BAB I PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang Masalah “Tiada hari tanpa belajar” mungkin menjadi ungkapan yang tepat bagi anak didik. setiap hari, setiap waktu anak – anak datang ke sekolah dengan tujuan utama belajar, di rumah, merekapun belajar dengan segala keterbatasan yang ada, baik belajar untuk mempersiapkan pelajaran besok ataupun belajar tentang alam serta pengalaman hidup yang ada akan membekas dan berkesan pada kehidupannya nanti. Pengalaman belajar di sekolah maupun di rumah sudah seharusnya perlu menekankan pada kreatifitas, rasa ingin tahu, dan perkembangan kearah kedewasaan. Prestasi belajar yang memuaskan dapat diraih oleh setiap anak didik jika mereka dapaat belajar dengan sikap wajar ( positif ), yakni terhindar dari berbagai an aman, hambatan, dan gangguan. !amun sayangnya an aman, hambatan dan gangguan dialami oleh anak didik tertentu. "emang ada anak didik yang dapat mengatasi kesulitan belajarnya, tanpa harus melibatkan orang lain, tapi ada juga yang tidak mampu menyeleseikan masalahnya sendiri dan memerlukan orang lain untuk membantunya.

'

#eanekaragaman kondisi, kemampuan dan usaha siswa menimbulkan sikap belajar yang berbeda pula. $ikap belajar yang positif yang dimiliki siswa akan berpengaruh pada prestasi belajar & siswa, namun pada kenyataannya tidak sedikit siswa yang menyikapinya se ara negatif. $ikap negatif itu antara lain kurangnya gairah dalam belajar sehingga sangat berpengaruh pada prestasi belajar siswa. $elain sikap belajar yang dimiliki siswa sebagaimana tersebut di atas, terdapat pula permasalahan tentang sikap belajar pada sebagian siswa. $ikap tersebut antara lain% &. "alas $iswa terkesan tidak bergairah dalam setiap aktifitas belajar sehingga tidak menyerap dengan maksimal apa yang disampaikan oleh guru. '. ( uh tak a uh ) tidak memperhatikan guru $iswa memilih lebih tertarik ngobrol dan ber anda dengan teman sebangku dari pada fokus memperhatikan materi yang disampaikan oleh guru. *. #urang termoti+asi dalam berprestasi #urangnya semangat untuk berprestasi, merasa biasa – biasa saja ketika nilainya tertinggal jauh dengan teman, temannya. -. #urang per aya diri dalam mengaktualisasikan kemampuan diri "erasa rendah diri dan memilih kalah sebelum berperang karena meragukan kemampuannya.

*

..

"eremehkan dan merasa tidak butuh dengan materi yang disampaikan oleh guru.

/.

0osan dan jenuh dengan pembelajaran. $ikap – sikap belajar tersebut tidak terlepas dari faktor – faktor yang

mempengaruhinya. 1aktor , faktor tersebut antara lain % a. Pembelajaran yang terfokus pada guru (da sebagian guru yang belum melaksanakan pembelajaran berbasis siswa. 2adi siswa hanya duduk, dengar dan men atat apa yang ditulis oleh guru. 3ni menjadiksn siswa malas dan masa bodoh. b. 4ariasi pembelajaran yang tidak ino+atif $iswa akan bosan dan jenuh manakala pembelajaran tidak dikemas dengan sedemikian rupa sehingga menjadi menarik. . 5ingkungan sekolah yang kurang mendukung. $egala fasilitas sekolah yang tidak men ukupi akan jadikan siswa kurang bersemangat dalam berprerstasi. d. 5ingkungan keluarga yang masa bodoh terhadap pendidikan 5ingkungan keluarga yang tidak mendukung akan jadikan siswa tidak per aya diri, rendah diri dan biasa – biasa saja ketika berprestasi ataupun tidak berprestasi. $esuai dengan prinsipnya, 5ayanan #onseling ditujukan pada semua siswa. 0aik yang lamban maupun yang tergolong pandai, baik siswa yang bermasalah maupun siswa yang tidak pernah berbuat ulah. $ingkatnya, 5ayanan

