Laporan Praktikum Laboratorium Teknik Material III Modul C Konduktivitas dan Difusivitas Termal Refratori oleh : Nama NIM

Kelompok Anggota (NIM) : : : : Fadlin Qisthi Nasution 13711027 8 M. Ikhsan Alturisa Fauzan Maghdavi Garry Gautama Andriana Furqon Tanggal Praktikum : 26 Maret 2014 30 Maret 2014 Joseph Arden (13710014) (13711003) (13711022) (13711035) (13711056)

Tanggal Pengumpulan Laporan : Nama Asisten (NIM) :

Laboratorium Teknik Metalurgi dan Teknik Material Program Studi Teknik Material Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung 2014

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Material refraktori banyak digunakan dan dibutuhkan di industri yang menggunakan Furnace, Kiln atau dapur peleburan, seperti industri gelas, kaca, baja, aluminium dan pembakaran seperti industri keramik, sebagai bahan penyekat antara produk yang bersuhu tinggi dengan udara luar, atau sebagai wadah tempat produk mengalami proses peleburan. Material refraktori sangat terkait dengan sifat termalnya, meliputi konduktifitas, difusifitas, ekspansi termal, dan kapasitas panas (terkait dengan kemampuan material dalam menyimpan panas). Adanya perubahan dari sifat-sifat tersebut akan sangat berpengaruh terhadap kualitas dari material refraktori yang dihasilkan. Oleh karena itu, pentingnya mengetahui dan memahami tentang konduktifitas termal pada material refraktori, difusifitas, kapasitas panas dan faktor-faktor yang mempengaruhi konduktifitas termal serta berbagai fenomena mengenai mekanisme perpindahan panas. (penjelasan mengenai refraktori digunakan sebagai pengantar sehingga praktikan mengerti praktikum yang akan dilakukan, asisten hendaknya dapat menjelaskan secara umum mengenai refraktori, dan jenis- jenis serta perbedaan jenis refraktori tersebut berdasarkan kegunaan, misal refraktori asam, basa 1.2 Tujuan Menentukan nilai koefisien konduktifitas, koefisien ekspansi termal, serta kapasitas panas spesifik dan kapasitas panas per mol dari refraktori.

Pada refraktori. cairan atau leburan dan semi leburan dari gelas. o Tahan terhadap beban pada kondisi perbaikan o Tahan terhadap beban dan gaya abrasi o Menghemat panas (kapasitas panas tinggi) o Memiliki koefisien ekspansi panas yang rendah o Tidak boleh mencemari bahan yang bersinggungan. Sifat termal pada refraktori juga menjadi dasar pemilihan material yang digunakan sebagai refraktori pada suatu kondisi. Berikut ini adalah sifat termal yang harus diperhatikan dan penting pada refraktori. kaca. gas panas. Agar suatu material dapat digolongkan menjadi refraktori. logam atau slag [Hancock. . 1988 ]. maka material tersebut harus memenuhi persyarat umum seperti berikut : Persyaratan umum material refraktori o Tahan terhadap suhu tinggi o Memiliki Thermal Shock Resistance yang baik o Tahan terhadap lelehan terak logam. dll. kualitasnya ditentukan berdasarkan sifat termalnya.BAB II TEORI DASAR Refraktori didefinisikan sebagai material konstruksi yang mampu mempertahankan bentuk dan kekuatannya pada temperatur sangat tinggi dibawah beberapa kondisi seperti tegangan mekanik (mechanical stress) dan serangan kimia (chemical attack) dari gas-gas panas. Hal penting lain yang harus diperhatikan pada refraktori adalah sifat termalnya.

Ekspansi Termal Ekspansi termal: Perubahan dimensi pada suatu material yang diakibatkan oleh adanya perubahan panas. Kapasitas Panas Kapasitas panas: kapasitas panas per satuan massa per derajat K atau kapasitas panas per mol per derajat K (satuan SI: J kg-1 K-1). maka atom-atom akan bervibrasi makin cepat yang berakibat pada berubahnya jarak antar atom. dari daerah temperatur tinggi ke daerah temperatur rendah (satuan SI: Wm-1K-1).Kondutivitas Konduktivitas: kemampuan material untuk menghantarkan panas melalui kontak langsung dengan atom-atom atau molekul penyusunnya. Difusivitas Difusivitas: perbandingan konduktifitas termal terhadap kapasitas panas volumetric (satuan SI: m2 s-1). Merepresentasikan sejumlah energi yang diperlukan untuk menghasilkan peningkatan temperatur. Perubahan dimensi dapat terjadi karena dengan adanya perubahan panas. Kapasitas panas dapat juga dinyatakan sebagai kemampuan dari suatu material untuk menyimpan/ menahan panas dari lingkungan luar. .

