A.

PENGERTIAN LEMBAGA ISLAM

Sebelum masuk ke dalam pembahasan mengenai pengertian lembaga Islam, perlu di ketahui bahwa ada beberapa istilah yang berhubungan dengan lembaga sosial atau lembaga kemasyarakatan.Istilah lembaga kemasyarakatan merupakan terjemahan dari istilah asing social institution.Tetapi para pakar menyatakan bahwa padanan dari istilah trsebut adalah pranata sosial, karena merujuk pada adanya unsur-unsur yang mengatur tingkah laku masyarakat. Selain itu juga ada ahli ilmu sosial yang menggambarkan padanan lain yaitu bangunan sosial, terjemahan dari bahasa Jerman Soziale Gebilde. Sedangkan pranata sosial adalah suatu sistem tata kelakuan dan tata hubungan yang berpusat pada aktivitasaktivitas manusia untuk memenuhi kebutuhan mereka di dalam masyarakat. Dari sedikit uraian diatas, maka dapat kita simpulkan bahwa istilah lembaga mengandung dua pengertian, yaitu pranata yang mengandung arti norma atau sistem, dan bangunan yang menggambarkan bentuk dan susunan institusi sosial. Pembahasan yang lebih khusus lagi tentang lembaga Islam, bahwa pengertian Lembaga Islam adalah sistem norma yang didasarkan pada ajaran Islam, yang sengaja diadakan untuk memenuhi kebutuhan umat Islam yang sangat beragam mengikuti perkembangan zaman.Kebutuhan tersebut diantaranya adalah kebutuhan keluarga, kebutuhan pendidikan, kebutuhan hukum, kebutuhan ekonomi, politik, sosial, dan budaya.

B. FUNGSI LEMBAGA ISLAM DI INDONESIA

Secara umum, lembaga Islam memiliki beberapa fungsi pokok, diantaranya adalah : 1. Memberikan pedoman pada anggota masyarakat muslim tentang bagaimana mereka harus bersikap dalam menghadapi berbagai masalah yang timbul dan berkembang di masyarakat, terutama kebutuhan yang menyangkut kebutuhan pokok. 2. Memberikan pegangan kepada masyarakat bersangkutan dalam melakukan pengendalian sosial menurut sistem tertentu yaitu sistem pengawasan tingkah laku para anggotanya. 3. Menjaga keutuhan masyarakat. Dari beberapa fungsi yang melekat pada lembaga sosial tersebut di atas, jelas bahwa apabila seseorang hendak mempelajari dan memahami masyarakat tertentu, maka ia harus memperhatikan dengan seksama lembaga yang terdapat dalam masyarakat yang bersangkutan.

Negara Indonesia adalah negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, yang kurang lebih 88,09% mengaku beragama Islam. Oleh karena itu, untuk memahami tingkah laku masyarakat yang ada di Indonesia, seyogyanya harus dipelajari dan di perhatikan dengan seksama mengenai lembaga-lembaga

