P. 1
JUKNIS JABATAN FUNGSIONAL PEREKAYASA

JUKNIS JABATAN FUNGSIONAL PEREKAYASA

4.79

|Views: 5,980|Likes:
Published by anghuda
Buku Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Perekayasa
Buku Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Perekayasa

More info:

Published by: anghuda on Feb 25, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

03/20/2014

pdf

PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL PEREKAYASA DAN ANGKA KREDITNYA

BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI 2013

KATA PENGANTAR

Revisi petunjuk Teknis Tentang Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya dilaksanakan untuk memberikan pengertian dan persepsi yang sama tentang Sistem Tata Kerja Kerekayasaan, Kegiatan Perekayasaan dan Penilaian Angka Kredit yang diklaim antara Para Pejabat Fungsional Perekayasa dan Pengelola Jabatan Fungsional Perekayasa serta Tim Penilai baik yang berada di Instansi Pengelola Jabatan Fungsional Perekayasa maupun yang berada di Instansi Pembina. Secara umum, perubahan yang dilakukan untuk lebih memperjelas makna dan mekanisme pengaturan dalam sistem pengelolaan kegiatan kerekayasaan sehingga mudah dan sederhana dalam mengerti dan mencerna peraturan yang tersirat dan tersurat dalam Petunjuk Teknis ini. Upaya penyempurnaan Petunjuk Teknis ini sekaligus dilakukan untuk mengakomodir berbagai masukan dari para stakeholders yang telah menunggu selama hampir 3 tahun, dan baru kali ini direalisasikan agar lebih baik dan lebih dimengerti sehingga lebih memacu perkembangan kegiatan perekayasaan di Indonesia. Akhir kata, semoga Petunjuk teknis ini menjadi pedoman bagi para Pejabat Fungsional Perekayasa, Pengelola Jabatan Fungsional Perekayasa maupun Tim Penilai Jabatan Fungsional Perekayasa.

KEPALA BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI Pembina JFP,

Dr. Ir. Marzan A. Iskandar

i

SATITITAIY
PEIIGI(A.'IAII DAT PEXENAPAHTEI${OLOGI BAOAT* (BP"Tl

PERATURAN KEPALABADAN PENGKAJIANDAN PENERAPAN TEKNOLOGI NOMOR 105 TAHUN 2013 TENTANG PETUNJUKTEKNIS JABATAN FUNGSIONALPEREKAYASA DAN ANGKA KREDITNYA DENGANRAHMATTUHAN YANG MAHA ESA KEPAI,ABADAN PENGKAJIANDAN PENERAPAN TEKNOLOGI, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan pasal S ayat (zl Peraturan Menteri Negara Pendayagurlaan Aparatur Negara Nomor: PER/ 2I9 /M.PAN/7 /2OAS tentang Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka lkeditnya, perlu menetapkan Peraturan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional perekayasa dan Angka Kreditnya; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor I Tahun IgT4 tentang pokok-pokok Kepegawaian {Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun L974 Nomor s5, Tambahan L,embaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041), sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun Lggg; 2' undang-undartg Nomor 1g Tahun zooz tentang sistem Nasional Penelitian, pengembangan, dan penerapan Irmu Pengetahuan dan Teknorogi {Lembaran Negara Repubrik Indonesia Tahun zaoz Nomor g4, Tambahan Lembaran NegaraRepublik Indonesia Nomor a2lgl; 3' Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 19g4 tentang Jabatan Fungsional PegawaiNegeri Sipil {Iernbaran Negara Repubtik
Indonesia...
I

-2Indonesia Tahun 1994 Nomor 22, Tambdhan Iembaran

Negara Republik Indonesia Nomor 35471 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2010; 4. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil; 5. Keputusan Kedudukan, Organisasi, Presiden Tugas, dan Tata Nomor Fungsi, Kerja 103 Tahun 2001 tentang Susunan Non

Kewenangflr, Lembaga

Pemerintah

Departemen sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2013; 3. Keputusan Presiden Nomor 110 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan T\rgas Eselon I Lembaga Pemerintah Non Departemen sebagainrana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomar 4 Tahun 2013; 4. Keputusan Presiden Nomor 144/M Tahun 2008; 5 . Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Nomor: PER/219/M.PAN 17 /2008 tentang Negara Jabatan

Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya; 6 . Peraturan Bersarna Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nornor: 267 /Kp/BPW/UII/2OO9 Petunjuk Angka Kreditnya; 7 . Peraturan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Nomor L7O/Rp / KA/BPPT/IV / 2006 tentang Organisasi dan Tata Ke{a Badan Pengk4jian dan Penerapan Teknologi; dan Nomor 15 Tahun 2009 tentang Fungsional Perekayasa dan

Pelaksanaan Jabatan

MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN KEPALA BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI TENTANG PETUNJUK TEKNIS JABATAN

FUNGSIONAL PEREKAYASA DAN ANGKA KREDITI{YA. Pasal...

-3Pasal 1 Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka f*Oitnya dibuat

untuk menjamin adanya kesamaan persepsi dan keseragaman dalam penilaian dan penetapan angka lcredit jabatan fungsional perekayasa. Pasal 2 Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya sebagaimana diatur dalam lampiran yang rnerupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan ini. Fasal 3 Pada saat Peraturan ini mulai berlaku, Keputusan Kepala Badan Pengkajian dan PenerapanTeknologi Nomor Ot/Kp/BPPTfilz00g tidak berlaku. Pasal 4 Peraturan ini mulai berlaku pada tanggat ditetapkan. tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya dicabut dan dinyatakan

Ditetapkan

di Jakarta O5 April 2013

pada tanggal

KEPALA BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOI,OGI, Salinan sesuai dengan aslinya Badan Pengk4iian dan Penerapan Teknologi Kepala Biro Umum dan Humas,

ttd.

MARZAN FIZIZ ISKANDAR Astana \

DAFTAR ISI
Halaman Kata Pengantar ................................................................................................ Peraturan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Nomor 105 Tahun 2013 Tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya ............................................................................................ Daftar Isi ........................................................................................................... BAB I PENDAHULUAN 1.1 Sejarah Jabatan Fungsional Perekayasa ................................. 1.2 Maksud dan Tujuan ................................................................. 1.3 Pengertian ................................................................................ BAB II KEREKAYASAAN 2.1 Bidang Keilmuan untuk Perekayasa ........................................ 2.2 Bidang Keahlian Untuk Perekayasa ........................................ 2.3 Tahap Kegiatan Kerekayasaan ............................................... 2.4 Kategori Kegiatan Kerekayasaan ............................................ 2.5 Kode Etik Perekayasa ............................................................. 2.6 Majelis Perekayasa .................................................................. BAB III SISTEM TATA KERJA KEREKAYASAAN 3.1 Organisasi Fungsional Kerekayasaan (OFK) ......................... 3.2 Manfaat OFK .......................................................................... 3.3 Karakteristik OFK .................................................................... 3.4 Tipe OFK ................................................................................. 3.5 Pola Matriks OFK .................................................................... 3.6 Sistem Informasi & Pelaporan dalam OFK .............................. 3.7 Peran Perekayasa dalam OFK ................................................ BAB IV JENJANG, PERAN, DAN TUGAS 4.1 Jenjang Jabatan Fungsional Perekayasa ............................... 4.2 Jenjang dan Peran Perekayasa .............................................. 4.3 Jenjang Jabatan, Pangkat dan Golongan Ruang ................... 4–1 4–2 4–3
v

i

ii v

1–1 1–2 1–2

2–1 2–2 2–3 2–5 2–6 2–7

3–1 3–1 3–2 3–2 3–5 3–7 3 – 22

BAB V

KEGIATAN KEREKAYASAAN DAN ANGKA KREDITNYA 5.1 Unsur Kegiatan Kerekayasaan ............................................... 5.2 Penilaian ................................................................................. 5–1 5–2

BAB VI

PEMBINAAN KARIR 6.1 Pengangkatan Pertama ........................................................... 6.2 Pengangkatan Dari Jabatan Lain ............................................ 6.3 Kenaikan Jabatan dan Pangkat ............................................... 6.4 Pembebasan Sementara ......................................................... 6.5 Pengangkatan Kembali ............................................................ 6.6 Pemberhentian dari Jabatan Fungsional Perekayasa ............. 6.7 Batas Usia Pensiun .................................................................. 6.8 Pembinaan Karir Pejabat Perekayasa ...................................... 6 –1 6 –2 6 –3 6 –4 6 –7 6–8 6–8 6–9

BAB VII

DAFTAR USULAN PENETAPAN ANGKA KREDIT (DUPAK) DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT (PAK) 7.1 Angka Kredit ............................................................................ 7.2 Daftar Usulan Penetapan Angka Kredit (DUPAK) ................... 7.3 Penetapan Angka Kredit (PAK) ............................................... 7–1 7–3 7–7

BAB VIII

PENILAIAN ANGKA KREDIT 8.1 Tim Penilai Perekayasa ........................................................... 8.2 Tim Teknis ................................................................................ 8.3 Tata Kerja Administrasi Penilaian ............................................ 8.4 Tata Cara Penilaian ................................................................. 8–1 8–7 8–8 8–9

BAB IX

PENUTUP 9.1 Penyesuaian ............................................................................. 9.2 Penilaian ................................................................................... 9.3 Inpassing .................................................................................. 9–1 9–1 9–1 L-1 L-4

LAMPIRAN I LAMPIRAN II

Pengelompokan keilmuan berdasarkan UNESCO Komposisi Jumlah Angka Kredit Kumulatif Minimal Untuk Kenaikan Jabatan dan Kenaikan pangkat Perekayasa Pendidikan Sarjana (S.1)/Diploma IV

vi

LAMPIRAN III

LAMPIRAN IV

LAMPIRAN V LAMPIRAN VI LAMPIRAN VII LAMPIRAN VIII LAMPIRAN IX LAMPIRAN X LAMPIRAN XI

Komposisi Jumlah Angka Kredit Kumulatif Minimal Untuk Kenaikan Jabatan dan Kenaikan pangkat Perekayasa Pendidikan Pasca Sarjana (S.2) Komposisi Jumlah Angka Kredit Kumulatif Minimal Untuk Kenaikan Jabatan dan Kenaikan pangkat Perekayasa Pendidikan Doktor (S3) Rincian Kegiatan Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya Contoh Daftar Usul Penetapan Angka Kredit Jabatan Fungsional Perekayasa Contoh Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan Kerekayasaan Contoh Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan Pengembangan Profesi Contoh Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan Penunjang Contoh Surat Pernyataan Telah Mengikuti Pendidikan Contoh Surat Penetapan Angka Kredit

L-5

L-6

L-7 L-20 L-29 L-30 L-31 L-32 L-33

vii

BAB I PENDAHULUAN
1.1. Sejarah Jabatan Fungsional Perekayasa
Pada tahun 1991 Jabatan Fungsional Perekayasa sebagai salah satu jabatan fungsional di lingkungan Pegawai Negeri Sipil mulai diperkenalkan oleh Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 89 tahun 1991 dengan menunjuk Kementerian Negara Riset dan Teknologi sebagai Instansi Pembinanya. Pada tahun 2004, Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara melakukan perubahan atas keputusan awal sekaligus pengalihan kewenangan pembinaan Jabatan Fungsional Perekayasa dari instansi Kementerian Negara Riset dan Teknologi ke Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Pada tahun 2005, sebagai tindak lanjut dari pengalihan kewenangan tersebut, BPPT dan BAKN menerbitkan Peraturan Bersama Nomor: 161/KA/BPPT/X/2005 dan Nomor: 19B Tahun 2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya. Dan tahun 2007, BPPT mengeluarkan Keputusan Nomor: 150/Kp/BPPT /V/2007 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya. Pada tahun 2008, BPPT sebagai Instansi Pembina melakukan evaluasi dan penyempurnaan sistem tata kerja kerekayasaan yang selanjutnya diusulkan kepada Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara. Pertimbangan penyempurnaan konsep Jabatan Fungsional Perekayasa didasarkan pada : 1.1.1. Teknologi tidak hanya sebagai tools pada sistem produksi, tetapi merupakan competitive edges dari suatu industri dan bangsa, yang memerlukan Sumber Daya Manusia (SDM) bidang perekayasa dengan kuantitas dan kualitas yang baik untuk mendukung peningkatan daya saing industri nasional maupun daya saing Indonesia sebagai suatu bangsa. 1.1.2. Diperlukan suatu standar sistem kerja kerekayasaan/enjiniring yang berlaku secara nasional dimana kegiatan perekayasa bersifat team work dalam kelompok kerja fungsional kerekayasaan. 1.1.3. Amanat Undang–undang No. 18/2002 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, yang secara tegas memberikan peraturanperaturan pengelolaan Ilmu pengetahuan dan Teknologi (Iptek). Pada tahun 2008, usulan hasil penyempurnaan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/219/M.PAN/7/2008 tentang Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya. Tahun 2008, Kementerian Ristek dan BKN No: 13/M/PB/VIII/2008 dan No: 22 Tahun 2008 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka 1-1

Kreditnya, yang kemudian diubah dengan Peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN No: 267/Kp/BPPT/VIII/2009 dan No: 15 Tahun 2009 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya. Berdasarkan masukan, perkembangan dan dinamika nasional selama tiga tahun terakhir dalam pelaksanaan Jabatan Fungsional Perekayasa, maka diperlukan penyempurnaan Keputusan Kepala BPPT Nomor: 01/Kp/BPPT/I/2009 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya.

1.2. Maksud dan Tujuan
Buku Revisi Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya ini dimaksudkan agar kerekayasaan dan sistem tata kelolanya dapat dimengerti dan dipahami secara komprehensif dan integratif oleh para Pejabat Fungsional Perekayasa, Tim Penilai, Pengelola Instansi serta Pejabat Struktural yang terkait dengan Jabatan Fungsional Perekayasa. Buku Revisi Petunjuk Teknis ini bertujuan untuk menyempurnakan Buku Petunjuk Teknis Nomor: 01/Kp/BPPT/I/2009, sehingga pengelolaan pembinaan Pejabat Fungsional Perekayasa mempunyai acuan yang sama di semua instansi.

1.3. Pengertian
Dalam Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Perekayasa ini, yang dimaksud dengan: 1.3.1. Jabatan Fungsional Perekayasa adalah jabatan fungsional yang mempunyai ruang lingkup, tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk melakukan kegiatan kerekayasaan dalam suatu kelompok kerja fungsional pada bidang penelitian terapan, pengembangan, perekayasaan, dan pengoperasian yang diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil dengan hak dan kewajiban yang diberikan secara penuh oleh pejabat yang berwenang; Teknologi adalah cara atau metode serta proses atau produk yang dihasilkan dari penerapan dan pemanfaatan berbagai disiplin ilmu pengetahuan yang menghasilkan nilai bagi pemenuhan kebutuhan, kelangsungan dan peningkatan mutu kehidupan manusia; Kerekayasaan adalah kegiatan bertahap yang secara runtun meliputi penelitian terapan, pengembangan, perekayasaan dan pengoperasian; Penelitian Terapan adalah kegiatan penelitian multi disiplin ilmu pengetahuan yang dapat dilanjutkan melalui kegiatan pengembangan dan perekayasaan; Pengembangan adalah kegiatan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bertujuan memanfaatkan kaidah dan teori ilmu pengetahuan yang telah terbukti kebenarannya untuk meningkatkan fungsi, manfaat dan aplikasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah ada atau menghasilkan teknologi baru;

1.3.2.

1.3.3. 1.3.4.

1.3.5.

1-2

1.3.6.

Perekayasaan adalah kegiatan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bentuk desain dan rancang bangun untuk menghasilkan sistem, model, nilai, produk, dan atau proses produksi dengan mempertimbangkan keterpaduan sudut pandang dan atau konteks teknikal, fungsional, bisnis, sosial budaya dan estetika, dalam suatu kelompok kerja fungsional; Pengoperasian adalah kegiatan yang meliputi uji operasional dan evaluasi, pemasaran, penjualan serta pelayanan pasca jual, modifikasi dan perawatan dari suatu produk atau sistem kerekayasaan untuk tujuan non komersial maupun komersial; Angka Kredit adalah satuan nilai dari tiap butir kegiatan dan/atau akumulasi nilai butir - butir kegiatan yang harus dicapai oleh Pejabat Fungsional Perekayasa dalam rangka pembinaan karier yang bersangkutan; Tim Penilai Jabatan Fungsional Perekayasa adalah Tim Penilai yang dibentuk dan ditetapkan oleh pejabat yang berwenang dan bertugas menilai prestasi kerja pejabat fungsional Perekayasa; adalah Badan

1.3.7.

1.3.8.

1.3.9.

1.3.10. Instansi Pembina jabatan fungsional Perekayasa Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT);

1.3.11. Majelis Perekayasa adalah Tim yang dibentuk dan ditetapkan oleh Kepala Instansi Pembina Jabatan Fungsional Perekayasa dengan tugas memberikan pemikiran tentang pengembangan perekayasaan nasional dan pemikiran tentang Jabatan Fungsional Perekayasa termasuk di dalamnya norma-norma dan kode etik kerekayasaan; 1.3.12. Perekayasa Utama Kehormatan adalah seseorang yang berjasa besar dalam mengembangkan kerekayasaan teknologi untuk kepentingan umat manusia pada umumnya dan masyarakat Indonesia pada khususnya, menghasilkan karya di bidang kerekayasaan teknologi yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat dan sebagai motivator pelaku kerekayasaan teknologi di Indonesia; 1.3.13. Organisasi Fungsional Kerekayasaan untuk selanjutnya disingkat OFK adalah organisasi yang dibentuk secara temporer (ad hoc) untuk pelaksanaan kegiatan kerekayasaan dalam rangka melaksanakan suatu kegiatan tertentu; 1.3.14. Struktur Rincian Kerja (Work Breakdown Structures) untuk selanjutnya disingkat WBS adalah struktur pembagian pekerjaan berdasarkan jenis kegiatan kerekayasaan atau bidang keilmuan; 1.3.15. Paket Pekerjaan (Work Package) untuk selanjutnya disingkat WP merupakan rincian kerja dari struktur rincian kerja (WBS) tertentu yang disusun berdasarkan disiplin keilmuan atau kegiatan kerekayasaan;

1-3

1.3.16. Kepala Program (Program Director) untuk selanjutnya disingkat KP adalah Pengelola Program yang bertanggungjawab terhadap keseluruhan jalannya program, memberikan arahan tentang garis-garis besar kegiatan termasuk status keterkinian teknologi (state of the art technology), strategi keuangan program, maupun eksekusinya; 1.3.17. Kepala Enjinir (Chief Engineer) untuk selanjutnya disingkat CE adalah Pengelola Program yang bertanggung jawab terhadap kualitas teknis hasil program, sumber daya manusia dan fasilitas program; 1.3.18. Asisten Kepala Enjinir (Assistant Chief Engineer) untuk selanjutnya disingkat ACE adalah Asisten Pengelola Program yang bertanggung jawab kepada CE terhadap kualitas teknis hasil program, sumber daya manusia dan fasilitas program; 1.3.19. Manajer Program (Program Manager) untuk selanjutnya disingkat PM adalah Pengelola Program yang bertanggung jawab terhadap pendanaan dan jadwal pencapaian sasaran; 1.3.20. Asisten Manajer Program (Assistant Program Manager) untuk selanjutnya disingkat APM adalah Asisten Pengelola Program yang bertanggung jawab kepada PM dalam kelancaran pendanaan dan jadwal pencapaian sasaran; 1.3.21. Ketua Kelompok (Group Leader) untuk selanjutnya disingkat GL adalah Kepala struktur rincian kerja (WBS) yang memimpin beberapa paket kerja (WP); 1.3.22. Ketua Sub Kelompok (Leader) untuk selanjutnya disingkat L adalah Kepala paket kerja (WP); 1.3.23. Enjinir (Engineering Staff) untuk selanjutnya disingkat ES adalah Pelaksana kegiatan penelitian terapan, pengembangan, perekayasaan dan pengoperasian seperti diinstruksikan dalam buku acuan program (Program Manual); 1.3.24. Buku Acuan Program (Program Manual) merupakan acuan umum yang menjelaskan semua hal berkaitan dengan program; 1.3.25. Buku Petunjuk Desain (Design Manual) adalah acuan yang menjelaskan semua hal yang berkaitan dengan desain kerekayasaan; 1.3.26. Buku Petunjuk Perekayasaan (Engineering Manual) merupakan acuan yang menjelaskan semua hal yang berkaitan dengan teknis kerekayasaan; 1.3.27. Buku Petunjuk Pengujian (Testing Manual) merupakan acuan yang menjelaskan semua hal yang berkaitan dengan pengujian kerekayasaan; 1.3.28. Buku Petunjuk Produksi dan Integrasi (Production and Integration Manual) merupakan acuan yang menjelaskan semua hal yang berkaitan dengan produksi suatu hasil desain; 1-4

1.3.29. Catatan Teknis (Technical Note) untuk selanjutnya disingkat TN adalah dokumen laporan yang terdiri dari hanya satu subjek yang melatar belakangi kegiatan sebuah paket kerja disajikan dalam bentuk catatan – catatan teknis oleh ES (Engineering Staff); 1.3.30. Laporan Teknis (Technical Report) untuk selanjutnya disingkat TR adalah dokumen laporan hasil kegiatan Paket Pekerjaan (WP) yang ditulis oleh L (Leader) yang merupakan rangkuman dari beberapa TN; 1.3.31. Revisi laporan teknis (Technical Memorandum) untuk selanjutnya disingkat TM adalah dokumen laporan yang merupakan perbaikan dari satu atau beberapa pasal dari TR yang mungkin terjadi sebagai akibat dari perkembangan kegiatan; 1.3.32. Dokumen Teknis (Technical Document) untuk selanjutnya disingkat TD adalah dokumen laporan kegiatan struktur rincian kerja (WBS) yang ditulis oleh GL (Group Leader) yang merupakan rangkuman dari beberapa TR dalam WBS tersebut; 1.3.33. Laporan Pemantauan dan Pengendalian Kemajuan Kegiatan (Progress Control and Monitoring) untuk selanjutnya disingkat PCM adalah dokumen laporan pemantauan dan pengendalian jalannya program dari segi jadwal dan aliran pendanaan yang ditulis oleh PM (Program Manager); 1.3.34. Laporan Akhir Program (Program Document) untuk selanjutnya disingkat PD adalah dokumen laporan akhir dari program yang merupakan rangkuman dari seluruh TD dan PCM dari program tersebut yang ditulis oleh CE (Chief Engineer), PM (Program Manager) dan KP (Program Director); 1.3.35. Pejabat yang berwenang mengangkat, membebaskan sementara dan memberhentikan dalam dan dari Jabatan Fungsional Perekayasa adalah Pejabat Pembina Kepegawaian masing-masing Instansi atau pejabat lain yang ditunjuk sesuai dengan peraturan perundang - undangan yang berlaku; 1.3.36. Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat adalah Menteri, Jaksa Agung, Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Kepresidenan, Kepala Kepolisian Negara, Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Kementerian, Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Tinggi Negara, Kepala Badan Narkotika Nasional serta Pimpinan Kesekretariatan Lembaga lain yang dipimpin oleh struktural Eselon I dan bukan merupakan bagian dari Kementerian/Lembaga Pemerintah Non Kementerian; 1.3.37. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Provinsi adalah Gubernur; 1.3.38. Pejabat Pembina Bupati/Wali Kota; Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota adalah

1-5

1.3.39. Unit Perekayasaan lnstansi Pemerintah adalah unit kerja yang melaksanakan kegiatan fungsional Kerekayasaan pada Kementerian, Lembaga Pemerintah Non Kementerian atau Instansi Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota; 1.3.40. Pemberhentian adalah pemberhentian dari Jabatan Fungsional Perekayasa bukan pemberhentian sebagai Pegawai Negeri Sipil; 1.3.41. Pendidikan sekolah adalah pendidikan formal yang mendapatkan ijazah bidang enjiniring yang dikeluarkan oleh perguruan tinggi dan diakui oleh unit pengelola kepegawaian Instansi; 1.3.42. Pendidikan dan pelatihan adalah pendidikan dan pelatihan fungsional maupun teknis yang berhubungan dengan kerekayasaan dan mendapatkan Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP); 1.3.43. Organisasi profesi adalah himpunan masyarakat ilmiah dalam suatu cabang atau lintas disiplin ilmu pengetahuan dan teknologi, atau suatu bidang kegiatan profesi untuk menyumbangkan profesionalisme dan etika profesi dalam masyarakat, sesuai dengan peraturan yang berlaku; 1.3.44. Piagam kehormatan adalah tanda kehormatan yang diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia, pemerintah negara asing atau organisasi ilmiah nasional/ internasional atas prestasi yang menonjol di bidang kerekayasaan.

1-6

BAB II KEREKAYASAAN
Teknologi adalah cara atau metode serta proses atau produk yang dihasilkan dari penerapan dan pemanfaatan dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan yang menghasilkan nilai bagi pemenuhan kebutuhan, kelangsungan dan peningkatan mutu kehidupan manusia. Selain itu, The Massachusset Institute of Technology (MIT), USA mendefinisikan teknologi berdasarkan unsur-unsur pembentuknya yaitu fusi (kesenyawaan) yang sempurna dari seni-rupa (arts), ilmu pengetahuan (science), teknik (engineering), ekonomi (economics) dan bisnis (business) (lihat gambar 2.1).

Gambar. 2.1. : Lima Unsur Utama Teknologi

Pada perkembangan selanjutnya kelima unsur utama teknologi di atas saling mempunyai antar muka (overlapping) yang menghasilkan unsur-unsur baru teknologi seperti socio-engineering yang merupakan fusi dari socio-economics dengan engineering dan juga arts, science dan engineering yang menghasilkan humanity dan anthropology of technology dan sebagainya. Untuk menghasilkan nilai bagi pemenuhan kebutuhan, kelangsungan dan peningkatan mutu kehidupan manusia, kegiatan teknologi harus dilakukan melalui suatu tahapan yang runtun meliputi penelitian terapan, pengembangan, perekayasaan dan pengoperasian yang didefinisikan sebagai kerekayasaan.

2.1. Bidang Keilmuan untuk Perekayasa
Kegiatan kerekayasaan dapat dilakukan oleh personil yang memiliki latar belakang keilmuan (Academic Background) di bidang yang diklasifikasikan berdasarkan unsur teknologi yaitu, antara lain: 2.1.1. Ilmu Seni Rupa (Arts) a. Seni Kriya b. Desain Interior c. Desain Produk d. Desain Komunikasi visual

2-1

2.1.2. Ilmu Pengetahuan (Science) a. Sains Matematika dan Alam b. Sains Hayati c. Sains Kemanusiaan d. Sains Kebumian 2.1.3. Teknik (Engineering) a. Teknologi Agro, Proses dan Pertambangan b. Teknologi Farmasi, Medika dan Hayati c. Teknologi Kebumian dan Atmosfer d. Teknologi Infrastruktur e. Teknologi Manufaktur dan Transportasi f. Teknologi Komunikasi dan Informatika g. Teknologi Energi h. Manajemen Keindustrian dan Faktor Manusia 2.1.4. Ekonomi (Economics) a. Ekonometrik b. Financial Engineering c. Akuntansi d. Engineering Economics 2.1.5. Bisnis (Business) a. Operation Research b. Management c. Marketing Dan bidang keilmuan lain yang merupakan derivatif dari keilmuan di atas serta terkait dengan kegiatan kerekayasaan dapat dipertimbangkan dengan rekomendasi dari Instansi Pembina Perekayasa. Adapun detil derivatif dari keilmuan di atas dapat merujuk Lampiran I yang merupakan bagian Proposed International Standard Nomenclature for field of Science and Technology (UNESCO/NS/ROU/257).

2.2 Bidang Keahlian Untuk Perekayasa
Disamping bidang keilmuan yang menjadi dasar akademik, para perekayasa dalam kegiatannya dapat diklasifikasikan dalam bidang keahlian (Professional Background) sebagai berikut : 2.2.1. Desain 2.2.2. Analisa Sintesa, desain konseptual, desain awal & desain rinci; Analisa desain, Kebijakan Sistem Teknologi, Strategi Bisnis, Audit & Standardisasi, Distribusi dan Penjualan, serta Pemasaran; Pengujian Komponen, Sub skala (sub-scale), Skala Penuh (full-scale), serta Survey, Observasi, dan Eksplorasi;

2.2.3. Eksperimen

2-2

2.2.4. Komputasi 2.2.5. Produksi & Konstruksi

Penurunan, Pengembangan, Diskritisasi & Simulasi Model Numerik; Pembuatan, Perakitan komponen (Sub-assembly) & Integrasinya menjadi produk teknologi lengkap (general assembly); Modifikasi serta

2.2.6. Pengoperasian Pemeliharaan, Perbaikan & & Pemeliharaan Pengoperasian Produk Teknologi.

2.3. Tahap Kegiatan Kerekayasaan
Kegiatan kerekayasaan adalah pentahapan kegiatan yang berkaitan dengan teknologi yang secara runtun meliputi Penelitian (Research), Pengembangan (Development), Perekayasaan (Engineering), dan Pengoperasian (Operation). (lihat gambar 2.2).

Gambar 2.2. : Kegiatan Kerekayasaan

2.3.1.

Penelitian (Research/R) adalah kegiatan yang dilakukan menurut kaidah dan metode ilmiah secara sistematis untuk memperoleh informasi, data, dan keterangan yang berkaitan dengan pemahaman dan pembuktian kebenaran atau ketidakbenaran suatu asumsi dan/atau hipotesis di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi serta menarik kesimpulan ilmiah bagi keperluan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (UU No.18/2002 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi). Penelitian dapat dilaksanakan secara teoritik melalui model matematika dan eksperimental melalui percobaan laboratorium, eksplorasi, observasi, survey. Penelitian dilaksanakan secara bertahap, mulai dengan pengumpulan data, pengolahan data, interpretasi hasil pengolahan data dan penarikan kesimpulan. Penelitian terapan merupakan kegiatan penelitian dimana subjek yang diteliti bisa dikembangkan menjadi produk teknologi yang bermanfaat.

2-3

2.3.2.

Pengembangan (Development/D) adalah kegiatan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bertujuan memanfaatkan kaidah dan teori ilmu pengetahuan yang telah terbukti kebenarannya untuk meningkatkan fungsi, manfaat dan aplikasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah ada atau menghasilkan teknologi baru (UU No.18/2002 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi). Kegiatan pengembangan suatu hasil penelitian, secara eksperimental maupun teoritik, untuk menarik manfaat yang bisa diterapkan melalui proses: a. Desain konseptual suatu produk perekayasaan (Engineering Product) yang berkaitan dengan hasil penelitian sebelumnya, dan b. Desain konseptual suatu sistem perekayasaan (Engineering Systems) dari gejala alami yang berkaitan dengan subjek hasil penelitian sebelumnya Pengembangan dilaksanakan secara bertahap, mulai dari desain konseptual, desain awal, uji simulasi sub skala serta komponenkomponennya di laboratorium hingga penetapan hasil desain.

2.3.3.

Perekayasaan (Engineering/E) adalah kegiatan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bentuk desain dan rancang bangun untuk menghasilkan nilai, produk, dan/atau proses produksi dengan mempertimbangkan keterpaduan sudut pandang, dan atau konteks teknikal, fungsional, bisnis, sosial budaya, dan estetika (UU No.18/2002 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi). Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam kegiatan perekayasaan adalah sebagai berikut : a. Produk Desain adalah produk perekayasaan ataupun sistem perekayasaan yang dapat berupa perangkat keras ataupun perangkat lunak. b. Uji Standardisasi dari suatu produk desain adalah uji persyaratan keselamatan dan keandalannya menurut standard minimal yang ditetapkan oleh lembaga negara yang berwenang. c. Uji Sertifikasi dari suatu produk Desain adalah uji kinerja dengan penekanan pada terpenuhinya standard sertifikasi yang telah ditentukan, yang dilaksanakan oleh lembaga resmi pemerintah atau lembaga di luar negeri yang berwenang dalam bidang produk desain tersebut. Uji sertifikasi dapat dilengkapi dengan hasil uji sertifikasi lainnya yang relevan.

2-4

2.3.4.

Pengoperasian (Operation/O) suatu produk perekayasaan adalah kegiatan yang meliputi uji operasional & evaluasi, produksi, pemasaran, penjualan serta pelayanan purna jual, modifikasi & perawatan untuk tujuan non komersial maupun komersial. Produk Perekayasaan yang dioperasikan dapat berupa produk yang diadakan dari luar institusi yang bersangkutan atau produk sebagai hasil Perekayasaan sendiri. Pengoperasian dilaksanakan secara bersama sama antara lembaga Perekayasaan dengan Industri dalam arti luas, untuk mengevaluasi hasil produk perekayasaan tersebut. Kegiatan kerekayasaan secara beruntun ini dikenal dengan singkatan R, D, E & O atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan singkatan Litbangyasa dan Operasi. Pada umumnya Perekayasa yang bekerja di Perguruan Tinggi serta di badan-badan litbangyasa melakukan kegiatannya terutama pada R, D, E dan sedikit pada tahap O. Sedangkan Perekayasa yang bekerja di industri lebih menekankan kegiatannya pada D, E dan O. Rangkaian kegiatan lengkap yang beruntun R, D, E dan O dapat mendorong terciptanya kemampuan inovasi dari suatu Badan Penelitian, Pengembangan dan Perekayasaan, Perguruan Tinggi maupun Industri.

2.4. Kategori Kegiatan Kerekayasaan
Sesuai dengan penahapan kegiatan, maka kegiatan kerekayasaan dikategorikan sebagai berikut: 2.4.1. Penelitian Terapan, meliputi: a. Eksplorasi, Survei, Observasi b. Penelitian lanjut teoritikal, eksperimental c. Studi Kelayakan Sistem Teknologi d. Studi Banding Sistem Teknologi 2.4.2. Pengembangan, meliputi: a. Pengembangan Kebijakan Teknologi b. Pengembangan Parametrik Kajian Teknologi c. Desain Konseptual Software (SW)/Hardware (HW) d. Desain Awal SW/HW e. Uji laboratorium (sub scale) & Simulasi 2.4.3. Perekayasaan, meliputi: a. Desain Rinci SW/HW b. Produksi, Perakitan & Integrasi Prototip SW/HW c. Uji Kinerja Prototip atau Produk Tersertifikasi SW/HW d. Audit Teknologi SW/HW e. Uji Standardisasi SW/HW f. Uji Sertifikasi SW/HW 2-5

2.4.4. Pengoperasian, meliputi: a. Uji Operasional & Evaluasi Produk SW/HW b. Produksi, Perakitan & Integrasi Produk tersertifikasi SW/HW c. Jasa Teknologi (Engineering Services) SW/HW d. Pemasaran dan Penjualan (Marketing/Sales) SW/HW e. Pengoperasian Rutin (Routine Operation) SW/HW f. Modifikasi & Perawatan (Maintenance & Modification )SW/HW Produk perangkat lunak (software/SW) adalah produk teknologi yang berwujud maya dan diwujudkan dalam bentuk dokumen, seperti: model/ perumusan matematik, konsepsi teknologi/ kebijakan teknologi, algoritma (algorithm), konsepsi strategi bisnis, penyelenggaraan pendidikan & pelatihan; konsepsi perencanaan program. Produk perangkat keras (hardware/ HW) adalah produk teknologi yang berwujud benda fisik, seperti: unsur (article), komponen, benda kerja lengkap terpadu, model, prototipe, produk tersertifikasi serta produk komersial.

2.5. Kode Etik Perekayasa
Mengingat keterbatasan pada diri manusia, dan untuk menghindari penyalahgunaan kepercayaan yang telah diberikan oleh masyarakat dan pemerintah Indonesia, serta untuk selalu menjaga dan meningkatkan moral dan kualitas keprofesionalan Pejabat Fungsional Perekayasa, maka diperlukan adanya Kode Etik yang menjadi etika profesi Perekayasa, sebagai berikut: 2.5.1. Perekayasa Indonesia berkewajiban mengembangkan iptek dan meningkatkan keahliannya, serta menjunjung tinggi profesi sebagai seorang yang terpelajar dengan menjaga kebenaran dan kejujuran baik kepada diri sendiri maupun kepada umum sehingga tidak menutupi kelemahan dan atau kekurangannya; 2.5.2. Perekayasa Indonesia wajib bekerja secara terencana, sistematis mengikuti prosedur yang telah ditetapkan dan melaksanakan dengan standar ilmiah yang tinggi, serta bekerja dengan jujur, tekun, teliti, berdisiplin, bersemangat untuk menghasilkan karya yang berkualitas tinggi, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan umat manusia; 2.5.3. Perekayasa Indonesia wajib menjunjung tinggi hak, pendapat, atau temuan orang lain, sehingga selalu menjauhi perbuatan tercela, antara lain: mengambil gagasan orang lain dan tindakan plagiat dalam rangka menghormati dan melindungi hak cipta, hak kepemilikan intelektual perekayasa lain dan atau masyarakat; 2.5.4. Perekayasa Indonesia wajib bersifat terbuka terhadap tanggapan, pendapat, dan kritik yang diberikan oleh perekayasa lain dan atau masyarakat atas hasil yang dicapainya, menjalin hubungan kerjasama yang harmonis dengan pihak lain, sehingga terjalin budaya kerjasama dalam tim,

2-6

serta tidak menghalangi atau menghambat upaya pengembangan iptek yang dilakukan oleh pihak lain; 2.5.5. Perekayasa Indonesia wajib berusaha untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman terbaiknya kepada masyarakat guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia; 2.5.6. Perekayasa Indonesia harus berjiwa ‘pioneer’, berorientasi pada peningkatan nilai tambah, mengutamakan keamanan dan keselamatan, serta selalu memikirkan dampak penerapan hasil karyanya terhadap umat manusia dan lingkungan hidup; 2.5.7. Perekayasa Indonesia wajib menjaga dan memanfaatkan sumberdaya secara berdayaguna dan berhasilguna; semua

2.5.8. Perekayasa Indonesia wajib menjaga nama baik profesi keahlian, lembaga tempat kerjanya serta menghindari sikap arogansi intelektual; 2.5.9. Perekayasa Indonesia wajib mentaati Kode Etik Perekayasa Indonesia ini sebagai etika profesinya.

2.6. Majelis Perekayasa
Dalam upaya peningkatan bidang kerekayasaan nasional, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sebagai Instansi Pembina Jabatan Fungsional Perekayasa telah membentuk Majelis Perekayasa yang bersifat nasional. Anggota Majelis Perekayasa terdiri dari para ahli rekayasa di bidang-bidang tertentu dari perguruan tinggi, industri, lembaga-lembaga litbangyasa. Majelis Perekayasa bersidang paling kurang dua kali setiap tahun. 2.6.1. Tugas pokok Majelis Perekayasa adalah: a. Memberikan pemikiran dan pertimbangan tentang pengembangan Kerekayasaan nasional kepada Kepala BPPT; b. Memberikan pemikiran-pemikiran tentang norma-norma, kode etik, serta aturan dan persyaratan dalam Jabatan Fungsional Perekayasa kepada Kepala BPPT; c. Melakukan pemantauan jenjang Perekayasa serta memberikan pertimbangan untuk penyelesaian masalah-masalah yang timbul dalam penjenjangan Perekayasa; d. Melakukan penilaian dan memberikan rekomendasi tentang materi orasi ilmiah; e. Melaksanakan tugas lain yang ditugaskan oleh Instansi Pembina. 2.6.2. Bidang Majelis Perekayasa, antara lain : a. T eknologi Agroindustri, Bioteknologi, Farmasi dan Medika; b. Teknologi Dirgantara, Kelautan, Pertahanan dan Keamanan; c. Teknologi Otomotif, Mekatronik, Produksi dan Material; 2-7

d. Teknologi Industri Telematika, Elektro, Optronika dan Akustik; e. Teknologi Industri Energi, Lingkungan dan Rekayasa Kebumian; f. Teknologi Industri Infrastruktur dan Transportasi.

2-8

BAB III SISTEM TATA KERJA KEREKAYASAAN

3.1. Organisasi Fungsional Kerekayasaan (OFK)
OFK merupakan organisasi kerja yang memiliki hirarki untuk mewadahi pelaksanaan pekerjaan perekayasa yang bersifat kerja kelompok (Team Work) dengan pola matriks antara bidang keilmuan/keahlian dengan tahapan kegiatan. Organisasi ini mendeskripsikan secara jelas peran dan tugas seorang perekayasa dalam struktur pekerjaan yang terbagi menjadi beberapa bagian menurut bidang keilmuan atau tahapan kegiatan yang berbeda. Struktur pekerjaan dimaksud adalah Struktur Rincian Kerja atau WBS. Setiap WBS terbagi paling kurang 2 (dua) Paket kerja atau WP, dan setiap WP dilaksanakan oleh paling kurang 2 (dua) orang ES. Organisasi ini, dalam pelaksanaannya dipimpin oleh seorang KP dibantu oleh seorang CE dan seorang PM. CE bertanggung jawab atas kualitas dan kuantitas program, sumber daya manusia serta produk teknologi yang dihasilkan. PM bertanggung jawab atas penganggaran (budgeting) dan penjadwalan (schedulling) pelaksanaan program. Bilamana diperlukan, CE dan PM pada OFK tipe A dan B dapat dibantu oleh satu sampai dengan empat asisten yaitu ACE dan APM. WBS dipimpin oleh seorang GL, yang memimpin beberapa L yang bertanggungjawab terhadap Paket Kerja. Setiap L memimpin sejumlah ES. Kodefikasi OFK untuk setiap WBS dinotasikan dengan subskrip tunggal (single subscript), WBSi, i = 1,2,3, ......m, sedangkan WP dinotasikan dengan subskrip ganda (double subscript), WPi.j , i = 1,2,3 ....m, j = 1,2,3, ....n. Dalam hal ini subskrip pertama menunjukkan WBS ke i dan subskrip kedua menunjukan WP ke j dalam WBS ke i tersebut. Kodefikasi peran dalam OFK mengikuti pada kodefikasi OFK. Notasi untuk GL mengikuti notasi pada WBS, notasi untuk L mengikuti notasi pada WP. Untuk ES dinotasikan dengan triple subscript, ESi.j.k, i = 1,2,3....m, j = 1,2,3, ....n, k = 1,2,3, …o.

3.2. Manfaat OFK
Melalui OFK ini, peran dan tugas Perekayasa akan memberikan manfaat sebagai berikut: a. Pertanggungjawaban (accountability) jelas, karena peran dan tugas setiap Perekayasa terdefinisi dengan jelas. b. Ketertelusuran (traceability), jika terdapat permasalahan yang timbul dalam program, maka dapat dilakukan secara sistematik baik dalam pengevaluasian
3- 1

kinerja maupun dalam penggunaan dana. c. Kesempatan (opportunity) untuk pembinaan dan penjenjangan karir Perekayasa secara sistematik dan terprogram. d. Memberikan informasi tentang ketersediaan sumberdaya manusia yang terlibat dalam kegiatan program secara riil.

3.3. Karakteristik OFK
a. Bersifat non permanen (ad hoc), khusus untuk menjalankan suatu program/kegiatan tertentu, dibentuk saat program/kegiatan dipersiapkan dan dibubarkan saat program/kegiatan dinyatakan selesai. b. Dilaksanakan oleh personil-personil dari satu atau beberapa lembaga atau kementerian dan dapat pula mengikutsertakan personil khusus karena pertimbangan keahliannya. c. Dipimpin oleh seorang Kepala Program yang bertanggung jawab penuh kepada Kepala Unit Organisasi Struktural yang memberikan program/kegiatan tersebut. d. Dapat diubah-ubah bentuk dan pelakunya tergantung kepada kebutuhan program/kegiatan.

3.4. Tipe OFK
OFK diklasifikasikan dalam tiga tipe, yang didasarkan atas jumlah WBS dalam program kerekayasaan sebagaimana dijelaskan di bawah ini: 3.4.1. OFK Tipe A OFK tipe A paling sedikit terdiri lima WBS, dan melibatkan institusi luar (baik dari dalam maupun luar negeri) yang diwujudkan dalam bentuk Kesepakatan Bersama (Memorandum of Understanding) atau Perjanjian Kerja Sama (Technical Agreement). Institusi luar ini dapat berkontribusi pada tingkat WBS ataupun pada tingkat WP. (lihat gambar 3.1). OFK tipe A merupakan organisasi program dengan struktur organisasi paling besar dan paling lengkap, karena terdiri dari beberapa kegiatan kerekayasaan yang berbeda atau beberapa disiplin keilmuan yang berbeda.

3- 2

Kepala Program …(nama)... Chief Engineer …(nama)…

Manajer Program …(nama)…

dst. WBS 1: ……………… GL 1 : …(nama)…….. WP 1.1 : ………………. L 1.1 : …(nama)…… Es 1.1.1 : …(nama)… Es 1.1.2 : …(nama)… Es 1.1... : …(nama)… WBS 2: ……………… GL 2 : …(nama)…….. WP 2.1 : ………………. L 2.1 : …(nama)…… Es 2.1.1 : …(nama)… Es 2.1.2 : …(nama)… Es 2.1... : …(nama)… WBS 3: ……………… GL 3 : …(nama)…….. WP 3.1 : ……………… L 3.1 : …(nama)…… Es 3.1.1 : …(nama)… Es 3.1.2 : …(nama)… Es 3.1... : …(nama)… WBS 4: ……………… GL 4 : …(nama)……..

Instansi Luar

WBS 5: ……………… GL 5 : …(nama)…….. WP 5.1 : ……………… L 5.1 : …(nama)…… Es 5.1.1 : …(nama)… Es 5.1.2 : …(nama)… Es 5.1... : …(nama)…

WP 4.1 : ……………… L 4.1 : …(nama)…… Es 4.1.1 : …(nama)… Es 4.1.2 : …(nama)… Es 4.1... : …(nama)…

WP 1.2 : ……………… L 1.2 : …(nama)…… Es 1.2.1 : …(nama)… Es 1.2.2 : …(nama)… Es 1.2... : …(nama)… WP 1... : ……………… L 1... : …(nama)…… Es 1….. : …(nama)… Es 1..….: …(nama) Es 1.... : …(nama)…

WP 2.2 : ………………. L 2.2 : …(nama)…… Es 2.2.1 : …(nama)… Es 2.2.2 : …(nama)… Es 2.2... : …(nama)… WP 2… : ……………… L 2… : …(nama)…… Es 2….. : …(nama)… Es 2…...: …(nama)… Es 2..... : …(nama)…

WP 3.2 : ……………… L 3.2 : …(nama)……

Instansi Luar

WP 4.2 : ……………… L 4.2 : …(nama)…… Es 4.2.1 : …(nama)… Es 4.2.2 : …(nama)… Es 4.2... : …(nama)… WP 4... : ……………… L 4... : …(nama)…… Es 4….. : …(nama)… Es 4…..: …(nama)… Es 4..... : …(nama)…

WP 5.2 : ……………… L 5.2 : …(nama)…… Es 5.2.1 : …(nama)… Es 5.2.2 : …(nama)… Es 5.2... : …(nama)… WP 5... : ……………… L 5... : …(nama)…… Es 5….. : …(nama)… Es 5…..: …(nama)… Es 5..... : …(nama)…

Es 3.2.1 : …(nama)… Es 3.2.2 : …(nama)… Es 3.2... : …(nama)… WP 3....: ……………… L 3... : …(nama)…… Es 3….. : …(nama)… Es 3….. : …(nama)… Es 3..... : …(nama)…

Gambar 3.1. : OFK tipe A

3- 3

3.4.2. OFK Tipe B OFK tipe B terdiri dari minimal dua WBS. Dengan demikian OFK tipe B terdiri dari dua atau lebih tahapan kegiatan kerekayasaan atau disiplin keilmuan yang berbeda. OFK tipe B dapat bekerja sama dengan institusi luar. (lihat gambar 3.2 ).

Kepala Program …(nama)... Chief Engineer …(nama)…

Manajer Program …(nama)…

WBS 1: ……………… GL 1 : …(nama)…….. WP 1.1 : ……………… L 1.1 : …(nama)…… Es 1.1.1 : …(nama)… Es 1.1.2 : …(nama)… Es 1.1... : …(nama)…

WBS 2: ……………… GL 2 : …(nama)…….. WP 2.1 : ……………… L 2.1 : …(nama)…… Es 2.1.1 : …(nama)… Es 2.1.2 : …(nama)… Es 2.1... : …(nama)…

WBS m : ……………… GL m : …(nama)…….. WP m.1 : ……………… Ld m.1 : …(nama)……. Es m.1.1 : …(nama) Es m.1.2 : …(nama) Es m.1... : …(nama)

WP 1.2 : ……………… L 1.2 : …(nama)…… Es 1.2.1 : …(nama)… Es 1.2.2 : …(nama)…

WP 2.2 : ……………… L 2.2 : …(nama)…… Es 2.2.1 : …(nama)… Es 2.2.2 : …(nama)… Es 2.2... : …(nama)…

WP m... : ……………… L m... : …(nama)……. Es m.2.1 : …(nama) Es m.2.2 : …(nama) Es m.2... : …(nama)

Es 1.2... : …(nama)…

WP 1...: ……………… L 1... : …(nama)…… Es 1....1 : …(nama)… Es 1....2 : …(nama)… Es 1….. : …(nama)…

WP 2... : ……………… L 2…. : …(nama)…… Es 2....1 : …(nama)… Es 2....2 : …(nama)… Es 2...... : …(nama)…

WP m... : ……………… L m... : …(nama)……. Es m....1 : …(nama) Es m....2 : …(nama) Es m...... : …(nama)

Gambar 3.2.: OFK Tipe B

3- 4

3.4.3. OFK Tipe C OFK tipe C terdiri hanya dari satu WBS, minimal 2 WP, dipimpin oleh seorang GL yang sekaligus bertindak sebagai CE dan KP, dan dibantu oleh seorang PM. OFK tipe C ini dapat bekerja sama dengan institusi luar pada tingkat WP.
Group Leader …(nama)… Manajer Program …(nama)…

WP 1 : …………………. L 1 : …(nama)…….. Es 1.1 : …(nama)… Es 1.2 : …(nama)… Es 1... : …(nama)…

WP 2 : …………………. L 2 : …(nama)…….. Es 2.1 : …(nama)… Es 2.2 : …(nama)… Es 2... : …(nama)…

WP m : …………………. L m : …(nama)…….. Es m.1 : …(nama)… Es m.2 : …(nama)… Es m.n : …(nama)…

Gambar 3.3. : OFK Tipe C

3.5. Pola Matriks OFK
Secara umum, pola matriks dalam OFK menempatkan WBS sebagai kolom yang merupakan kegiatan kerekayasaan dan WP sebagai baris yang merupakan bidang keilmuan, atau sebaliknya. Bentuk pola matriks yang dipilih, diserahkan kepada pelaku perekayasa sesuai dengan tujuan kegiatan/program masingmasing. Pembagian WBS yang didasarkan pada tahap kegiatan kerekayasaan, dan WP sebagai bidang keilmuan (Gambar 3.4a), sedangkan yang menggunakan WBS sebagai bidang keilmuan, dan WP sebagai kegiatan kerekayasaan. (Gambar 3.4b). Kegiatan Kerekayasaan WBS Feasibility Study Preliminary Design Detail Design Prototype

WP Geofisika Hidrodinamika Material Struktur Elektronika

Gambar 3.4.a. : Pola Matriks Organisasi, WBS: kegiatan kerekayasaan; WP: bidang keilmuan

3- 5

Disiplin Keilmuan WBS WP Feasibility Study Preliminary Design DetailDesign Prototype
Gambar 3.4.b. : Pola Matriks Organisasi, WBS: bidang keilmuan; WP: kegiatan kerekayasaan

Hidro Geofisika di namika

Material

Struktur

Elektronik a

Contoh Pola Matriks Kegiatan dan Keilmuan dalam OFK Program Bahan Bakar Nabati.

WBS WP
Budidaya bahan baku BBN

Penyiapan Bahan baku & Pembibitan

Proses pengolahan BBN

Desain pabrikasi pengolahan

Pengujian laboratorium

Operasi

Teknologi Proses BBN Teknologi Industri/ Manufaktur Teknik Mesin/Otomotif Manajemen transportasi/ Pemasaran

Gambar 3.4.c.: Pola Matriks Kegiatan & Keilmuan dalam OFK Program Bahan Bakar Nabati

3- 6

3.6. Sistem Informasi & Pelaporan dalam OFK
3.6.1. Sistem Informasi Sistem informasi dalam OFK dilaksanakan melalui lembar-lembar kegiatan (Activity Sheets) yang terdiri dari: 3.6.1.1. Lembar Kerja/WS (Working sheet) merupakan lembaran yang berisi pernyataan dan menguraikan secara umum tentang apa yang telah dikerjakan oleh Perekayasa mulai dari ES, L, GL, PM, CE, sampai KP. WS tidak memuat rincian hasil kerja yang dilakukan oleh Perekayasa seperti skets atau gambar teknik, penurunan rumus dan sebagainya. Rincian hasil kerja dinyatakan dalam Technical Notes, Technical Reports/Memorandum, Technical Documents, atau Program Document.

Untuk baris Peran, bila diisi oleh Engineering Staff atau Leader di sertai pula dengan sandi WBS dan WP yang terkait, dan bila diisi oleh Group Leader disertai dengan sandi WBS yang terkait.

3- 7

3.6.1.2. Lembar Instruksi/IS (Instruction Sheet) merupakan lembaran yang berisi pernyataan perintah dan menguraikan secara umum terkait dengan cara, metoda atau formula tertentu dan lain-lain sesuai dengan kegiatan kerekayasaannya. IS tidak memuat hal-hal seperti skets atau gambar teknik, penurunan rumus dan lain sebagainya. IS diberikan oleh: a. KP kepada CE/PM/GL b. CE kepada GL c. PM kepada GL d. GL kepada L e. L kepada ES

3- 8

3.6.1.3. Lembar Keputusan/DS (Decision Sheet) DS merupakan lembaran yang berisi pernyataan dan menguraikan secara umum tentang keputusan rapat kegiatan kerekayasaan yang sedang dilaksanakan baik pada rapat tingkat WP, tingkat WBS, antar WBS, atau tingkat Pimpinan Program. DS ini harus dilampiri dengan daftar hadir.

