BAB I PENDAHULUAN

Pada makalah bab pendahuluan ini akan diuraikan beberapa hal mengenai latar belakang masalah, rumusan masalah, batasan masalah (ruang lingkup masalah), tujuan penulisan, dan manfaat penulisan.

1.1

Latar Belakang Masalah
Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia

dan proses mental. Psikologi merupakan cabang ilmu yang masih muda atau remaja. Sebab, pada awalnya psikologi merupakan bagian dari ilmu filsafat tentang jiwa manusia. Menurut plato, psikologi berarti ilmu pengetahuan yang mempelajari sifat, hakikat, dan hidup jiwa manusia (psyche = jiwa ; logos = ilmu pengetahuan). Pada pokoknya, psikologi itu menyibukkan diri dengan masalah kegiatan psikis, seperti berpikir, belajar, menanggapi, mencinta, membenci dan lain-lain. Macam-macam kegiatan psikis pada umumnya dibagi menjadi 4 kategori, yaitu: 1) pengenalan atau kognisi, 2) perasaan atau emosi, 3) kemauan atau konasi, 4) gejala campuran. Seperti yang kita ketahui, setiap orang, kelompok, dan organisasi pasti selalu dihadapkan pada masalah-masalah baik untuk perbaikan, peningkatan kinerja atau mencari peluang baru. Masalah yang sama sering kali diselesaikan dengan solusi yang berbeda karena situasi yang semakin dinamis. Hal ini membutuhkan kreativitas dalam menemukan solusi pemecahan masalah yang tepat. Kunci utama dari kreativitas adalah kemampuan dalam menggali ide-ide, metode lain dan pendekatan alternatif untuk mencapai pemecahan masalah yang efektif dan efisien. Proses berpikir adalah kecakapan menjalankan akal menjalankan proses pemikiran/kemahiran berpikir. Pemecahan masalah secara kreatif artinya dapat

1

Apa yang dimaksud dengan pemecahan masalah? e. Secara umum dapat dikemukakan bahwa problem itu timbul apabila ada perbedaan atau konflik antara keadaan satu dengan keadaan yang lain dalam rangka mencapai tujuan. Proses berpikir dan pemecahan masalah secara kreatif 2 . pengalaman. a. Jenis-jenis proses berpikir c. serta keterampilan yang penulis miliki. Langkah-langkah dalam proses berpikir d. Bagaimana proses berpikir dan pemecahan masalah secara kreatif? 1. Pengertian pemecahan masalah e. Pengertian berpikir b. a. Apa yang dimaksud dengan berpikir? b. Strategi pemecahan masalah f. Apa saja strategi yang dibutuhkan dalam pemecahan masalah? f. maka masalah dalam penulisan makalah ini dibatasi pada pembahasan seperti berikut. Bagaimana proses dalam pemecahan masalah? g. Apa saja jenis-jenis dalam proses berpikir? c. Apa saja langkah-langkah dalam proses berpikir? d. pengetahuan. 1.3 Batasan Masalah (Ruang Lingkup Masalah) Mengingat terbatasnya waktu.2 Rumusan Masalah Rumusan masalah yang dibahas dalam penulisan makalah ini adalah sebagai berikut. Proses pemecahan masalah g.mengatasi problema daengan mendayagunakan akalnya secara benar.

3 .4 Tujuan Penulisan Penulisan makalah ini bertujuan untuk mengetahui pengertian dari berpikir dan pemecahan masalah.1. kemudian untuk mengetahui apa saja strategi dalam pemecahan masalah. mengetahui jenis-jenis dan langkah-langkah dalam proses berpikir serta proses dalam pemecahan masalah.5 Manfaat Penulisan Manfaat dari penulisan makalah ini adalah untuk memberikan pengetahuan bagi para pembaca tentang apa dan bagaimana melakukan proses berpikir dan pemecahan masalah secara kreatif. dan yang terakhir untuk mengetahui bagaimana proses berpikir dan pemecahan masalah secara kreatif. 1.

