You are on page 1of 9

Jurnal Agrisistem, Juni 2006, Vol 2 No.

1

ISSN 1858-4330

25

1 ISSN 1858-4330 AKTIVITAS BEBERAPA PROSES FISIOLOGIS TANAMAN KAKAO MUDA DI LAPANG PADA BERBAGAI NAUNGAN BUATAN SOME PROCESS PHYSIOLOGICAL ACTIVITY OF JUVENIL COCOA CROP IN FIELD AT VARIOUS OF SHADING Nasaruddin1). Askari Kuruseng2) 1) Dosen Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian & Kehutanan UNHAS. cocoa. Research was arranged to randomized complete design. ABSTRACT Research aim to learn the influence of shading to growth and activity of some physiological process of juvenil cocoa crop in field. sedangkan pada tahun 1996 jumlah tersebut meningkat 26 . Naungan. shading. Key words: Physiological activity. Kata Kunci: Aktivitas fisiologis.) merupakan tanaman perkebunan yang dewasa ini mendapat perhatian besar karena termasuk salah satu komoditas penting bagi perekonomian negara serta komoditas yang dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani Perkembangan tanaman kakao di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini berlangsung sangat cepat. from July until September 2004. Vol 2 No. Penelitian disusun dalam bentuk percobaan berdasarkan pola Rancangan Acak Kelompok dengan 5 perlakuan yaitu : Tanaman kakao tanpa naungan. 2) Dosen Sekolah Tinggi penyuluhan Pertanian (STPP) Gowa ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh naungan terhadap pertumbuhan dan aktivitas beberapa proses fisiologis tanaman kakao muda di pertanaman. Pada tahun 1986 luas perkebunan di Indonesia berjumlah 98. PENDAHULUAN Kakao (Theobroma cacao L. black net shading. Yunus Musa1). dan mampu mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman kakao muda di pertanaman. dan Muh. bamboo krey shading and bamboo matting (gamacca) shading. white plastic shading.Jurnal Agrisistem. Naungan Krey bambu dan Naungan anyaman bambu (gamacca). that is: cacao crop without shading. Result of experiment revealed that type of white plastic shading showed the activity of better young cacao crop physiology specially at photosynthesis. with 5 treatment. Research executed in Faculty of Agriculture and Forestry Unhas. Juni 2006. and able to support the growth and young cacao crop growth in field. Naungan plastik putih. Naungan net hitam. Tanaman kakao. Hasil Percobaan memperlihatkan bahwa jenis naungan plastik putih memperlihatkan aktivitas fisiologi tanaman kakao muda yang lebih baik khususnya pada fotosintesis. Penelitian dilaksanakan di Fakultas pertanian dan Kehutanan Unhas yang berlansung dari Juli sampai September 2004.155 hektar.