-

#onseling di $ekolah ditujukan pada siswa yang normal, bermasalah, namun tidak bisa menyeleseikan masalahnya sendiri. 0erdasarkan obser+asi diatas, peneliti beranggapan bahwa #onseling 0eha+ioristik merupakan langkah yang ukup efektif untuk men iptakan sikap belajar yang positif karena gagasan utama aliran ini adalah bahwa untuk

memahami timgkah laku diperlukan pendekatan yang obyektif, mekanistik, dan materialistis sehingga perubahan tingkah laku dapat dilakukan dengan pengkondisian. 6iantara teori tentang konseling 0eha+ioristik adalah dari 0urrhus 1rederi $kinner. 0eliau se ara konsisten menyatakan bahwa tingkah laku yang tampak pada seseorang dapat diteliti dan dikontrol dengan menyelidiki bagaimanakah tingkah laku itu berhubungan dengan peristiwa atau lingkungan sekitarnya. Tingkah laku tersebut dikontrol dengan Tehnik (nalisis 1ungsional Tingkah laku (Functional Analysis of Behavior). 7aitu suatu

analisis tingkah laku dalam bentuk hubungan sebab akibat, bagaimana suatu respon timbul mengikuti stimuli atau kondisi tertentu. "asih menurut $kinner, (nalisis 1ungsional akan menyingkap bahwa terjadinya tingkah laku sebagian besar berada di lingkungannya, karena manusia dibentuk oleh lingkungannya dengan potensi yang bisa dikembangkan kearah mana saja. (pabila penyebab atau stimulus yang menjadi pendahulu suatu respon dapat dikontrol, itu berarti telah dilakukan kontrol terhadap suatu respon ((l 8isol, '99-%*:*). 6iantara sekian banyak teori, pendapat yang disampaikan para ahli tersebut tak lain dan tak bukan hanya untuk membantu siswa men apai prestasi

.

tertinggi dalam belajarnya maupun hidupnya. 6isinilah pentingnya 5ayanan #onseling di $ekolah, yang akan membantu siswa mengenal lebih jauh dirinya, sosial lingkungannya dan masa depannya. !amun kenyataan di sekolah ada siswa yang memiliki persepsi positif dan ada pula siswa yang memiliki persepsi negatif terhadap 5ayanan

#onseling di $ekolah. Persepsi negatif itu seperti siswa beranggapan bahwa sikap belajar adalah masalah pribadi yang tidak perlu di konsultasikan lewat 5ayanan #onseling. "asih ada anggapan peranan konselor sebagai polisi sekolah bagi anak, anak yang bermasalah dan juga tukang penagih $PP bagi yang terlambat membayar. $edangkan siswa yang mempunyai persepsi positif beranggapan bahwa sikap dan prestasi belajar merupakan sesuatu yang harus mendapatkan perhatian dari diri sendiri, keluarga dan sekolah. $iswa yang mempunyai persepsi demikian, enderung memanfaatkan 5ayanan #onseling $ekolah dalam menghadapi masalah yang tak mampu ia seleseikan sendiri. 0erdasarkan uraian diatas, maka peneliti men oba mengungkap tentang ”Pengaruh #onseling 0eha+ioristik dan Persepsi $iswa Pada #onseling $ekolah Terhadap $ikap 0elajar $iswa”. B. Identifikasi Masalah $esuai latar belakng masalah tersebut, maka dapat diidentifikasikan masalah sebagai berikut% &. 0agaimana #onseling 0eha+ioristik dilaksanakan di sekolah; '. 0agaimana persepsi siswa tentang prestasi yang di apainya;

/

*. 1aktor apa sajakah yang mempengaruhi persepsi siswa; -. 0agaimana sikap belajar yang dialami siswa di sekolah; .. (pa sajakah faktor yang mempengaruhi perbedaan sikap belajar siswa di sekolah; /. $eberapa jauh persepsi positif berdampak pada sikap belajar siswa; <. (pakah 5ayanan #onseling 0eha+ioristik berpengaruh terhadap sikap belajar siswa; C. Batasan Masalah 0erdasarkan identifikasi masalah tersebut, maka dalam penelitian ini dibatasi pada masalah sebagai berikut% &. "asalah dalam penelitian ini terbatas pada% Pengaruh #onseling 0eha+ioristik dan Persepsi siswa pada 5ayanan terhadap $ikap 0elajar siswa. #onseling $ekolah

'. 4ariabel Penelitian 4ariabel dalam penelitian ini terdiri dari +ariabel bebas dan +ariabel terikat sebagai berikut% a. 4ariabel 0ebas #onseling 0eha+ioristik yaitu suatu proses #onseling yang meneliti dan mengontrol terjadinya tingkah laku berhubungan dengan

stimuli atau kondisi lingkungan yang menjadi penyebab terjadinya respon.

