Laporan Praktikum Analisis Pertumbuhan Tanaman Pengukuran Luas Daun Menggunakan Metode Rating dan Metode Silinder

Nama NIM

: Ranny Rufaidah : 115040200111137

Kelompok : Jumat, 6.00 WIB Asisten : Mbak Nunung

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG

2014

Selain itu. tanaman akan mengubah energi matahari menjadi energi kimia yang kemudian akan diakumulasikan menjadi glukosa dan karbohidrat. seperti daun kacang tanah sedangkan metode silinder digunakan untuk mengukur luas daun yang berbentuk silinder atau berongga di dalamnya.1. pengukuran luas daun dengan alat LAM (Leaf Area Meter) dan metode plong. yang dibahas adalah pengukuran indeks luas daun. faktor koreksi. Pada praktikum ini. Analisis pertumbuhan tanaman digunakan untuk mempelajari prosesproses yang terjadi selama pertumbuhan tanaman. diantaranya adalah metode kertas milimeter. Metode rating digunakan untuk mengukur luas daun yang berbentuk trifoliat. seperti daun bawang merah. Ada beberapa metode yang dapat digunakan dalam mengukur luas daun. gravimetri. Daun berperan penting dalam proses fotosintesis dimana dalam proses fotosintesis ini. Proses fotosintesis ini berhubungan dengan luas daun. juga untuk mengetahui perbedaan luas daun kacang tanah dan bawang antara metode rating dan silinder dengan hasil pengukuran dari LAM. PENDAHULUAN 1.2 Tujuan Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui luas daun kacang tanah dan daun bawang menggunakan metode rating dan metode silinder. Beberapa metode khusus yang dilakukan untuk pengukuran luas daun adalah metode rating dan metode silinder. 1. Kegiatan dalam analisis pertumbuhan tanaman berupa pengukuran indeks luas daun (ILD).1 Latar Belakang Salah satu organ penting dalam tubuh tumbuhan adalah daun. . nisbah luas daun (NLD) dan nisbah berat daun (NBD).

maka harga dari metode ini mahal.1.2. (Maftuchah. Metode ini juga termasuk mahal karena masih memerlukan data LAM dalam pengukuran luas daunnya. TINJAUAN PUSTAKA 2.2. (Maftuchah. 1995) . 1995) 2.2 Kekurangan Metode Rating Kekurangan metode rating adalah tidak bisa diaplikasikan pada daun yang berbentuk silindris. seperti bawang. tergantung dari perhitungan pengamat (peneliti).2 Metode Silinder 2. Selain itu.1 Kelebihan Metode Rating Metode rating mudah digunakan pada tanaman dengan daun lebar dan pengukuran luas daunnya digunakan pada metode destruktif.1 Metode Rating 2.2. (Maftuchah. penggunaan metode ini lebih efektif dalam hal waktu pengamatan. 1995) 2. yaitu memerlukan tingkat ketelitian yang tinggi karena perhitungannya rumit dan masih memiliki kesalahan tergantung dari ketelitian perhitungan dari pengamat/peneliti. efektifitas waktu pengamatan dan digunakan dalam metode destruktif.1 Kelebihan Metode Silinder Metode silinder dapat digunakan untuk mengukur luas daun yang berbentuk silinder.1.2 Kekurangan Metode Silinder Metode silinder juga memiliki kekurangan. Selain itu. metode rating ini masih terdapat kesalahan. (Maftuchah. 1995) 2. Karena menggunakan alat LAM.

BAHAN DAN METODE 3.2 Cara Kerja Metode rating Pisahkan daun dari batang tapi masih dalam bentuk trifoliat LAM daun Gambar tiap daun pada kertas Gunting.1 Alat dan Bahan Peralatan yang dibutuhkan. antara lain: 3.3. tulis Luas daunnya Dirating menurut rumus 10 log (10A) dimana A: luas daun Hasil rating  replika 1 fase Gunakan sebagai acuan  Metode silinder Siapkan sampel Potong daun menjadi 2 bagian Hitung panjang (h) dan jari-jari (r) bagian silindris dan konikal . antara lain:           LAM Gunting Kertas A4 Penggaris Kalkulator Alat tulis Kamera Daun bawang Daun kacang tanah Bahan yang dibutuhkan.