1 Data Pengamatan Keterangan Tegangan Hambatan kawat Arus Temperatur permukaan panas Panjang Lebar Tinggi Daya awal akhir Nilai 18 volt 4 Ohm 4.46231 3 30 25.1666667 0.9 26 298.5 A 24.249361706 0.9 0.5 cm 81 W Time (s) 10 Temp.9 298.335063349 0.17498965 1.9 298.150219848 0.9 0.BAB III PENGOLAHAN DATA 3.6666667 0.5 0. (K) 298.22635 6 20 25.70759 2 40 50 60 70 25.2 1 0.8333333 1.9 298.96186 1.3333333 0.22483 0.9 25.9 25.9 Time (min) t(dT/dt) log (t/(dT/dt)) 0.77567 0.4962 0.1666667 1.6°C 86.9 Temp.9 299 0. (°C) 25.857 .5 1.016887355 1/t 0.9 298.6°C 23 cm 2 cm 11.645224535 0.088076723 1 1.

133 17.4 31.6 302.372495451 0.4 40.594904948 0.42048 0.4 312.96875 0.663544118 0.3333333 3.25 0.2 302.5 4.1 305.7 26.896285242 4.87563 0.95333 0.5 6.5 305.8333333 2.630294362 0.5 0.5 32.5 6 6.5 2.3333333 2.1 37.314487273 1.3333333 3.2 11.2 27.12763883 0.65977 0.4 2.5 27.667 0.199904235 0.0178 0.813 0.5 8 8.286 3.35774 0.5 9.1 26.6 31 31.804932131 0.165285883 0.207 5 5.4968 0.5 1.25763 4.7 305.4 301.8333333 9.5 300.3 300.1666667 5.472572972 0.516456043 0.8 27.4 39.852563639 0.8333333 4.91685553 8.3 30.9 28.64259 0.3 303.65831 0.1 28.6 1.143 15.1 310.6666667 2.60645 0.74957 0.5 0.231836445 0.991801799 0.1 301.429 2.462 2.1 32.375 2.9 33.154 14.93464 0.8 300.222 0.75 2.7 299.167 0.24 0.261367265 0.694896838 0.557080492 0.5 299.6314 1.7 32.4165 1.3 311.5 7 7.9 35.9 30.3333333 8.752686621 0.0544 1.4 304.06294 0.60834 0.80 90 100 110 120 130 140 150 160 170 180 190 200 210 220 230 240 250 260 270 280 290 300 330 360 390 420 450 480 510 26.041484963 0.333 3.9 306.4 313.273 3.1 36.3 38.1666667 3.829276288 0.545 2 3.424843337 1.3 299.118 .125 18.6 304 304.0023 1.38164 0.6 29.1666667 7.261 4 7.724554384 0.1 309.3 27.974073235 0.3 6.8333333 7.936643785 0.6666667 9.9 301.1 299.8454 1.316 3.9 303.26869 0.2 300.4 28.2544 1.7 29.3 26.6666667 6.3034 0.2 29.2052 13.12137 0.9 308.0865449 1.353 3 5.7 302.5 299.231 4.95570105 0.6666667 4.2844 0.874875925 0.03028 4.779437928 0.5 26.182 12.214 4.

