BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Parasitologi adalah suatu ilmu cabang Biologi yang mempelajari tentang semua organisme parasit. Tetapi dengan adanya kemajuan ilmu, parasitologi kini terbatas mempelajari organisme parasit yang tergolong hewan parasit, meliputi: protozoa, helminthes, arthropoda dan insekta parasit, baik yang zoonosis ataupun anthroponosis. Cakupan parasitologi meliputi taksonomi, morfologi, siklus hidup masing-masing parasit, serta patologi dan epidemiologi penyakit yang ditimbulkannya. Organisme parasit adalah organisme yang hidupnya bersifat parasitis; yaitu hidup yang selalu merugikan organisme yang ditempatinya (hospes). Predator adalah organisme yang hidupnya juga bersifat merugikan organisme lain (yang dimangsa). Bedanya, kalau predator ukuran tubuhnya jauh lebih besar dari yang dimangsa, bersifat membunuh dan memakan sebagian besar tubuh mangsanya. Sedangkan parasit, selain ukurannya jauh lebih kecil dari hospesnya juga tidak menghendaki hospesnya mati, sebab kehidupan hospes sangat essensial dibutuhkan bagi parasit yang bersangkutan. Pada dasarnya ilmu parasitologi adalah mempelajari mengenai “simbiosis”, terutama bentuk suatu organisme yang bersifat parasit. Dua organisme yang hidup bersama dan menguntungkan bagi salah satu atau kedua simbiont tersebut. Biasanya kedua simbiont adalah merupakan organisme yang berbeda spesies, tetapi juga dapat dari spesies yang sama. Organisme yang hidup di dalam hospes dan menyebabkan sakit pada hospes disebut Parasitisme. Ada dua bentuk yaitu ektoparasit dan endoparasit. Identifikasi parasit yang tepat memerlukan pengalaman dalam

membedakan sifat sebagai spesies, parasit, kista, telur, larva, dan juga memerlukan pengetahuan tentang berbagai bentuk pseudoparasit dan artefak yang mungkin dikira suatu parasit. Identifikasi parasit juga bergantung pada persiapan bahan yang baik untuk pemeriksaan baik dalam keadaan hidup maupun sediaan yang telah di pulas.

Bahan yang akan di periksa tergantung dari jenis parasitnya, untuk cacing atau protozoa usus maka bahan yang akan di periksa adalah tinja atau feses, sedangkan parasit darah dan jaringan dengan cara biopsi, kerokan kulit maupun imunologis. Pemeriksaan feses di maksudkan untuk mengetahui ada tidaknya telur cacing ataupun larva yang infektif. Pemeriksaan feses ini juga di maksudkan untuk mendiagnosa tingkat infeksi cacing parasit usus pada orang yang di periksa fesesnya. Pemeriksaan feces dapat dilakukan dengan metode kualitatif dan kuantitatif. Secara kualitatif dilakukan dengan metode natif, metode apung, metode harada mori, dan Metode kato. Metode ini digunakan untuk mengetahui jenis parasit usus, sedangkan secara kuantitatif dilakukan dengan metode kato untuk menentukan jumlah cacing yang ada didalam usus. Berdasarkan latar belakang diatas oleh sebab itulah laporan ini disusun guna membahas praktikum tentang pemeriksaan feces dengan tujuan untuk mengamati adanya parasit dan telur parasit yang ada dalam sampel faces dengan beberapa metode. B. Tujuan Adapun tujuan dari praktikum ini yaitu : 1. Mengamati adanya parasit yang ada dalam sampel faces 2. Mengamati telur parasit yang ada pada faces dengan beberapa metode C. Manfaat Manfaat yang dapat diperoleh dari praktikum ini yaitu : 1. Dapat mengetahui teknik pemeriksaan feces pada masing masing sampel feces yaitu pada anak-anak, manula, hewan kambing, remaja, dan hewan kucing. 2. Praktikan dapat mengetahui bentuk-bentuk dari cacing parasit, bentuk telur maupun larva sehingga mudah mengenali dan melakukan tindakan efektif baik untuk pencegahan maupun pengobatan terhadap infeksi cacing parasit pada feces yang diperiksa.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Cacing pada Anak-anak 1. Ancylostoma duodenale a. Morfologi Ancylostoma duodenale adalah cacing silinder kecil, keabu-abuan berwarna putih. Ini memiliki dua lempeng ventral pada batas anterior dari kapsul bukal. Masing-masing memiliki dua gigi besar yang menyatu di pangkalan mereka. Sepasang gigi kecil dapat ditemukan di kedalaman dari kapsul bukal. Jantan 8 mm sampai 11 mm dengan bursa sanggama pada bagian belakang. Betina adalah 10 mm sampai 13 mm, dengan vulva terletak di bagian belakang; betina dapat meletakkan 10.000 hingga 30.000 telur per hari. Jangka hidup rata-rata Ancylostoma duodenale adalah satu tahun. b. Siklus Hidup Ketika larva filariform (stadium infektif) menembus kulit utuh, larva memasuki sirkulasi darah. Hal ini kemudian dibawa ke paru-paru, batuk, dan menelan kembali ke usus kecil. Larva dewasa kemudian menjadi dewasa di usus kecil dan cacing betina dapat meletakkan telur 25.000 per hari. Telur-telur yang dilepaskan ke dalam kotoran dan berada di tanah. Telur berembrio pada tanah akan menetas menjadi remaja 1 tahap (rhabditiform atau tahap noninfective) dan dewasa menjadi larva filariform. Larva filariform kemudian dapat menembus kulit yang terpapar lain dan memulai siklus baru infeksi. Ancylostoma duodenale banyak ditemukan di Eropa selatan, Afrika utara, India, Cina, dan Asia Tenggara, daerah kecil Amerika Serikat, pulau-pulau Karibia, dan Amerika Selatan. Cacing tambang ini terkenal di tambang karena konsistensi dalam suhu dan kelembaban yang memberikan habitat yang ideal bagi telur. Diperkirakan 1 milyar orang terinfeksi cacing tambang. Penularan Ancylostoma duodenale adalah melalui kontak kulit dengan tanah terkontaminasi dengan larva.

