You are on page 1of 43

FITOKIMIA SEBAGAI NUTRASETIKAL

Linda P. Suherman, S.Farm., M.Si., Apt. Farmasi Unjani 2014

PENDAHULUAN
• Nutrasetikal adalah sejenis makanan yang memiliki manfaat untuk kesehatan secara medis, termasuk pencegahan dan pengobatan penyakit. • Fitokimia adalah bahan kimia kompleks yang ditemukan di dalam tanaman,terutama buahbuahan dan sayuran.

Karotenoid Terpenoid Terpenoid = Isoprenoid Non-karotenoid terpenoid

Flavonoid polifenol
Fitokimia Polifenol Non-Flavonoid Fitosterol Antrakuionon Capsaicin Polifenol Piperin Klorofil

Betain
Pektin Asam Oksalat

TERPENOID = ISOPRENOID

KAROTENOID TERPENOID (1)
• Karotenoid terbagi menjadi : 1. Karotenoid yang berwarna jingga (α, β dan γ karoten) wortel 2. Karotenoid yang berwarna merah (licopen, astaksantin) tomat 3. Karotenoid yang berwarna kuning (lutein, zeaksantin) jagung

KAROTENOID TERPENOID (2)
• Lebih dari 600 karotenoid telah ditemukan pada tanaman, separuh dari 50 karotenoid di dalam makanan manusia diserap ke dalam aliran darah. • Hanya α dan β karoten (tidak termasuk licopen atau lutein) yang bisa diubah menjadi vitamin A. • Hipervitaminosis vitamin A tidak dapat disebabkan oleh kelebihan α atau β karoten karena konversi dan tingkat absorpsi sangat lambat. • α karoten dan β karoten dapat melindungi kanker hati dan kanker paru-paru

KAROTENOID TERPENOID (3)
• Arotenoid praktis tidak larut di dalam air dan paling mudah diserap dengan minyak. • Di dalam aliran darah, karotenoid diangkut ke dalam partikel kolesterol yang paling kaya akan lipid (LDL). • Jaringan yang paling banyak reseptor LDL menerima paling banyak karotenoid.

Licopen (1)
• Licopen adalah suatu bahan ffitokimia yang di sintesis oleh tanaman dan mikroorganisme namun bukan oleh hewan. • Merupakan isomer asiklis dari β karoten. • Manusia tidak dapat membuat licopen, jadi harus mengkonsumsi buah-buahan. • Licopen paling dikenal sebagai antioksidan. • Aktivitas nutrasetikal karotenoid seperti β karoten berhubungan dengan kemampuannya untuk membentuk vitamin A di dalam tubuh.

Licopen (2)
• Karena licopen tidak memiliki cincin struktur cincin βinone, maka tidak dapat membentuk vitamin A. • Konfigurasi yang dimiliki licopen mampu menonaktifkan radikal bebas. • Radikal bebas merupakan molekul yang tidak seimbang secara eletrokimia, sangat agresif, mudah bereaksi dengan kmponen sel dan menyebabkan kerusakan permanen. • Radial bebas yang berasal dari oksigen adalah spesies yang paling reaktif • Radikal bebas dibentuk secara alamiah oleh produk sampingan selama metabolisme oksidasi sel.

Licopen (3)
• Sebagai suatu antioksidan, licopen memiliki kemampuan 2 kali lipat dari kemampuan β karoten (Vitamin A relative) dan 10 kali lipat dari kemampuan β-tocoferol(vitamin E relative). • Licopen dapat mencegah karsinogenesis dan aterogenesis dengan melindungi biomolekul penting untuk sel (lipid, protein dan DNA). • Licopen bersifat lipofilik dan terkonsentrasi di dalam adrenal, hati, testis dan prostat.

β-caroten (1)
• β -Caroten adalah suatu jenis pigmen yang ditemukan di dalam tanaman (wortel dan sayuran berwarna) dan sebagai bahan pewarna (margarin). • β –Caroten dapat diubah menjadi retinol oleh tubuh. • Vitamin A diperlukan untuk kesehatan kesehatan mata dan penglihatan , untuk kekuatan sistem imun, dan kesehatan kulit dan selaput lendir.