754 ton dengan volume ekspor 204.366 ton (Nasaruddin. air dan sebagainya. Tanaman kakao membutuhkan tingkat penyinaran yang optimal. maka dilaksanakan penelitian mengenai berbagai jenis naungan terhadap pertumbuhan dan beberapa aktivitas fisiologi tanaman kakao muda yang baru dipindahkan ke pertanaman. dan sruktur tanah. kelembaban udara.Jurnal Agrisistem. Faktor lingkungan dan penerapan teknik budidaya sangat mempengaruhi pertumbuhan awal tanaman yang pada gilirannya akan mempengaruhi pertumbuhan dan produksi. Salah satu faktor lingkungan yang berperan penting terhadap pertumbuhan dan aktivitas fisiologi tanaman kakao yakni intensitas cahaya matahari yang diterima oleh tanaman. Juni 2006. Kebanyakan di kebun-kebun pembibitan mempergunakan tanaman penaung untuk menaungi tanaman kakao tersebut. Dengan adanya perbedaan tingkat kebutuhan intensitas cahaya matahari. maka diperlukan suatu teknik budidaya yang dapat menunjang aktivitas fisiologi tanaman sehingga mampu mendukung pertumbuhan tanaman kakao muda. Tanaman kakao dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik apabila ditanam pada kondisi ekologis yang sesuai. hal ini menyebabkan laju pertumbuhan dan perkembangan tanaman kurang optimal.161 hektar selama kurun waktu 10 tahun atau rata-rata sebesar 52. Seringkali produktivitas yang diperoleh rendah disebabkan oleh terhambatnya pertumbuhan awal tanaman akibat intensitas cahaya yang diterima di lapangan pada awal pertanaman tidak optimal untuk kakao muda. Kebutuhan cahaya matahari (intensitas cahaya matahari) pada tanaman kakao tergantung pada umur tanaman. Naungan merupakan salah satu aspek budidaya yang mempunyai peranan penting dalam sistem pengelolaan tanaman kakao. 2002). 2002). 2000). Luas pertanaman kakao di Sulawesi Selatan sampai tahun 2002 mencapai 240. angin. Berdasarkan luas tanaman kakao di Sulawesi Selatan sebagai daerah penghasilan kakao terbesar di Indonesia saat ini mencapai sekitar 63 % produk kakao di Indonesia.785 Ha dan sebagian besar (98%) dalam bentuk perkebunan rakyat.876 hektar. 27 . Peranan aspek ekologis terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kakao merupakan hal penting yang harus diperhatikan. Dengan demikian terjadi perluasan areal sebesar 522. Kebutuhan intensitas cahaya matahari berangsur-angsur meningkat sesuai dengan peningkatan umur tanaman (Nasaruddin. khususnya dalam hal penerimaan cahaya matahari. hal ini akan menyebabkan terjadinya persaingan antar tanaman penaung dengan tanaman kakao baik dalam penerimaan cahaya matahari. suhu. Naungan pada tanaman kakao akan mempengaruhi iklim mikro. hal ini akan berpengaruh terhadap proses fososintesis dan aktivitas stomata. mengingat aspek tersebut sangat mempengaruhi aktivitas fisiologi tanaman kakao. Produksi kakao Sulawesi Selatan sampai tahun 2002 mencapai 213. unsur hara. Naungan pada tanaman kakao ada yang bersifat sementara dan tetap. Berdasarkan uraian di atas. Dalam rangka pencapaian produktivitas kakao diperlukan suatu teknik budidaya yang tepat.26% setiap tahun (Dinas Perdagangan Sulawesi Selatan. 1 ISSN 1858-4330 menjadi 610. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan suatu jenis penaung buatan yang dapat menaungi tanaman kakao muda dan tidak merugikan kondisi ekologis disekitar pertanaman. Hipotesis dari penelitian ini adalah terdapat salah satu jenis naungan yang dapat memberikan aktivitas fisiologi terbaik dalam mendukung berlangsungnya pertumbuhan tanaman kakao muda di pertanaman. pertumbuhan gulma. Vol 2 No.

