P. 1
Pbl II Lepra

Pbl II Lepra

|Views: 26|Likes:
Published by Tini Rohmantini

More info:

Published by: Tini Rohmantini on Apr 09, 2014
Copyright:Traditional Copyright: All rights reserved

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/24/2015

pdf

text

original

LAPORAN PROBLEM BASED LEARNING II BLOK TROPICAL MEDICINE

Tutor: dr. M. Zaenuri Syam u !idayat" S#.K$" M i. Med Di u un o%e&: Ke%om#o' ( Ary Su&endra !ani,an !eru .&idy Surya P. .ienda Dida P. Edi Ru #andi Tini Ro&mantini Ra1&ma De2a A. Ad3&a 4u%ina N. Ni'en $e5ri&ar ari $adi%%a Ayunin6tya Ri,'a $at&nina G(A))*))+ G(A))*))G(A))*))* G(A))*)() G(A))*)(/ G(A))*)/0 G(A))*)+G(A))*)*0 G(A))*()G(A))*(/+ G(A))*(++

7NI8ERSITAS 9ENDERAL SOEDIRMAN $AK7LTAS KEDOKTERAN DAN ILM7:ILM7 KESE!ATAN 97R7SAN KEDOKTERAN P7R.OKERTO /)((

BAB I PENDAHULUAN Problem Based Learning (PBL) merupakan suatu metode pengajaran yang melatih keaktifan mahasiswa dalam memecahkan masalah yang dihadapinya, sehingga dapat memperluas wawasan dan pengetahuan mahasiswa. Tujuan dari kegiatan Problem Based Learning ini adalah agar mahasiswa tidak monoton terpaku dalam materi kuliah yang diberikan oleh dosen pada saat kuliah, tetapi lebih aktif dalam mencari sumber sumber lain yang rele!an dengan materi kuliah. "ehingga nantinya mahasiswa akan dapat malatih untuk berpikir kritis, berusaha mencari apa yang masih kurang jelas, dan tentunya dapat melatih keterampilan berkomunikasi peraturan yang sudah ditentukan. Problem Based Learnig (PBL) ke # blok Tropical $edicine ini merupakan suatu wadah diskusi yang digunakan oleh mahasiswa untuk mencapai tujuan pembelajaran sebagai bekal menjadi dokter umum. %alam PBL kali ini membahas tentang kasus Mycobacterium leprae, yaitu suatu kasus bakteri yang sering dijumpai di masyarakat. %alam diskusi ini kami sedikit mengalami hambatan disebabkan oleh materi kuliah yang belum diberikan dan masih sedikit ilmu yang kami dapatkan. &leh karena itu, inilah peran adanya PBL yang kami lakukan agar kami dapat saling menukar ilmu dan informasi antara satu dengan yang lain. Tentunya informasi yang kami diskusikan berdasarkan referensi yang diakui kebenarannya, seperti te't book atau jurnal. $ahasiswa diberikan sebuah skenario tentang sebuah masalah yang tejadi di masyarakat. $ahasiswa diharapkan dapat memecahkan masalah tersebut dengan menggunakan langkah langkah yang ada. %engan adanya sistem pembelajaran seperti ini mahasiswa diharapkan dapat menjadi lebih aktif dalam mengikuti kegiatan perkuliahan. "etelah PBL mahasiswa diharapkan dapat menguasai outline yang diberikan dalam bentuk skenario, dan menganalisa permasalahan permasalahan yang timbul dengan pendekatan yang komprehensif, terintegrasi, dan sistematis. di forum dengan peraturan

BAB II PEMBAHASAN Info I "eorang perempuan berusia () tahun datang ke praktek dokter dengan keluhan gatal terus menerus dan ruam di seluruh tubuhnya. *eluhan sudah dirasakan sejak + tahun yang lalu, disertai dengan baal dan kesemutan pada kedua lengan. Pasien juga mengeluh kedua kakinya terasa agak baal. A. Klarifikasi istilah Tidak ada istilah asing dalam kasus info ,. B. Batasan Masalah ,dentitas RPS *eluhan utama Lokasi &nset .rekuensi - gatal, ruam - seluruh tubuh - + tahun - terus menerus - perempuan, () tahun

*eluhan tambahan- baal, kesemutan kedua lengan, kedua kaki terasa baal C. Identifikasi masalah /. Patofisiologi gatal #. Patofisiologi baal dan kesemutan (. %iagnosis banding D. Pen elasan Masalah /. Patofisiologi gatal %iketahui bahwa 0at 0at kimia dan rangsangan fisik (mekanik) dapat memicu terjadi pruritus. "timulasi terhadap ujung saraf bebas yang terletak di dekat junction dermoepidermal bertanggung jawab untuk sensasi ini. "inaps terjadi di akar dorsal korda spinalis (substansia grisea), bersinaps dengan neuron kedua yang menyeberang ke tengah, lalu menuju traktus spinotalamikus kontralateral hingga berakhir di thalamus. %ari thalamus, terdapat neuron ketiga yang meneruskan rangsang hingga ke pusat persepsi di korteks serebri.

maupun di sistem saraf pusat. serabut saraf yang terakhir ini juga dirangsang oleh temperatur. "ensasi gatal hanya akan dirasakan apabila serabut serabut . histamine adalah pruritogen yang paling banyak dipelajari saat ini. menyebabkan efek emosional berpengaruh kepada timbulnya gatal. stimulus gatal akan dipersepsi oleh korteks serebri. baik di sistem saraf perifer. akti!itas kortikal dapat dinilai dan terkuak bahwa girus singuli anterior (anterior singulate) dan korteks insula terlibat dan berperan dalam 9kesadaran: sensasi gatal. "elain dirangsang oleh pruritogen seperti histamin. "ekitar 345 serabut saraf tipe 1 adalah nosiseptor polimodal (merespons stimulus mekanik. %ari #45 serabut saraf ini."araf yang menghantarkan sensasi gatal (dan geli. . /+5 tidak merangsang gatal (disebut dengan histamin negatif). tickling sensation) merupakan saraf yang sama seperti yang digunakan untuk menghantarkan rangsang nyeri. dan kimiawi)6 sedangkan #45 sisanya merupakan nosiseptor mekano insensitif. $elaui jaras asenden. yang tidak dirangsang oleh stimulus mekanik namun oleh stimulus kimiawi. panas. %engan demikian.ni merupakan serabut saraf tipe 1 2 yang tidak bermielin.). (functional $8. "aat ini. "aat ini telah ditemukan serabut saraf yang khusus menghantarkan rangsang pruritus. melalui P7T (ositron emission tomography) dan f$8. serta korteks premotor yang diduga terlibat dalam inisasi tindakan menggaruk. sedangkan hanya +5 yang histamine positif dan merangsang gatal.