<

b. 4ariabel bebas Persepsi siswa pada 5ayanan #onseling $ekolah yaitu suatu proses yang menyangkut masuknya pesan atau informasi kedalam otak manusia. . 4ariabel terikat $ikap 0elajar, yaitu perbuatan atau tingkah laku yang berdasarkan pada pendirian dan keyakinan *. $ubyek Penelitian $ubyek penelitian ini adalah siswa kelas 6ua $emester =enap "Ts! 6oho 6olopo "adiun Tahun Pelajaran '99>)'9&9.

D. Rumusan Masalah 0erdasarkan uraian di atas, maka dapat dikemukakan rumusan masalah sebagai berikut% &. (dakah pengaruh #onseling 0eha+ioristik pada 5ayanan #onseling $ekolah terhadap $ikap 0elajar siswa kelas 6ua $emester =enap "Ts! 6oho 6olopo "adiun Tahun Pelajaran '99>)'9&9 ; '. (dakah pengaruh persepsi siswa pada 5ayanan #onseling $ekolah

terhadap $ikap 0elajar siswa kelas 6ua $emester =enap "Ts! 6oho 6olopo "adiun Tahun Pelajaran '99>)'9&9 ; *. (dakah pengaruh #onseling 0eha+ioristik dan Persepsi siswa pada 5ayanan #onseling $ekolah terhadap $ikap 0elajar siswa kelas 6ua

:

$emester '99>)'9&9 ; E. Tu uan Penelitian

=enap "Ts! 6oho 6olopo "adiun Tahun Pelajaran

(dapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui% &. Pengaruh #onseling 0eha+ioristik pada 5ayanan terhadap $ikap 0elajar #onseling $ekolah

siswa kelas 6ua $ementer =enap "Ts! 6oho

6olopo "adiun Tahun Pelajaran '99>)'9&9. '. Pengaruh Persepsi siswa pada 5ayanan #onseling $ekolah terhadap $ikap 0elajar siswa kelas 6ua $emester =enap "Ts! 6oho 6olopo "adiun Tahun Pelajaran '99>)'9&9. *. Pengaruh #onseling 0eha+ioristik dan Persepsi siswa pada 5ayanan #onseling $ekolah terhaoap $ikao 0elajar siswa kelas 6ua $emester =enap "Ts! 6oho 6olopo "adiun Tahun Pelajaran '99>)'9&9.

!.

"egunaan Penelitian ?asil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi% a. $ekolah $ekolah dapat memanfaatkan hasil penelitian ini sebagai informsi dan masukan dalam melaksanakan 5ayanan #onseling disekolah untuk meningkatkan prestasi siswa b. =uru

>

?asil Penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan dalam memahami siswa berikut ara belajar siswa serta mampu membantu meme ahkan

masalah yang dihadapi siswa. . @rang Tua Penelitian ini berguna bagi orang tua sebagai informasi pentingnya perhatian dan memahami anak dengan konseling beha+ior untuk men apai hasil yang lebih baik dalam pendidikannya, serta men iptakan suasana yang mendukung terhadap tingkah laku anak – anaknya d. #onselor 0agi #onselor penelitian ini dapat digunakan sebagai a uan dalam membantu siswa untuk men apai tujuan pendidikan serta meningkatkan 5ayanan #onseling di $ekolah. e. Pengembangan 3lmu Pendidikan Antuk menambah Pembendaharaan keperpustakaan dan diharapkan

memberikan dukungan yang berharga terhadap 3lmu Pengetahuan pada umumnya dan dunia pendidikan khususnya.

&9

BAB II

"a ian Pustaka dan Hi#$tesis Penelitian

A.

"a ian Pustaka Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh #onseling 0eha+ioristik dan Persepsi siswa terhadap $ikap belajar siswa kelas dua (33) semester genap "Ts. 6olopo ' "adiun Tahun Pelajaran '99>)'9&9. =una men apai tujuan tersebut, maka diperlukan kajian pustaka yang sesuai dengan pokok permasalahan yang akan dibahas. (tas dasar uraian ini, berikut akan dikemukakan kajian pustaka sebagai berikut% &. #onseling 0eha+ioristik a. Pengertian #onseling 1rank Parson (dalam Prayitno, &>>* – &>>-), berusaha mendefinisikan konseling sebagai bantuan yang diberikan kepada indi+idu (siswa) untuk dapat memilih, mempersiapkan diri, dan memangku suatu jabatan (pekerjaan) serta memperoleh kemajuan dalam jabatan (pekerjaan) yang dipilih itu. Pada bagian lain, $tone dan shetBer (&>:9) (dalam (gus "ulyadi), misalnya menggunakan kata hubungan