Pengamatan pertumbuhan tanaman : 1. bambu dan anyaman kulit bambu (gamacca). Total luas daun tanaman (cm) yang dihitung sekali dalam 1 bulan dengan rumus (Nasaruddin.Setiap perlakuan terdiri atas 3 ulangan. 1 ISSN 1858-4330 Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh naungan terhadap pertumbuhan dan aktivitas beberapa proses fisiologis tanaman kakao muda di pertanaman. tanah yang akan digunakan sebagai media tanam dicampurkan dengan pupuk kandang dan pasir hingga merata lalu dimasukkan sebagai ke dalam lubang tanam.Terdapat empat jenis naungan yang disiapkan yaitu naungan dari paranet berwarna hitam. BAHAN DAN METODE Penelitian dilaksanakan dalam bentuk percobaan di Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Hasanuddin. setiap lubang dijenuhkan dengan air. Rangka naungan berukuran 80 cm x 80 cm dan tinggi 80 cm yang terbuat dari kayu. tanah. pupuk kandang. setiap ulangan 4 unit sehingga terdapat 60 unit pengamatan Sebelum penanaman tanaman terlebih dahulu dibuat lubang tanam sedalam ± 40 cm berbentuk persegi (30 x 30 cm) dengan jarak tanam 2m x 2m.(K1 ).33 cm2) dan berbeda nyata dengan Kontrol (K0) X LKS 2. 28 . pupuk kandang dan pasir dengan perbandingan 1 : 1 : 1 . Naungan net hitam. setiap jenis naungan dipotong-potong dengan ukuran 1m x 1m. Lubang tanaman berisi media campuran yang terdiri dari tanah. bambu. (K0 ). Vol 2 No. lalu disiram. Kakao tanpa naungan. plastik putih. dan gamacca yang digunakan sebagai bahan naungan. plastik putih. Naungan Krey bambu (K3) dan Naungan gamacca (K4 ). yang akan menaungi tanaman kakao pada bagian atas dan sisi-sisi kiri dan kanan yang kemungkinan terkena cahaya matahari langsung. paranet hitam. Berlangsung dari Juli sampai September 2004. Makassar. Untuk mengukur aktifitas beberap proses fisiologis tanaman digunakan Fortable fotosintesis system (CID 230) Percobaan dilaksanakan dengan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari lima perlakuan yaitu . Pada penelitian ini akan diamati pertumbuhan dan beberapa proses fisiologi tanaman. penanaman dilakukan pada pagi hari. kemudian bibit dimasukkan dan kembali ditimbun dengan media campuran tersebut sampai rata dengan permukaan tanah. CO2 Internal (ppm). Konduktan stomata (milmol m-2s-1) HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Total Luas Daun (cm2) Hasil Uji BNT0. Transpirasi (milmol m-2s-1).Jurnal Agrisistem.01 pada Tabel 1 menunjukkan bahwa naungan Plastik Putih (K2) memberikan total luas daun tanaman yang tertinggi (263. Setelah dibuatkan lubang tanam. Bahan-bahan yang digunakan adalah bibit tanaman kakao (Jenis Forastero) berumur ±4 bulan. Juni 2006. 2003) : BPD LD = BKS Dimana: BPD = berat proyeksi daun LKS = luas kertas standar BKS = berat kertas standar Aktivitas fisiologis tanaman yang diamati dengan menggunakan fortable fotosintesis sistem (CID 230) meliputi: Fotesintesis (mmol m -2s-1). pasir. Naungan plastik putih (K2 ).

