Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab.

Malang SKRIPSI

Oleh: Titus Iis Krisdianawati 03110022

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MALANG JULI 2007

Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang
SKRIPSI

Diajukan Kepada Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri Malang untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Strata Satu Sarjana Pendidikan Islam (S.PdI)

Oleh: Titus Iis Krisdianawati 03110022

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MALANG JULI 2007

ii

HALAMAN PERSETUJUAN Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang
SKRIPSI

Oleh: Titus Iis Krisdianawati 03110022

Telah disetujui pada tanggal Oleh Dosen Pembimbing:

Amin Prasojo, S.Ag NIP. 150 301 115

Mengetahui Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam

Drs. Moh. Padil, M.PdI NIP. 150 27 235

iii

terima kasih karna kalian hidupku jadi lebih berwarna. ifa cipluk. saq sholah. contohlah yang baik dan jangan diambil yang buruk.. kalian telah banyak mengajarkan nanda akan makna sebuah perjuangan. “En2” jo guyon ae lan jo terlalu nyantai cepetan dimarekno skripsine. Terima kasih atas keikhlasan dan ketulusan bapak lan ibu. niken. semoga kamu lebih baik dari mbakmu ini. Dengan segenap ketulusan dan kerendahan hati skripsi ini kupersembahkan untuk: Sepasang mutiara hati yang memancarkan sinar cinta dan kasih sayang yang tak pernah usai. Jangan lelah untuk menyayangi dan membimbingku kakak…… Sahabat-sahabatku in “five girls”. lebih bijaksana dan lebih baik dari sebelumnya. kasih sayang dan ketulusannya. I’im. tauladan dan kebanggaan dari anak-anakku. aq lebih bersemangat dalam menyelesaikan skripsi ini. serta motivasi yang tak pernah berhenti mengalir darimu. iv . nanda kan berusaha untuk menjadi yang terbaik. Lanjutkan perjalanan hidup kalian dengan senyum keoptimisan. Guru-guruku. Terima kasih tlah mengajarkan aq rasa kecewa dan sakit S’moga seseorang yg lebih baik kan dapat menjadi penggantiku……. kamulah motivasi dan harapanku.“l@2 chayanx” tu badan mbok ya digemukin dikit biar agak segeran gechu Kalian adalah sahabat-sahabat terbaik yang pernah aq punya. dosen-dosenku yang telah mendidikku dengan ikhlas sehingga penulis bisa menjadi manusia dewasa dan selalu menjadi pelita dalam studiku sehingga penulis dapat memperoleh berbagai ilmu pengetahuan yang sangat berarti .ida. saq gagah) yang semoga menjadi pendampingku kelak. Karnamu ariq mampu berubah menjadi lebih dewasa. Terima kasih atas kasih sayang. s’moga Allah menjaga ukhuwah kita sampai hari pembalasan.tapi ojo kebangetan ya……. yang telah mengayomi dan mengasihiku setulus hati. Teman-teman Kos Wisma Kurnia (nuri. “Churin centil” maafin aq ya dah lama gak kasih info. me2. nia. Seseorang yang pernah muncul dalam hidupku (my @ngel).PERSEMBAHAN Karya ini kupersembahkan untuk orang-orang yang telah memberikan motivasi dan arti bagi hidupku dengan pengorbanan. Terima kasih tlah menjadi kawan seperjuangan dari mulai pertama kos di WK. perhatian. guyon sah-sah aja pren…………. reni. bimbingan. “mbak ery” klo punya masalah jangan terlalu dipikirkan. karna sikap dan keputusanmu……. Kakakqu terkasih (Kak Zan saq onyonx. isna. sebening cinta dan sesuci do’a. Mbakmu yakin kamu kan berhasil dalam hidup jika kamu berusaha dengan tekun. mereka adalah Ayahanda “Parminadi” dan Ibunda “Sri Praptini”. fi2. Adinda tersayang “Wahyu Achirul Chrisditianto”. pemimpin keluargaku. qu tunggu undangannya. nafas semangatku. kau adalah perisai hidupku. n semuanya aja) kalian adalah teman yang lucu n konyol tapi kalian juga teman yang sangat perhatian. jadikan si kecil yg masih dalam perutmu sebagai motivasi dalam menyelesaikan skripsimu. berlanjut ke Kos Putri Ayu sampai kembali ke WK lagi. belahan jiwaku. Do’aku s’moga engkau kelak dapat menjadi imam bagi sholatku.

MOTTO v .

kami berpendapat bahwa skripsi tersebut sudah layak diajukan untuk diujikan. : 4 (empat) Eksemplar Kepada Yth. Malang Malang.Ag Dosen Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri Malang NOTA DINAS PEMBIMBING Hal : Skripsi Titus Iis Krisdianawati Lamp. Wassalamu’alaikum Wr. 150 301 115 vi . Wb Sesudah melakukan beberapa kali bimbingan. baik dari segi isi. dan setelah membaca skripsi mahasiswa tersebut di bawah ini: Nama NIM Jurusan Judul Skripsi : Titus Iis Krisdianawati : 03110022 : Pendidikan Agama Islam : Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. mohon dimaklumi adanya.Amin Prasojo. Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Malang di Malang Assalamu’alaikum Wr. bahasa maupun teknik penulisan. S. S.Ag NIP. Maka selaku Pembimbing. Wb Pembimbing Amin Prasojo. Demikian.

Malang. Titus Iis Krisdianawati vii . kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka. bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan pada suatu perguruan tinggi.SURAT PERNYATAAN Dengan ini saya mengatakan. dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain.

Hidayah serta Inayah-Nyalah penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul: “Manajemen Sarana dan Prasarana dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. H. selaku Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Malang. Hari Wahyudi. S. selaku Rektor UIN Malang. yang dengan setia menemani dan membimbing penulis dalam menyelesaikan tugas akhir ini. Malang”. segala puji kami panjatkan keharibaan Sang Penguasa Hari Akhir. selaku Kepala SMP Negeri 02 Turen yang telah memberikan izin dan kesempatan pada penulis untuk mengadakan penelitian di sekolah yang dipimpin. Imam Suprayogo. H. Ayahanda Parminadi. semoga amal baik tersebut dibalas oleh Allah SWT. sehingga penulis menjadi lebih tegar dalam menjalani hidup. Kak Zan. 7. Bapak Drs. selaku dosen pembimbing yang sangat perhatian dan selalu membimbing penulis dengan sabar dalam menyelesaikan skripsi ini 6.KATA PENGANTAR ‫ﺑﺴﻢ اﷲ اﻟﺮﺣﻤﻦ اﻟﺮﺣﻴﻢ‬ Alhamdulillah. 2. yang telah membawa kita dari zaman kegelapan ke zaman yang terang benderang yakni zaman kejayaan Ad-Dinul Islam. ibunda Sri Praptini dan adinda tersayang Wahyu Achirul Crisditianto. Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini tidak akan terwujud tanpa adanya bantuan. atas Rahmah. viii . 3. dorongan dan bimbingan dari berbagai pihak. Shalawat serta salam selalu terlimpahkan kepada baginda Rosulullah wa Nabiullah Muhammad SAW. Dr. 5. 4. Djunaidi Ghony. Terima kasih telah menjadi kakak yang baik bagi penulis. Bapak Prof. M. Moh. Bapak Prof .Ag. Segenap guru. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam UIN Malang. Untuk itu penulis menghaturkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada: 1. serta segenap keluarga besar di Turen yang telah memotivasi penulis untuk menyelesaikan studi di UIN Malang. Bapak Drs. Bapak Amin Prasojo. karyawan beserta siswa-siswi SMP Negeri 02 Turen atas bantuan dan kerjasamanya dalam pembuatan skripsi ini. Dr. Padil.PdI. M. 8.

Kendati demikian. churin. Oleh karena itu.9. penulis menyadari bahwa skripsi ini masih sangat jauh dari kesempurnaan. Amin. semoga ilmu yang telah diperoleh dapat bermanfaat dunia dan akhirat. Akhirnya. en2) yang telah menjadi bagian dari keseharian penulis dalam menjalani studi di UIN Malang. Segenap rekan-rekan penulis angkatan 2003. baik di dunia maupun di akhirat kelak. penulis berharap agar skripsi ini dapat mendatangkan manfaat bagi pembaca umumnya dan bagi penulis khususnya. 10. Malang. saran dan kritik konstruktif sangat diharapkan dari pembaca yang budiman. Penulis ix . semoga Allah menjaga ukhuwah kita hingga akhir zaman. Amiin. lala. Sahabat-sahabatku (mbak eri.

DAFTAR TABEL x .

DAFTAR GAMBAR xi .

Malang 4.DAFTAR LAMPIRAN 1. Bukti Konsultasi 10. Jadwal Pelajaran SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang 5. Malang 6. Pedoman Interview 2. Surat Pengantar Penelitian 9. Data Siswa SMP Negeri 02 Turen Kab. Struktur Organisasi Tata Usaha SMP Negeri 02 Turen Kab. Daftar Hadir Guru SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang 8. Pedoman Observasi dan Pedoman Dokumentasi 3. Struktur Organisasi SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang 7. Surat Keterangan Penelitian xii .

............... 5............................... 1... F............................................................DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL ........................................................................................ Tujuan Penelitian ........................................................ Definisi Operasional .. DAFTAR TABEL.................... KATA PENGANTAR ................... HALAMAN PERNYATAAN .................................. G......................... Sistematika Pembahasan ....................................................................... HALAMAN MOTTO ............................................................................................ DAFTAR LAMPIRAN....................... HALAMAN PENGESAHAN....................... DAFTAR GAMBAR ................................................. Prinsip-Prinsip Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan................... 3.............. Macam-Macam Sarana dan Prasarana Pendidikan ........... Pengertian manajemen sarana dan prasarana pendidikan ........................................................................................................................................................................................... D....................................... BAB I : PENDAHULUAN A......................................... HALAMAN PERSEMBAHAN ..................................................................... DAFTAR ISI.............................................. BAB II : KAJIAN PUSTAKA A............................................. 2............ HALAMAN NOTA DINAS ......................................... Kegunaan Penelitian ................................................................................................... xiii .......... ABSTRAK .... B........................ 4.............................................................................................. Ruang Lingkup dan Pembatasan Penelitian..................... E............................................ C.............................................................................. HALAMAN PERSETUJUAN............................................................................................................. Latar Belakang Masalah................................................................ Proses Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan . Tujuan Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan .................................. Konsep Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan................................................ HALAMAN JUDUL..................... Rumusan Masalah ....

.......................... Prosedur Pengumpulan Data .................. Latar Belakang Obyek Penelitian......................... Tahap-Tahap Penelitian ................................ Analisis Data . Pembelajaran Pendidikan Agama Islam................................... C. 3... H....... Pengertian Pendidikan Agama Islam ............................ Faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI........................... Gambaran Umum Lokasi Penelitian ................ Pengecekan Keabsahan Data.................................................... Keadaan Siswa SMP Negeri 02 Turen........................ Kurikulum yang dipakai di SMP Negeri 02 Turen . Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pembelajaran PAI ................................................... Penyajian dan Analisa Data ........... Lokasi Penelitian..................... 2.. Pendekatan dan Jenis Penelitian ........... 4................... 3................... F....... Implikasi Manajemen Sarana dan Prasarana pendidikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran PAI ....... Struktur Organisasi SMP Negeri 02 Turen .... Sarana dan Prasarana yang ada di SMP Negeri 02 Turen............................................ Upaya-upaya dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI.............................................. 5....... E........... 2..... Peningkatan Kualitas Pembelajaran PAI ......................................... Sumber Data......... xiv ...................................................................................................... 1.. 1........................................B.............. D........... Keadaan Guru dan Karyawan SMP Negeri 02 Turen..................................................... G.............. BAB III : METODOLOGI PENELITIAN A.................................................................................................... 2...................... 1. 3....................................... Kehadiran Peneliti............................ B... Tujuan dan Fungsi Pendidikan Agama Islam ......... B................................................. BAB IV : HASIL PENELITIAN A................................. C.......... 6......................................

...................... Hasil Peningkatan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen melalui Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan....................................................................... DAFTAR PUSTAKA xv ...................................................................... Hasil Peningkatan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen melalui Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan .............. 2............................... C.............................. Sarana dan Prasarana Pendidikan yang Dibutuhkan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI Di SMP Negeri 02 Turen ... 3........................................................ BAB VI : PENUTUP A....................... Proses Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen ................................................................................................................................................................................................................ Proses Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen ................................ B....... Sarana dan Prasarana Pendidikan yang Dibutuhkan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen ............... BAB V : PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN A...................... Kesimpulan ................................................ B.................................................1... Saran...........

Malang”. Dan agar hasil penelitian dapat tersusun sistematis. Amin Prasojo. maka langkah peneliti dalam menganalisis data adalah. kita juga dihadapkan pada persoalan-persoalan antar komunitas agama bahkan antar intern pemeluk agama itu sendiri yang belum menunjukkan hubungan yang akrab. karena dengan tujuan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan fenomena-fenomena yang apa adanya di lokasi penelitian. Ada dua persoalan pokok yang dihadapi oleh umat beragama pada umumnya.ABSTRAK Titus Iis Krisdianawati. mendisplay data xvi . Dalam rangka mengantisipasi berbagai persoalan itulah. hukum dan lain sebagainya sebagai dampak dari krisis nasional di bidang tersebut. memilih hal-hal yang pokok dan memfokuskan pada hal-hal yang penting. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. Jurusan Pendidikan Agama Islam. Skripsi. bagaimana proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. pertama. maka pembelajaran pendidikan agama Islam di sekolah harus menujukkan kontribusinya. S. Jika kedua persoalan ini tidak bisa segera dipecahkan agaknya krisis nasional akan bertambah parah dan merambah ke berbagai sektor kehidupan. dengan mereduksi data yaitu merangkum. kompak dan harmonis. Malang melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan. Malang melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan. Malang. Malang. dan untuk mengetahui hasil peningkatan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. maka permasalahan yang ingin diangkat adalah Apa saja sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Karena PAI di sekolah masih seringkali mendapatkan kritik dari para ahli. Malang. Malang. 2007. politik. Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di sekolah ada banyak faktor yang mempengaruhinya salah satunya adalah faktor sarana dan prasarana pendidikan. Kedua. Tujuan pembelajaran yang telah ditentukan pun akan sulit tercapai. maka perlu ditingkatkan kualitas pembelajarannya. Berpijak dari hal inilah penulis tertarik mengambil judul: “Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. untuk mengetahui proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang. Di satu sisi lain. Dari latar belakang di atas. Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. dan bagaimana hasil peningkatan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Di satu sisi kita dihadapkan pada persoalan ekonomi. Karena tanpa adanya sarana dan prasarana yang memadai maka pembelajaran tidak akan berjalan efektif dan efisien.Ag. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam permasalahan tersebut adalah Untuk mengetahui sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Fakultas Tarbiyah.

meja. Malang dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI. PAI xvii . LCD. Dan yang ketiga Melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan SMP Negeri 02 Turen menuai hasil yang tidak mengecewakan. Hal ini dikarenakan adanya manajemen sarana dan prasarana pendidikan yang bagus oleh komponen-komponen sekolah. Malang mampu mencatat sebagai 8 besar SMP Negeri terbaik sekabupaten Malang. daya ingat siswa lebih kuat sehingga hasil belajar siswa pada akhir semester pun semakin meningkat bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. diantaranya SMP Negeri 02 Turen Kab. Dengan rancangan penelitian seperti dijelaskan di atas. papan tulis. CD. bangku. kursi. dan penghapusan. Dan ketiga melalui verifikasi/ penarikan kesimpulan. Pertama SMP Negeri 02 Turen Kab. penghapus papan tulis. Bagi guru karena waktu yang dialokasikan pada mata pelajaran PAI di sekolah umum sangat sempit maka guru dapat lebih mudah dan lebih maksimal dalam menjelaskan sebuah materi. kaset. guru maupun sekolah dapat merasakan hasilnya dengan manajemen tersebut Kata kunci: Manajemen. dan media pendidikan seperti OHP. Malang dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI menggunakan sarana dan prasarana yang telah tersedian dan siap pakai. pemeliharaan. pengadaan barang. Malang meliputi perencanaan pengadaan barang. membutuhkan sarana pendidikan berupa. yaitu kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang bersifat kredibel dan dapat menjawab rumusan masalah yang dikemukakan sejak awal. almari. peneliti memperoleh hasil bahwa. ruang kelas. dan TV. Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa SMP Negeri 02 Turen Kab. Adapun hasil yang dipeoleh siswa dan guru dengan adanya manajemen sarana dan prasarana pendidikan adalah konsentrasi siswa dalam belajar dapat lebih besar.yaitu menyajikan data yang dilakukan dalam bentuk uraian singkat. spidol. Kualitas Pembelajaran. perpustakaan. Dan prasarana yang dibutuhkan diantaranya. kapur tulis. Kedua proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan di SMP Negeri 02 Turen Kab. inventarisasi. Dan hasilnya pun cukup memuaskan. VCD. baik siswa. masjid dan laboratorium agama. tabel dan sejenisnya. Sarana dan Prasarana Pendidikan.

2006). kelengkapan sarana dan prasarananya. 15 2 1 . kepribadian. hlm. Manajemen Peserta Didik di SD: Masalah. Sehingga Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Bandung: Citra Umbara. Indikator-indikator tersebut antara lain adalah proses belajar mengajar yang ada di sekolah. prestasi akademik peserta didik dan kualitas manajemen sekolah.1 BAB I PENDAHULUAN A. Guru yang kompeten dan professional akan lebih mampu dalam menyampaikan materi pelajaran. masyarakat. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. bangsa dan Negara.2 Proses Belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan formal dengan guru sebagai pemeran utama. akhlak mulia. Latar Belakang Masalah Menurut Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab I Pasal I (1) pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan. profesionalitas tenaga kependidikan atau sumber daya manusianya. 1 Banyak indikator yang dapat dijadikan tolak ukur bagi keunggulan dan mutu suatu sekolah. Penyebab dan Alternatif Pemecahannya. kecerdasan. Jurnal Ilmu Pendidikan. pengendalian diri. 3 Ali Imran. 1998. Para pakar pendidikan seringkali menegaskan bahwa guru merupakan sumber daya manusia yang sangat menentukan keberhasilan program pendidikan. hlm.

Dari pemaparan tersebut dapat kita simpulkan bahwasannya guru merupakan faktor penting dalam proses belajar mengajar. 1996). Strategi Belajar Mengajar (Surabaya: Citra Media. merasa dan melakukan sesuatu itu akan menjadi relatif menetap dan membentuk kebiasaan bertingkah laku pada dirinya. affective maupun psychomotor. terutama pengadaan alat-alat sekolah yang akan mendukung kelangsungan proses belajar mengajar.2 hasil belajar siswa berada pada tingkat yang optimal. dkk. namun bukan berarti keberadaan unsur-unsur lain tidak begitu penting. Agar perubahan-perubahan dalam diri anak didik sebagai hasil dari suatu proses belajar mengajar sampai pada tujuan yang diharapkan. Melalui proses belajar mengajar diharapkan pendidikan agama Islam dapat merubah diri anak didik baik aspek cognitive. 76 . perlu diperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi proses dan hasil belajar tersebut. Dan dengan adanya perubahan dalam tiga aspek tersebut diharapkan akan berpengaruh terhadap tingkah laku anak didik. di mana pada akhirnya cara berpikir. Keberhasilan seorang guru dipengaruhi banyak faktor. Faktor-faktor tersebut dapat dilihat pada bagan berikut ini:3 3 Muhaimin. hlm.

Tanggapan Sikap Fisiologis DALAM Psikologis Oemar Hamalik menjelaskan “Dengan demikian sudah jelas bahwa demi mewujudkan fungsi dan tujuan pendidikan nasional. dan sistem administrasi yang lebih teratur”.3 Gambar 1. maka peran dan fungsi sistem dan proses pembelajaran atau pengajaran ternyata sangat penting. peralatan yang lebih lengkap. keindahan. karena suasana atau lingkungan belajar tidak mendukung. Kecerdasan Motivasi. juga diperlukan cara-cara bekerja dan sikap yang baru. kesehatan dan ketertiban dan keamanan 4 Oemar Hamalik. Ingatan Perhatian. 4 Sekolah yang kurang pemeliharaan kadang-kadang kelihatan kumuh dan kotor.1 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi PBM Pendidikan Agama Instrumental Kurikulum Program Pedoman Belajar Pengajar Sarana/Fasilitas LUAR FAKTOR Environmental Alami Fisik Sosial & Budaya Kondisi Fisik Kondisi Indera Minat. 1994). Sedangkan sekolah yang benar-benar memenuhi syarat kebersihan. ini akan berpengaruh pada proses belajar mengajar. Di samping dibutuhkannya guru-guru yang memiliki kemampuan dan kecakapan yang lebih memadai. hlm. Media Pendidikan (Bandung: Citra Aditya Bakti. 3 .

Kelemahan dalam perencanaan serta kelemahan dalam pemeliharaan pasti akan menjadi hambatan bagi kelangsungan proses belajar mengajar di sekolah. Sudah menjadi rahasia umum bahwa mayoritas orang Islam Indonesia biasanya kurang teliti dalam memelihara alat-alat sekolah tersebut. Alat-alat pembelajaran seperti peralatan laboratorium. Tapi sayangnya alat-alat ini kurang mendapat perhatian. sehingga siswa sulit membaca tulisan dari guru yang ada di papan tulis. Dalam arti manajemen sarana dan prasarana yang di dalamnya . Melihat fenomena seperti tersebut di atas dapat ditarik benang merah bahwasanya perencanaan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolahsekolah kita saat ini masih kurang baik. begitu pula dengan pembelajaran PAI.4 akan mempunyai pengaruh positif terhadap proses pendidikan. Kalau dianalisis ulang memang benar kalau orang Islam Indonesia masih dianggap konservatif dalam memanage (mengatur) sarana dan prasarana pendidikan. Seperti misalnya ada spidol yang tintanya sudah hampir habis dan belum ada yang mau mengisi atau membelikan tinta. Hal sepele tersebut sangat berpengaruh dalam proses belajar mengajar. ada yang mahal serta langka dan juga ada yang murah serta mudah sekali dijumpai di pasaran perlu mendapatkan penanganan yang serius. Keadaan itu sendiri akan memberikan pengaruh yang positif kepada peserta didik. yang beranekaragam harga serta bentuknya. tetapi kadangkala pihak sekolah kurang memperhatikan unsur-unsur perencanaan. Padahal sebenarnya pengadaan alat-alat belajar itu tidak sulit.

maka pembelajaran pendidikan agama di sekolah harus menujukkan kontribusinya. Jika kedua persoalan ini tidak bisa segera dipecahkan agaknya krisis nasional akan bertambah parah dan merambah ke berbagai sektor kehidupan. Mochtar Buchori (1992) misalnya menilai kegagalan pendidikan disebabkan karena praktik pendidikannya hanya memperhatikan aspek kognitif semata daripada pertumbuhan kesadaran . pengajaran lebih mantap dalam menyajikan pendidikan yang lebih luas. Karena dengan alat pendidikan yang termanage dengan baik akan dapat meningkatkan produktivitas pendidikan.5 tercakup unsur pengadaan (perencanaan). pemeliharaan dan penghapusan. hukum dan lain sebagainya sebagai dampak dari krisis nasional di bidang tersebut. itu kurang diperhatikan. Ada dua persoalan pokok yang dihadapi oleh umat beragama pada umumnya. Dalam rangka mengantisipasi berbagai persoalan itulah. Di satu sisi lain. Jadi cukup jelas bahwa alat pendidikan merupakan faktor pendukung dalam mencapai tujuan pendidikan selain faktor-faktor lain. kita juga dihadapkan pada persoalan-persoalan antar komunitas agama bahkan antar intern pemeluk agama itu sendiri yang belum menunjukkan hubungan yang akrab. Para ahli pendidikan mengungkapkan bahwa pendidikan Agama Islam dikatakan bermutu (berkualitas) jika faktor pendukungnya juga berkualitas. politik. Hanya saja perlu disadari bahwa selama ini terdapat berbagai kritik terhadap pelaksanaan pendidikan agama yang sedang berlangsung di sekolah. kompak dan harmonis. Di satu sisi kita dihadapkan pada persoalan ekonomi. Pendidikan akan lebih dinamis.

6 nilai-nilai (agama). . 3. tetapi pihak guru PAI seringkali terpaku padanya. Sebagai dampak yang menyertai situasi tersebut di atas maka guru PAI kurang berupaya menggali berbagai metode yang mungkin bisa dipakai untuk pendidikan agama sehingga pelaksanaan pembelajaran cenderung monoton. 2. sehingga tidak mampu membentuk pribadi-pribadi islami. pendekatan cenderung masih normativ. dalam arti pendidikan agama menyajikan norma-norma yang seringkali tanpa ilustrasi konteks sosial budaya sehingga peserta didik kurang menghayati nilai-nilai agama sebagai nilai yang hidup dalam keseharian. Towaf (1996) juga telah mengamati adanya kelemahan-kelemahan PAI di sekolah. Kurikulum PAI yang dirancang di sekolah sebenarnya lebih menawarkan minimum kompetensi atau minimum informasi. antara lain sebagai berikut: 1. antara gnosis dan praxis dalam kehidupan nilai agama. terjadi kesenjangan antara pengetahuan dan pengamalan. Akibatnya. Sehingga semangat untuk memperkaya kurikulum dengan pengalaman belajar yang bervariasi kurang tumbuh. yakni kemauan dan tekad untuk mengamalkan nilai-nilai ajaran agama. dan mengabaikan pembinaan aspek afektif dan konatif-volutif.

pencegahan. Keterbatasan sarana/prasarana. Karena itu. SLTP/MTs dan SMU/MA tahun 1994 misalnya. op. dan pengajaran. dkk. 2001). kritik-kritik tersebut telah dijadikan pertimbangan dalam pengembangan kurikulum pendidikan agama di sekolah atau madrasah tahun 1994. 88 6 5 Muhaimin. Dalam GBPP PAI kurikulum SD/MI. Paradigma Pendidikan Islam:Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah (Bandung: Remaja Rosdakarya. mengakibatkan pengelolaan cenderung seadanya. pelaksanaan pembelajaran PAI di sekolah/madrasah harus memenuhi tuntutan tersebut. Pendidikan Agama Islam di sekolah/madrasah sebenarnya berfungsi sebagai pengembangan. telah dijelaskan bahwa pendidikan agama harus dilaksanakan secara terpadu. sumber nilai.5 Secara konseptual-teoritis. Serta keterpaduan antara pendidikan agama dan perkembangan IPTEK. perbaikan.7 4.hlm..6 Untuk mewujudkan fungsi serta tujuan PAI di sekolah. mengatasi dan mengantisipasi berbagai kasus amoral tersebut.10 . Sekolah dan Masyarakat.cit. yaitu Lingkungan Keluarga. Yakni keterpaduan pembinaan antara tiga lingkungan pendidikan. Tumbuhnya berbagai kasus dekadensi moral dan degradasi nilai-nilai religius pada saat ini menuntut adanya kearifan para guru. Pendidikan agama yang diklaim sebagai aspek yang penting. maka para guru beserta seluruh civitas akademik di sekolah tersebut harus meningkatkan kualitas Muhaimin. guna mencegah timbulnya. penyaluran. hlm. terutama guru PAI untuk memfungsikan PAI secara optimal. seringkali kurang diberi prioritas dalam urusan fasilitas. penyesuaian.

