You are on page 1of 13

PENGANTAR FILSAFAT HUKUM HUKUM DAN KEBENARAN

MAKALAH

Disusun Oleh:

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

NIKSON AULIA RUHMAN FITRIANI TAHIR ESRIYATI N MOHAMMAD RIZAL MUH. ISNAIN RAMDHANI WAILAN LAURENS M. M RAHMAT SALEH BAGUS PURWATAMA PUTRA

(D 101 11 471) (D 101 11 515) (D 101 11 512) (D 101 12 493) (D 101 11 452) (D 101 11 453) (D 101 08 029) (D 101 11 417) (D 101 11 405) (D 101 11 466)

FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS TADULAKO KELAS NON REGULER MARET 2014

dengan judul “HUKUM DAN KEBENARAN”. Makalah ini berisikan tentang pengertian dan macam-macam pembagian dari teori kebenaran. kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta di dalam penyusunan makalah ini.KATA PENGANTAR Puji syukur patut kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya sehingga penyusunan makalah ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya. baik dalam segi bentuk maupun isi yang terkandung didalamnya. 7 Maret 2014 Tim Penyusun . serta makna kebenaran dalam perspektif hukum. Palu. oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini Akhir kata. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberkati segala usaha kita.

............................... KATA PENGANTAR . BAB I PENDAHULUAN ........................... A.. .......................................................................................................................................... C.... DAFTAR ISI ............................... RUANG LINGKUP PEMBAHASAN ........ A................................... RUMUSAN MASALAH ..... B....................................................................... C..................... DAFTAR PUSTAKA ........................................................... PENGERTIAN TEORI KEBENARAN .............................DAFTAR ISI SAMPUL MAKALAH ......................................... LATAR BELAKANG ..... KESIMPULAN .............................................................................................................................................................. A......................................................................................................... BAB II PEMBAHASAN ..................................................................................... B.................... MACAM-MACAM TEORI KEBENARAN .... KEBENARAN DALAM PERSPEKTIF HUKUM .......................................................................................................................................................................... BAB III PENUTUP ...................................................

Latar Belakang Negara indonesia adalah negara hukum. Sistem pemerintahannya adalah Presidensiil. f. Kedaulatan rakyat atau Prinsip Demokrasi. d. . Dasar lain yang dapat dijadikan landasan bahwa negara Indonesia adalah negara hukum yakni pada Bab XIV tentang Perekonomian Nagara dan Kesejahteraan Sosial Pasal 33 dan 34 UUD 1945. e. c. Konsepsi negara hukum Indonesia dapat dimasukkan negara hukum materiil. b. bahwa negara Indonesia adalah dan harus merupakan negara hukum. yang dapat dilihat pada Pembukaan UUD 1945 Alenia IV. Adanya organ pembentuk undang-undang (Presiden dan DPR). Prinsip kesamaan kedudukan dalam hukum dan pemerintahan (Pasal 27 (1) UUD 1945). Norma hukumnya bersumber pada Pancasila sebagai hukum dasar nasional. Negara Hukum Indonesia menurut UUD 1945 mengandung prinsipprinsip sebagai berikut : a. Dasar pijakan bahwa negara Indonesia adalah negara hukum tertuang pada Pasal 1 ayat 3 UUD 1945.BAB I PENDAHULUAN A. Sistem yang digunakan adalah Sistem Konstitusi. yang menegaskan bahwa negara turut aktif dan bertanggung jawab atas perekonomian negara dan kesejahteraan rakyat. Dimasukkannya ketentuan ini ke dalam bagian pasal UUD 1945 menunjukkan semakin kuatnya dasar hukum serta menjadi amanat negara.