27 mmol m-2s-1 tetapi berbeda tidak nyata dengan perlakuan Gamacca (K4) 18.05 Nilai pembanding 28.33a 242.05 pada Tabel 2 menunjukkan bahwa naungan Plastik Putih (K2) memberikan rata-rata nilai fotosintesis yang tertinggi (21.13ab Keterangan : Angka-angka yang Diikuti Oleh Huruf yang Sama Berarti Berbeda Tidak Nyata pada Taraf Uji BNT0. Vol 2 No.76a Krey Bambu (k3) 17. 1 ISSN 1858-4330 (132.4 mmol m-2s-1 dan Krey Bambu (K3) 17.08 Gambar 1.15 121.27b Gamacca (K4) 18. Diagram Batang Rata-rata Nilai Konduktan Stomata (milmol m-2s-1) Pada Berbagai Jenis naungan Umur 92 HST Gambar 1 menunjukkan bahwa jenis naungan Gamacca (K4) memberikan rata-rata nilai konduktan stomata tertinggi yaitu 169.29a 256. Rata-rata Nilai Fotosintesis Tanaman Kakao (mmol m-2s-1) Pada Berbagai Jenis Naungan Umur 92 HST.64 Keterangan : Angka-angka yang Diikuti Oleh Huruf yang Sama Berarti Berbeda Tidak Nyata pada Taraf Uji BNT0.71 128.91 100 80 60 40 20 0 Ko K1 K2 K3 K4 PERLAKUAN Fotosintesis Hasil Uji BNT0. Total Luas Daun Tanaman Kakao (cm2) Pada Berbagai Jenis Naungan Umur 92 HST.49 123.71 milmol m-2s-1 sedangkan kontrol (K0) memberikan ratarata nilai konduktan stomata terendah yaitu 119.05 Nilai pembanding 4. Rata-rata konduktan stomata disajikan pada Gambar 1 180 160 KONDUKTAN STOMATA 140 120 (milmol m s ) -2 -1 169.59 milmol m-2s-1 29 . Perlakuan Kontrol (K0) Paranet Hitam (K1) Plastik Putih (K2) Bambu (k3) Gamacca (K4) Rataan hasil 132.4bc Plastik Putih (K2) 21.58 cm2) tetapi berbeda tidak nyata dengan perlakuan lainnya.Jurnal Agrisistem. Tabel 1.26 119.64ab 263. Paranet hitam (K1) 16.13 mmol m-2s-1 Tabel 2. Gambar 2 menunjukkan bahwa Kontrol (K0) memberikan rata-rata nilai transpirasi tertinggi yaitu 4.47 milmol m-2s-1 sedangkan jenis naungan bambu (K3) memberikan rata-rata nilai terendah yaitu 3.22a Konduktan Stomata Perlakuan berbagai jenis naungan berpengaruh tidak nyata terhadap konduktan stomata daun.15 milmol m-2s-1 Transpirasi Perlakuan berbagai jenis naungan berpengaruh tidak nyata terhadap laju transpirasi.74 mmol m-2s-1.74c Paranet Hitam (K1) 16.76 mmol m2 -1 s ) dan berbeda nyata dengan Kontrol (Ko) 12. Juni 2006. Perlakuan Rataan hasil Kontrol (K0) 12.58b 234.

45 Tanaman kakao merupakan salah satu kelompok tanaman C3 yang membutuhkan intensitas cahaya yang berbeda selama masa pertumbuhannya. Juni 2006. tanaman kakao muda tidak tahan terhadap penyinaran penuh dan membutuhkan tingkat intensitas cahaya matahari tertentu selama masa pertumbuhannya. salah satunya adalah pemberian naungan dengan tujuan untuk mengatur intensitas penyinaran sesuai dengan kebutuhan tanaman kakao muda.54 ppm tetapi berbeda tidak nyata dengan perlakuan Gamacca (K4) 365. Ini menunjukkan bahwa. Paranet hitam (K1) 300.93a Perlakuan Kontrol (K0) Paranet (K1) Plastik Putih (k2) Krey Bambu (K3) Gamacca (K4) Keterangan : Angka-angka yang Diikuti Oleh Huruf yang Sama Berarti Berbeda Tidak Nyata pada Taraf Uji BNT0.00 2.56c 365. Tingginya aktivitas fotosintesis pada jenis naungan plastik putih mempengaruhi tingginya pertumbuhan tanaman.95 Ko K1 K2 K3 K4 PERLAKUAN Gambar 2. Rataan hasil 375. tanaman yang berumur 3-4 bulan membutuhkan sekitar 35%-40% intensitas cahaya matahari dan berangsurangsur meningkat sejalan dengan peningkatan unur tanaman. Naungan plastik putih (K2) memperlihatkan aktivitas fisiologi khususnya fotosintesis yang lebih tinggi (21.50 3. Hal ini disebabkan karena naungan plastik putih mampu memfilter radiasi surya baik terhadap kuantitasnya maupun terhadap kualitasnya sehingga penerimaan intensitas cahaya di 30 .69 ppm dan Plastik Putih (K2) 252.56 ppm .47 4.50 2.59 3.50 1. Menurut Nasaruddin (2002). Oleh karena itu telah dilakukan upaya pengelolaan terhadap tanaman kakao muda hingga dewasa agar diperoleh pertumbuhan yang optimal.27a 300. tanaman kakao muda dalam pertumbuhannya memerlukan intensitas cahaya rendah.00 0.27 ppm) dan berbeda nyata dengan Krey Bambu (K3) 244.50 4.00 1.93 ppm.05 Nilai pembanding 62.69bc 252.00 Pembahasan 4.Jurnal Agrisistem. 