MAJELIS ULAMA INDONESIA A. PENGERTIAN .Akal pikiran serta perasaan manusia yang dikembangkan secara bebas dan otonom oleh aliran ini diputuskan hubungannya dengan sumber samawi yaitu sumber yang berasal dari Tuhan. Perlu kita ketahui bahwa kesalahan para ahli ilmu sosial dari Barat yang meneliti kemudian menulis tentang umat Islam terletak pada kenyataan bahwa mereka pada umumnya tidak memahami lembaga Islam yang bersumber dari ajaran Islam. Aliran yang kedua yaitu aliran Marxis adalah aliran yang tumbuh dan kemudian menolak aliran pertama yang liberalis kapitalis dan sekuler serta menolak segala sesuatu yang bersangkut paut dengan Tuhan. Aliran yang berpaham sekuler ini melepaskan diri dari agama. Aliran kapitalis liberalis adalah aliran yang mengutamakan benda dan hanya bersifat duniawi saja. Selain itu juga dahulu Sekolah Tinggi Hukum atau Recht Hogescool yang menjadi cikal bakal Fakultas Hukum serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dengan sadar mencantumkan lembaga-lembaga Islam di dalam kurikulumnya dengan maksud agar mereka yang bekerja di Hindia Belanda yang penduduknya beragama Islam dapat memahami tingkah laku masyarakat Islam. Dari sini dapat kita lihat dengan jelas betapa pentingnya lembaga-lembaga Islam. maka diperlukan metodologi yang selaras dengan ajaran Islam. metode yang mereka pergunakan tidak selaras dengan ajaran Islam. yaitu aliran Liberalis Kapitalis dan aliran Marxis.Islam yang mempengaruhi bahkan menentukan pola tingkah laku dan sikap hidup umat Islam. agama. yang artinya adalah Hukum Islam dan Lembaga-lembaga Islam. melihat hal-hal tersebut maka banyak metodologi yang dikembangkan oleh para sarjana muslim sendiri.Dan perlu di garis bawahi bahwa tanpa adanya pembelajaran yang baik mengenai lembaga-lembaga Islam. orang tidak mungkin dapat memberikan penilaian yang benar tentang umat Islam. karena tradisi dan filsafat yang mereka kembangkan dipengaruhi oleh dua aliran pikiran.Hal ini tentu saja tidak sesuai dengan Islam yang lembaganya bersumber dari ajaran agama Islam. Selain itu. diantaranya adalah: 1. Sebagai contoh yaitu pada Sekolah Tinggi Hukum yang didirikan pada tahun 1925 di Batavia memasukkan lembaga Islam kedalam kurikulumnya dengan namaMohammedansche Recht Instellingen van den Islam. Karena fungsinya yang sangat penting dalam masyarakat. Perkembangan selanjutnya. yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam dan sejalan dengan sumber ajaran Islam. dahulu lembaga Islam di perkenalkan melalui kurikulum perguruan tinggi. Dari kenyataan diatas. dan akhirat. Di Indonesia terdapat beberapa lembaga hukum islam.

M. cendekiawan dan zu'ama yang datang dari berbagai penjuru tanah air. Sampai saat ini Majelis Ulama Indonesia mengalami beberapa kali kongres atau musyawarah nasional. demi terciptanya persatuan dan kesatuan serta kebersamaan umat Islam. 7 Rajab 1395 H. dan mengalami beberapa kali pergantian Ketua Umum. zuama dan cendekiawan muslim Indonesia untuk menyatukan gerak dan langkah-langkah umat Islam Indonesia dalam mewujudkan cita-cita bersama. Selain itu kemajuan dan keragaman umat Islam Indonesia dalam alam pikiran keagamaan. dimulai dengan Prof. zu’ama dan cendekiawan muslim berusaha untuk: 1. Sahal Mahfudz. . Ali Yafie dan kini KH. selama dua puluh lima tahun.Dalam perjalanannya. Memberikan bimbingan dan tuntunan kepada umat Islam Indonesia dalam mewujudkan kehidupan beragama dan bermasyarakat yang diridhoi Allah SWT. organisasi sosial dan kecenderungan aliran dan aspirasi politik. 4. Ketua Umum MUI yang pertama. Hasan Basri.Sedangkan dua yang terakhir masih terus berkhidmah untuk memimpin majelis para ulama ini. Dr. meningkatkan kegiatan bagi terwujudnya ukhwah Islamiyah dan kerukunan antar-umat beragama dalam memantapkan persatuan dan kesatuan bangsa. Hamka. serta pendewaan kebendaan dan pendewaan hawa nafsu yang dapat melunturkan aspek religiusitas masyarakat serta meremehkan peran agama dalam kehidupan umat manusia. sebagai hasil dari pertemuan atau musyawarah para ulama. KH. KH.Oleh karena itu kehadiran MUI. sering mendatangkan kelemahan dan bahkan dapat menjadi sumber pertentangan di kalangan umat Islam sendiri. KH. Majelis Ulama Indonesia berdiri pada tanggal. Majelis Ulama Indonesia sebagai wadah musyawarah para ulama. Momentum berdirinya MUI bertepatan ketika bangsa Indonesia tengah berada pada fase kebangkitan kembali. bertepatan dengan tanggal 26 Juli 1975 di Jakarta. lembaga Islam dan cendekiawan muslimin dalam memberikan bimbingan dan tuntunan kepada masyarakat khususnya umat Islam dengan mengadakan konsultasi dan informasi secara timbal balik. setelah 30 tahun merdeka. Di sisi lain umat Islam Indonesia menghadapi tantangan global yang sangat berat. di mana energi bangsa telah banyak terserap dalam perjuangan politik kelompok dan kurang peduli terhadap masalah kesejahteraan rohani umat. Kemajuan sains dan teknologi yang dapat menggoyahkan batas etika dan moral. 2. Memberikan nasihat dan fatwa mengenai masalah keagamaan dan kemasyarakatan kepada Pemerintah dan masyarakat. Prof. Menjadi penghubung antara ulama dan umaro (pemerintah). 3. Meningkatkan hubungan serta kerjasama antar organisasi.Majelis Ulama Indonesia adalah wadah atau majelis yang menghimpun para ulama. makin dirasakan kebutuhannya sebagai sebuah organisasi kepemimpinan umat Islam yang bersifat kolektif dalam rangka mewujudkan silaturrahmi. kedua dan ketiga telah meninggal dunia dan mengakhiri tugas-tugasnya.Akibatnya umat Islam dapat terjebak dalam egoisme kelompok (ananiyah hizbiyah) yang berlebihan. serta budaya global yang didominasi Barat. Syukri Ghozali.

