Bergegas dengan Cerdas Memenangi Persaingan MEA 2015

Bergegas dengan Cerdas Memenangi Persaingan Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015
CORE Indonesia

P

elaksanaan integrasi ekonomi di kawasan Asia Tenggara yang dikenal dengan ASEAN Economic Community atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan dimulai pada tahun 2015. Jadwal implementasi ini dipercepat dari rencana semula tahun 2020. Sesuai cetak biru, Masyarakat Ekonomi ASEAN ditujukan untuk menciptakan kawasan Asia Tenggara sebagai pasar tunggal (single regional market) dan kesatuan basis produksi yang terintegrasi (regional production base). MEA akan membawa pada liberalisasi ekonomi yang semakin luas di ASEAN, ditandai dengan peredaran secara bebas tanpa hambatan baik barang, jasa, modal maupun tenaga kerja. Kesepakatan tersebut tentunya akan membuat tatanan ekonomi baru di ASEAN dan akan membuka berbagai peluang untuk memperoleh manfaat. Namun disisi sebaliknya juga berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi ekonomi Indonesia. Pertanyaannya, apakah Indonesia akan diuntungkan atau semakin dirugikan dengan kesepakatan dalam MEA? Mengapa menguntungkan dan faktor apa saja yang menyebabkan Indonesia berpeluang mendapat keuntungan? Apa dampak negatifnya dan bagaimana strategi untuk meminimalkan dampak negatifnya? Tentunya hal ini

CORE Indonesia

1

Bergegas dengan Cerdas Memenangi Persaingan MEA 2015

penting untuk dijawab sebelum Indonesia membuat berbagai kesepakatan liberalisasi ekonomi yang sampai saat ini bahkan jauh lebih agresif dibanding negara-negara lain. Data menunjukkan paska liberalisasi ASEAN dalam AFTA, ASEAN dengan China, maupun kerjasama bilateral lainnya, Indonesia mengalami banyak kerugian. Dalam kesepakatan ASEAN China FTA dan bilateral dengan Jepang misalnya, produk impor dari kedua negara tersebut segera membanjiri pasar Indonesia sehingga terjadi pelebaran defisit neraca perdagangan. Seharusnya hal tersebut dapat menjadi pengalaman berharga bagi Indonesia dalam berbagai kesepakatan liberalisasi ekonomi, termasuk MEA. Pemerintah telah menyatakan bahwa Indonesia sudah 82 persen siap menghadapi MEA. Namun, klaim persentase kesiapan tersebut ternyata hanya sebatas check list sejauh mana Indonesia telah menjalankan kesepakatan-kesepakatanMEA. Padahal untuk memenangkan persaingan di ASEAN yang makin kompetitif semestinya pemerintah menyiapkan strategi komprehensif yang menjadi agenda bersama antara pemerintah (Pusat dan Daerah) dengan dunia usaha. Negara ASEAN lain, Thailand misalnya, telah mempersiapkan strategi komprehensif untuk meraih peluang saat ASEAN menjadi basis pasar dan produksi. Namun, sampai saat ini persiapan Indonesia masih minimal. Sosialisasi dilakukan tetapi baru sekadar “apa itu MEA”, bukan tentang “strategi bersama menghadapi MEA”. Implementasi MEA memang bukan liberalisasi ekonomi yang pertama di kawasan ASEAN. Setelah tahun 1992 ASEAN sepakat melakukan AFTA (Asean Free Trade Agreement), ASEAN juga membuat berbagai kesepakatan dengan negara lain seperti India, Jepang dan Korea. Indonesia pun banyak melakukan liberalisasi ekonomi secara bilateral misal dengan Jepang atau Australia dan New Zealand.

CORE Indonesia

2

Bergegas dengan Cerdas Memenangi Persaingan MEA 2015

Meskipun implementasi MEA sebenarnya implementasi liberalisasi di tengah lingkungan ekonomi ASEAN dan ekonomi Indonesia yang sudah cukup liberal, namun CORE berkeyakinan bahwa implementasi MEA justru sangat penting bagi Indonesia sebagai momentum untuk menata ulang berbagai kesepakatan liberalisasi ekonomi yang telah disepakati, agar potensi manfaat yang diperoleh maksimal dan potensi kerugian yang ditimbulkan dapat diminimalkan. Dari kajian awal ini CORE berkesimpulan paling tidak ada empat isu penting yang perlu kerja keras untuk segera diantisipasi: Pertama, implementasi MEA berpotensi menjadikan Indonesia sekadar pemasok energi dan bahan baku bagi industrialisasi di kawasan ASEAN, sehingga manfaat yang diperoleh dari kekayaan sumber daya alam minimal, tetapi beban defisit neraca perdagangan barang Indonesia yang saat ini paling besar diantara negara-negara ASEAN semakin bertambah. Salah satu yang harus dilakukan Indonesia adalah menyusun strategi industri, perdagangan dan investasi secara terintegrasi, paling tidak dalam konteks kerjasama MEA. Kedua, implementasi MEA akan semakin melebarkan defisit neraca perdagangan jasa seiring peningkatan perdagangan barang. Indonesia harus segera mengimplementasikan rencana untuk membangun dan mendukung industri transportasi yang menjadi sumber defisit terbesar. Langkah lainnya, menetapkan sektor pariwisata sebagai prioritas dengan menyusun strategi dan kebijakan baru, karena selama ini pariwisata telah menjadi penyumbang surplus dalam neraca perdagangan jasa. Ketiga, implementasi MEA akan membebaskan aliran tenaga kerja sehingga Indonesia harus mengantisipasi dengan menyiapkan strategi karena potensi membanjirnya TKA akan berdampak pada naiknya remitansi TKA yang saat ini pertumbuhannya lebih tinggi daripada peningkatan remitansi TKI, akibatnya berpotensi menjadi tambahan beban bagi Indonesia dalam menjaga neraca transaksi berjalan dan mengatasi masalah pengangguran.

CORE Indonesia

3

Peran Indonesia di ASEAN: Posisi Tawar yang Terabaikan Indonesia adalah the ASEAN giant yang lupa pada kekuatan yang dimilikinya. baik dari sisi nilai tambah. serta wilayah yang sangat luas baik wilayah daratan maupun lautan. sehingga manfaat ekonomi dari investasi lebih besar. ekonomi Indonesia juga didukung oleh sumber daya alam yang kaya dan beragam. hanya tinggal setahun lagi! Kita harus bergegas dengan cerdas. sehingga belum mampu memanfaatkan posisi tawarnya yang sangat besar untuk kepentingan nasional. penciptaan lapangan kerja maupun terbangunnya industri hulu. Berbagai faktor tersebut semestinya dapat dijadikan sebagai modal untuk meningkatkan posisi tawar Indonesia dalam berbagai kerjasama ekonomi. Indonesia merupakan penyumbang terbesar (lebih dari sepertiga) PDB ASEAN yang mencapai1.Bergegas dengan Cerdas Memenangi Persaingan MEA 2015 Keempat. I. CORE Indonesia 4 . serta mensosialisasikan dan meng-implementasikan bersama dengan pelaku usaha. Sekitar 60persen di antaranya adalah kelas menengah dengan pertumbuhan relatif tinggi. seharusnya Indonesia dapat memanfaatkan posisi tawarnya untuk mendapatkan keuntungan maksimal saat ASEAN dijadikan sebagai pasar yang terintegrasi dan basis produksi yang kompetitif. yang pada tahun 2013 diperkirakan mencapai 250 juta. Demikian juga dalam kerjasama MEA. Jika dilihat dari nilai Produk Domestik Bruto (PDB). Dari jumlah populasi ASEAN (600 juta orang). Tidak ada pilihan bagi Indonesia kecuali segera menyusun rencana strategi. Indonesia merupakan negara dengan penduduk terbesar. implementasi MEA akan mendorong masuknya investasi ke Indonesia dari dalam dan luar ASEAN. Selain potensi sumber daya manusia. Tidak banyak waktu tersisa.2 triliun US$ (PPP). Indonesia harus bergegas menyiapkan strategi dan kebijakan yang dapat memberi insentif bagi partner ekonominya untuk ikut membangun industri hulu pengolah sumber daya alam.