β-caroten (2)
• β –Caroten merupakan suatu antioksidan. • β –Caroten dapat melindungi tubuh dari radikal bebas. • Radikal bebas menyebabkan kerusakan sel (proses oksidasi) dan dapat menyebabkan penyakit kronik. • Kandungan antioksdan yang banyak di dalam makanan dapat membantu memperkuat sistem imun, melindungi diri dari radikal bebas dan menurunkan resiko penyakit hati dan kanker.

α-caroten
• α caroten adalah sejenis senyawa karotenoid. • Ditemukan di dalam buah-buahan dan sayuran berwarna. • α caroten, β caroten dan β cryptoxanthin merupakan preursor vitamin A. • Tubuh manusia dapat mengubahnya menjadi vitamin A (retinol). • Tubuh paling efisien mengubah α caroten menjadi vitamin A. • Bekerja sebagai antioksidan untuk mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas.

Lutein
• Lutein adalah suatu xantofil dan satu dari 600 karotenoid yang ada di alam. • Terdapat didalam sayuran berdaun hijau seperti bayam dan kangkung, kuning telur, lemak hewani. • Digunakan sebagai antioksidan.

Zeaxanthin
• Merupakan salah satu karotenoid alkohol yang paling sering ditemukan di alam. • Zaexanthin adalah pigmen yang memberikan warna khas untuk paprika, jagung, kunyit. • Zaexanthin memcah dan membentuk picrocrocin dan safranal yang bertanggung jawab terhadap rasa dan aroma kunyit.

Astaxanthin
• Merupakan suatu antioksidan dengan aktivitas antioksidan yang lebih rendah dari pada karotenoid lainnya. • Dapat digunakan sebagai suplemen makanan. • Tidak diubah menjadi vitamin A (retinol) di dalam tubuh manusia. • Memiliki toksisitas yang lebih rendah.

Non-karotenoid terpenoid

Perillyl Alkohol
• Merupakan suatu monoterpen yang diisolasi dari minyak esensial lavendin, peppermint, spearmint, cherry, biji seledri dan sejumlah tanaman lainnya. • Dapat mengurangi tumor pankreas, kelenjar susu dan hati. • Digunakan sebagai agen kemopreventif untuk kanker usus besar, kulit dan paru-paru. • Digunakan sebagai kemoterapi untuk neuroblastoma dan kanker prostat dan kolon. • Aktif dalam menginduksi apoptosis pada sel tumor tanpa mempengaruhi sel normal dan dapat mengembalikan sel tumor ke kondisi yang berbeda.

Perillyl Alkohol
• Mekanisme aksinya belum diketahui dengan jelas, namun perillyl alkohol bertindak dengan berbagai zat sel yang mengendalikan pertumbuhan dan diferensiasi sel. • Dapat meningkatkan reseptor faktor pertumbuhan II mannose-6-fosfat menyerupai homon insulin, meningkatkan β reseptor faktor pertumbuhan jaringan dan menginduksi sistem detoksifikasi fase I dan fase II. • Percobaan pendahuluan terhadap manusia tidak menunjukan pengurangan tumor dengan dosis 4 kali sehari. • Ditemukan efek samping yang signifikan , khususnya terhadap gastrointestinal.

Saponin
• Adalah gluksida dengan ciri khas berbusa. • Beberapa saponin bersifat toksik dan dikenal sebagai sapotoxin. • Kemampuan saponin untuk membuat busa disebabkan oleh kombinasi sapogenin hidrofobik (larut dalam lemak) dan bagian gula hidrofilik (larut dalam air). • Saponin memiliki rasa yang pahit.

Polifenol

Flavonoid Polifenol
• Merupakan senyawa seperti Flavon • Memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi. • Flavonoid berfungsi untuk menangkap radikal bebas dengan membentuk suatu radikal stabil yang biasa bereaksi dengan radikal flavonoid lain sehingga menghasilkan dua non-radikal. • Bahan aktif utama untuk nutrasetikal di dalam tanaman adalah flavonoid. • Bertindak sebagai antiosidan yang kuat dan chelator logam.