eurofibromatosis. dan tahan terhadap dekolorisasi oleh asam atau alkohol sehingga disebut basil tahan asam (BT=). *usta ditemukan oleh dr. Tidak dapat merasakan>Baal nyeri saraf . berbentuk basil (batang). . dan mucosa tractus respiratorius bagian superior. Bakteri ini bersifat intraseluler obligat. %iagnosis banding Berdasarkan info . Leprae . dan %ermatitis =lergika.. Lebih spesifik lagi. $asa tunas bakteri ini ber!ariasi yaitu antara )4 hari 2 )4 tahun. Berikut penjelasan dari masing masing diagnosis bandingK!sta a. 8angsangan nosiseptor polimodal terhadap rangsang mekanik akan diinterpretasikan sebagai nyeri. Bakteri ini masih satu genus dengan Mycobacterium tuberculosa dengan rata rata ( 2 + tahun. Patofisiologi baal dan kesemutan *ontak dengan $. menyerang saraf perifer. b. #4//).nfeksi dikulit *uman menyebar dan menyerang daerah medulla spinalis Terdapat Lesi pada medulla spinalis hemiseksi medula spinalis <angguan reseptor. Tinea ?esikolor. maka sensasi gatal akan muncul lagi (8egar. kulit. #. gram positif (B). Bakteri ini termasuk bakteri aerob. maka diperoleh ) diagnosis banding antara lain adalah *usta. %efinisi *usta atau kustha. tidak menghasilkan spora. <erhard =rmauwer @ansen pada tahun /3A) sehingga kusta disebut juga penyakit $orbus @ansen. parastesia(kesemutan) =trofi otot (.ndia yang berarti kumpulan gejala gejala kulit secara umum.persarafan nosiseptor polimodal tidak terangsang.anastesia.amun demikian. 7tiologi Penyebab penyakit kusta adalah bakteri Mycobacterium leprae. kusta berarti penyakit infeksi kronik yang disebabkan Mycobacterium leprae. . dan memiliki sifat patogen terhadap manusia. setelah rangsang mekanik ini dihilangkan dan pruritogen masih ada. yang nantinya akan berpengaruh dalam proses bakteri ini saat mengin!asi tubuh manusia. dan akan menginhibisi +5 serabut saraf yang mempersepsi gatal. berasal dari bahasa sansekerta atau .

. Port d’ Entry untuk Mycobacterium leprae adalah melalui selaput lendir hidung.)A) kasus. karena pada orang orang yang mengalami kontak kulit yang lama dan erat dengan penderita kusta. dan Tan0ania (*osasih.c.amun. serupa dengan penularan Mycobacterium tuberculosa. $o0ambik. =ngola. d. @al ini menjelaskan alasan anggapan kontak kulit yang lama dan erat sebagai faktor penularan kusta.epal. didapatkan pre!alensi global untuk awal tahun #4// dari penyakit kusta adalah sebanyak /D#.#)E kasus. laporan kasus kusta terbaru selama tahun #4// dari /)4 negara dan wilayah. %an untuk negara negara yang berkomitmen penuh dalam memberantas kasus kusta di antaranya negara *ongo. mereka berisiko tinggi terkena sekret dari selaput lendir hidung penderita kusta. $elalui sekret hidung tersebut. . *arena itulah Port d’ Exit dari Mycobacterium leprae adalah sekret dari selaput lendir hidung penderita kusta. . Penularan =nggapan klasik untuk penularan kusta adalah melalui kontak kulit yang lama dan erat. 7pidemiologi $enurut C@&. diketahui bahwa penularan Mycobacterium leprae adalah melalui droplet. Lebih khususnya. negara negara =frika. Fntuk jumlah kasus baru selama tahun #4/4 lalu adalah sebanyak ##3. basil Mycobacterium leprae masih dapat hidup selama # 2 A ' #) jam. Timor Leste.ndia. #44A). . seiring pengetahuan medis berkembang. Bra0il. $adagaskar.

*lasifikasi KUSTA I TT Ti BT BB BL Li LL Tuberkuloid >> Indeterminate Lepromatosa >> Tu5er'u%oid (100 %) Border%ine (50 % tuberkuloid + Le#romato a (100 %) KETERANGAN TT Tuberkuloid !olar Ti Tuberkuloid I"de#i"ite 50 % lepromatosa) BT Borderli"e Tuberkuloid BB $id Borderli"e BL Borderli"e Lepromatosa Li Lepromatosa I"determi"ate LL Lepromatosa !olar .e.

Ti. sementara (4 5 sisanya bermanifestasi klinis dan masuk ke tipe %eterminate yang terdiri dari TT. berarti jenis ini mengandung lepromatosa /445 dan bersifat stabil sehingga tidak akan berubah menjadi jenis yang lain.ndefinite dan BT atau Borderline Tuberkuloid. dan LL.ndefinite dan BL atau Borderline Lepromatosa.MB< . Henis Ti atau Tuberkuloid . hanya saja tipe ini mengandung lebih banyak tuberkuloid nya. BL. BB. hanya saja tipe ini mengandung lebih banyak lepromatosa nya. berarti jenis ini mengandung campuran tuberkuloid dan lepromatosa. berarti jenis ini mengandung campuran tuberkuloid +45 dan lepromatosa +45. jenis BB atau $id Borderline. . KUSTA I TT Ti BT BB BL Li LL Pau i5a i%%ar . Lalu. Bagan klasifikasi kusta berdasarkan 8idley G Hopling Pada klasifikasi 8idley G Hopling.ndeterminate (. berarti jenis ini mengandung tuberkuloid /445 dan bersifat stabil sehingga tidak akan berubah menjadi jenis yang lain. Henis TT atau Tuberkuloid Polar. Li.<ambar /.) berarti tipe ini ada kemungkinan A4 5 sembuh. Henis LL atau Lepromatosa Polar.PB< Mu%ti5a i%%ar . berarti jenis ini mengandung campuran tuberkuloid dan lepromatosa. "ementara untuk jenis Li atau Lepromatosa . BT.

