MAKALAH KWN

T E N T A N G

KTT ASIA – AFRIKA
Di Susun Oleh :
KELOMPOK 2           MUSLIM NUR INAYAH NURMAH DINDA APRILIA EKA QURNIATI SYAHPUTRI SRI WAHYUNI DWI AYU FAISAL TANJUNG FARADIA GITA FIRMAN

penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu Dengan segala kerendahan hati. atas ridhonya sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini. Semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan pada umumnya dan penulis khususnya. penulis mengharapkan saran dan kritiknya yang bersifat membangun dan mendidik demi kesempurnaan karya tulis ini. Yang telah melimpahkan kepada umatnya. Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad Saw.KATA PENGANTAR Puji syukur senantiasa penulis panjatkan kehadirat ALLAH Swt. yang mengantarkan kita dari jaman jahiliah menuju jaman ilmiah seperti sekarang ini. Tujuan penulisan laporan ini tidak lepas dari kerjasama dengan beberapa pihak yang telah membantu dalam penyusunan karya tulis ini. Untuk itu. Amin… 2 .

..........5 D............. Tujuan Konferensi .........................................4 Metode penulisan .......DAFTAR ISI PENDAHULUAN ...................................................................5 Usaha-usaha Persiapan Konferensi ............................................................................................................................................................................12 DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………… 14 3 ............................................................................................................................ E.....................4 Tujuan Penulisan ..........7 PENUTUP .......................................................................... C.......................................................................... A..................... B................................................................................ Latar Belakang....... B..8 PEMBAHASAN ...............................................................................................12 KESIMPULAN ...................................................................................4 Konferensi Asia Afrika ................................................7 Struktur Organisasi Panitia Pelaksana .................4 A.............................................................5 Lahirnya Ide Konferensi ...6 Peserta dan waktu Konferensi .......................... F.................... C...............................................................................................................................

B. Situasi dalam negeri dibeberapa negara Asia Afrika yang telah merdeka pun masih terjadi konflik antar kelompok masyarakat sebagai akibat masa penjajahan (politik devide et impera) dan perang dingin antar blok dunia tersebut. Latar Belakang Berakhirnya Perang Dunia II pada bulan Agustus 1945. Vietnam di Indo Cina. Tetapi sej ak tahun 1945. Afrika Utara. Memang sebelum tahun 1945. Masalah-masalah tersebut sebagian disebabkan oleh lahirnya dua blok kekuatan yang bertentangan secara ideologi maupun kepentingan. India dan Pakistan tentang Kashmir. Sementara itu bangsa-bangsa di dunia. karena tanah air mereka diduduki secara paksa oleh pasukan Israel yang dibantu oleh Amerika Serikat. banyak daerah di Asia Afrika menjadi negara merdeka dan banyak pula yang masih berjuang bagi kemerdekaan negara dan bangsa mereka seperti Aljazair. Tiap-tiap blok berusaha menarik negara-negara di Asia dan Afrika agar menjadi pendukung mereka. Beberapa negara Asia Afrika yeng telah merdeka pun masih banyak yang menghadapi masalah-masalah sisa penjajahan seperti Indonesia tentang Irian Barat. negara-negara Arab tentang Palestina. Sedangkan kenyataannya. dan di ujung selatan Afrika. akibat yang ditimbulkan oleh masalah-masalah ini. masih ada masalah dan muncul masalah baru yang mengakibatkan permusuhan yang terus berlangsung. Hal ini mengakibatkan tetap hidupnya dan bahkan tumbuhnya suasana permusuhan yang terselubung di antara kedua blok itu dan pendukungnya. seperti di Jazirah Korea. Metode penulisan Metode penulisan dalam makalah ini. menggunakan metode pencarian informasi dari berbagai media seperti buku dan internet. terutama bangsa-bangsa Asia Afrika. Suasana permusuhan tersebut dikenal dengan sebutan "perang dingin". C. Keadaan itulah yang melatarbelakangi lahirnya gagasan untuk mengadakan Konferensi Asia Afrika.PENDAHULUAN A. bahkan pada tingkat perang terbuka. Timbulnya pergolakan dunia disebabkan pula oleh masih adanya penjajahan di bumi kita ini. sebagaian besar diderita oleh bangsa-bangsa di Asia Afrika. Palestina. pada umumnya benua Asia dan Afrika merupakan daerah jajahan bangsa Barat dalam aneka bentuk. Walaupun pada masa itu telah ada badan internasional yaitu Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berfungsi menangani masalah¬masalah dunia. tidak berarti berakhir pula situasi permusuhan di antara bangsa-bangsa di dunia dan tercipta perdamaian dan keamanan. Ternyata di beberapa pelosok dunia. sedang dilanda kekhawatiran akibat makin dikembangkannya pembuatan senjata nuklir yang bisa memusnahkan umat manusia. namun nyatanya badan ini belum berhasil menyelesaikan persoalan tersebut. Tunisia. terutama di belahan bumi Asia Afrika. terutama di belahan Asia dan Afrika. Blok Barat dipimpin oleh Amerika Serikat dan Blok Timur dipimpin oleh Uni Soviet. Tujuan Penulisan Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui tentang Tujuan Utama Dari Konferensi Asia Afrika 4 . Indo Cina. dan Maroko di wilayah Afrika Utara. Afrika Selatan. yaitu Blok Barat dan Blok Timur. Sebagian bangsa Arab-Palestina terpaksa mengungsi.