1 ISSN 1858-4330 5.92 3.76 mm m-2s-1) dibanding perlakuan lainnya.05 pada Tabel 6 menunjukkan bahwa naungan Tanpa Kontrol (K0) memberikan rata-rata nilai CO2 Internal yang tertinggi (375. Diagram Batang Rata-rata Nilai Transpirasi (milmol m2 -1 s ) Pada Berbagai Jenis naungan Umur 92 HST CO2 Internal Hasil Uji BNT0.00 4. Makin tua umur tanaman makin tinggi tingkat kebutuhan cahaya matahari dan sebaliknya makin muda tanaman kebutuhan intensitas cahaya semakin rendah. Rata-rata Nilai CO2 Internal Tanaman Kakao (ppm) Pada Berbagai Jenis Naungan Umur 92 HST.54bc 244. Vol 2 No.21 3. Hasil praktik lapang menunjukkan bahwa tanaman kakao muda dengan pemberian naungan memperlihatkan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan pada pertumbuhan tanaman kakao tanpa naungan. Tabel 6.50 0.00 TRANSPIRASI (milmol m-2s-1) 3.

sebaliknya jika konsetrasi CO2 meningkat menyebabkan konduktan stomata rendah dan sebagian stomata menutup. Tingginya aktivitas fotosintsis juga dipengaruhi oleh suhu di sekitar pertanaman. kelembaban. Peningkatan konsentrasi CO2 secara konsisten memacu laju fotosintesis.320 – 2. Konsentrasi CO2 eksternal (453. Perlu di ingat bahwa pada tingkat cahaya rendah konsentrasi CO2 antar sel dapat menjadi faktor pengendali yang utama. misalnya sangat banyak menaikkan penguapan dan sedikit difusi 31 . Radiasi surya yang tiba di permukaan kaca / plastik tidak semua dapat diteruskan oleh tanaman tetapi sebagian diserap dan dipantulkan kembali. Naungan kaca / plastik putih dapat menahan kehilangan kalor dari dalam keluar naungan.Jurnal Agrisistem. kekurangan CO2 akan menyebabkan penurunan laju fotosintesis. CO2 merupakan bahan baku sintesis karbohidrat. kecuali jika stomata menutup. Vol 2 No. 2002).55 ppm) dan internal (252. Untuk tanaman kakao kisaran suhu optimum antara 26oC-32oC. Peningkatan suhu dalam batas tertentu akan merangsang bukaan stomata untuk menyerap CO2 ke dalam mesofil daun. 1999) lebih lanjut oleh Gardner dkk (1991) mengemukakan konduktan stomata yang rendah menyebabkan suhu daun meningkat sebab transpirasi rendah melalui permukaan daun. pada kondisi cahaya penuh nilai fotosintesis aktif rasio (PAR) pada permukaan daun mencapai 500 – 1500 mmol m-2 s-1 dan intensitas cahaya efektif untuk fotosintesis optimum tanaman kakao pada intensitas cahaya 200 – 750 mmol m-2s-1.54 ppm) akan mempengaruhi bukaan stomata. tetapi pada intensitas cahaya matahari diatas 50% absorpsi CO2 mulai konstan (Nasaruddin. maka jumlah absorpsi CO2 relatif makin tinggi pada kondisi jumlah curah hujan cukup. makin tinggi intensitas cahaya matahari yang diterima oleh permukaan daun tanaman. evapotraspirasi dan kosentrasi karbodioksida. Menurut Nasaruddin (2002). namun pada tingkat cahaya tinggi respon langsung terhadap cahaya dapat melebihi kebutuhan pemenuhan CO2 untuk fotosintesis dan menyebabkan konsentrasi CO2 meningkat (Salisbury dan Ross. Pada umumnya naungan kaca / plastik dapat memanaskan radiasi surya hanya pada panjang gelombang 0. Naiknya suhu daun. Juni 2006. Suhu optimum untuk fotosintesis tergantung pada jenis tanaman dan kondisi lingkungan tempat tumbuhnya. pada malam hari radiasi pantulan dalam bentuk gelombang panjang dari permukaan bumi akan terhalangi sehingga suhu pada tajuk tanaman kakao di bawah naungan lebih tinggi dibanding diluar naungan sedangkan pada siang tidak terlalu panas. 