1 Pengertian Berpikir Berpikir adalah proses tingkah laku dengan menggunakan pikiran untuk mencari makna dan pemahaman terhadap sesuatu. 2. terdapat pula bentuk-bentuk dalam berpikir. Berpikir dengan pengalaman (routine thinking) Dalam bentuk berpikir ini. strategi pemecahan masalah. langkah-langkah dalam proses berpikir. Sementara itu. 1. di antaranya adalah.BAB II PEMBAHASAN Pembahasan ini berisi uraian mengenai materi-materi yang terdapat pada batasan masalah atau ruang lingkup masalah. berpikir adalah memproses informasi secara mental. serta proses berpikir dan pemecahan masalah secara kreatif. Dari gambaran ini dapat dilihat bahwa berpikir pada dasarnya adalah proses psikologi. pengertian pemecahan masalah. Sementara itu. Pentingnya proses berpikir dalam pemecahan masalah adalah untuk merangsang proses belajar dan mengingan serta merespon dalam bentuk pengambilan keputusan. membuat pertimbangan dan keputusan atau penyelesaian masalah. Pada bab ini akan diuraikan mengenai pengertian berpikir. Perkembangan ide dan konsep ini berlangsung melalui proses penjalinan hubungan antara bagian-bagian informasi yang tersimpan di dalam diri seseorang yang berupa pengertian-pengertian. definisi yang paling umum mengenai berpikir adalah berkembangnya ide dan konsep di dalam diri seseorang. proses pemecahan masalah. Secara sederhana. jenis-jenis proses berpikir. kita banyak menghimpun berbagai pengalaman dari berbagai pengalaman pemecahan masalah yang kita 4 .

2 Jenis-jenis Proses Berpikir Secara garis besar. Berpikir rasional Untuk menghadapi suatu situasi dalam memecahkan masalah digunakanlah cara-cara berpikir logis. sangat diperlukan keaktifan akal kita dalam memecahkan masalah. dan lain sebagainya. berpikir autistik merupakan kegiatan mental yang melantur dan tidak mempunyai tujuan serta arah tertentu. Berpikir reproduktif Dengan berpikir reproduktif. 3. 4. menghayal. Pada kondisi seperti ini. Berpikir autistik adalah proses berpikir yang biasanya dikenal dengan melamun. Sementara. Ingatan dan tanggapan tersebut kita gunakan untuk memecahkan masalah yang kita hadapi. seperti fantasi. Berpikir kreatif Dengan berpikir kreatif. 5. tetapi hanya sekadar memikirkan kembali dan mencocokkan dengan sesuatu yang telah dipikirkan sebelumnya. Berpikir representatif Dengan berpikir representatif. kita sangat bergantung pada ingataningatan dan tanggapan-tanggapan saja. 2. 5 . kita tidak menghasilkan sesuatu yang baru. Berpikir autistik menjadikan seseorang lari dari kenyataannya dan memandang semua yang ada sebagai gambar-gambar fantastis. Dengan berpikir rasional. berpikir realistik adalah proses berpikir dalam rangka menyesuaikan diri dengan dunia nyata dan diharapkan mampu memecahkan permasalahan yang sedang dihadapi. kita dapat menghasilkan sesuatu yang baru serta menghasilkan pengalaman-pengalamann baru. ada dua macam proses berpikir yaitu berpikir autistik dan berpikir realistik. 2. Kadang-kadang satu pengalaman dilengkapi oleh pengalaman-pengalaman yang lain.hadapi. atau bisa disebut juga dengan nalar (reasoning).

Berpikir deduktif. merupakan proses berpikir yang dimulai dari halhal yang bersifat umum menuju hal-hal yang bersifat khusus. Istilah ini dikenal dengan generalisasi. Berpikir evaluatif. maka seseorang bisa saja untuk menambah atau mengurangi gagasan. orang mengolah dan mengorganisasikan bagian-bagian dari pengetahuannya. Berpikir analogi. Dalam hal ini. merupakan berpikir yang didasarkan pada pengenalan kesamaan. bahkan bermanfaat atau tidaknya sebuah gagasan. ia menerapkannya kepada fenomena-fenomena khusus. orang bertolak dari suatu teori. Dalam cara berpikir ini. Dalam cara berpikir ini. Biasanya. merupakan proses berpikir secara kritis untuk menilai baik atau buruk. Kesimpulan dipercaya. a. proses berpikir realistik dibagi menjadi beberapa bagian. yang diambil dari berpikir analogi ini kebenarannya kurang dapat Kebenarannya ditentukan oleh faktor ”kebetulan” dan bukan 6 . b.Dalam berpikir. orang beranggapan bahwa kebenaran dari fenomena-fenomena yang pernah dialaminya berlaku pula bagi fenomena yang sekarang. merupakan kebalikan dari berpikir deduktif yaitu proses pengambilan keputusan dimulai dari hal-hal yang bersifat khusus menuju umum. Berpikir induktif. sehingga pengalaman-pengalaman dan pengetahuan yang tidak teratur menjadi tersusun serta merupakan kebulatan-kebulatan yang dapat dikuasai dan dipahami. dan mengambil kesimpulan khusus yang berlaku bagi fenomena tersebut. tepat atau tidak. Dari situlah. Ketepatan berpikir induktif bergantung pada memadainya kasus yang dijadikan dasar. Karena proses ini merupakan proses berpikir yang bebas. c. dengan menggunakan perbandingan atau kontras. prinsip ataupun kesimpulan yang dianggapnya benar dan sudah bersifat umum. d.