f. Infeksi Infeksi ringan menyebabkan hilangnya nyeri perut. mebendazole dan benzimidazoles. d. maka telur akan mengeram dan menetaskan larva. sedangkan anemia defisiensi besi mungkin mengakibatkan kebodohan mental dan gagal jantung. Kekurangan protein dapat menyebabkan kulit kering. Ini adalah cacing nematoda parasit dan umumnya dikenal sebagai cacing tambang. Pada kasus yang parah anemia. Diagnosa Jika timbul gejala. Infeksi berat menyebabkan kekurangan protein yang berat atau anemia kekurangan zat besi. Larva tidak dapat ditemukan pada spesimen tinja kecuali mereka dibiarkan pada suhu kamar selama sehari atau lebih. maka pada pemeriksaan tinja penderita akan ditemukan telur cacing tambang. . Mengenakan sepatu di daerah endemis dapat mengurangi prevalensi infeksi juga. sanitasi dan pembuangan terkendali kotoran manusia adalah penting. transfusi darah mungkin diperlukan.c. Klasifikasi ilmiah Kingdom Filum Kelas Order Keluarga Genus Spesies : Animalia : Nematoda : Secernentea : Strongylida : Ancylostomatidae : Ancylostoma : Ancylostoma duodenale Ancylostoma duodenale adalah spesies dari cacing genus Ancylostoma. edema dan perut gendut. Pendidikan. nafsu makan dan geophagy. Pengobatan dan Pencegahan Ancylostoma duodenale dapat diobati dengan Albendazole. Ia hidup di usus kecil. Telur Ancylostoma duodenale dan Necator americanus tidak dapat dibedakan. Pyrantel pamoate adalah alternatif. e. Jika dalam beberapa jam tinja dibiarkan dahulu.

000 telur per harinya. Ascaris lumbricoides a. Ia akan beredar mengikuti sistem peredaran. Morfologi Cacing jantan berukuran sekitar 10-30 cm. larva akan menjadi cacing dewasa. Sedangkan telur yang tak dibuahi. Ia akan tertelan kembali masuk ke saluran cerna. jantung dan kemudian di paru-paru. Pada paru-paru. Di manusia. Pada cacing jantan ditemukan spikula atau bagian seperti untaian rambut di ujung ekornya (posterior). Pada cacing betina. sedangkan betina sekitar 22-35 cm. b. Cacing akan menetap di usus dan kemudian berkopulasi dan bertelur. Telur ini pada akhirnya akan keluar kembali bersama tinja. bentuknya lebih besar sekitar 90 x 40 mikron. Cacing dewasa hidup pada usus manusia.2. Hospes atau inang dari Askariasis adalah manusia. Larva akan menembus usus dan masuk ke pembuluh darah. Telur yang telah dibuahi berukuran 60 x 45 mikron. larva Ascaris akan berkembang menjadi dewasa dan menagdakan kopulasi serta akhirnya bertelur. kemudian di laring. Telur ini akan matang dalam waktu 21 hari. Setibanya di usus. bila terdapat orang lain yang memegang tanah yang telah tercemar telur Ascaris dan tidak mencuci tangannya. . Seekor cacing betina dapat bertelur hingga sekitar 200. trakea. yakni hati. Telur akan masuk ke saluran pencernaan dan telur akan menjadi larva pada usus. bronkus. cacing akan merusak alveolus. kemudian tanpa sengaja makan dan menelan telur Ascaris. Siklus pun akan terulang kembali bila penderita baru ini membuang tinjanya tidak pada tempatnya. pada sepertiga depan terdapat bagian yang disebut cincin atau gelang kopulasi. masuk ke bronkiolus. Telur yang telah dibuahi inilah yang dapat menginfeksi manusia. Siklus hidup Pada tinja penderita askariasis yang membuang air tidak pada tempatnya dapat mengandung telur askariasis yang telah dubuahi.

askariasis memiliki prognosis yang baik.c. aspirin. g. Pada umumnya. Askariasis adalah penyakit kedua terbesar yang disebabkan oleh makhluk parasit. Lumbricoides . Pemakaian jamban keluarga dapat memutus rantai siklus hidup Ascaris lumbricoides ini. : Animalia : Nematoda : Secernentea : Ascaridida : Ascarididae : Ascaris : A. Penyakit ini sifatnya kosmopolit. Pengobatan Pengobatan askariasis dapat digunakan obat-obat sepreti pirantel pamoat. prevalensi askariasis tinggi. terdapat hampir di seluruh dunia. Penyakit ini dapat dicegah di indonesia dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan yang baik. decolgen. terutama pada anak-anak. Kesembuhan askariasis mencapai 700 hingga 999%. f. Diagnosis Telur Ascaris yang berisi embrio. Pencegahan Di Indonesia. e. Prevalensi askariasis sekitar 70-80%. Klasifikasi ilmiah Kerajaan Filum Kelas Ordo Famili Genus Spesies d. hidung. Patologi klinik Askariasis adalah penyakit parasit yang disebabkan oleh Ascaris lumbricoides. Diagnosis askariasis dilakukan dengan menemukan telur pada tinja pasien atau ditemukan cacing dewasa pada anus. paracetamol. atau mulut.

6 mm dan lebih datar dari anterior posterior. dan dalam waktu yang dapat memproduksi hingga 1. Bentuk larva diringkas sebagai struktur kistik kecil di dalam inang terinfeksi. Manusia biasanya terinfeksi ketika mereka makan daging babi atau daging dimasak tidak benar Trichinella terinfeksi. Vulva terletak di dekat kerongkongan. ketika seorang perempuan . spiralis ukuran antara 1. b. Spiralis c. spiralis sekitar dua kali ukuran jantan dan memiliki anus ditemukan tersembuhkan. Para betina T. Klasifikasi ilmiah Kerajaan Kelas Filum Order Keluarga Genus Spesies : Animalia : Adenophorea : Nematoda : Trichurida : Trichinellidae : Trichinella : T.B.4 mm dan 1. Trichinella spiralis 40 tahun a. Morfologi Jantan T. larva dilepaskan dari sel perawat (karena pH lambung) dan bermigrasi ke usus. yang berarti itu selesai semua tahap pembangunan di satu host. di mana mereka bersembunyi ke dalam mukosa usus. Ketika manusia makan daging yang terinfeksi. sedangkan bagian anterior berisi remaja sepenuhnya dikembangkan. Cacing pada Dewasa 1. Uterus tunggal betina diisi dengan mengembangkan telur di bagian posterior. dewasa. dan bereproduksi. Anus dapat ditemukan di terminal (samping) dan mereka memiliki sanggama besar pseudobursa di setiap sisi. tetapi ketika mereka menjadi aktif. Betina Trichinella cacing hidup selama sekitar enam minggu. Anak dalam sel perawat memiliki anaerobik atau metabolisme anaerobik fakultatif. Siklus Hidup Trichinella spiralis adalah nematoda parasit yang memiliki siklus hidup langsung.500 larva. mereka mengadopsi karakteristik metabolisme aerobik orang dewasa.