Setelah itu.3 Penjelasan Diagram Alir Sampel yang digunakan dalam metode rating adalah daun kacang hias yang dipetik daunnya.h1 Konikal = b = ⅓. tetapi masih dalam bentuk trifoliat.2h2 LD/tanaman = n x rata-rata luas individu daun n: jumlah daun per tanaman 3. Tiap bagian silindris dan konikal itu kemudian diukur panjangnya dengan penggaris dan dihitung jari-jarinya. maka data tersebut dimasukkan ke dalam rumus yang telah dituliskan. Daun-daun trifoliat itu kemudian diukur luas daunnya dengan alat LAM (Leaf Area Meter). Setelah didapatkan nilai h1.2πr2. Sampel yang digunakan dalam metode silinder adalah daun bawang prei dimana daun ini memiliki rongga di dalamnya. tiap daun trifoliat kemudian digambar di atas kertas dan digunting. Rating daun (replika) tersebut kemudian ditempel di kertas A4 dan diurutkan dari kecil hingga besar sehingga didapatkan hasil rating berupa replika 1 fase. r1 dan r2. Tiap guntingan kertas tersebut ditulis luas daunnya kemudian dirating dengan rumus 10 log (10A) dimana A adalah luas daun. h2. .Hitung LD = a + b Silindris = a = 2πr1. Daun bawang itu kemudian dipisahkan dari ‘batang’nya dan dipotong menjadi dua bagian sehingga didapatkan bagian silindris (berbentuk tabung) dan konikal (ujung daun).

57 10.5 47.7 26.5 20.7 24.046 13.7 21.19 406. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.2 0.4 h1 h2 (cm) (cm) 24.6 0.93 44.69 b (cm) 20.4 0.4.55 7.774 73.3 h1 h2 (cm) (cm) 28 28 25.816 50.728 24.31 LD (cm2) 97.084 59.9 96.7 8.25 0.4 0.19 b (cm) 42.4 16.5 0.4 0.17 81.8 21 16.55 h1 h2 (cm) (cm) 25 25 24.97 LD LD/tan 2 (cm ) 115.14 1.53 7.93 6.20 b (cm) 52.4 20. 3.2 Metode Silinder Tanaman 1 Daun 1 2 3 4 5 r1 (cm) 0.88 83 90.52 87.4 0.4 Rata-rata a (cm) 62.4 r2 (cm) 0.45 0.23 Rating dengan Rumus (cm2) R= 10 log (10 x A) 10.88 .14 348.62 5.54 18. Rating Kecil Sedang Besar Luas Daun LAM (cm2) 1.23 6.77 18.75 95.1 Hasil 4.2256 Tanaman 2 Daun 1 2 3 4 r1 (cm) 0.678 82.71 18.1.831 62.4 r2 (cm) 0.5 0.68 7.8 Rata-rata a (cm) 72.43 7.706 112.276 47.7 24.5 0.69 13.36 20.8 16.45 0.33 LD LD/tan (cm2) 115. 2.44 LD/tan 180.884 88.24 26.35 r2 (cm) 0.1765 Tanaman 3 Daun 1 2 r1 (cm) 0.8 8.33 0.1 Metode Rating No.21 17. 1.1.4 0.5 25.90 18.7 26.88 46.68 10.45 0.59 Rating 11 11 18 18 19 19 19 19 4.33 35.3 41.78 18.3 21.3 Rata-rata a (cm) 77.6 0.346 41.

yaitu tidak bisa digunakan untuk mengukur daun yang mempunyai bentuk silinder.34 cm2 Daun 2 = 46.72 x 2 = 75. Berdasarkan pengukuran menggunakan metode rating.84 x 2 = 67.23 x 2 = 12.04 cm2 4.Hasil LAM bawang Tanaman 1: Daun 1= 42. Hal ini juga terlihat pada perhitungan luas daun kacang tanah.2 Pembahasan 4.44 cm2 Daun 5 = 30. rating sedang masing-masing 6.53. Finkeldey (2005) menyatakan bahwa pengukuran luas daun dengan menggunakan berbagai metode pengukuran luas daun menunjukkan tingkat konsistensi yang berbeda. yaitu rating kecil. Rating dibagi menjadi 3 bagian. terdapat 2 daun yang termasuk rating kecil dengan nilai 11. Metode ini memiliki kelemahan lain. metode rating adalah salah satu metode yang dapat digunakan oleh pengamat atau peneliti. didapatkan luas daun pada rating kecil masing-masing 1.1 Metode Rating Bahan yang digunakan dalam metode rating ini adalah daun kacang tanah yang berbentuk trifoliat. Sementara itu. Metode ini digunakan untuk mengestimasi laju fotosintesis yang dilihat dari luas daun yang tumbuh dalam tiap tahapan pertumbuhan tanaman.23 cm2. Menurut Sitompul (1995).21 x 2 = 92.46 cm2 Daun 4 = 37. Sementara itu.28 x 2 = 12.62 dan 5.55.36 cm2 Daun 4 = 6. 7.43 dan 7. Hasil perhitungan luas daun kacang dengan .90 x 2 = 61.94 cm2 Daun 2 = 28 x 2 = 56 cm2 Daun 3 = 17.47 x 2 = 84.68 cm2 dan rating besar masing-masing 7. untuk menentukan tahap awal dari pertumbuhan tanaman.2. Metode ini tidak bisa dijadikan acuan karena metode ini tergantung kepada ketelitian dan perhitungan dari pengamat atau peneliti. 7.68 x 2 = 35.67 x 2 = 85.8 cm2 Tanaman 2: Daun 1 = 42.56 cm2 Tanaman 3: Daun 1 = 33.42 cm2 Daun 3 = 6. rating sedang dan rating besar.52 x 2 = 47. berdasarkan pengukuran di LAM. 2 daun termasuk rating sedang dengan nilai 18 dan 4 daun yang termasuk rating besar dengan nilai 19.14 dan 1.23 cm2.68 cm2 Daun 2 = 23.