5 18 18.8 327.1384 1.5 335.7 46.596449603 0.6 332.5 10 10.627441647 0.477798226 0.2 338.7 43.048 40.7 57.045 41.05 39.111 20.214 1.7 319.8157 1.9 324.5 12 12.8 55.7 316.2848 1.5 19.49057768 0.5 62.6527 1.615238614 0.069 1.8 328.0852 1.6 317.5 19 19.524307826 0.8 50.8 68.809 1.067 32.4 63.08 27.7 58.417279 0.560580873 0.051 38.8 320.8971 1.5 342.091 25.5 314.047 41.6 45.1 66 66.065 33.074 30.6418 1.044 42.433964743 28.337778625 0.059 35.5 23 23.063 34.8 326.5 22 22.3 64.6 42.6 315.1 339 339.095 24.2 65.766 1.061 34.5 20 20.6 333.5 334.4866 1.502550016 0.513774598 0.049 40.534203692 0.6 59.105 21.8 323.087 26.8 49.540 570 600 630 660 690 720 750 780 810 840 870 900 930 960 990 1020 1050 1080 1110 1140 1170 1200 1230 1260 1290 1320 1350 1380 1410 41.5 17 17.9 52.5 9 9.464148677 0.8 341.3 337.6618 1.9 51.056 37.609089796 0.8 47.8 322.380287237 0.9554 1.0199 1.8 53.4418 1.4432 1.5 13 13.7 331.057 36.568435095 0.1171 1.0722 1.602843186 0.053 38.7 329.5 15 15.9 325.4074 1.892 1.583026808 0.449561702 0.7 56.621339242 0.633596074 0.9441 31.6 60.3564 1.1622 1.552290173 0.7 330.1 22.0042 1.6 318.0126 1.6133 1.5 21 21.4 336.5 14 14.0468 1.5 11 11.083 0.2324 1.8 54.5 16 16.8 321.543514276 0.6689 1.043 43.314148314 0.9 340.071 30.589860277 0.575901073 0.399418217 0.5 69.1554 1.043 .8 48.359780244 0.6 44.054 37.077 29.9 67.5 61.288736471 0.

5 356.038 48.029 73.8671 1.729135113 0.029 76.965 1.034 54.5 27 27.708806473 0.682320203 0.690660593 0.6 358.1 348.1 75.033 58.764177627 0.3 83.5 348.0594 1.7 74.666903433 0.64626241 1.881 1.8 73.8 350.0584 1.4681 1.835488514 71.4 354.718682676 0.037 49.034 53.5 35 43.9 84.036 50.4 78.85166676 0.5963 1.5 28 28.9 357.2 81.032 61.3 356.819934625 68.777138436 0.699476964 0.9 349.751864602 0.659738811 0.8 80.5 29 29.042 44.3 86 86.4761 1.2 352 352.805019316 0.3 71.9 82.6813 1.038 47.04 45.7664 1.2856 44.5 31 31.8292 1.2 72 72.4 351.79075229 0.03 0.3 359 359.639852895 0.033 56.8602 1.6 343.03 0.1002 1.5 25 25.029 .035 52.8 353.885819024 0.036 51.2 345 345.039 46.740188937 0.031 66.0668 1.2 79 79.032 59.031 63.4 81.2 354.5 75.674415485 0.868450976 0.5 83.6368 1.6 24 24.978 1.5 30 30.0524 1.9 355.6 85.041 0.8 77.652874598 0.1194 1.1454 1.4412 1.5 32 32.2515 1.8 346.5 26 26.3218 1.3 344.5 33 33.7 347.5 34 34.1440 1470 1500 1530 1560 1590 1620 1650 1680 1710 1740 1770 1800 1830 1860 1890 1920 1950 1980 2010 2040 2070 2100 70.9 76.

3.0.9997 35 Hitung pada waktu t tertentu yang terlihat di dalam tabel data.2 Pengolahan Data Plot grafik antara pembacaan temperatur termokopel (T) waktu t (menit) Temperature vs time 320 315 310 T(K) 305 300 295 0 5 10 15 t (min) 20 25 30 Series1 Poly.0016x3 + 0.3918 R² = 0.2775x + 2.4893 . (Series1) y = 2E-05x4 .0291x2 + 0.612x + 297. kemudian plot grafik ( ) versus ln(t(dT/dt)) vs 1/t 6 4 ln t(dT/dt) 2 0 0 -2 -4 -6 1/t 2 4 6 8 Series1 Linear (Series1) y = -1.09 R² = 0.

3 x 103 kg m-3 = 2.16 x 103 kg m-3 = 2.90 x 103 kg m-3 Alumino-Silicate: Fireclay: .2775x + 2. Diketahui densitas untuk beberapa refraktori adalah sebagai berikut: ρ Alumino-Silicate ρ Fireclay ρ Magnesite .kg) dari material refraktori Alumino-Silicate. = 2.2-2.3918 ( ) ( ) ( ) Hitung nilai kapasitas panas spesifik Cp (dalam J/K.y = -1.