Malang? 3. Malang melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan? . Jumlah yang cukup tersebut dimanage/dikelola dengan baik sehingga SMP Negeri 02 Turen dapat menyajikan pembelajaran PAI yang berkualitas. Berpedoman pada fenomena serta kajian penelitian yang terdahulu maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian di lokasi ini dengan judul “Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Bagaimana proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Apa saja sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. B. Rumusan Masalah 1. Keberadaan SMP Negeri 02 Turen menjadikan warga sekitar bangga. Malang”. Salah satunya dengan memperbaiki manajemen sarana dan prasarana pendidikan yang selama ini masih kurang mendapat perhatian. SMP Negeri 02 Turen merupakan salah satu Lembaga Pendidikan Formal yang ada di Kecamatan Turen. Fasilitas sarana dan prasarana yang ada di SMP Negeri 02 Turen cukup memadai.8 pembelajaran PAI. karena seiring dengan waktu sekolah tersebut telah memberi kontribusi yang cukup berarti bagi masyarakat. Malang? 2. Bagaimana hasil peningkatan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab.

Bagi Almamater a Sebagai bahan komparasi dalam rangka pelaksanaan proses belajar mengajar PAI b Sebagai salah satu masukan bagi pelaksana pendidikan dalam rangka mensukseskan tujuan pendidikan nasional. Malang melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan. Kegunaan Penelitian 1. Untuk mengetahui proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Untuk mengetahui sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. 2. D. Malang. 3. 3. Malang.9 C. Bagi Lembaga Pendidikan Sebagai contoh/tauladan yang baik dalam melaksanakan proses belajar mengajar PAI melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan. 2. Tujuan Penelitian 1. Bagi Peneliti . Untuk mengetahui hasil peningkatan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab.

2. Sarana dan prasarana pendidikan yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang.10 a Sebagai latihan atau aplikasi teori yang diperoleh dari bangku kuliah tentang manajemen pendidikan khususnya manajemen sarana dan prasarana pendidikan. b) Prasarana yang ikut menunjang peningkatan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. E. Malang. Proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. b Sebagai penambah khazanah keilmuan sehingga dapat mengembangkan wawasan baik secara teori maupun praktek. yang meliputi: a) Pengadaan sarana dan prasarana pendidikan b) Pemakaian dan pemeliharaan sarana dan prasana pendidikan . yang meliputi: 1. Malang. Ruang Lingkup dan Pembatasan Penelitian Guna memberikan arah pembahasan pada tujuan yang telah dirumuskan. yang meliputi: a) Sarana yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. maka ruang lingkup penelitian akan diarahkan pada sekitar manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI. Malang.

kursi. Sarana pendidikan adalah semua peralatan serta perlengkapan yang langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah. Hasil peningkatan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Contoh: jalan menuju sekolah. Adapun istilah yang perlu dijelaskan ialah pengertian sarana dan prasarana pendidikan. Kualitas pembelajaran PAI adalah mutu atau kualitas yang terdapat pada pelaksanaan pembelajaran PAI di suatu lembaga dalam mencapai keberhasilan memenuhi tuntutan pelanggan dan standar yang telah ditentukan. Contoh: gedung sekolah. . kualitas pembelajaran PAI. alat peraga dan lain-lain. ruangan. meja. Manajemen sarana dan prasarana pendidikan adalah proses pendayagunaan semua sarana dan prasarana pendidikan yang dimiliki sekolah secara efektif dan efisien. F. halaman sekolah. Definisi Operasional Untuk menghindari kesalahfahaman pengertian tentang arti yang terkandung dalam pembahasan. Sedangkan prasarana pendidikan adalah semua komponen yang secara tidak langsung menunjang proses belajar mengajar atau proses pendidikan di sekolah. Malang melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan.11 c) Penghapusan dan inventarisasi sarana dan prasarana pendidikan 3. serta manajemen sarana dan prasarana pendidikan. tata tertib sekolah dan lain-lain. maka perlu ada penegasan istilah yang terdapat dalam penelitian ini.

tujuan dan faktor-faktor yang mempengaruhi pembelajaran PAI. pengertian. Kedua berisi tentang pembelajaran PAI yang meliputi. berisi tinjauan pustaka mengenai manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI. dan pembahasan ini dibagi menjadi 3 bagian besar. dan implikasi manajemen sarana dan prasarana pendidikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran PAI. Ketiga berisi tentang peningkatan kualitas pembelajaran PAI. yaitu terdiri dari latar belakang masalah.12 G. macam-macam sarana dan prasarana pendidikan. pengertian manajemen sarana dan prasarana pendidikan. Bab II : Kajian Pustaka. dan proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan. Pertama berisi tentang konsep manajemen sarana dan prasarana pendidikan yang meliputi. Sistematika Pembahasan Bab I :Pendahuluan. prinsip-prinsip manajemen sarana dan prasarana pendidikan. tujuan manajemen sarana dan prasarana pendidikan. dan sistematika pembahasan. rumusan masalah. . upayaupaya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam. kegunaan penelitian. pada pembaasan ini dibagi menjadi 3 sub pembahasan yakni faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI. yang berisi pokok-pokok pemikiran yang melatarbelakangi penulisan skripsi ini. definisi operasional. tujuan penelitian. ruang lingkup dan pembatasan penelitian.

pengecekan keabsahan temuan. Malang.13 Bab III : Metode Penelitian. Malang melalui Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan. Proses Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan. dan tahap-tahap penelitian. Bab IV : Laporan Hasil Penelitian. kehadiran peneliti. dalam penelitian ini pembahasan penelitian dibagi menjadi tiga bagian yakni Sarana dan Prasarana yang dibutuhkan dalam pembelajaran PAI. Sarana dan Prasarana yang dibutuhkan dalam pembelajaran PAI. prosedur pengumpulan data. Proses Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan. pendekatan dan jenis penelitian. yang meliputi. sumber data. dan hasil peningkatan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. dan Hasil Peningkatan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. yakni memaparkan data-data yang akurat berkaitan dengan Sejarah Berdirinya SMP Negeri 02 Turen Kab. Pada bab ini semua hasil penelitian dipadukan dengan teoi-teori yang sudah dipaparkan pada Bab II. analisis data. Bab VI : Penutup. yang terdiri dari Kesimpulan dan Saran . Bab V :Pembahasan Hasil Penelitian. lokasi penelitian. Malang melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan.

Pengertian Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Manajemen berasal dari kata To Manage yang artinya mengatur.R.1 1 (Jakarta: Bumi . pengorganisasian. Pengertian organisasi yaitu kelompok yang terdiri dari dua orang atau lebih Malayu Hasibuan. Pengertian. dan Masalah Aksara. 2001). Terry menyatakan bahwa manajemen adalah satu proses yang khas yang terdiri dari tindakantindakan perencanaan. Jadi manajemen itu merupakan suatu proses untuk mewujudkan tujuan yang diinginkan karena manajemen diartikan mengatur maka timbul beberapa pertanyaan bagi kita. seperti apa yang diatur? Kenapa harus diatur? Siapa yang mengatur? Bagaimana mengaturnya? Di mana harus diatur? Menurut Malayu Hasibuan. administrasi dan manajemen. Konsep Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan 1.14 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. G. Pengaturan dilakukan melalui proses dan diatur berdasarkan urutan dan fungsi-fungsi manajemen itu.1 Ada kaitan yang erat antara organisasi. manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efesien untuk mencapai tujuan tertentu. Manajemen:Dasar. hlm. pengarahan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya.

Sukarno K. Administrasi lebih luas daripada manajemen. Analisis Administrasi. Akhirnya tanpa manajemen tak mungkin administrasi mencapai tujuannya. Tetapi pengertian administrasi dengan pengertian manajemen masih kelihatan tidak terpisah secara jelas.15 bekerjasama untuk mencapai tujuan tertentu nampak sudah ada kesepakatan dari para ahli. 1994).2 Seringkali kata administrasi dikaitkan dengan kata manajemen. Kalaupun ada perbedaan. mengatakan Administrasi adalah kulit luar manajemen atau dengan kata lain manajemen adalah inti daripada administrasi.3 Akhir-akhir ini ada beberapa penulis yang membedakan antara manajemen dan administrasi walaupn kadang-kadang pembedaan itu tidak konsisten. hanya saja kegiatannya yang dapat dibedakan sesuai dengan perbedaan kedua wawasan. 2 3 Made Pidarta. Manajemen dan Kepemimpianan Pendidikan.1 Burhanuddin. Administrasi dan manajemen tidak dapat dipisahkan dan harus merupakan suatu kesatuan. 20 . Administrasi lebih luas dari manajemen atau administrasi mencakup manajemen. perbedaan itu nampaknya tidak fundamental. yakni: a. hlm. Pendapat itu sesuai dengan pendapat: 1. administrasi bersifat menentukan tujuan dan kebijakan umum yang mengikat seluruh atau departemental. Ketidaksamaan pendapat yang ada dapat difahami sebab dalam praktek ada tiga pendapat tentang hubungan antara administrasi dan manajemen.1988). Drs. Manajemen Pendidikan Indonesia (Jakarta: Bina Aksara. hlm. (Jakarta: Bumi Aksara.

administrasi diberi arti sama dengan manajemen. baik administrasi maupun manajemen adalah merupakan proses. dengan alasan: 1. “The Phylosophy of Management” mengatakan: administrasi menentukan tujuan (goal) sedangkan manajemen berusaha ke arah situ. pelaksanaan (manajemen) dan pengawasan atau pengendalian. Administrasi Pendidikan (Semarang: Setya Wacana. sedang manajemen adalah upaya untuk mencapai tujuan tersebut. Dilihat dari pengertiannya. 54 . 1989). Bagi mereka yang menganut faham ini. b.16 2.4 4 Harbangan Siagian. marketing. Oliver Sheldon dalam bukunya. human relation dan administrative management. personal. Pemahaman demikian timbul sebab manajemen atau pelaksanaan tugas merupakan salah satu fungsi dari administrasi yakni. kegiatan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. hlm. Secara spesifik administrasi merupakan satu bidang dari manajemen sebab manajemen terdiri dari enam bidang. administrasi diartikan sebagai penetapan dan penentuan tujuan. perencanaan. 2. dalam administrasi tercakup dalam manajemen. c. Administrasi lebih sempit dari manajemen. Administrasi identik dengan manajemen. Dalam Webster’s Dictionary New Collegiats maupun dalam Advanced Learner’s Dictionary Of Current English. financial. yakni production.

Arti sarana seringkali disamakan dengan kata fasilitas. atau juga sering disebut dengan fasilitas sekolah. Lebih luas fasilitas diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat memudahkan dan melancarkan pelaksanaan sesuatu usaha.5 Menurut Suharsimi Arikunto sarana pendidikan merupakan sarana penunjang bagi proses belajar mengajar. teratur. kursi. baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak agar pencapaian tujuan pendidikan dan berjalan dengan lancar. Sebagai contoh: jalan menuju sekolah. Organisasi dan Administrasi: Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (Jakarta: Raja Grafindo Persada. Jadi dalam hal ini fasilitas dapat disamakan dengan sarana. Sedangkan prasarana merupakan semua komponen yang secara tidak langsung menunjang jalannya proses belajar mengajar atau pendidikan di sekolah.1989). dapat dikelompokkan menjadi: (1) sarana pendidikan. hlm. Sedangkan menurut rumusan Tim Penyusun Pedoman Pembukuan Media Pendidikan Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan.135 Suharsimi Arikunto. makna atau definisi manajemen sarana dan Tim Dosen Jurusan Administrasi Pendidikan FIP IKIP Malang. Administrasi Pendidikan (Malang: IKIP. Usaha ini dapat berupa benda-benda maupun uang. alat peraga dan lain-lain. meja. ruangan. yang dimaksud dengan ”sarana pendidikan adalah semua fasilitas yang diperlukan dalam proses belajar mengajar. Contoh: gedung sekolah (school building). efektif dan efesien”. Jadi.6 Perlengkapan sekolah. halaman sekolah. tata tertib sekolah dan sebagainya. 1993). dan (2) Prasarana pendidikan. hlm.17 Yang dimaksud dengan sarana sekolah yakni meliputi semua peralatan dan perlengkapan yang langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah. 82 6 5 .

agar senantiasa siap pakai (ready for use) dalam proses belajar mengajar sehingga PBM semakin efektif dan efesien guna membantu tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Secara sederhana.18 prasarana pendidikan dapat disamakan dengan makna manajemen perlengkapan sekolah. pendayagunaan dan pengelolaan sarana pendidikan agar tercapai tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efesien.. op. 81 hlm. adalah segenap proses penataan yang bersangkut paut dengan pengadaan. Manajemen Perlengkapan Sekolah (Jakarta: Bumi Aksara.7 Berdasarkan definisi sederhana tersebut maka pada hakikatnya manajemen sarana dan prasarana pendidikan di sekolah itu merupakan proses pendayagunaan semua sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah. hlm. 2004). 1996). Ary H Gunawan. manajemen perlengkapan sekolah dapat didefinisikan sebagai proses kerjasama pendayagunaan semua perlengkapan pendidikan secara efektif dan efisien.cit. 114 Suharsimi Arikunto. atau administrasi peralatan. Sedangkan definisi lain diungkapkan oleh Ary H Gunawan.8 Suharsimi Arikunto menyatakan bahwa administrasi sarana sering juga disebut administrasi materiil.2 8 9 .9 7 Ibrahim Bafadal. hlm. beliau mengatakan bahwa administrasi sarana dan prasarana pendidikan merupakan seluruh proses kegiatan yang direncanakan dan diusahakan secara sengaja dan bersungguh-sungguh serta pembinaan secara continue terhadap benda-benda pendidikan. Administrasi Sekolah (Jakarta: Rineka Cipta.

2. Sarana pendidikan yang habis dipakai. yaitu: a.19 2. yaitu: 1. Nawawi (1987) mengklasifikasikannya menjadi beberapa macam sarana pendidikan. atlas. Beberapa contohnya adalah bangku sekolah. Sarana pendidikan yang habis dipakai adalah segala bahan atau alat yang apabila digunakan bisa habis dalam waktu yang relatif singkat. Ditinjau dari habis tidaknya dipakai Apabila dilihat dari habis tidaknya dipakai. Sarana pendidikan yang bergerak . Semua contoh tersebut merupakan sarana pendidikan yang apabila dipakai satu kali pakai atau beberapa kali bisa habis dipakai atau berubah sifatnya. Macam-Macam Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam hubungannya dengan sarana pendidikan. globe dan beberapa peralatan olah raga. Ditinjau dari bergerak tidaknya pada saat digunakan. Sebagai contohnya adalah kapur tulis yang biasanya digunakan guru dan siswa dalam pembelajaran. ada dua macam sarana pendidikan. Sarana pendidikan yang tahan lama. besi. a. b. mesin tulis. dan kertas karton yang seringkali digunakan oleh guru dalam mengajar materi pelajaran keterampilan. Sarana pendidikan yang tahan lama adalah keseluruhan bahan atau alat yang dapat digunakan secara terus menerus dalam waktu yang relatif lama. kayu.

. Sedangkan prasarana pendidikan di sekolah bisa diklasifikasikan menjadi dua macam. seperti pipanya. seperti lemari arsip di kantor sekolah merupakan sarana pendidikan yang tidak secara langsung digunakan oleh guru dalam proses belajar mengajar. Semua peralatan yang berkaitan dengan itu. Sarana pendidikan yang tidak bisa bergerak Sarana pendidikan yang tidak bisa bergerak adalah semua sarana pendidikan yang tidak bisa atau relatif sangat sulit untuk dipindahkan. Kedua. Lemari arsip sekolah misalnya. sarana pendidikan yang secara langsung dignakan dalam proses belajar mengajar. Ditinjau dari hubungannya dengan proses belajar mengajar. sarana pendidikan yang tidak secara langsung berhubungan dengan proses belajar mengajar. b. merupakan sarana pendidikan yang bisa dipindahkan kemana-mana bila diinginkan.20 Sarana pendidikan yang bergerak adalah sarana pendidikan yang bisa digerakkan atau dipindahkan sesuai dengan kebutuhan pemakaiannya. ada dua jenis sarana pendidikan. Pertama. Misalnya saja suatu sekolah yang sudah memiliki saluran dari PDAM. relative tidak mudah untuk dipindahkan ke tempat-tempat tertentu. dan sarana pendidikan lainnya yang digunakan guru dalam mengajar. Dalam hubungannya dengan proses belajar mengajar. atlas. 3. contohnya kapur tulis. Demikian pula bangku sekolah termasuk sarana pendidikan yang bisa digunakan atau dipindahkan kemana saja.

Prasarana yang keberadaannya tidak digunakan untuk proses belajar mengajar. fasilitas atau sarana secara garis besar dapat dibedakan atas dua jenis. perlengkapan ruang praktik. ruang guru. yakni segala sesuatu yang dapat mempermudah suatu kegiatan sebagai akibat bekerjanya nilai uang.10 Suharsimi mengungkapkan. seperti ruang teori. ruang praktik keterampilan dan ruang laboratorium. kantin sekolah. ruang perpustakaan. tanah dan jalan menuju sekolah. ruang usaha kesehatan sekolah. perlengkapan perpustakaan.cit. Contoh: kendaraan. op. hlm. tetapi secara langsung sangat menunjang terjadinya proses belajar mengajar. Fasilitas Uang. Fasilitas fisik juga disebut fasilitas materiil. Di dalam kegiatan pendidikan yang tergolong dalam fasilitas fisik atau fasilitas materiil antara lain: perabot ruang kelas. b. kesempatan menggunakan waktu untuk berekreasi itupun fasilitas 10 Ibrahim Bafadal. b. yaitu: a. Pemberian pinjaman kendaraan. perabot dan peralatan laboratorium.21 a. Contohnya adalah ruang kantor. ruang kepala sekolah dan tempat parker kendaraan.2 . peralatan kantor tata usaha. kamar kecil. dan sebagainya. penampil dan sebagainya. yang mempunyai peranan untuk memudahkan dan melancarkan sesuatu usaha. Prasarana yang secara langsung digunakan untuk proses belajar mengajar.. alat tulis menulis. yakni segala sesuatu yang berupa benda atau yang dapat dibendakan. Kalau akan diperluas lagi sebenarnya masih bisa. Fasilitas Fisik. alat komunikasi.

alat peraga dan media pendidikan. beliau menyatakan bahwa fasilitas atau benda-benda pendidikan dapat ditinjau dari: 11 Suharsimi Arikunto. Yang disebutkan belakangan juga memudahkan proses atau kegiatan pencapaian tujuan. dapat berupa benda ataupun perbuatan dari yang tingkatannya paling kongkrit sampai ke yang paling abstrak yang dapat mempermudah pemberian pengertian (penyampaian konsep) kepada murid. Alat peraga adalah semua alat pembantu pendidikan dan pengajaran.cit. Dengan pengertian ini maka alat pelajaran dapat termasuk ke dalam lingkup alat peraga. media visual dan media audio visual. Media pendidikan adalah sarana pendidikan yang digunakan sebagai perantara di dalam proses belajar mengajar. alat-alat tulis menulis. Ada tiga pengertian yang biasanya dicampuradukkan. media audio. tetapi belum tentu semua alat peraga merupakan alat pelajaran. Buku tulis. Media pendidikan mempunyai peranan yang lain dari alat peraga. 82 . Media dapat dibedakan menjadi. semanya termasuk ke dalam lingkup alat pelajaran. op.. Alat pelajaran adalah semua benda yang dapat dipergunakan secara langsung oleh guru maupun murid dalam proses belajar mengajar. untuk lebih mempertinggi efektifitas dan efisiensi. yaitu: alat pelajaran. hlm. penghapus dan papan tulis maupn alat-alat praktek. seperti kapur. Alat peraga mempunyai arti yang luas. gambar-gambar. tetapi dapat pula sebagai pengganti peran guru.22 tetapi tidak nyata sebagai benda yang dimiliki oleh sekolah.11 Hal senada diungkapkan oleh Ary H Gunawan.

contonya: kapur tulis. tinta. contoh: tanah. seperti alat pelajaran. media dan lain-lain. 2. benda-benda pendidikan dapat dibedakan menjadi: Barang bergerak atau barang berpindah atau dipindahkan. . Sedangkan sarana pendidikan berfungsi langsung (kehadirannya sangat menentukan) terhadap PBM. listrik. perabot. contohnya mesin tulis. halaman. pagar. (b) barang tak habis pakai. Ditinjau dari jenisnya. air. komputer. telepon. atau alat peraga. gedung/bangunan sekolah. Ditinjau dari fungsinya terhadap PBM. serta perabot/mebiler. kendaraan. manusia. jaringan jalan. Seperti. tanaman. 3.23 1. perabot dan sebagainya. prasarana pendidikan berfungsi tidak langsung (kehadirannya tidak sangat menentukan). mesin tulis. fasilitas pendidikan dapat dibedakan menjadi: Fasilitas fisik atau fasilitas material yaitu sebagai sesuatu yang berwujud benda mati atau dibendakan yang mempunyai peran untuk memudahkan atau melancarkan suatu usaha. computer. Ditinjau dari sifat barangnya. dikelompokkan menjadi (a) barang habis pakai. alat praktek dan media pendidikan. kendaraan. jasa dan uang. penghapus dan lain-lain. kertas. spidol. Fasilitas non fisik yakni sesuatu yang bukan benda mati atau tidak dapat dibendakan yang mempunyai peranan untuk memudahkan sesuatu usaha seperti.

sumur. op.12 3. Untuk mengupayakan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan melalui sistem perencanaan dan pengadaan yang hati-hati dan seksama. Untuk mengupayakan pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah. hlm.13 4. Secara rinci.cit.24 Barang tidak bergerak ialah barang yang tidak berpindah-pindah letaknya atau tidak bisa dipindahkan. melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan diharapkan semua perlengkapan yang didapatkan oleh sekolah adalah sarana dan prasarana yang berkualitas tinggi. 115 Ibrahim Bafadal.. dan dengan dana yang efisien.. dkk. seperti tanah.cit. sesuai dengan kebutuhan sekolah. tujuannya adalah sebagai berikut: a. dalam 12 13 Ary H Gunawan. b. hlm. sebagaimana diuraikan di atas bisa tercapai. Dengan perkataan ini. sehingga keberadaannya selalu dalam kondisi siap pakai dalam setiap diperlukan oleh semua personel sekolah. bangunan atau gedung. 5 . op. Untuk mengupayakan pemakaian sarana dan prasarana secara tepat dan efisien. c. tujuan manajemen sarana dan prasarana pendidikan adalah memberikan pelayanan secara professional di bidang sarana dan prasarana pendidikan dalam rangka terselenggaranya proses pendidikan secara efektif dan efisien. menara air dan lain sebagainya. menurut Ali Imron. Tujuan Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Secara umum. Prinsip-Prinsip Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan Agar tujuan-tujuan manajemen sarana dan prasarana pendidikan.

Prinsip efisiensi. instruksi dan petunjuk teknis yang diberlakukan oleh yang berwenang. Dan pemakaiannya pun harus dengan hati-hati sehingga mengurangi pemborosan. c. Apabila melibatkan banyak personel sekolah dalam manajemennya maka perlu adanya deskripsi tugas dan tanggungjawab yang jelas untuk setiap personel sekolah. Prinsip-prinsip yang dimaksud adalah: a. sehingga dapat diadakan sarana dan prasarana pendidikan yang baik dengan harga yang murah. peraturan. Prinsip Administratif. ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam mengelola sarana dan prasarana pendidikan di sekolah. d. Prinsip kejelasan tanggung jawab.25 Nur Masriyah. yaitu bahwa sarana dan prasarana pendidikan di sekolah harus selalu dalam kondisi siap pakai bilamana akan didayagunakan oleh personel sekolah dalam rangka pencapaian tujuan proses belajar mengajar. yaitu bahwa manajemen sarana dan prasarana pendidikan di sekolah harus di delegasikan kepada personel sekolah yang mampu bertanggungjawab. Prinsip pencapaian tujuan. yaitu bahwa manajemen sarana dan prasarana pendidikan di sekola harus selalu memperhatikan undang-undang. . yaitu bahwa pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah hars dilakukan melalui perencanaan yang seksama. b.

Prinsip Kekohesifan. “Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Agama Islam di MAN I Malang”. maka sekolah hendaknya membina potensi lahir dan batin secara maksimal. maka sekolah perlu meningkatkan mutu pendidikan. yaitu bahwa manajemen sarana dan prasarana pendidikan di sekolah iu harus direalisasikan dalam bentuk proses kerja yang sangat kompak. 2006. Hal yang perlu diperhatikan adalah masalah pemeliharaan dan pengawasan tentang sarana dan prasarana tersebut. Proses Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan Seperti kita ketahui bersama. Dengan demikian sekolah merupakan salah satu tempat untuk mewujudkan pembentukan manusia Indonesia seutuhnya. bahwa sarana dan prasarana merpakan penunjang tercapainya tujuan pendidikan yang diharapkan. Skripsi.26 e. Nur Masriyah. Untuk melaksanakan hal tersebut. hlm. maka pengelolaan sarana dan prasarana perlu dikelola dengan sebaik-baiknya.30 14 . melalui pengembangan program pendidikan dan pengajaran dengan memanfaatkan masyarakat sebagai sumber belajar siswa. Sehubungan dengan hal tersebut di atas. Untuk merealisasikan pendidikan yang merupakan uaaha sadar dan yang bertujuan mengembangkan kepribadian dan kemampuan siswa. Fakultas Tarbiyah UIN Malang. sesuai tujuan pendidikan dalam GBHN. maka sarana dan prasarana dapat dipakai dan digunakan dengan perasaan yang menyenangkan oleh para pemakainya.14 5. Bilamana hal-hal di atas dilakukan dengan baik.

op. Penghapusan 2. Penggunaan dan Pemeliharaan 4.cit. inventarisasi dan penghapusan. pemakaian dan pemeliharaan. hlm. pengadaan. op. Inventarisasi 15 16 Tim Dosen Jurusan Administrasi Pendidikan FIP IKIP Malang.152 Ibrahim Bafadal. hlm. pendistribusian. Pengadaan • Analisis kebutuhan • Analisis anggaran • Seleksi • Keputusan • Pemerolehan 5.15 Ibrahim Bafadal menyatakan bahwa kegiatan manajemen sarana dan prasarana pendidikan itu meliputi: pengadaan. Pendistribusian • Pengalokasian • Pengiriman 3. Kegiatan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut: 16 Gambar 2..1 Proses Manajemen Sarana dan Prasarana 1.27 Tujuan pemeliharaan agar kekayaan yang besar nilainya itu memperoleh pengamanan yang baik.cit. pendayagunaan dan penghapusan. Pengamanan itu hendaknya secara menyeluruh. yaitu pengamanan perencanaan..7 .

Kegiatan ini biasanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan perkembangan pendidikan di sekolah.28 1. bahwa terjadinya kesalahan dan kegagalan yang tidak perencanaan atau rencana (planning/programming) adalah pengetrapan . di antaranya yakni: a. Perencanaan Pengadaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Suatu kegiatan administrasi/manajemen/pengelolaan yang baik dan tidak gegabah (sembrono) tentu diawali dengan suatu perencanaan (planning/programming) yang matang dan baik dilaksanakan demi menghindari diinginkan. dihapuskan atau sebab-sebab lain yang dapat dipertanggungjawabkan sehingga memerlukan pergantian. hilang. Freedman dan kawan-kawannya mengatakan. Berkenaan dengan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah ada beberapa hal yang perlu difahami. kedua. Pengadaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Aktifitas pertama dalam manajemen sarana dan prasarana pendidikan adalah pengadaan sarana dan prasarana. ketiga dan seterusnya untuk dilaksanakan yang disesuaikan dengan tersedianya dana dan tingkat kepentinagannya. dan untuk menjaga tingkat persediaan barang setiap tahun anggaran mendatang. Perencanaan yang baik dan teliti akan berdasarkan analisis kebutuhan. dan penentuan skala priorotas bagi kegiatan-kegiatan untuk mendapatkan urutan pertama. R. menggantikan barang-barang yang rusak.