mencerdaskan kehidupan bangsa. Rumusan Masalah 1. serta makna kebenaran dalam perspektif hukum. Apa pengertian teori kebenaran ? 2. suatu pernyataan dianggap benar apabila materi yang terkandung dalam pernyataan tersebut bersesuaian (korespodensi) dengan obyek faktual yang ditunjuk oleh pernyataan tersebut. Bahwa suatu pernyataan adalah benar jika terdapat fakta-fakta empiris yang mendukung pernyataan tersebut. Apa saja macam-macam teori kebenaran ? 3.g. . Atau dengan kata lain. Bagaimana makna kebenaran dalam perspektif hukum? C. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. dan i. Kekuasaan kehakiman yang bebas dari kekuasaan lain (eksekutif). memajukan kesejahteraan umum. Dalam hal ini bahwa negara indonesia merupakan negara hukum maka akan banyak produk-produk hukum yang dihasilkan dan apakah berdasarkan teori kebenaran yang dianut positivisme termasuk teori korespondensi dan 3 teori lainnya. Adanya jaminan akan hak asasi dan kewajiban dasar manusia (Pasal 28 A-J UUD 1945). perdamaian abadi dan keadilan sosial. Hukum bertujuan untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. h. B. Ruang Lingkup Pembahasan Ruang lingkup pembahasan dari makalah ini adalah tentang pengertian dan macam-macam pembagian dari teori kebenaran.

3. Tingkatan religius. Manusia selalu mencari kebenaran. pengalaman-pengalaman yang didasarkan disamping melalui indra. Sebaliknya pengetahuan dan pemahaman tentang kebenran. maka susunan tingkatan kebenaran itu dapat dikelompokkan menjadi: 1. Pengertian Teori Kebenaran Kebenaran adalah satu nilai utama di dalam kehidupan human. diolah pula dengan rasio. Tingkat filosofis. tanpa melaksankan konflik kebenaran. rasio dan pikir murni. sifat asasinya terdorong pula untuk melaksankan kebenaran itu. Berdasarkan scope potensi subjek. Karena di dalam kehidupan manusia sesuatu yang dilakukan harus diiringi akan . Sebagai nilai-nilai yang menjadi fungsi rohani manusia. konflik spilogis.BAB II PEMBAHASAN A. 4. 2. kebenaran mutlak yang bersumber dari Tuhan yang Maha Esa dan dihayati oleh kepribadian dengan integritas dengan iman dan kepercayaan. Tingkatan ilmiah. manusia akan mengalami pertentangan batin. Artinya sifat manusiawi atau martabat kemanusiaan (human dignity) selalu berusaha “memeluk” suatu kebenaran. Tingkatan kebenaran indera adalah tingakatan yang paling sederhana dan pertama yang dialami manusia. renungan yang mendalam mengolah kebenaran itu semakin tinggi nilainya. jika manusia mengerti dan memahami kebenaran.

kesan). fakta. Teori ini dianut oleh aliran realis. . Macam-macam Teori Kebenaran 1. maka sesuatu itu benar. peristiwa. Jika ide atau kesan yang dihayati subjek (pribadi) sesuai dengan kenyataan. Kebenaran adalah kesesuaian pernyataan dengan fakta. Pelopornya plato. Masalah kebenaran menurut teori ini hanyalah perbandingan antara realita obyek (informasi.kebenaran dalam jalan hidup yang dijalaninya dan manusia juga tidak akan bosan untuk mencari kenyataan dalam hidupnya yang dimana selalu ditunjukkan oleh kebenaran. realita. pendapat) dengan apa yang ditangkap oleh subjek (ide. Teori Corespondence Menerangkan bahwa kebenaran atau sesuatu kedaan benar itu terbukti benar bila ada kesesuaian antara arti yang dimaksud suatu pernyataan atau pendapat dengan objek yang dituju/ dimaksud oleh pernyataan atau pendapat tersebut. objek. yang berselaran dengan realitas yang serasi dengan sitasi aktual. Dengan demikian ada lima unsur yang perlu yaitu : a) Pernyataan (statement) b) Persesuaian (agreemant) c) Situasi (situation) d) Kenyataan (reality) e) Putusan (judgements) Kebenaran adalah fidelity to objektive reality (kesesuaian pikiran dengan kenyataan). B.

