Diagnosis Kehamilan

Menurut Federasi Obstetri Ginekologi Internasional, kehamilan didefinisikan sebagai fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum dan dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi. Bila dihitung dari saat fertilisasi hingga lahirnya bayi, kehamilan normal akan berlangsung dalam waktu 40 minggu atau 10 bulan atau 9 bulan menurut kalender internasional. Kehamilan terbagi dalam 3 trimester, dimana trimester kesatu berlangsung dalam 12 minggu, trimester kedua 15 minggu (minggu ke-13 hingga ke-27), dan trimester ketiga 13 minggu (minggu ke-28 hingga ke-40).
Perubahan fisiologik dan hormonal pada kehamilan

Penentuan dan dugaan terhadap kehamilan sangat terkait dengan pengetahuan tentang fisiologi awal kehamilan. Pengenalan ini juga penting bagi penapisan terhadap kelainan yang mungkin terjadi selama kehamilan. Tanda-tanda presumtif adalah perubahan fisiologi pada ibu atau seorang perempuan yang mengindikasikan bahwa ia telah hamil. Tanda-tanda tidak pasti atau terduga hamil adalah perubahan anatomi dan fisiologi selain dari tanda-tanda presumtif yang dapat dideteksi atau dikenali oleh pemeriksa. Tanda-tanda pasti kehamilan adalah data atau kondisi yang mengindikasikan adanya buah kehamilan atau bayi yang diketahui melalui pemeriksaan dan direkam oleh pemeriksa (misalnya: denyut jantung janin, gambaran sonogram janin, gerakan janin). Setelah ovum dikeluarkan dari folikel degraf matang di ovarium maka folikel ini akan berubah menjadi korpus luteum yang berperan dalam siklus menstruasi dan mengalami degenerasi setelah terjadinya menstruasi. Bila ovum dibuahi oleh spermatozoa maka korpus luteum akan dipertahankan oleh korionik gonadotropin yang dihasilkan oleh sinsitio trofoblas disekitar blastokist menjadi korpus luteum kehamilan. Progesteron yang dihasilkan oleh korpus luteum sangat diperlukan untuk menyiapkan proses implantasi pada dinding uterus dan proses kehamilan dalam trimester pertama sebelum nantinya fungsi ini diambil alih oleh plasenta pada trimester kedua. Progesteron yang dihasilkan dari korpus luteum juga menyebabkan pengingkatan suhu tubuh basal yang terjadi setelah ovulasi akan tetap bertahan. Kehamilan menyebabkan dinding dalam uterus (endometrium) tidak dilepaskan sehingga amenore atau tidak datangnya haid dianggap sebagai tanda dari kehamilan. Namun demikian,

estrogen akan merangsang pertumbuhan sistem penyaluran air susu dan jaringan payudara. Chloasma gravidarum adalah hiperpigmentasi pada area wajah (dahi. payudara. Walaupun tidak diketahui secara pasti tetapi pigmentasi kulit terjadi akibat efek stimulasi melanosit yang dipicu oleh peningkatan hormon estrogen dan progesteron. Hipertrofi kelenjar sebasea berupa tuberkel Montgomery atau folikel disekitar areola mulai terlihat jelas sejak dua bulan pertama kehamilan. pigmentasi kulit dan pembesaran uterus. Pembesaran payudara sering dikaitkan dengan terjadinya kehamilan tetapi hal ini bukan merupakan petunjuk pasti karena kondisi serupa dapat terjadi pada pengguna kontrasepsi hormonal. Adanya chorionic gonadotropin (hCG) digunakan sebagai dasar uji imunologik kehamilan. pengguna rutin obat penenang dan hamil semu (pseudocyesis). perubahan faktor-faktor lingkungan. tumor hipofise. dapat pula terlihat gambaran vena bawah kulit payudara. Chorionic somatotropin (Human Placental Lactogen/HPL) dengan muatan laktogenik akan merangsang pertumbuhan kelenjar susu di dalam payudara dan berbagai perubahan metabolik yang mengiringinya. mereka yang ingin sekali hamil (dikenal dengan pseudocyesis atau hamil semu). Bagian kulit yang paling sering mengalami hiperpigmentasi adalah puting susu dan areola disekitarnya serta umumnya pada linea mediana abdomen. pembesaran puting susu dan pengeluaran kolostrum (mulai terlihat atau dapat diekspresikan sejak kehamilan memasuki usia 12 minggu). Secara spesifik. Selain membesar. Pembesaran