17 Akhir-akhir ini telah banyak teoritisi yang mendeskripsikan langkah-langkah perencanaan pengadaan perlengkapan (sarana dan prasarana) pendidikan di sekolah. Jones menegaskan bahwa langkah-langkah perencanaan pengadaan perlengkapan pendidikan di sekolah adalah sebagai berikut: 1.29 secara sistematik daripada pengetahuan yang tepat guna untuk mengontrol dan menentukan arah kecendrungan perubahan. Mengembangkan Educational Specification untuk setiap proyek yang terpisah-pisah dalam usulan master plan. Melakukan survey ke seluruh unit sekolah untuk menyusun master plan untuk jangka waktu tertentu. 5. Menganalisis kebutuhan pendidikan suatu masyarakat dan menetapkan program untk masa yang akan datang sebagai dasar untuk mengevaluasi keberadaan fasilitas dan membuat model perecanaan perlengkapan yang akan datang. Mengembangkan atau menguatkan tawaran atau kontrak dengan melaksanakan sesuai dengan gambaran kerja yang diusulkan.117 . hlm. Jones (1969). Memilih kebutuhan utama berdasarkan hasil survey. yaitu Jame J. 3. di antaranya adalah seorang teoretisi administrasi pendidikan. Gunawan. 2.cit. 17 Ary H. Merancang setiap proses yang terpisah-pisah sesuai dengan spesifikasi pendidikan yang diusulkan. 6. op. 4. kepada tujuan yang telah ditetapkan.

Perencanaan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan bukanlah sekadar sebagai upaya pencarian ilham. melainkan upaya memikirkan perlengkapan yang diperlukan di masa yang akan datang dan bagaimana pengadaannya secara sistematis. Johnson (1969). Rekomendasi 7.30 7. Penetapan harga satuan perlengkapan 5. Pembentukan panitia pengadaan barang atau perlengkapan 2. Melengkapi perlengkapan gedung dan meletakkannya sehingga siap untuk digunakan Dua orang teoritisi administrasi lainnya yang menjelaskan tentang prosedur perencanaan pengadaan perlengkapan pendidikan di sekolah adalah Emery Stoops dan Russel E. rinci dan teliti berdasarkan informasi yang realistis tentang kondisi sekolah. Penilaian kembali Berdasarkan uraian tentang prosedur perencanaan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah sebagaimana dikemukakan di atas. dapat ditegaskan bahwa proses perencanaan pengadaan sarana dan prasarana di sekolah tidak mudah. Agar prinsip-prinsip tersebut betul-betul terpenuhi. Penetapan spesifikasi 4. Pengujian segala kemungkinan 6. Pasangan penulis tersebut menegaskan bahwa prosedur perencanaan pengadaan perlengkapan pendidikan di sekolah adalah: 1. . Penetapan kebutuhan perlengkapan 3.

Ada beberapa cara yang dapat ditempuh oleh pengelola perlengkapan sekolah untuk mendapatkan perlengkapan yang dibutuhkan sekolah. 2.18 b. Hadiah atau sumbangan.cit. dan Dinas Pendidikan Nasional Kota/Kabupaten. selain dengan cara membeli. membeli di toko dan memesan. Pengadaan Sarana Dan Prasarana Pendidikan Pengadaan sarana dan prasarana pendidikan pada dasarnya merupakan upaya merealisasikan rencana pengadaan sarana dan prasarana yang telah disusun sebelumnya.31 semua pihak yang dilibatkan atau ditunjuk sebagai panitia perencanaan pengadaan perlengkapan di sekolah perlu mengetahui dan mempertimbangkan program pendidikan. perlengkapan sekolah juga bisa diperoleh dari hadiah atau 18 Ibrahim Bafadal. Seringkali sekolah mendapatkan bantuan sarana dan prasarana pendidikan dari pemerintah dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional. antara lain dengan cara: 1. op. untuk membeli sarana dan prasarana di sekolah dapat ditempuh dengan cara membeli di pabrik. 27 .. hlm. sehingga sekolah dituntut untuk selalu berusaha juga melakukan pengadaan perlengkapan dengan cara lain. Namun bantuan tersebut dalam jumlah terbatas dan tidak selalu ada. dana yang tersedia dan harga pasar. Pembelian. perlengkapan yang sudah dimiliki. Dinas Pendidikan Nasional Provinsi.

ada beberapa prinsip administrasi penyimpanan peralatan dan perlengkapan pengajaran sekolah: 19 20 Ibrahim Bafadal. Pendistribusian atau penyaluran perlengkapan merupakan kegiatan pemindahan barang dan tanggungjawab dari seorang penanggungjawab penyimpanan kepada unit-unit atau orangorang yang membutuhkan barang itu. badan-badan atau lembaga-lembaga tertentu.19 2..20 Daryanto menyatakan. Meminjam. hlm. Pihak-pihak yang dapat dipinjam adalah kepala sekolah. (2) pengiriman barang. guru-guru ataupun orang tua murid. ada tiga langkah yang sebaiknya ditempuh oleh bagian penanggungjawab penyimpanan atau penyaluran.32 sumbangan perorangan maupun organisasi. Ibid. Tukar menukar. 32 Ibrahim Bafadal. 3. (3) penyerahan barang. 4. Hubungan kerjasama tersebut berupa saling menukar perlengkapan sekolah. pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah bisa dilakukan dengan cara meminjam kepada pihak-pihak tertentu. yaitu: (1) penyusunan alokasi barang. 38 . wakil kepala sekolah. untuk memperoleh tambahan sarana dan prasarana. Pendistribusian Sarana dan Prasarana Sekolah Barang-barang perlengkapan sekolah (sarana dan prasarana) yang telah diadakan dapat didistribusikan. Ibid. pengelola sarana dan prasarana sekolah bisa mengadakan hubungan kerjasama dengan pengelola sarana dan prasarana sekolah lainnya.. Dalam rangka itu. hlm.

Pendistribusian peralatan dan perlengkapan pengajaran ini harus berada dalam tanggung jawab salah seorang anggota staf yang ditunjuk. Karena pelaksanaan tanggungjawab ini hanya bersifat ketatausahaan maka kurang tepat jika kepala atau guru sendiri yang langsung melaksanakannya yang paling tepat adalah pegawai tata usaha. maka kegiatan penyaluran dapat berwujud pendistribusian atau kegiatan 21 Daryanto. Harus diadakan inventarisasi secara berkala. Semua penyimpanan harus diadministrasikan menurut ketentuan bahwa persediaan lama harus lebih dulu digunakan. e. Harus mudah dikerjakan baik untuk menyimpan maupun yang keluar alat. c. Semua alat-alat dan perlengkapan harus disimpan di tempat-tempat yang bebas dari faktor-faktor perusak. b. seperti: panas. lembab. Mudah didapat bila sewaktu-waktu diperlukan. hlm. d. lapuk dan serangga. Kebijaksanaan pendistribusian ini hendaklah ditekankan kepada efisien dan fleksibilitas. berpendapat bahwa dalam lingkungan yang sempit seperti di lingkungan sekolah/fakultas. Administrasi pendidikan (Jakarta: Rineka Cipta.21 Sedangkan Ary H. maksudnya bila diperlukan sewaktu-waktu segera dapat disediakan. f. 52 . Gunawan. Tanggungjawab untuk pelaksanaan yang tepat dari tiap-tiap penyimpanan harus dirumuskan secara terperinci dan difahami dengan jelas oleh semua pihak yang berkepentingan. 2001).33 a.

tata usaha atau personel sekolah berarti barang-barang tersebut sudah berada dalam tanggungjawab bagian-bagian atau personel sekolah tersebut.34 membagi/mengeluarkan barang sesuai kebutuhan guru/dosen/seksi bagian dalam instansi/sekolah/fakultas tesebut utnuk keperluan kegiatan belajar mengajar serta perkantoran. Gunawan. Sedangkan dengan prinsip efisisiensi berarti pemakaian semua sarana dan prasarana pendidikan di sekolah secara hemat dan dengan hati-hati 22 Ary H. baik secara langsng maupun tidak langsung. laboratorium. ada dua prinsip yang harus selalu diperhatikan yaitu prinsip efektifitas dan prinsip efisiensi. pengiriman barang (untuk pusat-pusat penyalur) dan penyerahan barang. Penggunaan/Pemakaian Sarana dan Prasarana Pendidikan Begitu barang-barang yang telah diadakan itu didistribusikan kepada bagian-bagian kelas. Dengan prinsip efektifitas berarti semua pemakaian sarana dan prasarana pendidikan di sekolah harus digunakan semata-mata dalam rangka memperlancar pencapaian tujuan pendidikan sekolah.144 . hlm. Kegiatan penyaluran barang yang baik melipputi penyusunan alokasi. Atas pelimpahan itu pula pihak-pihak tersebut berhak memakainya utnuk kepentingan proses pendidikan di sekolahnya.22 3. Penggunaan dan Pemeliharaan Sarana Dan Prasarana Pendidikan a. perpustakaan. op.. Dalam kaitan dengan pemakaian perlengkapan pendidikan itu.cit.

tidak lembab. atau memanggil tukang/ahli servis untuk melakukannya. Dengan demikian kegiatan rutin untuk mengusahakan agar barang tetap dalam keadaan baik dan berfungsi baik pula (running well) disebut pemeliharaan atau perawatan (service). rusak atau hilang. Kegiatan pemeliharaan dapat dilakukan menurut ukuran waktu dan menurut ukuran keadaan barang. Pemeliharaan tersebut dapat dilakukan sendiri oleh pemegangnya/penanggungjawabnya. bebas hama dan sebagainya).cit. misalnya 2 atau 3 bulan sekali (seperti mesin tulis) atau jam pakai tertentu (mesin statis). seperti pemeliharaan terhadap kertas. hlm. sebelum 23 Ibrahim Bafadal. Pemeliharaan menurut ukuran waktu dapat dilakukan setiap hari (setiap akan/sesudah memakai) dan secara berkala atau dalam jangka waktu tertentu sesuai petunjuk penggunaan (manual).. Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Agar setiap barang yang kita miliki senantiasa dapat berfungsi dan digunakan dengan lancar tanpa banyak menimbulkan gangguan/hambatan maka barang-barang tersebut perlu dirawat secara baik dan kontinu untuk menghindari adanya unsur-unsur pengganggu/perusaknya.42 .35 sehingga semua perlengkapan yang ada tidak mudah habis. kapur dan sebagainya dengan penyimpanan yang baik (aman. atau membawanya ke bengkel servis. op. Pemeliharaan yang dilakukan menurut keadaan barangnya dilakukan terhadap barang habis pakai dan barang tak habis pakai.23 b.

. merupakan inventarisasi adalah pencatatan dan penyusunan daftar barang milik Negara secara sistematis. op. menyapu. Inventarisasi Sarana dan Prasarana Sekolah Salah satu aktifitas dalam pengelolaan perlengkapan pendidikan di sekolah adalah mencatat semua perlengkapan yang dimiliki oleh sekolah. berkelanjutan. Lazimnya. kreatifitas serta rasa tanggung jawab dan rasa “handar beni” adalah kunci dari keberhasilan kegiatan pemeliharaan demi optimalisasi daya pakai dan daya guna setiap barang kita.cit. kendaraan dan sebagainya dilakukan servis bila keadaan pemakaiannya ternyata sudah kurang enak atau kurang lancar. dilakukan pembersihan. Terhadap barang tak habis pakai seperti mesin tlis. hlm. Kegiatan Secata tersebut definitive. Menurut keputusan Menteri Keuangan RI Nomor kep.36 barang tersebut dipakai atau dalam penyimpanan. Pada prinsipnya kegiatan pemeliharaan dilakukan agar setiap sarana dan prasarana itu senantiasa siap pakai dalam proses/kegiatan belajar mengajar. Gunawan. Aktifitas. pengecatan. secara rutin berkala. 225/MK/V/4/1971 barang milik Negara adalah berupa semua barang yang 24 Ary H. 146 . mengepel dan lain sebagainya. Pemeliharaan terhadap tanah dan gedung. kegiatan pencatatan semua perlengkapan itu disebut dengan istilah inventarisasi suatu perlengkapan proses yang pendidikan.24 4. tertib dan teratur berdasarkan ketentan-ketentuan atau pedoman-pedoman yang berlaku.

tertanggal 30 Maret 1991. dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) ataupun dana lainnya yang barang-barangnya di bawah penguasaan pemerintah. tertanggal 13 April 1971 3. baik yang berada di dalam maupun luar negeri. 225/MK/V/4/1971. pengurusan barang-barang di sekolah dasar dilakukan oleh kepala sekolah sendiri. penghematan keuangan. Stoop dan Jhonson menyatakan bahwa dalam pelaksanaan sehari-hari kepala sekolah selaku administrator dapat . 2. Intruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4/M/1980. Sebagaimana yang dikutip oleh Ibrahim Bafadal. tertanggal 24 Mei 1980. baik pusat.37 berasal atau dibeli dengan dana yang bersumber baik secara keseluruhan atau sebagainya. provinsi. inventarisasi mampu menyediakan data dan informasi untuk perencanaan. Berdasarkan edaran surat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI tanggal 16 Januari 1997 No. tertanggal 23 Oktober 1971. Lebih lanjut. Instruksi Presiden RI Nomor 3 tahun 1971. Surat keputusan Menteri Keuangan Nomor kep. Ada beberapa landasan hukum yang mendasari kegiatan inventarisasi perlengkapan sekolah. Surat keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 9 tahun 1971. maupun daerah otonom. 4. mempermudah dalam pemeliharaan dan pengawasan. yaitu: 1. Melalui inventarisasi perlengkapan pendidikan diharapkan akan tercipta ketertiban administrasi barang. 2/MPK/1979.

papan tulis. Kegiatan yang berhubungan dengan pencatatan dan pembuatan kode barang perlengkapan Barang-barang perlengkapan di sekolah dapat diklasifikasikan menjadi dua macam. seperti kapur tulis. yaitu barang inventaris dan barang bukan inventaris. khusus barang-barang inventaris dicatat di dalam buku induk inventaris dan buku golongan inventaris.cit. buku perpustakaan sekolah dan perabot-perabot lainnya. Setelah itu.. kertas. hlm.57 . pita mesin tulis dan barang-barang yang statusnya tidak jelas. Barang inventaris adalah keseluruhan perlengkapan sekolah yang dapat digunakan secara terus menerus dalam waktu yang relatif lama. pencatatan perlengkapan pendidikan di sekolah yang tertib dan teratur dapat digambarkan sebagai berikut:25 25 Ibrahim Bafadal. seperti meja. op. karbon. yaitu: 1.38 menunjuk stafnya atau guru-guru untuk mengerjakan tugas dan tanggung jawab tersebut. bangku. Sedangkan khusus barangbarang bukan inventaris dicatat di dalam buku induk bukan inventaris dan kartu (bisa berupa buku) stok barang. Baik barang inventaris maupun barang bukan inventaris yang diterima sekolah harus dicatat di dalam buku penerimaan. Kegiatan inventarisasi perlengkapan pendidikan meliputi dua kegiatan. Dengan demikian. Sedangkan barang-barang bukan inventaris adalah semua barang habis pakai.

terutama yang tergolong sebagai barang inventaris.39 Gambar 2. Tujuan pembuatan dan penulisan kode adalah untuk memudahkan semua pihak dalam mengenal kembali semua perlengkapan pendidikan . Kode tersebut ditulis pada barang yang sekiranya mudah dilihat dan dibaca.2 Tata Cara Pencatatan Perlengkapan Sekolah Ada barang baru Pencatatan di dalam buku penerimaan Pengelompokan barang baru Inventaris Bukan inventaris Pencatatan di dalam buku penerimaan Pencatatan di dalam buku penerimaan Pencatatan di dalam buku penerimaan Pencatatan di dalam buku penerimaan Kegiatan lainnya yang berkaitan dengan inventaris perlengkapan pendidikan di sekolah adalah membuat kode barang dan menuliskannya pada badan perlengkapan pendidikan di sekolah. Kode barang adalah sebuah tanda yang menunjukkan kepemilikan barang.

yaitu departemennya. Penghapusan Sarana dan Prasarana Pendidikan Barang-barang yang ada di sekolah adalah barang milik Negara. Misalnya. Kegiatan yang berhubungan dengan pembuatan laporan. Biasanya di sekolah itu ada barang rutin dan barang proyek. Biasanya kode barang itu berbentuk angka atau numerik.. barang-barang tersebut harus selalu dijaga agar tidak hilang 26 27 Ibrahim Bafadal. Biasanya warna kode tersebut adalah putih atau hitam.61 . Laporan tersebut seringkali disebut dengan istilah laporan mutasi barang. dengan warna yang berbeda dari warna dasar barang sehingga mudah dibaca. Dengan demikian. hlm. ada laporan barang rutin dan laporan barang proyek. termasuk perlengkapan baru kepada pemerintah. Ibid. Semua perlengkapan pendidikan di sekolah atau barang inventaris sekolah harus dilaporkan. Oleh karena itu. Ukurannya disesuaikan dengan besar kecelnya barang perlengkapan yang akan diberi kode. Oktober. Ibid.59 Ibrahim Bafadal..40 di sekolah. pada setiap bulan Juli. Pelaporan tersebut dilakukan sekali dalam setiap triwulan.27 5. Sekolah-sekolah swasta wajib melaporkannya kepada yayasannya. Januari dan April tahun berikutnya. maka pelaporannya pun harus dibedakan. hlm.26 2. Bilamana demikian halnya. penanggungjawab maupun jenis dan golongannya. baik ditinjau dari kepemilikan.

hlm. 198 . 2. Yang dimaksud dengan penghapusan adalah kegiatan yang mempunyai tujuan untuk menghapuskan barang-barang milik Negara dari daftar inventaris Departemen Pendidikan dan Kebudayaan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dimensi Administrasi (Surabaya: Usaha Nasional. Walaupun demikian apabila barang-barang tersebut sudah dimanfaatkan terlalu lama akan sampai pulalah pada saat memudar daya gunanya. Sebagai salah satu fungsi dari pengelolaan perlengkapan. Sahertian. b. yang disebabkan oleh: a. Daripada mendatangkan kerugian yang besar bagi pihak sekolah maka barang tersebut lebih baik disingkirkan/dihapus saja. penghapusan mempunyai arti: 1. 28 Piet A. membebaskan barang dari tanggung jawab satuan organisasi yang mengurusnya menurut peraturan dan ketentuan yang berlaku. meringankan beban kerja inventarisasi 3.1994). Pengeluaran yang semakin besar untuk pemeliharaan/perbaikan barang-barang yang kondisinya semakin buruk. Pemborosan biaya untuk pengamanan barang-barang kelebihan atau barang-barang lain yang karena beberapa sebab tidak dipergunakan lagi.41 atau lekas rusak. mencegah atau sekurang-kurangnya membatasi kerugian yang lebih besar.28 Walaupun penghapusan barang-barang ada keuntungannya tetapi tidaklah gampang bagi suatu instansi untuk mengadakan penghapusan.

dan sebagainya. 8. akan rusak dan tidak dapat dipakai lagi. arau mesin tulis biasa yang sudah harus diganti dengan IBM. Untuk melakukan penghapusan atau penyingkiran (afkeur) pelaksana harus memperhatikan tahap-tahap sebagai berikut: . Barang kelebihan yang jika disimpan lebih lama. 5. musnah akibat bencana alam. misalnya dengan mesin tulis baru sebuah konsep dapat diselesaikan dalam waktu lima hari. misalnya mesin hitung yang sudah diganti dengan kalkulator. secara teknis dan ekonomis kegunaan tidak seimbang dengan biaya pemeliharaan. Dicuri. Perbaikan akan menelan biaya yang besar sekali sehingga merupakan pemborosan uang Negara.42 Barang-barang yang dapat dihapuskan dari daftar inventaris harus memenuhi salah satu atau lebih dari syarat-syarat di bawah ini: 1. Dalam keadan rusak berat sehingga tidak dapat diperbaiki atau dipergunakan lagi 2. tetapi dengan mesin tulis yang hampir rusak harus diselesaikan dalam waktu 10 hari. 6. 7. terbakar. 3. Ada penurunan efektifitas kerja. 4. diselewengkan. Tidak sesuai lagi dengan kebutuhan masa kini. Penyusutannya berada di luar kekuasaan pengurus barang (misalnya bahan-bahan kimia).

b. Prosedurnya adalah sebagai berikut: a.43 1.. Pembuatan “risalah lelang” oleh kantor lelang. 89 . Membuat berita acara tentang pelaksanaan penyingkiran. yang menyebutkan banyaknya nama barang. op. 2. Memperhitungkan faktor-faktor penyingkiran dan penghapusan ditinjau dari segi nilai uang. 4. Membuat surat pemberitahuan kepada atasan bahwa akan diadakan penyingkiran dengan menyebutkan barang-barang yang hendak disingkirkan. 3. d. Proses penghapusan/penyingkiran harus disaksikan oleh atasan 5. Pembentukan Panitia Penjualan oleh Pimpinan Unit Utama (Rektor. hlm. Gunawan. Melaksanakan penyingkiran dengan cara-cara mengadakan lelangan. c. Melaksanakan sesuai prosedur lelang. Kopertis. keadaan barang yang dilelang serta nama dan alamat pelelang serta harga jualnya.cit. dalam pelaksanaan penghapusan dikenal dua jenis cara.29 Sebagaimana disampaikan oleh Ary H. yaitu: 1. Pemilihan barang yang akan dihapuskan dilakukan setiap tahun bersamaan dengan waktu memperkirakan kebutuhan. Menghapus dengan menjual barang-barang melalui kantor lelang Negara. Mengikuti cara pelanggan yang berlaku. dsb) yang bersangkutan. menghibahkan kepada badan/orang lain atau membakar. 29 Suharsimi Arikunto.

Pembayaran uang lelang yang disetorkan pada kas Negara. maka pemusnahannya dilakukan unit kerja yang bersangkutan dengan disaksikan oleh pejabat pemerintah daerah setempat (minimal Lurah/Kades) dan atau kepolisian Negara.. maka kita harus melihat kepada kata arab karena ajaran Islam diturunkan dalam bahasa tersebut. MPO. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam 1. serta mengikuti segala tata cara pemusnahan yang berlaku (dibakar. Kata pengajaran dalam bahasa arabnya adalah “ta’lim” dengan kata kerjanya “‘allama”. dsb) yang dibebankan pada pembeli/pemenang lelang.44 e. Pemusnahan Terhadap barang barang yang diusulkan untuk dihapus sesuai surat keputusan untuk/harus dimusnahkan. Pendidikan dan pengajaran dalam bahasa arabnya “tarbiyah wa ta’lim” 30 Ary Gunawan. dengan kata kerja “rabba”.cit. Pengertian Pendidikan Agama Islam Bila kita akan melihat pengertian pendidikan dari segi bahasa. 2. dsb). 151 . Biaya lelang dan biaya lainnya (dana sosial. Kata “pendidikan” yang umum kita gunakan sekarang dalam bahasa arabnya adalah “tarbiyah”. hlm. selambat-lambatnya tiga hari kerja setelah hari lelang. f.30 B. op. dikubur.

hlm. Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta: Bumi Angkasa. hlm. waktu kamu masih kanak-kanak dan kamu tinggal bersama kami beberapa tahun dari umurmu?”(QS. hlm. kasihanilah mereka keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil . Ibid. 1996).25 Al-Qur’anul Al-Karim dan Terjemahnya (Semarang: Karya Toha Putra. (QS.dkk. 293 .45 sedangkan pendidikan Islam dalam bahasa arabnya adalah “tarbiyah Islamiyah”. 25 As-Syu’ara’:18)33 Kedua ayat di atas menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan tarbiyah adalah proses persiapan dan pengasuhan pada fase pertama pertumbuhan manusia. kita mendapatkannya di dalam al-Qur’an seperti pada ayat: ‫ﻰ‬ ِ ‫ﻴﺎﻧ‬ َ‫ﺑ‬ ‫رﱠ‬ َ ‫ﻤﺎ‬ َ‫آ‬ َ ‫ﻤﺎ‬ َ‫ﻬ‬ ُ‫ﻤ‬ ْ‫ﺣ‬ َ‫ر‬ ْ‫ب ا‬ ‫ر ﱢ‬ ‫ﻞ ﱠ‬ ْ‫ﻗ‬ ُ‫و‬ َ ‫ﺔ‬ ِ‫ﻤ‬ َ‫ﺣ‬ ْ‫ﺮ‬ ‫ﻦ اﻟ ﱠ‬ َ‫ﻣ‬ ِ ‫ل‬ ‫ﺬﱢ‬ ‫ح اﻟ ﱡ‬ َ ‫ﻨﺎ‬ َ‫ﺟ‬ َ ‫ﻤﺎ‬ َ‫ﻬ‬ ُ‫ﻟ‬ َ ‫ﺾ‬ ْ ‫ﻔ‬ ِ‫ﺧ‬ ْ ‫وا‬ َ ‫ﺮا‬ ً‫ﻴ‬ ْ‫ﻐ‬ ِ‫ﺻ‬ َ (٢٤:‫)اﻹﺳﺮاء‬ Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhankui. Penggunaan kata-kata tarbiyah pada ayat pertama menunjukkan bahwa pendidikan pada fase ini menjadi tanggungjawab 31 32 33 Zakiyah Daradjat. 17 Al-Isra’:24) 32 (١٨:‫ﻦ )اﻟﺸﻌﺮاء‬ َ‫ﻴ‬ ْ‫ﻨ‬ ِ‫ﺳ‬ ِ ‫ك‬ َ‫ﺮ‬ ِ‫ﻤ‬ ُ‫ﻋ‬ ُ ‫ﻦ‬ ْ‫ﻣ‬ ِ ‫ﺎ‬ َ‫ﻴﻨ‬ ْ‫ﻓ‬ ِ‫ﺖ‬ َ ‫ﺜ‬ ْ‫ﺒ‬ ِ‫ﻟ‬ َ‫و‬ ‫ﺪا ﱠ‬ ً‫ﻴ‬ ْ‫ﻟ‬ ِ‫و‬ َ ‫ﻨﺎ‬ َ‫ﻴ‬ ْ‫ﻓ‬ ِ‫ﻚ‬ َ‫ﺑ‬ ‫ﺮﱢ‬ َ‫ﻧ‬ ُ ْ‫ﻢ‬ َ ‫أﻟ‬ َ‫ل‬ َ ‫ﻗﺎ‬ َ Fir’aun menjawab: “Bukankah kami telah mengasuhmu di antara (keluarga) kami.1996).227 Al-Qur’anul Al-Karim dan Terjemahnya.31 Kata Tarbiyah.. atau menurut istilah yang kita gunakan dewasa ini adalah pada fase bayi dan kanak-kanak.

46

keluarga. Ibu dan ayah bertanggungjawab mengasuh dan mengasihi anak yang masih kecil dan berada dalam situasi ketergantungan. Dalam ayat kedua, Fir’aun menyebut-nyebutkan kebaikannya tehadap Musa a.s bahwa ia telah mendidiknya semasa kecil dan tidak memasukkannya ke dalam golongan anak-anak yang dibunuh ketika itu. Fir’aun juga mengingatkan Musa a.s bahwa ia telah berada dalam naungan keluarga untuk beberapa tahun lamanya. Demikianlah, bahwa istilah tarbiyah di dalam dua ayat di atas berkaitan erat dengan proses persiapan dan pemeliharaan pada masa kanak-kanak di dalam keluarga.34 Kata lain yang mengandung arti pendidikan itu ialah sabda Rasul SAW:

‫أدب‬

seperti

(‫ِﻰ )اﻟﺤﺪﻳﺚ‬ ‫ﻳﺒ‬ ِْ ‫ﺄد‬ َْ ‫ﻦﺗ‬ َ‫ﺴ‬ َ‫ﺣ‬ ْ‫ﺄ‬ َ‫ﻓ‬ َ ‫ﺑﻰ‬ ِ‫ر‬ َ ‫ﻰ‬ ِ ‫ﺑﻨ‬ َ‫د‬ ‫أﱠ‬ َ
“Tuhan telah mendidikku, maka Ia sempurnakan pendidikanku.” Kata “ta’lim” dengan kata kerjanya “‘allama” juga sudah digunakan pada zaman Nabi. Baik dalam Al-Qur’an, Hadits atau pemakaian sehari-hari. Kata ini lebih banyak digunakan daripada kata tarbiyah tadi. Dari segi bahasa, perbedaan arti dari kedua kata itu cukup jelas. Bandingkanlah penggunaan dan arti kata berikut ini dengan kata “rabba”, “addaba”, “nasya’a” dan lain-lain. Firman Allah:

‫ﻧﻲ‬ ِ‫ﻮ‬ ْ‫ﺌ‬ ُ‫ﺒ‬ ِ‫ﻧ‬ ْ‫أ‬ َ‫ل‬ َ ‫ﻘﺎ‬ َ‫ﻓ‬ َ‫ﺔ‬ ِ‫آ‬ َ‫ء‬ ِ‫ﻼ‬ َ‫ﻤ‬ َ ‫اﻟ‬ ْ ‫ﻠﻰ‬ َ‫ﻋ‬ َ ‫ﻢ‬ ْ‫ﻬ‬ ُ‫ﺿ‬ َ ‫ﺮ‬ َ‫ﻋ‬ َ ‫ﻢ‬ ‫ﺛﱠ‬ ُ ‫ﻬﺎ‬ َ‫ﻠ‬ ‫آﱠ‬ ُ ‫ء‬ َ ‫ﻤﺎ‬ َ‫ﺳ‬ ْ‫ﻷ‬ َ‫ما‬ َ‫د‬ َ‫ﻢ ﺁ‬ َ‫ﻠ‬ ‫ﻋﱠ‬ َ‫و‬ َ
(٣١:‫ﻦ )اﻟﺒﻘﺮة‬ َ‫ﻴ‬ ْ‫ﻗ‬ ِ‫د‬ ِ ‫ﺻﺎ‬ َ ‫ﻢ‬ ْ‫ﺘ‬ ُ‫ﻨ‬ ْ‫آ‬ ُ ‫ن‬ ْ‫ا‬ ِ‫ء‬ ِ‫ﻻ‬ َ‫ﺆ‬ ُ‫ه‬ َ ‫ء‬ ِ ‫ﻤﺎ‬ َ‫ﺳ‬ ْ‫ﺄ‬ َ‫ﺑ‬ ِ

34

Abdul Fattah Jalal, Azas-Azas Pendidikan Islam (Bandung: Diponegoro,1988), hlm.28

47

“Dan dia

mengajarkan kepada Adam nama-nama(benda-benda)

seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar”. (Q.S. Al-Baqarah: 31) 35 Firmannya lagi:

‫ﻦ‬ ْ‫ﻣ‬ ِ ‫ﻨﺎ‬ َ‫ﻴ‬ ْ‫ﺗ‬ ِ‫و‬ ْ‫ا‬ ُ‫و‬ َ‫ﺮ‬ ِ‫ﻴ‬ ْ‫ﻄ‬ ‫ﻖ اﻟ ﱠ‬ َ‫ﻄ‬ ِ‫ﻨ‬ ْ‫ﻣ‬ َ ‫ﻨﺎ‬ َ‫ﻤ‬ ْ‫ﻠ‬ ‫ﻋﱢ‬ ُ ‫س‬ ُ ‫ﻨﺎ‬ ‫ﻬﺎاﻟ ﱠ‬ َ‫ﻳ‬ ‫أﱡ‬ َ ‫ﻳﺂ‬ َ‫ل‬ َ ‫ﻗﺎ‬ َ‫و‬ َ‫د‬ َ‫و‬ ُ ‫دا‬ َ ‫ن‬ ُ ‫ﻤﺎ‬ َ‫ﻴ‬ ْ‫ﻠ‬ َ‫ﺳ‬ ُ ‫ث‬ َ ‫ر‬ ِ‫و‬ َ‫و‬ َ ٍ‫ﻲ‬ ْ ‫ﺷ‬ َ ‫ﻞ‬ ‫آﱢ‬ ُ (١٦:‫ﻦ )اﻟﻨﻤﻞ‬ ُ‫ﻴ‬ ْ‫ﺒ‬ ِ‫ﻤ‬ ُ ‫ﻞ اﻟ‬ ُ‫ﻀ‬ ْ ‫ﻔ‬ َ ‫ﻮاﻟ‬ َ‫ﻬ‬ ُ‫ﻟ‬ َ ‫ﺬا‬ َ‫ه‬ َ ‫ن‬ ‫اﱠ‬ ِ P‫ﻗﻠﻲ‬P ‫ء‬
“Dan Sulaiman telah mewarisi Daud, dan dia berkata: “Hai manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu karunia yang nyata.” (Q.S. An-Naml: 16) 36 Kata “‘allama” pada kedua ayat tadi mengandung pengertian sekedar memberi tahu atau memberi pengetahuan, tidak mengandung arti pembinaan kepribadian Nabi Sulaiman melalui burung, atau membina kepribadian Nabi Adam melalui nama benda-benda. Lain halnya dengan pengertian “rabba”, “addaba” dan sebangsanya.37 Sedangkan pengertian pendidikan agama Islam secara istilah seperti yang telah diungkapkan oleh beberapa pakar pendidikan: menurut Zakiyah Daradjat pendidikan agama Islam adalah suatu usaha untuk membina dan mengasuh peserta didik agar senantiasa dapat memahami ajaran Islam secara

35 36 37

Al-Qur’anul Al-Karim dan Terjemahnya, op.cit., hlm.6 Al-Qur’anul Al-Karim dan Terjemahnya, Ibid., hlm 301 Zakiyah Daradjat,dkk. op.cit., hlm.2

48

menyeluruh. Lalu menghayati tujuan, yang pada akhirnya dapat mengamalkan serta menjadikan Islam sebagai pandangan hidup. Tayar Yusuf mengartikan pendidikan agama Islam sebagai usaha sadar generasi tua untuk mengalihkan pengalaman, pengetahuan, kecakapan dan keterampilan kepada generasi muda agar kelak menjadi manusia bertaqwa kepada Allah swt. Sedangkan menurut A. Tafsir Pendidikan Agama Islam adalah bimbingan yang diberikan seseorang kepada seseorang agar ia berkembang secara maksimal sesuai ajaran Islam.38 Di dalam GBPP PAI di sekolah umum, dijelaskan bahwa pendidikan agama Islam adalah usaha sadar untuk menyiapkan siswa dalam meyakini, memahami dan menghayati, dan mengamalkan agama Islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan dengan memperhatikan tuntutan untuk menghormati agama dalam hubungan kerukunan antar umat beragama dalam masyarakat untuk mewujudkan persatuan nasional.39 2. Tujuan dan Fungsi Pendidikan Agama Islam Secara umum, pendidikan agama Islam bertujuan untuk

“meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan peserta didik tentang agama Islam, sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah swt. serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.”

Abdul Majid dan Dian Andayani, Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi: Konsep dan Implementasi Kurikulum 2004 (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2005), hlm.130 Muhaimin, Paradigma Pendidikan Islam: Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2001), hlm. 75
39

38

49

Dari tujuan itu dapat ditarik beberapa dimensi yang hendak ditingkatkan dan dituju oleh kegiatan pendidikan agama Islam, yaitu: (1) dimensi keimanan peserta didik terhadap ajaran agama Islam, (2) dimensi pemahaman atau pelajaran (intelektual) serta keilmuan peserta didik terhadap ajaran agama Islam, (3) dimensi penghayatan atau pangalaman bathin yang dirasakan peserta didik dalam menjalankan ajaran Islam, dan (4) dimensi pengamalannya, dalam arti bagaimana ajaran Islam yang telah diimani, difahami dan dihayati oleh peserta didik itu mampu diamalkan dalam kehidupan pribadi, sebagai manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah swt. dan berakhlak mulia, serta diaktualisasikan dalam kehidupan

bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.40 Adapun tujuan pendidikan agama Islam menurut beberapa ahli atau tokoh pendidikan Islam sebagai berikut: Imam al-Ghozali berpendapat bahwa tujuan pendidikan Islam yang hendak dicapai adalah; pertama, kesempurnaan manusia, yang puncaknya adalah dekat dengan Allah. Kedua, kesempatan manusia, yang puncaknya kebahagiaan di dunia dan akhirat. Karena itu, pendidikan tersebut berusaha mengajar manusia agar mampu menggapai tujuan-tujuan yang dirumuskan tadi. Jadi, menurut al-Ghozali ada dua tujuan pendidikan yang ingin dicapai sekaligus, pertama, kesempurnaan manusia yang bertujuan mendekatkan diri, dalam arti kualitatif kepada Allah swt., kedua, kesempurnaan manusia yang dimaksud adalah kebahagiaan di dunia dan akhirat. Untuk menjadikan insan
Muhaimin, dkk. Strategi Belajar Mengajar: Penerapannya Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama (Surabaya: Citra Media, 1996), hlm.2
40

supaya dapat menguasai profesi. Oleh karena itu. dan (e) menyiapkan pelajar dari segi professional. teknis. perasaan dan panca indera sehingga memiliki kepribadian yang utama. bahasa. dan keterampilan tertentu agar ia dapat mencapai rezeki dalam hidup di samping memelihara segi kerohanian. Menurut Marimba tujuan akhir pendidikan Islam adalah terbentuknya kepribadian muslim. imajinasi (fantasi). (d) menumbuhkan semangat ilmiah (scientific spirit) pada pelajar dan memuaskan keinginan dalam arti untuk mengetahui dan memungkinkan ia mengkaji ilmu. keilmiahan. mengamalkannya dan menghadapi berbagai cobaan yang mungkin terjadi dalam proses pendidikan itu. Dari beberapa pendapat tersebut di atas maka dapat ditarik suatu pengertian bahwa tujuan pendidikan Islam yaitu mencapai keseimbangan pertumbuhan diri pribadi manusia muslim secara menyeluruh melalui latihan kejiwaan. kecerdasan.50 kamil (manusia paripurna) tidaklah tercipta dalam sekejap mata. (b) persiapan untuk kehidupan dunia dan akhirat. (c) persiapan mencari rezeki dan pemeliharaan segi-segi kemanfaatan. intelektual. tetapi mengalami proses yang panjang dan ada prasyarat-prasyarat yang harus dipenuhi diantaranya mempelajari berbagai ilmu. pendidikan Islam harus mengembangkan seluruh aspek kehidupan manusia baik spiritual. Muhammad Athiyah al-Abrasi berpendapat bahwa tujuan pendidikan Islam secara umum sebagai berikut: (a) membantu pembentukan akhlak mulia. jasmani. Dengan uraian singkat. akal fikiran. dapat . serta mendorong aspek-aspek itu ke arah kebaikan atau kesempurnaan hidup.

51 difahami bahwa tujuan pendidikan Islam adalah meningkatkan taraf kehidupan manusia melalui seluruh aspek yang ada sehingga sampai kepada tujuan yang telah ditetapkan dengan proses tahap demi tahap.41 Kurikulum pendidikan agama Islam untuk sekolah/madrasah berfungsi sebagai berikut: 1. Manusia akan dapat mencapai kematangan hidup setelah mendapatkan bimbingan dan usaha melalui proses pendidikan. 3. Sekolah berfungsi untuk menumbuhkembangkan lebih lanjut dalam diri melalui bimbingan.8 41 . Penanaman nilai sebagai pedoman hidup untuk mencari kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Penyesuaian mental yaitu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya baik Zuhairini dan Abdul Ghofir. 2. Metodologi Pmebelajaran Pendidikan Agama Islam (Malang: Universitas Negeri Malang. yaitu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan peserta didik kepada Allah swt yang telah ditanamkan dalam lingkungan keluarga. Penyesuaian mental. yaitu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial dan dapat mengubah lingkungannya sesuai dengan ajaran agama Islam. 2004). Pengembangan. pengajaran dan pelatihan agar keimanan dan ketaqwaan tersebut dapat berkembang secara optimal sesuai dengan tingkat perkembangannya. Pada dasarnya dan pertama-tama kewajiban menanamkan keimanan dan ketaqwaan dilakukan oleh setiap orang tua dalam keluarga. hlm.

Feisal berpendapat bahwa terdapat beberapa pendekatan yang digunakan dalam memainkan fungsi agama Islam di sekolah: a. Pengajaran. yaitu untuk menyalurkan anak-anak yang memiliki bakat khusus di bidang agama Islam agar bakat tersebut dapat berkembang secara optimal sehingga dapat dimanfaatkan untuk dirinya sendiri dan bagi orang lain. tentang ilmu pengetahuan keagamaan secara umum (alam nyata dan nir-nyata). artinya pendekatan program pendidikan yang memberikan kemampuan kebijakan pada anak untuk memudidayakan nilai agama Islam. Perbaikan. Pencegahan. . 5. Pendekatan Meso. yaitu untuk menangkal hal-hal negatif dari lingkungannya atau dari budaya lain yang dapat membahayakan dirinya dan menghambat perkembangannya menuju manusia Indonesia seutuhnya. dan kelemahan-kelemahan peserta didik dalam keyakinan. yaitu untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan. 4. Penyaluran. b. kekurangankekurangan. 6. sistem dan fungsionalnya. pemahaman dan pengamalan ajaran dalam kehidupan sehari-hari. 7.52 lingkungan fisik maupun lingkungan sosial dan dapat mengubah lingkungannya sesuai dengan ajaran agama Islam. Pendekatan nilai universal (makro) yaitu suatu program yang dijabarkan dalam kurikulum.

Pembelajaran terkait dengan bagaimana (how to) membelajarkan siswa atau bagaimana membuat siswa dapat belajar dengan mudah dan terdorong oleh kemauannya sendiri untuk mempelajari apa (what to) yang Yang Mempengaruhi Pembelajaran Pendidikan teraktualisasikan dalam kurikulum sebagai kebutuhan (needs) siswa.42 3. Karena itu. dilakukan kegiatan untuk memilih. d. hlm. op. artinya pendekatan program pendidikan yang memberikan kemampuan kecukupan keterampilan seseorang sebagai professional yang mampu mengemukakan ilmu teori. Pendekatan Ekso. pembelajaran berupaya menjabarkan nilai-nilai yang terkandung dalam kurikulum dengan menganalisis tujuan pembelajaran dan karakteristik isi bidang studi pendidikan agama yang terkandung di dalam kurikulum.134 . informasi. yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. artinya program pendidikan yang memberikan kemampuan kebijakan pada anak untuk membudidayakan nilai agama Islam. menetapkan dan mengembangkan cara-cara (strategi) pembelajaran yang tepat untuk mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan sesuai kondisi yang ada agar kurikulum dapat diaktualisasikan dalam proses pembelajaran sehingga hasil belajar terwujud dalam diri peserta didik. yang menurut Sudjana disebut kurikulum ideal/potensial. Pendekatana Makro.53 c. 42 Abdul Majid dan Dian Andayani.cit. Faktor-Faktor Agama Islam. Selanjutnya..

penetapan. Ketiga komponen tersebut adalah (a) kondisi pembelajaran pendidikan agama.54 Dalam pembelajaran terdapat tiga komponen utama yang saling berpengaruh dalam proses pembelajaran pendidikan agama.3 Interelasi Variabel Pembelajaran Kondisi pembelajaran 1 2 Hasil pembelajaran Metode Pembelajaran a. Karena itu. Kondisi Pembelajaran Pendidikan Agama Adalah faktor-faktor yang mempengaruhi pengguanaan metode dalam meningkatkan hasil pembelajaran PAI. hlm. (b) metode pembelajaran pendidikan agama. Ketiga komponen tersebut memiliki interalisasi sebagaimana tergambar berikut: 43 Gambar 2. dan pengembangan metode pembelajaran 43 PAI. op. perhatian kita adalah berusaha Muhaimin.cit. dan (c) hasil pembelajaran pendidikan agama. Faktor kondisi ini berinteraksi dengan pemilihan..146 .

dan tingkat pertumbuhan dan perkembangan peserta didik. Dalam kegiatan penetapan metode pembelajaran PAI diperlukan perencanaan pembelajaran yang profesional. sumber belajar PAI yang tersedia. ditetapkan dan dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik bidang studi PAI. karakteristik peserta didik dan kendala pembelajaran PAI. karakteristik bidang studi PAI. semua cara dapat dimanipulasi oleh perancang atau pengembang pembelajaran. metode pembelajaran tidak dapat dimanipulasi maka metode atau cara tersebut berubah menjadi kondisi pembelajaran. Akan tetapi. yaitu strategi . jika suatu kondisi pembelajaran PAI dalam suatu situasi dapat dimanipulasi maka kondisi tersebut berubah menjadi metode pembelajaran PAI. metode pembelajaran PAI dapat berbeda-beda menyesuaikan dengan hasil pembelajaran dan kondisi pembelajaran yang berbeda-beda pula. Karena itu. yaitu tujuan pembelajaran PAI. Pada dasarnya. Sebaliknya. Metode Pembelajaran PAI Metode pembelajaran PAI didefinisikan sebagai cara-cara tertentu yang paling cocok untuk dapat digunakan dalam mencapai hasil-hasil pembelajaran PAI yang berada dalam kondisi pembelajaran tertentu.55 mengidentifikasi dan mendeskripsikan faktor-faktor yang termasuk kondisi pembelajaran. jika dalam suatu situasi. b. Semua metode pembelajaran tersebut dapat dipilih. Rancangan metode pembelajaran PAI dapat diklasifikasikan menjadi tiga.

c. Sedangkan desired out-comes merupakan tujuan yang ingin dicapai yang biasanya sering mempengaruhi keputusan perancang pembelajaran PAI dalam melakukan pilihan suatu metode pembelajaran yang paling baik untuk digunakan sesuai dengan kondisi pembelajaran yang ada. Indikator keberhasilan pembelajaran dapat diklasifikasikan menjadi tiga.149 . yaitu tingkat keefektifan. Actual out-comes adalah hasil belajar PAI yang dicapai peserta didik secara nyata karena digunaknnya suatu metode pembelajaran PAI tertentu yang dikembangkan sesuai dengan kondisi yang ada. efisiensi. op. Hasil Pembelajaran PAI Hasil pembelajaran PAI adalah mencakup semua akibat yang dapat dijadikan indikator tentang nilai dari penggunaan metode pembelajaran PAI di bawah kondisi pembelajaran yang berbeda. Hasil pembelajaran PAI dapat berupa hasil nyata (actual out-comes) dan hasil yang diinginkan (desired out-comes). hlm. dan kemenarikan pembelajaran PAI yang dikembangkan. Klasifikasi dan hubungan antar komponen yang mempengaruhi pembelajaran PAI tersebut dapat digambarkan dalam bagan berikut:44 44 Muhaimin.cit.56 penataan organisasi isi pembelajaran PAI. strategi penyampaian pembelajaran PAI.. dan strategi pengelolaan pembelajaran PAI.

57

Gambar 2.4 Pembagian Komponen Pembelajaran PAI

kondisi

Tujuan dan karakteristik bidang studi PAI

Kendala sumber belajar dan karakteristik bidang studi Strategi penyampaian pendidikan agama

Karakteristik peserta didik

metode

Strategi pengorganisasian pendidikan agama

Strategi pengelolaan pendidikan agama

hasil

Keefektifan, efesiensi, dan daya tarik pembelajaran PAI

C. Peningkatan Kualitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Dalam kamus besar bahasa Indonesia kualitas didefinisikan sebagai tingkat baik buruknya sesuatu, kadar atau mutu atau dapat juga dikatakan sebagai derajat atau taraf (kepandaian atau kecakapan, dan sebagainya).45 Sedangkan pembelajaran adalah upaya membelajarkan siswa untuk belajar. Kegiatan ini akan mengakibatkan siswa mempelajari sesuatu dengan cara lebih efektif dan efisien. Pembelajaran berasal dari kata belajar yang berarti suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil pengalaman. Tingkah laku dapat bersifat

45

W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka,1989)

hlm. 467

58

jasmaniah (kelihatan), dapat juga bersifat intelektual atau merupakan suatu sikap sehingga tidak mudah dilihat.46 Konsep pembelajaran menurut Corey dalam Syaiful Sagala adalah suatu proses di mana lingkungan seseorang secara disengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi-kondisi khusus atau menghasilkan proses terhadap situasi tertentu, pembelajaran merupakan subset khusus dari pendidikan. Secara sederhana pembelajaran mengandung arti setiap kegiatan yang dirancang untuk membantu seseorang mempelajari suatu kemampuan dan atau nilai yang baru.47 Dengan demikian kualitas pembelajaran adalah kualitas seorang guru baik kemampuan maupun pemahamannya terhadap interaksi belajar mengajar yang indikatornya dapat dilihat dari hasil prestasi belajar siswa, baik itu prestasi dalam menempuh ujian semester atau prestasi dalam menempuh ujian akhir. Dalam kaitannya dengan peningkatan kualitas pembelajaran PAI, maka tidak terlepas dari adanya beberapa faktor yang menjadi pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. 1. Faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI Yang dimaksud faktor pendukung adalah sesuatu yang dapat menjadikan pendidikan itu maju dan berhasil dengan baik sehingga apa yang menjadi tujuan pendidikan dapat dicapai. Sedangkan yang dimaksud dengan faktor

46 47

Muhaimin, dkk., op.cit., hlm. 44 Syaiful Sagala, Konsep dan Makna Pembelajaran (Bandung: Alfabeta, 2006), hlm. 61

59

penghambat adalah segala sesuatu yang dapat mengganggu jalannya pendidikan sehingga pendidikan tidak terwujud dengan baik.48 a. Faktor Pendukung 1. Faktor Peserta Didik Peserta didik dalam pendidikan Islam adalah setiap manusia yang sepanjang hayatnya selalu berada dalam perkembangan. Jadi, bukan hanya anak-anak yang sedang dalam pengasuhan dan pengasihan orang tuanya, bukan pula hanya anak-anak dalam usia sekolah. Pengertian ini didasarkan atas tujuan pendidikan yaitu manusia sempurna secara utuh, yang untuk mencapainya manusia berusaha terus menerus hingga akhir hayatnya.49 Kegiatan pembelajaran pendidikan agama Islam akan berjalan dengan lancar, efektif, dan efisien serta dapat mencapai tujuan pendidikan apabila peserta didik mengikuti pelajaran dengan tenang, memperhatikan penjelasan guru dengan seksama, belajar dengan rajin, mampu mengembangkan potensinya melalui diskusi-diskusi dengan temannya serta disiplin waktu. 2. Faktor Pendidik Pendidik tidak sama dengan pengajar sebab pengajar hanya sekadar menyampaikan materi pelajaran kepada peserta didik. Menurut UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS pada bab XI pasal 39 ayat 2 disebutkan bahwa pendidik merupakan tenaga professional yang bertugas
Hidayatul Fitriyah, Hubungan Kompetensi Guru Agama dengan Peningkatan Mutu pembelajaran di MAN Pasuran pada Mata Pelajaran PAI, Skripsi, Fakultas Tarbiyah UIN Malang 2005, hlm.36
49 48

Heri Noer Aly, Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1999), hlm. 113

(3) memiliki jiwa pendidik dan rasa kasih sayang kepada anak didiknya dan ikhlas jiwanya. Bagi guru Agama.cit. menilai hasil pembelajaran. Sedangkan pada pasal 42 ayat 1 disebutkan: pendidik harus memiliki kualifikasi minimum dan sertifikasi sesuai dengan jenjang kewenangan mengajar. yang oleh Direktorat Pendidikan Agama telah ditetapkan sebagai berikut: (1) memiliki pribadi mukmin. Faktor Alat Pendidikan Alat pendidikan adalah segala sesatu yang digunakan untuk mencapai tujuan dalam pendidikan. op. serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan Nasional. hlm. mengemukakan bahwa alat pendidikan adalah suatu tindakan atau 50 Zuhairini dan Abdul Ghofir.. (5) menguasai ilmu pengetahuan agama dan (6) tidak memiliki cacat rohaniah dan jasmaniyah dalam dirinya. muslim dan muhsin. disamping harus memiliki syarat-syarat tersebut. melakukan pembimbingan dan pelatihan serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat tertama bagi pendidik perguruan tinggi. (2) taat untuk menjalankan agama (menjalankan syari’at agama Islam.60 merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran. masih harus ditambah dengan syarat yang lain. Sutari Imam Barnadib. sehat jasmani dan rohani. dapat memberi contoh teladan yang baik kepada peserta didik). terutama didaktik dan metodik.18 .50 3. (4) mengetahui tentang dasar-dasar ilmu pengetahuan tentang keguruan.

hlm. Kurikulum seperti itu hanya mungkin. Sarana dan prasarana untuk ibadah. untuk itu pihak sekolah/madrasah harus menyediakan alat-alat pendidikan tersebut. sehingga penyampaian materi dari guru dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien d.cit. sehingga siswa dapat belajar secara mandiri dengan cara membaca buku. 4. Perpustakaan sekolah yang lengkap isinya. apabila bertopang dan mengacu pada dasar pemikiran yang Islami pula. Alat peraga dan media pendidikan yang lengkap.. tingkah laku dan pola pikir yang diharapkan serta berusaha pula mengangkat derajat hidup masyarakat mereka dan merealisasikan tujuan akhirnya. Sistem pendidikan Islam menuntut pengkajian kurikulum yang Islami pula yang tercermin dari sifat dan karakteristiknya. Faktor Kurikulum Kurikulum merupakan suatu program bagi unit periodisasi sekolah dalam rangka mengantar anak-anak kepada taraf pendidikan.61 perbuatan atau situasi atau benda yang dengan sengaja diadakan untuk mencapai suatu tujuan pendidikan. serta bertolak dari pandangan hidup serta 51 Hery Noer Aly. c.139 . Di mana alat pendidikan tersebut di antaranya adalah: a. op. Gedung sekolah yang memadai b.51 Alat pendidikan sangat menunjang proses pembelajaran PAI.