3- 9

Secara diagram aliran informasi dapat dilihat pada gambar 3.5.
Kepala Program
Lembar Instruksi Materi Presentasi Materi Presentasi Lembar Kerja Lembar Keputusan Lembar Instruksi

Menejer Program
Lembar Kerja Lembar Keputusan Lembar Instruksi Materi Presentasi Materi Presentasi

Chief Engineer
Lembar Kerja Lembar Keputusan Lembar Instruksi

Lembar Keputusan Group Lembar Kerja Lembar Instruksi

Leader

Materi Presentasi

Lembar Kerja Lembar Keputusan Lembar Instruksi

Leader Keterangan : Lembar Instruksi

Lembar Kerja

Staf Enjinir

Materi Presentasi

Gambar 3.5.: Aliran informasi dalam OFK

3.6.2. Sistem Pelaporan Sistem pelaporan program kerekayasaan secara umum terbagi ke dalam tiga tahap, yaitu tahap persiapan, tahap berjalan, dan tahap akhir. 3.6.2.1. Tahap Persiapan Kegiatan/program dilaksanakan dengan mengacu pada petunjuk program yang ditulis dalam bentuk Program Manual yang dipersiapkan oleh KP, CE dan PM pada awal program. Selain itu, tergantung pada sifat kegiatan, dapat pula dipersiapkan manualmanual lain seperti Design Manual, Testing Manual, Production Manual dan sebagainya. a. Program Manual Buku acuan pegangan yang menjelaskan semua hal yang berkaitan dengan program. Format penulisannya terdiri dari:  Sasaran Program (Program Objecitives)  Tingkat teknologi (State of the art Technology) yang diambil  Struktur rincian kerja (work breakdown structures)  Organisasi Fungsional Kerekayasaan  Perencanaan SDM (man power planning)  Tahap Pelaksanaan Program (program master phasing plan)  Perencanaan Program (program scheduling)  Perencanaan Biaya (financial planning)  Sistem Pelaporan (system reporting).

3- 10

b. Design Manual Buku acuan pegangan yang menjelaskan semua hal yang berkaitan dengan program rancang bangun. Dimulai dari design philosophy, metoda rancang bangun yang diambil, studi kelayakan produk desain, tahapan desain konseptual, desain awal dan desain rinci, produksi dan pengujian prototip, outsourcing program, program sertifikasi dan standardisasi. c. Engineering Manual Buku acuan pegangan yang menjelaskan semua hal yang berkaitan dengan program Engineering (program perekayasaan). Sekurang-kurangnya terdiri dari Tujuan Kerekayasaan (Engineering Objective), metoda kerekayasaan (Engineering Method), definisi parameter (Parameter Definition), penjadwalan (scheduling) untuk kegiatan prototyping dan atau audit teknologi, dan atau sertifikasi, dan atau standardisasi. d. Testing Manual Buku acuan pegangan yang menjelaskan semua hal yang berkaitan dengan program Testing. Mulai dari test philosophy, metoda pengujian yang diambil, sistem instrumentasi uji mulai dari sistem sensor, sistem data aquisition, sistem data processing, analysis & display, sistem telemetri & data recording, sistem operasi pengujian, test articles & specimen. Termasuk dalam Testing Manual adalah sistem kalibrasi instrumen serta standard keabsahan hasil uji yang dipakai. e. Production dan Integration Manual Production dan Integration Manual merupakan buku acuan pegangan yang menjelaskan semua hal yang berkaitan dengan program produksi suatu hasil rancang bangun. Mulai dari seleksi material, produksi komponen, bagian–bagian sistem, sub sistem yang harus dibeli atau diintegrasikan sendiri, sub assembly dari komponen, hingga integrasi awal dan akhir menjadi produk final, termasuk didalamnya adalah program uji fungsional, dan program uji lapangan. Dan masih terdapat beberapa manual lainnya yang spesifik berkaitan dengan sifat dari program yang dijalankan.

3.6.2.2. Tahap Berjalan Di dalam menjalankan program kerekayasaan, para perekayasa

3- 11

dalam fungsinya masing - masing melaporkan jalannya program secara berkala. Sistem pelaporan dilaksanakan secara bertahap melalui TN yang ditulis oleh para ES, TR/TN yang ditulis oleh para L, TD yang ditulis oleh para GL dan PD yang ditulis oleh CE. Disamping itu melampirkan pula PCM yang ditulis oleh PM. Setiap laporan terdapat lembar pengesahan yaitu yang menyiapkan (prepared by), yang memeriksa (checked by), dan yang mengesahkan (approved by). a. Technical Notes (TN) Technical Notes adalah dokumen laporan yang terdiri dari hanya satu subjek yang melatarbelakangi kegiatan sebuah paket kerja disajikan dalam bentuk catatan–catatan teknis oleh Engineering Staf, diantaranya tentang:  Penurunan Model matematik sebuah fenomena fisik yang terdapat dalam program;  Metoda pemecahan persamaan matematik yang dipakai  Pengantar suatu Gambar Teknik dari program Komponen maupun Lengkap, tiga dimensi maupun isometrik; diagram–diagram rangkaian;  Pengantar suatu Speciment Test/Test Article dengan setting-up nya; dan  Hasil-hasil uji komponen sementara di laboratorium. Technical Notes biasanya terdiri dari 2 – 4 lembar dan mempunyai nomor kode dokumen: TN xxxx Format Technical Notes, hanya terdiri dari:  Kegiatan dan Hasil Deskripsi kegiatan secara rinci dan urut, hasil-hasil yang dicapai, yang diberikan dalam bentuk uraian disertai model/persamaan matematik, model uji fisik, grafik, tabeltabel atau gambar-gambar/foto.  Referensi Daftar acuan yang dipakai, termasuk TN-TN pada fasa review sebelumnya atau TN lain dari para ES.

b. Technical Report (TR)/Technical Memorandum (TM) Technical Report (TR) adalah dokumen laporan hasil kegiatan Work Package yang ditulis oleh Leader yang merupakan analisis dari beberapa Technical Notes. Sedangkan Technical Memorandum (TM) merupakan dokumen perbaikan dari satu atau beberapa pasal dari Technical Report yang mungkin terjadi sebagai akibat dari perkembangan kegiatan. Technical Memorandum hanya memuat beberapa unsur koreksi yang

3- 12

yang diperlukan pada Technical Report yang masuk kemudian, karena perkembangan proses didalam program. Technical Report umumnya terdiri sekitar 10-20 lembar dan mempunyai nomor kode dokumen: TR xxxx Format Technical Report/ Technical Memorandum, terdiri dari:  Pengantar Penjelasan tentang report ini merupakan WP apa dari bagian WBS apa, serta program apa. Penjelasan tentang kontribusi WP tersebut terhadap kegiatan di WBSnya pada spesifik kurun waktu yang dilaporkan.  Tujuan Tujuan kegiatan dari WP secara rinci pada spesifik kurun waktu yang dilaporkan seperti metoda, cara teknik yang dipakai serta hasil yang diharapkan dalam mendukung kegiatan WBS nya.  Kegiatan WP Deskripsi kegiatan WP secara rinci dan urut, hasil-hasil yang dicapai, dalam rangkuman yang terpadu disertai grafik, tabel dan gambar-gambar/foto hasil kegiatan pada spesifik kurun waktu yang dilaporkan.  Hasil kegiatan dan pembahasan Pembahasan hasil kegiatan WP yang diperoleh, apakah memenuhi sasaran awal atau tidak dan hubungannya dengan keberhasilan kegiatan WBS-nya.  Rekomendasi Memberikan rekomendasi teknis berdasarkan hasil yang dicapai terhadap tujuan dari WBS nya atau program secara keseluruhan.  Referensi Daftar acuan yang dipakai, termasuk TN-TN, dari para ES. c. Technical Document (TD) Technical Document (TD) adalah dokumen laporan hasil kegiatan Work Breakdown Structures yang ditulis oleh Group Leader yang merupakan analisis dari beberapa Technical Reports dalam WBS tersebut. Technical Document biasanya terdiri sekitar 40 – 60 lembar dan mempunyai nomor kode dokumen : TD xxxx

3- 13

Format Technical Document, terdiri dari:  Pengantar Penjelasan tentang dokumen ini merupakan WBS apa, dari program apa. Penjelasan tentang kontribusi WBS tersebut terhadap kegiatan program secara keseluruhan pada spesifik kurun waktu yang dilaporkan.  Tujuan dari Report Tujuan kegiatan dari WBS secara rinci dan peran-peran masing-masing WP didalamnya. Metoda memadukan hasilhasil setiap WP menjadi satu kesatuan hasil WBS pada spesifik kurun waktu yang dilaporkan.  Kegiatan WBS Deskripsi kegiatan WBS secara rinci dan urut mengikut sertakan kontribusi setiap WP nya, hasil-hasil yang dicapai, dalam rangkuman yang terpadu disertai grafik, tabel dan gambar – gambar/foto-foto hasil kegiatan pada spesifik kurun waktu yang dilaporkan.  Hasil kegiatan dan pembahasan Pembahasan hasil kegiatan WBS mencakup: analisis hasil kegiatan yang dicapai (baik teknis maupun pendanaan), pada spesifik kurun waktu yang dilaporkan dibandingkan terhadap rencana awal program WBS tersebut.ketercapaian sasaran teknis terhadap kelancaran pendanaan, dan pengaruh hasil WBS terhadap sasaran program.  Rekomendasi Memberikan rekomendasi teknis berdasarkan hasil WBS yang dicapai terhadap tujuan dari secara keseluruhan.  Referensi Daftar acuan yang dipakai, termasuk TR/TM – TR/TM, dari para L dan masukan masalah pendanaan dari PCM. d. Progress Control & Monitoring Document (PCM) Progress Control & Monitoring Document (PCM) adalah dokumen laporan hasil pemantauan dan pengendalian jalannya program dari segi jadwal dan aliran pendanaan yang ditulis oleh Program Manager. Pada setiap fasa review catatancatatan pada dokumen ini dijadikan acuan untuk merubah strategi dari program agar bisa mencapai tujuan dengan tepat waktu.

3- 14

Format PCM terdiri dari:  Rencana Kegiatan dan Anggaran Memberikan gambaran perencanaan kegiatan dan anggaran mulai awal kegiatan sampai dengan akhir kegiatan secara rinci, misalnya cash-flow bulanan.  Penyerapan Anggaran Memberikan gambaran penyerapan anggaran dikaitkan dengan rencana teknis kegiatan sampai kurun waktu tertentu, dilengkapi dengan grafik seperti kurva S, atau yang sejenisnya, yang dapat menggambarkan kaitan antara rencana dengan penyerapan anggaran.  Kesimpulan Memberikan kesimpulan pelaksanaan kegiatan pada periode waktu tertentu serta permasalahan yang dihadapi dan solusi yang dilakukan dalam pemantauan dan pengendalian program dari segi jadwal dan anggaran. Progress Control & Monitoring Document biasanya terdiri sekitar 5 - 10 lembar dan mempunyai nomor kode dokumen: PCM xxxx

Contoh:

PCM merupakan sebuah dokumen dari kegiatan rinci suatu program dengan status sudah atau belum terlaksananya setiap rincian kegiatan disertai dengan analisisnya (teknis maupun pendanaan).
3- 15

3.6.2.3. Tahap Akhir Pada masa akhir program, maka dibuat satu dokumen yang merupakan hasil-hasil program secara keseluruhan baik dari segi teknik, kualitas hasil, maupun dari segi penyerapan dana dan ketepatan waktu.
a. Program Document (PD)

Laporan akhir hasil–hasil dari program secara keseluruhan. Laporan ini merupakan analisis dari seluruh Technical Document dari seluruh WBS. Program Document biasanya terdiri sekitar >100 lembar dan mempunyai nomor kode dokumen : PD xxxx Dengan sedikit modifikasi, menyesuaikan dengan standard pelaporan program untuk Pemerintah, Program Document bisa dijadikan dasar untuk laporan akhir teknik maupun keuangan. Format Program Document, terdiri dari 6 Bab.  Pengantar  Penjelasan tentang report ini merupakan Program apa, dan juga penjelasan tentang kontribusi Program tersebut terhadap jakstranas Ristek/TRM/ industri/ masyarakat dan lain-lain.  Tujuan dari Report Tujuan kegiatan Program secara rinci dan peran-peran masing-masing WBS didalamnya. Metoda memadukan dan menyeimbangkan hasil-hasil setiap WBS menjadi satu kesatuan hasil Program dengan memperhitungkan pengaruh aliran pendanaan dan jadwal kegiatan dari PM.  Kegiatan Program Deskripsi kegiatan Program secara rinci dan urut mengikut sertakan kontribusi setiap WBS termasuk penyeimbangannya, dan pengaruh aliran pendanaan dan jadwal dari PM, hasilhasil yang dicapai, dalam rangkuman yang terpadu disertai grafik, tabel dan gambar-gambar/foto-foto hasil kegiatan.  Hasil kegiatan Program dan pembahasan Pembahasan hasil kegiatan Program yang diperoleh, apakah memenuhi sasaran awal atau tidak, termasuk pengaruh kelancaran pendanaan terhadap sasaran QCD (Quality, Cost, and Delivery). Pengaruh hasil kegiatan Program terhadap sasaran TRM/ Jakstranas Ristek/ industri/ masyarakat dan lain-lain.

3- 16

 Rekomendasi Memberikan rekomendasi teknis berdasarkan hasil Program yang dicapai terhadap kelanjutan dari program atau pemecahan masalah bangsa.  Referensi Daftar acuan yang dipakai, termasuk Technical Documents dari para Group Leader dan masukan masalah pendanaan dari Progress Control & Monitoring. 3.6.3 Penanggung Jawab Sistem Pelaporan Penanggungjawab di dalam pembuatan laporan kegiatan kerekayasaan adalah sebagai berikut: 3.6.3.1 Tahap persiapan: a. OFK tipe A dan B:  KP bertanggung jawab dan menyetujui dokumen Program Manual, Design Manual, dan dokumen manual lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan program.  CE bertanggungjawab dalam penyiapan dokumen Program Manual, pemeriksaan dokumen Design manual, dan pemeriksaan dokumen manual lainnya yang dibutuhkan dalam pelaksanaan program.  PM bertanggung jawab dalam pemeriksaan dokumen Program Manual, terutama pada penjadwalan dan pendanaan. b. OFK tipe C:  GL bertanggung jawab menyiapkan dan menyetujui dokumen Program Manual yang diperlukan dalam pelaksanaan program.  PM bertanggung jawab dalam pemeriksaan dokumen Program Manual, terutama pada penjadwalan dan pendanaan.  Desain Manual, Testing Manual dan manual-manual lainnya tidak perlu dibuat tersendiri karena sudah tercakup dalam Program Manual.

3- 17

Secara umum, penanggungjawab penyusunan Program Manual pada OFK tipe A dan B dapat dilihat pada Gambar 3.6.a, OFK tipe C dapat dilihat pada Gambar 3.6.b.

Program Manual

Design/Eng/Test/Prod Manual Disiapkan Diperiksa Disetujui

Peran GL CE PM KP

Disiapkan Diperiksa Disetujui

Gambar 3.6.a : Peran dan Tugas dalam Penyusunan Program Manual OFK tipe A dan B

Program Manual

Peran GL Sebagai CE PM GL Sebagai KP

Disiapkan

Diperiksa

Disetujui

0

Gambar 3.6.b : Peran dan Tugas dalam Penyusunan Program Manual OFK tipe C Keterangan gambar 0 Kegiatan dikerjakan tetapi tidak dapat nilai

3.6.3.2 Tahap pelaksanaan: a. OFK tipe A dan B:  ES bertanggungjawab dalam menyiapkan laporan berupa TN;  L bertanggungjawab dalam menyiapkan laporan berupa TR, dan memeriksa TN yang disiapkan oleh ES;  GL bertanggungjawab dalam menyiapkan laporan berupa TD, memeriksa TR yang telah disiapkan oleh L, dan menyetujui TN yang telah diperiksa oleh L;  CE bertanggungjawab dalam penyiapan laporan berupa PD, memeriksa TD yang telah dibuat GL, dan menyetujui TR yang telah diperiksa oleh GL;  PM bertanggungjawab mempersiapkan dan memeriksa laporan (PCM), dan memeriksa PD yang telah dipersiapkan oleh CE;  KP bertanggung jawab menyetujui TD dan PD.

3- 18

Secara umum, penanggungjawab laporan tahap pelaksanaan pada OFK tipe A dan B dapat dilihat pada Gambar 3.7. dan Gambar 3.8.

Peran ES L GL CE PM KP

TN

TR/TM

TD

PD

Disiapkan Diperiksa Disetujui Disiapkan DiperiksaDisetujuiDisiapkan Diperiksa Disetujui Disiapkan DiperiksaDisetujui

Gambar 3.7.:

Penanggungjawab Sistem Pelaporan OFK Tipe A & B

Peran

Progress Control & Monitoring Disiapkan Diperiksa Disetujui

PM KP
Gambar 3.8.: Penanggungjawab Laporan PCM OFK Tipe A & B

b. OFK Tipe C: ES, L, GL, dan PM memiliki tugas yang sama dengan tipe A atau tipe B, hanya saja pada tipe C, dimana GL merangkap 3 peran sebagai CE dan sebagai KP, maka GL bertanggungjawab terhadap TD, dan PD.

3- 19

Secara umum, penanggungjawab laporan tahap pelaksanaan pada Organisasi Fungsional Kerekayasaan Tipe C dapat dilihat pada Gambar 3.9. dan Gambar 3.10. TN TR/TM TD PD

Peran ES L GL GL sbg CE PM GL sbg KP

Disiapkan Diperiksa Disetujui Disiapkan DiperiksaDisetujui Disiapkan DiperiksaDisetujui Disiapkan DiperiksaDisetujui

O

O

O

O

Gambar 3.9.: Penanggung jawab Sistem Pelaporan OFK Tipe C 0 Keterangan gambar Kegiatan dikerjakan tetapi tidak dapat nilai

Progress Control & Monitoring Peran PM GL sebagai KP
Gambar 3.10.: Penanggungjawab Laporan PCM OFK Tipe C

Disiapkan

Diperiksa

Disetujui

Dengan demikian secara hirarki sistem pelaporan pada kegiatan kerekayasaan dapat ditunjukkan dalam diagram seperti pada Gambar 3.11.

3 3

Gambar 3.11.: Hirarki Sistem Pelaporan

3- 20

Terlihat dari gambar 3.11, TR/TM menggunakan TN sebagai acuan, TD menggunakan TR/TM sebagai acuan, PD menggunakan TD sebagai acuan. 3.6.3.3 Tahap Penelaahan Program/Kegiatan Secara umum, program/kegiatan yang berdurasi 12 bulan dilakukan penelaahan dalam empat tahap interval waktu (lihat gambar 3.12.). a. Tahap Penelaahan Program Awal (Preliminary Program Review Phase). Pada tahap ini dilakukan penelaahan mengenai terpenuhinya persyaratan dimulainya suatu program, baik dari segi teknik, jadwal dan dana, serta pelaksanaan proses persiapan pengadaan barang seperti proses tender dan kontrak dan pemeriksaan kelancaran proses pencairan dana, disesuaikan dengan yang direncanakan. Selain itu hambatan-hambatan yang terjadi pada proses awal program secara teknis juga diperiksa. b. Tahap Penelaahan Program Rinci (Detailed Program Review Phase). Penelaahan pada tahap tengah periode kegiatan berjalan, merupakan tahap penelaahan secara teknis mengenai pencapaian sasaran, serta validasi terhadap strategi, metoda dan asumsi yang diambil. Untuk masalah pendanaan dilakukan penelaahan mengenai kesesuaian jadwal penyerapan dana. Selain itu penelaahan juga dilakukan terhadap perubahan kebijakan pemerintah dalam hal pendanaan. Dalam tahap ini juga dilakukan perubahan-perubahan minor dalam penjadwalan yang diakibatkan oleh ketidaktepatan baik dari segi teknik maupun pendanaan, agar sasaran program tetap tercapai. c. Tahap Penelaahan Program Kritikal (Critical Program Review Phase). Penelaahan pada tahap kritikal dilakukan untuk mengetahui pencapaian sasaran sesuai obyektif program di dalam program manual. Peninjauan kritikal dilakukan dalam segi teknik dan pendanaan. Jika ternyata program diperkirakan tidak dapat mencapai sasaran, maka diperlukan penyesuaian disertai alasan dan alternatif penyelesaian/perbaikan. Perubahan sasaran harus ditinjau dari segi teknik, misal membutuhkan resource yang lebih besar, maupun dari segi pendanaan, misal membutuhkan anggaran yang lebih besar. Perimbangan alasan teknik dan pendanaan ini harus dijadikan dasar perubahan sasaran program.
3- 21

d. Tahap Penelaahan Program Akhir (Final Program Review Phase). Pemeriksaan tahap akhir dari jalannya program. Dalam tahap ini hanya ditinjau sasaran program yang akan dicapai ditinjau dari segi teknik terakhir yang mampu dicapai dan aliran pendanaan yang tersedia. Sasaran akhir ini ditetapkan sebagai hasil dari Critical Design Review. Dalam review tahap ini semua dokumen baik berupa TN, TR / TM, TD, PCM, dan PDok harus sudah selesai untuk pertanggungan jawab. Final Program Review ini kemudian diikuti dengan laporan akhir paling lambat sebulan kemudian. Gambar 3.12 adalah tahap penelaahan program/kegiatan.

Gambar 3.12. : Tahap Penelaahan Program/Kegiatan

3.7. Peran Perekayasa Dalam OFK
Peran Perekayasa dalam OFK dapat dirincikan dari jenjang perekayasa yang paling rendah hingga jenjang perekayasa yang paling tinggi, sebagai berikut: 3.7.1. Enjinir/ES (Engineering Staff) Melaksanakan kegiatan penelitian terapan, pengembangan, perekayasaan dan pengoperasian seperti diinstruksikan dalam Program Manual, di bawah koordinasi L. Secara rinci tugas ES adalah sebagai berikut: a. Melaksanakan desain konseptual; b. Melaksanakan desain awal; c. Melaksanakan desain rinci; d. Melaksanakan perhitungan; e. Melaksanakan pengujian; f. Melaksanakan eksplorasi; g. Melaksanakan observasi; h. Melaksanakan pengukuran; i. Melaksanakan modifikasi produk;

3- 22

j. k. l. m.

Melaksanakan perawatan produk; Melaksanakan studi kelayakan sistem teknologi; Melaksanakan studi banding sistem teknologi; Menuliskan hasil pekerjaan di atas dalam sistem pelaporan yang telah ditentukan dan melaporkan hasilnya kepada L.

Satuan hasil Kegiatan tersebut di atas adalah WS, Benda kerja, foto, Log book, dan TN. 3.7.2. Ketua Sub Kelompok/L (Leader) Memimpin ES dalam pelaksanaan kegiatan penelitian terapan, pengembangan, perekayasaan dan pengoperasian seperti diinstruksikan dalam Program Manual. Secara rinci tugas L adalah sebagai berikut: a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. l. m. n. o. p. q. Memberikan supervisi pelaksanaan desain konseptual; Memberikan supervisi pelaksanaan desain awal; Memberikan supervisi pelaksanaan desain rinci; Memberikan supervisi pelaksanaan perhitungan; Memberikan supervisi pelaksanaan pengujian; Memberikan supervisi pelaksanaan eksplorasi; Memberikan supervisi pelaksanaan observasi; Memberikan supervisi pelaksanaan pengukuran; Memberikan supervisi pelaksanaan modifikasi produk; Memberikan supervisi pelaksanaan perawatan produk; Memberikan supervisi pelaksanaan studi kelayakan sistem teknologi; Memberikan supervisi pelaksanaan studi banding sistem teknologi; Menyelenggarakan pertemuan dan memimpin diskusi dengan para ES tentang pekerjaan mereka; Mempersiapkan bahan presentasi laporan hasil kegiatan WP yang dipimpinnya; Memberikan presentasi hasil kegiatan di hadapan GL secara berkala (pemaparan, diskusi, dan penyimpulan hasil); Sebagai L memeriksa TN; Sebagai L mempersiapkan TR/TM.

Satuan hasil Kegiatan tersebut di atas adalah WS, Benda kerja, Log book, IS, DS, Materi Presentasi, TN, dan TR. 3.7.3 Ketua Kelompok/GL (Group Leader) Mengkoordinasikan L dalam pelaksanaan kegiatan penelitian terapan, pengembangan, perekayasaan dan pengoperasian seperti diinstruksikan dalam Program Manual yang mengintegrasikan beberapa WP dalam satu kelompok yang dipimpinnya.

3- 23

Secara rinci peran dan tugas GL adalah sebagai berikut: a. Melaksanakan sub-integrasi produk Struktur WBS untuk masalah desain/testing/eksplorasi/observasi pengukuran modifikasi/perawatan; b. Mendiskusikan kualitas capaian dari segi teknis dengan melakukan iterasi teknis diantara group yang terkait c. Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu, pendanaan, dan pengadaan barang sesuai dengan WBS nya dengan melakukan iterasi yang terkait dengan ketersediaan aliran pendanaan; d. Membuat perencanaan kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain bersama PM; e. Mengusulkan pengadaan barang dan spesifikasinya kepada PM; f. Mempersiapkan materi presentasi laporan hasil kegiatan WBS yang dipimpinnya; g. Memberikan presentasi hasil kegiatan di hadapan KP secara berkala (paparan, diskusi dan kesimpulan); h. Mempersiapkan Design Manual/Engineering Manual/Test Manual/ Production manual (apabila diperlukan dalam program/kegiatan OFK tipe A atau B); i. Menyetujui TN; j. Memeriksa TR/TM; k. Mempersiapkan TD. Satuan hasil Kegiatan tersebut di atas adalah WS, Benda kerja, Log book, IS, Kontrak Kerjasama, DS, Materi Presentasi, Lembar Usulan Spesifikasi Teknis, Design/Engineering/Test/ Production Manual, TR/TM, TD. 3.7.4. Manajer Program/PM (Program Manager) Melaksanakan tugas manajemen program yang meliputi perencanaan program termasuk jadwal pencapaian sasaran serta aliran pendanaan. PM bertanggung jawab kepada KP. Untuk OFK tipe A, PM dapat mempunyai asisten PM dalam program maksimal 4 orang asisten. Secara rinci tugas PM adalah sebagai berikut: a. Memberikan metoda pengendalian proyek, dan sejenisnya untuk penjadwalan dan pengendalian program; b. Membuat rencana pendanaan yang telah dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait; c. Menetapkan kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain; d. Mengusulkan pengadaan barang melalui Pengelola anggaran sesuai dengan spesifikasi yang diusulkan GL; e. Melakukan penyesuaian jadwal kegiatan terhadap kondisi pendanaan yang berjalan, mendiskusikan dampak kesesuaian pendanaan yang baru terhadap produk kerja; f. Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu pengadaan barang;

3- 24

g. Melaksanakan PCM; h. Mempresentasikan laporan kemajuan program dari segi waktu dan dana di hadapan KP secara berkala; i. Membentuk Organisasi Fungsional Kerekayasaan bersama KP dan CE; j. Memeriksa Program Manual; k. Memeriksa Program Document; l. Mempersiapkan dan memeriksa PCM. Satuan hasil Kegiatan tersebut di atas adalah WS, kontrak kerjasama, PCM, IS, DS, Materi Presentasi, Program Manual, dan PD. 3.7.5 Insinyur Kepala/CE (Chief Engineer) Melaksanakan pemantauan kualitas hasil program dari segi teknis seperti pemenuhan persyaratan desain, penetapan SDM yang kompeten dan berkualitas untuk program. CE bertanggung jawab kepada KP dan dapat mempunyai asisten sejumlah maksimal 4 orang. Secara rinci tugas CE adalah sebagai berikut: a. Bersama KP dan PM membentuk Organisasi Program; b. Merencanakan waktu keterlibatan personil dalam tiap program; c. Mendiskusikan dan menetapkan SDM yang terlibat dalam program dengan Kepala Unit Struktural; d. Mengevaluasi dan menyetujui usulan spesifikasi teknis barang yang diusulkan GL; e. Memberikan supervisi teknis untuk penyelarasan kinerja secara rutin; f. Memberikan saran perbaikan, alternatif teknik yang lain pada pertemuan diskusi dengan satu atau lebih GL, untuk mendiskusikan hasil-hasil program secara berkala; g. Melakukan trade-off dan prioritasi hasil-hasil WBS untuk mendapatkan produk akhir yang paling sesuai pada akhir tahun anggaran; h. Mempresentasikan hasil kegiatan secara teknis di hadapan kepala program secara berkala; i. Mempersiapkan Program Manual; j. Memeriksa Design Manual/Engineering Manual/Test Manual/ Production manual (apabila diperlukan dalam program/kegiatan OFK tipe A atau B); k. Menyetujui TR/TM; l. Memeriksa Technical Document; m. Mempersiapkan Program Document. Satuan hasil Kegiatan tersebut di atas adalah WS, Benda kerja, Log book, IS, Draft Surat Keputusan Tim Kerja, DS, Materi Presentasi, Program Manual, Design/ Engineering/Test/Production Manual, TR/TM, TD, dan PD.

3- 25

3.7.6. Kepala Program/KP (Program Director) KP biasanya adalah Program Inisiator yang memberikan arahan tentang garis-garis besar kegiatan termasuk: state of the art technology, strategi keuangan program, maupun eksekusinya. Secara rinci tugas KP adalah sebagai berikut : a. Melakukan perencanaan program bersama P M d a n C E membentuk organisasi program, menentukan jumlah WBS dan jumlah WP untuk setiap WBS; b. Mengangkat personil – personil yang terlibat dalam program serta pejabat-pejabat fungsional atas usulan CE, dan PM; c. Mendiskusikan pelaksanaan program ditinjau dari segi teknik ketepatan waktu dan pendanaan secara berkala bersama para GL, PM dan CE; d. Memberikan saran-saran pada setiap fasa program review: Preliminary, Detail, Critical dan Final Program Review; e. Melaporkan pelaksanaan program serta mempertanggung jawabkan hasil program kepada kepala unit struktural (pimpinan terkait) yang memberi pekerjaan secara berkala; f. Memberikan presentasi mengenai program berjalan; g. Memperagakan hasil-hasil program; h. Mempresentasikan serta mempertahankan usulan Hak Atas Kekayaan Inteletual di hadapan yang berwenang; i. Menyetujui Program Manual/ Design Manual/ Engineering Manual/ Test Manual/ Production Manual/ Technical Document/ Program Document, dan PCM. Satuan hasil Kegiatan tersebut di atas adalah WS, Log book, IS, DS, Materi Presentasi, Program Manual, Design/Engineering/Test/Production Manual, TR/TM, TD, dan PD. 3.7.7. APM (Assistant Program Engineer) Manager) dan ACE (Assistant Chief

PM dan CE bila diperlukan dapat didampingi oleh beberapa asisten yang disebut sebagai Assistant Program Manager dan Assistant Chief Engineer. Untuk Organisasi Program tipe A paling banyak empat asisten untuk CE, dan beberapa asisten untuk PM sesuai dengan penjelasan sebelumnya. Sedangkan untuk Organisasi tipe B, paling banyak ada dua asisten CE. Untuk Organisasi tipe C tidak diperlukan Assistant Program Manager dan Assistant Chief Engineer. Adapun tugas Assistant Program Manager adalah: a. Mengusulkan metoda pengendalian proyek, dan sejenisnya untuk penjadwalan dan pengendalian program; b. Mengusulkan rencana pendanaan yang telah dikoordinasikan dengan
3- 26

c. d. e.

f. g. h.

pihak-pihak terkait; Menyiapkan draft kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain bersama PM; Mengusulkan pengadaan barang melalui Pengelola anggaran sesuai dengan spesifikasi yang diusulkan GL & PM; Melakukan penyesuaian jadwal kegiatan terhadap kondisi pendanaan yang berjalan, mendiskusikan dampak kesesuaian pendanaan yang baru terhadap produk kerja; Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu pengadaan barang; Melaksanakan PCM bersama PM; Menyusun draft laporan kemajuan program dari segi waktu dan dana.

Adapun tugas Assistant Chief Engineer ini adalah: a. Menyiapkan draft Engineering Manual/ Test Manual/ Production manual; b. Mengusulkan personil yang sesuai serta klarifikasi dan sandi kerja; c. Mengusulkan rencana waktu keterlibatan personil dalam tiap program; d. Menyiapkan pertemuan dalam rangka koordinasi kerja; e. Memantau pelaksanaan program bersama CE; f. Melaksanakan kegiatan kerekayasaan di lingkungan berbahaya atau beresiko. 3.7.8. Group Leader Tipe C a. Melakukan perencanaan program; b. Mengangkat personil-personil yang terlibat dalam program; c. Memantau & Melaporkan jalannya program; d. Memberikan presentasi mengenai program berjalan; e. Memperagakan hasil-hasil program; f. Mempresentasikan serta mempertahankan usulan Hak Atas Kekayaan Inteletual di hadapan yang berwenang; g. Melaksanakan sub-integrasi produk struktur rincian; h. Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu, pendanaan, dan pengadaan barang; i. Membuat perencanaan kontrak kerjasama teknis; j. Mengusulkan pengadaan barang dan spesifikasinya kepada PM; k. Mempersiapkan dokumen Program Manual; l. Menyetujui laporan pemantauan dan pengendalian kemajuan kegiatan PCM; m. Menyetujui TN; n. Memeriksa TR/TM; o. Mempersiapkan TD; p. Mempersiapkan PD.

3- 27

BAB IV JENJANG, PERAN, DAN TUGAS
4.1. Jenjang Jabatan Fungsional Perekayasa
Jenjang Jabatan Fungsional Perekayasa terbagi menjadi 4 (empat) jenjang, yaitu: a. b. c. d. Perekayasa Pertama (Engineer) Perekayasa Muda (Senior Engineer) Perekayasa Madya (Specialist Engineer) Perekayasa Utama (Principal Engineer)

Untuk setiap jenjang jabatan diberikan padanan istilah bahasa Inggris sebagaimana tercantum dalam tanda kurung di atas, agar lebih komunikatif dalam kancah forum internasional. Penjenjangan karir Perekayasa umumnya didasarkan pada: a. Pengalaman, yang diperoleh mulai dari tingkat kesulitan rendah sampai tingkat kesulitan tinggi dalam memecahkan persoalan kegiatan kerekayasaan; b. Peran, yang diperoleh mulai dari peran anggota program sebagai ES sampai ke tingkat pimpinan kelompok sebagai L, GL dan akhirnya ke tingkat pimpinan program sebagai PM, CE dan KP. Tingkatan kemampuan yang diharapkan dalam penjenjangan perekayasa adalah : a. Perekayasa Pertama (Engineer) Mampu berperan sebagai ES dalam kegiatan/program. Setelah dua kali berperan sebagai ES, diharapkan mampu berperan sebagai L. b. Perekayasa Muda (Senior Engineer) Mampu berperan sebagai ES dan L dalam kegiatan/program. Setelah sedikitnya dua kali berperan sebagai L diharapkan mampu berperan sebagai GL atau PM. c. Perekayasa Madya (Specialist Engineer) Mampu berperan sebagai GL atau PM dalam kegiatan/program. Setelah sedikitnya dua kali berperan sebagai GL atau PM diharapkan mampu berperan sebagai CE atau KP. d. Perekayasa Utama (Principal Engineer) Mampu berperan sebagai CE atau KP dalam kegiatan/ program.

4-1

4.2. Jenjang dan Peran Perekayasa
Sesuai dengan bunyi pasal 4 Peraturan Menpan Nomor: PER/219/M.PAN/7/2008 tugas pokok Perekayasa adalah melakukan kegiatan kerekayasaan. Tugas pokok tersebut dibagi sesuai dengan jenjang Jabatan Fungsional Perekayasa. Pejabat Perekayasa dengan jenjang jabatan yang lebih tinggi, apabila diperlukan dapat mengerjakan kegiatan kerekayasaan yang menjadi tugas dan tanggung jawab pejabat perekayasa satu jenjang dibawahnya, begitu juga sebaliknya. Dengan mengetahui peran setiap jenjang perekayasa pada OFK maka tugas setiap perekayasa pada jenjangnya dapat segera diketahui. Kegiatan kerekayasaan dilaksanakan dalam bentuk team work, dengan demikian peran Perekayasa dalam suatu program ditentukan oleh kedudukannya dalam OFK. Melalui peran tersebut Perekayasa dapat meningkatkan karirnya untuk naik pada jenjang Jabatan dari yang terendah ke jenjang yang lebih tinggi. Semakin tinggi jenjang jabatan yang dipegang, diharapkan semakin tinggi pula perannya dalam OFK. Setiap peran dalam organisasi fungsional program dapat diisi oleh jenjang jabatan perekayasa yang sesuai kualifikasi atau kemampuan yang harus dipenuhi oleh masing- masing perekayasa, yaitu: a. Perekayasa Pertama (Engineer): dapat mengisi peran ES atau naik setingkat lebih tinggi sebagai L. b. Perekayasa Muda (Senior Engineer): dapat mengisi peran L, atau setingkat lebih rendah sebagai ES atau naik setingkat lebih tinggi sebagai GL, atau PM. c. Perekayasa Madya (Specialist Engineer): dapat mengisi peran GL atau PM, atau naik setingkat lebih tinggi sebagai CE atau KP. d. Perekayasa Utama (Principal Engineer) dapat mengisi peran KP atau CE atau setingkat lebih rendah sebagai GL atau PM. Penilaian Angka Kredit untuk satu tingkat diatas jenjang : 80% x AK, sedangkan penilaian untuk satu tingkat dibawah jenjang : 100% x AK. (lihat Gambar 4.1.)
Peran Jenjang Perekayasa Pertama Perekayasa Muda Perekayasa Madya Perekayasa Utama 100 % 100 % 100 % 100 % Staf Enjinir Group Program Leader Manager Chief Enjinir Kepala Program

Leader 80%

80%

80% 80% 80%

Gambar 4.1. : Peran Perekayasa dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan.

4-2

Untuk OFK Tipe A dan B, PM dan CE dapat mengangkat asisten dengan peran yang disebut APM dan ACE. Asisten-asisten tersebut mempunyai jenjang satu tingkat lebih rendah dari atasannya. Apabila pada suatu program/kegiatan seorang Perekayasa ditugaskan pada peran 2 (dua) tingkat di bawah atau di atas jenjangnya, maka yang bersangkutan tidak dapat mengklaim butir kegiatan pada peran dimaksud untuk unsur utama kegiatan kerekayasaan dan RDEO sedangkan klaim unsur lainnya, yaitu pendidikan, pengembangan profesi, dan penunjang (kecuali sebagai Pengajar dan Tim Penilai) tetap dapat diklaim angka kreditnya. Rangkap peran dimungkinkan bila posisi peran tidak langsung berada di bawah atau di atas salah satu peran dalam satu OFK dan tidak dilaksanakan pada jam kerja yang bersamaan, yaitu : 1. OFK tipe A dan B : a. KP, CE dan PM tidak boleh rangkap peran dalam satu OFK b. GL dapat merangkap L dan atau ES pada WBS yang berbeda, dan sebaliknya, dan GL tidak dapat merangkap menjadi GL lainnya dalam satu OFK. c. GL dapat merangkap L atau ES pada WBS yang berbeda, dan sebaliknya. d. ES yang terlibat dalam suatu WP bisa merangkap dalam WP yang lain. 2. OFK tipe C : a. GL merangkap peran sebagai KP dan CE, namun tidak semua butir kegiatan terkait peran tersebut dapat diklaim. b. GL tidak dapat merangkap L dan atau ES. c. L dapat merangkap peran sebagai ES pada WP yang lain dan sebaliknya.

4.3. Jenjang Jabatan, Pangkat dan Golongan Ruang
PNS dapat meniti karir melalui Jabatan Fungsional Perekayasa mulai dari jenjang jabatan Perekayasa Pertama Pangkat Penata Muda Golongan Ruang III/a sampai dengan Perekayasa Utama Pangkat Pembina Utama Golongan Ruang IV/e sesuai dengan angka kredit yang diperoleh. Hubungan antara jenjang Jabatan Fungsional Perekayasa, angka kredit, pangkat dan golongan ruang tertera pada tabel 4.1.

4-3

Tabel 4.1 :

Hubungan antara Jabatan Fungsional Perekayasa, Angka Kredit minimal, Pangkat dan Golongan Ruang.

JABATAN

ANGKA KREDIT (AK)

SETARA DENGAN PENAMBAHAN AK PANGKAT GOLONGAN RUANG

Perekayasa Pertama Perekayasa Muda Perekayasa Madya

100 150 200 300 400 550 700

50 50 100 100 150 150 150 200

Penata Muda Penata Muda Tk. I Penata Penata Tk. I Pembina Pembina Tk. I Pembina Utama Muda Pembina Utama Madya Pembina Utama

III/a III/b III/c III/d IV/a IV/b IV/c IV/d IV/e

Perekayasa Utama

850 1050

4-4

BAB V KEGIATAN KEREKAYASAAN DAN ANGKA KREDITNYA
5.1. Unsur Kegiatan Kerekayasaan
Unsur Kegiatan Kerekayasaan terdiri dari kelompok-kelompok. Kelompok utama disebut Unsur, yang terbagi menjadi beberapa Sub Unsur. Setiap Sub Unsur terbagi menjadi beberapa butir kegiatan (lihat gambar 5.1.).

Gambar 5.1 : Unsur kegiatan Kerekayasaan.

Contoh: Seorang ES melakukan kegiatan menetapkan tujuan dan kebutuhan desain (Design Requirement and Objective). Maka butir kegiatan yang diklaim adalah II.A.1.a.1).(a) yaitu dari Unsur: Kegiatan kerekayasaan; Sub Unsur: Pelaksanaan Kegiatan Penelitian Terapan, Pengembangan, Perekayasaan dan Pengoperasian; Butir Kegiatan: Melaksanakan Desain Konseptual; Menetapkan Tujuan dan Kebutuhan Desain.

NO II

UNSUR KEGIATAN KEREKAYASAAN

Tabel 5.1 : Contoh Rincian Kegiatan dan Unsur yang Dinilai BUTIR KEGIATAN SUB UNSUR

A.

Pelaksanakan 1. Sebagai Staf Perekayasa (Engineering Staff) kegiatan peneMelaksanakan kegiatan Kerekayasaan litian a. terapan, penMelaksanakan desain konseptual 1). gembangan, pe(a) Menetapkan tujuan dan kebutuhan desain rekayasaan (Design Requirement and Objective) dan pengope(b) Menyusun filosofi rancang bangun rasian (c) Menetapkan metoda yang digunakan

5- 1

Butir kegiatan yang dilaksanakan oleh Perekayasa merupakan unsur yang dinilai dan mendapatkan angka kredit. Tidak harus semua butir kegiatan sesuai peran Perekayasa diklaim angka kreditnya. Besaran Angka Kredit merupakan akumulasi dari jumlah jam kerja yang dilakukan oleh seorang perekayasa dalam melaksanakan kegiatan kerekayasaannya.

5.2. Penilaian
Penilaian terhadap Pejabat Fungsional Perekayasa dilaksanakan memberikan angka kredit pada setiap butir kegiatan yang dilakukan. Kegiatan Perekayasa disusun dalam 2 (dua) kelompok Unsur: 1. Pendidikan Sekolah 2. Angka Kredit Penjenjangan yang terdiri dari: a. Utama (berikutnya disebut sebagai unsur utama) i. Pendidikan dan pelatihan kerekayasaan ii. Kegiatan Kerekayasaan iii. Pengembangan Profesi b. Penunjang (berikutnya disebut sebagai unsur penunjang) Angka kredit untuk penilaian kenaikan jenjang harus memenuhi komposisi minimal 80% unsur utama dan maksimal 20% unsur penunjang dari Angka Kredit Kumulatif yang dipersyaratkan (dikurangi unsur pendidikan). Adapun butir-butir kegiatan yang dapat dinilai dan angka kreditnya adalah sebagaimana penjelasan berikut ini. I I.A Pendidikan Pendidikan Sekolah dan Perolehan Gelar/ Ijazah Memperoleh gelar/ijazah dalam stratum D-IV, S1, S2, dan S3. Pendidikan dan ijasah ini harus dalam bidang keilmuan atau keahlian untuk perekayasa sesuai Standar Nomenklatur Ilmu pengetahuan dan Teknologi Unesco tahun 1988, (lihat Lampiran I). Ijazah S1 atau D-IV harus dimiliki sebelum calon Perekayasa mengambil jabatan fungsional, sedangkan S2 dan S3 dapat dimiliki sebelum atau setelah yang bersangkutan berada dalam jabatan fungsional Perekayasa. Ijazah yang setingkat hanya dapat dinilai 1 kali sebagai unsur Pendidikan Sekolah, perolehan ijazah lain yang sederajat hanya dapat dinilai sebagai unsur penunjang. Ijazah yang diakui adalah ijazah yang dikeluarkan oleh Perguruan Tinggi Negeri atau Swasta yang telah memperoleh pengesahan dari 5- 2 dengan

unit kepegawaian terkait dan sesuai persyaratan di Jabatan Fungsional Perekayasa. Ijazah yang dikeluarkan oleh perguruan tinggi luar negeri harus memperoleh pengesahan kesetaraan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ijazah yang lebih tinggi tetapi tidak sesuai dengan bidang keahlian sebelumnya, tetapi masih dalam nomenklatur Unesco serta mendapat persetujuan dari atasan langsung minimal eselon III dimana Perekayasa ditugaskan, dapat dinilai sebagai unsur utama. Memiliki gelar ganda pada strata yang sama dinilai; sebagai unsur penunjang. Gelar Doktor Honoris Causa (Dr. H.C.) tidak diberi angka kredit sebagai kriteria pendidikan, melainkan sebagai unsur penunjang. Pendidikan tidak bergelar dinilai sebagai pelatihan, penataran atau kursus ilmiah. Post-Doc, scientist exchange dan joint research dianggap sebagai diklat sesuai dengan jumlah jam yang dipersyaratkan. I.A.1. Doktor (S3) Satuan hasil: Ijazah Magister (S2) Satuan hasil: Ijazah Sarjana (S1) Satuan hasil: Ijazah Pendidikan dan Pelatihan di bidang kegiatan kerekayasaan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) Pendidikan dan pelatihan di bidang kerekayasaan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan atau Sertifikat. Program pelatihan dalam bidang teknologi antara lain: a. Refreshment course teknologi tertentu; bagi perekayasa dalam bidang ilmu

I.A.2.

I.A.3.

I.B

b. Pelatihan penggunaan instrument tertentu dengan pengadaan instrument tersebut;

yang

berkaitan

c. Pelatihan keindustrian, meliputi proses desain, manufaktur, integrasi produk serta manajemen proses yang diberikan oleh industri di dalam/ di luar negeri; d. Pelatihan Keselamatan serta keamanan kerja Laboratoria; 5- 3

e. Pelatihan Kerekayasaan yang bersifat khusus karena tuntutan lingkungan pekerjaan. Diklat yang dilaksanakan kurang dari 10 jam pelajaran tidak dapat dinilaikan sebagai angka kredit. Apabila tidak dicantumkan jumlah jam pelajarannya, maka dalam 1 hari ekivalen 8 jam efektif, dan dalam 1 minggu ekivalen dengan 5 hari. I.B.1 Lamanya lebih dari 960 jam Satuan hasil: sertifikat Lamanya 641-960 jam Satuan hasil: sertifikat Lamanya 481-640 jam Satuan hasil: sertifikat Lamanya 161-480 jam Satuan hasil: sertifikat Lamanya 81-160 jam Satuan hasil: sertifikat Lamanya 31-80 jam Satuan hasil: sertifikat I.B. Lamanya 10-30 jam Satuan hasil: sertifikat Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Yang dimaksud dengan pra-jabatan diperuntukan untuk golongan III. Satuan hasil: sertifikat II. Kegiatan Kerekayasaan Peran dan Tugas Perekayasa dinilai secara individual menurut kedudukannya di dalam OFK. Oleh sebab itu adanya Organisasi Fungsional Kerekayasaan mutlak perlu agar seorang Perekayasa jelas kedudukannya dalam melaksanakan tugasnya, sehingga dapat dinilai secara adil. Sangat disarankan untuk setiap instansi yang akan mengikuti Jabatan Fungsional Perekayasa, paling sedikit mendaftarkan beberapa orang anggotanya, agar Organisasi Fungsional Kerekayasaan, setidaknya tipe C, bisa dibentuk dan dijalankan. Namun demikian, bila karena sesuatu hal yang berkaitan dengan 5- 4 adalah pra-jabatan yang

I.B.2

I.B.3

I.B.4

I.B.5

I.B.6

I.C.

peraturan setempat, Organisasi Fungsional Kerekayasaan, tidak/sulit dibentuk, maka masih dimungkinkan untuk menilai Peran & Tugas Perekayasa dengan: a. Memetakan kesetaraan (ekivalensi) organisasi di mana Perekayasa bekerja dengan Organisasi Fungsional Kerekayasaan untuk menetapkan kedudukan perekayasa tersebut; b. Menilai peran dan tugas perekayasa tersebut sesuai dengan aturan Jabatan Fungsional Perekayasa, pada kedudukannya tersebut. Dari pemetaan sebagai berikut: tersebut, maka ekivalensi dapat dilaksanakan

1. Jika Perekayasa tersebut merupakan penanggung jawab seluruh kegiatan program, diekivalenkan sebagai Kepala Program. 2. Jika Perekayasa tersebut merupakan penanggung jawab seluruh kegiatan teknis dari kegiatan/program diekivalenkan sebagai Chief Engineer. 3. Jika Perekayasa tersebut merupakan penanggung jawab seluruh pendanaan dan penjadwalan dari kegiatan/program diekivalenkan sebagai PM. 4. Jika Perekayasa tersebut merupakan penanggung jawab sekelompok bidang teknik dari kegiatan/program diekivalenkan sebagai Group Leader. 5. Jika Perekayasa tersebut merupakan penanggung jawab bagian dari suatu kelompok teknik dari kegiatan/program diekivalenkan sebagai Leader. 6. Jika Perekayasa tersebut bekerja sendirian (secara individual) tanpa terkait dengan kegiatan/program apapun hanya bisa diekivalenkan sebagai seorang Engineering Staff. Ekivalensi disesuaikan dengan kerekayasaan dengan kriteria: tipe organisasi fungsional

a. Tipe C: terdiri dari 1 disiplin ilmu/kegiatan kerekayasaan dengan jumlah pelaksana kegiatan minimal 5 orang. b. Tipe B: terdiri dari minimal 2 disiplin ilmu/kegiatan kerekayasaan dengan jumlah pelaksana kegiatan minimal dari 10 orang c. Tipe A: terdiri dari minimal 5 disiplin ilmu/kegiatan kerekayasaan dengan jumlah pelaksana kegiatan minimal 15 orang dan melibatkan institusi lain. Penentuan ekivalensi diusulkan oleh atasan langsung minimal eselon III dimana Perekayasa berada. 5- 5

II.A.

