You are on page 1of 51

1

BAB I PENDAHULUAN Ilmu yang mempelajari tetntang sel disebut juga sitologi. Sitologi mempelajari semua sel dalam makhluk hidup baik yang bersel satu maupun yang bersel banyak. Sel-sel tersebut berkumpul dan berkoordinasi membentuk suatu jaringan yang telah mengalami spesialisasi. Sel adalah suatu suatu satuan yang dinamis oleh karena itu selalu mengalami perubahan. Perubahan sel dapat berupa pertambahan volume karena adanya proses pertumbuhan maupun perubahan fungsi misalnya karena proses deferensial. Sel merupakan unit struktural dan fungsional terkecil dalam makhluk hidup. Sel dapat digolongkan menjadi dua, sel prokariotik dan eukariotik. Sel prokariotik adalah sel yang belum mempunyai inti, sedangkan eukariotik yang telah memiliki inti. Tujuan praktikum pengenalan sel yaitu dapat mempelajari dan mengenali struktur sel, ukuran sel dan bentuk serta dapat membedakan antara sel he an dan sel tumbuhan yang dilihat secara struktural yaitu melalui pengamatan secara mikroskopis. !anfaat praktikum ini adalah praktikan dapat mengetahui bentuk dan struktur tiap sel yang bervariasi luas sesuai dengan fungsinya masing-masing.

BAB II

"

MATERI DAN METODE Praktikum #iologi dengan materi Pengenalan Sel dilaksanakan pada hari $abu, tanggal " %ktober "&1' pukul 1'.&&-11(.&& )I# di *aboratorium

+isiologi dan #iokimia, +akultas Peternakan dan Pertanian, ,niversitas -iponegoro, Semarang. 2.1. Materi .lat yang digunakan dalam praktikum Pengenalan Sel adalah mikroskop berfungsi untuk melihat benda mikroskopis, kaca objek dan kaca penutup berfungsi untuk meletakkan benda yang akan diamati, silet berfungsi untuk membuat sayatan dan alat tulis untuk mencatat hasil pengamatan. #ahan yang digunakan adalah daun preparat Rhoeo discolor dan preparat a etan usus tikus. 2.2. Metode !etode yang digunakan dalam praktikum Pengenalan Sel mengenai preparat segar tumbuhan ialah menyayat daun Rhoeo discolor dengan menggunakan silet dengan tipis, meletakkan sayatan pada kaca objek yang sudah ditetesi air kemudian menutupnya dengan kaca penutup dan mengusahakan tidak ada gelembung udara, mengatur fokus lensa, lalu mengamati preparat secara seksama dengan perbesaran 1&&/ dan 0&&/, setelah itu menggambar bagian sel dalam buku pengamatan. #egitu juga dengan preparat a etan usus tikus,

perlakuan yang dilakukan sama dengan perlakuan pada sel Rhoeo discolor.

'

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1. Struktur Sel Tana an Rhoeo discolor #erdasarkan pengamatan yang dilakukan pada praktikum Pengenalan sel

diperoleh hasil sebagai berikut 1

Su !er 1 -ata Primer Praktikum #iologi, "&1'.

Su !er 1 sanjeetbiotech.blogspot.com

Ilu"tra"i 11 Penampang sel Rhoeo discolor #eteran$an 1 1. Stomata, ". -inding sel, '. Sitoplasma , 0. 2pididimis #erdasarkan hasil pengamatan Rhoeo discolor di dapatkan hasil pengamatan bah a sel antara lain stomata, dinding sel, sitoplasma, dan epididimis. Pada perbesaran 0&&/ di temukan stomata yang berfungsi sebagai berlangsungnya reaksi kimia dan dinding sel yang berfungsi sebagai pelindung isi sel. 3al ini sesuai dengan pendapat 4ahyana 5"&&'6 yang menyatakan bah a di dalam sel tumbuhan terdapat sitoplasma yang berfungsi tempat terjadinya reaksi kimia dalam sel tumbuhan Rhoeo discolor. -inding sel berfungsi sebagai pelindung serta menjaga agar sel bentuknya tetap. 3al ini bersesuaian dengan pendapat 4ampbell 5"&&"6 bah a sel tumbuhan cenderung bentuknya karena memilki dinding sel. 3.2. Struktur Sel U"u" Tiku" #erdasarkan pengamatan yang dilakukan pada praktikum Pengenalan sel diperoleh hasil sebagai berikut 1 mempertahankan

Su !er 1 -ata Primer Praktikum #iologi, "&1'.

Su !er 1 archives.focus.hms.harvard. edu

Ilu"tra"i 21 Penampang Sel ,sus Tikus #eteran$an 1 1.Sitoplasma, ". !embran sel, '. 7ukleus #erdasarkan hasil praktikum terlihat bagian-bagian sel seperti membran sel, sitoplasma, 7ukleus. !embran sel berfungsi sebagai pembatas antar sel dan sebagian perintang selektif. 3al sesuai dengan pendapat 4ampbell 5"&&"6 bah a membran sel yang membatasi sel disebut sebagai membran plasma dan berfungsi sebagai rintangan selektif yang memungkinkan aliran oksigen, nutrien, dan limbah yang cukup untuk melayani seluruh volume sel. Terlihat sel memiliki sebuah nukleus atau inti sel. 3al ini bersesuaian dengan pendapat Sloane 5"&&'6 kebanyakan sel memiliki satu nukleus, namun ada pula yang memiliki banyak nukleus, contohnya sel otot rangka, dan ada pula yang tidak memiliki nukleus, contohnya sel darah merah matang yang kehilangan nukleusnya sedikit demi sedikit saat sedang berkembang hingga nukleusnya hilang. 3.3. Per!edaan "el %e&an dan "el tu !u%an

Ta!el 1. Perbedaan sel he an dan sel tumbuhan Perbedaan *isosom 3e an .da Tumbuhan Tidak .da

Sentriol -inding Sel !embran Sel

.da Tidak .da .da

Tidak .da .da Tidak .da

Perbedaan sel tumbuhan dan sel he an terdapat pada perbedaan organelorganel yang dimiliki oleh keduanya. %rganel yang dimiliki sel tumbuhan belum tentu dimiliki juga oleh sel he an. #eberapa organel yang dimiliki oleh sel tumbuhan dan tidak dimiliki oleh sel he an adalah dinding sel. 3al ini sesuai dengan pendapat Isnaeni 5"&&86 bah a organel dinding sel hanya dimiliki oleh sel tumbuhan. Sedangkan lisosom dan sentriol hanya terdapat pada sel he an. #agian luar dari sel tumbuhan berupa dinding sel, sedangkan pada sel he an berupa membran sel. ,kuran sel tumbuhan juga lebih besar dibandingkan dengan ukuran sel he an. 3al ini sesuai dengan pendapat 9imball 51::;6 bah a sel he an memiliki ukuran sel yang lebih besar dibanding dengan sel tumbuhan.