sikap dan mengambil keputusan atas nama organisasi. sesuai niat kelahirannya. Arah kiblat yang sebelumnya disebutkan menghadap barat kini telah direvisi menjadi ke arah barat laut.Sikap Majelis Ulama Indonesia ini menjadi salah satu ikhtiar mewujudkan Islam sebagai rahmatan lil alamin (Rahmat bagi Seluruh Alam). 2. Dalam kaitan dengan organisasi-organisasi kemasyarakatan di kalangan umat Islam. Hubungan dan kerjasama itu menunjukkan kesadaran Majelis Ulama Indonesia bahwa dirinya hidup dalam tatanan kehidupan bangsa yang sangat beragam dimana dirinya menjadi bagian utuh dari tatanan tersebut yang harus hidupberdampingan dan bekerjasama antarkomponen bangsa untuk kebaikan dan kemajuan bangsa. yang memiliki keberadaan otonom dan menjunjung tinggi semangat kemandirian. pikiran. zuama dan cendekiawan Muslim dari berbagai kelompok di kalangan umat Islam. 3. C.B. Sebagai pemberi fatwa (mufti). Sebagai pembimbing dan pelayan umat (Ri’ayat wa khadim al ummah). Semangat ini ditampilkan dalam kemandirian kepada pihak-pihak lain di luar dirinya dalam mengeluarkan pandangan. Majelis Ulama Indonesia tidak bermaksud dan tidak dimaksudkan untuk menjadi organisasi supra-struktur yang membawahi organisasi-organisasi kemasyarakatan tersebut. adalah wadah silaturrahmi ulama. FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA 1. HUBUNGAN MUI DENGAN PIHAK LUAR Sebagai organisasi yang dilahirkan oleh para ulama. zuama dan cendekiawan muslim serta tumbuh berkembang di kalangan umat Islam. Letak Indonesia . Sebagai penegak amar ma'ruf nahi munkar. 4. Dalam hal ini. Majelis Ulama Indonesia adalah gerakan masyarakat. FUNGSI MAJELIS ULAMA INDONESIA Terdapat lima fungsi dan peran utama MUI yaitu: 1. Majelis Ulama Indonesia tidak berbeda dengan organisasi-organisasi kemasyarakatan lain di kalangan umat Islam. Majelis Ulama Indonesia. D. Sebagai pewaris tugas-tugas para Nabi (Warasatul Anbiya). Fatwa Majelis Ulama Indonesia Tentang Arah Kiblat Majelis Ulama Indonesia (MUI) meralat fatwa No 03 Tahun 2010 tentang Kiblat. dan apalagi memposisikan dirinya sebagai wadah tunggal yang mewakili kemajemukan dan keragaman umat Islam. misi dan fungsi Majelis Ulama Indonesia. selama dijalankan atas dasar saling menghargai posisi masing-masing serta tidak menyimpang dari visi. Namun perlu ditegaskna bahwa kemandirian tidak berarti menghalangi Majelis Ulama Indonesia untuk menjalin hubungan dan kerjasama dengan pihak-pihak lain baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Melalui Ijtima` Ulama Komisi Fatwa MUI ke III mengenai pengharaman merokok. alasan mencelakan diri sendiri tak memenuhi syarat dan kualifikasi sebagai illat al-hukm.Ditetapkan bahwa merokok adalah haram bagi anak-anak. sehingga bisa benar atau keliru. Dengan menggunakan mekanisme masalikul `illat dalam metode qiyas ushul fikih. Sebagai bentuk keteladanan. di Padang Panjang. yang menjadi causa hukumnya. 3. keharaman rokok tidak ditunjuk langsung oleh Alquran dan Hadits. merokok termasuk perbuatan yang mencelakakan diri sendiri. Dengan fatwa ini. 2. Fatwa yang diralat tersebut adalah fatwa yang dikeluarkan MUI Tanggal 22 Maret 2010 lalu. Dalam konteks itu. keharaman rokok tak sama dengan keharaman khamr. Bahkan. Rokok mengandung zat yang merusak tubuh. menurut ulama MUI. 03 Tahun 2010 tentang Kiblat disebutkan: 1. Fatwa Majelis Ulama Indonesia Tentang Penghara man Merokok Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa kontroversial. Kedua. karena dikhawatirkan akan menghancurkan ekonomi masyarakat yang menyandarkan hidupnya pada bisnis tembakau ini. jadi arah kiblat kita juga tidak barat pas tapi agak miring yaitu arah barat laut. Menurut para ulama ushul fikih. Alasan pengharaman ini karena merokok termasuk perbuatan mencelakakan diri sendiri. ibu hamil. maka kiblat umat Islam Indonesia adalah menghadap ke arah barat. melainkan merupakan hasil produk penalaran para pengurus MUI. Letak georafis Indonesia yang berada di bagian timur Kabah/Mekkah. Institute For Social and Economic Studies (ISES) Indonesia menyelenggarakan pertemuan tandingan yang diikuti para ulama kontra fatwa MUI. Sementara larangan yang tak tegas. Ada beberapa hal yang perlu diketahui dan menjadi bahan pertimbangan: Pertama. Ia terlalu umum (ghair mundhabith). Kiblat bagi orang shalat dan dapat melihat Kabah adalah menghadap ke bangunan Kabah (ainul ka’bah). kata haram biasanya digunakan untuk jenis larangan yang tegas disebut Alquran dan Hadits. 2. dan petani tembakau. Sebab. sekiranya . maka keharaman merokok bersifat mustanbathah (hasil ijtihad para ulama). Adapun diktum fatwa MUI No. dan dilakukan di tempat-tempat umum. Beberapa guru besar agama Islam dan ulama termasuk pengurus MUI daerah menolak pengharaman itu. diharamkan bagi pengurus MUI untuk merokok dalam kondisi yang bagaimanapun. para buruh perusahaan rokok. para ulama dan kiai pesantren terlibat dalam pro dan kontra. Mereka meminta pencabutan fatwa MUI tersebut. Merokok lebih banyak mudaratnya ketimbang manfaatnya (itsmuhu akbaru min naf`ihi).tidak di timur pas Kabah tapi agak ke selatan. Dengan demikian. Kiblat bagi orang yang salat dan tidak dapat melihat Kabah adalah arah Kabah (jihat al-Ka’bah). tak disebut haram melainkan makruh tahrim. Jika haramnya meminum khamr bersifat manshushah (ditunjuk langsung oleh teks Alquran).