75. Finkeldey (2005) menyatakan bahwa pengukuran luas daun dengan menggunakan berbagai metode pengukuran luas daun menunjukkan tingkat konsistensi yang berbeda. Tanaman 1 memiliki luas daun masing-masing sebesar 85. hasil pengukuran luas daun dengan menggunakan metode silinder berbeda dengan pembacaan alat LAM.14. Sementara itu. 1978). 24. Hal ini dimungkinkan dikarenakan oleh human error. didapatkan hasil sebagai berikut.8 cm2. luas masing-masing daun adalah 84.678 cm2.34. 73.44 cm2 dan luas daun pertanaman sebesar 180.728. atau kesalahan dalam alat LAM. Tanaman 2 memiliki daun berjumlah 4. Luas daun suatu tanaman akan mempengaruhi tinggi rendahnya hasil fotosintesis (Goonasekera. Pada tanaman 3.88 dan 83 cm2 dengan rata-rata luas daun adalah 90.17 cm2.56 cm2.94.04 cm2. seperti kesalahan pengukuran. Tanaman 1 memiliki 5 daun. berdasarkan perhitungan luas daun dengan menggunakan alat LAM. 12. 4. 82.44 dan 61. Rata-rata luas daun tanaman 2 adalah sebesar 87.42. 35.75. 112. yang masing-masing memiliki luas daun sebesar 115. Terdapat 3 tanaman bawang yang diamati.88 cm2. Sama seperti metode rating. .706 cm2.2.19.3356 cm2 dengan luas daun pertanaman sebesar 406.276 dan 47.77. yang masing-masing memiliki luas daun sebesar 115.36 dan 12. Rata-rata luas daun tanaman 1 adalah 81.68 dan 47. Untuk tanaman ke-3 memiliki daun berjumlah 2 daun. dimana terdapat kesalahan pengukuran atau kesalahan pembacaan pada alat. 92. Hal ini dimungkinkan dikarenakan oleh human error.52 cm2.46. 56. luas masing-masing daun adalah 67.2 Metode Silinder Bahan yang digunakan dalam metode silinder adalah daun bawang yang berbentuk silinder.1765 cm2 dan luas daun pertanaman adalah sebesar 348. Untuk tanaman 2. 95. masing-masing memiliki luas daun sebesar 97.84 dan 88.menggunakan metode rating berbeda dengan menggunakan LAM.

2 Saran Sebaiknya praktikum minggu depan lebih baik. didapatkan hasil bahwa terdapat perbedaan nilai luas daun antara metode silinder dan rating dengan pengukuran menggunakan alat LAM. Luas daun bawang pada metode silinder lebih besar dibandingkan dengan luas daun pada pembacaan alat LAM. Hal yang sama juga terjadi pada daun bawang. 5. Pada metode rating. .1 Kesimpulan Berdasarkan pengamatan yang dilakukan pada daun kacang tanah dan bawang.5. luas daun kacang tanah rata-rata lebih besar dibandingkan luas daun pada alat LAM. PENUTUP 5.

J.DAFTAR PUSTAKA Finkeldey. R. S. Analisa Pertumbuhan Tanaman. 1995. Gadjah Mada. An Introduction to Tropical Forest Genetics. Inst. Fakultas Pertanian. Diterjemahkan Djamhuri. G. Pengantar Genetika Hutan Tropis. Res. SM. Bogor. et. 1978. 1995. A General Regression Equation for The Estimation of Leaf Area. Srilanka 55:29-33. Analisa Pertumbuhan Tanaman. ASEAN-EU University Network Programme (AUNP).R. Goonasekera.J.al. Rub. University Press : Yogyakarta. 2005. .P. E. Universitas Muhamadiyah Malang : Malang. Maftuchah dan Idiyah.A. Sitompul.

LAMPIRAN DOKUMENTASI .