4.1.

Anti streptolisin O (ASO) Anti streptolisin O adalah suatu antibodi yang di bentuk oleh tubuh terhadap suatu enzim proteolitik. Streptolisin O yang diproduksi oleh β-hemolitik Streptococcus A group A dan mempunyai aktivitas biologic merusak dinding sel darah merah serta mengakibakan terjadinya hemolisis. Anti streptolisin O adalah toksin yang merupakan dasar sifat β-hemolitik organisme ini. Streptolisin O ialah racun sel yang berpotensi mempegaruhi banyak tipe sel termasuk netrofil, platelets dan organel sel, menyebabkan respon imun dan penemuan antibodinya. Anti-Streptolisin O bisa digunakan secara klinis untuk menegaskan infeksiyang baru saja. Streptolisin O bersifat meracuni jantung (kardiotoksik). (http://www.wikipedia.org) Penentuan tes ASTO di gunakan untuk membantu menegakkan diagnosa penyakit demam rheumatic dan glomerulonefritis serta meramalkan kemungkinan terjadinya kambuh pada kasus demam rhuematik. (Handojo,1982)

Ada dua prinsip dasar penetuan ASO, yaitu: 1. Netralisas/penghambat hemolisis Streptolisin O dapat menyebabkan hemolisis dari sel darah merah, akan tetapi bila Streptolisin O tersebut di campur lebih dahulu dengan serum penderita yang mengandung cukup anti streptolisin O sebelum di tambahkan pada sel darah merah, maka streptolisin O tersebut akan di netralkan oleh ASO sehingga tidak dapat menibulkan hemolisis lagi (Handojo,1982). Pada tes ini serum penderita di encerkan secara serial dan di tambahkan sejumlah streptolisin O yang tetap (Streptolisin O di awetkan dengan sodium thioglycolate). Kemudian di tambahkan suspensi sel darah merah 5%. Hemolisis akan terjadi pada pengenceran serum di mana kadar/titer dari ASO tidak cukup untuk menghambat hemolisis tidak terjadi pada pengencaran serum yang mengandung titer ASO yang tinggi (Handojo,1982).

2. Aglutinasi pasif

Bila dalam serum penderita terdapat ASO lebih dari 200 IU/ml. Bila kadar ASO dalam serum penderita kurang dari 200 IU / ml .Streptolisin O merupakan antigen yang larut. Agar dapat menyebabkan aglutinasi dengan ASO.1982) Sejumlah tertentu Streptolisin O (yang dapat mengikat 200 IU/ml ASO) di tabahkan pad aserum penderita sehingga terjadi ikatan Streptolisin O – anti Strepolisin O (SO – ASO). (Handojo. maka sisa ASO yang tidak terikat oleh Streptolisin O akan menyebabkan aglutinasi dari streptolisin O yang disalurkan pada partikel – partikel latex . sedangkan tes aglutinasi latex memiliki sensitivitas yang sedang. Tes aglutinasi latex hanya dapat mendeteksi ASO dengan titer di atas 200 IU/ml.1982) Tes hambatan hemolisis mempunyai sensitivitas yang cukup baik . maka tidak ada sisa ASO bebas yang dapat menyebabkan aglutinasi dengan streptolisin O pada partikel – partikel latex. (Handojo. Maka Streptolisin O perlu di salutkan pada partikel-partikel tertentu. (Handojo . Partikel yang sering dipakai yaitu pattikel lateks.1982) .