You are on page 1of 3

SEJARAH KODE INTERNASIONAL TATA NAMA TANAMAN BUDIDAYA

TATANAMA TANAMAN BUDIDAYA

PENGGUNAAN NAMA TEKNIS TANAMAN BUDIDAYA
DIATUR DALAM ICNCP (INTERNATIONAL CODE OF NOMENCLATURE OF CULTIVATED PLANTS) ATAU KODE INTERNASIONAL TATA NAMA TANAMAN BUDIDAYA (1961)

KONGRES INTERNASIONAL HORTIKULTURA Ke : 13 (London, September, 1952) Menghasilkan gagasan dari : International Botanical Congress Committee for the Nomenclature of Cultivated Plants & International Committee on Horticultural Nomenclature and Registration NASKAH KODE KULTIVASI HORTIKULTURA, 1953 (Royal Horticultural Society, London : 29) Mendapat respons positif dari : The International Commission for the Nomenclature of Cultivated Plants of the International Union of Biological Sciences KONGRES INTERNASIONAL HORTIKULTURA Ke : 14 (Scheveningen, 1955)

Oleh : Ade Salimah, Ir. Syariful Mubarok, S.P. MSc.

FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS PADJADJARAN 2007

Disebut KODE KULTIVASI

SEJARAH KODE INTERNASIONAL TATA NAMA TANAMAN BUDIDAYA
KONGRES INTERNASIONAL HORTIKULTURA Ke : 14 (Scheveningen, 1955) pertemuan dan pengembangan komisi Ke : I PERTEMUAN KOMISI (Utrecht, Netherlands, November 1956) direvisi & dikembangkan HORTIKULTURA PERTANIAN KEHUTANAN

SEJARAH KODE INTERNASIONAL TATA NAMA TANAMAN BUDIDAYA
Ke : IV PERTEMUAN KOMISI (Edinburg, Scotlandia, Agustus, 1964.) direvisi & disempurnakan PERTEMUAN KOMISI
Ke : V (College Park, Maryland, USA, Agustus, 1966.)

KULTIVAR
• Setelah suatu tumbuhan dibudidayakan menjadi tanaman budidaya, maka manusia berusaha (antara lain melalui pemuliaan tanaman) merakit tumbuhan tersebut menjadi bentuk rakitan (assemblage) tanaman budidaya yang : bermanfaat, berdaya hasil tinggi, tahan terhadap hama dan penyakit, dan berkualitas baik, sesuai dengan yang diinginkan manusia. • Pemakaian pupuk, penggunaan zat-zat kimia serta semua teknik dan cara dalam budidaya tanaman menyebabkan perubahan perubahan penotif suatu tumbuhan; sehingga otomatis ciri, bentuk, dan struktur populasinya sudah tidak alamiah lagi, karena telah terjadi variasi dan perubahan bentuk yang beraneka ragam sesuai dengan buatan manusia • Bentuk rakitan tanaman budidaya tersebut sudah menyimpang dari bentuk asli alaminya yang biasa ditemukan dalam keadaan liar. Oleh karena itu, cara penamaannya tidak dapat lagi diatur dalam Kode Internasional Tata Nama Tumbuhan, atau Kode Botani tetapi diatur dalam kode tersendiri yaitu Kode Internasional Tata Nama Tanaman Budidaya, bentuk rakitan tanaman budidaya tersebut disebut kultivar, berasal dari perkataan Inggris “cultivar” yang merupakan akronim dari “cultivated variety”

direvisi & disempurnakan Pekerjaan utama penyusunan proposal (musim gugur, 1968 – Februari 1969) PERTEMUAN KOMISI KHUSUS (Cambridge, Inggris, Februari 1969.)

Ke : II

PERTEMUAN KOMISI (London, Inggris, Desember, 1957) direvisi & disempurnakan KODE KULTIVASI, 1958 (Regnum Vegetabile (10) : 28) PERTEMUAN KOMISI (Cambridge, Inggris, 1961) sedikit perubahan kecil KODE KULTIVASI, 1961 Ke : VI

Diikuti Perusahaan Komersial, Organisasi Profesi, Departemen Pemerintahan relatif sedikit perubahan kecil