bahwa kerja sama erat antara negara-negara tersebut tentulah akan memperkuat usaha ke arah tercapainya perdamaian dunia yang kekal. Bandung. Pertemuan yang kemudian disebut Konferensi Kolombo itu dilaksanakan pada tanggal 28 April sampai dengan 2 Mei 1954. Sebanyak 29 negara yang mewakili lebih dari setengah total penduduk dunia pada saat itu mengirimkan wakilnya. Perdana Menteri Ceylon (Srilanka) Sir John Kotelawala mengundang para Perdana Menteri dari Birma (U Nu). Uni Soviet. we the peoples ofAsia. Undangan tersebut diterima baik oleh semua pimpinan pemerintah negara yang diundang. Yang menarik perhatian para peserta konferensi. Bunyi pernyataan tersebut mencerminkan ide dan kehendak Pemerintah Indonesia untuk mempererat kerja sama di antara Negara-negara afrika. Konferensi Asia Afrika Konferensi Tingkat Tinggi Asia–Afrika (disingkat KTT Asia Afrika atau KAA. yang kebanyakan baru saja memperoleh kemerdekaan. bangsa Asia sedang berada di tengah-tengah persaingan dunia?"). diantaranya pertanyaan yang diajukan oleh Perdana Menteri Indonesia "Where do we stand now. menyatakan "Kerja sama dalam golongan negara-negara Asia Arab (Afrika) kami pandang penting benar. Lain dari itu negara¬negara itu pada umumnya memang mempunyai pendirian-pendirian yang sama dalam beberapa soal di lapangan internasional. keinginan mereka untuk membentangkan fondasi bagi hubungan yang damai antara Tiongkok dengan mereka dan pihak Barat. Ali Sastroamidjojo. kemudian pertanyaan itu dijawab 5 . Myanmar (dahulu Burma). B. Sri Lanka (dahulu Ceylon). Pertemuan ini berlangsung antara 18 April-24 April 1955. penentangan mereka terhadap kolonialisme. Konferensi ini merefleksikan apa yang mereka pandang sebagai ketidakinginan kekuatan-kekuatan Barat untuk mengkonsultasikan dengan mereka tentang keputusankeputusan yang memengaruhi Asia pada masa Perang Dingin. Pada awal tahun 1954. Lahirnya Ide Konferensi Keterangan Pemerintah Indonesia tentang politik luar negeri yang disampaikan oleh Perdana Menteri Mr. India (Jawaharlal Nehru). atau negara imperialis lainnya. khususnya pengaruh Perancis di Afrika Utara dan kekuasaan kolonial perancis di Aljazair. KAA diselenggarakan oleh Indonesia. dan Pakistan (Mohammed Ali) dengan maksud mengadakan suatu pertemuan infor¬mal di negaranya. Indonesia dengan tujuan mempromosikan kerjasama ekonomi dan kebudayaan Asia-Afrika dan melawan kolonialisme atau neokolonialisme Amerika Serikat. Kerja sama antara negara-negara Asia Afrika tersebut adalah sesuai benar dengan aturan-aturan dalam PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) yang menyenangi kerja sama kedaerahan (regional arrangements). dan keinginan Indonesia untuk mempromosikan hak mereka dalam pertentangan dengan Belanda mengenai Irian Barat. di Gedung Merdeka. Konferensi ini membicarakan masalah-masalah yang menjadi kepentingan bersama. Dari sebab itu kerja sama tersebut akan kami lanjutkan dan pererat". kekhawatiran mereka mengenai ketegangan antara Republik Rakyat Cina dan Amerika Serikat. karena kami yakin. di depan parlemen pada tanggal 25 Agustus 1953. in this world of ours to day?" ("Dimana sekarang kita berdiri. jadi mempunyai dasar sama (commonground) untuk mengadakan golongan yang khusus. kadang juga disebut Konferensi Bandung) adalah sebuah konferensi antara negaranegara Asia dan Afrika. India dan Pakistan dan dikoordinasi oleh Menteri Luar Negeri Indonesia Sunario.PEMBAHASAN A. Indonesia (Ali Sastroamidjojo).