Gejala Trichinella spiralis adalah nematoda parasit . kerusakan jantung dan gangguan saraf berbagai mungkin terjadi. Lima sampai tujuh hari setelah munculnya gejala. Larva kemudian dapat memperoleh akses ke sirkulasi dan bermigrasi ke seluruh tubuh dari tuan rumah. migrasi ke jaringan organ tertentu dapat menyebabkan miokarditis dan ensefalitis yang dapat mengakibatkan kematian. melemahnya denyut nadi dan tekanan darah. Migrasi dan encystment larva dapat menyebabkan demam dan rasa sakit ditimpakan oleh respon host inflamasi. Pada babi. Pada babi. kesulitan bernapas.menghabiskan meninggal. Setelah 10 hari. Biasanya. Diagnosis dan pengobatan Biopsi otot digunakan untuk deteksi trichinosis. wajah edema dan demam dapat terjadi. nyeri otot intens. ia melewati keluar dari tuan rumah. pasien diperlakukan dengan baik mebendazole atau Albendazole. infeksi biasanya subklinis. dan bertanggung jawab untuk penyakit trichinosis . Migrasi cacing dalam usus epitel dapat menyebabkan kerusakan traumatis untuk jaringan host. Anthelmintics dapat mengobati dan mencegah infeksi Trichinella. keringat muntah. Tes immunodiagnostic Beberapa juga tersedia. d. tapi khasiat produk tersebut tidak pasti. e. Peradangan dihasilkan dapat menyebabkan gejala seperti mual. Dalam beberapa kasus. akhirnya menimbulkan kematian karena gagal jantung. komplikasi pernapasan atau kerusakan ginjal. tetapi sejumlah besar cacing bisa berakibat fatal dalam beberapa kasus. Gejala pertama mungkin muncul antara 12 jam dan dua hari setelah konsumsi daging yang terinfeksi. ELISA pengujian adalah mungkin sebagai metode diagnosis. Hal ini kadang-kadang disebut sebagai "cacing babi" karena itu yang ditemukan biasanya dalam produk daging babi kurang matang. dan produk limbah mereka mengeluarkan dapat memprovokasi reaksi imunologis. beruang dan manusia. . Gejala dapat dihilangkan dengan penggunaan analgesik dan kortikosteroid. babi. dan diare. terjadi pada tikus.

Di Amerika Serikat. termasuk 57 trichinellosis kematian terkait.f. The Herd Trichinae Program Sertifikasi adalah preharvest babi program keselamatan sukarela yang berisi dokumentasi praktek manajemen babi untuk meminimalkan paparan Trichinella. metode pengolahan juga telah memberi kontribusi pada dramatis penurunan trichinellosis manusia yang berhubungan dengan produk daging babi. Selain penurunan prevalensi Trichinella dalam daging babi komersial. dan metode penyembuhan untuk produk daging babi olahan untuk mengendalikan eksposur manusia pascapanen untuk Trichinella. Selama 1947-1951. Selama 1997-2001. rata-rata 393 kasus dilaporkan setiap tahun. Di Amerika Serikat. Penurunan infeksi sebagian besar terkait dengan perubahan diimplementasikan oleh industri daging babi AS yang telah mengakibatkan penurunan prevalensi Trichinella antara babi domestik. kejadian menurun menjadi rata-rata 12 kasus per tahun. USDA telah menciptakan pedoman untuk suhu memasak yang spesifik dan waktu. dengan tidak ada kematian yang dilaporkan. suhu beku dan waktu. diafragma babi secara rutin sampel untuk mendeteksi infeksi Trichinella. Pencegahan dan pengendalian Trichinosis (juga trichinellosis) adalah penyakit yang disebabkan oleh jaringan yang tinggal cacing gelang dari spesies Trichinella spiralis. . Dalam pemotongan hewan besar. Tujuan dari program ini adalah untuk membangun sebuah sistem di mana fasilitas produksi daging babi yang mengikuti praktek-praktek produksi yang baik dapat disertifikasi sebagai Trichinella-aman. Melalui US Code of Federal Regulations. Kongres meloloskan Undan-undang Perlindungan Kesehatan Federal Babi membatasi penggunaan sampah mentah sebagai saham untuk memberi makan babi dan menciptakan sukarela Program Trichinae Herd Sertifikasi. sistem trichinellosis nasional surveilans telah mendokumentasikan penurunan stabil dalam kejadian yang dilaporkan penyakit ini.

juga dikenal sebagai penyakit cacing Guinea. Cacing betina dewasa bermigrasi sepanjang jaringan subkutan untuk mencapai kulit di bawah lutut. Dracunculiasis. Siklus Hidup Manusia terinfeksi dengan meminum air tanpa filter mengandung copepoda (kecil krustasea) yang telah terinfeksi dengan D. nematoda Dracunculus terpanjang medinensis. cacing betina membentuk melepuh pada kulit. usus dinding. umumnya pada ekstremitas bawah distal (kaki). tetapi ketika lesi datang ke dalam kontak dengan air. b. medinensis c. merupakan menginfeksi manusia. Para wanita dewasa terutama lebih besar dari pria dewasa. medinensis larva. Dracunculus medinensis a. disebabkan yang oleh nematoda salah betina satu besar. Klasifikasi ilmiah Kerajaan Filum Kelas Order : Animalia : Nematoda : Secernentea : Camallanida Superfamili : Dracunculoidea Keluarga Genus Spesies : Dracunculidae : Dracunculus : D. sedangkan laki-laki dewasa hanya 40 mm (1. copepoda mati dan melepaskan larva stadium 3.2. . dan masuk ke dalam rongga perut dan ruang retroperitoneal . Morfologi Medinensis Dracunculus adalah nematoda yang menyebabkan dracunculiasis. Setelah sekitar satu tahun infeksi. yang kemudian menembus host perut . yang istirahat terbuka. Pasien kemudian berusaha untuk meringankan ketidaknyamanan lokal dengan menempatkan kaki mereka dalam air. Para wanita dewasa terpanjang tercatat adalah 800 milimeter (31 in).6 in). Setelah matang. cacing jantan dewasa mati sedangkan betina bermigrasi pada jaringan subkutan terhadap permukaan kulit. Setelah tertelan. membentuk blister ulserasi menyakitkan.