yaitu menyisihkan dan membuang ciri-ciri yang tidak hakiki. dengan kata lain validitas kebenarannya sangat rendah. berkulit putih. dan berambut hitam. berambut pirang atau putih. Contoh ciri-ciri yang hakiki itu adalah makhluk hidup yang berbudi. untuk manusia Eropa. contohnya manusia Indonesia. di antaranya. Obyek tersebut kita perhatikan unsur . a. 1. serta bermata biru. b. Menganalisis ciri-ciri dari sejumlah obyek yang sejenis. Pendapat dibedakan menjadi tiga macam. 2. lalu kita analisa ciri-cirinya. berbudi. Sementara. ciri-cirinya adalah mahluk hidup. berbudi. 2. mana yang tidak sama.berdasarkan perhitungan yang tepat. mana yang selalu ada dan mana yang tidak selalu ada mana yang hakiki dan mana yang tidak hakiki. 7 . Membanding-bandingkan ciri tersebut untuk diketemukan ciriciri mana yang sama. c. Pembentukan Pendapat Yaitu menggabungkan atau memisahkan beberapa pengertian menjadi suatu tanda yang khas dari masalah itu. Mengabstraksikan. serta menangkap ciri-ciri yang hakiki. ciri-cirinya adalah makhluk hidup. berkulit sawo matang.unsurnya satu demi satu. Misalnya kita ambil manusia dari berbagai bangsa. Pembentukan Pengertian Pengertian atau lebih tepatnya disebut pengertian logis di bentuk melalui tiga tingkatan. yaitu.3 Langkah-langkah dalam Proses Berpikir Proses berpikir terbagi dalam beberapa langkah di antaranya sebagai berikut.

Pendapat Modalitas (kebarangkalian). Besi di panaskan akan memuai. dan sebagainya. Si Desi malas. b.a. Misalnya: Semua logam kalau dipanaskan memuai (umum). Si Teti mungkin tidak datang. Keputusan Deduktif Keputusan deduktif ditarik dari hal yang umum ke hal yang khusus. Si Dodi itu pandai. c. Pendapat Afirmatif (positif). Penarikan Kesimpulan atau Pembentukan Keputusan Keputusan adalah hasil perbuatan akal untuk membentuk pendapat baru berdasarkan pendapat-pendapat yang telah ada. dan sebagainya. Misalnya: Tembaga di panaskan akan memuai. Kuningan di panaskan akan memuai. Pendapat Negatif. Keputusan Induktif yaitu keputusan yang diambil dari pendapat-pendapat khusus menuju ke satu pendapat umum. Ada tiga macam keputusan. Jadi (kesimpulan) semua logam kalau dipanaskan akan memuai (umum). yaitu pendapat yang secara tegas menyatakan sesuatu. sehingga berlawanan dengan keputusan induktif. Contoh lain: Semua manusia terkena nasib 8 . b. Jadi (kesimpulan) tembaga kalau dipanaskan memuai. a. misalnya Si Toni itu bodoh. 3. Perak di panaskan akan memuai. yaitu pendapat yang menerangkan kemungkinan-kemungkinan sesuatu sifat pada suatu hal. yaitu. dan sebagainya. misalnya Si Abdul itu rajin. tembaga adalah logam. misalnya hari ini mungkin hujan. yaitu pendapat yang secara tegas menerangkan tidak adanya suatu sifat sesuatu hal.