52 5. Secara keseluruhan struktur dan organisasi kurikulum hendaknya tidak bertentangan dan tidak menimbulkan pertentangan.. Mengenai fitrah insani ini diisyaratkan dalam hadits qudsi: (‫)اﻟﺤﺪﻳﺚ‬. hlm 273 52 ..” (al-hadis) b.62 pandangan tentang manusia (pandangan antropologis) serta diarahkan kepada tujuan pendidikan yang dilandasi kaidah-kaidah Islami. Faktor Lingkungan Abdurrahman an-Nahlawi. akan tetapi kemudian syaitan-syaitan membelokkan mereka.. Prinsip-prinsip dan Metoda pendidikan Islam (Bandung: Diponegoro. suatu kurikulum yang Islami perlu memperhatikan hal-hal di bawah ini: a.…. yaitu ikhlas.. 1992). Kurikulum hendaknya diarahkan untuk mencapai tujuan akhir pendidikan Islam.. dan terarah kepada pola hidup Islami. Perkembangan kurikulum hendaknya selaras dengan fitrah insani sehingga memiliki peluang untuk menyucikannya dan menjaganya dari penyimpangan. c. bahkan sebaliknya.‫ﺧﻠﻘﺖ ﻋﺒﺎدى ﺣﻨﻔﺎء ﻓﺎﺟﺘﺎﻟﺘﻬﻢ اﻟﺸﻴﺎﻃﻴﻦ‬ “Aku telah menciptakan hamba-hamba-Ku dalam keadaan hanif. Pentahapan serta pengkhususan kurikulum hendaknya memperhatikan periodisasi perkembangan peserta didik. taat dan beribadah kepada Allah. Untuk memenuhi kriteria tersebut.. d..

cit. yang selalu menunjukkan sikap dan perilaku yang simpatik dan memperlihatkan suri tauladan yang baik. Keluarga dan orang tua yang perhatian.. Faktor Pendidik Karakteristik seorang guru yang menjadi penghambat bagi peningkatan kualitas pembelajaran. Pengaruh tersebut di antaranya datang dari teman-teman sebayanya atau masyarakat sekitarnya. dan teman-teman sekelas.63 Lingkungan mempunyai peranan yang sangat penting terhadap berhasil tidaknya pendidikan agama.28 . op. Lingkungan akan dapat memberikan pengaruh yang positif maupun negatif terhadap pertumbuhan jiwa. karena perkembangan jiwa peserta didik itu sangat dipengaruhi oleh keadaan lingkungannya. di antaranya yakni: a. b.53 Faktor lingkungan yang mendorong peningkatan kualitas pembelajaran PAI di sekolah. suka tolong menolong (gotong royong). dan pola pendidikan yang diterapkan oleh orang tua dan keluarga yang demokratis tetapi terkendali. akhlak maupun perasaan agamanya. b. para staf administrasi. di antaranya adalah: 53 Zuhairini dan Abdul Ghofir. penuh kasih sayang. Kondisi masyarakat dan tetangga serta teman sepermainan yang baik. Lingkungan sosial di sekolah seperti guru. hlm. ramah tamah dan menganut asa kekeluargaan. c. Faktor Penghambat 1.

b. Peserta didik yang bermasalah (kurang disiplin. dsb. e. tidak mau menambah wawasan dan pengetahuannya. Guru yang tidak ikhlas dalam menyampaikan ilmu yang dia miliki dan semata-mata bersifat materialis. nakal. (disebabkan oleh permasalahan kecerdasannya). Pemahaman dan kemampuan anak didik yang cenderung tidak sama. c.) c. Guru yang tidak bersikap dinamis. Guru yang tidak berakhlak mulia dan tidak dapat memberikan contoh teladan kepada murid-muridnya. b. Guru yang tidak mempunyai sifat penyabar dan pemaaf. Faktor Peserta Didik Kondisi peserta didik yang dapat menjadi penghambat adalah: a. 3. Kondisi ini akan menghambat pembelajaran PAI. d. Faktor Alat Pendidikan Sedangkan alat pendidikan/fasilitas/sarana yang dapat menghambat peningkatan kualitas pembelajaran PAI adalah: dalam keluarganya atau karena IQ serta . Anak didik yang kurang bersungguh-sungguh dalam belajar agama.64 a. 2. Peserta didik yang mengalami kesulitan belajar. suka mengganggu temannya. Jadi ada yang berkemampuan tinggi dan ada yang lemah. d. Guru yang tidak menguasai bahan pelajaran yang akan diberikan.

d. sehingga tidak bisa membangun masyarakat muslim di lingkungan sekolah. Minimnya dana pendidikan sehingga menyebabkan sulitnya pengadaan sarana pendidikan agama yang dibutuhkan. Kurikulum tidak memperhatikan aspek-aspek tingkah laku amaliah Islami. Metode pendidikan/pengajaran dalam kurikulum kurang bersifat luwes. dalam arti bahwa ia tidak dapat dilaksanakan sesuai situasi dan kondisi yang terdapat di sekolah tersebut. sehingga kurang mendukung tercapainya tujuan pendidikan agama. sehingga tidak dapat disesuaikan dengan berbagai kondisi dan situasi setempat. Gedung sekolah yang kurang terawat b. Kurikulum kurang memperhatikan tingkat perkembangan siswa yang bersangkutan. Kurangnya manajemen sarana dan prasarana. d. Faktor Kurikulum Mayoritas kurikulum yang seringkali menjadi penghambat bagi peningkatan kualitas pembelajaran PAI adalah kurikulum yang mempunyai sifat: a. c. Kurikulum tidak realistis. b. Dengan kondisi seperti itu maka . Minimnya sarana dan prasarana yang mendukung proses pembelajaran PAI. 4. c. seperti pendidikan untuk berjihad dan menyebarkan dakwah Islamiyah.65 a.

serta sikap seorang guru yang tidak memberikan contoh tauladan yang baik. syi’ar. 2. 5. (2) Orang tua dan keluarga yang tidak menjalankan ajaran agama dengan baik serta kurang kasih sayang terhadap anak-anaknya. Faktor Lingkungan Sedangkan faktor penghambat pelaksanaan peningkatan kualitas pembelajaran PAI adalah : (1) masyarakat sekolah yang tidak mencerminkan lingkungan pendidikan. baik dalam kehidupan individual para pelajar maupun dalam hubungan sosial mereka dan perlawatan mereka dalam rangka berdakwah kepada Allah SWT. masyarakat dan tetangga yang acuh tak acuh terhadap ajaran agama. (3) Adanya lingkungan sekitar. Sifat. ajaran dan adab Islami. maka peningkatan materi perlu mendapatkan perhatian karena dengan lengkapnya materi yang diberikan tentu akan menambah lebih luas pengetahuan. Materi pelajaran tidak boleh menyimpang dari tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Upaya-upaya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI a.66 akan sulit mewujudkan seluruh rukun. dan (4) masyarakat sekitar yang cenderung individualis dan tidak mau gotong royong. metode pendidikan. isi dan bobot materi pelajaran yang akan . Peningkatan Materi Dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam.

op. Materi dan bahan pengajaran ditetapkan dengan mengacu pada tujuan-tujuan instruksional yang ingin dicapai. hlm 58 Syaiful Sagala. (2) materi pelajaran hendaknya sesuai dengan tingkat pendidikan dan perkembangan siswa pada umumnya. Bukan dalam arti menarik perhatian karena pakaiannya yang seronok..55 b. op. metode yang digunakan. keterampilan memanfaatkan media sampai kepada penggunaan bahasa yang baik dan benar. 162 . Pemanfaatan Metode yang Bervariasi 54 55 Zuhairini dan Abdul Ghofir.54 Sebagaimana seorang pemain sandiwara menarik perhatian penonton..cit. hlm. dan merupakan bahan yang betul-betul penting. dan (4) materi pelajaran hendaknya mencakup hal-hal yang bersifat faktual maupun konseptual. demikian pula seorang guru harus mampu menarik perhatian dalam kelas.67 diajarkan harus disesuaikan dengan tingkat kematangan anak dan kemampuannya untuk menerima bahan atau materi tersebut. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menetapkan materi pelajaran (1) materi pelajaran hendaknya sesuai dengan atau dapat menunjang tercapainya tujuan instruksional. Materi yang diberikan bermakna bagi para siswa.cit. (3) materi pelajaran hendaknya terorganisasi secara sistematik dan berkesinambungan. akan tetapi karena penguasaannya terhadap bahan atau materi pelajaran yang ia sajikan. baik dilihat dari tujuan yang ingin dicapai maupun fungsinya untuk mempelajari bahan berikutnya.

. Untuk mencapai tujuan tersebut pengajar harus menggunakan beberapa metode mengajar yang bervariasi.. Artinya seorang pengajar harus mempunyai tujuan dalam kegiatan pengajarannya. oleh semua guru. Mengingat kegiatan belajar mengajar merupakan kegitan yang komplek maka hampir tidak mungkin untuk menunjukkan dan menyimpulkan salah satu metode belajar mengajar tertentu lebih unggul daripada metode belajar mengajar yang lainnya dalam usaha mencapai semua tujuan. dan untuk selamanya. mendidik jiwa dan membangkitkan semangat. tetapi kegiatan itu tidak akan ada gunanya jika tidak mengarah kepada tujuan tertentu. yang paling penting dan paling menonjol adalah: 56 Muhaimin. dkk.56 Dalam al-Qur’an dan Sunnah Nabi saw dapat ditemukan berbagai metode pendidikan yang sangat menyentuh perasaan. Di antara metode-metode itu. untuk semua mata pelajaran. Belajar mengajar merupakan kegiatan yang komplek.68 Menyampaikan bahan pelajaran berarti melaksanakan beberapa kegiatan. untuk semua murid.cit. suatu kedudukan yang belum pernah dirasakan oleh umat-umat lain di muka bumi. hlm. dalam semua situasi dan kondisi. Metode tersebut mampu menggugah puluhan ribu kaum mu’minin untuk membuka hati umat manusia agar dapat menerima petunjuk dari ilahi dan kebudayaan Islami. op. karena itu setiap pengajar menginginkan pengajarannya dapat diterima sejelas-jelasnya oleh para peserta didiknya.81 .

69 1. pendidik. Pemanfaatan Fasilitas (Sarana dan Prasarana) Setiap proyek yang hendak dilaksanakan mempunyai sarana-sarana yang sesuai dengannya dan akan mewujudkan tujuannya. Mendidik dengan amtsal (perumpamaan) Qur’ani dan Nabawi 4. Mendidik dengan memberi teladan 5. keluarga dan sekolah. seperti masjid. Ada pula saranasarana maknawi dan psikhis. Metode hiwar (percakapan) Qur’ani dan Nabawi 2.283 . seperti mendidik melalui cerita. Mendidik dengan mengambil ibrah (pelajaran) dan mau’idhah (peringatan) 7. hlm. Mendidik dengan pembiasaan diri dan pengamalan 6. Pendidikan mempunyai berbagai sarana material atau manusiawi yang mempunyai dampak maknawi.. 57 Abdurrahman an-Nahlawi. Mendidik dengan targhib (membuat senang) dan tarhib (membuat takut). Mendidik dengan kisah-kisah Qur’ani dan Nabawi 3.op. yaitu tujuan yang diserukan oleh Allah swt.57 c. bahan-bahan bangunan dan para pekerja. Sarana-sarana ini disebut “alat pendidikan”. dialog. Demikian pula pendidikan merupakan satu proyek yang bertujuan mengarahkan dan memelihara perkembangan generasi manusia. agar kita menjadi sebaik-baik umat yang dikeluarkan demi kepentingan manusia. membutuhkan mesin-mesin.cit. guna merealisasikan tujuan akhir umat. para arsitektur. Mendirikan sebuah bangunan besar umpamanya.

189 Zuhairini dan Abdul Ghofir. atau melalui pemberian teladan. selama dan sesudah suatu proses pembelajaran. hlm. membuat perumpamaan dengan bendabenda terindera. Sarana-sarana maknawi ini disebut “metode pendidikan”. misalnya karakteristik siswa.58 d.70 berdebat dengan cara terbaik. Evaluasi adalah alat untuk mengukur sampai di mana penguasaan murid terhadap pendidikan yang telah diberikan.122 .cit. Evaluasi dilakukan sebelum. op. metode dan materi pembelajaran yang digunakan. keterampilan dan sikap sesudah mengikuti program pengajaran. ibid. kemampuan siswa. hlm. Feed back atau umpan balik 58 59 Abdurrahman an-Nahlawi. Evaluasi sebelum proses pembelajaran. Ruang lingkup pendidikan agama mencakup penilaian terhadap kemajuan belajar (hasil belajar) murid dalam aspek pengetahuan. baik dalam penyampaian materi maupun strategi pendekatan yang digunakan.. Mengadakan Evaluasi Yang dimaksud dengan evaluasi pendidikan agama ialah suatu kegiatan untuk menentukan taraf kemajuan suatu pekerjaan di dalam pendidikan agama.59 Evaluasi adalah suatu proses yang berlangsung secara berkesinambungan. Evaluasi selama proses pembelajaran adalah evaluasi yang digunakan untuk melacak dan memperbaiki masalah belajar mengajar serta kesulitannya.

Dalam kondisi semacam itu. (2) kontinuitas. Timbulnya kerusuhan sosial. op. Kenapa 60 61 62 Syaiful Sagala. masyarakat rupanya masih berharap besar sekaligus menunggu-nunggu jasa dan peran yang disumbangkan oleh agama.71 diberikan melalui tes-tes formatif. dan (4) diagnostis.61 3..164 Zuhairini dan Abdul Ghofir.cit. op. Penanganan yang serba lamban terhadap persoalan-persoalan tersebut ternyata dapat menyebabkan kerawanankerawanan sosial.62 Terutama khususnya pembelajaran pendidikan agama di sekolah. hlm..cit. (3) placement.86 . dapat dilakukan secara formatif dan sumatif. hlm. Macam-macam jenis evaluasi hasil belajar dalam proses belajar mengajar pendidikan agama di sekolah dapat dibedakan ke dalam : (1) formatif.cit. op. (2) sumatif. Evaluasi pencapaian hasil belajar siswa.125 Muhaimin. Implikasi manajemen sarana dan prasarana pendidikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran PAI Meledaknya jumlah pengangguran sebagai akibat dari PHK dan terbatasnya jumlah lapangan kerja. Adapun prinsip-prinsip pelaksanaan evaluasi itu adalah: (1) komprehensif.. hlm. unjuk rasa yang dibarengi dengan tindakan brutalisme dan sebagainya adalah akibat dari kelambanan dalam mengantisipasi berbagai krisis tersebut. semakin menjamurnya tindakan kriminal. dan (3) objektifitas.60 Dalam memberikan evaluasi hasil belajar dalam proses belajar mengajar pendidikan agama harus didasarkan prinsip pelaksanaan.

63 Karena pembelajaran pendidikan agama masih mendapat kritik pedas dari para ahli pendidikan itu berarti kualitas pembelajaran pendidikan agama harus ditingkatkan. Karena dengan adanya manajemen sarana dan prasarana maka sarana dan prasarana yang ada di suatu lembaga diusahakan dalam keadaan siap pakai (ready for use) walaupun dalam jumlah yang minim. Dalam rangka mengantisipasi berbagai persoalan yang ada dalam dunia pendidikan saat ini. Lain daripada itu melalui manajemen sarana dan prasarana diharapkan semua perlengkapan yang didapatkan oleh 63 Muhaimin. Karena tanpa adanya sarana dan prasarana yang memadai maka pembelajaran tidak akan berjalan efektif dan efisien. Di dalam pengelolaan sarana dan prasarana maka dibutuhkan sebuah proses manajemen yang baik. maka pembelajaran pendidikan agama di sekolah harus menunjukkan kontribusinya. Banyak faktor yang menjadi pendukung adanya peningkatan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam di antaranya adalah faktor sarana dan prasarana. Ibid.. Tujuan pembelajaran yang telah ditentukan pun akan sulit tercapai. Pengadaan sarana dan prasarana juga dapat diupayakan melalui sistem perencanaan yang hati-hati dan seksama.88 . hlm.72 agama. karena di dalam agama sarat akan dimensi moralitas dan spiritualitas. Hanya saja perlu disadari bahwa selama ini terdapat berbagai kritik terhadap pelaksanaan pendidikan agama yang sedang berlangsung di sekolah. dan atau normatifitasnya maupun historisitasnya. baik secara konseptual maupun aktualitasnya.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwasannya besar sekali manfaat dari manajemen sarana dan prasarana. sesuai dengan kebutuhan sekolah. . dan dengan dana yang efisien.73 sekolah adalah sarana dan prasarana pendidikan yang berkualitas tinggi. Sangat jelas bahwasannya manajemen sarana dan prasarana mempunyai peranan dalam proses peningkatan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam. Walaupun perlengkapan di sebuah lembaga pendidikan tidak begitu lengkap tetapi jika manajemennya bagus maka pembelajaran pendidikan agama akan berjalan dengan lancar.

Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: Remaja Rosdakarya. tetapi hanya menggambarkan “apa adanya” tentang suatu variabel. yaitu keadaan gejala menurut apa adanya pada saat penelitian dilakukan. Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kualitatif. (2002) penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang diamati. Ada beberapa jenis penelitian 1 L. gejala atau keadaan. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi mengenai status suatu gejala yang ada. hlm 3 .1 Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif. karena dengan pendekatan deskriptif akan dihasilkan data yang berupa kata-kata.74 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A.J Moleong. Menurut Bogdan dan Taylor dalam Moleong L. 2002). Kirk dan Miller mendefinisikan bahwa penelitian kualitatif adalah tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan pada manusia dalam kawasannya sendiri dan berhubungan dengan orang-orang tersebut dalam bahasanya dan dalam peristilahannya. Sejalan dengan definisi tersebut. sebagaimana ciri-ciri yang ada dalam penelitian kualitatif. pendekatan ini diarahkan pada latar dan individu tersebut secara holistik (utuh). Penelitian deskriptif tidak dimaksudkan untuk menguji hipotesis tertentu.J. Menurut mereka.

309 L. penelitian tindak lanjut (follow-up studies). B. 2 Dan penelitian ini termasuk dalam kategori studi kasus (case studies). analisis dokumen (documentary analyses) dan penelitian konvensional (correlation studies).J Moleong. dapat menyesuaikan diri. Ciri-ciri umum manusia sebagai instrumen mancakup segi responsif. memproses data secepatnya. Manajemen Penelitian (Jakarta: Rineka Cipta.. analisis. menekankan keutuhan. Sebagaimana diungkapkan oleh L. penafsir data. hlm.J Moleong “Kedudukan peneliti dalam penelitian kualitatif cukup rumit. dan memanfaatkan kesempatan untuk mengklasifikasikan dan mengikhtisarkan. 1995). Kehadiran Peneliti Dalam penelitian kualitatif kehadiran peneliti mutlak diperlukan. ia sekaligus merupakan perencana pelaksana pengumpulan data. op.3 2 Suharsimi Arikunto. mendasarkan diri atas pengetahuan. studi kasus (case studies). penelitian perkembangan (developmental studies). hlm. Pengertian instrumen atau alat penelitian di sini tepat karena ia menjadi segalanya dari keseluruhan proses penelitian. 121 3 . dan pada akhirnya ia menjadi pelapor hasil penelitiannya”. dan memanfaatkan kesempatan mencari respon yang tidak lazim atau idiosinkratik.75 yang dapat dikategorikan sebagai penelitian deskriptif yaitu : penelitian survai (survey studies). Hal ini dikarenakan instrumen penelitian dalam penelitian kualitatif adalah peneliti itu sendiri.cit.

Kualitas pembelajaran yang ditawarkan juga mengalami peningkatan. walau menduduki peringkat kedua namun sekolah ini tetap menjadi favorit bagi masyarakat di wilayah kecamatan Turen dan sekitarnya. penambahan kelas-kelas sebagai ruang belajar mengajar dan perlengkapan sarana pendidikan. Malang terus mengalami kemajuan yang berarti. Sekolah ini merupakan sekolah unggulan ke-2 setelah SMP Negeri 01 di Kecamatan Turen. Sumber Data Yang dimaksud dengan sumber data dalam penelitian adalah subyek dari mana data dapat diperoleh. namun kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di sebuah lembaga pendidikan milik negara yaitu SMP Negeri 02 Turen Kab. Karena setiap tahunnya SMP Negeri 02 Turen Kab. Kecamatan Turen. Raya 8A Kedok. Alasan peneliti mengambil lokasi di sekolah ini dikarenakan dari tahun ke tahun SMP Negeri 02 Turen Kab. terutama pendidikan agama Islam. Malang dapat dikatakan cukup baik. Apabila peneliti menggunakan kuesioner atau . Walaupun guru agama sebenarnya hanya 1 orang dan dibantu oleh 1 orang guru BP. Kabupaten Malang. dimulai dari perbaikan jalan menuju ke sekolah. Salah satu faktor penunjangnya yakni sarana dan prasarana yang sudah memadai.76 C. tempat ibadah yang awalnya hanya setaraf musholla seiring dengan kemajuan SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang mampu mencetak out-put yang berkualitas. Malang sekarang sudah menjadi Masjid. Malang. D. yang terletak di Jln.

ruang guru. kantor staff sekolah. Dalam penelitian ini sumber data yang berupa person adalah. Apabila peneliti menggunakan dokumentasi. baik pertanyaan tertulis maupun lisan. angka. yaitu sumber data yang dapat memberikan data berupa jawaban lisan melalui wawancara atau jawaban tertulis melalui angket. Masjid. dan Guru PAI Place : sumber data berupa tempat. Apabila peneliti menggunakan teknik observasi. hlm. kantor kepsek. maka sumber data disebut responden yaitu orang yang merespon atau menjawab pertanyaan-pertanyaan peneliti. gambar. 107 4 . yaitu sumber data yang menyajikan tampilan berupa keadaan diam dan bergerak. 2002). Dalam penelitian ini yang berperan sebagai sumber data berupa place adalah gedung sekolah. singkatan dari bahasa Inggris.77 wawancara dalam pengumpulan datanya. Prosedur Penelitian “Suatu Pendekatan Praktek (Jakarta: Rineka Cipta. yaitu: Person : sumber data berupa orang. Urusan Sarana dan Prasarana. maka dokumen atau catatanlah yang menjadi sumber data. kantor TU. 4 Untuk mempermudah mengidentifikasi sumber data maka sumber data dalam penelitian ini dapat diklasifikasikan menjadi 3 dengan huruf depan P. Peneliti mengambil data dari file-file yang berada di Suharsimi Arikunto. yaitu sumber data yang menyajikan tanda-tanda berupa huruf. Urusan kurikulum. dan kelas-kelas untuk pelaksanaan proses belajar mengajar Paper : sumber data berupa simbol. atau simbol-simbol yang lain. Kepala Sekolah. maka sumber datanya bisa berupa benda gerak atau proses sesuatu.

atau suatu studi yang disengaja dan sistematis tentang keadaan/fenomena sosial dan gejala-gejala psikis dengan jalan mengamati dan mencatat. Metode Observasi / Pengamatan Observasi atau pengamatan digunakan dalam rangka mengumpulkan data dalam suatu penelitian. formulir dan alat 5 Sumadi Suryabrata. Malang. E. merupakan hasil perbuatan jiwa secara aktif dan penuh perhatian untuk menyadari adanya sesuatu rangsangan tertentu yang diinginkan. 92 . data siswa. Seperti dokumentasi mengenai data para guru dan karyawan. Yang dilakukan waktu pengamatan adalah mengamati gejala-gejala sosial dalam kategori yang tepat. mengamati berkali-kali dan mencatat segera dengan memakai alat bantu seperti alat pencatat. Prosedur Pengumpulan Data Kualitas data ditentukan oleh kualitas alat pengambil data atau alat pengukurnya. Kalau alat pengambil datanya cukup reliabel dan valid.78 dokumentasi sekolah dan dijadikan sebagai sumber data. Metodologi Penelitian (Jakarta: Rajawali.5 Dalam Penelitian ini peneliti menggunakan 3 metode yang sudah lazim di gunakan dalam penelitian kualitatif deskriptif. diantaranya adalah: a. hlm. 1990). dan data inventaris sarana dan prasarana pendidikan yang ada di SMP Negeri 02 Turen Kab. maka datanya juga akan cukup reliabel dan valid. Selain itu metode serta cara dalam pengambilan data juga harus diperhatikan.

Malang. Suharsimi Arikunto (2002) menjelaskan bahwasannya interview bebas terpimpin yaitu kombinasi dari interview bebas dan interview terpimpin. hlm.79 mekanik.6 Metode ini digunakan peneliti untuk mengamati kondisi fisik dan non fisik yang berupa gedung. peneliti menggunakan metode interview dalam bentuk interview bebas terpimpin. serta sarana kerja kepala sekolah dan tenaga edukatif dalam rangka mengembangkan lembaga sekolah selanjutnya. 132 hlm 63 7 8 . op. hlm.8 Dalam melaksanakan interview. b. pewawancara membawa pedoman yang hanya merupakan garis besar tentang hal-hal yang akan ditanyakan. Metode Penelitian: Suatu Pendekatan Proposal (Jakarta: Bumi Aksara. 64 Suharsimi Arikunto. Ibid. skala penilaian atau alat mekanik seperti tape recorder dan lainnya. Wawancara ini dapat dipakai untuk melengkapi data yang diperoleh melalui observasi.. 6 Mardalis. Metode interview/wawancara Wawancara adalah teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti untuk mendapatkan keterangan-keterangan lisan melalui bercakap-cakap dan berhadapan muka dengan orang yang dapat memberikan keterangan pada peneliti.cit. sarana dan prasarana penunjang pendidikan Agama Islam dan kegiatan belajar mengajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 02 Turen Kab.7 Dalam penelitian ini. 1999). Mardalis. Dalam pelaksanaannya digunakan alat Bantu seperti checklist.

135 . Dan juga berbagai kegiatan ekstrakulikuler yang dilaksanakan di SMP Negeri 02 Turen Kab. c. Dokumentasi. Malang. bagaimana proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 02 Turen Kab. majalah. Malang. serta bagaimana hasil peningkatan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 02 Turen Kab. peraturan-peraturan. Malang . data guru serta data siswa SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan. dokumen. data karyawan. Malang. yang artinya barang-barang tertulis. seperti buku-buku. 9 L.cit. Malang. Metode Dokumentasi Dalam mengadakan penelitian yang bersumber pada tulisan peneliti menggunakan metode dokumentasi.80 Data yang diperoleh dengan metode interview ini mengenai informasi tentang sarana dan prasarana apa saja yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 02 Turen Kab.J Moleong. dari asal katanya dokumen. Di dalam melaksanakan metode dokumentasi..9 Dengan metode ini peneliti mendapatkan data-data mengenai kondisi obyektif SMP Negeri 02 Turen Kab. catatan harian dan lain sebagainya. op. hlm. peneliti menyelidiki benda-benda tertulis. notulen rapat.

Agar hasil penelitian dapat tersusun sistematis.10 Tujuan analisa di dalam penelitian adalah menyempitkan dan membatasi penemuanpenemuan hingga menjadi suatu data yang teratur. dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh data. dengan mereduksi data yaitu merangkum. Metodologi Riset (Yogyakarta: FE UII..11 Proses analisis data dianjurkan agar secepatnya dilakukan oleh peneliti.81 F. mendisplay data yaitu menyajikan data yang dilakukan dalam bentuk uraian singkat. yaitu kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang bersifat kredibel dan dapat menjawab rumusan masalah yang dikemukakan sejak awal. maka langkah peneliti dalam menganalisis data adalah. 87 11 . 1983). Kedua. ibid. tabel dan sejenisnya. 103 Marzuki. hlm. memilih hal-hal yang pokok dan memfokuskan pada hal-hal yang penting. Dan ketiga melalui verifikasi/ penarikan kesimpulan. serta tersusun dan lebih berarti. 10 L. jangan menunggu sampai data itu menjadi dingin bahkan membeku atau malah menjadi kadaluwarsa. pertama. Pekerjaan menganalisis data memerlukan usaha pemusatan perhatian dan pengerahan tenaga fisik dan fikiran peneliti. Analisis Data Analisis data adalah proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola. hlm.J Moleong. kategori.

Ada empat kriteria yang digunakan. Untuk menetapkan keabsahan (trustworthiness) data diperlukan teknik pemeriksaan. dan membangun kepercayaan subyek. ibid. yaitu: 1. hlm. yaitu derajat kepercayaan (credibility). dalam proses pengecekan keabsahan data pada penelitian ini harus melalui beberapa teknik pengujian data. baik yang berasal dari diri sendiri maupun dari responden. banyak di antaranya terjadi tanpa 12 L.J Moleong. Pelaksanaan teknik pemeriksaan didasarkan atas sejumlah kriteria tertentu. dan kepastian (confirmability). 173 . kebergantungan (dependability). keteralihan (transferability)..12 Pengecekan keabsahan data merupakan suatu langkah untuk mengurangi kesalahan dalam proses perolehan data penelitian yang tentunya akan berimbas terhadap hasil akhir dari suatu penelitian. Distorsi dapat berasal dari responden. karena kegiatan ini merupakan pembuktian bahwa apa yang telah diamati/data yang diperoleh sesuai dengan apa yang sesungguhnya menjadi kenyataan.82 G. Perpanjangan keikutsertaan juga menuntut peneliti agar terjun ke dalam lokasi dan dalam waktu yang cukup panjang guna mendeteksi dan memperhitungkan distorsi yang mungkin mengotori data. Maka dari itu. Adapun teknik pengecekan keabsahan yang digunakan dalam penelitian ini. Pengecekan Keabsahan Data Pengecekan keabsahan data/validitas dalam suatu penelitian sangat penting dan harus dilakukan. Perpanjangan Keikutsertaan Dengan perpanjangan keikutsertaan peneliti dapat menguji ketidakbenaran informasi yang diperkenalkan oleh distorsi.