saat basil Mycobacterium leprae masuk tubuh. =kibatnya. Pausibasillar terdiri dari TT. yaitu "istem . Bagan klasifikasi kusta berdasarkan C@& Pada klasifikasi kusta menurut C@&. sehingga sel epiteloid akan menjadi tuberkel. basil memanfaatkan makrofag untuk tempatnya berkembang biak sehingga sel ."). Ti. Tuberkel inilah yang menyebabkan kerusakan di jaringan dan menimbulkan cacat.munitas "eluler (". makrofag akan langsung memfagosit basil. makrofag akan menjadi sel epiteloid. f. saat basil Mycobacterium leprae masuk tubuh.") yang tinggi. datanglah sel limfosit yang akan mengelilingi sel epiteloid tersebut. *etidakseimbangan antara derajat infeksi dengan derajat penyakit ini disebabkan oleh respon imun tiap indi!idu yang berbeda. @al tersebut dikarenakan pada hasil pemeriksaan BT= dari kerokan kulit. Li. Pada indi!idu dengan sistem imunitas seluler (". Patomekanisme Bakteri Mycobacterium leprae mempunyai patogenitas dan daya in!asi yang rendah. yang berarti mengandung banyak basil TB. lalu sel epiteloid berubah menjadi sel datia langerhans.") yang rendah. yang berarti mengandung sedikit basil TB. Pada indi!idu dengan sistem imunitas seluler (". yaitu kelompok PB atau Pausibasillar dan kelompok $B atau $ultibasillar. dan BT. Lalu.<ambar #. didapatkan pada kelompok Pausibasillar negatif BT= dan pada kelompok $ultibasillar positif BT=. hanya saja digolongkan lagi menjadi dua kelompok besar. Tuberkel ini banyak pada penderita kusta tipe tuberkuloid. makrofag akan menelan basil tetapi tidak mampu untuk menghancurkannya. tidak ada yang berbeda dari tiap tiap tipe kusta. $ultibasillar terdiri dari LL. dan BL. *arenanya penderita yang mengandung kuman lebih banyak belum tentu memberikan gejala yang lebih berat dibanding penderita dengan kadar kuman lebih sedikit. "etelah difagosit.

dan juga hilangnya sensasi nyeri. akan menyebabkan kerusakan pada folikel rambut. akan menumpuk dan menjadi granuloma. "el lepra inilah yang terdapat di dalam tubuh penderita kusta tipe lepromatosa. banyak sel lepra terdapat di bawah epidermis. *erusakan tersebut yang menimbulkan manifestasi klinis berupa kerontokan pada alis.#44() . Pada tipe lepromatosa. kulit kering bersisik. Tuberkel akan menyebabkan kerusakan jaringan kulit. *arena itu. =kumulasi dari makrofag makrofag baik pada tipe tuberkel maupun tipe sel lepra. "el tersebut akan membuat suatu 0ona jernih yang disebut subepidermal clear zone (Iulkifli. glandula sebacea. mulai dari epidermis hingga daerah subkutan.makrofag berubah menjadi sel busa atau sel "ir#ho$ atau sel le%ra. "el lepra ini yang akan tersebal luas ke jaringan. glandula sudorifera. dan serabut saraf pada kulit.

g. $anifestasi klinis (yg ini di&ikinn lands#a%e' Tabel /. punched-out $akula. papul $ n T * " @ T (B B)A Lesi k!lit Sekret hid!n. .nfiltrat saja > $akula dibatasi infiltrat Plakat.egatif ( ) Biasanya negatif @ampir selalu ( ) ( ) > (B) =gak banyak () Banyak Biasanya negatif B B )es Le%romin . domeshaped. $anifestasi klinis kusta berdasarkan klasifikasi 8idley G Hopling dan C@& Pa!si&asillar *PB' . plakat. TT BT M!lti&asillar *MB' BB BL SI(A) L LESI Bent!k . Positif lemah > ( ) Positif kuat (BBB) Positif lemah Biasanya negatif .nfiltrat $akula saja > $akula dibatasi infiltrat +!mlah "atu > beberapa "atu > beberapa Beberapa > satu B satelit Distri&!si Perm!kaan Batas Anestesia ?ariasi =gak berkilat Helas > tidak ( ) 2 (B) =simetris *ering sisik Helas (BB) $asih asimetris *ering sisik Helas (BB) %apat dihitung *ulit sehat (B B) =simetris =gak kasar berkilat =gak jelas (BBB) "ukar dihitung *ulit sehat (B) @ampur simetris @alus berkilat =gak jelas (B) .

Tabel #. <ejala gejala kerusakan saraf .

. median!s n. tri. *ontraktur digiti . %o%litea lat. fasialis N... konjungti!a Clawing di. terutama pada daerah punggung. mandibula. muka dan kulit kepala yang berambut. ti&ialis %ost. n.. kornea.. - =nestesi distal anterior digiti .. =nestesi dorsum manus... G . ketiak.n. . Wrist drop (tangan gantung) =nestesi cruris. - Clawing digiti . G . <ejala klinis . merupakan penyakit jamur superficial yang kronik yang disebabkan oleh jamur malasezzia furfur. . b. n. Ulnaris n. proksimal digiti . lipatan paha. lengan.emin!s Anestesi distal anterior di. tungkai atas.iti I. otot l!m&ri#alis medial =trofi otot tenar G otot lumbricali s lateralis Tak mampu ekstensi jari jari > pergelangan tangan *elemahan otot peroneus Paralisis otot intrinsik kaki G kolaps arcus pedis Ptiriasis -esikolor *)inea -esikolor' a. dan cer!icalkehilangan ekspresi wajah <agal mengatupkan bibir Atrofi hi%otenar/ otot interosse!s/ .. lateral G dorsum pedis oot drop (kaki gantung) =nestesi plantar pedis 1abang temporal dan 0ygomaticumlagoftalmus =nestesi kulit wajah.. *eluhan pada penyakit ini berupa bercak berskuama halus yang berwarna putih sampai coklat hitam.iti I... Claw toes 1abang buccal. leher. radialis n. %efinisi Ptiriasis ?esikolor yang juga dikenal dengan Panau..

*elainan kulit pitiriasis !esikolor sangat sperfisial dan ditemukan terutama di badan. dan konsisten. dipakai sebagai sampo # ( kali seminggu. tekun. d. penderita yang sakit kronik. kelainan ini terlihat sebagai bercak berwarna putih. c. yang merupakan alasan berobat. dan sedian langsung. #443) . "uspensi selenium sulfide. "alisil spiritus /45 %eri!at a0ol6 mikona0ol. Penyakit ini sering dilihat pada remaja. atau yang mendapat pengobatan steroid jangka panjang. pemeriksaan flouresensi. c. *elainan biasanya asimtomatik sehingga adakalanya penderita tersebut tidak mengetahui bahwa berpenyakit seperti itu. f. Terapi Pengobatan dilakukan menyeluruh. Pengobatan harus diteruskan # minggu setelah flouresensi negatif dan pemeriksaan sediaan langsung juga negatif (Budimulja. dan konsisten.aktor yang memperngaruhi infeksi ialah. ekona0ol. e. e. batas jelas sampai difus. bentuk tidak teratur sampai teratur. &bat digosokan pada lesi dan didiamkan /+ (4 menit sebelum mandi. Bentuk papulo !esikular dapat terlihat walaupun jarang. *adang penderita dapat merasakan gatal ringan. d.faktor herediter. tekun. . %iagnosis %iagnosis ditegakan atas dasar gambaran klinis. Pada pemeriksaan flouresensi lesi kulit akan berwarna kuning keemasan dan pada sediaan langsung kerokan kulit dengan larutan *&@ #45 terlihat campuran hifa pendek dan spora spora bulat yang dapat berkelompok. Bercak tersebut bereflouresensi bila diliat dengan lampu wood. "ulfur presipitatum dalam bedak kocok ) #45 Toksilat6 tolnaftat dan haloprogrin *etokona0ol juka sulit disembuhkan dengan dosis /'#44 mg>hari selama /4 hari. Prognosis Prognosis penyakit panu ini cenderung baik bila pengobatan dilakukan menyeluruh. b. walaupun infeksi bersifat uni!ersal dan dapat menginfeksi ke semua umur. lesi kulit dengan lampu wood. &bat obat yang dapat dipakai misalnyaa.