Pelaksanaan penelitian terapan, pengembangan, perekayasaan, dan pengoperasian Sebagai Enjinir (Engineering Staff) Melaksanakan kegiatan Kerekayasaan Melaksanakan desain konseptual Menetapkan tujuan dan kebutuhan desain (Design Requirement & Objective) Menetapkan tujuan dan parameter-parameter dasar dibutuhkan dalam kegiatan kerekayasaan yang ditugaskan. Satuan hasil: Lembar kerja yang

II.A.1. II.A.1.a. II.A.1.a.1) II.A.1.a.1).(a)

II.A.1.a.1).(b)

Menyusun filosofi rancang bangun Menyusun konsep-konsep dasar pemikiran yang akan digunakan untuk melaksanakan kegiatan kerekayasaan yang ditugaskan. Satuan hasil: Lembar kerja

II.A.1.a.1).(c)

Menetapkan metoda yang digunakan Menetapkan metoda kerja tertentu sesuai kaidah ilmiah, yang akan digunakan untuk melaksanakan kegiatan kerekayasaan yang ditugaskan. Satuan hasil: Lembar kerja

II.A.1.a.2 II.A.1.a.2).(a)

Melaksanakan desain awal Merekayasa bentuk konfigurasi Melaksanakan penyelarasan awal suatu produk kegiatan kerekayasaan untuk mencapai bentuk/konfigurasi yang optimal. Satuan hasil: Lembar kerja

II.A.1.a.2).(b)

Mengkalkulasi kinerja awal Membuat perhitungan-perhitungan atau analisa untuk mengetahui kinerja awal dari kegiatan kerekayasaan yang ditugaskan sehingga akan diketahui dimensi/ kapasitas/ besaran-besaran seperti yang di-inginkan pada Design Requirement & Objective. Satuan hasil: Logbook per kegiatan dan Lembar kerja

5- 6

II.A.1.a.2).(c)

Membuat gambar teknis (Engineering Drawing) awal Melakukan pembuatan gambar awal berdasarkan kaidah pembuatan gambar teknis untuk suatu produk kegiatan kerekayasaan sesuai dengan II.A.1.a.2).(b). Satuan hasil: Lembar kerja

II.A.1.a.3) II.A.1.a.3).(a)

Melaksanakan desain rinci Melaksanakan iterasi hasil desain awal Melakukan optimasi desain awal dengan cara iterasi (proses revisi secara berkesinambungan melalui metoda tertentu). Iterasi dapat menggunakan: kualitas, kuantitas, harga, atau nilai tertentu hingga diperoleh hasil yang optimal. Satuan hasil: Lembar kerja

II.A.1.a.3).(b)

Mengoptimasi hasil desain awal Melakukan penyempurnaan hasil desain awal ditinjau dari segi fungsi, kinerja, biaya dan waktu terhadap suatu produk rancang bangun agar dapat optimal Satuan hasil: Lembar kerja

II.A.1.a.3).(c)

Melaksanakan konfigurasi desain rinci Melaksanakan penyusunan konfigurasi (unsur dan saling keterkaitan antar unsur) secara rinci atas desain yang akan dihasilkan sesuai dengan persyaratan-persyaratan yang telah ditentukan. Satuan hasil: Lembar kerja

II.A.1.a.3).(d)

Menetapkan konfigurasi Menetapkan konfigurasi rinci atas desain setelah melakukan kalkulasi kinerja, iterasi dan optimasi desain, disesuaikan dengan persyaratan yang diinginkan. Satuan hasil: Lembar kerja

II.A.1.a.4) II.A.1.a.4).(a)

Melaksanakan perhitungan Melaksanakan perhitungan pendekatan awal Membuat perhitungan berdasarkan model matematik untuk mengetahui sifat-sifat umum dari suatu desain yang akan dihasilkan. Satuan hasil: Logbook per kegiatan atau Lembar kerja 5- 7

II.A.1.a.4).(b)

Melaksanakan perhitungan analitik rinci Membuat perhitungan berdasarkan model matematik untuk mengetahui berbagai sifat-sifat/data yang dibutuhkan dari bagian/ komponen produk rancang bangun yang akan diproduksi. Satuan hasil: Logbook per kegiatan atau Lembar kerja

II.A.1.a.4).(c)

Melaksanakan komputasi numerik Membuat perhitungan-perhitungan matematik (persamaan aljabar, interpolasi, quadran dan sebagainya yang dilakukan dengan komputer untuk mendukung pembuatan produk yang diinginkan Satuan hasil: Logbook per kegiatan atau Lembar kerja

II.A.1.a.5) II.A.1.a.5).(a)

Melaksanakan pengujian Menetapkan konfigurasi pengujian Menetapkan uraian cara/metoda dan tahapan pada proses pengujian yang akan dilakukan dalam tahapan pengujian obyek yang diteliti, termasuk didalamnya adalah jadwal pengujian dan peralatan yang dipergunakan dalam pengujian. Satuan hasil: Lembar kerja

II.A.1.a.5).(b)

Membuat benda uji Melaksanakan atau memberikan asistensi kepada teknisi secara detil dalam mendesain dan membuat benda/alat/instrumen yang akan digunakan untuk proses pengujian berdasarkan metoda seperti butir II. A.1.a.5).(a) Satuan hasil: Benda Kerja atau Lembar kerja

II.A.1.a.5).(c)

Menetapkan sistem penginderaan pengujian Menetapkan dan membuat uraian sistem penginderaan (kontrol/ sensor) untuk pelaksanaan kegiatan pengujian. Satuan hasil: Lembar kerja

II.A.1.a.5).(d)

Menetapkan sistem perolehan dan pengolahan data Menetapkan dan menguraikan metoda dan strategi sesuai dengan standar ilmiah tertentu untuk mendapatkan dan mengolah data hasil pengujian Satuan hasil: Lembar kerja 5- 8

II.A.1.a.5).(e)

Melaksanakan operasi pengujian Melaksanakan/memberikan asistensi pada teknisi dalam proses pengujian sesuai dengan metoda seperti butir II.A.1.a.5).(a) dan mencatatnya dalam sebuah logbook Satuan hasil: Logbook atau lembar kerja

II.A.1.a.5).(f)

Menganalisis data Menganalisis data hasil pengujian menjadi grafik atau tabel, sehingga diperoleh kesimpulan hasil pengujian Satuan hasil: Lembar kerja

II.A.1.a.5).(g)

Menginterpretasi hasil uji Menginterpretasikan data berdasarkan metoda yang diberikan oleh Leader. Intepretasi data hasil pengujian harus dikaitkan dengan tujuan pengujian Satuan hasil: Lembar kerja

II.A.1.a.6)

Melaksanakan eksplorasi Yang dimaksud dengan eksplorasi adalah penjelajahan lapangan/ penyelidikan terhadap suatu hal/benda tertentu

II.A.1.a.6).(a)

Menetapkan instrumentasi eksplorasi Menetapkan dan menguraikan tujuan dan peralatan/ instrumen yang dipergunakan untuk eksplorasi Satuan hasil: Lembar kerja

II.A.1.a.6).(b)

Menetapkan sasaran eksplorasi Menetapkan sasaran-sasaran kualitatif/ kuantitatif yang harus dicapai pada proses eksplorasi Satuan hasil: Lembar kerja

II.A.1.a.6).(c)

Melaksanakan eksplorasi Melaksanakan kegiatan eksplorasi dan data/ hasil/ peristiwa yang diperoleh selama eksplorasi Satuan hasil: Logbook atau Lembar kerja mencatat

5- 9

II.A.1.a.6).(d)

Menganalisis data eksplorasi Menganalisis data hasil eksplorasi menjadi mengambil kesimpulan dari data eksplorasi Satuan hasil: Lembar kerja gambar/grafik dan

II.A.1.a.6).(e)

Menginterpretasi hasil eksplorasi Menginpretasikan data hasil eksplorasi berdasarkan metoda yang diberikan oleh leader. Intepretasi data hasil eksplorasi harus dikaitkan dengan tujuan pengujian.

II.A.1.a.7)

Melaksanakan observasi Yang dimaksud dengan observasi peninjauan secara cermat/teliti. adalah pengamatan atau

II.A.1.a.7).(a)

Menetapkan instrumentasi observasi Menetapkan instrument/peralatan yang akan digunakan untuk melakukan observasi/pengamatan visual terhadap suatu obyek yang terkait dengan produk atau benda uji. Satuan hasil: Lembar kerja

II.A.1.a.7).(b)

Menetapkan sasaran observasi Menetapkan capaian (kuantitatif dan kualitatif) yang diharapkan selama observasi Satuan hasil: Lembar kerja

II.A.1.a.7).(c)

Melaksanakan observasi Melaksanakan/memberikan asistensi pada teknisi dalam pelaksanaan observasi Satuan hasil: Logbook atau Lembar kerja

II.A.1.a.7).(d)

Menganalisis data observasi Melaksanakan pengolahan data hasil observasi (data mentah) menjadi data perhitungan/gambar/grafik, sehingga mendapatkan kesimpulan hasil observasi Satuan hasil: Lembar kerja

5- 10

II.A.1.a.7).(e)

Menginterpretasi hasil observasi Melaksanakan interpretasi dari data kesimpulan hasil observasi terhadap tujuan/sasaran WP-nya Satuan hasil: Lembar kerja

II.A.1.a.8) II.A.1.a.8).(a)

Melaksanakan pengukuran Menetapkan instrumentasi pengukuran Menetapkan instrument/peralatan yang akan digunakan untuk melakukan pengukuran (yang berupa besaran fisika, kimia, matematika) terhadap suatu obyek yang terkait dengan produk atau benda uji Satuan hasil: Lembar kerja

II.A.1.a.8).(b)

Menetapkan sasaran pengukuran Menetapkan capaian (kuantitatif dan kualitatif) yang diharapkan selama melakukan pengukuran Satuan hasil: Lembar kerja

II.A.1.a.8).(c)

Melaksanakan pengukuran Melaksanakan/ memberikan asistensi pada teknisi dalam pelaksanaan pengukuran Satuan hasil: Logbook atau Lembar kerja

II.A.1.a.8).(d)

Menganalisis data pengukuran Melaksanakan pengolahan data hasil pengukuran (data mentah) menjadi data perhitungan/gambar/grafik, sehingga mendapatkan kesimpulan hasil pengukuran Satuan hasil: Lembar kerja

II.A.1.a.8).(e)

Menginterpretasi hasil pengukuran Melaksanakan interpretasi dari data pengukuran terhadap tujuan/ sasaran WP-nya Satuan hasil: Lembar kerja kesimpulan hasil

5- 11

II.A.1.a.9) II.A.1.a.9).(a)

Melaksanakan modifikasi produk Melaksanakan repair (perbaikan) produk Melaksanakan atau memberikan asistensi kepada teknisi dan menguraikan pelaksanaan perbaikan produk hasil kegiatan kerekayasaan Catatan: Produk diperbaiki apabila telah beroperasi Satuan hasil: Lembar kerja dan foto

II.A.1.a.9).(b)

Melaksanakan modifikasi produk Melaksanakan/memberikan asistensi pada teknisi dalam pelaksanaan modifikasi produk hasil kegiatan kerekayasaan sesuai dengan kebutuhan. Catatan: Produk dimodifikasi setelah pengujian/observasi/pengukuran dilakukan

Satuan hasil: Lembar kerja dan foto II.A.1.a.10) II.A.1.a.10.(a) Melaksanakan perawatan produk Melaksanakan perawatan rutin (harian) produk Melaksanakan/memberikan asistensi pada teknisi dalam perawatan rutin harian terhadap produk. Catatan: Produk telah beroperasi secara berkesinambungan Satuan hasil: Lembar kerja dan foto II.A.1.a.10).(b) Melaksanakan perawatan berkala produk Melaksanakan/memberikan asistensi pada teknisi dalam perawatan berkala produk (bisa mingguan, bulanan atau tahunan, tergantung obyek yang dirawat) Catatan: Produk telah beroperasi secara berkesinambungan Satuan hasil: Lembar kerja dan foto II.A.1.a.10).(c) Melaksanakan perbaikan menyeluruh (over haul) produk Melaksanakan/memberikan asistensi pada teknisi dalam melaksanakan perbaikan menyeluruh suatu produk (untuk produk hardware : biasanya pada saat banyak part yang habis umur pakainya) Catatan : Produk telah beroperasi secara berkesinambungan Satuan hasil: Lembar kerja dan foto

5- 12

II.A.1.a.11) II.A.1.a.11).(a)

Melaksanakan studi kelayakan sistem teknologi Menetapkan parameter kelayakan Menentukan dan menetapkan kelayakan sistem teknologi Satuan hasil: Lembar kerja dari beberapa parameter

II.A.1.a.11).(b)

Melaksanakan kelayakan

penyelidikan

kesesuaian

dengan

paramater

Mengevaluasi dan memeriksa kesesuaian parameter kelayakan dari suatu sistem teknologi Satuan hasil: Lembar kerja II.A.1.a.12) II.A.1.a.12).(a) Melaksanakan studi banding sistem teknologi Menetapkan acuan studi banding Menetapkan acuan studi banding yang dipergunakan pada suatu sistem teknologi Satuan hasil: Lembar kerja II.A.1.a.12).(b) Melaksanakan perbandingan kinerja suatu teknologi Melaksanakan perbandingan kinerja suatu sistem teknologi dengan acuan yang telah ditetapkan sebelumnya Satuan hasil: Lembar kerja II.A.1.b. Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya. Lingkungan pekerjaan yang terkait dengan program bersangkutan yang bersifat rutin (bukan penugasan insidentil) dengan mempunyai resiko kesehatan, dan keselamatan jiwa baik jangka pendek maupun jangka panjang. Butir kegiatan ini hanya dapat dinilaikan 1 kali per tahun per orang. Bukti untuk penilaian berupa Surat Keputusan/keterangan/penugasan individu dari kepala unit struktural (serendah-rendahnya eselon III) yang memberikan pekerjaan. Satuan hasil: Surat Keputusan

5- 13

Contoh lingkungan beresiko tinggi dan berbahaya adalah: 1. Pekerjaan yang melibatkan bahan-bahan beracun berbahaya, bakteri, kuman dan sejenisnya. Umumnya pekerjaan ini dilakukan di laboratorium kimia atau biologi. 2. Bekerja pada lingkungan dengan:  temperatur dibawah 5 derajat; contoh pada percobaan di laboratorium yang menuntut kondisi suhu ekstreem untuk pengembang-biakan vaksin atau enzyme tertentu;  bertekanan lebih dari 3 atmosfer; contoh di kedalaman laut untuk melakukan pengamatan kondisi biota laut atau geologi laut dengan menggunakan kapal selam mini;  lingkungan beradiasi nuklir. 3. Bekerja ditengah laut dengan gelombang: seperti berlayar untuk melakukan pemetikan data hidro-oceanografi, pemetaan dasar laut; dianjungan minyak dalam rangka pengeboran atau konstruksi pengeboran; uji kinerja hasil rancang bangun kapal laut 4. Bekerja dalam pertambangan yang berbahaya. 5. Uji terbang untuk riset atmosfer, menyemai awan, modifikasi cuaca, uji terbang pesawat udara. 6. Uji senjata berhulu ledak atau senjata kuman.

Catatan: 1. Logbook per kegiatan adalah catatan terhadap pelaksanaan peran harian beserta hasil dari pelaksanaan peran tersebut. Oleh karena itu, untuk satuan hasil yang berupa Logbook per kegiatan dan Lembar kerja untuk berkas usulan penilaian dapat disampaikan salah satu saja. Satuan hasil yang berupa foto dapat diganti dengan bukti lain yang relevan. Sebagai Ketua Sub Kelompok (Leader) Memberikan Supervisi kepada para Engineering Staff dalam: Melaksanakan desain konseptual/awal Desain konseptual/ awal merupakan dasar pemikiran enjinir dalam usahanya memenuhi tuntutan desain atau memecahkan problem desain.

2.

II.A.2. II.A.2.a. II.A.2.a.1)

5- 14

II.A.2.a.1).(a)

Memberikan beberapa alternatif metoda desain Memberikan beberapa konseptual/ awal alternatif/ pilihan metoda pada desain

Satuan hasil: Lembar Instruksi II.A.2.a.1).(b) Menetapkan metoda kalkulasi Mengevaluasi dan menetapkan metoda perhitungan pada desain konseptual/ awal berdasarkan beberapa landasan teori perhitungan yang akan dipergunakan. Satuan hasil: Lembar Instruksi II.A.2.a.1).(c) Menilai hasil desain awal Mengevaluasi dan menetapkan desain konseptual/ awal yang bertujuan untuk memperoleh desain konseptual/ awal yang paling optimum. Satuan hasil: Lembar kerja II.A.2.a.2) II.A.2.a.2).(a) Melaksanakan desain rinci Memberikan metoda optimasi Melaksanakan dan memberikan metoda agar diperoleh hasil optimum ditinjau dari segi fungsi, kinerja, biaya, dan waktu pada desain rinci. Satuan hasil: Lembar Instruksi II.A.2.a.2).(b) Mensintesiskan hasil desain awal menjadi desain rinci Membuat desain rinci berdasarkan desain awal sehingga diperoleh dimensi (ukuran, bentuk, koordinat, warna dll) dari obyek yang dirancang. Satuan hasil: Lembar kerja II.A.2.a.2).(c) Memberikan metoda iterasi desain Melaksanakan dan memberikan metoda iterasi terhadap desain rinci dengan pertimbangan kualitas, kuantitas, harga, atau nilai tertentu yang optimal. Satuan hasil: Lembar Instruksi

5- 15

II.A.2.a.3) II.A.2.a.3).(a)

Melaksanakan perhitungan Melaksanakan penurunan persamaan matematik/ modelling Melaksanakan dan mengevaluasi perhitungan/ penurunan persamaan matematik dan atau melaksanakan dan mengevaluasi model melalui pemodelan numerik. Satuan hasil: Lembar kerja

II.A.2.a.3).(b)

Melaksanakan deskritisasi persamaan Melaksanakan dan memberikan deskritisasi dari persamaan Satuan hasil: Lembar kerja

II.A.2.a.3).(c)

Memberikan metoda pemecahan persamaan Melaksanakan dan memberikan metoda pemecahan persamaan, dan apabila diperlukan termasuk didalamnya adalah menerapkan persamaan tersebut dalam suatu perhitungan numerik. Satuan hasil: Lembar Instruksi

II.A.2.a.4) II.A.2.a.4).(a)

Melaksanakan pengujian Menyajikan beberapa alternatif jenis peralatan pengujian Memberikan pilihan berbagai jenis peralatan/instrumen yang dapat dipergunakan untuk melakukan pengujian terkait dengan obyek yang akan diuji, baik berupa hardware maupun software. Satuan hasil: Lembar Instruksi

II.A.2.a.4).(b)

Menentukan peralatan perolehan data Menentukan peralatan/instrumen yang akan dipergunakan untuk mendapatkan data yang diinginkan. Peralatan ini dapat berupa hardware maupun software. Satuan hasil: Lembar Instruksi

II.A.2.a.4).(c)

Menentukan peralatan pengolah data Menentukan peralatan/instrumen yang akan dipergunakan untuk mengolah data hasil pengujian. Satuan hasil: Lembar Instruksi

5- 16

II.A.2.a.4).(d)

Memberikan metoda dan strategi pengujian Memberikan metoda/cara dan strategi digunakan agar data yang diperoleh akurat. Satuan hasil: Lembar Instruksi pengujian yang akan

II.A.2.a.4).(e)

Memberikan metoda interpretasi hasil pengujian Memberikan metoda interpretasi hasil pengolahan data agar secara ilmiah dapat dipertanggungjawabkan dikaitkan tujuan pengujian. Satuan hasil: Lembar Instruksi

II.A.2.a.5) II.A.2.a.5).(a)

Melaksanakan eksplorasi Melaksanakan pemilihan dan penetapan sasaran eksplorasi Melaksanakan pemilihan dan penetapan berdasarkan tujuan yang ingin dicapai. Satuan hasil: Lembar Instruksi sasaran eksplorasi

II.A.2.a.5).(b)

Menetapkan metoda eksplorasi Menetapkan metoda eksplorasi yang akan digunakan sehingga hasil yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan. Satuan hasil: Lembar Instruksi

II.A.2.a.5).(c)

Melaksanakan penurunan hasil matematika

eksplorasi

menjadi menjadi

model model

Melaksanakan penurunan hasil eksplorasi matematika dengan hasil berupa rumus empirik. Satuan hasil: Lembar kerja II.A.2.a.6). II.A.2.a.6).(a) Melaksanakan observasi

Melaksanakan pemilihan dan penetapan sasaran observasi Melaksanakan pemilihan dan penetapan sasaran observasi berdasarkan tujuan yang ingin dicapai. Satuan hasil: Lembar Instruksi

II.A.2.a.6).(b)

Menetapkan metoda observasi Menetapkan metoda observasi yang akan digunakan sehingga hasil yang diperoleh dapat dipertanggung-jawabkan. Satuan hasil: Lembar Instruksi

5- 17

II.A.2.a.6).(c)

Melaksanakan penurunan matematika

hasil

observasi

menjadi model menjadi model

Melaksanakan penurunan hasil observasi matematika dengan hasil berupa rumus empirik. Satuan hasil: Lembar kerja II.A.2.a.7) II.A.2.a.7).(a) Melaksanakan pengukuran

Melaksanakan pemilihan dan penetapan sasaran pengukuran Melaksanakan pemilihan dan penetapan pengukuran berdasarkan tujuan yang ingin dicapai. Satuan hasil: Lembar Instruksi sasaran

II.A.2.a.7).(b)

Menetapkan metoda pengukuran Menetapkan metoda pengukuran yang akan digunakan sehingga hasil yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan. Satuan hasil: Lembar Instruksi

II.A.2.a.7).(c)

Melaksanakan penurunan matematika

hasil pengukuran menjadi menjadi

model model

Melaksanakan penurunan hasil pengukuran matematika dengan hasil berupa rumus empirik. Satuan hasil: Lembar kerja II.A.2.a.8) II.A.2.a.8).(a) Melaksanakan modifikasi produk Memberikan metoda modifikasi produk.

Memberikan metoda modifikasi produk sesuai dengan kebutuhan. Satuan hasil: Lembar Instruksi II.A.2.a.8).(b) Memberikan metoda perbaikan (repair) produk Memberikan metoda perbaikan sesuai dengan spesifikasi awal. Satuan hasil: Lembar Instruksi produk kerekayasaan agar

II.A.2.a.9)

Melaksanakan perawatan produk

5- 18

II.A.2.a.9).(a)

Memberikan metoda perawatan produk Memberikan metoda tetap terpelihara. perawatan produk agar kinerja awal

Satuan hasil: Lembar Instruksi II.A.2.a.9).(b) Memberikan metoda perbaikan menyeluruh (over haul) produk Memberikan metoda over haul produk. Satuan hasil: Lembar Instruksi II.A.2.a.10) II.A.2.a.10).(a) Melaksanakan studi kelayakan sistem teknologi Menetapkan persyaratan kelayakan Menetapkan persyaratan kelayakan sistem teknologi. Satuan hasil: Lembar Instruksi II.A.2.a.10).(b) Melaksanakan pemilihan parameter kelayakan Menentukan parameter dari persyaratan kelayakan sistem teknologi. Satuan hasil: Lembar Instruksi II.A.2.a.10).(c) Menetapkan model yang akan dipakai sebagai acuan Menetapkan model yang akan digunakan untuk melaksanakan kegiatan studi kelayakan. Satuan hasil: Lembar Instruksi II.A.2.a.11) Menetapkan acuan banding Menetapkan acuan banding (parameter teknis, konsep, model dan lain- lain) untuk melaksanakan kegiatan studi banding sistem teknologi. Satuan hasil: Lembar Instruksi II.A.2.b. Menyelenggarakan pertemuan dan memimpin diskusi dengan para staf enjinir (Engineering staff) tentang pekerjaan mereka. Pertemuan/rapat antara Leader dengan para Engineering Staff untuk membahas: permasalahan, jadwal dan berbagai hal lainnya yang berkaitan dengan pekerjaan. Satuan hasil: Lembar Keputusan (Decision Sheet) II.A.2.c. Memberikan presentasi hasil kegiatannya dalam pertemuan berkala yang diselenggarakan dan dipimpin oleh ketua kelompok (Group Leader) sebagai acuan

5- 19

II.A.2.c.1)

Mempersiapkan bahan presentasi laporan Paket Kerja (Work Package) yang dipimpinnya

hasil

kegiatan

Mengumpulkan bahan-bahan dari para Engineering Staff yang dipimpinnya dan mempersiapkan presentasi kepada pemimpin kelompok (Group Leader). Satuan hasil: Materi Presentasi II.A.2.c.2) Memberikan presentasi hasil kegiatan di hadapan Ketua Kelompok (Group Leader) secara berkala (Pemaparan, diskusi, dan penyimpulan hasil) Melaksanakan presentasi kepada Group Leader berkaitan dengan hasil pekerjaan yang dipimpinnya. Didalam pertemuan tersebut dilakukan diskusi-diskusi dan pengambilan kesimpulan atas berbagai hal yang diperlukan agar tercapai hasil kerja yang optimal. Satuan hasil: Materi presentasi, daftar hadir atau bukti lainnya II.A.2.d Melaksanakan kegiatan atau berbahaya. Lihat II.A.1.b. II.A.3. Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader) pada OFK tipe A dan B Catatan: Untuk OFK tipe C II.A.3.a. Mengkombinasikan hasil-hasil dari seluruh Paket Pekerjaan (WP) yang berada di bawahnya dalam kelompok keilmuan/keahliannya Melaksanakan sub-integrasi (WBS) untuk masalah desain produk Struktur Rincian Kerja di lingkungan berisiko tinggi

II.A.3.a.1.

Memberikan instruksi teknik kepada Leader yang berkaitan dengan desain berdasarkan Program Manual, dan melaksanakan integrasi desain dari seluruh Work Package (WP) yang di bawahnya sehingga sesuai dengan sasaran hasil yang diinginkan. Klaim Angka Kredit untuk butir kegiatan di atas dapat dinilai apabila melampirkan lembar instruksi dan lembar kerja GL. Jika hanya melampirkan lembar instruksi atau lembar kerja saja tidak dapat dinilai. Satuan hasil: Lembar Instruksi & Lembar kerja

5- 20

II.A.3.a.2

Melaksanakan sub-integrasi (WBS) untuk masalah testing

produk

Struktur

Rincian

Kerja

Memberikan instruksi teknik kepada Leader yang berkaitan dengan pengujian (testing) berdasarkan Program Manual dan melaksanakan integrasi hasil pengujian (testing) dari seluruh Work Package (WP) yang di bawahnya sehingga sesuai dengan sasaran hasil yang diinginkan. Penjelasan klaim angka kredit lihat II.A.3.a.1 Satuan hasil: Lembar Instruksi & Lembar kerja II.A.3.a.3 Melaksanakan sub-integrasi produk (WBS) untuk masalah eksplorasi Struktur Rincian Kerja

Memberikan instruksi teknik kepada Leader yang berkaitan dengan eksplorasi berdasarkan Program Manual dan melaksanakan integrasi hasil eksplorasi dari seluruh W ork Package (WP) yang di bawahnya sehingga sesuai dengan sasaran hasil yang diinginkan. Penjelasan klaim angka kredit lihat II.A.3.a.1 Satuan hasil: Lembar Instruksi & Lembar kerja II.A.3.a.4 Melaksanakan sub-integrasi produk (WBS) untuk masalah observasi Struktur Rincian Kerja

Memberikan instruksi teknik kepada Leader yang berkaitan dengan observasi berdasarkan Program Manual dan melaksanakan integrasi hasil observasi dari seluruh Work Package (WP) yang di bawahnya sehingga sesuai dengan sasaran hasil yang diinginkan. Penjelasan klaim angka kredit lihat II.A.3.a.1 Satuan hasil: Lembar Instruksi & Lembar kerja II.A.3.a.5 Melaksanakan pengukuran sub-integrasi produk WBS untuk masalah

Memberikan instruksi teknik kepada Leader yang berkaitan dengan pengukuran berdasarkan Program Manual dan melaksanakan integrasi hasil pengukuran dari seluruh W ork Package (WP) yang di bawahnya sehingga sesuai dengan sasaran hasil yang diinginkan. Penjelasan klaim angka kredit lihat II.A.3.a.1 Satuan hasil: Lembar Instruksi & Lembar kerja

5- 21

II.A.3.a.6

Melaksanakan sub-integrasi produk (WBS) untuk masalah modifikasi

Struktur

Rincian

Kerja

Memberikan instruksi teknik kepada Leader yang berkaitan dengan modifikasi berdasarkan Program Manual dan melaksanakan integrasi modifikasi dari seluruh W ork Package (WP) yang di bawahnya sehingga sesuai dengan sasaran hasil yang diinginkan. Penjelasan klaim angka kredit lihat II.A.3.a.1 Satuan hasil: Lembar Instruksi & Lembar kerja II.A.3.a.7 Melaksanakan sub-integrasi produk (WBS) untuk masalah perawatan Struktur Rincian Kerja

Memberikan instruksi teknik kepada Leader yang berkaitan dengan perawatan produk kerekayasaan berdasarkan Program Manual dan melaksanakan integrasi hasil perawatan dari seluruh W ork Package (WP) yang di bawahnya sehingga sesuai dengan sasaran hasil yang diinginkan. Penjelasan klaim angka kredit lihat II.A.3.a.1 Satuan hasil: Lembar Instruksi & Lembar kerja II.A.3.b Mendiskusikan kualitas capaian dari segi teknis dengan melakukan iterasi teknis di antara kelompok (group) yang terkait Melakukan evaluasi dan mendiskusikan kualitas capaian dari segi teknis dengan para Group Leader yang lain di bawah koordinasi dari Chief Engineer dan mengadakan penyelarasan di antara WBS agar tercapai hasil yang optimal. Klaim Angka Kredit untuk butir kegiatan di atas dapat dinilai apabila Lembar Keputusan setidaknya memuat hasil capaian, evaluasi, iterasi, diantara WBS yang terkait. Satuan hasil: Lembar Keputusan (Decision Sheet) II.A.3.c Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu, pendanaan, dan pengadaan barang sesuai dengan Struktur Rincian Kerja (WBS) nya dengan melakukan iterasi yang terkait dengan ketersediaan aliran pendanaan Melakukan evaluasi dan mendiskusikan pelaksanaan kegiatan program ditinjau dari segi dana, pengadaan barang dan waktu, serta menentukan langkah-langkah yang diperlukan untuk mengatasi permasalahan yang ada. Satuan hasil: Lembar Keputusan

5- 22

II.A.3.d

Membuat perencanaan kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain bersama Manajer Program (Program Manager) Bersama Manajer Program (Program Manager) membuat konsep kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain untuk kemudian ditetapkan menjadi kontrak kerjasama oleh yang berwenang sesuai dengan peraturan. Satuan hasil: Kontrak Kerjasama atau draft Kontrak Kerjasama

II.A.3.e

Mengusulkan pengadaan barang dan spesifikasinya kepada Manajer Program (Program Manager) Menentukan spesifikasi barang/jasa dan jadwal pengadaannya bersama para Leader untuk kemudian mengusulkan kepada Program Manager agar diproses lebih lanjut. Satuan hasil: Lembar Usulan Spesifikasi Teknis

II.A.3.f.

Memberikan presentasi hasil kegiatannya dalam pertemuan secara berkala yang diselenggarakan dan dipimpin oleh Program Director dan dihadiri oleh Insinyur Kepala (Chief Engineer) dan Manajer Program (Program Manager) Mempersiapkan materi presentasi laporan Struktur Rincian Kerja (WBS) yang dipimpinnya hasil kegiatan

II.A.3.f.1

Mengumpulkan bahan-bahan dari masing-masing work package yang dipimpinnya dan mempersiapkan presentasi kepada Program Director. Satuan hasil: Materi Presentasi II.A.3.f.2 Memberikan presentasi hasil kegiatan di hadapan Kepala Program (Program Director) secara berkala (paparan, diskusi dan kesimpulan) Melaksanakan presentasi kepada Program Director berkaitan dengan hasil pekerjaan yang dipimpinnya. Didalam pertemuan tersebut dilakukan diskusi- diskusi dan pengambilan kesimpulan atas berbagai hal yang diperlukan agar tercapai hasil kerja yang optimal. Satuan hasil: Materi Presentasi dan daftar hadir II.A.3.g Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya. Lihat II.A.1.b

5- 23

Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader) pada OFK tipe C, Butir-butir kegiatan yang dapat di klaim untuk Sistem Informasi dan Pelaporan adalah sebagai berikut :
Catatan: aturan naik dan turun satu jenjang sesuai Bab 4.2 tetap berlaku untuk klaim Angka Kredit

Group Leader berperan sebagai Kepala Program (Program Director) II.A.8.a Melakukan perencanaan program bersama Pengelola Program (Program Manager) dan Insinyur Kepala (Chief Engineer) membentuk organisasi program, menentukan jumlah struktur rincian kerja (WBS) dan jumlah paket pekerjaan (WP) untuk setiap struktur rincian kerja (WBS) Mengangkat personil-personil yang terlibat dalam program atas usulan Insinyur Kepala (Chief Engineer), dan Program Manajer (Program Manager) Melaporkan jalannya program serta mempertanggung jawabkan hasil program secara berkala kepada kepala unit struktural (pimpinan terkait) yang memberi pekerjaan Menyosialisasikan hasil program kepada para Stakeholders terkait untuk dilakukan Uji Operasional dan Evaluasi : 1. Memberikan presentasi mengenai program berjalan 2. Memperagakan hasil-hasil program Mempresentasikan serta mempertahankan usulan Hak Atas Kekayaan Inteletual di hadapan yang berwenang

II.A.8.b

II.A.8.d.2

II.A.8.e

II.A.8.f

Group Leader II.A.8.a.1 II.A.8.a.1 II.A.8.a.2 II.A.8.a.3 II.A.8.a.4 Mengkombinasikan hasil-hasil dari seluruh Paket Pekerjaan (WP) yang berada di bawahnya dalam kelompok Melaksanakan sub-integrasi produk struktur rincian kerja (WBS) untuk masalah desain Melaksanakan sub-integrasi produk struktur rincian kerja (WBS) untuk masalah testing Melaksanakan sub-integrasi produk struktur rincian kerja (WBS) untuk masalah eksplorasi Melaksanakan sub-integrasi produk struktur rincian kerja (WBS) untuk masalah observasi

5- 24

II.A.8.a.5 II.A.8.a.6 II.A.8.a.7 II.A.8.c

Melaksanakan sub-integrasi produk WBS untuk masalah pengukuran Melaksanakan sub-integrasi produk struktur rincian kerja (WBS) untuk masalah modifikasi Melaksanakan sub-integrasi produk struktur rincian kerja (WBS) untuk masalah perawatan Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu, pendanaan, dan pengadaan barang sesuai dengan struktur rincian kerja (WBS) nya dengan melakukan iterasi yang terkait dengan ketersediaan aliran pendanaan Membuat perencanaan kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain bersama Manajer Program (Program Manager) Mengusulkan pengadaan barang dan spesifikasinya kepada Manajer Program (Program Manager) Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) mempersiapkan buku acuan program (Program Manual) Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader) menyetujui catatan teknis (TN) Sebagai Ketua Sub Kelompok (Group Leader) memeriksa Laporan Teknis (Technical Report) atau revisi laporan teknis (Technical Memorandum) Sebagai Ketua Sub Kelompok (Group Leader) mempersiapkan dokumen teknis (Technical Document) Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) mempersiapkan (Program Document) Sebagai Kepala Program menyetujui laporan pemantauan pengendalian kemajuan kegiatan (Progress Control and Monitoring) dan

II.A.8.d II.A.8.e II.A.8.g II.B.1.a. II.B.4.c. II.B.5.b.

II.B.6.a.

II.B.7.a.

II.B.8.c.

II.A.4.

Sebagai Asisten Manager)

Manajer

Program

(Assistant

Program

II.A.4.a.

Membuat perencanaan jadwal pelaksanaan kegiatan dan pendanaan bersama dengan Manajer Program (Program Manager)

5- 25

II.A.4.a.1)

Mengusulkan metoda pengendalian proyek, dan sejenisnya untuk penjadwalan dan pengendalian program Memberikan usulan alternatif metoda pengendalian proyek kepada Manajer Program (Program Manager) untuk penjadwalan dan pengendalian program (Program Control and Monitoring), serta mendiskusikannya dengan Manajer Program (Penjelasan metoda pengendalian proyek lihat Sub Bab 5.3). Satuan Hasil: Lembar Kerja

II.A.4.a.2)

Mengusulkan rencana pendanaan kan dengan pihak-pihak terkait

yang

telah

dikoordinasi-

Memberikan usulan tentang rencana pendanaan kepada Program Manager dimana usulan rencana pendanaan tersebut telah didiskusikan dan dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait lainnya. Satuan Hasil: Lembar Kerja

II.A.4.b.

Menyiapkan draft kontrak kerjasama lain bersama Program Manager

teknis

dengan

pihak

Memberikan usulan draft kontrak kepada Program Manager tentang kerjasama teknis dengan pihak lain untuk kemudian ditetapkan menjadi kontrak kerjasama oleh yang berwenang sesuai dengan peraturan. Satuan Hasil: Draft Kontrak II.A.4.c. Mengusulkan pengadaan barang melalui Pengelola anggaran sesuai dengan spesifikasi yang diusulkan Ketua Kelompok (Group Leader) bersama Manajer Program (Program Manager) Bersama Manajer Program dan Ketua Kelompok (Group Leader) mendiskusikan tentang spesifikasi teknis barang yang akan diadakan. Kemudian mengusulkan pengadaan barang tersebut kepada unit kerja yang berwenang. Satuan Hasil: Lembar Kerja II.A.4.d. Melaksanakan evaluasi berkala dengan para Ketua Kelompok (Group Leader) bersama Manajer Program (Program Manager)

5- 26

II.A.4.d.1)

Melakukan penyesuaian jadwal kegiatan terhadap kondisi pendanaan yang berjalan, mendiskusikan dampak kesesuaian pendanaan yang baru terhadap produk kerja Bersama Manajer Program dan Ketua Kelompok (Group Leader) melakukan evaluasi berkala tentang perencanaan kegiatan berdasarkan kondisi pendanaan yang berjalan, dan mengusulkan langkahlangkah penyesuaian jadwal dan sasaran kegiatan. Satuan Hasil: Lembar Kerja

II.A.4.d.2)

Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu pengadaan barang Memberikan masukan dan usulan kepada Program Manager dalam melakukan evaluasi berkala berkaitan dengan ketepatan waktu pengadaan barang, dan mengusulkan langkah-langkah penyesuaian terhadap perencanaan. Satuan Hasil: Lembar Kerja

II.A.4.e. II.A.4.e.1)

Memantau jalannya program ditinjau dari segi waktu dan dana Melaksanakan Pemantauan dan Pengendalian Kemajuan Kegiatan (Progress Control and Monitoring/PCM) bersama Manajer Program (Program Manager) Bersama Program Manager melaksanakan pemantauan dan pengendalian jalannya program ditinjau dari segi waktu dan dana berdasarkan metoda yang telah ditetapkan oleh Program Manager. Satuan Hasil: Draft PCM Report

II.A.4.e.2)

Menyusun draft laporan kemajuan program dari segi waktu dan dana Menyusun draft bahan laporan secara berkala berdasarkan data yang mutakhir mengenai jalannya program ditinjau dari segi waktu dan pendanaan. Satuan Hasil: Draft Laporan

II.A.4.f.

Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya. Lihat II.A.1.b

II.A.5.

Manajer Program (Program Manager)

5- 27

II.A.5.a.

Membuat perencanaan dan pendanaan.

jadwal

pelaksanaan

kegiatan

I.A.5.a.1)

Merencanakan jadwal pendanaan program yang telah ditetapkan

II.A.5.a.1.(a) Memberikan metoda pengendalian proyek, dan sejenisnya untuk penjadwalan dan pengendalian program Memilih dan menentukan metoda pengendalian proyek untuk penjadwalan dan pengendalian program (Progress Control and Monitoring). Satuan Hasil: Lembar Instruksi

II.A.5.a.1.(b) Membuat rencana pendanaan dengan pihak-pihak terkait

yang

telah

dikoordinasikan

Melakukan koordinasi dengan unit kerja keuangan melalui pengelola anggaran dari setiap satuan kerja yang terlibat untuk pembuatan rencana pendanaan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Satuan Hasil: Lembar Kerja II.A.5.b. Menetapkan kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain Bersama Ketua Kelompok (Group Leader) membuat konsep kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain untuk kemudian ditetapkan menjadi kontrak kerjasama oleh yang berwenang sesuai dengan peraturan. Satuan Hasil: Kontrak Kerjasama atau Draft Kontrak Kerjasama II.A.5.c. Mengusulkan pengadaan barang melalui Pengelola Anggaran se-suai dengan spesifikasi yang diusulkan Ketua Kelompok (Group Leader) Mendiskusikan dengan Ketua Kelompok (Group Leader) tentang spesifikasi teknis barang yang akan diadakan. Kemudian mengusulkan pengadaan barang tersebut kepada unit kerja yang berwenang. Yang dimaksud dengan pengadaan barang adalah pengadaan barang/jasa. Satuan Hasil: Lembar Kerja II.A.5.d. Melaksanakan evaluasi berkala dengan para Group Leader

5- 28

II.A.5.d.1)

Melakukan penyesuaian jadwal kegiatan terhadap kondisi pendanaan yang berjalan, mendiskusikan dampak kesesuaian pendanaan yang baru terhadap produk kerja Melakukan evaluasi berkala perencanaan kegiatan berdasarkan kondisi pendanaan yang berjalan, dan mengambil langkah-langkah penyesuaian jadwal dan sasaran kegiatan. Satuan Hasil: Lembar Keputusan

II.A.5.d.2)

Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu pengadaan barang Melakukan evaluasi berkala berkaitan dengan ketepatan waktu pengadaan barang/jasa, dan menetapkan langkah-langkah penyesuaian terhadap perencanaan. Satuan Hasil: Lembar Keputusan

II.A.5.e. II.A.5.e.1)

Memantau jalannya program ditinjau dari segi waktu dan dana Melaksanakan Pemantauan Kegiatan (PCM) dan Pengendalian Kemajuan

Melaksanakan pemantauan dan pengendalian jalannya program ditinjau dari segi waktu dan dana berdasarkan metoda yang telah ditetapkan pada butir II.A.5.a.1.(a). Satuan Hasil: Laporan PCM (PCM Report) II.A.5.e.2) Menyusun Laporan Kemajuan Program dari segi waktu dan dana Menyusun bahan laporan secara berkala berdasarkan informasi yang benar dan mutakhir mengenai jalannya program ditinjau dari segi waktu dan pendanaan. Satuan Hasil: Laporan (Materi Presentasi) II.A.5.e.3) Mempresentasikan laporan kemajuan program dari segi waktu dan dana di hadapan Kepala Program (Program Director) secara berkala. Melaksanakan presentasi kepada Program Director berkaitan dengan kemajuan program dari segi waktu dan dana berdasarkan informasi yang benar dan mutakhir. Didalam pertemuan tersebut dilakukan diskusi-diskusi dan pengambilan kesimpulan atas berbagai hal yang diperlukan agar tercapai hasil kerja yang optimal. Satuan Hasil: Materi Presentasi

5- 29

II.A.5.f.

Membentuk Organisasi Fungsional Program bersama Kepala Program (Program Director) dan Insinyur Kepala (Chief Engineer) Membentuk Organisasi Fungsional Kerekayasaan yang akan digunakan dalam menjalankan program berdasarkan Program Objective (pembentukan Organisasi Fungsional Kerekayasaan lihat Bab III). Satuan Hasil: Lembar Keputusan

II.A.5.g.

Melaksanakan kegiatan di berbahaya Lihat II.A.1.b

lingkungan

berisiko tinggi atau

II.A.6.

Asisten Insinyur Kepala (Assistant Chief Engineer) Tugas pokok Asisten Insinyur Kepala adalah menyiapkan, memberikan usulan, dan membantu tugas Insinyur Kepala dalam melaksanakan perannya.

II.A.6.a II.A.6.a.1)

Menyiapkan draft Engineering/ Test/ Production manual Menyiapkan draft buku acuan kerekayasaan (Engineering Manual) Sudah jelas. (Lihat penjelasan tentang Engineering Manual pada Bab 5.2.1). Satuan Hasil: Engineering Manual (draft)

II.A.6.a.2)

Menyiapkan draft buku acuan pengujian (Test Manual) Sudah Jelas. (Lihat penjelasan tentang Test Manual pada Bab 5.2.1) Satuan Hasil: Test Manual (draft)

II.A.6.a.3)

Menyiapkan draft buku acuan produksi (Production Manual) Sudah jelas. Lihat penjelasan tentang Production Manual pada Bab 5.2.1) Satuan Hasil: Production Manual (draft)

II.A.6.b.

Mengusulkan personil yang sesuai serta klasifikasi dan sandi kerja (job code) Mengusulkan klasifikasi dibutuhkan. dan sandi kerja (job code) personil yang

Satuan Hasil: Lembar Kerja

5- 30

II.A.6.c.

Mengusulkan rencana waktu keterlibatan personil dalam tiap program Mengusulkan perencanaan personil sesuai dengan kompetensi, waktu penugasan, dan penempatan berdasarkan kebutuhan program. Satuan Hasil: Lembar Kerja

II.A.6.d.

Menyiapkan pertemuan dalam rangka koordinasi kerja Menyusun jadwal rapat, membuat notulensi rapat Satuan Hasil: Lembar Kerja mempersiapkan dokumen rapat dan

II.A.6.e.

Memantau pelaksanaan (Chief Engineer )

program

bersama

Insinyur

Kepala

Melakukan pemantauan sebagai bagian supervisi yang dilakukan oleh Chief Engineer kepada para Ketua Kelompok (Group Leader) agar kegiatan WBS yang satu dengan yang lain dapat diselaraskan untuk memenuhi DR&O yang telah ditetapkan. Satuan Hasil: Lembar Kerja II.A.6.f. Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya. Lihat II.A.1.b II.A.7. II.A.7.a. Insinyur Kepala (Chief Engineer) Membentuk Organisasi Program bersama Kepala Program (Program Director) dan Manajer Program (Program Manager) Membentuk Organisasi Fungsional Kerekayasaan yang akan digunakan dalam menjalankan program berdasarkan Program Objective (pembentukan Organisasi Fungsional Kerekayasaan lihat Bab III). Satuan Hasil: Lembar Keputusan II.A.7.b. Membuat perencanaan SDM yang sesuai kebutuhan, berkoordinasi dengan para Kepala Unit Struktural yang terlibat dalam program Merencanakan waktu keterlibatan personil dalam tiap program Menyusun perencanaan personil sesuai dengan kompetensi, waktu penugasan, dan penempatan berdasarkan kebutuhan program. Satuan Hasil: Lembar Kerja 5- 31

II.A.7.b.1)

II.A.7.b.2)

Mendiskusikan dan menetapkan Sumber Daya Manusia yang terlibat dalam program dengan para Kepala Unit Struktural Mendiskusikan personil-personil yang direncanakan pada II.A.7.b.1 dengan para Kepala Unit Struktural dan mengusulkan personil yang telah disepakati kepada Kepala Program (Program Director) dalam bentuk Draft SK Tim Kerja. Satuan Hasil: Draft SK Tim Kerja atau Draft Surat Keterangan

II.A.7.c.

Mengevaluasi dan menyetujui usulan spesifikasi teknis barang yang diusulkan Ketua Kelompok (Group Leader) Mengevaluasi dan memutuskan spesifikasi teknis barang yang telah diusulkan Ketua Kolompok (Group Leader). Satuan Hasil: Lembar Keputusan

II.A.7.d.

Mengintegrasikan hasil-hasil dari seluruh WBS ditinjau dari kualitas teknik pemenuhan Design, Requirement, and Objective (DR&O) Memberikan supervisi teknis untuk penyelarasan kinerja secara rutin Melaksanakan supervisi dan memberikan instruksi teknik kepada para Ketua Kelompok (Group Leader) agar kegiatan WBS yang satu dengan yang lain dapat diselaraskan untuk memenuhi DR&O yang telah ditetapkan. Satuan Hasil: Lembar instruksi Teknik

II.A.7.d.1)

II.A.7.d.2)

Memberikan saran perbaikan, alternatif teknik yang lain pada pertemuan diskusi dengan para Ketua Kelompok (Group Leader) secara bersama atau sendiri-sendiri, untuk mendiskusikan hasil-hasil program secara berkala Sudah jelas. Satuan Hasil: Lembar Keputusan

II.A.7.d.3)

Melakukan optimasi desain (trade-off) terhadap kondisi batas yang masih bisa dinegosiasi diantara struktur rincian kerja (WBS) dan prioritasi hasil-hasil struktur rincian kerja (WBS) untuk mendapatkan produk akhir yang paling sesuai pada akhir tahun anggaran Sudah jelas Satuan Hasil: Lembar Keputusan 5- 32

II.A.7.e.

Mempresentasikan hasil kegiatan secara teknis di hadapan kepala program secara berkala Melaksanakan presentasi kepada Program Director secara berkala berkaitan dengan hasil kegiatan secara teknis berdasarkan informasi yang benar dan mutakhir. Di dalam pertemuan tersebut dilakukan diskusi-diskusi dan pengambilan kesimpulan atas berbagai hal yang diperlukan agar tercapai hasil kerja yang optimal. Satuan Hasil: Materi Presentasi dan daftar hadir

II.A.7.f.

Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya. Lihat II.A.1.b

II.A.8. II.A.8.a.

Kepala Program (Program Director) Melakukan perencanaan program bersama Pengelola Program (Program Manager) dan Insinyur Kepala (Chief Engineer) membentuk organisasi program, menentukan jumlah Struktur Rincian Kerja (WBS) dan jumlah Paket Kerja (WP) untuk setiap Struktur Rincian Kerja (WBS) Sudah Jelas Satuan Hasil: Lembar Kerja

II.A.8.b.

Mengangkat personil–personil yang terlibat dalam program serta pejabat-pejabat fungsional atas usulan Insinyur Kepala (Chief Engineer), dan Manajer Program (Program Manager) Sudah Jelas. Lihat II.A.7.b.2. Satuan Hasil: Surat Keputusan atau Surat Keterangan

II.A.8.c.

Mendiskusikan jalannya program ditinjau dari segi teknik ketepatan waktu dan pendanaan secara berkala bersama para Ketua Kelompok (Group Leader), Manajer Program (Program Manager) dan Insinyur Kepala (Chief Engineer) Mengadakan pertemuan dengan Chief Engineer, Program Manager dan Group Leader untuk membahas hasil-hasil yang telah dicapai ditinjau dari segi teknik, dana dan jadwal. Di dalam pertemuan tersebut dilakukan diskusi-diskusi dan pengambilan keputusan atas berbagai hal yang diperlukan agar tercapai hasil kerja yang optimal. Satuan Hasil: Lembar Keputusan

5- 33

II.A.8.d. II.A.8.d.1)

Memantau jalannya program Memberikan saran-saran pada setiap fasa penelaahan program (program review): tahap persiapan (Preliminary), tahap rinci (Detail), tahap kritis (Critical) dan tahap akhir (Final) Memberikan saran-saran dan instruksi pada setiap fasa program review terhadap jalannya program secara keseluruhan (teknis, waktu dan dana). Satuan Hasil: Lembar Instruksi Teknik

II.A.8.d.2)

Melaporkan jalannya program serta mempertanggung jawabkan hasil program kepada kepala unit struktural (pimpinan terkait) yang memberi pekerjaan secara berkala Sudah Jelas. Satuan Hasil: Materi Presentasi

II.A.8.e.

Mensosialisasikan hasil program kepada para Stakeholders terkait untuk dilakukan Uji Operasional dan Evaluasi Memberikan presentasi mengenai program berjalan Menyiapkan bahan presentasi dan mempresentasikan hasil program kepada pihak terkait dalam rangka melaksanakan tahap uji operasional dan evaluasi (OT & E). Satuan Hasil: Materi Presentasi

II.A.8.e.1)

II.A.8.e.2)

Memperagakan hasil-hasil program Mensosialisasikan hasil program melalui peragaan cara kerja produk. Satuan Hasil: Benda Working Sheet) Kerja/Lembar Benda Kerja (Product

II.A.8.f.

Mempresentasikan serta mempertahankan usulan Hak atas Kekayaan Intelektual di hadapan yang berwenang. Sudah Jelas Satuan Hasil: Dokumen HKI

II.A.8.g.

Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya. Lihat II.A.1.b

5- 34

II.B.

Melaksanakan penyusunan Pedoman/Acuan dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan

dan

Pembuatan

Laporan

Dalam tugas penyusunan pedoman/ acuan dan pembuatan laporan dalam organisasi Fungsional Kerekayasaan terdapat 3 peran dalam tugas tersebut, yaitu mempersiapkan (prepared by), memeriksa (checked by), dan menyetujui (approved by). ”Mempersiapkan”, yaitu tugas untuk mengumpulkan, menganalisa, membuat dan menyusun laporan sesuai dengan persyaratan yang ditentukan dan kaidah-kaidah laporan yang telah ditetapkan pada juknis ini dan menandata-ngani laporan yang telah dibuat. ”Memeriksa”, yaitu tugas untuk membaca, memeriksa, dan mengoreksi/ memperbaiki laporan yang diterima sesuai dengan kaidah-kaidah yang telah ditetapkan pada juknis ini serta menandatangani laporan yang telah diperbaiki. ”Menyetujui”, yaitu tugas untuk membaca, memeriksa ulang dan mengoreksi/ memperbaiki laporan yang telah diperiksa sesuai dengan kaidah-kaidah yang telah ditetapkan pada juknis ini serta menandatangani laporan yang telah dikoreksi. Adapun penjelasan pedoman/acuan dan pelaporan yang harus dibuat sebagai berikut. II.B.1. Penyusunan Pedoman Pelaksanaan Program (Program Manual) Program manual untuk organisasi fungsional tipe C minimal untuk kegiatan 3 bulan, tipe B minimal 6 bulan, dan tipe A minimal 1 tahun. Untuk nilai dari mempersiapkan, memeriksa, dan menyetujui Program Manual adalah sebagai berikut:
Type OFK Type A Type B Type C Delapan bulan – Satu tahun Empat – Tujuh bulan Kurang dari empat bulan Mempersiapkan 100% 100% 75 55 35 Memeriksa 100% 100% 75 55 35 Menyetujui 100% 100% 0 0 0

II.B.1.a.

Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) mempersiapkan buku acuan program (Program Manual) Satuan hasil: Program Manual

II.B.1.b.

Sebagai Program Manager memeriksa buku acuan program (Program Manual) Satuan hasil: Program Manual 5- 35

II.B.1.c.

Sebagai Kepala Program menyetujui buku acuan program (Program Manual) Satuan hasil: Program Manual

II.B.2.

Menyusun Pedoman Pelaksanaan Desain (Design Manual) yang terdiri dari Design Requirement Objective (DR&O), State of The Art Method, Mean of Compliance, Engineering Drawing and Documentation, Design Scheduling

II.B.2.a.

Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader) mempersiapkan buku acuan desain (Design Manual) Satuan hasil: Desain Manual

II.B.2.b.

Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) memeriksa buku acuan desain (Design Manual) Satuan hasil: Desain Manual

II.B.2.c.

Sebagai Kepala Program menyetujui buku acuan desain (Design Manual) Satuan hasil: Desain Manual

II.B.3.

Menyusun Pedoman Pelaksanaan Kerekayasaan/ Pengujian/Produksi (Engineering/Test/Production Manual)

II.B.3.a

Menyusun Engineering Manual yang sekurang-kurangnya terdiri dari Tujuan Perekayasaan (Engineering Objective), metoda kerekayasaan (Engineering Method), definisi parameter (parameter definition), penjadwalan (scheduling) untuk kegiatan prototyping dan atau audit teknologi, dan atau sertifikasi, dan atau standardisasi Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader) perekayasaan (Engineering Manual) Satuan hasil: Engineering Manual mempersiapkan buku acuan

II.B.3.a.1)

II.B.3.a.2)

Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) memeriksa buku acuan perekayasaan (Engineering Manual) Satuan hasil: Engineering Manual

II.B.3.a.3)

Sebagai Kepala Program (Engineering Manual)

menyetujui

buku

acuan

perekayasaan

Satuan hasil: Engineering Manual II.B.3.b. Menyusun buku acuan pengujian (Test manual) 5- 36

II.B.3.b.1)

Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader) mempersiapkan buku acuan pengujian (Test manual) yang terdiri dari tujuan pengujian (test objective, test method, parameter definition, instrument system, test article system, test operation, data analysis, integration, and deploy system, engineering test scheduling) Satuan hasil: Test Manual

II.B.3.b.2)

Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) memeriksa buku acuan pengujian (Test manual) Satuan hasil: Test Manual

II.B.3.b.3)

Sebagai Kepala Program menyetujui buku acuan pengujian (Test manual) Satuan hasil: Test Manual

II.B.3.c.

Menyusun Production manual yang terdiri dari production method, production scheduling, sub assembly, general assembly, product integration Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader) produksi (Production Manual) Satuan hasil: Production Manual mempersiapkan buku acuan

II.B.3.c.1)

II.B.3.c.2)

Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) memeriksa buku acuan produksi (Production Manual) Satuan hasil: Production Manual

II.B.3.c.3)

Sebagai Kepala Program menyetujui buku acuan produksi (Production Manual) Satuan hasil: Production Manual

II.B.4.