BAB I'
#ESIMPULAN DAN SARAN (.1. #e"i )ulan Sel adalah unit struktural dan fungsional dari semua organisme. ,nit dasar yang mempunyai semua ciri khas benda hidup. ,kuran sel sangat kecil dan hanya dapat dilihat dengan jelas menggunakan mikroskop. Sel he an dan

<

tumbuhan mempunyai perbedaan, sel tumbuhan mempunyai organel vakuola, plastida, dan dinding sel sedangkan sel he an tidak memiliki organel tersebut. Sel he an memiliki lisosom dan sentriol sedangkan sel tumbuhan tidak memiliki organel tersebut. (.2. Saran #erhati-hati saat dalam menggunakan peralatan yang berada di laboratium. =ika tidak tahu cara menggunakan peralatan di laboratorium

sebaiknya menanyakan pada kakak asisten yang berada di laboratorium

DA*TAR PUSTA#A 4ahyana, -. "&&'. #iologi. 2rlangga, =akarta. 4ampbell, 7. .. "&&". #iologi =ilid ". 2rlangga, =akarta. Isnaeni, )i i. "&&8. +isiologi 3e an. 9anisius, >ogyakarta. 9imball, =.). 1::;. #iologi =ilid I 2disi kelima. 2rlangga, =akarta. Sloane, 2. 5"&&'6. .natomi dan +isiologi ,ntuk Pemula. -iterjemahkan oleh = ?eldman. 2@4, =akarta.

BAB I PENDAHULUAN
Tumbuhan adalah suatu kesatuan hidup yang terdiri dari berbagai macam organ yang melaksanakan fungsinya masing-masing. -alam mempelajari struktur dan fungsi organ tertentu, seseorang harus meninjau dari konteks tumbuhan secara kesuluruhan, hanya dengan cara penelaahan setiap organ secara terpisah akan mempunyai arti penuh. Tumbuhan yang sekarang hidup umumnya termasuk dalam salah satu dari dua golongan yang berkembang biak dari biji. -ua golongan

ini adalah jenis tumbuhan Gymnospermae dan Angiospermae. Gymnospermae menghasilkan biji telanjang, maksudnya biji telanjang tidak dikelilingi bakal buah atau buah. Tujuan dilaksanakannya praktikum biologi mengenai jaringan ini adalah agar praktikan dapat jelas dalam membedakan bagian tumbuhan dan mengetahui fungsinya, selain itu juga untuk menambah pengetahuan mengenai macam-macam jaringan pada tumbuhan baik dikotil maupun monokotil, pada bagian batang maupun akar. !anfaat praktikum ini agar dapat membedakan tumbuhan monokotil dan dikotil melalui struktur tubuhnya.

BAB II MATERI DAN METODE


Praktikum #iologi mengenal jaringan dilaksanakan pada hari $abu tanggal &" %ktober "&1' pada pukul 1'.&&-1(.&& )I# di *aboraturium +isiologi dan #iokimia, +akultas Peternakan dan Pertanian ,niversitas -iponegoro, Semarang. 2.1. Materi .lat yang digunakan dalam praktikum dengan materi jaringan tumbuhan antara lain silet untuk menyayat batang tumbuhan. 9aca objek dan kaca penutup

1&

sebagai adah meletakkan objek yang akan diamati. !ikroskop untuk bagian dari jaringan tumbuhan yang telah disayat untuk diamati, serta alat tulis untuk menggambarkan hasil pengamatan. #ahan yang digunakan pada praktikum ini adalah batang jagung 5Zea mays6 sebagai tumbuhan monokotil yang akan diamati. .kar kacang tanah 5Arachis hipogaea6 sebagi tumbuhan dikotil yang akan

diamati. 2.2. Metode -alam praktikum ini perlu pertama kali mengamati bentuk akar tanaman maupun batang dari bahan tanaman yang telah disediakan 5dikotil dan monokotil6. Setelah itu membuat sayatan melintang dengan menggunakan silet dari batang muda jagung dan kacang tanah. 9emudian meletakan sayatan pada kaca objek yang sudah bersih yang telah ditetesi air, menutup dengan kaca penutup. ,sahakan jangan ada gelembung udara di dalamnya. !engamati preparat di ba ah mikroskop dengan perbesaran 1&&/ dan 0&&/. Setelah itu menggambarkan struktur jaringan tersebut dan menjelaskan perbedaan tanaman monokotil dan dikotil.

11

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN


3.1. Struktur +arin$an Batan$ Tu !u%an +a$un$ #erdasarkan pengamatan yang dilakukan pada praktikum Pengenalan =aringan Tumbuhan diperoleh hasil sebagai berikut 1

1"

Su !er 1 -ata Primer Praktikum #iologi, "&1' .

Su !er 1 http1AAsmart-pustaka. blogspot .com

Ilu"tra"i 3 . Penampang jaringan batang =agung #eteran$an 1 1. Epidermis, ". Korteks, '. Xylem, 0. Empulur, (. Floem 3asil praktikum yang kami dapatkan yaitu penampang xylem, floem, dan epidermis. 3al ini sesuai dengan pendapat 3eddy 51:;86 yang menyatakan bah a terdapat xylem yang berfungsi mengangkut air dan merupakan struktur penunjang pada tanaman. Sedangkan floem merupakan jaringan kompleks yang tersusun atas sel tapis dan parenkim floem, parenkim, serabut floem, sel penggiring, parenkim floem, sklereid, dan sel sekretori. Epidermis merupakan jaringan yang berfungsi sebagai pelindung dan mengatasi pengaruh luar seperti kekurangan air, suhu udara yang terlalu tinggi, serangan hama penyakit, dan kehilangan Bat penting. Xylem berperan dalam mengedarkan air ke seluruh tubuh tanaman, hal ini sesuai dengan pernyataan 9imball 51::&6 yang menyatakan bah a pada sebagian besar pembuluh xylem berfungsi dalam transpor air dan mineral ke atas.

1'

3.2.