merah muda. sumsum tulang belakang. dan sakit kepala karena hipertensi pheochromocytoma).eurofibromatosa juga dapat meningkat seiring dengan berjalannya waktu. merata berpigmen. berupa patah tulang patologis. makula coklat saat lahir. Pasien dapat melaporkan perubahan warna kulit atau kerusakan atau gejala fisik yang lebih serius (seperti rasa sakit yang disebabkan oleh neurofibroma. .eurofibroma pertama kali muncul di masa kecil.. dan komponen !askular.eurofibromatosis adalah sindrom neurokutaneus yang dapat mempengaruhi banyak bagian tubuh. . sel mast. dan menghasilkan kelainan kulit dan tulang. meskipun biasanya ditemukan pada muka.eurofibroma terbentuk di akhir masa remaja. "erta dapat dijumpai pula gejala neurologis. Tumor ini terdiri dari sel "chwann. $ereka dapat mengembangkan pada setiap titik di sepanjang saraf.odul ini bisa cokelat. . paling sering di kulit. Tanda pertama yang mencolok adalah hampir selalu adanya bintik bintik cokelat cafJ au lait. fibroblas.eurofibroma di sudut kanan atas foto serta sudut kiri bawah membuat diagnosis neurofibromatosis hampir pasti. dan ple'iform. atau kulit berwarna. saraf. Lesi kulit dan lesi subkutan yang terbatas6 tidak spesifik untuk tipe / neurofibromatosis. kadang kadang didiagnosis pada saat bayi (pada anak dengan kasus yang lebih jelas). . Berupa bintik 2 bintik kecil yang dapat dilihat di bawah lengan atau di daerah selangkangan. dan sistem tubuh lainnya. kulit.eurofibroma adalah tumor jinak yang paling umum dari neurofibromatosis tipe /. termasuk otak. 1ara penegakan diagnosis adalah dengan ditemukannya pola pigmen yang tidak biasa caf! au lait berupa makula berbentuk tidak teratur.kulit. . subkutan. tetapi lebih sering pada anak anak antara ( dan /E tahun. ditemukan manapun pada tubuh. $akula neurofibromatosis memiliki warna cokelat dan perbatasan halus.Ne!rofi&romatosis . Ne!rofi&roma . peningkatan $ereka dapat sering hadir pada dan jumlah mengalami selama di beberapa tahun pertama kehidupan. Tiga subtipe dari neurofibroma ada. Bintik bintik khas tidak sakit atau gatal tetapi komplikasinya dapat mengancam nyawa dan menimbulkan noda yang besar pada kulit. .eurofibromatosis dapat menyebabkan pertumbuhan non kanker pada jaringan saraf.

Dermatitis Aler.eurofibroma ple'iform yang noncircumscribed. dan sangat reaktif. dan mereka mungkin memiliki kancing in!aginasi patognomonik saat ditekan dengan jari. bersifat lipofilik.a0aret.eurofibroma lunak pada palpasi. dan mereka mungkin menunjukkan tanda kancing.ika %ermatitis alegika adalah peradangan kulit (epidermis dan dermis) sebagai respon terhadap bahan alergen. #4//).) . .$ereka mungkin lunak atau perusahaan untuk menyentuh. Pandangan rendah kekuatan yang mengungkapkan sel neurofibroma spindled dalam dermis (hemato'ylin dan 7osin). . dan tidak teratur. Bahan alergen penyebab dermatitis alergika adalah bahan kimia dengan berat molekul yang rendah (K /444 %alton) dan belum diproses. dimana mereka dapat mendorong lebih dalam ke dermis. tebal. dan mereka dapat menyebabkan kerusakan dengan jalinan struktur yang mendukung penting (. (Lihat gambar di bawah. <ejala klinis yang sering .eurofibroma meningkat dalam jumlah dan ukuran dari waktu ke waktu.

#44A). Terjadi peningkatan reflek fisiologis. perut. Terdapat anesthesia pada kedua lengan sesuai ner!us ulnaris. =lis pasien tampak mulai tipis. dan punggung.BT= positif . <ambar gambaran F** dermatitis alergika ("umantri et al.seropositif . #4/4) Info II Pemeriksaan fisik menunjukkan banyak lesi di seluruh tubuhnya. papulo!esikel atau bula ("ularsito et al. Lesi tampak sebagai makula.dikeluhkan antaralain gatal dengan ujud kelainan kulit (F**) bercak erimatosa dengan batas jelas. Tampak hipopigmentasi pada kedua kaki sampai setinggi lutut. pipi. Info III Biopsi lesi kulit Pemeriksaan serologi . sebagian eritematosa dan sebagian hipopigmentasi. edema. termasuk ruam yang di daerah jembatan hidung. Tidak ada lesi meninggi.

bisa juga seorang penderita memenuhi diagnosis klinis berdasarkan C@& sebagai berikutTabel (. maka diagnosis pasti bisa ditegakkan. pemeriksaan fisik. Lalu.nosis ker a Berdasarkan informasi ke # dan ke ( tersebut. Fntuk hasil anamnesis dan pemeriksaan fisik. yaitu harus meliputi hasil anamnesis.akkan dia.nosis k!sta Penegakkan diagnosis untuk penyakit kusta sama seperti penyakit lainnya. dan pemeriksaan penunjang. harus mampu mengetahui penderita masuk klinis dari tipe tuberkuloid atau tipe lepromatosa. Positif hasil kerokan kulit =tau. seorang penderita harus memiliki satu dari tanda cardinal di bawah ini/. 1. Dia. %iagnosis klinis menurut C@& (/DD3) .Pemeriksaan P18 -band positif setinggi /#D bp E. harus memenuhi manifestasi klinis dari tabel tabel sebelumnya. "erta. @ilangnya saraf secara jelas dengan atau tanpa penebalan kulit (. yaitu *usta $ultibasiler. Sasaran Bela ar 0. Pene. Lesi pada kulit yang sesuai dengan tanda tanda kusta #.

