You are on page 1of 24

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR OSILASI

Disusun oleh:
Nama NIM : Selvi Misnia Irawati : 12/331551/PA/14761

Program Studi : Geofisika Golongan Asisten : 66 B : Halim Hamadi

UNIT LAYANAN FISIKA DASAR FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS GADJAH MADA 2012

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR OSILASI

I. Pendahuluan Pada masa sekarang ini, banyak alat-alat yang tidak lepas dari konsep fisika. Salah satunya adalah tentang ayunan sederhana atau dalam ilmu fisika sering disebut osilasi. Ayunan sederhana sendiri adalah apabila sebuah benda yang digantungkan pada tali ringan yang tidak dapat melar, diberi gaya tarik atau dorongan dari posisi setimbang dan dilepaskan, maka massa tersebut akan berayun dalam bidang horizontal maupun vertikal dengan gerakan yang periodik. Definisi osilasi adalah gerak bolak-balik benda di suatu titik setimbang dengan lintasan yang sama secara periodik (berulang dalam rentang waktu yang sama). Osilasi sendiri terjadi jika sebuah sistem diganggu dari posisi kesetimbangan stabilnya. Osilasi dibagi menjadi dua yaitu osilasi harmonis sederhana dan osilasi harmonis kompleks. Pada praktikum ini, yang dibahas adalah osilasi harmonis sederhana, dimana praktikan dibimbing untuk mengetahui pengaruh panjang maupun jarak tali terhadap periode. Selain itu praktikan juga harus mengetahui konstanta maupun eksponen pada rumus persamaan.

II. Tujuan Tujuan dari praktikum osilasi ini adalah: 1. Belajar menerapkan dan mengartikan (menginterpretasikan) grafik 2. Menentukan hubungan antara periode osilasi dengan panjang tali dan jarak tali secara grafis 3. Menentukan nilai a, b (eksponen) dan α (konstanta) berdasarkan grafik dan perhitungan

3

4 . Osilasi dibagi menjadi dua macam yaitu osilasi harmonik sederhana dan osilasi harmonik kompleks. Contoh osilasi: Bandul jam yang bergerak ke kanan dan ke kiri Senar gitar yang bergetar Osilasi molekul udara dalam gelombang bunyi Osilasi medan listrik dan medan magnet dalam gelombang elektromagnet Osilasi pada perangkat radio dan televise Istilah vibrasi juga sering disebut sebagai sinonim osilasi.III. Yang mana getaran atau vibrasi itu adalah suatu gerak bolak-balik di sekitar titik kesetimbangan. Pada osilasi tidak hanya terjadi pada sistem fisik. walaupun sebenarnya vibrasi merujuk pada jenis spesifik osilasi yaitu osilasi mekanis. Osilasi merupakan gerak bolak balik benda di sekitar suatu titik setimbang dengan lintasan yang sama secara periodic (berulang dalam rentang waktu yang sama). Dasar Teori 1. Getaran mempunyai amplitude (jarak simpangan terjauh dengan titik tengah) yang sama. Kesetimbangan disini maksudnya adalah keadaan dimana suatu benda berada posisi diam jika tidak ada gaya yang bekerja pada benda tersebut. sebuah benda melakukan gerak bolak-balik menurut lintasan tertentu melalui titik setimbangnya. Osilasi Bila sebuah system diganggu dari posisi kesetimbangan stabilnya maka akan terjadi osilasi. Dalam osilasi harmonik sederhana terdapat gerak harmonis sederhana. tetapi bias juga pada sistem biologi. Dalam osilasi. Dimana definisi dari gerak harmonik sederhana adalah gerak bolak-balik benda melalui suatu titik kesetimbangan tertentu dengan banyaknya getaran benda dalam setiap sekon selalu konstan. Osilasi disebut juga sebagai gerak harmonic (selaras).