seorang aktivis Budi utomo yang sangat berpengaruh pada masa itu. Pembicaraan tersebut tidak hanya terbatas pada upaya mencari dukungan. Ketika diresmikan. Jika perumusan hukum membutuhkan perlengkapan teknis-intelektual untuk menganalisa dalil-dalil normatif dalam Islam. yaitu Madrasah Ibtidaiyah Diniyah Islamiyah yang diresmikan pada tanggal 1 Desember 1911. maka menerapkan hukum memerlukan analisis sosial. Para ahli ushul fikih sepakat bahwa causa hukum sebuah perkara. disamping kondisi makro pada saat itu yang telah menimbulkan kesadaran akanarti penting suatu organisasi modern maupun masukan yang didapat dari parapendukung. Dalam satu kesempatan untuk mendapatkan dukungan dalam rangka merealisasi ide pembentukan sebuah organisasi. Karena itu. 2.Dalam kondisi seperti itu. diperlukan keahlian sekaligus kehati-hatian dalam menentukan alasan hukum pengharaman sebuah tindakan. di samping ditetapkan nash Alquran dan Hadits. melalui pertemuan-pertemuan yang secara ekplisit .Ide pembentukan organisasi itu kemudian didiskusikan lebih lanjut dengan orang-orang yang selama ini telah mendukung pembentukan dan pelaksanaan sekolah di Kauman.ekonomi dan politik. merumuskan hukum (istinbath al-hukm) dan menerapkan hukum (tathbiq al-hukm) adalah dua subyek yang berbeda. melainkan juga sudah difokuskan pada persoalan nama. tempat kedudukan. dan pengurus organisasi yang akan dibentuk. pengalaman Ahmad Dahlan berorganisasi dalam BudiUtomo dan Jamiat Khair menjadi suatu hal yang sangat penting bagi munculnyaide dan pembentukan satu organisasi untuk mengelola sekolah tersebut.mencelakan diri sendiri ditetapkan sebagai causa hukum. Sejarah Muhammadiyah Awal mula sebelum terbentuk oganisasi Muhammadiyah. Ketiga.sekolah itu mempunyai 29 orang siswa dan enam bulan kemudian terdapat 62 orang siswa yang belajar di sekolah itu. MUHAMMADIYAH A. juga diputuskan oleh ulama yang telah memenuhi kualifikasi seorang mujtahid. Begitu juga makanan lain yang mengandung kolesterol tinggi bisa diharamkan karena akan menyebabkan timbulnya beragam penyakit. tujuan. Dwijosewoyo. termasuk dari para murid Kweekschool Jetis.Sebagai lembagapendidikan yang baru saja terbentuk. sekolah yang didirikan oleh AhmadDahlan memerlukan perhatian lebih lanjut agar dapat terus dikembangkan. Gula yang dikonsumsi dalam waktu lama bisa menimbulkan diabetes. terutama para anggota dan pengurus Budi Utomo serta guru dan murid Kweekschool Jetis. Ahmad Dahlan melakukan pembicaraan dengan Budiharjo yang menjadi kepala sekolah di Kweekschool Jetis dan R. Ahmad Dahlan membentuk sebuah sekolah di Yogyakarta. maka semua barang yang potensial menghancurkan tubuh bisa diharamkan. Pada bulan-bulan akhir tahun 1912 persiapan pembentukan sebuah perkumpulan baru itu dilakukan dengan lebih intensif.