Pemeriksaan sederhana dengan jarum. Pemeriksaan sederhana dengan kapas. kerokan kulit atau mukosa hidung.penyakit kusta sangat mirip dengan penyakit kulit lainnya.untuk mengetahui sensasi raba ). sementara untuk tipe multibasillar ($B) positif ditemukan basil. akan ditemukan . .elson atau BT=. pensil tinta akan meninggalkan bekas tinta di lesi. pada tipe lepromatosa. "elain pemeriksaan bakterioskop. dan tabung reaksi.amun. terkena' Fntuk pemeriksaan fisik pada penderita kusta. Pensil tinta digoreskan dari tengah lesi ke arah kulit normal.pemeriksaan dengan menggunakan pensil tinta. @asil dari pemeriksaan ini adalah pada tipe kusta pausibasillar (PB) negatif ditemukan basil Mycobacterium lepra.i/ Nod!l KERUSAKAN SARA( *men2e&a&kan hilan. Pemeriksaan sederhana dengan tabung reaksi. Tes <unawan. Pemeriksaan penunjang yang dilakukan pada penderita kusta sebagai gold standar adalah pemeriksaan bakterioskop dengan pewarnaan Iiehl . sangat membantu dalam penegakkan diagnosis.untuk mengetahui sensasi rasa nyeri (. "pesimen untuk pemeriksaan ini didapat dari dua hal. namun bila ditanyakan ada atau tidak anestesi. di%ersarafi oleh saraf 2an.untuk mengetahui sensasi rasa panas dan dingin +.n2a "atu cabang saraf Terlokalisasi di tempat lesi "atu sampai lima %istribusi tidak simetris @ilang sensasi saraf jelas @ipopigmentasi > eritema M!lti&asillar *MB' Lebih dari lima %istribusi lebih simetris @ilang sensasi saraf kurang jelas Banyak cabang saraf *elainan saraf bilateral dan menyeluruh sensasi/ kelemahan otot 2an.. bisa dilakukan pemeriksaan sederhana yaitu pemeriksaan dengan menggunakan jarum.nspeksi. Berikut pemeriksaan yang dilakukan/. kapas. serta pensil tinta. pemeriksaan histopatologik juga bisa dilakukan pada penderita kusta. . #. Pada tipe tuberkuloid.Pa!si&asillar *PB' LESI KULI) Mak!la datar/ Pa%!l menin. Pada tipe tuberkuloid. pensil tinta tidak akan meninggalkan bekas tinta di lesi.

alergi terhadap obat %%" (%iamino %iphenl "uffone) sendiri dan Psychosis. !ertigo. =ntibodi ini bersifat spesifik. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui antibodi dari tubuh penderita yang terbentuk akibat antigen bakteri Mycobacterium leprae. yaitu sel makrofag yang berisi basil basil Mycobacterium leprae. penglihatan kabur. Fji 7L. 1lofa0imine atau Lamprene berbentuk kapsul warna coklat dengan takaran +4 mg>kapsul dan /44 mg>kapsul. serta mencegah kecacatan. memperpendek masa pengobatan. =ntikusta yang saat ini banyak digunakan adala %%" (%iamino %iphenyl "uffone). sulit tidur hepatitis. meningkatkan compliance. tetapi timbul anemia hemolitik.untuk dewasa /44 mg> hari dan untuk anak anak / # mg>kg BB > hari. akan ditemukan banyak sel busa atau sel !irchow. %%" berupa tablet warna putih dengan takaran +4 mg>tab dan /44 mg>tab. bersifat bakteriostatiknya menghambat pertumbuhan kuman Mycobacterium leprae dan anti reaksi (menekan reaksi). nausea. Penatalaksanaan k!sta Pengobatan kusta awalnya menggunakan single drug. $L dipstick (Mycobacterium leprae dipstick# 3. $%T diharapkan dapat mencegah dan mengobati resistensi. Pemeriksaan yang dapat dilakukan di antaranya/. "ementara untuk tipe lepromatosa.banyak tuberkel yang berisi massa epiteloid dikelilingi sel limfosit. %osis . tidak harus dilakukan karena mahal dan memakan waktu lama serta membutuhkan fasilitas yang memadai. atau ( ' /44 mg setiap minggu."= (. gangguan pencernaan dapat berupa diare dan nyeri pada lambung. mempercepat pemutusan rantai penularan. /. 7fek samping obat ini adalah warna kulit dapat kecoklatan sampai kehitam hitaman tetapi dapat hilang bila pemberian obat distop. 7fek samping jarang terjadi. bersifat bakteriostatik yaitu menghalangi atau menghambat pertumbuhan kuman Mycobacterium leprae. Pemeriksaan serologik pada penderita kusta bersifat pilihan. #44+). yaitu antiphenolic glycolipid / (P<L /) dan antibodi antiprotein /E k% serta (+ k%. %osis yang digunakan ialah +4 mg>hari atau selang sehari. . #. namun kini pengobatan kusta dengan multidrug treatment ($%T). Fji $LP= (Mycobacterium leprae Particle "glutination) #. clofa0imine dan rifampisin (%epkes. anoreksia.

diagnosis dini dan penatalaksanaan reaksi . )+4 mg dan E44 mg. 8ifampi0in berbentuk kapsul atau kaplet dengan takaran /+4 mg. sifatnya mematikan kuman Mycobacterium leprae (bakteriosid). Fntuk Fpaya pencegahan cacat primer. ( tablet lampren L /44 mg ((44 mg). #44+) Terapi non . 8ifampi0in tidak boleh diberikan secara monotheraphy karena dapat memperbesar terjadinya resistensi. Penderita $ulti Basiler ($B) Pemberian regimen obat ini dengan dosis %ewasa. Fpaya pencegahan cacat terdiri atas/.hari ke # 2 #3 /. #. / blister untuk / bulan. antara lain bahwa kusta identik dengan deformitas dan disability. baik oleh petugas kesehatan maupun oleh pasien itu sendiri dan keluarganya. diberikan setiap hari atau setiap bulan. (%epkes 8. pengobatan secara teratur dan akurat c. (.(. / tablet dapsone atau %%" /44 mg.(44 mg6 #44mg6 +4 mg #.ndonesia sesuai dengan regimen pengobatan yang direkomendasikan oleh C@&. meliputia. 8ifampi0in merupakan obat kombinasi dengan %%" (%uamino %iphenyl "uffone) dengan dosis /4 mg > *g BB. (44 mg.E44 mg6 )44 mg6 /44 mg =nak + /) tahun. yaitu /. Penderita Pausi Lesi . efek sampingnya yaitu kerusakan pada hati dan ginjal. %i samping itu perlu mengubah pandangan yang salah dari masyarakat. Penderita Pausi Basiler (PB) Pemberian obat regimen PB selama E bulan.hari pertama # kapsul rifampisin L (44 mg (E44 mg). / tablet dapsone atau %%" /44 mg. diberikan dosis tunggal 8&$ (8ifampisin &flo'acin $inocycli). yaitu%ewasa +4 A4 kg.armakologis Pencegahan ini harus dilakukan sedini mungkin.. / tablet lamprene +4 mg. diagnosis dini b. pengobatan bulan. 8igimen pengobatan $%T di . Pengobatan harian .

