TAFSIR IBNU KATHIR

Surah yasin ayat 11
E©^^)³ +O´O4¬> ^}4` E74l->- 4O-±g]~.-
=/´·E=4Ò =}4·uO·O¯- jU^O4¯^¯) W
+ÞuO´]¯4:·· ±E4Og¼^¯E©) ¯O;_Ò¡4Ò ·¦CjOº± ^¯¯÷
11. Sesungguhnya peringatan dan amaran (yang berkesan dan mendatangkan faedah)
hanyalah Yang Engkau berikan kepada orang Yang sedia menurut ajaran Al-Quran
serta ia takut (melanggar perintah Allah) Ar-Rahman semasa ia tidak dilihat orang dan
semasa ia tidak melihat azab Tuhan. oleh itu berilah kepadanya berita Yang
mengembirakan Dengan keampunan dan pahala Yang mulia.
E©^^)³ +O´O4¬> ^}4` E74l->- 4O-±g]~.-
Yaitu yang mengambil manfaat dari peringatanmu hanyalah orang-orang mukmin yang
mengikuti az-zikir, yakni al—quran al-„azhim.
=/´·E=4Ò =}4·uO·O¯- jU^O4¯^¯) W
Yaitu dimana tidak ada seorang pun yang melihatnya melainkan Allah tabaaraka
wata‟ala mengetahui bahawa Allah memperhatikan mereka dan maha mengetahui apa
yang mereka lakukan
+ÞuO´]¯4:·· ±E4Og¼^¯E©)
Dari dosa-dosanya
¯O;_Ò¡4Ò ·¦CjOº±
Yakni yang banyak, luas dan indah
Surah yasin ayat 12
^^)³ ÷}^4º± @/u^+^ _©4·¯OE©^¯- CU+--:4^4Ò
4` W-ON`O³·~ ¯ª¬-4OÒ¦-474Ò _ E74Ò ·7¯/E*
+O4L^1=;OÒ¡ EO)× ±¬4`)³ ¡×-)lG` ^¯g÷
12. Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang Yang mati, dan Kami tuliskan
Segala Yang mereka telah kerjakan serta Segala kesan perkataan dan perbuatan Yang
mereka tinggalkan. dan (ingatlah) tiap-tiap sesuatu Kami catitkan satu persatu Dalam
Kitab (ibu Suratan) Yang jelas nyata.
^^)³ ÷}^4º± @/u^+^ _©4·¯OE©^¯-
Yakni pada hari kiamat. Didalamnya mengandungi isyarat bahawa Allah taala
menghidupkan hati siapa sahaja yang dikehendaki-Nya di antara orang-orang kafir
yang hati mereka telah mati, lalu dia memberikan hidayah kepada mereka setelah itu
kepada kebenaran. Sebagaimana allah telah berfirman setelah menyebutkan kerasnya
hati :
W-EO÷©ÞU;N- EpÒ¡ -.- +/;+7© 4·¯O·-
E³u¬4 Og@¯¯O4` _ ;³·~ E4EO4 Nª7¯·¯
ge4CE- ¯ª7¯+UE¬·¯ 4pO¬U´³u¬·> ^¯_÷
17. ketahuilah kamu, Bahawa Allah menghidupkan bumi sesudah matinya;
Sesungguhnya Kami telah menjelaskan kepada kamu keterangan-keterangan dan
bukti, supaya kamu memahaminya. (al-hadid 17)
Dan firman Allah taala :
CU+--:4^4Ò 4` W-ON`O³·~
Yaitu berupa amal perbuatan. Dalam firman Allah
¯ª¬-4OÒ¦-474Ò _
Dalam hal ini terdapat dua pendapat :
Pertama : kami menuliskan amal-amal mereka yang langsung dilakukan oleh diri
mereka sendiri dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan untuk orang-orang sesudah
mereka, lalu mereka pun dibalas pula. Jika amal kebaikan, maka akan dibalas dengan
kebaikan dan jika keburukan maka akan dibalas dengan keburukan. Seperti sabda
Rasulullah yang bermaksud :
“barangsiapa yang berbuat satu perbuatan yang baik di dalam islam, maka baginya
pahala atas perbuatannya dan pahala sesudahnya yang mengamalkannya, tanpa
dikurangi sedikit pun dari pahala mereka. Dan barangsiapa yang berbuat perbuatan
buruk di dalam islam, maka baginya dosa atas perbuatannya dan dosa orang
sesudahnya yang mengamalkannya tanpa dikurangi sedikit pun dari dosa mereka.”
(riwayat Muslim)
Demikian pula hadis lain yang diriwayatkan dalam sahih Muslim, dari Abu Hurairah
bahawa Rasulullah bersabda :
“apabila anak adam meninggal dunia, maka amalnya terputus kecuali tiga perkara, ilmu
bermanfaat, anak soleh yang mendoakannya atau sedekah jariah sesudahnya.”
Pendapat ini adalah pilihan al-Baghawi.
Kedua : bahawa yang dimaksudkan dengan hal itu adalah bekas-bekas langkah kaki
mereka dalam ketaatan atau maksiat. Ibnu Abi Najih dan selainnya berkata dari Mujahid
:
4` W-ON`O³·~
Di antara amal-amal mereka
¯ª¬-4OÒ¦-474Ò _
Yaitu langkah-langkah dengan kaki mereka
Al-Hasan dan Qatadah berkata pula :
¯ª¬-4OÒ¦-474Ò _
Yaitu langkah-langkah mereka. Qatadah berkata : “Seandainya Allah melalaikan
sesuatu dari keadaanmu hai anak Adam, nescaya dia melalaikan apa yang diterpa
angin dari bekas-bekas ini. Akan tetapi dia telah menghitung bekas-bekas dan amal-
amal anak Adam seluruhnya hingga Dia menghitung bekas-bekas ini untuk taat kepada
Allah atau untuk maksiat. Barangsiapa di antara kalian yang mampu untuk mencatat
bekas-bekas dalam taat kepada Allah maka lakukanlah.” Dalam masalah ini terdapat
banyak hadis.
Hadis pertama : Imam Ahmad meriwayatkan bahawa Jabir bin Abdillah berkata :
“beberapa lokasi di sekeliling masjid ada yang kosong, lalu Bani Salimah hendak
pindah di dekat masjid. Berita tersebut terdengar oleh Nabi, lalu beliau berkata kepada
mereka :
“Sesungguhnya telah sampai berita kepadaku bahawa kalian hendak pindah ke dekat
masjid. “ Mereka menjawab : “Betul ya Rasulullah, kami menghendaki hal itu.” Maka
nabi bersabda kepada Bani Salimah : “Tetaplah di rumah-rumah kalian, maka akan di
catat bekas-bekas kalian. Tetaplah di rumah-rumah kalian, maka akan dicatat bekas-
bekas kalian.” (Demikianlah yang diriwayatkan oleh Muslim).
Imam Ahmad meriwayatkan bahawa Abdullah bin „Amr berkata : Seorang lelaki wafat di
Madinah, lalu Nabi mensolatkannya dan baginda berkata : “Mudah-mudahan di wafat
bukan di daerah kelahirannya.” Seseorang bertanya : “Kenapa ya Rasulullah?” Maka
Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya jika seseorang wafat bukan di daerah
kelahirannya, maka dia akan diukur dari tempat kelahirannya hingga bekasnya terputus
di dalam syurga.” (Riwayat an-Nasa‟I, dari Yunus bin Abdul A‟la dan Ibnu Majah).
Dan firman Allah : “Dan segala sesuatu kami kumpulkan dalam Ummul Kitab yang
nyata (Luh Mahfuz).” Seluruh kejadian telah ditulis di dalam kitab yang terbentang dan
tercatat di Luh Mahfuz.
Imamul Mubin di sini adalah Ummul Kitab. Itulah yang dikatakan oleh Mujahid, Qatadah
dan „Abdurrahman bin Zaid bin Aslam. Demikian pula tentang firman Allah : “(Ingatlah)
suatu hari (yang di hari itu) kami panggil tiap ummat dengan pemimpinnya.” (Surah al-
Isra‟ : 71). Yaitu dengan catatan amal-amal mereka yang menjadi saksi bagi apa yang
mereka kerjakan, baik kebaikan atau keburukan, sebagaimana Allah berfirman : “Dan
diberikanlah buku (perhitungan perbuatan masing-masing) dan didatangkanlah para
nabi dan para saksi.” (Surah az-Zumar : 69)
