mati. Sementara itu. Seseorang yang menghadapi satu tujuan akan menghadapi persoalandan dengan demikian dia akan terpacu untuk mencapai tujuan itu dengan berbagai cara. Kemampuan untuk melakukan pemecahan masalah adalah ketrampilan yang dibutuhkan oleh hampir semua orang dalam setiap aspek kehidupannya. yang didefinisikan sebagai memilih solusi terbaik dari sejumlah alternatif yang tersedia. Jarang sekali seseorang tidak menghadapi masalah dalam kehidupannya seharihari.4 Pengertian Pemecahan Masalah Pemecahan masalah didefinisikan sebagai suatu proses penghilangan perbedaan atau ketidaksesuaian yang terjadi antara hasil yang diperoleh dan hasil yang diinginkan (Hunsaker. tentu naik kelas. 2005). Jadi (kesimpulan) Si Nunung anak yang pandai itu. Davidoff (1988:379) mengemukakan bahwa pemecahan masalah adalah suatu usaha yang cukup keras yang melibatkan suatu tujuan dan hambatan-hambatannya. Salah satu bagian dari proses pemecahan masalah adalah pengambilan keputusan (decision making). Misalnya: Totok anak pandai. karena masalah telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan. Pengambilan keputusan yang tidak tepat. akan mempengaruhi kualitas hasil dari pemecahan masalah yang dilakukan. Jadi pada suatu hari si Karto akan mati. Keputusan Analogis Keputusan analogis adalah keputusan yang diperoleh dengan jalan membandingkan atau menyesuaikan dengan pendapat-pendapat khusus yang telah ada. naik kelas (khusus). 9 . c. Santrock (2005:356) mengemukakan bahwa pemecahan masalah merupakan upaya untuk menemukan cara yang tepat dalam mencapai tujuan ketika tujuan dimaksud belum tercapai (belum tersedia). 2. Si Karto adalah manusia.

pemecahan terhadap suatu masalah dapat menjadi sederhana seperti mengingat kembali informasi 10 . Informational Retrieval (mendapatkan kembali informasi) Dalam beberapa kasus. Untuk itu. strategi ini biasanya akan menghabiskan waktu lama sampai kemudian muncul pemecahan masalahnya. Dengan cara ini kita akan dapat menggunakan strategi lain selain trial and error 2.2. Strategi yang ada seharusnya dijadikan pijakan pada pengkategorian dan penggambaran yang akurat dari suatu masalah. Tetapi hal ini juga harus melalui perhitungan batas ingatan jangka pendek. Kita harus dapat menyelamatkan informasi dan pekerjaan kita tanpa harus dibatasi oleh ruang kerja yang terlalu sumpek dengan ingatan jangka pendek.5 Strategi Pemecahan Masalah Sebuah persoalan tidak termasuk ke dalam masalah jika persoalan itu dapat diselesaikan dengan prosedur algoritme tertentu. Untuk memecahkan masalah-masalah yang sulit. perlu untuk memiliki beberapa strategi selain trial and error. Berikut ini adalah beberapa strategi pemecahan masalah yang sering digunakan: 1. Trial and Error Salah satu kemungkinan strategi pemecahan masalah adalah trial and error sederhana. Akan tetapi. Untuk pemecahan masalah sesungguhnya. diperlukan berbagai strategi yang dapat membantu mereka dalam memecahkan masalah. kemudian memadukan itu semua dalam suatu cara baru untuk tiba pada suatu penyelesaian. Dengan cara ini banyak masalah dapat pula justru tidak terpecahkan secara sempurna. peserta didik harus menarik sejumlah kecakapan dan pengetahuan mereka sebelumnya.

