You are on page 1of 4

PORTOFOLIO-1 Infark Miokard Akut Luas No. ID dan Nama Peserta : dr.

Bagas Satrio

No. ID dan Nama Wahana : RSUD Jombang Topik : Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Tanggal Kasus : 6 Januari 2014 (pk.10.20 WIB) Nama Pasien : Tn. SM Tanggal Presentasi : Tempat presentasi : RSUD Jombang Obyektif Presentasi : Power Point Keilmuan Diagnostik Neonatus Keterampilan Manajemen Bayi Anak Penyegaran Masalah Remaja Tinjauan pustaka Istimewa Dewasa Lansia Bumil No. RM : 207350 Pendamping : dr. Sangidu

Deskripsi : Pasien menderita infark miokard akut luas Tujuan : Mengetahui managemen infark miokard akut pada rumah sakit tipe B Bahan bahasan Cara membahas Tinjauan Pustaka Diskusi Riset Presentasi & diskusi Kasus E-mail Audit Pos

Data Pasien

Nama Alamat

: Tn. SM : Selorejo Mojowarno Telp.

No. Registrasi : 207350 Terdaftar sejak : 06 Januari 2014

Nama Klinik : RSUD Jombang

KELUHAN UTAMA : Nyeri dada Data Utama untuk bahan diskusi 1. Diagnosis / Gambaran Klinis : Pasien datang dengan keluhan nyeri dada hebat sekitar 3 jam SMRS, nyeri dikatakan seperti ditusuk tusuk, nyeri menjalar ke tangan kiri dan area leher. 2 hari SMRS pasien merasakan nyeri dada sebentar, lalu dibuat istirahat menghilang Px juga merasakan mual (+), muntah (-), Sesak nafas dirasakan pasien, sesak berat.

2. Riwayat Pengobatan : Pasien selama 2 hari SMRS belum minum obat apapun, sejak tadi pagi juga belum minum obat. 3. Riwayat Penyakit Dahulu : Pasien mempunyai riwayat sakit Hipertensi yang tidak rutin kontrol berobat. Pasien juga dikatakan punya riwayat sakit jantung

4. Anamnesis tambahan : Gaya hidup: rokok (+), kopi (+), suka makanan berlemak (-), alkohol (-), tato (-), jarang berolah raga (+). Pemeriksaan Fisik Vital Sign :

dyspneu nafas (+). Jakarta : Cermin Dunia Kedokteran. meteorismus (-). sesak ngongsrong (+). gallop (-) Pulmo : Inspeksi: pergerakan dada kiri dan kanan simetris. 3. kaki bengkak (-). Jakarta : EGC. Kamus Kedokteran Dorlan.TD : 100/60 mm Hg HR : 77 x/menit. Abdomen : soefl. BU (+) normal.5˚ C RR : 28x/menit GCS : E4-V5-M6 Kesadaran : gelisah SUBYEKTIF : Pasien datang dengan keluhan nyeri dada hebat sekitar 3 jam sebelum masuk rumah sakit. Hasil Pemeriksaan Penunjang : GDA 152 mg/dL ECG : ST Elevasi di semua lead Daftar Pustaka 1. Hasil Pembelajaran 1. Dalam : Buku Ajar Kardiologi. Newman. atau badan lemes. Penyakit Jantung Koroner. Santoso dan Setiawan. Pasien memiliki riwayat sakit darah tinggi. sclera ikterus (-/-). lalu dibuat istirahat menghilang. edema (-) pada kedua extremitas bawah. Gaya hidup pasien juga suka merokok sampai + 1 pack / hari. nyeri dikatakan seperti ditusuk tusuk. 2. muntah (-). Penatalaksanaan kegawatdaruratan pada kondisi IMA 4. Edisi 29. Patofisiologi Penyakit Jantung Koroner. murmur (-). jarang berolah raga. OBYEKTIF . nyeri dirasakan menjalar ke tangan kiri dan area leher. tidak ada aktifitas rutin sehari – hari. Primary survey pada kondisi kegawatdaruratan pasien dengan IMA 2. Perkusi: sonor (+/+) Auskultasi: vesikuler (+ /+). Nyeri Tekan (-) Ext : akral dingin (+) pada keempat ekstremitas. ronchi (-/-). Jakarta : Balai Penerbit FKUI. Kusmana dan Hanafi. hanya berobat jika ada keluhan pusing. Dorland. Kriteria diagnosis IMA 3. Sesak nafas juga dirasakan pasien. Riwayat diabet disangkal pasien. 1765. makanan suka berlemak (+). Reflek pupil (+/+). tetapi tidak rutin berobat. wheezing (-/-). Edukasi keluarga pasien dengan kondisi gawat darurat T : 36. kopi (+). lemah KU : sakit berat Status generalis Kepala/leher : konjunctiva anemis (-/-). mual (+). regular. panas badan tidak dirasakan pasien. pembesaran kelenjar getah bening (-) Thorax : Cor : S1S2 tunggal. 2 hari sebelumnya pasien merasakan nyeri dada sebentar. 2005. 2003.

