PERSEROAN TERBATAS Perseroan Terbatas (PT), dulu disebut juga Naamloze Vennootschaap (NV), adalah suatu persekutuan untuk menjalankan usaha

yang memiliki modal terdiri dari saham-saham, yang pemiliknya memiliki bagian sebanyak saham yang dimilikinya. Karena modalnya terdiri dari saham-saham yang dapat diperjualbelikan, perubahan kepemilikan perusahaan dapat dilakukan tanpa perlu membubarkan perusahaan. Perseroan terbatas merupakan badan usaha dan besarnya modal perseroan tercantum dalam anggaran dasar. Kekayaan perusahaan terpisah dari kekayaan pribadi pemilik perusahaan sehingga memiliki harta kekayaan sendiri. Setiap orang dapat memiliki lebih dari satu saham yang m enjadi bukti pemilikan perusahaan. Pemilik saham mempunyai tanggung jawab yang terbatas, yaitu sebanyak saham yang dimiliki. Apabila utang perusahaan melebihi kekayaan perusahaan, maka kelebihan utang tersebut tidak menjadi tanggung jawab para pemegang saham. Apabila perusahaan mendapat keuntungan maka keuntungan tersebut dibagikan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Pemilik saham akan memperoleh bagian keuntungan yang disebut dividen yang besarnya tergantung pada besar-kecilnya keuntungan yang diperoleh perseroan terbatas. Selain berasal dari saham, modal PT dapat pula berasal dari obligasi. Keuntungan yang diperoleh para pemilik obligasi adalah mereka mendapatkan bunga tetap tanpa menghiraukan untung atau ruginya perseroan terbatas tersebut

Ciri dan sifat PT : kewajiban terbatas pada modal tanpa melibatkan harta pribadi modal dan ukuran perusahaan besar kelangsungan hidup perusahaan PT ada di tangan pemilik saham dapat dipimpin oleh orang yang tidak memiliki bagian saham kepemilikan mudah berpindah tangan mudah mencari tenaga kerja untuk karyawan / pegawai keuntungan dibagikan kepada pemilik modal / saham dalam bentuk dividen kekuatan dewan direksi lebih besar daripada kekuatan pemegang saham sulit untuk membubarkan PT

pejabat atau direktur.40 tahun 2007. pemegang saham sebuah perusahaan tidak memiliki kewajiban untuk obligasi dan hutang perusahaan.(Pasal 31 (1)).- pajak berganda pada pajak penghasilan / PPH dan pajak deviden Struktur Permodalan Perseroan Terbatas Perseroan mempunyai kekayaan sendiri terpisah dari kekayaan masing–masing pemegang saham perseroan. Paling sedikit 25% dari modal dasar sebagaimana dimaksud dalam pasal 32 harus ditempatkan dan disetor penuh (Pasal 33 ayat 1). Diatur pada pasal 34 UU No. Ini menyebabkan stabilitas modal. 2. Modal dasar perseroan terdiri atas seluruh nilai nominal saham.  Modal yang disanggupkan atau ditempatkan diatur pada pasal 33 UU No.50.40 Tahun 2007. Tidak hanya ini mengijinkan perusahaan untuk melaksanakan dalam usaha yang beresiko. Termasuk dalam harta kekayaan perseroan terbatas adalah modal. Keuntungan Membentuk Perusahaan Perseroan Terbatas Keuntungan utama membentuk perusahaan perseroan terbatas adalah: 1.000. Masa hidup abadi. Akibatnya kehilangan potensial yang "terbatas" tidak dapat melebihi dari jumlah yang mereka bayarkan terhadap saham. Tidak seperti partnership. Aset dan struktur perusahaan dapat melewati masa hidup dari pemegang sahamnya.Ketentuan modal dasar diatur pada pasal 31-32 UU No. yang dapat menjadi investasi dalam proyek yang lebih besar dan dalam jangka waktu yang lebih . yaitu jumlah maksimum modal yang disebut dalam akta pendirian. yakni modal yang benar-benar telah disetor oleh para pemegang saham pada kas perseroan. tetapi kewajiban terbatas juga membentuk dasar untuk perdagangan di saham perusahaan. sesudah itu didaftarkan dan kemudian diumumkan seperti biasa.Modal dasar paling sedikit Rp.  Modal yang disetor. yang terdiri dari:  Modal perseroan atau modal dasar.000. Penyetoran atas modal saham selanjutnya diatur pada pasal 34 ayat 2 dan 3. Penyetoran atas modal saham dapat dilakukan dalam bentuk uang dan/atau dalam bentuk lainnya (Pasal 34 ayat 1).00 (Pasal 32 ayat 1). Kewajiban terbatas. 40 Tahun 2007. Perubahan atas besarnya jumlah modal perseroan harus mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman.