Struktur +arin$an Akar Tu !u%an #a,an$ Tana% #erdasarkan pengamatan yang dilakukan pada praktikum Pengenalan

=aringan Tumbuhan diperoleh hasil sebagai berikut 1

Su !er1 -ata Primer Praktikum #iologi, "&1'.

Su !er 1 http1AAfirBa-Bone.blogspot. com

Ilu"tra"i (. Penampang jaringan akar 9acang Tanah. #eteran$an 1 1. Epidermis, ". Korteks, '. Stele #erdasarkan hasil praktikum, kami mendapatkan bagian-bagian pada jaringan tanaman akar kacang tanah yaitu epidermis, membran plasma, dan kam ium. Epidermis merupakan bagian tanaman yang berperan dalam melapisi bagian tanaman lain. 3al ini sesuai dengan 3eddy 51:;86 yang menyatakan bah a epidermis merupakan penyusun lapisan di seluruh permukaan tubuh tanaman dan berkeseimbangan kecuali pada stomata dan lentisel. !embran plasma yang terdapat pada akar kacang tanah berperan sebagai tempat pertukaran Bat. Sesuai pernyataan 4ampbell et al! 5"&&"6 yang menyatakan bah a membran plasma berfungsi sebagai rintangan selektif yang memungkinkan adanya aliran oksigen nutrient dan limbah yang cukup untuk melayani seluruh volume sel.

3.3.

Per!edaan Tana an Monokotil dan Tana an Dikotil

10

Ta!el 2. Perbedaan Tanaman !onokotil dan Tanaman -ikotil Perbedaan #atang 9ambium .kar Susunan Tulang -aun Ikatan Pembuluh Tanaman -ikotil #ercabang-cabang .da Tunggang !enyirip Kolateral Tanaman !onokotil Tidak #ercabang Tidak .da Serabut Sejajar Koklea

Perbedaan pada tanaman monokotil dan dikotil yaitu terletak pada ada tidaknya kambium. Pada tanaman jagung yang merupakan tanaman monokotil, tidak ditemukan adanya kambium sedangkan pada tanaman kacang tanah yang merupakan tanaman dikotil, ditemukan adanya kambium yang menyebabkan batang bertambah besar. !enurut 9imball 51:::6 ciri tumbuhan dikotil adalah batang bercabang-cabang, berkambium, akar tunggang, pertulangan daun menyirip dan mempunyai ikatan pembuluh kolateral terbuka. -idukung oleh pendapat !ukhtar 51::"6 tumbuhan monokotil memiliki ciri-ciri batang tidak bercabang, tidak berkambium, akar serabut, pertulangan daun sejajar dan mempunyai ikatan pembuluh koklea. BAB I' #ESIMPULAN DAN SARAN (.1. #e"i )ulan #erdasarkan hasil dapat disimpulkan bah a tumbuhan jagung

mempunyai akar serabut. Struktur akar tersusun atas jaringan epidermis, jaringan dasar berupa korteks, endodermis, empulur, dan berkas pembuluh. Semua itu dimiliki oleh tumbuhan kacang tanah yang memiliki kambium. Secara umum juga struktur batang tersususn atas epidermis. Perbedaan akar monokotil dan akar

1(

dikotil adalah xylem pada tumbuhan dikotil mengumpul di bagian tengah silinder pusat, dengan empulur yang kecil atau tanpa empulur, sedangkan pada tumbuhan monokotil xylem dan floem letaknya berselang-seling. Perbedaan batang monokotil dan dikotil adalah pada batang dikotil terdapat empulur 5silinder pusat6. (.2. Saran #erdasarkan praktikum pengamatan jaringan, praktikan harus mengamati jaringan-jaringan tumbuhan dengan cermat dan teliti, agar bagian-bagiannya dapat terlihat jelas dan diharapkan lebih hati-hati dalam penggunaan alat-alat praktikum dan juga lebih fokus ketika sedang mengamati struktur jaringan tumbuhan jagung dan kacang tanah.

DA*TAR PUSTA#A 4ampbell, 7eil .., =.#. $eece,*a rence, @.!. "&&". #iologi 2disi 9ellima. 2rlangga, =akarta. 3eddy, Su asono. 1:;8. #iologi Pertanian. $aja ali Press, =akarta. 9imball, =. ). 1::&. #iologi =ilid II 2disi ke (. 2rlangga, =akarta. 9imball, =.). 1:::. -asar--asar +isiologi Tumbuhan. 2rlangga, =akarta !ukhtar, !. 1::". =aringan Tumbuhan. 2rlangga, =akarta.

18

BAB I PENDAHULUAN
Sebagai makhluk hidup, kita pasti melakukan aktivitas didalam hidup. Salah satu contohnya adalah kegiatan untuk memperoleh energi dan makanan untuk bertahan hidup. %leh karna itu sebagai organisme yang hidup harus mampu dan bersedia mempertahankan hidupnya. 9egiatan yang dilakukan adalah proses pembakaran yang bersifat kimia i dan terjadi dalam tubuh mahkluk hidup. 3al ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya diantara yang paling penting yaitu sumber energi dan karbohidrat. %rganisme dan fungsi suatu sel hidup bergantung pada proses pembakaran energi yang tidak henti-henti, sumber energi ini tersimpan dalam molekul-molekul organik seperti karbohidrat. Proses ini

1<

dinamakan fotosintesis. +otosintesis merupakan suatu proses pembentukan senya a organik dari dari bahan-bahan anorganik dengan batuan sinar matahari dan klorofil. Tujuan dari praktikum biologi dengan pokok bahasan fotosintesis adalah untuk membuktikan terbentuknya Bat pati atau amilum pada proses fotosintesis yang terjadi pada daun tumbuhan yang mengandung klorofil. !anfaat dari pratikum biologi dengan pokok bahasan fotosintesis adalah untuk mengetahui secara nyata dan bener tentang tejadinya proses fotosintesis pada tumbuhan dengan bantuan cahaya matahari secara langsung dan klorofil.