Pemberantasan Dracunculiasis. Pengobatan Teknik tradisional yang melibatkan berliku cacing keluar pada tongkat telah menjadi pengobatan digunakan dengan berhasil selama berabad-abad.5 juta kasus dilaporkan setiap tahun.000. pada tahun 2008 angka itu turun menjadi 5. upaya yang lebih didukung oleh Carter Center . Sumber air dapat diobati dengan larvicide disetujui yang membunuh copepoda. f. Metode alternatif ini dilakukan dengan pengangkatan worm. Upaya pengendalian telah sangat sukses melalui mencegah kontaminasi air minum dan membunuh copepoda dengan insektisida.cacing betina muncul dan melepaskan panggungnya 1 larva. d. Penelanan dari copepoda adalah tahap terakhir yang melengkapi siklus. tetapi aktivitas terhadap cacing tetap dipertanyakan. dapat digunakan untuk menghapus worm yang mengandung sakit krustasea. Obat-obatan seperti metronidazole bisa meringankan gejala. Pada tahun 1984 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meminta Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) untuk menjadi ujung tombak upaya pemberantasannya. medinensis dari menyelesaikan siklus hidupnya. Pencegahan dan pengendalian Guinea penyakit cacing ditularkan melalui air minum yang terkontaminasi. Rod dari Asclepius . seperti Abate. Mayor kemajuan telah dibuat: pada tahun 1985 masih 3. . Sebuah filter kain halus-mesh seperti nilon. tanpa memunculkan risiko besar bagi manusia atau satwa liar lainnya. atau air dapat direbus untuk membuat aman untuk diminum. dan setelah dua minggu (dan dua molts) tahap 3 larva menjadi menular. e. penyakit khas manusia. Larva tersebut kemudian dicerna oleh copepoda. dapat diberantas dengan menyediakan pasokan air yang aman yang mencegah D. Prosedur operasi yang hanya berhasil jika cacing seluruh di dekat permukaan kulit. Perawatan ini diabadikan dalam salah satu simbol modern Medicine.

americanus c. Setelah 24-48 jam di bawah kondisi yang menguntungkan. sedangkan betina sekitar 9-11 mm. mereka liang melalui alveoli paru dan perjalanan menaiki trakea . Morfologi Parasit ini memiliki dua punggung dan dua ventral piring pemotongan sekitar margin anterior dari bukal kapsul. Mereka dapat menghasilkan mana saja antara 5000 dan 10. Mereka juga memiliki sepasang subdorsal dan sepasang gigi subventral yang terletak dekat dengan bagian belakang. Pria biasanya 7-9 mm. Jangka hidup khas dari parasit ini adalah tiga sampai lima tahun. telur menjadi berembrio dan menetas. di mana mereka menelan dan ditakdirkan untuk usus kecil. Tahap juvenil 2 molts sekali lagi sampai mencapai tahap 3 remaja. perjalanan melalui pembuluh darah dan jantung. Necator americanus a. Transformasi dari rhabditiform ke filariform biasanya mengambil 5 sampai 10 hari Ini bentuk larva mampu menembus kulit manusia. . ini juga bentuk infektif. b. berubah menjadi tahap remaja 2. Setelah di sini. Klasifikasi Ilmiah Kerajaan Filum Kelas Order Keluarga Genus Spesies : Animalia : Nematoda : Secernentea : Strongylida : Ancylostomatidae : Necator : N. Larva rhabditiform tumbuh dan ganti kulit dalam tanah.000 telur per hari.C. Cacing pada hewan Kambing 1. yang juga disebut filariform. mencapai paru-paru. Siklus Hidup Worm ini dimulai sebagai unembryonated telur di dalam tanah. Ini 1 Tahap pertama remaja dikenal sebagai rhabditiform.

barat daya pulau-pulau Pasifik. dan Asia Tenggara. d. Migrans larva kulit adalah zoonosis infeksi yang terjadi ketika manusia menjadi tuan rumah disengaja. Epidemiologi N. Penularan infeksi Necator americanus membutuhkan pengendapan telur yang mengandung kotoran pada teduh. Karena filariform dapat mereproduksi dan matang hanya dalam host definitif. Telur berakhir di tanah setelah meninggalkan tubuh melalui feses. Oleh karena itu. duodenale. Siklus di host definitif serupa dengan pada manusia. cacing yang paling dewasa dieliminasi dalam 1 sampai 2 tahun.Di sinilah mereka dewasa dan berkembang biak menjadi dewasa dengan melampirkan sendiri ke dinding usus. lembab (tropis) kondisi. americanus pertama kali ditemukan di Brazil dan kemudian ditemukan di Texas. americanus tidak memiliki penangkapan pembangunan di host kekebalan tubuh dan perlu untuk itu untuk bermigrasi melalui paru-paru. Jejak penetrasi filariform terlihat di kulit karena hanya bisa bersembunyi melalui lapisan luarnya. menyebabkan peningkatan kehilangan darah oleh tuan rumah. ia berkelana di seluruh lapisan epidermis di tempat yang tidak dapat menembus dalam ke dalam kulit manusia. India. Cina. americanus. N. tetapi juga dapat ditemukan pada babi dan anjing. siklus hidup americanus hanya sedikit berbeda dari A. Parasit ini ditemukan pada manusia. Tim tuan rumah definitif untuk spesies ini kucing dan anjing. Kemudian ditemukan di asli di Afrika. tanah baik dikeringkan dan disukai oleh hangat. Sekitar 95% dari cacing tambang ditemukan di wilayah selatan Amerika Serikat adalah N. N. . perbedaannya adalah ketika larva filariform bersembunyi melalui kulit manusia. Rata-rata. Parasit ini adalah parasit tropis dan merupakan spesies yang paling umum pada manusia. infeksi di seluruh dunia biasanya dilaporkan di tempat-tempat kontak langsung dengan tanah yang terkontaminasi terjadi.

Namun. parasit americanus dapat diobati dengan menggunakan benzimidazoles . Infeksi yang disebabkan oleh larva migrans kulit. trichiura dan N. mengenakan sepatu di endemik daerah membantu mengurangi prevalensi infeksi. Namun. penyakit kulit pada manusia. g. Hal ini menunjukkan Albendazole yang paling efektif untuk mengobati kedua T. Sebuah transfusi darah mungkin diperlukan pada kasus berat anemia. yang dapat menyebabkan sakit perut. dan pembuangan terkendali kotoran manusia sangat penting untuk pencegahan. trichiura. . sanitasi. dan mebendazole . hasil penelitian menunjukkan bahwa baik Albendazole dan mebendazole adalah 90% efektif dalam menyembuhkan T. diare. ditandai dengan pecah kulit dan gatal parah. Gejala Ketika cacing dewasa menempel pada vili dari usus kecil . Pengobatan Infeksi N. Albendazole memiliki angka kesembuhan 95% untuk N. mereka mengisap darah host. dan penurunan berat badan yang dapat menyebabkan anoreksia. Dalam studi kasus yang melibatkan 56-60 pria dengan Trichuris trichiura dan / atau N. Bentuk anemia pada anak bisa menimbulkan keterbelakangan fisik dan mental. sementara mebendazole hanya memiliki angka kesembuhan 21%.e. americanus. americanus. Pencegahan Pendidikan. Besi suplemen dan diet tinggi protein akan mempercepat proses pemulihan. Infeksi ringan biasanya tidak diobati di daerah di mana infeksi ulang sering terjadi. americanus. Albendazole . kram. f. Infeksi berat dapat menyebabkan pengembangan kekurangan zat besi dan anemia hipokromik mikrositik.