Ternyata pada umumnya negara-negara yang dihubungi menyambut baik ide tersebut dan menyetujui Indonesia sebagai tuan rumahnya. seperti tercermin 6 . Perdana Menteri Jawaharlal Nehru dari India. Oleh karena itu kita lima Perdana Menteri negara-negara Asia bertemu di sini untuk membicarakan masalah-masalah yang krusial yang sedang dihadapi oleh masyarakat yang kita wakili. soal perlunya Konferensi Asia Afrika diadakan. Barulah setelah kunjungan Perdana Menteri Indonesia pada tanggal 25 September 1954. Rapat dinas tersebut diadakan di Tugu (Bogor) pada tanggal 9 sampai dengan 22 Maret 1954. Ada beberapa hal yang mendorong Indonesia mengajukan usulan untuk mengadakan pertemuan lain yang lebih luas. walaupun dalam hal waktu dan peserta konferensi terdapat berbagai pendapat yang berbeda. Akhirnya. Pada tanggal 18 Agustus 1954. Selanjutnya. dan mempromosikan Indonesia sebagai tempat konferensi. Dalam rangka menunaikan tugas itu Pemerintah Indonesia melakukan pendekatan melalui saluran diplomatik kepada 18 negara Asia Afrika. between the African andAsian nations. melalui suratnya. Usaha-usaha Persiapan Konferensi Di atas telah diungkapkan bahwa Konferensi Kolombo menugaskan Indonesia agar menjejaki kemungkinan untuk diadakannya Konferensi Asia Afrika. dalam pernyataan bersama pada akhir Konferensi Kolombo. ("Kita sekarang berada dipersimpangan jalan sejarah umat manusia. C. Memang Perdana Menteri India dalam menerima usul itu masih disertai keraguan akan berhasil-tidaknya usul tersebut dilaksanakan. Pernyataan tersebut memberi arah kepada lahirnya Konferensi Asia Afrika. Saya percaya bahwa masalah-masalah itu tidak hanya terjadi di negara-negara Asia yang terwakili di sini. It is therefore that we Prime Ministers of five Asian countries are meeting here to discuss those crucial problems of the peoples we represent. tetapi juga sama pentingnya bagi negara-negara di Afrika dan Asia lainnya"). dinyatakan bahwa para Perdana Menteri peserta konferensi membicarakan kehendak untuk mengadakan konferensi negara-negara Asia Afrika dan menyetujui usul agar Perdana Menteri Indonesia dapat menjejaki sampai dimana kemungkinannya mengadakan konferensi semacam itu. antara negara-negara Afrika dan Asia. diajukan pula oleh Indonesia dalam sidang berikutnya. There are the very problems which urge Indonesia to propose that another conference be convened wider in scope. Iam convinced that the problems are not only convened to the Asian countries represented here but also are of equal importance to the African and other Asian countries". walaupun masih dalam suasana keraguan.sendiri dengan menyatakan "We have now indeed arrived at the cross-roads of the history of mankind. Dalam pendekatan tersebut dijelaskan bahwa tujuan utama konferensi itu ialah untuk membicarakan kepentingan bersama bangsa-bangsa Asia Afrika pada saat itu. beliau yakin benar akan pentingnya diadakan konferensi semacam itu. mengingatkan Perdana Menteri Indonesia tentang perkembangan situasi dunia dewasa itu yang semakin gawat. untuk mengetahui sejauh mana pendapat negara-negara tersebut terhadap ide mengadakan Konferensi Asia Afrika. Sunario. Usul itu akhirnya diterima oleh semua peserta konferensi. sehubungan dengan adanya usul untuk mengadakan Konferensi Asia Afrika. Bahan-bahan tersebut merupakan hasil rapat dinas Kepala-kepala Perwakilan Indonesia di negara-negara Asia dan Afrika yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Mr. Perdana Menteri Indonesia pergi ke Kolombo untuk memenuhi urndangan Perdana Menterl Srilanka dengan membawa bahan-bahan hasil perumusan Pemerintah Indonesia. mendorong terciptanya perdamaian dunia. Maksudnya.