Triangulasi Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. Hal itu mungkin dapat disebabkan oleh tekanan subyek atau sponsor atau barangkali juga ketidaktoleransian subyek. Peneliti hendaknya mengadakan pengamatan dengan teliti dan rinci secara berkesinambungan terhadap faktor-faktor yang menonjol. Di pihak lain perpanjangan keikutsertaan juga dimaksudkan untuk membangun kepercayaan para subyek terhadap peneliti dan juga kepercayaan diri peneliti sendiri. Ketekunan Pengamatan Maksud ketekunan pengamatan adalah untuk menemukan ciri-ciri dan unsur-unsur dalam situasi yang sangat relevan dengan persoalan atau isu yang sedang dicari dan kemudian memusatkan diri pada hal-hal tersebut secara rinci. 2.83 sengaja. Teknik triangulasi yang paling banyak digunakan ialah pemeriksaan melalui sumber lainnya. Kekurangtekunan pengamatan terletak pada pengamatan terhadap pokok persoalan yang dilakukan secara terlalu awal. Kemudian ia menelaahnya secara rinci sampai pada suatu titik sehingga pada pemeriksaan tahap awal tampak salah satu atau seluruh faktor yang ditelaah sudah dipahami dengan cara yang biasa. . atau sebaliknya peneliti terlalu cepat mengarahkan fokus penelitiannya walaupun tampaknya belum patut dilakukan demikian. 3.

penyidik dan teori.J Moleong. mencari beberapa buku untuk dijadikan sebagai referensi agar penelitian lebih fokus dan terarah. 175 . 13 L. metode. Tahap Pelaksanaan a.. Serta mengadakan pengamatan langsung terhadap ujian praktek agama kelas 3 guna mengetahui tentang hasil pembelajaran PAI. mengurus surat izin penelitian 3. ibid. sehingga data yang diperoleh lebih sistematis dan mendalam. Peneliti melaksanakan wawancara kepada para guru guna memperoleh data awal tentang pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen. membuat rancangan/desain penelitian 4. Bersamaan dengan itu peneliti melaksanakan observasi langsung terhadap pembelajaran PAI di kelas VII dan kelas VIII. observasi pendahuluan 2. 5. agar penelitian lebih efisien maka peneliti hanya mengamati kelas VII A dan kelas VIII C.13 H.84 Denzin (1978) membedakan empat macam triangulasi sebagai teknik yang memanfaatkan penggunaan sumber. Tahap-Tahap Penelitian Tahap Persiapan 1. membuat pedoman interview. hlm.

untuk mengetahui kualitas pembelajaran PAI serta hambatan yang sering dikeluhkan oleh guru PAI. Peneliti melakukan perpanjangan penelitian guna melengkapi data yang kurang hingga memenuhi target dan lebih valid data yang diperoleh. . Wawancara juga dilakukan kepada Urusan sarana dan prasarana guna mengetahui proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan yang ada di SMP Negeri 02 Turen. Peneliti melakukan pengecekan kembali terhadap data yang diperoleh dari penelitian agar dapat diketahui hal-hal yang masih belum terungkap atau masih terloncati. hambatanhambatan yang dialami selama proses belajar mengajar serta untuk mengetahui sarana yang digunakan dalam pembelajaran PAI dan prasarana yang ikut mendukung pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen. d.85 b. wawancara ini dilakukan untuk mengetahui upaya yang akan dan sedang dilakukan guna meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen. Peneliti melakukan wawancara yang lebih terarah dan mendalam. Wawancara dilanjutkan kepada Urusan Kurikulum. Wawancara yang terakhir ditujukan kepada guru PAI guna mengetahui metode yang digunakan dalam pembelajaran di kelas. c. wawancara ini ditujukan kepada Kepala SMP Negeri 02 Turen.

.86 Tahap Penyelesaian Pada tahap akhir atau tahap penyelesaian peneliti menyusun data yang telah dianalisis dan disimpulkan dalam bentuk karya ilmiah yaitu berupa laporan penelitian dengan mengacu pada peraturan penulisan karya ilmiah yang berlaku di UIN.

Di kecamatan Turen pada tahun 1985 hanya terdapat satu buah Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berstatus negeri yakni SMP Negeri 01 Turen yang terletak di Jln.87 BAB IV HASIL PENELITIAN A. Panglima Sudirman Turen. luas seluruh bangunan SMP Negeri 02 Turen adalah 1. Karena SMP Negeri 02 Turen ini di bawah naungan Departemen Pendidikan Nasional maka status kepemilikan tanahnya adalah milik pemerintah. Seiring dengan kemajuan zaman jumlah penduduk di Indonesia makin meningkat. Latar Belakang Obyek Penelitian 1. SMP Negeri 01 Turen tidak mampu menampung begitu banyaknya siswa baru yang berdatangan dari seluruh pelosok Kecamatan Turen. yakni seluas 12. Gambaran Umum Lokasi Penelitian SMP Negeri 02 Turen berlokasi di Desa Kedok Kecamatan Turen Kabupaten Malang.476 m2. Begitu pula dengan status bangunannya adalah milik pemerintah dan bukan milik yayasan atau pribadi dengan memakai surat ijin bangunan No.600 m2 . 2683 Tahun 1994 (Petikan Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Kab. Didirikan pada tanggal 22 November 1985 berdasarkan SK Menteri No. agar siswa yang tidak lolos Test masuk di SMPN 01 dapat bersekolah di SMP Negeri juga. . maka dari itu didirikan SMP Negeri 02 Turen. Malang). begitu pula dengan jumlah penduduk di Kecamatan Turen makin meningkat pula.5094/0/1985 dan beroperasi pada tahun yang sama.

Unggul dalam prestasi akademik 2. terampil. berbudi pekerti luhur berdasarkan iman dan taqwa ”.88 Selama perjalanannya SMP Negeri 02 Turen dipimpin oleh: 1. Bapak Drs. BA (1991-1994) 3. INDIKATOR: 1. Aktif dalam kegiatan kebersihan lingkungan b. Bapak Walujo. Bapak Drs. Meningkatkan pemberdayaan siswa agar lebih aktif dalam kegiatan Iman dan Taqwa . berdaya kreasi tinggi. Terampil dalam apresiasi seni dan olahraga 6. Budaya membaca dan membuat karya tulis 5. Unggul dalam imtaq 3. 2. SMP Negeri 02 Turen berpegang teguh pada visi dan misi yang telah ditetapkan pada awal beroperasinya sekolah ini. Misi SMP Negeri 02 Turen 1. Ibu Wulan Cahyani (1985-1991) 2. Meningkatkan profesional seluruh warga sekolah yang berkepribadian luhur dan rajin sehingga dapat memperbaiki prestasi akademik. Terampil dalam ilmu pengetahuan dan teknologi 4. VISI SMP Negeri 02 Turen “Terwujudnya insan yang berkualitas. Purwanto Adji (1994-2001) 4. Hari Wahyudi (2001.Sekarang) Dalam menjalankan proses belajar. a.

Sedangkan jumlah karyawan atau Tenaga Tata Usaha terdiri dari 6 orang. apresiasi. tertib dan disiplin sehingga diperoleh budi pekerti luhur. Membudayakan hidup sehat. Yang terdiri dari laki-laki sebanyak 14 orang dan perempuan 17 orang. Sampai berakhirnya masa penelitian ini guru yang tertulis sebagai pengajar di SMP Negeri 02 Turen sebanyak 31 orang. Jadi tenaga tata usaha tidak tetap tersebut sifatnya sebagai tenaga serabutan atau pembantu umum. Mengembangkan potensi siswa agar lebih terampil untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi 4. 2006 . Tenaga tata usaha tidak tetap tersebut dengan maksud untuk mengatasi dan membantu menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang besar supaya dapat teratasi dengan baik.1 2. Keadaan Guru dan Karyawan SMP Negeri 02 Turen Guru atau pendidik dalam dunia pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting sehingga seringkali dijadikan tolak ukur berhasil tidaknya pendidikan di suatu sekolah. yaitu 5 orang tenaga tetap dan 1 orang tenaga tidak tetap (honorer). 6. selain itu diperuntukkan untuk menjaga perpustakaan.89 3. Mengembangkan pelayanan perpustakaan untuk meningkatkan minat baca dan gemar membuat karya tulis 5. Mengembangkan potensi siswa yang memiliki persepsi. dan daya kreasi seni dan olahraga. 1 Dokumen SMP Negeri 02 Turen.

2.1 Data Guru SMP Negeri 02 Turen STATUS JABATAN TETAP Kepala Sekolah TETAP Guru Jumlah L 1 13 14 P 17 17 JUMLAH 1 30 31 (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen.90 Tenaga pesuruh tetap yang berstatus PNS tidak ada. 2006) Tabel 4.2 Data nama Tata Usaha SMP Negeri 02 Turen NO 1. Mengingat tugas dan tanggung jawabnya begitu banyak maka sekolah perlu menambah 1 orang tenaga pesuruh untuk membantu menyelesaikan beban tugas yang ada.TU / Bendahara Kesiswaan Kepegawaian Bendahara BP3 Inventaris Umum (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen. 5. 6. 3. 4. NAMA EDY SUHARSONO LAMINEM WAHYUDI SYAHRUL HADI SUGIANTO SULIJANI L/P L P L L L P STATUS TETAP TETAP TETAP TETAP TETAP TIDAK TETAP JABATAN TUGAS Ka. 2006) . Untuk lebih lengkap mengenai data guru dan karyawan serta tenaga pesuruh SMP Negeri 02 Turen maka dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 4. yang ada hanya pesuruh tidak tetap berjumlah 2 orang.

Sedangkan jumlah siswa pada tahun 2006/2007 yaitu sebanyak 564 orang. 2006) 3. 3.3 Data Pesuruh SMP Negeri 02 Turen beserta tugasnya NO NAMA 1. 2006) Tabel 4.5 Data Siswa Berdasarkan Agama Yang Dianut AGAMA KELAS VII VIII IX ISLAM KRISTEN LAIN-LAIN L 86 85 91 P 121 86 81 L 3 4 1 P 2 2 2 L - P - JUMLAH L/P 212 177 175 .91 Tabel 4. ABIDIN L/P L L L STATUS TIDAK TETAP TIDAK TETAP TIDAK TETAP JABATAN TUGAS Pesuruh Pesuruh Pesuruh (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen. Karena tanpa adanya faktor tersebut pendidikan/pembelajaran di kelas tidak akan berlangsung. Untuk perinciannya dapat dilihat dalam tabel berikut ini: Tabel 4.4 Data Siswa SMP Negeri 02 Turen Tahun Pelajaran 2006-2007 KELAS VII VIII III JUMLAH L 89 89 92 270 P 123 88 83 294 JUMLAH 212 177 178 564 (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen. HARIAMIN 2. Keadaan Siswa SMP Negeri 02 Turen Siswa merupakan salah satu faktor yang mendukung kegiatan belajar mengajar. SUPRIYADI M.

5. 2006) . 18. 16. 2006) 4. 2. 20.92 JUMLAH 262 288 262 288 - - 564 (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen. 15. 12. Sarana dan Prasarana yang ada di SMP Negeri 02 Turen Sarana dan prasarana merupakan suatu alat atau media yang menunjang keberhasilan dalam suatu lembaga. 9. 3. 21. 17. 4. Selain menjadi daya tarik bagi masyarakat juga menjadi motivasi bagi siswa serta seluruh civitas akademik untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan. 19. 22. 11. NAMA BARANG Meja belajar siswa Meja guru dan Kepala Sekolah Kursi siswa dan guru TV 21 inci Komputer Meja komputer Mesin Ketik Almari besar Bola basket Bola Voly Lembing Net Mukenah Sajadah Al-Qur’an Iqra’ Karpet Boneka Ka’bah tiruan Rak buku Papan tulis Penghapus papan tulis JUMLAH 282 buah 50 buah 600 buah 1 buah 30 buah 2 buah 10 buah 10 buah 10 buah 20 buah 5 buah 3 buah 25 buah 15 buah 50 buah 150 buah 5 buah 3 buah 1 buah 15 buah 20 buah 20 buah KETERANGAN baik baik baik baik baik rusak ringan rusak ringan baik baik baik baik kurang baik baik baik baik baik baik baik rusak ringan rusak ringan baik baik (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen. 14. Demikian pula pada lembaga pendidikan.6 Daftar Sarana SMP Negeri 02 Turen NO 1. 10. Adapun kondisi sarana dan prasarana secara lebih rinci dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4. 8. 13. 7. 6.

5. 21. Namun kebersihan sekolah dikoordinasi oleh pesuruh sekolah sedangkan kebersihan kelas masing-masing di serahkan pada seluruh anggota kelas dan dikoordinasi oleh ketua kelas. 12. 4.600 m2 . 22. NAMA RUANGAN Ruang Kelas Ruang Kepala Sekolah Ruang Guru Ruang Operasional Ruang BP/BK Ruang Gudang Ruang Tamu Ruang Perpustakaan Ruang Laboratorium IPA Ruang Laboratorium Komputer Koperasi Siswa Ruang Foto Copy Kantin Sekolah Ruang Pramuka Ruang Keterampilan Masjid Ruang Kantor dan Tata Usaha Ruang Usaha Kesehatan Kamar mandi Guru dan Karyawan Kamar Mandi Siswa Tempat Parkir Kendaraan Guru Tempat Parkir Kendaraan Siswa Lapangan Basket Lapangan Bola Volly JUMLAH 13 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 2 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 3 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 2 buah 17 buah 1 buah 1 buah 1 buah 2 buah KET baik baik baik baik baik baik baik baik baik baik baik baik baik baik baik dalam pembangunan baik baik baik rusak ringan baik baik baik baik (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen. 10. 7. dengan rincian bangunan serta ruangan sebagai berikut: Tabel 4. 11. 19.7 Daftar Prasarana SMP Negeri 02 Turen NO 1. 9. 8. 15. 13. 6. . 17. 23.93 SMP Negeri 02 Turen berdiri di atas tanah yang luasnya mencapai 12. 2. 3. 18. 2006) Sarana dan prasarana yang ada di SMP Negeri 02 Turen dipelihara dan dirawat bersama-sama. 16. 20. 24. 14.

SMP 02 Turen akan mempersiapkan dalam menghadapi kurikulum yang akan diberlakukan pada tahun ajaran baru yakni Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Dalam wawancara yang dilakukan peneliti oleh salah satu guru pendidikan agama Islam di SMP Negeri 02 Turen. karena merupakan operasionalisasi yang dicita-citakan. Beberapa guru ditunjuk oleh bapak kepala sekolah untuk mengikuti pelatihan-pelatihan tau seminar-seminar mengenai KTSP. beliau menyatakan: . Hal ini sesuai dengan keputusan dari Depdiknas UPTD Turen yang menunjuk SMP 02 Turen untuk melaksanakan kurikulum 1994 bagi kelas 3 maka dari itu penamaan kelasnya pun berbeda karena menyesuaikan kurikulum yang dipakai pada kelas masing-masing. hal ini dikarenakan pada saat peneliti mengadakan observasi ke ruang gudang yakni tempat penyimpanan alat pendidikan tersebut. 5. Kurikulum yang dipakai di SMP Negeri 02 Turen Eksistensi kurikulum dalam sebuah lembaga mempunyai fungsi yang sangat penting. barang-barangnya sebagian masih digunakan untuk pembelajaran di kelas dan data-data mengenai inventaris belum dirapikan dalam artian masih dalam proses pengerjaan.94 Alat pendidikan atau media yang digunakan dalam pembelajaran di kelas ada yang belum tercantum pada daftar sarana di atas. Sedangkan untuk kelas 3 menggunakan kurikulum 1994. Bahkan tujuan pendidikan tidak akan tercapai tanpa keterlibatan kurikulum pendidikan nasional. Untuk kelas VII dan VIII SMP 02 Turen memberlakukan kurikulum 2004 yakni kurikulum berbasis kompetensi (KBK).

Pergantian kurikulum yang terlalu dekat jaraknya kadang kala menjadi factor penghambat bagi peningkatan kualitas pembelajaran PAI. hal ini karena sebentar lagi kurikulum juga akan berubah jadi menurut kebijaksanaan bapak Kepala Sekolah lebih baik menunggu kurikulum yang baru dan bukubuku akan dipenuhi sepenuhnya. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada bagan berikut ini: Wawawancara dengan Iftina Hidayati. Tanggal 14 Mei 2007 2 . Guru Pendidikan Agama Islam SMP Negeri 02 Turen.2 6.95 walaupun kelas VII sudah memakai kurikulum 2004 dalam penulisan hasil belajarnya (nilai rapor) namun buku-buku yang dipakai masih buku lama dengan kurikulum 1994. Struktur Organisasi SMP Negeri 02 Turen Organisasi di SMP Negeri 02 Turen terstruktur mulai dari jabatan paling atas ditempati oleh bapak kepala sekolah dan selanjutnya ditempati oleh para staff dan guru mata pelajaran berada di bawah para staff.

S.Pd PPKN Drs. WIWIK H B. Drs. S. YAYUK E SUTANLIK.Pd Dra. HARTONO Dra. S. S. UMI H. SATIPAH IPS Dra. KHOLIK. SPd KTK YURI SISWATI PEND.Pd SUKRO T. S. EDI SUNARTO GURU MATA PELAJARAN TATA USAHA AGAMA IFTINA H. 2006) . S.Pd ENDANG SRI MATEMATIKA RIRIN TRI. S. S. HARI WAHYUDI WAKA SEKOLAH SUTANLIK.Pd Dra. INGGRIS EKO YULI A. LOKAL Hj.Pd RIANA H. UMI HASANAH B.Pd IPA TUKIYAT. MASYHADI.Pd SANTI S.Md URUSAN KESISWAAN NOTO PRIYADI URUSAN SARPRAS EKO YULI A.Pd SISWA (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen. SRI SULAMI M. JAS NOTO PRIYADI HARIYANTO EDI SUNARTO BP/BK A.Pd JOKO S. A. S.Pd URUSAN HUMAS Drs. S.Pd URUSAN KURIKULUM MASKUR. S. EDI S. DARMANU SUTANLIK.Ag A. KHOLIQ.Pd IFNA I.INDONESIA MASKUR ETTY P.96 Gambar 4.1 Struktur Organisasi SMP Negeri 02 Turen KEPALA SEKOLAH Drs. S. S. S. SRI SUYATMI Hj.

ABIDIN (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen. HARI AMIN 2.97 Gambar 4.2 Struktur Organisasi Tata Usaha SMP Negeri 02 Turen KEPALA TATA USAHA EDY SUHARSONO KESISWAAN LAMINEM KEPEGAWAIAN WAHYUDI INVENTARIS S U G I AN T O BENDAHARA BP3 SYAHRUL HADI PERPUSTAKAAN SULIANI PENJAGA SEKOLAH 1. SUPRIYADI 3. MOH. 2006) .

efektif. efisiensi. tidak membosankan. dan gedung / bangunan sekolah. Hal di atas secara langsung maupun tidak langsung sangat menunjang tercapainya kualitas pembelajaran PAI yang diharapkan oleh sekolah tersebut. media pendidikan. perabot. Tanggal 29 Mei 2007 . Untuk mencapai pembelajaran yang berkualitas maka dibutuhkan sarana dan prasarana yang memadai. Artinya persiapan yang dilakukan guru serta siswa di dalam kelas harus berkualitas. Sarana Dan Prasarana Pendidikan Yang Dibutuhkan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI Di SMP Negeri 02 Turen Pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang menyenangkan. tidak boleh monoton dan membosankan.98 B. Sedangkan menurut waka SMP Negeri 02 Turen. Wakil Kepala SMP Negeri 02 Turen. dan inovatif. Penyajian Dan Analisa Data 1.3 Seperti yang kita ketahui bahwa salah satu faktor yang mendukung peningkatan kualitas pembelajaran PAI adalah tersedianya sarana dan prasarana pendidikan yang lengkap. tanpa sarana dan prasarana yang lengkap maka pembelajaran tidak bisa dikatakan berkualitas. Di dalam pelaksanaannya pembelajaran harus berkualitas. Pada akhir proses pembelajaran evaluasi yang dilakukan guru harus berkualitas. beliau mengatakan bahwa: Pembelajaran yang berkualitas adalah jika persiapan. yakni guru membuat perencanaan sebelum mengajar begitu pula siswa belajar mandiri di rumah sebelum dating ke sekolah. Pembelajaran dapat dikatakan berkualitas jika sarana dan prasarananya bisa membawa ke arah tercapainya tujuan pendidikan sesuai dengan standar kurikulum yang dipakai di sekolah tersebut. variatif. 3 Wawancara dengan Sutanlik. pelaksanaan dan evaluasi dari pembelajaran itu juga berkualitas. Dari mulai alat peraga.

penghapus dan papan tulis. Sedangkan prasarana yang menunjang peningkatan kualitas pembelajaran PAI adalah masjid. alat praktek seperti boneka untuk praktek materi mengenai memandikan jenazah dan mensholati jenazah. Demikian juga guru pendidikan agama Islam selain ruang kelas juga memerlukan sarana dan Wawancara dengan Eko Yuliastutik Ch. kapur tulis. Sedangkan masjid adalah prasarana yang utama dalam pembelajaran pendidikan Agama Islam. di masjid siswa dapat belajar mempraktekan materi bab shalat. beliau mengatakan: Sarana yang dibutuhkan guru dalam mengajar adalah seperti kapur tulis. spidol. gambar-gambar. CD. almari. Tanggal 15 Mei 2007 4 . dan media pendidikan seperti OHP. kursi. bangku.99 Sarana yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI dalam proses belajar mengajar contohnya: alat pelajaran seperti buku tulis. visual dan audiovisual. dan TV. penghapus papan tulis. Alat peraga seperti ka’bah tiruan untuk berthawaf. Sebagaimana hasil wawancara peneliti dengan seorang guru yang diberi kepercayaan di bidang urusan sarana dan prasarana. ruang kelas dan perpustakaan. Dan Media pendidikan baik yang audio. Selain itu siswa dan guru biasanya mengerjakan sholat dhuha pada jam pertama dan menunaikan jama’ah shalat dhuhur pada istirahat kedua atau sepulang sekolah.4 Setiap guru membutuhkan alat yang berbeda dalam mengajar sesuai dengan materi pelajaran yang akan diberikan pada siswa. Selain ruang kelas yang digunakan untuk penyampaian materi yang berupa teori maka perpustakaan adalah tempat yang sangat dibutuhkan dalam pembelajaran PAI. LCD. SMP Negeri 02 Turen belum memiliki media ausio visual yang lengkap hanya beberapa saja yang kami punya. kaset. meja. Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen. bulan ini kami mendapatkan bantuan dari DEPDIKNAS berupa 2 buah multimedia yang akan kami gunakan pada tahun ajaran 2007-2008. papan tulis. VCD. Karena untuk laboratorium agama kami belum punya. Di perpustakaan siswa dapat beljar mandiri dengan membaca serta menganalisa buku-buku yang ada di perpustakaan kemudian diserap untuk dijadikan tambahan ilmu pengetahuan. spidol.

Hal senada diungkapkan oleh salah satu guru PAI SMP Negeri 02 Turen Ibu Iftina Hidayati. selanjutnya siswa diberi kesempatan untuk bertanya bagi yang belum paham. saya menjelaskan terlebih dahulu materi yang telah ada di buku panduan. Seperti yang telah kita ketahui bahwasannya materi pendidikan agama Islam seringkali membingungkan karena kadangkala materi-materi yang disajikan di luar batas pikiran manusia. Contohnya dalam materi yang berhubungan dengan fiqih. jadi hal-hal yang tidak masuk akal itu sering terjadi. S. Dalam menjelaskan materi yang sedemikian rumit seorang guru pendidikan agama Islam akan membutuhkan sarana dan prasarana yang beragam bentuk dan jenisnya.Ag beliau menyatakan: Saya mengajar di SMP Negeri 02 Turen selama kurang lebih 10 tahun. tidak boleh menggunakan hanya akal saja atau pun sebaliknya. metode yang telah saya gunakan sangat beragam begitu juga dengan media serta sarana yang saya gunakan dalam pembelajaran pendidikan agama Islam. Akal dan wahyu harus sama-sama digunakan. Tanggal 14 Mei 2007 5 .5 Wawawancara dengan Iftina Hidayati. Guru Pendidikan Agama Islam SMP Negeri 02 Turen. Jadi intinya sebelum pembelajaran dimulai seorang guru harus mempersiapkan media serta sarana yang akan membantu dalam pembelajaran. Lalu pada pertemuan berikutnya saya memberikan CD untuk ditayangkan pada TV berukuran 21 inci agar siswa dapat melihat dengan jelas. Maka dari itu tugas seorang guru agama adalah dengan mengarahkan siswanya agar menggunakan sisi yang lain untuk menerima materi pelajaran tersebut yakni menggunakan wahyu.100 prasarana serta media pendidikan yang beragam sesuai dengan materi yang akan diberikan. Kemudian siswa mempraktekan di depan guru.

101 Prasarana yang ikut menunjang pembelajaran PAI memang sangat beragam. Selain itu guru juga dapat menilai ketuntasan belajar siswa dalam bab wudlu tersebut. Proses Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Keberadaan sarana dan prasarana yang dimiliki sebuah sekolah tidak langsung ada begitu saja. beliau menegaskan: . Dari beberapa hasil wawancara tersebut di atas cukup jelas bahwa dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam dibutuhkan sarana dan prasarana yang siap pakai dan memadai. Begitu pula pada proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan harus dikerjakan oleh orang-orang yang sudah terlatih dan berpengalaman. Contohnya dalam bab wudlu sorang guru PAI memerlukan prasarana berupa kran atau kamar mandi untuk mengajarkan cara-cara berwudlu yang benar menurut hukum Islam. Sarana dan prasarana itu ada karena direncanakan secara sengaja dan diusahakan secara sungguh-sungguh serta dibina secara kontinyu. 2.Pd selaku penanggung jawab urusan sarana dan prasarana pendidikan di SMP Negeri 02 Turen. S. Sesuai dengan hasil wawancara peneliti ibu Eko Yuliastutik Ch. hal ini kita kenal dengan istilah proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan. dari pada sekedar mendengarkan penjelasn dari guru di dalam kelas. Karena dengan menyaksikan secara langsung serta dapat mempraktekkan sendiri siswa akan lebih paham. Proses manajemen merupakan kegiatan yang sangat rumit dan harus dikerjakan oleh orang-orang profesional.

jadi seharusnya semua civitas akademik merasa memiliki barang-barang tersebut. Begitu pula di SMP Negeri 02 Turen sarananya benarbenar dijaga dan dirawat sebaik-baiknya begitu juga dengan prasarananya. waka sekolah. Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen. Setelah itu direncanakan dengan matang mulai dari perencanaan pengadaan sampai pengadaan sarana pendidikan.6 Pemeliharan dan perawatan sarana dan prasarana sebaiknya dilakukan bersama-sama. para staff dan karyawan serta seluruh bapak/ibu guru SMP Negeri 02 Turen. Pemeliharaan sarana yang tergolong sebagai alat peraga atau media pendidikan yang seringkali digunakan dalam pembelajaran. dana tersebut didapat dari Depdiknas. Tanggal 15 Mei 2007 6 . Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh urusan sarana dan prasarana SMP Negeri 02 Turen yang menyatakan: Setelah barang-barang tersebut didapatkan selanjutnya tanggung jawab media dan sarana diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing guru bidang studi mulai dari perawatan dan pemeliaran sampai pada Wawancara dengan Eko Yuliastutik Ch. Dana kami berikan pada guru bidang studi agar mereka dapat mencari media yang sesuai dengan materi pelajaran yang akan diberikan. Setelah disetujui oleh bapak kepala sekolah kami akan mengalokasikan dana. kalau dana tersebut tidak turun kami mengajukan proposal pada komite sekolah. Di dalam rapat ini guru bidang studi mengajukan sarana atau media apa yang dibutuhkan dalam jangka waktu satu tahun ke depan. Karena mereka yang tahu bagaimana cara merawat barang tersebut dengan baik dan bila sewaktu-waktu diperlukan mereka tidak bingung mencari barang-barang tersebut.102 Manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI dilaksanakan pada waktu mengadakan rapat kerja (raker) yang diikuti oleh kepala sekolah. tanggung jawabnya diberikan pada guru bidang studi. dijaga bersama walaupun ada petugas yang setiap hari membersihkan prasarana yang ada di SMP Negeri 02 Turen.