Periode Osilasi Periode osilasi merupakan waktu yang diperlukan benda (sistem) untuk melakukan satu kali osilasi penuh (satu siklus). Sembarang benda tegar yang digantungkan dan disimpangkan dari posisi setimbangnya. Skema Percobaan Menyusun alat dan bahan praktikum menjadi sebuah rangkaian eksperimen seperti gambar: 5 . 1 mistar gulung 7. Da . 1 stowatch 6. sehingga benda dapat berayun dalam bidang horizontal maupun vertikal dinamakan bandul fisis.2. periodenya dipengaruhi oleh panjang tali dan jarak kedua tali. 1 mistar siku B. 1 batang ukuran 70 cm 3. T = periode (s) D = jarak antar tali (m) L = panjang tali (m) α = konstanta (s/m) a. Pada masa batang osilasi tertentu. Satuan periode osilasi dalam SI adala sekon (s) atau detik. Metode Eksperimen A. 2 buah statis 2. 1 batang osilasi panjang 50 cm 4. 2 benang masing-masing 1 m 5.b = eksponen periode juga dipengaruhi oleh beberapa konstanta dan eksponen yang nilainya dapat dicari dari percobaan osilasi ini. L2b dimana. maka batang akan mengalami osilasi. Alat dan Bahan 1. Secara umum persamaannya ditulis: T = α . IV. Apabila batang disimpangkan melalui sudut teta (θ) terhadap garis vertikal dan kemudian dilepaskan.

Alat dan bahan dirangkai sesuai dengan skema. Percobaan 2 1. Langkah 2-3 diulang dengan perbedaan interval panjang tali 4 cm sampai diperoleh 7 data.C. 6 . 3. 4. Panjang kedua tali dibuat sama. Batang osilasi disimpangkan kemudian diukur waktunya sampai tercapai 10 kali osilasi/ayunan (t1) kemudian stopwatch direset. 2. Pada percobaan pertama ini dengan memvariasi panjang tali/benang (L) dan jarak tali/benang (D) dibuat tetap. Pada percobaan kedua ini dengan memvariasi jarak tali/benang (D) dan panjang tali/benang (L) dibuat tetap. 2. Batang osilasi disimpangkan lagi kemudian diukur waktunya hingga terjadi 10 kali osilasi/ayunan (t2). Alat dan bahan disusun sesuai skema. kemudian sisa di kanan dan di kiri batang juga harus sama panjang. Tata Laksana Percobaan 1 1.

D. Waktu untuk mencapai 10 kali osilasi lagi dicatat (t2). dan α pada persamaan : T = α . jarak bagian atas harus sama dengan jarak pada bagian bawah. b.3. 6. 5. 7. kemudian sisa batang osilasi yang kanan dan kiri harus sama. Jarak antar tali diatur. y = Ln T m = 2b x = Ln L c = Ln α + a Ln D Ln T Ln L 7 . Batang osilasi disimpangkan kemudian diukur waktunya hingga tercapai 10 kali osilasi (t1) lalu stopwatch direset. Metode Analisa Data Data yang diperoleh dari percobaan 1 dan 2 digunakan untuk mencari nilai a. Langkah 3-6 diulang dengan jarek antar kedua tali (D) yang berbeda (interval 1 cm) sampai diperoleh 7 data. Panjang tali diatur. D tetap Ln T = 2b Ln L + Ln α + a Ln D dengan. Variasi L. 4. L2b Ln T = Ln α + 2b Ln L + a Ln D 1. Panjang batang osilasi disamakan dengan jarak antar kedua tali. Da . panjang tali di sebelah kiri sama dengan panjang di sebelah kanan.

Tabel : No. Variasi D. L tetap Ln T = a Ln D + Ln α +2b Ln L dimana : y = Ln T m=a x = Ln D c = Ln α + 2b Ln L Ln T Ln D Tabel : No. D t1 t2 ̅ T Ln D Ln T ̅ m=a ̅ 8 . L t1 t2 ̅ T Ln L Ln T √ ̅ m = 2b ̅ 2.

3. Variasi L untuk mencari α √ dengan : y=T √ T (s) √ √ ) m. Variasi D untuk mencari α √ √ dengan : x=T m= √ y= T (s) (m-1) √ 9 .D 4.

Hasil Eksperimen A.1160 1.1097 0.11 t1 (s) 11.4535 √ 0.23 0.27 0.43580 0.0235 0.59 T 1.355 No. Regresi m= ∑ ∑ ) ∑ ∑ ∑ ) ∑ ∑ ) ∑ ∑ ∑ ∑ ∑ ) ∑ ) Sy2 = [∑ ] ∆m = Sy √ ∑ ∑ ) V. 2. Data Percobaan 1 D tetap.12 t2 (s) 11.32 10.160 10.03 8.15 0.9450 0.35 0. 7.0565 0.51961 0. L divariasi D = 31 cm ̅ (s) 11.1584 0.89712 -2.450 9.19 9. 4.60 7.47 7.20727 0. 6. 1.095 8.16 8.19 0.535 7. 3.38 6.2870 0. D divariasi L = 26 cm 10 .0948 0.38729 0.8535 0.31 0.235 9.6355 Ln L = X Ln T = Y -1.55677 0.505 6.30933 -1. 5.66073 -1.28 9.33166 Percobaan 2 L tetap.0232 0. L (m) 0.27 9.04982 -1.63 9.46968 -1.9095 0.63 6.17118 -1.√ √ 5.47958 0.4505 0.59160 0.00 10.