sehingga produk otomotif Jepang boleh masuk ke pasar Malaysia. kerjasama global seperti WTO maupun kerjasama-kerjasama bilateral. meskipun posisi tawar lebih besar dibanding Malaysia.Bergegas dengan Cerdas Memenangi Persaingan MEA 2015 Namun ada keraguan besar Indonesia akan dapat mewujudkan hal tersebut. Untuk kasus industri otomotif misalnya. Bila ada acuan yang jelas maka pada setiap perundingan kerjasama ekonomi baik regional seperti MEA. aturan pembukaan cabang dan ATM tidak terbatas. akhirnya Malaysia mampu membangun industri otomotif nasional dan bahkan dapat memasarkan produknya ke luar negeri. Sedangkan Indonesia. CORE Indonesia 5 . Sementara Singapura yang memiliki sektor jasa keuangan dan perbankan yang jauh lebih kompetitif tetap membatasi kepemilikan asing di bank lokal maksimal hanya 20 persen. Indonesia telah membuka kepemilikan asing di bank lokal hingga 99 persen. Indonesia akan memiliki langkah yang jelas dan konsisten. Malaysia mampu membuat kesepakatan dengan industri otomotif Jepang. ijin operasional diberikan berjenjang dan pembukaan cabang dan ATM sangat terbatas. baik dari potensi pasar maupun faktor produksi. tetapi dengan syarat menggunakan merek nasional Malaysia dan perencanaan jelas untuk pengalihan teknologi. Indonesia juga belum mampu memanfaatkan daya tarik pasar domestik dengan kebijakan yang dapat menguntungkan kepentingan nasional. Dengan kesepakatan kerjasama dan strategi industrialisasi yang jelas. hingga saat ini Indonesia belum juga memiliki industri otomotif nasional. Di sektor jasa perbankan. serta segmen pasar bank asing yang tidak dibatasi. Strategi dan kebijakan industrialisasi nasional ini pula yang kemudian akan menjadi acuan bagi kesepakatan pemangkasan tarif bea masuk. Lemahnya posisi tawar Indonesia terutama disebabkan oleh tidak adanya strategi dan kebijakan industri yang komprehensif yang akan menjadi referensi bagi pemerintah. Demikian juga Malaysia dan Thailand yang memiliki kebijakan jelas dalam mendukung daya saing sektor perbankan dalam memanfaatkan pasar domestiknya.

Indonesia juga turut meratifikasi kerjasama negara-negara ASEAN dengan Australia-New Zealand melalui ASEAN-Australia New Zealand Free Trade Area (AANZFTA) di tahun 2009.Bergegas dengan Cerdas Memenangi Persaingan MEA 2015 membuka atau membatasi impor suatu produk. paska implementasi berbagai liberalisasi perdagangan tersebut sejumlah indikator justru menunjukkan kecenderungan sebaliknya . China. Pemerintah selalu optimis. regional maupun bilateral. India dan Rusia. telah dimulai dari liberalisasi perdagangan di kawasan ini yakni dalam ASEAN Free Trade Area (AFTA) pada tahun 1992. Berbagai kesepakatan perdagangan bebas tersebut telah mengakibatkan rata-rata tarif impor Indonesia menjadi sangat. Indonesia siap dan yakin akan mendapatkan banyak keuntungan. CORE Indonesia 6 . Indonesia bergabung dengan WTO yang kemudian mendorong Indonesia mengalami penurunan tarif impor secara persisten. termasuk Pengalaman Pahit Kerjasama Perdagangan Bebas ( Free Trade) Indonesia merupakan salah satu negara yang paling agresif dalam menjalin kesepakatan perdagangan bebas baik di tingkat global. II. mempercepat atau menunda liberalisasi sektor tertentu. dan selanjutnya juga ikut meratifikasi kesepakatan perdagangan negara-negara ASEAN dengan China melalui ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA) yang diimplementasikan pada 2010 lalu. Dalam setiap FTA. Setelah krisis. Tarif bea masuk Indonesia bahkan lebih rendah jika dibandingkan dengan negara-negara berkembang lain seperti Brazil. Namun sayang. Tahun 1995. kerjasama ekonomi dan perdagangan secara bilateral dan multilateral juga terus bergulir seperti dengan Jepang tahun 2008 dalam payung Japan-Indonesia Economic Partnership Agreement (JIEPA). Untuk kawasan ASEAN.

6 4.2 Indonesia (2011) 4.0 22. akibat minimnya strategi pengembangan industri hulu. CORE Indonesia 7 .4 9. komposisi ekspor komoditas primer Indonesia ke Jepang mencapai 74 persen. penciptaan lapangan kerja. karet (56 persen) dan tembaga (54 persen). Indonesia semestinya mampu menyiapkan strategi dan kebijakan untuk mendorong Jepang membangun industri hulu di Indonesia sehingga memberikan manfaat ekonomi yang besar baik dari sisi nilai tambah.8 Brazil (2011) 12.1 23.8 13.2 12.3 11. Dengan JIEPA. ekspor komoditas primer Indonesia ke Jepang tumbuhanmakin cepat. Indonesia telah menjadi negara penyuplai komoditas primer untuk industri manufaktur Jepang.3 China (2011) 12. maupun terbangunnya industri hulu. Namun. Indonesia justru semakin mengukuhkan posisinya hanya sebagai penyedia bahan bakubagi industri Jepang. Sebelum JIEPA diimplemetasikan. Pada periode 2003-2007.6 11.Bergegas dengan Cerdas Memenangi Persaingan MEA 2015 Rata-rata Tarif MFN (Most Favored Nation) Negara-negara Berkembang India (2013) Semua jenis produk Produk pertanian Produk industri 13. dan meningkat menjadi 77 persen pada 2008-2012.2 11.2 Sumber: International Trade Center Dalam kerjasama JIEPA misalnya. kerjasama JIEPA yang dilakukan tanpa strategi dan target yang jelas untuk mendorong industrialisasi di Indonesia akhirnya hanya mempercepat eksploitasi berbagai sumber daya alam.2 Russia (2013) 10.9 43. Bahkan tingkat ketergantungan Jepang terhadap sejumlah komoditas tersebut sangat tinggi seperti nikel (65 persen). Peningkatan ekspor komoditas primer memang akan mendorong pertumbuhan ekonomi.