4*60)*(10-3) : 30% Al2O3 + 70% SiO2 : 100% MgO = 58. Ar Mg = 24.94 J/K.3*102 + 0. Nilai kapasitas panas per mol untuk semua solid menurut Dulong dan Petit (klasik) adalah 3R = 24.7*60)*(10-3) = 52. Ar O = 16 Mr SiO2 = 28 + 2(16) = 60 g/mol Mr Al2O3 = 2(27) + 3 (16) = 102 g/mol Mr MgO = 24 + 16 = 40 g/mol Mengubah nilai kapasitas panas spesifik yang anda peroleh menjadi nilai kapasitas panas per mol atom.697 J/mol K Magnesite Cp(mol) = Cp (Mr MgO)*(10-3) = *(40)*(10-3) = 21. Ar Al = 27.Magnesite: Berat atom rata-rata Ar Si = 28.614 J/mol K .6*102 + 0.049 J/mol K Fireclay Cp(mol) = Cp (30% Mr Al2O3 + 70% Mr SiO2)*(10-3) = *(0.mol Alumina-Silicate : 60% Al2O3 + 40% SiO2 Fireclay Magnesite Alumina-Silicate Cp(mol) = Cp (60% Mr Al2O3 + 40% Mr SiO2)*(10-3) = *(0.

Nilai kalor didapat dari perhitungan sebagai berikut. hasil percobaan berbeda dengan literatur. Nilai-nilai tersebut kemudian dibandingkan nilainya dengan nilai-nilai yang ada di literatur.kg 960 J/K.kg Bisa dilihat dari data di atas.kg 1130 J/K. difusifitas termal (α) dan kapasitas panas spesifik (Cp) dari suatu refraktori yang kita uji.36 J/K. Sifat termal Konduktivitas termal (k) Difusifitas termal () Kapasitas panas (Cp) Alumino-Silicate Kapasitas panas (Cp) Fireclay Kapasitas panas (Cp) Magnesite Data percobaan W/mK m2/s J/K. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Hal utama yang menyebabkan terjadinya perbedaan adalah ketidakpastian nilai kalor yang dialirkan. Q = perpindahan panas (W) I = Arus (A) R = Tahanan listrik (ohm) .kg 540.kg Data literatur 1.21 W/mK 7.kg J/K.BAB IV ANALISIS DATA Dari percobaan ini.5x10-5 m2/s 773 J/K. didapat nilai konduktifitas (K) .

Hal-hal tersebut dapat membuat mempengaruhi sifat termal dari refraktori tersebut sehingga dapat menyebabkan perbedaan nilai koefisien sifat termal bila dibandingkan dengan literatur. Pada saat praktikum. . Hal-hal tersebut tidak diperkirakan pada percobaan ini dan tidak diketahui. nilai Q didapat dari arus dan tahanan. inklusi dan porositas yang berbeda dari keadaan ideal.Berdasarkan rumus diatas. sehingga menghasilkan nilai I dan R yang tidak valid pula. Hal ini menyebabkan hasil perhitungan dalam menentukan koefisien konduktivitas menjadi tidak valid. Sedangkan pada percobaan ini mungkin bata yang digunakan memiliki komposisi. Hal lain yang bisa membuat nilai percobaan dan data literatur menjadi berbeda adalah pada data literatur. diasumsikan bata refraktori ideal. nilai Voltase yang ada pada alat tidak valid.

.2 Saran 1.697 J/mol K 21. Gunakan perhitungan dengan polinomial yang lebih besar agar perhitungan lebih akurat.36 J/K.614 J/mol K 5.1 Kesimpulan Sifat termal Konduktivitas termal (k) Difusifitas termal () Spesific heat (Cp) Alumino-Silicate Spesific heat (Cp) Fireclay Spesific heat (Cp) Magnesite Spesific heat (Cp.kg J/K.kg 540.m) Fireclay Spesific heat (Cp.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.m) Aluminosilicate Spesific heat (Cp.kg 58. 2.049 J/mol K 52. Kalibrasi alat agar bisa mengurangi kesalahan pada saat pengukuran.m) Magnesite Data percobaan W/mK m2/s J/K.