Dan juga adanya pemisahan antara pengelola dan pemilik perusahaan. Direksi Tugas dan tanggung jawab Direksi adalah menjalankan pengurusan Perseroan . RUPS Tahunan wajib diselenggarakan Direksi minimal 6 bulan setelah tahun buku Perseroan berakhir. Manajemen dan spesialisasi memungkinkan pengelolaan modal yang efisien sehingga memungkinkan untuk melakukan ekspansi. Selain biayanya yang tidak sedikit. Lalu dengan besarnya perusahaan tersebut. Dan dengan menempatkan orang yang tepat. dan pengawasan. Belum lagi kerumitan dan kendala yang terjadi dalam tingkat personel. Dalam bentuk kongkret-nya RUPS merupakan sebuah forum. Hubungan antar perorangan juga lebih formal dan berkesan kaku. menurut Undang-undang Perseroan Terbatas. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Direksi dan Dewan Komisaris – UU No. Kewenangan RUPS. PT juga membutuhkan akta notaris dan izin khusus untuk usaha tertentu. baik dari Direksi maupun Dewan Komisaris. Direksi mengajukan semua dokumen dari laporan tahunan Perseroan. Ketiga organ tersebut melakukan metabolisme tubuh di dalam badan hukum PT. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) RUPS adalah organ Perseroan Terbatas yang memiliki kewenangan ekslusif yang tidak diberikan kepada Direksi dan Dewan Komisaris. jauh lebih banyak kelebihannya. pelaksanaan. dibanding kelemahannya. Keterangan-keterangan tersebut merupakan landasan bagi RUPS untuk mengambil kebijakan dalam menyusun langkah strategis Perseroan. Untuk hal ini. sehingga terlihat tugas pokok dan fungsi masing-masing. Akan tetapi. menjalankan roda kegiatan PT ke arah visi-misinya. Kelebihan ini juga sangat penting dalam periode pertengahan. lihat Statute of Mortmain. Kerumitan perizinan dan organisasi.panjang daripada aset perusahaan tetap dapat menjadi subyek disolusi dan penyebaran. Dalam RUPS Tahunan. bentuk dan luasannya. Untuk mendirikan sebuah PT tidaklah mudah. dimana para pemegang saham memiliki kewenangan utama untuk memperoleh keterangan-keterangan mengenai Perseroan. biaya pengorganisasian akan keluar sangat besar. Kelemahan Perusahaan Perseroan Terbatas 1. namun harus tetap dalam . Jenis RUPS dapat terdiri dari RUPS Tahunan dan RUPS Lainnya.# Efisiensi manajemen. Organ Perseroan Terbatas. pijakan-pijakan umum dalam mengambil keputusan sebagai sebuah badan hukum. RUPS Lainnya dapat diadakan setiap waktu berdasarkan kebutuhan untuk kepentingan Perseroan. terdiri dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). ketika tanah disumbangkan kepada Gereja (sebuah perusahaan) yang tidak akan mengumpulkan biaya feudal yang seorang tuan tanah dapat mengklaim ketika pemilik tanah meninggal. Meski pengurusan itu dijalankan Direksi sesuai dengan kebijakannya sendiri. Kegiatan organ-organ itu meliputi fungsi pembuatan kebijakan. efisiensi maksimum dari modal yang ada. ditentukan dalam Undang-Undang Perseroan Terbatas dan Anggaran Dasar Perseroan.