Surah Yasin Ayat 13

¯·)O;g-4Ò e+¤O± E·1E` =UO4'·Ò¡
gO4C¯O·³^¯- ^O)³ E-47.~E}
4pO¬UEc¯O÷©^¯- ^¯@÷
13. dan ceritakanlah kepada mereka satu keadaan Yang ajaib mengenai kisah
penduduk sebuah bandar (yang tertentu) Iaitu ketika mereka didatangi Rasul-rasul
(Kami),

Allah taala berfirman : “Buatlah hai Muhammad, kepada kaummu yang mendustakanmu
:
E·1E` =UO4'·Ò¡ gO4C¯O·³^¯- ^O)³ E-47.~E}
4pO¬UEc¯O÷©^¯- ^¯@÷
“Suatu perumpamaan yaitu penduduk suatu negeri ketika utusab-utusan datang kepada
mereka.” Ibnu Ishaq meriwayatkan dari Ibnu Abbas, Ka‟ab al-Ahbar dan Wahb bin
Munabbih berkata : “yaitu Kota Antokia. Rajanya dikenal sebagai penyembah berhala.
Lalu Allah taala mengutus kepadanya tiga orang rasul, yaitu Shadiq, Shaduq, dan
Syalum, akan tetapi mereka mendustakannya.” Diriwayatkan dari Buraidah bin al-
Khasib, „Ikrimah, Qatadah dan az-Zuhri, bahawa itu adalah negeri Antokia.