1992. pg. J. “an Introduction to Transport Phenomena in Materials Engineering” Macmillian Publishing. J. 235-239. John Wiley & Sons.. 1983. D. ASTM International. “Refractories: Production and Properties”. D . 2006 .DAFTAR PUSTAKA Callister. Cartworth Industries Lamond.H. 2000. Joseph F. pg. chapter 19 Chesters. . 295-296 Hancock. David R. the Metals Society. New York. H. J. W. “Materials Science and Engineering: an Introduction”. 262-315 Gaskell. 1988. New York. Pielert. Significance of Tests and Properties of Concrete and Concrete-making Materials. London. Practical Refractories.

Apakah pembacaan waktu yang lebih lama akan menyebabkan penyimpangan dari plot garis lurus pada grafik log (t dT/dt) vs 1/t? kenapa hal ini bisa terjadi? Pembacaan waktu yang lebih lama mengakibatkan data yang diperoleh lebih sedikit sehingga perubahan temperature terhadap waktu yang dicatat juga lebih sedikit sehingga pengolahan data yang dilakukan juga lebih tidak valid 3. Sebutkan penggunaan material refraktori dan jenis material refraktori yang digunakan? Penggunaan Pada Smelting Baja menggunakan High Alumina Refractory. Sudah didalam analisis data 2.LAMPIRAN Tugas Setelah Praktikum 1. . Bandingkan dan diskusikan hasil percobaan yang anda peroleh dengan data literature.

ramming refractories. silimanit. Refraktori basa : Merupakan refraktori yang digunakan pada lingkungan yang memiliki slag dan atmosfer basa. Refraktori netral : Merupakan refraktori yang digunakan dalam kondisi basa ataupun asam. firebrick. Contohnya : dolomite. Refraktori asalm bersifat stabil terhadap asam namun mudah diserang oleh alkali. krom magnesit dan silica. bersifat stabil terhadap asam dan basa. tegangan. chromia ( Cr2O3) dan karbon. Refraktori mempunyai kekuatan yang baik dan mampu mempertahankan bentuknya pada kondisi operasi seperti temperatur tinggi. . Contoh material refraktorinya adalah fireclay. 2. Monolith Rrefraktori yang berbentuk serbuk atau lazim disebut monolith biasanya untuk membuatnya dilakukan metoda semprot Contoh material refraktorinya adalah castable refractories. dolomite. magnesit. cairan atau leburan dan semi leburan dari gelas. dll Jenis-jenis refraktori berdasarkan komposisi kimia : 1. alumino silica. Refraktori basa tahan terhadap alkali namun bereaksi dengan asam. Bricks.Material refraktori adalah suatu material yang mempunyai sifat-sifat termal yang sangat tepat digunakan pada temperatur yang sangat tinggi. serta serangan kimia dari gas-gas panas. logam atau slag Bentuk refraktori ada 2 yaitu : 1. 2. platic refractories. 3. magnesia (MgO) . dan chrome-magnesia. Contohnya : silica. Refraktori asam : Merupakan refraktori yang digunakan dalam kondisi asam dimana slag dan atmosfernya bersifat asam. Bricks berbentuk seperi batu bata dan cara pemasangannya sama seperti menyusun tembok untuk batu bata. Contohnya : alumina (Al2O3).

. dikatakan perpindahan kalor secara konveksi.spinel.Persamaan matematika yang menghubungkan laju panas gradien temperatur dan luas penampang untuk konduksi anas pada arah x: dideskripsikan oleh Hukum Fourier Konveksi Apabila kalor berpindah dengan cara gerakan partikel yang telah dipanaskan . khususnya daerah inframerah (700 nm . maka gradien temperatur dari permukaan padatan ke fluida akan memberikan peningkatan terhadap batas termal q = h(Ts . boran nitride. Mekanisme perambatan panas pada material (konduksi. panas yang bergerak melewati medium padat sebanding dengan gradient temperatur pada arah aliran. Refraktori special : merupakan refraktori yang memiliki sifat khusus untuk dipakai pada kondisi atau fungsi terterntu.T) Radiasi Pada proses radiasi. energi termal diubah menjadi energi radiasi. Energi ini dihantarkan dalam gelombang elektromagnetik. Ketika permukaan padatan bertemperatur Ts kontak dengan aliran fluida pada temperatur yang berbeda T. E = eσ T4.4. radiasi) Konduksi Konduksi panas merupakan. konveksi. Contoh : zirconia.100 μm). dan luas penampang A.