Menyusun Catatan Teknis (Technical Notes), yaitu menuliskan hasilhasil kerja dari setiap Staf Perekayasa (Engineering Staff) setiap saat dari kegiatan yang dilakukan Yang dimaksud setiap saat adalah sesuai interval waktu penerbitan sistem pelaporan yang jumlah setiap fasa telah ditetapkan dalam Program Manual.

II.B.4.a.

Sebagai Staf Perekayasa (Engineering Staff) mempersiapkan Catatan Teknis (Technical Notes) Satuan hasil: Technical Note

5- 37

II.B.4.b.

Sebagai Ketua Sub Kelompok (Leader) memeriksa Catatan Teknis (Technical Notes) Satuan hasil: Technical Note

II.B.4.c.

Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader) (Technical Notes) Satuan hasil: Technical Note

menyetujui Catatan Teknis

II.B.5.

Menyusun Laporan Teknis (Technical Report) atau revisi Laporan Teknis (Technical Memorandum) yang merupakan hasil dari kegiatan Ketua Sub Kelompok (Leader) dengan acuan Catatan Teknis (Technical Report) dari para Staf Perekayasa (Engineering Staff) yang terlibat Sebagai Ketua Sub Kelompok (Leader) mempersiapkan Laporan Teknis (Technical Report) atau revisi Laporan Teknis (Technical Memorandum) Satuan hasil: Technical Report

II.B.5.a.

II.B.5.b.

Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader) memeriksa Laporan Teknis (Technical Report) atau revisi Laporan Teknis (Technical Memorandum) Satuan hasil: Technical Report

II.B.5.c.

Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) menyetujui Laporan Teknis (Technical Report) atau revisi Laporan Teknis (Technical Memorandum) Satuan hasil: Technical Report

II.B.6.

Menyusun dokumen teknis (Technical Document) yang merupakan hasil kerja Ketua Kelompok (Group Leader) yang merupakan rangkuman hasil-hasil Paket Kerja (WP) yang terkait dengan acuan Laporan Teknis (Technical Report) yang dihasilkan Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader) mempersiapkan dokumen teknis (Technical Document) Satuan hasil: Technical Document

II.B.6.a.

II.B.6.b.

Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) memeriksa dokumen teknis (Technical Document) Satuan hasil: Technical Document

II.B.6.c.

Sebagai Kepala Document)

Program

menyetujui

dokumen

teknis

(Technical

Satuan hasil: Technical Document

5- 38

II.B.7.

Membuat Program Document yang merupakan integrasi hasil-hasil kerja setiap Ketua Kelompok (Group Leader) yang terlibat dengan acuan pada seluruh dokumen teknis (Technical Document) yang dihasilkan Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) mempersiapkan Laporan akhir program (Program Document) Satuan hasil: Program Document

II.B.7.a.

II.B.7.b.

Sebagai Manajer Program (Program Manager) memeriksa Laporan akhir program (Program Document) Satuan hasil: Program Document

II.B.7.c.

Sebagai Kepala Program menyetujui Laporan akhir program (Program Document) Satuan hasil: Program Document

II.B.8.

Menyusun Laporan pemantauan dan pengendalian kemajuan (Progress Control and Monitoring), yaitu membukukan dan merangkum hasil kerja Manajer Program (Program Manager) dan Asisten Manajer Program (Assistant Program Manager) dalam bentuk dokumen yang meliputi evaluasi program terhadap dana serta perubahan- perubahannya Sebagai Manajer Program (Program Manager) mempersiapkan Laporan pemantauan dan pengendalian kemajuan (Progress Control and Monitoring) Satuan hasil: Progress Control and Monitoring

II.B.8.a.

II.B.8.b.

Sebagai Manajer Program (Program Manager) memeriksa Laporan pemantauan dan pengendalian kemajuan (Progress Control and Monitoring) Satuan hasil: Progress Control and Monitoring

II.B.8.c.

Sebagai Kepala Program menyetujui Laporan pemantauan pengendalian kemajuan (Progress Control and Monitoring) Satuan hasil: Progress Control and Monitoring

dan

III.

Pengembangan Profesi Perekayasa Madya pangkat Pembina golongan ruang IV/a sampai dengan Perekayasa Utama pangkat Pembina Utama Madya golongan ruang IV/d yang akan naik pangkat/jabatan setingkat lebih tinggi diwajibkan mengumpulkan sekurang-kurangnya 12 (dua belas) angka 5- 39

kredit dari unsur pengembangan profesi. Apabila yang bersangkutan memperoleh AK melebihi minimal yang disyaratkan, maka kelebihan tersebut merupakan tabungan yang dapat digunakan untuk klaim syarat kenaikan jabatan/pangkat berikutnya Kegiatan Pengembangan Profesi adalah bagian dari kegiatan unsur utama. Kegiatan pada pengembangan profesi ini terdiri atas: III.A Penyebarluasan Produk Teknologi Sesuai Dengan Tugas Dalam Program Yang Sedang Berjalan Membuat karya tulis di bidang kerekayasaan Penyebarluasan produk teknologi sesuai dengan tugas dalam rangka pengembangan profesi dilakukan dengan pembuatan karya tulis ilmiah di bidang kerekayasaan atau sesuai kompetensi yang bersangkutan/unit kerja. III.A.1.a. Dalam bentuk buku yang dipublikasikan internasional Buku yang dapat dinilaikan adalah buku yang merupakan karya tulis ilmiah kerekayasaan, dengan ketentuan sebagai berikut :  Memuat sekurang-kurangnya judul buku, nama penulis, nama penerbit, tercantum nama institusi penerbit, ISBN/ISSN, kata pengantar/prakata, daftar isi, daftar referensi. Jumlah halaman isi buku minimal 100 halaman ukuran A4 dengan 1.5 spasi dengan font arial 12. Ukuran lain dapat dikonversi dengan ukuran di atas. Apabila jumlah halaman kurang dari ketentuan tersebut, maka karya tulis tersebut dinilai sebagai karya tulis dalam bentuk makalah. Ditulis dalam bahasa internasional. Dipublikasikan pada minimal 2 negara. Satuan Hasil: Buku III.A.1.b. Dalam bentuk buku yang dipublikasikan nasional Penjelasan lihat di butir III.A.1.a. Apabila KTI berbentuk buku ber ISBN dan dipublikasikan, yang terdiri dari kumpulan makalah dengan judul dan penyusun yang berbeda, maka setiap bagian buku (makalah) hanya dapat dinilai sebagai makalah yang diterbitkan. Satuan Hasil: Buku

III.A.1.

  

5- 40

III.A.1.c.

Dalam bentuk makalah di majalah ilmiah internasional Makalah yang dapat dinilaikan adalah makalah yang merupakan karya tulis ilmiah perekayasaan, dengan ketentuan sebagai berikut:  Makalah tersebut merupakan bagian dari peran dan tugas yang bersangkutan dalam organisasi fungsional kerekayasaan atau sesuai kompetensi yang bersangkutan/unit kerja. Memuat sekurang-kurangnya judul makalah, nama penulis, nama penerbit, tercantum nama institusi penerbit, ISSN, daftar isi, daftar referensi. Makalah-makalah dari jurnal/majalah ilmiah internasional ditulis oleh minimal 2 penulis dari 2 negara yang berbeda. Menggunakan bahasa internasional. Satuan hasil: Makalah

  

III.A.1.d.

Dalam bentuk makalah di majalah dan media massa nasional yang diakui instansi pembina a. Penjelasan makalah di majalah dan media massa cetak nasional :  Makalah tersebut merupakan bagian dari peran dan tugas yang bersangkutan dalam organisasi fungsional kerekayasaan atau sesuai kompetensi yang bersangkutan/ unit kerja.  Memuat sekurang-kurangnya judul makalah, nama penulis, nama penerbit, tercantum nama institusi penerbit, ISSN, daftar isi, daftar referensi. b. Makalah bidang kerekayasaan yang dipublikasikan dalam media massa elektronik.  Makalah yang dipublikasikan di website melampirkan print screen,  Makalah yang dipublikasikan dari penyiaran radio dan tv melampirkan surat keterangan penayangannya dari media yang bersangkutan. Satuan hasil: Makalah

III.A.1.e.

Dalam bentuk makalah yang dipresentasikan pada pertemuan ilmiah, yang tidak dipublikasikan Makalah yang telah disampaikan pada pertemuan ilmiah dapat dinilai sebagai makalah yang tidak dipublikasikan, apabila makalah tersebut kemudian diterbitkan, maka penilaian hanya diberikan untuk selisih angka kreditnya saja. 5- 41

Bukti dalam bentuk poster atau slide bahan presentasi merupakan sarana untuk presentasi di dalam pertemuan ilmiah (seminar/ workshop/ kongres, simposium), namun tidak dapat diajukan sebagai makalah sebelum diubah menjadi naskah. Yang dimaksud pertemuan ilmiah adalah suatu pertemuan formal yang dihadiri minimum 10 orang dari unit satuan kerja terkait yang disahkan oleh atasan langsung minimal eselon III. Satuan Hasil: Makalah dan daftar hadir/sertifikat Ketentuan umum tentang karya tulis ilmiah sebagai berikut:      Penulis tunggal mendapatkan 100% dari angka kredit Jika ditulis oleh 2 orang, maka pembagian angka kreditnya ditetapkan 60% bagi penulis pertama dan 40% bagi penulis kedua, Jika ditulis oleh 3 orang, maka pembagian angka kreditnya 50% bagi penulis pertama, dan masing-masing 25 % bagi penulis kedua dan ketiga. Jika ditulis oleh 4 orang, pembagian angka kreditnya ditetapkan 40% bagi penulis pertama dan sisanya dibagi sama rata diantara penulis pembantu. Jika ditulis oleh lebih dari 4 orang penulis, maka penulis ke-5 dan seterusnya tidak mendapatkan angka kredit.

 

Buku atau makalah yang diterbitkan dalam dua bahasa atau lebih, hanya dapat dinilaikan salah satunya yang lebih menguntungkan. Buku dan makalah yang diterbitkan dalam bentuk elektronik jurnal yang memenuhi kriteria karya tulis ilmiah dapat dinilai sama dengan jurnal yang diterbitkan, dengan ketentuan disertakan dokumen dalam bentuk cetakan/hard copy. Makalah ilmiah yang diterbitkan dalam suatu prosiding dengan ISBN/ISSN dapat dinilai 100% dari makalah ilmiah yang diterbitkan, apabila prosiding tidak ber ISBN/ISSN dikategorikan sebagai makalah ilmiah yang tidak diterbitkan, dengan ketentuan sebagaimana III.A.1.e. di atas. Pengusulan dokumen penilaian dilegalisir atasan langsung minimal eselon III serta dilampiri dengan fotokopi halaman depan (cover), nomor ISBN/ISSN, tanggal/ tahun penerbitan, daftar dewan redaksi, daftar isi, dan kata pengantar.

 III.B. Pendayagunaan Produk Teknologi Pendayagunaan produk teknologi adalah pelaksanaan penerapan teknologi untuk berbagai keperluan sesuai dengan kebutuhan pengguna teknologi. Pendayagunaan produk teknologi dapat dibedakan menjadi 2, yaitu : 5- 42

III.B.1.

Mendayagunakan produk teknologi yang memperoleh HAKI (kecuali Merk) HAKI yang dapat dinilai adalah HAKI dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut:  HAKI yang telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Hukum dan HAM dengan melampirkan bukti (foto kopi) dari dokumen persetujuan HAKI, dan telah disyahkan oleh pejabat yang berwenang di unit kerjanya.  Apabila penemu lebih dari 1 orang, maka masing-masing penemu yang terlibat mempunyai nilai yang sama,  HAKI yang terdaftar di luar negeri dapat diberikan nilai sesuai dengan nilai yang diperoleh di dalam negeri. Satuan Hasil: Dokumen

III.B.2.

Mendayagunakan produk teknologi terjual & memperoleh royalti HAKI yang telah dimanfaatkan oleh pengguna berdasarkan kerjasama dapat diberikan nilai. Satuan Hasil: Dokumen

III.C.

Penyusunan Petunjuk Pelaksanaan, Petunjuk Teknis Pengelolaan Kegiatan Kerekayasaan. Yang dimaksud dengan butir ini adalah penyusunan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) atau Petunjuk Teknis (Juknis) dan atau revisi yang merupakan turunan dari Peraturan Pemerintah Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (Permen PAN) yang mengatur tentang Jabatan Fungsional Perekayasa. Keanggotaan dalam tim penyusun Juklak dan juknis tersebut di atas, dapat dinilaikan berdasarkan dokumen yang telah ditandatangani dan surat tugas dari Instansi Pembina Jabatan Fungsional Perekayasa. Setiap keanggotaan diberikan nilai yang sama (masing-masing 100%). Sedangkan buku atau dokumen petunjuk teknis yang terkait dengan program/kegiatan dinilaikan sebagai dokumen Sistem Pelaporan (misalnya Design Manual, Testing Manual, dll)

III.D

Perolehan Sertifikat Profesi. Sertifikat profesi merupakan sertifikat yang diperoleh dari kegiatan dalam rangka pengembangan atau meningkatkan keahliannya di bidang kerekayasaan. Sertifikat yang dapai dinilai adalah sertifikat yang dikeluarkan oleh asosiasi/ organisasi profesi/ institusi yang telah diberi 5- 43

wewenang (bukan vendor). misalnya badan nasional sertifikasi profesi. Contoh: Sertifikat Design Dies and Mould dari Indonesian Mould and Dies Industry Assosiation (IMDIA) Sesuai pasal 6 ayat 3.d Permenpan No. PER/219/M.PAN/7/2008, keanggotaan dalam Majelis Perekayasa dapat dinilaikan sebagai Sertifikasi Profesi (1 kali per tahun).

III.E.

Penerjemahan/Penyaduran Bidang Kerekayasaan

Buku

dan

Bahan

Lain

Di

Kegiatan penerjemahkan/ penyaduran buku adalah penyusunan baku di bidang kerekayasaan berdasarkan kegiatan alih-bahasa dari buku berbahasa asing menjadi buku berbahasa Indonesia atau sebaliknya. Tujuan penerjemahan dan penyaduran adalah untuk mempermudah dan memperluas pemanfaatan buku tersebut. Buku hasil terjemahan/saduran dapat dinilai dengan ketentuan sebagai berikut:   Mencantumkan fotokopi buku pada terbitan asli; Buku yang diterjemahkan/disadur adalah buku ilmiah di bidang kerekayasaan yang terkait dengan program/ kegiatan kerekayasaan yang dilakukan; Buku terjemahan/saduran harus diterbitkan oleh penerbit nasional/penerbit instansi minimal setingkat eselon II, yang disertai nomor ISBN.

Ketentuan buku/makalah dll seperti pada butir III.A. Satuan hasil: Buku/makalah III.E.1. Menerjemahkan/menyadur dipublikasikan di bidang kerekayasaan yang

III.E.1.a.

Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional Satuan Hasil: tiap buku

III.E.1.b.

Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh lembaga yang berwenang Satuan Hasil: makalah

III.E.2.

Menerjemahkan/menyadur dipublikasikan Dalam bentuk buku

di

bidang

teknologi

yang

tidak

III.E.2.a.

5- 44

Satuan Hasil: tiap buku III.E.2.b. Dalam bentuk makalah Satuan Hasil: makalah IV. Kegiatan Unsur Penunjang Unsur penunjang adalah kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas Perekayasa. Kegiatan yang menunjang pelaksanaan tugas Perekayasa, meliputi: IV.A. Pengajar/ pelatih di bidang kerekayasaan Kegiatan sebagai Pengajar/Pelatih yang dapat dinilai adalah hanya kegiatan di bidang Kerekayasaan, yang mencakup:  Mengajar Diklat  Membimbing siswa  Menyusun kurikulum/buku/diktat/modul kegiatan perekayasa IV.A.1. berkaitan dengan pelatihan

Mengajar/melatih Diklat, per 2 Jam Pelajaran Kegiatan mengajar/melatih pendidikan dan pelatihan dalam bidang kerekayasaan dapat dinilai apabila ada surat tugas yang disetujui atau dibuat oleh atasan langsung. Mengajar sebagai dosen reguler di perguruan tinggi tidak dapat diajukan penilaiannya. Satuan Hasil: Surat Tugas

IV.A.2.

Membimbing Siswa Yang dimaksud dengan membimbing siswa adalah dalam rangka kerja praktek atau tugas akhir untuk mahasiswa DIII sampai dengan S-3 dalam tugas kerekayasaannya. Kegiatan membimbing dapat dinilai dengan ketentuan sebagai berikut:  Disertai dengan surat tugas dari pimpinan unit kerja  Disertai surat keterangan dari perguruan tinggi.  Disertai bukti kelulusan/tanda tamat mahasiswa yang bersangkutan  Membimbing: o DIII-S1 : 1 o S2 o S3 angka kredit per orang,

: 1.5 angka kredit per orang, dan :2 angka kredit per orang

5- 45

Satuan Hasil: Surat Tugas, surat keterangan, dan bukti kelulusan IV.A.3. Menyusun kurikulum/ buku/diktat/modul berkaitan dengan pelatihan kegiatan perekayasa Kegiatan penyusunan kurikulum /buku /diktat /modul merupakan materi yang disusun dalam rangka pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang Kerekayasaan. Masing-masing jenis materi yang dihasilkan diberikan nilai sama dengan ketentuan menyertakan materi yang dihasilkan (kurikulum, buku, diktat atau modul) dan surat tugas dari pimpinan unit kerja/unit kerja yang menugaskan. Diktat atau modul yang menjadi pegangan di perguruan tinggi tidak dapat diajukan penilaiannya. Satuan Hasil: Dokumen IV.B. Peran serta Seminar/ Lokakarya/ Konferensi di bidang kerekayasaan Keikutsertaan dalam pertemuan ilmiah (Seminar/Lokakarya/Konferensi/ Simposium/Workshop dan sejenisnya) yang dapat dinilai hanya di bidang kerekayasaan. Penilaian didasarkan peran keikutsertaan pada pertemuan ilmiah tersebut dengan disertai bukti sertifikat. Apabila seorang Perekayasa berperan ganda pada suatu pertemuan ilmiah, maka hanya dihitung satu peran yang paling tinggi. Pertemuan yang dikategorikan sebagai rapat kerja atau pertemuan sejenisnya tidak dinilai. IV.B.1. Pemrasaran Satuan Hasil: Sertifikat IV.B.2. Moderator/ pembahas/ narasumber Satuan Hasil: Sertifikat IV.B.3. Peserta Satuan Hasil: Sertifikat IV.C. Keanggotaan Dalam Organisasi Profesi Di Bidang Kerekayasaan Seorang pejabat perekayasa dapat memperoleh angka kredit dari keanggotaan dalam organisasi profesi setiap tahunnya, dengan ketentuan bahwa yang bersangkutan berperan aktif di dalam organisasi profesi di bidang kegiatan kerekayasaan. Penilaian didasarkan pada bukti keanggotaan/Surat sebagai pengurus atau Kartu Anggota sebagai anggota biasa. IV.C.1. Internasional 5- 46 Keputusan

Satuan Hasil: Surat Keputusan IV.C.2. Nasional Satuan Hasil: Surat Keputusan IV.C.3. Daerah Propinsi/ Kabupaten/ Kota/ Kementerian/ LPNK Satuan Hasil: Surat Keputusan IV.D. IV.D.1. Keanggotaan Tim Penilai Jabatan Fungsional Perekayasa Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Fungsional Perekayasa secara aktif, dan penilaian diperhitungkan untuk setiap DUPAK. Tidak ada perbedaan angka kredit bagi Ketua dan anggota Tim Penilai Pusat, Tim Penilai Instansi. Satuan Hasil: PAK atau surat keterangan IV.D.2. Menjadi anggota Mitra Bestari (Peer Reviewer) untuk setiap keanggotaan yang dibuktikan dengan Surat Keputusan per tahun. Peer Reviewer yang dimaksud adalah keanggotaan dalam majalah ilmiah bidang kerekayasaan, penilaian kegiatan kerekayasaan skala nasional dan internasional. Satuan Hasil: Surat Keputusan IV.E. Perolehan penghargaan/tanda jasa Piagam kehormatan/tanda jasa yang dapat dinilai adalah piagam kehormatan/tanda jasa yang diberikan oleh Pemerintah RI/ Organisasi Ilmiah/ Organisasi Profesi. Piagam kehormatan/tanda kehormatan/tanda jasa dari Pemerintah termasuk tanda kehormatan. Piagam kehormatan/tanda kehormatan/tanda jasa dari organisasi ilmiah/organisasi profesi/negara lain yang dapat dinilai adalah yang berkaitan dengan karya di bidang kerekayasaan sesuai dengan prestasi yang ditetapkan oleh Tim Penilai. IV.E.1. Satyalancana Karya Satya 10 tahun Satuan Hasil: Tanda Jasa IV.E.2. Satyalancana Karya Satya 20 tahun; Satuan Hasil: Tanda Jasa IV.E.3. Satyalancana Karya Satya 30 tahun; Satuan Hasil: Tanda Jasa 5- 47

IV.E.4.

Satyalancana Pembangunan; Satuan Hasil: Tanda Jasa

IV.E.5.

Satyalancana Wirakarya; Satuan Hasil: Tanda Jasa

IV.E.6.

Bintang Jasa; Satuan Hasil: Tanda Jasa

IV.E.7.

Bintang Mahaputera. Satuan Hasil: Tanda Jasa

IV.F.

Perolehan gelar kesarjanaan lainnya Perolehan gelar kesarjanaan yang dapat dinilai adalah perolehan gelar kesarjanaan dari perguruan tinggi yang tidak sesuai dengan bidang tugas kerekayasaannya baik di tingkat nasional maupun tingkat internasional, dan gelar kedua atau seterusnya dari tingkat kesarjanaan yang sama. Perolehan gelar kesarjanaan ini mencakup: Memperoleh gelar kehormatan akademis, seperti honoris kausa dan gelar kehormatan sejenisnya. Satuan Hasil: Penghargaan Memperoleh gelar kesarjanaan lainnya: Pasca Sarjana (S-2) dengan angka kredit 10 Satuan Hasil: Ijazah Doktor (S-3) dengan angka kredit 15 Satuan Hasil: Ijazah

5- 48

BAB VI PEMBINAAN KARIR
Karir mempunyai arti yang penting bagi seorang pegawai dan memberikan pengaruh terhadap motivasi kerja pegawai. Undang-Undang Nomor 43 tahun 1999 tentang Pokok-pokok Kepegawaian menyebutkan bahwa pengembangan/ pembinaan karir Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilakukan melalui jabatan struktural dan jabatan fungsional. Mengingat terbatasnya jabatan struktural maka pengembangan karir PNS perlu diarahkan kepada sistem pengembangan karir pegawai berbasis fungsional. Pejabat Fungsional Perekayasa merupakan tenaga profesional dan kompeten yang dituntut kinerjanya untuk dapat melaksanakan program teknologi, dan melalui pelaksanaan tugasnya, Perekayasa dapat meniti kariernya hingga mencapai puncak yang tertinggi.

6.1. Pengangkatan Pertama
Pengangkatan pertama seorang Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan Fungsional Perekayasa dapat dilakukan bilamana telah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan, yaitu: a. Berijazah minimal Sarjana (S-1)/Diploma-IV di bidang teknologi dan sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan; b. Pangkat serendah-rendahnya Penata Muda, Golongan Ruang III/a; c. Ada formasi untuk Jabatan Fungsional Perekayasa pada instansi yang bersangkutan;

d. Surat Pernyataan dari Pimpinan Unit Kerja bahwa yang bersangkutan mempunyai kompetensi untuk melakukan kegiatan teknologi sesuai tupoksi unit kerja tersebut; e. Semua unsur Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan dalam DP3 pada 1 (satu) tahun terakhir sekurang-kurangnya bernilai baik;

Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam jabatan fungsional Perekayasa wajib mengikuti dan lulus Pendidikan dan Pelatihan jabatan fungsional Perekayasa selambat-lambatnya 3 (tiga) tahun setelah diangkat sebagai Pejabat Fungsional Perekayasa. Pengangkatan pertama yang dimaksud pada butir 6.1. adalah pengangkatan untuk mengisi lowongan formasi dari CPNS. Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam jabatan fungsional Perekayasa, pangkat dan golongan ruangnya ditetapkan sama dengan pangkat dan golongan 6-1

ruang yang dimiliki, sedangkan jenjang jabatan Perekayasanya ditetapkan berdasarkan angka kredit yang tertuang dalam Penetapan Angka Kredit yang dimiliki.

6.2. Pengangkatan Dari Jabatan Lain
Seorang Pegawai Negeri Sipil dapat diangkat dalam jabatan fungsional Perekayasa baik dari jabatan struktural maupun jabatan fungsional lain, bilamana telah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan, yaitu: a. Berijazah minimal Sarjana (S-1)/Diploma-IV dan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi unit kerja yang bersangkutan; b. Pangkat serendah-rendahnya Penata Muda, Golongan Ruang, III/a; c. Ada formasi jabatan fungsional Perekayasa pada instansi yang bersangkutan; d. Memiliki pengalaman di bidang kerekayasaan paling kurang 2 (dua) tahun; e. Usia paling tinggi 50 (lima puluh); f. Surat pemberhentian dari jabatan struktural/ fungsional lain sebelumnya; g. Semua unsur Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan dalam DP3 pada 1 (satu) tahun terakhir sekurang-kurangnya bernilai baik.

Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam jabatan fungsional Perekayasa wajib mengikuti dan lulus Pendidikan dan Pelatihan jabatan fungsional Perekayasa selambat-lambatnya 3 (tiga) tahun setelah diangkat sebagai Pejabat Fungsional Perekayasa. Tata cara Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Fungsional Perakayasa akan diatur tersendiri oleh Instansi Pembina Jabatan Fungsional Perekayasa. Pangkat yang ditetapkan bagi Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dari jabatan lain adalah sama dengan pangkat yang dimilikinya, dan jenjang jabatan ditetapkan sesuai dengan jumlah angka kredit yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit; ( jumlah angka kredit ditetapkan dari unsur Pendidikan Sekolah, unsur utama dan unsur penunjang).

Contoh 6.2.: Seorang Pejabat Fungsional lain yang telah bekerja selama 5 (lima) tahun di bidang kerekayasaan dengan golongan terakhir IV/a akan beralih menjadi Pejabat Fungsional Perekayasa. Setelah seluruh berkasnya dinilai berdasarkan penilaian jabatan fungsional Perekayasa, angka kreditnya hanya 350 point atau setara dengan Perekayasa Muda, III/d. Maka Pejabat tersebut Golongan Ruang tetap IV/a, namun jabatan fungsional Perekayasanya adalah Perekayasa Muda, III/d.

6-2

6.3. Kenaikan Jabatan dan Pangkat
6.3.1. Kenaikan jabatan pejabat fungsional Perekayasa harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: a. Sekurang-kurangnya telah 1 (satu) tahun dalam jabatan fungsional terakhir; b. Memenuhi angka kredit yang disyaratkan untuk kenaikan jabatan fungsional setingkat lebih tinggi; c. Setiap unsur penilaian DP3 dalam 1 (satu) tahun terakhir sekurangkurangnya bernilai baik. 6.3.2. Kenaikan pangkat pejabat fungsional Perekayasa harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: a. b. c. Sekurang-kurangnya telah 2 (dua) tahun dalam pangkat terakhir; Memenuhi angka kredit yang disyaratkan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi; Setiap unsur penilaian DP3 dalam 2 (dua) tahun terakhir sekurangkurangnya bernilai baik.

6.3.3. Angka kredit sebagaimana disebut dalam butir 6.3.1. dan 6.3.2 minimal 80 persen berasal dari unsur utama dan maksimal 20 persen dari unsur penunjang. Perekayasa Madya pangkat Pembina golongan ruang IV/a sampai dengan Perekayasa Utama pangkat Pembina Utama Madya golongan ruang IV/d yang akan naik pangkat/jabatan setingkat lebih tinggi diwajibkan mengumpulkan sekurang-kurangnya 12 (dua belas) angka kredit dari unsur pengembangan profesi untuk setiap kenaikan golongan dan dapat ditabung kelebihan Angka Kredit untuk kenaikan berikutnya. 6.3.4. Perekayasa Muda, III/d yang akan naik jabatan menjadi Perekayasa Madya, IV/a wajib mengikuti dan lulus diklat penjenjangan Jabatan Fungsional Perekayasa Tingkat Lanjutan 6.3.5. Perekayasa yang pada tahun pertama yang telah memenuhi atau melebihi angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi, maka pada tahun kedua diwajibkan mengumpulkan paling rendah 20 persen angka kredit dari jumlah angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. Angka kredit yang diusulkan berasal dari unsur kegiatan kerekayasaan. Contoh 6.3.5. : Seorang Perekayasa Muda, III/c, pangkat Penata, Golongan Ruang III/c dan angka kredit 250 pada tahun 1999 setelah empat tahun berhasil mengumpulkan angka kredit sampai 410 yang memenuhi syarat sebagai Perekayasa Madya, yang bersangkutan dapat dinaikkan jabatan menjadi Perekayasa Madya, tetapi pangkatnya Penata Tk I golongan III/d. Untuk kenaikan pangkat berikutnya (dua 6-3

tahun setelah kenaikan pangkat/Golongan Ruang Penata Tk. I, III/d), perekayasa tersebut diwajibkan mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 20% dari 400 (batas minimal angka kredit Jenjang Perekayasa Madya, IV/a) dikurangi 300 (batas minimal angka kredit Jenjang Perekayasa Muda, III/d) untuk kenaikan pangkat Pembina, Golongan Ruang, IV/a, yaitu 20% x 100 = 20 angka kredit yang berasal dari unsur kegiatan kerekayasaan. 6.3.6. PNS yang menduduki jabatan Perekayasa Utama melalui Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia. ditetapkan

6.4. Pembebasan Sementara
Pembebasan sementara adalah pembebasan PNS dari Jabatan Fungsional Perekayasa selama jangka waktu tertentu. Pembebasan sementara berarti yang bersangkutan dihentikan hak atas tunjangan jabatan sesuai peraturan yang berlaku, namun angka kredit terakhir yang dimiliki tetap berlaku.

6.4.1. Pejabat perekayasa dapat fungsional perekayasa apabila:

dibebaskan

sementara

dari

jabatan

a. Dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak diangkat dalam jabatan/pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat bagi Perekayasa Pertama, Golongan Ruang III/a sampai dengan Perekayasa Utama, Golongan Ruang IV/d; b. Dalam jangka waktu 2 (dua) tahun sejak diangkat dalam jabatan/ pangkat terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit untuk pemeliharaan (maintenance) sekurang-kurangnya 50 (lima puluh) angka kredit dari kegiatan tugas pokok/kegiatan kerekayasaan dan pengembangan profesi bagi Perekayasa Utama, Golongan Ruang IV/e. c. Perekayasa Madya, Golongan Ruang, IV/a sampai dengan Perekayasa Utama, Golongan Ruang, IV/e, dibebaskan sementara karena tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang disyaratkan, Perekayasa yang bersangkutan masih diberikan kesempatan 1 (satu) tahun untuk menambah angka kredit yang ditentukan, meskipun telah berusia 56 (lima puluh enam) tahun atau lebih; d. Bagi Perekayasa Utama, IV/e, kelebihan angka kredit yang dipersyaratkan untuk melakukan pemeliharaan (maintenance) sebagaimana disebut pada butir 6.4.1.2. diatas dapat diperhitungkan untuk periode pemeliharaan saat itu dan periode berikutnya.

6-4

Contoh 6.4.1.2. : Ir. Budi Setiawan Sadikun, M.Sc, Perekayasa Utama, IV/d, memiliki PAK dengan nilai Total 1.047 (kolom 3), mengajukan DUPAK 98 (kolom 4), dengan PAK terakhir 1.145 (kolom 5). No.
(1)

Unsur Penilaian AK
(2)

PAK awal
(3)

DUPAK
(4)

Jumlah

PAK
(5)

Ket.
(6)

1 2 3 4 5 6

Pendidikan S2 Diklat Kerekayasaan Pengembangan Profesi Jumlah AK Utama Jumlah AK Penunjang Jumlah AK

150 5 698 49 752 145 1.047

2 45 8 55 43 98

150 7 743 57 807 188 1.145

A1 A2 A3 A4

Maka Kelebihan Angka Kredit (tabungannya) yang dapat diperhitungkan untuk pemeliharaan (maintenance) adalah sebagai berikut: Komposisi untuk Perekayasa Utama IV-e , S-2 : Unsur Utama (minimal): (1050 – 150) x 80% = 720 Unsur Penunjang (maksimal): (1050 – 150) x 20% = 180 Hasil Penilaian Unsur utama = A1+A2+A3 = 7 + 743 + 57 = 807 Sehingga angka kredit tabungan untuk pemeliharaan (maintenance) adalah: 807 – 720 = 87 Budi dapat naik Perekayasa Utama, IV/e dengan jumlah angka kredit pemeliharaan (maintenance) = 87. Kelebihan angka kredit maintenance-nya dituliskan dalam PAK nya. e. Perekayasa juga dapat dibebaskan sementara dari Fungsional Perekayasa oleh sebab lainnya, yaitu apabila: Jabatan

i. Ditugaskan sebagai pejabat struktural atau ditugaskan secara penuh diluar jabatan Perekayasa sehingga tidak dapat lagi melaksanakan tugas pokoknya. Dibebaskan sementara pada bulan pertama setelah yang bersangkutan dilantik menjadi pejabat struktural atau yang bersangkutan ditugaskan di luar jabatan Perekayasa; ii. Diberhentikan sementara sebagai PNS berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966. Dibebaskan sementara pada bulan pertama setelah yang bersangkutan diberhentikan sementara sebagai PNS; iii. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan pangkat berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980. Dibebaskan sementara pada bulan pertama sejak penetapan tersebut diberlakukan sampai dengan hukuman tersebut berakhir; 6-5

iv. Cuti Diluar Tanggungan Negara, kecuali untuk persalinan keempat dan seterusnya. Dibebaskan sementara pada bulan berikutnya sejak keputusan tersebut diberlakukan; v. Tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. Dibebaskan sementara sejak bulan ketujuh setelah yang bersangkutan melaksanakan tugas belajar. 6.4.2. Selama pembebasan sementara karena ditugaskan secara penuh diluar Jabatan Fungsional Perekayasa atau tugas belajar yang bersangkutan dapat dipertimbangkan kenaikan pangkat regulernya, sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. 6.4.3. Perekayasa yang dibebaskan sementara karena dijatuhi hukuman disiplin dapat tetap melaksanakan tugas pokoknya, namun angka kreditnya tidak dapat dinilai; 6.4.4. Pejabat yang berwenang menetapkan pembebasan sementara adalah pejabat yang berwenang mengangkat dalam jabatan perekayasa; 6.4.5. Pejabat unit kepegawaian pada instansi, memberikan peringatan bebas sementara secara tertulis kepada Pejabat Perekayasa yang diperkirakan tidak akan memperoleh jumlah angka kredit yang dipersyaratkan, selambat- lambatnya 6 (enam) bulan sebelum batas waktu yang ditetapkan berakhir bagi Perekayasa Pertama, Golongan Ruang, III/a sampai dengan Perekayasa Utama, Golongan Ruang, IV/e; 6.4.6. Perekayasa yang dibebaskan sementara sebagaimana tersebut dalam butir 6.4.1 dan 6.4.2, dapat tetap melaksanakan kegiatan kerekayasaan, dan kegiatan tersebut dapat dinilai untuk diberikan angka kredit, walaupun tunjangan fungsionalnya tidak dibayarkan, kecuali bagi yang dijatuhi hukuman disiplin, diberhentikan sementara dari PNS, dan Cuti Diluar Tanggungan Negara. Perekayasa yang dibebaskan sementara karena tugas belajar dapat mengumpulkan angka kredit selama periode tugas belajar dari unsur Pengembangan Profesi (tidak terkait dengan tugas akhir/thesis/disertasi) dan unsur Penunjang. Pengajuan dilakukan setelah yang bersangkutan diangkat kembali sebagai Pejabat Fungsional Perekayasa.

6.5. Pengangkatan Kembali
6.5.1. Perekayasa yang telah menjalani pembebasan sementara dapat diangkat kembali dalam jabatan fungsional Perekayasa, apabila: a. Telah memperoleh angka kredit yang dipersyaratkan kenaikan pangkat/jabatan dalam jangka waktu 1 (satu) sejak dibebaskan sementara karena kurang angka kredit; untuk tahun

6-6

b. Telah selesai menjalankan hukuman disiplin tingkat sedang atau berat; c. Dinyatakan tidak bersalah atau dijatuhi pidana percobaan oleh pengadilan yang memiliki kekuatan hukum tetap; d. Telah selesai menjalani tugas sebagai pejabat struktural atau tugas di luar Jabatan Fungsional Perekayasa; e. Telah diangkat kembali pada instansi semula setelah cuti diluar tanggungan negara; f. Telah selesai tugas belajar lebih dari 6 bulan.

6.5.2. Jenjang jabatan bagi PNS yang diangkat kembali ditetapkan berdasarkan jumlah angka kredit yang pernah dimiliki ditambah angka kredit baru yang diperoleh selama perekayasa yang bersangkutan dibebaskan sementara. 6.5.3. Bagi perekayasa yang dibebaskan sementara karena dijatuhi hukuman disiplin ringan dan sedang, kegiatan yang dilaksanakan selama dibebaskan sementara tidak dapat dihitung dalam penetapan angka kredit. 6.5.4. Perekayasa Pertama dan Perekayasa Muda yang dibebaskan sementara karena ditugaskan sebagai pejabat struktural atau ditugaskan secara penuh diluar jabatan perekayasa, dapat diangkat kembali dalam jabatan perekayasa paling tinggi berusia 54 tahun. 6.5.5. Perekayasa Madya dan Perekayasa Utama yang dibebaskan sementara karena ditugaskan sebagai pejabat struktural atau ditugaskan secara penuh diluar jabatan perekayasa, dapat diangkat kembali dalam jabatan perekayasa paling tinggi berusia 58 tahun. Contoh 6.5.5. : Saudara Ahmad Kamil, ST.,M.Si., pendidikan terakhir S2, pangkat Penata Tingkat I Golongan Ruang,III/d , terhitung mulai tanggal 1 April 1997, diangkat menjadi Pejabat Fungsional Perekayasa Muda, III/d, dengan angka kredit 300. Yang bersangkutan sejak 1 Mei 1999 dibebaskan sementara dari jabatan fungsional perekayasa karena diangkat sebagai pejabat struktural yaitu Kepala Bidang Penyelenggaraan Diklat. Tanggal 1 April 2001 yang bersangkutan naik pangkat menjadi Pembina dengan Golongan Ruang, IV/a. Pada tanggal 1 Mei 2002 yang bersangkutan tidak lagi memangku jabatan struktural dan kembali menjadi Pejabat Fungsional Perekayasa. Saudara Ahmad Kamil, ST., M.Si. diangkat kembali dalam jabatan fungsional perekayasa sebagai Perekayasa Muda, III/d, pangkat Pembina Golongan Ruang, IV/a dengan angka kredit sebesar 300. Dimungkinkan juga Saudara Ahmad Kamil, ST, M.Si. mengajukan DUPAK untuk kegiatan selama masa menjabat di struktural (1 april 1997 s/d 1 april 2002) pada saat kembali menjadi pejabat fungsional perekayasa.

6-7

Apabila Saudara Ahmad Kamil, ST, M.Si. telah mencapai lebih dari usia di atas 54 tahun pada saat berhenti dari jabatan struktural, maka yang bersangkutan tidak dapat diangkat kembali dalam Jabatan Fungsional Perekayasa.

6.6. Pemberhentian dari Jabatan Fungsional Perekayasa
6.6.1. Perekayasa akan diberhentikan dari jabatan fungsionalnya, apabila yang bersangkutan: a. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun setelah pembebasan sementara karena jumlah angka kredit bagi Perekayasa Pertama, golongan ruang III/a sampai dengan Perekayasa Utama golongan ruang IV/d tidak dapat memenuhi angka kredit yang disyaratkan untuk naik pangkat/jabatan; b. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara karena jumlah angka kredit tidak dapat memenuhi angka kredit yang disyaratkan untuk pemeliharaan (maintenance) bagi Perekayasa Utama golongan ruang IV/e; c. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap berupa pemberhentian sebagai PNS, berdasarkan peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980; d. Dijatuhi hukuman penjara atau kurungan berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan tetap; e. Berhenti dari PNS karena permintaan sendiri atau pensiun; f. Mengajukan permohonan berhenti sebagai Perekayasa. 6.6.2. Setelah masa Inpassing selesai (01 Januari 2010), Pejabat Perekayasa yang diberhentikan dari Jabatan Fungsional Perekayasa tidak dapat diangkat kembali ke dalam jabatan fungsional perekayasa.

6.7. Batas Usia Pensiun
Batas usia pensiun bagi Pejabat Fungsional Perekayasa adalah sebagai berikut (sesuai dengan Keppres Nomor: 39 Tahun 1996): a. Perekayasa Utama batas usia pensiunnya 65 tahun; b. Perekayasa Madya batas usia pensiunnya 60 tahun.

6.8. Pembinaan Karir Pejabat Perekayasa
6.8.1. Untuk menjamin adanya persamaan persepsi, pola pikir dan tindakan dalam melaksanakan pembinaan perekayasa, maka BPPT selaku Instansi Pembina Jabatan Fungsional Perekayasa melaksanakan sosialisasi dan fasilitasi kepada pejabat fungsional Perekayasa. 6-8

6.8.2. Untuk meningkatkan kemampuan Perekayasa secara profesional sesuai kompetensi jabatan, BPPT selaku instansi pembina melakukan antara lain: a. Pengembangan dan penyusunan metodologi, standar dan pedoman teknis kerekayasaan; b. Penyusunan pedoman formasi Jabatan Fungsional Perekayasa; c. Pengembangan dan penyusunan Fungsional Perekayasa; standar kompetensi Jabatan

d. Fasilitasi penyusunan dan penetapan kode etik Jabatan Fungsional Perekayasa; e. Penetapan kebijakan/pembinaan diklat Jabatan Fungsional Perekayasa meliputi penyusunan pedoman diklat, pengembangan kurikulum diklat, bimbingan dan koordinasi penyelenggaraan serta evaluasi diklat Perekayasa; f. Penyelenggaraan sertifikasi Perekayasa; g. Pengembangan sistem informasi Jabatan Fungsional Perekayasa; h. Fasilitasi pembentukan Perekayasa dan pengembangan profesi organisasi yang profesi di

i. Fasilitasi penerbitan buletin/majalah bidang kerekayasaan;

bergerak

j. Evaluasi dan fasilitasi pengusulan tunjangan Jabatan Fungsional Perekayasa; k. Evaluasi dan monitoring penerapan standar dan kode etik Perekayasa, pedoman teknis kerekayasaan dan administrasi jabatan Perekayasa. l. Sosialisasi dan bimbingan penerapan metodologi, standar, pedoman teknis kerekayasaan, kode etik dan organisasi profesi Perekayasa.

6-9

BAB VII DAFTAR USULAN PENETAPAN ANGKA KREDIT (DUPAK) DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT (PAK)
7.1. Angka Kredit
7.1.1. Pengertian Dalam Peraturan MenPAN Nomor: PER/219/M.PAN/7/2008 tentang Jabatan Fungsional Perekayasa dan angka kreditnya, dinyatakan bahwa Angka Kredit adalah satuan nilai dari tiap butir kegiatan dan/atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang harus dicapai oleh pejabat fungsional Perekayasa dalam rangka pembinaan karir yang bersangkutan. Jadi, angka kredit (jumlah angka kredit yang dapat dikumpulkan) merupakan faktor yang menentukan status kepangkatan dan jabatan Perekayasa. Angka kredit diperoleh berdasar hasil penilaian atas prestasi dari pelaksanaan setiap butir rincian kegiatan sebagaimana disebutkan pada Lampiran V (Sesuai dengan Lampiran I Peraturan MenPAN Nomor: PER/219/M.PAN/7/2008 dan Peraturan Bersama Kepala BPPT dan Kepala BKN Nomor: 267/Kp/BPPT/VIII/2009 – 15 tahun 2009 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya). Setiap Perekayasa perlu memahami dengan benar rincian butir kegiatan dalam Lampiran tersebut, sehingga setiap prestasi yang dicapai atas pelaksanaan kegiatannya dapat memperoleh nilai/angka kredit.

7.1.2. Perhitungan Angka Kredit Dalam pengusulan dan penilaian angka kredit, para Perekayasa diharapkan mengisi dan mengusulkan DUPAK (Daftar Usulan Penetapan Angka Kredit) sebagaimana tertulis dalam Lampiran VI beserta surat-surat pernyataan sebagaimana tertulis dalam lampiran VII, VIII, IX, dan X dilampiri buktibuktinya. Usulan DUPAK dapat dilakukan sekali dalam setahun, walaupun jumlah angka kredit yang diusulkan belum memenuhi jumlah yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat atau jenjang. Untuk hal tersebut akan dikeluarkan PAK sesuai aturan yang berlaku. Pengisian dan pengajuan DUPAK dilakukan pada akhir bulan Nopember untuk periode kenaikan pangkat bulan April dan pada akhir bulan Mei untuk periode kenaikan pangkat bulan Oktober atau pada waktu yang ditentukan oleh masing-masing instansi/pusat.

7- 1

Contoh : Seorang Perekayasa Madya IV/a dapat mengajukan DUPAK setiap tahun walaupun pada waktu pengajuan DUPAK angka kreditnya belum memenuhi syarat untuk naik jabatan/pangkat Perekayasa Madya IV/b. Penilaian DUPAK bagi perekayasa tersebut diatas cukup dinilai di tim penilai instansi jika angka kredit yang diajukan belum memenuhi syarat untuk naik ke jenjang/pangkat Perekayasa Madya IV/b dan Instansi tersebut mengeluarkan PAK atas hasil penilaiannya. Jika kemudian perekayasa tersebut mengajukan DUPAK untuk kenaikan jabatan/pangkat menjadi Perekayasa Madya IV/b dan telah dinilai oleh tim penilai instansi dan memenuhi syarat, maka DUPAK yang bersangkutan tersebut harus di kirim ke Tim Penilai Pusat beserta PAK terakhir yang dinilai di instansi. Bagi Perekayasa Madya IV/b sampai dengan Perekayasa Utama IV/d dapat mengajukan DUPAK setiap tahun walaupun pada waktu pengajuan DUPAK angka kreditnya belum memenuhi syarat untuk naik jabatan/pangkat berikutnya. Penilaian DUPAK bagi perekayasa tersebut diatas harus dinilai oleh Tim Penilai Pusat setelah terlebih dahulu dinilai oleh Tim Penilai Instansi. Bagi Perekayasa Utama IV/e dapat mengajukan DUPAK setiap tahun walaupun pada waktu pengajuan DUPAK angka kreditnya belum memenuhi syarat pemeliharaan (maintenance). Penilaian DUPAK bagi perekayasa tersebut diatas harus dinilai oleh Tim Penilai Pusat setelah terlebih dahulu dinilai oleh Tim Penilai Instansi. Bukti pelaksanaan kegiatan yang diperoleh pada periode yang sudah pernah dinilaikan, yang karena satu dan lain hal tidak diajukan pada periode tersebut, maka kegiatan tersebut tidak dapat dinilaikan. Contoh : Seorang perekayasa mengajukan DUPAK dengan Masa Penilaian: 01 Januari 2008 sampai dengan 31 Desember 2009. Yang bersangkutan mengajukan bukti kegiatan tertanggal 30 November 2007, maka butir kegiatan tersebut tidak dapat dinilai. 7.1.3. Masa Penilaian Angka Kredit

a. Sarjana/Diploma-IV yang masuk pertama kali sebagai Pejabat Fungsional Perekayasa, dapat diangkat dalam jabatan perekayasa setelah yang bersangkutan menjadi PNS. Masa penilaian angka kredit yang bersangkutan dihitung sejak diangkat sebagai CPNS dan ketika PNS yang bersangkutan mengajukan DUPAK, maka kegiatan pada periode CPNS harus diajukan semuanya. Jika kegiatan pada periode CPNS tidak diajukan, maka kegiatan tersebut tidak dapat dinilaikan lagi pada periode berikutnya.
7- 2

b. PNS yang alih jabatan menjadi Pejabat Fungsional Perekayasa, penilaian angka kredit yang bersangkutan diajukan sejak diangkat sebagai CPNS sampai dengan tanggal pengajuan DUPAK. c. Untuk kenaikan jabatan/pangkat perekayasa, masa penilaian angka kredit didasarkan pada masa penilaian angka kredit terakhir.

7.2. Daftar Usulan Penetapan Angka Kredit (DUPAK)

7.2.1. Pengertian DUPAK adalah formulir yang berisi usulan angka kredit yang dibuat oleh pejabat fungsional Perekayasa sesuai dengan butir-butir kegiatan sebagaimana dicontohkan dalam Lampiran VI. Pejabat fungsional Perekayasa harus membuat DUPAK yang berisi hasil penilaian sendiri atas prestasi kerjanya. DUPAK diajukan kepada Tim Penilai Instansi/Pusat pada waktu yang ditentukan oleh masing-masing instansi/pusat. DUPAK dilampiri dengan Surat Pernyataan melakukan kegiatan kerekayasaan (Lampiran VII), Surat Pernyataan melakukan kegiatan pengembangan profesi (Lampiran VIII), dan Surat Pernyataan melakukan kegiatan yang menunjang pelaksanaan tugas perekayasa (Lampiran IX) serta Surat Pernyataan mengikuti Pendidikan dan/atau pelatihan (Lampiran X) yang disahkan oleh pejabat yang berwenang serendah-rendahnya eselon III.

7.2.2. Pengisian DUPAK 7.2.2.1. Langkah-langkah Pengisian DUPAK oleh Perekayasa. a. Mengumpulkan bukti-bukti fisik dan atau dokumen pendukung pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan; b. Memilah bukti-bukti tersebut berdasarkan unsur dan sub unsur kegiatan; c. Mengisi formulir Surat Pernyataan melakukan Kegiatan kerekayasaan dilengkapi dengan bukti-buktinya; d. Mengisi formulir Surat Pernyataan Melakukan Kegiatan Pengembangan Profesi dilengkapi dengan bukti-buktinya; e. Mengisi formulir Surat Pernyataan melakukan kegiatan yang menunjang pelaksanaan tugas kerekayasaan dilengkapi dengan bukti-buktinya; f. Mengisi formulir Surat Pernyataan pendidikan dan pelatihan; melakukan kegiatan

7- 3

g. Menilai sendiri dengan mengisi angka kredit pada formulir DUPAK sesuai dengan butir-butir kegiatan pada Lampiran VI; h. Semua surat pernyataan beserta buktinya disusun berurutan sesuai dengan masa penilaian. i. j. Hasil penilaian semua butir kegiatan dihimpun dalam satu DUPAK. DUPAK, dan Surat Pernyataan disahkan oleh Pejabat yang berwenang serendah-rendahnya eselon III;

k. Semua berkas tersebut dilampirkan pada DUPAK sebagai bukti untuk diajukan ke Tim Penilai.

7.2.2.2. Pengisian DUPAK oleh Tim Penilai a. Nomor diisi sesuai kode penomoran DUPAK instansi yang bersangkutan; b. Masa penilaian diisi dengan periode waktu yang diajukan untuk dinilai; c. Keterangan perorangan diisi data perekayasa yang dinilai; d. Unsur yang dinilai, diisi dengan hasil penilaian terhadap bukti yang disampaikan, dan diisikan pada kolom Tim Penilai; e. Lampiran pendukung DUPAK yaitu : i. ii. iii. iv. Surat Pernyataan melakukan kegiatan kerekayasaan; Surat Pernyataan melakukan kegiatan pengembangan profesi; Surat Pernyataan melakukan kegiatan penunjang. Dokumen-dokumen lainnya.

f. Pengesahan diisi oleh ketua dan anggota Tim Penilai yang berhak menilai.

7.2.3. Pengajuan DUPAK 7.2.3.1. Pengajuan DUPAK Perekayasa Pertama – III/a sampai dengan Perekayasa Madya - IV/a adalah sebagai berikut: a. Perekayasa menyusun DUPAK beserta lampiranlampirannya, kemudian mengajukan kepada atasan langsung minimal pejabat eselon III. b. Berkas DUPAK yang telah disahkan dikirim kepada Tim Penilai Instansi/Tim Penilai Unit Kerja/Tim Penilai Provinsi/Tim Penilai Kabupaten/Kota;

7- 4

c. Tim Penilai pada butir c menilai semua bukti kegiatan, kemudian mengisi hasil penilaiannya pada DUPAK; d. Penerbitkan PAK oleh Pejabat Instansi/Unit Kerja/Propinsi/ Kabupaten/Kota yang berwewenang. 7.2.3.2. Pengajuan DUPAK Perekayasa Madya – IV/b sampai dengan Perekayasa Utama – IV/e adalah sebagai berikut: a. Perekayasa menyusun DUPAK beserta lampiranlampirannya, kemudian mengajukan kepada atasan langsung minimal Pejabat Eselon II. b. Tim Penilai Instansi/Tim Penilai Unit Kerja/ Tim Penilai Provinsi/ Tim Penilai Kabupaten/Kota melakukan pemeriksaan dan penilaian; c. Hasil penilaian butir c. beserta lampiran-lampirannya dikirim kepada Kepala BPPT selaku Kepala Instansi Pembina oleh Pejabat Pembina Kepegawaian Instansi yang bersangkutan (setingkat Eselon II) untuk dinilai Tim Penilai Pusat. d. Tim Penilai Pusat menilai semua bukti kegiatan, kemudian mengisi hasil penilaiannya pada DUPAK; e. Instansi Pembina menerbitkan PAK yang ditandatangani oleh Kepala BPPT.