Grafik 1.25 t1 (s) 9.31 m).440 1.179401 0.571429 3.775 1.No.300 1.54 10. D (m) 0.0440 10.000000 10.27297 -1.965 1. 2.69 10.9090 0.34707 -1.35 10.17118 -1.703704 3.225806 3.500 T 0. 1.074644 0. D tetap (D=0.1965 12.15 9.28 0.225541 3.23787 -1.30933 -1.043059 0.27 0.448276 3.31 0.122218 0. 4.2530 B.05129 0.00 11. 11 .75 ̅ (s) 9.03 9. Grafik hubungan Ln T vs Ln L dengan variasi L.29 0.9500 Ln D = X -1. 5.50 12.25 10.25 11. 7.090 9.26 0.34 10.30 0.38629 Ln T = Y -0. 3.56 t2 (s) 9.530 1.333333 3.1300 12.86 11.93 12. 6.20397 -1.09541 -0.0775 11.846154 4.

26 m). L tetap (L=0. 12 .2. Grafik hubungan Ln T vs Ln D dengan variasi D.

Grafik hubungan T vs √ dengan variasi L 13 .3.

4. Grafik hubungan T vs dengan variasi D 14 .

C.17118 -1.80457 ) ∑ ∑ ∑ ) ) ) ) m= Sy2 = [∑ ∑ ∑ ) ∑ ∑ ∑ ) ∑ ∑ ) ∑ ) ] ) ) ) ) ] ∆m = Sy √ ∑ ∑ ) √ ) 15 .758028 3.15841 -0.599064 Y2 0. Percobaan 1 Variasi L.544503 ∑Y=-0.008998 0.023228 -0.139414 0.99084 ∑Y2=0.31 m.11522 -0.46968 -1.263076 0.371670 2.28702 X2 1.102126 1.129055 ∑XY=0.66073 -1. Ln L = X -1.012045 0. Perhitungan 1.40731 ∑X2=10. D tetap. Untuk menentukan nilai b. D = 0.159947 2.000540 0.025094 0.082378 XY -0.02720 0.89712 ∑X=-7.24853 ∑ ∑ Ln T = Y 0.09486 -0.04982 -1.109751 0.

Percobaan 2 Variasi D. L = 0.032185 0.09502 -0.m = 0.05330 -0. L tetap. Untuk menentukan nilai a.27297 -1.921812 Y2 0.074644 0.86268 ∑Y=0.30933 -1.34707 -1.105416 m= ∑ ∑ ) ∑ ∑ ∑ ) ) ) ) 16 .122218 0.03 ∆b = 0.050869 XY -0.23 ∆m = 0.02 Jadi nilai b adalah 2.24167 -0.005572 0.603548 ∑Y2=0.043059 0.46 b = 0.26 cm.55354 Ln T = Y 0.015 ∆b ≈ 0. Ln D = X -1.532333 1.31267 ∑XY=-0.225541 X2 1.001854 0.620442 1.46 2b= 0.014937 0.814607 1.179401 0.644862 ∑X2=8.714354 1.38629 ∑X=-6.16002 -0.23787 -1.03 2∆b= 0.

372032 17 .23 0.Sy2 = [∑ ∑ ∑ ) ∑ ∑ ∑ ∑ ∑ ) ∑ ) ] ) ) ) ) ( ) ∆m = Sy √ ∑ ∑ ) √ ) Jadi nilai a adalah 3.479583 0. Variasi L. D tetap.35 0.1160 0.827190 0.8535 X2 0.9095 0.591608 0. Untuk mencari nilai α L2 = X 0.245456 0.728462 XY 0.660235 0.19 Y2 1.436181 0.435890 T=Y 1.