Lalu kita coba alt. Contoh lain adalah untuk memindahkan suhu Fahrenheit ke Celcius maka kita dapat menggunakan rumus = 5/9 x (F-32). Heuristic Banyak masalah yang dapat kita temukan sehari-hari yang tidak dapat begitu saja dapat dipecahkan dengan algoritma. Pada bagian ini 11 . tla. dan akhirnya kita temukan lat (terlambat) sehingga masalahnya terpecahkan. Algoritma adalah metode pemecahan masalah yang menjamin suatu pemecahan masalah jika tersedia kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkannya. l. 4. Ketika seorang pilot membutuhkan informasi. atl. Dalam beberapa kasus kita dapat menggunakan algoritma. Sebagai contohnya adalah algoritma untuk memecahkan anagram. Katakanlah kita diberi huruf a. yaitu suatu kelompok huruf-huruf yang dapat diatur kembali menjadi bentuk suatu kata. Cara ygn digunakan inilah merupakan suatu informational retrieval.(Informational Retrieval) dari ingatan jangka panjang. dan t. tal. Oleh karena itu ia gunakan ingatan jangka panjang untuk suatu jawaban segera. maka ia tidak punya cukup waktu untuk duduk dan menghitung jawaban benar karena waktu adalah hal yang esensial. 3. Sebagai contoh seorang pilot dapat mengingat dengan cepat mengenai hal-hal yang dibutuhkan untuk menerbangkan maupun mendaratkan pesawat. lta. Formula ini sebagaimana halnya formula yang lain merupakan suatu algoritma. Algoritma Semakin kompleks suatu masalah tentu membutuhkan metode yang semakin kompleks pula. Informational Retrieval adalah suatu pilihan penting ketika suatu pemecahan masalah harus ditemukan dengan cepat.

yaitu memberikan perhatian pada informasi yang relevan. membuat gambar. Heuristic adalah suatu hukum yang terutama membantu kita untuk menyederhanakan masalah. yaitu menggunakan komputer. 1. Suatu metode heuristic mungkin hanya dapat bekerja dengan baik untuk situasi tertentu. Stepelman dan Posamentier (1981) mengemukakan beberapa strategi lagi sebagai tambahan. Selain strategi-strategi di atas. 2. sebaiknya hal-hal yang penting hendaknya dicatat. dan memutuskan bagaimana merepresentasikan masalah. Polya menyarankan tahap-tahap tersebut sebagai berikut. menentukan karakteristik dari objek. melakukan aproksimasi. dan kalau perlu dibuatkan tabelnya atau pun dibuat sket atau grafiknya. dan mengumpulkan data. Dalam memecahkan suatu masalah. menentukan syarat cukup dan syarat perlu. metode heuristic secara umum dapat digunakan untuk masalah-masalah manusia yang lebih luas. Akan tetapi.kita akan belajar menggunakan strategi lain yang disebut dengan heuristic. sementara metode yang lain mungkin hanya digunakan untuk tujuan-tujuan khusus. Untuk mempermudah memahami masalah dan mempermudah mendapatkan gambaran umum penyelesaian. tetapi akan mencoba atau berusaha untuk mencapainya. akan tetapi dipilih sesuai dengan kondisi masalah. mengabaikan hal-hal yang tidak relevan. 12 . Metode ini meski tidak menjamin suatu pemecahan masalah. tentunya tidak menggunakan semua strategi di atas sekaligus.6 Proses Pemecahan Masalah Dalam memecahkan masalah ada beberapa tahap yang harus dilalui. Memahami soal atau masalah Memahami masalah artinya membuat representasi internal terhadap masalah.

Sementara. Membuat suatu rencana atau cara untuk menyelesaikannya Membuat suatu rencana atau cara untuk menyelesaikannya. Pada tahap ini. untuk memfokuskan 13 . ada kecenderungan siswa lebih kreatif dalam menyusun rencana. 4. perlu adanya aturan-aturan tertentu yang dibuat oleh siswa selama proses pemecahan masalah berlangsung sehingga dapat dipastikan tidak akan ada satupun alternatif yang terabaikan. peristiwa atau kejadian. 3. Kemampuan ini sangat tergantung dari pengalaman siswa dalam menjawab soal. Memahami masalah Langkah pertama yang dilakukan adalah dengan memahami secara tepat masalah yang sedang dihadapi.2. memeriksa setiap langkah kerja. Semakin banyak variasi pengalaman siswa. yaitu berkaitan dengan penulisan hasil akhir sesuai permintaan soal. Untuk memahami masalah diperlukan representasi situasi akurat tentang masalah yang sedang dihadapi. yaitu menyelesaikan model matematika yang telah dirumuskan. termasuk juga melihat alternatif penyelesaian yang lebih baik. Dengan kata lain siswa meyelesaikan soal itu dengan cara yang telah dirumuskan pada tahap dua. yaitu. Untuk itu. menurut Wessels ada empat langkah yang harus ditempuh dalam memecahkan suatu masalah. individu perlu melakukan diagnosis terhadap sebuah situasi. Menelaah kembali terhadap semua langkah yang telah dilakukan Menelaah kembali terhadap semua langkah yang telah dilakukan. maksudnya adalah merumuskan model matematika dari soal yang diberikan. 1. Melaksanakan rencana Melaksanakan rencana.