2002).800 µm. Naungan plastik juga dapat merubah unsur-unsur cuaca/ iklim lainnya terutama suhu udara. Suhu akan meningkatkan perkembangan tanaman sampai pada batas tertentu. Konduktan stomata rendah dapat menurunkan laju transpirasi sehingga air yang berada dalam mesofil daun dapat dimanfaatkan secara efisien pada proses fotosintesis (Zakaria. Peningkatan CO2 akan menghabat fotorespirasi. 1995). Hanya sedikit radiasi ultra violet yang dapat menembus kaca / plastik tersebut (Anonim. Intensitas cahaya yang optimal akan mempengaruhi aktivitas stomata untuk menyerap CO2. Menurut Lakitan (1995) bahwa kandungan CO2 di udara kurang lebih 335 ppm dan menunjukkan peningkatan konsentrasi CO2 secara konsisten. Penerimaan intensitas cahaya matahari yang optimal akan mempengaruhi aktivitas fotosintesis. 1 ISSN 1858-4330 pertanaman mampu mengoptimalkan pertumbuhan tanaman kakao muda. Pada sebagian besar tumbuhan konsentrasi CO2 yang rendah di daun menyebabkan konduktan stomata meningkat sehingga stomata akan membuka.

Efisiensi fotosintesis yang rendah pada tanaman kakao muda tanpa naungan disebabkan oleh hilangnya sebagian dari CO2 yang terhambat dengan meningkatnya intensitas cahaya. Stomata membuka karena meningkatnya pencahayaan (dalam batas tertentu) dan peningkatan cahaya menaikkan suhu daun sehingga air menguap lebih cepat naiknya suhu membuat udara mampu membawa lebih banyak kelembaban sehingga transpirasi meningkat dan akan mempengaruhi bukaan stomata (Salisbury dan Ross. diameter batang (0. Juni 2006. ketersediaan air. khususnya suhu. Berbagai faktor lingkungan seperti suhu. Suhu tinggi di atas optimal akan merusak tanaman dengan mengacau arus respirasi dan absorpsi air. tanaman C3 memiliki laju respirasi yang lebih cepat pada saat terang dan menyebabkan hilangnya seperempat sampai sepertiga CO2 yang sedang dihambat oleh fotosintesis. ketersediaan CO2. CO2 kurang larut dalam air kloroplas sehingga menurunkan fotosintesis. hal ini akan mempengaruhi aktivitas fisiologi tanaman. Rendahnya aktivitas fotosintesis pada tanaman kakao muda tanpa naungan disebabkan karena tidak optimalnya penerimaan intensitas cahaya pada awal pertanaman sehingga hal ini akan mempengaruhi kondisi lingkungan di sekitar pertanaman. Penerimaan intensitas cahaya matahari penuh dan terus menerus menyebabkan terjadinya kenaikan suhu secara tidak terkontrol di sekitar pertanaman. kelembaban dan sebagainya . CO2 dan sebagainya memperngaruhi laju fotosintesis tumbuhan dan ketersediaanya dibutuhkan dalam jumlah tertentu sesuai dengan kebutuhan jenis tanaman untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan produksi. Bila suhu udara meningkat laju transpirasi meningkat karena terjadi penurunan uap dari udara yang hangat dan suhu daun yang tinggi. Lebih lanjut oleh Nasaruddin (2002) bahwa tanaman kakao merupakan tanaman C3 dimana penurunan kadar CO2 internal dalam mesofil daun akan mengakibatkan penurunan rasio CO2 / O2. 