. dan Lipase yang dapat dipergunakan dalam proses pencucian. Tapi disini akan dijelaskan lebih terperinci mengenai enzim protease.BIODETERGENT ENZIM PROTEASE Bio deterjen ( biological detergent ) adalah deterjen untuk mencuci pakaian yang mengandung enzim. Enzim yang digunakan adalah berasal dari bakteri yang mampu menyesuaikan hidupnya dalam segala kondisi termasuk kondisi panas . Sebagai gambaran. Ada beberapa enzim seperti Protease. Amylase. saat ini jenis deterjen untuk mencuci pakaian yang umum digunakan di negara maju adalah jenis bio deterjen. walaupun deterjen jenis “non-biologis” juga masih cukup banyak digunakan.

Proses bio deterjen membersihkan cucian sama seperti yang dilakukan deterjen non-biologis. dan lumpur. misalnya noda makanan. yang dilakukan oleh Asosiasi Konsumen di Inggris dan kemudian diterbitkan dalam majalah “WHICH” membuktikan bahwa kinerja proses pencucian bubuk bio deterjen menunjukan hasil yang mengagumkan. Pengujian dalam hal kemampuan menghilangkan noda. . Enzim ini mampu menghancurkan protein. dan lemak yang terdapat dalam kotoran dan noda-noda pada pakaian yang dicuci. pati. keringat. mengembalikan kecermelangan cucian putih dan mempertahankan warna cucian. hanya ada efek tambahan daya kerja yang lebih maksimal dari enzim. Salah satu enzim yang biasa digunakan adalah enzim protease.

2008). dan Lysinibacillus fusiformis (Tarntip dan Thungkao. Mikroba yang terkandung dalam limbah cair RPA diantaranya adalah Bacillus subtilis.SUMBER PENGHASIL PROTEASE . 2011). Enzim protease ini dapat diambil dari bakteri Bacillus sp yang merupakan dalam jumlah salah satu bakteri yang mampu menghasilkan protease pada limbah cair Rumah besar dan dapat ditemukan Potong Ayam (RPA) tradisional. Protease merupakan salah satu enzim yang sangat dibutuhkan dalam industri bidoterjen. . Dampak negatif dari industri ini yaitu menghasilkan limbah berbentuk padat dan cair. Rumah Potong Ayam (RPA) merupakan salah satu industri di bidang peternakan yang bergerak dalam fungsi pemotongan ayam hidup dan mengolah menjadi karkas yang siap konsumsi (Singgih dan Kariana. Bacillus thuringiensis. Kandungan limbah cair RPA diantaranya adalah limbah kimiafisik dan mikrobiologi.

Dampak negatif dari industri ini yaitu menghasilkan limbah berbentuk padat dan cair. Bacillus sp merupakan salah satu jenis bakteri yang memiliki kemampuan untuk menghasilkan protease. Menurut Baehaki (2011). Protease dimanfaatkan dalam berbagai aplikasi industri pangan dan non-pangan. 2011). enzim Protease merupakan satu diantara tiga kelompok sebagai katalisator komersial yang diperdagangkan hayati. dan Lysinibacillus fusiformis Bacillus (Tarntip dan Thungkao. thuringiensis. . Kandungan limbah cair RPA diantaranya adalah limbah kimia-fisik dan mikrobiologi. Mikroba yang terkandung dalam limbah cair RPA diantaranya adalah Bacillus subtilis.

selektif dan mengkatalisis reaksi tanpa produk samping (Naiola. Oleh karena itu. perlu adanya pengembangan produksi protease yang . 2002).Salah satu industri non-pangan yang memanfaatkan protease adalah industri biodeterjen. Saat ini. penggunaan biodeterjen telah mencapai hampir di seluruh dunia karena memiliki kelebihan dibandingkan dengan deterjen sintetik. Biodeterjen lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan deterjen sintetik. Biodeterjen adalah zat pencuci yang memanfaatkan enzim sebagai bahan aktif utama. Hal ini didasarkan bahwa komponen utama biodeterjen adalah protease yang bersifat efisien. Kebutuhan biodeterjen yang meningkat menyebabkan peningkatan terhadap kebutuhan protease.

Menurut Amara (2009). Mekanisme kerja protease dalam biodeterjen yaitu menghilangkan noda dengan menghidrolisisnya menjadi peptidapeptida kecil. Biodeterjen dapat dijadikan sebagai upaya alternatif penanganan limbah cair RPA . protease kasar yang dihasilkan oleh bakteri memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai biodeterjen dalam bentuk tunggal maupun kombinasi.Protease merupakan salah satu kebutuhan vital bagi industri biodeterjen. limbah cair Protease yang dihasilkan oleh Bacillus sp RPA sangat memiliki potensi besar asal untuk dikembangkan dan dimanfaatkan sebagai biodeterjen. Penggunaan protease untuk biodeterjen dapat berupa enzim kasar atau enzim murni.

waktu produksi relatif pendek serta dapat diproduksi berkesinambungan dengan biaya yang relatif rendah. Salah satu mikroorganisme yang termasuk dalam kategori di atas adalah Bacillus sp.KELEBIHAN PENGGUNAAN MIKROORGANISME Penggunaan mikroorganisme untuk produksi protease memiliki beberapa kelebihan diantaranya mudah diproduksi dalam skala besar. . Berdasarkan penelitian Tarntip dan Thungkao (2011) telah ditemukan isolat Bacillus sp asal limbah cair RPA sebagai biomeulsifier serta memiliki sifat proteolitik dan lipolitik.

biodeterjen merupakan salah satu zat pencuci yang ramah dan aman bagi lingkungan. Selain itu. biodeterjen mampu melakukan upaya menekan pertumbuhan bakteri pada lingkungan limbah cair RPA tradisional. Sehingga.tradisional secara biologis. Biodeterjen bekerja dengan melakukan pemecahan molekul-molekul protein melalui aktivitas protease. . Limbah cair RPA merupakan limbah cair yang mengandung material protein yang tinggi. Penanganan limbah secara biologis memanfaatkan metabolisme bakteri dalam memecah material organik limbah.