FISIKA INTERFERENSI GELOMBANG DAN MODE NORMAL Dosen Pengampu : Athika D.W. Utami, M.Pd.

Disusun oleh : Kelompok II Kelas G Firstyani Imannisa Rahma Pipit Ayudyawati Arif Hidayat Andi Ferry Rahman Muhammad Hidayatullah Naban Pranotogoro Fragananza Dwi Priyanka Muhammad Husni Arroqim (13520244002) (13520241084) (13520244001) (13520244026) (13520244016) (13520244015) (13520244027)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRONIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2013

II. Andaikan dua puncak gelombang transversal saling mendekati. Bagaimana senar dapat membentuk nada tinggi pada gitar? Kedua ilustrasi di atas menggambarkan tentang interferensi gelombang dan mode normal di dalam kehidupan sehari-hari. Riak-riak tersebut tidak mengubah gelombangnya melainkan saling menambah gelombang satu sama lain.Ketika kedua puncak gelombang merambat sepanjang tali. . Nada tertinggi dapat Anda dapatkan jika Anda menggeser tangan anda di fret gitar ke arah bawah. maka perpindahan total yang dialami oleh bagian tali yang dilalui kedua puncak gelombang bisa diketahui dengan menjumlahkan perpindahan yang dialami oleh bagian tali tersebut. Pada saat itu pula. kami menggunakan gelombang transversal yang merambat melalui tali. Interferensi gelombang dan mode normal akan dibahas secara mendalam pada makalah ini . beberapa riak air berbentuk lingkaran muncul di permukaan. Apabila kedua puncak gelombang bertemu dan bertumpang tindih. Interferensi gelombang akan dijelaskan di subbab B. Untuk mempermudahpemahaman tentang prinsip superposisi. LATAR BELAKANG Ketika Anda duduk di tepi danau. DASAR TEORI A. ketika Anda bermain gitar.I. setiap titik atau setiap bagian tali yang dilaluinya mengalami perpindahan pada arah vertikal. kadangkala Anda melempar beberapa batu ke dalam danau. Prinsip Superposisi Prinsip Superposisi adalah prinsip yang menjelaskan bahwa simpangan dari perpaduan dua puncak gelombang atau perpaduan dua lembah gelombang atau perpaduan satu puncak dan satu lembah gelombang sama dengan penjumlahan aljabar dari amplitudo masing-masing puncak gelombang atau lembah gelombang secara terpisah (puncak gelombang dianggap positif sedangkan lembah gelombang dianggap negatif) Prinsip superposisi juga bisa dijelaskan dengan cara yang berbeda. Jumlah perpindahan dari kedua gelombang yang bertumpang tindih tersebut dapat disebut interferensi sehingga interferensi merupakan superposisi dari dua atau lebih gelombang. Anda memetik masing-masing senar dan juga menekan senar pada fret (leher) gitar. Mengapa bisa terjadi seperti itu? Sementara itu.

dan memiliki fase yang sama. dibandingkan dengan amplitudo masing-masing puncak gelombang. Frekuensi gelombang total sama dengan frekuensi kedua gelombang yang bersuperposisi. gelombang total (gelombang resultan (A + B)) yang dihasilkan memiliki amplitudo hampir dua kali amplitudo masing-masing gelombang yang bersuperposisi. Oleh karena itulah. Berdasarkan ampiltudo total dari gelombang-gelombang yang bertumpang tindih. Interferensi Gelombang 1. Pengertian dan Jenis Interferensi Interferensi adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan apa yang terjadi ketika dua atau lebih gelombang saling bertumpang tindih. . Gambar di atas menunjukkan interferensi konstruktif yang terjadi jika dua atau lebih puncak atau lembah gelombang saling mendekati dan bertumpang tindih. Gelombang-gelombang tersebut memiliki frekuensi dan amplitudo yang sama. Amplitudo total dari hasil interferensi tersebut menjadi lebih besar.B. interferensi dibagi menjadi dua jenis yaitu Interferensi Konstruktif dan Interferensi Destruktif.

Sebagian titik Pmenunjukkan bunyi yang kuat dan sebagian titik lainnya (L) menunjukkan bunyi yang lemah. namun gelombang memiliki fase yang berbeda seperti interfensi konstruktif(berbeda fase sebesar 180o). Rumusnya adalah : | | Bunyi lemah terjadi ketika superposisi kedua gelombang bunyi dititik L menhasilkan interferensi destruktif.Interferensi destruktif terjadi ketika amplitudo total dari perpaduan dua atau lebih gelombang menjadi lebih kecil. | | ( ) . kami akan menjelaskan tentang sebuah percobaan berikut ini. Interferensi destruktif juga bisa terjadi ketika amplitudo totalnya sama dengan nol karena puncak gelombang atau lembah gelombang memiliki amplitudo yang sama. Interferensi Bunyi Interferensi gelombang bunyi merupakan sumber bunyi yang koheren atau saling berhubungan. Bunyi kuat atau lemah ini terjadi karena gelombang bunyi yang datang dari pengeras suara yang berbeda yaitu misalnya S1 dan S2 mengalami superposisi ketika keduanya tiba dilintasan tempat seseorang tersebut berjalan. Interferensi konstruktif jika kedua gelombang bunyi yang bertemu di titik P adalah sefase atau memiliki beda lintasan yang merupakan kelipatan bulat dari penjang gelombang bunyi. Kedua gelombang yang bersuperposisi memiliki frekuensi dan amplitudo yang sama. 2. Sebuah mikrofon yang dibawa oleh seseorang melintas sejajar terhadap meja dengan arah memanjang. Untuk memudahkan pemahaman akan interferensi bunyi. dibandingkan dengan amplitudo masing-masing gelombang tersebut. Bunyi yang kuat terjadi ketika superposisi kedua gelombang bunyi di titik P menghasilkan interferensi konstruktif. Frekuensi gelombang total sama dengan frekuensi kedua gelombang yang bersuperposisi. Interfernsi destruktif jika kedua gelombang yang bertemu di titik L adalah berbeda fase atau memiliki beda lintasan.

pada layar akan terlihat pola terang. Interferensi destruktif terjadi jika kedua gelombang cahaya berbeda fase 180o. yaitu S1dan S2 berlaku sebagai pasangan cahaya kohern yang berinterferensi.3. Pola interferensi cahaya S1dan S2 ditangkap oleh layar. Sedangkan interferensi konstruktifterjadi jika kedua gelombang cahaya sefase atau beda fasenya nol. Interferensi gelombang cahaya juga dibuktikkan dengan percobaan dan peristiwa berikut i. sumber cahaya monokromatis S0 ditempatkan di depan dua cermin datar yang dirangkai membentuk sudut tertentu. Jika terjadi interferensi destruktif. Jika terjadi interferensi konstruktif. . Interferensi Cahaya Interferensi cahaya merupakan suatu fenomena jika dua atau lebih berkas cahaya koheren dipadukan. Kedua berkas cahaya kohern itu akan bergabung membentuk pola-pola interferensi. dua sumber cahaya kohern diperoleh dari cahaya monokromatis yang dilewatkan dua celah. Percobaan Celah Ganda Young Pada eksperimen Young. Dua berkas cahaya disebut kohern jika kedua cahaya itu memeiliki beda fase tetap. Pada gambar diatas. Interferensi destruktif maupun interferensi konstruktif dapat diamati pada pola interferensi yang terjadi. Percobaan Fresnel Bayangan sumber cahaya monokromatis S0 oleh kedua cermin (S1 dan S2) berlaku sebagai 2 sumber cahaya kohern yang pola interferensinya ditangkap oleh layar. ii. pada kayar akan terlihat pola gelap. Bayangan sumber cahaya S0 oleh kedua cermin.

dengan d adalah jarak antara dua celah. Jika seberkas cahaya mengenai lapisan tipis sabun atau minyak. selisih lintasan antara berkas S1 dan d sin θ. Gabungan berkas . 1. Interfensi pada Lapisan Tipis Interferensi dapat terjadi pada lapisan tipis seperti lapisan sabun dan lapisan minyak. nilai n = 0 untuk terang pusat. … Pada perhitungan garis terang menggunakan rumus di atas. dan seterusnya. Dua gelombang sama fasenya jika selisih jarak kedua gelombang adalah nol atau kelipatan bulat dari panjang gelombangnya. Berdasarkan gambar di atas. n = 1 untuk garis gelap pertama. iii. Tidak ada nilai n = 0 untuk perhitungan garis gelap menggunakan rumus di atas. 3. n = 2 untuk garis gelap kedua. d sin θ = (n – ½ )λ n =1. n = 2 untuk garis terang kedua. Interferensi minimum (garis gelap) terjadi jika selisih lintasan kedua sinar merupakan kelipatan ganjil dari setengah panjang gelombang.Inteferensi maksimum (konstruktif) yang ditandai pola terang akan terjadi jika kedua berkas gelombang fasenya sama. n = 1 untuk terang garis terang pertama. dan seterusnya. 2. sebagian berkas cahaya dipantulkan dan sebagian lagi dibiaskan kemudian dipantulkan lagi.Jadi interferensi maksimum (garis terang) terjadi jika d sin θ = n λ n =0. 3. Diperoleh. 2. … Pada perhitungan garis gelap menggunakan rumus di atas.

Selisih lintasan antara a dan b adalah 2d cos r. bukan panjang gelombang cahaya pada lapisan tipis dapat ditentukan dengan rumus: λ = λ0 / n. interferensi konstruktif akan terjadi jika selisih lintasan kedua sinar sama dengan kelipatan bulat dari setengah panjang gelombang (λ). Jadi. sedangkan sinar b tidak mengalami perubahan fase. Panjang gelombang yang dimaksud di sini adalah panjang gelombang cahaya pada lapisan tipis.pantulan langsung dan berkas pantulan setelah dibiaskan ini membentul pola interferensi. 3. Cincin Newton Fenomena cincin Newton merupakan pola interferensi yang disebabkan oleh pemantulan cahaya di antara dua permukaan. Sinar pantul yang terjadi akibat seberkas cahaya mengenai medium yang indeks biasnya lebih tinggi akan mengalami pembalikan fase (fasenya berubah 180o). yaitu permukaan lengkung (lensa cembung) dan permukaan datar yang berdekatan. interferensi konstruktif (pola terang) akan terjadi jika 2d cos r = (m – ½ ) λ dengan m = orde interferensi. … 2d cos r = m λ m = 0. Oleh karena sinar b mengalami pembalikan fase. … iv. 3. sinar a mengalami perubahan fase 180o. sedangkan sebagian lagi dibiaskan dulu ke dalam lapisan tipis dengan sudut bias r dan selanjutnya dipantulkan kembali ke udara (sinar b). Sebagian berkas langsung dipantulkan oleh permukaan lapisan tipis (sinar a). 1. sedangkan sinar pantul dari medium yang indeks biasnya lebih kecil tidak mengalami perubahan fase. Interferensi destruktif (pola gelap) terjadi jika m = 1. 2. 2. Ketika diamati menggunakan sinar . Jadi. Seberkas cahaya jatuh ke permukaan tipis dengan sudut datang i.

Dengan R adalah jari-jari kelengkungan lensa. 3. 2. . Sedangkan radius cincin gelap ke-n. radius cincin terang ke-n. terbentuk pola cincin dengan warna-warni pelangi karena cahaya dengan berbagai panjang gelombang berinterferensi pada ketebalan lapisan yang berbeda.monokromatis akan terlihat rangkaian pola konsentris (sepusat) berselang-seling antara pola terang dan pola gelap. Cincin di bagian luar lebih rapat dibandingkan di bagian dalam. yaitu rn dapat dihitung dengan rumus dengan m = 1. Cincin terang terjadi akibat interferensi destruktif. dan panjang gelombang cahaya dalam kaca adalah λ. 2. … adalah nomor urut cincin terang. yaitu rn dapat dihitung dengan rumus dengan m = 1. … adalah nomor urut cincin gelap. 3. Jika diamati dengan cahaya putih (polikromatis).

k = konstanta. Akibatnya. frekuensi. . dan t adalah waktu yang dibutuhkan bagi gelombang. Kejadian tersebut merupakan contoh dari gelombang diam (stasioner) atau gelombang berdiri karena gelombang ini tidak merambat sepanjang medium. Gelombang berdiri dapat dianalisis dengan menganggap gelombang tersebut memiliki amplitudo.Perlu diingat bahwa panjang gelombang λ pada persamaan di atas adalah panjang gelombang cahaya dalam kaca (lensa) yang dapat dinyatakan dengan: λ = λ0/r. Misalkan kedua speaker tersebut saling menghadap satu sama lain dan memancarkan suara dengan frekuensi dan amplitudo yang sama secara berlawanan. . A dapatbernilai negatif jika amplitudo awal berada di posisi y negatif (berada pada posisi lembah gelombang) dan bernilai positif apabila berada pada posisi y positif (berada pada puncak gelombang). Gelombang Berdiri Kedua gelombang dari sepasang loudspeaker seperti gambar di atas meninggalkan speaker dalam arah maju dan dianggap ada interferensi di titik di depan speaker. Fungsi gelombang dapat ditemukan dengan menjumlahkan kedua fungsi gelombang di atas. C. ( ) ( ) Dimana y1 melambangkan gelombang yang bergerak ke arah x positif dan y2 melambangkan gelombang merambat ke arah x negatif. kedua gelombang suara tersebut saling tumpang tindih atau bersuperposisi. di mana λ0 adalah panjang gelombang cahaya di udara dan n adalah indeks bias kaca (lensa). dan panjang gelombang yang sama tetapi memiliki arah yang berbeda walaupun berada di dalam medium yang sama. ω = frekuensi sudut. x = posisi gelombang. ( ) ( ) Rumus diatas dapat disederhanakan dengan merujuk pada identitas trigonometri : sin ( a ± b ) = sin (a) cos (b) ± cos (a) sin (b) ( ) Dimana A = amplitudo awal.

Amplitudo pada gerak harmonik sederhana dari sebuah elemen pada medium memiliki nilai 0 ketika x memenuhi fungsi sin kx = 0 dimana Karena k = 2π / λ nilai dari x adalah : Titik dimana memilki amplitudo yang bernilai 0 disebut node atau simpul. Jarak di antara simpul dan perut yang berdekatan sama dengan λ / 4 . Perut terletak di posisi yang koordinat x memenuhi fungsi sin kx = ± 1 dimana Sehingga posisi dari perut adalah Dari posisi simpul dan perut serta gambar sebelumnya dapat ditarik kesimpulan bahwa : 1. tetapi posisinya tetap pada titik yang sama serta membuat gelombang naik dan turun seperti yang dijelaskan oleh faktor cos ωt.Rumus tersebut merupakan fungsi dari gelombang berdiri Faktor 2A sin kx(koefisien dari fungsi cosine) menunjukkan bentuk dari gelombang tersebut merupakan kurva sin kx. Setiap elemen di medium bergerak pada gerak harmonik sederhana dengan frekuensi sudut ω. Amplitudo pada gelombang ini bergantung pada posisi x pada medium. Jarak di antara simpul yang berdekatan sama dengan λ / 2 3. Posisi di medium yang memiliki perpindahan terbesar disebut antinodes atau perut. Jarak di antara perut yang berdekatan sama dengan λ / 2 2.

senar tersebut memiliki perpindahan sama dengan 0. Gelombang berdiri dapat dihasilkan di dalam senar dengan superposisi yang terus menerus. Gambar (2) menunjukkan bahwa panjang gelombang λ2 sama dengan panjang senar (λ2 = L) dan gambar (3) menunjukkan bahwa panjang gelombang λ3 sama dengan dua kali panjang senar dibagi 3 (λ3 = 2L / 3). . Mode Normal pada Senar Anggaplah ujung dari sebuah senar yang panjangnya L memiliki dua ujung yang terikat seperti pada gambar di atas. dimana kecepatan v sama untuk semua frekuensi. sehingga frekuensi alamiahnya adalah Frekuensi alamiah tersebut juga disebut frekuensi terukur yang dihubungkan dengan begetarnya senar yang kedua ujungnya terikat. Karena ujung-ujungnya tetap. Gerak senar tersebut selanjutnya disebut Mode Normal. Mode Normal 1. Senar tersebut dapat bergerak secara sinusodial dengan frekuensi yang sama.D. Umumnya panjang gelombang dari mode normal adalah Dimana n adalah mode normal ke-n dari osilasi. Mode normal pertama ini terjadi apabila panjang gelombang λ1 sama dengan dua kali panjang senar (λ1 = 2L). Gambar (1) menunjukkan mode normal dengan simpul di ujung-ujungnya dan perut di bagian tengahnya. Frekuensi alamiah dihubungkan dengan mode osilasi dihasilkan dari hubungan f = v / λ.

Karena √ untuk senar yang bergelombang. Ujung pipa yang terbuka kurang lebih adalah perpindahan perut gelombang dan simpul gelombang tekanan karena ujung dari pipa organ tersebut memungkinkan udara luar dapat masuk dan tekanan pada ujung pipa konstan dengan tekanan udara. Oleh karena itu rumus frekuensi alamiah dapat juga ditulis : √ Frekuensi terendah dari f1 dimana merupakan frekuensi berada dalam n = 1. Frekuensi dasar f1 adalah frekuensi yang berada di harmonik pertama. Rumus dari frekuensi dasar adalah : √ Frekuensi-frekuensi dari mode normal yang menampilkan hubungan perkalian disebut rangkaian harmonik. . 2. Frekuensi f2= 2 f1adalah frekuensi pada harmonik kedua dan frekuensi fn = n f1adalah frekuensi dari harmonik ke n. Ujung pipa organa tertutup berhubungan dengan perut gelombang tekanan. Mode Normal pada Organa Gelombang berdiri merupakan hasil dari interfernsi antara gelombang suara longitudinal yang saling merambat pada arah yang berlawanan hingga terjadi Mode Normal. dimana T adalah tegangan senar dan ρ adalah masa jenis dari senar tersebut. dan mode normalnya disebut harmonik. Ujung pipa yang tertutup adalah perpindahan yang terjadi pada simpul gelombang karena mulut pada organ tidak memungkinkan gerak udara luar masuk ke dalam pipa sehingga udara tidak bebas bergerak. adalah frekuensi dasar.

Frekuensi dari harmonik tertinggi adalah 2f1. dan frekuensi nada dasarnya adalah f1 = v / 4L. Pada gambar (b) menunjukkan tiga mode normal dimana salah satu ujung dari pipa organnya tertutup. panjang gelombang dari mode normal pertama (b) adalah 4L. dimana gelombang tersebut merupakan setengah dari panjang gelombang. dan frekuensi nada dasarnya adalah f1 = v / 2L. 4f1. Gelombang berdiri memanjang diantara dua perut gelombang yang berdekatan. dan seterusnya. Oleh sebab itu. panjang gelombang dari mode normal pertama (a) sama dengan dua kali panjang pipa tersebut. Gelombang berdiri untuk nada dasar memanjang dari sebuah perut ke simpul yang berdekatan. 5f1. dimana gelombang tersebut merupakan seperempat dari panjang gelombang. sementara v pada rumus frekuensi alamiah di pipa organa adalah kecepatan suara di udara. Frekuensi alamiah dari mode normal ini adalah : . Oleh karena itu.dan seterusnya. 3f1. Frekuensi alamiah dari mode normal ini adalah : Perlu diingat bahwa v pada rumus frekuensi alamiah di senar adalah kecepatan gelombang pada senar. Harmonik tertinggi mempunyai frekuensi 2f1.Gambar (a) menunjukkan tiga mode normal pertama yang menggambarkan gelombang suara dari ujung pipa terbuka. 3f1.

Interferensi terjadi ketika dua buah cahaya yang telah dibagi digabungkan kembali. APLIKASI DALAM DUNIA TEKNIK A. Interferometer Michelson merupakan alat yang paling umum digunakan dalam mengukur pola interferensi untuk bidang optik yang ditemukan oleh Albert Abraham Michelson. yaitu suatu alat yang digunakan untuk menghasilkan suatu pola interferensi. Gelombang radio adalah gelombang elektromagnetik yang dapat ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Interferensi gelombang radio ternyata dapat memberikan dampak yang menguntungkan dan dampak yang merugikan.) dalam pesawat terbang ketika lepas landas atau mendarat karena akan mengganggu kerja instrumen pesawat seperti peralatan ILS (Instrument Landing System). Interferometer Michelson Interferometer Michelson adalah salah satu jenis dari interferometer. Gelombang Radio Salah satu penerapan interferensi gelombang dalam dunia teknik adalah gelombang radio.III. Sebuah pola interferensi dihasilkan dengan membagi seberkas cahaya menggunakan sebuah alat yang bernama pembagi sinar (beam splitter) yang berupa cermin setengah perak. Seperti halnya celah . Meskipun menguntungkan. B. Gelombang radio yang memberikan dampak yang menguntungkan adalah penggunaan gelombang elektromagnetik dalam telekomunikasi dimana gelombang suara diinterferensikan dengan gelombang frekuensi tinggi sehingga dapat dikirimkan ke tempat yang sangat jauh. apabila tidak digunakan sebaik-baiknya akan memberikan dampak yang merugikan seperti penggunaan alat komunikasi (telepon selular. dll. dan kemudian diterima dan dirubah kembali menjadi gelombang suara.

Freedman. Pearson Education. interferometer Michelson mengambil cahaya monokromatik yang berasal dari sebuah sumber tunggal dan membaginya ke dalam dua gelombang yang mengikuti lintasan-lintasan yang berbeda. DAFTAR PUSTAKA Buku : Serway. 2008. Cahaya bintang adalah cahaya yang memiliki koherensi temporal. Jewett. Dalam suatu percobaan Michelson-Morley. Physics for Scientists and Engineers with Modern Physics. Prinsip superposisi merupakan sebuah prinsip yang menyatakan bahwa simpangan dari gelombang-gelombang yang berpadu sama dengan jumlah amplitudo dari gelombang-gelombang tersebut. 2. Saat ini. KESIMPULAN 1.ganda Young. Mode Normal merupakan istilah yang digunakan gelombang yang bergerak secara sinusodial dan memiliki frekuensi yang sama V. namun titik sumber cahaya itu memiliki koherensi spasial dan akan menghasilkan sebuah pola interferensi. University Physics with Modern Physics. sebagai pengubah modulasi fase ke modulasi amplitudo di jaringan kabel serat optik dan digunakan sebagai pencitraan medis. interferometer menggunakan cahaya bintang sebagai sumber cahaya. IV. and John W. 3. Interferometer ini digunakan oleh Michelson untuk percobaan Michelson-Morley bersama dengan Edward Morley. (10th edition). sebagai instrumen yang digunakan untuk mendeteksi planet di sekitar bintang-bintang terdekat. Young. Gelombang Berdiri merupakan suatu jenis gelombang yang tidak merambat sepanjang medium (hanya bergerak pada titik tertentu) 4.blogspot. and Roger A.html diakses pada 8 November 2013 . Raymond A. Thomson Brooks/Cole. Hugh D. Internet : http://chayoy.com/2012/07/teori-gelombang-berdiri-standing-wave. Interferometer Michelson digunakan untuk mendeteksi gelombang gravitasi menggunakan sistem spektrum. (7th edition). Interferensi gelombang merupakan suatu kejadian dari sebuah gelombang yang saling bertumpang tindih. 2000.

com/2010/09/gelombang.blogspot.wordpress.http://noviihermawati.html diakses pada 8 November 2013 http://mulyawulansari.com/2013/06/interferensi-gelombang-bunyi.org/wiki/Interferometer_michelson diakses pada 13 November 2013 .blogspot.wikipedia.html diakses pada 12 November 2013 http://fisikamemangasyik.com/fisika-3/optik-fisis/d-interferensi-cahaya/ diakses pada 12 November 2013 http://id.