dari selnya akan keluar protein yang bersifat antigen di tubuh penderita. =ntigen antigen basil lepra ini yang memicu reaksi antigen antibodi dari tubuh penderita.g< dan . Fpaya pencegahan sekunder. sepatu. sehingga antibodi antibodi (. Latihan fisioterapi pada otot yang mengalami kelumpuhan untuk mencegah terjadinya kontraktur.. Pasien mengetahui penyebab luka (panas. 8eaksi 7. sarung tangan. c.odosum Leprosum). penyembuhan luka dapat dilakukan oleh pasien sendiri dengan membersihkan luka.g$) akan datang dan mengaktifkan sistem komplemen.L (7ritema . Basil lepra yang mati. 8eaksi imun tersebut bukannya menguntungkan. dan BL) Pada tipe lepromatosa. %ua jenis reaksi kusta yaitu/. menggosok. 8eaksi ini timbul pada penderita yang telah menjalani pengobatan kusta. Li. f. Prinsip yang penting pada perawatan sendiri untuk pencegahan cacat kusta adalah. dll). melumasi dan melatih sendi bila mulai kaku. Pasien harus melindungi tempat risiko tersebut (dengan kaca mata. Bedah septik untuk mengurangi perluasan infeksi. Bedah rekonstruksi untuk koreksi otot yang mengalami kelumpuhan agar tidak mendapat tekanan yang berlebihan.#. sehingga pada proses penyembuhan tidak terlalu banyak jaringan yang hilang. pasien dapat melakukan perawatan kulit (merendam. Timbullah reaksi humoral imun. meliputia. d.timbul pada tipe lepromatosa (LL. e. Perawatan mata. mengurangi tekanan pada luka dengan cara istirahat 4.pasien mengerti bahwa daerah yang mati rasa merupakan tempat risiko terjadinya luka. @asil dari reaksi ini adalah terbentuknya kom%leks im!n. g. basil basil lepra yang terkandung dalam sel !irchow akan mati oleh obat dari kusta. . tangan dan atau kaki yang anestesi atau mengalami kelumpuhan otot. Perawatan diri sendiri untuk mencegah luka b. benda tajam dan kasar). tekanan. diakibatkan oleh adanya reaksi imun dalam tubuh penderita. Reaksi k!sta 8eaksi kusta adalah interupsi dengan episode akut pada perjalanan penyakit yang sebenarnya sangat kronik.. tetapi malah merugikan dan bersifat patologik.

sensibilitas dan berkurangnya kekeuatan otot. arthritis. seperti neuritis akut. "elain itu. Bila kompleks imun ini sampai ke organ organ lain akan menimbulkan reaksi inflamasi. Lalu. dan BB adalah tipe ". karena penting untuk pengobatan dengan kortikosteroid (Balagon. TT) Pada reaksi re$ersal atau upgrading. lesi infiltrat bisa menjadi semakin infiltratif dan semakin meluas. *usta dengan tipe TT adalah tipe dengan ". penderita kusta dengan tipe BB. BT." yang semakin memburuk. kompleks imun akan menimbulkan reaksi alergi berupa timbulnya eritema. penderita LL tetap dengan tipe LL. Kom%likasi k!sta Penderita kusta yang terlambat tertangani mempunyai resiko kerusakan saraf berupa nyeri saraf. $isalnya. #. ia tidak akan berubah tipe menjadi tipe Li." yang sangat baik. dan nyeri. iridosiklitis. BT. BL) dan perubahan tiap tipe kusta diikuti dengan perubahan sistem imun selulernya.*ompleks imun tersebut justru merugikan tubuh dan bersifat patologis karena ia akan beredar dalam sirkulasi darah dan masuk ke organ organ tubuh. nodus.. terjadi pula perubahan gejala klinis pada reaksi re$ersal. sementara tipe Ti. penderita kusta dengan tipe BT bisa saja mengalami perubahan sistem imun menjadi lebih buruk sehingga ia akan menuju ke tipe lepromatosa.. ." yang buruk. pada reaksi kusta 7.L tidak akan terjadi perubahan tipe jenis kusta. Penderita kusta juga beresiko tinggi mengalami multi drug resistence. yang terjadi adalah perubahan sistem imunitas seluler (".amun. yaitu lesi yang telah ada akan kembali aktif atau timbul lesi baru dalam waktu yang singkat. Perhatikan pula ada atau tidaknya gejala neuritis akut.timbul pada tipe tuberkuloid (BB. . Penderita itu akan mengalami reaksi kusta re$ersal (upgrading). lesi eritematosa bisa menjadi semakin eritema6 lesi makula bisa menjadi infiltrat. limfadenitis. Perubahan perubahan ini hanya dialamai oleh kusta dengan tipe tipe borderline (BB. 8eaksi re$ersal atau upgrading atau non nodular. Perubahan yang dimaksud adalah perubahan menjadi sistem imun yang lebih baik atau malah lebih buruk."). %i sistem integumen. #4/4) 5. Hadi. yaitu tipe dengan ". BT. Lesi hipopigmentasi bisa berubah menjadi lesi eritematosa. ia bisa mengalami perubahan sistem imun menjadi lebih baik. atau BL. dan nefritis. atau bahkan TT.

hati dan mata. phsical medicine dan rehabilitasi (=nonim. Pada lepra lepromatosa muncul benjolan kecil atau ruam menonjol yang lebih besar dengan berbagai ukuran dan bentuk. karena membutuhkan tenaga ahli seperti neurologis. 6.nosis k!sta Henis lepra menentukan prognosis jangka panjang. ginjal.*usta. termasuk alis dan bulu mata. bisa terjadi reaksi kekebalan tertentu. b. (ilmu penyakit kulit dan kelamin) Fni!ersitas indonesia. c.#4//). Penyuluhan yang diberikan tentang penyakit peningkatan pengetahuan. yang paling sulit adalah manajemen dari gejala neurologis. Pro. buah 0akar. selama perjalanan penyakit baik diobati maupun tidak diobati. Pencegahan primer /) Penyuluhan kesehatan Pencegahan primer dilakukan pada kelompok orang sehat yang belum terkena penyakit kusta dan memiliki risiko tertular karena berada di sekitar atau dekat dengan penderita seperti keluarga petugas penderita kesehatan dan tetangga penderita.ahan k!sta a. 7. saraf tepi dan kelenjar getah bening. ahli bedah. Terjadi kerontokan rambut tubuh. kemauan dan kemampuan masyarakat . sendi. oftalmologis. Lepra tuberkuloid ditandai dengan ruam kulit berupa / atau beberapa daerah putih yang datar. Pada semua jenis. ortopedik. Pen#e. "etelah program terapi obat biasanya prognosis baik. prodratis. Lepra perbatasan merupakan suatu keadaan yang tidak stabil. yang memiliki gambaran kedua bentuk lepra. kontraktur dan perubahan pada tangan dan kaki. %aerah tersebut bebal terhadap sentuhan karena mikobakteri telah merusak saraf sarafnya. yang kadang timbul sebagai demam dan peradangan kulit. komplikasi yang mungkin terjadi dan kebutuhan akan antibiotik a. kusta yaitu adalah dengan proses memberikan penyuluhan tentang kusta.Pengobatan yang tidak adekuat juga dapat terjadi reaksi kusta. Bagian ilmu penyakit kulit dan kelamin. #44+.