7.2.4. Pejabat yang berhak mengajukan DUPAK. Sesuai Peraturan Menpan Nomor: PER/219/M.PAN/7/2008, yang berhak mengajukan DUPAK diatur sebagai berikut: Pejabat

a. Pejabat Pembina Kepegawaian setingkat eselon I atau serendahrendahnya eselon II di lingkungan instansi masing-masing kepada Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi untuk penetapan angka kredit bagi Perekayasa Madya, pangkat Pembina Tingkat I, golongan ruang IV/b sampai dengan Perekayasa Utama, Pembina Utama, golongan ruang IV/e. b. Pejabat Pembina Kepegawaian atau Pimpinan Unit Kerja yang terkait serendah- rendahnya eselon III di lingkungan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi kepada pejabat yang membidangi kepegawaian (serendah rendahnya Eselon II) untuk penetapan angka kredit Perekayasa Pertama, pangkat Penata Muda, golongan ruang III/a sampai dengan Perekayasa Madya, pangkat Pembina, golongan ruang IV/a. c. Pejabat Pembina Kepegawaian atau Pimpinan Unit Kerja serendahrendahnya eselon III di lingkungan masing-masing instansi kepada Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat, untuk penetapan angka kredit
7- 5

Perekayasa Pertama, pangkat Penata Muda, golongan ruang III/a sampai dengan Perekayasa Madya, pangkat Pembina, golongan ruang IV/a yang bekerja di lingkungan Instansi Pusat. d. Pejabat Pembina Kepegawaian atau Pimpinan Unit Kerja setingkat eselon III atau serendah-rendahnya eselon IV kepada Pejabat Pembina Kepegawaian Provinsi untuk penetapan angka kredit Perekayasa Pertama, pangkat Penata Muda, golongan ruang III/a sampai dengan Perekayasa Madya, pangkat Pembina, golongan ruang IV/a yang bekerja di lingkungan Provinsi. e. Pejabat Pembina Kepegawaian atau Pimpinan Unit Kerja setingkat eselon III atau serendah-rendahnya eselon IV kepada Pejabat Pembina Kepegawaian Kabupaten/Kota untuk penetapan angka kredit Perekayasa Pertama, pangkat Penata Muda, golongan ruang III/a sampai dengan Perekayasa Madya, pangkat Pembina, golong-an ruang IV/a yang bekerja di lingkungan Kabupaten/Kota.

7.2.5. Lampiran-lampiran DUPAK. DUPAK yang telah diisi dengan bobot angka kredit dari masing-masing butir kegiatan yang dikerjakan pejabat fungsional Perekayasa yang bersangkutan dilengkapi dengan lampiran- lampiran sebagai berikut : a. Surat pernyataan melakukan kegiatan kerekayasaan, surat pernyataan melakukan kegiatan pengembangan profesi, surat pernyataan melakukan kegiatan yang menunjang pelaksanaan tugas kerekayasaan dan surat pernyataan telah mengikuti pendidikan dan pelatihan kerekayasaan sebagaimana dimaksud pada lampiran VII, VIII, IX, dan X; b. Surat Keputusan Organisasi Fungsional / Surat Keputusan Personil atau Surat Keterangan yang setara terkait dengan posisi personil di Organisasi Fungsional yang ditanda tangani oleh Kepala unit kerja/ atasan langsung serendah-rendahnya eselon III; c. Program Manual yang di dalamnya mencakup antara lain sistem pelaporan dan jadwal rencana pelaksanaan (time schedule); d. Bukti fisik hasil kegiatan yang dilakukan seperti: ijazah/ sertifikat, karya tulis/ karya ilmiah dan bukti fisik kegiatan kerekayasaan seperti lembar kerja, lembar instruksi, lembar keputusan, technical note, technical report dll; e. Foto copy DP3 satu tahun terakhir; f. Foto copy Keputusan Pengangkatan menjadi PNS (khusus untuk pengangkatan pertama);

7- 6

g. Foto copy Keputusan Pengangkatan pertama kali dalam jabatan fungsional Perekayasa (khusus untuk kenaikan pangkat pertama kali dalam jabatan fungsional Perekayasa); h. Foto copy Kartu Pegawai Negeri Sipil (Karpeg); i. Foto copy Keputusan Kenaikan Pangkat Terakhir; j. Foto copy Keputusan Kenaikan Jabatan terakhir; k. Foto copy PAK terakhir (khusus untuk kenaikan pangkat kedua kali dan seterusnya sebagai pejabat fungsional Perekayasa); l. Ijazah terakhir yang dilegalisasi untuk pengangkatan pertama kali atau bagi yang diangkat kembali setelah tugas belajar.

7.3. Penetapan Angka Kredit (PAK )
7.3.1. Pengertian PAK adalah formulir yang memuat status angka kredit bagi pejabat fungsional perekayasa untuk dapat dipergunakan sebagai bahan kenaikan pangkat/jabatan (contoh formulir PAK lihat lampiran XI). 7.3.2. Pengisian PAK. Pengisian PAK dilakukan dengan cara sebagai berikut di bawah ini: a. Nomor diisi sesuai Kode Penomoran PAK di Instansi Penilai; b. Instansi diisi Nama Instansi Pengusul; c. Masa Penilaian diisi sesuai masa penilaian yang ada pada DUPAK; d. Keterangan Perorangan diisi data Perekayasa yang dinilai; e. PAK kolom LAMA diisi sesuai Nilai PAK terakhir f. PAK kolom BARU diisi sesuai Hasil Penilaian DUPAK; g. PAK kolom JUMLAH diisi hasil penjumlahan nilai dalam kolom LAMA dan kolom BARU; h. Rekomendasi (Butir III), diisi sesuai dengan hasil penilaian dengan mempertimbangkan persyaratan kenaikan jabatan dan atau pangkat atau persyaratan penambahan angka kredit untuk Perekayasa Inpassing atau maintenance untuk Perekayasa Utama, IV/e; i. Setiap PAK yang diterbitkan oleh masing-masing instansi harus ditembuskan kepada Instansi Pembina.

7- 7

7.3.3. Pejabat yang berwenang menetapkan PAK Sesuai Peraturan Menpan Nomor: PER/219/M.PAN/7/2008, Pejabat yang berwenang menetapkan PAK: a. Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi selaku Kepala instansi pembina Jabatan Fungsional Perekayasa atau pejabat lain setingkat Eselon I yang ditugaskan pada Instansi Pembina untuk penetapan angka kredit Perekayasa Madya, pangkat Pembina Tingkat I, golongan ruang IV/b sampai dengan Perekayasa Utama, pangkat Pembina Utama, golongan ruang IV/e untuk perekayasa di Instansi Pembina dan instansi lain; b. Pejabat yang ditunjuk di lingkungan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi yang membidangi kepegawaian (serendahrendahnya Eselon II) bagi Perekayasa Pertama, pangkat Penata Muda, golongan ruang III/a sampai dengan Perekayasa Madya, pangkat Pembina, golongan ruang IV/a di lingkungan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi; c. Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat yang bersangkutan atau pejabat lain yang ditunjuk yang membidangi kepegawaian (serendah-rendahnya Eselon II) bagi Perekayasa Pertama, pangkat Penata Muda, golongan ruang III/a sampai dengan Perekayasa Madya, pangkat Pembina, golongan ruang IV/a di lingkungan instansi masing-masing; d. Pejabat Pembina Kepegawaian Provinsi yang bersangkutan atau pejabat lain yang ditunjuk yang membidangi kepegawaian (serendah-rendahnya Eselon II) bagi Perekayasa Pertama, pangkat Penata Muda, golongan ruang III/a sampai dengan Perekayasa Madya, pangkat Pembina, golongan ruang IV/a di lingkungan instansi masing-masing; e. Pejabat Pembina Kepegawaian Kabupaten/Kota yang bersangkutan atau pejabat lain yang ditunjuk yang membidangi kepegawaian (serendah-rendahnya Eselon II) bagi Perekayasa Pertama, pangkat Penata Muda, golongan ruang III/a sampai dengan Perekayasa Madya, pangkat Pembina, golongan ruang IV/a di lingkungan masing- masing.

7- 8

BAB VIII PENILAIAN ANGKA KREDIT
8.1. Tim Penilai Perekayasa
Tim Penilai Jabatan Perekayasa terdiri dari unsur unit teknis yang membidangi kerekayasaan, kepegawaian dan Pejabat Fungsional Perekayasa. Tim Penilai secara umum dibagi menjadi 5 (lima) yaitu: 8.1.1. Tim Penilai Pusat a. Kedudukan Tim Penilai Pusat adalah Tim Penilai yang dibentuk dan ditetapkan oleh Kepala BPPT. b. Tugas Tim Penilai Pusat bertugas menilai prestasi Perekayasa Madya IV/b sampai dengan Perekayasa Utama IV/e. c. Tim Penilai Pusat berfungsi sebagai i. Pemeriksa dan penilai butir-butir kegiatan dalam DUPAK; ii. Pemeriksa keabsahan dokumen-dokumen DUPAK; iii. Penyusun PAK untuk disampaikan kepada Kepala BPPT. d. Keanggotaan Tim Penilai Pusat Keanggotaan Tim Penilai Pusat terdiri dari PNS paling kurang 7 (tujuh) orang dengan susunan sebagai berikut: i. Seorang Ketua merangkap anggota; ii. Seorang Wakil Ketua merangkap anggota; iii. Seorang Sekretraris merangkap anggota membidangi kepegawaian/kesekretariatan; dan iv. Sekurang-kurangnya 4 orang anggota. e. Persyaratan menjadi anggota Tim Penilai Pusat i. Telah mengikuti dan lulus Diklat Tim Penilai yang diselenggarakan oleh Instansi Pembina; ii. Serendah-rendahnya Pejabat Perekayasa Utama IV/d; iii. Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Perekayasa; iv. Dapat aktif melakukan penilaian; v. Pendidikan minimal S2. dari unsur yang

8-1

f. Apabila anggota Tim Penilai tidak dapat dipenuhi oleh Perekayasa, maka anggota Tim Penilai dapat diangkat dari PNS yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Perekayasa, namun sekurang-kurangnya terdapat 2 orang pejabat perekayasa. g. Masa kerja Tim Penilai 3 (tiga) tahun, dan dapat diperpanjang untuk satu kali masa jabatan berikutnya. Setelah masa jabatannya berakhir, dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan. h. Dalam hal terdapat anggota Tim Penilai Pusat yang ikut dinilai, maka Ketua Tim Penilai dapat mengangkat anggota Tim Penilai pengganti.

8.1.2. Tim Penilai Unit Kerja a. Kedudukan Tim Penilai Unit Kerja adalah Tim Penilai di lingkungan BPPT yang dibentuk dan ditetapkan oleh Kepala BPPT untuk mengusulkan dan menyusun PAK bagi Perekayasa Pertama III/a sampai dengan Perekayasa Madya IV/a. b. Tugas Tim Penilai Unit Kerja bertugas menilai prestasi Perekayasa Pertama III/a sampai dengan Perekayasa Madya IV/a di lingkungan BPPT atau di lingkungan instansi/provinsi/kabupaten/kota yang belum mempunyai tim penilai. c. Fungsi Tim Penilai Unit Kerja berfungsi sebagai: i. Pemeriksa dan penilai butir-butir kegiatan dalam DUPAK; ii. Pemeriksa dalam keabsahan dokumen-dokumen DUPAK; iii. Penyusun konsep PAK untuk disampaikan kepada Pejabat yang berwenang untuk menetapkan PAK Perekayasa Pertama III/a sampai dengan Perekayasa Madya IV/a; iv. Membantu menilai DUPAK Perekayasa Madya IV/b sampai dengan Perekayasa Utama IV/e yang akan diajukan oleh pejabat yang berwenang sebelum diajukan kepada Tim Penilai Pusat melalui Kepala BPPT sebagai Instansi Pembina. d. Keanggotaan Tim Penilai Unit Kerja Keanggotaan Tim Penilai Unit Kerja terdiri dari PNS paling kurang 7 (tujuh) orang dengan susunan sebagai berikut: i. Seorang Ketua merangkap anggota; ii. Seorang Wakil Ketua merangkap anggota;

8-2

iii. Seorang Sekretraris merangkap membidangi kepegawaian; dan iv. Sekurang-kurangnya 4 orang anggota.

anggota

dari

unsur

yang

e. Persyaratan menjadi anggota Tim Penilai Unit Kerja i. Telah mengikuti dan lulus Diklat Tim Penilai yang di selenggarakan oleh Instansi Pembina; ii. Serendah-rendahnya pejabat Perekayasa Madya IV/a; iii. Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Perekayasa; iv. Dapat aktif melakukan penilaian; v. Apabila anggota Tim Penilai tidak dapat dipenuhi oleh Perekayasa, maka anggota Tim Penilai dapat diangkat dari PNS yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Perekayasa, namun sekurang-kurangnya terdapat 2 orang pejabat perekayasa. f. Masa Kerja Tim Penilai Unit Kerja Masa kerja Tim Penilai 3 (tiga) tahun, dan dapat diperpanjang untuk satu kali masa jabatan berikutnya. Setelah masa jabatannya berakhir, dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan.

8.1.3. Tim Penilai Instansi a. Kedudukan Tim Penilai Instansi adalah Tim Penilai di lingkungan Instansi, yang dibentuk dan ditetapkan oleh Kepala Instansi untuk mengusulkan dan menyusun PAK bagi Perekayasa Pertama III/a sampai dengan Perekayasa Madya IV/a. b. Tugas Tim Penilai Instansi bertugas menilai prestasi Perekayasa Pertama III/a sampai dengan Perekayasa Madya IV/a di lingkungan instansinya. c. Fungsi Tim Penilai Instansi berfungsi sebagai: i. Pemeriksa dan penilai butir-butir kegiatan dalam DUPAK; ii. Pemeriksa keabsahan dokumen-dokumen DUPAK; iii. Penyusun konsep PAK untuk disampaikan kepada Pejabat yang berwenang menetapkan PAK Perekayasa Pertama III/a sampai dengan Perekayasa Madya IV/a;

8-3

iv. Membantu menilai DUPAK Perekayasa Madya IV/b sampai dengan Perekayasa Utama IV/e yang akan diajukan oleh pejabat yang berwenang kepada Tim Penilai Pusat melalui Kepala BPPT sebagai Instansi Pembina. d. Keanggotaan Tim Penilai Instansi Keanggotaan Tim Penilai Instansi terdiri dari PNS paling kurang 7 (tujuh) orang dengan susunan sebagai berikut: i. Seorang Ketua merangkap anggota; ii. Seorang Wakil Ketua merangkap anggota; iii. Seorang Sekretraris merangkap membidangi kepegawaian; dan iv. Sekurang-kurangnya 4 orang anggota. e. Persyaratan menjadi anggota Tim Penilai Instansi i. Telah mengikuti dan lulus Diklat Tim Penilai yang di selenggarakan oleh Instansi Pembina; ii. Serendah-rendahnya pejabat Perekayasa Madya IV/a; iii. Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Perekayasa; iv. Dapat aktif melakukan penilaian; v. Apabila anggota Tim Penilai tidak dapat dipenuhi oleh Perekayasa, maka anggota Tim Penilai dapat diangkat dari PNS yang memiliki kompetensi. f. Masa Kerja Tim Penilai Instansi Masa kerja Tim Penilai 3 (tiga) tahun, dan dapat diperpanjang untuk satu kali masa jabatan berikutnya. Setelah masa jabatannya berakhir, dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan. g. Setiap pembentukan Tim Penilai Instansi harus dilaporkan secara tertulis kepada Instansi Pembina. h. Jika pada suatu instansi belum dapat dibentuk Tim Penilai Instansi sesuai dengan persyaratan di atas, untuk penilaiannya instansi tersebut menyerahkan proses penilaiannya kepada Tim Penilai Unit Kerja. anggota dari unsur yang

8-4

8.1.4. Tim Penilai Provinsi a. Kedudukan Tim Penilai Provinsi adalah Tim Penilai di lingkungan provinsi yang dibentuk dan ditetapkan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian provinsi untuk mengusulkan dan menyusun PAK bagi Perekayasa Pertama III/a sampai dengan Perekayasa Madya IV/a. b. Tugas Tim Penilai Provinsi bertugas menilai prestasi Perekayasa Pertama III/a sampai dengan Perekayasa Madya IV/a di lingkungan provinsinya atau kabupaten/kota di wilayahnya yang belum mempunyai tim penilai. c. Fungsi Tim Penilai Provinsi berfungsi sebagai: i. Pemeriksa dan penilai butir-butir kegiatan dalam DUPAK; ii. Pemeriksa dalam keabsahan dokumen-dokumen DUPAK iii. Penyusun konsep PAK untuk disampaikan kepada Pejabat yang berwenang menetapkan PAK Perekayasa Pertama III/a sampai dengan Perekayasa Madya IV/a; iv. Membantu menilai DUPAK Perekayasa Madya IV/b sampai dengan Perekayasa Utama IV/e yang akan diajukan oleh pejabat yang berwenang kepada Tim Penilai Pusat melalui Kepala BPPT sebagai Instansi Pembina. d. Keanggotaan Tim Penilai Provinsi Keanggotaan Tim Penilai Provinsi terdiri dari PNS paling kurang 7 (tujuh) orang dengan susunan sebagai berikut: i. Seorang Ketua merangkap anggota; ii. Seorang Wakil Ketua merangkap anggota; iii. Seorang Sekretraris merangkap membidangi kepegawaian; dan iv. Sekurang-kurangnya 4 orang anggota e. Persyaratan menjadi anggota Tim Penilai Provinsi i. Telah mengikuti dan lulus Diklat Tim Penilai yang di selenggarakan oleh Instansi Pembina ii. Serendah-rendahnya pejabat Perekayasa Madya IV/a iii. Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Perekayasa; iv. Dapat aktif melakukan penilaian; anggota dari unsur yang

8-5

v. Apabila anggota Tim Penilai tidak dapat dipenuhi oleh Perekayasa, maka anggota Tim Penilai dapat diangkat dari PNS yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Perekayasa, namun sekurang-kurangnya terdapat 2 orang pejabat perekayasa. f. Masa Kerja Tim Penilai Masa kerja Tim Penilai 3 (tiga) tahun, dan dapat diperpanjang untuk satu kali masa jabatan berikutnya. Setelah masa jabatannya berakhir, dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan. g. Setiap pembentukan Tim Penilai Provinsi harus dilaporkan kepada Instansi Pembina; h. Jika pada suatu sekretariat daerah provinsi belum dapat dibentuk Tim Penilai Provinsi sesuai dengan persyaratan di atas, untuk penilaiannya diserahkan kepada Tim Penilai Unit Kerja.

8.1.5. Tim Penilai Kabupaten/Kota a. Kedudukan Tim Penilai Kabupaten/Kota adalah Tim Penilai di lingkungan Kabupaten/Kota yang dibentuk dan ditetapkan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian Kabupaten/ Kota untuk mengusulkan dan menyusun PAK bagi Perekayasa Pertama III/a sampai dengan Perekayasa Madya IV/a. b. Tugas Tim Penilai Kabupaten/Kota bertugas menilai prestasi Perekayasa Pertama III/a sampai dengan Perekayasa Madya IV/a di lingkungan Kabupaten/ Kota. c. Fungsi Tim Penilai Kabupaten/Kota berfungsi sebagai: i. Pemeriksa dan penilai butir-butir kegiatan dalam DUPAK; ii. Pemeriksa dalam keabsahan dokumen-dokumen DUPAK; iii. Penyusun konsep PAK untuk disampaikan kepada Pejabat yang berwenang menetapkan PAK Perekayasa Pertama III/a sampai dengan Perekayasa Madya IV/a; iv. Membantu menilai DUPAK Perekayasa Madya IV/b sampai dengan Perekayasa Utama IV/e yang akan diajukan oleh pejabat yang berwenang kepada Tim Penilai Pusat melalui Kepala BPPT sebagai Instansi Pembina.

8-6

d. Keanggotaan Tim Penilai Kabupaten/Kota i. Keanggotaan Tim Penilai Kabupaten/Kota terdiri dari PNS paling kurang 7 (tujuh) orang dengan susunan sebagai berikut: ii. Seorang Ketua merangkap anggota; iii. Seorang Wakil Ketua merangkap anggota; iv. Seorang Sekretraris merangkap membidangi kepegawaian; dan v. Sekurang-kurangnya 4 orang anggota. e. Persyaratan menjadi anggota Tim Penilai Kabupaten/Kota i. Telah mengikuti dan lulus Diklat Tim Penilai yang diselenggarakan oleh Instansi Pembina ii. Serendah-rendahnya pejabat Perekayasa Madya IV/a iii. Memiliki keahlian dan kemampuan untuk menilai prestasi kerja Perekayasa; iv. Dapat aktif melakukan penilaian; v. Apabila anggota Tim Penilai tidak dapat dipenuhi oleh Perekayasa, maka anggota Tim Penilai dapat diangkat dari PNS yang memiliki kompetensi untuk menilai prestasi kerja Perekayasa, namun sekurang-kurangnya terdapat 2 orang pejabat perekayasa. f. Masa Kerja Tim Penilai Masa kerja Tim Penilai 3 (tiga) tahun, dan dapat diperpanjang untuk satu kali masa jabatan berikutnya. Setelah masa jabatannya berakhir, dapat diangkat kembali setelah melampaui tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan. g. Setiap pembentukan Tim Penilai Kabupaten/Kota harus dilaporkan kepada Instansi Pembina h. Jika pada suatu sekretariat daerah Kabupaten/Kota belum dapat dibentuk Tim Penilai Kabupaten/Kota sesuai dengan persyaratan di atas, untuk penilaiannya diserahkan kepada Tim Penilai Provinsi atau Tim Penilai Unit Kerja anggota dari unsur yang

8.2. Tim Teknis
a. Apabila diperlukan, pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit dapat membentuk Tim Teknis yang anggotanya terdiri dari para ahli, baik yang berkedudukan sebagai PNS atau bukan PNS yang mempunyai kemampuan teknis yang diperlukan.

8-7

b. Tugas Pokok Tim Teknis adalah memberikan saran dan pendapat kepada Ketua Tim Penilai dalam hal memberikan penilaian atas kegiatan yang bersifat khusus atau kegiatan yang memerlukan keahlian tertentu. c. Tim Teknis menerima tugas dari dan bertanggung jawab kepada Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit.

8.3. Tata Kerja Administrasi Penilaian
8.3.1. Di Pusat a. Sekretariat Tim Penilai Pusat bertugas membantu Tim Penilai Pusat dalam hal pengelolaan administrasi kegiatan Tim Penilai Pusat. b. Sekretariat Tim Penilai Pusat meneliti kelengkapan dan keabsahan DUPAK. c. Jika ada kekurangan kelengkapan administrasi, maka sekretariat menyampaikan kepada unit pengusul untuk dilengkapi. d. Sekretariat Tim Penilai Pusat dalam melaksanakan sidang. membantu Tim Penilai Pusat

8.3.2. Di Unit Kerja (Instansi Pembina) a. Sekretariat Tim Penilai Unit Kerja bertugas membantu Tim Penilai Unit Kerja dalam hal pengelolaan administrasi kegiatan Tim Penilai Unit Kerja. b. Sekretariat Tim Penilai Unit Kerja meneliti kelengkapan dan keabsahan DUPAK. c. Jika ada kekurangan kelengkapan administrasi, maka sekretariat menyampaikan kepada unit pengusul untuk dilengkapi. d. Sekretariat Tim Penilai Unit Kerja membantu Tim Penilai Unit Kerja dalam melaksanakan sidang.

8.3.3. Di Instansi a. Sekretariat Tim Penilai Instansi bertugas membantu Tim Penilai Instansi dalam hal pengelolaan administrasi kegiatan Tim Penilai Instansi. b. Sekretariat Tim Penilai Instansi meneliti kelengkapan dan keabsahan DUPAK. c. Jika ada kekurangan kelengkapan administrasi, maka sekretariat menyampaikan kepada unit pengusul untuk dilengkapi. d. Sekretariat Tim Penilai Instansi membantu Tim Penilai Instansi dalam melaksanakan sidang.

8-8

8.3.4. Di Provinsi a. Sekretariat Tim Penilai Provinsi bertugas membantu Tim Penilai Provinsi dalam hal pengelolaan administrasi kegiatan Tim Penilai Provinsi. b. Sekretariat Tim Penilai Provinsi meneliti kelengkapan dan keabsahan DUPAK. c. Jika ada kekurangan kelengkapan administrasi, maka sekretariat menyampaikan kepada unit pengusul untuk dilengkapi. d. Sekretariat Tim Penilai Provinsi membantu Tim Penilai Provinsi dalam melaksanakan sidang. 8.3.5. Di Kabupaten/Kota a. Sekretariat Tim Penilai Kabupaten/Kota bertugas membantu Tim Penilai Kabupaten/Kota dalam hal pengelolaan administrasi kegiatan Tim Penilai Kabupaten/Kota. b. Sekretariat Tim Penilai Kabupaten/Kota meneliti kelengkapan dan keabsahan DUPAK. c. Jika ada kekurangan kelengkapan administrasi maka sekretariat menyampaikan kepada unit Pengusul untuk dilengkapi. d. Sekretariat Tim Penilai Kabupaten/Kota membantu Kabupaten/ Kota dalam melaksanakan sidang. Tim Penilai

8.4. Tata Cara Penilaian
Tata cara penilaian diatur sebagai berikut: a. Ketua Tim Penilai membagi tugas penilaian kepada anggota Tim Penilai. b. Setiap DUPAK dinilai oleh dua orang dari Tim Penilai. c. Apabila selisih hasil penilaian angka kredit kurang dari atau sama dengan 20%, maka hasil penilaian yang mempunyai nilai unsur utama lebih tinggi ditetapkan sebagai angka kredit tambahan untuk PAK baru. d. Apabila selisih hasil angka kredit lebih dari 20% maka ditunjuk penilai ketiga untuk menetapkan nilai akhir. e. Sekretaris Tim Penilai membuat PAK untuk disampaikan kepada pejabat yang berwenang untuk disahkan setelah diperiksa oleh Ketua Tim Penilai. f. Hasil Penilaian angka kredit harus dituangkan dalam Berita Acara Penilaian Angka Kredit yang ditandatangani oleh anggota Tim Penilai yang hadir. g. Untuk penilaian Perkayasa Madya IV/b sampai Perekayasa Utama IV/e, sebelum diusulkan ke Tim Penilai Pusat harus dinilai dulu dan dilampirkan draft PAK dari Tim Penilai Instansi/ Tim Penilai Unit Kerja/ Tim Penilai Provinsi/ Tim Penilai Kabupaten

8-9

BAB IX PENUTUP
9.1. Penyesuaian
9.1.1. Keputusan Pejabat yang berwenang mengangkat, memindahkan, membebaskan sementara dan memberhentikan dalam dan dari Jabatan Fungsional Perekayasa yang ditetapkan sebelum keputusan ini ditetapkan, dinyatakan tetap berlaku. 9.1.2. Pada saat peraturan ini mulai berlaku, Keputusan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Nomor 01/Kp/BPPT/I/2009 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. 9.1.3. Peraturan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

9.2. Penilaian
Untuk memberikan kesempatan bagi Perekayasa melakukan penyesuaian dengan Peraturan yang baru (PER/219/M.PAN/7/2008), maka penilaian prestasi kerja perekayasa diatur sebagai berikut : 9.2.1. Penilaian prestasi kerja perekayasa sejak tanggal juknis Nomor 01/Kp/BPPT/I/2009 ditetapkan sampai dengan 31 Desember 2009 dapat dilakukan berdasarkan Keputusan MenPAN Nomor: 24/KEP/M.PAN/2/2003 atau berdasarkan Peraturan MenPAN Nomor : PER/219/M.PAN/7/2008. 9.2.2. Penilaian prestasi kerja perekayasa sejak tanggal 01 Januari 2010 dilakukan berdasarkan Peraturan MenPAN Nomor PER/219/M.PAN/7/2008 dan Petunjuk Teknis Nomor 01/Kp/BPPT/I/2009 9.2.3. Prestasi kerja Perekayasa, baik yang aktif maupun yang dibebaskan sementara yang penilaiannya akan menggunakan Keputusan MenPAN Nomor 24/KEP/M.PAN/2/2003 sudah harus dinilaikan selambat-lambatnya tanggal 31 Desember 2009.

9.3 Inpassing
Pelaksanaan dan aturan mengenai penilaian inpassing pada jabatan fungsional perekayasa diatur tersendiri dengan Keputusan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Nomor : 02/Kp/BPPT/2009 tentang Tata Cara Inpassing Jabatan Fungsional Perekayasa.

9- 1

LAMPIRAN X

SURAT PERNYATAAN TELAH MENGIKUTI PENDIDIKAN DAN LATIHAN
Yang bertanda tangan di bawah ini Nama NIP Jabatan Unit kerja Menyatakan bahwa: Nama NIP Pangkat/golongan ruang/TMT Jabatan /golongan ruang/TMT Unit kerja : : : : : : : : : : :

Baru

Telah melakukan kegiatan Pendidikan dan Latihan sebagai berikut :
No Uraian Kegiatan Butir Kegiatan Tanggal Angka Kredit Keterangan/ Bukti Fisik

1

2

Jumlah Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

.......,

.................

Atasan langsung

...................... NIP. ...................

L-32

LAMPIRAN XI

PENETAPAN ANGKA KREDIT
Nomor : ………………………………..

Instansi: Masa penilaian : I KETERANGAN PERORANGAN Nama NIP Nomor Seri KARPEG Pangkat / Golongan Ruang / TMT Tempat dan Tanggal Lahir Jenis Kelamin Pendidikan Tertinggi Jabatan Fungsional / TMT Lama 9 Masa Kerja golongan Baru 10 Unit Kerja II PENETAPAN ANGKA KREDIT I Pendidikan Sekolah II Angka Kredit Penjenjangan A. Utama 1) Pendidikan dan Pelatihan di bidang kegiatan kerekaysaan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan & Pelatihan (STTPP) 2) Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan 3) Kegiatan Kerekayasaan 4) Pengembangan Profesi Jumlah Unsur Utama B. PENUNJANG Kegiatan Penunjang Jumlah Unsur Penunjang Jumlah Unsur Utama dan Unsur Penunjang Jumlah Pendidikan Sekolah dan Angka Kredit Penjenjangan. 1 2 3 4 5 6 7 8

s/d

LAMA

tahun . Bulan . tahun Bulan BARU

JUMLAH

DAPAT DIPERTIMBANGKAN UNTUK DINAIKKAN DALAM JABATAN …………………. / PANGKAT……………….. / TMT…………………

ASLI disampaikan dengan hormat kepada : Kepala BKN Up. Deputi Bidang Informasi Kepegawaian BKN TEMBUSAN disampaikan kepada : 1. Perekayasa yang bersangkutan; 2. Pimpinan Unit Kerja yang bersangkutan; 3. Sekretaris Tim Penilai yang bersangkutan; 4. Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit 5. Sekretariat Instansi Pembina (Pusbindiklat BPPT). 6. Kepala Biro/Bagian yang menangani Kepegawaian, . Instansi/BKD yang bersangkutan .

Ditetapkan di................................... pada tanggal....................................

NIP.............................................

L-33

LAMPIRAN I

STANDAR NOMENKLATUR UNTUK SCIENCE DAN TEKNOLOGI BERDASARKAN UNESCO TAHUN 1988 MATHEMATICS 1 Algebra 2 Analysis and functional analysis 3 Computer science 4 Geometry 5 Number theory 6 Topology ASTRONOMY & ASTROPHYSICS 1 Cosmology and cosmogony 2 Interplanetary medium 3 Optical astronomy 4 Planetology PHYSICS 1 Acoustics 2 Electro-magnetism 3 Electronics 4 Fluid (physics of) 5 Mechanics 6 Molecular physics 7 Nuclear physics 8 Nucleonic CHEMISTRY 1 Analytical chemistry 2 Biochemistry 3 Inorganic chemistry 4 Macromolecular chemistry LIFE SCIENCES 1 Animal biology (zoology) 2 Anthropology (physical) 3 Biochemistry 4 Biomathematics 5 Biometrics 6 Cell biology 7 Ethology

7 8 9 10 11

Numerical analysis Operations research Probability Statistics Other mathematical specialities

5 Radio-astronomy 6 Solar system 7 Other astronomical specialities

9 10 11 12 13 14 15

Optics Physical chemistry Solid state physics Thoeritical physics Thermodynamics Units and constants Other physical specialities

5 6 7 8

Nuclear chemistry Organic chemistry Physical chemistry Other chemical specialities

11 12 13 14 15 16 17

Immunology Insect biology (entomology) Microbiology Molecular biology Palaentology Plant biology (botany) Radiobiology
L-1

8 Genetics 9 Human biology 10 Human physiology EARTH AND SPACE SCIENCES 1 Atmospheric sciences 2 Climatology 3 Geochemistry 4 Geodesy 5 Geography 6 Hydrology 7 Meteorology AGRICULTURAL SCIENCES 1 Agricultural chemistry 2 Agricultural engineering 3 Agronomy 4 Animal husbandry 5 Fish and wildlife MEDICAL SCIENCES 1 Clinical sciences 2 Epidemiology 3 Forensic medicine 4 Occupational medicine 5 Internal medicine 6 Nutrition sciences 7 Pathology 8 Pharmacodynamics TECHNOLOGICAL SCIENCES 1 Aeronautical technology and engineering 2 Biochemical technology 3 Chemical technology and engineering 4 Computer technology 5 Construction technology 6 Electrical technology and engineering 7 Electronic technology 8 Environmental technology and engineering 9 Food technology 10 Industrial technology

18 Symbiosis 19 Virology 20 Other biological specialities

8 9 10 11 12 13

Oceanography Soil science Space science Geology Geophysics Other earth, space or environmental specialities

6 7 8 9 10

Forestry Horticulture Phytopathology Veterinary sciences Other agricultural specialities

9 10 11 12 13 14 15

Pharmacology Preventive medicine Psychiatry Public health Surgery Toxicology Other medical specialities

16 Metal products technology 17 Motor vehicle technology 18 Mining technology 19 Naval technology 20 Nuclear technology 21 Petroleum and coal technology 22 Power technology 23 Railway technology 24 Space technology 25 Telecommunications
L-2

11 Instrumentation technology 12 Materials technology 13 Mechanical engineering and technology 14 Medical technology 15 Metallurgical technology ECONOMIC SCIENCES 1 Econometrics 2 Economic accounting 3 Economic systems

technology 26 Textile technology 27 Transportation systems technology 28 Unit operations technology 29 Urban planning 30 Other technological specialities

4 Economics of technological change 5 Industrial organization and public policy 6 Organization and management of enterprises

PEDAGOGY 1 Curriculum Development POLITICAL SCIENCE 1 Policy sciences PSYCHOLOGY 1 Educational psychology 2 Evaluation and measurement in psychology SCIENCES OF ART & LETTERS 1 Architecture PHILOSOPHY 1 Philosophy of knowledge 2 General philosophy 3 Philosophical systems 4 Philosophy of science

3 Experimental psychology

5 6 7 8

Philosophy of nature Social philosophy Philosophical doctrines Other philosophical specialities

L-3

LAMPIRAN II KOMPOSISI JUMLAH ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL UNTUK KENAIKAN JABATAN DAN KENAIKAN PANGKAT PEREKAYASA PENDIDIKAN SARJANA (S1)/DIPLOMA IV
NO UNSUR PROSENTASE PERTAMA III/a I II Pendidikan Sekolah ANGKA KREDIT PENJENJANGAN A UTAMA 1 Pendidikan dan pelatihan serta memperoleh surat tanda tamat pendidikan dan pelatihan (STTPP) atau sertifikat 2 Kegiatan Kerekayasaan 3 Pengembangan Profesi Jumlah I B PENUNJANG Pendukung pelaksanaan kegiatan Pelaksanaan Tugas Perekayasaan Jumlah II Jumlah ( I + II ) 100 III/b 100 JENJANG JABATAN / GOLONGAN RUANG / ANGKA KREDIT MUDA MADYA III/c 100 III/d 100 IV/a 100 IV/b 100 IV/c 100 IV/d 100 UTAMA IV/e 100

> 80 % 40 40 80 80 160 160 240 240 348 12 360 456 24 480 564 36 600 712 48 760 50 50

< 20 %

10 50

20 100 200

40 200 300

60 300 400

90 450 550

120 600 700

150 750 850

190 950 1050 50

100%

150

L-4

LAMPIRAN III KOMPOSISI JUMLAH ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL UNTUK KENAIKAN JABATAN DAN KENAIKAN PANGKAT PEREKAYASA PENDIDIKAN PASCA SARJANA (S2)
NO UNSUR PROSENTASE PERTAMA III/b I II Pendidikan Sekolah ANGKA KREDIT PENJENJANGAN A UTAMA 1 Pendidikan dan pelatihan serta memperoleh surat tanda tamat pendidikan dan pelatihan (STTPP) atau sertifikat 2 Kegiatan Kerekayasaan 3 Pengembangan Profesi Jumlah I B PENUNJANG Pendukung pelaksanaan kegiatan Pelaksanaan Tugas Perekayasaan Jumlah II Jumlah ( I + II ) < 20 % 10 50 100% 200 30 150 300 50 250 400 80 400 550 110 550 700 140 700 850 180 900 1050 50 150 III/c 150 JENJANG JABATAN / GOLONGAN RUANG / ANGKA KREDIT MUDA MADYA III/d 150 IV/a 150 IV/b 150 IV/c 150 IV/d 150 UTAMA IV/e 150

> 80 % 40 40 120 120 200 200 308 12 320 416 24 440 524 36 560 672 48 720 50 50

L-5

LAMPIRAN IV KOMPOSISI JUMLAH ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL UNTUK KENAIKAN JABATAN DAN KENAIKAN PANGKAT PEREKAYASA PENDIDIKAN PASCASARJANA (S3)
JENJANG JABATAN / GOLONGAN RUANG / ANGKA KREDIT MADYA UTAMA III/d 200 IV/a 200 IV/b 200 IV/c 200 IV/d 200 IV/e 200

NO

UNSUR

PROSENTASE III/c

MUDA

I II

Pendidikan Sekolah ANGKA KREDIT PENJENJANGAN A UTAMA 1 Pendidikan dan pelatihan serta memperoleh surat tanda tamat pendidikan dan pelatihan (STTPP) atau sertifikat 2 Kegiatan Kerekayasaan 3 Pengembangan Profesi Jumlah I B PENUNJANG Pendukung pelaksanaan kegiatan Pelaksanaan Tugas Perekayasaan Jumlah II Jumlah ( I + II ) 100%

200

> 80 %

80

160

268 12 280

376 24 400

484 36 520

632 48 680

50

80

160

50

< 20 %

20 100 300

40 200 400

70 350 550

100 500 700

130 650 850

170 850 1050 50

L-6

LAMPIRAN V

RINCIAN KEGIATAN JABATAN FUNGSIONAL PEREKAYASA DAN ANGKA KREDITNYA
(Sesuai Lampiran I PerMenPAN Nomor PER/219/M/PAN/7/2008)

NO I

UNSUR PENDIDIKAN

SUB UNSUR A Pendidikan Sekolah dan Memperoleh Gelar/Ijazah

BUTIR KEGIATAN

SATUAN HASIL Ijazah Ijazah Ijazah Sertifikat Sertifikat Sertifikat Sertifikat Sertifikat Sertifikat Sertifikat Sertifikat

1. Doktor (S3) 2. Magister (S2) 3. Sarjana (S1) B Pendidikan dan Pelatihan 1. Lamanya lebih dari 960 jam di Bidang Kegiatan kerekayasaan 2. Lamanya 641 – 960 jam dan Memperoleh Surat Tanda 3. Lamanya 481 – 640 jam Tamat Pendidikan dan 4. Lamanya 161 – 480 jam Pelatihan (STTPP) 5. Lamanya 81 – 160 jam 6. Lamanya 31 - 80 jam 7. Lamanya 10 - 30 jam C Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan golongan III A Pelaksanakan kegiatan penelitian terapan, pengembangan, perekayasaan dan pengoperasian

ANGKA KREDIT 200 150 100 15 9 6 3 2 1 0,5 2,0

PELAKSANA Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang

II

KEGIATAN KEREKAYASAAN

1. Sebagai Staf Perekayasa (Engineering Staff)
a. Melaksanakan kegiatan Kerekayasaan 1). Melaksanakan desain konseptual (a) Menetapkan tujuan dan kebutuhan desain (Design Requirement and Objective) (b) Menyusun filosofi rancang bangun (c) Menetapkan metoda yang digunakan 2). Melaksanakan desain awal (a) Merekayasa bentuk konfigurasi (b) Mengkalkulasi kinerja awal Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Logbook per kegiatan dan Lembar kerja Lembar kerja 0,079 0,098 0,083 0,109 0,113 Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama

(c) Membuat gambar teknis (Engineering Drawing ) awal 3). Melaksanakan Desain rinci (a) Melaksanakan iterasi hasil desain awal (b) Mengoptimasi hasil desain awal (c) Melaksanakan konfigurasi desain rinci (d) Menetapkan konfigurasi 4). Melaksanakan perhitungan (a) Melaksanakan perhitungan pendekatan awal (b) Melaksanakan perhitungan analitik rinci (c) Melaksanakan komputasi numerik

0,115

Perekayasa Pertama

Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Logbook dan Lembar kerja Logbook dan Lembar kerja Logbook dan Lembar kerja

0,152 0,125 0,228 0,076 0,109 0,255 0,671

Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama

L-7

NO

UNSUR

SUB UNSUR

BUTIR KEGIATAN Doktor 5). (S3) Melaksanakan pengujian (a) Menetapkan konfigurasi pengujian (b) Membuat benda uji

SATUAN HASIL

ANGKA KREDIT 0,183 0,175

PELAKSANA Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama

Lembar kerja Benda kerja/ Lembar Kerja (Product Working sheet ) (c) Menetapkan sistem penginderaan pengujian Lembar kerja (d) Menetapkan sistem perolehan dan pengolahan data Lembar kerja (e) Melaksanakan operasi pengujian (f) Menganalisis data (g) Menginterpretasi hasil uji Logbook Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Logbook dan Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Logbook dan Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Logbook dan Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja Lembar kerja dan foto Lembar kerja dan foto Lembar kerja dan foto Lembar kerja dan foto Lembar kerja dan foto Lembar kerja Lembar kerja

0,090 0,113 0,420 0,275 0,289 0,174 0,125 0,569 0,491 0,267 0,240 0,110 0,638 0,423 0,246 0,158 0,076 0,571 0,489 0,551 0,480 0,251

Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama

6). Melaksanakan explorasi (a) Menetapkan instrumentasi explorasi (b) Menetapkan sasaran explorasi (c) Melaksanakan explorasi (d) Menganalisis data explorasi (e) Menginterpretasi hasil explorasi 7). Melaksanakan observasi (a) Menetapkan instrumentasi observasi (b) Menetapkan sasaran observasi (c) Melaksanakan observasi (d) Menganalisis data observasi (e) Menginterpretasi hasil observasi 8). Melaksanakan pengukuran (a) Menetapkan instrumentasi pengukuran (b) Menetapkan sasaran pengukuran (c) Melaksanakan pengukuran (d) Menganalisis data pengukuran (e) Menginterpretasi hasil pengukuran 9). Melaksanakan modifikasi produk (a) Melaksanakan repair (perbaikan) produk (b) Melaksanakan modifikasi produk 10). Melaksanakan perawatan produk (a) Melaksanakan perawatan rutin (harian) produk (b) Melaksanakan perawatan berkala produk (c) Melaksanakan perbaikan menyeluruh (over haul ) produk 11). Melaksanakan studi kelayakan sistem teknologi (a) Menetapkan parameter kelayakan (b) Melaksanakan penyelidikan kesesuaian dengan paramater kelayakan

0,057 0,136 0,336

Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama

0,123 0,315

Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama

L-8

NO

UNSUR

SUB UNSUR

BUTIR KEGIATAN

SATUAN HASIL

ANGKA KREDIT 0,145 0,301 2,000

PELAKSANA

Doktor (S3) 12). Melaksanakan studi banding sistem teknologi (a) Menetapkan acuan studi banding Lembar kerja (b) Melaksanakan perbandingan kinerja suatu teknologi Lembar kerja b Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya Surat Keputusan

Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama

2. Sebagai Ketua Sub Kelompok (Leader)
a Memberikan supervisi kepada para Engineering Staff dalam: 1). Melaksanakan desain konseptual/ awal (a) Memberikan beberapa alternatif metoda desain (b) Menetapkan metoda kalkulasi (c) Menilai hasil desain awal 2). Melaksanakan desain rinci (a) Memberikan metoda optimasi (b) Mensintesiskan hasil desain awal menjadi desain rinci (c) Memberikan metoda iterasi desain 3). Melaksanakan perhitungan (a) Melaksanakan penurunan persamaan matematik/modelling (b) Melaksanakan deskritisasi persamaan (c) Memberikan metoda pemecahan persamaan 4). Melaksanakan Pengujian (a) Menyajikan beberapa alternatif jenis peralatan pengujian (b) Menentukan peralatan perolehan data (c) Menentukan peralatan pengolah data (d) Memberikan metoda dan strategi pengujian (e) Memberikan metoda interpretasi hasil pengujian 5). Melaksanakan explorasi (a) Melaksanakan pemilihan dan penetapan sasaran explorasi (b) Menetapkan metoda explorasi (c) Melaksanakan penurunan hasil explorasi menjadi model matematika Lembar Instruksi Teknik Lembar Instruksi Teknik Lembar kerja 0,256 0,171 0,241 Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda

Lembar Instruksi Teknik Lembar Instruksi Teknik Lembar kerja Lembar Instruksi Teknik Lembar kerja Lembar Instruksi Teknik Lembar kerja Lembar kerja Lembar Instruksi Teknik Lembar Instruksi Teknik Lembar Instruksi Teknik Lembar Instruksi Teknik Lembar Instruksi Teknik Lembar Instruksi Teknik

0,820 0,218 0,602 0,174 0,354 0,419

Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda

0,425 0,369 0,190

Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda

0,206 0,209 0,206 0,200 0,200

Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda

L-9

NO

UNSUR

SUB UNSUR

BUTIR KEGIATAN Doktor (S3) 6). Melaksanakan observasi (a) Melaksanakan pemilihan dan penetapan sasaran observasi (b) Menetapkan metoda observasi (c) Melaksanakan penurunan hasil observasi menjadi model matematika 7). Melaksanakan pengukuran (a) Melaksanakan pemilihan dan penetapan sasaran pengukuran (b) Menetapkan metoda pengukuran (c) Melaksanakan penurunan hasil pengukuran menjadi model matematika 8). Melaksanakan modifikasi produk (a) Memberikan metoda modifikasi produk (b) Memberikan metoda perbaikan (repair ) produk 9). Melaksanakan perawatan produk (a) Memberikan metoda perawatan produk (b) Memberikan metoda perbaikan menyeluruh (over haul ) produk 10). Melaksanakan studi kelayakan sistem teknologi (a) Menetapkan persyaratan kelayakan

SATUAN HASIL Lembar Instruksi Teknik Lembar Instruksi Teknik Lembar kerja

ANGKA KREDIT 0,192 0,175 0,392

PELAKSANA Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda

Lembar Instruksi Teknik Lembar Instruksi Teknik Lembar kerja

0,400 0,249 0,343

Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda

Lembar Instruksi Teknik Lembar Instruksi Teknik Lembar Instruksi Teknik Lembar Instruksi Teknik

0,245 0,314

Perekayasa Muda Perekayasa Muda

0,248 0,215

Perekayasa Muda Perekayasa Muda

Lembar Instruksi Teknik (b) Melaksanakan pemilihan parameter kelayakan Lembar Instruksi Teknik (c) Menetapkan model yang akan dipakai sebagai Lembar Instruksi acuan Teknik 11). Menetapkan acuan banding Lembar Instruksi Teknik b Menyelenggarakan pertemuan dan memimpin diskusi dengan Lembar Keputusan para Staf Perekayasa (Engineering Staff ) tentang pekerjaan (decission sheet ) mereka c Memberikan presentasi hasil kegiatannya dalam pertemuan berkala yang diselenggarakan dan dipimpin oleh Ketua Kelompok (Group Leader ) 1). Mempersiapkan bahan presentasi laporan hasil kegiatan Materi presentasi Paket Kerja (Work Package ) yang dipimpinnya 2). Memberikan presentasi hasil kegiatan di hadapan Ketua Materi presentasi Kelompok (Group Leader ) secara berkala (Pemaparan, diskusi, dan penyimpulan hasil) d Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau Surat Keputusan berbahaya

0,221 0,247 0,269 0,240 0,068

Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda

0,180

Perekayasa Muda

0,067

Perekayasa Muda

2,000

Perekayasa Pertama/Muda

L-10

NO

UNSUR

SUB UNSUR Doktor (S3)

BUTIR KEGIATAN

SATUAN HASIL

ANGKA KREDIT

PELAKSANA

3. Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader)
a Mengkombinasikan hasil-hasil dari seluruh Paket Pekerjaan ( WP) yang berada di bawahnya dalam kelompok keilmuan/keahliannya 1). Melaksanakan sub-integrasi produk struktur rincian kerja (WBS) untuk masalah disain 2). Melaksanakan sub-integrasi produk struktur rincian kerja (WBS) untuk masalah testing 3). Melaksanakan sub-integrasi produk s truktur rincian kerja (WBS) untuk masalah explorasi 4). Melaksanakan sub-integrasi produk struktur rincian kerja (WBS) untuk masalah observasi 5). Melaksanakan sub-integrasi produk WBS untuk masalah pengukuran 6). Melaksanakan sub-integrasi produk struktur rincian kerja (WBS) untuk masalah modifikasi 7). Melaksanakan sub-integrasi produk struktur rincian kerja (WBS) untuk masalah perawatan Mendiskusikan kualitas capaian dari segi teknis dengan melakukan iterasi teknis diantara kelompok (group ) yang terkait Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu, pendanaan, dan pengadaan barang sesuai dengan struktur rincian kerja (WBS)- nya dengan melakukan iterasi yang terkait dengan ketersediaan aliran pendanaan Membuat perencanaan kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain bersama Manajer Program (Program Manager ) Mengusulkan pengadaan barang dan spesifikasinya kepada Manajer Program (Program Manager ) Memberikan presentasi hasil kegiatannya dalam pertemuan secara berkala yang diselenggarakan dan dipimpin oleh Program Director dan dihadiri oleh Insinyur Kepala (Chief Engineer ) dan Manajer Program (Program manager ) 1). Mempersiapkan materi presentasi laporan hasil kegiatan struktur rincian kerja (WBS ) yang dipimpinnya 2). Memberikan presentasi hasil kegiatan di hadapan Kepala Program (Program Director ) secara berkala (paparan, diskusi dan kesimpulan) Lembar kerja/ Lembar Instruksi Lembar kerja/ Lembar Instruksi Lembar kerja/ Lembar Instruksi Lembar kerja/ Lembar Instruksi Lembar kerja/ Lembar Instruksi Lembar kerja/ Lembar Instruksi Lembar kerja/ Lembar Instruksi Lembar Keputusan (decission sheet ) Lembar Keputusan (decission sheet ) 0,525 0,420 0,420 0,420 0,420 0,525 0,390 1,200 Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya

b

c

0,330

Perekayasa Madya

d e f

Kontrak kerjasama Lembar Usulan spesifikasi teknis

0,428 0,400

Perekayasa Madya Perekayasa Madya

Materi presentasi Materi presentasi

0,600 0,120

Perekayasa Madya Perekayasa Madya

g Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya

Surat Keputusan

2,000

Perekayasa Muda/Madya

L-11

NO

UNSUR

SUB UNSUR

BUTIR KEGIATAN (S3) 4. Doktor Asisten Manajer Program (Assistant Program Manager) a Membuat perencanaan jadwal pelaksanaan kegiatan dan pendanaan bersama dengan Manajer Program (Program Manager). 1). Mengusulkan metoda pengendalian proyek, dan sejenisnya untuk penjadwalan dan pengendalian program 2). Mengusulkan rencana pendanaan yang telah dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait. b Menyiapkan draft kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain bersama Manajer Program (Program Manager ) c Mengusulkan pengadaan barang melalui Pengelola anggaran sesuai dengan spesifikasi yang diusulkan Ketua Kelompok (Group Leader ) bersama Manajer Program (Program Manager )

SATUAN HASIL

ANGKA KREDIT

PELAKSANA

Lembar Kerja

0,140

Perekayasa Muda

Lembar kerja Draft kontrak Lembar kerja

0,160 0,239 0,180

Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda

d Melaksanakan evaluasi berkala dengan para Ketua Kelompok (Group Leader ) bersama Manajer Program (Program Manager ) 1). Melakukan penyesuaian jadwal kegiatan terhadap Lembar kerja kondisi pendanaan yang berjalan, mendiskusikan dampak kesesuaian pendanaan yang baru terhadap produk kerja 2). Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu pengadaan barang e Memantau jalannya program ditinjau dari segi waktu dan dana 1). Melaksanakan Pemantauan dan Pengendalian Kemajuan Kegiatan (PCM ) bersama Manajer Program (Program Manager ) 2). Menyusun draft laporan kemajuan program dari segi waktu dan dana f Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya Draft PCM report Lembar kerja

0,167

Perekayasa Muda

0,164

Perekayasa Muda

0,565

Perekayasa Muda

Draft Laporan Surat Keputusan

0,100 2,000

Perekayasa Muda Perekayasa Muda

5. Manajer Program (Program Manager)
a Membuat perencanaan jadwal pelaksanaan kegiatan dan pendanaan. 1). Merencanakan jadwal pendanaan program yang telah ditetapkan (a) Memberikan metoda pengendalian proyek, dan sejenisnya untuk penjadwalan dan pengendalian program Membuat rencana pendanaan yang telah dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait. Lembar Instruksi Teknik Lembar kerja 0,325 Perekayasa Madya

(b)

0,359

Perekayasa Madya

L-12

NO

UNSUR

SUB UNSUR

BUTIR KEGIATAN Doktor (S3) b Menetapkan kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain c Mengusulkan pengadaan barang melalui Pengelola anggaran sesuai dengan spesifikasi yang diusulkan Ketua Kelompok (Group Leader ) d Melaksanakan evaluasi berkala dengan para Group Leader 1). melakukan penyesuaian jadwal kegiatan terhadap kondisi pendanaan yang berjalan, mendiskusikan dampak kesesuaian pendanaan yang baru terhadap produk kerja 2). Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu pengadaan barang e Memantau jalannya program ditinjau dari segi waktu dan dana 1). Melaksanakan Pemantauan dan Pengendalian Kemajuan Kegiatan (PCM) 2). Menyusun Laporan kemajuan program dari segi waktu dan dana