Menyeleksi solusi Setelah menentukan akar masalah yang sedang dihadapi. 2004: 324) mengemukakan bahwa salah satu metode yang cukup tepat untuk diaplikasikan adalah pemikiran analitik (membuat alasan dengan analogi). 4. Memutuskan rencana berarti individu telah mempertimbangkan semua kemungkinan dari masing-masing solusi yang ada dan memilih solusi yang dianggap terbaik dari sekian solusi yang ada. y. 2007).perhatian pada masalah sebenarnya bukan pada gejala-gejala yang muncul (Lasmahadi. 2005). Memutuskan rencana Tahap ini ditandai dengan pemilihan dan pengaplikasian suatu rencana yang telah diseleksi dan dianalisis secara matang untuk memecahkan suatu masalah. 3. Tahap ini meliputi verifikasi fakta. Metode ini memberi batas pencarian solusi pada situasi yang memiliki beberapa kesamaan dengan dengan situasi yang sedang dihadapi. 2. Pada beberapa masalah. Mengevaluasi hasil Tahapan selanjutnya adalah mengevaluasi hasil yang telah dicapai. Copi (Woolfolk & Nicolich. baik yang menguatkan maupun yang melemahkan pilihan-pilihan yang ada. perlu digunakan diagram atau notasi tertentu (misalnya x. maka langkah selanjutnya adalah merencanakan strategi pemecahan yang akan dan mungkin dapat ditempuh. 14 . dan z) untuk mempermudah identifikasi dan pemahaman masalahnya (Kangguru.

Tahap-tahap tersebut di antaranya.7 Proses Berpikir dan Pemecahan Masalah secara Kreatif Unsur kreatif sangat diperlukan dalam proses berpikir untuk menyelesaikan suatu masalah. yang dimaksud dengan pemecahan masalah secara kreatif adalah upaya pemecahan masalah dengan metode yang efektif dan komperhensif. serta informasi yang dimiliki. Ide-ide muncul setelah berbagai macam simbol diolah di alam bawah sadar kita. Dalam berpikir kreatif. Semakin kreatif seseorang. Sehingga. Berpikir kreatif adalah suatu cara berpikir di mana seseorang mencoba menemukan hubungan-hubungan baru untuk memperoleh jawaban baru terhadap masalah. agar mampu berpikir secara kreatif dalam pemecahan masalah. Sementara. 2. 1. mencapai pencerahan mandiri sehingga 15 . Tahap Preparasi Pada tahap preparasi (persiapan). proses yang terjadi ternyata harus melalui beberapa tahapan tertentu. Tahap Inkubasi Tahap inkubasi adalah tahap berpikir kreatif dan pengatasan masalah di mana kejadian mental yang tadinya digerakkan oleh persiapan yang direncanakan secara intensif. pikiran harus dioptimalkan pada beberapa tahapan yang harus dilalui. Maka dari itu. Dalam berpikir kreatif ini. diperlukan yang namanya imajinasi. seseorang dituntut untuk dapat memperoleh lebih dari satu jawaban terhadap suatu persoalan. Contoh: Pikiran akan berusaha untuk mengumpulkan sebanyak mungkin informasi yang relevan dengan masalah. aspek masalah. Si pemikir harus benar-benar mengoptimalkan pikirannya untuk mencari pemecahan masalah melalui hubungan antara inti permasalahan.2. maka semakin banyak alternatif penyelesaiannya. pikiran harus mendapat sebanyak mungkin informasi yang relevan dengan masalah yang sedang dihadapi. Suatu ide tidak dapat muncul secara tiba-tiba di dalam pikiran.