tarif bea masuk untuk komponen otomotif. misalnya. Bahkan banyak tarif bea masuk yang kontraproduktif dengan industrialisasi.Bergegas dengan Cerdas Memenangi Persaingan MEA 2015 KesepakatanJIEPA juga membuat Indonesia semakin bergantung pada produk-produk impor dari Jepang tanpa ada insentif untuk membangun industri hilir. Kasus lain. Selain penghapusan tarif bea masuk yang sangat cepat. lebih rendah dibanding tarif untuk komponen setengah jadi atau bahan baku. pemerintah justru menaikkan tarif bea masuk pada industri hulu bahan baku kimia yang akhirnya menekan daya saing industri hilir nasional dan menghilangkan insentif bagi pembangunan industri turunannya seperti industri barang-barang berbahan baku plastik. Ekspor Indonesia ke Jepang menurut kelompok barang. dalam menghadapi krisis ekonomi 2008. 2003-2012 Krisis Finansial Gempa bumi & tsunami Jepang Sumber: UN Comtrade CORE Indonesia 8 . strategi penetapan tarif bea masuk juga tidak memiliki arah yang jelas bila dikaitkan dengan upaya mengembangkan industri nasional. Kebijakan tarif bea masuk untuk komponen jadi.

tidak heran jika volume impor yang berasal dari negara tirai bambu tersebut semakin tinggi. dan semakin memburuk paska penerapan secara penuh ACFTA tahun 2010. Indonesia mengalami peningkatan defisit neraca perdagangan secara tajam dengan China sejak tahun 2008.2018=05persen Sumber: UN Comtrade Peningkatan defisit pada tahun 2008 terjadi akibat adanya pengalihan pasar ekspor China dari Eropa dan AS yang mengalami krisis ke negara-negara emerging market dan akibat rata-rata tarif bea masuk Indonesia yang sudah sangat rendah dibandingkan dengan negaranegara lain seperti Brazil. India. Jika pada tahun 2003 pangsa pasar CORE Indonesia 9 . Perkembangan Ekspor & Impor Indonesia-China 2003-2012 Early Harvest Program 2004-2006=0 persen Normal Track. Dengan pemberlakukan ACFTA.Bergegas dengan Cerdas Memenangi Persaingan MEA 2015 Pengalaman yang sama terjadi pada perdagangan bebas dengan China dalam ACFTA. 2005-2010=0persen Sensitive List 2012. dan Rusia.

Di sisi impor. industri. Ke depan. Sementara China telah mendapatkan manfaat besar dengan menjadikan Indonesia sebagai sumber bahan baku bagi industrinya. serta ekonomi secara luas termasuk tenaga kerja. tetapi sudah banyak juga kesepakatan kerjasama ekonomi yang lebih luas (Comprehensive Economics Partnership Agreement)yangselain mencakup perdagangan bebas juga liberalisasi investasi. ACFTA juga telah memperlemah daya saing industri domestik dan memperkuat daya saing industri China. baik yang sudah berjalan maupun yang akan segera diimplementasikan. defisit transaksi perdagangan dengan China diperkirakan masih akan terus berlanjut mengingat proses penurunan tarif masih akan terus berlanjut baik dalam tingkat tarif bea masuk maupun pada cakupannya. Dengan fakta-fakta di atas. Dalam ACFTA komposisi ekspor Indonesia ke China pun didominasi oleh barang mentah. Bahkan untuk sejumlah SDA. semakin jelas bahwa Indonesia perlu melakukan evaluasi dan koreksi atas berbagai kesepakatan kerjasama liberalisasi ekonomi. biji aluminium (67 persen). Padahal saat ini Indonesia telah menyepakati banyak kerjasama liberalisasi ekonomi. China sangat bergantung pada impor dari Indonesia seperti batubara muda atau lignite (90 persen). CORE Indonesia 10 . dan miyak sawit (45 persen) dan batu bara (24 persen).Bergegas dengan Cerdas Memenangi Persaingan MEA 2015 impor China di Indonesia masih 9 persen. Membanjirnya produk-produk impor dari China dengan harga yang lebih kompetitif dibandingkan dengan produkproduk domestik membuat daya saing industri nasional semakin lemah. Model kerjasama ekonomi yang disepakati pun tidak hanya kerjasama perdagangan bebas (Free Trade Agreement). nikel (60 persen). Telah banyak bukti pengalaman pahit yang dialami Indonesia dari berbagai kesepakatan perdagangan bebas akibat absennya strategi. maka pada tahun 2012 porsinya mencapai 15 persen dari total impor Indonesia.

ternyata para pelaku usaha bahkan banyak yang belum mengerti adanya kesepakatan ASEAN untuk melakukan integrasi ekonomi secara luas. atau tertinggi ketiga di ASEAN setelah Singapura dan Malaysia. yakni kesepakatan kesatuan pasar dan basis produksi yang terintegrasi. Tetapi kesiapan tersebut ternyata hanya sebatas kesepakatan yang diukur dari scorecard (check list) yang mengacu pada empat pilar MEA. Syarat kedua adalah ketiganya harus menjadi agenda yang dilaksanakan bersama antara Pemerintah dengan pelaku usaha. Salah satu penyebab rendahnya kesiapan pemerintah maupun pengusaha untuk memenangi persaingan MEA adalah tidak adanya persiapan yang komprehensif yang dilakukan dengan urutan yang benar untuk mengambil keuntungan terbesar dari MEA. Dari hasil in-depth interview dengan para pengusaha yang dilakukan oleh CORE. Tabel berikut menunjukkan perbandingan persiapan yang dilakukan antara Indonesia dan beberapa negara ASEAN lain dalam menghadapi CORE Indonesia 11 .Bergegas dengan Cerdas Memenangi Persaingan MEA 2015 III. pemerataan pertumbuhan ekonomi. sosialisasi dan monitoring. Pertama. Besarnya komitmen Pemerintah terhadap kesepakatan MEA ternyata bertolak belakang dengan kesiapan dunia usaha. Persiapan Minimal Pemerintah menyatakan Indonesia telah siap menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN dengan komitmen 82 persen. Ada dua syarat persiapan komprehensif. kawasan yang berdaya saing tinggi. Menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN: Komitmen Maksimal. Artinya tingginya angka “kesiapan Indonesia” ternyata masih pada tataran komitmen Pemerintah terhadap butir-butir kesepakatan liberalisasi MEA. harus meliputi perencanaan strategi dan kebijakan. tentu saja tidak bisa berharap kalangan pengusaha baik besar maupun menengah kecil bersiap menghadapi MEA ini. bukan mencerminkan kesiapan strategi pemerintah. dan integrasi ke perdagangan dunia. industri dan para pelaku usaha untuk memenangi pertarungan di lapangan. Bila sekadar mengerti saja belum.

