NAMA : NURSYAMSI HD NIM : 13.030.

AF

KELAS : REGULER A SIRUP KERING (DRY SIRUP)
Sirup kering adalah obat berupa bubuk kering yang harus ditambah dulu dengan sejumlah tertentu air sebelum dikonsumsi pasien. Ini dilakukan karena terdapat bahan obat yang tidak stabil dalam larutan berair, misalnya antibiotik. Sirup kering biasanya diresepkan untuk habis sebelum 7–12 hari. Sirup kering kering itu bisa berupa suspensi kering atau larutan. Sirup kering adalah salah satu contoh sediaan yang memerlukan persiapan khusus. Apoteker di apotek akan mencampur serbuk dan air kedalam botol obat kemudian mengocoknya hingga tercampur merata. Hal penting yang harus anda perhatikan bahwa sirup kering hanya mampu bertahan 2 minggu saja. Ada kemungkinan jika sirup tersebut disimpan dalam lemari pendingin akan menambah waktu simpan anda, Namun waktu simpan ini tidak bisa dibuktikan sebelum ada penelitian ilmiah. “Dry Syrup” atau sirop kering, berupa campuran obat dengan sakarosa, harus dilarutkan dalam jumlah air tertentu sebelum dipergunakan. Keuntungan sirop kering dari pada sirop cairan, biasanya sirop kering dapat tahan disimpan lebih lama. Contohnya Ampicillin trihydrate “dry syrup”, ekivalen dengan 25 mg/ml sirop cairan kalau sudah dilarutkan dalam jumlah air yang ditentukan. Kebanyakkan antibiotic yang dibuat dalam sediaan sirup kering karena tidak kuat berada lama dalam air. Biasanya hanya kuat selama 7 hari saja, ada juga yang bisa kuat hingga 14 hari itupun jika disimpan dalam lemari es. Oleh karena itu, tidak memungkinkan penyimpanan sirup antibiotik dalam waktu lama. Cara yang digunakan adalah baru membuat sirup antibiotik itu pada saat akan dikonsumsi oleh pasien.