Menurut pengertian istilah. sehingga menimbulkan sikap acuh tak acuh bahkan mencemoohkan ajaran Islam dari kalangan terpelajar Indonesia. d. yaitu : a. amalan-amalan Muhammadiyah telah dirintis oleh K. Penetrasian kebudayaan barat.membicarakan dan merumuskan masalah sepertinama dan tujuan perkumpulan. Faktor Intern umat Islam Indonesia. FAKTOR-FAKTOR BERDIRINYA MUHMMADIYAH Faktor-faktor penyebab didirikannya Muhammadiyah. Tidak efisiennya berbagai macam lembaga-lembaga Islam yang ada. Adanya penjajahan kolonialis Belanda yang membelenggu rakyat dan umat Islam. yaitu usaha mengkristenkan umat Islam. sehingga masing-masing umat Muhammadiyah merasa bangga dan terhormat dengan ajaran agamanya. d. e. Pada hakekatnya. c. b. Ahmad Dahlan sejak tahun 1905. jauh sebelum Muhammadiyah secara resmi didirikan. Faktor Ekstern a. antara lain : 1. Pengaruh gerakan reformasi dan modernisasi yang dipelopori oleh Djamalludin al-Afghani dan Muhammad Abduh. ekonomi. Anggaran dasar organisasi ini dirumuskan dalam bahasa Belanda dan bahasa Melayu. b. Sosrosugondo. penamaan muhammadiyah adalah agar para anggota dan pengikutnya dapat menauladani jejak Nabi Muhammad SAW. serta peran Budi Utomo dalam proses formalitas yang berhubungan dengan pemerintah Hindia Belanda. guru bahasa Melayu di Kweekscbool Jetis. Kegiatan-kegiatan kristening politik.H. atau memberikan arah untuk memberikan penyegaran paham keagamaan. kebudayaan. melalui upaya menciptakan lahan pendidikan yang mampu melahirkan kader-kader sesuai dengan kebutuhan dan dinamika masyarakat yang lemah. dan tidak perlu merasa malu kepada siapapun yang mengatakan bahwa dirinya sebagai orang Islam yang taat pada tuntunan Nabinya. Muhammadiyah apabila di tinjau dari segi bahasa berarti umat dan pengikut Nabi Muhammad. Muhammadiyah memiliki tugas menjaga amanat menjadi khalifah di muka bumi. Tugas pokok Muhammadiyah adalah membimbing umat. 2. Baru pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 bertepatan pada tanggal 18 November 1912 Muhammadiyah resmi berdiri. c. Tidak bersihnya Islam akibat dari bercampurnya berbagai macam faham. Muhammadiyah harus melihat secara tajam interaksi antara dinamika . Kurang adanya persatuan dan kesatuan umat Islam dalam membela kepentingan Islam. yang dalam penyusunannya mendapat bantuan dari R. Rusaknya umat baik dalam bidang politik. B. sertakeagamaan Tidak tegaknya kehidupan agama Islam dalam diri masyarakat.