&&

pemberian bantuan (?elping Celationship) untuk suatu proses konseling, yang berarti interaksi antara konselor dengan konseli (siswa) dalam upaya memberikan kemudahan terhadap ara – ara pengembangan diri yang positif. 6alam konteks ini, merujuk pada draft final panduan layanan bimbingan dan konseling berbasis kompetensi kurikulum '99-, ”0imbingan merupakan layanan bantuan untuk siswa didik, baik se ara indi+idu maupun kelompok, agar mandiri dan berkembang se ara optimal, dalam bimbingan pribadi, bimbingan sosial, bimbingan belajar dan bimbingan karir, melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung, atas dasar norma – norma yang berlaku ”. 0imbingan dan konseling yang berkembang dewasa ini adalah bimbingan dan konseling perkembangan. 8inkel dan $ri ?astuti ('99/%--) % ” 0imbingan dan #onseling perkembangan di $ekolah "enengah sebagai upaya pemberian bantuan kepada indi+idu (siswa) yang dilakukan se ara berkesinambungan, supaya siswa dapat memahami dirinya sehingga para siswa dapat mengarahkan dirinya dan dapat bertindak se ara wajar sesuai dengan tuntunan serta keadaan lingkungan sekolah, keluarga”. $edangkan konseling sendiri dalam #amus 0esar 0ahasa 3ndonesia dinyatakan sebagai%

&'

&.

Pemberian

bimbingan

oleh

orang yang ahli kepada seseorang dengan menggunakan metode psikologis '. Pemberian bantuan oleh

konselor terhadap konseli sedemikian rupa sehingga pemahaman terhadap kemajuan diri sendiri meningkat dan meme ahkan berbagai masalah dalam kehidupan 0erdasarkan pendapat di atas, dapat dikemukakan bahwa dalam konseling terjadi% &) Terjalinnya interaksi dan komunikasi. Pertama – tama konselor mendekati konseli, men iptakan dan mengembangkan kontak perasaan hingga terjalinlah hubungan yang baik, hangat dan akrab. ') #onselor memanggil konseli untuk sama – sama memahami dan meme ahkan permasalahan, men ari akar penyebab timbulnya masalah, memberikan alternatif peme ahan, memikirkan

kemungkinan timbulnya masalah baru dan juga menentukan terapi. 6ari uraian di atas, maka dapat dinyatakan iri, iri konseling sebagai berikut% a) 6alam konseling terjalin hubungan yang akrab antara konselor dengan konseli b) ?ubungan dalam konseling dilakukan dengan bertatap muka

&*

)

#onselor

dan

konseli

bersama

sama

menghadapi

permasalahan yang sama d) serta #onselor membantu konseli untuk melihat dan memahami diri permasalahannya, akhirnya mampu mengambil keputusan

dan sanggup menyelaseikan permasalahannya sendiri.

b.

#onseling 0eha+ioristik &) Pengertian #onseling 0eha+ioristik #onseling 0eha+ioristik berasal dari bahasa 3nggris Behavioral Counseling, yang pertama kali digunakan oleh 2ohn 6. #rumboltB (&>/-). 7ang pada intinya konseling diharapkan menghasilkan perubahan yang nyata dalam perilaku konseli. "enurut para penganut teori 0eha+ioristik perilaku manusia itu sangat tergantung pada lingkungan (0akker,&><*). 5ebih tegas lagi $kinner (&><-), yang menyatakan bahwa% ”manusia bertingkah laku sedemikian rupa sesuai dengan lingkungan dimana ia hidup dan berada. Perubahan dalam perilaku harus diusahakan melalui proses belajar (learning) atau belajar kembali ( relearning ) yang berlangsung selama konseling. @leh karenanya, proses konseling

&-

dipandang sebagai suatu proses pendidikan yang berpusat pada usaha membantu dan kesediaan dibantu untuk belajar berperilaku baru dan juga untuk mengatasi berbagai ma am permasalahan. Perhatian #onseling 0eha+ioristik difokuskan pada perilaku tertentu untuk diamati, yang selama proses konseling melalui prosedur – prosedur dan tehnik tertentu yang akhirnya

menghasilkan perubahan yang nyata, yang juga dapat dilakukan dengan jelas. Pendekatan #onseling 0eha+ioristik pada dasarnya

berpengaruh pada keyakinan bahwa banyak perilaku manusia merupakan suatu hasil proses belajar dan karena itu dapat dirubah dengan belajar perilaku yang baru. 6engan demikian, proses konseling pada dasarnya pun dipandang sebagai suatu proses belajar. #onseling 0eha+ioristik berpangkal pada keyakinan tentang martabat manusia yang sebagian bersifat falsafah dan sebagian lagi bersifat psikologis, yaitu% &) "anusia mempunyai potensi untuk bertingkah laku baik dan buruk, benar atau salah. 0erdasarkan bekal keturunan atau pembawaan dan berkat interaksi dengan lingkungan, maka terbentuk pola –pola tingkah laku yang menjadi iri dalam kepribadiannya.