Untuk mempertimbangkan soal-soal serta hubungan-hubungan di lapangan sosial. Saudi Arabia. Srilanka. ekonomi. Liberia. serta untuk menciptakan dan memajukan persahabatan serta perhubungan sebagai tetangga baik. Yordania. baik yang silih ganti maupun yang bersama. 2. Hendaknya konferensi ini diadakan selekas mungkin"). Konferensi ini membicarakan persiapan pelaksanaan Konferensi Asia Afrika. Laos. yang dikenal dengan sebutan Konferensi Panca Negara. Thailand (Muang Thai). yaitu : Afganistan. Keyakinan serupa dinyatakan pula oleh Perdana Menteri Birma U Nu pada tanggal 28 September 1954. Syria. Libya. Konferensi Bogor berhasil merumuskan kesepakatan bahwa Konferensi Asia Afrika diadakan atas penyelenggaraan bersama dan kelima negara peserta konferensi tersebut menjadi negara sponsornya. dan kebudayaan negara yang diwakili. Untuk mempertimbangkan soal-soal yang berupa kepentingan khusus bangsabangsa Asia dan Afrika. E. Mesir. Untuk meninjau kedudukan Asia dan Afrika. Turki. It should be held at an early date". Jepang. untuk menjelajah serta memaj ukan kepentingan-kepentingan mereka. para Perdana Menteri peserta Konferensi Kolombo (Birma. India. Filipina. ("Para Perdana Menteri telah membicarakan usulan untuk mengadakan sebuah konferensi yang mewakili negaranegara Asia dan Afrika serta menyetujui konferensi seperti ini sangat diperlukan dan akan membantu terciptanya perdamaian sekaligus pendekatan bersama ke arah masalah (yang dihadapi). Irak.dalam pernyataan bersama pada akhir kunjungan Perdana Menteri Indonesia "The prime Ministers discussed also the proposal to have a conference of representatives of Asian and African countries and were agreed that a conference of this kind was desirable and world be helpful in promoting the cause of peace and a common approach to these problems. Federasi Afrika Tengah. dan Pakistan) mengadakan konferensi di Bogor pada tanggal 28 dan 29 Desember 1954. maka usaha-usaha penyelidikan atas kemungkinan diselenggarakannya Konferensi Asia Afrika dianggap selesai dan berhasil serta usaha selanjutnya ialah mempersiapkan pelaksanaan konferensi itu. Lebanon. Ethiopia. Dengan demikian. Pantai Emas (Gold Coast). Republik 7 . misalnya soal-soal yang mengenai kedaulatan nasional dan tentang masalah-masalah rasialisme dan kolonialisme. Peserta dan waktu Konferensi Negara-negara yang diundang disetujui berjumlah 25 negara. Sudan. Kamboja. Nepal. Iran. Tujuan Konferensi Konferensi Bogor menghasilkan 4 (empat) tujuan pokok Konferensi Asia Afrika. 4. D. Untuk memajukan goodwill (kehendak yang luhur) dan kerja sama antara bangsa-bangsa Asia dan Afrika. Indonesia.Undangan kepada negara-negara peserta disampaikan oleh Pemerintah Indonesia atas nama lima negara. Atas undangan Perdana Menteri Indonesia. yaitu 1. 3. serta rakyat¬rakyatnya di dalam dunia dewasa ini serta sumbangan yang dapat mereka berikan guna memajukan perdamaian serta kerja sama di dunia. Republik Rakyat Tiongkok (China).