Mereka akan benar-benar hanya jika mereka berguna mampu memecahkan problem yang ada. Sebab tujuan utama pragmatisme ialah supaya manusia selalu ada di dalam keseimbangan. Teori Pragmatisme Paragmatisme menguji kebenaran dalam praktek yang dikenal apra pendidik sebagai metode project atau medoe problem olving dai dalam pengajaran. serta oleh Berrand Russel pada abad moderen. 3. Sebab apabila didasarkan atas hubungan subyek (ide. . Artinya sesuatu itu benar. Oleh karena itu pemahaman subyek yang satu tentang sesuatu realitas akan mungkin sekali berbeda dengan apa yang ada di dalam pemahaman subyek lain. pastilah ada subyektivitasnya. Menurut teori consistency untuk menetapkan suatu kebenaran bukanlah didasarkan atas hubungan subyek dengan realitas obyek. untuk ini manusia harus mampu melakukan penyesuaian dengan tuntutan-tuntutan lingkungan. Teori Consistency Teori ini merupakan suatu usah apengujian (test) atas arti kebenaran.Aristoteles dan Moore dikembangkan lebih lanjut oleh Ibnu Sina. Hasil test dan eksperimen dianggap relible jika kesan-kesanyang berturut-turut dari satu penyelidik bersifat konsisten dengan hasil test eksperimen yang dilakukan penyelidik lain dalam waktu dan tempat yang lain. Thomas Aquinas di abad skolatik. kesannya dan comprehensionnya) dengan obyek. jika mengmbalikan pribadi manusia di dalam keseimbangan dalam keadaan tanpa persoalan dan kesulitan. 2.

Teori pragmatisme (the pragmatic theory of truth) menganggap suatu pernyataan. Ketika rezim orde baru. Oleh karena itu tidak ada kebenaran yang mutak/ tetap. Jika teori itu praktis. sedangkan sebagian yang lain mengikuti fatwa ulama tertentu atau organisasi tertentu. teori ini salah. Contoh lainnya pada masa pertumbuhan ilmu. 4. Kaum pragmatis menggunakan kriteria kebenarannya dengan kegunaan (utility) dapat dikerjakan (workobility) dan akibat yang memuaskan (satisfaktor consequence). Copernicus (1473-1543) mengajukan teori . teori atau dalil itu memliki kebenaran bila memiliki kegunaan dan manfaat bagi kehidupan manusia. Contoh pertama mengenai penetapan 1 Syawal. mampu memecahkan problem secara tepat barulah teori itu benar. suatu teori akan benar jika ia membuat segala sesutu menjadi lebih jelas dan mampu mengembalikan kontinuitas pengajaran. Yang dapat secara efektif memecahkan masalah itulah teori yang benar (kebenaran). Contoh kedua adalah pada masa rezim orde lama berkuasa. PKI mendapat tempat dan nama yang baik di masyarakat. PKI adalah partai terlarang dan semua hal yang berhubungan atau memiliki atribut PKI tidak berhak hidup di Indonesia. Sebagian muslim di Indonesia mengikuti fatwa atau keputusan MUI atau pemerintah. kebenarannya tergantung pada manfaat dan akibatnya. jika tidak. Kebenaran Performatis Teori ini menyatakan bahwa kebenaran diputuskan atau dikemukakan oleh pemegang otoritas tertentu.Dalam dunia pendidikan.

Hal ini berarti kebanaran hukum itu sangat veriatif . Mereka tidak berani melanggar keputusan pemimpin adat dan tidak terbiasa menggunakan rasio untuk mencari kebenaran. pemimpin adat. Kebenaran performatif dapat membawa kepada kehidupan sosial yang rukun. berarti kebenaran itu hanya satu yaitu berdasarkan pada kesesuaian norma hukum dengan peristiwa hukum. kebenaran ini seakan-akan kebenaran mutlak. karena terbiasa mengikuti kebenaran dari pemegang otoritas. Dalam fase hidupnya. kehidupan beragama yang tertib. Pada beberapa daerah yang masyarakatnya masih sangat patuh pada adat. Di sisi yang lain para ilmuan hukum memahami hukum itu dari berbagai sudut. adat yang stabil dan sebagainya. Masyarakat yang mengikuti kebenaran performatif tidak terbiasa berpikir kritis dan rasional. manusia kadang kala harus mengikuti kebenaran performatif. Masyarakat menganggap hal yang benar adalah apa-apa yang diputuskan oleh gereja walaupun bertentangan dengan bukti-bukti empiris. Mereka kurang inisiatif dan inovatif. ada dari sudut antropolgi. pemimpin masyarakat. ada dari sudut politik bahkan ada dari sudut psikologi. dan sebagainya. Jika ia maka kebenaran hukum itu hanya terletak pada penegak hukum. pemimpin agama. . ada dari sudut sejarah. Kebenaran dalam Perspektif Hukum Pada satu sisi hukum dipandang hitam putih. Pemegang otoritas yang menjadi rujukan bisa pemerintah.heliosentris dan bukan sebaliknya seperti yang difatwakan gereja. C. Jika demikian halnya maka hukum yang dilihat pada aspek kepastian yaitu kesesuaian legalitas dengan fakta-fakta hukum. ada yang melihat dari sudut filsat.