&.

') "anusia mampu berefleksi atas tingkah lakunya sendiri, menangkap apa yang dilakukannya, mengatasi, serta

mengontrol perilakunya sendiri. *) "anusia mampu untuk memperoleh dan membentuk sendiri pola – pola tingkah laku yang baru melalui proses belajar. #alau pola yang lama terbentuk melalui belajar dari

lingkungan maka, pola – pola tersebut bisa diganti dengan melalui usaha – usaha belajar yang baru pula. -) "anusia dapat mempengaruhi perilaku orang lain dan dirinyapun dipengaruhi oleh perilaku orang lain. 0eha+ior mamandang bahwa tingkah laku konseling yang tepat (well-adjusted) atau tidak sesuai dengan lingkungan ( maladjusted ) harus dikatakan bahwa keduanya hasil dari proses belajar. #arena itu keduanya bisa dihapus dengan tingkah laku yang tepat melalui proses belajar pula. 6engan kata lain, jika konseli sulit dalam penyesuaian diri, hal itu disebabkan oleh belajar tingkah laku yang salah. Proses belajar menurut 0eha+ior adalah berdasarkan paradigma $timulus – Cespon ( $ – C ). Penerapan proses belajar dan konseling adalah rangkaian $ – C yang dikonsepsikan sebagai rangkaian Antecedent – Behavior – Consequensce ( ( – 0 – D ), (nte edent ( stimulus E $ ) adalah kejadian yang mendahului terjadinya tingkah laku. DonseFuens e

&/

adalah segala efek yang mengikuti atau berlangsung setelah perilaku (beha+ior ) merupakan respon atau reaksi ( C ).

') Diri, iri konseling 0eha+ioristik (dapun iri – iri aliran beha+ior antara lain adalah % a) "ementingkan pengaruh lingkungan b) "ementingkan bagian – bagian dari keseluruhan ) "ementingkan reaksi d) "engutamakan mekanisme terjadinya belajar e) "engutamakan sebab – sebab terjadinya masa lampau f) "ementingkan pembentukan kebiasaan – kebiasaan g) "engutamakan proses Trial dan Grror

*) Prinsip,prinsip #onseling 0eha+ioristik &) ') Proses belajar dapat terjadi jika siswa ikut berperan aktif Tiap respon perlu diberi umpan balik se ara langsung sehingga mereka tahu apa respon yang diberikan itu salah atau tidak. *) $etiap kali siswa memberikan respon yang benar maka, ia perlu diberi penguatan. %. Perse#si a Pengertian persepsi

&<

"enurut $lameto ('99*%&9') pengertian persepsi adalah proses yang menyangkut masuknya pesan atau informasi ke dalam otak manusia. "elalui persepsi manusia terus menerus mengadakan hubungan dengan masyarakat. ?ubungan ini dilakukan lewat indranya yaitu indra pernglihat, indra peraba , pen ium, pendengar dan indra perasa. $edangkan menurut (lklinson dan hilgard (dalam "oh. (li dan (srori,'99.%&>') menjelaskan bahwa persepsi adalah proses

menginterprestasikan dan mengorganisasikan pola, pola stimulus yang berasal dari lingkungan. "aramis (&>>.%&9.) persepsi adalah daya mengenal sesuatu, kualitas atau hubungan serta perbedaan antara hal tersebut melalui proses mengamati, mengetahui dan mengartikan setelah pan a indra mendapat rangsangan. Pendapat yang disampaikan oleh 5e+ini dan $hefner (dalam "oh. (li '99>%&>') memberi pengertian persepsi adalah ara – ara indi+idu dalam berperilaku berdasarkan pemahaman, pengetahuan, pendiriannya masing – masing. 6ari uraian beberapa pendapat di atas, maka papat dinyatakan bahwa persepsi adalah proses indi+idual dalam menginterprestasikan dan mengorganisir serta memberi makna pada stimulus yang berasal dari lingkungan dimana ia tinggal dan merupakan hasil dari proses belajar, pendirian dan keyakinannya masing – masing.

