You are on page 1of 3

PROGRAM PENGEMBANGAN IMUNISASI (PPI, DIWAJIBKAN

)
IMUNISASI BCG HEPATITIS B ORAL (OPV) JENIS VAKSIN Vaksin hidup M.bovis hidup yang dilemahkan Plasma Tehnik rekombinan (rekayasa genetik) Polipeptida 3 dosis HB-1 12 jam setelah lahir, dilanjutkan pada umur 1 dan 6 bulan* HB-2 diberikan pada umur 1 bulan, interval HB-1 dan HB-2 adalah 1 bulan HB-3 diberikan umur 6 bulan Virus polio tipe 1,2,3 jenis Sabin hidup yang dilemahkan POLIO INACTIVATED(IPV) Virus polio tipe 1,2,3 dibuat tidak aktif dengan formaldehid Toksoid inactivated Virus campak hidup dilemahkan (tipe Edmonston B) Virus campak dimatikan 2 dosis Campak-1 diberikan pada umur 9 bulan Campak-2 merupakan program BIAS pada SD kl1, umur 6 tahun. Apabila telah mendapat MMR pada umur 15 bulan, campak-2 tidak perlu diberikan DTP CAMPAK

JADWAL PEMBERIAN

1 dosis BCG dapat diberikan sejak lahir – 2 bulan. Apabila BCG akan diberikan pada umur >3 bln sebaiknya dilakukan uji tuberkulin terlebih dulu dan bila (-) dapat diberi BCG

6 dosis Polio-0 diberikan saat kunjungan pertama. Untuk bayi yang lahir di RB/RS polio oral diberikan saat bayi dipulangkan (untuk menghindari transmisi virus vaksin kepada bayi lain) Polio 1,2,3,4 dan 5 pada usia 2,4,6,18 bulan dan 5 tahun

3 dosis berturut-turut dengan jarak 2 bulan

5 dosis DTP 1,2,3,4, dan 5 pada usia 2,4,6, 18 bulan dan 5 tahun DTP-1diberikan pada umur lebih dari 6 minggu, (DTwp/DTap). DTP-1kombinasi dengan Hib-1 (PRP-T) Dosis ke-4 harus diberikan dalam 6 bulan sesudah dosis ke 3. Suhu 2-80C, tidak boleh beku

PENYIMPANAN

CARA PEMBERIAN

Suhu <50C, tidak boleh beku Terhindar dari sinar matahari langsung/tidak langsung Bayi baru lahir : 0,05 ml Anak : 0,10 ml Intradermal Deltoid kanan

Suhu 2-80C, tidak boleh beku

Suhu 2 – 8 0C, tidak boleh terkena sinar matahari langsung 0,1 ml (2 tetes) Per oral

Suhu 2-80C, tidak boleh beku

Suhu 2-80C

Dosis sesuai jenis vaksin Intramuskular Deltoid atau paha anterolateral

0,5 ml Subkutan dalam atau intramuskular

0,5 ml Intramuskular Paha anterolateral

0,5 ml Intramuskular Paha anterolateral

5 ml + HB-1.50C) terhadap neomisin. Jakarta. 2005 2. Muntah/diare streptomisin. Pedoman Imunisasi di Indonesia Edisi Kedua. atau Sedang dalam polimiksin B pengobatan kortikosteroid/radiasi (termasuk kontak) Keganasan (pasien dan kontak) Infeksi HIV/anggota keluarga sebagai kontak Pusing Kemerahan lokal Diare ringan Sakit Sakit pada otot Bengkak Demam Menangis Nafsu makan berkurang DTP Riwayat anafilaksis atau ensefalopati sesudah pemberian vaksin pertusis sebelumnya CAMPAK Demam tinggi Sedang terapi imunosupresi Hamil Riwayat alergi Sedang terapi imunoglobulin atau bahan dari darah Kemerahan Bengkak Nyeri lokasi injeksi Demam Kejang Ensefalopati Demam Ruam Ensefalitis Ensefalopati Ket. Kepustakaan 1. Apabila status HbsAg-B ibu positif.5 ml sebelum bayi berumur 7 hari.immunocompromized Anak gizi buruk Sedang demam tinggi Infeksi kulit yang luas Pernah sakit tbc Kehamilan HEPATITIS B Sanpai saat ini tidak ada kontraindikasi absolut pemberian vaksin Kehamilan dan laktasi bukan kontraindikasi imunisasi VHB EFEK SAMPINGAN/ KIPI Ulkus lokal superfisial 3 minggu setelah penyuntikan Limfadenitis supurativa BCG-it is diseminasi Umumnya ringan Nyeri Bengkak Panas Mual Nyeri sendi maupun otot Anafilaksis Sindrom Guillain-Barre POLIO ORAL (OPV) INACTIVATED (IPV) Penyakit akut atau Reaksi anafilaksis demam (>38.I . Apabila semula status HbsAg ibu tidak diketahui dan ternyata dalam perjalanan selanjutnya diketahui bahwa ibu HbsAg positif maka masih dapat diberikan HBlg 0. Pedoman Pelaksanaan Pin Tahun 2005 Untuk Kader Direktur Jenderal PP &PL Departemen Kesehatan R. Satgas Imunisasi-IDAI. dalam waktu 12 jam setelah lahir diberikan HBlg 0.IMUNISASI KONTRA INDIKASI BCG Reaksi uji tuberkulin >5mm Sedang menderita HIV/risiko tinggi terkena HIV.

split virus vaccine Vaksin kombinasi.5ml subkutan Umur > 2tahun Mulai umur 5 tahun 2-80c 2-80c Jarang. nyeri eritema. demam Demam. demam. alergi -Anak dengan hipersensitivitas -Anak dengan demam akut berat .natrium klorida.Anak dengan demam akut .polisakarida. dengan interval 2 bulan Diberikan 2.Anak dengan alergi gelatin berat .bengkak. ruam.25ml Subkutan Mulai umur 6 bulan 2-80c Ruam maculopapular. ruam. nausea. demam. alergi Vaksin dari Salmonella typhi galur non pathogen HEPATITIS A VARISELA 0. papula vesikel ringan -demam tinggi -defisiensi imun -pengobatan keganasan -Pengobatan dengan kortikosteroid tinggi Virus yang dimatikan Virus hidup yang dilemahkan dalam bentuk kering .5 Vaksin polisakarida 0.5.Anak yang mendapat vaksin hidup lain dalm 4 minggu . nyeri perut.Anak dengan keganasan . mialgia. nyeri kepala.monosodium fosfat -demam -Penyakit akut -Penyakit akut progresif Whole virus vaccine.ml IM/subkutan Umur 1 tahun 2-80c Demam.5ml IM/ subkutan dalam 12-18 bulan 2-8 c 0 Malaise.Ibu hamil dan menyusui . kejang.indurasi lokal INFLUENZA 0. Vaksin kering mengandung virus hidup dilemahkan MMR 0.JENIS VAKSIN DOSIS DAN CARA PEMBERIAN JADWAL PEMBERIAN Diberikan sejak umur 2 bulan. pusing. meningoencephalitis TIFOID Vaksin oral di minum hr 1.nyeri sendi nyeri otot. trombositopenia.Defisiensi imun didapat atau bawaan -Alergi terhadap fenol.3.6 bulan dan diulang usia 12-15 bulan PENYIM PANAN 2-80c EFEK SAMPING / KIPI KONTRAINDIKASI JENIS VAKSIN Hib PNEUMOKOKUS 2-80c Eritema.4.