Kuba. diatur dalam tandem di belakang ovarium. Folikel vitelline sangat luas. Amerika Selatan. Manusia sering terinfeksi dengan mengonsumsi selada air. Para CECA usus sangat dendritik dan meluas ke dekat ujung posterior tubuh. Morfologi Fasciola hepatica adalah salah satu cacing terbesar dunia. utara Afrika. Infeksi pada manusia terjadi di bagian Eropa. Feses pada Remaja usia 20 tahun Fasciola hepatica a. Pengisap oral kecil tapi kuat dan terletak pada akhir proyeksi berbentuk kerucut pada akhir anterior. Testis yang besar dan sangat bercabang. b. Acetabulum lebih besar dari pengisap lisan dan anterior. Tegument ditutupi dengan duri besar. mencapai panjang 30mm dan lebar 13mm. Klasifikasi Ilmiah Kingdom : Animalia Phylum Class Subclass Order Family Genus Species : Platyhelminthes : Trematoda : Digenea : Echinostomiformes : Fasciolidae : Fasciola : Fasciola hepatica c. Ini adalah berbentuk daun. menunjukkan posterior dan anterior luas.D. dan lokal yang lain. meskipun bentuknya bervariasi. mengisi sebagian besar tubuh lateral dan menjadi konfluen belakang testis. lebih kecil dendritik terletak di sisi kanan. . Ini adalah salah satu agen penyakit yang paling penting dari saham domestik di seluruh dunia dan menunjukkan janji yang tersisa sehingga untuk tahun-tahun mendatang. dan scalelike. melingkar antara ovarium dan kantong cirrus preacetabular. Ovarium. Epidemiologi Infeksi dimulai ketika vegetasi akuatik metaserkaria yang terinfeksi dimakan atau ketika air yang mengandung metaserkaria diminum.

Artemether telah terbukti efektif dalam model tikus dari fascioliasis. Sebuah catatan palsu dapat terjadi ketika pasien telah dimakan dan melewati hati yang terinfeksi telur melalui feses. hepatica untuk triclabendazole telah tercatat di Australia dan Irlandia.d. apabila memakan selada air) –> masuk ke tubuh dan menjadi Cacing dewasa menyebabkan Fascioliasis. Pemeriksaan harian selama diet hati bebas akan membuka kedok diagnosis palsu. tampaknya bertindak dengan uncoupling fosforilasi oksidatif dalam kebetulan itu. Diagnosis dan Pengobatan Diagnosis spesifik tergantung pada menemukan telur pada tinja. e. Tes ELISA yang tersedia secara komersial dan dapat mendeteksi anti-hepatica antibodi dalam serum dan susu. Obat pilihan dalam pengobatan fasciolosis adalah triclabendazole . kemudian keluar dari tubuh keong –> Kista yang menempel pada tetumbuhan air (terutama selada air –> Nasturqium officinale) kemudian termakan hewan ternak (dapat tertular ke orang. tapi yang baru. mikrotubulus cytoskeletal struktur.Proteases disekresikan oleh F. terutama dimaksudkan untuk digunakan pada sampel kotoran sedang developed. Siklus Hidup Telur –> Larva Mirasidium masuk ke dalam tubuh siput Lymnea –> Sporokista –> berkembang menjadi Larva (II) : Redia –> Larva (III) : Serkaria yang berekor. baik pada manusia dan hewan domestik. Salah satunya.hepatica juga telah digunakan secara eksperimental pada imunisasi antigen. rafoxanide. . Obat ini bekerja dengan mencegah polimerisasi molekul tubulin ke dalam. resistansi dari F. Enzim terkait uji tes (ELISA) immunosorbent tersedia juga. Beberapa obat yang efektif dalam kemoterapi fascioliasis. Namun. anggota benzimidazole keluarga anthelmintics .

sedangkan bursa kopulatrik berfungsi untuk memegang tubuh cacing betina pada saat kopulasi. selanjutnya akan dikeluarkan dari tubuh cacing setelah memiliki 2-8 selbersama tinja saat defikasi. mempunyai alat kelamin tunggal. kemudian berbalik kebelakang membentuk saluran yang berkelok-kelok sampai dipertengahan tubuh cacing dan kemudian tubulus melebar membentuk vesicula seminalis. berwarna putih kelabu atau kemerahan tergantung banyaknya darah yang ada didalam saluran pencernaannya. alat kelaminnya berpasangan. dimana vulvanya terletak kira-kira di 1/3 posterior tubuhnya. Ujung anterior cacing melengkung kearah dorsal dan celah mulut mengarah ke antero dorsal. Ada sepasang spikula yang juga bermuara pada kloaka berfungsi untuk mengarahkan pancaran air mani kedalam saluran reproduksi cacing betina.a. Cacing jantan berukuran panjang 9-12 mm. dimana bursa cacing jantan mempunyai kerangka yang bentuknya sempurna dan sepasang spikulum sama besar yang panjangnya sekitar 0. berbentuk seperti tubulus yang dimulai kira-kira disebelah anterior dari kelenjar air mani yang berjalan ke anterior sampai sebatas kelenjar cervicalis anterior. Telur cacing berbentuk ovoid dengan . Morfologi Cacing dewasa berukuran relatif kecil. Ancylostoma caninum a. Capsul buccalisnya dalam dengan 1-3 pasang gigi pada tepinya dan lancet segitiga ” Trianguler ” atau gigi dorsal yang berada didalamnya. Uterus dan ovarium cacing betina mempunyai bentuk yang berkelak-kelok dan dilanjutkan dengan oviduct. Sel telur yang dibuahi akan mengalami perkembangan dengan jalan pembelahan sel. Testis terdapat hanya satu. terdapat gubernakulum bermuara pada kloaka yang terletak pada bursa tersebut. berbentuk silinder. Saluran reproduksi ini kemudian dilanjutkan dengan duktus ejakulatorius. Feses pada hewan Kucing 1.9 mm. Cacing betina berukuran panjang 15-18 mm. kaku.