&:

b. Proses terjadinya persepsi $ebagaimana proses belajar, persepsi bukan proses yang sekali jadi, melainkan melalui proses menggabungkan, menginterprestasi dan pada akhirnya memberikan penilaian. 7aitu dengan menggunakan indranya sehingga bisa mengorganisasi, menginterprestasi serta mampu memberi nilai pada stimulus yang berasal dari lingkungan, hasilnya bisa berupa pendapat, keyakinan dan tingkah laku yang nyata, 0imo 8algito (dalam sukemi, '99- ). (lklinson (dalam moh. (li dan (sroi '99.%&>-) menjelaskan bahwa proses persepsi tergantung pada pengalaman masa lalu, pendidikan, perangsang spesifik yang menimbulkan reaksi pada waktu itu dan interprestasi indi+idu dalam menafsirkan informasi yang diterimanya. . 1aktor – faktor yang mempengaruhi persepsi 3rwanto ('99'%>/) menyatakan bahwa faktor – faktor yang mempengaruhi persepsi ada -, yaitu% &. Perhatian yang selektif 6iantara sekian banyak stimulus yang hadir se ara bersamaan dalam kehidupan manusia, maka stimulus yang banyak mendapat perhatialah yang nantinya akan mun ul dalam perilakunya. '. Diri – iri yang menonjol Cangsangan yang punya iri – iri tertentu akan lebih menarik

dibandingkan dengan yang biasa – biasa saja. $eperti halnya stimulus

&>

yang bergerak akan lebih menarik dan diperhatikan dari pada stimulus yang diam saja. *. !ilai dan kebutuhan indi+idu Cespon yang akan diterima dari persepsi akan disesuaikan dengan nilai dan kebutuhannya. $eperti sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang dari ekonomi rendah dalam melihat koin logam akan lebih berharga

daripada orang dari kelas ekonomi lebih tinggi. -. Pengalaman terdahulu Tingkah laku yang mun ul pada seseorang akan sangat dipengaruhi oleh pengalaman dan kehidupannya di masa lalu dimana ia hidup. $elain faktor tersebut, ada lagi faktor lain yang mempengaruhi persepsi menurut $lameto ('99*%&'9), yaitu% a) rangsangan b) #emauan indi+idu dalam menerima rangsangan dan menjadi pusat perhatian ) #ebutuhan pentingnya stimulus dalam kehidupannya nanti d) 5atihan. 2ika stimulus yang hadir selalu dilatih dan dipelajari maka stimulus tersebut akan hadir dalam kehidupan seseorang tadi dengan sendirinya. dan harapan akan #emampuan dalam menerima

'9

(dapun persepsi siswa tentang 5ayanan #onseling $ekolah pada dasarnya dipengaruhi oleh beberapa faktor yang antara lain sebagai berikut% &) a) dengan pendidikan b) 0antuan dalam 5ayanan #onseling hanya untuk siswa yang bermasalah ) diindi+idualisasikan d) adalah tukang menasehati. ') 1aktor kepribadian #onselor 0aik atau tidaknya kepribadian konselor sangat berpengaruh terhadap minat siswa pada 5ayanan #onseling tersebut. ?al ini menyangkut terbuka atau tidaknya konselor, kehangatan dalam menerima konseli (siswa). *) #etrampilan #onselor yang menyangkut tentang penggunaan tehnik dalam merespon alam perasaan konseli se ara tepat. Tim 0# A!G$( $urabaya,'99* (dalam ?efi $etyorini,'99:) Petugas #onseling di $ekolah #onseling adalah pendidikan yang #onsepsi yang keliru tentang 0imbingan #onseling seperti% "enyamakan 5ayanan #onseling

&.

'ika# Bela ar 'is(a

'&

a. sikap

Pengertian

$ikap belajar menurut 8inkel (&>>'%'*) adalah ke enderungan subyek menerima atau tidak menerima obyek berdasarkan penilaian pada obyek tersebut sebagai obyek yang berharga atau tidak, baik atau tidak. Himmbardo dan Gbbesen (dalam 4italis '99'%'-) mendefinisikan sikap sebagai suatu predisposisi yaitu keadaan mudah terpengaruh pada

seseorang, indi+idu yang berisi komponen kognitif, afektif atau baha+ior. $edangkan menurut 2ohn ?.+ar+ey dan 8illiam $mith,