menyembuhkan penyakit penderita. meningkatkan dan melindungi kesehatannya dari penyakit kusta. Fpaya pencegahan cacat primer meliputi penemuan dini penderita sebelum cacat. sedangkan pemberian dua kali dapat memberikan perlindungan terhadap kusta sebanyak 345. b.egara memberikan hasil berbeda pemberian !aksinasi B1< tersebut (%epkes 8./DD)).. #44E).ndonesia karena penelitian beberapa ..yang belum menderita sakit sehingga dapat memelihara. "asaran penyuluhan penyakit kusta adalah keluarga penderita. Pencegahan sekunder /) Pengobatan pada penderita kusta Pengobatan pada penderita kusta untuk memutuskan mata rantai penularan. #44+).. mencegah terjadinya cacat atau mencegah bertambahnya cacat yang sudah ada sebelum pengobatan. c. #. tetangga penderita dan masyarakat (%epkes 8. namun demikian penemuan ini belum menjadi kebijakan program di . Pemberian Multi drug therapy pada penderita kusta terutama pada tipe Multibaciler karena tipe tersebut merupakan sumber kuman menularkan kepada orang lain (%epkes 8. Fpaya pencegahan cacat sekunder meliputi perawatan diri sendiri untuk mencegah luka dan perawatan mata. #44+). mental. #) 8ehabilitasi kusta 8ehabilitasi merupakan proses pemulihan untuk memperoleh fungsi penyesuaian diri secara maksimal atas usaha untuk mempersiapkan penderita cacat secara fisik. pengobatan secara teratur dan penanganan reaksi untuk mencegah terjadinya kerusakan fungsi saraf. #44E) /. tangan atau kaki yang sudah mengalami gangguan fungsi saraf.. Pencegahan tertier /) Pencegahan cacat kusta Fpaya pencegahan cacat terdiri atas (%epkes 8. #) Pemberian imunisasi "ampai saat ini belum ditemukan upaya pencegahan primer penyakit kusta seperti pemberian imunisasi ("aisohar. %ari hasil penelitian di $alawi tahun /DDE didapatkan bahwa pemberian !aksinasi B1< satu kali dapat memberikan perlindungan terhadap kusta sebesar +45. sosial dan kekaryaan untuk suatu kehidupan yang penuh sesuai dengan .

. %ukungan informasi. Bedah rekonstruksi untuk koreksi otot yang mengalami kelumpuhan agar tidak mendapat tekanan yang berlebihan (. dan (() dukungan emosional atau semangat adalah memberi pujian atas keberhasilan proses latihan.(/) dukungan material adalah menyediakan fasilitas latihan. dan adanya kedekatan. Latihan fisioterapi pada otot yang mengalami kelumpuhan untuk mencegah terjadinya kontraktur #. $enurut <oldsworthy (/DD3) yang dikutip oleh . Bedah plastik untuk mengurangi perluasan infeksi ). %ukungan emosi. kenyamanan.kemampuan yang ada padanya. percaya dan perhatian6 %ukungan instrumental. (#) dukungan informasi adalah memberikan contoh nyata keberhasilan seseorang dalam melakukan diet dan latihan.. yaitu membantu orang secara langsung. Tujuan rehabilitasi adalah penyandang cacat secara umum dapat dikondisikan sehingga memperoleh kesetaraan. *onseling dilakukan untuk mengurangi depresi pada penderita cacat (%epkes 8. yaitu adanya rasa empati. kesempatan dan integrasi sosial dalam masyarakat yang akhirnya mempunyai kualitas hidup yang lebih baik (%epkes 8. #44E) 8ehabilitasi terhadap penderita kusta meliputi/.riedman (#44(). "istem dukungan untuk mempromosikan perubahan prilaku ada (. c. b. Terapi okupsi (kegiatan hidup sehari hari) dilakukan bila gerakan normal terbatas pada tangan +. bahwa ada ) (empat) jenis dukungan sosial yaitua. baik moril maupun materil untuk memoti!asi orang tersebut dalam melaksanakan kegiatan. #44E) %ukungan *eluarga terhadap Pengobatan Penyakit $enurut "arwono dalam Musuf (#44A). yaitu . dukungan adalah suatu upaya yang diberikan kepada orang lain. yaitu upaya memberikan informasi mengenai hal hal yang dinilai positif dan dapat meningkatkan pengetahuan dan tindakan .

penggunaan $%T dimaksudkan juga untuk mengurangi ketidaktaatan penderita dan menurunkan angka putus obat ( drop-out rate) yang cukup tinggi pada masa monoterapi dapson. #44+) 8.a$as Mi!m 9&at' !nt!k %enderita k!sta Tujuan utama pengendalian *usta yaitu memutus mata rantai penularan untuk menurunkan insiden penyakit. PCR PCR *Polymerase Chain Reaction ' adalah sebuah metode re!olusioner yang dikembangkan oleh *ary $ullis pada tahun /D34. Pada akhir reaksi P18. pengertian dan memahami alasan alasan. rifampisin. 8ejimen ini terdiri atas kombinasi obat obat dapson. yaitu dukungan dalam bentuk harapan.. %i samping itu diharapkan juga $%T dapat mengeliminasi persistensi kuman *usta dalam jaringan.= komplementer untuk untai cetakan yang ditawarkan. mengobati. %ukungan sipitual.d. Pen elasan tentan. serta mencegah timbulnya cacat melalui deteksi atau penemuan dini kasus *usta. urutan tertentu akan terakumulasi dalam miliaran salinan (amplikon ). . Program $%T ini dimulai pada tahun /D3/. dan klofa0imin. %engan demikian. yaitu resistensi rifampisin dan lamanya pengobatan terutama untuk kusta $B.= polimerase untuk mensintesis untai baru %. doa.= polimerase dapat menambahkan nukleotida hanya ke gugus (N &@ yang sudah ada sebelumnya. (%epkes 8. "elain untuk mengatasi resistensi dapson yang semakin meningkat. 8eaksi P18 memerlukan komponen komponen berikut- . salah satunya melalui program $%T (Multi %rug &herapy). P18 didasarkan pada menggunakan kemampuan %. PM9 *Pen. pedampingan minum obat sangat mutlak diperlukan untuk mencegah terjadinya putus obat agar tidak terjadinya resistensi penderita terhadap rejimen obat ("alim. #4//). dan menyembuhkan penderita. yaitu ketika *elompok "tudi *emoterapi C@& secara resmi mengeluarkan rekomendasi pengobatan *usta dengan rejimen kombinasi yang selanjutnya dikenal sebagai rejimen $%T C@&. *arena %. perlu primer yang dapat menambahkan nukleotida pertama. Persyaratan ini memungkinkan untuk menggambarkan wilayah tertentu urutan template yang peneliti ingin memperkuat. :.amun dalam pelaksanaan program $%T C@& ada beberapa masalah yang timbul. apabila ditemukan segera lakukan tatalaksana adekuat.