berlebihan dari payudara dapat menyebabkan striasi (garis-garis hipo atau hiperpigmentasi pada kulit).Chorionic somatotropin dan kedua hormon ini menyebabkan pembesaran payudara yang disertai dengan rasa penuh atau tegang dan sensitif terhadap sentuhan (dalam dua bulan pertama kehamilan). bokong dan paha. Konsentrasi tinggi estrogen dan progesteron yang dihasilkan oleh plasenta menimbulkan perubahan pada payudara (tegang dan membesar). malnutrisi dan (yang paling sering) gangguan emosional terutama pada mereka yang tidak ingin hamil atau malahan. Area atau daerah kulit yang mengalami hiperpigmentasi akan kembali menjadi normal setelah .hal ini tidak dapat dianggap sebagai tanda pasti kehamilan karena amenore dapat juga terjadi pada beberapa penyakit kronik. penderita tumor otak atau ovarium. Hipertrofi alveoli yang terjadi sejak 2 bulan pertama kehamilan menyebabkan sensasi noduler pada payudara. Progesteron berperan dalam perkembangan system alveoli kelenjar susu. hidung. pipi dan leher).

Pengecualian terjadi pada striae dimana area hiperpigmentasi akan memudar tetapi guratan pada kulit akan menetap dan berwarna putih keperakan. Pada perempuan yang hamil. Uji biologik ini menggunakan hewan (katak. Human Chorionic Gonadotropin (HCG) dapat dideteksi pada sekitar 26 hari setelah konsepsi dan peningkatan ekskresinya sebanding meningkatnya usia kehamilan diantara 30 – 60 hari. Nilai kuantitatif dengan pemeriksaan radio immunoassay dapat membantu untuk menentukan usia kehamilan. maka terjadi mediasi aktivitas antiserum untuk bereaksi dengan partikel lateks yang dilapisi dengan HCG (latex particle agglunation inhibition test). tidak terjadi netralisasi antibodi sehingga terjadi reaksi aglutinasi. Kondisi ini disebabkan oleh menurunnya Basal Metabolic Rate (BMR) dalam trimester pertama kehamilan. Gejala metabolik lain yang dialami oleh ibu hamil dalam trimester pertama adalah rasa lelah atau fatique.tikus. Walaupun demikian. mola hidatidosa. Hal lain yang terkait dengan perubahan hormonal dan dikaitkan dengan tanda kehamilan adalah rasa mual dan muntah yang berlebihan atau hiperemesis. Hormon ini disekresikan ke dalam sirkulasi ibu hamil dan diekskresikan melalui urin. . atau korio karsinoma. Dengan meningkatnya aktivitas metabolik produk kehamilan (janin) sesuai dengan berlanjutnya usia kehamilan maka rasa lelah yang terjadi selama trimester pertama akan berangsur-angsur menghilang dan kondisi ibu hamil akan menjadi lebih segar. kondisi ini juga tidak dapat dikategorikan sebagai tanda pasti kehamilan karena berbagai penyebab metabolik lain dapat pula menimbulkan gejala yang serupa. Pada perempuan yang tidak hamil. Kadar HCG yang rendah ditemui pada kehamilan ektopik dan abortus imminens. Aschheim dan Zondeck telah menggunakan uji kehamilan dengan penanda HCG sejak tahun 1920. Pemeriksaan kuantitatif HCG cukup bermakna bagi kehamilan. Kadar yang tinggi dapat dijumpai pada kehamilan majemuk. HCG di dalam urinnya akan menetralisasi antibodi dalam antiserum sehingga tidak terjadi reaksi aglutinasi. keinci) yang kemudian disuntik dengan serum atau urin perempuan yang diduga hamil untuk melihat reaksi yang terjadi pada ovarium atau testis hewan percobaan tersebut.kehamilan berakhir. Prinsip uji biologik penanda HCG selanjutnya dikembangkan dengan cara mengambil antiserum HCG dari hewan yang telah memproduksi antibodi hasil stimulasi dengan HCG (protein dengan sifat antigenik). Uji hormonal kehamilan Uji kehamilan didasarkan pada adanya produksi korionik gonadotropin (HCG) oleh sel – sel sinsisiotrofoblas pada awal kehamilan. Hiperemesis pada kehamilan digolongkan normal apabila terjadinya tidak lebih dari trimester pertama. Produksi puncaknya adalah pada usia kehamilan 60 – 70 hari dan kemudian menurun secara bertahap dan menetap hingga akhir kehamilan setelah usia kehamilan 100 – 130 hari. Bila urin diteteskan ke antiserum.

