbih memuji-Mu dan menyucikan namaMu?”Dia berfirman. Malaikat  Pengertian Secara etimologis (lughawi).  Penciptaan Malaikat diciptakan oleh Allah SWT dari cahaya. Bentuk jamak lainnya dari kata malak adalah mala`ik.” (HR.”Aku hendak menjadikan khalifah di bumi. Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui. Dan Sesungguhnya utusan-utusan Kami (malaikat-malaikat) telah datang kepada lbrahim dengan membawa kabar gembira. Dalam bahasa Indonesia. Macam – macam makhluk gaib 1.” Maka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang. bentuk jamaknya menjadi malaikat-malaikat. mereka mengucapkan: “Selamat. kata malaikah yang dalam bahasa Indonesia disebut malaikat. adalah bentuk jamak dari kata malak.”mereka berkata.Muslim) Malaikat diciptakan lebih dahulu dari pada manusia pertama(Adam AS). misalnya pada surat Huud ayat 69. Firman Allah Swt : „‟Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat. „‟Rasulullah bersabda: Malaikat itu diciptakan dari cahaya.”Sungguh..” (Q.Al-baqarah 2:30) 6 . Secara terminologis (isthilahi).S.

Mereka (malaikat) berkata. Malaikat adalah hamba Allah SWT “Dan merka berkata.  Nama dan tugas malaikat Jumlah malaikat sangat banyak. Nama malaikat dan tugasnya 7 .Al-Anbiya 21:26) 2.dia (Ibrahim) mencurigai mereka. ”selamat. 6.” Dia (Ibrahim) menjawab. “Dan para utusan kami (para malaikat) telah datang kepada Ibrahim dengan membawa kabar gembira.” maka tidak lama kemudian Ibrahim menyunggahkan daging anak sapi yang dipanggang.(QS.”selamat (atas kamu).”Maha suci Dia. didengar. Maka ketika dilihat tangan mereka tidak menjamahnya. ”Mereka tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-Nya. Tidak memiliki keinginan seperti manusia.seperti rupa manusia. dicium dan dicicpi (dirasakan) oleh manusia. dan merasa takut kepada mereka. ”Jangan takut. Tidak berkeluarga. Hud 11:69-70)  Sifat 1.kecuali jika malaikat menampilkan diri dalam rupa tertentu. 7.pangkat dan kedudukan.(QS. Malaikat tidak mempunyai hawa nafsu. Tidak berjenis lelaki atau perempuan. Hidup dalam alam yang berbeda dengan kehidupan alam semesta yang kita saksikan ini.” (QS. diraba.tidak bisa diperkirakan dan berbeda beda.Al-Anbiya 21:27) 3. 5. 4. Wujud malaikat Wujud malaikat tidak bisa dilihat.sesungguhnya kami diutus kepada kaum lut.tugas.baik dalam tingkatannya. Sebenarnya mereka (para malaikat) adalah hamba-hamba yang dimuliakan. mereka mengucapkan. Malaikat patuh akan segala perintahNya dan tidak pernah berbuat maksiat dan durhaka kepada Allah SWT. ”Tuhan yang maha pengasih telah menjadikan (malaikat) sebagai anak.

Malaikat Munkar Nakir bertugas menanyai mayat dialam kubur. 3. Malaikat Israfil bertugas meniup terompet kebangkitan. Jin adalah suatu macam makhluk yang termasuk dalam golongan ruh yang berakal yang juga diberi perintah taklif (menjalankan syari’at agama). Malaikat Mikail bertugas mengatur hal-hal yang berhubungan dengan alam.Al-Jin kerena tersembunyi dari pandangan manusia. 8. Malaikat jibril bertugas menyampaikan wahyu kepada nabi-nabi dan rasul. Tetapi ada pula diantara mereka yang bodoh. 7.Dan kami ciptakan jin sebelum itu dari api yang sangat panas”.lemah akal 8 . 6. Malaikat Izrail bertugas mencabut nyawa dan makhluk hidup lainnya. Jin  Pengertian Secara etimologi Al-Jin berasal dari kata jamak artinya bersembunyi. 4. Diantara mereka ada yang istiqomah (berpendirian teguh). 2. dihari kiamat dan di hari 2.yang diberi bentuk.dan penciptaan jin lebih dulu dari pada penciptaan manusia. 5.  Penciptaan Allah SWT menjelaskan tentang asal bahan yang dari padanya jin itu diciptakan oleh-Nya bagaimana firmannya: “Sungguh kami(Allah) telah menciptakan manusia itu dari tanah kering(yang berasal) dari lumpur hitam. (QS.Hijir 26-27) Dari ayat diatas menunjukkan bahwa jin diciptakan dari api yang tiada berasap yang murni sama sekali.  Golongan jin Jin itu banyak sekali penggolongannya.1. Malaikat malik bertugas menjaga neraka. Malaikat Ridwan bertugas menjaga surga. Malaikat Raqib dan Atid bertugas mencatat amal perbuatan. baik perangainya serta bagus kelakuaanya.