. mereka berdua memiliki dua kemampuan yang membuat mereka cocok untuk P18.= en0im en0im &a' %. membuat titik akhir kuantifikasi produk P18 dapat diandalkan.= menggunakan template %.DNA tem%late sampel %.PCR< 8eaksi P18 mulai menghasilkan salinan dari urutan target secara eksponensial. dan #) mereka tahan panas. DNA %olimerase digunakan adalah jenis en0im yang mensintesis untai baru %. dan 1.= dan primer.= polimerase (dari a'uaticus (dari Pyrococcus komplementer dengan urutan target. A%likasi PCR< rekayasa kloning. T. Pada awal reaksi.= yang berisi urutan target.= dengan en0im re"erse trans#ri%tase. yang pada dasarnya Oblok bangunanO untuk untai %. suhu tinggi diterapkan untuk molekul %.= double stranded asli untuk memisahkan untai dari satu sama lain.= sampel ke c%./) mereka dapat menghasilkan untai baru %. <.= baru. sekuensing Keter&atasan PCR dan R). keterbatasan reagen.= polimerase furiosus# digunakan secara luas karena kesetiaan yang lebih tinggi saat menyalin %. N!kleotida *dN)P ata! trifosfat deoksin!kleotida' unit tunggal dari basa =.PCR *R e!erse ) ranscription PCR' adalah P18 didahului dengan kon!ersi 8.= baru dari ujung primer. dan self anil dari produk mengumpulkan.=. R). @anya selama fase eksponensial dari reaksi P18 adalah mungkin untuk meramalkan kemungkinan kembali untuk menentukan kuantitas awal dari urutan target yang terkandung dalam sampel. reaksi P18 akhirnya berhenti untuk memperkuat urutan target pada tingkat yang eksponensial dan Odataran tinggi efekO terjadi. genetika. akumulasi molekul pirofosfat. *arena inhibitor dari reaksi polimerase yang ditemukan dalam sampel.ni adalah atribut yang membuat P18 8eal Time 8T P18 kuantitatif sangat diperlukan.= beruntai tunggal yang melengkapi urutan target. . Mang pertama dan paling umum &hermis#( sedangkan P ) %. Polimerase dimulai sintesis %. Primer potongan pendek %. $eskipun en0im ini agak berbeda.

"ecara klinis. %iagnosis pasti adalah dengan ditemukannya BT= pada kerokan kulit atau biopsi kulit. rifampisin. mata. ofloksasin. Pengobatan kusta dilakukan dalam tempo E bulan # tahun dengan kombinasi beberapa regimen obat %%". *usta. lamprene. Perbedaan tipe tersebut adalah karena respon imun indi!idu. minosiklin. dan melakukan pemeriksaan neurologis. kelenjar getah bening dan testis dan sendi sendi. %iagnosis kusta dilakukan dengan melakukan anmnesis. #. dan klaritomisin tergantung jenis tipe lepra. lepra atau morbus @ansen adalah suatu abnormalitas kulit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae( dengan manifestasi pada kulit dan sistem saraf perifer. kusta dibagi menjadi tipe lepromatosa. pemeriksaan fisik dengan melihat ujud kelainan kulit. ).BAB III KESIMPULAN /. tuberkuloid. namun dapat juga terjadi sistem pernapasan bagian atas. . (. dan borderline.

$ikosis dalam 7lmu Penyakit +ulit dan +elamin . =balos. +usta. 1ellona.DA()AR PUS)AKA =nonim.yg.scribd. ?ictoria .Hakarta *osasih.. #+ "eptember #4// #/-/+. Fnandar. "ri Linuwih.Med. *encana 9trategis %epartemen +esehatan &ahun :. Pada tanggal #+ "eptember #4// ..scribd. %iunduh darihttp->>www. 7disi kelima.=. <elber..ac.shtml =nonim. #4//...repository. Pp. #443.ollowing 1ompletion of / and Mear $ultidrug Therapy ($%T). #44+. PP$ G PLP.Hakarta %epkes 8. doc>TechP18. $ade Cisnu. $a..org>content>3(>(>E(A. *usta.#om=arti#le=0001>>0.Hakarta. $enaldi.TH7. %itjen PPGPL %epkes 8..%. %iunduh dari http->>www.pdfBhtml pada ## "eptember #4// Budimulja..go!>projects>genome>probe> $inggu. htt%<==emedi#ine.. PC*.. %alam"m. 8uku Pedoman Eliminasi +usta. . %epkes 8.. 8eactions . %ermatologi $anifestasi .nlm.a0aret. #44+. Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit +usta di 7ndonesia. %i unggah pada #/ "eptember #4//.com>doc>)+AD4/4)>$ekanisme <atal Pruritus . *usta.nih.&rop. 0121#. %iunduh dari pada /# http->>www.*F.ncbi. %iakses di www. 8odolfo $. =. %epkes 8..-.. #44E. %alam. %i unduh di F8Lpada http->>www. 8obert @.ajtmh. #4//. 8oland ?. Hakarta. /ol. Medscape *eference. #4/4..*F. 314 5 366 .meds#a%e. %epkes 8.. 7mmy "jamsoe %aili.<-:. #44A.id. "ri Linuwih $enaldi. Hakarta.o"er"ie$ 8egar. 7!an.eurofibromatosis Tipe /. 8 $ichael.7lmu Penyakit +ulit dan +elamin Edisi +elima . #4//. "eptember #4//. #443.ui.full..com>doc>#+33(#/#>*usta Lepra Penyakit $orbus @ansen Penyakit @ansen pada #+ "eptember #4// Balagon. #4//. Prurutus.

%ermatitis.dalam 8uku "?ar 7lmu Penyakit +ulit dan +elamin. #4//. %iunduh dari. =gus. Penyakit +usta dan Masalah yang %itimbulkanya .* F.ebriani6"riwahyuni T $usa. %ermatitis +ontak.id>P modQpub=rtikelGid$enu*iriQ/4Gid=rtikelQE#Epada #+ "eptember #4// "umantri.#44A. Iulkifli.ac. "ularsito.akultas .. $uhammad =gung6@ertanti Trias . Mengenal >ebih %ekat Penyakit +usta .#4/4.http->>library.-Hakarta. "ri =di6"uria %juanda.id>download>fkm>fkm 0ulkifli#.diskes.*$ F"F..jabarpro!. $edan. #44(. %iunduh dari http->>www."alim.usu.go.pdf pada ## "eptember #4// .armasi F<$-Mogyakarta..

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->