Pemeriksaan spesimen darah dengan radioimmunoassay dapat dikhususkan untuk rantai glikoprotein subunit beta (β subunits) yang dianggap spesifik dengan kehamilan. Hipertrofi myometrium juga disertai dengan peningkatan vaskularisasi dan pembuluh limfatik. adanya HCG dapat dideteksi sejak 1 minggu setelah konsepsi. Goodell dan Hegar. Untuk menghindari hal terseβbut. Hipertrofi tersebut dibarengi dengan peningkatan yang nyata dari jaringan elastin dan akumulasi dari jaringan fibrosa sehingga struktur dinding uterus menjadi lebih kuat terhadap regangan dan distensi. maka dapat terjadi reaksi silang masing – masing antibodi terhadap masing – masing hormon. Pengujian iini dilengkapi dengan informasi tentang usia kehamilan dan tingkat sensitivitas yang dipakai oleh pembuat perangkat atau instrumen uji kehamilan.Karena HCG mempunyai struktur yang mirip dengna hormon luteinisasi (Luteinizating Hormone/LH). Dengan metode ini. maka dilakukan pembatasan terhadap sensitivitas jumlah maksimum atau internasional unit hormon yang akan diperiksa. Karena akurasi pemeriksaan HCG adalah 95 – 98 % dan tidak spesifik untuk kehamilan. Cara ini akan mengabsorbsi antibodi monoklonal HCG subunit β dengan hasil yang sangat sensitif. Kedua metode ini membutuhkan peralatan canggih. Metode terbaru pengujian HCG subunit β adalah Enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA). dan reaksi silang hormon gonadotropin. Peningkatan vaskularisasi. False positive terjadi pada 5 % dari keseluruhan uji kehamilan dan hal ini umumnya terjadi pada perempuan dengan proteinuria yang masif. menjelang menopause (peningkatan hormon gonadotropin dan penurunan fungsi ovarium). tingkat spesifitas yang tinggi dalam waktu yang relatif singkat. Pemeriksaan dengan radioreceptorassay juga bereaksi silang dengan hormon luteinisasi/ luteinizing hormone sehingga sensitivitas semata tidak dapat mengungguli uji radioimmunoassay. Perubahan anatomik dan fisiologik pada kehamilan Pembesaran uterus merupakan perubahan anatomi yang paling nyata pada ibu hamil. kongesti dan edema jaringan dinding uterus dan hipertrofi kelenjar serviks menyebabkan berbagai perubahan yang dikenali sebagai tanda Chadwick. tidak membutuhkan biaya tinggi dan mudah dilakukan. False negative uji imunologik kehamilan terjadi pada 2 % dari keseluruhan pengujian dan hal tersebut umumnya terjadi akibat pengujian yang terlalu dini (di bawah 6 minggu. . Uji radioreceptorassay dan radioimmunoassay merupakan metode yang sangat sensitif untuk mendeteksi HCG jijka dibandingkan dengan uji kehamilan sebelumnya. Walau cara pengujian ini dianggap sangat akurat tetapi tidak 100 % sempurna. Peningkatan konsentrasi hormon estrogen dan progesteron pada awal kehamilan akan menyebabkan hipertrofi miometrium. dan tenaga analis terlatih. mahal. di hitung dari hari pertama haid terakhir) atau terlalu lama (di atas 18 – 20 minggu kehamilan). maka uji hormonal kehamilan tidak digolongkan sebagai tanda pasti kehamilan.