(QS. Iblis meminta kepada Allah agar tidak dimatikan sampai hari kiamat untuk menggoda anak cucu Adam. Iblis dahulunya adalah seorang jin yang sangat ta’at dan berilmu. “Diantara kita ada golongan yang baik dan diantara kita ada golongan yang demikian (yakni tidak baik) kita semua menempuh jalan yang berlainlainan”. dan Allah mengabulkan permintaannya tersebut.Jin 11)  Tugas Jin juga diperintahkan untuk mengerjakan syariah agama sebagiamana manusia. Namun sebelum ia dikeluarkan. Diantara mereka ada pula yang kafir dan inilah bagian yang terbanyak sekali dikalangan bangsa jin itu. ia pun mendapat la’nat dari Allah dan dikeluarkan dari surga. Namun karena kesombongannya. sampai hari yang diketahui (kiamat)”. sedang yang mereka ikuti adalah rasul dari manusia dalam hal ini Allah SWT berfirman: “Hai para jin dan manusia! Bukankah sudah datang pada mu rasul-rasul yang dari golonganmu sendiri.” (QS.An’am 130) 3. dari asal kata “iblas” yang berarti putus asa dari rahmat tuhan.serta lalai. Iblis berasal dari golongan jin sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an. Sebagai mana firman Allah dalam surah Shad. sehingga ia pun tinggal di dalam surga. yaitu tidak mau memberikan sujud penghormatan terhadap Nabi Adam. ayat 80-81 yang artinya: “sesungguhnya engkau (Iblis) termasuk golongan yang d iberi penangguhan waktu.fikirannya. menerangkan ayat-ayat (keteranganketerangan)Ku dan memberi peringatan padamu semua tentang pertemuannya dengan hari ini?mereka mengatakan : Kami menjadi saksisaksi akan kesalahan kami sendiri” mereka itu telah tertipu oleh kehidupan dunia dan mereka itu menjadi saksi atas diri mereka sendiri bahwa mereka itu lah orang-orang kafir. Iblis dan syaithan  Pengertian iblis Iblis adalah suatu nama yang berasal dari bahasa Arab. 9 .

Iblis adalah pemimpinnya para Syaithan. menyuruh manusia untuk menjadikan Iblis dan syaithan itu sebagai musuh. maka ia adalah yng terhebat dalam membuat fitnah (kejahatan)”. agar manusia membenci mereka dan tidak tergoda dari tipu muslihat mereka. Iblis dan Syaithan menggoda manusia dengan cara melupakan mereka dari mengingat Allah ( Dzikrullah). sebagian menyampaikan perkataan palsu kepada yang lainnya untuk mengadakan penipuan”. Berikut ini kami akan menjelaskan kedua cara tersebut secara terperinci: 10 . Yang paling dekat dengan Iblis (diantara anak buahnya). yang kedua takhwif (menakut-nakuti). Dalam segi kedudukan. Yang dimaksud Syaithan secara istilah adalah setiap yang mengikuti perbutan Iblis baik dari golongan Jin ataupun manusia sendiri. ayat 112 yang artinya: “Demikianlah kami ciptakan bagi tiap-tiap nabi musuhmusuhnya. yaitu Syaithan-syaithan yang terdiri dari bangsa manusia dan jin. Sebagaimana diriwayatkan dari Jarir R. Dan cara-cara syaitan mengganggu manusia untuk mengikuti langkah-langkahnya dengan 2 cara : pertama. kemudian ia mengirimkan pasukannya. Iblis dibantu oleh Syaithan.  Cara-cara Syaitan Mengganggu Manusia Syaitan adalah musuh besar bagi manusia seperti yang telah di katakana didalam Al-Quran. Pengertian syaithan Dalam menjalankan misinya untuk mengganggu anak cucu Adam. Sebagaimana firman Allah dalam surah Al-An’am.  Tugas iblis dan syaithan Sebagaimana yang telah kita bahas di atas bahwasanya Iblis telah diberikan kehidupan panjang sampai hari kiamat untuk menggoda keturunan Nabi A’dam. Tadhil (menyesatkan).A dari Nabi SAW bersabda: “Sesungguhnya Iblis itu meletakkan singasananya di atas air. Wallahu A’lam. Oleh karena itu Allah SWT beberapakali berfirman dalam Al-Quran.

An-Nas: 1-6) 2. dari (golongan) jin dan manusia. Raja manusia. atau paling kurang membuat manusia menjadikan lupa sebagai alas an untuk menutupi kesalahn atau menghindari tanggung jawab. Langkahlangkah syaitan untuk menyesatkan manusia paling kurang ada delapan yaitu: 1. Sembahan manusia. Maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu). Firman Allah SWT: Artinya:“Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat kami. Dari (golongan) jin dan manusia. kebimbangan dan keinginan untuk melakukan kejahatan ke dalam hati manusia.a) Tadhil Allah SWT sudah menjelaskan melalui para rasul yang Dia utus. Akan tetapi syaithan berusaha memutar balikkan. Al-An’am: 68) 11 . Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi. Nisyan (Lupa) Lupa memang sesuatu yang manusiawi. Tapi syaitan berusaha membuat manusia lupa engan Allah SWT. Allah SWT sudah memberikan hidayah kepada umat manusia bagaimana menempuh kehidupan di dunia supaya mendapatkan kebaikan didunia maupun kebaikan di akhirat. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. mana yang terpuji dan mana yang tidak terpuji.” (QS. Maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini). mana yang hak dan mana yang batil. mana yang boleh dikerjakan dan mana yang tidak boleh dikerjakan.” (QS. Syaithan membisikkan keraguan. mana yang baik dan mana yang buruk. Waswashah (Bisikan). sehingga manusia akan mudah tersesat dan mengikutinya. Firman Allah SWT: Artinya: “Katakanlah: “Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.

” (QS. An-Nisa: 119) 4. Firman Allah SWT: Artinya: “Dan Aku benar-benar akan menyesatkan mereka. Wa’dun (Janji Palsu) Syaitan berusaha membujuk umat manusia supaya mau mengikutinya dengan memberikan janji-janji yang menggiurkan yaitu keuntungan yang akan peroleh jika mau menuruti ajakannya. Tazyin (Memandang Baik Perbuatan Maksiat) Syaitan berusaha dengan segala macam cara menutupi keadaan yang sebenarnya Allah sehingga SWT yang batil keliatan tekad terpuji dan untuk sebagainya. Allah mengingatkan kita akan tekad Syaitan untuk membangkitkan anganangan kosong pada diri manusia. dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak). barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah.(QS. Al-Hijr: 39-40) 5. dan pasti Aku akan menyesatkan mereka semuanya. oleh sebab Engkau Telah memutuskan bahwa Aku sesat. Di akhirat nanti syaitan akan mengakui bahwa janji-janji yang diberikannya kepada umat manusia dahulu di dunia adalah janji-janji palsu yang pasti tidak mampu menepatinya. lalu mereka benar-benar memotongnya. pasti Aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma‟siat) di muka bumi.3. lalu benar-benar mereka meubahnya”. Tamani (Angan-angan) Syaitan berusaha memperdayakan pikiran manusia dengan khayalan yang mustahil terjadi dan dengan angan-angan kosong. Maka Sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata. dan akan Aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah). Firman Allah SWT: 12 . mengingatkan syaitan melakukan tazyin tersebut: Artinya : “Iblis berkata: “Ya Tuhanku. Kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka”.

oleh sebab itu janganlah kamu mencerca Aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Akan tetapi sebenarnya tipu daya syaitan itu tidak aka nada pengaruhnya bagi orang-orang yang benar-benar beriman kepada Allah SWT. Shaddun (Hambatan) Syaitan berusaha untuk menghalang-halangi umat manusia menjalankan perintah-Nya dengan menggunakan segala cara macam hambatan. Ibrahim: 22).Artinya:“Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) Telah diselesaikan: “Sesungguhnya Allah Telah menjanjikan kepadamu janji yang benar.” (QS. melainkan (sekedar) Aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku.” (QS. dan syaitan Telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah). Firman Allah SWT: Artinya: “Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari. selain Allah. Karena Sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah. sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu. An-Nisa: 76) 7. 6. Sesungguhnya Aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan Aku (dengan Allah) sejak dahulu”. dan akupun Telah menjanjikan kepadamu tetapi Aku menyalahinya. An-Naml: 24) 13 . Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang p edih. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. sehingga mereka tidak dapat petunjuk. Kaidun (Tipu Daya) Syaitan berusaha dengan segala macam tipu daya untuk menyesatkan umat manusia. sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu. dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut.” (QS. Firman Allah SWT: Artinya: “Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah.

Maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu). Ali-Imran: 175) Itulah cara syaitan yang tanpa lelah selalu mengajak manusia kepada kesesatan dan kita sebagai seorang muslim jangn lelah juga untuk selalu mendekatkan diri kita kepada Allah SWT.” (QS. Adawah (Permusuhan) Syatan berusaha menimbulkan permusuhan dan rasa saling membenci di antara sesame manusia. atau takut mengerjakan kemaksiatan. Takut melakukan amar ma’ruf nahi munkar karena khawatir dengan segala risiko dan konsekwensinya.” (QS. dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang. tetapi takutlah kepadaku. Seperti takut dengan binatang buas. karena dengan permusuhan tiu manusia akan lupa diri dan melakukan hal-hal yang tidak dibenarkan oleh Allah untuk membinasakan musuh-musuhnya. turun jabatan. Firman Allah SWT: Artinya: “Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu. Akan tetapi taku disini adalah takut melaksanakan kebenaran. jika kamu benar-benar orang yang beriman. Takut yang dimaksud disini bukan takut yang tabi’I (alami). syaitan masih mempunyai cara lain yaitu takhwif (menakut-nakuti).8. 14 . Al-Maidah: 91) b) Takhwif Jika syaitan tidak berhasil dengan delapan cara tersebut. Karena itu janganlah kamu takut kepada mereka. Allah berfirman: Artinya: “Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy). dipecat atau lainnya. Misalnya risiko jatuh miskin.

3. Lebih mengenal kebesaran dan kekuasaan allah swt. agar manusia tidak melakukan hal yang sama dalam kehidupannya. 15 . Hikmah diciptakannya makhluk gaib  Hikman beriman kepada malaikat Iman kepada malaikat adalah salah satu dari arhmal iman yang tidak boleh sedikit pun bercampur dengan keraguan. Manusia juga harus memimikirkan akibat dari sebuah kesalahan yang dikerjakan Iblis sehingga ia dikeluarkan dari surga dan mendapat la’nat Allah. dan mengajak manusia untuk menjadi penghuni neraka. 2. Sehingga dengan demikian. Iblis dan Syaithan adalah pengganggu yang menyesatkan manusia. Dengan beriman kepada malaikat seseorang akan: 1. iman manusia pun betul-betul diuji. Lebih bersyukur kepada allah swt atas perhatian dan pelindung-nya. Berusaha berbuat kebaikan dan menjauhi segala kemasiatan serta ingat senantiasa kepada allah swt.  Hikmah diciptakannya iblis dan syaithan Dalam kehidupan manusia.C.

seperti melalui berita (akhbar) yang disampaikan oleh firman allah dalam AlQuran maupun sabda Rasulullah SAW dalam Hadits. Banyak cara untuk kita mengimani dan meyakinanya. dan jin. maka berita tentang makhluk ghaib pun kita imani. Jika kita meyakini dan mengimani dengan sebenar-benarnya keimana. dan kita ucapkan atau ikrarkan dengan lisan dan kita wujudkan dalam bentuk amal perbuatan dengan anggota tubuh. insya allah kita bisa menjadi muslim yang kaffah (utuh) keimanannya. 16 . Saran Kita sebagai seorang muslim yang baik. Kesimpulan Seperti yang telah kita tahu bahwa iman adalah sesuatu yang kita percayai atau yakini dalam hati. Amin. Salah satunya adalah beriman kepada yang ghaib. Kemudian kita dapat mengetahui dan mengimani keberadaan yang ghaib melalui bukti-bukti nyata yang ada di alam semesta yang menunjukkan bahwa makhluk ghaib itu benar-benar ada. B. syetan / iblis. Karena kita mengimani kebenaran sumber (Al-Quran dan Hadits). Contohnya seperti malaikat. Itu artinya kita mempercayai dan meyakini bahwa segala sesuatu yang ghaib atau yang tidak bisa kita lihat dengan kasat mata itu benar ada. Beriman kepada yang ghaib merupakan rukun iman yang enam tersebut.Bab III Penutup A. Banyak sekali ayat-ayat Al-Quran dan hadits yang menjelaskan perihal tentang makhluk ghaib. Dan rukun iman yang enam itu haruslah kita percayai keberadaannya. wajiblah bagi kita untuk mengimani semua rukun iman yang enam.

abu bakar jabir. Ilyas. Kuliah Aqidah Islam. Quraish. Wawasan Al-Qur’an – Tafsir Maudhu’I Berbagai Persoalan Umat. Yunahar. M. Yogyakarta: Lembaga Pengkajian dan Pengalaman Islam (LPPI). 2005. Bandung: Penerbit Mizan. Shihab. 1998. Depertemen Agama RI. 1995. Bandung: PT Syamil Media Cipta. Minhajul Muslim. Madinah: Maktabatul “Ulum Wal Hikam. 1998. 17 . Al-Qur’an dan Terjemahannya.Daftar Pustaka Al-jazairi.

Related Interests