a. Contoh: Pikiran akan beristirahat sebentar ketika berbagai pemecahan berhadapan dengan jalan buntu. yakni iluminasi (inspirasi). Inkubasi tidak memerlukan kesadaran berpikir dalam menangani masalah. Misalnya seperti: “Aha!”. 16 . Contoh: Masa inkubasi akan berakhir ketika pemikir memperoleh semacam ilham. Pada tahap ini. biarkan pikiran beristirahat sebentar. Tahap Iluminasi Pada proses keempat. Proses inkubasi yang tengah berlangsung itu akan sangat tergantung pada informasi yang diserap oleh pikiran. Pada tahap inkubasi. Sementara itu pikiran bawah sadar kita akan terus bekerja secara otomatis mencari pemecahan masalah. ketika proses pemecahan masalah menemui jalan buntu. Semakin banyak informasi. Secara tiba-tiba pemecahan masalah muncul dengan sendirinya. akan semakin banyak bahan yang dapat dimanfaatkan dalam proses inkubasi. Ciri-ciri utama tahap inkubasi adalah sebagai berikut. serangkaian insight yang memecahkan masalah. Inkubasi banyak tergantung dari persiapan yang intensif dan berhati-hati b. proses pemecahan masalah berlangsung terus dalam alam bawah sadar kita 3. karena si pemikir mulai mendapatkan ilham serta serangkaian pengertian (insight) yang dianggap dapat memecahkan masalah. Inkubasi meningkatkan berfungsinya belahan otak kanan atau imajinasi kreatif dengan permunculan pengatasan masalah kreatif. c.tercapai pemahaman yang mengarah pada pengatasan masalah. proses inkubasi berakhir.

Tahap Revisi Apabila cara pemecahan masalah tersebut sudah tepat atau mungkin masih memerlukan penyesuaian dan perbaikan-perbaikan di sanasini. dengan tujuan untuk menilai apakah pemecahan masalah tersebut sudah tepat atau tidak. untuk mencari ilham baru yang lebih tepat. yaitu perbaikan dalam pemecahan masalah agar dapat menjadi lebih tepat. Bila ternyata cara yang diajukan tidak dapat memecahkan masalah. Tahap Evaluasi Tahap evaluasi terjadi setelah muncul pemecahan masalahnya. si pemikir harus memulainya lagi dari awal pentahapan.4. 17 . 5. maka tahap ini adalah tahap revisi.

maka semakin banyak alternatif penyelesaiannya. dan tanggapan dari para pembaca guna perbaikan makalah yang akan datang. Semakin kreatif seseorang.BAB III PENUTUP Pada makalah Bab III ini akan diuraikan mengenai penutup yang berisi tentang kesimpulan dan saran. pikiran harus dioptimalkan pada beberapa tahapan yang harus dilalui. dan tahap revisi.2 Saran Kami sangat menyadari makalah ini masih terdapat banyak kekurangan. penulis dapat menarik kesimpulan-kesimpulan seperti berikut. Sementara. 2. tahap iluminasi. Oleh sebab itu. tahap evaluasi. kami sangat mengharapkan kritik. Tahap-tahap tersebut di antaranya adalah tahap preparasi. 3. 3. Agar mampu berpikir secara kreatif dalam pemecahan masalah. 18 . tahap inkubasi. saran. Berpikir kreatif adalah suatu cara berpikir di mana seseorang mencoba menemukan hubungan-hubungan baru untuk memperoleh jawaban baru terhadap masalah. 1.1 Kesimpulan Atas selesainya makalah mengenai proses berpikir dan pemecahan masalah secara kreatif ini. baik itu dari isi maupun teknik penulisan. yang dimaksud dengan pemecahan masalah secara kreatif adalah upaya pemecahan masalah dengan metode yang efektif dan komperhensif. Unsur kreatif sangat diperlukan dalam proses berpikir untuk menyelesaikan suatu masalah.

27 WITA. Intan. Ndezz. http://ericha-wardhani. Diunduh 10 Oktober 2013. http://mutiarafatur.com.blogspot. http://lettre-de-raphael. Muhammad Saidul. Ahmadi. “Berpikir” Online. http://buntataris.com. 2012.blogspot. “Proses Berpikir dan Pemecahan Masalah secara Kreatif” Online. pukul 21. Mustafa. Diunduh 11 Oktober 2013.blogspot. pukul 24. Diunduh 6 Oktober 2013. “Berpikir dan Pemecahan Masalah” Online. Ericha. 2011.54 WITA. pukul 24.com. Diunduh 11 Oktober 2013. “Pemecahan Masalah secara Kreatif” Online.blogspot. Kurniawan. “Proses Berpikir Kreatif” Online. Hudari. 2012. http://ndezz-ndezz. 2013.com. 1992. 2011.blogspot. Jakarta: Rineka Cipta.51 WITA.DAFTAR PUSTAKA Afif. Abu. Psikologi Umum. 19 .25 WITA. pukul 24.30 WITA. pukul 18. Diunduh 11 Oktober 2013.com. Wardhani.