Pelunakan dan kompresibilitas serviks menyebabkan berkurangnya kemampuan bagian ini untuk menahan beban yang disebabkan oleh pembesaran uterus dan sebagai kompensasinya. Tanda Hegar adalah pelunakan dan kompresibilitas isthmus serviks sehingga ujung-ujung jari seakan dapat ditemukan apabila isthmus ditekan dari arah yang berlawanan. Bentuk uterus yang seperti buah alpukat kecil (pada saat sebelum hamil) akan berubah bentuk menjadi globuler pada awal kehamilan dan ovoid (membulat) apabila kehamilan memasuki trimester kedua. akan terjadi dorongan mekanik fundus uteri ke kandung kemih sehingga timbul gejala sering berkemih selama periode trimester pertama. Penonjolan didnding abdomen biasanya dimulai pada usia kehamilan 16 minggu dimana uterus beralih dari organ pelvik menjadi organ abdomen. uterus terjatuh ke depan (hiperantefleksio) dalam tiga bulan pertama kehamilan (uterus masih sebagai organ pelvik). Pembesaran tersebut terkaitkan dengan terjadi pembesaran uterus di rongga abdomen. Kondisi ini disebabkan oleh adanya kolon rektosigmoid yang mengisi sebagian besar ruang abdominopelvikum kiri. Juga lebih . Penonjolan dinding abdomen lebih nyata pada ibu hamil dengan posisi berdiri dibandingkan dengan posisi berbaring. Setelah 3 bulan kehamilan. sering dianggap sebagai tanda dari terjadinya kehamilan. korpus uteri dan fundus semakin keluar dari rongga pelvik sehingga lebih sesuai untuk disebut sebagai organ abdomen. Dengan posisi tersebut diatas. Seiring dengan semakin membesarnya uterus. Tanda Goedell adalah perubahan konsistensi (yang dianalogikan dengan konsistensi bibir) serviks dibandingkan dengan konsistensi kenyal (dianalogikan dengan ujung hidung) pada saat tidak hamil. Pertumbuhan uterus ke arah kavum abdomen disertai dengan sedikit rotasi ke arah kanan sumbu badan ibu atau dikenal dengan istilah dekstrorotasi. fundus uteri setinggi umbilikus). volume uterus menjadi cepat bertambah sebagai akibat pertumbuhan yang cepat pula dari konsepsi dan produk ikutannya.Tanda Chadwick adalah perubahan warna menjadi kebiruan atau keunguan pada vulva. vagina dan serviks. Gejala ini akan berkurang setelah usia kehamilan memasuki trimester kedua dimana uterus semakin membesar dan keluar dari rongga pelvik sehingga tidak lagi terjadi dorongan fundus pada kandung kemih. Pembesaran dinding abdomen. Kecepatan pembesaran uterus pada primigravida dan multigravida dapat sedikit berbeda (kisaran 1-2 minggu) dan hal ini menimbulkan variasi dalam estimasi besar uterus pada awal pemeriksaan kehamilan awal atau tera usia kehamilan dengan menggunakan titik anatomi tertentu (misalnya.