Baik larva II dan larva III sumber makanan sama dengan Larva I. Mengeluarkan telur bersama feses saat defikasi. Klasifikasi ilmiah Klasifikasi ilmiah Ancylostoma caninum yaitu : Kerajaan : Animalia Filum Kelas Order Keluarga Genus Spesies : Nematoda : Secernentea : Strongylida : Ancylostomatidae : Ancylostoma : Ancylostoma caninum c.ujung membulat atau tumpul. Setelah beberapa hari larva IV akan mengalami penyilihan sekali lagi dan berkembang menjadi cacing muda. Cara penularan cacing ini dengan larva infektif melalui : 1.didalam telur akan terbentuk larva I. Larva I akan segera memasuki fase lethargi (istirahat) dan selanjutnya menyilih menjadi larva II yang esofagusnya sudah kelihatan lebih langsing. Setelah berada didalam saluran pencernaan. terbungkus dari dinding telur yang tipis dengan ukuran 56-75 X 34-47 mikron. larva III akan segera memasuki kelenjar lambung atau krypta liberkun dan setelah 3 hari larva III akan mengalami penyilihan menjadi IV dan kembali bermigrasi ke lumen usus. pada lingkungan yang mendukung (suhu 23 – 30 0C tanah berpasir dan basah. Per –oral. . Infeksi terjadi karena tertelannya larva III bersama makanan atau minuman. Setelah 12-36 jam. b. telur yang mengandung larva I akan segera menetas dan terbebaslah larva I yang mempunyai bentuk esofagus yang rhabditiform berukuran 275 mikron serta memanfaatkan sisa organik dan bakteri sebagai bahan makanan. kelembaban tinggi). Siklus Hidup Cacing Ancylostoma sp. setelah 5-8 hari akan mengalami penyilihan lagi dan menjadi larva III (infektif) dengan esofagus filariform.

setelah berada di alveoli larva 3 menyilih menjadi larva 4. trachea. selanjutnya bermigrasi ke bronchiolus. bronchus. 4. Pada hospes definif bunting infeksi terjadi karena larva 3 yang berada pada aliran darah dapat melehati placenta dan akhirnya menginfeksi foetus. Pre-natal. Laktogenik. Per-kutan (penetrasi kulit). 2. Klasifikasi ilmiah Kerajaan Filum Kelas Order Keluarga Genus Spesies : Animalia : Platyhelminthes : Trematoda : Opisthorchiida : Opisthorchiidae : Clonorchis : C. 3. selanjutnya menembus kapiler dan masuk ke dalam alveoli.2. Setelah anak lahir larva 3 baru melanjutkan perkembangannya menjadi cacing dewasa. Perkembangan selanjutnya akan terjadi didalam usus anaknya. larva infektif (L3) yang aktif akan menembus kulit atau mukosa rongga mulut. Larva 3 akan mengalami fase istirahat didalam usus foetus sampai dilahirkan. Di dalam paru-paru sebagian besar larva 3 akan tertahan kapiler paru-paru. sinensis . Clonorchis sinensis a. Di dalam usus halus mengalami ekdisis menjadi cacing muda. pharing dan akhirnya karena batuk larva 4 tertelan dan sampai di usus halus. Cacing dewasa akan ditemukan setelah 17 hari setelah infeksi. Infeksi pada anak terjadi karena anak menyusu pada induknyadan larva yang berada di dalam kelenjar susuakan keluar bersama air susu. selanjutnya bersama aliran darah mencapai jantung dan selanjutnya masuk ke paru-paru.

Deck glass 6. Kaca objek 5. 2. Gelas kimia 2. Menambahkan beberapa tetes diatas feses yang ada pada objek glass 5. Mengambil sedikit feses dengan menggunakan lidi dan memasukkan feses kedalam gelas kimia 2. kambing. Prosedur Kerja Adapun prosedur kerja dari percobaan tersebut: 1. Lidi C. Eosin 2% 3. remaja. Mengamati dibawah mikroskop dengan pebesaran 100 kali . Mikropipet 2. Aquadest 4. Menutup objek glass dengan menggunakan deglass 6. Alat dan Bahan Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan ini. manula.00 Wita : Laboratorium Biodiversity Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Tadulako B.BAB III METEDOLOGI A. Sampel feses anak-anak. Alat 1. yaitu : 1. 12 Mei 2012 : 13. Meletakkan feses diatas objek glass dengan rata 4. Pipet tetes 4. dan kucing. Bahan 1. Mikroskop 3. Waktu dan Tempat Adapun praktikum Feses ini dilaksanakan pada : Hari/Tanggal Jam Tempat : Sabtu. Menambahkan aquadest secukupnya kemudian diaduk sampai larut 3. NaCl fisiologis 5.

Trichinella spiralis Dewasa usia tahun Dracunculus medinensis i s 40 .BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Ancylostoma duodenale Literatur Gambar sampel Nama Spesies Pada anak-anak Ascaris lumbricoides 2. Hasil Pengamatan No Sampel feses Sampel 1.

Larva Filariform sp. Larva Rabditiform Larva Hewan Kambing Filariform Necator americanus 4. Feses pada Remaja usia 20 tahun Necator americanus Fasciola hepatica .3.

5. Toxocara sp Hewan Kucing Ancylostoma caninum Clonorchis sinensis .

. hospes reservoir hospes dimana parasitnya mengalami reproduksi secara sexuil hospesnya adalah binatang. parasitnya bereproduksi secara asexuil Metode yang digunakan dalam praktikum ini adalah Metode Natif.B. yaitu pada manusia. Pembahasan Fenomena hidup parasitis adalah hidup bersama antara dua organisme yang berbeda spesies. Ia hidup di usus kecil. Dalam praktikum ini sampel dibuat dengan mencampurkan tinja dengan pewarna eosin. dan hospes perantara hospes tempat tumbuh parasit menjadi bentuk infektif dan siap ditularkan ke hospes lain. dimana organisme yang satu hidup pada atau didalam tubuh organisme yang lain untuk mendapat makanan tanpa ada konpensasi apapun. tetapi untuk infeksi yang ringan sulit ditemukan telur-telurnya. Organisme yang mendapat makanan disebut Parasit sedangkan organisme yang kehilangan makanan disebut Hospes. Pewarnaan dilakukan agar larva. Hospes difinitif hospes yang mengandung parasit bentuk dewasa dan parasitnya bereproduksi secara sexual. telur cacing dan unsur-unsur lainnya dalam tinja dapat dilihat lebih jelas dibawah mikroskop dan berfungsi juga untuk mematikan semua benda hidup yang terdapat dalam tinja. Ancylostoma duodenale Cacing Ancylostoma duodenale ini hidup pada inangnya atau hospes definitifnya. Metode ini dipergunakan untuk pemeriksaan secara cepat dan baik untuk infeksi berat. Feses pada Anak-anak Pada praktikum kali ini dengan sampel feses anak-anak terdapat parasit yaitu Ancylostoma duodenale dan juga ditemukan Ascaris lumbricoides berupa telur yang tidak dibuahi dan larva. a. Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut: 1. Ancylostoma duodenale adalah spesies dari cacing genus Ancylostoma. Ini adalah cacing nematoda parasit dan umumnya dikenal sebagai cacing tambang. baik bersifat sementara atau permanent.