50C kesadaran saat datang di ugd px gelisah. Dari hasil pemeriksaan fisik hanya sedikit mendapati beberapa temuan positif yaitu pernafasan dyspneu. diet. paling sering karena trombus atau embolus. adanya petanda biokimia marker jantung. adanya perubahan ekg. selain itu px terlihat sakit berat. yaitu adanya nyeri dada yang khas.Dari hasil pemeriksaan tanda-tanda vital didapatkan tekanan darah 100/60 mmHg. berkeringat dingin dan lemas. Rasa nyeri hebat sekali sehingga penderita gelisah. advis : Inj. Pemaparan terhadap faktor-faktor di atas menimbulkan injury bagi sel endotel. Faktor-faktor seperti usia. respirasi 28 x/menit. genetik. takut.4mg Po : ASA 2 tab CPG 4 tab Herbeser CD 1x1 Jika tensi bagus (sistole > 110) cedocard 1 mg/jam . Kejadian infark miokard diawali dengan terbentuknya aterosklerosis yang kemudian ruptur dan menyumbat pembuluh darah.Wahyu Sp. regular. Adapun pada pasien ini dari pemeriksaan didapatkan : Nyeri dada yang khas Kesadaran gelisah Dyspneu Gambaran EKG ST elevasi semua lead Kesimpulan: Infark miokard akut luas PLAN PTx: KIE : KIE pada pasien dan keluarga mengenai kegawatan kondisi dan kemungkinan penyakit penyebabnya. ASESSMENT Infark adalah area nekrosis koagulasi pada jaringan akibat iskemia lokal. pada pemeriksaan cor detak jantung S1 S2 regular tunggal. tetapi akral dingin. tidak didapatkan bunyi jantung tambahan murmur maupun gallop. reactive oxygen species dan inflamasi menyebabkan disfungsi dan aktivasi endotelial. disebabkan oleh obstruksi sirkulasi ke daerah itu. nadi 77 x/menit. isi cukup. diabetes mellitus tipe II.JP. Diagnosis IMA ditegakkan bila didapatkan dua atau lebih dari 3 kriteria. Dari pemeriksaan penunjang ekg didapatkan gambaran khas. merokok. komplikasi yang mungkin terjadi pada pasien O2 NRBM 8-10 lpm IVFD RL 15 tpm Pasang Kateter MRS di ICCU Konsul dr. hipertensi. Nyeri dada penderita infark miokard serupa dengan nyeri angina tetapi lebih intensif dan berlangsung lama serta tidak sepenuhnya hilang dengan istirahat ataupun pemberian nitrogliserin. temperatur axilla 36. Pasien terus menerus mengubah posisinya di tempat tidur. yakni ST elevasi di semua lead ekg. Lovenox 2x0.

.- KIE mengenai proses pemeriksaan terapi yang sedang berlangsung serta proses pemeriksaan dan terapi selanjutnya.