768219 0.226042 ∑ ∑ 0.387298 0.6355 ∑Y=4.969889 m= ) ∑ ∑ ∑ ) ) Sy2 = [∑ ∑ ∑ ) ∑ ∑ ∑ ∑ ∑ ) ∑ ) ] ) ) Sy = 0.0.728462 ∑Y2=3.290667 -0.210772 ∑XY=1.03 0.15 0.331662 ∑X=2.01264590843 ∆m = Sy √ ∑ ∑ ) √ ) Oleh karena persamaan √ √ dengan x=T √ 18 .7505 0.11 ∑X2=1.563250 0.265 0.

1965 1. nilai α adalah 4. Variasi D.56956 ∑X =6.571429 3.15603 ∑XY=21.529464 ∑Y =69.00000 2 XY 3.703704 3.012000 ∑Y=18.848214 4.161006 1.276900 1.71742 14.24732 ) ∑ ∑ ∑ ) m= Sy2 = [∑ ∑ ∑ ) ∑ ∑ ∑ ∑ ∑ ) ∑ ) ] ∆m = Sy √ ∑ ∑ ) √ 19 . Untuk mencari nilai α T=X 1.570009 2 Y2 11.0775 1.185185 4.000000 X2 1.089936 1.maka √ √ Jadi. L tetap.701 ∑ ∑ =Y 3.600000 3.1300 1.75510 13.846154 4.0440 1.2530 ∑X=5.89061 12.601923 5.448276 3.79290 16.431612 1.

Pembahasan Pada praktikum osilasi ini. Dalam praktikum ini juga dihitung gradient garis untuk mencari konstanta α dan eksponen a dan b dengan menggunakan regresi linier. dan α sesuai dengan persamaan dengan: T = periode D = jarak antar tali (m) L = panjang tali (m) α = konstanta (s/m) a.Oleh karena persamaan dengan y=T √ √ maka Jadi. b. data yang diperoleh dari percobaan adalah waktu yang diperlukan untuk melakukan 10 kali osilasi (t) setiap perubahan panjang tali (L) dan jarak antar tali (D).b = eksponen Setelah dilakukan percobaan dan perhitungan menggunakan metode regresi linier. D tetap : 20 . maka diperoleh: Perhitungan 1 variasi L. Data-data yang diperoleh digunakan untuk mencari nilai a. nilai α adalah VI.

Dan pada . L tetap : Perhitungan 3 variasi L untuk mencari α : Perhitungan 4 variasi D untuk mencari α : Pada percobaan pertama yaitu dengan memvariasi nilai L dan D tetap diperoleh besarnya eksponen b adalah . Di samping itu pada percobaan ini didapatkan nilai m yang menunjukkan gradien dari grafik Ln T vs Ln L yaitu sebesar . Kedua nilai α 21 perhitungan keempat yaitu dengan memvariasi besarnya D untuk . Selain itu pada percobaan ini didapatkan nilai m sebesar . Pada perhitungan ketiga yaitu dengan memvariasi besarnya L untuk mendapatkan nilai α. dimana nilai a adalah -1. peralatan percobaan yang kurang memadai. Pada percobaan kedua yaitu dengan memvariasi nilai D dan L tetap. diperoleh besarnya nilai eksponen a adalah . dan praktikan kurang terampil dalam membuat simpangan pada batang osilasi sehingga dapat mempengaruhi gerak osilasi.Perhitungan 2 variasi D.25. dan praktikan kurang terampil dalam membuat simpangan pada batang osilasi sehingga dapat mempengaruhi gerak osilasi. diperoleh . peralatan percobaan yang kurang memadai. Hal ini dikarenakan kekurangtelitian praktikan dalam melaksanakan praktikum. Hal ini dikarenakan kekurangtelitian dalam praktikum. dapat juga disebabkan karena distorsi alat yang digunakan dalam praktikum seperti mistar gulung sudah rusak sehingga praktikan sulit membacanya. diperoleh mendapatkan nilai α. bisa juga karena distorsi pada alat yang digunakan. Nilai m tesebut menunjukkan gradien yang dilukis oleh grafik Ln T vs Ln D. Nilai tersebut tidak sesuai dengan referensi yang didapatkan tetapi hanya mendekati nilai referensi yaitu besarnya b = 0. Nilai tersebut tidak sesuai dengan referensi yang didapatkan dan hanya mendekati.