Jadi dalam perspektif kebenaran pragmatif tidak berorintasi pada sebuah proses atau suatu peristiwa hukum tetapi hasil dari proses atau peristiwa hukum itu. Sebuah kebenaran yang berbeda dengan pendapat. kemanfaatan dan kepastian hukum. Demikian juga dalam perspektif teori korespondensi. oleh sebab itu jangan secara apriori menjustifikasi setiap putusan hakim itu tidak adil. Ketiga pemikiran ini jika dikaitkan dengan ketiga teori yang ada tentunya teori pragmatis sangat relatif untuk digunakan. Teori koherensi diimplementasikan dalam tataran ius constitidum. (ide-ide hukum) yang kesesuaian dengan realitas perilaku masyarakat. Pendekatan deduktif sangat mendominasi kebenaran koherensi. Ketiga tujuan hukum ini adalah realisasi dari pemikiran kebenaran filosuf. Rasa keadilan untuk setiap orang atau kelompok sangat variatif. teori kebenaran korespondensi mengutamakan kepastian hukum (asas legalitas). seperti konsep keadilan Aristotelles. pemikiran sosiolog dan pemikiran legalitor. maka tinggalkan pendapatnya itu. . Hakim sebagai pematah kepentingan pencari keadilan mempunyai pandangan berdasarkan pada keyakinannya atas sebuah fakta hukum. Kebenaran legalitas. Tataran hukum dalam hal ini adalah aspek keadilan yang diutamakan. artinya penerapan hukum hukum terhadap sebuah perkara didasarkan pada fakta-fakta hukum yang terdapat pada peristiwa terjadi. Teori pragmatif berkaitan dengan rasa kemanfaatan hukum. kesesuaian putusan hakim dengan kebenaran fakta-fakta hukum.Telah disadari dalam penegakan hukum diharapkan agar penegak hukum terutama para hakim dalam hal menjutuhkan satu putusan harus memenuhi rasa keadilan.

Ada 4 macam teori kebenaran yaitu : 1. Kebenaran Performatif Dari ke empat teori kebenaran tersebut setelah kami analisis secara keseluruhan kami menyimpulkan bahwa produk produk hukum yang ada di Indonesia telah benar menurut ke empat teori kebenaran tersebut karena semuanya di buat tidak bertentangan dengan UUD 1945 bahkan merupakan penjabaran mengenai pasal – pasal yang terdapat dari UUD1945.BAB III PENUTUP A. . Teori Pragmatisme 4. Teori Consistency 3. KESIMPULAN Indonesia sebagai negara yang berdasar atas hukum (rechtsstaat) tidak berdasarkan kekuasaan belaka (machtsstaat) sebagaimana ketentuan Pasal 1 ayat (3) Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 memberikan pengertian sekaligus pemaknaan yang luas dan menyeluruh terhadap sendi-sendi kehidupan ketatanegaraan khususnya pemerintahan negara di negeri ini. Teori Corespondence 2. Kebenaran adalah satu nilai utama di dalam kehidupan manusia.

google.DAFTAR PUSTAKA Noor. Undang-Undang Dasar 1945 :Pustaka Mandiri. Mohammad Syam. 1984.com . Surakarta file:///C:/Users/ASUS/Downloads/Filsafat%20hukum%20%20%20Pengantar%20 filsafat%20dan%20filsafat%20hukum. Surabaya. Filsafat Pendidikan Dan Dasar Filsafat Pendidikan Pancasila.com www. Usaha Nasional.htm http://wikipedia.