1 ISSN 1858-4330 kemungkinan menyebabkan stomata menutup atau membuka lebih lebar. hal ini disebut fotorespirasi. suhu yang sangat tinggi kecepatan molekul berjalan sangat cepat sehingga enzim dan biokatalisator lainnya akan rusak. Vol 2 No. kekurangan CO2 akan menyebabkan penuruna laju fotosintesis. terjadi cekaman kekeringan dan penutupan 32 .Jurnal Agrisistem. jumlah daun (11.74 mmol m2 -1 s hal ini mempengaruhi rendahnya pertumbuhan tanaman kakao muda di pertanaman baik pada tinggi tanaman (16. 2001) Ketersediaan CO2 merupakan bahan baku sintesis karbohidrat.08cm). Fotosintesis pada tumbuhan C3 sering dibatasi oleh tingkat CO2 atmosfer. konduktan stomata meningkat dan menurunnya difusi CO2.47 milmol m-2s-1) menyebabkan absorpsi air terbatas karena terjadi kekurangan air secara berlebihan. Jika kekurangan air turgiditas sel penjaga akan menurun hal ini menyebabkan stomata menutup. Menurut Anonim (2001) bahwa. 1995). Lebih lanjut oleh Lakitan (1995) bahwa.33 helai ). Tanaman kakao muda tanpa naungan (K0) memperlihatkan aktivitas fotosintesis terendah yaitu 12. kekurangan air dapat menghambat laju fotosintesis terutama karena pengaruh terhadap turgiditas sel penjaga stomata.24 cm) dan total luas daun (132. sehingga terjadi penurunan laju fotosintesis (Anonim. jaringan tanaman akan mati apabila suhu mencapai diatas 40oC. Pada suhu tinggi. Hal ini akan mengakibatkan terjadinya peningkatan fotorespirasi dan sebaliknya penurunan laju fotosintesis. Tingginya laju transpirasi pada tanaman kakao tanpa naungan (4. tergantung pada spesis atau faktor lain. Penghambatan ini terjadi pada semua spesis C3. intensitas cahaya.59 cm2).

Salisbury. R. Raja Gravindo Persada. 33 . 1999. 1995. Jakarta Anonim.. Makassar. Jilid II. Fisiologi Tanaman Budidaya. Respirasi. 1989. Mitchell. Gramedia. Nasaruddin. Zakaria.F. H. Juni 2006. sehingga menghambat masuknya CO2 ke dalam daun (Salisbury dan Ross. B.. Jumin. Vol 2 No. Jakarta. KESIMPULAN Jenis naungan plastik putih memperlihatkan aktivitas fisiologi tanaman kakao muda yang lebih baik khususnya pada fotosintesis. L. Bandung. 1995). Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Hasanuddin. 2002. Klimatologi Pertanian. Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Hasanuddin. 1995. Program Pasca Sarjana Universitas Hasanuddin. Ekologi Tanaman Suatu Pendekatan Fisiologi. Plant Physiology (Fisiologi Tumbuhan: Terjemahan Diah R. Makassar Nasaruddin. Rajawali Press.. Aktivitas Fotosintesis dan Rubisco Yang Diberi Metanol Pada Berbagai Tingkat Cekaman air. 2002.. 1991. B. 2003. B. Makassar. P. 2001. R. C. Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan. Universitas Indonesia. 1 ISSN 1858-4330 stomata. Penerbit ITB Bandung.W. Terjemahan Herawati Susilo. dan mampu mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman kakao muda di pertanaman. Ross.Jurnal Agrisistem. Laboratorium Fisiologi Tanaman. PT. Budidaya dan Beberapa Aspek Fisiologisnya. Jakarta Tanamn. DAFTAR PUSTAKA Anonim. B. Ekologi Rajawali Press. Pearce. Metabolisme Fotosintesis. Gardner. B. Lukman Sumaryono).. Kakao. Jakarta Lakitan. dan Nutrisi Mineral. F.