dan komisaris. Komisaris memiliki Fungsi sebagai Pengawas kinerja jajaran direksi perusahaan.batas-batas yang ditentukan Undang-Undang dan Anggaran Dasarnya. menerbitkan surat pengakuan utang serta Perseroan Terbuka (Tbkk. melainkan berdasarkan keputusan Dewan Komisaris. Kewenangan itu dimiliki Direksi secara tak terbatas dan tak bersyarat. Dewan Komisaris Tugas Dewan Komisaris adalah melakukan pengawasan dan memberikan nasihat kepada Direksi. Komisaris bisa memeriksa pembukuan. dan setiap anggota Dewan Komisaris tidak dapat bertindak sendiri-sendiri. Dalam menjalankan pengurusan Perseroan. Dewan Komisaris yang terdiri lebih dari satu orang anggota bersifat “majelis”. Jika anggota Direksi terdiri lebih dari satu orang. memberi petunjuk. Perseroan yang kegiatan usahanya menghimpun dan mengelola dana masyarakat. untuk melakukan perbuatan hukum tertentu atas nama Perseroan. Pengawasan dan nasihat yang dilakukan Dewan Komisaris harus bertujuan untuk kepentingan Perseroan dan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan.Dalam PT. Jumlah anggota Dewan Komisaris seperti juga Direksi.) wajib mempunyai paling sedikit dua orang anggota Dewan Komisaris. kecuali Anggaran Dasarnya menentukan lain – misalnya Anggaran Dasar menentukan bahwa hanya Direktur Utama yang berwenang. para pemegang saham melimpahkan wewenangnya kepada direksi untuk menjalankan dan mengembangkan perusahaan sesuai dengan tujuan dan bidang usaha perusahaan. menegur direksi. Dalam kaitan dengan tugas tersebut. . Tugas pengawasan dan pemberian nasihat itu dilaksanakan oleh Dewan Komisaris berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan. direksi berwenang untuk mewakili Perusahaan. serta jalannya pengurusan tersebut secara umum. direksi. Pembagian Wewenang Dalam PT Dalam perseroan terbatas selain kekayaan perusahaan dan kekayaan pemilik modal terpisah juga ada pemisahan antara pemilik perusahaan dan pengelola perusahaan. Direksi dapat mewakili Perseroan baik di dalam maupun di luar pengadilan. Pengelolaan perusahaan dapat diserahkan kepada tenaga-tenaga ahli dalam bidangnya Profesional. Sebagai pengurus Perseroan. Direksi dapat memberikan kuasa tertulis kepada karyawan Perseroan. atau kepada orang lain. yang berwenang mewakili Perseroan adalah setiap anggota Direksi. untuk kemudian dirapatkan. bahkan bila perlu memberhentikan direksi dengan menyelenggarakan RUPS untuk mengambil keputusan apakah direksi akan diberhentikan atau tidak. Apabila terjadi kerugian yang amat besar ( diatas 50 % ) maka direksi harus melaporkannya ke para pemegang Saham dan pihak ketiga. Struktur organisasi perseroan terbatas terdiri dari pemegang saham. dan sebagainya. bisa terdiri dari satu orang anggota atau bisa juga lebih. mengadakan perjanjian dan kontrak. selama tidak bertentangan dengan Undang-undang dan Anggaran Dasarnya serta Keputusan RUPS. Pengawasan oleh Dewan Komisaris meliputi baik pengawasan atas kebijakan Direksi dalam melakukan pengurusan Perseroan. baik mengenai Perseroan maupun usaha Perseroan.

Dalam RUPS/Rapat Umum Pemegang Saham. Isi RUPS : 1. 7. Menentukan direksi dan pengangkatan komisaris Memberhentikan direksi atau komisaris Menetapkan besar Gaji direksi dan komisaris Mengevaluasi Kinerja perusahaan Memutuskan rencana Penambahan /Pengurangan saham perusahaan Menentukan kebijakan Perusahaan Mengumumkan pembagian laba ( dividen ) . semua pemegang saham sebesar/sekecil apapun sahamnya memiliki hak untuk mengeluarkan suaranya. Bila pemegang saham berhalangan. 3. dia bisa melempar Suara miliknya ke pemegang lain yang disebut Proxy Hasil RUPS biasanya dilimpahkan ke komisaris untuk diteruskan ke direksi untuk dijalankan. 4. Dalam RUPS sendiri dibahas masalah-masalah yang berkaitan dengan evaluasi kinerja dan kebijakan perusahaan yang harus dilaksanakan segera. 6. 2. 5.