Trichinella spiralis Trichinella spiralis adalah nematoda parasit yang memiliki siklus hidup langsung. larva dilepaskan dari sel perawat (karena pH lambung) dan bermigrasi ke usus. Telur akan masuk ke saluran pencernaan dan telur akan menjadi larva pada usus. Larva akan menembus usus dan masuk ke pembuluh darah. yakni merusak hati. jantung dan kemudian di paru-paru. babi. tikus. b. beruang. a. 2.Adapun daur hidup dari cacing ini adalah Usus manusia – cacing – telur keluar bersama feses – tempat becek – menetas – hidup lama – menempel pada kaki manusia – menembus kaki – aliran darah – jantung – paru-paru – kerongkongan – tertelan – usus manusia – cacing dewasa. Ketika manusia makan daging yang terinfeksi. dan bereproduksi. dll. Hospes definitive dari Ancylostoma duodenale adalah manusia. pada feses anak-anak juga ditemukan Ascaris lumbricoides berupa telur yang tidak dibuahi dan larva. di mana mereka bersembunyi ke dalam mukosa usus. anjing. Hospes definitif dari Trichinella spiralis yaitu manusia. Ia akan beredar mengikuti sistem peredaran. Manusia biasanya terinfeksi ketika mereka makan daging babi atau daging dimasak tidak benar Trichinella terinfeksi. Feses Dewasa usia 40 tahun 40 tahun terdapat Trichinella spiralis dan Pada feses Dewasa usia Dracunculus medinensis yang keduanya berupa larva. yang berarti itu selesai semua tahap pembangunan di satu host. Ascaris lumbricoides Selain Ancylostoma duodenale. dewasa. Ia akan tertelan kembali masuk ke saluran cerna. kucing. Di manusia. larva Ascaris akan berkembang menjadi dewasa dan mengadakan kopulasi serta akhirnya bertelur. babi hutan. larva akan menjadi cacing dewasa. Setibanya di usus. .

yang telah dirilis sebelumnya dari kulit host definitif. Ini adalah parasit nematoda cacing yang hidup di usus kecil yakni penghuni seperti manusia. setiap generasi cacing harus melewati manusia. Tiga hari kemudian larva berubah lagi menjadi larva filarifom dimana larva ini dapat menembus kulit kaki dan masuk ke dalam tubuh manusia. tetapi ini jarang terjadi. Permukaan tubuh berwarna putih susu dengan kutikula yang halus. yaitu. yang disebut larva rhabditiform. . Ujung anterior berbentuk bulat tumpul sedangkan ujung posterior melengkung membentuk kait. tenggorokan. dan kucing. terinfeksi. americanus akan menghilangkan 0. Manusia terinfeksi dengan meminum air tanpa filter mengandung copepoda (kecil krustasea) yang telah terinfeksi dengan D.005-1 cc darah per hari. cacing tambang bergerak mengikuti aliran darah. Dracunculus medinensis Cacing Dracunculus medinensis berbentuk silindris dan memanjang seperti benang. 3. cacing tambang menjadi berbahaya karena dapat menyebabkan anemia pada manusia. Necator americanus umumnya dikenal sebagai cacing tambang. Setiap ekor cacing N. larva menjadi cacing dewasa yang siap menghisap darah. Di tubuh manusia. Oleh karena itulah. Infeksi juga dapat diperoleh dengan mengonsumsi sejumlah paratenic ikan. Hospes definitive dari Necator americanus yaitu manusia. Telur cacing tambang keluar bersamaan dengan feces.b. menuju jantung. telur akan menetas menjadi larva. Memiliki mulut yang kecil dan ujung anteriornya dikelilingi paling sedikit 10 papila. Dalam waktu 1-1.5 hari. Tidak ada reservoir host. Feses pada hewan Kambing Pada hewan kambing ditemukan Necator americanus dengan dua larva yaitu Larva Rabditiform dan Larva Filariform. paru-paru. kemudian tertelan dan masuk ke dalam usus. medinensis larva yang mengandung bentuk dewasa parasit (remaja). anjing. Di dalam usus. Seperti cacing tambang lain itu adalah anggota dari filum Nematoda .

4. Bagian tubuhnya ditutupi oleh sisik kecil dari kutikula sebagai pelindung tubuhnya dan membantu saat bergerak. Feses pada Hewan Kucing Dari hasil pengamatan pada feses kucing ditemukan telur cacing Toxocara sp. anjing. Seperti cacing tambang lain itu adalah anggota dari filum Nematoda . Telur dan Larva hanya dapat dilihat dibawah mikroskop dikarenakan telur dan larva tersebut berukuran sangat kecil dan tidak dapat dilihat oleh mata secara langsung. Pada bagian depan terdapat mulut meruncing yang dikelilingi oleh alat pengisap.5 – 3 cm dan lebar 1 . Fasciola hepatica atau disebut juga Cacing hati merupakan anggota dari Trematoda (Platyhe lminthes). Fasciola hepatica Fasciola hepatica hospes definitive yaitu kambing dan sapi (kadang-kadang pada manusia). Cacing hati mempunyai ukuran panjang 2. a. Feses pada Remaja usia 20 tahun Pada pemeriksaan feses menggunakan sampel feses pada remaja usia 20 tahun ditemukan cacing jenis Necator americanus dengan Larva Filariform sp. . b. dan cacing jenis Fasciola hepatica a.5 cm. Necator americanus Hospes definitive dari Necator americanus yaitu manusia.1. Ini adalah parasit nematoda cacing yang hidup di usus kecil yakni penghuni seperti manusia. dan kucing. 5. dan ada sebuah alat pengisap yang terdapat di sebelah ventral sedikit di belakang mulut.. Banyak terdapat pada kucing karena parasit ini memperoleh nutrisi yang dapat digunakan untuk bertahan hidup pada kucing yang merupakan hospes reservoir. larva Ancylostoma duodenale dan telur Clonorchis sinensis. Toxocara sp Hospes reservoir cacing ini yaitu anjing dan kucing Cacing ini terdapat pada kucing karena karena parasit ini memperoleh nutrisi yang dapat digunakan untuk bertahan hidup pada kucing yang merupakan hospes reservoir. juga terdapat alat kelamin.

hospes perantara Pertama Keong air (Bulinus. Dari semua spesies cacing yang ditemukan. Clonorchis sinensis Hospes definitif Manusia. kucing. dapat menimbulkan kematian dalam jangka waktu 2-3 minggu. beruang kutub dan babi. dan hospes perantara kedua Ikan (Famili Cyprinidae) Clonorchis sinensis. di mana bentuk dewasa bertelur yang melewati feses. Siklus hidup sinensis Clonorchis yaitu telur dari sinensis Clonorchis (umumnya: manusia kebetulan hati ). Ancylostoma duodenale Hospes definitive dari Ancylostoma caninum yaitu kucing dan anjing.000 larva per kg bb. cacing jenis Trichinella Spiralis merupakan cacing yang sangat berbahaya hingga dapat menyebabkan kematian. Larva cacing ini dapat menginfeksi otot sehingga terjadi nyeri otot dan radang otot. dan ditemukan terutama di umum saluran empedu dan kantong empedu . serta dapat menjadi dewasa pada manusia. mengapung di air tawar sampai dimakan oleh siput. Semisulcospira). parasit tinggal di hati manusia. Gejala umum termasuk anemia dan diare Parasit ini juga dapat mempengaruhi manusia.Cacing ini menyerang usus halus manusia. Tahap larva menembus kulit dan membuat jalan melalui sistem peredaran darah ke saluran pencernaan. Infeksi berat larva Trichinella spiralis.b. yang berisi mirasidium yang berkembang menjadi bentuk dewasa. Hal ini terkadang berkembang menjadi dewasa menyebabkan enteritis eosinofilik pada orang. Vaksinasi segera mungkin c. . yaitu mengandung lebih dari 5. anjing. makan pada empedu. dan larva invasif mereka dapat menyebabkan ruam yang gatal disebut larva migrans kutaneus.

pada remaja usia 20 tahun telur Filariform sp. Dan terakhir hewan kucing didapat Ancylostoma duodenale dan Clonorchis sinensis. pada sampel orang dewasa usia 40 tahun terdapat larva jenis Trichinella spiralis dan Dracunculus medinensis.000 larva per kg bb.BAB V PENUTUP A. yaitu mengandung lebih dari 5. 3. Infeksi berat larva Trichinella spiralis. dari larva Necator americanus dan telur Fasciola hepatica. Dari semua spesies cacing yang ditemukan. Pada praktikum pemeriksaan feses kali ini metode yang digunakan yaitu metode natif dengan menggunakan pewarna eosin dan menggunakan mukroskop dengan perbesaran 10 x 10. 2. Pada pemeriksaan feces untuk sampel feses pada anak-anak diperoleh cacing jenis Ancylostoma duodenale dan Ascaris lumbricoides. Kesimpulan Adapun kesimpulan dari praktikum ini adalah: 1. dapat menimbulkan kematian dalam jangka waktu 2-3 minggu. pada hewan kambing didapat Larva Rabditiform dan Larva Filariform dari cacing Necator americanus. . Cacing ini menyerang usus halus manusia. cacing jenis Trichinella Spiralis merupakan cacing yang sangat berbahaya hingga dapat menyebabkan kematian.

Pukul 19. http://id. 2011. 2011. http://kuuiposaranghada. 2011. Pukul 19. Anonim.html diakses pada 4 April 2012.00 Wita. 2011..id/304/1/158232408201011471.L-Johan-Manery diakses pada 4 April 2012. Anonim. Pukul 19. Pukul 19.DAFTAR PUSTAKA Anonim.blogspot.. Anonim.com/doc/39451832/L. Pukul 19.ac.wordpress.wikipedia.-shigella. diakses pada 4 April 2012. Pukul 19. 2011. http://www.wikipedia.00 Wita..uns. http://muhammad-alqamari.scribd. 2011. Anonim.pdf diakses pada 4 April 2012.. 2011.com/ diakses pada 4 April 2012.00 Wita.com/ diakses pada 4 April 2012. 2011. Anonim. http://eprints.blogspot.com.00 Wita.org/wiki/Pseudomonas.shvoong. http://id. Pukul 19.00 Wita.org/wiki/Salmonella diakses pada 4 April 2012.com/ diakses pada 4 April 2012.00 Wita. .00 Wita. Pukul 19. Anonim. http://id. http://framesti.00 Wita. Anonim.

: Dias Tuti : G 601 11 046 : IV : Arif Rahman Jabal.LEMBAR ASISTENSI Nama Stambuk Kelompok Asisten No.Si Hari/Tanggal Keterangan Tanda Tangan . S.

Tujuan Percobaan : Pemeriksaan Feses : Adapun tujuan dari praktikum ini yaitu 1. Mikropipet 8. remaja. 7. manula. Judul Percobaan B. 11. dan kucing. Lidi Kaca objek Deck glass Gelas kimia . Alat 7. Sampel feses anak-anak. Pipet tetes 10. Alat dan Bahan Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan ini. 12. Eosin 2% 8. kambing. Bahan 6. Mengamati adanya parasit yang ada dalam sampel faces 2. 4. Mengamati telur parasit yang ada pada faces dengan beberapa metode C. Aquadest 9.LAPORAN SEMENTARA Percobaan 9 A. yaitu : 3. Mikroskop 9.

Hasil Pengamatan No Sampel feses Sampel 1.B. Ancylostoma duodenale Literatur Gambar sampel Nama Spesies Pada anak-anak Ascaris lumbricoides 2. Trichinella spiralis Dewasa usia tahun Dracunculus medinensis i s 40 .

3. Feses pada Remaja usia 20 tahun Necator americanus Fasciola hepatica . Larva Rabditiform Larva Hewan Kambing Filariform Necator americanus 4. Larva Filariform sp.

Toxocara sp Hewan Kucing Ancylostoma caninum Clonorchis sinensis .5.

Kelompok IV Dias Tuti (G 601 11 046) Melvina Manita F. S.Ardiyansyah (G 601 11 079) Asisten Pembimbing Arif Rahman Jabal.Si .Fachrin (G 601 11 056) Magfirah (G 601 11 067) Masrida (G 601 11 068) Pertiwi (G 601 11 078) Moh. (G 601 11 049) Yuditha Apriliana W(G 601 11 053) Moh.