BAB II MATERI DAN METODE


Praktikum #iologi dengan materi +otosintesis dilaksanakan pada hari $abu, tanggal : %ktober "&1' pukul 11.&&-1'.&& )I# di *aboratorium +isiologi dan #iokimia, +akultas Peternakan dan Pertanian, ,niversitas -iponegoro, Semarang. 2.1. Materi .lat yang digunakan dalam praktikum adalah kertas timah atau aluminium foil untuk membungkus sebagian daun, penjepit kertas untuk menjepit aluminium foil, ca an petri untuk meletakkan daun saat diberi =9=, beaker glass tempat melarutkan klorofil, kaki tiga untuk menaruh beaker glass saat pemanasan,

1;

#unsen dan spiritus untuk memanaskan alkohol, pipet tetes untuk meneteskan =9= dan alat tulis untuk mencatat hasil pengamatan. #ahan yang digunakan yaitu daun gamal, alkohol untuk melarutkan klorofil, =9= untuk mengetes kandungan amilum. 2.2. Metode !etode praktikum dilakukan dengan cara memilih daun gamal yang terkena sinar matahari secara langsung kemudian menutup bagian daun dengan kertas timah atau aluminium foil dengan cara melipatkan kertas timah atau aluminium foil pada permukaan daun selama ' / "0 jam. !emasukkan daun kedalam alkohol panas hingga dan tampak ber ana putih atau klorofil larut. !engambil daun yang tekah dipanaskan lalu diletakkan dalam ca an petri, meneteskan larutan =9= pada permukaan daun hingga rata dan memperhatikan perubahan arna yang terjadi.

1:

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN


3.1. *oto"inte"i" Daun -a al Tan)a Alu uniu *oil

#erdasarkan hasil praktikum pengamatan fotosintesis daun gamal yang tertutup aluminium foil didapatkan hasil sebagai berikut 1

Su !er 1 -ata Primer Praktikum #iologi, "&1'. Ilu"tra"i .. @ambar daun gamal sebelum di panaskan dalam larutan alkohol. #eteran$an 1 1. -aun gamal tanpa aluminium foil.

"&

Su !er 1 -ata Primer Praktikum #iologi, "&1'. Ilu"tra"i /. @ambar daun gamal saat dipanaskan dalam larutan alkohol. #eteran$an1 1. #eker glass, ". .lkohol, '. -aun gamal ketika direbus, 0. 9aki tiga, (. *ampu spirtus.

Su !er1 -ata Primer Praktikum #iologi "&1' Ilu"tra"i 01 @ambar daun gamal sebelum ditetesi =9= #eteran$an1 1. -aun gamal yang klorofilnya telah larut, ". 4a an Petri

"1

Su !er1 -ata Primer Praktikum #iologi "&1' Ilu"tra"i 11 @ambar daun saat ditetesi =9= #eteran$an1 1. 4a an petri, ". *arutan =9=, '. Pipet tetes, 0. -aun gamal yang ditetesi =9=.

Su !er1 -ata Primer Praktikum #iologi "&1' Ilu"tra"i 21 @ambar daun gamal setelah ditetesi larutan =9= #eteran$an 1 1. 4a an Petri, ". -aun @amal ber arna gelap. #erdasarkan hasil praktikum daun yang tidak ditutupi aluminium foil ber arna gelap merata di seluruh bagian daun. Setelah daun dimasukkan ke dalam alkohol panas maka daun akan berubah menjadi putih kehijauan kemudian daun ditetesi =9= 5=odium 9alium =iodida6 arna daun berubah menjadi gelap berbeda

""

dengan daun yang tidak ditutupi aluminium foil yang ber arna kekuningan. 3al ini sesuai dengan pendapat Saktiyono 51:;:6 yang menyatakan bah a pada daun yang tidak ditutupi aluminium foil arnanya lebih gelap, karena daun melakukan

fotosintesis secara maksimal. =adi, kandungan glukosa lebih tinggi hal ini juga sesuai dengan pendapat >atim 51::16 yang menyatakan bah a terjadi perubahan arna pada daun yang tidak ditutupi dengan aluminium foil dan perbedaan arna

dengan daun yang ditutup aluminium foil. Pada daun yang tidak ditutup aluminium foil terbentuk amilum karena tidak terhalang oleh aluminium foil. 3al ini menunjukkan pada bagian daun terbentuk Bat amilum yang merupakan hasil fotosintesis. 3.2. *oto"inte"i" Daun -a al Den$an Alu uniu *oil

Su !er 1 -ata Primer Praktikum #iologi, "&1' Ilu"tra"i 131 @ambar daun gamal ditutupi .lumunium +oil #eteran$an1 1. -aun @amal ditutupi .lumunium +oil

"'

Su !er 1 -ata Primer Praktikum #iologi, "&1'. Ilu"tra"i 11. -aun gamal saat direbus dalam alkohol. #eteran$an 1 1. @elas beker, ". -aun gamal, '. .lkohol, 0. 9aki tiga, (. Pembakar #unsen.

Su !er1 -ata Primer Praktikum #iologi, "&1' Ilu"tra"i 121 @ambar -aun @amal Sebelum -itetesi =9= #eteran$an 1 1. -aun gamal yang klorofilnya telah luruh, ". 4a an petri

"0

Su !er1 -ata Primer Praktikum #iologi "&1'. Ilu"tra"i 131 @ambar -aun @amal -itetesi =9= #eteran$an1 1. 4a an petri, ". *arutan =9=, '. -aun gamal yang ditetesi =9=, 0. Pipet tetes.

Su !er1 -ata Primer Praktikum #iologi, "&1' Ilu"tra"i 1(1 @ambar -aun @amal setelah -itetesi =9= #eteran$an 1 1. 4a an Petri, ". -aun gamal ber arna terang, '. *arutan =9=

#erdasarkan hasil praktikum fotosintesis, daun gamal yang ditutupi aluminium foil setelah direbus dalam alkohol untuk melarutkan klorofilnya lalu

"(

kemudian ditetesi =9=, menunjukkan bagian yang tertutup aluminium foil tetap ber arna kekuningan tidak dapat berfotosintesis karena tidak ada sinar matahari. 3al tersebut menyebabkan bagian daun yangtertutup aluminium foil tidak mengandung amilum sehingga tetap ber arna kuning. Sedangkan bagian yang tidak tertutup aluminium foil berubah menjadi gelap karena bagian daun tersebut mengandung amilum hasil dari fotosintesis. 3al ini sesuai dengan pendapat 4ampbell 5"&&"6 =9= 5=odium 9alium =odida6 merupakan suatu larutan yang mengandung idium yang berfungsi sebagai indikator atau petunjuk untuk mengetahui adanya larutan amilum atau glukosa. Pendapat - idjoseputro 51::&6 juga menyatakan bah a perbedaan yang tampak pada daun menunjukkan bah a sinar matahari sangat berperan dalam proses fotosintesis, meskipun ada klorofil tetapi tanpa cahaya matahari, daun tidak dapat melakukan proses fotosintesis.

