You are on page 1of 2

BAB III PENUTUP

1. KESIMPULAN Diabetes merupakan penyakit yang memiliki komplikasi (menyebabkan terjadinya penyakit lain) yang paling banyak. Hal ini berkaitan dengan kadar gula darah yang tinggi terus menerus, sehingga berakibat rusaknya pembuluh darah, saraf dan struktur internal lainnya. Zat kompleks yang terdiri dari gula di dalam dinding pembuluh darah menyebabkan pembuluh darah menebal dan mengalami kebocoran. Akibat penebalan ini maka aliran darah akan berkurang, terutama yang menuju ke kulit dan saraf. Kadar gula darah yang tidak terkontrol juga cenderung menyebabkan kadar at berlemak dalam darah meningkat, sehingga mempercepat terjadinya aterosklerosis (penimbunan plak lemak di dalam pembuluh darah). Aterosklerosis ini !"# kali lebih sering terjadi pada penderita diabetes. $irkulasi darah yang buruk ini melalui pembuluh darah besar (makro) bisa melukai otak, jantung, dan pembuluh darah kaki (makroangiopati), sedangkan pembuluh darah kecil (mikro) bisa melukai mata, ginjal, saraf dan kulit serta memperlambat penyembuhan luka. American Diabetes Association (ADA) dalam standards of %edical &are in Diabetes (!''() memberikan klasifikasi diabetes melitus menjadi ) tipe yang disajikan dalam * +. !. -. Diabetes melitus tipe +, yaitu diabetes melitus yang dikarenakan oleh adanya destruksi sel , pankreas yang secara absolut menyebabkan defisiensi insulin. Diabetes melitus tipe !, yaitu diabetes yang dikarenakan oleh adanya kelainan sekresi insulin yang progresif dan adanya resistensi insulin. Diabetes melitus tipe lain, yaitu diabetes yang disebabkan oleh beberapa faktor lain seperti kelainan genetik pada fungsi sel , pankreas, kelainan genetik pada akti.itas insulin, penyakit eksokrin pankreas (cystic fibrosis), dan akibat penggunaan obat atau bahan kimia lainnya (terapi pada penderita A/D$ dan terapi setelah transplantasi organ). ). Diabetes melitus gestasional, yaitu tipe diabetes yang terdiagnosa atau dialami selama masa kehamilan.

!-

Koma hiperosmolar hiperglikemik non ketotik (HH3K).+ mmol89) Kadar glukosa plasma puasa 7+!# mg8d9 (:. pendekatan yang digunakan adalah berdasarkan dari empat pilar penatalaksanaan diabetes melitus yang sesuai dengan konsensus penatalaksanaan diabetes melitus menurut 012K13/ tahun !'++. anatar lain* +. %ikro. $edangkan yang mengenai makro. $edangkan komplikasi kronik pada diabetes dibagi menjadi dua kelompok.4< 7!'' mg8d9 (++. Adapun empat pilar penatalaksanaan diabetes melitus menurut 012K13/ !'++. 4angguan pada saraf dapat bermanifestasi dalam beberapa bentuk. yaitu yang mengenai mikro. penyakit arteri perifer.. Kerusakan pada saraf menyebabkan kulit lebih sering mengalami cedera karena penderita tidak dapat meradakan perubahan tekanan maupun suhu. 4ejala klasik D% 5 glukosa plasma se6aktu 7!'' mg8d9 (++. maka sebuah lengan atau tungkai biasa secara tiba"tiba menjadi lemah. -. 1dukasi !. dan hipoglikemia yang paling sering disebabkan oleh penggunaan sulfonilurea dan insulin.+ mmol89) =ntuk penatalaksanaan diabetes melitus. =lkus di kaki bisa sangat dalam dan mengalami infeksi serta masa penyembuhannya lama sehingga sebagian tungkai harus diamputasi.askuler dapat meliputi kerusakan pada pembuluh darah mata bisa menyebabkan gangguan penglihatan akibat kerusakan pada retina mata (retinopati diabetikum).' mmol89) Kadar glukosa plasma ! jam pada . dan stroke.askuler antara lain. penyakit arteri koroner. . 9atihan jasmani ). di /ndonesia. Komplikasi akut pada diabetes dapat meliputi Ketoasidosis Diabetik (KAD).4%) -.askuler.ensi farmakologis 0enderita diabetes bisa mengalami berbagai komplikasi jangka panjang jika diabetesnya tidak dikelola dengan baik.askuler dan makro. /nter. ?erkurangnya aliran darah ke kulit juga bisa menyebabkan ulkus (borok) dan semua penyembuhan luka berjalan lambat.Kriteria diagnosis diabetes melitus berdasarkan kadar glukosa darah menurut 012K13/ !'++* +.erapi gi i medis (. !) . >ika satu saraf mengalami kelainan fungsi (mononeuropati). !. Kelainan fungsi ginjal bisa menyebabkan gagal ginjal sehingga penderita harus menjalani cuci darah (dialisa).