Flavonoid Polifenol
• Mengandung khasiat antiinflamasi, antialergi, hepatoreaktif, antitrombosis, antivirus dan antikarsinogenik. • Flavonoid yang terkandung di dalam pohon jeruk antara lain rutin, hesperidin dan naringin.

Antosianin
• Adalah glikosida yang larut dalam air dan asil glycosida dari antosianidin. • Antosianin memberikan warna merah untuk bunga ros dan warna biru untuk bunga vilet. • Antosianin juga memberikan warna merah untuk buah cherry dan strawberry dan warna biru untuk blueberry. • Mengandung efek antiinflamasi. • Asam fenol di dalam berry melindungi sel – sel endotelium dari kerusakan akibat oksidasi.

Katekin
• Merupakan senyawa flavonoid yang umunya terlihat pada teh hijau. Dalam jumlah yang kecil ditemukan pada teh hitam, anggur, wine dan coklat. • Katekin polifenol yang terkandung di dalam teh hijau adalah gallokatekin (GC), epigallocatechin (EGC), epicatechin (EC) dan epigallocatechin gallate (EGCG) • Memiliki khasiat antioksidan yang kuat. • Saat ini sedang diteliti untuk mengetahui kemmapuannya mencegah penyakit kanker dan jantung.

Katekin
• Katekin menunjukan sejumlah efek pelindung termasuk kadioprotektif, kemoprotektif dan khasiat antimikroba. • Berkhasiat untuk mengatasi peroksidasi lipid di dalam membran-membran sel yang membatasi dinding arteri dan mengurangi pembentuk plak aterosklerosis. • Secara khusus , katekin teh saat ini sedang diteliti mengenai perannya sebagai agen kemoprotektif.

Katekin
• Galat epigalokatekin (EGCG) mungkin menekan pertumbuhan tumor serta menghambat enzimenzim yang terlibat dalam penyebaran sel-sel kanker. • Hal yang membedakan EGCG dari senyawa lainnya adalah karena kemampuannya yang unik untuk memerangi kanker pada semua tahap, mulai dari menghambat perkembangan tumor hingga membasimi promotor tumor, menghambat karsinogen kimia dan menetralkan enzim yang terlibat dalam perkembangbiakan sel.

Katekin
• Penelitian terbaru menunjukan bahwa EGCG 100kali lipat lebih kuat dari pada vitamin C dan 25 kali lebih kuat daripada vitamin E sebagai antioksidan. • Aktivitas antimikroba yang terkandung di dalam teh hijau juga dikaitkan dengan EGCG yang ditemukan dapat menekan pertumbuhan bakteri seperti H. pylori, E.coli dan S. aureus.

Isoflavon
• Isoflavon merupakan suatu kelas senyawa yang berasal dari tanaman non-nutrien yang berpotensi memberikan efek kanker. • Terdapat pada konsenreasi yang relatif tinggi pada produk kedele. • Bentuknya secara umum sama dengan estrogen hormon steroid (hormon utama pada wanita). • Dapat menghambat estrogen sehingga tidak mengikat ke sasaran, diperlukan pada penyakit kanker payudara, kanker ovarium dan kanker endometrium.

Isoflavon
• Isoflavon juga bisa menstimulasi produksi protein pengikat estrogen di dalam darah atau bisa menghambat enzim hati yang dapat mengaktifkan senyawa agen penyebab kanker. • Orang vegetarian yang mengkonsumsi makanan yang diperkaya dengan produkproduk kedele dan tahu beresiko lebih rendah mengalami kanker.

Hesperidin
• Merupakan suatu glikosida favonon yang banyak ditemuan pada tanaman jeruk. • Menurut studi-studi invitro hesperidin berperan sebagai antioksdan. • Hesperidin menurunkan kolesterol dan tekanan darah pada tikus putih, dan dalam studi terhadap mencit, glukosida hesperidin dalam dosis besar ditemukan dapat menghambat hilangnya kepadatan tulang.

Hesperidin
• Studi lain terhadap hewan ditemukan efek pelindung dari sepsis. • Memiliki khasiat inflamasi. • Merupakan sedatif potensial, mekanismenya terjadi melalui opioid atau reseptor adenosin.