BAB ' #ESIMPULAN DAN SARAN


(.1. #e"i )ulan

"8

9esimpulan dari praktikum fotosintesis ini yaitu terdapat perbedaan antara daun yang ditutupi aluminium foil selama ' hari dengan daun yang tidak ditutupi. Pada daun yang ditutupi aluminium foil, tidak ditemukan amilum sedangkan pada daun yang tidak ditutupi terdapat amilum pada seluruh bagian. -ikarenakan daun yang ditutupi akan terhambat dari proses fotosintesis sehingga amilum tidak terbentuk. (.2. Saran #agi .nda yang ingin melaksanakan praktikum tentang fotosintesis, alangkah baiknya jika .nda mempersiapkan semua materi dengan baik. .nda harus mempersiapkan daun gamal yang ditutupi dengan aluminium foil minimal dua hari sebelum praktikum agar hasil praktikum dapat lebih jelas perbedaannya.

DA*TAR PUSTA#A
4ampbell, 7. .. "&&". #iologi =ilid ". 2rlangga, =akarta. - idjoseputro. 1::&. Pengantar +isiologi Tumbuhan. PT. @ramedia, =akarta. Saktiyono.1:;:. #iologi ". 2rlangga, =akarta. >atim, -r. )ildan. 1::1. #iologi !odern #iologi Sel. Tarsito, #andung.

"<

BAB I PENDAHULUAN
.natomi he an merupakan suatu ilmu yang mempelajari bagian-bagian organ tubuh he an. Ilmu anatomi, fisiologi dan embriologi adalah ilmu mengenai struktur, fungsi dan perkembangan dari suatu he an. Salah satu yang termasuk dalam kelas aves adalah burung merpati. #urung merpati adalah anggota kelompok hewan bertulang belakang 5vertebrata6 yang memiliki bulu dan sayap.
Fosil tertua burung ditemukan di Jerman dan dikenal sebagai Archaeopteryx.

";

A"es seperti merpati memiliki ciri-ciri tertentu. 4iri-ciri tersebut seperti anggota gerak depan a"es adalah sayap, berdarah panas, suhu tubuh tetap, fertilisasi secara internal, jantung " serambi dan " bilik, sekatnya sempurna ,alat pernafasan paruparu dan pundi-pundi ha a 5untuk burung-burung yang terbang6, testis sepasang berkembang dengan baik, sedangkan ovarium yang berkembang hanya sebelah kiri, angka tubuh terdiri dari tulang-tulang yang kuat dan berisi udara Praktikum anatomi he an ini bertujuan untuk mengetahui bagian organorgan penyusun beserta fungsinya, seperti organ pernafasan dan pencernaan yang terdapat pada burung merpati. !anfaat praktikum ini adalah agar dapat mengenal dan mengetahui karakteristik burung merpati, sistem pernafasan dan sistem pencernaan, serta struktur dan fungsi sistem pernafasan dan sistem pencernaan pada burung merpati.

BAB II
MATERI DAN METODE Praktikum #iologi dengan materi .natomi 3e an dilaksanakan pada hari $abu tanggal 18 %ktober "&1' pukul 1'.&&-1(.&& )I#, di *aboratorium +isiologi dan #iokimia, +akultas Peternakan dan Pertanian, ,niversitas -iponegoro, Semarang. 2.1. Materi .lat yang digunakan pada praktikum .natomi 3e an antara lain meja bedah digunakan untuk meletakkan objek saat pembedahan, kapas digunakan

":

untuk membius burung merpati, pisau dan gunting bedah untuk melakukan pembedahan, pinset untuk menghindari pergeseran objek saat dibedah dan pemancapan untuk menetapkan posisi burung merpati pada meja bedah. #ahan yang dibutuhkan pada praktikum ini adalah burung merpati sebagai he an yang akan diamati anatominya dan kloroform yang merupakan Bat kimia golongan eter yang bisa menghilangkan kesadaran.

2.2.

Metode !etode praktikum .natomi 3e an adalah menuangkan klorofoim 5obat

bius6 pada kapas kemudian menempelkannya pada paruh burung merpati hingga burung tersebut pingsan. !eletakan merpati pada baki bedah yang telah disediakan, kemudian merentangkan sayap merpati lalu menusuknya dengan jarum tusuk besar agar merpati tidak bergerak-gerak dan lebih mudah diamati pada saat proses pembedahan. !encabuti bulu-bulu merpati terutama pada daerah yang nantinya akan dilakukan pembedahan khususnya daerah dada hingga pada daerah kloaka. !embedah burung dimulai dari kloaka hingga sampai pada leher merpati, kemudian memisahkan bagian-bagian organnya sesuai dengan sistem pencernaan maupun sistem pernafasannya. !engamati kemudian

menggambarkannya pada buku laporan.

'&

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN


3.1. Inspectio Columba domestica #erdasarkan pengamatan yang dilakukan telah diamati gambar morfologi burung merpati sebelum dibedah pada gambar diba ah ini1

'1

Su !er1 -ata Primer Praktikum #iologi, "&1' Ilu"tra"i 1.. Inspectio aves #olum ia domestica 5bagian luar burung merpati6 #eteran$an4 1. 9epala, ". Paruh, '. !ata, 0. *eher, (. Sayap, 8. #adan, <. 9aki, ;. 2kor. #urung merpati merupakan hasil domestikasi dari #olum a $omestica. !enurut $adiopoetro 51::<6 tubuh burung merpati terdiri atas caput 5kepala6, cer"ix 5leher6, truncus 5badan6, dan cauda 5ekor6. %rdo ini mempunyai ciri-ciri paruh pendek dan langsing dengan cora pada pangkalnya serta inglu"ies besar. #ulu berguna untuk mengisolasi panas tubuh terhadap keadaan sekitarnya, temperatur tubuh #olum a domestica relatif stabil. !enurut -juhanda 51:;"6 yang membedakan a"es dengan "erte rata lainnya yaitu temperatur tubuh, kemampuan untuk terbang, suara, pendengaran, penglihatan serta cara memelihara telur dan anaknya.

'"

3.2.