kontraksi ini menjadi lebih teratur dan reguler sehingga disalah-artikan sebagai kontraksi persalinan. biasanya tidak terjadi secara simetris. terjadi pula peningkatan frekuensi. Pengembangan kapasitas dan penipisan dinding uterus lebih cepat terjadi pada multipara sehingga deteksi kehamilan dapat dilakukan lebih awal (satu hingga dua minggu) dibandingkan dengan primigravida. mulai timbul sejak kehamilan enam minggu dan tidak terdeteksi melalui pemeriksaan bimanual pelvik. Hal ini juga membuat denyut jantung janin dapat dideteksi melalui auskultasi dan gerak janin (quickening) mulai dirasakan oleh ibu hamil. terutama pada dinding posterior. Keadaan ini dikenal sebagai tanda Piskacek. . sporadik. Pembesaran uterus pada awal kehamilan. Peningkatan aktomiosin di dalam miometrium juga menjadi penyebab dari meningkatnya kontraktilitas uterus. kondisi ini dapat mengganggu kemajuan proses persalinan. Persalinan palsu (false labor) sangat erat kaitannya dengan kontraksi Braxton Hicks pada kehamilan aterm. Secara normal. Kontraksi ini baru dapat dikenali melalui pemeriksaan bimanual pelvik pada kehamilan trimester kedua dan pemeriksaan palpasi abdomen pada kehamilan trimester ketiga. Dengan semakin meningkatnya usia kehamilan. Pada kasus yang ekstrim. Dari dinding yang padat dan kavum yang sempit kemudian kapasitasnya berkembang hingga 500-1000 kali dari ukuran semula dan penipisan dinding menjadi sekitar 5 mm mulai trimester kedua kehamilan menyebabkan deteksi kehamilan menjadi lebih mudah dari periode sebelumnya. Apabila uterus jatuh ke arah depan dan bawah maka dinding perut akan menonjol seperti bandul dan hal ini disebut sebagai perut pendulum. Kontraksi Braxton Hicks bersifat non-ritmik. Pembesaran uterus yang disertai penipisan dindingnya juga memudahkan pemeriksa untuk mengenali kehamilan secara lebih dini. tanpa disertai adanya rasa nyeri. ovum yang telah dibuahi akan berimplantasi pada segmen atas uterus.terlihat pada multipara dibandingkan dengan nulipara atau primigravida akibat kendurnya otot-otot dinding perut. lama dan intensitas kontraksi Braxton Hicks. Tanda kehamilan lain adalah kontraksi Braxton Hicks yang terjadi akibat peregangan dari miometrium yang disebabkan oleh terjadinya pembesaran uterus. Mendekati usia kehamilan aterm. Bila lokasi implantasi berada di dekat kornu maka daerah ini akan lebih cepat membesar dibandingkan dengan bagian uterus lainnya. Pembesaran asimetri dan penonjolan salah satu kornu tersebut dapat dikenali melalui pemeriksaan bimanual pelvik pada usia kehamilan delapan hingga sepuluh minggu.

Pada kondisi tertentu. Hal ini dapat dikenali dengan jalan menekan tubuh bayi melalui dinding abdomen yang kemudian terdorong melalui cairan ketuban dan kemudian memantul balik ke dinding abdomen atau tangan pemeriksa. yang sering diartikan sebagai kesan kehidupan. Bunyi jantung janin harus dapat dibedakan dengan pulssi maternal. Bising funikuli umumnya seirama dengan bunyi jantung janin. Dengan menggunakan teknik ultrasound atau sistem doppler. Jenis lain dari fenomena bandul adalah ballottement kepala yaitu hanya kepala bayi yang terdorong dan memantul kembali ke dinding uterus atau tangan pemeriksa setelah memindahkan dan menerima tekanan balik cairan ketuban (volume relatif lebih besar dibandingkan tubuh bayi) di dalam kavum uteri. Gerakan janin juga bermula pada usia kehamilan mencapai 12 minggu tetapi baru dapat dirasakan oleh ibu pada usia kehamilan 16-20 minggu karena diusia kehamilan tersebut. bunyi janyung janin dapat dikenali lebih awal (12-20 minggu usia kehamilan). gerakan janin dan bising arteri uterina. bising usus. Fenomena bandul jenis ini disebut dengan ballottement in toto. Gerak pertama bayi yang dapat dirasakan ibu disebut dengan quickening. Walaupun gerakan awal ini dapat dikategorikan tanda pasti kehamilan dan estimasi usia kehamilan tetapi hal ini sering dikelirukan dengan gerakan usus akibat perpindahan gas di dalam lumen saluran cerna. dinding uterus mulai menipis dan gerakan janin menjadi lebih kuat. ibu hamil dapat merasakan gerakan halus hingga tendangan kaki bayi di usia kehamilan 16-18 minggu (dihitung dari hari pertama haid terakhir). Bagian-bagian tubuh bayi juga dapat dipalpasi dengan mudah mulai usia kehamilan 20 minggu.Jantung janin mulai berdenyut sejak awal minggu keempat setelah fertilisasi tetapi baru pada usia kehamilan 20 minggu bunyi jantung janin dapat di deteksi dengan fetoskop. Fenomena bandul atau pantulan balik yang disebut dengan ballottement juga merupakan tanda adanya janin di dalam uterus. .