Padahal agenda bersama inilah yang seharusnya menjadi materi utama dalam kegiatan sosialisasi baik dengan pengusaha. Tanpa adanya strategi. Ternyata Indonesia belum memiliki strategi dan kebijakan komprehensif yang menjadi agenda bersama antara Pemerintah dan Pengusaha sebagaimana yang dimiliki negara-negara tetangga. Sosialisasi “apa itu MEA” yang telah dilakukan oleh Pemerintah pun ternyata masih sangat minimal. hingga saat ini baru dilakukan pada sekitar separuh dari sebanyak 410 kabupaten dan 98 kota yang ada di Indonesia. Salah satu strategi yang dilakukan oleh Thailand di sektor peternakan adalah peningkatan kualitas manajemen budidaya ternak dan melakukan ekspansi investasi ke negara tetangga seperti Myanmar. Disamping itu. sosialisasi MEA yang telah dilakukan pemerintah akhirnya hanya terbatas pada “apa itu MEA”.Bergegas dengan Cerdas Memenangi Persaingan MEA 2015 MEA. sosialisasi pemerintah pusat kepada pemerintah daerah. MEA ditetapkan sebagai prioritas utama dan menjadi kebijakan populis yang melibatkan berbagai institusi pemerintah dan kalangan pengusaha. belum pada sosialisasi “apa yang harus dilakukan untuk memenangi MEA”. Sebagai contoh di Thailand. sistem pemotongan daging yang memisahkan bagian-bagian tubuh/daging ternak agar dapat didistribusikan dan dijual kepada konsumen sesuai dengan selera konsumen terhadap jenis daging/bagian tubuh ternak tertentu. yang hanya berupa pengenalan MEA. CORE Indonesia 12 . Hal ini berbeda dengan persiapan yang dilakukan oleh negara lain. Pemerintah Thailand mengupayakan pengelolaan peternakan dan pengolahan daging sapi dengan berorientasi pada kebutuhan dan selera pasar. Pemerintah bahkan menyediakan dana besar untuk mendukung kegiatan-kegiatan terkait persiapan menghadapi MEA. Sebagai gambaran. Misalnya. maupun antar lembaga Pemerintah dan antara Pusat dan Daerah. Pemerintahnya melalui the National Economic and Social Development Council telah melakukan persiapan secara komprehensif dan menyiapkan delapan strategi khusus untuk menghadapi MEA untuk rentang waktu tiga tahun (2012-2015).

Perbandingan Persiapan Indonesia dengan Thailand dalam Menghadapi MEA Persiapan Perencanaan Strategi dan Kebijakan Indonesia Membentuk Sekretariat Nasional ASEAN beranggotakan pejabat dari berbagai instansi dan sektor terkait. Bidang MEA berada di bawah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bekerjasama dengan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Luar Negeri. MEA menjadi prioritas utama dan kebijakan yang melibatkan berbagai institusi pemerintah dan kalangan pengusaha. CORE Indonesia 13 .Bergegas dengan Cerdas Memenangi Persaingan MEA 2015 pengendalian sistem budidaya ternak juga dilakukan dengan berbasis kompartemen (compartment-based) untuk mengantisipasi resiko penyebaran penyakit ternak dari satu tempat ke tempat lainnya untuk menjaga kepercayaan konsumen terhadap kualitas daging yang mereka beli dari produsen di Thailand. Thailand Melalui Dewan Pembangunan Ekonomi dan Sosial Nasional (National Economic and Social Development Council) membuat rencana komprehensif dan 8 strategi khusus untuk mempersiapkan Thailand menghadapi MEA yang dilaksanakan dalam rentang waktu 3 tahun (20122015). BUMN. Belum ada strategi kongkrit dan penetapan sektor prioritas dalam MEA yang dapat dijadikan panduan bagi pemerintah dan pelaku usaha. Pemerintah membuat program khusus untuk mempersiapkan para pelaku inti di sektor publik dalam menghadapi Masyarakat ASEAN melalui pembekalan pengetahuan dan juga keahlian yang diperlukan dengan melibatkan para pejabat tinggi pemerintah. pihak swasta dan civil society.

provinsi dan distrik. Contohnya: investasi besar ke Myanmar di sektor peternakan yang berorientasi pada kebutuhan dan selera pasar.Bergegas dengan Cerdas Memenangi Persaingan MEA 2015 Persiapan Sosialisasi Indonesia Sosialisasi tentang kesepakatan MEA dilakukan kepada (pemerintah pusat dan daerah serta pengusaha). Pemerintah menyediakan dana untuk mendukung kegiatan-kegiatan terkait persiapan menghadapi MEA. Peningkatan daya saing SDM lewatpeningkatan kemampuan Bahasa Inggris kepada pegawai pemerintah di tingkat pusat. Kerjasama dengan perguruan tinggi untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang MEA (dibentuk kuartal III 2013). Kerjasama dengan perguruan tinggiuntuk membentuk pusat kajian mengenai strategi dan sosialisasi dalam menghadapi MEA dimulai sejak 2012. provinsi dan CORE Indonesia 14 . Implementasi strategi pemerintah dan pelaku usaha Belum ada implementasi pelaksanaan agenda bersama pemerintah dan pelaku usaha Pemerintah berkoordinasi dengan pelaku usaha untuk mewujudkan 8 strategi menghadapi MEA. Perguruan tinggi dilibatkan dalam penyusunan program pemerintah untuk pembekalan para pejabat eksekutif pemerintah. swasta dan civil society sebagai persiapan menghadapi Masyarakat ASEAN. Thailand Sosialisasi besar-besaran tentang 8 strategidilakukan dengan melibatkan berbagai pejabat instansi pemerintah pusat.

Sumber: In-depth interview dengan para pelaku usaha di Indonesia dan review berbagai publikasi Pemerintah Thailand. dan ASEAN dengan India. terbatasnya persiapan tidak sebanding dengan besarnya komitmen yang diberikan Pemerintah dalam kesepakatan MEA. Belum lagi berbagai kesepakatan liberalisasi perdagangan dan ekonomi yang dilakukan Indonesia secara bilateral. Pemerintah tidak cukup hanya melakukan sosialisasi dalam bentuk penjelasan tentang Masyarakat Ekonomi ASEAN. Belajar dari apa yang dilakukan oleh negara ASEAN lainnya. maka sebenarnya persiapan yang harus dilakukan sudah sangat berat. Burma. Agenda Penting Menghadapi Liberalisasi Ekonomi ASEAN Saat ini liberalisasi ekonomi di Indonesia (terutama perdagangan) sebenarnya sudah sangat mendalam. Kesepakatan AFTA sudah dimulai sejak 1992.Bergegas dengan Cerdas Memenangi Persaingan MEA 2015 Persiapan Indonesia Thailand distrik. ASEAN dengan Jepang. CORE Indonesia. baik untuk memenangkan pasar dalam negeri maupun menguasai pasar ASEAN. Namun. CORE Indonesia 15 . Artinya bila saat ini Indonesia akan melakukan persiapan implementasi MEA. Berbagai kerjasama ASEAN dengan negara-negara seperti Australia dan New Zealand. Dari kajian awal ini. juga sudah terjadi. Pemerintah harus bergegas untuk duduk bersama dengan pelaku usaha untuk mempersiapkan strategi dan rencana kerja konkrit yang cerdas.Sedangkan bahasa ASEAN non-Thai (Bahasa Indonesia. tetapi lebih jauh harus duduk bersama pelaku usaha untuk menyiapkan strategi dan merumuskan rencana kerja yang detil dengan pembagian tugas dan target waktu yang jelas dan rinci untuk meningkatkan daya saing industri. Vietnam) diajarkan di perguruan tinggi. ASEAN-China FTA (ACFTA) telah diimplementasikan secara penuh tahun 2010. ternyata bahwa persiapan yang dilakukan oleh Indonesia menghadapi MEA masih sangat minimal. IV.

Rata-rata pertumbuhan impor Indonesia per tahun pada periode 2008-2012 sebesar 25.3 persen jauh melebihi rata-rata pertumbuhan ekspor per tahun yang hanya 14. CORE Indonesia 16 . sehingga defisit neraca perdagangan barang yang saat ini paling besar diantara negara-negara ASEAN dikhawatirkan akan bertambah.Berikut paparan singkat dari hasil kajian awal yang telah dilakukan CORE: 1. Paling tidak ada empat agenda penting yang perlu segera diantisipasi. Indonesia dikhawatirkan akan sekadar menjadi pemasok bahan baku dengan nilai tambah terendah dari industrialisasi MEA dan tren indeks spesialisasi perdagangan manufaktur Indonesia juga terus menurun.Bergegas dengan Cerdas Memenangi Persaingan MEA 2015 Meskipun demikian Indonesia harus bergegas menyiapkan agenda bersama sebagaimana dilakukan negara-negara lain untuk menyiapkan strategi cerdas untuk mendapatkan manfaat besar dan menekan dampak negatif yang muncul dalam integrasi ekonomi ASEAN 2015. Saat ini selisih pertumbuhan ekspor-impor Indonesia sangat besar bahkan terbesar di ASEAN.7 persen. Inilah yang mengakibatkan defisit neraca perdagangan Indonesia membesar lebih cepat dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya.