Mor5olo$i Aves Columbia domestica #erdasarkan pengamatan terhadap #olum ia domestica maka didapatkan

hasil seperti ilustrasi

''

Su !er1 -ata Primer Praktikum #iologi, "&1'. Ilu"tra"i 1/. !orfologi #urung !erpati

#eteran$an 1 1. %rahkea, ". Paru-paru, '.=antung, 0. ,sus halus (. #loaka 8. Tulang.

#erdasarkan hasil praktikum anatomi he an, pengamatan tentang morfologi burung merpati setelah dibedah terlihat adanya trahkea, paru-paru, jantung, usus halus, cloaka, dan tulang. =antung merupakan bagian vital pada burung merpati. !enurut 9ardong 5"&&"6, jantung, terletak di linea mediana, berbentuk kerucut, dilapisi oleh lapisan pericardium. Terbagi atas 0 ruang1 atrium sinistrum dan atrium dextrum, yang dipisahkan oleh septum atrium, "entriculum

'0

sinistrum, dan "entriculum dextrum yang terpisah oleh septum "entriculum. 3al ini sesuai dengan pendapat =asin 51:;:6 bagian-bagian organ pada burung merpati yang terpenting adalah jantung karena fungsi dari jantung adalah untuk mempompa darah yang keluar masuk dalam tubuh merpati tersebut yang dilindungi oleh tulang rusuk.

3.3.

Disgestorium Aves Columbia domestica #erdasarkan pengamatan terhadap pencernaan burung merpati, diperoleh

hasil ilustrasi sebagai berikut1

'(

Su !er1 -ata Primer Praktikum #iologi, "&1' Ilu"tra"i 10. Sistem pencernaan pada #olum ia domestica

#eteran$an1 1. Paruh, ". 9erongkongan, '. Tembolok, 0. &ro"enticulus, (. .mpela, 8. Pankreas, <. -uodenum, ;. ,sus kecil, :. #aeca, 1&. ,sus besar, 11. #loaca #erdasarkan hasil penelitian dan gambar, dapat diambil kesimpulan bah a sistem pencernaan dimulai dari paruh dan berakhir pada kloaka. ,rut sesuai hasil pengamatan, pencernaan burung merpati meliputi paruh,

kerongkongan, tembolok, pro"enticulus, ampela, pankreas, duodenum, usus besar dan usus halus, secca dan yang terakhir adalah cloaca. !enurut =asin 51:;:6, truncus digesti"us dari #olum a domestica terdiri dari ca"um oris, dilanjutkan ke faring yang pendek, kemudian oesophagus yang panjang dan terjadi perluasan disebut crop, yaitu tempat sementara dari lambung akan dilanjutkan oleh intestinum yang terbagi atas rectum dan cloaka. Pada bagian mulut terdapat paruh dan lidah, paruh berfungsi untuk mengambil makanan, sedangkan lidah

'8

burung memiliki struktur yang kaku dan bentuknya runcing serta kecil. !akanan yang dimasukkan ke rongga mulut tidak mengalami proses pencernaan mekanik maupun kimia i. 9erongkongan merupakan saluran antara rongga mulut dan lambung, bagian ba ah kerongkongan terdapat kantong besar yang disebut tembolok. Tembolok merupakan pelebaran kerongkongan yang berfungsi menyimpan makanan untuk sementara dan sedikit demi sedikit akan disalurkan ke lambung kelenjar. Sesuai dengan pendapat ?illee et al. 51:;;6 yang menerangkan bah a tembolok hanya terdapat pada aves, tembolok ini berfungsi sebagai organ penyimpanan makanan dan membasahi makanan karena terdapat kelenjar susu yang disebut pigeon milk. Sedangkan ampela atau empedal adalah tempat terjadinya proses pencernaan makanan secara mekanik karena dindingnya mengandung otot-otot kuat yang berguna untuk menghancurkan makanan dengan bantuan batu kecil, kemudian batu kecil ini akan disalurkan ke usus halus bersamaan dengan makanan.

3.(.

Re")%iratoriu

A6e" Columbia domestica

#erdasarkan pengamatan yang dilakukan telah diamati gambar morfologi pernafasan burung merpati seperti pada gambar diba ah ini1

'<

/AAA

Su !er 1 -ata Primer Praktikum #iologi, "&1'. Ilu"tra"i 11. Pernafasan pada #urung !erpati. #eteran$an1 1. 3idung ". 'arying '. (ronkus 0. Paru- paru (.%rahkea #erdasarkan hasil praktikum saluran pernapasan pada burung ada dua yaitu pernapasan aktu istirahat dan aktu terbang. +ase istirahat dilakukan oleh

pars sternalis costae dan pars "erte ralis costae, keduanya dihubungkan oleh suatu persendian sehingga dapat digerakkan. Pernapasan aktu istirahat terjadi

dalam dua fase yaitu fase inspiratiodan dan fase exparatio. +ase terbang yang sangat berfungsi adalah saccus intercla"icularis dan saccus axillaries. !enurut $adiopoetro 51:<<6 apabila sayap diturunkan saccus axillaris terjepit, sehingga saccus intercla"icularis menjadi longgar dan sebaliknya. Sistem pernapasan burung merpati dimulai ketika udara dihisap ke dalam sepasang rongga hidung

';

atau nares. $ongga hidung ini dipisahkan dari rongga mulut ke langit-langit keras. 3e an dapat bernapas alaupun makanan berada dalam mulut. ,dara selanjutnya melalui choane dan faring, lalu masuk ke dalam larying yang dalam keadaan terbuka. !enurut ?illee et al. 51:;;6 epiglottis menekuk ke belakang jika dinaikkan. Sistem respirasi pada #olum a domestica terdiri atas trakhea yang melanjut sebagai dua buah bronchi pada syrinx 5alat suara6. Paru-paru dilengkapi dengan kantung-kantung udara 5ada sembilan buah, empat berpasangan dan satu median6.

BAB I'
#ESIMPULAN DAN SARAN (.1. #e"i )ulan

':

#erdasarkan hasil pengamatan pada praktikum .natomi 3e an didapatkan bah a burung merpati terdiri dari caput 5kepala6, cer"ix 5leher6, truncus 5badan6, dan cauda 5ekor6. Sistem pencernaan burung merpati terdiri dari mulut, eosophagus, empedal, usus halus, usus besar, rectum, dan kloaka. Sistem pernafasan burung merpati terdiri dari hidung, trakea, faring, bronkus, dan paruparu. (.2. Saran #agi .nda yang ingin melaksanakan Praktikun .natomi, kami sarankan agar sebaiknya .nda mempersiapkan materinya dengan sebaik mungkin. =ika .nda menggunakan burung merpati sebagai objek pengamatan, gunakanlah burung merpati yang berukuran besar agar organ-organ yang akan diteliti tampak lebih jelas.