semakin besar nilai T maka semakin besar pula nilai √ .tersebut seharusnya sama karena merupakan konstanta. Sehingga hubungan tersebut dapat diketahui dengan melihat grafik. tetapi ada selisih diantara keduanya walaupun hanya sedikit. dan sebaliknya. Pada grafik ketiga diperoleh hubungan bahwa T berbanding lurus dengan √ . Untuk grafik kedua diperoleh hubungan bahwa Ln T berbanding terbalik dengan Ln D. Untuk grafik pertama diperoleh bahwa Ln T berbanding lurus dengan Ln L. dimana grafik tersebut mempunyai gradien m. semakin besar nilai Ln T maka semakin kecil nilai Ln D. dan T vs yang disebut grafik linier. semakin besar nilai T maka semakin besar pula nilai . Pada grafik keempat diperoleh hubungan bahwa T berbanding lurus dengan . Dari kedua metode yang digunakan yaitu metode regresi linier dan metode grafik terdapat kelebihan dan kekurangan pada masing-masing metode. T vs √ . Ln T vs Ln D. bisa juga terjadi karena distorsi alat yang digunakan dalam praktikum misalnya mistar gulung yang sudah tidak jelas sehingga praktikan kesulitan untuk membaca pengukuran dan mengakibatkan hasil yang tidak valid. didapat grafik hubungan Ln T vs Ln L. dan praktikan kurang terampil dalam membuat simpangan pada batang osilasi sehingga dapat mempengaruhi gerak osilasi. Dari data yang diperoleh pada saat praktikum. Metode grafik mempunyai kelebihan yaitu mudah diamati secara langsung karena bersifat visual 22 . Metode regresi linier mempunyai kelebihan yaitu ketelitian perhitungan yang tinggi tetapi juga memiliki kelemahan yaitu proses perhitungan yang lama dan panjang sehingga diperlukan alat bantu hitung yang akurat dan memiliki ketelitian tinggi. semakin besar nilai Ln T maka semakin besar pula nilai Ln L. Hal tersebut dapat terjadi karena kekurangtelitian praktikan dalam praktikum maupun perhitungannya. peralatan percobaan yang kurang memadai.

semakin besar nilai panjang tali (L).2. VII. tetapi dapat dicapai tujuan dari praktikum osilasi ini yaitu menentukan hubungan antara periode dengan panjang dan jarak tali. 2. Semakin besar jarak antar tali yang digunakan maka periode yang dibutuhkan semakin kecil. b. maka semakin besar pula nilai periode (T). 23 . maka semakin kecil nilai periode (T). Hubungan antara periode (T) dengan panjang tali (L) berbanding lurus. Semakin besar panjang tali yang digunakan maka periode yang dibutuhkan juga semakin besar. dan b = 0.tetapi juga memiliki kelemahan yaitu tingkat ketelitian yang rendah karena sulit menentukan bilangan decimal pada grafik.23 sehingga persamaannya menjadi seharusnya adalah tetapi persamaan yang . dan α sesuai dengan rumus persamaan pegas. Sesuai dengan rumus persamaan diperoleh: s/m. pada variasi L. Hubungan antara periode (T) dengan jarak antar tali (D) adalah berbanding terbalik. Dan diperoleh nilai a = -1. Terdapat selisih dalam persamaan tersebut karena kekurangtelitian dalam praktikum dan distorsi alat yang digunakan. Meskipun ada kendala dalam praktikum. semakin besar nilai jarak antar tali (D). Hubungan antara periode (T) dengan panjang tali (L) adalah berbanding lurus. dan mengetahui nilai a. Kesimpulan Dari percobaan yang telah dilakukan diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1. Hubungan antara periode (T) dengan jarak antar tali (D) berbanding terbalik.

Mengetahui. 3. Pengesahan Demikian laporan praktikum fisika dasar bab osilasi ini saya buat guna memenuhi tugas laporan praktikum fisika dasar.s/m. Daftar Pustaka Staff Laboratorium Fisika Dasar.Fisika untuk Sains dan Teknik. Persamaan periode: ↔ VIII.2011.ac. 2 Desember 2012 Praktikan Halim Hamadi Selvi Misnia Irawati 24 .Buku Panduan Praktikum Fisika Dasar.Yogyakarta:Laboratorium Fisika Dasar Jurusan MIPA Universitas Gadjah Mada Tripler.blogspot.blog. Asisten Yogyakarta.ittelkom.html IX.ub. pada variasi D.ac.Jakarta:Erlangga http://blog.id/bektiwd/2010/02/24/fisika-osilasi/ http://arl.com/2011/10/contoh-laporanpraktikum-osilasi.2008.pdf http://george-meikalzalele.id/blog/files/2012/09/BAB-6-OSILASICompatibility-Mode.

LAMPIRAN 25 .