Surah Yasin Ayat 14
^O)³ .4L·UEc¯OÒ¡ Nªjg¯O·¯)³ ÷×u-4L^¦-
E©¬-O+OO·¯·· 4^^eEOE¬·· ±+g¯·V)
W-EO7¯·³·· .^^)³ ª7¯^O·¯)³ 4pO¬UEc¯OO· ^¯j÷
14. ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang Rasul lalu mereka
mendustakannya; kemudian Kami kuatkan (kedua Rasul itu) Dengan Rasul Yang
ketiga, lalu Rasul-rasul itu berkata: ` Sesungguhnya Kami ini adalah diutuskan kepada
kamu '.
Dan Firman Allah :
^O)³ .4L·UEc¯OÒ¡ Nªjg¯O·¯)³ ÷×u-4L^¦-
E©¬-O+OO·¯··
“ketika kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan
keduanya.” Yaitu mereka segera mendustakan keduanya.
4^^eEOE¬·· ±+g¯·V)
“Kemudian kami kuatkan dengan (utusan) ketiga,” yaitu kami perkuat dan dukung
keduanya dengan utusan yang ketiga.
W-EO7¯·³··
“Maka ketiga utusan itu berkata.” Kepada penduduk kota itu.
.^^)³ ª7¯^O·¯)³ 4pO¬UEc¯OO· ^¯j÷
“Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu.” Dari tuhan yang
telah menciptakan kalian dengan memerintahkan kalian untuk beribadah hanya
kepada-Nya yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Hal itu dikatakan oleh Abul „Aliyah.
Surah Yasin Ayat 15
W-O7¯·~ .4` ¯¦+^Ò¡ ·º)³ ¬O=¯E´ E4¬Uu1g)`
.4`4Ò 4·4O^Ò¡ ÷}E·uO·O¯- }g` ·7¯/E* up)³
¯¦+^Ò¡ ·º)³ 4pO+´O'¯E> ^¯)÷
15. penduduk bandar itu menjawab: "Kamu ini tidak lain hanyalah manusia seperti Kami
juga, dan Tuhan Yang Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatupun (tentang ugama
Yang kamu dakwakan); kamu ini tidak lain hanyalah berdusta".

W-O7¯·~ .4` ¯¦+^Ò¡ ·º)³ ¬O=¯E´ E4¬Uu1g)`
“Mereka menjawab : „kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami.” Iaitu bagaimana
Dia memberikan wahyu kepada kalian padahal kalian adalah manusia dan kami pun
manusia. Lalu, mengapa kami tidak diberi wahyu seperti kalian. Seandainya kalian para
Rasul, pasti kalian adalah para malaikat. Ini merupakan syubhat yang banyak
digunakan oleh ummat-ummat yang mendustakan para rasul. Sebagaimana Allah taala
mengkhabarkan tentang mereka di dalam firman-Nya :
Elg¯·O +O^^Ò) e4^~E ¯ªjgOg>·E>
¦÷_¬U÷c+O geE4´)O4:^¯) W-EO7¯·³··
¬O=¯E´Ò¡ E44^Ò÷³¯g4³
6. (balasan) Yang demikian itu, kerana Sesungguhnya mereka pernah didatangi Rasul-
rasul (yang diutus kepada) mereka Dengan membawa keterangan-keterangan Yang
jelas nyata, maka mereka berkata:" Patutkah manusia (yang seperti Kami - menjadi
Rasul untuk) memberi petunjuk kepada kami?" (surah at-taghabun : 6)
Mereka merasa hairan tentang hal tersebutdan berusaha mengingkarinya. Untuk itu
mereka berkata :
W-O7¯·~ .4` ¯¦+^Ò¡ ·º)³ ¬O=¯E´ E4¬Uu1g)`
.4`4Ò 4·4O^Ò¡ ÷}E·uO·O¯- }g` ·7¯/E* up)³
¯¦+^Ò¡ ·º)³ 4pO+´O'¯E> ^¯)÷ W-O7¯·~
4L¬4O O¦ÞUu¬4C .^^)³ ¯¦7¯¯O·¯)³
4pO¬UEc¯O÷©·¯ ^¯g÷
15. penduduk bandar itu menjawab: "Kamu ini tidak lain hanyalah manusia seperti Kami
juga, dan Tuhan Yang Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatupun (tentang ugama
Yang kamu dakwakan); kamu ini tidak lain hanyalah berdusta".
16. Rasul-rasul berkata: Tuhan Kami mengetahui Bahawa Sesungguhnya Kami adalah
Rasul-rasul Yang diutus kepada kamu,
Iaitu tiga utusan itu menjawab dengan mengatakan : “Allah maha mengetahui bahawa
kami hanyalah utusan-utusan-Nya yang dikirim kepada kalian. Seandainya kami
berdusta atas nama-Nya, nescaya Dia akan menghukum kami dengan hukuman yang
seberat-beratnya. Akan tetapi Dia akan memperkukuh dan menolong kami atas kalian
dan kalian akan mengetahui siapa yang memiliki akibat baik di akhirat.”