DA*TAR PUSTA#A
-juhanda, T. 1:;". Pengantar .natomi Perbandingan ?ertebrata I. .mrico, #andung =asin, !. 1:;:. Sistematika 3e an ?ertebrata dan Invertebrata. Sinar )ijaya, Surabaya. 9ardong, 9.?. "&&". ?ertebrates 4omparative .natomy, +unction, 2volution. 7orth .merica, !c@ra -3ill. 4ompanies, Inc.

0&

$adiopoetro. 1:<<. Coologi. 2rlangga, =akarta. ?illee, )alker, #arnes. 1:;;. @eneral Coology 8th 2dition. ). #. Saunders 4ompany, *ondon.

BAB I PENDAHULUAN Setiap mahluk hidup mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan dan perkembangan adalah suatu proses yang mana keduanya berjalan sejajar dan berdampingan. Pertumbuhan adalah proses pertambahan ukuran meliputi, pertambahan volume, pertambahan panjang, tinggi, dan pertambahan massa. Pertumbuhan biasanya dinyatakan dengan satuan bilangan.

01

>aitu persentasi, kurva 5grafik6. Perkembangan adalah proses munuju kede asaan. Tujuan dari praktikum ini membuktikan bah a tumbuhan dapat tumbuh dan berkembang, dalam hal ini yang digunakan adalah tanaman jagung dan kacang hijau untuk mengamati pertumbuhan dan perkembangannya. !anfaat dari praktikum ini adalah mengamati secara langsung pada tanaman jagung dan kacang hijau yang mengalami petumbuhan dan perkembangan, serta dapat membedakan beberapa periode pertumbuhan suatu organisme dengan

menggambarkan ke dalam grafik.

BAB II MATERI DAN METODE Praktikum #iologi dengan materi Pertumbuhan dan Perkembangan %rganisme dilaksanakan pada hari $abu, tanggal 8 7ovember "&1'. Pukul 1'.&&1(.&& )I#, di laboratorium +isiologi dan #iokimia, +akultas Peternakan dan Pertanian, ,niversitas -iponegoro, Semarang. 2.1. Materi

0"

.lat yang digunakan dalam praktikum mengenai pertumbuhan dan perkembangan organisme ini antara lain gelas plastik sebagai tempat menanam jagung dan kacang tanah, penggaris atau meteran yang berfungsi untuk mengukur tinggi tanaman, serta label untuk menunjukkan umur tanaman tersebut dan alat tulis untuk mencatat hasil pengamatan. Sedangkan bahan yang digunakan adalah kacang tanah dan biji jagung sebagai objek pengamatan dan kapas sebagai media tanam tanaman.

2.2.

Metode Praktikum biologi ini dilaksanakan untuk mengetahui proses

pertumbuhan dan perkembangan pada organisme yaitu dengan metode mengukur tinggi pada tanaman jagung dan pada tanaman kacang, menghitung jumlah daun jagung dan kacang, mengukur panjang tanaman jagung dan tanaman kacang, serta mengukur panjang akar jagung dan kacang. 4ara kerja yang pertama mengisi " polybag atau pot dengan kapas sebagai media tanam, kemudian basahi dengan air. Pada minggu pertama menanam " hingga ' biji jagung pada polybag 1, dan melakukan hal yang sama pada biji kacang. Pada minggu kedua menanam biji jagung dan kacang dengan jumlah yang sama dan dengan perlakuan yang sama pada polybag ". Pada minggu ketiga menanam lagi biji jagung dan kacang pada polybag ' dengan perlakuan yang sama. -an pada minggu keempat menanam biji jagung dan kacang dengan perlakuan yang sama. Pada setiap polybag mendapatkan perlakuan yang sama dan pada lingkungan yang sama yaitu yang tidak terkena sinar matahari secara langsung. 9emudian melakukan penyiraman setiap hari pada masing-masing polybag dengan air secukupnya untuk

0'

menghindari kekeringan pada media tanam. Setelah minggu keempat, bongkar semua tanaman dan bersihkan dari tanah yang menempel pada masing-masing tanaman. 9emudian mengamati panjang tanaman, panjang akar, tinggi tanaman, jumlah daun.

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1. Pertu !u%an dan Perke !an$an Tana an +a$un$

00

Su !er1 -ata Primer Pratikum #iologi -asar, "&1'. Ilu"tra"i 12. Pertumbuhan dan Perkembangan =agung #eteran$an1 1. 9uncup -aun ". -aun '. #atang 0. .kar

Ta!el 3. 3asil Pengamatan Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman =agung Panjang Tinggi Tanaman Tanaman =agung 1 minggu 1< cm : cm " minggu "< cm 10 cm ' minggu 0< cm "' cm 0 minggu (( cm 01,( cm Sumber1 -ata Primer Pratikum #iologi -asar, "&1'. Tanaman ,mur =umlah -aun " " ' 8 Panjang .kar ; cm 1" cm "0 cm 1',( cm

0(

-ra5ik 1. @rafik Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman =agung

#erdasarkan hasil praktikum biologi pertumbuhan dan perkembangan dapat diketahui bah a tanaman jagung yang ditanam pada minggu pertama hingga minggu keempat perubahan yang terjadi dari pertumbuhan dan perkembangan terlihat sangat jelas. Pada umur 1 minggu panjang tanaman 1< cm dan terus bertambah panjangnya, pada minggu ke " panjangnya mencapai "< cm, pada minggu ketiga bertambah menjadi 0< cm dan terus bertambah hingga minggu keempat mencapai (( cm. Pertambahan tinggi tanaman jagung pada minggu pertama adalah : cm dan pada minggu kedua tingginya bertambah menjadi 10 cm, minggu ketiga tingginya semakin bertambah hingga mencapai "' cm dan pada minggu keempat tingginya mencapai 01,( cm, !enurut 4hampbell 5"&&"6 pertambahan tinggi tanaman dikarenakan sel terus membelah dan berdiferensiasi dan merupakan akibat dari aktivitas meristem lateral. Panjang akar