Naringin
• Merupakan suatu glikosida flavonon. • Merupakan flavonoid utama yang terkandung di dalam buah anggur dan juga memberikan rasa pahit kepada sari buah anggur. • Memiliki berbagai efek farmakologi seperti ativitas antioksidan, penurunan lipid dalam darah, aktivitas antikanker dan menghambat enzim sitokrom P450 yang memetabolisasi obat tertentu termasuk CYP3A4 dan CYP1A2.

Naringin
• Ingesti naringin dan flavonoid terkait juga dapat mempengaruhi absorpsi obat-obatan tertentu oleh usus sehingga dapat menurunkan kadar obat dalam sirkulasi. • Untuk mencegah terhambatnya absorpsi dan metabolisme obat, konsumsi sitrus (khususnya buah anggur) bersama dengan obat tidak dibenarkan karena menimbulkan interaksi.

Rutin
• Merupakan suatu glikosida flavonoid sitrus yang ditemukan pada tanaman soba, daun dan petiola spesies Rheum dan asparagus. • Ditemukan juga pada buah dan kulit buah (jeruk, anggur, lemon dan limau) dan tanaman berry. • Berkhasiat sebagai vitamin P yaitu untuk menjaga daya tahan dinding sel.

Kuersetin
• Termasuk flavonoid dan memberikan warna pada banyak buah, bunga dan sayur. • Memiliki aktivitas sebagai antioksidan dan menetralkan radikal bebas. • Dapat menghindari kerusakan kolesterol LDL yang berpengaruh terhadap penyakit jantung. • Percobaan secara invitro, kuersetin menunjukan efek antioksidan yang sangat kuat • Bertindak seperti suatu antihistamin dan antiinflamasi dan dapat melindungi tubuh dari penyakit jantung dan kanker.

Silymarin
• Salibinin merupakan bahan aktif utama dalam silymarin, campuran flavolignan yang diambil ekstrak dari tanaman Silybum marianum. • Studi invitro maupun invivo menunjukan bahwa salibinin memiliki efek hepatoprotektor yang melindungi sel-sel hati dari toksin. • Silibinin menunjukan efek antikanker dengan menghambat sel-sel adenokarsinoma prostat, selsel kanker kolon dan sel-sel karsinoma paru pada manusia.

Tangeretin
• Tangeretin merupakan suatu molekul yang ada pada tanaman sitrus dan sejumlah obat menopause “natural”. • Merupakan suatu penghambat pertumbuhan dan invasi tumor yang efektif secara invitro terhadap sel-sel kanker payudara MCF 7/6 pada manusia. • Dapat menetralisasi efek penekan tumor dari tamoxipen.

Tannin
• Merupakan polifenolik yang memberikan rasa pahit pada cranberry dan pemogranate. • Membantu membangun dan memperkuat kolagen. • Mencegah infeksi saluran kemih dengan mencegah melekatnya bakteri ke dinding saluran kemih. • Kombinasi tanin dengan antosianin (pada buah pemogranate) dapat memecah kolesterol yang telah dioksidasi di dalam aliran darah. • Sebagian besar senyawa aktif di dalam teh hitam adalah tannin (90% katekin)

Asam Fenolat
• Sari buah cranberry kaya akan asam fenolik • Dapat mengurangi pelekatan bakteri di gigi dan sel-sel yang membatasi kandung kemih sehingga dapat menurunkan infeksi saluran kemih dan karies gigi. • Dapat menurunkan ksidasi kolesterol LDL. • Menurunkan pembentukan nitrosamin yang dapat memicu kanker dari nitrat dan nitrit makanan.

Asam elagalat
• Merupakan suatu antioksidan polifenol yang ditemukan pada sejumlah tanaman dan sayuran termasuk blackberry, raspberry, strawberry, cranberry, enari, kemiri. • Memiliki aktifitas antiproliferatif dan antioksidan • Memiliki khasiat kemoprotektif pada percobaan dengan kultur sel dan menurunkan tekanan oksidatif.

Asam Klorogenat
• Merupakan suatu asam hidroksinamat. • Merupakan salah satu fenol yang ditemukan pada kopi • Dapat mmperlambat pelepasan glukosa ke dalam aliran darah setelah makan.

Terimakasih 