Sehingga kritik pun perlu di dalam perkembangannya. dan modern. Muhammadiyah juga harus mampu menyeimbangkan adanya ketidak seimbangan persaingan antara kepentingan bisnis besar dengan ekonomi rakyat kecil.ekonomi dengan gerakan dakwah yang tidak dapat di pisahkan satu sama lain. seorang sejarawan dari UGM. merokok hukumnya mubah. yang berarti boleh dikerjakan. Muhammadiyah terus berkembang dan hingga kini masih menunjukkan eksistensinya di masyarakat.Karena kepentingan ekonomi rakyat kecil yang di tandai oleh usaha kecil ini telah menyerap 83% dari kesempatan kerja di luar sektor pertanian.Berbeda dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). Perkembangan selanjutnya. Muhammadiyah adalah organisasi yang amaliyah yang terbesar. tidak hanya oleh perokok. C. industri. fatwa itu kemudian direvisi karena dampak negatif merokok mulai dirasakan oleh semua lapisan masyarakat.Kiprahnya di dalam masyarakat hingga membuat Nurcholis Madjid menunjuk Muhammadiyah sebagai organisasi modern terbesar di dunia di kalangan umat Islam baik level nasional ataupun internasional. fatwa haram yang dikeluarkan Muhammadiyah itu tanpa batas umur tertentu. dan hal tersebut nyatanya mampu membuat Muhammadiyah terus berkembang hingga saat ini. Namun. Pada tahun 2005 Majelis Tarjih terlebih dahulu mengeluarkan fatwa yang berbunyi. tetap utuh dari atas ke bawah. menyatakan bahwa Muhammadiyah merupakan sebuah gerakan Islam pembaharu. Menurut Kuntowijoyo. Muhammadiyah terus berkembang dan tantangan semakin banyak.Maka dari itu. baik masyarakat kota. FATWA MUHAMMMADIYAH 1. Sehingga Muhammadiyah di pandang sebagai suatu ideologi yang sering dihubungkan dengan perubahan sosial. Apabila ini tidak mendapat kesempatan secara seimbang dalam mengembangkan ekonominya. Untuk selanjutnya. Fatwa Muhammadiyah Tentang Merokok Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah mengeluarkan fatwa bahwa merokok adalah kegiatan haram bagi umat Islam. dilihat dari sejumlah sekolah dan universitasnya. dalam perkembangan Muhammadiyah terus bermunculan berbagai macam kritik. maka akan berakibat pada semakin lemahnya ekonomi rakyat. . yang telah berhasil memadukan iman dan kemajuan melalui gerakan rasionalisasi dan pemurnian agama yang merupakan ciri pembaruannya. Nurcholis juga mengatakan bahwa Muhammadiyah merupakan organisasi yang solid. tapi kalau ditinggalkan lebih baik.

Wacana pelarangan merokok akan menyengsarakan petani dan mempengaruhi ekonomi bisa terbantahkan karena yang paling diuntungkan dari industri rokok adalah pemilik perusahaan dan bukan petani.Keputusan yang dituangkan dalam fatwa No 6/SM/MTT/III/2010 itu menggunakan pertimbangan dasar dalam Alquran dan hadis (hukum Islam). Hal tersebut menunjukkan bagaimana marketing rokok telah efektif menarik perhatian anak kecil. menyambut baik fatwa haram tersebut. serta pertimbangan sebab-akibat. tingkat perokok pada anak-anak saat ini telah menyentuh usia 5 tahun. Merokok juga menimbulkan mudharat untuk orang lain. Seto Mulyadi. Pihaknya juga akan menekan pemerintah untuk membatasi impor tembakau yang menyengsarakan petani kecil. Ketua Komnas Perlindungan Anak. Dasar ketiga hal tersebut secara jelas tertuang dalam Surat An-Nisa ayat 29. Merokok terbukti sebagai upaya menyakiti dan membahayakan diri sendiri secara perlahan. Dia menjelaskan. surat Al Baqarah ayat 195. serta termasuk tindak pemborosan yang mubazir. Muhammadiyah sedang menyiapkan jalan keluar penyiapan tanaman alih fungsi bagi petani tembakau. .