MATERI PELATIHAN

1. Pengenalan dan identifikasi cendawan mikoriza arbuskula (Dr. Kartini Kramadibrata, LIPI) 2.Teknik perbanyakan cendawan mikoriza arbuskula dan pemanfaatannya untuk tanaman kehutanan (Dr. Yadi Setiadi, IPB) 3.Sinergisme antara asam humat dan CMA untuk peningkatan pertumbuhan tanaman dan efisiensi pemupukan anorganik (Prof. Dr. Panca Dewi, IPB) 4. Potensi cendawan mikoriza arbuskula dalam pengendalian penyakit tular tanah (Dr. Darmono Taniwiryono, MSc, BPBPI) 5.Teknik produksi pupuk hayati cendawan mikoriza arbuskula dan pemanfaatannya untuk tanaman perkebunan (Dr. Happy Widiastuti, MSi, BPBPI) 6. Teknik peningkatan keefektifan pupuk CMA (Ir. Suharyanto, MSi, BPBPI) 7. Analisis kualitas pupuk CMA (Dr. Happy Widiastuti, MSi, BPBPI)
Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia

PELATIHAN
TEKNIK PRODUKSI PUPUK HAYATI CENDAWAN MIKORIZA ARBUSKULA DAN APLIKASINYA UNTUK TANAMAN PERKEBUNAN DAN KEHUTANAN

BOGOR, 15 -16 April 2014

Laboratorium Penguji LP-759-IDN

LATAR BELAKANG
Keberadaan cendawan mikoriza arbuskula (CMA) di tanah memegang peran penting karena simbiosis ini merupakan simbiosis tertua di muka bumi yakni sejak 460 juta tahun yang lalu. Sebagian besar tanaman dalam ekosistem alami berasosiasi dengan CMA. Dalam simbiosisnya dengan tanaman, CMA membantu tanaman meningkatkan serapan hara baik makro maupun mikro, ketahanan terhadap penyakit, dan ketahanan terhadap kekeringan. Peran simbiosis CMA dalam peningkatan serapan hara sudah banyak dikemukakan. Peran simbiosis CMA terhadap peningkatan ketahanan terhadap penyakit ditunjukkan oleh Okada & Yoh-ich (2012) pada pengujiannya di tanaman Asparagus terhadap Fusarium oxysporum f sp asparagi. Pembekalan bibit tanaman baik untuk tanaman perkebunan maupun kehutanan baik asal biji maupun yang berasal dari kultur in vitro di beberapa perusahaan komersial sudah merupakan acuan baku penyiapan bibit tanaman. Hal ini disebabkan inokulasi bahan tanam dengan CMA merupakan tahap yang penting untuk keberhasilan pertumbuhan tanaman pada lahan sub optimal atau tercekam baik biotik maupun abiotik. Bagaimanapun juga ketersediaan pupuk hayati CMA sangat terbatas. Hal ini disebabkan kurangnya pemahaman terhadap teknik produksi. Selain itu, kurangnya pemahaman tentang kualitas pupuk hayati CMA menyebabkan manfaat optimal aplikasi pupuk CMA belum sepenuhnya tercapai. Pelatihan ini bertujuan memberikan pemahaman terhadap teknik produksi CMA serta beberapa hasil terbaru aplikasi pupuk hayati mikoriza pada tanaman perkebunan dan kehutanan. Materi pelatihan berupa penyampaikan hasil penelitian dan praktikum.

FORMULIR REGISTRASI
Nama (dengan gelar) : Instansi /Perusahaan: Alamat : Telepon/fax : Email :

TUJUAN & SASARAN
1. Memberi pengetahuan tentang CMA 2. Memperkenalkan peserta dalam tahap produksi inokulum CMA 3. Memperkenalkan beberapa teknik untuk menganalisis kualitas pupuk mikoriza yang dihasilkan atau yang terdapat di pasar. 4. Membantu peserta mengetahui kapan dan bagaimana menggunakan inokulum mikoriza CMA

Saya berminat mengikuti pelatihan “TEKNIK PRODUKSI PUPUK HAYATI CENDAWAN MIKORIZA ARBUSKULA DAN APLIKASINYA UNTUK TANAMAN PERKEBUNAN DAN KEHUTANAN”

PESERTA

BIAYA
Rp. 3.000.000,-/peserta termasuk kit pelatihan, makan siang, snack, dokumentasi, dan sertifikat, tidak termasuk penginapan. Pendaftaran paling lambat pada tanggal 15 April 2014. Pembayaran dapat melalui transfer ke No rek A/C: 133-000208562-9 Bank Mandiri Cab Juanda Bogor atas nama Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia atau pada saat pelatihan.

( .............................................)

KONTAK PENDAFTARAN
- Fenty Rachmawanty, A.Md ; HP : 081380421283 - Ria Rahmatika, A.Md; HP : 08568333183 email : pelatihan_biotekbun@yahoo.co.id

PESERTA
Perusahaan perkebunan/kehutanan, dinas kehutanan dan pertambangan, manager pembibitan, tenaga kehutanan dan tambang, pengusaha pembibitan, petani organik, peneliti dan mahasiswa.

TEMPAT & WAKTU ACARA
Pelatihan akan dilaksanakan pada tanggal 15 dan 16 April 2014 di Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia, Jl Taman Kencana No 1, Bogor.