diterjemahkan oleh Partini $wardiman (dalam $umadi $uryabrata, '99-%/<) yaitu kesiapan untuk merespon se ara konsisten dalam bentuk positif atau negatif terhadap obyek atau situasi tertentu. $edangkan menurut #amus 0esar 0ahasa 3ndonesia sikap adalah perilaku seseorang yang berdasarkan pengetahuan, pendirian dan keyakinannya. 6ari uraian di atas, maka dapat disimpulkan pengertian sikap yaitu suatu keadaan mudah terpengaruh pada seseorang untuk menerima atau menolak obyek berdasarkan penilaian berharga atau tidaknya suatu obyek tersebut yang akan tampak pada perilaku sesuai pengetahuan, keyakinan dan pendiriannya. Catna "egawangi dalam bukunya yang berjudul ”pendidikan karakter”, menyebutkan ada tiga komponen dalam pendidikan sikap atau karakter. 7aitu moral knowing (pengetahuan tentang moral), moral feeling

''

(perasaan tentang moral) dan moral a tion (perbuatan bermoral). $eseorang perlu mengetahui tentang nilai – nilai moral dan etika, namun perlu juga dibangun perasaan untuk menyenangi hal – hal yang berkaitan dengan nilai moral, kemudian memastikan anak untuk men oba dan memulai

melaksanakan nilai – nilai tersebut dalam kehidupan sehari – hari mereka. Antuk itu pendidikan karakter tidak ukup dengan kata – kata, perlu ontoh riil dari orang tua sehingga anak dapat dipastikan mudah melakukannya dalam kehidupan sehari – hari mereka.

b. ma am $ikap

"a am

"a am – ma am sikap menurut 6jumhur dan moh. $urya (dalam 4italis, '99*%'-) ada dua, yaitu % &. $ikap $osial 7aitu sikap yang diperhatikan oleh masyarakat dan tidak dinyatakan se ara perorangan, yang intinya sikap sosial ditandai dengan subyek dan obyek sama, sama orang satu kelompok dan dinyatakan berulang ,ulang. '. $ikap 3ndi+idu 7aitui sikap yang dimiliki seseorang se ara indi+idu, bisa positif dan bisa juga negatif. $ikap seseorang yang mun ul sangat dipengaruhi oleh norma – norma dimana ia tinggal. . Diri, iri $ikap

'*

0agaimana anak bersikap di sekolah tentu tidak terlepas dengan aturan dan norma dimana ia berada. (lland 5. Gdward (6alam 4italis '999%'-) menyebutkan iri – iri sikap sebagai berikut% &. 0isa dipelajari (rtinya bisa dipelajari dengan sengaja jika sikap tersebut mengarah pada sesuatu yang positif. '. Punya kestabilan $etelah dipelajari, maka akan menjadi kuat dan lebih stabil dengan pengalaman yang dialaminya. *. "embangun hubungan sosial yang signifikan 3ni dikarenakan sikap selalu berhubungan dengan orang lain. 2ika obyek menyenangkan maka akan timbul juga perasaan senang. -. 0erisi kognitif dan afektif #ognitif berupa informasi yang aktual dan afektif merupakan emosi atau perasaan yang berhubungan dengan sikap tersebut.

..

Pendekatan langsung pada obyek yang berkenaan padanya 2ika subyek punya sikap yang berkenan, maka ia dengan sendirinya akan mendekati obyek tersebut. Tapi jika tidak, maka ia akan menjauhinya.

/.

0ukan bawaan atau hereditas

'-

$ikap bisa dirubah dan bisa dipelajari. Perbedaan sikap yang terjadi diantara siswa sangat dipengaruhi oleh kematangan emosi masing – masing siswa. d. 1aktor – faktor yang mempengaruhi sikap 0anyak faktor yang mempengaruhi sikap seseorang. 6iantaranya menurut (.=. 5unandi (&>>&%*) yaitu% &. 1aktor pangetahuan $ikap seseorang terhadap obyek sangat dipengaruhi seberapa banyak sedikitnya pengetahuannya. '. 1aktor ketrampilan #etrampilan yang dimiliki membuat seseorang per aya diri hingga menghasilkan sikap atau tingkah laku baru. *. 1aktor "aterial "aterial yang berlimpah akan memberi kemudahan siswa dalam bersikap, menambah ketrampilan dan juga pengetahuan.

e.

1ungsi $ikap #atB (dalam 0imo 8algito '99'%:*) menjelaskan fungsi sikap sebagai berikut% &) 1ungsi 3nstrumental

'.