SATUAN HASIL Kontrak kerjasama Lembar kerja

ANGKA KREDIT 0,478 0,360

PELAKSANA Perekayasa Madya Perekayasa Madya

Lembar Keputusan (decission sheet )

0,334

Perekayasa Madya

Lembar Keputusan (decission sheet )

0,328

Perekayasa Madya

PCM Report Materi presentasi

0,810 0,240 0,120

Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya

3). Mempresentasikan laporan kemajuan program dari segi materi presentasi waktu dan dana di hadapan Kepala Program (Program Director ) secara berkala f Membentuk Organisasi Fungsional Program bersama Kepala Lembar Keputusan Program (Program Director ) dan Insinyur Kepala (Chief (decission sheet ) Engineer ) g Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya Surat Keputusan

0,800

Perekayasa Madya

2,000

Perekayasa Madya

6. Asisten Insinyur Kepala (Asistant Chief Engineer)
a Menyiapkan draft Engineering/ Test/ Production manual 1). Menyiapkan draft buku acuan kerekayasaan (Engineering Manual ) Engineering Manual 1,080 0,930 1,500 0,300 0,300 0,240 1,350 2,000 Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya

2). Menyiapkan draft buku acuan pengujian (Test Manual ) Testing Manual 3). Menyiapkan draft buku acuan produksi (Production Production Manual Manual ) b Mengusulkan personil yang sesuai serta klarifikasi dan sandi kerja (job code ) c Mengusulkan rencana waktu keterlibatan personil dalam tiap prorgram d Menyiapkan pertemuan dalam rangka koordinasi kerja e Memantau pelaksanaan program bersama Insinyur Kepala (Chief Engineer ) f Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya Lembar Kerja Lembar Kerja Lembar Kerja Lembar Kerja Surat Keputusan

L-13

NO

UNSUR

SUB UNSUR

BUTIR KEGIATAN (S3) 7. Doktor Insinyur Kepala (Chief Engineer)

SATUAN HASIL

ANGKA KREDIT 0,800

PELAKSANA

a Membentuk Organisasi Program bersama Kepala Program Lembar Keputusan (Program Director ) dan Manajer Program (Program Manager ) (decission sheet ) b Membuat perencanaan SDM yang sesuai kebutuhan, berkoordinasi dengan para Kepala Unit Struktural yang terlibat dalam program 1). Merencanakan waktu keterlibatan personil dalam tiap program 2). Mendiskusikan dan menetapkan Sumber Daya Manusia yang terlibat dalam program dengan para Kepala Unit Struktural Lembar Kerja Draft SK Tim Kerja

Perekayasa Utama

0,960 0,610

Perekayasa Utama Perekayasa Utama

c Mengevaluasi dan menyetujui usulan spesifikasi teknis barang Lembar Keputusan yang diusulkan Ketua Kelompok (Group Leader ) (decission sheet ) d Mengintegrasikan hasil-hasil dari seluruh WBS ditinjau dari kualitas teknik pemenuhan Design, Requirement, and Objective (DR&O) 1). Memberikan supervisi teknis untuk penyelarasan kinerja secara rutin 2). Memberikan saran perbaikan, alternatif teknik yang lain pada pertemuan diskusi dengan para Ketua Kelompok (Group Leader )secara bersama atau sendiri-sendiri, untuk mendiskusikan hasil - hasil program secara berkala 3). Melakukan optimasi desain (trade-off ) terhadap kondisi batas yang masih bisa dinegosiasi diantara struktur rincian kerja (WBS ) dan prioritasi hasil-hasil struktur rincian kerja (WBS ) untuk mendapatkan produk akhir yang paling sesuai pada akhir tahun anggaran e Mempresentasikan hasil kegiatan secara teknis di hadapan kepala program secara berkala f Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya Lembar Instruksi Teknik Lembar Keputusan (decission sheet )

0,733

Perekayasa Utama

0,473 0,400

Perekayasa Utama Perekayasa Utama

Lembar Keputusan (decission sheet )

0,573

Perekayasa Utama

Materi presentasi Surat Keputusan

0,207 2,000

Perekayasa Utama Perekayasa Madya

8. Kepala Program (Program Director )
a Melakukan perencanaan program bersama Pengelola Program (Program Manager ) dan Insinyur Kepala (Chief Engineer ) membentuk organisasi program, menentukan jumlah struktur rincian kerja (WBS ) dan jumlah paket pekerjaan (WP) untuk setiap struktur rincian kerja (WBS ) Lembar Kerja 1,100 Perekayasa Utama

L-14

NO

UNSUR

SUB UNSUR

BUTIR KEGIATAN Doktor (S3) b Mengangkat personil-personil yang terlibat dalam program serta pejabat-pejabat fungsional atas usulan Insinyur Kepala (Chief Engineer ), dan Program Manajer (Program Manager )

SATUAN HASIL Surat Keputusan

ANGKA KREDIT 1,540

PELAKSANA Perekayasa Utama

c Mendiskusikan jalannya program ditinjau dari segi teknik Lembar Keputusan ketepatan waktu dan pendanaan secara berkala bersama para (decission sheet ) Ketua Kelompok (Group Leader ), Program Manajer (Program Manager ) dan Insinyur Kepala (Chief Engineer ) d Memantau jalannya program 1). Memberikan saran-saran pada setiap fasa penelaahan program (program review ): tahap persiapan (Preliminary ), tahap rinci (Detail ), tahap kritis (Critical ) dan tahap akhir (Final ) 2). Melaporkan jalannya program serta mempertanggung jawabkan hasil program kepada kepala unit struktural (pimpinan terkait) yang memberi pekerjaan secara berkala e Mensosialisasikan hasil program kepada para Stakeholders terkait untuk dilakukan Uji Operasional dan Evaluasi 1). Memberikan presentasi mengenai program berjalan 2). Memperagakan hasil-hasil program Materi presentasi Benda kerja/ Lembar benda Kerja (Product Working sheet ) Dokumen HAKI Surat Keputusan Lembar Instruksi Teknik

0,384

Perekayasa Utama

0,473

Perekayasa Utama

Materi presentasi

0,220

Perekayasa Utama

0,304 0,431

Perekayasa Utama Perekayasa Utama

f Mempresentasikan serta mempertahankan usulan Hak Atas Kekayaan Inteletual di hadapan yang berwenang g Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya B. Pelaksanakan penyusunan Pedoman dan Pembuatan Laporan dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan 1. Penyusunan Pedoman Pelaksanaan Program (Program Manual ) a. Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer ) mempersiapkan buku acuan program (Program Manual ) b. Sebagai Manajer Program (Program Manager ) memeriksa buku acuan program (Program Manual ) c. Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui buku acuan program (Program Manual ) 2. Menyusun Pedoman Pelaksanaan Desain (Design Manual ) yang terdiri dari Design, Requirement, and Objective (DR&O) , State of The Art Method , Mean of Compliance , Engineering Drawing and Documentation, Design Scheduling a. Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader) mempersiapkan buku acuan desain (Design Manual)

0,577 2,000

Perekayasa Utama Perekayasa Utama

Program Manual Program Manual Program Manual

2,640 1,980 2,640

Perekayasa Utama Perekayasa Madya Perekayasa Utama

Design Manual

0,990

Perekayasa Madya

L-15

NO

UNSUR

SUB UNSUR

BUTIR KEGIATAN

SATUAN HASIL

Doktor (S3) Insinyur Kepala (Chief Engineer ) memeriksa buku b. Sebagai Design Manual acuan desain (Design Manual ) c. Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui buku Design Manual acuan desain (Design Manual ) 3. Menyusun Pedoman Pelaksanaan Kerekayasaan/ Pengujian/ Produksi (Engineering/ Test/ Production Manual ) a. Menyusun Engineering Manua l yang terdiri dari test objective, test method, parameter definition, instrument system, test article system, test operation, data analysis, integration, and deploy system, engineering test scheduling 1). Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader ) Engineering mempersiapkan buku acuan kerekayasaan (Engineering Manual Manual ) 2). Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) memeriksa buku acuan kerekayasaan (Engineering Manual ) Engineering Manual

ANGKA KREDIT 1,760 1,100

PELAKSANA Perakayasa Utama Perekayasa Utama

0,990

Perekayasa Madya

1,760

Perekayasa Utama

3). Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui Engineering buku acuan kerekayasaan (Engineering Manual ) Manual b. Menyusun buku acuan pengujian (Test manual ) 1). Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader ) mempersiapkan buku acuan pengujian (Test Manual ) 2). Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer ) memeriksa buku acuan pengujian (Test Manual ) Test manual

1,100

Perekayasa Utama

0,990

Perekayasa Madya

Test manual

1,760 1,100

Perekayasa Utama Perekayasa Utama

3). Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui Test manual buku acuan pengujian (Test Manual ) c. Menyusun Production manual yang terdiri dari production method, production scheduling, sub assembly, small assembly, product integration, product scheduling 1). Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader ) mempersiapkan buku acuan produksi (Production Manual ) 2). Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) memeriksa buku acuan produksi (Production Manual ) Production Manual

0,990

Perekayasa Madya

Production Manual

1,760

Perekayasa Utama

3). Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui Production Manual buku acuan produksi (Production Manual )

1,100

Perekayasa Utama

L-16

NO

UNSUR

SUB UNSUR

BUTIR KEGIATAN Doktor (S3) 4. Menyusun catatan teknis (Technical Notes) , yaitu menuliskan hasil-hasil kerja dari setiap staf Perekayasa (Engineering Staff) setiap saat dari kegiatan yang dilakukan a. Sebagai Staf Perekayasa (Engineering Staff ) mempersiapkan catatan teknis (TN ) b. Sebagai Ketua Sub Kelompok (Leader ) memeriksa catatan tenis (TN )

SATUAN HASIL

ANGKA KREDIT

PELAKSANA

Technical Notes Technical Notes

0,107 0,190 0,518

Perekayasa Pertama Perekayasa Muda Perekayasa Madya

c. Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader ) menyetujui catatan Technical Notes teknis (TN ) 5. Menyusun Laporan Teknis (Technical Report) a tau revisi laporan teknis (Technical Memorandum) yang merupakan hasil dari kegiatan leader dengan acuan laporan teknis (Technical Report ) dari para staf Perekayasa (Engineering Staff ) yang terlibat a. Sebagai Ketua Kelompok (Leader) mempersiapkan Laporan Teknis (Technical Report ) atau revisi laporan teknis (Technical Memorandum ) b. Sebagai Ketua Sub Kelompok (Group Leader) memeriksa Laporan Teknis (Technical Report ) atau revisi laporan teknis (Technical Memorandum ) c. Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) menyetujui Laporan Teknis (Technical Report ) atau revisi laporan teknis (Technical Memorandum ) 6. Menyusun dokumen teknis (Technical Document ) yang merupakan hasil kerja Ketua Sub Kelompok (Group Leader ) yang merupakan rangkuman hasil-hasil Paket Pekerjaan (WP) yang terkait dengan acuan laporan teknis (Technical Report ) yang dihasilkan a. Sebagai Ketua Sub Kelompok (Group Leader ) mempersiapkan dokumen teknis (Technical Document ) b. Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer )memeriksa dokumen teknis (Technical Document ) c. Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui dokumen teknis (Technical Document ) 7. Membuat Program Document yang merupakan integrasi hasilhasil kerja setiap Group Leader yang terlibat dengan acuan pada seluruh Technical Document yang dihasilkan a. Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) mempersiapkan (Program Document ) b. Sebagai Manajer Program (Program Manager ) memeriksa laporan akhir program (Program Document ) c. Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui laporan akhir program (Program Document ) Technical Report/ Memorandum Technical Report/ Memorandum Technical Report/ Memorandum

0,367

Perekayasa Muda

0,525

Perekayasa Madya

0,613

Perekayasa Utama

Technical Document Technical Document Technical Document

0,769 0,493 2,089

Perekayasa Madya Perekayasa Utama Perekayasa Utama

Program Document Program Document Program Document

3,300 2,475 3,300

Perekayasa Utama Perekayasa Madya Perekayasa Utama

L-17

NO

UNSUR

SUB UNSUR

BUTIR KEGIATAN Doktor (S3) 8. Menyusun laporan pemantauan dan pengendalian kemajuan kegiatan (Progress Control and Monitoring ), yaitu membukukan dan merangkum hasil kerja Manajer Program (Program Manager ) dan Asisten Manajer Program (Asisten Program Manager ) dalam bentuk dokumen yang meliputi evaluasi program terhadap dana serta perubahan-perubahannya a. Sebagai Manajer Program (Program Manager ) mempersiapkan laporan pemantauan dan pengendalian kemajuan kegiatan (Progress Control and Monitoring ) b. Sebagai Manajer Program (Program Manager ) memeriksa laporan pemantauan dan pengendalian kemajuan kegiatan (Progress Control and Monitoring )

SATUAN HASIL

ANGKA KREDIT

PELAKSANA

Progress Control and Monitoring Progress Control and Monitoring

1,320

Perekayasa Madya

0,330

Perekayasa Madya

III

PENGEMBANGAN PROFESI

A. Penyebarluasan produk Teknologi Sesuai dengan Tugas dalam Program yang Sedang Berjalan

c. Sebagai Kepala Program menyetujui laporan pemantauan dan Progress Control pengendalian kemajuan kegiatan (Progress Control and and Monitoring Monitoring ) 9. Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau Surat Keputusan berbahaya 1. Membuat karya tulis di bidang kerekayasaan a. Dalam bentuk buku yang dipublikasikan internasional b. Dalam bentuk buku yang dipublikasikan nasional c. Dalam bentuk makalah di majalah ilmiah internasional Buku Buku Makalah

2,200

Perekayasa Utama

2,000

Perekayasa Utama

15 10 12,5 6 1 10 5 5

Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Perekayasa Madya dan Perekayasa Utama Semua Jenjang

d. Dalam bentuk makalah di majalah dan media masa nasional Makalah yang diakui instansi pembina e. Dalam bentuk makalah yang dipresentasikan pada pertemuan Makalah ilmiah yang tidak dipublikasikan B. Pendayagunaan produk Teknologi 1. Mendayagunakan produk teknologi yang memperoleh HAKI (kecuali merk) 2. Mendayagunakan produk teknologi terjual & memperoleh royalti Dokumen Dokumen Dokumen

C. Penyusunan Petunjuk Pelaksanaan, Menyusun Petunjuk Pelaksanaan, Petunjuk Teknis Pengelolaan Petunjuk Teknis Pengelolaan Kegiatan Kerekayasaan Kegiatan Kerekayasaan D. Perolehan Sertifikat Profesi Memperoleh sertifikat profesional di bidang kerekayasaan (dinilai 1x per jenis) E. Penerjemahan/Penyaduran Buku dan Bahan Lain di Bidang Kerekayasaan 1. Menerjemahkan/menyadur di bidang kerekayasaan yang dipublikasikan: a. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh lembaga yang berwenang

Sertifikat

3

Tiap buku Tiap buku

2 1

Semua Jenjang Semua Jenjang

L-18

NO

UNSUR

SUB UNSUR

BUTIR KEGIATAN Doktor (S3) 2. Menerjemahkan/menyadur di bidang teknologi yang tidak dipublikasikan : a. Dalam bentuk buku b. Dalam bentuk makalah

SATUAN HASIL

ANGKA KREDIT

PELAKSANA

Tiap buku Tiap buku Surat Tugas Surat Tugas Dokumen Sertifikat Sertifikat Sertifikat

1 0,5 0.04 2 0,5 3 2 1 1 0,75 0,5 0,04

Semua Jenjang Semua Jenjang Perekayasa Madya dan Perekayasa Utama Perekayasa Madya dan Perekayasa Utama Perekayasa Madya dan Perekayasa Utama Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang

IV.

KEGIATAN PENUNJANG

A. Pengajar/Pelatih di Bidang Kerekayasaan

B. Peran serta dalam Seminar/ Lokakarya/ Konferensi di bidang kerekayasaan C. Keanggotaan dalam Organisasi Profesi di bidang Kerekayasaan

1. Mengajar/melatih Diklat, per 2 Jam Pelajaran 2. Membimbing siswa 3. Menyusun kurikulum/buku/diktat/modul berkaitan dengan pelatihan kegiatan kerekayasaan 1. Pemrasaran 2. Moderator/pembahas/narasumber 3. Peserta Berperan aktif sebagai anggota organisasi profesi, setiap tahun a. Internasional b. Nasional c. Daerah Propinsi/Kabupaten/Kota/Departemen/LPND Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Fungsional Perekayasa secara aktif, setiap DUPAK

Surat Keputusan Surat Keputusan PAK

Semua Jenjang Semua Jenjang Perekayasa Madya dan Perekayasa Utama Semua Jenjang

D. Keanggotaan dalam Tim Penilai

Menjadi anggota Mitra Bestari (Peer Review ), setiap Surat Keputusan E. Perolehan Penghargaan/Tanda Jasa 1. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya a. 10 Tahun b. 20 Tahun c. 30 Tahun 2. Satyalancana Pembangunan 3. Satyalancana Wirakarya 4. Bintang Jasa 5. Bintang Mahaputera. F. Perolehan Gelar Kesarjanaan 1. Memperoleh gelar kehormatan akademis, setiap gelar lainnya 2. Memperoleh gelar kesarjanaan lainnya a. Pasca Sarjana ( S-2 ) b. Doktor ( S-3 )

Surat Keputusan

2

Tanda Jasa Tanda Jasa Tanda Jasa Tanda Jasa Tanda Jasa Tanda Jasa Tanda Jasa Penghargaan Ijazah Ijazah

1 2 3 4 4 6 8 15 10 15

Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang Semua Jenjang

L-19

LAMPIRAN VI DAFTAR USUL PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL PEREKAYASA Nomor : .

INSTANSI :

Masa Penilaian : Bulan Tahun s/d Bulan Tahun

I
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

KETERANGAN PERORANGAN
Nama NIP Nomor Seri Kartu Pegawai Tempat dan Tanggal Lahir Jenis Kelamin Pendidikan Yang Diperhitungka Angka Kreditnya Pangkat / Golongan Ruang / TMT Jabatan Fungsional / TMT Masa Kerja Golongan Lama Masa Kerja Golongan Baru Unit Kerja
Baru

tahun tahun

bulan bulan

II
NO
1

UNSUR YANG DINILAI
ANGKA KREDIT MENURUT

UNSUR, SUB UNSUR, BUTIR KEGIATAN
2

INSTANSI PENGUSUL LAMA
3

TIM PENILAI BARU
7

BARU JUMLAH LAMA
4 5 6

JUMLAH
8

I PENDIDIKAN A Pendidikan Sekolah dan Memperoleh Gelar/Ijazah 1. Doktor (S3) 2. Magister (S2) 3. Sarjana (S1) B Pendidikan dan Pelatihan di Bidang Kegiatan kerekayasaan dan Memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) 1. Lamanya lebih dari 960 jam 2. Lamanya 641 – 960 jam 3. Lamanya 481 – 640 jam 4. Lamanya 161 – 480 jam 5. Lamanya 81 – 160 jam 6. Lamanya 31 - 80 jam 7. Lamanya 10 - 30 jam C Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan golongan III II KEGIATAN KEREKAYASAAN Pelaksanakan kegiatan penelitian terapan, pengembangan, A perekayasaan dan pengoperasian 1. Sebagai Staf Perekayasa (Engineering Staff ) a. Melaksanakan kegiatan Kerekayasaan 1). Melaksanakan desain konseptual (a) Menetapkan tujuan dan kebutuhan desain (Design Requirement and Objective) (b) Menyusun filosofi rancang bangun (c) Menetapkan metoda yang digunakan 2). Melaksanakan desain awal (a) Merekayasa bentuk konfigurasi (b) Mengkalkulasi kinerja awal (c) Membuat gambar teknis (Engineering Drawing ) awal 3). Melaksanakan Desain rinci (a) Melaksanakan iterasi hasil desain awal (b) Mengoptimasi hasil desain awal (c) Melaksanakan konfigurasi desain rinci (d) Menetapkan konfigurasi 4). Melaksanakan perhitungan (a) Melaksanakan perhitungan pendekatan awal (b) Melaksanakan perhitungan analitik rinci (c) Melaksanakan komputasi numerik

L-20

5). Melaksanakan pengujian (a) Menetapkan konfigurasi pengujian (b) Membuat benda uji (c) Menetapkan sistem penginderaan pengujian (d) Menetapkan sistem perolehan dan pengolahan data (e) Melaksanakan operasi pengujian ( f) Menganalisis data (g) Menginterpretasi hasil uji 6). Melaksanakan explorasi (a) Menetapkan instrumentasi explorasi (b) Menetapkan sasaran explorasi (c) Melaksanakan explorasi (d) Menganalisis data explorasi (e) Menginterpretasi hasil explorasi 7). Melaksanakan observasi (a) Menetapkan instrumentasi observasi (b) Menetapkan sasaran observasi (c) Melaksanakan observasi (d) Menganalisis data observasi (e) Menginterpretasi hasil observasi 8). Melaksanakan pengukuran (a) Menetapkan instrumentasi pengukuran (b) Menetapkan sasaran pengukuran (c) Melaksanakan pengukuran (d) Menganalisis data pengukuran (e) Menginterpretasi hasil pengukuran 9). Melaksanakan modifikasi produk (a) Melaksanakan repair (perbaikan) produk (b) Melaksanakan modifikasi produk 10) Melaksanakan perawatan produk (a) Melaksanakan perawatan rutin (harian) produk (b) Melaksanakan perawatan berkala produk (c) Melaksanakan perbaikan menyeluruh (over haul ) produk 11) Melaksanakan studi kelayakan sistem teknologi (a) Menetapkan parameter kelayakan (b) Melaksanakan penyelidikan kesesuaian dengan paramater kelayakan 12) Melaksanakan studi banding sistem teknologi (a) Menetapkan acuan studi banding (b) Melaksanakan perbandingan kinerja suatu teknologi b Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya 2. Sebagai Ketua Sub Kelompok (Leader) a Memberikan supervisi kepada para Engineering Staff dalam: 1). Melaksanakan desain konseptual/ awal (a) Memberikan beberapa alternatif metoda desain (b) Menetapkan metoda kalkulasi (c) Menilai hasil desain awal 2). Melaksanakan desain rinci (a) Memberikan metoda optimasi (b) Mensintesiskan hasil desain awal menjadi desain rinci (c) Memberikan metoda iterasi desain 3). Melaksanakan perhitungan (a) Melaksanakan penurunan persamaan matematik/modelling (b) Melaksanakan deskritisasi persamaan (c) Memberikan metoda pemecahan persamaan 4). Melaksanakan Pengujian (a) Menyajikan beberapa alternatif jenis peralatan pengujian (b) Menentukan peralatan perolehan data (c) Menentukan peralatan pengolah data (d) Memberikan metoda dan strategi pengujian (e) Memberikan metoda interpretasi hasil pengujian 5). Melaksanakan explorasi (a) Melaksanakan pemilihan dan penetapan sasaran explorasi (b) Menetapkan metoda explorasi (c) Melaksanakan penurunan hasil explorasi menjadi model matematika 6). Melaksanakan observasi

L-21

(a) Melaksanakan pemilihan dan penetapan sasaran observasi (b) Menetapkan metoda observasi (c) Melaksanakan penurunan hasil observasi menjadi model matematika 7). Melaksanakan pengukuran (a) Melaksanakan pemilihan dan penetapan sasaran pengukuran (b) Menetapkan metoda pengukuran (c) Melaksanakan penurunan hasil pengukuran menjadi model matematika 8). Melaksanakan modifikasi produk (a) Memberikan metoda modifikasi produk (b) Memberikan metoda perbaikan (repair ) produk 9). Melaksanakan perawatan produk (a) Memberikan metoda perawatan produk (b) Memberikan metoda perbaikan menyeluruh (over haul ) produk 10) Melaksanakan studi kelayakan sistem teknologi (a) Menetapkan persyaratan kelayakan (b) Melaksanakan pemilihan parameter kelayakan (c) Menetapkan model yang akan dipakai sebagai acuan 11) Menetapkan acuan banding b Menyelenggarakan pertemuan dan memimpin diskusi dengan para Staf Perekayasa (Engineering Staff ) tentang pekerjaan mereka c Memberikan presentasi hasil kegiatannya dalam pertemuan berkala yang diselenggarakan dan dipimpin oleh Ketua Kelompok (Group Leader ) 1). Mempersiapkan bahan presentasi laporan hasil kegiatan Paket Kerja (Work Package ) yang dipimpinnya 2). Memberikan presentasi hasil kegiatan di hadapan Ketua Kelompok (Group Leader ) secara berkala (Pemaparan, diskusi, dan penyimpulan hasil) d Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya 3 Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader ) a Mengkombinasikan hasil-hasil dari seluruh Paket Pekerjaan ( WP) yang berada di bawahnya dalam kelompok keilmuan/keahliannya 1). Melaksanakan sub-integrasi produk struktur rincian kerja (WBS) untuk masalah disain 2). Melaksanakan sub-integrasi produk struktur rincian kerja (WBS) untuk masalah testing 3). Melaksanakan sub-integrasi produk s truktur rincian kerja (WBS) untuk masalah explorasi 4). Melaksanakan sub-integrasi produk struktur rincian kerja (WBS) untuk masalah observasi 5) Melaksanakan sub-integrasi produk WBS untuk masalah pengukuran 6). Melaksanakan sub-integrasi produk struktur rincian kerja (WBS) untuk masalah modifikasi 7). Melaksanakan sub-integrasi produk struktur rincian kerja (WBS) untuk masalah perawatan b Mendiskusikan kualitas capaian dari segi teknis dengan melakukan iterasi teknis diantara kelompok (group ) yang terkait c Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu, pendanaan, dan pengadaan barang sesuai dengan struktur rincian kerja (WBS)- nya dengan melakukan iterasi yang terkait dengan ketersediaan aliran pendanaan d Membuat perencanaan kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain bersama Manajer Program (Program Manager ) e Mengusulkan pengadaan barang dan spesifikasinya kepada Manajer Program (Program Manager ) f Memberikan presentasi hasil kegiatannya dalam pertemuan secara berkala yang diselenggarakan dan dipimpin oleh Program Director dan dihadiri oleh Insinyur Kepala (Chief Engineer ) dan Manajer Program (Program manager ) 1). Mempersiapkan materi presentasi laporan hasil kegiatan struktur rincian kerja (WBS) yang dipimpinnya

L-22

2). Memberikan presentasi hasil kegiatan di hadapan Kepala Program (Program Director ) secara berkala (paparan, diskusi dan kesimpulan) g Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya 4. Asisten Manajer Program (Assistant Program Manager) a Membuat perencanaan jadwal pelaksanaan kegiatan dan pendanaan bersama dengan Manajer Program (Program Manager). 1). Mengusulkan metoda pengendalian proyek, dan sejenisnya untuk penjadwalan dan pengendalian program 2). Mengusulkan rencana pendanaan yang telah dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait. b Menyiapkan draft kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain bersama Manajer Program (Program Manager ) c Mengusulkan pengadaan barang melalui Pengelola anggaran sesuai dengan spesifikasi yang diusulkan Ketua Kelompok (Group Leader ) bersama Manajer Program (Program Manager ) d Melaksanakan evaluasi berkala dengan para Ketua Kelompok (Group Leader ) bersama Manajer Program (Program Manager ) 1). Melakukan penyesuaian jadwal kegiatan terhadap kondisi pendanaan yang berjalan, mendiskusikan dampak kesesuaian pendanaan yang baru terhadap produk kerja 2). Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu pengadaan barang e Memantau jalannya program ditinjau dari segi waktu dan dana 1). Melaksanakan Pemantauan dan Pengendalian Kemajuan Kegiatan (PCM) bersama Manajer Program (Program Manager ) 2). Menyusun draft laporan kemajuan program dari segi waktu dan dana f Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya 5. Manajer Program (Program Manager) a Membuat perencanaan jadwal pelaksanaan kegiatan dan pendanaan. 1). Merencanakan jadwal pendanaan program yang telah ditetapkan (a) Memberikan metoda pengendalian proyek, dan sejenisnya untuk penjadwalan dan pengendalian program (b) Membuat rencana pendanaan yang telah dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait. Menetapkan kontrak kerjasama teknis dengan pihak lain Mengusulkan pengadaan barang melalui Pengelola anggaran sesuai dengan spesifikasi yang diusulkan Ketua Kelompok (Group Leader ) Melaksanakan evaluasi berkala dengan para Group Leader 1). Melakukan penyesuaian jadwal kegiatan terhadap kondisi pendanaan yang berjalan, mendiskusikan dampak kesesuaian pendanaan yang baru terhadap produk kerja 2). Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu pengadaan barang Memantau jalannya program ditinjau dari segi waktu dan dana 1). Melaksanakan Pemantauan dan Pengendalian Kemajuan Kegiatan (PCM) 2). Menyusun Laporan kemajuan program dari segi waktu dan dana 3). Mempresentasikan laporan kemajuan program dari segi waktu dan dana di hadapan Kepala Program (Program Director ) secara berkala Membentuk Organisasi Fungsional Program bersama Kepala Program (Program Director ) dan Insinyur Kepala (Chief Engineer )

b c

d

e

f

g Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya 6. Asisten Insinyur Kepala (Asistant Chief Engineer) a Menyiapkan draft Engineering/ Test/ Production manual 1). Menyiapkan draft buku acuan kerekayasaan (Engineering Manual )

L-23

2). Menyiapkan draft buku acuan pengujian (Test Manual ) 3). Menyiapkan draft buku acuan produksi (Production Manual ) b Mengusulkan personil yang sesuai serta klarifikasi dan sandi kerja (job code ) c Mengusulkan rencana waktu keterlibatan personil dalam tiap prorgram d Menyiapkan pertemuan dalam rangka koordinasi kerja e Memantau pelaksanaan program bersama Insinyur Kepala (Chief Engineer ) f Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya 7. Insinyur Kepala (Chief Engineer) a Membentuk Organisasi Program bersama Kepala Program (Program Director ) dan Manajer Program (Program Manager ) b Membuat perencanaan SDM yang sesuai kebutuhan, berkoordinasi dengan para Kepala Unit Struktural yang terlibat dalam program 1). Merencanakan waktu keterlibatan personil dalam tiap program 2). Mendiskusikan dan menetapkan Sumber Daya Manusia yang terlibat dalam program dengan para Kepala Unit Struktural c Mengevaluasi dan menyetujui usulan spesifikasi teknis barang yang diusulkan Ketua Kelompok (Group Leader ) d Mengintegrasikan hasil-hasil dari seluruh WBS ditinjau dari kualitas teknik pemenuhan Design, Requirement, and Objective (DR&O) 1). Memberikan supervisi teknis untuk penyelarasan kinerja secara rutin 2). Memberikan saran perbaikan, alternatif teknik yang lain pada pertemuan diskusi dengan para Ketua Kelompok (Group Leader )secara bersama atau sendiri-sendiri, untuk mendiskusikan hasil - hasil program secara berkala 3). Melakukan optimasi desain (trade-off ) terhadap kondisi batas yang masih bisa dinegosiasi diantara struktur rincian kerja (WBS) dan prioritasi hasil-hasil struktur rincian kerja (WBS) untuk mendapatkan produk akhir yang paling sesuai pada akhir tahun anggaran e Mempresentasikan hasil kegiatan secara teknis di hadapan kepala program secara berkala f Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya

8 Kepala Program (Program Director ) . a Melakukan perencanaan program bersama Pengelola Program
(Program Manager ) dan Insinyur Kepala (Chief Engineer ) membentuk organisasi program, menentukan jumlah struktur rincian kerja (WBS) dan jumlah paket pekerjaan (WP) untuk setiap struktur rincian kerja (WBS) b Mengangkat personil-personil yang terlibat dalam program serta pejabat-pejabat fungsional atas usulan Insinyur Kepala (Chief Engineer ), dan Program Manajer (Program Manager ) c Mendiskusikan jalannya program ditinjau dari segi teknik ketepatan waktu dan pendanaan secara berkala bersama para Ketua Kelompok (Group Leader ), Program Manajer (Program Manager ) dan Insinyur Kepala (Chief Engineer ) d Memantau jalannya program 1). Memberikan saran-saran pada setiap fasa penelaahan program (program review ): tahap persiapan (Preliminary ), tahap rinci (Detail ), tahap kritis (Critical ) dan tahap akhir (Final ) 2). Melaporkan jalannya program serta mempertanggung jawabkan hasil program kepada kepala unit struktural (pimpinan terkait) yang memberi pekerjaan secara berkala e Mensosialisasikan hasil program kepada para Stakeholders terkait untuk dilakukan Uji Operasional dan Evaluasi 1). Memberikan presentasi mengenai program berjalan 2). Memperagakan hasil-hasil program f Mempresentasikan serta mempertahankan usulan Hak Atas Kekayaan Inteletual di hadapan yang berwenang

L-24

g Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya B. Pelaksanakan penyusunan Pedoman dan Pembuatan Laporan dalam Organisasi Fungsional Kerekayasaan 1. Penyusunan Pedoman Pelaksanaan Program (Program Manual ) a. Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer ) mempersiapkan buku acuan program (Program Manual ) b. Sebagai Manajer Program (Program Manager ) memeriksa buku acuan program (Program Manual ) c. Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui buku acuan program (Program Manual ) 2. Menyusun Pedoman Pelaksanaan Desain (Design Manual ) yang terdiri dari Design, Requirement, and Objective ( DR&O) , State of The Art Method , Mean of Compliance , Engineering Drawing and Documentation, Design Scheduling a. Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader) mempersiapkan buku acuan desain (Design Manual) b. Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer ) memeriksa buku acuan desain (Design Manual ) c. Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui buku acuan desain (Design Manual ) 3. Menyusun Pedoman Pelaksanaan Kerekayasaan/ Pengujian/ Produksi (Engineering/ Test/ Production Manual ) a. Menyusun Engineering Manua l yang terdiri dari test objective, test method, parameter definition, instrument system, test article system, test operation, data analysis, integration, and deploy system, engineering test scheduling 1). Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader ) mempersiapkan buku acuan kerekayasaan (Engineering Manual ) 2). Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) memeriksa buku acuan kerekayasaan (Engineering Manual ) 3). Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui buku acuan kerekayasaan (Engineering Manual ) b. Menyusun buku acuan pengujian (Test manual ) 1). Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader ) mempersiapkan 2). Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer ) memeriksa buku acuan pengujian (Test Manual ) 3). Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui buku acuan pengujian (Test Manual ) c. Menyusun Production manual yang terdiri dari production method, production scheduling, sub assembly, small assembly, product integration, product scheduling 1). Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader ) mempersiapkan buku acuan produksi (Production Manual ) 2). Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) memeriksa buku acuan produksi (Production Manual ) 3). Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui buku acuan produksi (Production Manual ) 4. Menyusun catatan teknis (Technical Notes) , yaitu menuliskan hasilhasil kerja dari setiap staf Perekayasa (Engineering Staff) setiap saat dari kegiatan yang dilakukan a. Sebagai Staf Perekayasa (Engineering Staff ) mempersiapkan catatan teknis (TN) b. Sebagai Ketua Sub Kelompok (Leader ) memeriksa catatan tenis (TN) c. Sebagai Ketua Kelompok (Group Leader ) menyetujui catatan teknis (TN) 5. Menyusun Laporan Teknis (Technical Report) a tau revisi laporan teknis (Technical Memorandum) yang merupakan hasil dari kegiatan leader dengan acuan laporan teknis (Technical Report ) dari para staf Perekayasa (Engineering Staff ) yang terlibat a. Sebagai Ketua Kelompok (Leader) mempersiapkan Laporan Teknis (Technical Report ) atau revisi laporan teknis (Technical Memorandum ) b. Sebagai Ketua Sub Kelompok (Group Leader) memeriksa Laporan Teknis (Technical Report ) atau revisi laporan teknis (Technical Memorandum ) c. Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) menyetujui Laporan Teknis (Technical Report ) atau revisi laporan teknis (Technical Memorandum )

L-25

6. Menyusun dokumen teknis (Technical Document ) yang merupakan hasil kerja Ketua Sub Kelompok (Group Leader ) yang merupakan rangkuman hasil-hasil Paket Pekerjaan (WP) yang terkait dengan acuan laporan teknis (Technical Report ) yang dihasilkan a. Sebagai Ketua Sub Kelompok (Group Leader ) mempersiapkan dokumen teknis (Technical Document ) b. Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer )memeriksa dokumen teknis (Technical Document ) c. Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui dokumen teknis (Technical Document ) 7. Membuat Program Document yang merupakan integrasi hasil-hasil kerja setiap Group Leader yang terlibat dengan acuan pada seluruh Technical Document yang dihasilkan a. Sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) mempersiapkan (Program Document ) b. Sebagai Manajer Program (Program Manager ) memeriksa laporan akhir program (Program Document ) c. Sebagai Kepala Program (Program Director ) menyetujui laporan akhir program (Program Document ) 8. Menyusun laporan pemantauan dan pengendalian kemajuan kegiatan (Progress Control and Monitoring ), yaitu membukukan dan merangkum hasil kerja Manajer Program (Program Manager ) dan Asisten Manajer Program (Asisten Program Manager ) dalam bentuk dokumen yang meliputi evaluasi program terhadap dana serta perubahan-perubahannya a. Sebagai Manajer Program (Program Manager ) mempersiapkan laporan pemantauan dan pengendalian kemajuan kegiatan (Progress Control and Monitoring ) b. Sebagai Manajer Program (Program Manager ) memeriksa laporan pemantauan dan pengendalian kemajuan kegiatan (Progress Control and Monitoring ) c. Sebagai Kepala Program menyetujui laporan pemantauan dan pengendalian kemajuan kegiatan (Progress Control and Monitoring ) 9. Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggi atau berbahaya III PENGEMBANGAN PROFESI A. Penyebarluasan produk Teknologi Sesuai dengan Tugas dalam Program yang Sedang Berjalan 1. Membuat karya tulis di bidang kerekayasaan a. Dalam bentuk buku yang dipublikasikan internasional b. Dalam bentuk buku yang dipublikasikan nasional c. Dalam bentuk makalah di majalah ilmiah internasional d. Dalam bentuk makalah di majalah dan media masa nasional yang diakui instansi pembina e. Dalam bentuk makalah yang dipresentasikan pada pertemuan ilmiah yang tidak dipublikasikan B. Pendayagunaan produk Teknologi 1. Mendayagunakan produk teknologi yang memperoleh HAKI (kecuali merk) 2. Mendayagunakan produk teknologi terjual & memperoleh royalti C. Penyusunan Petunjuk Pelaksanaan, Petunjuk Teknis Pengelolaan Kegiatan Kerekayasaan Menyusun Petunjuk Pelaksanaan, Petunjuk Teknis Pengelolaan Kegiatan Kerekayasaan D. Perolehan Sertifikat Profesi Memperoleh sertifikat profesional di bidang kerekayasaan (dinilai 1 x per jenis) E. Penerjemahan/Penyaduran Buku dan Bahan Lain di Bidang Kerekayasaan 1. Menerjemahkan/menyadur di bidang kerekayasaan yang dipublikasikan : a. Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional b. Dalam majalah ilmiah yang diakui oleh lembaga yang berwenang 2. Menerjemahkan/menyadur di bidang teknologi yang tidak dipublikasikan : a. Dalam bentuk buku b. Dalam bentuk makalah JUMLAH JUMLAH UNSUR UTAMA

L-26

IV. KEGIATAN PENUNJANG A. Pengajar/Pelatih di Bidang Kerekayasaan 1. Mengajar/melatih Diklat, per 2 Jam Pelajaran 2. Membimbing siswa 3. Menyusun kurikulum/buku/diktat/modul berkaitan dengan pelatihan kegiatan kerekayasaan B. Peran serta dalam Seminar/ Lokakarya/ Konferensi di bidang 1. Pemrasaran 2. Moderator/pembahas/narasumber 3. Peserta C. Keanggotaan dalam Organisasi Profesi di bidang Kerekayasaan Berperan aktif sebagai anggota organisasi profesi, setiap tahun a. Internasional b. Nasional c. Daerah Propinsi/Kabupaten/Kota/Departemen/LPNK D. Keanggotaan dalam Tim Penilai Menjadi anggota Tim Penilai Jabatan Fungsional Perekayasa secara aktif, setiap DUPAK Menjadi anggota Mitra Bestari (Peer Review ), setiap Surat Keputusan E. Perolehan Penghargaan/Tanda Jasa 1. Tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya a. 10 Tahun b. 20 Tahun c. 30 Tahun 2. Satyalancana Pembangunan 3. Satyalancana Wirakarya 4. Bintang Jasa 5. Bintang Mahaputera. F. Perolehan Gelar Kesarjanaan lainnya 1. Memperoleh gelar kehormatan akademis, setiap gelar 2. Memperoleh gelar kesarjanaan lainnya a. Pasca Sarjana ( S-2 ) b. Doktor ( S-3 ) JUMLAH UNSUR PENUNJANG
Butir kegiatan jenjang jabatan satu tingkat di atas/di bawah:
1 2 3 4 5 6 7 8

JUMLAH UNSUR UTAMA DAN UNSUR PENUNJANG
*) Dicoret yang tidak perlu

III

LAMPIRAN PENDUKUNG DUPAK : 1. Surat pernyataan melakukan kegiatan kerekayasaan 2. Surat pernyataan melakukan kegiatan pengembangan profesi 3 Surat pernyataan melakukan kegiatan penunjang kerekayasaan 4 ………………………………………………………………………. Demikian disampaikan, bahwa seluruh dokumen yang dinilaikan tidak melanggar Hak atas Kekayaan Intelektual. ....., .............. meterai Rp. 6.000 NIP.

IV

Catatan Pejabat Pengusul : 1. …… 2. …… 3. …… 4. dan seterusnya (jabatan) (nama pejabat pengusul) NIP.

L-27

V

Catatan Tim Penilai Instansi: Catatan Penilai I ………………………… ,

( Nama Penilai I ) NIP. Catatan Penilai II ………………………… ,

(Nama Penilai II ) NIP. Catatan Ketua ………………………… ,

(Nama Ketua Penilai ) NIP. VI Catatan Tim Penilai Pusat: Catatan Penilai I ………………………… ,

( Nama Penilai I ) NIP. Catatan Penilai II ………………………… ,

(Nama Penilai II ) NIP. Catatan Ketua ………………………… ,

(Nama Ketua Penilai ) NIP.

L-28

CONTOH: SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN KEREKAYASAAN

LAMPIRAN VII

SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN KEREKAYASAAN
Yang bertanda tangan di bawah ini Nama NIP Pangkat/golongan ruang Jabatan Unit kerja Menyatakan bahwa: Nama NIP Pangkat/golongan ruang/TMT Jabatan Unit kerja : : : : : : : : : : : :

Baru /TMT /TMT

Telah melakukan kegiatan Kerekayasaan sebagai berikut :
Angka Kredit (1)
1 2 3 4 dst

No

Uraian Kegiatan (2)

Butir Kegiatan (3)

Tanggal (4)

Keterangan/ Bukti Fisik (6)

(5)

Jumlah
Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

......, ............. Atasan langsung

............................... NIP. ......................

L-29

LAMPIRAN VIII

SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENGEMBANGAN PROFESI
Yang bertanda tangan di bawah ini Nama NIP Jabatan Unit kerja Menyatakan bahwa: Nama NIP Pangkat/golongan ruang/TMT Jabatan Unit kerja : : : : : : : : : : :

Baru / / /TMT /TMT

Telah melakukan kegiatan Pengembangan Profesi sebagai berikut :
No (1) 1 Uraian Kegiatan (2) Butir Kegiatan (3) Tanggal (4) Angka Kredit (5) Keterangan/ Bukti Fisik (6)

2

3

4

dst

Jumlah Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

.............,

......................

Atasan langsung

............................................ NIP. ......................... L-30

LAMPIRAN IX

SURAT PERNYATAAN MELAKUKAN KEGIATAN PENUNJANG
Yang bertanda tangan di bawah ini Nama NIP Jabatan Unit kerja Menyatakan bahwa: Nama NIP Pangkat/golongan ruang/TMT Jabatan Unit kerja : : : : : : : : : : :

Baru / / /TMT /TMT

Telah melakukan kegiatan Penunjang sebagai berikut :
No
(1)

Uraian Kegiatan
(2)

Butir Kegiatan
(3)

Tanggal
(4)

Angka Kredit
(5)

Keterangan/ Bukti Fisik
(6)

1

2

3

4

5 dst

Jumlah
Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

........, ............................... Atasan langsung

.......................................... NIP. ................................

L-31

MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAANAPARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA

NEGARA APARATUR PENDAYAGUNAAN NEGARA MENTERI PERATURAN PANU/2008 19/M. PER/2 NOMOR: TENTANG DANANGKAKREDITNYA PEREKAYASA FUNGSIONAL JABATAN YANGMAHAESA TUHAN RAHMAT DENGAN ME N T E R |N E GA R APENDAYAGUNAANAPARATURNEGAR A'
Menimbang
'.4

yang danAngkaKreditnya Perekayasa Fungsional Jabatan bahwa Apar atur Pendayagunaan Negar a Menter i Keputusan d i a tu d r alam tentang -iaoaian Negara, Nomor 24|KEPIM.PAN/2/2003 sudant;oa(sesual dan AngkaKr editnya Per ekayasa F u n g si o n al profesi dan tuntutan kompatensr dengan perkembangan perekayasa saatini;

t\ v.

dengan hal tersebut,dipandangperlu bahwa sehubungan dan Angka Perekayasa JabatanFungsional kembali mengatur Menteri Negara Pendayagunaan dengan Peraturan Kreditnya AparaturNegaratentangJabatanFungsiona|Perekayasadan AngkaKreditnya;

Mengingat

- l

Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Undang-Undang Tahun1974 Indonesia Republik Negara (Lembaran Kepegawaian LembaranNegara Republiklndonesia Nomor 55, Tambahan Undang- Undang dengan diubah telah sebagaimana 3 0 41) N o mo r lndonesia NegaraRepublik Nomor43 Tahun 1999 (Lembaran Republ i k Negar a Lem bar an 169,Tam bahan T a h u n1 9 99Nom or 3890), Nomor lndonesia

2 . Undang-Undang Nomor18 Tahun2002tentang SistemNasional
Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan llmu Pengetahuan (Lembaran danTeknologi Negara Republik Indonesia Tahun2002 Nomor 84); 3 . Undang-Undang Nomor32 Tahun 2004 tentangPemerintahan Daerah (LembaranNegara RepublikIndonesiaTahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran NegaraRepubliklndonesia Nomor 4437), sebagaimana telahdiubah dengan Undang-Undang Nomor8 Tahun 2005 tentangPenetapan Peraturan Pemerintah PenggantiUndang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor32 Tahun2004 tentang Pemerintah (Lembaran Daerahmenjadi Undang-Undang Negara Republik Indonesia Tahun 2005Nomor 108); 4 . Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966 tentang Pemberhentian/ Pemberhentian Sementara Pegawai Negeri (Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 1966 Nomor 7, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 2797); 5 . Peraturan Pemerintah Nomor7 Tahun 1977 tentangPeraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil(Lembaran Negara Republik Indonesia T a h u n1 9 7 7 Nom or11, Tam bahan Lem bar an Negar aRepubl i k In d o n e siN a om or 3098) sebagaimana , telahsepuluh kalidiubah, terakhir denganPeraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008Nomor 23); 6 . Peraturan Pemerintah Nomor30 Tahun1980tentangPeraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil (LembaranNegara Republik lndonesia Tahun1980Nomor50, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3176); 7 . Peraturan Pemerintah Nomor16 Tahun 1994 tentangJabatan Fungsional PegawaiNegeriSipil (Lembaran Negara. Republik fndonesia Tahun1994Nomor22, Tambahan Negara Lembaran Republik lndonesia Nomor3547);
8 . Peraturan Pemerintah Nomor97 Tahun 2000 tentangFormasi

PegawaiNegeri Sipil (Lembaran Negara Republiklndonesia Tahun2000 Nomor194,Tambahan Lembaran NegaraRepublik

In d o n e sia Nom or 4015) , sebagaim ana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun2003(Lembaran Negara R e p u b l iIndonesia k Tahun 2003Nom or 122, Tam bahan Lem bar an Negara Republik Indonesia Nomor4332); g8 Tahun2000tentang 9. Peraturan Pemerintah Nomor Pengadaan PegawaiNegeri Sipil (Lembaran Negara RepublikIndonesia T a h u n2 0 00Nomor195,Tam bahan Lem bar an Negar a Republ i k l n d o n e si a Nomor 4016) , sebagaim ana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor11 Tahun2002(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun2002Nomor31, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor4192); 10. Peraturan Pemerintah Nomor99 Tahun2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (LembaranNegara Republik Indonesia Tahun2000Nomor196,Tambahan Lembaran Negara Republiklndonesia Nomor 4017),sebagaimana telah diubah dengan P er atur an Pem er intah Nomor12 Tahun 2002( Lembar an N e g a ra R epublik Tahun2002 Nomor32, Tam bahan Indonesia L e mb a ran Negar a Indonesia Republik Nomor 4193) ; 1 1 . P e ra tu ran Per ner intah Nom or 101Tahun 2000tentang Pendidi k an dan Pelatihan Jabatan Pegawai NegeriSipil (Lembaran Negara R e p u b l iIndonesia k Tahun 2000Nom or 198, Tam bahan Lem bar an N e g a ra R epublik Indonesia Nomor 4019) ; 12. Peraturan Pemerintah Nomor9 Tahun2003 tentang Wewenang Pengangkatan, Pemindahan, dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun2003 Nomor 1 5 , T a mbahan Lem bar an Negar aRepublik Nom or Indonesia 4263): 13. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentangRumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil; 14. Keputusan Presiden Nomor103Tahun2001tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi, danTataKerja Lembaga PemerintahNon Departemensebagaimana telah presiden beberapa kalidiubah terakhir denganPeraturan Nomor 64 Tahun2005:

3

15. Peraturan Presiden Nomor9 Tahun2005 tentangKedudukan, dan Tata KerjaKementerian Tugas,Fungsi, Organisasi, Susunan telah tiga kali diubah NegaraRepublik sebagaimana Indonesia Nomor 94 Tahun2006; terakhir dengan Presiden Peraturan Teknologi dan Penerapan : 1. UsulKepala Badan dengan Pengkajian Memperhatikan tanggal 30 April2008; suratNomor17S|KNBPPTllVl2008 Negaradengansurat 2. Pertimbangan KepalaBadanKepegawaian NomorK.26-304/.67-1193 tanggal 6 Juni2008. MEMUTUSKAN: APARATUR Menetapkan : PERATUMN MENTERINEGAM PENDAYAGUNAAN PEREIGYASADAN NEGAM TENTANGJABATANFUNGSIONAL ANGKAKREDITNYA. BAB I UMUM KETENTUAN Pasal 1 Negara ini DalamPeraturan Aparatur Menteri Negara Pendayagunaan ya n gd i ma ksud dengan: 1. Perekayasa ruang lingkup, adalah jabatan yang mempunyai jawab, kegiatan tugas, tanggung untukmelakukan danwewenang pada bidang teknologi kerja fungsional dalam suatu kelompok penelitian terapan, pengembangan,perekayasaan, dan pengoperasian yang diduduki oleh Pegawai NegeriSipildengan yang diberikan hak dan kewajiban secarapenuh oleh pejabat yangberurenang. yang 2. Teknologi atauproduk adalah caraataumetode sertaproses disiplin dihasilkan daripenerapan dariberbagai dan pemanfaatan yang menghasilkan ilmu pengetahuan nilai bagi pemenuhan kebutuhan,kelangsungan dan peningkatan mutu kehidupan ma n u si a . 3. Kerekayasaan adalah kegiatanbertahapyang secara runtun pengembangan, perekayasaan meliputipenelitian dan terapan, pengoperasian.

4

4 . Penelitian penelitian Terapan adalahkegiatan multidisiplin ilmu

pengetahuan yang dapat dilanjutkan melalui kegiatan pengembangan danperekayasaan. 5 . Pengembangan adalah kegiatan ilmupengetahuan dan teknologi yangbertujuan memanfaatkan kaidah dan teoriilmupengetahuan yang telah terbuktikebenarannya untuk meningkatkan fungsi, manfaat dan aplikasi yangtelah ilmupengetahuan dan teknologi adaataumenghasilkan teknologi baru. 6 . Perekayasaan penerapan adalah ilmupengetahuan dan teknologi dalambentukdesaindan rancang bangununtukmenghasilkan sistem,model,nilai,produkdan/atau prosesproduksi dengan mempertimbangkan keterpaduan sudutpandang dan/atau konteks teknikal, fungsional, bisnis,sosialbudayadan estetika, dalam suatukelompok kerjafungsional. 7 . Pengoperasian yangmeliputi adalah kegiatan uji operasional dan an, e va l u a si pemasar , penjualan pasca jual , ser ta pelayanan modifikasidan perawatandari suatu produk atau sistem kerekayasaan untuk tujuan nonkomersial maupun komersial. 8 . AngkaKredit adalah satuan nilaidaritiap butirkegiatan dan/atau akumulasinilai butir-butir kegiatanyang harus dicapai oleh Pejabat Fungsional Perekayasa dalamrangkapembinaan karier yangbersangkutan.
9. Tim Penilai JabatanFungsional Perekayasa adalahTim Penilai

yangdibentuk yang berwenang dan ditetapkan oleh pejabat dan bertugas prestasi menilai kerjaPejabat Fungsional Perekayasa. 1 0 .Majelis Perekayasa oleh adalah Tim yangdibentuk danditetapkan Pimpinanlnstansi PembinaJabatan Fungsional Perekayasa dengan tugas memberikan pemikiran tentangpengembangan perekayasaan nasional dan pemikiran tentang Jabatan Fungsional Perekayasa termasuk di dalamnya norma-norma dan kode etik kerekayasaan. 1 1 .Organisasi Fungsional Kerekayasaan yang adalah organisasi dibentuk secaratemporer(ad hoc) untuk pelaksanaan kegiatan

kerekayasaan dalam rangka melaksanakan suatu kegiatan tertentu. 12. Struktur Rincian Kerja(lNorkBreakdown StructuresAffBS) adalah jenis kegiatan struktur pembagian pekerjaan berdasarkan kerekayasaan ataubidang keilmuan. 13. Paket Pekerjaan (Work PackageMP)merupakan rinciankerja dari struktur rincian kerja (WBS) tertentu yang disusun berdasarkan perekayasaan. disiplin ataukegiatan keilmuan 14. Kepala (Program Program Director) adalah Inisiator Program yang garis-garis memberikan arahan tentang besarkegiatan termasuk statusketerkinian (stateof the art technology), teknologi strategi program, keuangan maupun eksekusinya. 15. lnsinyur (Chief Kepala Engineer) adalah Pengelola yang Program jawab bertanggung terhadap kualitas teknis hasilprogram, sumber dayamanusia program. danfasilitas 16. Asisten (Assistant Insinyur Kepala ChiefEngineer) adalah Asisten jawab ter hadap P e n g e l o la Pr ogr am yang ber tanggung kua l r tas pr ogr am. te kn i s h a sil pr ogr am sumber daya m anusia danfasilitas 1 7 . Ma n a j eP r rogr am ( Pr ogr am Manageradalah ) Pengelola Pr og r am yang bertanggung jawab terhadap pendanaandan jadwal pencapaian sasaran. 18. AsistenManajer (Assistant Program ProgramManager) adalah jawab terhadap AsistenPengelola Programyang bertanggung pendanaan pencapaian danjadwal sasaran. 19. KetuaKelompok (GroupLeader) adalahKepala sebuahstruktur rincian (WBS) yangmembawahkan paket kerja kerja. beberapa 20. Ketua (Leader) SubKelompok paket adalah Kepala kerja. sebuah 21. Staf Perekayasa (Engineering Staff)adalahPelaksana kegiatan penelitian terapan, pengembangan, perekayasaan dan pengoperasian seperti diinstruksikan dalambukuacuanprogram (Program Manual) untuk spesifik bidang tertentu. 22. BukuAcuanProgram (Program Manual) merupakan acuan umum yangmenjelaskan program. semua halberkaitan dengan

6

23. Buku PetunjukDesain (DesignManual)adalah acuan yang
menjelaskansemua hal yang berkaitan dengan desain kerekayaan. (Engineering Manual)merupakan 24. Buku Petunjuk Kerekayasaan yangmenjelaskan halyangberkaitan dengan acuan semua teknis kerekayasaan. (TestingManual)merupakan 25. Buku PetunjukPengujian acuan yang menjelaskan denganpengujian semuahal yang berkaitan kerekayasaan. (Production 26. BukuPetunjuk Produksi dan lntegrasi and Integration Manual) merupakan acuanyang menjelaskan semua hal yang program produksi berkaitan dengan suatuhasildesain. NotesffN) adalah dokumenlaporan 27.CatatanTeknis (Technical yang terdiri dari hanya satu subjek yang melatarbelakangi kegiatansebuah paket kerja disajikandalam bentuk catatan(Engineering Staff). catatan teknis olehstafperekayasa

28. Laporan Teknis(Technical ReporVTR) adalahdokumenlaporan
(WP)yangditulis hasilkegiatan PaketPekerjaan oleh ketuasub yang merupakan (Leader) kelompok rangkuman dari beberapa catatan teknis(TN).

29. Laporan Teknis(Technical Report/TR) atau revisilaporanteknis
(Technical Memorandum/TM); adalah dokumenlaporan yang pasaldari laporan perbaikan merupakan darisatuataubeberapa teknis (TR) yang mungkin terjadi sebagai akibat dari perkembangan kegiata n. 3 0 . DokumenTeknis (Technical DocumenVTD) adalah dokumen laporan hasilkegiatan struktur rinciankerja (WBS)yang ditulis oleh Ketua Kelompok (Group Leader) yang merupakan rangkuman dari beberapalaporanteknis (TR) dalam struktur rincian kerja(WBS) tersebut. 3 1 . LaporanPemantauan dan Pengendalian KemajuanKegiatan (Progress Control and Monitoring/PCM) adalahdokumen laporan

jalannya program hasilpemantauan dari segi dan pengendalian jadwaldan aliranpendanaan yang ditulis oleh Manajer Program (Program Manager). (Program 32. Laporan AkhirProgram DocumenVPD) adalah dokumen yangmerupakan laporan hasilakhirdari program rangkuman dari seluruh dokumenteknis (TD) dan laporanpemantauan dan pengendalian (PCM)dari programtersebut kemajuan kegiatan yang ditulis oleh InsinyurKepala (Chief Engineer), Manajer Program (Program Manager) dan kepala program (Program Director). BABII RUMPUN JABATAN, KEDUDUKAN, TUGAS POKOK, Pasal 2 JabatanFungsional termasukdalam rumpunjabatan Perekayasa penelitian dan perekayasaan. Pasal 3 (1) Jabatan pelaksana Fungsional berkedudukan Perekayasa sebagai padakegiatan teknis fungsional kerekayasaan. (2) JabatanFungsional Perekayasa sebagaimana dimaksudpada jabatankarieryang hanyadapatdiduduki ayat (1), adalah oleh Pegawai Negeri Sipil. Pasal 4 Tugas pokok Pejabat FungsionalPerekayasa adalah melakukan kegiatan kerekayasaan. B A BI I I INSTANSI PEMBINA DANTUGAS INSTANSI PEMBINA Pasal 5 (1) Instansi Pembina JabatanFungsional Perekayasa adalahBadan Pengkajian danPenerapan Teknologi. jabatan (2) Tugaspokoklnstansi Pembina adalah membina fungsional peraturan perundang-undangan, Perekayasa menurut dengan fungsi sebagaiberikut:

8

a. pengembangan metodologi, standar,dan dan penyusunan pedoman teknis kerekayasaan; jabatan pedoman b. penyusunan Perekayasa; formasi jabatan c. pengembangan standar kompetensi dan penyusunan Perekayasa; penyusunan d. fasilitasi danpenetapan kodeetikPerekayasa; e. penetapan diklat fungsional kebijakan/pembinaan meliputi penyusunan pedoman pengembangan diklat, kurikulum diklat, penyelenggaraan bimbingan dan koordinasi serta evaluasi f. diklatPerekayasa; penyelenggaraan sertifikasi Perekayasa;

jabatan g. pengembangan informasi Perekayasa; sistem pembentukan h. fasilitasi profesi dan pengembangan organisasi Perekayasa; i. j. penerbitan profesiyang bergerak fasilitasi buletin/majalah di bidang kerekayasaan; e va l uasi dan fasilitasi pengusulantunjanganjabatan Perekayasa; penerapan k. evaluasi dan monitoring standardan kode etik pedoman Perekayasa, tekniskerekayasaan dan administrasi jabatan Perekayasa. l. penerapan sosialisasi dan bimbingan metodologi, standar, pedomanteknis kerekayasaan, kode etik dan organisasi profesi Perekayasa. BABIV UNSUR DANSUBUNSUR KEGIATAN Pasal 6 Unsur dan sub unsurkegiatan yang dapatdinilaiangka Perekayasa kreditnya, terdiri dari: 1. Pendidikan, meliputi: a. Pendidikan gelar/ijazah; Sekolah danmemperoleh b. Pendidikan (Diklat) dan Pelatihan kegiatan kerekayasaan dan memperoleh SuratTandaTamat Pendidikan dan Pelatihan

(sTrPP);
c. Pendidikan prajabatan.. dan pelatihan

I

2. Kegiatan kerekayasaan meliputi: a. Melaksanakan penelitian kegiatan terapan,pengembangan, perekayasaan danpengoperasian; pedoman b. Melaksanakan penyusunan dan pembuatan laporan dalam organisasi fungsional kerekayasaan. profesi 3. Pengembangan meliputi: produk a. Penyebarluasan teknologi sesuaidengan tugasyang sedang dilaksanakan denganmembuat karyatulisdi bidang kerekayasaan; produkteknologi; b. Pendayagunaan c. Penyusunan petunjuk pelaksanaan, petunjuk teknis pengelolaan kegiatan kerekayasaan; d. Keanggotaan dalam Majelis Perekayasa; e. Perolehan Sertifikat Profesi; f. Penerjemahan/penyaduran buku dan bahan-bahan lain di bidang ker ekayasaan; 4 . K e g i a ta nyang m enunjang pelaksanaan tugas Per ekay as a. me l i p u ti : a . P e n g ajar /Pelatih ker ekayasaan; di bidang b. Peran serta dalam seminar/lokakarya/konferensi di bidang kerekayasaan; c. Keanggotaanorganisasi profesi Perekayasa; d. Keanggotaan Perekayasa; Tim Penilai Jabatan Fungsional jasa; penghargaan/tanda e. Perolehan f. gelar Perolehan kesarjanaan lainnya. BAB V JENJANG JABATAN DANPANGKAT Pasal7 (1) Jenjang JabatanFungsional Perekayasa dari yang terendah yangtertinggi, sampai yaitu: dengan a. Perekayasa Pertama; b. Perekayasa Muda; c. Perekayasa Madya; d. Perekayasa Utama.

10

(2) Jenjang pangkat pada ayat Perekayasa sebagaimana dimaksud jenjang jabatannya, (1),sesuai yaitu: dengan a. Perekayasa Pertama: golongan 1 . P enata Muda, r uang lll/a; 2. Penata Muda Tingkat l, golongan ruanglll/b. b. Perekayasa Muda: golongan 1 . P enata, r uang lll/c; 2. Penata Tingkat l, golongan ruang lll/d. c. Perekayasa Madya: golongan 1. Pembina, ruang lV/a; 2. Pembina l, golongan Tingkat ruanglV/b; golongan 3. Pembina Utama Muda, ruanglV/c. d. Perekayasa Utama: golongan 1 . P em bina Madya. Utam a r uang lV/d; golongan 2 . P em bina r uang lV/e. Utam a. (3 ) Je n j a n g pangkatuntuk masing- masing jabatan Per ek ay as a jen j ang padaayat( 1)dan ayat( 2)adalah se b a g a i mana dim aksud pangkatdan jabatan berdasarkan jumlah angka kredit yang jenjang jabatan. d i mi l i ki u n tuk m asing- masing jenjang jabatan Perekayasa (4) Penetapan untuk pengangkatan jumlahangkakredityang dalamjabatan ditetapkan berdasarkan dimiliki setelah ditetapkanoleh pejabat yang benruenang pangkat me n e ta p kan angkakr edit, sehingga dan dim ungkinkan j a b a ta n pangkat ti daksesuai dengan dan jabatan sebagai m ana padaayat(2). dimaksud BABVI RINCIAN KEGIATAN DANUNSUR YANGDINILAI DALAM MEMBERIKAN ANGKA KREDIT Pasal 8 Setiapkegiatan kerekayasaan dilaksanakan berdasarkan Organisasi Fungsional Kerekayasaan.

11

Pasal 9 ( 1 ) Organisasi Fungsional Kerekayasaandi tipeC. dalam kegiatan yaitutipeA, tipeB, dan kerekayasaan bentuk, terdiri dari 3 (tiga)

(2) Organisasi yang fungsional fungsional tipe A, yaitu organisasi
paling sedikit rincian kerja(WBS), terdiri 5 (lima) struktur dengan melibatkan luarnegeri). institusi luar(baikdalammaupun lnstitusi luar dapat berupastrukturrinciankerja (WBS) ataupunpaket pekerjaan (WP).Setiapstrukturrinciankerja (WBS)terdiridari paket pekerjaan (WP). minimal 2 (dua) (3) Organisasi yang fungsional fungsional tipe B, yaitu organisasi yangpada terdiri dariminimal rincian kerja(WBS), 2 (dua) struktur setiapstruktur rinciankerja(WBS),terdiridari sedikitnya 2 (dua) paket pekerjaan WP).
(4) Organisasi yang fungsional fungsional tipe C, yaitu organisasi

yangterdiri terdiri hanya dari1 (satu) rincian kerja(WBS) struktur paket pekerjaan (WP). darrbeberapa P a s a l1 0
(1)

Setiap kegiatan kerekayasaandituangkan dalam bentuk yangdiduduki Organisasi Fungsional Kerekayasaan oleh: a. StafPerekayasa (Engineering Staff); (Leader); b. Ketua SubKelompok c. Ketua (Group Kelompok Leader); (Assistant d. Asisten Manajer Program Manager); Program (Program e. Manajer Program Manager); f. (Assistant Asisten Insinyur ChiefEngineer); Kepala g. Insinyur (Chief Kepala Engineer); h. Kepala (Program Program Director).

(2) Rincian kegiatan untuk setiap jenjang Jabatan.Fungsional
perekayasaan Perekayasa dibagidalam peranpada organisasi dengan tugaspokok sebagai berikut: a. StafPerekayasa (Engineering StafQ: Pelaksanakegiatan penelitianterapan, pengembangan, perekayasaan dalam dan pengoperasian seperti diinstruksikan

12

program (Program bukuacuan Manual) untukspesifik bidang tertentu, di bawah koordinasi ketua (Leader); subkelompok b. Ketua subKelompok (Leader): Kepalasebuahpaket kerja,dan bertugasmemimpin para pelaksana paketkerjayang terdiridari staf perekayasa dan stafteknisi; c. Ketua Kelompok (Group Leader): Kepala sebuah struktur rincian kerja WBS) yang membawahkan paketkerja,dan bertugas beberapa sebagai koordinator dan integratorteknis hasil-hasilprogram dari paket-paket kerjayangdibawahkan; d. Asisten Manajer (Assistant Program Program Manager): Asisten Pengelola Program dari segi pendanaan dan jadwal pencapaian sasaran; e. Manajer (Program Program Manager): PengelolaProgram dari segi pendanaan dan jadwal p e n capaian sasar an; f. Asisten Insinyur (Assistant Kepala ChiefEngineer) AsistenPengelola Programdari segi kualitasteknis hasil program, sumber dayamanusia program; danfasilitas g. lnsinyur (Chief Kepala Engineer). Pengelola Program dari segi kualitas teknishasilprogram, sumber dayamanusia program; danfasilitas h. Kepala Program (Program Director): Inisiator Programyang memberikan arahantentanggarisgaris besarkegiatan termasuk status keterkinian teknologi (stateof the art technology), strategikeuanganprogram, maupun eksekusinya. (3) Kegiatanperan terkait dalam jenjang perekayasaan adalah sebagai berikut: a. Perekayasa Pertama: 1. Peran sebagai StafPerekayasa (Engineering Staff); 2. Peran sebagai Ketua (Leader). SubKelompok b. Perekayasa Muda:

13

1. Peran (Leader); sebagai Ketua SubKelompok 2. Peran (Group sebagai Ketua Kelompok Leader); 3. Peran sebagai Asisten Program Manajer (Assistant Program Manager). c. Perekayasa Madya: 1. Peran (Group sebagai Ketua Kelompok Leader); 2. Peran (Program sebagai Manajer Program Manager); 3. Peransebagai AsistenInsinyur Kepala(Assistant Chief Engineer). d. Perekayasa Utama: 1. Peran (Chief sebagai lnsinyur Kepala Engineer); 2. Peran (Program sebagai Kepala Program Director). (4) Rincian jabatan, kegiatan peran kerekayasaan sesuai dengan dalam sebagai berikut: a. Sebagai (Engineering StafPerekayasa Staff): 1 . Menetapkan tujuan dan kebutuhandesain ( Des i gn Requirement andObjective); 2. Menyusun filosofi rancang bangun: 3 . Menetapkan yangdigunakan; metoda 4. Merekayasa bentuk konfigurasi, 5. Mengkalkulasi kinerja awal; 6. Membuat gambar (Engineering teknis Drawing) awal; 7. Melaksanakan iterasi hasil desain awal, 8. Mengoptimasi hasil desain awal; 9. Melaksanakan konfigurasi desain rinci; 10. Menetapkan konfigurasi; 11 . Melaksanakan per hitungan pendekatan awal; 1 2 . Melaksanakan per hitungan analitik r inci; 13. Melaksanakan komputasi numerik; 14. Menetapkan pengujian; konfigurasi 15. Membuat benda uji; 16. Menetapkan penginderaan pengujian; sistem 17. Menetapkan perolehan sistem dan pengolahan data; 18. Melaksanakan pengujian; operasi

14

1 9 .Menganalisis data; 20. Menginterpretasi hasil uji; 21. Menetapkan instrumentasi explorasi; 22. Menetapkan sasaran explorasi; 23. Melaksanakan explorasi; 24. Menganalisis dataexplorasi; 25. Menginterpretasi hasil explorasi; 26. Menetapkan instrumentasi observasi; 27. Menetapkan sasaran observasi; 28. Melaksanakan observasi: 29. Menganalisis dataobservasi; 30. Menginterpretasi hasil observasi; pengukuran; 31. Menetapkan instrumentasi 32. Menetapkan pengukuran; sasaran 33. Melaksanakan pengukuran; 3 4 . Menganalisis datapengukur an; pengukur an: 3 5 . Menginter pr etasi hasil per baikan ( r epair pr ) oduk; 3 6 . Melaksanakan produk; 37. Melaksanakan modifikasi 38. Melaksanakan perawatan produk; rutin(harian) perawatan 39. Melaksanakan produk; berkala 40. Melaksanakan perbaikan (overhaul)produk; menyeluruh 4 1 . Menetapkan par am eter kelayakan; 4 2 . Melaksanakan penyelidikan kesesuaian den gan parameter kelayakan; 4 3 . Menetapkan acuan studi banding; 44. Melaksanakan perbandingan kinerja suatu teknologi; 45. Mempersiapkan (TN) catatan teknis 46. Melaksanakan kegiatan atau di lingkungan berisiko.tinggi berbahaya. b. Sebagai Ketua (Leader): SubKelompok 1. Memberikan beberapa alternatif metoda desain; 2. Menetapkan metoda kalkulasi; 3. Menilai hasil desain awal:

15

4. Memberikan metoda optimasi; 5. Mensintesiskan hasil awalmenjadi desain desain rinci, 6. Memberikan metoda iterasi desain; 7. Melaksanakan penurunan persamaan matematik/modelling; persamaan; 8. Melaksanakan deskritisasi pemecahan persamaan; 9. Memberikan metoda jenisperalatan 10. Menyajikan pengujian; beberapa alternatif peralatan perolehan 11. Menentukan data; peralatan pengolah 12. Menentukan data; pengujian; 13. Memberikan metoda danstrategi '14.Memberikan pengujian; interpretasi metoda hasil 15. Melaksanakanpemilihan dan penetapan sasaran explorasi; 16. Menetapkan metoda explorasi; 1 7 . Melaksanakan penur unan hasilexplor asi m enjadi m odel matematika, 1 8 .Melaksanakan pem ilihan dan penetapan sas ar an observasi; 19. Menetapkan metoda observasi; penurunan 20. Melaksanakan hasilobservasi menjadi model matematika: pem ilihan dan penetapan sas ar an 2 1 . Melaksanakan pengukuran; pengukuran; 22. Menetapkan metoda penurunanhasil pengukuranmenjadi 23. Melaksanakan model matematika; produk; 24. Memberikan metoda modifikasi perbaikan 25. Memberikan produk;. (repair) metoda perawatan 26. Memberikan produk; metoda 27. Memberikan (over haul) metodaperbaikan menyeluruh produk; persyaratan 28. Menetapkan kelayakan; pemilihan parameter 29. Melaksanakan kelayakan;

16

yangakandipakai 30. Menetapkan sebagai acuan; model 3 1 . Menetapkan banding; acuan pertemuandan memimpindiskusi 32. Menyelenggarakan parastaf perekayasa (Engineering dengan Staff)tentang pekerjaan mereka; 33. Mempersiapkan bahanpresentasi laporan hasilkegiatan paket pekerjaan yangdipimpinnya; (WorkPackage) presentasi 34. Memberikan hasilkegiatan di hadapan Ketua (GroupLeader)secaraberkala(Pemaparan, Kelompok diskusi, danpenyimpulan hasil); (Leader) 35. KetuaSub Kelompok memeriksa catatan teknis (TN); (Leader) 36. KetuaSub Kelompok mempersiapkan Laporan Teknis (TR) atau revisi laporan teknis (Technical Memorandum); 3 7 . Melaksanakan ber isiko tinggi kegiatan di lingkungan a tau berbahaya. (Group c. Sebagai Ketua Leader): Kelompok produkstruktur 1. Melaksanakan rincian kerja sub-integrasi (WBS) untuk disain; masalah produkstruktur 2. Melaksanakan rincian kerja sub-integrasi (WBS) untuk testing; masalah produkstruktur 3. Melaksanakan kerja rincian sub-integrasi (WBS) untuk masalah explorasi; produkstruktur kerja 4. Melaksanakan rincian sub-integrasi (WBS) untuk masalah observasi; produkstruktur 5. Melaksanakan kerja rincian sub-integrasi (WBS) pengukuran; untuk masalah produkstruktur 6. Melaksanakan kerja sub-integrasi rincian (WBS) untuk masalah modifikasi; 7. Melaksanakan produkstruktur kerja sub-integrasi rincian (WBS) perawatan; untuk masalah

17

8. Mendiskusikan kualitas capaian dari segi teknisdengan melakukan (group) iterasi teknisdiantara kelompok yang terkait; 9. Mendiskusikan yangberkaitan masalah dengan ketepatan pendanaan, waktu, dan pengadaan barang sesuai dengan strukturrinciankerja (WBS) dengan melakukaniterasi yangterkait pendanaan; dengan ketersediaan aliran perencanaan 10. Membuat kontrak kerjasama teknisdengan pihak lainbersama (Program Manajer Program Manager); 11. Mengusulkan pengadaanbarang dan spesifikasinya kepada (Program Manajer Program Manager); 12. Mempersiapkan materipresentasi laporan hasilkegiatan struktur (WBS) yangdipimpinnya; rincian kerja 13. Memberikan presentasi hasilkegiatan di hadapan Kepala Program(ProgramDirector) secara berkala(paparan, d i s kusi dankesimpulan) ; 1 4 . Memper siapkan ( Design buku acuan desain Manual): 1 5 .Memper siapkan ( Engineer i ng bukuacuanker ekayasaan Manual) ; 16. Mempersiapkan pengujian (TestManual); bukuacuan 17. Mempersiapkan buku acuan produksi (Production Manual) ; 18. Menyetujui (TN); catatan teknis 19. Memeriksa (TR)ataurevisi Laporan Teknis laporan teknis (Technical Memorandum); 20. Mempersiapkan (TD); Dokumen Teknis 2 1 . Melaksanakan kegiatan di lingkungan a tau ber isiko tinggi berbahaya. d. Sebagai Asisten Manajer Program (AssistantProgram Manager): 1. Mengusulkan metoda pengendalian proyek, dan sejenisnya penjadwalan program; untuk dan pengendalian 2. Mengusulkan rencana pendanaan yang dikoordinasikan pihak-pihak dengan terkait; telah

18

3. Menyiapkan draftkontrak kerjasama teknisdenganpihak lainbersama (Program Manajer Program Manager); 4 . Mengusulkan pengadaanbar ang melalui pengel ol a anggaran yangdiusulkan sesuai dengan spesifikasi Ketua Kelompok (Group Leader)bersamaManajerprogram (Program Manager); jadwalkegiatan 5. Melakukan penyesuaian terhadap kondisi pendanaan yang berjalan, mendiskusikan dampak pendanaan kesesuaian yangbaruterhadap produk kerja; 6. Mendiskusikan yangberkaitan masalah dengan ketepatan pengadaan waktu barang; 7. Melaksanakan Pemantauan dan Pengendalian Kemajuan Kegiatan (PCM) bersamaManajerProgram(program Manager); 8. Menyusun draft laporankemajuanprogramdari segi w aktu dandana. 9 . Melaksanakan kegiatan di lingkunoan ber isiko tinggi a tau b er bahaya. e . S e b a gai M anajer ( Pr ogr am Pr ogr am M anager ) . 1. Memberikan pengendalian metoda proyek, dansejenisnya penjadwalan untuk program; dan pengendalian 2 . Membuat pendanaan r encana yangtelah dikoor dinas i k an pihak-pihak dengan terkait. ; 3. Menetapkan kontrak kerjasama pihak teknis dengan lain; 4 . Mengusulkan pengadaanbar ang m elalui Peng el ol a a nggar an sesuai dengan yangdiusulkan spesifikasi Ketua Kelompok (Group Leader); jadwalkegiatan 5. melakukan penyesuaian kondisi terhadap pendanaan yang berjalan, mendiskusikan dampak kesesuaian pendanaan yangbaruterhadap produk kerja; 6. Mendiskusikan yangberkaitan masalah dengan ketepatan pengadaan waktu barang; 7. Melaksanakan Pemantauan dan Pengendalian Kemajuan Kegiatan (PCM);

19

program dari segi waktu 8. Menyusun Laporan kemajuan d andana; 9. Mempresentasikan program dari segi laporan kemajuan waktu dan dana di hadapanKepala Programsecara berkala; 10. Membentuk OrganisasiFungsional Program bersama (Program Kepala Program Director) dan Insinyur Kepala (Chief Engineer); program (Program 11. Memeriksa bukuacuan Manual); 12. Memeriksa (Program Laporan AkhirProgram Document); 13. Mempersiapkan Laporan Pemantauan dan Pengendalian (PCM); Kemajuan Kegiatan 14. MemeriksaLaporan Pemantauandan Pengendalian (PCM); Kemajuan Kegiatan 15. Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggiatau berbahaya. f. S e b a gaiAsistant ( Asisten Chief Engineer Insinyur Kepala ) : 1 Menyiapkan ( Engineer i ng dr aftbukuacuan ker ekayasaan Manual) ; 2. Menyiapkan pengujian (Test draftbukuacuan Manual); 3. Menyiapkan draft buku acuan produksi (Production Manual); Mengusulkanpersonil yang sesuai serta klarifikasi dansandikerja fiobcode); 4. Mengusulkan personil rencana waktu keterlibatan dalam tiapprorgram; 5. Menyiapkan pertemuan dalamrangka koordinasi kerja; 6. Memantau pelaksanaanprogram bersama Insinyur (Chief Kepala Engineer); 7. Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggiatau berbahaya. g. Sebagai Insinyur (Chief Kepala Engineer): 1. Membentuk Organisasi Program bersama Kepala . Program (Program Director) dan Manajer Program (Program Manager);

20

2. Merencanakan personildalam tiap waktu keterlibatan prorgram; 3. Mendiskusikan dan menetapkan SumberDaya Manusia yang terlibat dalam program denganpara KepalaUnit Struktural; 4. Mengevaluasi dan menyetujui usulan spesifikasi teknis yangdiusulkan barang (Group Ketua Kelompok Leader); 5. Memberikan supervisi teknisuntuk penyelarasan kinerja secara rutin; 6. Memberikan saranperbaikan, alternatif teknikyang lain pada pertemuan diskusidenganpara KetuaKelompok (Group Leader)secara bersama atau sendiri-sendiri, programsecara untuk mendiskusikan hasil=hasil berkala; 7. Melakukan optimasidesain (trade-off) terhadapkondisi yangmasih batas bisadinegosiasi diantara struktur rincian kerja(WBS) hasil-hasil dan prioritasi rincian struktur kerja (WBS) untuk mendapatkan produk akhir yang paling pada se suai akhir tahun anggar an; 8. Mempresentasikan hasil kegiatan secara teknis di program hadapan kepala secara berkala; 9. Mempersiapkan program(Program bukuacuan Manual); 1 0 . Mem er iksa ( Design bukuacuan desain Manual) ; 1 1 . Mem er iksabuku acuan ker ekayasaan ( Engine er i ng Manual) ; 12. Memeriksa pengujian (TestManual); bukuacuan 13. Memeriksa produksi (Production bukuacuan Manual); 14. Menyetujui Laporan Teknis(Technical Report) ataurevisi laporan (Technical teknis Memorandum); 15. Memeriksa (Technical Dokumen Teknis Document); 16. Mempersiapkan Laporan Akhir Program (Program Document); 17. Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggiatau berbahaya. h. Sebagai (Program Kepala Program Director):.

21

program bersama Pengelola perencanaan 1. Melakukan (Program Program Manager) dan Insinyur Kepala(Chief program, Engineer) membentuk organisasi menentukan jumlah struktur rinciankerja (WBS)dan jumlah paket pekerjaan (WP)untuksetiap rincian struktur kerja(WBS); personil-personil yangterlibat 2. Mengangkat dalamprogram serta pejabat-pejabat fungsional atas usulan Insinyur (ChiefEngineer), Kepala dan KepalaProgram (Program Manager); jalannya program 3. Mendiskusikan ditinjau dari segiteknik ketepatan waktudan pendanaan secara berkala bersama para Ketua Kelompok (GroupLeader),KepalaProgram (Program (Chief Manager) dan Insinyur Kepala Engineer); pada setiapfasa penelaahan 4. Memberikan saran-saran program (program (Preliminary), review): tahappersiapan tahaprinci(Detail), tahapkritis(Critical) dan tahapakhir (Final). jalannya pr ogr amser ta memper tanggung5 . Melapor kan jawabkanhasil programkepadakepala unit struktural (pimpinanterkait) yang memberi pekerjaansecara berkala; 6 . Memberikan presentasi program mengenai berjalan; 7 . Memperagakan program; hasil-hasil 8 . Mempresentasikan serta mempertahankan usulan Hak yangbenvenang, AtasKekayaan Intelektual dihadapan o program Menyetujui (Program Bukuacuan Manual); 1 0 .Menyetujui (Design bukuacuan desain Manual); 1 1 .Menyetujuibuku acuan kerekayasaan (Engineering Manual) ; 12. Menyetujui pengujian (TestManual); bukuacuan 13. Menyetujui produksi (Production bukuacuan Manual); 14. Menyetujui (TD); Dokumen Teknis 15. Menyetujui (Program Laporan AkhirProgram Document);

22

16. MenyetujuiLaporan Pemantauandan Pengendalian (PCM); Kemajuan Kegiatan 17. Melaksanakan kegiatan di lingkungan berisiko tinggiatau berbahaya. (5) Perekayasa Pertama sampaidenganPerekayasa Utamayang pengembangan melaksanakan profesidan penunjang kegiatan tugas Perekayasa diberikannilai angka kredit sebagaimana tersebut dalam Lampiran I Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara ini. Pasal 11 padasuatuunitkerjatidakterdapat Apabila yangsesuai Perekayasa jenjang jabatannya peran dengan terkait dengan untukmelaksanakan tugassebagaimana dimaksud dalamPasal10 ayat (2), Perekayasa yang satutingkat jabatan di atasatausatu tingkat di bawahjenjang dapat melakukan penugasan kegiatan tersebut berdasarkan secara tertulis yangbersangkutan. daripimpinan unitkerja P a s a1 l2 P e n i l a i a n a ngka kr edit Per ekayasayang melakukantu gas se b a g a i ma na dim aksud dalam Pasal 11,ditetapkan sebagai ber ik ut: a. Bagi Pejabat yang melaksanakan Fungsional Perekayasa tugas jabatannya, dalamperanterkait yang di atasjenjang angkakredit diperoleh puluh persen)dari ditetapkan sebesar80% (delapan setiapangkakreditsetiapbutirkegiatan sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Peraturan MenteriNegaraPendayagunaan Aparatur Negara ini . b. Bagi Pejabat yang melaksanakan Fungsional Perekayasa tugas jabatannya, dalam peranterkaitdi bawahjenjang angkakredit yang diperoleh persen)dari ditetapkan sebesar100% (seratus setiapangkakredit setiapbutirkegiatan sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Peraturan MenteriNegaraPendayagunaan Aparatur Negara ini. Pasal13 (1) Unsurkegiatan yangdinilai dalampemperian angkakredit terdiri dari:

23

a. Unsur utama; dan penunjang. b. Unsur (2) Unsurutama terdiri dari: a. Pendidikan; b. Kegiatan Kerekayasaan; dan profesi. c. Pengembangan (3) Unsur penunjangterdiri dari kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugaskerekayasaan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal6 padabutir4. (4) Rincian kegiatan kerekayasaan dan angkakreditmasing-masing padaayat(1) adalah unsursebagaimana dimaksud sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara ini. Pasal14 ( 1 ) Jumlahangkakreditkumulatif yang harusdipenuhi minimal oleh setiapPegawai Negeri Sipiluntukdapatdiangkat dalamjabatan pangkat dan kenaikan Perekayasa adalahsebagaimana tersebut dalam Lampiran ll Peraturan MenteriNegaraPendayagunaan Aparatur Negara ini. jumlahangkakreditkumulatif (2) Komposisi minimal untukkenaikan jabatan dan kenaikan pangkat Perekayasasebagaimana d i ma ksup dada ayat( 1) ,untuk: a. Perekayasa denganpendidikan sekolah Sarjana Stratasatu (S.1)atau Diploma lV adalahsebagaimana tersebut dalam lampiran lll PeraturanMenteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara ini; b. Perekayasa denganpendidikan sekolahSarjana Stratadua (S.2) adalah sebagaimana tersebut dalam lampiran lV Peraturan Menteri NegaraPendayagunaan Aparatur Negara ini: c. Perekayasa denganpendidikan sekolahSarjana Stratatiga (S.3) adalah sebagaimana tersebut dalam lampiran V Peraturan Menteri NegaraPendayagunaan Aparat0r Negara i n i ;. (3) AngkaKredit penjenjangan terdiri dari a. Pendidikan danPelatihan: b. Kegiatan kerekayasaan; dan c. Pengembangan Profesi.

24

(4) Jumlahangkakreditkumulatif minimalsebagaimana dimaksud pada a ya t(1)adalah: a. paling rendah 80To(delapanpuluh persen)angka kredit berasal dariunsur dan utama; persen) b. paling tinggi 20%(duapuluh angkakredit berasal dari penunjang. unsur 15 Pasal (1) Perekayasa yangmemiliki kredit melebihi angka angka yang kredit ditentukanuntuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi, kelebihan angka kredittersebut diperhitungkan untuk kenaikan pangkat berikutnya. (2) Perekayasa padatahunpertama telah memenuhi atau melebihi yangdipersyaratkan angkakredit pangkat untukkenaikan dalam pada tahun kedua masa pangkatyang didudukinya, "maka palingrendah20o/o diwajibkan (duapuluhpersen) mengumpulkan angkakredit darijumlahangkakredityang dipersyaratkan untuk pangkat kenaikan setingkat lebihtinggiyang berasal dari tugas pokokPerekayasa. P a s a1 l6 P e re ka ya sa yangakannaikpangkat Madya menjadi Pem bina Tingk at I golongan ruanglV/b sampaidenganPerekayasa Utamapangkat PembinaUtama golonganruang lV/e diwajibkan mengumpulkan paling rendah 12 (dua belas) angka kredit dari kegiatan Pengembangan Profesi. Pasal 17 Perekayasa Utama,pangkat ruanglV/e, Pembina Utama,golongan jabatan/pangkatnya setiap 2 (dua) tahun sejak menduduki wajib paling rendah 50 (lima puluh) angka kredit dari mengumpulkan kegiatan tugaspokok profesi. danpengembangan Pasal 18 (1) Perekayasa yang secarabersama-sama membuatkarya tulis ilmiahdi bidangkerekayasaan, diberikan angka kreditdengan ketentuan sebagai berikut: a. apabila terdiridari 2 (dua)orang penulismaka pembagian puluh angka persen) kreditnya adalah 60%(enam bagipenulis utama dan 40% (empat puluh persen) untuk penulis pembantu;

25

b. apabila terdiridari 3 (tiga)orang penulismaka pembagian angkakreditnya 50% (limapuluhpersen) bagipenulis adalah (duapuluhlimapersen) 25o/o utama dan masing-masing . untuk penulis pembantu; dan c. apabila makapembagian terdiri dari4 (empat) orangpenulis angka kreditnyaadalah 40Yo (empat puluh persen) bagi penulis 20% (dua puluhpersen) utamadan masing-masing penulis pembantu. untuk (2) Jumlah penulis pembantu padaayat (1), sebagaimana dimaksud paling banyak 3 (tiga) orang. BAB VII PENILAIAN DANPENETAPAN ANGKAKREDIT Pasal 19 (1) Untukkelancaran penilaian dan penetapan angkakredit,setiap Perekayasa diwajibkan mencatat, menginventarisir seluruh kegiatan yang dilakukandan mengusulkanDaftar Usulan (DUPAK); Penilaian AngkaKredit (2) SetiapPerekayasa secarahirarkhi DaftarUsulan mengusulkan (DUPAK) Penilaian AngkaKredit setiap tahun. (3) Penilaian dan penetapan angka kredit Perekayasa dilakukan paling yaitu3 (tiga) kurang 2 (dua) kalidalam1 (satu) tahun, bulan periode pangkat sebelum kenaikan Pegawai Negeri Sipil. Pasal 20 (1) Pejabat yangberwenang menetapkan kredit angka adalah: a. KepalaBadanPengkajian Teknologi selaku dan Penerapan pembina Kepala instansi Jabatan Fungsional Perekayasa atau pejabat padaInstansi lainsetingkat I yangditugaskan eselon Pembina Madya, untukpenetapan angkakreditPerekayasa pangkatPembinaTingkatl, golonganruang lV/b sampai dengan PerekayasaUtama, pangkat Pembina Utama, golongan ruanglV/e untukperekayasa di lnstansi Pembina daninstansi lain; yang ditunjuk b. Pejabat dan di lingkungan BadanPengkajian Penerapan Teknologi yang membidangi kepegawaian (serendah-rendahnya eselon ll) bagi Perekayasa Pertama, pangkat PenataMuda,golongan ruanglll/a sampai dengan golongan Perekayasa Madya,pangkat Pembina, ruanglV/a

26

untuk Perekayasa di lingkunganBadan Pengkajian dan Penerapan Teknologi; c. PejabatPembinaKepegawaian Pusat yang bersangkutan atau pejabat lain yang ditunjuk yang membidangi kepegawaian (serendah-rendahnya eselon ll) bagi pangkat Perekayasa Penata Muda,golongan Pertama, ruang lll/a sampaidenganPerekayasa Madya,pangkatPembina, golongan ruanglVia untukPerekayasa di ingkungan instansi ma si ng- masing; yang bersangkutan d. Pejabat Pembina Kepegawaian Provinsi atau pejabat lain yang ditunjuk yang membidangi kepegawaian (serendah-rendahnya eselon ll) bagi pangkat Perekayasa Penata Pertama, Muda,golongan ruang lll/a sampaidenganPerekayasa Madya,pangkatPembina, golongan ruanglV/a untukPerekayasa di lingkungan instansi ma si ng- masing; e. Pejabat Pembina KepegawaianKabupaten/Kota yang bersangkutan atau pejabat lain yang ditunjuk yang ( ser endah- r endahnya me mbidangi kepegawaian eselo n l l ) pangkat u n tu kPer ekayasa golongan Per tama. Penata Muda. ruang lllla sampai dengan Perekayasa Madya, pangkat golongan Pembina, ruang lV/adi lingkungan masing-masing. (2) Dalam menjalankan pejabat sebagaimana kewenangannya, padaayat(1)dibantu dimaksud oleh: pada Badan a. Tim PenilaiJabatanFungsional Perekayasa Pengkajian dan Penerapan Teknologi bagi pejabat pada ayat ('t) huruf a, selanjutnya sebagaimana dimaksud disebut Tim Penilai Pusat; b. Tim PenilaiJabatanFungsional Perekayasa bagi pejabat pada ayat ( 1) hur uf b di Ins tans i se b a gaim ana dimaksud Pembina, selanjutnya disebut Tim Penilai UnitKerja; c. Tim PenilaiJabatan FungsionalPerekayasa .lnstansidi lingkungan instansi pusat bagi pejabat sebagaimana pada ayat (1) huruf c selain Instansi dimaksud Pembina, selanjutnya disebut Tim Penilai lnstansi; d. Tim Penilai padaSekretariat Jabatan Fungsional Perekayasa Daerah Provinsi pada bagi pejabatsebagaimana dimaksud ayat(1)huruf d selanjutnya disebut Tim Penilai Provinsi;

27

e. Tim Penilai padaSekretariat Jabatan Fungsional Perekayasa DaerahKabupaten/Kota bagipejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf e selanjutnya disebut Tim Penilai Kabupaten/Kota. Pasal 21 (1) Tim Penilai Jabatan Perekayasa terdiri dariunsurunitteknis yang membidangi kerekayasaan, kepegawaian dan Pejabat Fungsional Perekayasa. (2) Jumlah paling anggota Tim Penilai kurang 7 (tujuh) orang dengan susunan sebagai berikut: a. Seorang Ketua merangkap anggota; b. Seorang WakilKetuamerangkap anggota, c. SeorangSekretaris merangkap anggotadari unsur yang membidangi kepegawaian; dan d. Paling kurang 4 (empat) orang anggota. (3) Anggota Tim Penilai padaayat(2) paling sebagaimana dimaksud kurang 2 (dua) orang dariPejabat Fungsional Perekayasa. (4) Syarat untuk menjadi Anggota Tim Penilai, adalah: jabatan/pangkat a . me n duduki paling r endah sama dengan jabatan/ pangkat yangdinilai; Perekayasa b. memiliki keahlian sertamampuuntukmenilaiprestasi kerja Perekayasa; dan c. dapat penilaian. aktifmelakukan Pasal22 (1) Apabila Tim Penilai Instansi belumdapatdibentuk karena belum memenuhisyarat keanggotaan Tim Penilai yang ditentukan, penilaian angkakreditPerekayasa kepada Tim dapatdimintakan Penilai UnitKerja. (2) Apabila Tim Penilai Provinsi belumdapatdibentuk belum karena memenuhisyarat keanggotaan Tim Penilai yang ditentukan, penilaian angkakreditPerekayasa dapatdimintakan kepada Tim Penilai UnitKerja. (3) Apabila Tim Penilai Kabupaten/Kota belumdapatdibentuk karena belum memenuhi syarat keanggotaanTim Penilai yang penilaian ditentukan, angkakreditPerekayasa dapatdimintakan kepada Tim Penilai Provinsi atauTim Penilai'Unit Kerja.

28

oleh: (4) Pembentukan Tim Penilai ditetapkan Anggota dansusunan Teknologi untuk dan Penerapan a. KepalaBadanPengkajian UnitKerja; Tim Penilai Pusat danTim Penilai dan Pengembangan atau Penelitian b. Kepala Badan/Pusat pejabatlain pada instansi terkaityang ditunjukserendahKegiatan Teknologi rendahnya eselonll yang membidangi padainstansi pusat lnstansi; Tim Penilai untuk Provinsi; untuk Tim Penilai dan Daerah Provinsi c. Sekretaris untuk Tim Penilai d. Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota Kabupaten/Kota. 23 Pasal jabatan (1) Masa 3 (tiga) tahundandapat Tim Penilai adalah Anggota jabatan berikutnya. masa diangkat kembali untuk (2) Pegawai NegeriSipil yang telah menjadiAnggotaTim Penilai jabatan kembali dapat diangkat berturut-turut, dalam2 (dua) masa jabatan. masa waktu1 (satu) setelah melampui masatenggang yang ikutdinilai. mak a (3 ) D a l a mh a l ter dapat Tim Penilai Anggota Anggota Tim Pentlai Ketua Tim Penilai dapat mengangkat pengganti. Pasal24 angka dan tata cara penilaian Tata kerja Tim PenilaiPerekayasa Pembina. kredit Perekayasa ditetapkan olehInstansi 25 Pasal oleh: Perekayasa diajukan UsulPenetapan AngkaKredit I atauserendaheselon setingkat a. Pejabat Pembina Kepegawaian Kepal a kepada m asing- masing re n d a h n ya eselon ll di lingkungan untuk penetapan Teknologi Badan Pengkajian dan Penerapan Tingkatl, angka kredit Perekayasa Madya,pangkatPembina Pembina golongan Utama, dengan Perekayasa ruanglV/bsampai golongan Utama, ruang lV/e. lll di eselon b. Pimpinan serendah-rendahnya UnitKerjayangterkait kepada Teknologi dan Penerapan lingkungan BadanPengkajian pejabatyang dimaksud dalam pasal20 ayat (1) butir b untuk penetapan Pertama,pangkatPenata angka kredit Perekayasa

29

Madya, denganPerekayasa Muda,golongan ruanglll/a sampai pangkat golongan lV/a. ruang Pembina, eselonlll di serendah-rendahnya c. Pejabat Pembina Kepegawaian yangdimaksud pejabat dalam kepada lingkungan masing-masing penetapan pasal kredit Perekayasa angka 20 ayat(1)butirc untuk pangkatPenataMuda, golonganruang lll/a sampai Pertama, golongan pangkat Pem bina, r uang Madya, dengan P er ekayasa Instansi Pusat. lV/ayangbekerja di lingkungan yangmembidangi setingkat eselonlll atau d. Pejabat kepegawaian yang dimaksud serendah-rendahnya eselonlV kepadapejabat angkakredit dalampasal20 ayat (1) butir d untuk penetapan pangkat Penata Muda,golongan ruanglll/a Perekayasa Pertama, golongan Pembina, Madya,pangkat sampai dengan Perekayasa Provinsi. ruang lV/ayangbekerja di lingkungan yang membidangi eselonlll atau kepegawaian setingkat e. Pejabat yang dim ak s ud se re n d a h- r endahnya eselonlV kepadapejabat angkakredi t d a l a mp a s al20 ayat ( 1) butire untukpenetapan golongan l l l /a pangkat r uang P e re ka yasa Penata M uda, Per tam a, golongan pangkat Pembina, sa mp ad i engan Per ekayasa M adya, ruang Kabupaten/Kota. lV/ayangbekerja di lingkungan Pasal 26 Angka kredit yang ditetapkanoleh pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit, digunakanuntuk mempertimbangkan kenaikanjabatan/pangkat Perekayasa sesuai dengan peraturan p e ru n d a n g -undangan. BABVIII FUNGSIONAL PENGANGKATAN DALAM JABATAN PEREKAYASA Pasal27 Pejabatyang benr,renang mengangkat dalam JabatanFungsional Perekayasa sesuaidengan adalahPejabatPembinaKepegawaian peraturan perundang-undangan,

30

Madya, denganPerekayasa Muda,golongan ruanglll/a sampai pangkat golongan lV/a. Pembina, ruang eselonlll di serendah-rendahnya c. Pejabat Pembina Kepegawaian pejabat yangdim aksud dal am kepada l i n g ku n g an masing- masing penetapan kredit Perekayasa pasal angka 20 ayat(1)butir c untuk r uanglll/a sam pai P e rta mapangkat , PenataMuda,golongan golongan pangkat Pem bina, r uang d e n g a nP er ekayasa Madya, Pusat. Instansi lV/ayangbekerja di lingkungan yangmembidangi setingkat eselonlll atau d. Pejabat kepegawaian yang dimaksud serendah-rendahnya eselonlV kepadapejabat angkakredit dalampasal20 ayat (1) butir d untuk penetapan pangkat Muda,golongan ruanglll/a Perekayasa Pertama, Penata pangkat golongan Pembina, sampai Madya, denganPerekayasa Provinsi. ruang lV/ayangbekerja di lingkungan yang membidangi setingkat eselonlll atau e. Pejabat kepegawaian yang dim ak s ud se re n d a h- r endahnya eselonlV kepadapejabat angkakredi t d a l a mp a sal20 ayat ( 1) butire untukpenetapan golongan pangkat r uang l l l /a Penata M uda, P e re ka yasa Per tam a, golongan pangkat Pem bina, sa mp ad i engan Madya, Per ekayasa ruang lV/ayangbekerja di lingkungan Kabupaten/Kota. Pasal 26 Angka kredit yang ditetapkanoleh pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit, digunakanuntuk mempertimbangkan kenaikanjabatan/pangkat Perekayasa sesuai dengan peraturan perundang-undangan. BABVIII FUNGSIONAL PENGANGKATAN DALAM JABATAN PEREKAYASA Pasal27 Pejabatyang benrrrenang mengangkat dalam JabatanFungsional Perekayasa sesuaidengan adalahPejabatPembinaKepegawaian peraturan perundang-undangan.

30

Pasal28 (1) Pegawai Negeri kali dalam Sipil yang di angkatuntuk pertama jabatan Perekayasa harusmemenuhi syarat: palingrendahSarjana(S1)/Diploma a. berijazah lV di bidang yangditentukan; teknologi sesuai dengankualifikasi paling golongan b. pangkat rendah Penata Muda, ruanglll/a; c. setiap unsur penilaianprestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan dalam Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP-3),paling kurang bernilaibaik dalam 1 (satu) tahun terakhir. (2) Pegawai Negeri pada Sipilyangdiangkat sebagaimana dimaksud ayat (1), paling lama 3 (tiga) tahun setelah diangkatharus perekayasa mengikuti dan lulusdiklatfungsional sesuaidengan yangditentukan kualifikasi olehlnstansi Pembina; (3) Pengangkatan pertama padaayat(1) dan sebagaimana dimaksud ayat (2) adalahpengangkatan untuk mengisilowongan formasi dariCalon Pegawai dan Negeri Sipil; (4) Kualifikasi pendidikan dan pelatihan fungsional untuk Jabatan Fungsional Perekayasa sebagaimana dimaksudpada ayat (2), ditetapkan lebih lanjut Pembina. olehInstansi -, (1) Di samping persyaratan sebagaimana dimaksud dalamPasal28, Pengangkatan Pegawai NegeriSipildalamjabatanPerekayasa jabatan dilaksanakan sesuai dengan formasi Perekayasa. jabatan (2) Formasi padaayat(1)untuk: Perekayasa sebagaimana a. Pegawai NegeriSipil Pusatditetapkan oleh Menteriyang pendayagunaan bertanggungjawab di bidang aparatur negara pertimbangan setelah mendapat KepalaBadanKepegawaian Negara. b. Pegawai Negeri ditetapkan SipilDaerah olehPejabat Pembina Kepegawaian Provinsi/Kabupaten/Kotamasing-masing setelah mendapat persetujuan tertulis Menteri yang pendayagunaan bertanggungjawab di bidang aparatur negara pertimbangan dan berdasarkan KepalaBadanKepegawaian Negara. Pasal29

31

(3) Pedomanperhitungan formasi beban kerja dan penyusunan jabatanPerekayasa padaayat(2) huruf dimaksud sebagaimana Pembina. a dan huruf lanjut olehlnstansi b, diatur lebih Pasal30 (1) Pengangkatan Pegawai NegeriSipil dari jabatanlain ke dalam JabatanFungsional dapat dipertimbangkan Perekayasa dengan ketentuan sebagai berikut: a. memenuhi syaratsebagaimana dimaksud dalam Pasal28 29; ayat(1)danayat(2)danPasal paling pengalaman b. memiliki di bidang kerekayasaan kurang 2 (d u a tahun; ) puluh) tahun; dan c. usiapaling tinggi 50 (lima d. setiap unsur penilaianprestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan penilaian pelaksanaan pekerjaan (DPdalam daftar baikdalam1 (satu) tahun 3) paling kurang bernilai terakhir. (2) Pangkat yangditetapkan Negeri Sipilsebagaimana bagiPegawai pada ayat ( 1) adalahsam a denganpangkat y ang d i ma ksu d jum l ah jabatan d i mi l i ki n ya. sesuai dengan danlenjang dltetapkan angka kredit yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit; dan (3) Jumlah angka kredit sebagaimana dimaksudpada ayat (2) ditetapkan dariunsur utama danunsurpenunjang. BAB IX DAN PEMBEBASAN KEMBALI, SEMENTARA, PENGANGKATAN PEMBERHENTIAN DARIJABATAN Pasal 31 (1) Perekayasa pangkat ruanglll/a Pertama, Penata Muda,golongan sampai dengan Perekayasa Utama,pangkatPembinaUtama Madya, golongan ruang lv/d, dibebaskansementaradari jabatannya, apabiladalamjangka waktu 5 (lima)tahun sejak jabatan/pangkat menduduki terakhir tidak dapat mengumpulkan pangkat angka kreditminimalyang ditentukan untuk kenaikan setingkat lebih tinggi. (2) Perekayasa pangkat Utama Pembina Utamagolongan ruanglV/e dibebaskan sementara dari jabatannya apabilasetiap2 (dua)

32

tahun sejak diangkat dalam pangkatnya tidak dapat palingrendah50 (limapuluh)angkakreditdari mengumpulkan profesi. kegiatan tugaspokok danpengembangan (3) Di samping pembebasan pada sebagaimana dimaksud sementara dari jabatannya, ayat (1), Perekayasa dibebaskan sementara apabila: a. dijatuhi hukuman tingkatsedangatau tingkatberat disiplin penurunan pangkat; berupa b. diberhentikan Pegawai Negeri sebagai sementara Sipil; penuh c. ditugaskan kerekayasaan; secara di luarbidang d. menjalani cutidi luartanggungan negara; atau e. menjalani bulan. tugasbelajar lebih dari6 (enam) Pasal32 pembebasan (1) Perekayasa yangtelahselesai menjalani sementara sebagaimana dalam Pasal 31 ayat(3) hurufa, d, dane, dimaksud dapatdiangkat Fungsional Perekayasa. kembali dalam Jabatan (2) Perekayasa yangdibebaskan sebagaimana dimaksud sementara d a l a mP a sal31 ayat( 3) hur ufb, dapatdiangkat kembali dal am Jabatan FungsionalPerekayasaapabila berdasarkanhasil pemeriksaan pihakyangberwajib yang bersangkutan dinyatakan tidakbersalah. (3) Perekayasa Muda yang dibebaskan Pertamadan Perekayasa sementara sebagaimana dimaksud dalamPasal31 ayat(3) huruf c, dapat diangkat kembali ke dalam Jabatan Fungsional paling puluh Perekayasa tahun. berusia empat) tinggi 54 (lima (4) Perekayasa sementara Madya dan Utama yang dibebaskan sebagaimana dimaksud dalamPasal31 ayat (3) hurufc, dapat paling diangkat kembali ke dalam Jabatan Fungsional Perekayasa tinggi berusia 58 (limapuluh delapan) tahun. (5) Pengangkatan Perekayasa kembalidalam JabatanFungsional pada ayat (1), dengan menggunakan sebagaimana dimaksud yangdimilikinya angkakreditterakhir dan dapatditambah angka kredit dari. tugas pokok Perekayasa yang diperoleh selama pembebasan sementara.