Ke : III

ICNCP (INTERNATIONAL CODE OF NOMENCLATUREPLANTS) KODE KULTIVASI, 1969

1

Bahasa Modern (1 Januari 1959) Citrulus lanatus kv. Kubis Bunga -> Satu Kelas Tidak berubah walau nama botani berubah Tidak ada takson di bawah tahapan kultivar Tidak mempunyai status hukum yang legal. JENIS KULTIVAR Kultivar Dapat Berupa : Suatu Klon. Ditempatkan di antara 2 tanda petik tunggal Dirangkaikan dengan nama species. keberbedaan karakteristiknya tersebut. Bengawan Oryza sativa ‘Bengawan’ Padi kultivar Bengawan atau kv. Sugar Baby Citrulus ‘Sugar Baby’ Watermelon cv. which is clearly distingiushed by any characters. (morphological. dan apabila direproduksi secara seksual ataupun aseksual. sitologi. physiological. genus. Kacang Panjang -> Beda Kelas Kubis Daun. Sugar Baby Citrulus lanatus ‘Sugar Baby’ Citrulus kv. nama umum Dirangkaian dengan Nama Species atau Nama Umum Speciesnya Oryza sativa kultivar Bengawan atau kv. capitata ‘Roem van Enkhuizen’ Kubis krop kv. Bengawan Padi ‘Bengawan’ Dirangkaian dengan Nama Genus atau Nama Umum Genusnya Adiantum kultivar Sleeping Beauty atau kv. dan lainnya). Roem van Enkhuizen Kubis krop ‘Roem van Enkhuizen’ ATURAN PENAMAAN KULTIVAR Berupa Nama Fantasi. yang jelas sekali berbeda. cytological. Dirangkaikan dengan Nama Varietas atau Nama Umum Varietasnya Brassica oleracea var. or other) and which: were reproduced sexualy or asexualy. capitata kultivar Roem van Enkhuizen. Sleeping Beauty Suplir ‘Sleeping Beauty’ Cultivar ? (Cultivated Variety) Any assemblage of cultivated plant. varietas. (morfologi. kimia. Sugar Baby Watermelon ‘Sugar Baby’ Jangan Nama Latin Mawar ‘Flora Pleno’ -> Tidak boleh Mawar ‘Albo Striata’ -> Tidak boleh Jangan sama dengan nama botani atau nama umum dari genus atau species lainnya Citrulus maxima ‘Sacharum officinarum’ Salak ‘Sawo’ Hanya mempunyai satu nama yang benar Boleh mempunyai satu atau dua nama sinonim yang legal Satu kultivar mengandung satu nama dalam satu kelas kultivar Kacang Hijau. dalam hal karakteristiknya. Sleeping Beauty Adiantum ‘Sleeping Beauty’ Suplir kultivar Sleeping Beauty atau kv. akan mempertahankan. Kumpulan Klon : Solanum tuberosum ‘Bintje’ Cynodon dactylon ‘Coastal’ Fraxinus exelsior ‘Westhof’s Glorie’ Rubus nitidoides ‘Merton Early’ 2) Suatu Galur : Triticum aestivum ‘Marquis’ Zea mays ‘Wisconsin 153 A’ Gandum ‘Multiline E 69’ 3) Hasil Serbuk Silang : Lolium perenne ‘Scotia’ Phlox drummondii ‘Sternenzauber’ Medicago sativa ‘Ranger’ 4) Hasil Rakitan Silang Tunggal – Silang Ganda : Sorghum ‘Texas 610’ -> Silang Tunggal Jagung ‘US 13’ -> Silang Ganda Jagung ‘H-611’ -> Hibrid antar kultivar Varietas ataukah Kultivar ???????????? 2 . chemical. retains its distinguishing characters Kultivar ? Suatu bentuk rakitan tanaman budidaya.CARA PENULISAN NAMA KULTIVAR • • • • Setiap awal kata ditulis dengan huruf besar Didahului kata kultivar atau kv. Brassica oleracea var. fisiologi.

nigrum) Antar 2 Species. Genus Berbeda Cupressus macrocarpa X Chamaecyparis nootkanensis PERTANIAN ICNCP ICBN : International Code of Botanical Nomenclature ICNCP : International Code of Nomenclature of Cultivated Plants Antar 2 Genera X Aspleniophyllitis (Asplenium X Phyllitis) Antar 3 Genera X Dialaeliocattleya (Diacrium X Laelia X Cattleya) X Sanderara (berakhiran : ara) (Brassia X Cochlioda X Odontoglossum) Antar 4 Genera atau Lebih X Carrara (berakhiran : ara) (Rynchostylis X Acocentrum X Euanta X Vanda) HIBRID HASIL SAMBUNGAN : DIBERI TANDA + + Crataegomespilus dardarii (Crataegus monogina + Mespilus germanica) 3 .BAGAN KONSEPSI VARIETAS VS KULTIVAR PENAMAAN HIBRID HIBRID HASIL KAWIN SILANG : DIBERI TANDA X Antar 2 Species. lutea BIOLOGI TUMBUHAN Species Varietas TANAMAN Kultivar ICBN Verbasum X schideanum (Verbasum lychnitis X V. Genus sama Digitalis purpurea X D.