Selain itu. Saravanamuttu dari Srilanka. transport. Mengingat negara-negara yang akan di undang mempunyai politik luar negeri serta sistem politik dan sosial yang berbeda-beda. Hotel Homann. perlengkapan. Gubernur Jawa Barat. DIAGRAM ORGANISASI KONPERENSI ASIA AFRIKA Pemerintah I 25 Negara Peserta I Republik Indonesia I Sekretaris Bersama I I Protokol I Panitia Interdepartmental Panitia Lokal di di Jakarta Bandung Gedung Concordia dan Gedung Dana Pensiun dipersiapkan sebagai tempat sidang-sidang konferensi. F. terdiri atas 2 (dua) orang dari Birma. dan Choudhri Khaliquzzaman dari Pakistan. Guna mewujudkan keputusan-keputusan Konferensi Bogor. Di dalam Sekretariat Bersama itu terdapat 10 (sepuluh) orang staf yang melaksanakan pekerjaan sehari-hari.B. dan seorang dari Pakistan. segera dibentuk Sekretariat Bersama (Joint Secretariat) oleh lima negara penyelenggara. penerangan. yaitu U Mya Sein dari Birma. Viet-nam Selatan. Di Bandung. ada pula panitia yang menangani bidang¬bidang : keuangan. Maksud utama konferensi ialah supaya negara-negara peserta menjadi lebih saling mengetahui pendirian mereka masing-masing. Struktur Organisasi Panitia Pelaksana Dalam persiapan pelaksanaan Konferensi Asia Afrika.F. Indonesia membentuk sekretariat konferensi yang diwakili oleh negara-negara penyelenggara. Komite Sosial. hiburan. keamanan. Komite Ekonomi. Keperluan transport dilayani oleh 143 8 . dan pers. tempat diadakannya konferensi. dan lain-lain. Selain itu terdapat pula 4 (empat) komite terdiri atas Komite Politik. Panitia Setempat bertugas mempersiapkan dan melayani soal-soal yang bertalian dengan akomodasi. Indonesia diwakili oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Roeslan Abdul Gani yang juga menjadi ketua badan itu. 4 (empat) orang dari Indonesia. 2 (dua) orang dari India.Demokrasi Viet-nam (Viet-nam Utara). kesehatan. Konferensi Bogor menentukan bahwa menerima undangan untuk turut dalam Konferensi Asia Afrika tidak berarti bahwa negara peserta tersebut akan berubah atau dianggap berubah pendiriannya mengenai status dari negara-negara lain. seorang dari Srilanka. Tyobji dari India. logistik. M. Komite Kebudayaan. Pemerintah Indonesia sendiri pada tanggal 11 Januari 1955 membentuk Panitia Interdepartemental (Interdepartemental Committee) yang diketuai oleh Sekretaris Jenderal SekretariatBersama dengan anggota-anggota dan penasehatnya berasal dari berbagai departemen guna membantu persiapan-persiapan konferensi itu. B. dan 4 (empat) negara lainnya diwakili oleh Kepala¬kepala Perwakilan mereka masing-masing di Jakarta. Hotel Preanger. Waktu konferensi ditetapkan pada minggu terakhir April 1955. dan 12 (dua belas) hotel lainnya serta perumahan perorangan dan pemerintah dipersiapkan pula sebagai tempat menginap para tamu yang berjumlah 1300 orang. dan Yaman. Konferensi menjunjung tinggi pula azas bahwa bentuk pemerintahan atau cara hidup sesuatu negara sekali¬sekali tidak akan dapat dicampuri oleh negara lain.H. dibentuk Panitia Setempat (Local Committee) pada tanggal 3 Januari 1955 dengan ketuanya Sanusi Hardjadinata. komunikasi. protokol.

Kira-kira pukul 09. Pelaksanaan Konferensi Pada hari Senin 18 April 1955. Tak lama kemudian rombongan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Meskipun demikian. Dalam kesempatan memeriksa persiapan-persiapan terakhir di Bandung pada tanggal 17 April 1955. Di depan pintu gerbang Gedung Merdeka kedua pucuk pimpinan pemerintah Indonesia itu disambut oleh lima Perdana Menteri negara sponsor. Soekarno dan Drs. karena memang negara itu masih dikuasai oleh orang-orang bekas penjajahnya. semua delegasi masuk ke dalam Gedung Merdeka. meskipun pada mulanya ada negara yang masih ragu-ragu. 30 taksi. berasal dari kebangsaan yang berlainan. Sejak pukul 07. begitu pula latar belakang sosial dan budaya. Ir. maka Presiden RI Ir.00 WIB. dan sebagian Jalan Raya Timur menjadi Jalan Asia Afrika. 20 bus. agama. kita dapat bersatu. Sementara para petugas keamanan yang terdiri dari tentara dan polisi telah siap di tempat tugas mereka untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Pada tanggal 15 Januari 1955. oleh ketetapan hati yang sama dalam usaha mempertahankan dan 9 . Sebagian besar delegasi peserta konferensi tiba di Bandung lewat Jakarta pada tanggal 16 April 1955. penuh sesak oleh rakyat yang ingin menyambut dan menyaksikan para tamu dari berbagai negara. Mohammad Hatta. tiba di depan Gedung Merdeka dan disambut oleh rakyat dengan sorak-sorai dan pekik "merdeka". Soekarno menyatakan bahwa kita. yaitu Federasi Afrika Tengah (Central African Federation). dipersatukan oleh pengalaman pahit yang sama akibat kolonialisme. Penggantian nama tersebut dimaksudkan untuk lebih menyemarakkan konferensi dan menciptakan suasana konferensi yang sesuai dengan tujuan konferensi. Sedangkan 24 (dua puluh empat) negara lainnya menerima baik undangan itu. surat undangan Konferensi Asia Afrika dikirimkan kepada kepala pemerintahan 25 (dua puluh lima) negara Asia dan Afrika. Dari seluruh negara yang diundang hanya satu negara yang menolak undangan itu. Presiden RI Soekarno meresmikan penggantian nama Gedung Concordia menjadi Gedung Merdeka.00 WIB kedua tepi sepanjang Jalan Asia Afrika dari mulai depan Hotel Preanger sampai dengan kantor pos.30 WIB. Sekitar pukul 08. Dalam kesempatan tersebut Presiden RI Ir. dengan jumlah 230 orang sopir dan 350 ton bensin tiap hari serta cadangan 175 ton bensin. sistem politik. Perjalanan para delegasi dari Hotel Homann dan Hotel Preanger ini kemudian dikenal dengan nama Langkah Bersejarah (The Bandung Walks).20 WIB. Banyak di antara mereka memakai pakaian nasional masing-masing yang beraneka corak dan wama. sejak fajar menyingsing telah tampak kesibukan di Kota Bandung untuk menyambut pembukaan Konferensi Asia Afrika. peserta konferensi.mobil. Soekarno mengucapkan pidato pembukaan yang berjudul "LET A NEW ASIA AND NEW AFRICA BE BORN" (Lahirlah Asia Baru dan Afrika Baru) pada pukul 10. Mereka disambut hangat oleh rakyat yang berderet disepanjang Jalan Asia Afrika dengan tepuk tangan dan sorak sorai riang gembira. bahkan warna kulit pun berbeda-beda. Gedung Dana Pensiun menjadi Gedung Dwi Warna. para delegasi dari berbagai negara berjalan meninggalkan Hotel Homann dan Hotel Preanger menuju Gedung Merdeka secara berkelompok untuk menghadiri pembukaan Konferensi Asia Afrika. Setelah diperdengarkan lagu kebangsaan Indonesia : "Indonesia Raya".

akan menunjukkan kepada umat manusia jalan yang harus ditempuhnya untuk mencapai keselamatan dan perdamaian. I hope that it will give evidence that Asia and Africa have been reborn. Saya harap konferensi ini akan memberikan pedoman kepada umat manusia. Asian and African leaders. Komite Ekonomi. pimpinan konferensi. Pada pukul 10. Semua kesepakatan tersebut selanjutnya disetujui oleh sidang dan susunan pimpinan konferensi adalah sebagai berikut : Ketua Konferensi : Mr. apabila mereka bersatu. dan Filipina. Ali Sastroamidjojo. Kesulitan-kesulitan itu terutama terjadi dalam sidang-sidang Komite 10 . mengerti bahwa Asia dan Afrika hanya dapat menjadi sejahtera. Saya berharap. Dibentuk tiga komite. bahwa kita. Dalam memutuskan sesuatu akan ditempuh sistem musyawarah dan mufakat (sistem konsensus) dan untuk menghemat waktu tidak diadakan pidato sambutan delegasi. dan bahkan keamanan seluruh dunia tanpa persatuan Asia-Afrika tidak akan terjamin. dan mempengaruhi hadirin. lebih dari itu. Ya. Menteri Perekonomian Indonesia Ketua Komite Kebudayaan : Mr. membuka sidang kembali. Soekarno berhasil menarik perhatian. Kelancaran pemilihan pimpinan konferensi dan acara-acara sidang selanjutnya dimungkinkan oleh adanya pertemuan informal terlebih dahulu di antara para pimpinan delegasi negara sponsor dan negara peserta sebelum konferensi dimulai (16 dan 17 April 1955). Atas usul Ketua Delegasi Mesir (Perdana Menteri Gamal Abdel Nasser) yang kemudian disetujui oleh pimpinan delegasi-delegasi : Republik Rakyat Cina. and that even the safety of the world at large can not be safeguarded without a united Asia-Africa. understand that Asia and Africa can prosper only when they are united. pemimpin pemimpin Asia dan Afrika. I hope that it conference will give guidance to mankind. maka secara aklamasi Perdana Menteri Indonesia terpilih sebagai ketua konferensi. Perdana Menteri Indonesia akan dipilih sebagai ketua konferensi. Yamin. bahwa Asia Baru dan Afrika Baru telah lahir!") Pidato Presiden RI Ir. dan selanjutnya bersama rombongan meninggalkan ruangan. will point out to mankind the way which it must take to attain safety and peace. Pada bagian akhir pidatonya beliau mengatakan "I hope that it will give evidence of the fact that we. Perdana Menteri Indonesia. Pertemuan tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan yang bertalian dengan prosedur acara. dan Kebudayaan Indonesia Dalam sidang-sidang selanjutnya muncul beberapa kesulitan yang bisa diduga sebelumnya. yaitu Komite Politik. dan Komite Kebudayaan. Roeslan Abdulgani dipilih sebagai Sekretaris Jenderal Konferensi. Ketua Sekretariat Bersama Konferensi. bahwa Asia dan Afrika telah lahir kembali.. terbukti dengan adanya usul Perdana Menteri India yang didukung oleh semua peserta konferensi untuk mengirimkan pesan ucapan terimakasih kepada Presiden atas pidato pembukaannya. Soekarno mengakhiri pidatonya. Yordania.45 WIB. Ali Sastroamidjojo. mempesona. Ir.memperkokoh perdamaian dunia. Pengajaran. Perdana Menteri Indonesia Ketua Komite Ekonomi : Prof. Menteri Pendidikan. dan lain-lain yang dipandang perlu. Selain itu. Sidang konferensi terdiri atas sidang terbuka untuk umum dan sidang tertutup hanya bagi peserta konferensi. sebagai pimpinan sidang sementara. serta karena tidak ada calon lain yang diusulkan. Presiden RI Ir. Perdana Menteri Indonesia Ketua Komite Politik Mr. that a New Asia and New Africa have been born !" ("Saya berharap konferensi ini akan menegaskan kenyataan. bahwa akan menjadi kenyataan. Moh. Beberapa kesepakatan itu antara lain bahwa prosedur dan acara konferensi ditempuh dengan sesederhana mungkin. Roosseno.

Politik. Menghormati hukum dan kewajiban-kewajiban internasional. Menghormati kedaulatan dan integritas teritorial semua bangsa-bangsa. yang sesuai dengan Piagam PBB. persetujuan. Setelah itu. seperti perundingan. Memajukan kepentingan bersama dan kerja sama. 9. Tidak melakukan tindakan-tindakan atau ancaman agresi ataupun penggunaan kekerasan terhadap integritas teritorial atau kemerdekaan politik sesuatu negara. 5. yang sesuai dengan Piagam PBB. yaitu suatu pernyataan politik berisi prinsip-prinsip dasar dalam usaha memajukan perdamaian dan kerja sama dunia. Yang paling mashur dari hasil konferensi ini ialah apa yang kemudian dinamakan Dasa Sila Bandung. Kemudian sidang dilanjutkan dengan pidato sambutan para ketua delegasi. a. Menyelesaikan segala perselisihan-perselisihan internasional dengan jalan damai. Sidang Umum menyetujui seluruh pemyataan tersebut. Tidak mempergunakan peraturan-peraturan dari pertahanan kolektif untuk bertindak bagi kepentingan khusus dari salah satu dari negara-negara besar. 11 . maka pada pukul 19. Kesepuluh prinsip itu ialah : 1. Dalam komunike terakhir itu diantaranya dinyatakan bahwa Konferensi Asia Afrika telah meninjau soal-soal mengenai kepentingan bersama negara-negara Asia dan Afrika dan telah merundingkan cara-cara bagaimana rakyat negara-negara ini dapat bekerja sama dengan lebih erat di bidang ekonomi. Tidak melakukan intervensi atau campur tangan dalam soal soal dalam negeri negara lain. Setelah melalui sidang-sidang yang menegangkan dan melelahkan selama satu minggu. Dalam Sidang Umum itu dibacakan oleh Sekretaris Jenderal Konferensi rumusan pemyataan dari tiaptiap panitia sebagai hasil konferensi. Namun berkat sikap yang bijaksana dari pimpinan sidang serta hidupnya rasa toleransi dan kekeluargaan di antara peserta konferensi. 6. bahkan sampai pada tahap yang agak panas. arbitrase atau penyelesaian hakim atau pun lain-lain cara damai lagi menurut pilihan pihak-pihak yang bersangkutan. 3. Mengakui persamaan semua suku-suku bangsa dan persamaan semua bangsa-bangsa besar maupun kecil. 4. Tidak melakukan tekanan terhadap negara lain. (terlambat dari yang direncanakan) tanggal 24 April 1955 Sidang Umum terakhir Konferensi Asia Afrika dibuka. maka jalan buntu selalu dapat dihindari dan pertemuan yang berlarut¬larut dapat diakhiri. Menghormati hak-hak dasar manusia dan tujuan-tujuan serta azas-azas yang termuat dalam piagam PBB. 2. Ketua Konferensi menyampaikan pidato penutupan dan menyatakan bahwa Konferensi Asia Afrika ditutup. 10. b.00 WIB. Perbedaan-perbedaan pandangan politik dan masalah-masalah yang dihadapi antara negara-negara Asia Afrika muncul ke permukaan. dan politik. 7. Menghormati hak tiap-tiap bangsa untuk mempertahankan diri sendiri secara sendirian atau secara kolektif. kebudayaan. 8.

dan Konferensi Mahasiswa Asia Afrika. Tetapi usaha untuk mengadakan Konferensi Asia Afrika kedua selalu mengalami hambatan yang sulit diatasi. dengan meminta pendapat negara-negara peserta lainnya. Konferensi serupa bagi kalangan tertentu di Asia dan Afrika beberapa kali diadakan pula. seperti Konferensi Wartawan Asia Afrika. sehingga kemudian lahirlah sejumlah negara merdeka di benua Asia dan Afrika. telah berhasil menggalang persatuan dan kerja sama di antara negara-negara Asia dan Afrika. Konferensi Pengarang Asia Afrika. ("Semoga kita dapat meneruskan perjalanan kita di atas jalan yang telah kita pilih bersama-sama dan semoga Konferensi Bandung ini tetap tegak sebagai sebuah mercusuar yang membimbing kemajuan di masa depan dari Asia dan Afrika"). Konferensi Islam Asia Afrika. Konferensi Asia Afrika telah membakar semangat dan menambah kekuatan moral para pejuang bangsa-bangsa Asia dan Afrika yang pada masa itu tengah memperjuangkan kemerdekaan tanah air mereka. Jiwa Bandung dengan Dasa Silanya telah mengubah pandangan dunia tentang hubungan internasional. Jiwa Bandung telah mengubah juga struktur Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Bandung telah melahirkan faham Dunia Ketiga atau "NonAligned' terhadap Dunia Pertamanya Washington dan Dunia Keduanya Moscow. Semua itu menandakan bahwa cita-cita dan semangat Dasa Sila Bandung semakin merasuk ke dalam tubuh bangsa-bangsa Asia dan Afrika. dikutip bagian terakhir pidato penutupan Ketua Konferensi Asia Afrika sebagai berikut "May we continue on the way we have taken together and may the Bandung Conference stay as a beacon guiding the future progress of Asia and Africa". tibatiba di negara tuan rumah (Aljazair) terjadi pergantian pemerintahan.bandung.eu/2011/11/sejarah-konferensi-asia-afrika. Forum PBB bukan lagi forum eksklusif Barat atau Timur. dan mempromosikan Indonesia sebagai tempat konferensi. sehingga konferensi itu tidak jadi. KESIMPULAN Dari uraian makalah di atas. dapat disimpulkan bahwa tujuan utama konferense tersebut ialah untuk membicarakan kepentingan bersama bangsa-bangsa Asia afrika pada saat itu. baik dalam menghadapi masalah internasional maupun masalah regional. sebagai penutup uraian singkat ini. DAFTAR PUSTAKA http://www.PENUTUP Dalam penutup komunike terakhir dinyatakan bahwa Konferensi Asia Afrika menganjurkan supaya kelima negara penyelenggara mempertimbangkan untuk diadakan pertemuan berikutnya dari konferensi ini. Tatkala usaha itu hampir terwujud (1964). Konferensi Asia Afrika di Bandung. mendorong terciptanya perdamaian dunia.html#ixzz2LnngbSK7 12 .

2004 13 . Departemen Luar Negeri RI Direktorat Jenderal Informasi. Dan Perjanjian Internasional Museum Konperensi Asia Afrika.Panduan Museum Konperensi Asia Afrika. Diplomasi Publik.