Tanggal 15 Mei 2007 7 . Bukubuku yang sudah tidak relevan dengan kurikulum sekolah masih tetap ditata rapi di perpustakaan untuk dijadikan referensi para guru maupun para siswa. Proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan agama Islam di SMP Negeri 02 Turen sama halnya dengan manajemen sarana dan prasarana mata pelajaran yang lainnya. makanya bapak kepala sekolah tidak pernah mengijinkan untuk melakukan penghapusan terhadap barang-barang milik Negara. Tanggung jawab akan sarana dan media Wawancara dengan Eko Yuliastutik Ch. kalau barang tersebut masih bisa dijual guna mendapatkan yang lebih baru. Namun.103 penghapusan. Namun untuk proses penghapusan kami jarang melakukannya karena prosesnya yang sangat panjang dan rumit.Pd pada waktu menanggapi pertanyaan peneliti. Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen. maka hal tersebut akan dilaksanakan. Tiap akhir tahun urusan bidang sarana dan prasarana meminta catatan mengenai inventarisasi dari barang-barang tersebut karena akan dilaporkan ke KANWIL di tingkat provinsi. Barang-barang yang sudah lama dan sudah tidak terpakai lagi tetap disimpan rapi di gudang sekolah. Hal ini dikarenakan jumlah sarana dan prasarana yang ada di sekolah kami masih minim jadi proses manajemennya kami samakan. Hal ini sesuai dengan pernyataan ibu Eko Yuliastutik Ch. Hal ini ditujukan agar sarana dan prasarana yang ada dapat siap pakai sewaktu-waktu dan dapat sesuai dengan mata pelajaran yang diberikan. Seperti contohnya monitor komputer yang sudah lama maka bisa ditukar tambah dengan yang lebih baru. beliau menegaskan bahwa: Proses manajemen sarana dan prasarana mata pelajaran PAI kami samakan dengan proses manajemen sarana dan prasarana mata pelajaran yang lainnya. S.7 Sedangkan proses penghapusan sarana dan prasarana di SMP Negeri 02 Turen sebenarnya jarang sekali dilakukan.

Tanggal 14 Mei 2007 . beliau mengatakan bahwa dalam proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan beliau bersama staff TU yang lain sangat berperan sekali.8 Adapun upaya yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI melalui manajemen sarana dan prasarana adalah sesuai dengan hasil wawancara peneliti dengan bapak Edi Sunarto. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan gedung sekolah dan pengadaan peralatan-peralatan yang dibutuhkan dalam proses belajar mengajar. Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen.9 Selain kepala sekolah. bapak kepala sekolah mengalokasikan dana secara benar untuk pemenuhan kebutuhan tersebut. Dana tersebut diperoleh dari kucuran dan dari APBD. serta beberapa dari komite sekolah.Pd yang menjabat sebagai Humas SMP Negeri 02 Turen dan merangkap sebagai Urusan Kurikulum kelas 3. Humas SMP Negeri 02 Turen. Urusan Bidang Sarana dan Prasarana.104 pendidikan juga kami serahkan sepenuhnya pada guru pendidikan agama Islam. Wawancara dengan Eko Yuliastutik Ch. Hal ini sesuai dengan perbincangan peneliti bersama Bapak Edy Suharsono selaku kepala Tata Usaha dan bendahara SMP Negeri 02 Turen. Tugas bagian Tata Usaha dalam proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan lazimnya disebut dengan istilah inventarisasi. DIKNAS. serta para guru bidang studi. Bagian Tata Usaha juga ikut terlibat dalam proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan. Tanggal 17 Mei 2007 9 8 Wawancara dengan Edi Sunarto. S. beliau menyatakan: Dalam perencanaan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah kami.

kemudian diusulkan kepada kepala sekolah. Contohnya dalam proses pengadaan buku-buku pelajaran. Beliau mengatakan bahwa dalam proses manajemen sarana dan prasarana pihak sekolah juga melibatkan guru. Terkadang juga mendapat hibah dari para guru. Dengan referensi yang banyak dan tertata dengan rapi serta dengan suasana perpustakaan yang nyaman untuk belajar secara tidak langsung akan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen. Pemeliharaan buku-buku dan ruang perpustakaan di SMP Negeri 02 Turen secara khusus dilakukan oleh pegawai perpustakaan dan secara umum dilakukan oleh semua komponen sekolah. Cara mendapatkan buku-buku perpustakaan selain dengan cara membeli dengan menggunakan dana dari komite sekolah. siswa. guru. orang tua siswa atau pihak lain yang ingin menghibahkan bukunya pada sekolah ini. pihak sekolah juga mendapatkan bantuan dari pihak Depdiknas. kemudian kepala sekolah merekomendasikan kepada pihak-pihak tertentu untuk memberikan dana bagi kebutuhan itu. . siswa dan orang tua wali murid. Ibu Suliani peneliti mendapatkan informasi lain tentang keterlibatan guru dan kepala sekolah dalam proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan.105 Dari pegawai perpustakaan. siswa dan keluarga siswa diberi kesempatan untuk memberikan masukan buku apa saja yang perlu ada di SMP Negeri 02 Turen dalam sebuah rapat yang diadakan pada waktu penerimaan siswa baru atau pada saat penerimaan nilai hasil belajar siswa pada orang tua.

Hal ini sesuai dengan pengamatan peneliti berulang kali ke perpustakaan SMP Negeri 02 Turen. Hasil Peningkatan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen melalui Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Sesuai dengan hasil wawancara peneliti dengan Urusan sarana dan prasarana pendidikan. Pegawai Perpustakaan SMP Negeri 02 Turen. Buku-buku disusun secara rapi dan ditata menurut jenisnya. beliau mengatakan bahwa dengan manajemen sarana dan prasarana pendidikan yang telah dilakukan ternyata tidak sia-sia sebab dengan manajemen tersebut SMP Negeri 02 Turen memperoleh hasil yang cukup signifikan diantaranya: a. Buku-buku lama yang tidak relevan dengan kurikulum yang digunakan tidak dibuang begitu saja dan dijadikan tambahan referensi guru maupun siswa. 3. terletak disebelah kanan dari koperasi siswa dan sebelah kiri dari ruang keterampilan. dan sekarang banyak buku terbaru yakni berdasarkan kurikulum 2004 (KBK) yang diperoleh dari Depdiknas. Namun buku-bukunya cukup lengkap.10 Perpustakaan SMP Negeri 02 Turen memang tidak begitu luas dan bangunannya sangat sederhana. Sekolah : SMP Negeri 02 Turen mampu mencatat sebagai 8 besar 10 Wawancara dengan Suliani. Adapun inventarisasi buku-buku perpustakaan adalah dengan mencatat jumlah dan jenis buku pada sebuah buku induk.106 Proses penghapusan di SMP Negeri 02 Turen jarang sekali dilakukan bahkan di perpustakaan proses penghapusan itu belum pernah dilakukan sama sekali. buku fiksi dan bacaan lainnya disusun terpisah dari buku-buku pelajaran. Tanggal 21 Mei 2007 .

4. : Prestasinya cukup memuaskan. hasil belajar siswa pada akhir semester semakin meningkat. : Meringankan dan mempermudah guru dalam memaham kan materi yang akan diajarkan pada siswa. Guru SMP terbaik sekabupaten Malang. Siswa c. Ekstrakurikuler Olahraga Prestasi yang Diraih Renang Bulutangkis Lari Lempar lembing Bola Volly Bola Basket Peserta Jembara Pencak Silat Tingkat Prestasi Juara 1 Juara 1 Juara 1 Juara 1 Semi Final Juara 2 Tingkat Daerah Provinsi Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten - 2. seperti berhasil menjuarai berbagai macam lomba dalam bidang olahraga.8 Data Prestasi Siswa SMP Negeri 02 Turen tahun 2005/2006 No 1. Diantaranya dengan manajemen sarana dan prasarana pendidikan maka konsentrasi siswa dalam belajar dapat lebih besar dan guru 11 Arsip SMP Negeri 02 Turen. Pramuka Bela diri Seni Tari Baca Qur’an PMR Seni Musik (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen. Begitu juga dalam bidang keagamaan.Ag beliau menerangkan bahwa sarana dan prasarana itu sangat bermanfaat pada pelaksanaan PAI.11 Sedangkan prestasi ekstrakurikuler tahun ajaran sebelumnya dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4.107 b. 2006 . 7. 6. Ibu Iftina Hidayati. 5. begitu juga minat siswa meningkat terhadap kegiatan keagamaan yang dilaksanakan oleh pihak sekolah. 2006) Hal senada diungkapkan oleh salah satu guru PAI. Terbukti dengan banyaknya peserta dalam kegiatan ekstra baca Al-Qur’an. S. 3. seperti pada kejuaraan atletik yakni lari 100 m yang diadakan oleh pihak kabupaten dan mendapat juara 1.

Dan sejauh ini sesuai dengan penilaian beliau melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan nilai siswa dapat meningkat menjadi lebih baik dibandingkan tahun kemarin. maka kepala Wawancara dengan Abdul Kholiq. Jadi manajemen sarana dan prasarana itu sangat berpengaruh terhadap proses belajar mengajar PAI. Ketika guru membutuhkan suatu media secara mendadak karena media itu juga baru keluar. S. tidak sekedar mendengar keterangan guru.Pd selaku Humas SMP Negeri 02 Turen.Pd guru BP/BK yang juga membantu mengajar mata pelajaran pendidikan agama Islam di kelas VIII menegaskan bahwasannya dengan sarana dan prasarana yang lengkap dan manajemen yang bagus siswa lebih termotivasi untuk belajar (lebih siap menerima pelajaran). Dengan mempraktekkan secara langsung daya ingat siswa lebih kuat sehingga dalam ulanganpun hasilnya tidak mengecewakan. 12 Dikatakan pula oleh Bapak Edi Sunarto. Tanggal 16 Mei 2007 12 . Seperti contoh dalam materi wudlu siswa dapat mempraktekkan cara-cara berwudlu yang baik di hadapan guru dan temannya yang lain. ketika wawancara dengan peneliti bahwasannya perhatian atasan memang sangat besar terhadap sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI.108 dapat lebih maksimal dalam menyampaikan materinya. Dengan hal ini siswa dapat mengalami sendiri. Dan tentu saja dalam proses belajar mengajar itu tidak luput dari sarana dan prasarana yang termanage dengan baik. S. Bapak Abdul Kholiq. Guru BK/BP dan PAI SMP Negeri 02 Turen. membaca dan menulis.

Perubahan yang ditunjukkan siswa-siswi SMP Negeri 02 Turen dapat dilihat pada nilai rata-rata pada ujian semester dua tahun terakhir. memahami dan menghayati sebuah sub materi karena mereka diberi kesempatan melihat tayangan tentang jejak Rosul dari “CD Jejak Rosul”.59 7.17 7.9 menunjukkan adanya peningkatan pada nilai ujian siswa. Tanggal 14 Mei 2007 .89 7. kemudian dengan melihat CD tersebut secara perlahan ada kesadaran siswa untuk merubah tingkah laku yang buruk menjadi lebih baik sebagaimana suri tauladan kita Nabi Muhammad SAW. 2006) Tabel 4. 13 Wawancara dengan Edi Sunarto. Humas SMP Negeri 02 Turen. salah satu faktor yang mempengaruhi adanya peningkatan ini adalah adanya pengelolaan dan pelayanan yang baik pada bidang sarana dan prasarana pendidikan. Sebagian besar nilai siswa mengalami peningkatan.00 8.54 (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen.109 sekolah akan menunjuk urusan sarana dan prasarana untuk memenuhinya dengan memberikan dana yang dibutuhkan. untuk lebih rinci dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4.13 Hal ini dilakukan agar pembelajaran PAI dapat lebih berkualitas dengan sarana dan prasarana yang diinginkan oleh guru.45 2005-2006 TAHUN NILAI 7. Adapun hasil yang diperoleh dengan manajemen sarana dan prasarana pendidikan adalah diantaranya seperti siswa dapat merasakan.9 Nilai Rata-Rata UAS tahun 2004/2005 dan 2005/2006 KELAS VII VIII IX 2004/2005 TAHUN NILAI 7.

110 Adapun nilai siswa yang sedikit menurun pada kelas VIII menurut ibu Iftina Hidayati. hal ini disebabkan antara lain adanya perbedaan kemampuan dan kecerdasan pada siswa. S. Wawawancara dengan Iftina Hidayati. Tanggal 14 Mei 2007 14 . Sehingga penurunan nilai siswa ini bukan disebabkan oleh kurangnya manajemen sarana dan prasarana dan bukan pula dikarenakan faktor yang lain.14 Dari beberapa hasil wawancara di atas dapat ditarik benang merahmya bahwasannya melalui manajemen sarana dan prasarana dapat meningkatkan kualitas pembelajaran PAI. Guru Pendidikan Agama Islam SMP Negeri 02 Turen.Ag nilai siswa itu relativ. terkadang naik dan terkadang menurun. Soal-soal yang menurut sebagian siswa mudah dikerjakan tapi menurut sebagian siswa yang lain hal itu sangat sulit dikerjakan begitu pula sebaliknya.

sekurang-kurangnya pemeliharaan supaya tidak luntur dan berkurang.. mengembangkan. untuk menumbuhkan. Paradigma Pendidikan Islam: Upaya mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah (Bandung: Remaja Rosdakarya. bertambah dan berkurang dalam perjalanan hidup seseorang. dan/atau normativitas maupun historitasnya. Sarana Dan Prasarana Pendidikan Yang Dibutuhkan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI Di SMP Negeri 02 Turen Meledaknya jumlah pengangguran sebagai akibat dari PHK dan terbatasnya jumlah lapangan kerja. 1996). 86 2 1 Zakiyah Daradjat. hlm. meskipun pendidikan oleh diri sendiri dan bukan dalam pendidikan formal. Tujuan umum yang berbentuk insan kamil dengan pola takwa dapat mengalami perubahan naik turun. dkk. memupuk.2 Muhaimin. Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta: Bumi Angkasa.111 BAB V PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN A. masyarakat rupanya masih berharap besar sekaligus menunggu-nunggu jasa dan peran yang disumbangkan oleh agama. masih perlu mendapatkan pendidikan dalam rangka pengembangan dan penyempurnaan. Maka dari itu orang yang sudah takwa dalam bentuk insan kamil. Dalam kondisi semacam itu. penanganan yang serba lamban terhadap persoalan-persoalan tersebut ternyata dapat menyebabkan kerawanan sosial. hlm. baik secara konseptual maupun aktualitasnya. 2001). memelihara dan mempertahankan tujuan pendidikan yang telah dicapai.1 Pendidikan agama Islam itu berlangsung selama hidup. 31 . yang di dalamnya sarat akan dimensi moralitas dan spiritualitasnya.

” (Q.S.112 Tujuan akhir dari pendidikan agama Islam dapat dilihat dalam firman Allah: :‫)ال ﻋﻤﺮان‬ ‫ﻳﺎاﻳﻬﺎاﻟﺬﻳﻦ اﻣﻨﻮااﺗﻘﻮااﷲ ﺣﻖ ﺗﻘﺘﻪ وﻻﺗﻤﻮﺗﻦ اﻻواﻧﺘﻢ ﻣﺴﻠﻤﻮن‬ (١٠٢ “Wahai orang-orang yang beriman. Allah akan memberikan derajat yang tinggi bagi orang yang berilmu. sebagaimana firman Allah: ‫ﻳﺎﻳﻬﺎ اﻟﺬﻳﻦ اﻣﻨﻮا اذا ﻗﻴﻞ ﻟﻜﻢ ﺗﻔﺴﺤﻮا ﻓﻲ اﻟﻤﺠﺎﻟﺲ ﻓﺎﻓﺴﺤﻮا ﻳﻔﺴﺢ‬ ‫واذا ﻗﻴﻞ اﻧﺸﺰوا ﻓﺎﻧﺸﺰوا ﻳﺮﻓﻊ اﷲ اﻟﺬﻳﻦ اﻣﻨﻮاﻣﻨﻜﻢ‬P‫ج‬P‫اﷲ ﻟﻜﻢ‬ ( ١١ :‫واﷲ ﺑﻤﺎ ﺗﻌﻤﻠﻮن ﺧﺒﻴﺮ )اﻟﻤﺠﺎدﻟﺔ‬P‫ﻗﻠﻲ‬P‫واﻟﺬﻳﻦ اوﺗﻮااﻟﻌﻠﻢ درﺟﺎت‬ …Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat…(Q..S. 3 Ali Imran: 102)3 Segala sesuatu yang ada dalam dunia ini wajib dipelajari dan di fahami agar kita senantiasa bersyukur kepada Allah SWT.1996). Ibid. dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim (menurut ajaran Islam). 434 . Untuk mendapatkan sebuah ilmu maka kita harus belajar. 50 Al-Qur’anul Al-Karim dan Terjemahnya. hlm. Dengan mengedepankan keunggulan dalam hal iman dan taqwa maka pembelajaran PAI juga mendapatkan perhatian yang serius. hlm. bertakwalah kamu kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa. Malang dalam menjalankan pembelajaran PAI juga tak lepas dari visi yang telah ditentukan pada awal berdirinya sekolah ini. walaupun SMP 3 4 Al-Qur’anul Al-Karim dan Terjemahnya (Semarang: Karya Toha Putra. al-Mujadalah: 11)4 SMP Negeri 02 Turen Kab.

berbudi pekerti luhur berdasarkan iman dan taqwa. maka dari itu kualitas pembelajaran PAI harus ditingkatkan. Karena tanpa adanya sarana dan prasarana yang memadai maka pembelajaran tidak akan berjalan efektif dan efisien.6 Banyak faktor yang menjadi pendukung adanya peningkatan kualitas pembelajaran PAI di antaranya adalah faktor sarana dan prasarana. 5 6 Dokumen SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang bukan merupakan sekolah yang berbasis agama layaknya Madrasah. Terampil dalam ilmu pengetahuan dan teknologi 4. Tujuan pembelajaran yang telah ditentukan pun akan sulit tercapai. Aktif dalam kegiatan kebersihan lingkungan5 Dalam rangka mengatasi berbagai macam persoalan dalam hidup ini maka pembelajaran PAI harus menunjukkan kontribusinya. 2006 Muhaimin. 88 . pengamatan dan dokumentasi yang ada. terampil. peneliti dapat menyimpulkan bahwa sesuai dengan teori yang telah dipaparkan pada BAB II. Unggul dalam iman dan taqwa 3.cit. Terampil dalam apreasi seni dan olahraga 6.” INDIKATOR 1. hlm. Unggul dalam prestasi akademik 2. Visi tersebut ialah: “Terwujudnya insan yang berkualitas. Malang. Berdasarkan hasil wawancara. op. sarana dan prasarana yang ada di SMP Negeri 02 Turen Kab.113 Negeri 02 Turen Kab. berdaya kreasi tinggi. Budaya membaca dan membuat karya tulis 5. Dan oleh karena pembelajaran PAI masih seringkali mendapat kritik pedas dari para ahli pendidikan..

bangku penghapus papan tulis. TV dan VCD (audio visual). kursi c. Prasarana yang secara langsung digunakan dalam PBM 2. meubelair perpustakaan b. Alat pelajaran: Kapur a. buku tulis d. Malang No 1. Sarana yang tidak Sarana yang secara tidak langsung digunakan dalam bergerak: PBM: almari buku a. dan masjid. almari dll. 2006) . Malang. kapur tulis b. Sarana pendidikan yang tahan lama: a. papan tulis (Sumber: Arsip SMP Negeri 02 Turen Kab. Ruang guru. perpstakaan. Media: tape recorder (audio). Malang No Klasifikasi Prasarana Pendidikan 1. ka’bah tiruan untuk praktek manasik haji. meja tulis. laboratorium. buku tulis c. meja b. papan tulis. Prasarana yang secara tidak langsung Contoh Ruang kelas. peralatan laboratorium c.114 Malang dan sekaligus dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI dapat peneliti paparkan seperti berikut: Tabel 5. ruang kepala 2. spidol Ditinjau dari Ditinjau dari hubungannya bergerak tidaknya dengan PBM Sarana yang langsung Sarana yang digunakan dalam PBM: bergerak: a. saluran PDAM Tabel 5. b. c. kursi penggaris. b.2 Prasarana yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. c. Ditinjau dari habis tidaknya dipakai Sarana pendidikan yang habis dipakai: a. Alat peraga: boneka untuk peragaan sholat jenazah.1 Sarana yang dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab.

Selain itu siswa dan guru biasanya mengerjakan sholat dhuha pada jam pertama dan menunaikan jama’ah shalat dhuhur pada istirahat kedua atau sepulang sekolah. kursi.115 digunakan dalam PBM tapi juga menunjang PBM sekolah. spidol. dan jalan menuju sekolah. S. Malang. dan media pendidikan seperti OHP. ruang kelas dan perpustakaan. CD. (Sumber: Arsip SMP Negeri 02 Turen Kab. Bahasa dan lain-lain. bahkan ada suatu materi yang tidak membutuhkan sarana namun hanya membutuhkan penjelasan dari sang guru saja. bangku. Sedangkan prasarana yang menunjang peningkatan kualitas pembelajaran PAI adalah masjid.Pd selaku Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen Kab. kamar mandi. Pembelajaran PAI membutuhkan sarana yang beragam sesuai dengan materi dan metode yang akan diberikan. Sebagaimana hasil wawancara Wawancara dengan Eko Yuliastutik Ch. ruang TU. Kimia. SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang. 2006) Hal senada diungkapkan oleh Ibu Eko Yuliastutik Ch. Di perpustakaan siswa dapat belajar mandiri dengan membaca serta menganalisa buku-buku yang ada di perpustakaan kemudian diserap untuk dijadikan tambahan ilmu pengetahuan. halaman sekolah. Karena untuk laboratorium agama kami belum punya. kaset. Tanggal 15 Mei 2007 7 . Malang belum memiliki media audio visual yang lengkap hanya beberapa saja yang kami punya. dan TV. LCD.7 SMP Negeri 02 Turen Kab. Selain ruang kelas yang digunakan untuk penyampaian materi yang berupa teori maka perpustakaan adalah tempat yang sangat dibutuhkan dalam pembelajaran PAI. almari. di masjid siswa dapat belajar mempraktekan materi bab shalat. Sama halnya dengan mata pelajaran yang lainnya seperti Biologi. penghapus papan tulis. Malang. meja. bulan ini kami mendapatkan bantuan dari DEPDIKNAS berupa 2 buah multimedia yang akan kami gunakan pada tahun ajaran 2007-2008. Fisika. memadai dan siap pakai. papan tulis. Malang dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI memerlukan sarana dan prasarana pendidikan yang lengkap. ruang staff. Sedangkan masjid adalah prasarana yang utama dalam pembelajaran pendidikan Agama Islam. beliau menegaskan: Sarana yang dibutuhkan guru dalam mengajar adalah seperti kapur tulis. tempat wudlu. VCD. Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen Kab.

saya menjelaskan terlebih dahulu materi yang telah ada di buku panduan. Sedangkan definisi lain diungkapkan oleh Ary H Gunawan. Contohnya dalam materi yang berhubungan dengan fiqih. cit. Proses Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Secara sederhana. Guru Pendidikan Agama Islam SMP Negeri 02 Turen Kab. selanjutnya siswa diberi kesempatan untuk bertanya bagi yang belum paham. manajemen perlengkapan sekolah dapat didefinisikan sebagai proses kerjasama pendayagunaan semua perlengkapan pendidikan secara efektif dan efisien. . Kemudian siswa mempraktekan di depan guru. Malang.116 peneliti dengan salah satu guru PAI SMP Negeri 02 Turen Kab. beliau mengatakan bahwa administrasi sarana dan prasarana pendidikan merupakan seluruh proses kegiatan yang direncanakan dan diusahakan secara sengaja dan bersungguh-sungguh serta pembinaan secara continue terhadap benda-benda pendidikan. Tanggal 14 Mei 2007 9 8 Ibrahim Bafadal. Jadi intinya sebelum pembelajaran dimulai seorang guru harus mempersiapkan media serta sarana yang akan membantu dalam pembelajaran. Malang.8 B. Lalu pada pertemuan berikutnya saya memberikan CD untuk ditayangkan pada TV berukuran 21 inci agar siswa dapat melihat dengan jelas. loc. agar senantiasa siap pakai (ready for use) dalam proses belajar Wawawancara dengan Iftina Hidayati. metode yang telah saya gunakan sangat beragam begitu juga dengan media serta sarana yang saya gunakan dalam pembelajaran pendidikan agama Islam.9 Berdasarkan definisi sederhana tersebut maka pada hakikatnya manajemen sarana dan prasarana pendidikan di sekolah itu merupakan proses pendayagunaan semua sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah. beliau menyatakan: Saya mengajar di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang selama kurang lebih 10 tahun.

menggantikan barang-barang yang rusak. Pembentukan panitia pengadaan barang atau perlengkapan 2. 1. Administrasi Sekolah (Jakarta: Rineka Cipta.10 Ibrahim Bafadal menyatakan bahwa kegiatan manajemen sarana dan prasarana pendidikan itu meliputi: pengadaan. hlm. dihapuskan atau sebab-sebab lain yang dapat dipertanggungjawabkan sehingga memerlukan pergantian. Penetapan spesifikasi 10 Ary H Gunawan. a. inventarisasi dan penghapusan.117 mengajar sehingga PBM semakin efektif dan efesien guna membantu tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Johnson (1969). Kegiatan ini biasanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan perkembangan pendidikan di sekolah. 1996). 114 . Pasangan penulis tersebut menegaskan bahwa prosedur perencanaan pengadaan perlengkapan pendidikan di sekolah adalah: 1. pemakaian dan pemeliharaan. Pengadaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Aktifitas pertama dalam manajemen sarana dan prasarana pendidikan adalah pengadaan sarana dan prasarana. Penetapan kebutuhan perlengkapan 3. hilang. pendistribusian. Perencanaan Pengadaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Dua orang teoretisi administrasi lainnya yang menjelaskan tentang prosedur perencanaan pengadaan perlengkapan pendidikan di sekolah adalah Emery Stoops dan Russel E. dan untuk menjaga tingkat persediaan barang setiap tahun anggaran mendatang.

Malang dalam melaksanakan proses pengadaan sarana dan prasarana melibatkan semua komponen sekolah. Rekomendasi 7.118 4.. Pembelian. Dinas Pendidikan Nasional Provinsi. antara lain dengan cara: 1. sehingga sekolah dituntut untuk selalu berusaha juga melakukan pengadaan perlengkapan dengan cara lain. Tukar menukar. Pengujian segala kemungkinan 6.cit.. Penetapan harga satuan perlengkapan 5. hlm. Meminjam 12 SMP Negeri 02 Turen Kab. 11 12 Ibrahim Bafadal. Penilaian kembali11 b. 3. dan Dinas Pendidikan Nasional Kota/Kabupaten. Hadiah atau sumbangan. Pengadaan Sarana Dan Prasarana Pendidikan Pengadaan sarana dan prasarana pendidikan pada dasarnya merupakan upaya merealisasikan rencana pengadaan sarana dan prasarana yang telah disusun sebelumnya. Namun bantuan tersebut dalam jumlah terbatas dan tidak selalu ada. 2. 32 . hlm. Ada beberapa cara yang dapat ditempuh oleh pengelola perlengkapan sekolah untuk mendapatkan perlengkapan yang dibutuhkan sekolah. op. dan 4. Seringkali sekolah mendapatkan bantuan sarana dan prasarana pendidikan dari pemerintah dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional.28 Ibrahim Bafadal. Ibid.