Indonesia akan tetap hanya menjadi pemasok bahan baku untuk mendukung industrialisasi di negara-negara ASEAN lain. Jika pola ini berlanjut. maka jika tidak ada strategi yang memadai. 2008-2012 Sumber: UN Comtrade Dengan terintegrasinya negara-negara ASEAN sebagai basis produksi. misalnya. Data menunjukkan pada periode 20102012. tetapi CORE Indonesia 17 .Bergegas dengan Cerdas Memenangi Persaingan MEA 2015 Rata-rata Pertumbuhan Ekspor-Impor Non-MigasNegara-negara ASEAN. ekspor bahan mentah dan barang penunjang industri Indonesia ke kawasan ASEAN telah mencapai 51 persen. maka Indonesia berpotensi menjadi pemasok bahan baku industri di kawasan ini. maka kekayaan alam akan terkuras. Implementasi MEA akan meningkatkan aliran investasi global ke kawasan ASEAN. Mengingat sampai saat ini daya saing ekspor Indonesia masih bertumpu pada bahan baku dan penunjang industri.

2010-2012 Raw materials Capital goods 100% 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% Export Sumber: UN Comtrade Import Intermediate goods Consumer goods Manakala keunggulan ekspor Indonesia masih bertumpu pada bahan baku dan penunjang industri. Malaysia dan Thailand. Selama ini pangsa pasar ekspor manufaktur Indonesia jauh tertinggal dibanding Singapura. Vietnam yang sebelumnya memiliki pangsa pasar ekspor manufaktur yang lebih rendah mampu menyalip CORE Indonesia 18 . Komposisi Perdagangan Indonesia dengan negara-negara ASEAN menurut kelompok barang. daya saing ekspor manufaktur Indonesia di pasar global juga tidak menunjukkan tanda-tanda perbaikan.Bergegas dengan Cerdas Memenangi Persaingan MEA 2015 sumbangan manfaat dan nilai tambah bagi ekonomi nasional minimal.2012) pertumbuhan pangsa pasar ekspor Indonesia ini relatif stagnan. Selama tujuh belas tahun (1995. Bahkan sejak 2012.

00 2. Selain Indonesia akan menjadi pemasok bahan-baku dalam kerangka pasar tunggal ASEAN. Indonesia juga akan semakin dimanfaatkan sebagai pasar bagi produk-produk ASEAN.50 1995 Sumber: UNCTAD Singapura % Thailand Malaysia Vietnam 1998 2001 2004 2007 2010 Filipina Dari sisi pasar. maka defisit neraca perdagangan Indonesia akan semakin besar dan memperlemah fundamental ekonomi Indonesia. Pada periode 2010-2012 impor produk jadi mencapai 47 persen dari total impor Indonesia dari kawasan ASEAN. CORE Indonesia 19 . Bila hal ini terjadi.00 1. 1995-2012 3.Bergegas dengan Cerdas Memenangi Persaingan MEA 2015 Indonesia menyusul percepatan pertumbuhan ekspor produkproduk manufaktur mereka.50 2.00 INDONESIA 0.50 1. Pangsa Pasar Ekspor Manufaktur Negara-negara ASEAN di Pasar Global. saat ini Indonesia telah menjadi pasar yang sangat penting bagi produk-produk negara ASEAN lainnya. dengan jumlah penduduk yang sangat besar.

nilai defisit perdagangan dengan Thailand secara persisten terus memburuk selama lebih dari satu dasawarsa terakhir. sehingga sangat mungkin ke depannya Indonesia juga akan mengalami defisit neraca perdagangan dengan negara jiran tersebut. Dengan adanya MEA. Yang lebih memprihatinkan lagi. Sehingga di tahun 2010 hampir semua komoditas perdagangan intra-ASEAN sudah mencapai tarif bea masuk nol persen. nilai surplus perdagangan tersebut cenderung mengalami penurunan. CORE Indonesia 20 . pemerintah Indonesia sebaiknya lebih berhati-hati dalam menghapus berbagai hambatan non-tarif. Vietnam dan Thailand. Di tahun 2012. Indonesia telah mengalami defisit neraca perdagangan dengan Singapura.Bergegas dengan Cerdas Memenangi Persaingan MEA 2015 Data menunjukkan bahwa total nilai perdagangan Indonesia dengan negara-negara ASEAN lain telah mengalami defisit sejak 2011. hambatan tarif di negara-negara ASEAN secara bertahap diturunkan. Sejak kerjasama AFTA. Adapun dengan Malaysia. meskipun masih mengalami surplus. kecuali beberapa komoditas seperti beras dan gula. liberalisasi perdagangan barang akan semakin diperkuat dengan penghapusan hambatanhambatan non-tarif. Dengan melihat kecenderungan di atas.

namun defisit perdagangan jasa Indonesia adalah yang terbesar dibandingkan dengan negara- CORE Indonesia 21 . Meskipun negara-negara ASEAN pada umumnya juga mengalami defisit perdagangan di sektor jasa. Dari tahun ke tahun selama satu dasawarsa terakhir ini neraca perdagangan Indonesia di sektor jasa telah mengalami defisit. Defisit perdagangan jasa akan semakin meningkat seiring peningkatan volume perdagangan barang di ASEAN bila Indonesia tidak mampu membangun industri jasa domestik dan tidak memiliki strategi untuk memanfaatkan sektor-sektor jasa yang berpotensi besar untuk dikembangkan.Bergegas dengan Cerdas Memenangi Persaingan MEA 2015 Selisih Neraca Perdagangan Non-Migas Indonesia dengan Negara-Negara ASEAN 2001-2012 Sumber: UN Comtrade 2.

Bergegas dengan Cerdas Memenangi Persaingan MEA 2015 negara ASEAN lainnya yang sebagian besar disumbangkan oleh sektor transportasi. terintegrasinya ekonomi negara-negara di kawasan ASEAN sebagai satu kesatuan pasar dan basis produksi akan meningkatkan intensitas perdagangan barang dan investasi yang pada gilirannya juga akan berdampak pada peningkatan aktivitas perdagangan sektor jasa sehingga defisitnya pun akan semakin besar. Selisih Neraca Perdagangan Sektor Jasa Negara-negara ASEAN 2001-2012 Sumber: UN Comtrade CORE Indonesia 22 . tingginya defisit neraca perdagangan jasa Indonesia yang secara persisten terjadi selama sepuluh tahun terakhir akan semakin lebar. perijinan dan jasa asuransi. Sektor lainnya yang memiliki defisit cukup besar adalah biaya royalti. Alasannya. Dengan implementasi MEA.

penerbangan. Bersungguh-sungguh dalam membangun dan mendukung industri transportasi domestik sudah menjadi keharusan. diperluasnya liberalisasi di sektor jasa dalam MEA – yang saat ini telah mencakup beberapa sektor seperti logistik. Dari studi awal ini CORE merekomendasikan agar Indonesia melakukan terobosan-terobosan baru di sektor jasa untuk mengatasi defisit perdagangan yang besar di sektor ini. serta teknologi informasi dan komunikasi – juga berpotensi memperbesar defisit neraca perdagangan jasa Indonesia.Bergegas dengan Cerdas Memenangi Persaingan MEA 2015 Lebih jauh lagi. Selama ini pariwisata telah menjadi andalan bagi negara-negara tetangga kita di ASEAN untuk meningkatkan pendapatan di sektor jasa dan menekan defisit pada neraca perdagangan jasa. Penerimaan dari tenaga migran bahkan melebihi pengeluaran Filipina di sektor jasa transportasi dan merupakan penyumbang terbesar bagi surplus di perdagangan jasa bagi Filipina. Adapun Filipina. tetapi beban tersebut telah diimbangi dengan tingginya pendapatan yang diperoleh dari jasa perjalanan wisata di negara-negara tersebut. Malaysia. kesehatan. juga memiliki beban pengeluaran jasa transportasi yang besar. dan Vietnam. meskipun memiliki pendapatan dari kunjungan turis mancanegara yang lebih kecil daripada Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya. Selain itu. namun memiliki pendapatan yang besar di sektor jasa lainnya. Meskipun negara-negara ASEAN lain seperti Thailand. salah satunya disumbangkan oleh pendapatan para tenaga kerja migrannya. Dengan kecenderungan ini. pariwisata. maka ada pekerjaan rumah besar yang harus dilakukan pemerintah untuk mencegah agar potensi positif dari naiknya volume perdagangan dan investasi tidak menimbulkan beban di sisi neraca perdagangan jasa. menyiapkan strategi dan kebijakan untuk mengembangkan CORE Indonesia 23 .

Sedangkan Thailand. didanai dan diimplemantasikan bersama antara pemerintah dan pelaku usaha.Bergegas dengan Cerdas Memenangi Persaingan MEA 2015 sektor pariwisata. namun pendapatan dari jasa perjalanan wisata ini tidak sebesar yang diperoleh ketiga negara tetangga (Thailand. Malaysia. Kebijakan dan program disusun. Indonesia masih mengalami surplus besar di sektor perjalanan wisata. Vietnam). Pemerintah Malaysia memilih untuk membangkitkan industri pariwisatanya dengan kebijakan yang komprehensif termasuk program-program pemberian insentif bagi proyek-proyek pembangunan terkait pariwisata termasuk pembangunan infrastuktur. Pertumbuhan pendapatan Indonesia dari kunjungan turis mancanegara juga cenderung lambat. namun dengan pendekatan bisnis bukan pendekatan birokrasi seperti saat ini. Malaysia dan Singapura. Sejak tahun 1977. Indonesia memerlukan terobosan-terobosan kebijakan dan program serta perubahan pendekatan untuk mendongkrak pendapatan di sektor pariwisata. Indonesia dapat mencontoh Malaysia dan Thailand yang dalam satu dasawarsa terakhir mampu melipatkangandakan pendapatan hingga beberapa kali lipat. Padahal potensi pariwisata yang dimiliki Indonesia sangat besar. pembangunan sektor pariwisata telah menjadi prioritas utama Pemerintah Thailand untuk menekan defisit neraca pembayaran. perencanaan pembangunan pariwisata dilakukan terarah dan berkesinambungan setiap lima tahun sekali. program pelatihan. dan promosi besar-besaran dengan target utama adalah turis dari negara-negara tetangga terutama Singapura. terutama jika dibandingkan dengan Thailand. Indonesia dan Thailand. CORE Indonesia 24 .

e.566) (9.357) Mal.151) 844 (1.818 (14.100 (3.371) (496) (2.878 (3.432) (134) 19 (5.774) 5 (424) (4.164 (3.037) 231 (412) (1. cultural and recreational services Total Commercial services Government services. (10. (5.233) 81 6 293 216 69 (518) (2.770) (4.645) 4.571 (465) 373 (1.CORE Indonesia Surplus/Defisit Neraca Perdagangan Jasa Negara-negara ASEAN. Thai. Indo.385 (285) 59 (3.398) (1.328) (22.490) 11.742) (646) (102) Viet.862) (5.920) 4. (3. (71) (10.974 27. 2012 (juta US$) Sin.667) (274) (25) (16) (70) (32) 1.812) 107 45 4.069) (9. Phil.339) 118 (2.114) 8.501) 8. n.536) (6.863) (57) Sumber: UN Comtrade Bergegas dengan Cerdas Memenangi Persaingan MEA 2015 25 .707 1.706) 7.501 Total services Transportation Travel Communications services Construction services Insurance services Financial services Computer and information services Royalties and license fees Other business services Personal.222) (2.i.502 (2.072) (226) (325) 537 (523) (1.

arsitek. Data menunjukkan Indeks Pembangunan Manusia Indonesia tahun 2012 berada pada peringkat 121 dunia. insinyur. Meski demikian. CORE Indonesia 26 . 3. Artinya tenaga kerja berpendidikan tinggi akan lebih mendapatkan kemudahan untuk mengisi lapangan kerja di negara lain di kawasan ASEAN. selain dibuka aliran bebas untuk barang. Defisit pendapatan berpotensi akan terjadi bila tidak memiliki strategi yang tepat untuk mengantisipasi dan memanfaatkan peluang free flow of labor dalam kesepakatan MEA. dokter. ada sederet pekerjaan rumah yang harus dikerjakan. juga dibuka aliran tenaga kerja dari satu negara ke negara lain di kawasan ASEAN. jasa. surveyor. Tingkat pendidikan masyarakat Indonesia juga masih didominasi oleh pendidikan rendah (67persen berpendidikan tertinggi SMP). Dalam kesepakatan Masyarakat Ekonomi ASEAN. Dengan lemahnya daya saing tenaga kerja Indonesia maka peluang Indonesia untuk memperoleh manfaat dari dibebaskannya aliran tenaga kerja dalam MEA lebih kecil dibandingkan potensi manfaat yang akan diperoleh negara-negara ASEAN lain. dokter gigi dan perawat. Indonesia akan semakin kesulitan untuk menyelesaikan masalah pengangguran. dan modal. Hingga saat ini kesepakatan-kesepakatan yang telah dibuat ini baru diberlakukan untuk tenaga kerja yang berpendidikan tinggi atau tenaga professional seperti tenaga professional akuntan.Bergegas dengan Cerdas Memenangi Persaingan MEA 2015 Penetapan sektor wisata sebagai salah satu sektor andalan Indonesia dalam MEA menjadi salah satu alternatif untuk meredam semakin besarnya defisit neraca perdagangan jasa.

Bahkan Singapura. lebih dari 80 persen penganggurnya berpendidikan sekolah menengah atas dan perguruan tinggi. CORE Indonesia 27 . Oleh sebab itu.Bergegas dengan Cerdas Memenangi Persaingan MEA 2015 sehingga penganggur dengan pendidikan tertinggi SMP juga terbesar (79 persen). Indonesia harus mewaspadai potensi membanjirnya TKA akan mengancam naiknya remitansi TKA yang saat ini pertumbuhannya relatif tinggi. penting bagi pemerintah untuk segera menyiapkan agenda untuk mengantisipasi dengan strategi dan kebijakan yang tegas. Singapura dan Filipina. Artinya.4 milyar US$. Di tahun 2012. Kesepakatan MEA akan memberikan peluang lebih besar bagi negara-negara tersebut untuk memanfaatkannya. ini akan menjadi tambahan beban bagi Indonesia dalam menjaga neraca transaksi berjalan dan mengatasi masalah pengangguran. Indonesia masih memiliki peluang karena kesepakatan masih bersifat mutual recognition agreement (MRA). lebih dari 50 persen penganggurnya adalah lulusan perguruan tinggi. Misalnya. Sementara di Malaysia. Saat ini jumlah tenaga kerja Indonesia di luar negeri masih cukup besar dan remitansi yang dihasilkan memang masih jauh lebih besar dibanding remitansi yang dihasilkan tenaga kerja asing di Indonesia. Lagi-lagi Indonesia memiliki pekerjaan rumah untuk harus bersegera memanfaatkan peluang ini dengan menyusun strategi dan kebijakan agar peluang lapangan kerja di Indonesia lebih diprioritaskan bagi tenaga kerja domestik. Jika terjadi. memasukkan berbagai persyaratan sehingga tidak mudah bagi Tenaga Kerja Asing (TKA) untuk masuk ke Indonesia. sementara TKA di Indonesia 2. remitansi TKI mencapai 7 milyar US$. pemberlakuannya bergantung pada kesepakatan antara negara penerima dan pemasok tenaga kerja dengan memperhatikan kondisi domestik negara penerima.

Bergegas dengan Cerdas Memenangi Persaingan MEA 2015 Perbandingan Remitansi TKI di Luar Negeri dan TKA di Indonesia. apabila MEA yang memfasilitasi aliran tenaga kerja profesional efektif berlaku sementara Indonesia tidak meningkatkan daya saing tenaga kerjanya dan masih bergantung pada tenaga kerja berpendidikan dan keahlian rendah. malah CORE Indonesia 28 . 2005-2012 Milyar US$ 8 7 6 5 4 3 2 1 0 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 Remitansi TKA di Indonesia 16. Sangat mungkin remitansi TKA di Indonesia akan tumbuh pesat sementara remitansi yang diperoleh TKI di luar negeri cenderung stagnan sehingga menambah defisit neraca perdagangan di sektor jasa.5% per tahun 4. 4.2% per tahun Remitansi TKI di Luar Negeri Sumber: Bank Indonesia Akan tetapi. Peningkatan penanaman modal asing(PMA) tidak banyak memperbaiki struktur perekonomian Indonesia.

tingginya daya tarik investasi yang dimiliki Indonesia sangat berpotensi untuk semakin meningkatkan aliran investasi ke Indonesia. investasi langsung termasuk yang berasal dari kawasan ASEAN belum mampu memberikan manfaat untuk mengurangi kesenjangan ekonomi CORE Indonesia 29 . Meskipun memiliki sejumlah faktor penghambat investasi seperti keterbatasan infrastruktur dan inefisiensi birokrasi. peningkatan investasi asing maupun nasional justru semakin memberatkan neraca transaksi berjalan. pertumbuhan konsumsi domestik yang diperkirakan terus meningkat. Indonesia menjadi ‘surga’ bagi investor negara-negara ASEAN khususnya Singapura. Angka tersebut lebih tinggi dari Jepang (27 persen) dan Amerika Serikat (7 persen).Indonesia hanya sebagai pemasok bahan baku dengan nilai tambah kecil. penciptaan lapangan kerja dan terbangunnya industri hulu.Bergegas dengan Cerdas Memenangi Persaingan MEA 2015 cenderung meningkatkan ketergantungan terhadap bahanbahan impor sehingga memperberat neraca transaksi berjalan. serta SDA yang berlimpah. Seperti dibahas di awal. Telah lama Indonesia menghadapi masalah lemahnya daya tawar dalam investasi. Indonesia memiliki beberapa keunggulan dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya seperti market size yang besar. Bukan mendorong partner ekonominya membangun industri hulu pengolah sumber daya alam sehingga memberikan manfaat ekonomi yang besar bagi Indonesia seperti peningkatan nilai tambah. Dengan adanya MEA. Pertama. Akan tetapi. investasi langsung yang deras mengalir ke Indonesia ini memiliki beberapa kelemahan. Dengan rendahnya daya saing produk indonesia dan lemahnya dukungan terhadap industri nasional. Investasi langsung yang masuk ke Indonesia dari kawasan ASEAN dalam kurun waktu tersebut mencapai 35 persen dari total PMA di Indonesia. Dalam 10 tahun terakhir.

Perbandingan Realisasi Investasi antar Wilayah. dari total realisasi investasi langsung ASEAN lebih banyak di sektor tersier (58 persen) CORE Indonesia 30 . investasi dari ASEAN juga masih terfokus pada sektorsektor tersier yang padat modal. maka investasi tidak akan menyebar sehingga masalah kesenjangan pendapatan masyarakat antar wilayah masih akan terjadi. Dari tahun 2004 hingga semester pertama 2013.Bergegas dengan Cerdas Memenangi Persaingan MEA 2015 antar wilayah. 2005-2013 Bali . Kedua.Nusa Tenggara Maluku Papua Sulawesi 1% 3% 3% Kalimantan 3% 8% Sumatera 11% JAWA 71% Sumber: Badan Koordinasi Penanaman Modal Paska MEA investasi sangat berpotensi menyebar ke wilayah lain khususnya di pulau Sumatera dan Kalimantan atau pulau lain untuk mengeksploitasi sumber daya alam. sebesar 71 persen PMA mengalir ke pulau Jawa. Dalam 10 tahun terakhir. sehingga tidak maksimal dalam mempercepat penyerapan tenaga kerja khususnya yang berpendidikan menengah ke bawah dan mengurangi kesenjangan pendapatan. Bila pemerintah tidak memiliki strategi investasi dan industrialisasi yang tepat.

Adapun investasi di sektor primer dan sekunder atau sektor pengolahan masing-masing hanya sebesar 12 persen dan 30 persen. Khusus untuk bahan baku industri. ketergantungan bervariasi hingga mencapai 85 persen. Aliran Investasi berdasarkan Sektor. Beberapa bahan baku dan penolong industri yang mengalami ketergantungan impor yang parah antara lain: bahan bakar dan bahan baku industri. Akibatnya. investasi di sektor manufaktur tidak diarahkan untuk mendorong pembangunan industri hulu dan intermediate. CORE Indonesia 31 . 2004-Sem-1 20013 Non ASEAN ASEAN 100% 80% 60% 40% 20% 0% Primer Sumber: Bank Indonesia Sekunder Tersier Ketiga.Bergegas dengan Cerdas Memenangi Persaingan MEA 2015 terutama pada sektor keuangan. ketergantungan Indonesia pada barang modal dan bahan baku tetap tinggi sehingga terus menguras cadangan devisa. transportasi dan komunikasi serta perdagangan.

e. electronic and optical… fabricated metal products. CORE Indonesia 32 . paling tidak dimulai dengan investor ASEAN. Kedua. menyiapkan insentif untuk mendorong investasi industri manufaktur padat karya seperti furnitur kayu dan rotan atau industri pengolahan ikan dan hasil laut di berbagai wilayah.c. sehingga menjadikan investasi dari ASEAN memberikan manfaat ekonomi yang jauh lebih baik untuk meningkatkan pedapatan masyarakat maupun untuk menyerap tenaga kerja. … textiles % Sumber: Badan Pusat Statistik CORE merekomendasikan untuk memanfaatkan kesepakatan MEA sebagai momentum dan kesempatan emas bagi Indonesia untuk mengkaitkan strategi investasi dengan strategi pembangunan industri nasional. 2010 pharmaceutical products machinery and equipment n. leather and related products electrical equipment computer. Pertama mendorong investasi padat modal dalam dan luar negeri dengan memberikan berbagai insentif untuk membangun industri hulu sehingga akan mendorong munculnya industri turunannya di dalam negeri. kebijakan dan program komprehensif.Bergegas dengan Cerdas Memenangi Persaingan MEA 2015 Kandungan Bahan Baku Impor Industri di atas 30persen.Tentu pemerintah harus segera menyusun strategi.

Strategi yang disusun haruslah melibatkan berbagai pemangku kepentingan baik pengusaha maupun masyarakat secara umum. Berkaca dari pengalaman berbagai liberalisasi ekonomi sebelumnya. CORE Indonesia 33 .Bergegas dengan Cerdas Memenangi Persaingan MEA 2015 Seperti uraian di atas. Oleh karena itu. Tidak banyak waktu yang tersisa. Tingginya posisi tawar tersebut semestinya dapat dijadikan modal yang memadai untuk menyusun strategi yang komprehensif yang dapat menguntungkan secara nasional. Sosialisasi yang diperlukan bukan lagi terbatas pada masalah apa itu MEA. pelaksanaan integrasi ekonomi di kawasan Asia Tenggara sebagai pasar tunggal dan kesatuan basis produksi yang terintegrasi akan memberikan berbagai peluang dan ancaman. kita mesti bergegas dengan cerdas. Indonesia yang merupakan negara terbesar di ASEAN semestinya mempunyai posisi tawar yang lebih tinggi dibandingkan negara lain. akan tetapi sudah harus mencakup strategi bersama bagaimana memenangkan persaingan dalam berbagai aspek di kawasan ASEAN. dalam menghadapi pelaksanaan MEA 2015 yang sudah sangat dekat ini Indonesia harus segera menyiapkan strategi agar kesepakatan MEA tersebut menguntungkan secara nasional. terbukti bahwa Indonesia selalu memperoleh manfaat yang minimal dan mendapatkan resiko kerugian ekonomi yang lebih besar.

Sebab. menuntut pendekatan dan keterlibatan yang merangkul semua unsur. kami sepakat untuk mendirikan sebuah think tank atau lembaga kajian bernama CORE Indonesia dengan melakukan kajian secara independen di bidang ekonomi. Tentu hal ini menuntut peran serta yang lebih intensif dari masyarakat secara luas. maju. dan disegani. selama ini kebijakan yang dipilih untuk CORE Indonesia 34 . CORE merupakan akronim dari Center of Reform on Economics. Namun demikian. melimpahnya sumber daya tersebut.Bergegas dengan Cerdas Memenangi Persaingan MEA 2015 SEKILAS CORE INDONESIA Indonesia merupakan negara besar dengan potensi sumber daya dan letak geografis yang strategis. Berbagai disorientasi maupun konflik kepentingan dalam pengelolaan kebijakan ekonomi. Selain itu. kata ini kami pilih sebagai penyemangat bagi kami untuk ikut menyelesaikan berbagai permasalahan ekonomi pada inti masalahnya (core-nya). tingkat pendidikan dan lainnya. Sebagai salah satu bentuk partisipasi kami dalam mewujudkan cita-cita luhur para pendiri negeri ini. belum mampu mensejahterakan masyarakat sepenuhnya. budaya. pada akhirnya tidak dapat menjadikan Indonesia sebagai negara yang besar. seperti kita pahami bahwa dalam bahasa Inggris CORE berarti inti. Beragamnya masyarakat baik dari etnik. Oleh sebab itu.

intelektual dan para pelaku usaha. Selepas berkarir sebagai peneliti dan konsultan di beberapa lembaga internasonal. Sejak 2003 mengajar di sejumlah kampus dan memberikan kursus di beberapa lembaga pemerintah dan alat kelengkapan DPR. untuk memberikan alternatif kebijakan yang lebih baik bagi kepentingan Indonesia. CORE juga akan melakukan berbagai kajian dan diskusi dengan berbagai kalangan untuk mencari alternatif solusi atas berbagai masalah ekonomi yang tengah dihadapi. Setelah lulus dari Fakultas Ekonomi UGM Yogyakarta pada 1988. perempuan asli Jawa Tengah. PENGELOLA Hendri Saparini | Direktur Eksekutif Hendri Saparini. Sejumlah pihak CORE Indonesia 35 . Penghobi olahraga petualangan ini juga aktif berorganisasi. CORE akan menjadi wadah bagi semua pihak yang memiliki kepedulian yang sama. Ia antara lain tercatat sebagai anggota dewan pakar Masyarakat Ekonomi Syariah dan Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia. CORE berharap dapat menjadi mitra bagi pengelola negara. pada 2005 hingga pertengahan 2013 menjadi managing director ECONIT Advisory Group.Bergegas dengan Cerdas Memenangi Persaingan MEA 2015 mengatasi masalah publik cenderung mengutamakan citra dan kepentingan jangka pendek ketimbang menuntaskan inti masalah dan penyebab utamanya. ia melanjutkan program master dan doktoral di Universitas Tsukuba Jepang.

Bergegas dengan Cerdas Memenangi Persaingan MEA 2015 memberinya penghargaan antara lain. Peminat olahraga bulutangkis dan tenis ini bergabung dengan ECONIT Advisory Group dan menekuni riset bidang ekonomi pada tahun 2000-2002. CORE Indonesia 36 . “The Macroeconomics of Poverty Reduction: The Case Study of Indonesia” diterbitkan oleh UNDP. Megawati Soekarnoputri). tahun 2006. “100 Wanita Berpengaruh di Indonesia” (2012. tahun 2013. majalah Globe Indonesia). PKS). dan Sekretariat ASEAN. Mohammad Faisal | Peneliti Mohammad Faisal merupakan lulusan terbaik Teknik Planologi ITB tahun 1998. Faisal juga berpengalaman menjadi tenaga profesional di beberapa institusi internasional seperti World Bank. “One of Most Wanted Leaders” (2008. sementara gelar doktor bidang Ekonomi Politik diraihnya dari Universitas Queensland. Q-TV). “100 Pemimpin Muda Indonesia” (2008. Australia. Salah satu tulisannya. United Nation Population Fund. “Ekonom Muda Indonesia” (2009. Australia. Di samping itu. Ia mendapatkan gelar Master di bidang Studi Pembangunan dari Universitas Melbourne.

CORE Indonesia 37 .Bergegas dengan Cerdas Memenangi Persaingan MEA 2015 Drajat Kuswara | Analis dan Manajemen Data Kuswara lahir di Garut Jawa Barat. perbankan. Tahun 1993 bergabung dengan ECONIT Advisory Group sebuah lembaga penelitian ekonomi yang kemudian melakukan kajian dalam bidang industri. Tren komputerisasi perbankan akhir tahun 1980an menarik perhatiannya yang kemudian bekerja di sebuah perusahaan IT.Departemen Keuangan. pertanian. Diluar aktivitasnya dalam riset ekonomi. Setelah lulus dari jurusan Teknik Fisika ITB tahun 1987. ia bergabung dalam organisasi volunteer untuk pelestarian alam di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dan juga anggota Corps Resimen Mahasiswa ITB. ia bekerja di Direktorat Teknologi Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN). dan kebijakan publik. Tahun 1990 bekerja di lembaga penelitian Center for Policy and Implementation Studies . 22 Januari 1963.