Kunci jawaban 1, b Proses yang Mempengaruhi Pembentukan Delta 1.

Iklim Iklim berpengaruh terhadap proses fisika, kimia, dan biologi dalam semua komponen sistem sungai. Pada daerah tropis, penyediaan volume air permukaan besar. Pelapukan fisika dan kimia berpengaruh terhadap tingkat sedimentasi. 2. Debit Sungai Debit sungai tergantung dari faktor iklim, mempengaruhi bentuk geometri delta. Delta dengan debit air dan sedimennnya tinggi dan konstan tiap tahunnya menghasilkan suatu tubuh pasir yang panjang dan lurus serta umumnya membentuk sudut yang besar terhadap garis pantai. Sebaliknya bila produk sedimen serta variasi debit air setiap tahunnya berbeda, maka terjadinya perombakan tubuh-tubuh pasir yang tadinya diendapkan oleh proses-proses laut dan cenderung membentuk tubuh delta yang sejajar dengan garis pantai. 3. Produk Sedimen Delta tidak akan terbentuk jika produk sedimennya terlalu kecil. 4. Energi gelombang Energi gelombang merupakan mekanisme penting dalam merubah dan mencetak sedimen delta yang berada di laut menjadi suatu bentuk tubuh pasir di daerah pantai. 5. Proses Pasang Surut Beberapa delta mayor di dunia didominasi oleh aktivitas pasang yang kuat. Diantaranya adalah delta Gangga-Brahmanaputra di Bangladesh, dan delta Ord di Australia. 6. Arus pantai Arus pantai mengorientasikan tubuh-tubuh pasir hingga membentuk sejajar atau hampir sejajar dengan arah aliran sungai. 7. Kelerengan paparan Kelerengan paparan benua sangat berperan dalam menentukan pola perpindahan delta, yang terjadi dalam waktu yang cukup lama. 8. Bentuk Cekungan Penerima dan proses Tektonik Bentuk cekungan penerima merupakan pengontrol terhadap konfigurasi delta serta pola perubahannya. Daerah dengan tektonik yang aktif dengan akumulasi sedimen yang sedikit, sulit terbentuk delta . sebaliknya untuk daerah dengan tektonik pasif dan akumulasi sedimen yang banyak akan terbentuk delta yang baik. 2. A 3. B 4. c
Bumimemiliki diameter 12.756 km, dan keliling +- 40.000 km. Lingkar bumi sebesar 3600 garis bujur berarti setiap 10adalah +- 111 km. Artinya setiap 10 garis bujur/lintang pada peta mewakili jarak sebesar 111 km sebenarnya di permukaan bumi Sebagian besar peta yang terdapat pada buku/atlas merupakan peta wilayah yang luas sehingga informasi koordinat lintang dan bujur cukup menggunakan satuan derajat. Permasalahannya adalah bagaimana menghitung jarak untuk peta wilayah-wilayah yang sempit seperti peta kecamatan, kabupaten yang menggunakan koordinat dengan satuan

derajat (0) + menit (‘). Untuk peta yang memuat informasi garis lintang/bujur dalam derajat dan menit ada panduan sederhana sebagai berikut : 10 = 111 km 10 = 60 ‘ (menit) 1′/ 1 menit = (1/60) x 111 km = 1.85 km Untuk mengukur jarak dengan menggunakan garis lintang dan bujur adalah : =Selisih derajat X 111 km Selain untuk mengetahui jarak, selisih derajat garis lintang/bujur ini dapat juga kita gunakan untuk menentukan skala peta tersebut, apalagi seandainya peta tersebut informasi skalanya tidak ada (misalnya : karena sobek), yaitu dengan menggunakan rumus : = (Selisih derajat 2 garis lintang/bujur X 111 km)/Jarak antara 2 garis lintang/bujur di peta

Menentukan dua titik di peta yang belum ada skalanya (peta x) misalnya titik A – B dengan arah Utara Selatan. Setelah itu menghitung jarak dua titik dan selisih derajat garis lintangnya. Perlu Anda ingat bahwa jarak tiap 10 garis lintang atau garis bujur = 111 km dan 10= 60 detik Contoh: Jarak A - B di peta x = 50 cm Selisih garis lintangnya = 30 detik Berapa skala peta x?

Penyelesaian:
30 detik =
50 cm di peta x = Skala di peta x = Jadi skala peta = Penyelesaian soal :

x 111 km = 55,5 km = 5.550.000 cm
5.550.000 cm di lapangan 50 : 5.550.000 1 : 1.110.000

Misal pada peta DKI Jakarta di atas, saya menandai 2 garis lintang di wilayah DKI bagian utara yaitu 60 10′ LS dan 60 15′ LS dengan jarak di peta 6 cm, maka untuk memperkirakan: 1. Jarak sebenarnya = selisih derajat X 111 km = (selisih 60 10′ LS dan 60 15′) X 111 km = 5′ X 111 km ===> 5′ adalah (5/60)0

= (5/60) X 111 km

= 555/60 = 9,25 km Jadi jarak pada selisih lintang tersebut adalah 9.25 cm 2. Skala peta = (selisih derajat X 111 km) / jarak di peta = ((selisih 60 10′ LS dan 60 15′) X 111 km) / 6 cm = 9,25 km / 6 cm = 925000 cm / 6 cm = 154.166,67 cm = 154.167 cm Jadi skala peta tersebut + – sebesar 1 : 154.167

Penyelesaian soal osn Diketahui jarak kota a-b dipeta x= 25 cm Selisih garis lintang =90 detik Penyelesaian: 90 detik = 90 /60 x 111 km =1665 km= 166.500.000 cm Skala peta x adalah 25 : 165.500.000 =1:662.000 5. a.

Manfaat globe antara lain sebagai berikut: a. Menunjukkan lokasi suatu wilayah b. Untuk mengetahui letak astronomis c. Berdasarkan letak lintangnya dapat digunakan untuk menentukan iklim di suatu wilayah d. Garis bujur digunakan untuk mengetahui perbedaan waktu di bumi e. Globe digunakan untuk memperagakan proses terjadinya rotasi bumi f. Globe digunakan untuk memperagakan terjadinya gerhana matahari dan gerhana bulan. g. Untuk mengetahui luas wilayah h. menentukan/merencanakan perjalanan jauh melalui udara dan laut, i. mengikuti kejadian yang berkaitan dengan gempa bumi dan arus samudera dengan lebih mudah k. melihat hubungan lautan-lautan, kontinen-kontinen, daerah-daerah Kutub l. memahami konsep yang mendasar tentang perbedaan waktu, iklim, musim, pembagian zone waktu, dan terjadinya siang dan malam. 6. B

Tujuan untuk mengoptimalkan bahan bakar agar pesawat bisa terbang dengan cepat pada bahan bakar optimal.maksudnya dengan tekanan udara rendah dan suhu rendah maka pesawat tidak berat dan menghabiskan bahan bakar 7.d 8. C Hutan lindung adalah kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah intrusi air laut, dan memelihara kesuburan tanah Pasal 7 Perlindungan terhadap kawasan hutan lindung dilakukan untuk mencegah terjadinya erosi, bencana banjir, sedimentasi, dan menjaga fungsi hidroologis tanah untuk menjamin ketersediaan unsur hara tanah, air tanah, dan air permukaan. 9.C
Batas Zona Ekonomi Eksklusif Batas laut zona ekonomi eksklusif adalah jarak 200 mil dari garis dasar ke arah laut bebas. Garis dasar, yaitu garis khayal yang menghubungkan titik-titik dari ujung pulau-pulau. Hak suatu Negara di dalam batas zona ekonomi eksklusif, yaitu dapat memanfaatkan sumber daya baik di laut maupun di bawah dasar laut.

10.B 11.B 12. D 13. C 14.A  Bunga bakai dari Sumatra  Rafflesia Arnoldi dari (Bengkulu, Jambi, dan Sumatera Selatan  Edelweis dari pegunungan tinggi Indonesia seperti Jawa, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan dan Lombok.  Tumbuhan Sarang Semut dari hutan-hutan Papua  Daun Sang dari Taman Nasional Gunung Leuser(sumatra)      Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus); Endemik Taman Nasional Ujung Kulon (Banten), Status populasi hanya 35 hingga 45 ekor saja (hasil sensus Badak 2011). Kanguru Pohon Wondiwoi (Dendrolagus mayri); Endemik Papua, Populasi 50 ekor. Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris); Mamalia air tawar di Sungai Mahakam, populasi sekitar 70 ekor. Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas); dengan jumlah populasinya diperkirakan di bawah 250 ekor. Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis); Badak bercula dua yang populasinya diperkirakan tidak lebih dari 275 ekor.

     

Kura-kura Hutan Sulawesi (Leucocephalon yuwonoi); Kura-kura endemik sulawesi dengan populasi kurang dari 250 ekor. Elang Flores (Nisaetus floris); Burung endemik Flores dengan populasi antara 150-300 ekor. Rusa Bawean (Axis kuhlii); Endemik pulau Bawean, Jawa Timur dengan populasinya antara 250–300 ekor. Tokhtor Sumatera (Carpococcyx viridis); Burung endemik Sumatera dengan populasi sekitar 70-400 ekor. Katak Merah (Leptophryne cruentata); Katak endemik yang hanya hidup di TN Gunung Halimun-Salak dan TN Gede Pangrango. Populasi tidak diketahui. Jalak Bali (Leucopsar rothschildi); Endemik Bali dengan Populasi antara 1.000 – 2.499 ekor.

15.A 16.C 17.A 18.C 19.B 20. C 21. A
Hari esok 6 Juli 2013(untuk indonesia) merupakan hari dimana bumi mencapai titik terjauhnya atau yang dikenal dengan istilah Aphelion. Aphelion merupakan posisi dimana bumi dalam perjalanannya mengelilingi matahari mencapai titik terjauh. Seiring dengan bumi mencapai aphelion, kecepatan orbit bumi lebih lambat daripada saat bumi mencapai titik terdekatnya atau yang disebut dengan perihelion. Rata-rata aphelion bumi akan terjadi pada tanggal 4-6 juli dan diperkirakan pada tahun 2013 aphelion akan jatuh pada tanggal 5 juli 2013 pukul 18:59 UT dengan jarak bumi dan matahari sejauh 1.0167 AU atau sekitar 152.096.155 km pada tanggal 6 juli 2013 pukul 01.59 WIB. Aphelion Bumi di 2013 yakni 94.508.959 mil (152.097.426 kilometer). Titik terjauh itu diperkirakan bertambah jauh sekitar tiga juta mil dari posisi ketika perihelion—yang tercatat adalah pada tanggal 1 Januari lalu. Apabila dirata-rata, angka ini berarti sekitar tiga persen

22. B

Kalender Hijriah atau Kalender Islam lebih pendek 11 atau 12 hari dari Kalender Surya (Tahun Masehi/Gregorian). Oleh sebab itu hari-hari raya Islam tiap tahun lebih dahulu 11 atau 12 hari dari Kalender Masehi. Kalender Hijriah (Kalender Islam) dimulai dari tahun 622 Masehi, pada saat Nabi Muhammad S.A.W hijrah dari Mekah ke Madinah. 23. A Ingat perihelion 24. A
Terdapat algoritma mudah untuk menentukan apakah suatu tahun termasuk tahun kabisat atau bukan sebagai berikut: 1. Jika angka tahun itu habis dibagi 400, maka tahun itu sudah pasti tahun kabisat. 2. Jika angka tahun itu tidak habis dibagi 400 tetapi habis dibagi 100, maka tahun itu sudah pasti bukan merupakan tahun kabisat. 3. Jika angka tahun itu tidak habis dibagi 400, tidak habis dibagi 100 akan tetapi habis dibagi 4, maka tahun itu merupakan tahun kabisat. 4. Jika angka tahun tidak habis dibagi 400, tidak habis dibagi 100, dan tidak habis dibagi 4, maka tahun tersebut bukan merupakan tahun kabisat. 25.C 26.D 27.B 28 C 29D 30C 31.A?? 32. A 33.C 34.D??? 35.A Lihat

http://astro.unl.edu/classaction/loader.html?filename=animations/lunarcycles/moonphases.swf& movieid=moonphases&width=900&height=600&version=6.0.0 http://astro.unl.edu/classaction/ http://kafeastronomi.com/materi-1/gerhana kalau hubungan fase bulan dengan gerhana bulan????????? 36.D Pada spectrum cahaya tamapak warna biru memiliki frekuensi lebih tinggi dan warna merah memiliki frekuensi lebih rendah. Efek Doppler adlah gejala umum yang terjadi untuk semua jenis gelombang termasuk gelombamg chaya. Efek Doppler ini dapat digunakan untuk meengamati gerakan galaksi. Ketika cahaya yang datang dari galaksi menunjukkan pergeseran merah (frekuensi cahaya bergeser menuju sisi merah spectrum bintang), maka itu berarti galaksi tersebut sedang bergerak menjauhi kita. Sebaliknya ketika cahaya yang datang dari galaksi menunjukkan pergeseran biru, berarti galaksi tersebut sedang mendekati kita di bumi. 37. c

38.B Banyaknya hari dalam tahun kabisat (leap year) adalah 366 hari, sedangkan dalam tahun biasa (common year) adalah 365 hari. Pada kalender Julian, tahun kabisat dimana bulan Februari terdiri dari 29 hari dirumuskan sebagai tahun yang habis dibagi 4. Contoh tahun kabisat pada kalender Julian adalah tahun 4, 100, 400 39.a

40.A
Mars mencapai oposisi dengan Bumi. Oposisi Mars berarti kondisi di mana Bumi berada di antara Matahari dan Mars, mirip seperti kondisi gerhana Bulan. Secara logika, jika oposisi terjadi pada Sabtu maka Mars juga akan berada di titik terdekat Bumi pada hari itu juga.

Oposisi: konfigurasi yang terbentuk ketika Matahari – Bumi – planet berada pada satu garis lurus. Sudut elongasi planet saat oposisi adalah 180° . Elongasi: sudut yang dibentuk antara Matahari, Bumi, dan planet. Konjungsi: konfigurasi yang terbentuk ketika planet – Matahari – Bumi berada pada satu garis lurus. Untuk planet dalam, formasi seperti itu disebut dengan konjungsi superior. Sedangkan konfigurasi Matahari – planet – Bumi disebut konjungsi inferior. Sudut elongasi planet saat konjungsi adalah 0° . Okultasi: peristiwa tertutupnya sebuah benda langit oleh benda langit lainnya yang lebih besar. Contohnya okultasi bintang oleh Bulan atau planet oleh Bulan.

Transit: peristiwa melintasnya sebuah benda langit di meridian (disebut juga kulminasi atas). Arti lainnya adalah peristiwa melintasnya planet Merkurius atau Venus di depan piringan Matahari ketika diamati dari Bumi. Okultasi adalah peristiwa dimana benda A tertutup oleh gerakan benda B yang berada di antara benda A dan pengamat. Contoh Okultasi planet Venus oleh Bulan pada 16 Mei 2010 ini, sehingga kenampakan planet Venus menjadi hilang karena tertutup oleh Bulan.
Transit adalah kebalikan dari Okultasi. Transit terjadi bila ada benda kecil yang lebih dekat dengan pengamat melintasi benda lain yang lebih besar namun lebih jauh, seperti transit Merkurius atau Venus saat melintasi piringan Matahari. Gerhana adalah peristiwa bergeraknya benda melintasi bayangan benda lain. Contoh ketika Bumi melintasi bayangan Bulan saat terjadi gerhana Matahari (istilah yg sebenarnya salah). Gerhana Matahari sebenarnya adalah Okultasi Matahari oleh Bulan. Masing-masing tiga peristiwa adalah efek yang nampak dari sebuah syzygy (a straight line configuration of three celestial bodies in a gravitational system). 41.B 42. A 43.B 44,B 45.C 46.D 47.C 48. D 49.D 50.D 51.D 52.A 53.B. 54.B 55.A 56.C 57.C 58.C 59.B 60.A

61.c 62.a 63.c 64.b
Penyesuaian diri terjadi secara berangsur-angsur, seiring dengan perluasan dan pertumbuhan pengetahuan serta penerimaan individu terhadap nilai dan norma yang terdapat dalam lingkungan masyarakat. Dengan melandaskan pemikirannya pada Teori Peran Sosial, George Herbert Mead dalam bukunya yang berjudul Mind, Self, and Society from The Standpoint of Social Behaviorist (1972) berpendapat bahwa sosialisasi yang dilalui seseorang dapat diklasifikasikan melalui tahap-tahap berikut ini. a. Tahap Persiapan (Preparatory Stage) Tahap ini dialami sejak manusia dilahirkan, saat seorang anak mempersiapkan diri untuk mengenal dunia sosialnya. Pada tahap ini juga anak mulai melakukan kegiatan meniru meski tidak sempurna. Dalam tahap ini, individu sebagai calon anggota masyarakat dipersiapkan dengan dibekali nilai-nilai dan norma-norma yang menjadi pedoman bergaul dalam masyarakat oleh lingkungan yang terdekat, yaitu keluarga. Lingkungan yang memengaruhi termasuk individu yang berperan dalam tahapan ini relatif sangat terbatas, sehingga proses penerimaan nilai dan norma juga masih dalam tataran yang paling sederhana. b. Tahap Meniru (Play Stage) Tahap ini ditandai dengan semakin sempurnanya seorang anak menirukan peran-peran yang dilakukan oleh orang dewasa. Pada tahap ini mulai terbentuk kesadaran tentang nama diri dan siapa nama orang tuanya, kakaknya, dan sebagainya. Anak mulai menyadari tentang apa yang dilakukan oleh seorang ibu dan apa yang diharapkan seorang ibu dari dirinya. Dengan kata lain, kemampuan untuk menempatkan diri pada posisi orang lain juga mulai terbentuk pada tahap ini. Kesadaran bahwa dunia social manusia berisikan orang-orang yang jumlahnya banyak telah juga mulai terbentuk. c. Tahap Siap Bertindak (Game Stage) Peniruan yang dilakukan sudah mulai berkurang dan digantikan peran yang secara langsung dimainkan sendiri dengan penuh kesadaran. Kemampuannya menempatkan diri pada posisi orang lain pun meningkat, sehingga memungkinkan adanya kemampuan bermain secara bersama-sama. Pada tahap ini individu mulai berhubungan dengan temanteman sebaya di luar rumah. Peraturan-peraturan yang berlaku di luar keluarganya secara bertahap mulai dipahami. Bersamaan dengan itu, anak mulai menyadari bahwa ada norma tertentu yang berlaku di luar keluarganya. d. Tahap Penerimaan Norma Kolektif (Generalizing Stage) Pada tahap ini seseorang telah dianggap dewasa. Dia sudah dapat menempatkan dirinya pada posisi masyarakat secara luas. Dengan kata lain, dia dapat bertenggang rasa tidak hanya dengan orangorang yang berinteraksi dengannya, tetapi juga dengan masyarakat secara luas. Manusia dewasa menyadari pentingnya peraturan, kemampuan bekerja sama, bahkan dengan orang lain yang tidak dikenalnya. Manusia dengan perkembangan diri pada tahap ini telah menjadi warga masyarakat dalam arti sepenuhnya. Dalam tahap ini, individu dinilai sudah mencapai tahap kematangan untuk siap terjun dalam kehidupan masyarakat.

65. a

Selain sosialisasi terdapat istilah resosialisasi. Resosialisasi adalah salah satu bentuk sosialisasi sekunder. Proses resosialisasi didahului dengan proses desosialisasi. Dalam proses desosialisasi, seseorang mengalami pencabutan diri yang dimilikinya. Sedangkan dalam proses resosialisasi, seseorang diberi suatu diri yang baru. Proses desosialisasi dan resosialisasi ini sering dikaitkan dengan proses yang berlangsung dalam institusi total. Yang dimaksud dengan institusi total adalah suatu tempat tinggal dan bekerja yang di dalamnya terdapat sejumlah individu dalam situasi sama, terputus dari masyarakat yang lebih luas untuk suatu jangka waktu tertentu, bersama-sama menjalani hidup yang terkungkung dan diatur secara formal.

Contoh institusi total adalah rumah tahanan, rumah sakit jiwa, dan lembaga pendidikan militer
66. B Sikap Pluralistik artinya menghargai suku dan agama lain 67.D Fungsi keluarga Fungsi Reproduksi artinya dalam keluarga anak-anak merupakan wujud dari cinta kasih dan tanggung jawab suami istri meneruskan keturunannya. Fungsi sosialisasi artinya bahwa keluarga berperan dalam membentuk kepribadian anak agar sesuai dengan harapan orang tua dan masyarakatnya. Keluarga sebagai wahana sosialisasi primer harus mampu menerapakan nilai dan norma masyarakat melalui keteladanan orang tua. Fungsi afeksi artinya didalam keluarga diperlukan kehangatan rasa kasih saying dan perhatian antar anggota keluarga yang merupakan salah satu kebutuhan manusia sebagai makluk berpikir dan bermoral (kebutuhan integratif) apabila anak kurang atau tidak mendapatkannya , kemungkinan ia sulit untuk dikendalikan nakal, bahkan dapat terjerumus dalam kejahatan. Fungsi ekonomi artinya bahwa keluarga terutama orang tua mempunyai kewajiban ekonomi seluaruh keluarganya . Ibu sebagai sekretaris suami didalam keluarga harus mampu mengolah keuangan sehingga kebutuahan dalam rumah tangganya dapat dicukupi. Fungsi pengawasan social artinya bahwa setiap anggota keluarga pada dasarnya saling melakukan control atau pengawasan karena mereka memiliki rasa tanggung jawab dalam menjaga nama baik keluarga . Fungsi proteksi (perlindungan) artinya fungsi perlindungan sangat diperlukan keluarga terutma anak , sehigngga anak akan merasa aman hidup ditengah-tengah keluarganya. Ia akan merasa terlindungi dari berbagai ancaman fisik mapun mental yang dating dari dalam keluarga maupun dari luar keluarganya. Fungsi pemberian status artinya bahwa melalui perkawinan seseorang akan mendapatkan status atau kedudukan yang baru di masyarakat yaitu suami atau istri. Secara otomatis mereka akan diperlakukan sebagai orang yang telah dewasa dan mampu bertanggung jawab kepada diri, keluarga, anak-anak dan masyarakatnya. 68.c Jadi, pengertian pranata sosial adalah sistem norma yang bertujuan untuk mengatur tindakan maupun kegiatan masyarakat untuk memnuhi kebutuhan pokok dan bermasyarakat bagi manusia. Dengan kata lain, pranata sosial adalah sistem hubungan sosial yang terorganisir dan mengejewantahkan nilai-nilai serta prosedur umum yang mengatur dan memenuhi kegiatan pokok warga masyarakat. 69. B 70.A Fungsi manifes agama meliputi: 1)Doktrin yaitu pola keyakinan yang menentukan hubungan vertikal (manusia dengan Tuhan) dan hubungan horizontal (manusia dengan manusia). 2)Ritual yaitu aturan-aturan tertentu yang digunakan dalam pelaksanaan agama.

3)Seperangkat norma perilaku yang konsisten dengan doktrin tersebut. Fungsi laten agama menurut Durkhaim dapat meningkatkan integrasi masyarakat baik pada tingkat makro maupun pada tingkat mikro. Pada tingkat mikro fungsi laten agama ialah untuk menggerakkan dan membantu kita untuk hidup. Dari segi makro fungsi laten agama adalah dapat menentukan kebutuhan masyarakat yang setara berkala dan memperkuat perasaan dan ide kolektif yang menjadi ciri dan inti persatuan dan kesatuan 71.C 72.C Dalam pembahasan struktur sosial, menurut Ralph Linton, dikenal dua konsep penting, status (status) dan peran (role). Pada umumnya struktur sosial memiliki empat elemen dasar, yaitu: 1. Status sosial Merupakan kedudukan atau posisi sosial seseorang dalam masyarakat. Status terbagi atas: • Ascribed status → status yang didapat secara otomatis melalui kelahiran • Achieved status → status yang didapat melalui usaha sendiri • Assigned status → status yang diberikan kepada seseorang karena jasanya bagi masyarakat 2. Peran sosial Merupakan seperangkat harapan terhadap seseorang yang menempati suatu posisi atau status sosial tertentu. 3. Kelompok Merupakan sekelompok orang yang memiliki norma-norma, nilai-nilai dan harapan yang sama serta secara sadar dan teratur saling berinteraksi 4. Institusi Merupakan kumpulan norma-norma yang berkisar pada pemenuhan suatu kebutuhan pokok di dalam kehidupan masyarakat. 73. a 74.a 75. 76, b 77.c 78. B Menurut Lemert (dalam Sunarto, 2004) Teori Labeling adalah penyimpangan yang disebabkan oleh pemberian cap/ label dari masyarakat kepada seseorang yang kemudian cenderung akan melanjutkan penyimpangan tersebut. Teori Konflik menurut Karl Marx Masx mengemukakan bahwa kejahatan terkait erat dengan perkembangan kapitalisme. Menurut pandangan teori konflik perilaku menyimpang diciptakan oleh kelompok-kelompok berkuasa dalam masyarakat untuk melindungi kepentingan mereka sendiri. Para penganut Karl Marx mengatakan bahwa hokum merupakan cermin kepentingan kelas yang berkuasa dan system peradilan pidana mencerminkan nilai dan kepentingan mereka Robert K. Merton

Perilaku menyimpang adalah cara suatu masyarakat dalam mencapai tujuannya (konformitas) terlalu dibatasi sehingga tidak sejalan dengan tujuannya tsb. Cara adaptasi : a. Conformity : mengikuti cara dan tujuan umum b. Innovation : cara sendiri tujuan umum c. Ritualism : tujuan sendiri cara umum d. Retreatism : tujuan dan cara sendiri (tidak dianggap sebagai anggota masyarakat, misalnya orang gila, pemabuk, dsb) e. Rebellion : membuat struktur sosial baru 79.b 80.c 81. C 4. Konsumsi dan Pendapatan Y=C+S atau C=Y+S Y : Pendapatan C : Konsumsi S : Tabungan #Konsumsi Autonomous adalah jumlah pengeluaran uang untuk konsumsi pada saat pendapatan nol 82. c 83. b 84.a 85.B 86.b
3. Bidang-bidang Produksi

a. produksi ekstraktif = mengolah alam secara langsung produksi agraris. = pertanian produksi agraris dan ekstraktif menghasilkan kegunaan dasar (elementary utility). b. industri manufaktur. = menghasilkan kegunaan bentuk (form utility). c. produksi perdagangan, = menghasilkan kegunaan milik (possession utility atau own utility). d. produksi jasa, = menghasilkan kegunaan layanan (service utility).

Badan usaha ekstraktif adalah badan usaha yang kegiatannya mengambil hasil alam secara langsung, sehingga menimbulkan manfaat tertentu. Contohnya pertambangan, perikanan laut, penebangan kayu, pendulangan emas atau intan, dan sebagainya. Badan usaha agraria adalah badan usaha yang kegiatannya mengolah alam sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih banyak. Contohnya pertanian, perikanan darat, peternakan, perkebunan, dan sebagainya.

Badan usaha industri adalah badan usaha yang kegiatannya mengolah dari bahan mentah menjadi barang jadi yang siap untuk dikonsumsi. Contohnya perusahaan tekstil, meubelair, industri logam, kerajinan tangan, assembling, dan sebagainya. Badan usaha perdagangan adalah badan usaha yang kegiatannya menyalurkan barang dari produsen kepada konsumen, atau kegiatan pertukaran atau jual beli. Contohnya grosir, pedagang eceran, supermarket, perusahaan ekspor impor, dan sebagainya. Badan usaha jasa adalah badan usaha yang kegiatannya bergerak dalam bidang pemberian atau pelayanan jasa tertentu kepada konsumen. Contohnya salon, dokter, bengkel, notaris, asuransi, bank, akuntan, dan sebagainya.

87. b
UUD 1945 Pasal 33 Ayat 1(1) Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asaskekeluargaan. Ayat 1 UUD 1945 adalah mengenai koperasi. Pengertian koperasi memang tidak disebutkan dalam pasal 33, tetapi “asas kekeluargaan” itu ialah koperasi

Bunyi pasal 33 UUD 1945 sebagai berikut . 1. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan. 2. Cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara. 3. Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. 4. Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional. 5. Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undang-undang. Demikian pasal 33 ayat (1), (2), (3), (4), dan (5) Undang-undang Dasar 1945. 88.D 89.B 90. A 91. B Alat pemuas kebutuhan manusia Alat pemuas kebutuhan manusia dapat berupa barang dan jasa. a. Berdasarkan kelangkaannya 1. barang ekonomi, merupakan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas dan untuk memperolehnya diperlukan pengorbanan biasa. Contoh: buku tulis, pensil. 2. barang bebas, merupakan alat pemuas kebutuhan yang tersedia secara berlimpah dan setiap orang dapat memperolehnya dengan bebas sehingga untuk memperolehnya tidak memerlukan pengorbanan (biaya). Contoh: air, udara. 3. barang illith, adalah barang yang jumlahnya berlebihan sehingga dapat merugikan manusia dan harus dikurangi jumlahnya. Contoh: api saat kebakaran, air saat banjir. b. Berdasarkan fungsi hubungan pemakaian dengan barang lain

1. barang substitusi, merupakan barang yang penggunaannya dapat saling menggantikan dengan barang lain. Contoh: sepatu menggantikan sandal, gas menggantikan minyak tanah. 2. barang komplementer, merupakan barang yang penggunaannya saling melengkapi. Contoh: jarum dan benang, kaus kaki dan sepatu. c. Berdasarkan tujuan penggunaannya 1. barang konsumsi, merupakan barang yang dapat digunakan secara langsung untuk memenuhi kebutuhan manusia. Contoh: nasi, pakaian. 2. barang produksi, merupakan barang yang memerlukan proses produksi lebih lanjut untuk dapat digunakan sebagai alat pemenuhan kebutuhan manusia. Contoh: kayu, benang. d. Berdasarkan proses pembuatannya 1. barang mentah, merupakan barang yang perlu diolah lebih lanjut agar dapat menjadi barang setengah jadi. Contoh: kapas untuk dibuat benang, beras dibuat tepung. 2. barang setengah jadi, merupakan barang yang sudah melalui proses produksi, tetapi untuk dapat dikonsumsi harus melalui proses produksi selanjutnya. Contoh: kain untuk baju, tepung beras untuk dibuat bubur. 3. barang jadi, merupakan barang yang sudah siap untuk dikonsumsi. Contoh: lemari, mobil. e. Berdasarkan kegunannya untuk jaminan kredit 1. barang bergerak, merupakan barang yang dapat dijadikan jaminan untuk mendapatkan kredit dalam jangka pendek. Contoh: BPKB, perhiasan, dan komputer. 2. barang tidak bergerak, merupakan barang yang dapat dijadikan jaminan untuk mendapatkan kredit dalam jangka panjang. Contoh: tanah, bangunan 92. c 93 .B 94.C 95.A

96. A Ciri khas pasar persaingan sempurna:  Harus ada banyak penjual dan pembeli  Produk homogeny  Informasi lengkap dimiliki penjual dan pembeli  Terdapat banyak perusahaan di pasar  Setiap perusahaan mudah keluar atau masuk

97.D
KELEMAHAN SISTEM EKONOMI PASAR 1. Sulitnya melakukan pemerataan pendapatan 2. Cenderung terjadi eksploitasi kaum buruh oleh para pemilik modal 3. Munculnya monopoli yang dapat merugikan masyarakat 4. Sering terjadi gejolak dalam perekonomian karena kesalahan alokasi sumber daya oleh individu Perhatikan bagaimana sistem ekonomi pasar memecahkan persoalannya

98. D
Dua kebijakan perpajakan di atas menjadi contoh yang paling hangat untuk menerangkan fungsi pajak sebagai alat pengatur dan sebagai stabilisator. Fungsi pajak yang paling melekat di benak kita, ketika mendengar istilah pajak, adalah bahwa pajak merupakan sumber pembiayaan negara yang terbesar. Fungsi pajak sebagai sumber pembiayaan ini biasa dikenal sebagi fungsi budgetair pajak. Fungsi budgetair pajak memegang peranan sangat penting di Indonesia, karena sekitar 70% pengeluaran negara dibiayai oleh pajak. Peran penting fungsi budgetair pajak, menjadikan pajak dapat digunakan sebagai alat pengatur (regulerend). Fungsi ini mempunyai pengertian bahwa pajak dapat dijadikan sebagai instrumen untuk mencapai tujuan tertentu. Sebagai contoh, ketika pemerintah berkeinginan untuk melindungi kepentingan petani dalam negeri, pemerintah dapat menetapkan pajak tambahan seperti pajak impor atau bea masuk, atas kegiatan importasi komoditas tertentu. Contoh yang lain, ketika

Jokowi berusaha mengatasi kemacetan di Jakarta, salah satu alternatif yang diusulkan adalah penerapan ERP (Electronic Road Pricing). ERP ini pun salah satu bentuk implementasi pajak sebagai alat pengatur. Selain fungsi, budgetair dan fungsi regulerend, pajak juga mempunyai fungsi lain, yaitu sebagai alat penjagastabilitas. Karena sifatnya yang sangat luas, seperti: stabilitas nilai tukar rupiah, stabilitas moneter bahkan bisa juga stabilitas keamanan, fungsi ini berkaitan dengan fungsi lainnya, seperti regulerend. Untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan menjaga agar defisit perdagangan tidak semakin melebar, pemerintah dapat menetapkan kebijakan pengenaan PPnBM di atas. Tak kalah pentingnya adalah pajak sebagai sarana redistribusi pendapatan. Pemerintah membutuhkan dana untuk membiayai pembangunan infrastruktur. Kebutuhan akan dana itu, salah satunya dapat dipenuhi melalui pajak. Pajak hanya dibebankan kepada mereka yang mempunyai kemampuan untuk membayar pajak. Namun demikian, infrastruktur yang dibangun tadi, dapat juga dimanfaatkan oleh mereka yang tidak mempunyai kemampuan membayar pajak, untuk meningkatkan pendapatannya. Mereka dapat memanfaatkan jalan raya untuk kelancaran distribusi hasil pertaniannya, mereka dapat memanfaatkan sekolah untuk pendidikan anak-anaknya. Kelancaran distribusi hasil pertanian, akan membuat harga jual produk agribisnisnya lebih mahal, yang akan membuat penghasilan para petan meningkat. Anak-anak petani dapat menikmati pendidikan sehingga ketika tiba waktunya mereka, anak-anak petani itu, akan mempunyai kemampuan untuk dapat berkompetisi dan meraih kehidupan yang layak. Intinya, saat ini tidak ada satupun masyarakat Indonesia yang tidak merasakan manfaat pajak.

99.A 100. A
Kebijakan Cadangan Wajib (cash reserve ratio) kebijakan cadangan wajib adalah suatu kebijakan Bank Sentral yang mengharuskan bank-bank umum untuk memelihara cadangan wajib. Besarnya cadangan wajib tersebut, misalnya minimum 20 % dari total kewajibannya. Apabila pemerintah menurunkan cash reserve ratio, maka dengan uang tunai yang sama bank umum dapat menciptakan kredit dengan jumlah yang lebih besar. Akibatnya, jumlah uang yang beredar di masyarakat naik. Sebaliknya, jika pemerintah mengehendaki berkurangnya jumlah uang yang beredar, maka cash reserve ratio dinaikkan. Kebijakan ini juga sering disebut kebijakan uang ketat (tight money policy). Kebijakan Cadangan Wajib (cash reserve ratio) Kebijakan cadangan wajib (cash reserve ratio) merupakan perbandingan antara uang kas (uang tnai ditambah dengan tagihan di Bank Sentral) dan kewajibankewajiban bank