Pada porositas internal. Meningkatnya volume porositas di dalam refraktori akan menurunkan konduktifitas termal refraktori. Wetting Angle Thermal Shock Thermal Expansion Hot Modulus of Rupture Konduktivitas Thermal Temperatur Melting tinggi . slag dan bahan. Hal ini disebabkan karena material murni lebih homogen sehingga panas lebih cepat mengalir. Selain itu mampu menahan abrasi dari gas panas. umumnya terdapat udara. Material yang murni akan memiliki nilai konduktivitas yang lebih tinggi dibanding material yang telah dicampur dengan senyawa lainnya. Porositas.Sifat-sifat penting refraktori material adalah : Komposisi kimia. Apabila terjadi penambahan unsur-unsur lain di dalam material maka dapat menurunkan konduktifitas termal. dimana udara memiliki konduktifitas termal yang sangat rendah. Inert Tidak reaktif terhadap bahan yang bersinggungan langsung dan tidak mencemari bahan Kapasitas panas tinggi Akan menghemat energi panas karena energi panas yang akan terhantar keluar akan sedikit.Panas yang merambat sepanjang porositas akan bergerak lambat dan tidak efisien. Strength dan tahan abrasi Mampu menahan pembebanan dari bahan pada temperatur tinggi.

gas panas. yaitu : 1. Ternyata yang dijadikan refraktori bukan hanya keramik.Sifat yang dibutuhkan oleh material refraktori adalah :         Tahan terhadap suhu tinggi Tahan terhadap Perubahan suhu yang mendadak Tahan terhadap lelehan terak logam. dll. Berikut 3 jenis refraktori logam. kaca. tetapi logam juga bisa dijadikan sebagai refraktori. Tungsten refraktori . Tantalum refraktori 3. Molybdenum refraktori 2. Tahan terhadap beban pada kondisi perbaikan Tahan terhadap beban dan gaya abrasi Menghemat panas Memiliki koefisien ekspansi panas yang rendah Tidak boleh mencemari bahan yang bersinggungan.

cones and heat shields Missile Components Chemical process equipment Heat shields in high temperature vacuum furnaces Cemented Tungsten Carbide   Nuclear engineering equipment Mining and oil drilling tools . fluorescent and automotive lamp filaments Anodes and targets for x-ray tubes Electrodes for inert gas arc welding Electrodes for xenon are lamps Rocket nozzles Heating elements and radiation shields Molybdenum            Die-casting dies Missile and rocket engine components Electrodes and stirring rods in glass manufacture Electric furnace heating elements. valves. boats. launders. Refraktori selain keramik Tungsten Metal:       Incandescent. stirrers and thermocouple wells Nuclear reactor control rod production Filaments & support wires for automobile headlight Rocket skirts. heat shields and muffle liner Zinc refining pumps.TUGAS TAMBAHAN 1.

about. Zirkonia Beryllia (BeO). Zircon (ZrSiO2).htm 2.  Forming dies Metal forming rolls Tungsten Heavy Metal         Radiation shields Aircraft counterweights Self-winding watch counterweights Aerial camera balancing mechanisms Helicopter rotor blade balance weights Armament fuses Military Ordnance Shotgun pellets Tantalum         Heat exchangers Bayonet heaters Thermometer wells Vacuum tube filaments Chemical process equipment High temperature furnaces components Crucibles for handling molten metal and alloys Aerospace engine components http://metals. Namun mudah teroksidasi.com/od/properties/a/Refractory-Metals. Uranium oxide (UO2) digunakan pada aplikasi yang berkaitan dengan nuklir Nitride dan Borides – punya temperatur melting yang tinggi dan lebih tahan oksidasi. . Special Refractories Silikon Karbida (SiC) – mempunyai sifat termal yang baik dan konduktivitas listrik yang baik. Thoria (ThO). Digunakan untuk elemen pemanas listrik pada tungku.

Second Edition page 642 . Mel. Parts and Finishes. The Science & Engineering of Materials page 555 Schwartz.Askeland. Encyclopedia of Materials. Donald.