7aitu fungsi berkaitan dengan sarana atau tujuan. (rtinya orang punya sikap tertentu karena dengan sukap tersebut memudahkan men apai tujuan. ') 1ungsi Pertahanan Ggo #arena merasa teran am, maka seseorang menggunakan sikapnya sebagai pertahanan egonya. *) 1ungsi Gkspresi 6iri $istem nilai yang ada pada indi+idu dapat dilihat dari sikap yang diambilnya. 6engan sikap yang mengekspresikan nilai – nilainya siswa akan memperoleh kepuasan karena telah menunjukkan keadaan dirinya. -) 1ungsi Pengetahuan 6engan sikap siswa punya semangat untuk membentuk pengalamannya dan memperoleh pengetahuan yang baru. f. Pengukuran $ikap "enurut pendapat =utman ('99'%'/*) sikap tidak bisa di lihat se ara langsung, tapi hanya bisa dilihat dari aspek #ognitif ( Pengetahuan ), (fektif (Perasaan ), #onasi (Tingkah 5aku) Pengukurannya dengan menggunakan daftar pertanyaan tentang obyek. Cesponden diminta untuk memberikan jawaban dengan menyatakan setuju, tidak setuju, suka ataupun tidak suka.

B.

"erangka #emikiran

'/

Pelayanan #onseling 0eha+ioristik sangat berpengaruh terhadap sikap belajar siswa. #arena dengan #onseling 0eha+ioristik, sikap belajar siswa dapat dibentuk dengan pengkondisian. 6emikian pula dengan persepsi yang dimiliki siswa begitu berpengaruh terhadap sikap belajar siswa. #arena dengan persepsi yang positif se ara otomatis akan membentuk sikap belajar yang positif pula. 6engan begitu diharapkan dengan Pelayanan #onseling 0eha+ioristik akan berdampak pada persepsi yang positif siswa sehingga akan menghasilkan perubahan sikap belajar yang positif kemampuannya. 6ari hal tersebut di atas maka, peneliti beranggapan bahwa ada pengaruh Pelayanan #onseling 0eha+ioristik dan Persepsi $iswa tentang #onseling $ekolah terhadap $ikap 0elajar $iswa. dan prestasi yang tertinggi sesuai

C.

Hi#$tesis Penelitian 6alam penelitian ini, dikemukakan ?ipotesis (lternatif (?a) yang berbunyi% &. (da pengaruh yang signifikan antar Pelayanan #onseling 0eha+ioristik dengan $ikap 0elajar $iswa

'<

'.

(da pengaruh yang signifikan antara Persepsi siswa dengan $ikap 0elajar $iswa

*.

(da pengaruh yang signifikan antara 5ayanan #onseling 0rha+ioristik dan Persepsi $iswa pada #onseling $ekolah dengan $ikap 0elajar $iswa.

.

Daftar #ustaka

':

$lameto ,'99*.Belajar dan faktor – faktor yang mempengaruhinya . 2akarta %PT.Cineka ipta. "ohamad ali dan moh. asrori,'99.. Psi ologi !emaja Per em"angan Peserta #idi . 2akarta%PT. 0umi aksara 3rwanto ,'99' .Psi ologi $mum.2akarta .PT. Pren ?alindo $ukemi,'99-. %ayanan dan "im"ingan onseling se olah siswa &'P,"agetan $"P! & #awedanan ?efi setyorini,'99:.(u"ungan )erse)si siswa dengan edisi)linan "elajar. Progam studi 0# 13P 3#3P =PC3 "adiun 8inkel, 8$., $2.,&>>'.Psi ologi )endidi an di institusi )endidi an , 2akarta IPT gramedia 4italis 6$.'99'.Perila u manusia* #i tat mata uliah prodi 0k fakultas ilmu

pendidikan 3#3P P=C3 "adiun 4italis '99*.Pemahaman individu & 4italis 6$J,'999 Profesi eguruan $umadi surya brata &>>-, Psi ologi )endidi an.7ogyakarta%"edia abadi 0imo walgito '99'. B+ di )erguruan tinggi .7ogyakarta%1akultas Psikologi A=" 5unandi (.g.&>>&.)endidi an orang dewasa* &e"uah )em"im"ingdan )enyuluh la)angan.2akarta PT. =ramedia 3badullah "alawi, '99<, Penelitian Pendidi an, "adiun% 3#3P P=C3 $aifiddin (Bwar, &>>9, &tatisti Pendidi an, 7ogyakarta % (ndi @ffset ajian )ra tis untu

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful