Lignin adalah zat yang bersama-sama dengan selulosa adalah salah satu sel yang terdapat dalam

kayu. Lignin merupakan suatu makromolekul kompleks, suatu polimer aromatik alami yang bercabang–cabang dan mempunyai struktur tiga dimensi yang terbuat dari fenil propanoid yang saling terhubung dengan ikatan yang bervariasi. Lignin membentuk matriks yang mengelilingi selulosa dan hemiselulosa, penyedia kekuatan pohon dan pelindung dari biodegradasi. Lignin sangat resisten terhadap degradasi, baik secara biologi, enzimatis, maupun kimia (Isroi, 2008a).

Menurut Batubara (2002) Lignin merupakan zat yang keras, lengket, kaku dan mudah mengalami oksidasi. Ditambahkan pula oleh Ibrahim et al., (2005) dalam Misson et al., (2009) yang mengemukakan bahwa Lignin merupakan rantai dengan karbon-karbon terikat dan ikatan lainnya yang terdiri dari jaringan yang dihubungkan dengan polisakarida yang terdapat di dalam dinding sel. Lignin banyak pada kelompok kayu daun jarum yaitu diatas 26 % sedangkan pada kayu daun lebar biasanya kurang dari 26 %.

Lignin adalah zat yang bersama-sama dengan selulosa adalah salah satu sel yang terdapat dalam kayu. Lignin berguna dalam kayu seperti lem atau semen yang mengikat sel-sel lain dalam satu kesatuan sehingga bisa menambah support dan kekuatan kayu (mechanical strength) agar bisa kelihatan kokoh dan berdiri tegak.

Lignin struktur kimiawinya bercabang-cabang dan berbentuk polimer tiga dimensi. Molekul dasar lignin adalah Fenil Propan. Molekul lignin memiliki derajat polimerisasi tinggi. Karena ukuran dan strukturnya yang tiga dimensi bisa memungkinkan lignin berfungsi sebagai semen atau lem bagi kayu yang dapat mengikat serat dan memberikan kekerasan struktur serat. Bagian tengah lamella pada sel kayu, sebagian besar terdiri dari lignin, berikatan dengan sel-sel lain dan menambah kekuatan struktur kayu. Dinding sel juga mengandung lignin. Pada dinding sel, lignin bersama-sama dengan hemiselulosa membentuk matriks (semen) yang mengikat serat-serat halus selulosa. Lignin didalam kayu memiliki persentase yang berbeda tergantung dari jenis kayu: 1. Softwood mengandung 27 – 33% 2. Hardwood mengandung 16 – 24 % 3. Non-wood fibers seperti jerami, baggase, rumput, bamboo mengandung 11-20%

Setelah beberapa waktu. Kappa number ini sangat berguna untuk menentukan kadar lignin dalam pulp. Kappa Number Kappa number menggunakan sejumlah larutan permanganat dengan jumlah tertentu yang ditambahkan ke dalam pulp sampel.1 N larutan KMnO4 yang dikonsumsi oleh 1 gr pulp dalam waktu 10 menit dengan suhu 25 oC.Ada beberapa test prosedur yang sekarang digunakan untuk menentukan lignin. Spectrophotometric Methods : Absorpsi sinar UV pada sample yang mengandung lignin. Untuk proses kraft pulp hubungan antara lignin dan kappa number adalah Lignin (%) = 0. Roe number (hypo test) dan chlorine number adalah dua test yang tidak digunakan lagi untuk test lignin karena reagent yang digunakan sangat berbahaya dan banyak permasalahan dalam penanganannya. .147 X Kappa Number. Kappa number kemudian ditentukan sebagai jumlah ml 0. Metoda-metoda yang lain tidak familiar digunakan di Indonesia adalah permanganate number (K-number) yang secara luas digunakan di daerah Amerika Utara. permanganat bereaksi dengan pulp yang ditentukan dengan metoda titrasi. seperti:         Lignin Klason : mengukur lignin dalam kayu secara langsung Permanganate Number (K-Number) : Jumlah konsumsi permanganat dalam sampel pulp yang mengandung lignin yang belum bereaksi Kappa Number : Jumlah konsumsi permanganat dalam sampel pulp yang mengandung lignin yang belum bereaksi Hypo test : Jumlah konsumsi hypo dalam sample pulp yang mengandung lignin yang belum bereaksi Chlorine Number : Jumlah konsumsi chlorine dalam pulp yang mengandung lignin yang belum bereaksi Nu-Number : Test absorbsi spektrofotometer lignin yang terlarut dalam asam dengan panjang gelombang 425 nm Pulp Permittivity : Dieletric strength atau permititivitas pulp sheet yang berhubungan dengan kandungan lignin dalam sampel.

penyebab utamanya adalah kandungan selulosa pulp itu sendiri yang menyebabkan perubahan warna. lem dan starch. logam-logam seperti rosin. Laju penurunan brightness dengan waktu bervariasi dalam range yang cukup luas. Perubahan warna juga disebabkan oleh temperatur. Lignin bukan penyebab utama pada perubahan warna ini jika pulpnya hanya mengandung sedikit lignin. . Ternyata setelah dilakukan penelitian. humidity. Memang pada awalnya ada dugaan perubahan warna pada pulp selama penyimpanan disebabkan oleh lignin. hemiselulosa. Adanya gugus karbonil dan karboksil pada selulosa merupakan penyebab utama terjadinya perubahan warna. * pulp merupakan kumpulan serat/selulosa sebagai bahan baku pembuatan lembaran kertas. alum.Hilangnya Lignin Semua pulp akan mengalami perubahan brightness (kecerahan) seiring dengan lama waktu penyimpanan. Sebagian lagi hanya dalam hitungan bulan akan berubah menjadi kuning dan bahkan yang dalam hitungan hari sudah berubah. Sebagian pulp akan stabil dan biasanya bertahun-tahun kemudian baru akan berubah menjadi kuning. resin. Pulp biasanya akan berubah menjadi kuning. Penghilangan gugus karbonil dan karboksil ini dengan proses oksidasi dan reduksi akan meningkatkan kestabilan warna. Tapi walau bagaimanapun lignin yang terkandung dalam jumlah besar sudah pasti menjadi penyebab utama dalam perubahan warna pulp. Oleh karena itu efektivitas penghilangan lignin pada tahap klorinasi juga merupakan factor yang sangat menentukan dalam proses perubahan warna.