33

Pasal 33 Perekayasa diberhentikan darijabatannya, apabila: jangkawaktu1 (satu)tahunsejakdibebaskan a. Dalam sementara darijabatannya sebagaimana dimaksud dalamPasal31 ayat (1) dan ayat (2), tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang pangkat ditentukan untuk kenaikan setingkat lebih tinggi; jangkawaktu1 (satu)tahunsejakdibebaskan b. Dalam sementara darijabatannya sebagaimana dimaksud dalamPasal31 ayat (3) yangditentukan; tidakdapat mengumpulkan angka kredit atau c. Dijatuhihukumandisiplintingkat berat dan telah mempunyai kekuatanhukum yang tetap, kecualihukumandisiplinberat penurunan pangkat. berupa Pasal34 pengangkatan Pembebasan sementara, kembali dan pemberhentian dari JabatanFungsional sebagaimana Perekayasa dimaksud dalam Pasal31, Pasal32, dan Pasal33, ditetapkan oleh Pejabat Pembina yang bersangkutan Kepegawaian atau pejabatlain yang ditunjuk yangberlaku. sesuai dengan ketentuan BABX PENYESUAIAN/I NPASSI NG DALAM JABATAN KREDIT ,DAN ANGKA Pasal 35 (1) Pegawai Negeri Sipilyang pada saat Peraturan Menteri Negara pada Pendayagunaan Aparatur Negaraini ditetapkan bertugas instansi/unit kerja Perekayasa dapatdisesuaikan/diinpassing ke jabatan dalam Perekayasa dengan ketentuan: a. telah memilikipengalaman kerja dibidangkerekayasaan pendidikan minimal 10 (sepuluh) tahunberdasarkan minimal yang S-1 di bidang teknologisesuai dengan kualifikasi ditentukan; paling golongan b. pangkat rendah Penata, ruang lll/c; c. usia palingtinggi54 (lima puluh empat)tahun pada saat jabatan pengangkatan dalam Perekayasa Pertama dan Muda; d. usia palingtinggi58 (limapuluhdelapan) tahun pada saat jabatan pengangkatan dalam Perekayasa Madya dan Utama;

34

e. setiap unsur penilaianprestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan Pelaksanaan Pekerjaan dalam Daftar Penilaian (DP-3),paling kurang bernilaibaik dalam 1 (satu)tahun terakhir: f. direkomendasikan oleh Pimpinan Instansi Pembina Jabatan Fungsional Perekayasa. (2) Untukmenjamin antarabebankerja dan jumlah keseimbangan PegawaiNegeriSipil yang akan disesuaikanidiinpassing harus jabatan. memperhitungkan formasi

(3) Angka kredit kumulatif untuk penyesuaian/inpassing dalam
jabatan padaayat(1),adalah Perekayasa sebagaimana dimaksud sebagaimana tersebutdalam lampiranVl Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara ini. (4) Angkakreditkumulatif sebagaimana tersebut dalamlampiran Vl Peraturan Menteri Aparatur Negaraini, NegaraPendayagunaan h a n ya b e rlaku masapenyesuaian/inpassin g sekali selama BABXI PERALIHAN KETENTUAN Pasal 36 ( 1 ) Pejabat yangpadasaatPeraturan Menteri fungsional Perekayasa NegaraPendayagunaan telah 5 Aparatur Negaraini ditetapkan (lima) tahun atau lebih dalam pangkat terakhirdan belum pangkat lebih memenuhi angkakredituntukkenaikan setingkat paling lama1 (satu) tinggidibebaskan darijabatannya sementara Fungsional tahunsejakditetapkan Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Perekayasa danAngkaKreditnya.

(2) Pejabat yang padasaat Peraturan Menteri fungsional Perekayasa
NegaraPendayagunaan Aparatur Negaraini ditetapkan telah 1 (satu) tahun atau lebih dalam pembebasansementara, palinglama 1 (satu)tahunsejak diberhentikan dari jabatannya ditetapkan Petunjuk Fungsional Pelaksanaan Jabatan Perekayasa dan AngkaKreditnya.

35

BABXII KETENTUAN PENUTUP Pasal 37 pelaksanaan Ketentuan Peraturan MenteriNegaraPendayagunaan Aparatur BadanPengkajian Negara ini diatur lebihlanjut olehKepala dan Penerapan Teknologi Badan Kepegawaian Negara. danKepala Pasal 38 Pada saat PeraturanMenteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negaraini ditetapkan, MenteriNegaraPendayagunaan Keputusan Aparatur Negara Nomor:24lKEP/M.PANl2l2003 tentang Jabatan Fungsional Perekayasa dicabut dan AngkaKreditnya dan dinyatakan tidakberlaku. Pasal 39 peraturan Apabilaada perubahan ketentuan mendasar sehingga ini d i a n g g ati pd a k kembali. sesuai lagi, m aka dapat ditinjau 40 Pasal Peraturan Menteri Aparatur Negara ini mulai Negara Pendayagunaan padatanggal berlaku ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta tanggal 4 Juli Pada

2008 GARA T U RNEGARA.

EFFENDI

36

6

(
E o

(t 6

G

G

6

o

c
G

c

c

c

c c

c $

E

z
(t) Y

s
a G e E

G

o q)

ft

t

E C

E E
C

c

o E

E

E
6
f

c

c

c G
F

G ?

E

c t

E 6

E

o :0) )
N E

c
G

o

o

n
@

c) c

o

c G

E c) a o o v c) o

t o

C c c

6

tr
o UJ < z tE
<199

c

(
c ll

(
C

('
o o v o o (L

U.l

J

o

E
c)

c c) t)

c c

E

c

o

c

€ v

0.) q)

c J

c c

v

E o

(! v

o c) (L

6 v

j

(
c e c c t


x o

R C

Y c

o
s
b N

c c

83F .?\
t o-z
r..Ll < <

?; eI

(r N
N

t

(f)

e o

s r
6

()
r) q
o
N

r c

zd. (Y

o

c

I

c c

q

f zale = =k-: 7
= dE; d<P-t
??ia
UJUI

=
U' I

= LJ

f 9 EF
o-czF
O c

tu

V

z :)
r a

G N F

o
N

v
N G

G x E o

o Y

e
(l)

=
o

!

o J

c E t o c

c v

U) U) U) U)

E E Q) o

= E

o 'c o)
I G E J

.s o
Y

G

o

a€;

.F

c ! G E

(
E
4

J

o

J

Ag(\ x G{ c t}rc')E E o c ooq J Jv-

( c : (
E

tr
G c c

C q J

C( Itq \r a? Otl OC Jct bQ

(
c

6: o: o:
-J\

-{
btE

OE D4l

cru

r<i o: ox o=
JJ

I

ft o

(
tr

:

ort

O)E oq)

z/n

t l tl
tl tl

fr
E

.p)
u,
q)

ll tl

I
o x o c

t l tl

o
a
z
F

tl II
tl
|

o o E G E

I
t:

't
o
o
(!

o
(!

=
B

t-l l
I E <n l('l
o
le

)
f

Y LU K. LrJ

s
UJ

o o Y

=o !5 c!l a.!
cLi

=
c
o

lt;
lo lx lr tc
o
6

U
!

o o
0) E

o

(,
'6)
c)

=
6

=
o
5 '6 o E= O:E Y= -A o:

s
o

3
6 6

a

q)

o
g) q 6

E

c' c)

B
'c q) .C

.9
0) o

c a

(t o

I

o

o
o '6 U c c 'c

c 6

=
q)

= c
o c x c

:<

o_
J

=
Ff

t
ri:

rt J:

t; =
ls

E
6 l

o x o
c u
6

= =
G x

c o G

v c o !

z z
f

rE t;
g I N I

e

c l!

a (,

o
g

l(o

(o I '
t

t:
t> lc ls

rl9
l I P

=q

li; a) c tq) c l o G ! c ) c)

:€

*E
Sc

! c 6

(
o

y.*
o
:c

Q) ll)

l>
I

4

U)
x

o
o
.F

l € lo
E E J Y

G

a

LL

z
F

o -

E o J

E

IE E
lq lJ I lr)

J

)
F

E o

IG IE tl6 tx lE o lq) to-

E
N

l=

=6
o

6
! N

x

=

^G

to

=

;

fJ

s

ic

N

N

;

co
-a

z
F

u.
o z
f

tt6 ;o

FS

oo >c -Go ;*F €FEc
G! i:

l* IE
1.9
lo

c

s

o I'JJ
Y

oO oE

4.::-c6;i E6ox-

lr_.6I;:9 bet,
oF^o c is c o

t6
IN

lL

=r PiAE rXc:
i:oco

la
lc l! to

U)

EE
;io o->
;E

I =

FEgX E: x e

t$

z

EO:-E =E20=

(LE!F(L d)

6:

h E6

o.=; o ; o o* -ccc

F.sE E'

to

O = E

l'

E 3.3.s
z
(t

lc

t

:)

U)

z z :)
Y

Y tt t tt

Y z
F

o z

E

s
Y

uJ IL

o z

illE
elv 'o

G'

:|:lg E IE.IE
-

6 !

El€

l'alglF

EIEIHE
olD a. to

slE
P IE
t6 16 16 to Iv 6 xlY 6 6 q v

lg lo.

F I3 IE : tE ts : t6 td
I
c
6

(,

o
f o

(u
o x o

t-

lc
t6

lE

lS
l= tG to
I L

ltJ

lF
lo lo to
I S

:
ol ol
€I

; 6 o
L

c

'-1
x 6 c 6 o v c I! lo tc lc 16 l! t6 It lo tc lo to lx 16
!l

-lE I:


ol I I

_91>l>l>

o
l ^

la,
t^ l.o
t v

16
l^ lo
I v

*lods

>l
GI

ot ol

6

I

(
z
U) Y
C

E E c) 6 o o Y

6 f

E
o
G o

G

F f G

o

=
o o 6 x

=
o 6

:
c c c

f

f, 6 a

E

o
f

f

=
o

=

f

=
J

E J a 6 x o v o) 0.)

f

f o 6

q

q

5 ul

(
C l

(g v

(
t

v o u

c Y o q)

E q)

E
o)

c) n

E

v c.) o)

E
o

x

o

o-

q)

o-

E 0

0) 0)

o)
q)

x o o

!

o o

v

c) o)

I

E
o

o.

0) 0)

E q)

<E :<o
z.t <Y

q N

o
N @

I

C) tl.l

c!

!+ N

\t

r)
N

cr,
.i

o

:
'6 x o X

a

o
N N

(o o c!

(o

sl

F. N N

s cl

o

=
a
T G

,6 v
J q

'6
v l o

'6

z
l F a

o 'OJ v o o) {
6 3 l) E o

'r

(t

e
a c Sl EI

Y .F

6 v
o c

'6

.;
x
!

o

q

o
5 o

=
o oj o:

o o c ol E! oI JF. c

'6 x
@

6! CJ ID C. JF

:6 l
EI oq JF
E c

;G I
EJ
JF

Q) x G

o x

s
6J EJ oll JF

o

q c GY
O! E} tD .C JF

a o! EY (l)o JF

o 'c)
6 E J

O) EI

E

o.o o
J

E

JF

o(

E
J

E J

o)

E} EJ EJ 4t .c ( D . c o t o JF. JF JF

oq

o)

E o

'6

.c o a o

t l tl
c C' o
6 o l6

I tIF

!

'e
c)

c) E
G

E
c

o o v

c o 'd)

g) Ot e q) q) Ot q

E

IE
l9
t6 o o o o

o
f

E
6

o
G

q) E l1,

c o

o x o

x
c 6

3 = s
6 q) G 6 G

o c, E

E 3
o G

.E
o o '6
6

6 o E o a) o c l

(t 6 c o o o .6

o G o) o
G q

o

=
x

t.sl
E 6

t*
t6 l=

z
t-

6

E o
6

c x

ul q) o
o
J

=
o

E q)
x
I (! G

c

.s o
0
O

c c)

=
0)
G

3
q)

o
Y E

G

.E
c

'=
q) D G

=
E
I .q

o =

=

E q)

I c,) l 6 I
t : v

c

c

=
o o t c
,E

G

tr l

=
o x o v o

c

o

'6
q)

0.)

q)

E
G

E
ll T c
d

o E o 'c o

; - .(= )
cd

=

oo oo v7, :c ov so)

o x x O6 c> os 6E
Y6 O^

E '6 o o Y o U)
c

q)

E
v c o ;i

'!

::

GC

=
c

tx ri
lL l== -

c

c)
c N

c o c
a

=

E

e=
O=

o

=
E
7

c)

E
o

c.)

o o

E(
o

c,
E

:
o

.c

OE oo OG
G

(
c
d

o

E
=.i

t>=

z
N

o :a o
G

'=
E

=
o

0)

E

E
o

c o

x

>E

1 5 3=
l^ !

= ;

c)

c q)

x7 :E
o

== ;-

>E

= ;

=
o

c)

>;
o) a ^i

=

a

f.{

s

z
l dl

U)

E a
f

z

o z

G E

6 l 6 o G

z o
Y

s
G x

=
G

J

E f

o l 6

o E
f ct

o

o

6 3 6 o 6

6

o

fit

o

(!

(6

=
I

=
o
J

J

=
6 J

=
G G o v

=
6 q

= =
G' q 6

=
o a x (! o
!

=
G' @ !

J

(!

o x c) o o_

E€
Ytr
GG

5 UJ
(L

o o

!

o o

o o

v o) c)

x

c) (L

E

E
o

o x

o-

c)

o

E
o

o-

o o

c, 0)

E
0)

6 v 0.) 0)

o-

c, o

OE o. ^0) u

<F

:<o zu <:<
U) I

N F-

N

r+
t
N

r+

:

i N

s

o
Y

n

N

N N

o

:

fr $ N

(o
N

o $

N @

;

ry
c

-{

:

N

=

o v
a

z :) :o j
F

e
EJ

x f

o v
.6 F

I

o Y
(!

v

q

x

o

a ol

:

I

o c 6t EI rDq JF

e
a c G!

o x o

o x
6

6 ! o

q Y

o

x
6

fq) =q)

o o o 'c
q) 6 q f f

Y

o

o Ot

@

6J EI

G) E)

:( t v
JF

(o! E!

;o !
EY JF

;

GI 'F -o EI JF

;c t x
JF

:i- o V c -o

c c) @

I

E

a

JF

o.c o.c
)tc o 6 @ 6

E
J

o

cl o.q

J

()

EJ oll JF

orc JF

EI rDc JF

E: o.o

oc JF

oo

oc

-o'= P3 co EY o.c)

.E o)

:a
5 6

-99
c 'o
G

6

o
@

Gi ol ol q

J

I o
E
I

'6
X 6

EC

c x
x E o 0 G

o

e
Q)

o o

1
oo,

o
6 q,

.\
o
E

6
x o)
E

(,
z
F

o o

q) 6

ol o ol c x

o c, x
x
6 q,

'6
v o

{t) o

4E
-'

P E ;i o.)
a:<
EE
d :

E-

9E
GC

E 6E co) (!6 Fq) :b ' .- (D

-o C(u

3 6 o c x '6 0)

-cs

Ee

o)

=
co c!
CG

c

o
6

o

a c)

6
a f
d

x

c

=

:o

x

]

:

s

E

EP
=ol

Eo rc .g
6O

P^

Ei gE
= g

>tr

.:G

o o

g9 o{

!x=

O)'i^

c

o
t! Y F

=

E q)
o c

=
c rc

Fo

E

=
c

PS
c tC

3r
=-

i64

E

E_=
ro EG

=
c:

: -= = ;:
!G :c oo

o
q) E

t

3x

;
q)

o
c

E

o
c G
l :

aSE ,::=
;ji
: . <

= =

=
G

= :
a6 o
E

=>

:)
va GC ;s

;f

o o

tE >E
o o ai oo c

';4
g o zd

;€
v

:
E
c)

'=
!
J

i:
: L

E
o
o ! G

>e

=
6

E o

E:

G c

G o

= 6

;]
: E

;3n ::n
F

-Y

;1a =cl
rll:

=

= -

x

>i

=

o

o o

;
F

; ;

st; 3 . i ;= ='X c

--:.

;E
e . = :

A

*r

aE v
=cV €! >o = qroo EIO
O=

2 e4 : o.;
9o.2 z:<E G

66 => @c cX

;

*cii Y(!C

F E"; >; E

EEE
I

=_9 .-

>;

E. f

z
o
l

t|

,q

u.
l U)

z

f

o z

(! 6

o

e

G E

s

6 G

6

o

o
E

o

z
a :l

=
G o 6 6 x

=
o G I
(! o

=
(t o o v q)

(g

6

:
Y 0) q) Y

=
J

=
o 6

G

5 tJ.l

o 0) c) x q) o

o-

c)
q)

E
0.)

o c)

J

o (L

E

o) c)

E o

E

o)

E
o

I

I

o

<F YC oLt

o
N N

zs. <v

a

N

:

N

a

N

:

N

;

N

N I

N

$

;

=
I
f r G lt)
!

c =q) =q)

.F

z
U)

'o) x

.G F

c) x

o) v
6

'c a)
J

'c o v

'c o
J

RB iF

:E *t v5
;'d 4.9

E
'c o x x

cc
6J

.9
q) OJ
q)

f8
:v

o 0.)

E

)
6

E
J

q) J

E

E q) J

E (l)
I

)

E

3.4
E

o)

jg

:

il)

Eg
- -.;
o66 6 ='O .lgEc-

cO

7'a'
Y OcL Ja o E o o v

c) v c)

'6 c

c 'i c

'o
c x

c

'o
Y

c

'o
'tr

'c

'6 c
l

CC 6(q o> c^ Ef

* 6'=

E b ::ol

fh

*P
-o c.v

6t

I

x
q

U)

u, 'Ai @ a
!G

x_ EO oo

.t! > l Y
EO

s
6 a

J J

ntr
'=-

z
l--

c q)
'b G q)

o= o: EG '69

9 a € 'a 6E
6O

P:
ocl

l9 oo

rl= E o qo

3c E5 TG r3
!6

.c e e ol
:o-v
OE oo '-o €x

E E{ F

;e
!6

Fi

9b
6c

sgis e t E gE F EEgE
cP
6 ! -;= =:'e :;6G -: >G e:E;

EE
Ed

'a
v '6
6

*ios
o'= S o'

trc.Y

'd.

EE
-O

*.s
EE
oS

EFgF
.9*-c5 oi: o o I 6= O-

=v o. c) oo Po

-E

oE 'O s6

u,
Y

{

eF !Y
6O_ IE

6{) oOt ^G ;<

c\

E;EP
C 6 8 6E-.: = *= h e

EF i.F

o>\ o^ g (/,
= v

.Eb oE
co G^

'a -o
oc) :x

Eba

oii
O6

tr (}

Q

=3

PI

EE
OC G^

tr l

x
E

Pl :E> *Eg
'=gov c:c

z; -= ct -t = x == == €= 2-= -= -= -=
'?: : v

=;

: =A* >:-:
-=>o

oE !
c!B

:

:=

:x

E>
E'
@ tjrt

.ix p
ov

E€EF
'6.9

x.g

EO F F E.; a Xi

Pii r .E=

6

'E :6 q E D
3 ,1 a
ooJ 6

r;;
;m

x;
= h

o Y
f

c)

Eco J:3
!v 6€

gs

=m

3 3 !iv: i
oo

ic

-

!::
: h
= h

l6 G lr; t:o

c-

a-

;:
x-

= i;r 5!O= ?hcc i a:i

ag x^o: oo

E9 ; E

! =

- :.c
6

G:

oo i: =x

i*Es
E*6:

.':

5',E

3c
Oo

€)-!E

)<
6 6

5 E = _ 9 5 _ 9= _ 9l > E I P aE : : o >'i to s
>ajz
6 N

9 Xe

>i;
N

:;ix=

l:; e b

;E{ >Eg

E=-Zs
=3i;x

>'a

=> SSit

;E$;

ox' >i

Eg8
N

EPii

U) c.j

()

g. l

U> z
dt f U)

r

s

E

:)
l

U) z

o z

6 E

E

G

s

o
f 6 o G

z
a Y
J

6x x>
YE c)f

=
o s o x
a 6 x

=
s
6 v

=
o q 6 x

f o a
G G

b5

o
G x

o o
6

uJ
(L

a>

I

c)

E c)

v o o

E o

v

E
o

c) 0)

(L

E (u

E o-

J q)

o

E 0)

<F YO (, ul z. g. <Y

t
N

o
(\I

N @

o

':
o

v (o

ro
@ 0
N

,-;

o

o

N

A

J

U) I

c
f .6 F 'F

o
v o
!

c c 3 f

'6

.o F 0) ! 6

.6 F

.F J

z
q)

Y
o

c) x

e
o o.
fu o
6 c E c o p

:
J

0,

q c NJ EY 0, oJ JF

l F a

Y

E
J

J

E o

g
al

E
J

E q)

E
J

J rE

)< a

o)

=

'6 s o

5E nO td
cbl 6P o.g v6

v o
C

=
l,Eo; >=
EC aq) co. 6E Xc

gp
€9 g
o6E
E

6-= E EJZF

E g
o)

'o x C'

otr !E

s g'ro
oi5 cc)
>,!
6 = 6 O

z g
U :<
F

c o

4:i J.:

6o ?

.=

]: := -a

=;
3x

E* P€
Eo
:o

Bst e b geF _ vs g e :E$ 3> o E Eat -.= \ Hts$ sis
g)

o6
O(!

fot OY Y(L
(E'= CG

oE

€ 3e ef e EPE
coo)

I

o) c) q
G

6
d) 6 6

EO xc Q' O) >o Oc

c x o ct

B
o 0) o

.6 E a Rt
co

E
o o o

9;l -og
o=

'Eo
o

g>
CG gG

= o =

(u
!

c 6

o o c G q x a

E;
G_

otr s
E o)
I

tr!! !!b 6< 'c OxF
! =

CG' IDtr
v G

B.5F H 9 CE .:!
c olc oco

bs -oG
ors cc oo >o

o!4 ocl Ia -o

.q =
E

6

ool Ito c^

o a c C o

96 Y''
;iE Xo

5 >c
oCG >c = 6

E> ;o tg
F;:
X Y'C G

o
(B o
c o

c

3
G

3€
Cx !6 JC
6

6i:

c'6

l
1' c GF a; OE

- ==
a

€t u
oo o I4^

GGg

o

n3.
ciZ
;d

6

o l:

oS of

dl

G) lEa 1> J,=

:q)

:+

>l
0,rI ol

6r< Ci: :=ol

PF X E.=6' >;a

=€
N

OJ

6> X.
.6E >G c!^

-O

iEss
i s9s

6

0x

*es* €:si
Fv ;

6 6_9 F ;o3 I s B i= ; o-! = :d! ^

cr6;i oE ;

4.=

,;
x o
O6 E> OG oE

P

D o
G c o q)

;
c

;r

vYi: cF<

e g
c G

:lg

;

E
c c

;ots

>;

>a>

>;

P;$P Ei"Y
*FF
>YS

o(!

:ooE 2vEO

JO; 6cX

s iF

Fc
;6 ;\t FO ;c

qE

o
66 o6

>v
N

g E d> 3
(l)6

>j

>;E

FIB

,N

oX
:q) 2D

>€

69

'o ao

"l +l

c,

r)

t
l

:)
z
l o

t\

s

t
f,

a

z

o z

o
E

6 E

o 6

G

G 6

o

6

6

z
U) Y
J LLj (L I

(,
o

=
o o o

=

=
6

2
o o v o o
G 6 G
I

s
C' G G @ G Y O
!

G

o 6

E
0)

o o
q,

(r
v

o o

v c) q)

o c) (!

a v

o

E
o

0.) 0)

;

I o o-

o o)

o)

0) o)

<F YO c) r.rl zE <Y
J

Fta

o

@ N

s
N

N N

o

;
c
c f ll)

u?

CO

o

c
6 a

(g

6
I

E o
'F

z )
F a

o) x E
J

X J

I

c)

xo iF

:c

=o

Y

E q) J

E E EO
al 5
o 'b (E
J

V5 38 E8
i9
o

+6
q) P

3b =q)
q) q c)

it
,a) Ot G
G

c) o o) o)

=s x3
co

+q

:< (t)

0)

5S 'cE

qiOG

o o
'tt

'c o) Y o p

'3 o )<

o
G

0-

=
x

6

E
'c 6

3g
l6 l6

fiS
I
I I tIG l(!

o-

I

o-

E ()
J

E (t)

=
G @

; r ;io
h ! = ' 6

-o

=

6 J

oq 9=

o

66 EY bo

E5

()
aY
6 6

= F O

*69 6=L
E60)

3
G
X

o

je;
6(l)0

! = !

a

c

o

=
o a) q

= C'
t, o

c

c) q
o E o

EE cE =o, i:9

ld l:< b '=
l6

'E G o c o 6 q,

5 o

l Eo lGv
tFtq 6 lso le 0)

'6, .E
o

o
c 6 o

z
F

>\ ct C:i oo 6-C co

a) o

3E
f6

EEg
-9;x
t.:lo ;:c Xo .6 -D c oc

3o'tY :CL =q)

o
F

'6o
xC

o

IFY
lof tg c

=
'c

(u
c c

oi!

E'a: EC
-c, oc ao c!
-6 G.=

9d
o!€ oO 3> c6 6X !E Go

.+ E
5 >c @c6 o 6'= >6 = oo;i oE;6

E
o x
I

E
I

-o6 d)o cc co >o sc

bs
-_
E
o c

o
f

o o.:: x6x rD66G

;CG E 6!

IE : t€ IF laluj
lq)l I rt,

lE
o

u, ,o c .g
l c q) c f a 6

n

o

c 6 D

'6 x
f

x .E
6 Y E

t\
t\

lq)

lo

llJ d f

sp
O- .G -O 6O JZY

:Q

:<

'6

3H
6o :! ! o .i; .9
c c

o x c

E

o-e C ^

!C

=
\ 0r:

i:Eg
J

i;

d

>E
o o

--o co o!

dr
J

o) c
Y c x o

EEgF
?:EE+i

EEA

EE8
;ir tr =oo 93; ;ii oY
ol l)i tvo Ix nt

E = :
G

l 6l o )
i<
tlq IG t\

le

o o v c
G

=
q

6

o,
o
f

lo i9 !Q)

? = fo

f l

=
6 c cr^ v q$ >cc O(!

3 i
c o 6

{ 6ii 6E*

6

=
f

Eo
!o
= L

i i ;1 c lY
l !

= IUJ € >
*d

; s9 =

*'. S i;Q

E EEE c:Ea

cE

=;

6c >!
q)

>iz
N

ll N E

>:<

=i;
N

lEcb 5 g5 IX 6 ql
6'

OG => oc G;

t>

l-9

>.; .;
5g 5
N

=

t ;bs ld o:
I I

t a t.g

;ic

t=dd =; I

t;le

t;lE

^

:o t;o ;o 5>
=F

c v

t:
l ' I
I

>jz
l.o

(')- E'9 o9
=r

qE

>a
o

E f a

z :)
U)
f

t{

s

tr
U)

z
l

o z

6

6 6

N

o
E f l G o v

6

6

z
Y

!, (!

E
f, o v o)

tr
G f o q

=
o G 6 q 6 (t

G E 6 l o a (! 6 !

E
f
l

o

E
o

l
G o N

6 @ G' J

tu

5

o o

N N

g E c) o

x

6

x

c) (L

E

E (l)

J

E q)

! O

v o

o)

E

o)

v o 0)

Y o)

!

{)

E

o I ry c? zg: 3 <Y

$F
= z
l F U)

q

|r)

o o

c sl

o

F @ A

s

Y o

to

N N

.F

U)
6 C'

G o

f,q) =Q)

o Y o
E J

o Y
G

:< U)

0)

i7 oc

RD

.F

c, Y

o Y c

(l) f =q)

v

i:
Y a)

o)

J

E o)
(o
6

h'a a.e E:i

ix
i3

*b

a
6

tO =q)

3.U
gO

:
JF

x4 )<>

f{) =q) i c q) :t

6 !)

c 6 f

_99

E q) J N

:ru

oo
(E o

E}

3 E E()
_99
6O

)<x oT
co o*

E
.E 0)

Y a

= ()

6 'e x F

:< '6

o o

6

E E !c
e> lLtr
6F
O(D
;C E_ J6 ff

_()

'66
6 J

E o

6

a

G

a.=
=.E

'6) o o ;lg
.E

G

.s
o c
G

EE

c G

>6

.9 x c) oi, X= '-a o=

o o q

= Y
o x

;
c

aiP )< 06i: lra O'Y .o L
go

Xbt

a3 n:<
IL

a d

B.o
.=G

z
F

x o,
6 E

G

e
E
o

EE
3E
;E

::x !C

'a(,
o'= o6

3F
6q) !E

G'

(/)9
\

€;

I c o @ o

s

FEEg E '? E 9 f ro oiE
639

R

sgVG o.= > y

3 = 5f
: = o

'=
!

>C)
-5 =5 EO) @c .Ot GA

g s;oE !u=5'
.19

s

E l;:EE -coo:6
C6'i;v hbqEc
-.-!of

*o) o

o x c)
o c

-eo
4x g '3 -'E
=O O=

c9

rq c).

! i q g o: E

-FE3

v
.g
q) q)

tr )

:< E.

6 c 3 E

a
c c

:F >ai >)<
J . = g

.9 o

.S o,
q)

d>

Co oo CO

:o
-E

*€6;
=;
;

Frhf
Xr

€ EE€€ !Eo.:c: o: = ': a:

c
f I

o.> c ='x x!

'=
o xod OCI O.C 3Or
q) J

Gc;

;
c

o!

EE

ev
-;
6:a

c .E o
-od

EE:E -,:: =
; = b*
=^l

e q v - :

i=
'Y6 X t

o

J

.; P b
o

EUJ

Eg>;

66 c> NO OE XG l!€

o oE G :6 6
Y
d)

5g
o

:?

---: q co = .= ASS; ^
= = ^ a *

=

=>>

::s :oc

J=
r=U lo o Yo{ f

6Y vc '6o

F T6
o cn ix=

.s s E S i
d

ctrb=

-: =a :

:

*;

oo :c oo '

zo cJ< o

l= 9.6
N

5_f otl

?

39

q, E
o

= iJ: OX^Ec =-:ro =::9

r€rx= = >f !

6C

-:
GO c> OC OE r6

?9!ec
a!cc>

.g

E5

EEE = ^

o-i

EEsEB
N

!o ZD

>;€

>x
o

>-io

N

q
E a

z :)
co U)
f

t-

o z
3

E l

o z

6 E

6 E 6

6 E N l a

6 E f 6 6

6

(! c (g f, (! o

E
f o o (5 J o o (L

E
f o
f

z
:<

s
6 0 6

c

E
f

E
6

l
6 !

l

l

I LrJ
<tr

c) o

x o)

!

!

Y

c)

c) (L

E

!

E q)

x o o_

!

(L

(L

o) o

N J

c) o

YC (Ju zg.

s |r)

F

<r
J

:

s

N

s
(f)

r

c!

;

:

()
F-

o N

{
N

o

6
I

c f

'6
fq)

'6
c o) o) 'tr o
c a

c

:<
\tt =: '6 FoC*: X; o-o Y
f

G G

z
l F U)

C) Y

o :< U)
6iaoQ) E oOt !!o(B c R:<

V c -o

RE

I o) x

E 6y EY JF

E
o

f

i ;5 '5 9E

E

c)

oJ.i<

o.0)

EE9s
o
@

oF

E

c) Y

.(o O)

o

a

I L

c8!,3b_L.
6'-ctr
==

(! vcoq)

g

ll)

t6

'E

.9

J@cc}, o:6c

;

'6'.S

l Eso lo
lc f o loc= 6

d': le{ ,q
loc o

3e E

t97 lo

o
6

z
F

f,ggEE g
FFE
bl U'CGC

iicP =9aoo -96l C
;o

;E>S 9(!E.E -Pg E* o-6^Y
:)au=

le; g l*E
e ri l E.'E' l lP c lE sl
t:oo

l p lo
lc

c 6 G l1)

x I 6o
;6 iC

.;
v .!2
1l)

=
E
G

f c o

!

.o

e o)
E q)
E

l3 3!

I(4E l-s
lc ta to lx;

E
o

o o

-

l sgs lohr
l€ as l3 *.
lEc: lo:= l= i;

uJ :<

tr f

aE sg; a 93" I FS',e"; n*is: ::
c:!

= 3.L EFE:
c v o

x'i-

s*i F!E = e=6i 3 =sE aE v
=

etqc6

lHt;

E 6 o

'=
o, o

E 6

=o) ko E9r
6L fG

E=

E (! o) o

G c

l: eF l;_9: l9 = s = ii i r
tr =: Q S :
C : ^l A i

l= !
av

E

=
s

6>. 6*
CE -a ;iD

-q: a Y6 .\s Orc C(U

v

o o v ;.i c 6

o

in-

;a-:
i c* : j o

:trx=f

EQ?=.

Ig's:S

iF$a$
Etg
€ sig coloo
a
l f, f

x*

o,

=E ;:'is -ia;E
6'

"

:E :E
'l=

i i ic

i;='
i- ; =
a=t

== '::
,=

:
E c F

* bs {!B
vbD

-0

V=
t

s
6

*g
YE =o ;,9 '4c
:o 6O oO G!_g lDf

,-:

= i

lit*d:

1 9 s s s l Fi a ; ;
rfrwcl lO

l;cq l: €: lo
IN I

i;c
t:: lo ! =

-= T ; aii
Y6 o> :x lgo

OE

Y c

o

E
u 6
q

o

o

l> a5t

O.l-:

B.=

6

E
ot

EE[8.

E

l >.qg; I
I

l 3+ lE cr
o

;

N

^

x OO c> N(! qE J6 e!

>\<

>-6
lo (L I

U)a

I I
I

t-

g*EF
z

g$ :-€ 8t9t
F EE9 .t-1.r
dj t-f=ooo'}\ o qr 6tf

U)

EEsp SEEE-

E,
l @

z
f

o z

o

E

E

o l

E
o 6 v o 0)

o
E

o
f

G

E
6

E
f q l

o

E
N o

z o
Y

F

l
G

=
o
6 6 G G

l
q

l
G

5 uJ

6 a s v o o

o o o)

I

I

0.)

o

6

o o_

E

v o)

6 Y

c) o

o-

o c)

o) q)

E q)

o_

YC (9u zs. <v

<-

@

v N

o

;

F-

F-

F-

)
@ :E
(!

o

a o
G

o

z
f

o

o

$

Ol

U)

F o-

O) oc

Ol

(! (B

$

(B

Q bt p

Q
Ol

d
s
@ !

e
lEp
f

.a Ut
o) :'o : Fod

q

.p
v, q)

oo c:
-'G

: 'qE c

o6
hC

o
q

s5
JIQ

a)

rI>
6 !

-_G

c'&

p
o o
q (!

v,

,o

o)

o

E'.=
voo,

G v .(t o q)

x

J

f

'6 I

E 6
l

ot O) (B

()
E
o

s95
fi lE;q o

6
o,

o)
q)

t 3B

-=

Ol

z
F

>t ;>
-\c q(!

a^

. !E LJ:

I!p
-x:5

E q) E
q) (B q, -. JG
a l

o

E o E
q)

E o

E^
*o i:< oc

lll P > ^ b U ";

:.11 Y I
F

l

5; =I.lE : a:;
=L
F = '

iE:SS
= v

Or UJ ov C -c

c) o^

0

3 E gd

*E$E
^G

tro
ES

^ .= \Or
oc ii ut
:\c (J6 Co tD6 \> P! n-O vo Ex

o q)

'(.)
E
ID q,

o

o

E o o Eq
G=

o bo

E E s€ x b 6 b \e uo
^PE .9 =6
oq) ov on-= oo

gti s
.! t E'.- ^"O b

G> tD6 JJ

bg o6
o!

c > ooD
ruc lr ,S sor oq
RO F- qt

s
a
q q)

.-P
tJc $s
J*

(.):=
qE'
90

^E Q 3 . 'cE
-cf qle \o

(,

EiE
.=rDo
Eqq

8.Eg

sB
f ^

,QS

ci oX oY

s>
Xc

E0i;\

^ b =

S :

Ea
>a
GO OG G-

l =r e 3 l= i-a

Yg
6O OG

;:
: J

;-i

IEA** leEiF
laE;i
:EFd
N

a, .al =- Y P Ya :d oc) ;.=
Y€
€O OG 6-

*e ^-:
4b

:xrs sIss E : E
3e Bi 3*pe*
Y-d o 6E
o!
60q) o o.-q

9s xi

F1'
JO GO

:=
c o)

(}c vO yl

Po-

.e>
o:?
: v

sh
oiZ
oJ AO

RE
= !

^t-

:{- o : .4,
6O:=

FSP;E
:s1
?=.e h6; : fi x' EXi>-

E3Q

=

th
.sr
c; oO OO Gr

: E >c)

Y6 6E

EF SE€i EE :.s fiE*b
69
C-

iEp' ;.9 E

o x o o
f c f f OJ D

Oo Yc o6
: I J

E'i
'a:o 6O OO Gr al7 Of

>o

Yf

.E:
-oh oy

i.9
6ot oo

:<E 99i
qf v)D ,i

5:I

AD

Dt u)o
o

9c

oQ OG

!r
9f v)a

=^'6

6X

d

o

op >d
o

-€

5{

5€;E
G

32 3ts BsES
N

o>

dC)

gE 6E

Dt

6O OO 6r

GgQ.

^Y€ Q

5ds
o

U)A

^
N

>Efi

i*E

h'Q

l

z
f

:)

U)

t-{
I

s

E f U)

z
f,

o z

o

6

z a
Y

!t G 6 @ 6

E
G f s q

E
6

E
f G

G

6

G

E

l
G' o o x

c) o G' x

=
o s
X

=
o
I

G

=
I q)
6 x

E 6 f o o
l

E
q 6 X 0)

l

5 uJ
(L

v

6

v o o

(r

E

E

E {)

I

o

I

(L

(L

0)

E c) o-

E
o

:o
c) o-

(,

<t

6 [ o) z. d.
<Y
J (! (g

N @

\

n

r (o
-i

N

r)

;

q

r

$
6l

o o o o

G

6

(u

q q)

u,
q)

q q)

\
tr:

> (B *s
atr
o

\

z )
F

I

o o n*

o

.a
(!

o

e
o o
,q)

o

a
G

-:

8s
o:

UE EE co
PS
.9.
'v cx (D=

S q l s ;E .QP

o

--: .ex .qP

ri

U'

a tr
x
G o

{

o _G'
G{: yU) .9 ot c-E oq) Eq) lot

,()

o

rll) c 6 o

PS g*F&E
';E-=

'5 'f c,
ll)

es
to ll l0) tf o c

FH FE Fi
^;

ss

EI
f

c

c o o 'o ^Q

o (t o x l1)

EE

6
o co 6'F vt

i;*

'5
3 c) c c,

9 . Po ) b;F
o
f,

E q)

E g.
()(E p5

bg b.-J:

cG

3g Ba
E!

'B>
s uJc !.Q

of oc C(u

r\(B

:>
bFc

xsl
.i.o o(, : >c
-Q)f

g a)
Ot c

q)
E

E
q) (! q)

z
F

a.5

o uJ
:<

9 E xo
6o !<c
66 fl

ss g €
q.-

8.9 QI sQ

:EE
':(L=

:^
CF

6=
tltc

ru b o
il) J v

e 3.s€ 6fc(D

oEEe^ f :b E' E 'S 6c TE8.E
=G

oo

{

p"EEgE ' a
* sF F
ba:

sg lE 3:
lo
J ;

E E E6

lge t9 * ta:

S; HE
;9c

o o
J

o o

.o;

? E S( d O'FE
u c -o!a o.v

R

^o

o

q)

3: * g
i; ;.9

3bx

f,

ES
o-:
65 oc YO
6A Oo 65

siafr
E
oG

g
F

? a IY

E9o ,aoc 9o.9.

oP
>J x= go
O: 4G

=
Y

E

!

ssE I
E
F: ct^ oc-b: JC O::

c'l ,EY oiS Jc

3'i; o^
vo ro
OP

ld = l 9 s t.= 6
lor^ lqo

s;x :

\Q -99 (g (q o o: oo 5 -q)

E

E

tr
o.5C
tbo Qq -a

a)

EsdS

I;F
i v

'=vr.= cc;! OfcO
a

ho e5 . (9o qs : E

t= # ii*q
E

)

v;
g9h 0 6E >

P= '65
-:i

;EE
Esg'
c 6'-

do-

a, :<
3

;p;e
5$:l
o

iEE

.ot
Ol

oDo Or

U)s

^
N

.at or3 <lt o

6 'FS <,r
-i j
C:6 fo6 660

6.s
oq, oo

6O

'.F
Y^
Ov

:<e
.-ts 9o 69 o

E;r$ :6<6e>E :;;s t;;s 5 z - e H ;r !eEF
F
G :O:G

eq d c.d E 9 - o6 Eb ; : i t ri - - o ti9 E'- b --9
I=F

ii!

in=

i5=

iiS iii

p

teI !
i-:=9

e(/)+; E;EA
-g=6
!Y-6

i< -= !?o
C e

bE
Yf

9;
: e 6 -

-.9
so
aqJ

:< |YXJ? ac OG
t!

iF

>'= OJ oQ) oO -cc-c 'E q) 6e grE oF
G -

^ cn

>+H 6e o >i;
s

;

*E

'6 -.: o.g :
t!

6=:

v a r O

o.)

3E
d

3..et 3.

X

d;:

6i5

6 ;i

o:: tx :* q) t ? i

t,;

Y o *.q) "t ts

;**€E *q+=E
>EE96
o o oEc

Y.; ool oo, xts ;o

POo Ap o

qo v)E

>9.Yi;

E f U)

z

U)

=

&

l U)

z
f

o z

6

6

6

(!

E z a
Y
J

E

E
6

E
l o

(')
c c

(t) G c 0) a 6

u)
c 6 c

f o 6 v o o

=
@

l a (o o v
o o x q) o

l

E
o

o)

c o c C) 1

o c q) ? 6 5

o f

a

o
f

u.J

().

v c) c) (L

E q)

E o o-

v

E

x

E
o)

E E

(L

o a

E

E q)

a

c) U)

E

c) U)

E

YO (JuJ ZE <Y

<=

o

iT N

N

o
N N N

u?
N

J

6
I

E iOt

p ib,

ibl

I

c N 3 c) Y
f

z
l F U)
6 _!o oc c6

FFEi Fi
Bi
IQ
c
J

df d8
G @ v 'c c) E

gs
=v 60 E t C, o C O 'u = Or:t O= > c c tD-

o€

o-t

3F 3F R= E = 'b S , E IxF {o
=G

8E

QC

8E
9r'E Yao

c 5 x f 6 x o

o-'E
:o

K > 6"b

v

;
Y

c)
f,

E
a\

c 0)
Y

E
l

f 6

m

'5
_v^ 6bt

us
a C

=
G

'7.4
g6 O(g

'a
O

E o
E

E 9!ec so

E.F

H9
h'6' 6E

!qt FC
do

5b
EO (ro 0, :?
c( cot o< a0G V

= C'
(t

Y o
q o o c '6 c 6 o o

I
6 G

E o: oc, gE
cO

:EFaXE

xlc 60G

FS

z
F UJ :<

sP= 5EH
Egf

o q)
Ot tU q)

€ E <=

gls
>\ -g> o

^\

d3 E8 ea Eo c Be b o!!
(!

t'q9$ is g3e
96

o
a^

tr l

FEE 6 :{tr
d o.\

-9 EnG* Ae ^s (l

55',
Eq

s!E sss E 5Bs;€ F 6 P E:si:: :ag s E> :i=i€E
EEFFEF

F

EAE
3-9
E ; oE^
€c <6

= -: '=
o

o o o c

o 0)

o"
o

o
G

.g o

-9 o o o E E
od

-

Eo g; or =a
vE ='x rc

E o E
o c

't

:5 b d'= o
scX' oi:^9c

i6

56Y

s 9F
PEt o-!o

>o c!

: 5

:

E

= =

-o o

>:
e :-c

: { : = ;

! :
a

RB8

Yd >*

€-o5:" Ecx-=G X();

S E

iQ 6*3 U
"Y
;

'6X
-ccs

6e

rx, i:x

d
C: G

9' a, Yx

G='

c.: 5 ! -G '6c Oa
S L

gt

ise
.o!:

P; ng

6h

:*
O-

oE
GL

ont

:Eg
N

@J

as

oJc

(OrOg
o

FEF Eg: J F; ; g g::E sF3 P 3 - S iE: pps f i E _ 9
IqPEiE
=q-6-g

XQE<ES

SF-s

'=
c x GG L> GO AE x6 -g€

.2
f
f f

6o

i 8 : ET E

9cg'

= go e E'i
jjcF
O6: g)Ea

d l C ^

=.=
c, I

G

= =
a f

J 6 l E

7-

q,

E3
oc
GL G€

!;E

!og o a^t

H'S ;

E

>;;>>
;

o

Y',=

$

(D O

o

= ^

E
o

Et
oO U> E

o
o

oa
o

a

>;

=
G

>5 -

co oo

o ci

F6
vo0) = o(/)

t
l

f U)

z

EEe a.:
9.
v 4;iG L'=

3 t !tt
cl
l >: oo cy oo

q
\

xl{
Er

U)

f

E6 b
PE'dC
OO6C) (LFocO

>EEE

@

E
f (, z

z z =6 zo
lrl uJ (D IL lUC (L(L

l

o z

z
@

es
G6

Y

> i(5Y c
oo:
6O-J XF

'e
o 1

ot c

'e E

c

-

c o c o)

o o ''a c) 0) f

Es
E i.. ox c NEF
cO-J x66

G

e3
O6 (!Y

(t

e3
G6 G

c
G 6

oii o o) a
G 3 c c) c) a o c (D

(')
o c o
f c d)

> il" E b. GX c
gE; E
9; P9;
6(LJ x-

o a)
G E G

5 uJ

EH
o)!

c, a

E

a

c o

E o)

o a

E

ruE

XEc

et5

? 6

5 >6. -6 6Y

S6

E REF o

tr E

b8;
OE

o

q)

a

U)

o U)

E

o a

E

gF
oI
ro
nl
N

q

ro o

z.d <!

\

6l

! a I

q

z
f F

c o v
E f J

f f

f x 3

o

f q)

x
f

v f

F

F

E
x o

J

I

v U)

Y

5 c) )<
G

f

o

U)

?
x

o

o) a

i:

;

o F

F

U)

=

q)

U> o

:< o_
o 6) o o o
6

c) Y s
(h

o

o o 0)

= ;
G

o o o
G G 6 6

o
o
Y F

c o o
6

6 c x 6

x
c 6 6 q, 6 6 G G G

(u

a!

o)
6

c,

o v c) x ol

=
o

.o
o ii

o x
G q)

(,
o o)

o z & J
o c o E
6

G X

c, o

U)
CL o

E

o
Y

(u

z
l-

v

E
x o) o

ul Y

o

.: =
6
c '6 o

=
c) =
c

'.:
c

;
i

6

E .9 o)

:
q

('
G

q) q)

.=
E
=6 6l! F.q .:a v o! oa 1p
C!

N

E
4;
= !

.9 c

o

r
6

a (o

i
c

E
f

tr :)

=
> c q)

J

^-o r6
!

E
?
o
v^ d.9 oc trq)

=G .a> Co :! O- o) cY OG t,6

= ; ; '-O
b6 EO UO d

;c ;.a

Y c o
c

o*

q) q)

'6
(L :=Y F<
OJ d)O Y'd 6.!

.E

o g o

-: ;
ET !C x= !C) cx oo >=
I

=
Y ._c o

o

E
z f o c

=
(!

o

6 o E

:E
G*
co

o o o

E
o @

-9

.gl i: oo oo

OE

:6;; i :

oB

; o

'= E
lc,

o x (! G r

f

or 6' >:< .9
c x r
J r:tc cf6

tDg =0)

=€

?

E
0)

t> t-

>a

o E c) o

G o

CC (!c lt=

-

E

=
st

o o

o m
o=

z
o

6

=o 6o c=
: !

o=

.i

z6

o6 >Y

o

:i o o

i;!!
o6 : : 6>

(l)

;6

\E'
6p

c

'==
-YO v)c ;o GX o vE
6\ ECO 6

E.

a z
(D l

f

e(o
E o n"E \-c
cJ;; 6C;;

in = oC
-6 t>8
::! CY cJ 0, (L:<

UO

-

E

fC; s \

3t9.
c:6:

: 6'-,

6Y 6ot
EC

c

F'c F
tro6 :g >

h{ 3\
s
G

3

\

o

Hb
OE

a sg ?o ** 6,;
orDo( (L(!O-! ri
CL C I

6co* cctr ooo rLEY

o >G o=> -uG

o o o Y

Oro OE YC

d G;i !t E -qoo LJY

E*

-g o(o

^ bs rui

ui

dt

o

o

g. f U)

z )

z z f z z
F

Lrj

6 lu
Y

o z

u z tr
f

v.

ffi

o)
IL

o ro

E

(,
tlJ

tr
f

u
tl
E lr) @

5
=
Y F

<z ^ t x.6
< =)o INLN

tu

z
t
E F
f

IkF zt> =14 P<--6

o
Y

I,IJ

H3{= =e^ff-; d<*-)
" = -F 6i o.o -z = *>z
..

245.?,

o o
I.-

:< (9 z -

(, z t

o z
II lt

uJ TU

ttl

a

E35g 3 O
z

5
f -)

o

-ct

O lf)

rr)

<Q

r{

* = J

zf6 =sf =<<
F-Y

o z
f .Y

z o

o o
$

4zw *<E

==i r.u= ozv
Yft<
Y-Z

:lYTU

z o z o o f o (, z
J

:o

o o
c'
6

o
c\I

H63
<z zY<
<oF
-74

h @

$3? (,

36t >z
?*'
Y l F

-) -o o = z z s LIJ - t LIJ
(L

o |r)

=

o

z
:l

s
(l'

E f, a

z :)

:flF--x

c.(u(/,(l' (u.9.x 6=o cic G*Ec si; oco =Y(!'6; i!r!anO

g

'Yx0J=a E.:vo)=c 1 c o ) c jo \oo(D4 .-

5 o z

ni rt o

Hd

E. E.

a?z ffPR
gbs
af3*
F

o
z
F

LrJ E.

g;; R
uluJU< o-o-zt:J

o ul
t Y Y

rn ul z

o z

UJ tJlJUJ

= 3T:
=

i61s
itft j$q
FYA

z z t z (, z e: &

t 5 =st
E?s) -"frt

U.|

3t

t"r"A
zEo ({=

g3x
F E.

N

=sry =5h
@Ei
Pvl
ole
Y

-;-2

E'H
s6F
o

f

i;
(L (L
c (!

'6
e
q) x c

Eia

E U)
f

z (, z
a

cA
;:lc: c=

(s
o o o v

(E (E G' 0 x 6

6gE

o o) o, o
C'

z

z

ul -)

z

UJ L

! qP l := q : o c=c (l0G !cu c3 c i90ct

(u

+
F c (U

o Y

E
(5

tr o
tr
:<

= k: p;p

oS

o oo)

uJ

P EP
;-oi d.Ea

.g o) o Y

)< (9 z

z 4 at < * :(U 16 o f(L oz uJ o-

(u c (u

(t

E -=

E.

o <z ^/n@

E.

o ql
F llJ

< lx (9Fi(

z v.
E. l F

?*>
E9F; P?at
<ooX tz2>

(

o z
L

ffttrx
z)d. 1 < (9 ul'r d{o--.r

Y )<
(L

lrJ uJ

=?EF
J

z o z tr z z

o
II

irgr E3q

z E
o-

=99 rr_ {S
=o_z

ffi
/sd'
*/ (.)
tt)

? r

<24 <<(
* *< ; jz

;v8 fi=tr
196 !-Ozm=

u?e
i3; 5aS
-22 Vltu
Y

s=x o<=
0u* U)'2fr
=rn of
6
c C' (! o

p6tz z z
O 6

n

.;
6

t r i -:i ^ <n

0) x J

Sj:<g
CfCl

uJ

z
(t

&E8. b
o 6 Y
(! 6 = A

I

o o (L o o (u
o
f

I

+ o

tll

oo6 Ecc c9c

o F
vf 7v,

c

(u
{g

o v q)
U) c

b o
Y

99 9: a!:
.!2 -E-Y ==E

c

UJ

x
E c

(u

FE[Eg

<:
JL z

o o T
6

E -

o

ul
(L

o (L

1.. 1

t

s
l
E. IJJ

E

srs
FzEE

tZs
<lo

z &.
t UJ l F-

=xz frtcE
6 3g:

o z

IU uLl-

g

UJ

= 4S;
<oH-f, t <* 4

owStt

tr fiE E=g
i t
=LJ

PiX6

J

z,

|lJ

&e
z
F

d

;.4a =o-a
<zJ

d

s
z z t! -

g 5

3X

3$6 ==9

{32 O<u"l
zmo<{<
-'A

=€8 6_<3 g9a

3til aVff'
aJt o = o_E
Ol Y

5<f >)<g

U>
F

z
llj (, o

>z

g

p1t(o CJ A'E CLts
c o 'g, (t (E o

€ ES OE5 € Ea. F (!g+ i;
(o(,E

: ss :(Eo

-

6

o x (u o

3EE$
O
(5

o o

x o o G' (L (o o

(u

I

+ (u E
a

6

v o
)!

@ c

iZ 9H c E € 96 g (5 o ; =oEFc'6r

;EE 9

o
G

b F c o) (! (u
tn :t

<i !c -

z=

EES9

zp f4 z
ul

(E o lz (U o (L

€ c

o o-

I

uJ
J

z
l I F $

t ut z

E.

tt6 <fo (9F:S!

<z

LrJ

^

z
F

9 r= \ - [<
Eo.iul<-x

Y

z
(L t! Y (t

E =BF 6
d2Xc+
r>Jg

s is= * =4fr-$ *
H

k508 i''oe fr o-o-zt2.9

;'i1

z q -* o 5
F

",jE

o

#
F-

n5
F4

lU E Y
(1

g
z

z
f I F

=

<z

:s
-o
Eu YO

tr{
z< <oz z
U) uJ
I,IJ n

z =
I F

<z Y o \)a

o z
t

:)
Y

:) z

Y f F

z
f,

ig
TZ

x.
\J

{E
=(,

F Y

E=

z t (J E, U) a (L

z t U) o U)

o
U

z -

U)

o z
a

E. o

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->