Malang. langkah selanjutnya Kepala Sekolah memberikan perintah pada Urusan Sarana dan Prasarana untuk memberikan dana yang selanjutnya diberikan pada guru bidang studi untuk melaksanakan proses pengadaan barang-barang. kalau dana tersebut tidak turun kami mengajukan proposal pada komite sekolah. Hal ini sesuai dengan hasil wawancara peneliti dengan Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen Kab. Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen Kab. 13 Wawancara dengan Eko Yuliastutik Ch. Malang yang menyatakan: Manajemen sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI dilaksanakan pada waktu mengadakan rapat kerja (raker) yang diikuti oleh kepala sekolah. Terlebih dahulu Urusan Sarana dan Prasarana menganalisis sarana atau media yang diperlukan dalam pembelajaran. Dana kami berikan pada guru bidang studi agar mereka dapat mencari media yang sesuai dengan materi pelajaran yang akan diberikan. para staff dan karyawan serta seluruh bapak/ibu guru SMP Negeri 02 Turen Kab. dana tersebut didapat dari Depdiknas. Setelah itu direncanakan dengan matang mulai dari perencanaan pengadaan sampai pengadaan sarana pendidikan. Malang. Tanggal 15 Mei 2007 13 . Setelah disetujui oleh bapak kepala sekolah kami akan mengalokasikan dana. Malang. waka sekolah.119 Kegiatan ini dimulai pada saat sekolah mengadakan rapat kerja (raker) pada awal tahun yang diikuti seluruh civitas akademik SMP Negeri 02 Turen Kab. Di dalam rapat ini guru bidang studi mengajukan sarana atau media apa yang dibutuhkan dalam jangka waktu satu tahun ke depan. Dalam hal ini Urusan Sarana dan Prasarana memberikan kesempatan pada masing-masing guru bidang studi untuk mengajukan permintaan alat pendidikan/media yang akan mereka butuhkan dalam PBM. Setelah barang yang akan dibeli ditetapkan.

hlm. atau memanggil tukang/ahli servis untuk melakukannya.14 Proses pendistribusian atau penyaluran perlengkapan sekolah sebagaimana dijelaskan pada teori tersebut di atas tidak dilaksanakan di SMP Negeri 02 Turen Kab. ada tiga langkah yang sebaiknya ditempuh oleh bagian penanggungjawab penyimpanan atau penyaluran. Malang. Kegiatan pemeliharaan dapat dilakukan menurut ukuran waktu dan menurut ukuran keadaan barang. karena tanggung jawab pengadaannya langsung diberikan kepada yang membutuhkan yakni guru bidang studi. yaitu: (1) penyusunan alokasi barang. (2) pengiriman barang. op. atau membawanya ke bengkel servis.120 2. Malang 3. (3) penyerahan barang. Penggunaan dan Pemeliharaan Sarana Dan Prasarana Pendidikan Kegiatan rutin untuk mengusahakan agar barang tetap dalam keadaan baik dan berfungsi baik pula (running well) disebut pemeliharaan atau perawatan (service). 38 . Pemeliharaan tersebut dapat dilakukan sendiri oleh pemegangnya/penanggungjawabnya. Dalam rangka itu. Pendistribusian atau penyaluran perlengkapan merupakan kegiatan pemindahan barang dan tanggungjawab dari seorang penanggungjawab penyimpanan kepada unit-unit atau orangorang yang membutuhkan barang itu. Pendistribusian Sarana dan Prasarana Sekolah Barang-barang perlengkapan sekolah (sarana dan prasarana pendidikan) yang telah diadakan dapat didistribusikan.. Maka dari itu pengalihan tanggung jawab tidak ada di dalam manajemen sarana prasarana pendidikan SMP Negeri 02 Turen Kab.cit. 14 Ibrahim Bafadal.

Malang pemeliharaan sarana yang tergolong sebagai alat peraga atau media pendidikan yang seringkali digunakan dalam pembelajaran. tanggung jawabnya diberikan pada guru bidang studi. op.. Malang. Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen Kab. 146 Wawancara dengan Eko Yuliastutik Ch. Namun untuk proses penghapusan kami jarang melakukannya karena prosesnya yang sangat panjang dan rumit. Aktifitas. kreatifitas serta rasa tanggung jawab dan rasa “handar beni” adalah kunci dari keberhasilan kegiatan pemeliharaan demi optimalisasi daya pakai dan daya guna setiap barang kita. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Urusan Sarana dan Prasarana menyatakan: Setelah barang-barang tersebut didapatkan selanjutnya tanggung jawab media dan sarana diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing guru bidang studi mulai dari perawatan dan pemeliaran sampai pada penghapusan.16 SMP Negeri 02 Turen Kab. makanya bapak kepala sekolah tidak pernah mengijinkan untuk melakukan penghapusan terhadap barang-barang milik Negara Tiap akhir tahun urusan bidang sarana dan prasarana meminta catatan mengenai inventarisasi dari barang-barang tersebut karena akan dilaporkan ke KANWIL di tingkat provinsi. Hal ini ditujukan agar sarana dan prasarana yang ada dapat siap pakai sewaktu-waktu dan dapat sesuai dengan mata pelajaran yang diberikan. Malang yang 15 16 Ary H. hlm. Karena mereka yang tahu bagaimana cara merawat barang tersebut dengan baik dan bila sewaktu-waktu diperlukan mereka tidak bingung mencari barang-barang tersebut.121 Pada prinsipnya kegiatan pemeliharaan dilakukan agar setiap sarana dan prasarana itu senantiasa siap pakai dalam proses/kegiatan belajar mengajar. Gunawan.cit.15 Di SMP Negeri 02 Turen Kab. Tanggal 15 Mei 2007 .

Akan tetapi jika biaya untuk memperbaiki lebih banyak dari pada membeli. 225/MK/V/4/1971 barang milik Negara adalah berupa semua barang yang berasal atau dibeli dengan dana yang bersumber baik secara keseluruhan atau sebagainya. inventarisasi adalah pencatatan dan penyusunan daftar barang milik Negara secara sistematis.122 Ketika sarana pendidikan ada yang rusak maka Urusan Sarana dan Prasarana atas izin kepala sekolah memanggil tukang/ahli yang berada di sekitar wilayah SMP Negeri 02 Turen Kab. baik pusat. Secata definitive. Menurut keputusan Menteri Keuangan RI Nomor kep. baik yang berada di dalam maupun luar negeri. dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) ataupun dana lainnya yang barang-barangnya di bawah penguasaan pemerintah. tertib dan teratur berdasarkan ketentan-ketentuan atau pedoman-pedoman yang berlaku. maka kepala sekolah dalam raker akan memtuskan untuk membeli peralatan yang lebih baru. penghematan keuangan. Kegiatan tersebut merupakan suatu proses yang berkelanjutan. provinsi. Lazimnya. 4. mempermudah dalam . maupun daerah otonom. Malang untuk memperbaiki barang yang rusak tersebut. Inventarisasi Sarana dan Prasarana Sekolah Salah satu aktifitas dalam pengelolaan perlengkapan pendidikan di sekolah adalah mencatat semua perlengkapan yang dimiliki oleh sekolah. kegiatan pencatatan semua perlengkapan itu disebut dengan istilah inventarisasi perlengkapan pendidikan. Melalui inventarisasi perlengkapan pendidikan diharapkan akan tercipta ketertiban administrasi barang.

op. Januari dan April tahun berikutnya. pada setiap bulan Juli. Kegiatan inventarisasi perlengkapan pendidikan meliputi dua kegiatan. 55 . Lebih lanjut. Oktober. Semua perlengkapan pendidikan di sekolah atau barang inventaris sekolah harus dilaporkan. Misalnya. inventarisasi mampu menyediakan data dan informasi untuk perencanaan. 17 17 Ibrahim Bafadal. termasuk perlengkapan baru kepada pemerintah. yaitu departemennya. Laporan tersebut seringkali disebut dengan istilah laporan mutasi barang.123 pemeliharaan dan pengawasan. khusus barang-barang inventaris dicatat di dalam buku induk inventaris dan buku golongan inventaris..cit. Sedangkan khusus barang-barang bukan inventaris dicatat di dalam buku induk bukan inventaris dan kartu (bisa berupa buku) stok barang. yaitu: a) Kegiatan yang berhubungan dengan pencatatan dan pembuatan kode barang perlengkapan Barang-barang perlengkapan di sekolah dapat diklasifikasikan menjadi dua macam. yaitu barang inventaris dan barang bukan inventaris. b) Kegiatan yang berhubungan dengan pembuatan laporan. Setelah itu. Sekolah-sekolah swasta wajib melaporkannya kepada yayasannya. hlm. Pelaporan tersebut dilakukan sekali dalam setiap triwulan. Baik barang inventaris maupun barang bukan inventaris yang diterima sekolah harus dicatat di dalam buku penerimaan.

Dalam proses inventarisasi Urusan Sarana dan Prasarana dibantu oleh pegawai TU. Dimensi Administrasi (Surabaya: Usaha Nasional.18 Untuk melakukan penghapusan atau penyingkiran (afkeur) pelaksana harus memperhatikan tahap-tahap sebagai berikut: a) Pemilihan barang yang akan dihapuskan dilakukan setiap tahun bersamaan dengan waktu memperkirakan kebutuhan. hlm. namun tiap akhir tahun Urusan Sarana dan Prasarana meminta catatan mengenai sarana pendidikan yang telah dibeli. 198 .1994). Penghapusan Sarana dan Prasarana Pendidikan Yang dimaksud dengan penghapusan adalah kegiatan yang mempunyai tujuan untuk menghapuskan barang-barang milik Negara dari daftar inventaris Departemen Pendidikan dan Kebudayaan berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku. Karena hasil dari catatan inventarisasi itu akan dilaporkan ke KANWIL Pusat di Tingkat Provinsi. Malang sesuai sekali dengan teori yang telah dipaparkan di atas. perawatan. 18 Piet A. Sahertian. pemakaian. 5. Mengenai inventarisasi buku-buku yang ada di perpustakaan. Urusan Sarana dan Prasarana menyerahkan tanggung jawab sepenuhnya kepada pegawai perpustakaan.124 Kegiatan inventarisasi yang dilakukan oleh SMP Negeri 02 Turen Kab. Walaupun tanggung jawab pengadaan. dan pemeliharaan berada di tangan guru bidang studi. Karena kegiatan ini begitu rumit dan perlu ketelitian dari pelaksananya.

maka hal tersebut akan dilaksanakan. Barang-barang yang sudah lama dan sudah tidak terpakai lagi tetap disimpan rapi di gudang sekolah. d) Melaksanakan penyingkiran dengan cara-cara mengadakan lelangan. Buku-buku yang sudah tidak relevan dengan kurikulum sekolah masih tetap ditata rapi di perpustakaan untuk dijadikan referensi para guru maupun para siswa. Malang. Malang jarang sekali dilakukan. Jadi untuk Suharsimi Arikunto. Namun Kalau barang tersebut masih bisa dijual guna mendapatkan yang lebih baru. Pernah dilakukan tapi itu sudah lama dan kegiatan itu cukup membuat jera para civitas akademik SMP Negeri 02 Turen Kab. Proses penghapusan/penyingkiran harus disaksikan oleh atasan e) Membuat berita acara tentang pelaksanaan penyingkiran. Organisasi dan Administrasi: Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (Jakarta: Raja Grafindo Persada. 89 19 . menghibahkan kepada badan/orang lain atau membakar.19 Sedangkan proses penghapusan sarana dan prasarana di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang sebenarnya jarang sekali dilakukan. c) Membuat surat pemberitahuan kepada atasan bahwa akan diadakan penyingkiran dengan menyebutkan barang-barang yang hendak disingkirkan. Seperti contohnya monitor komputer yang sudah lama maka bisa ditukar tambah dengan yang lebih baru. Karena memang proses penghapusan sarana dan prasarana itu cukup rumit makanya di SMP Negeri 02 Turen Kab. 1993). hlm.125 b) Memperhitungkan faktor-faktor penyingkiran dan penghapusan ditinjau dari segi nilai uang.

126

melakukan penghapusan terhadap sarana pendidikan, Kepala sekolah bersama para guru dan karyawan harus berpikir dua kali. Bahkan di perpustakaan SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang proses penghapusan itu belum pernah dilakukan sama sekali. Buku-buku lama yang tidak relevan dengan kurikulum yang digunakan tidak dibuang begitu saja dan dijadikan tambahan referensi guru maupun siswa. Adapun inventarisasi bukubuku perpustakaan adalah dengan mencatat jumlah dan jenis buku pada sebuah buku induk.20 Proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan agama Islam di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang sama halnya dengan manajemen sarana dan prasarana mata pelajaran yang lainnya. Hal ini sesuai dengan pernyataan ibu Eko Yuliastutik Ch, S.Pd pada waktu menanggapi pertanyaan peneliti, beliau menegaskan bahwa: Proses manajemen sarana dan prasarana mata pelajaran pendidikan agama Islam kami samakan dengan proses manajemen sarana dan prasarana mata pelajaran yang lainnya. Hal ini dikarenakan jumlah sarana dan prasarana yang ada di sekolah kami masih minim jadi proses manajemennya kami samakan. Tanggung jawab akan sarana dan media pendidikan juga kami serahkan sepenuhnya pada guru pendidikan agama Islam.21 Adapun upaya yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI melalui manajemen sarana dan prasarana adalah

sesuai dengan hasil wawancara peneliti dengan bapak Edi Sunarto, S.Pd yang

Wawancara dengan Suliani, Pegawai Perpustakaan SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang, Tanggal 21 Mei 2007 Wawancara dengan Eko Yuliastutik Ch, Urusan Sarana dan Prasarana SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang, Tanggal 17 Mei 2007
21

20

127

menjabat sebagai Humas SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang dan merangkap sebagai urusan kurikulum kelas 3, beliau menyatakan: Dalam perencanaan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah kami, bapak kepala sekolah mengalokasikan dana secara benar untuk pemenuhan kebutuhan tersebut. Dana tersebut diperoleh dari kucuran dan dari APBD, DIKNAS, serta beberapa dari komite sekolah. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan gedung sekolah dan pengadaan peralatanperalatan yang dibutuhkan dalam proses belajar mengajar.22 Bapak kepala SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang termasuk pemimpin yang bijaksana, beliau tidak asal perintah saja melainkan beliau juga memberikan tauladan yang baik terhadap anak buahnya. Karena beliau mempunyai prinsip bahwasannya “orang yang menyuruh melakukan sesuatu harus berbuat hal yang sama, jadi tidak asal ngomong dan tidak melaksanakan”. Hal ini sesuai dengan firman Allah:

‫ّﺎس ﺑﻞ ﻟﺒﺮ وﺗﻨﺴﻮن اﻧﻔﺴﻜﻢ واﻧﺘﻢ ﺗﺘﻠﻮن اﻟﻜﺘﺎب اﻓﻼ‬ ‫اﺗﺄ ﻣﺮون اﻟﻨ‬ (44:‫ﺗﻌﻘﻠﻮن )اﻟﺒﻘﺮة‬
Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan diri kalian sendiri, padahal kalian membaca alkitab (Taurat)? Maka Tidakkah kamu berpikir? (Q.S. Al-Baqarah: 44)23 Akibatnya, mereka akan mendapat ancaman dari Allah:

(3:‫آﺒﺮ ﻣﻘﺘﺎ ﻋﻨﺪاﷲ ان ﺗﻘﻮﻟﻮا ﻣﺎ ﻻ ﺗﻔﻌﻠﻮن )اﻟﺼﻒ‬
Amat besar kebencian di sisi Allah karena kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan. (Q.S. As-Shaf: 3)24
Wawancara dengan Edi Sunarto, Humas SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang, Tanggal 14 Mei 2007
23 22

Al-Qur’anul Al-Karim dan Terjemahnya, op.cit., hlm. 7

128

C. Hasil Peningkatan Kualitas Pembelajaran PAI di SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang Melalui Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam kamus besar bahasa Indonesia kualitas didefinisikan sebagai tingkat baik buruknya sesuatu, kadar atau mutu atau dapat juga dikatakan sebagai derajat atau taraf (kepandaian atau kecakapan, dan sebagainya).25 Sedangkan. secara sederhana pembelajaran mengandung arti setiap kegiatan yang dirancang untuk membantu seseorang mempelajari suatu kemampuan dan atau nilai yang baru.26 Dengan demikian kualitas pembelajaran adalah mutu seorang guru baik kemampuan maupun pemahamannya terhadap interaksi belajar mengajar yang indikatornya dapat dilihat dari hasil prestasi belajar siswa, baik itu prestasi dalam menempuh ujian semester atau prestasi dalam menempuh ujian akhir. Dalam kaitannya dengan peningkatan kualitas pembelajaran PAI, maka tidak terlepas dari adanya beberapa faktor yang menjadi pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, dan salah satunya adalah faktor sarana dan prasarana. Faktor ini merupakan faktor yang krusial dalam pembelajaran PAI. Tanpa sarana dan prasarana yang memadai pendidikan tidak akan berjalan dengan maksimal. Demikian juga, meskipun sarana dan prasaran cukup memadai tapi tidak dikelola dengan baik maka pembelajaran pun tidak dapat terlaksana dengan efektif dan efisien.
24 25

Al-Qur’anul Al-Karim dan Terjemahnya, Ibid., hlm. 440 W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka,1989) Syaiful Sagala, Konsep dan Makna Pembelajaran (Bandung: Alfabeta, 2006), hlm. 61

hlm. 467
26

2006) Informasi lain didapatkan peneliti dari hasil wawancara dengan Urusan sarana dan prasarana pendidikan. dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh peneliti dapat di katakana bahwa hasil yang diperoleh pada saat ini dengan tahun sebelumnya lebih banyak mengalami peningkatan. beliau mengatakan bahwa dengan manajemen sarana dan prasarana pendidikan yang telah dilakukan ternyata tidak sia-sia sebab .89 7.45 2005-2006 TAHUN NILAI 7. Malang.129 Oleh karena itu agar kualitas pembelajaran PAI di suatu sekolah umum lebih meningkat dari pada sebelumnya dan bisa setara dengan kualitas pembelajaran PAI di sekolah-sekolah berbasis Islam (madrasah) maka sekolah harus memiliki sarana dan prasarana PAI yang lengkap. Demikian juga yang terjadi di SMP Negeri 02 Turen Kab.3 Nilai Rata-Rata UAS tahun 2004/2005 dan 2005/2006 KELAS VII VIII IX TAHUN 2004/2005 NILAI 7.00 8. Malang. sekolah harus memiliki kapabilitas dalam mengelola sarana dan prasarana pendidikan yang sudah tersedia.54 (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen Kab. Hal ini dikarenakan adanya pembaharuan pada bidang sarana dan prasarana serta cara mengelolanya berikut data yang menyebutkan adanya peningkatan hasil pada mata pelajaran PAI dibandingkan tahun sebelumnya: Tabel 5. sehingga adanya sarana dan prasarana pendidikan yang termanage dengan baik sangat memungkinkan hasil yang diperolehnya pun akan lebih baik. paham tentang teori-teori manajemen sarana dan prasarana dan mampu mengimplementasikannya dalam realitas di sekolah.59 7.17 7. Tapi tidak cukup itu.

3. Ekstrakurikuler Olahraga Prestasi yang Diraih Renang Bulutangkis Lari Lempar lembing Bola Volly Bola Basket Peserta Jembara Pencak Silat Tingkat Prestasi Juara 1 Juara 1 Juara 1 Juara 1 Semi Final Juara 2 Tingkat Daerah Provinsi Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten Kabupaten - 2. 2006) 27 Arsip SMP Negeri 02 Turen Kab. 5. Guru Sedangkan prestasi ekstrakurikuler tahun ajaran sebelumnya dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 5.4 Data Prestasi Ekstrakulikiler SMP Negeri 02 Turen tahun 2005/2006 No 1. Malang. : Meringankan dan mempermudah guru dalam memaham kan materi yang akan diajarkan pada siswa. 4. 6. Terbukti dengan banyaknya peserta dalam kegiatan ekstra baca Al-Qur’an. Sekolah b. Pramuka Bela diri Seni Tari Baca Qur’an PMR Seni Musik (Sumber Data: Arsip SMP Negeri 02 Turen Kab. : Prestasinya cukup memuaskan. begitu juga minat siswa meningkat terhadap kegiatan keagamaan yang dilaksanakan oleh pihak sekolah.27 c. 7.130 dengan manajemen tersebut SMP Negeri 02 Turen Kab. seperti berhasil menjuarai berbagai macam lomba dalam bidang olahraga. Malang mampu mencatat sebagai 8 besar SMP Negeri terbaik sekabupaten Malang. Siswa : SMP Negeri 02 Turen Kab. seperti pada kejuaraan atletik yakni lari 100 m yang diadakan oleh pihak kabupaten dan mendapat juara 1. Begitu juga dalam bidang keagamaan. Malang. Malang memperoleh hasil yang cukup signifikan diantaranya: a. 2006 . hasil belajar siswa pada akhir semester semakin meningkat.

Diantaranya dengan manajemen sarana dan prasarana pendidikan maka konsentrasi siswa dalam belajar dapat lebih besar dan guru dapat lebih maksimal dalam menyampaikan materinya. kompetensi siswa lebih meningkat. nilai siswa lebih meningkat dan pengajaran dapat dilakukan kapan dan di mana saja. proses belajar mengajar dapat berjalan lancar dan kualitas pembelajaran PAI mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Antara lain. Ibu Iftina Hidayati. sehingga tujuan (standar kompetensi) yang telah diformulasikan oleh pakar pendidikan dalam KBK dan dalam KTSP yang akan diberlakukan pada tahun ajaran akan datang dapat tercapai dengan baik. Jadi cukup jelas bahwa dengan sarana dan prasarana yang memadai dan juga dengan proses manajemen yang professional maka hasilnya pun akan maksimal dan memuaskan. S. .Ag beliau menerangkan bahwa sarana dan prasarana itu sangat bermanfaat pada pelaksanaan PAI.131 Hal senada diungkapkan oleh salah satu guru PAI. Dan sejauh ini sesuai dengan penilaian beliau melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan nilai siswa dapat meningkat menjadi lebih baik dibandingkan tahun kemarin. siswa lebih siap dan lebih konsentrasi dalam menerima pelajaran. Jadi manajemen sarana dan prasarana itu sangat berpengaruh terhadap proses belajar mengajar PAI.

Guru PAI selain membutuhkan ruang kelas dalam pelaksanaan proses belajar mengajar. bangku. perpustakaan. mereka juga membutuhkan sarana dan prasarana yang beragam sesuai dengan materi yang akan diajarkannya.132 BAB VI PENUTUP A. peneliti dapat menyimpulkan beberapa hal sebagai berikut: 1. SMP Negeri 02 Turen Kab. Malang mengajar sesuai dengan kompetensi yang telah ditentukan yakni kurikulum 1994 dan kurikulum 2004. . ruang kelas. Perencanaan pengadaan barang. 2. Malang adalah: a. Guru PAI SMP Negeri 02 Turen Kab. papan tulis. Dan salah satu jalan yang ditempuhnya adalah dengan menggunakan sarana dan prasarana pendidikan. VCD. almari. Proses manajemen sarana dan prasarana pendidikan di SMP Negeri 02 Turen Kab. kursi. kapur tulis. Di dalam rapat itu segala sesuatu yang berhubungan dengan perencanaan di bahas dengan matang. CD. Tetapi mereka tetap berusaha agar kualitas pembelajaran PAI lebih meningkat. penghapus papan tulis. kegiatan ini dimulai pada waktu sekolah mengadakan raker di awal tahun ajaran baru. Malang dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI. Dan prasarana yang dibutuhkan diantaranya. masjid dan laboratorium agama. membutuhkan sarana pendidikan berupa. LCD. dan TV. dan media pendidikan seperti OHP. meja. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian di lapangan. kaset. spidol.

Inventarisasi. alat peraga. d. Melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan SMP Negeri 02 Turen Kab. diantaranya SMP . Sarana pendidikan yang bersifat umum seperti meja. Sedangkan sarana yang bersifat khusus seperti alatalat laboratorium. Malang. c. Malang menuai hasil yang tidak mengecewakan. Pengadaan barang. 3. kursi dan perabotan meubelair lainnya dikoordinasi oleh Urusan sarana dan prasarana. Bahkan di perpustakaan SMP Negeri 02 Turen proses penghapusan terhadap buku-buku yang telah usang dan sudah tidak relevan dengan kurikulum yang ada belum pernah dilakukan sama sekali. Dan Prasarana yang ada di SMP Negeri 02 Turen dalam pemeliaraannya dikoordinasi oleh pesuruh sekolah. karena prosesnya yang begitu rumit dan sangat panjang.133 b. buku-buku lama tetap disimpan dan ditata rapi. Penghapusan. kegiatan ini dilaksanakan oleh Urusan sarana dan prasarana dan dibantu oleh Kepala TU beserta staff. proses penghapusan sarana dan prasarana jarang sekali dilakukan di SMP Negeri 02 Turen Kab. pengadaan sarana yang tergolong sebagai media pembelajaran/alat peraga langsung dilakukan oleh guru bidang studi jadi mereka diberi wewenang oleh urusan sarana dan prasarana untuk membeli sendiri peralatan yang dibutuhkan dengan menyerahkan nota pembelian sebagai bukti pembelian. Semua sarana dan prasarana yang ada di SMP Negeri 02 Turen di rawat dan dipelihara bersama-sama dengan dikoordinatori oleh seorang penanggung jawab. Pemeliharaan. alat pendidikan dan lain-lain dikoordinasi oleh guu bidang studi. e.

134 Negeri 02 Turen Kab. seperti berhasil menjuarai berbagai macam lomba dalam bidang olahraga. sesuai dengan kurikulum 1994 dan kurikulum 2004. Malang mampu mencatat sebagai 8 besar SMP Negeri terbaik sekabupaten Malang. SARAN . Guru : karena waktu yang dialokasikan pada mata pelajaran PAI disekolah umum sangat sempit maka guru dapat lebih mudah dan lebih maksimal dalam menjelaskan sebuah materi. daya ingat siswa lebih kuat sehingga hasil belajar siswa pada akhir semester pun semakin meningkat bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. kompetensi siswa dapat lebih meningkat. b. terbukti dengan banyaknya peserta dalam kegiatan ekstra baca Al-Qur’an. maka dapat dikatakan bahwa kualitas pembelajaran PAI dapat meningkat melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan B. seperti pada kejuaraan atletik yakni lari 100 m yang diadakan oleh pihak kabupaten dan mendapat juara 1. Begitu juga dalam bidang keagamaan. Adapun hasil yang dipeoleh siswa dan guru dengan adanya manajemen sarana dan prasarana pendidikan adalah: a. konsentrasi siswa dalam belajar dapat lebih besar . Ketika tujuan dari pendidikan dapat tercapai secara maksimal. Siswa : Prestasinya cukup memuaskan. Dengan ini semua tentunya akan membawa ke arah tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditentukan. Begitu juga minat siswa meningkat terhadap kegiatan keagamaan yang dilaksanakan oleh pihak sekolah.

akan menambah luas sarana dan prasarana yang telah tersedia. guru dan karyawan dalam proses manajemen sarana dan prasarana.135 Dari hasil kesimpulan pembahasan di atas. 3. . Sehingga lokasi perpustakaan menjadi lebih luas dan almari serta rak buku bisa diisi dengan buku-buku terbaru. Bagi Kepala Sekolah Hendaknya sarana dan prasarana yang telah usang dan tidak dipakai lagi dihapus saja. Bagi Pustakawan Hendaknya lebih komunikatif dengan Kepala sekolah dan Urusan sarana prasarana dalam mengemukakan pendapatnya untuk menghapus buku-buku yang telah usang di perpustakaan. Selain itu sekolah akan mendapatkan dana jika barang-barang itu dilelang dan dana itu dapat digunakan untuk pengadaan sarana dan prasarana yang belum tersedia. meskipun harus dengan prosedur yang rumit. 2. terutama dalam proses pemeliharaan sarana dan prasarana. maka ada beberapa hal yang perlu diungkapkan sebagai saran dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran PAI melalui manajemen sarana dan prasarana pendidikan: 1. Karena dengan penghapusan barang-barang yang tela usang itu. Bagi Urusan Bidang Sarana dan Prasarana Perlu adanya komunikasi yang intensif dengan kepala sekolah.