08

tanaman jagung dari minggu pertama hingga keempat juga terus bertambah panjang. =ika pada minggu pertama panjang akar ; cm, minggu kedua bertambah hingga mencapai 1" cm, pada minggu ketiga panjang akar mencapai "0 cm dan pada minggu keempat panjangnya tidak bertambah tetapi menurun menjadi 1',( cm. 3al ini dibuktikan oleh pernyataan Salisbury dan 4leon 5"&&"6 yang menyatakan bah a pertambahan ukuran mudah dirancukan dengan pembelahan sel di meristem, karena pada ujung akar dan daerah ujung tajuk 5apeks6 mempunyai meristem.Pertumbuhan dan perkembangan juga terjadi pada daun jagung. Pada minggu pertama jumlah daun jagung " helai, pada minggu kedua jumlah daunnya tetap yaitu " helai. Pada minggu ketiga jumlah daun bertambah menjadi ' helai dan minggu keempat mengalami kenaikan yaitu tumbuh menjadi 8 helai. 3al ini sesuai dengan pendapat 4hampbell 5"&&"6 yang menyatakan bah a pertumbuhan dan perkembangan tidak selalu diindentikkan dengan jumlah yang terus bertambah karena pada pertumbuhan dan perkembangan dipengaruhi oleh factor hormon yang mempengaruhi pemanjangan, dan pembelahan sel.

3.2.

Pertu !u%an dan Perke !an$an Tana an #a,an$

0<

Su !er1 -ata Primer Pratikum #iologi -asar, "&1' Ilu"tra"i 23. Pertumbuhan dan Perkembangan 9acang #eteran$an1 1. -aun ". 9uncup -aun '. #atang 0. .kar Ta!el (. 3asil Pengamatan Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman 9acang Panjang Tinggi Tanaman Tanaman 9acang 1 minggu "' cm : cm " minggu ":,< cm 10 cm ' minggu '& cm "' cm 0 minggu 01,( cm 01,( cm Su !er1 -ata Primer Pratikum #iologi -asar, "&1'. Tanaman ,mur =umlah -aun " " " " Panjang .kar " cm ',< cm ',( cm 0,0 cm

0;

-ra5ik 2. @rafik Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman 9acang #erdasarkan hasil praktikum biologi pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang tanah, kita dapat melihat pertumbuhan dari sebuah biji yang pada tahapan a alnya biji tersebut mengalami perkecambahan atau tumbuh tunas diantara kedua keping bijinya. Pada minggu pertama panjang tanaman pada kacang "' cm dan pada minggu kedua panjangnya bertambah menjadi ":,< cm, begitu pula pada minggu ketiga panjangnya menjadi '& cm dan pada minggu keempat panjangnya semakin bertambah hingga mencapai 01,( cm. -ari minggu keminggu panjang kacang mengalami pertambahan panjang yang disebabkan oleh pembelahan pada sel-selnya. 3al ini sesuai dengan pendapat Syamsuri 5"&&'6 yang menyatakan bah a pertambahan jumlah sel terjadi karena adanya pembelahan mitosis. Pertumbuhan dan perkembangan juga terjadi pada tinggi tanaman yang pada minggu pertama : cm, pada minggu kedua tingginya justru menjadi 10 cm dan pada minggu ketiga mengalami pertambahan menjadi "' cm

0:

dan pada minggu terakhir menurun mencapai 01,( cm. Pada pertumbuhan dan perkembangan suatu tanaman dapat dipengaruhi oleh faktor dari dalam tanaman maupun faktor dari luar tanaman 5lingkungan6. 3al ini sesuai dengan pernyataan Salisbury dan 4leon 5"&&"6 yang menyatakan bah a

pertumbuhan dan perkembangan dapat dipengaruhi oleh lingkungan. 3al ini dipertegas oleh pendapat Syamsuri 5"&&'6 yang menyatakan bah a faktor lingkungan juga mempengaruhi terjadinya proses perkembangan, antara lain nutrisi yang terdiri dari senya a kimia dan diperlukan sebagai sumber energi, air dibutuhkan sebagai pelarut dan media dalam reaksi kimia didalam tubuh, cahaya berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tubuh tumbuhan. Panjang akar kacang dari minggu pertama hingga keempat selalu mengalami pertumbuhan yaitu pada minggu pertama panjangnya " cm, dan pada minggu kedua tetap ',< cm. Pada minggu ketiga bertambah menjadi ',( cm dan terus bertambah hingga minggu keempat menjadi 0,0 cm. 3al ini sesuai dengan pernyataan

Salisbury dan 4leon 5"&&"6 yang menyatakan bah a pertumbuhan selanjutnya akar primer kecambah dan akar cabangnya membutuhkan aktifitas meristem apikal. Pertumbuhan dan perkembangan jumlah daun pada kacang pada minggu pertama jumlah daun " helai. Pada minggu kedua tetap yaitu " helai. Pada minggu ketiga tetap yaitu " helai. Pada minggu keempat daun tidak mengalami pertambahan atau tetap yaitu " helai.

(&

BAB I' #ESIMPULAN DAN SARAN (.1. #e"i )ulan #erdasarkan hasil percobaan dapat disimpulkan bah a tanaman jagung dan kacang hijau mengalami pertumbuhan dan perkembangan pada seluruh bagian tanaman seperti akar, batang, dan daun, baik dari tinggi, panjang, maupun ukurannya. )alaupun berdasarkan grafik data pengamatan ada beberapa data yang tidak terjadi peningkatan pertumbuhan, hal tersebut bukan berarti tanaman telah berhenti pertumbuhannya, karena kemungkinan besar tanaman sedang mengalami perkembangan yang menyebabkan pertumbuhannya melambat. Pertumbuhan dan perkembangan tanaman juga dipengaruhi faktor-faktor eksternal seperti suhu ruangan, kadar air, kelembaban udara, unsur-unsur hara, dan intensitas cahaya. Sementara itu, perkembangan tanaman dipengaruhi oleh faktorfaktor internal seperti genetik dan hormon. (.2. Saran -alam praktikum pertumbuhan danperkembangan tanaman, sangat disarankan pada setiap anggota kelompok agar masing-masing menanam tanaman jagung dan kacang supaya jika tanaman yang hendak digunakan untuk pengamatan mati atau tidak dapat digunakan, masih ada cadangannya.

DA*TAR PUSTA#A 4hampbell. 7 .. "&&".#iologi =ilid ". 2rlangga, =akarta.

(1

Salisbury, +rank # dan 4leon ) $oss. "&&". +isiologi Tumbuhan =ilid III. Institut Teknik #andung, #andung. Syamsuri.I. "&&'. #iologi. =akarta, 2rlangga.